Anda di halaman 1dari 388

SOAL GADAR

1. Seorang laki-laki usia 21 tahun di UGD hasil pengkajian suara nafas terdengar gurgling, frekuensi
nafas terdapat jejas di daerah leher, GCS 8 dengan terdapat fraktur klavikula, fraktus costa 4, 5, 6,
riwayat trauma kepala. Apakah tindakan yang dapat anda lakukan untuk membuka jalan nafas
klien?
a. Cross finger dengan teknik head tild
b. Siapkan pemasangan ETT
c. Buka dengan teknik jaw trust
d. Lakukan finger sweep
e. Pasang mayo/OPA

2. Seorang perempuan 35 tahun di UGD dengan penurunan kesadaran. tampak gelisah Nila GCS
saat di kaji =12 pasien dengan Respirasi 14 x/menit, tensi 120/70 mmHg, nadi 89x/menit dengan
respirasi 14 kali permenit. Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut?
a. Berikan muscle relaxan
b. Pasang bed plang
c. Lakukan fiksasi di tangan
d. Minta keluarga untuk mendampingi pasien
e. Jaga pasien agar tidak banyak bergerak

3. Seorang laki-laki 46 tahun datang ke UGD rumah sakit dengan penurunan kesadaran yang
disertai dengan nafas yang terengah-engah dan tidak berespon dengan rangsangan nyeri, menurut
keluarga klien sudah menderita diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi > dari 15 kali.
Apakah tindakan yang anda lakukan sebagai pengkajian awal?
a. cek nadi carotis pasien
b. Lakukan BHD dengan rasio 30:2
c. Aktifkan sistem emergency
d. Buka jalan nafas pasien
e. Kaji tingkat kesadaran

4. Seorang perempuan 70 tahun diantar ke UGD dengan penurunan kesadaran akibat nyeri dada
yang menjalar ke tangan kiri, sejak 30 menit yang lalu. gambaran EKG ventrikel tachycardia.
Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut?
a. Berikan adrenalin 1 mg intravena
b. Lakukan RJP 30 : 2
c. Lakukan DC syok 360 joule
d. Berikan amiodaron 300 mg intra vena
e. Pasang infus dua jalur

5. Seorang laki-laki 30 tahun dengan riwayat terjatuh dari ketinggian 10 meter dengan posisi kaki
terlebih dahulu. Saat pengkajian pasien dalam keadaan sadar namun mengeluh nyeri dengan skala
4 (dari skala 1-5) di bagian tulang belakang, tanda-tanda vital stabil, namun ada kelemahan
dibagian ekstrimitas bawah, pada saat pemeriksaan klien dalam kondisi supine. Apakah teknik
yang dilakukan mengetahui jejas yang ada?
a. Minta klien untuk merubah ke posisi pronasi dengan hati-hati
b. Miringkan klien dengan hati-hati
c. Lakukan log roll bersama 3 petugas
d. Lakukan posisi sim ke sisi yang tidak sakit
e. Miringkan pasien dengan Long Spine Board
6. Sorang laki-laki 42 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada yang menjalar ke tangan
kiri leher dan dagu 1 minggu yang lalu, pada saat pengkajian pasien merasa tidak nyaman di
bagian dada. Hasil EKG tidak didapatkan kelainan. Untuk memastikan apakah pasien tersebut
terdapat serangan jantung maka perlu untuk dilakukan pemeriksaan enzim. Enzim jantung
manakah yang tepat untuk pemeriksaan klien ?
a. Troponin i
b. Troponin T
c. CKMB
d. Alkaline phosfatase
e. LDH

7. Seorang laki-laki 40 tahun dengan BB 60 Kg datang ke ugd dengan riwayat luka bakar di seluruh
tangan, kepala dan leher, dada atas dan seluruh punggung. Berapakah % luas luka bakar pada
pasien tersebut?
a. 40 d. 54
b. 45 e. 63
c. 49

8. Seorang perempuan usia 51 tahun datang ke UGD RS karena mengalami luka bakar di seluruh
tangan, kepala dan leher, dada atas dan seluruh punggung, BB pasien tersebut 60 Kg. Berapakah
kebutuhan cairan klien tersebut pada 8 jam pertama?
a. 1290 cc d. 9720 cc
b. 6480 cc e. 4860 cc
c. 3240 cc

