PROPOSAL DISCHARGE PLANNING
DI RUANG TULIP RSAD TK. III BRAWIJAYA
SURABAYA
OLEH
MAHASISWA STIKES SURYA MITRA HUSADA
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA MITRA HUSADA
KEDIRI
SURABAYA
2018
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Praktek Manajemen Keperawatan
Proposal Discharge Planning di Ruang Tulip RSAD TK. III Brawijaya
Surabaya
Telah disetujui tanggal : 19 Februari 2018
Surabaya, 19
Februari 2018
Ketua
Alfonsa Ivoni L. Seran,
S.Kep
Mengetahui
Pembimbing CI Manajemen
Pembimbing Klinik
Jarod Rudi S. S.Kep, Ns Yulia,
S.Kep,Ns
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien dilakukan secara
berkesinambungan sampai dengan pasien pulang. Untuk itu diperlukan
adanya suatu discharge planning yang dimulai sejakm pasien masuk RS
hingga pasien keluar RS,yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam memperbaiki dan
mempertahankan status kesehatan. Dalam pelaksanaan dan
pendokumentasian perencanaan pulang diperlukan komunikasi yang
efektif dan tepat antara klien dan perawatan sehingga di harapkan tujuan
dari discharge planning dapat tercapai.
Discharge planning merupakan suatu proses terintegrasi yang terdiri
dari fase-fase yang ditujukan untuk memberikan asuhan keperawatan
yang berkesinambungan (Raden dan Taff, 1990). Dengan adanya
Discharge Planning, pasien diharapkan dapat mempertahankan
kesehantannya dan membantu pasien untuk lebih bertanggung jawab
terhadap kesehatan mereka sendiri (Nursalam, 2015). Perencanaan
pelaksanaan Discharge Planning adalah suatu dokumentasi untuk
menyelesaikan masalah, tujuan, dan intervensi pasien yang akan pulang
dan asuhan keperawatan saat pasien di rumah.
Discharge Planning di Ruang Tulip sudah dilakukan hampir pada
semua pasien yang akan pulang dengan lisan oleh perawat ataupun
dokter dengan dilampirkan Discharge Planning. Proses pelaksanaan
Discharge Planning dilakukan di nurse station atau di bed pasien
dengan cara memanggil keluarga dan pasien.
Berdasarkan hasil observasi Discharge Planning di Ruang Tulip
telah dilakukan, ada format perencanaan pulang dan telah dilaksanakan
sesuai format, persediaan leaflet untuk diberikan kepada pasien dan
keluarga selama perawatan di rumah sudah ada, namun pemberian
penjelasan berupa leaflet belum dilaksanakan secara optimal.
Diharapkan dengan diberikan discharge planning klien dan keluarga
mampu melakukan perawatan mandiri di rumah sehingga tidak muncul
masalah setelah klien pulang.
1.2 TUJUAN
1.2.1 Tujuan Umum
Setelah dilaksanakan praktek manajemen keperawatan
diharapkan mahasiswa dan perawat mampu menerapkan discharge
planning secara efektif, efisien dan berkesinambungan.
1.2.2 Tujuan Khusus
1) Mengkaji kebutuhan rencana pemulangan
2) Mengidentifikasi masalah pasien
3) Memprioritaskan masalah pasien yang utama
4) Membuat perencanaan pasien pulang yaitu mengajarkan pada
pasien yang harus dilakukan dan dihindari selama dirumah
5) Memberikan leaflet
6) Melakukan evaluasi pada pasien selama diberikan penyuluhan
7) Mendokumentasikan proses discharge planning
1.3 MANFAAT
1.3.1 Bagi Klien
1) Meningkatkan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan
dirumah setelah pulang dari rumah sakit.
2) Meningkatkan kemampuan klien dalam kesiapan melakukan
perawatan dirumah.
3) Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pasien dalam
memperbaiki dan mempertahankan status kesehatannya.
1.3.2 Bagi Perawat
1) Tercapainya kepuasan kerja yang optimal
2) Meningkatkan kepercayaan klien/keluarga kepada perawat
1.3.3 Bagi Institusi
1) Tercapai pengalaman dalam pelaksanaan Discharge planning
2) Terciptanya model asuhan keperawatan profesional
1.3.4 Bagi Mahasiswa
1) Terjadinya pertukaran informasi antara mahasiswa profesi sebagai
perawat dan klien sebagai penerima pelayanan.
