Anda di halaman 1dari 45

MINI RISET

“ ANALISIS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT.HM


SAMPOERNA.Tbk DAN ANAK ENTITAS TAHUN 2012 DAN 2013 ”

DISUSUN

OLEH :

DELIMA PUSPITA
7131142011
A REGULER

PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2015

a
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya dan berkat
kemurahan-Nya juga makalah ini dapat kami selesaikan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan.

Mini Riset ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman materi mata kuliah
Analisis Laporan Keuangan mengenai “Analisis Laporan Keuangan Konsolidasi PT. HM
Sampoerna.Tbk dan anak entitas”, yang sangat diperlukan dalam suatu harapan untuk
mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik, dan juga sekaligus melakukan
apa yang menjadi Tugas F4 yang mengikuti mata kuliah “Analisis Laporan Keuangan” ini.

Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah ini, baik dari
materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman
penyusun. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan.
Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

Medan, 05 April 2015

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PROFIL PERUSAHAAN ........................................................................................................... 1
BAB II SITUASI EKONOMI .............................................................................................................. 10
2.1 Laporan Posisi Keuangan ........................................................................................................... 10
2.2 Laporan Laba Rugi ..................................................................................................................... 13
2.3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi .................................................................................... 14
2.4 Laporan Arus Kas Konsolidasi ................................................................................................... 15
BAB III RELIABILITY ....................................................................................................................... 17
3.1 Laporan Auditor Independen ...................................................................................................... 17
BAB IV ANALISIS LAPORAN KEUANGAN .................................................................................. 19
4.1 Neraca dan Laporan Laba/Rugi Comparatif ............................................................................... 19
4.2 Rasio Likuiditas .......................................................................................................................... 26
4.3 Rasio Solvabilitas........................................................................................................................ 28
4.4 Rasio Rentabilitas ....................................................................................................................... 30
4.5 Analisis Break Event Point (BEP) .............................................................................................. 33
4.6 Analisis Z-Score.......................................................................................................................... 36
BAB V KESIMPULAN & SARAN ..................................................................................................... 37
5.1 Kesimpulan ................................................................................................................................. 37
5.2 Saran ........................................................................................................................................... 37
LAMPIRAN

ii
BAB I

PROFIL PERUSAHAAN

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (Sampoerna) adalah salah satu pemimpin produsen
rokok di Indonesia. Kami memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas,
seperti A Mild, Sampoerna Kretek serta “Raja Kretek” yang legendaris Dji Sam Soe. Kami
adalah afiliasi PT Philip Morris Indonesia (PMID) dan bagian dari Philip Morris International
Inc. (PMI), perusahaan tembakau terkemuka di dunia.

Misi kami adalah menawarkan pengalaman merokok terbaik kepada perokok dewasa di
Indonesia. Hal ini kami lakukan dengan senantiasa mencari tahu preferensi perokok dewasa
dan memberikan produk yang dapat memenuhi harapan mereka. Kami bangga atas reputasi
yang kami raih dalam hal kualitas dan inovasi, serta standar tata kelola perusahaan kami yang
tinggi.

Tahun 2013 merupakan tahun yang istimewa bagi Sampoerna, ditandai dengan peringatan
HUT kami yang kesatu abad, serta sejumlah tonggak penting seperti ekspansi kapasitas
produksi di Jawa Barat serta naiknya pangsa pasar kami di Indonesia. Menantikan hasil
kinerja di tahun 2014, kepemimpinan Sampoerna terus dijalankan oleh Direksi dan tim
manajemen yang menggabungkan bakat-bakat terbaik dari Sampoerna yang memimpin
sekitar 33.500 karyawan Sampoerna dan anak-anak perusahaan. Kami berkomitmen untuk
mendayagunakan praktik terbaik secara efektif sekaligus mengembangkan warisan sejarah
Sampoerna selama 100 tahun di Indonesia.

Visi & Tujuan

Visi Sampoerna digambarkan dengan “Falsafah Tiga Tangan”. Masing-masing dari ketiga
Tangan, yang mewakili perokok dewasa, karyawan dan mitra bisnis, dan masyarakat luas,
merupakan tiga pihak yang harus dirangkul oleh Sampoerna untuk meraih visi menjadi
perusahaan paling terkemuka di Indonesia.

1
Bentuk hubungan kami dengan masing-masing grup adalah:
• Menyediakan produk-produk berkualitas tinggi bagi perokok dewasa dalam kategori harga
pilihan mereka;
• Memberikan kompensasi yang kompetitif dan lingkungan kerja yang baik kepada karyawan
dan membina hubungan baik dengan mitra usaha; dan
• Memberikan sumbangsih bagi masyarakat luas.

Lokasi Pabrik

Sampoerna mengoperasikan sembilan pabrik di Indonesia, yakni: dua pabrik Sigaret Kretek
Mesin (SKM) di Pasuruan dan Karawang serta tujuh pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT)
dengan lokasi sebagai berikut: tiga pabrik di Surabaya serta masing-masing satu pabrik di
Malang, Probolinggo, Lumajang dan Jember. Sampoerna bermitra dengan 38 Mitra Produksi
Sigaret (MPS). Secara keseluruhan MPS mempekerjakan sekitar 56.500 karyawan untuk
memproduksi produk SKT Sampoerna.

Lokasi Kantor Penjualan

Sampoerna menjual dan mendistribusikan rokok melalui 105 kantor penjualan yang terletak
di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan serta di kawasan Indonesia Timur.

2
Sejarah Sampoerna

1913 Liem Seeng Tee, seorang imigran asal Cina, mulaimembuat dan menjual
rokok kretek linting tangan di rumahnya di Surabaya, Indonesia. Perusahaan kecilnya
tersebut merupakan salah satu perusahaan pertama yang memproduksi dan memasarkan
rokok kretek maupun rokok putih.

1930 Setelah usahanya berkembang cukup mapan, Seeng Tee secara resmi
mendirikan perusahaan bernama Sampoerna dan memindahkan tempat tinggal keluarga dan
pabriknya ke sebuah kompleks bangunan di Surabaya yang kemudian dinamakan Taman
Sampoerna.

1959 Kepemimpinan Sampoerna beralih ke generasi kedua di bawah


pimpinan Aga Sampoerna, yang berfokus pada produksi sigaret kretek tangan premium.

3
1978 Generasi ke-3 keluarga Sampoerna, Putera Sampoerna, mengambil alih
kemudi Sampoerna. Di bawah kepemimpinannya, pertumbuhan Sampoerna kian melaju.