9. Seorang laki-laki usia 67 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri akibat tidak dapat
berkemih selama 1 hari terakhir, hasil pengkajian tingkat nyeri pasien didapatkan skala 4 dari
skala (1-5), wajah terlihat meringis dan tampak kesakitan. Jika dilakukan triase masuk dalam
kategori apakah klien tersebut?
a. Merah (gawat darurat) d. Hijau ( tidak gawat tidak darurat
b. Kuning (gawat tidak darurat) e. Hitam (meninggal)
c. Kuning (darurat Tidak gawat)

10. Seorang laki-laki datang ke UGD datang dengan kondisi tidak sadarkan diri yang disertai dengan
henti nafas dan henti jantung. Pada saat di periksa gambaran EKG yang muncul adalah
idioventrikuler. Pada gambaran EKG di atas apakah yang anda lakukan pertama kali setelah
mengaktifkan sistem emergency?
a. Pasang infuse d. Pasang ETT
b. BHD 30:2 e. Cek TTV
c. DC Syok

11. Seorang laki-laki usia 18 tahun datang ke UGS RS dengan diantar keluarganya dengan kondisi
tidak sadarkan diri. Menurut keterangan keluarga pasien mengalami muntah-muntah sejak 2 hari
yang lalu dengan frekuensi > 20 kali/ hari. Dari hasil pengkajian didapatkan tensi darah 80/40
mmHg, HR : 130 x/menit, respirasi 28 x/ menit, turgor kulit jelek dan saturasi O2 92 %. Pasien
dilakukan resusitasi cairan progressif menggunakan RL 1000 cc dalam 1 jam pertama. Data
apakah yang harus dilihat untuk mengetahui perfusi jaringan berlangsung baik setelah 1 jam?
a. Nilai JVP c. Urine output
b. Saturasi O2 d. Kadar elektrolit
12. Seorang perempuan usia 56 tahun datang ke UGD RS dengan kondisi lemas, riwayat sering
kencing (lebih dari 10 kali/hari) nafas terlihat cepat dan dalam dengan frekuensi 30 x/menit, tensi
darah tercatat 90/50 mm Hg, nadi 120x/menit teraba lemah. Menurut keterangan keluarga pasien
sudah menderita DM sejak 4 tahun yang lalu dan jarang control. Sebagai perawat apakah yang
pertama anda lakukan?
a. Resusitasi cairan progresif d. Koreksi balance elektrolit
b. Kolaborasi pemberian insulin e. Atasi tanda dan gejala penyerta
c. Koreksi asidosis dengan bicnat

13. Seorang laki-laki meminta panggilan darurat karena mengalami perdarahan akibat sabetan benda
tajam di kepala, pada saat datang darah terlihat mengucur deras dari luka. Tanda-tanda vital
terpantau TD 100/70 mm Hg, Nadi 99x/menit dan respirasi 26 x/menit. jika anda seorang perawat
yang datang pertama kali di tempat kejadian, Apakah tindakan pertama yang dapat anda lakukan
adalah?
a. Resusitasi cairan progresif
b. Hentikan perdarahan dengan balut tekan
c. Berikan oksigen 8 L/menit memakai simple mask
d. Elevasikan daerah yang perdarahan
e. Berikan posisi head up 30 “

14. Pada saat yang bersamaan datang klien dengan diagnosis medis AMI, luka bakar 15% grade II A-
B, kolik renal, fraktur humerus ulna perdarahan minimalis, dan mild head injury. Dari beberapa
kasus diatas jika anda perawat yang dinas sendirian di ruang tersebut pasien manakah yang akan
anda dahulukan untuk ditangani?
a. Ami
b. Luka bakar 15 %
c. Fraktur humerus ulna
d. Perdarahan 100 CC
e. Mild head injury

15. Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke UGD rumah sakit akibat kecelakaan dalam keadaan
tidak sadarkan diri, nadi tidak teraba, nafas tidak terdengar dan pupil isokor lebar 6mm. Sebagai
perawat apa menerima pasien Apakah yang anda lakukan?
a. Berikan breathing 12 x/menit
b. Lakukan kompresi jantung luar 100x/menit
c. Kolaborasi dengan tim medis mengenai status pasien
d. Beritahu keluarga bahwa klien sudah meninggal
e. Buatkan surat kematian