2) Mengevaluasi pengaruh intervensi yang terencana dalam discharge
planning pada penyembuhan klien
3) Meningkatkan kualitas perawatan secara berkelanjutan pada klien saat
dirumah.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
Discahrge Planning yaitu mengidentifikasi kebutuhan pemulangan
pasien, kebutuhan ini dikaitkan dengan masalah yang mungkin timbul
pada saat pasien pulang, antar lain : pengetahuan pasien/keluarga tentang
penyakit, kebutuhan psikologi, bantuan yang diperlukan pasien,
pemenuhan aktiitas hidup sehari-hari seperti makan, minum, eliminasi dan
lain-lain, sumber dan system yang ada di masyarakat sumber financial,
fasilitas saat di rumah, kebutuhan perawatan dan supervisi di rumah
(Nursalam, 2015).
2.2 Tujuan
Menurut Nursalam (2011) tujuan Discharge Planning atau
perencanaan pulang antara lain sebagai berikut:
1. Menyiapkan pasien dan keluarga secara fisik, psikologis, dan
sosial.
2. Meningkatkan kemandirian pasien dan keluarga
3. Meningkatkan keperawatan yang berkelanjutan kepada pasien
4. Membantu rujukan pasien pada system pelayanan yang lain
5. Membantu pasien dan keluarga memiliki pengetahuan dan
keterampilan serta sikap dalam memperbaiki serta
mempertahankan status kesehatan pasien
6. Melaksanakan rentang keperawatan antar rumah sakit dan
masyarakat.
2.3 Manfaat
Rencana pulang (discharge palnning) mempunyai manfaat antara
lain sebagai berikut (Nursalam, 2011) ;
1) Memberi kesempatan kepada pasien untuk mendapat pelajaran
selama di rumah sakit sehingga bisa dimanfaatkan sewaktu di
rumah
2) Tindak lanjut yang sistematis yang digunakan untuk menjamin
kontinuitas keperawatan pasien
3) Mengevaluasi pengaruh dari interensi yang terencana pada
penyembuhan pasien dan mengidentifikasi kekambuhan atau
kebutuhan keperawatan baru
4) Membantu kemandirian pasien dalam kesiapan melakukan
keperawatan di rumah
2.4 Jenis Pemulangan pasien
Nursalam (2011) memngkalsifikasikan jenis pemulangan pasien
sebagai berikut:
1) Conditioning discharge (Pulang Sementara atau Cuti), keadaan
pulang ini dilakukan apabila kondisi pasien baik dan tidak terdapat
komplikasi. Pasien untuk sementara dirawat dirumah namun harus
ada pengawasan dari pihak rumah sakit atau puskesmas terdekat.
2) Absolute discharge (Pulang Mutlak atau selamanya), cara ini
merupakan akhir dari hubungan pasien dengan rumah sakit.
Namun apabila pasien perlu dirawat kembali, maka prosedur
perawatan dapat dilakukan kembali.
3) Judicial discharge (Pulang Paksa), kondisi ini pasien
diperbolehkan pulang walaupun kondisi kesehatan tidak
memungkinkan untuk pulang, tetapi pasien harus dipantau dengan
melakukan kerja sama dengan perawat puskesmas terdekat.
2.5 Komponen Perencanaan Pulang
1) Perawatan di rumah; meliputi pemberian pengajaran atau
pendidikan kesehatan (Health Education) mengenai diet,
mobilisasi, waktu dan tempat kontrol. Pembelajaran dilaksanakan
sesuai dengan tingkat pemahaman klien dan keluarga mengenai
perawatan selama klien dirumah nanti.
2) Penjelasan mengenai obat-obatan yang masih diminum , dosis, cara
pemberian dan waktu yang tepat untuk minum obat,
3) Obat-obatan yang dihentikan, meskipun ada obat-obatan tersebut
tetap dibawa oleh klien, atau ditentukan siapa yang akan
menyimpan obat tersebut.
4) Hasil pemeriksaan; hasil pemeriksaan luar sebelum MRS dan hasil
pemeriksaan selama MRS dibawakan ke klien waktu pulang.
5) Surat-surat seperti surat keterangan sakit, surat kontrol, dll.