1989 Sampoerna meluncurkan A MILD di Indonesia.


1990 Sampoerna menjadi perusahaan publik dengan struktur usaha modern dan memulai
masa investasi dan ekspansi.
2005 Keberhasilan Sampoerna menarik perhatian PMI. Akhirnya pada bulan Mei 2005,
PMID, anak perusahaan PMI, mengakuisisi kepemilikan mayoritas atas Sampoerna.

2008 Sampoerna meresmikan pabrik SKM di Karawang, Jawa Barat, dengan


investasi senilai USD250 juta.

2013 Sampoerna merayakan HUT ke-100.

4
Penghargaan Tahun 2013

Top Brand Award -Februari 2013


-Januari 2013 Sumbangsih Sampoerna dalam
Sampoerna mendapatkan penanggulangan bencana
anugerah “Top Brand Awards” melalui Sampoerna Rescue (SAR)
dari Frontier Consulting Group mendapatkan Penghargaan
atas merek Dji Sam Soe, Penanganan dan Penanggulangan
Marlboro, dan Sampoerna A. Bencana dari Badan Nasional
Penanggulangan Bencana.

Penghargaan Penanganan dan


Penanggulangan Bencana
Penghargaan Kecelakaan Nihil Indonesia’s Most Admired
-April 2013 Kementerian Tenaga Companies -Mei 2013
Kerja dan Transmigrasi RI Melanjutkan tradisi
menganugerahkan tujuh kesempurnaannya, Sampoerna
“Penghargaan Kecelakaan mendapatkan penghargaan
Nihil” atau Zero Accident “Indonesia’s Most Admired
Award dan Piagam “Sistem Manajemen Companies” dari Fortune
Keselamatan dan Kesehatan Kerja”. Indonesia. Sampoerna juga
mendapatkan penghargaan
sebagai “Best Company” untuk
kategori Consumer Goods.

Indonesia’s Best Public Companies Anugerah Produk Pertanian


-Juni 2013 Sampoerna mendapatkan Berdaya Saing -November 2013
penghargaan “Indonesia’s Kementerian Pertanian RI
Best Public Companies” menganugerahkan program SRI
dan “ASEAN’s Best Public (system of rice intensification)
Companies” dari Majalah SWA Sampoerna Anugerah Produk
Indonesia. Pertanian Berdaya Saing untuk
Meningkatkan Pembangunan Ekonomi.

5
Best Practice for MDGs-7 Program CRS Sampoerna kategori “Perumahan
Kementerian Koordinator kemnbali menerima yang Layak” dan
Bidang Kesejahteraan Anugerah Gelar Karya Penghargaan Silver untuk
Masyarakat Anugerah Pemberdayaan kategori
Gelar Karya Masyarakat dari
Pemberdayaan Kementerian Koordinator
Masyarakat (GKPM) Bidang Kesejahteraan
-Oktober 2013 Masyarakat :
Penghargaan Gold untuk
“Pendidikan Dasar
Universal”.

Indonesia Customer Satisfaction Award


-November 2013 Merek-merek unggulan
Sampoerna, Dji Sam Soe dan A Mild mendapat
Penghargaan“Indonesia Customer Satisfaction
Award” dari Majalah SWA bekerja sama dengan
Frontier Marketing Research.

Indonesia Trusted Companies


-Desember 2013 Majalah SWA dan Indonesian
Institute for Corporate Governance memberikan
anugerah “Indonesia Trusted Companies”
kepada Sampoerna.

6
Struktur Perseroan

Philip Morris
International Inc.
100%

Philip Morris
Global Brand Inc.
100%

Philip Morris Philip Morris


Holland Brands Sarl
Holdings BV 100%
100%Philip Morris

Philip Morris Park


Investments BV Tobacco
99,99% Limited
0,01%

PT Philip
Morris
Indonesia Public
98,18% 1,82%

PT Hanjaya
Vietnam
Mandala National
49% 51% Tobacco
Sampoerna Tbk
Corporation

VINATABA - PHILIP
MORRIS LIMITED
Manufaktur, Perdagangan
dan Pemasaran Rokok

7
SAMPOERNA PT.HANDAL PT.TAMAN PT.UNION PT.WAHANA PT.HARAPAN PT.PERSADA PT.PERUSAHAAN PT.SAMPOERNA
INTERNATIONAL LOGISTIK DAYU SAMPOERNA SAMPOERNA** MAJU MAKMUR DAGANG DAN PRINTPACK
PTE. LTD. NUSANTARA** Pengembangan DINAMIKA** Properti, SENTOSA*** INDONESIA**** INDUSTRI Percetakan &
Investasi Saham Jasa Ekspedisi & Properti Manufaktur & Perdagangan jasa Manufaktur & Manufaktur & PANAMAS** Pengemasan
Pada Perusahaan Pergudangan 99,7% Perdagangan 99,9% Perdagangan Perdagangan Manufaktur 80,02%
Lain 100% 99,9% Rokok 99,98% Rokok 99,9% Rokok 99,9% Rokok 99,9%

PT.GOLF
TAMAN DAYU PT.ASIA PT.AGASAM
Wisata & Jasa TEMBAKAU Perdagangan &
Lapangan Golf Manufaktur & Jasa 99,9%
96,5% Perdagangan
Rokok 99%

SAMPOERNA SAMPOERNA STRELING SAMPOERNA


TABACOS ASIA PTE. LTD.* TOBACCO TAIWAN
AMERICA Manufaktur & CORPORATION** CORPORATION*
LATINA Perdagangan Manufaktur & Investasi Saham
LTDA** Rokok Perdagangan pada
Manufaktur & 100% 100% Perusahaan lain
Perdagangan 100%
Rokok
100%

* Dalam proses likuidasi


** Perusahaan dormant
*** Tidak berproduksi
sejak Juli 2013
**** Tidak berproduksi
sejak September
2013

8
Struktur Organisasi

Rapat Umum
Pemegang Saham

Dewan
Komisaris
John Gledhill
Presiden Komisaris

Charles Bendotti
Wakil Presiden Komisaris

Niken Rachmad
Komisaris

Phang Cheow Hock


Goh Kok Ho
RB Permana Agung Dradjattun*
Komisaris Independen

Direksi
Paul Norman Janelle
Presiden Direktur
Komite Komite
Audit Nominasi & NMark Ingo Niehaus
Phang Cheow Hock Remunerasi Nikolaos Papathanasiou
Ketua Peter Alfred Kurt Haase
Phang Cheow Hock Andre Dahan***
Goh Kok Ho Ketua Wayan Mertasana Tantra
Drs. Hanafi Usman** Yos Adiguna Ginting
Anggota Ervin Laurence Pakpahan Direksi
Linda Setiawan
Anggota