16. Seorang laki-laki berusia 16 tahun datang ke UGD dengan keluhan kesulitan bernafas akibat
kecelakan kendaraan bermotor, pada saat kejadian klien tidak memakai sabuk pengaman sehingga
terbentur stir mobil. Dari pengkajian didapatkan nafas cepat dan dangkal dengan frekuensi
34x/menit dengan terdapat jejas di paru kiri, distensi JVP dan pengembangan tidak simetris.
Apakah yang anda lakukan untuk mengatasi masalah pasien
a. Berikan O2 simple mask 10 L/menit
b. Lakukan needle torakosintesis di ics 2
c. Segera Pasang Endo Tracheal Tube
d. Berikan pernafasan buatan 12 x/menit
e. Siapkan obat-obatan bronchodilator
17. Seorang perempuan usia 24 tahun datang ke UGD dengan keluhan panas badan yang naik turun
sejak 5 hari yang lalu. Setelah pemeriksaan selesai pasien mendapatkan terapi cairan RL 500 cc/8
jam, dan pemeriksaan hematologi lengkap. Sebagai perawat UGD apakah yang anda lakukan
selanjutnya untuk safety?
a. Pasang infuse di pembuluh darah yang besar
b. Lakukan pengambilan darah langsung
c. Pakai Alat pelindung diri sebelum tindakan
d. Berikan obat dengan konsentrasi seencer mungkin
e. Lakukan inform consent setiap melakukan tindakan

18. Seorang laki-laki usia 34 tahun datang ke UGD dengan luka bakar Pada saat pengkajian
ditemukan data sebagai berikut epidermis yang diatasnya terlepas dari dermis, warna kemerahan,
timbul Vesikula, Bulla yang berisi cairan plasma dan Sangat nyeri, Berapakah derajat luka bakar
Klien...?.
a. Derajat I d. Derajat IV
b. Derajat II e. Derajat I dan II
c. Derajat III

19. Seorang perempuan usia 58 tahun dirujuk ke UGD dengan riwayat luka bakar 1 jam yang lalu,
klien terjebak di gudang rumahnya yang terbakar Pada pengkajian primary survey air way
terdengar suara napas stridor/crowing, sesak berat (saturasi 02 kurang dari 92 %) . Apakah
tindakan yang dilakukan...?
a. Suction d. Air way devinitif
b. Pemasangan OPA e. NRM
c. Pemasangan NPA

20. Seorang perempuan datang ke igd dengan keluhan haus yang hebat, lemah mual pada saat
dilakukan pemeriksaan didapatkan data kesadaran Somnolens, nadi 120 x/menit, akral dingin,
CRT lebih dari 2 detik, Tekanan darah 70/P, Termasuk tahap manakah klien tersebut?
a. Kompensasi d. Hipovolemik
b. Dekompensasi e. Septik
c. Ireversibel

21. Seorang laki-laki usia 26 tahun jatuh dari motor dengan kecepatan tinggi pada pemeriksaan
didapatkan jejas pada dada, respirasi 40 x/menit, suara jantung melemah, JVP meningkat + 7,
tekanan darah 80/P . Apakah yang dialami oleh klien..?
a. Henti jantung d. Haemothorak
b. Tamponade jantung e. Fail Chest
c. Tension pnemothorak

22. Seorang laki-laki usia 43 tahun datang ke UGD dengan hasil pemeriksaan didapatkan data
sputum berkarbon, suara serak, rambut nasal terbakar, LB wajah, penurunan P02. diagnosa
keperawatan yang tepat adalah..?
a. Perubahan perpusi jaringan d. Gangguan pertukaran gas
b. Nyeri e. Defisit volume cairan
c. Kerusakan integritas kulit

23. Seorang laki-laki usia 32 tahun dengan riwayat tertabrak kereta api. Hasil pengkajian didapatkan
data sebagai berikut, kulit lembab, bibir, jari tangan dan kaki sianosis, takikardi, peningkatan
volume vena intravascular, tekanan sistolik <100mmHg, pericardial friction rub, distensis vena
leher ,pekak jantung menjauh. Apakah yang dialami oleh klien tersebut..?
a. Henti jantung
b. Trauma thorak
c. Tamponade jantung
d. Pericarditis
e. Hiperuremia