2.6 Tindakan Keperawatan Pada Waktu Perecanaan Pulang
Tindakan keperawatan yang diberikan pada perencanaan pulang yaitu
meliputi :
1) Pendidikan (edukasi, redukasi, reorentasi) kesehatan yang
diharapkan dapat mengurangi angka kekambuhan dan
meningkatkan pengetahuan pasien serta keluarga,
2) Program pulang bertahap,
3) Melatih pasien kembali kelingkungan dan masyarakat antara lain
yang dilakukan pasien di rumah sakit dan tugas keluarga,
4) Rujukan,
5) Integrasi pelayanan kesehatan harus mempunyai hubungan
langsung antara perawatan komunitas dengan rumah sakit sehingga
dapat mengetahui perkembangan pasien di rumah.
2.7 Peran Perawat Dalam Discharge Planning
a) Kepala Ruangan
1) Membuka acara discharge planning kepada pasien
2) Menyetujui dan menandatangani discharge planning
b) Perawat Primer
1) Membuat rencana discharge planning.
2) Membuat leaflet dan kartu discharge planning.
3) Memberikan konseling.
4) Memberikan pendidikan kesehatan.
5) Menyediakan format discharge planning
6) Mendokumentasikan discharge planning
7) Melakukan agenda discharge planning (pada awal
perawatan sampai akhir perawatan).
c) Perawat Asosiate
Ikut membantu dalam melaksanakan discharge planning
yang sudah direncanakan oleh perawat primer
2.8 ALUR DISCHARGE PLANNING
1. Menyambut kedatangan pasien
2. Orientasi ruangan, jenis pasien, peraturan
dan denah ruangan.
3. Memperkenalkan pasien pada teman
Pasien masuk RS sekamar, perawat, dokter dan tenaga
1. Perawat
kesehatan yang lain.
2. Dokter
4. Melakukan pengkajian keperawatan.
3. Tim
kesehatan
1. Pemeriksaan klinis dan pemeriksaan
Pasien selama
penunjang yang lain.
dirawat
2. Melakukan asuhan keperawatan
3. Penyuluhan kesehatan; penyakit,
perawatan, pengobatan, diet, aktiitas,
kontrol.
Pasien KRS Perencanaan Pulang
Lain-lain:
1. Surat Kontrol
Program HE: 2. Resep
1. Pengobatan/kontrol 3. Sisa Obat
2. Kebutuhan Nutrisi 4. Foto
3. Aktivitas dan Istirahat
Penyelesaian 4. Perawatan dirumah
Administrasi
Monitoring oleh Petugas
Kasir Kesehatan dan Keluarga
Kontrol RS Home Care
Bagan 3.3 Alur Discharge Planning
BAB III
RENCANA KEGIATAN
3.1 Persiapan
1. Persiapan dilakukan saat pasien masuk ruangan paviliun Tulip
2. Koordinasi dengan pembimbing klinik dan akdemik
3. Menyusun proposal
4. Menetapkan kasus
5. Pengorganisasian peran
6. Penyusunan leaflet, format Discharge Planning
3.2 Pengorganisasian
1. Kepala Ruangan : Mariana Dhiki S.Kep
2. Perawat Primer : Febrianto Renyaan S.Kep
3. Perawat Asosiate : Nofri Mariana Lopo S.Kep
4. Dokumentasi : Maskur Reyanto S.Kep
5. Observer : Adi Wedisari Teffa S.Kep
6. Pembimbing Akademik : Agusta Dian Ellina,S.Kep.M.Kep
Aprin Rusmawati,S.Kep,M.Kep
7. Pembimbing Klinik : Jarod Rudi S. S.Kep,Ns
3.3 Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Senin, 08 Februari 2018
Waktu : 08.30-09.30
Topik : Disharge Planning
Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien
Tempat : Ruangan Perawat Paviliun Tulip RSAD TK III
Brawijaya
3.4 Metode
Metode yang digunakan dalam Discharge Planning adalah diskusi dan
tanya jawab setelah diberikan penjelasan tentang hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam perawatan klien oleh keluarga setelah keluar dari rumah
sakit.