Sekretaris Audit
Perusahaan Internal
Maharani Djody Voong Che Yee
Putri Kepala

9
BAB II

SITUASI EKONOMI

2.1 LAPORAN POSISI KEUANGAN

10
11
12
2.2 LAPORAN LABA RUGI

13
2.3 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI

14
2.4 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI

15
16
BAB III

RELIABILITY

3.1 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

17
18
BAB IV

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

4.1 Neraca dan Laporan Laba/Rugi Comparatif


Naik atau Turun
Periode % dari total
2013 dan 2012 Ratio
2012 2013 Rp % 2013 2012
ASET
Aset Lancar :
Kas dan setara kas 783505 657276 -126229 -16,1108 0,8389 2,9851 2,3984
Piutang usaha
Pihak ketiga 98865 1179411 1080546 1092,9510 11,9295 0,3767 4,3037
Pihak-pihak berelasi 92680 213749 121069 130,6312 2,3063 0,3531 0,7800
Piutang lainnya
Pihak ketiga 26262 42192 15930 60,6580 1,6066 0,1001 0,1540
Pihak berelasi 269947 14075 -255872 -94,7860 0,0521 1,0285 0,0514
Persediaan 15669906 17332558 1662652 10,6105 1,1061 59,7005 63,2469
Pajak dibayar dimuka 599090 664518 65428 10,9212 1,1092 2,2825 2,4248

Uang muka pembelian


2506777 957295
tembakau -1549482 -61,8117 0,3819 9,5505 3,4932
Biaya dibayar dimuka 160797 176707 15910 9,8945 1,0989 0,6126 0,6448
Aset tidak lancar yang
dimiliki
untuk dijual 35484 10049 -25435 -71,6802 0,2832 0,1352 0,0367

Jumlah aset lancar 21128313 21247830 119517 0,5657 1,0057 80,4964 77,5338

Aset tidak Lancar :


Piutang lainnya
Pihak berelasi
Investasi pada entitas
24783 34232
asosiasi 9449 38,1269 1,3813 0,0944 0,1249
Properti investasi 141005 363614 222609 157,8731 2,5787 0,5372 1,3268
Aset tetap 4115078 4708669 593591 14,4248 1,1442 15,6780 17,1820
Tanah untuk
144139 115831
pengembangan -28308 -19,6394 0,8036 0,5492 0,4227
Aset pajak tangguhan 164862 149792 -15070 -9,1410 0,9086 0,6281 0,5466
Goodwill 60423 60423 0 0,0000 1,0000 0,2302 0,2205
Aset tidak lancar lainnya 468924 574203 105279 22,4512 1,2245 1,7865 2,0953
Jumlah aset tidak lancar 5119214 6156764 1037550 20,2678 1,2027 19,5036 22,4662
JUMLAH ASET 26247527 27404594 1157067 4,4083 1,0441 100 100

19
Naik atau Turun
Periode % dari total
2013 dan 2012 Ratio
2012 2013 Rp % 2013 2012
LIABILITAS
Liabilitas jangka pendek
Pinjaman
Pihak ketiga 493319 -493319 -100,0000 0,0000 1,8795
Pihak berelasi 1812884 2442000 629116 34,7025 1,3470 2324210,2564 8,9109
Utang usaha dan lainnya 0,0000
Pihak ketiga 1350309 1420955 70646 5,2318 1,0523 5,1445 5,1851
Pihak-pihak berelasi 1053980 772748 -281232 -26,6829 0,7332 8,1457 2,8198
Utang pajak 0,0000
Pajak penghasilan badan 476447 518692 42245 8,8667 1,0887 1,8152 1,8927
Pajak lain-lain 891849 891184 -665 -0,0746 0,9993 6,8927 3,2520
Utang cukai 5295906 5474067 178161 3,3641 1,0336 20,1768 19,9750
Akrual 87031 77249 -9782 -11,2397 0,8876 0,6726 0,2819
Liabilitas imbalan kerja
jangka pendek 386842 415187 28345 7,3273 1,0733 1,4738 1,5150
Pendapatan tangguhan
jangka pendek 23822 48165 24343 102,1871 2,0219 0,0908 0,1758
Liabilitas keuangan jangka
pendek lainnya
43681 43681 0,0000 0,1594
Liabilitas sewa pembayaran
jangka pendek 25588 19862 -5726 -22,3777 0,7762 0,0975 0,0725
Jumlah liabilitas jangka
pendek 11897977 12123790 225813 1,8979 1,0190 45,3299 44,2400

Liabilitas jangka panjang 85497 937146 851649 996,1157 10,9612 0,3257 3,4197
Liabilitas imbalan kerja 5091 636 -4455 -87,5074 0,1249 0,0194 0,0023
Liabilitas pajak tangguhan 56037 34213 -21824 -38,9457 0,6105 0,2135 0,1248
Pendapatan tangguhan 125032 153774 28742 22,9877 1,2299 0,4764 0,5611

Jumlah liabilitas jangka


panjang 1041130 1125769 84639 8,1295 1,0813 3,9666 4,1080
Jumlah liabilitas 12939107 13249559 310452 2,3993 1,0240 49,2965 48,3479

EKUITAS
Ekuitas yang dapat
diatribusikan
kepada pemilik entitas
induk
Modal saham

20
Modal dasar – 6.300.000.000
Saham biasa dengan
Nilai nominal Rp 100
(Rupiah penuh) per saham
Modal ditempatkan dan
disetor
Penuh – 4.383.000.000
Saham biasa 438300 438300 0 0,0000 1,0000 1,6699 1,5994
Tambahan modal disetor 136937 120622 -16315 -11,9142 0,8809 0,5217 0,4402
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan
647317 646209 -1108 -0,1712 0,9983 2,4662 2,3580
Ekuitas lainnya -29721 -29721 0 0,0000 1,0000 -0,1132 -0,1085
Saldo laba
Dicadangkan 90000 90000 0 0,0000 1,0000 0,3429 0,3284
Belum dicandangkan 12025587 12889625 864038 7,1850 1,0718 45,8161 47,0345

Jumlah ekuitas 13308420 14155035 846615 6,3615 1,0636 50,7035 51,6521


JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS 26247527 27404594 1157067 4,4083 1,0441 100 100