24. Seorang perempuan usia 23 tahun masuk ke UGD dengan penurunan kesadaran. Pada saat di
rangsang nyeri klien hanya berespon fleksi abnormal (dekortikasi) dan membuka mata, klien
mengeluarkan suara mengerang dan tidak jelas intonasinya. Berapakah nilai GCS pada klien
tersebut?
a. 8
b. 9
c. 10
d. 11
e. 12

25. Seorang laki-laki usia 34 tahun dating ke UGD diantar keluarganya dalam kondisi tidak sadar
dengan riwayat terjatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu. Hasil pengkajian terdapat jejas di
daerah leher di servikal 2 dan 3. Tindakan apakah yang harus dilakukan untuk mempertahankan
posisi leher?
a. Lakukan pemasangan soft neck collar
b. Berikan posisi hiperekstensi
c. Pasang rigid neck collar
d. Pasang bantal di sisi kanan dan kiri klien
e. Lakukan fiksasi kepala

26. Seorang laki-laki usia 14 tahun dating ke UGD dengan keluhan nyeri di bagian ekstrimitas atas
dextra, dari pengkajian tampak hematoma, deformitas, pulsasi perifer lemah dan terdapat
parastesia didaerah trauma dan disertai krepitasi. Apakah yang dialami oleh klien diatas?
a. Fraktur
b. Dislokasi
c. Strain
d. Sprain
e. Cedera ligament

27. Seorang laki-laki usia 60 tahun mengalami nyeri dada yang khas disertai dengan sesak nafas,
gambaran EKG menunjukkan adanya ST elevasi di lead II, III dan AVf. Pada saat pengkajian
pasien merasa lemas dan mudah lelah.sehingga aktifitas dibantu. Apakah masalah keperawatan
utama pada pasien tersebut ?
a. Intoleransi aktifitas
b. Penurunan curah jantung
c. Gangguan rasa nyaman nyeri
d. Gangguan perfusi jaringan
e. Gangguan pemenuhan ADL

28. Seorang lakilaki usia 17 tahun datang di UGD dengan riwayat kecelakaan kendaraan bermotor
pada saat pengkajian didapatkan nilai GCS 6 yang disertai dengan perdarahan telinga hidung dan
mulut, Apakah Intervensi mandiri yang dapat anda lakukan pada klien tersebut?
a. Berikan cairan RL 20 gtt/menit
b. Head up 30
c. Pasang O2 3 L/menit
d. Pasang dower cateter
e. Pasang bed plang
29. Seorang laki-laki 46 tahun datang ke UGD rumah sakit dengan penurunan kesadaran yang
disertai dengan nafas yang terengah-engah dan tidak berespon dengan rangsangan nyeri, menurut
keluarga klien sudah menderita diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi lebih dari 15 kali.
Apakah tindakan yang andalakukan sebagai pengkajian awal?
A. Cek nadi carotis pasien
B. Lakukan BHD dengan rasio 30:2
C. Aktifkan sistem emergency
D. Buka jalan nafas pasien
E. Kaji tingkat kesadaran

30. Seorang perempuan 35 tahun di UGD dengan penurunan kesadaran. Tampak gelisah Nilai GCS
saat di kaji = 12 pasien dengan Respirasi 14 x/menit, tensi 120/70 mmHg, nadi 89 x/menit
dengan respirasi 14 kali permenit. Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut?
A. Berikan muscle relaxan
B. Pasang bed plang
C. Lakukan fiksasi di tangan
D. Minta keluarga untuk mendampingi pasien
E. Jaga pasien agar tidak banyak bergerak

31. Seorang laki-laki usia 21 tahun di UGD hasil pengkajian suara terdengar gurgling, terdapat jejas
di daerah leher, GCS 8 dengan terdapat fraktur klavikula, fraktus costa 4, 5, 6, riwayat trauma
kepala. Apakah tindakan yang dapat anda lakukan untuk membuka jalan nafas klien?
A. Cross finger dengan teknik head tild
B. Siapkanpemasangan ETT
C. Buka dengan teknik jaw trust
D. Lakukan finger sweep
E. Pasang mayo/OPA