3.5 Media
1. Status pasien dan lembar Discharge Planning (Terlampir)
2. Leaflet (Terlampir)
3. Obat obatan, hasil laboratorium dan pemeriksaan penunjang
3.6 Mekanisme Kegiatan
Tahap Kegiatan Waktu Tempat Pelaksana
Persiapan 1. Karu mengucapkan salam 10 Ners Karu
kemudian menanyakan Menit Station
bagaimana persiapan PP untuk
pelaksanaan Discharge
Planning
2. PP sudah mengkaji sebelumnya PP
untuk menentukan masalah
keperawatan pada klien dan
sudah siap dengan status klien
dan format Discharge Planning
3. PP menyebutkan masalah klien PP
dan hal hal yang perlu diajarkan
pada klien dan keluarga
4. Karu memeriksa kelengkapan Karu
administrasi
Pelaksanaan 1. Karu membuka acara Discharge 30 Bed Pasien Karu
Planning Menit
2. Menyampaikan status kesehatan Karu
dan keadaan terakhir pasien
3. PP menyampaikan aturan diet PP
yang dibutuhkan
4. Menyampaikan latihan PP
mobilisasi selama dirumah
5. PP dibantu PA menyampaikan PP dan PA
pendidikan kesehatan tentang
kebutuhan dasar, keteraturan
minum obat, efek samping obat,
6. tanggal dan tempat kontrol,
aktivitas dan istirahat
7. PP menanyakan kembali kepada PP
klien dan keluarga tentang
materi yang telah disampaikan
8. PP memberi reinforcement PP
kepada klien
9. PP mengucapkan terima kasih PP
10. PP dibantu PA melakukan PP dan PA
pendokumentasian
Penutup Karu mengevaluasi memberikan 2 Menit Ners Karu, PP, dan
pujian dan masukan atau saran Station PA
kepada PP dan PA
3.7 Evaluasi
3.7.1 Estruktur
1. Persiapan dilakukan saat pasien masuk ruangan paviliun Tulip
2. Koordinasi dengan pembimbing klinik dan akademik
3. Menyusun proposal
4. Menetapkan kasus
5. Pengorganisasian peran
6. Penyusun leaflet, format Discharge Planning
3.7.2 Proses
1. Karu mengucapkan salam dan menanyakan persiapan PP untuk
pelaksanaan Discharge Planning.
2. Sebelumnya PP sudah mengkaji dan menentukan masalah
keperawatan pada klien serta mempersiapkan status dan format
Discharge Planning
3. Karu memeriksa kelengkapan administrasi
4. Karu membuka acara Discharge Planning
5. PP dan PA menyampaikan pendidikan kesehatan tentang kebutuhan
dasar, keteraturan minum obat, tanggal dan tempat control.
6. PP menanyakan kembali kepada keluarga tentang materi yang sudah
disampaikan
7. PP mengucapkan terima kasih
8. PP dan PA melakukan pendokumentasian
9. Karu mengevaluasi, memberikan masukan atau saran kepada PP dan
PA.
3.7.3 Hasil
Kegiatan dihadiri oleh CI Ruangan paviliun Tulip RSAD TK III
Brawijaya Surabaya, pembimbing akademik, keluarga pasien dan
seluruh mahasiswa praktek manajemen STIKES Surya Mitra Husada
Kediri informasi yang disampaikan dapat diterima oleh klien dan
keluarga.
Sepuluh penyakit terbanyak di Ruang Tulip RSAD Tingkat III
Brawijaya Surabaya :
1. Diabetes Mellitus
2. Tb Paru
3. CVA
4. Thypoid fever
5. Hipertensi
6. DHF
7. Gagal Ginjal Akut
8. Pneumonia
9. Penyakit Jantung Koroner
10. Melena
BAB IV
RESUME DISCHARGE PLANNING
DI RUANGANN PAVILIUN TULIP RSAD Tingkat III Brawijaya
Hari/Tanggal : 08 Februari 2018
Waktu : 08.30-09.30
Tempat : Ruang Paviliun Tulip RSAD Tingkat III Brawijaya
Acara : Discharge Planning
A. Peserta
Acara dihadiri oleh:
1. Keluarga pasien satu orang
2. Pembimbing Ruangan dua orang
3. Mahasiswa Hadir 15 orang
B. Susunan Acara:
1. Persiapan anggota dalam kegiatan Discharge Planning, terutama yang
bertindak sebagai kepala ruangan, perawat primer dan perawat ascociate.