21
Naik atau Turun
Periode % dari penjualan
2013 dan 2012 Ratio
2012 2013 Rp % 2013 2012
Penjualan bersih 66626123 75025207 8399084 12,6063 1,1261 100,0000 100,0000

-
Beban pokok penjualan 48118835 -5495387 42623448 -88,5796 0,1142 -72,2222 -7,3247
Laba kotor 18507288 20071337 1564049 8,4510 1,0845 27,7778 26,7528

Beban penjualan -4183635 -4431470 -247835 5,9239 1,0592 -6,2793 -5,9066

Beban umum dan administrasi -973203 -1039611 -66408 6,8237 1,0682 -1,4607 -1,3857
Penghasilan lain-lain 59383 237451 178068 299,8636 3,9986 0,0891 0,3165
Beban lain-lain -114523 -317237 -202714 177,0072 2,7701 -0,1719 -0,4228
Penghasilan keuangan 120025 48866 -71159 -59,2868 0,4071 0,1801 0,0651
Biaya keuangan -34684 -69075 -34391 99,1552 1,9916 -0,0521 -0,0921
Bagian atas hasil bersih
entitas asosiasi 2606 9449 6843 262,5863 3,6259 0,0039 0,0126

Laba sebelum pajak


penghasilan 13383257 14509710 1126453 8,4169 1,0842 20,0871 19,3398

Beban pajak penghasilan -3437961 -3691224 -253263 7,3667 1,0737 -5,1601 -4,9200

Laba tahun berjalan 9945296 10818486 873190 8,7799 1,0878 14,9270 14,4198

(Rugi)/laba komprehensif lain

Selisih kurs karena penjabaran -


laporan keuangan 30917 -1108 -32025 103,5838 -0,0358 0,0464 -0,0015
kerugian aktuarial atas imbalan
pascakerja -227713 -1249 226464 -99,4515 0,0055 -0,3418 -0,0017
Beban pajak penghasilan terkait 56921 3069 -53852 -94,6083 0,0539 0,0854 0,0041

Rugi komprehensif lain, setelah


pajak -139875 -10529 129346 -92,4726 0,0753 -0,2099 -0,0140
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 9805421 10807957 1002536 10,2243 1,1022 14,7171 14,4058

Laba yang diatribusikan kepada


:
Pemilik entitas induk 9945296 10818486 873190 8,7799 1,0878 14,9270 14,4198
Kepentingan nonpengendali
9945296 10818486 873190 8,7799 1,0878 14,9270 14,4198
Jumlah laba komprehensif yang
diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 9805421 10807957 1002536 10,2243 1,1022 14,7171 14,4058

22
Kepentingan nonpengendali
9805421 10807957 1002536 10,2243 1,1022 14,7171 14,4058

Laba per saham dasar


(Rupiah penuh) dihitung
berdasarkan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang
beredar sebesar 4.283.000.000
saham 2269 2468 199 8,7704 1,0877

23
Intepretasi Neraca Dan Laporan Laba/Rugi PT.Hanjaya Mandala Sampoerna.Tbk

1. Kas pada tahun 2012 sebesar 783,505 sedangkan pada tahun 2013 sebesar 657,276.
Dan persediaan pada tahun 2012 sebesar 15,669,906 dan pada tahun 2013 adalah
17,332,558. Dapat dilihat bahwa terjadinya penurunan kas dan peningkatan pada
persediaan. Diperkirakan penurunan kas yang terjadi dikarenakan perusahaan
melakukan pembelian persediaan pada tahun 2013, oleh karena itu persediaan pada
tahun 2013 mengalami peningkatan.
2. Penjualan pada tahun 2012 sebesar 66,626,123 dan pada tahun 2013 75,025,207
sedangkan laba tahun berjalan pada tahun 2012 sebesar 9,945,296 dan pada tahun
2013 sebesar 10,818,486. Terlihat bahwa terjadinya peningkatan pada penjualan
bersih dan diikuti pula dengan peningkatan pada laba tahun berjalannya. Diperkirakan
naiknya penjualan dikarenakan adanya perubahan volume penjualan atau bahkan
perubahan harga jual.
3. Laba komprehensif pada tahun 2012 sebesar 9,805,421 sedangkan pada tahun 2013
10,807,957. Dan laba per saham pada tahun 2012 sebesar 2,269 dan tahun 2013
sebesar 2,468. Dapat dilihat bahwa laba komprehensif pada tahun 2013 mengalami
peningkatan dikarenakan penjualan bersih meningkat, maka dari itu terjadi
peningkatan juga pada laba per saham pada tahun 2013.
4. Aset tetap pada tahun 2012 sebesar 5,119,214 dan pada tahun 2013 sebesar 6,156,764.
Dan diketahui bahwa terjadinya penurunan kas pada tahun 2013, diperkirakan juga
bahwa penurunan kas yang terjadi pada tahun 2013 dikarenakan pembelian aset tetap
pada tahun 2013.
5. Pada tahun 2012 jumlah piutang sebesar 1,372,754 sedangkan pada tahun 2013
jumlah piutang sebesar 1,449,427. Terlihat bahwa jumlah piutang mengalami
peningkatan pada tahun 2013, diketahui juga bahwa pada tahun 2013 penjualan
mengalami peningkatan. Kenaikan piutang diikuti oleh kenaikan penjualan,
diperkirakan bahwa kenaikan piutang dikarenakan adanya penjualan kredit yang
dilakukan perusahaan.
6. Beban pajak penjualan pada tahun 2012 sebesar 3,437,961 sedangkan pada tahun
2013 sebesar 3,691,224. Dan kenaikan beban pajak penghasilan ini dikarenakan
diketahuinya bahwa adanya kenaikan laba komprehensif pada tahun 2013 maka dari
itu naiklah beban pajak penjualan pada tahun 2013.

