Anda di halaman 1dari 6

Nama : Asmaradana Megananda Haliyono

Kelas : TEP A
NIM : 171710201087

Sistem Transmisi pada Traktor

Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk


konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan
yang berbeda-beda untuk diteruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah
kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih bertenaga, atau
sebaliknya.
Torsi tertinggi suatu mesin umumnya terjadi pada sekitar pertengahan dari
batas putaran mesin yang diizinkan, sedangkan kendaraan memerlukan torsi
tertinggi pada saat mulai bergerak. Selain itu, kendaraan yang berjalan pada jalan
yang mendaki memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan mobil yang
berjalan pada jalan yang mendatar. Kendaraan yang berjalan dengan kecepatan
rendah memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan tinggi.
Dengan kondisi operasi yang berbeda-beda tersebut maka diperlukan sistem
transmisi agar kebutuhan tenaga dapat dipenuhi oleh mesin.
Transmisi diperlukan karena mesin pembakaran yang umumnya digunakan
dalam mobil merupakan mesin pembakaran internal yang menghasilkan putaran
(rotasi) antara600 sampai 6000 rpm. Sedangkan, roda berputar pada kecepatan
rotasi antara 0 sampai2500 rpm.
1. Transmisi Manual
Transmisi manual adalah tipe transmisi yang digunakan pada kendaraan
bermotor. Sistem ini menggunakan clutch yang dioperasikan oleh pengemudi
untuk mengatur perpindahan torsi dari mesin menuju transmisi, serta pemindah
gigi yang dioperasikan dengan tangan (pada mobil) atau kaki (pada motor). Gigi
percepatan dirangkai di dalam kotak gigi/gerbox untuk beberapa kecepatan,
biasanya berkisar antara 3 sampai 6 gigi percepatan maju ditambah dengan 1 gigi
mundur (R). Gigi percepatan yang digunakan tergantung kepada kecepatan
kendaraan pada kecepatan rendah atau menanjak digunakan gigi percepatan 1 dan
seterusnya kalau kecepatan semakin tinggi, demikian pula sebaliknya kalau
mengurangi kecepatan gigi percepatan diturunkan, pengereman dapat dibantu
dengan penurunan gigi percepatan.
1.1 Bagian-bagian pada Sistem Transmisi Manual
a. Synchromesh
Synchromesh adalah perlengkapan transmisi yang berfungsi untuk
menyamakan putaran antar gigi yang akan disambung sehingga
perpindahan gigi percepatan dapat dilakukan secara mulus. Cara kerjanya
saat handel transmisi pada posisi netral, maka synchromesh berada di
tengah tidak berpengaruh atau dipengaruhi oleh kedua roda gigi yang ada
disampingnya.
b. Poros Input Transmisi (Transmission Input Salt)
Komponen ini sebagai poros yang bekerja sama dengan kopling untuk
memutar gigi di dalam girboks.
c. Gigi Transmisi (Gear Transmission)
Gigi transmisi berfungsi mengubah input tenaga dari mesin menjadi dari
output gaya torsi sesuai dengan yang dibutuhkan kendaraan.
d. Gigi Penyesuaian (Synchcroniser)
Berfungsi untuk memindahkan gigi pada saat mesin mobil sedang
berkerja.
e. Garpu Pemindah (Shift Fork)
Komponen ini berfungsi memindahkan gigi pada porosnya, sehingga gigi
akan mudah untuk dipasang atau dipindahkan.
f. Tuas Penghubung (Shift Lingkage)
Merupakan batang atau tuas yang menghubungkan antara tuas persneling
dengan shift fork.
g. Tuas Pemindah Persneling (Gear Shift Lever)
Tuas untuk memungkinkan pengemudi dapat memindahkan gigi transmisi
bedasarkan kondisi mengemudi.
h. Bak Transmisi (Transmission Case)
Digunakan sebagai dudukan bearing transmisi serta poros-poros. Selain
itu, bak transmisi juga digunakan untuk wadah penyimpanan oli transmisi.
i. Output Shaft
Komponen berupa poros yang dapat mentransferkan torsi dari sistem
transmisi ke gigi terakhir, sekaligus dudukan persneling.
j. Bantalan (Main Bearing)
Berfungsi untuk mengurangi gesekan yang terjadi antara permukaan
komponen yang berputar di dalam sistem transmisi.
k. Counter Gear
Digunakan untuk menghasilkan torsi dari gigi input menuju gigi
kecepatan.
l. Hub Slave
Pengunci penyesuaian gigi percepatan sehingga output shaft bisa berputar
dan berhenti.
2. Transmisi Otomatis
Transmisi otomatis adalah transmisi yang melakukan perpindahan gigi
percepatan secara otomatis. Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem
transmisi otomatis ini digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi
otomatis. Pada transmisi otomatis roda gigi planetari berfungsi untuk mengubah
tingkat kecepatan dan torsi seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.
2.2 Bagian-Bagian pada Sistem Transmisi Otomatis
Torque Conventer
Torque Conventer adalah komponen dari transmisi otomatis yang sudah
dipasangkan di bagian input shaft transmisi yang tersambung dengan baut ke
flywheel crankshaft. Pada komponen ini pada umumnya diisi dengan minyak
transmisi otomatis atau ATF yang berfungsi untuk memperbesar momen yang
dihasilkan oleh mesin, Torque Conventer ini berfungsi sebagai kopling otomatis
agar dapat memindah atau memutuskan momen mesin ke transmisi. Komponen
ini bekerja dan dapat memperlembut mesin, menggerakkan pompa oli dan
meredam getaran.
Brake
Brake merupakan salah satu komponen yang ada pada planetary gear ( sun
gear, ring gear, atau carrier) yang dapat bergerak untuk mendapatkan
