Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Teori Singkat


Herbarium adalah koleksi tanaman yang kemudian diberi keterangan untuk menjadi
referensi atau bahan studi. Salah satu fungsi herbarium adalah untuk identifikasi tumbuhan lain
yang sekiranya memiliki persamaan ciri-ciri morfologi. Herbarium yang baik memiliki bagian
yang lengkap yaitu organ generatif dan vegetatif. Organ generatif terdiri dari bunga, buah, dan
biji sedangkan organ vegetatif terdiri dari akar, batang, dan daun.
Fungsi herbarium adalah sebagai alat peraga dalam kegiatan pembelajaran, media
penelitian, alat bantu identifikasi, bukti adanya keanekragaman, dan sebagai spesimen acuan
untuk mempublikasikan spesimen baru. Herbarium dibuat dengan tujuan mendeskripsikan
seluruh jenis tumbuhan yang dijumpai, mengidentifikasi jenis tumbuhan yang dijumpai, dan
menyusun kunci identifikasi seluruh jenis tumbuhan yang dijumpai.
Terdapat dua macam herbarium yaitu herbarium kering dan herbarium basah. Herbarium
kering adalah specimen yang dibuat dengan cara pengeringan, namun tetap terlihat ciri-ciri
morfologinya sehingga masih bisa diamati dan dijadikan perbandingan pada saat determinasi
selanjutnya. Herbarium basah adalah specimen yang diawetkan dan disimpan dalam suatu
larutan. Larutan umum yang dipakai dalam koleksi basah yaitu alcohol 95% 3500ml dan
aquades 1500 ml atau larutan terdiri dari alcohol 95% sebanyak 3100 ml, aquades 1050 ml,
dan gliserin 250 ml. bagian bunga atau buah memiliki bentuk yang tebal sehingga lebih baik
dilakukan dengan pengawetan yang cara basah.

1.2 Tujuan Percobaan


Percobaan ini bertujuan untuk membuat herbarium kering dari tumbuhan kembang
sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dan sirih merah (Piper crocatum) untuk menjadi referensi
studi.
BAB II
METODE PRAKTIKUM

2.1 Alat dan Bahan Pembuatan Herbarium


Alat dan bahan yang dibutuhkan pada percobaan ini yaitu :
 Tumbuhan kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dan sirih merah (Piper crocatum)
 Alkohol 70% atau aquades
 Tissue
 Kertas Koran
 Kardus tebal
 Tali
 Isolasi
 Kertas free acid ukuran 30 x 50 cm

2.2 Prosedur Percobaan


Langkah-langkah dalam membuat herbarium kering:
 Bersihkan bahan yang akan diawetkan dengan alkohol 70% atau aquades agar tumbuhan
tidak mudah busuk oleh bakteri dan jamur
 Siapkan beberapa lembar kertas koran yang besarnya sesuai besar calon awetan
 Letakkan bahan herbarium yang sudah bersih di atas koran dengan posisi yang rapi.
 Tutup bagian atas bahan denga koran
 Tutup bahan tersebut pada bagian atas dan bawah dengan kardus tebal lalu diikat dan
dijepit kuat.
 Jemur dengan sinar matahari selama 2 jam, lapisan koran yang lembab dapat diganti setiap
harinya.
 Jika sudah dirasa kering, keluarkan specimen dari bungkusan kertas koran
 Letakkan specimen di atas kertas free acid yang beralaskan kardus tebal dengan rapi lalu
rekatkan dengan menggunakan isolasi.
 Pada bagian kertas berikan keterangan specimen tersebut (nama tumbuhan, bagian
tumbuhan yan digunakan, kegunaan dalam bidang pengobatan tradisional)
 Agar lebih awet dan indah masukan herbarium ke dalam bingkai.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

Tucker, A. O., Calabrese, L. The Use and Methods of Making a Herbarium/Plant


Specimens. The Herb Society of America. 2005: 4-6
Widhy, P. H. Herbarium. Staff UNY. 2012. Diakses pada 29 Januari 2017
(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Purwanti%20Widhy%20Hastuti,%20S.Pd.,%
20M.Pd./12th%20herbarium.pdf)
Tim Blok 25: Herbal Medis. Penuntun Praktikum Blok 25: Herbal Medis. FK UKI. 2017