24
7. Penghasilan keuangan pada tahun 2012 sebesar 120,025 dan pada tahun 2013 sebesar
48,866. Terlihat bahwa terjadinya penurunan pada penghasilan keuangan,
diperkirakan penurunan ini terjadi dikarenakan diketahui bahwa terjadi juga
penurunan pada kas dan setara kas pada tahun 2013, maka dari itu terjadinya
penurunan pada penghasilan keuangan.
8. Pada tahun 2012 jumlah aktiva lancar 21,128,313 sedangkan pada tahun 2013 sebesar
21,247,830. Kenaikan ini terjadi dikarenakan peningkatnya jumlah persediaan dan
piutangnya. Dan pada tahun 2012 jumlah hutang lancar sebesar 11,897,977 dan pada
tahun 2013 sebesar 12,123,790. Dapat terlihat bahwa lebih besar jumlah aktiva lancar
dari pada hutang lancar pada kedua tahun tersebut, ini berarti perusahaan dapat
membayar hutang lancarnya dengan lancar. Berarti perusahaan ini likuid.
9. Hutang usaha pada tahun 2012 sebesar 2,404,289 sedangkan pada tahun 2013 sebesar
2,193,703. Dapat dilihat bahwa terjadinya penurunan jumlah hutang usaha pada tahun
2013. Ini diperkirakan terjadi dikarenakan terjadinya penurunan pada kas. Berarti
perusahaan melakukan pembayaran hutang usaha pada tahun 2013 dengan
menggunakan uang kas.
10. Beban penjualan pada tahun 2012 sebesar 4,183,635 sedangkan pada tahun 2013
sebesar 4,431,470. Dapat dilihat terjadinya peningkatan pada beban penjualan,
diperkirakan beban penjualan meningkat dikarenakan terjadinya peningkatan pada
penjualan bersih, karena apabila penjualan bersih meningkat pasti beban angkut dan
beban yang bersangkutan dengan penjualan akan ikut naik. Maka dari itu beban
penjualan mengalami peningkatan.

25
4.2 Rasio Likuiditas

Rasio
2013 2012
1. Rasio Lancar (Current Ratio)
Aktiva Lancar (Current Assets)
Utang Lancar (Current Liabilities)
175% 178%
2. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Aktiva Lancar– Persediaan


Utang Lancar
32% 46%

3. Rasio Kas (Cash Ratio)


Kas dan Setara Kas
Utang Lancar
5% 7%
4. Modal Kerja
Aktiva Lancar – Hutang Lancar
9124040 9230336
5. Cash Return Ratio

Penjualan Bersih
Modal Kerja Bersih 8x 44 hari 7x 50 hari
6. Rasio Perputaran Piutang

Penjualan bersih (neto)


Piutang rata − rata
77x 84x
7. Periode pengumpulan piutang
360
Rasio perputaran piutang
5hari 4 hari
8. perputaran persediaan
Harga pokok barang
Persediaan rata − rata 0 4x
9. periode pergantian persediaan
360
Periode rata − rata persediaan
1081hari 92 hari

26
Intepretasi Rasio Likuiditas PT.Hanjaya Mandala Sampoerna.Tbk

Di tahun 2012 dan 2013 jumlah aktiva lancar lebih besar dibandingkan dengan jumlah
hutang lancar, jumlah aktiva lancar ada 1,75% atau 2 kali dari hutang lancar atau setiap Rp.1
hutang lancar dijamin dengan Rp.2 aktiva lancar, atau aktiva lancar bisa menjamin hutang
lancar sebesar 175%, berarti PT.HM Sampoerna ini dikatakan lancar. Selain itu dilihat dari
rasio kedua yaitu aktiva lancar selain persediaan pada tahun 2012 dan 2013 bahwa aktiva
lancar selain persediaan hanya dapat menjamin hutang lancar dengan 32% pada tahun 2013
dan 46% pada tahun 2012. Disini current ratio lebih besar dari quick ratio, ini diperkirakan
bahwa adanya investasi yang sangat besar dalam persediaan. Dan selain itu dapat dilihat dari
rasio ketiga yaitu aktiva yang paling lancar yaitu kas, pada tahun 2013 dan 2012 kas hanya
dapat menjamin hutang lancar dengan 5% dan 7% saja. Ini diperkirakan bahwa perusahaan
ini memiliki piutang dan persediaan yang banyak, dan diperkirakan bahwa perusahaan ini
banyak berharap pada piutang ataupun investasinya pada persediaan untuk membayar hutang
lancarnya. Pada tahun 2012 dan 2013 mengalami penurunan modal kerja tetapi selisih aktiva
lancar dengan hutang lancar masih tetap bisa membiayai biaya kegiatan-kegiatan perusahaan
dan seluruh hutang lancar dapat benar-benar dibiayai oleh aktiva lancar tanpa mengganggu
likuiditasnya karena lebihnya aktiva lancar 75% dari hutang lancar. Dan setiap modal Rp.1
modal kerja dapat menghasilkan Rp.8,22 penjualan netto dan Rp.7,22 pada tahun 2013 dan
2012 dan pengumpulannya dalam waktu 2 bulan. PT.HM Sampoerna ini perputaran
piutangnya pada yahun 2012 adalah 273 kali sedangkan pada tahun 2013 penagihan piutang
sebesar 72 kali. Dalam 1 (satu) tahun pada 2013 PT.HM Sampoerna memerlukan 5 hari untuk
mengumpulkan piutang sedangkan pada tahun 2012 pengumpulan piutang hanya
memerlukan 1 hari. Dilihat dari tingkat perputaran persediaan pada tahun 2012 sebanyak 6
kali menunjukkan bahwa setiap 1 tahun rata-rata dilakukan pembelian bahan mentah
sebanyak 6 kali dengan jumlah waktu tersimpannya persediaan selama 59 hari. Sedangkan
pada tahun 2013 perputaran menunjukkan 0 kali, berarti pada tahun 2013 tidak adanya
perputaran persediaan dikarena periode pergantian persediaan sebanyak 1081 hari atau
selama 3 tahun.

27
4.3 Rasio Solvabilitas
Rasio 2012 (%) 2013 (%)
RUMUS
Solvabilitas
Rasio Modal
𝐌𝐨𝐝𝐚𝐥 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢
dengan Total 𝒙 𝟏𝟎𝟎 51% 52%
𝐭𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐚𝐤𝐭𝐢𝐯𝐚
Aktiva

Rasio Modal 𝐌𝐨𝐝𝐚𝐥 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢


𝒙 𝟏𝟎𝟎 260% 230%
Sendiri Dengan 𝐚𝐤𝐭𝐢𝐯𝐚 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩
Aktiva Tetap
Rasio Aktiva
Tetap dengan 𝐀𝐤𝐭𝐢𝐯𝐚 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩
𝒙 𝟏𝟎𝟎 492% 547%
Hutang Jangka 𝐡𝐮𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐩𝐚𝐧𝐣𝐚𝐧𝐠
Panjang

Utang jangka
𝐇𝐮𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐩𝐚𝐧𝐣𝐚𝐧𝐠
panjang dengan 𝒙 𝟏𝟎𝟎 8% 8%
𝐦𝐨𝐝𝐚𝐥 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢
modal sendiri