32. Seorang laki-laki berusia 19 tahun, ibawa ke IGD karena kecelakaan lalu lintas. Dari hasil
pengkajian diperoleh data luka terbuka dengan perdarahan yang hebat, penurunan kesadaran, BP
80/60 mmHg, suhu 36 celcius, frekuensi nadi 110x/mnt, frekuensi nafas 30x/mnt, ekstremitas
dingin dan pucat, oliguri capilari refill > 2 detik. Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada
kasus diatas?
A. Pasang IV line
B. Berikan O2
C. Berikan transfuse darah
D. Pasang intubasi
E. Hentikan perdarahan

33. Seorang pria berusia 58 tahun tertabrak motor saat menyebrangi jalan raya. Pria tersebut
tergeletak di tengah jalan raya, dan seorang perawat yang tergesa-gesa pergi dinas malam melihat
kejadian tersebut. Apakah langkah perma yang harus dilakukan perawat pada kasus diatas?
A. Cek kesadaran klien
B. Meminta pertolongan
C. Memindahkan klien ke tempat aman
D. Melakukan resusitasi jantung paru
E. Membawa klien ke rumah sakit

34. Seorang pasien pria berusia 63 Tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan sesak
nafas.berdasarkan pemeriksaan fisik ditemukantekanan darah130/80 mmHg, Tampak penggunaan
otot bantu pernafasan,pernapasan cuping hidung (+) , RR 26 x/mnt, wheezing (+), keringat
dingin (+). Cara pemberian terapi oksgen yg tepat pada kasus diatas adalah?
A. Nasal kanul
B. Simple Mask
C. Non rebreathing
D. Rebreathing
E. Venturi mask

35. Seorang perempuan berusia 47 Tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan rasa terbakar
di daerah epigastric yang menjalar hingga ke sternum. pasien juga mengatakan bahwa sejak 3
bulan terakhir ia sering merasakan nyeri dada pada saat aktivitas dan berkurang dengan istirahat.
Diagnosa Keperawatan yang tepat dari kasus diatas adalah?
A. Nyeri akut berhubungan dengan iskemia miokardium.
B. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan immobilisasi
C. Inefektif bersihan jalan nafas berhubungan dengan akumulasi sekret.
D. Resiko penurunan cardiac output berhubungan dengan peningkatan tahanan vaskuler sistemik.
E. Inefektif pola nafas berhubungan dengan nyeri, kerusakan neuro-muskular.

36. Seorang perempuan berusia 47 Tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan rasa terbakar
di daerah epigastric yang menjalar hingga ke sternum. Klien juga mengatakan bahwa sejak 3
bulan terakhir ia sering merasakan nyeri dada pada saat aktivitas yang berkurang dengan istirahat.
Intervensi Keperawatan yang tepat pada kasus di atas adalah?
A. Menganjurkan pasien untuk bedrest
B. Kolaborasi pemberian ISDN
C. Ajarkan klien teknik relaksasi nafas dalam.
D. Berikan oksigen via simple mask
E. Berikan lingkungan yang tenang

37. Ny. C, 35 tahun, dirawat dengan TB paru. Pernapasan 24/menit, ronchi pada kiri/kanan paru,
produksi sputum banyak. Indek masa tubuh 16, pucat dan terlihat sesak serta kelelahan. Prioritas
diagnosa keperawatan yang tepat?
A. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan akumulasi secret
B. Ganggguan pertukaran gas berhubungan dengan infeksi bronchial
C. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan
D. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan hipermetabolik
E. Resiko tinggi terhadap kerusakan pertukaran gas yang berhubungan dengan agen-agen
anestetik

38. Di Unit Gawat Darurat, datang pasien akibat kecelakaan lalu lintas secara bersamaa. Ny. A:
berteriak-teriak, perdarahan dikaki kanannya, Tn. B: Diam, Perdarahan dari kepala, Tn. C:
mengeluh nyeri dada sejak 2 jam yang lalu, dan Ny. D: mengeluh sesak berat dan terlihat gelisah,
Ny. E: merintih kesakitan akan melahirkan tetapi masih pembukaan 2. Prioritas pasien manakah
yang harus ditolong lebih dahulu?
A. Ny. A
B. Tn. B
C. Tn. C
D. Ny. D
E. Ny. E
39. Pasien mengalami kecelakaan lalu lintas, menurut saksi mata korban tertabrak kendaraan motor
hingga terjungkir balik sebanyak 2 kali sampai tidak sadarkan diri, tampak mengeluarkan darah
dari mulut dan henti napas. Tindakan pertama yang harus dilakukan?
A. Head Tild Chinlift+ RJP
B. Head Tild Chinlift + suction
C. Jaw trus + bantuan napas
D. RJP 5 siklus rasio 30 : 2
E. RJP+Suction