2. Pelaksanaan Role Play yang diawasi oleh pembimbing akademik dan
ruangan
3. Diskusi jalannya kegiatan Discharge Planning bersama supervisor
C. Hasil Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
Persiapan pelaksanaan Discharge Planning 3 hari sebelumnya, menyusun
proposal, undangan, dan Role Play.
2. Evaluasi Proses
NO Waktu Kegiatan
1. 08.30 Melaksanakan Role Play Discharge Planning sesuai
peran, kepala ruangan dan perawat primer serta
perawat associate sebagai pelaksana Discharge
Planning.
2. 09.00 Melaksanakan Role Play sesuai dengan proposal
kegiatan
3. 09.15 Masukan dari pembimbing dan supervisor:
1. Bpk. Jarod Rudi,S. Kep Ns (CI Ruangan)
a. Tidak perlu inform consent
b. PP belum tepat menjelaskan masalah pasien
c. PP dan PA tidak menjelaskan masalah
perawatan Katarak
d. PP harus menjelaskan perawatan DM dan
Katarak di rumah
e. Kurang persiapan
f. Belum memahami tujuan discharge planning
2. Masukan dari Ibu Yulia, S.Kep,Ns
a. PP tidak menjelaskan kepada keluarga pasien
mengenai persyaratan untuk kontrol
4. 09.30 Kegiatan supervise Discharge Planning berakhir.
3. Evaluasi Hasil
a) Kegiatan dihadiri oleh tiga pembimbing
b) Kegiatan berjalan dengan lancar dan tujuan tercapai
c) Masing – masing mahasiswa berperan sesuai perannya.
4. Hambatan
Secara keseluruhan ada hambatan saat pelaksanaan Role Play
Discharge Planning. Dalam pelaksanaanya perawat belum memahami
tentang Discharge Planning sehingga proses Role Play Discharge
Planning berjalan tidak normal.
5. Solusi
Penambahan menguasai materi yang akan diberikan saat Role Play
Discharge Planning.
LEMBAR OBSERVASI
MEKANISME KEGIATAN
Topik : Disharge Planning
Sasaran : Keluarga
Hari/Tanggal : Kamis, 08 Februari 2018
Waktu : 08.00 WIB
Tahap Kegiatan Dilakukan Tidak
Dilakukan
Persiapan 1. PP mengucapkan salam
kemudian mengingatkan karu
bahwa ada pasien yang akan
dilakukan Disharge Planning.
2. Karu menanyakan bagaimana
persiapan PP untuk
pelaksanaan Disharge
Planning dan kelengkapan
medical record (status pasien,
format Disharge Planning dan
leaflet)
3. PP sudah mengkaji
sebelumnya untuk
menentukan masalah
keperawatan pada pasien dan
sudah siap dengan status
pasien.
4. PP menyebutkan masalah
pasien dan hal hal yang perlu
diajarkan pada klien dan
keluarga
5. Karu memeriksa kelengkapan
dokumentasi perawatan
Pelaksanaan 1. Karu membuka acara
Disharge Planning
2. PP dibantu PA melakukan
penyuluhan kepada pasien
atau keluarga tentang
penyakit dan penanganannya,
obat yang harus diminum
dirumah, aktivitas setelah
keluar dari rumah sakit, diet
dan kebutuhan nutrisi pasien
dan jadwal control
selanjutnya.
3. PP menanyakan kembali
kepada pasien dan keluarga
tentang materi yang telah
disampaikan
4. PP memberi Reinforcement
positif kepada klien dan
keluarga, serta memberikan
leaflet.
5. PP mengucapkan terima
kasih
6. PP dibantu PA melakukan
pendokumentasian
Penutup Karu mengevaluasi.
Memberikan pujian dan
masukan atau saran kepada
PA dan PP
DAFTAR PUSTAKA
Gilies (1989), Manajemen Keperawatan Suatu Pendekatan Sistem. Edisi
Terjemahan. Ahli Bahasa Dika Sukaman dkk. Jakarta.8
Nursalam, 2011. Manajemen Keperawatan : Aplikasi Dalam Praktek
Keperawatan Profesional. Edisi kedua. Jakarta : Salemba Medika.
Nursalam, 2015. Manajemen Keperawatan : Aplikasi Dalam Praktek
Keperawatan Profesional. Edisi kelima. Jakarta : Salemba Medika.
WHO (2002), Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer (On Being in Charge : A
guade to Manajement in primary Health Care). Jakarta : EGC