perbandingan gigi yang dibutuhkan kendaraan. Brake dapat dioperasikan dengan
tekanan hidrolik. Ada dua jenis brake yang ada yaitu band type brake serta wet
multiple disc brake.
Pada jenis multiple disc brake, plate-plate yang ada diikatkan pada transmisi
dan disc yang berputar integral dengan masing-masing planetary gear set yang
ditekan satu sama lainnya untuk memegang bagian dari planteray gear tersebut
agar tidak dapat bergerak.
Clutch
Komponen ini menghubungkan antara torque yang digunakan untuk
memindahkan momen mesin ke intermediate shaft serta memutuskan hubungan
torque converter dariconverter dari planetary gear untuk menghentikan
perpindahan momen mesin. Clucth berjenis multiple disc ini terdiri dari beberapa
dics yang disusun secara bolak balik. Clutch ini dihubungkan serta dibebaskan
dengan tekanan hidrolik.
Hydraulic Control System
Komponen ini teridir dari oli pan yang memiliki fungsi sebagai reservoir
fluida, pompa oli yang berfungsi untuk membangkitkan tekanan hidrolik, katup-
katup memiliki berbagai macam fungsi, serta pipa saluran fluida yang dapat
mengalirkan minyal transmisi ke clucth, brake serta komponen lainnya yang ada
di hydraulic control system. Fungsi dari bagian hydraulic control system antara
lain adalah: Mengalirkan minyak transmisi ke bagian torque connverter,
mengubah beban mesin dan kecepatan kendaraan menjadi hidrolik, melumasi
bagian-bagian sistem transmisi dengan minyak, mengatur tekanan hidrolik yang
dihasilkan dari pompa oli, memberikan tekanan hidrolik ke bagian clucth dan
brake untuk mengatur pengoperasian planetary gear, mendinginkan bagian torque
converter dan transmisi dengan menggunakan minyak.
Manual Linkage
Sistem transmisi otomatis melakukan up-shift dan down-shift secara
otomatis. Untuk mengoperasikan nya, terdapat dua buah linkage yang
dioperasikan secara manual oleh pengendara yang dihubungkan dengan
menggunakan transmisi otomatis. Linkage merupakan selector lever dengan cable
serta accelerator pedal dan throttle cable. Dengan adanya sistem komponen ini
maka mobil anda bisa berfungsi dengan maksimal.
Shifting Control
Komponen otomatis yang lain nya yang juga harus anda ketahui dan anda
perhatikan adalah Shifting Control. Dimana ini merupakan komponen yang paling
di utamakan dalam kendaraan. Pada sistem hydraulic control akan mengubah
beban mesin dan kecepatan kendaraan menjadi hydraulic. Berdasarkan kondisi
inilah tekanan hidrolik kemudian dialirkan ke kopling, rem, serta planetary gear
untuk mengubah getaran ratio secara otomatis yang disesuaikan dengan kondisi
pengemudi kendaraan.
Pedal Akelerasi
Komponen ini dihubungkan menggunakan kabel pada throttle valve. Derajat
penekanan akselerasi yang juga merupakan pembukaan throttle valve kemudian
diteruskan ke sistem transmisi menggunakan kabel ini. Sistem transmisi otomatis
akan melakukan shift up dan down up tergantung dari beban mesin serta
pengemudi yang dapat mengubahnya dengan mengatur penekanan pedal
akselerasi.
Automatic Transmission Fluid (ATF)
ATF atau merupakan kepanjangan dari Automatic Tranmission Fluid
merupakan minyak pelumas yang dicampurkan dengan beberapa bahan tambahan
yang digunakan untuk melumasi transmisi otomatis. Hal inilah yang membedakan
nya dari jenis minyak lainnya. Sistem transmisi otomatis harus selalu
menggunakan ATF yang sudah ditentukan.
Penggunaan ATF yang berbeda akan membuat kemampuan transmisi
otomatis akan menurun. Untuk memastikan bahwa sistem transmisi otomatis
dapat bekerja dengan benar, tingkat level minyak juga perlu diperhatikan. Untuk
memeriksanya, anda dapat menggunakan dipstick pada saat mesin berputar dan
transmisi berada pada suhu normal serta tuas transmisi berada di posisi P. Berikut
beberapa fungsi ATF: Dapat memindahkan momen puntir pada torque converter,
melumasi bagian planetery gear serta bagian lainnya yang bergerak,
mendinginkan komponen-komponen yang bergerak, mengendalikan sistem
hydraulic control yang akan berpengaruh pada kerja kopling dan rem pada
transmisi otomatis.

Universal Joint

Universal joint merupakan sebuah komponen penyambung yang terdiri dari


dua buah engsel yang memiliki 2 buah yoke yang terletak pada bagian driving
atau input shaft dan pada bagian driven atau output shaft, dan sebuah komponen
berbentuk tanda tambah (+) yang dinamakan sebagai cross. Komponen yoke
digunakan untuk menyambung universal joint. Sedangkan komponen cross
berfungsi sebagai dudukan 2 buah yoke yang dilengkapi dengan bearing. Input
shaft yoke menyebabkan komponen cross untuk berputar sehingga output shaft
yoke juga berputar. Pada saat kedua shaft membentuk sudut satu sama lain,
bearing yang ada pada yoke memungkinkan keduanya berputar pada pin masing-
masing. Keadaan ini memungkinkan kedua shaft berputar bersamaan pada sudut
yang berbeda.
Universal joint berfungsi untuk memungkinkan drive shaft untuk
memindahkan/ mentransmisikan daya menuju rear axle dalam keadaan sudut yang
berbeda-beda, yang diatur oleh suspensi belakang. Karena daya ditransmisikan
dengan sudut tertentu, universal joint tidak berputar dalam keadaan konstan
maupun bergetar secara bebas.