40. Tn. T (42 th) masuk ruang Emergency karena kecelakaan lalu lintas. Klien datang dalam keadaan
tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pengkajian awal diketahui ada fraktur tulang iga ke 4, 5,
dan 6. Pemeriksaan AGD menunjukkan PaO2 = 75 mmHg , PaCO2 = 55 mmHg , pH = 7,28 ,
HCO3 = 30 mEq/L. Jenis trauma thoraks yang dialami oleh Tn. T adalah?
A. Flail Chest
B. Temponade Jantung
C. Perikardiositesis
D. Hemothoraks
E. Pneumothoraks

41. Sebuah bus berpenumpang 40 orang terbalik di jalan tol. Anda adalah seorang petugas yang akan
melakukan triase. Bila ada menemukan korban perempuan usia dewasa dengan jumlah pernafasan
lebih dari 30 kali per menit, maka yang anda lakukan adalah….
a. memberikan O2 sebanyak 2 liter per menit via Binasal Cannula
b. memberikan label merah
c. memberikan label kuning
d. mengkaji nadi radialis dan Capillary Refill Time
e. mengukur kadar saturasi korban

42. Sebuah bus berpenumpang 40 orang terbalik di jalan tol. Anda adalah seorang petugas yang akan
melakukan triase. Anda menemukan pasien dewasa yang tidak bernafas. Sebagai petugas triase
lapangan, apakah yang akan anda lakukan?
a. Memberikan bantuan nafas mouth to mouth
b. Mengatur posisi leher/ kepala
c. Berteriak memanggil bantuan
d. Melakukan CPR secepatnya
e. Memberikan label hitam

43. Seorang pria dewasa yang sedang makan baso menunjukan tanda-tanda tersedak, mata melotot,
mulut terbuka dan tidak bersuara, kedua tangan memegang lehernya. Anda sebagai perawat akan
melakukan tindakan pertolongan dengan melakukan Heimlich maneuver. Apakah prinsip
tindakan Heimlich Manuever?
a. Mendorong benda asing keluar dari jalan nafas dengan tekanan udara yang tersisa pada
paruparu
b. Mendorong benda asing keluar dari jalan nafas dengan tekanan udara yang ada pada abdomen
c. Memberikan tekanan pada perut agar terjadi refleks muntah (mengeluarkan benda asing)
d. Mendorong benda asing keluar dari jalan nafas dengan teknik CPR
e. Mengeluarkan benda asing dengan cara mengorek bagian dalam mulut korban

44. Seorang laki-laki berusia 18 tahun yang mengikuti kegiatan konser terinjak-injak oleh penonton
lainnya, ia segera tak sadarkan diri dan dibawa oleh panitia konser ke Instalasi Gawat Darurat
Rumah Sakit terdekat. Perawat segera melakukan pengkajian dan menemukan hal-hal sebagai
berikut: Tanda-tanda vital: BP 80/palpasi, HR 143 x/mnt (cepat namun lemah), RR 35x/mnt;
Mental Status: Pasien tampak sangat gelisah, hanya mengigau; Inspeksi: Terdapat luka-luka lecet
pada tangan, kaki dan punggung pasien, tidak ada perdarahan masive yang tampak. Jejas
berwarna merah kebiruan nampak didaerah perut. Post pemasangan catheter urine output 0 cc;
Palpasi : Perut tampak disetended (Bengkak dan teraba keras).
Dari data diatas, pasien kemungkinan mengalami shock akibat perdarahan….
a. Internal
b. Midsternal
c. Eksternal
d. Tidak ada perdarahan
e. Otak