Rasio Hutang 𝐇𝐮𝐭𝐚𝐧𝐠


𝒙 𝟏𝟎𝟎 97% 94%
𝐦𝐨𝐝𝐚𝐥 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢
terhadap Ekuitas

Rasio Total
𝐇𝐮𝐭𝐚𝐧𝐠
Hutang dengan 𝒙 𝟏𝟎𝟎 49% 48%
𝐀𝐤𝐭𝐢𝐯𝐚
Total Aktiva

28
Intepretasi Rasio Solvabilitas PT.Hanjaya Mandala Sampoerna.Tbk

1. PT. HM Sampoerna ini pada tahun 2012 50% total aktivanya dibiayai oleh modal
sendiri, tidak jauh persentasenya dengan tahun 2013 hanya 61%. Dilihat dari
persentase sebenarnya belum dikatakan baik karen masih dibawah 100%, tetapi
bagus karena mengalami peningkatan pada tahun 2013.
2. Seberapa besar Aktiva tetap perusahaan dibiayai oleh modal sendiri. Pada tahun 2012
259% aktiva tetap dibiayai oleh modal sendiri dan pada tahun 2013 mengalami
penurunan menjadi 229%, tetapi perusahaan masih dikatakan baik karena
persentasenya diatas 100%.
3. Dilihat dari aktiva tetap dengan hutang jangka panjang bahwa pada tahun 2012
sebesar 491% hutang jangka panjang dapat atau bisa dijamin oleh aktiva tetap dan
tahun 2013 sebesar 546%. Ini katakan baik karena diatas 100%, berarti aktiva tetap
benar-benar bisa menjamin hutang jangka panjang.
4. Modal sendiri perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hutang jangka panjang dan
pada tahun 2012 kemampuan modal sendiri perusahaan untuk dapat memenuhi
kewajiban jangka panjang perusahaan adalah sebesar 7% dan meningkat 0,1% pada
tahun 2013, apabila persentasenya semakin tinggi maka akan semakin bagus.
5. Ekuitas perusahaan untuk memenuhi hutang perusahaan, pada tahun 2012 97%
ekuitas perusahaan dapat memenuhi atau membayar hutang perusahaan dan menurun
pada tahun 2013 sebesar 93%, lebih baik pada tahun 2012 karena mengalami
peningkatan, rasio ini lebih baik persentasenya meningkat karena akan semakin baik.
Itu berarti perusahaan dapat memenuhi atau membayar hutang perusahaan.
6. Seberapa besar Aktiva perusahaan dapat menjamin hutang perusahaan. Dan pada
tahun 2012 total aktiva dapat menjamin hutang dengan 49% dan menurun 1% pada
tahun 2013. Semakin tinggi persentasenya maka semakin bagus rasio hutang dengan
aktivanya, karena apabila semakin tinggi persentasenya sehingga perusahaan lebih
dapat menjamin hutang perusahaan.

29
4.4 Rasio Rentabilitas

Ratio Rentabilitas Rumus 2012 2013


Ratio Laba Usaha 51% 53%
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑈𝑠𝑎ℎ𝑎
dengan Aktivitas x 100
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑈𝑠𝑎ℎ𝑎
Usaha
Perputaran 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 2,540776167 2,741111243
Aktivitas Usaha 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑈𝑠𝑎ℎ𝑎 (142 hari) (131 hari)

Gross Margin Ratio 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐾𝑜𝑡𝑜𝑟 28% 27%


x 100
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
Operating Margin 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑈𝑠𝑎ℎ𝑎 20% 19%
x 100
Ratio 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

Net Marjin Ratio 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ−𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 15% 14%


x 100
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

Operating Ratio 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃𝑜𝑘𝑜𝑘+𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 34% 33%


x 100
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

Rate of ROI 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ (𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘) 51% 53%


x 100
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑈𝑠𝑎ℎ𝑎

Net Rate of ROI 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ (𝑠𝑒𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘) 38% 40%


x 100
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑈𝑠𝑎ℎ𝑎
Rentabilitas Modal 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ (𝑠𝑒𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘) 77% 79%
x 100
Sendiri 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑆𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖

Laba per Lembar 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝐵𝑖𝑎𝑠𝑎


x 100
saham biasa 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟

30
Intepretasi Rasio Rentabilitas PT.Hanjaya Mandala Sampoerna.Tbk

1. Dirasio ini dilihat seberapa jauh aktiva usaha dimanfaatkan untuk mendapatkan laba
usaha perusahaan. Semakin tinggi akan semakin bagus. Dilihat pada tahun 2012 dan
tahun 2013 PT.HM Sampoerna mendapatkan persentase 51% dan 53%, ini berarti
sudah setengah aktiva usaha dimanfaatkan untuk menghasilkan laba usaha
perusahaan.
2. Perputaran aktiva usaha, rasio ini menunjukkan seberapa jauh aktiva telah
dipergunakan di dalam kegiatan perusahaan atau menunjukkan berapa kali operating
assets berputar dalam suatu periode, di PT.HM Sampoerna pada tahun 2012 dan 2013
besarnya perputaran aktiva usaha sebanyak 2 dan 3 kali dalam satu periode. Dalam
rasio ini semakin rendah semakin bagus. Itu berarti manajemen lebih efektif
mengefisienkan aktiva dan penjualannnya dan aktiva lebih cepat berputar atau
berubah.
3. Dilihat dari laba kotor atas penjualan, rasio ini mengukur tingkat profitabilitas produk
sebelum dibebani oleh biaya-biaya yang lain. Jadi semakin tinggi akan semakin baik,
semakin tinggi laba yang dihasilkan dari penjualan akan semkin baik. Pada tahun
2012 dan 2013 PT.HM Sampoerna menunjukkan persentase sebesar 28% dan 27%
hanya turun 1%. Hanya 27% laba kotor yang dihasilkan oleh penjualan.
4. Dilihat dari laba usaha atas penjualan, rasio ini menunjukkan Laba usaha (laba
operasi) adalah laba dari kegiatan utama perusahaan. Oleh karena itu sudah
seharusnya laba ini memberikan hasil lebih besar dibanding dari laba yang bukan
utama. Dilihat dari persentase dari PT.HM Samporna tahin 2012 dan 2013 hanya
sebesar 20% dan 19%. Rasio ini hampir sama sengan rasio diatas, tetapi disini laba
usaha sudah dkurangi oleh biaya-biaya produksi.
5. Dari rasio laba bersih atas penjualan, rasio ini mengukur hasil akhir dari kegiatan
operasi perusahaan. Selisih laba bersih dengan rasio laba usaha dapat mencerminkan
berapa beban yan ditanggung perusahaan untuk biaya-biaya non operasional. Rasio
ini juga hampir sama dengan rasio yang sebelumnya seberapa laba bersih yang
dihasilkan oleh penjualan. Pada tahun 2012 dan 2013 PT.HM Sampoerna
menunjukkan persentase sebesar 15% dan 14% laba usaha yang dihasilkan oleh
penjualan.
6. Operating ratio mencerminkan tingkat efisiensi perusahaan, sehingga rasio yang
tinggi menunjukkan keadaan yang kurang baik karena berarti bahwa setiap rupiah