45. Seorang laki-laki berusia 18 tahun yang mengikuti kegiatan konser terinjak-injak oleh penonton
lainnya, ia segera tak sadarkan diri dan dibawa oleh panitia konser ke Instalasi Gawat Darurat
Rumah Sakit terdekat. Perawat segera melakukan pengkajian dan menemukan hal-hal sebagai
berikut: Tanda-tanda vital: BP 80/palpasi, HR 143 x/mnt (cepat namun lemah), RR 35x/mnt;
Mental Status: Pasien tampak sangat gelisah, hanya mengigau; Inspeksi: Terdapat luka-luka lecet
pada tangan, kaki dan punggung pasien, tidak ada perdarahan masive yang tampak. Jejas
berwarna merah kebiruan nampak didaerah perut. Post pemasangan catheter urine output 0 cc;
Palpasi : Perut tampak disetended (Bengkak dan teraba keras). Berdasarkan klasifikasi shock
hypovolemia, maka pasien ini berada pada kelas ....
a. Kelas 1 d. Kelas 4
b. Kelas 2 e. Kelas 5
c. Kelas 3

46. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat sebuah Rumah Sakit dengan
pisau yang masih tertancap pada dada kanannya, perawat melakukan pengkajian dan menemukan
data sebagai berikut: Konjungtiva tampak pucat, Capillary Refill Time (CRT) >3 detik, jumlah
nafas: 22 x/mnt, Nadi:110x/mnt. Tekanan Darah: 90/60 mmHg, Suara nafas tidak ada di dada
kanan, perkusi dada kanan: redup, ada peningkatan tekanan vena jugularis dan pergeseran trachea
minimal. Dari data diatas apakah kasus trauma dada yang dialami pasien?
a. Tamponade jantung
b. Tension Pneumothorax
c. Hematothorax masive
d. Flail Chest
e. Open Pneumothorax

47. Seorang laki-laki berusia 17 tahun ditusuk ketika sedang tawuran dan segera dibawa ke Instalasi
Gawat Darurat Rumah Sakit terdekat. Tidak didapati benda tertancap pada dada pasien, namun
tampak gelembung-gelembung udara dari luka sebesar 2 cm pada dada kiri pasien, pasien tampak
pucat dan gelisah, nadi 110 x/menit jumlah pernafasan lebih dari 30 kali per menit, tekanan darah
100/60 mmHg. Ada kecurigaan terjadinya open pneumotoraks. Sebagai seorang perawat di
Instalasi Gawat Darurat, apakah prosedur yang akan anda lakukan untuk menangani kondisi
pasien?
a. Memasang kasa plester 3 sisi (3 sides tape dressing)
b. Needle torachostomy
c. Pericardiocintesis
d. Chest tube
e. Balut tekan
48. Sebuah bus berpenumpang 40 orang terbalik di jalan tol. Anda adalah seorang petugas yang akan
melakukan triase. Bila ada menemukan korban perempuan usia dewasa dengan jumlah
pernafasan lebih dari 30 kali per menit, maka yang anda lakukan adalah….
a. memberikan O2 sebanyak 2 liter per menit via Binasal Cannula
b. memberikan label merah
c. memberikan label kuning
d. mengkaji nadi radialis dan Capillary Refill Time
e. Mengukur kadar saturasi korban
49. Sebuah bus berpenumpang 40 orang terbalik di jalan tol. Anda adalah seorang petugas yang akan
melakukan triase. Pertanyaan soal Anda menemukan pasien dewasa yang tidak bernafas. Sebagai
petugas triase lapangan, apakah yang akan anda lakukan?
a. Memberikan bantuan nafas mouth to mouth
b. Mengatur posisi leher/ kepala
c. Berteriak memanggil bantuan
d. Melakukan CPR secepatnya
e. Memberikan label hitam

50. Seorang pria dewasa yang sedang makan baso menunjukan tanda-tanda tersedak, mata melotot,
mulut terbuka dan tidak bersuara, kedua tangan memegang lehernya. Anda sebagai perawat akan
melakukan tindakan pertolongan dengan melakukan Heimlich maneuver.
Apakah prinsip tindakan Heimlich Manuever?
a. Mendorong benda asing keluar dari jalan nafas dengan tekanan udara yang tersisa pada
paruparu
b. Mendorong benda asing keluar dari jalan nafas dengan tekanan udara yang ada pada abdomen
c. Memberikan tekanan pada perut agar terjadi refleks muntah (mengeluarkan benda asing)
d. Mendorong benda asing keluar dari jalan nafas dengan teknik CPR
e. Mengeluarkan benda asing dengan cara mengorek bagian dalam mulut korban