31
penjualan yang terserap dalam biaya juga tinggi, dan yang tersedia untuk laba kecil.
Dilihat di PT.HM Sampoerna ini di tahun 2012 dan 2013 menunjukkan persentase
34% dan 33% hanya menurun 1% saja. Berarti 33% biaya yang terserap dalam
penjualan.
7. ROI tujuan perhitungan rasio ini adalah untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset
yang digunakan dapat menghasilkan laba. Laba usaha berarti laba dari kegiatan utama
perusahaan. Aktiva operasi adalah aktiva yang dipakai untuk menghasilkan laba usaha
tersebut. Dengan kata lain, aset yang dihitung disini hanya aset yang memberikan
konstribusi terhadap pencapaian laba usaha. Di PT.HM Sampoerna pada tahun 2012
dan 2013 menunjukkan persentase sebesar 51% dan 53%. Berarti sebesar 51 atau 53
persen laba usaha dihasilkan dari aktiva. Pada tahun 2013 mengalami peningkatan
walau hanya 3%, tetapi semikin meningkat akan semakin bagus.
8. Net Rate of ROI sama juga dengan ROI, hanya saja menggunakan laba usaha setelah
pajak atau setelah dikurangi oleh pajak. Semakin tinggi akan semakin bagus, karena
kalau semakin tinggi persentasenya berarti semakin baik dalam mengelola aktiva
usaha untuk menghasilkan laba usaha.
9. Rentabilitas Modal Sendiri, rasio ini berguna untuk mengetahui seberapa jauh hasil
yang diperoleh dari penanam modal. Pengertian modal disini adalah semua modal
yang tertanam di perusahaan, termasuk di dalamnya saldo laba (laba ditahan). Berarti
pada tahun 2012 dan 2013 menunjukkan tingkat persentase sebesar 77% dan 79%. Ini
berarti 79% laba usaha yang dihasilkan oelh penanaman modal sendiri.
Dilihat dari rasio Rentabilitas dari seluruh persentase, bahwa PT.HM Sampoerna
dalam menghasilkan laba usaha banyak berasal atau yang dihasilkan oleh modal
sendiri dari pada penjualan. Dan diantara tahun 2012 dan 2013 hanya sedikit
mengalami naik atau pun turunnya persentase, jadi dapat disimpulkan pada tahun
2012 dan 2013 tidak banyak mengalami perubahan, tetapi lebih baik walaupun
mangalami kenaikan atau pun menurunnya hanya sedikit. Berarti di tahun 2013
keadaan perusahaan stabil seperti tahun 2012.

32
4.5 Analisis Break Event Point (BEP)

𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
Break event point dalam rupiah: 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙

𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠

Keterangan:
Biaya Tetap = 90% x total biaya
Biaya Variabel = 10% x total biaya + HPP
Total Biaya = Laba Bruto – Laba Bersih Setelah Pajak

Perhitungan :

Tahun 2013
 Total Biaya = 20.071.337 – 10.818.486
= 9.252.851
 Biaya Tetap = 90% x 9.252.851
= 8.327.566
 Biaya Variabel = 10% x 9.252.851 + 54.953.870
= 55.879.155

Jadi nilai BEP :


8.327.566
BEP = 55.879.155
1−
75,025,207

8.327.566
=
0,26
= 32.029.100

Rp Penjualan
Total biaya

32.029.100 BEP
Variabel Cost

8.327.566 Biaya tetap

33
𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
 BEP =
𝑚𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛−𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
Marginal income ratio = x 100%
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

Perhitungan :
75,025,207− 55.879.155
Marginal income ratio = x 100%
75,025,207
= 26 %
8.327.566
BEP =
26 %
= 32.029.100

Analisis :
BEP PT.HM SAMPOERNA tahun 2013 adalah berada di titik 32.029.100, tetapi
ternyata perusahaan mengalami penjualan sebesar 75.025.207 atau dengan kata lain
perusahaan mengalami keuntungan sebesar 26 % dari BEP.

Tahun 2012
 Total Biaya =18.507.288 – 9.945.296
= 8.561.992
 Biaya Tetap = 90% x 8.561.992
= 7.705.793
 Biaya Variabel = 10% x 8.561.992 + 48.118.835
= 48.975.034

Jadi nilai BEP :


7.705.793
BEP = 48.975.034
1−
66,626,123

7.705.793
=
0,26
= 29.637.665

34
Rp Penjualan
Total biaya

29.637.665 BEP
Variabel Cost

7.705.793 Biaya tetap

𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
 BEP =
𝑚𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛−𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
Marginal income ratio = x 100%
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

Perhitungan :
66,626,123 − 48.975.034
Marginal income ratio = x 100%
66,626,123
= 26 %
7.705.793
BEP =
26 %
= 29.637.665

Analisis :
BEP PT.HM SAMPOERNA tahun 2012 adalah berada di titik 29.637.665, tetapi
ternyata perusahaan mengalami penjualan sebesar 66.626.123 atau dengan kata lain
perusahaan mengalami keuntungan sebesar 26 % dari BEP.

35
4.6 Analisis Z-Score

Altman’s Bankruptcy Prediction Model (Z-Score)


Z = 1.2X1 + 1.4 X2 + 3.3 X3 + 0.6 X4 + 0.999 X5
𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑟𝑗𝑎 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐷𝑖𝑡𝑎ℎ𝑎𝑛 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝐵𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘
= 1.2 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 + 1.4 + 3.3 +
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑝𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
0.6 + 0.999 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝐾𝑡𝑖𝑣𝑎
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑏𝑢𝑘𝑢 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔

Z = 0,3995 + 0,6631 + 1,7555 + 4,52845E-12 + 2,7349

Z = 5,553101618

Z = 5,553

Analisis : Z = 5,553 merupakan Z > 2,675 Perusahaan ini tidak ada tendensi akan
bangkrut. Dan terlihat jelas pada rasio solvabilitas dimana dari aktiva tetap
dengan hutang jangka panjang bahwa pada tahun 2012 sebesar 491% hutang
jangka panjang dapat atau bisa dijamin oleh aktiva tetap dan tahun 2013
sebesar 546%. Ini katakan baik karena diatas 100%, berarti aktiva tetap
benar-benar bisa menjamin hutang jangka panjang PT HMSamporna ini.

36
BAB V

KESIMPULAN & SARAN

5.1 KESIMPULAN

Z’Score = 5,553 merupakan Z > 2,675 Perusahaan ini tidak ada tendensi akan bangkrut.
Dan terlihat jelas pada rasio solvabilitas dimana dari aktiva tetap dengan hutang jangka
panjang bahwa pada tahun 2012 sebesar 491% hutang jangka panjang dapat atau bisa dijamin
oleh aktiva tetap dan tahun 2013 sebesar 546%. Ini katakan baik karena diatas 100%, berarti
aktiva tetap benar-benar bisa menjamin hutang jangka panjang PT.HM Samporna.Tbk ini.
Dan andaikan perusahaan ini ingin meminjam uang kepada pihak Bank, kemungkinan besar
atau pasti permintaan akan pinjaman tersebut akan disetujui karena dilihat dari aktiva tetap
dengan hutang jangka panjangnya atau dilihat dari rasio solvabilitas bahwa perusahaan ini
dikatakan solva dan bukan hanya itu dilihat juga dari kelancarannya bahwa di tahun 2012 dan
2013 jumlah aktiva lancar lebih besar dibandingkan dengan jumlah hutang lancar, jumlah
aktiva lancar ada 1,75% atau 2 kali dari hutang lancar atau setiap Rp.1 hutang lancar dijamin
dengan Rp.2 aktiva lancar, atau aktiva lancar bisa menjamin hutang lancar sebesar 175%,
berarti PT.HM Sampoerna.Tbk ini lancar dan begitu juga membayar hutang jangka
panjangnnya.

5.2 SARAN
Didalam PT.HMSampoerna.Tbk pada tahun 2012 dan 2013 menunjukkan tingkat
persentase sebesar 77% dan 79%. Ini berarti 79% laba usaha yang dihasilkan oleh penanaman
modal sendiri. Daripada itu ditahun kedepannya PT.HMSampoerna.Tbk harus dapat
meningkatkan laba yang berasal dari penjualan dengan cara memberikan produk yang lebih
berkualitas dan dengan harga yang bermasyarakat agar meningkatkan penjualan dan dengan
begitu dapat menghasilkan laba usaha yang berasal dari penjualan bukan dengan penanaman
modal sendiri.

37
38
LAMPIRAN

RASIO LIKUIDITAS PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA

2013 2012 2013 2012

Aktiva Lancar 21247830 21128313 Current Ratio = 175% 178%

Utang Lancar 12123790 11897977 Quick Ratio = 32% 46%

Persediaan 17332558 15669906 Cash Ratio = 5% 7%

Kas 657276 783505 Modal Kerja = 9124040 9230336

Penjualan 75025207 66626123 Cash Return Ratio = 8x 44hari 7x 50hari

Piutang Awal 487754 1092906 perputaran piutang = 77x 84x


periode pengumpulan
1449427 487754
Piutang Akhir piutang = 5hari 4hari

Rata-rata Piutang 968590,5 790330 perputaran persediaan = 0 4x


periode pergantian
5495387 48118835
Beban Pokok Penjualan persediaan = 1081hari 92hari

Persediaan Awal 15669906 8913348

Persediaan Akhir 17332558 15669906

Rata-rata Persediaan 16501232 12291627

39
L-1
RASIO SOLVABILITAS PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA

2012
Rasio Solvabilitas 2013 (%) 2013 2012
(%)
modal sendiri 14150652 13304037
Rasio Modal dengan Total Aktiva 51% 52%
total aktiva 27404594 26247527
aktiva tetap 6156764 5119214

Rasio Modal Sendiri Dengan Aktiva Tetap 260% 230% hutang jangka
panjang 1125769 1041130
hutang 13249559 12939107
Rasio Aktiva Tetap dengan Hutang Jangka Panjang 492% 547%

Utang jangka panjang dengan modal sendiri 8% 8%

Rasio Hutang terhadap Ekuitas 97% 94%

Rasio Total Hutang dengan Total Aktiva 49% 48%

40
L-2
RASIO RENTABILITAS PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA

2012 2013
Ratio Rentabilitas 2012 2013
Ratio Laba Usaha dengan Aktivitas 51% 53%
laba usaha 13.383.257 14.509.710
Usaha
Perputaran Aktivitas Usaha 2,540776167 2,741111243 total aktiva 26.247.527 27.404.594
Gross Margin Ratio 28% 27% Penjualan 66.626.123 75.025.207
Operating Margin Ratio 20% 19% laba kotor 18.507.288 20.071.337
Net Marjin Ratio 15% 14% laba bersih-pajak 9.945.296 10.818.486
Operating Ratio 34% 33% harga pokok 18.507.288 20.071.337
Rate of ROI 51% 53% biaya operasi 4.183.635 4.431.470
Net Rate of ROI 38% 40% laba bersih sebelum pajak 13.383.257 14.509.710
Rentabilitas Modal Sendiri 77% 79% laba bersih sesudah pajak 9.945.296 10.818.486
Laba per Lembar saham biasa modal sendiri 12.870.120 13.716.735
aktiva usaha 26.103.739 27.006.748
investasi j panjang 24.783 34.232
aktiva usaha 26.222.744 27.370.362

41
L-3
ANALISIS Z-SCORE PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA

2013
Z = 1.2 x 0,3329 + 1.4 x 0,4736 + 3.3 x
Modal Kerja 9.124.040 X1 = 0,3329
0,7324 + 0.6 x 0,0013 + 0.999 x 2,7377
Total Aktiva 27.404.594 X2 = 0,4736
Z = 0,3995 + 0,6631 + 2,4169 + 4,52845E-
Laba ditahan 12.979.625 X3 = 0,7324 12 + 2,7349
Z = 5,553101618
Laba sebelum B & P 20.071.337 X4 = 7,54742E-12 Z = 5,553
Harga Pasar dari equity
pemilik 0,0001 X5 = 2,7377

Total Hutang 13.249.559

Penjualan 75.025.207

Z = 5,553 merupakan Z > 2,675 Perusahaan ini tidak ada tendensi akan bangkrut

42
L-4