51. Seorang laki-laki berusia 18 tahun yang mengikuti kegiatan konser terinjak-injak oleh penonton
lainnya, ia segera tak sadarkan diri dan dibawa oleh panitia konser ke Instalasi Gawat Darurat
Rumah Sakit terdekat. Perawat segera melakukan pengkajian dan menemukan hal-hal sebagai
berikut: Tanda-tanda vital: BP 80/palpasi, HR 143 x/mnt (cepat namun lemah), RR 35x/mnt;
Mental Status: Pasien tampak sangat gelisah, hanya mengigau; Inspeksi: Terdapat luka-luka lecet
pada tangan, kaki dan punggung pasien, tidak ada perdarahan masive yang tampak. Jejas
berwarna merah kebiruan nampak didaerah perut. Post pemasangan catheter urine output 0 cc;
Palpasi : Perut tampak disetended (Bengkak dan teraba keras). Dari data diatas, pasien
kemungkinan mengalami shock akibat perdarahan….
a. Internal
b. Midsternal
c. Eksternal
d. Tidak ada perdarahan
e. Otak

52. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat sebuah Rumah Sakit dengan
pisau yang masih tertancap pada dada kanannya, perawat melakukan pengkajian dan menemukan
data sebagai berikut: Konjungtiva tampak pucat, Capillary Refill Time (CRT) >3 detik, jumlah
nafas: 22 x/mnt, Nadi: 110x/mnt. Tekanan Darah: 90/60 mmHg, Suara nafas tidak ada di dada
kanan, perkusi dada kanan: redup, ada peningkatan tekanan vena jugularis dan pergeseran trachea
minimal. Dari data diatas apakah kasus trauma dada yang dialami pasien?
a. Tamponade jantung
b. Tension Pneumothorax
c. Hematothorax masive
d. Flail Chest
e. Open Pneumothorax

53. Seorang laki-laki berusia 17 tahun ditusuk ketika sedang tawuran dan segera dibawa ke Instalasi
Gawat Darurat Rumah Sakit terdekat. Tidak didapati benda tertancap pada dada pasien, namun
tampak gelembung-gelembung udara dari luka sebesar 2 cm pada dada kiri pasien, pasien tampak
pucat dan gelisah, nadi 110 x/menit jumlah pernafasan lebih dari 30 kali per menit, tekanan darah
100/60 mmHg. Ada kecurigaan terjadinya open pneumotoraks. Sebagai seorang perawat di
Instalasi Gawat Darurat, apakah prosedur yang akan anda lakukan untuk menangani kondisi
pasien?
a. Memasang kasa plester 3 sisi (3 sides tape dressing)
b. Needle torachostomy
c. Pericardiocintesis
d. Chest tube
e. Balut tekan

54. Seorang laki-laki usia 32 tahun terpasang intubasi dia akan dilakukan tindakan resusitasi jantung
sesuai dengan perbandingan kompresi dengan ventilasi pada RJP . Berapakah perbandingan
kompresi dengan ventilasi pada RJP ?
A. 30:2
B. 30:5
C. 15:2
D. 100:10
E. RJP Asinko

55. Seorang lai-laki usia 27 tahun, datang ke UGD diantar oleh keluarganya, berdasarkan pengkajian
klien kejang dan tidak sadarkan diri saat dilakukan pemeriksaan ditemukan nadi tidak teraba.
kondisi tersebut menggambarkan adanya gangguan pada …
Apakah masalah kondisi tersebut diatas?
a. Ventilasi
b. Transportasi
c. Pernapasan
d. Airway
e. Sirkulasi

56. Seorang laki-laki usia 52 tahun, dengan kondisi gelisah, tiba-tiba mengalami gagal jantung di
UGD. Manakah Urutan yang benar dalam menangani pasien henti jantung sesuai Guide Line
ACLS AHA 2010?
a. Cek kesadaran – panggil batuan – cek nafas – beri bantuan nafas 2x – cek nadi – kompresi
30:2
b. Cek kesadaran – panggil batuan – cek nafas – cek nadi – kompresi 30 – beri bantuan nafas 2x
c. Cek kesadaran – panggil batuan – cek nafas – beri nafas 2x – cek nadi – kompresi 30:2
d. Cek kesadaran – panggil batuan – cek nadi – beri nafas 2x – cek nafas – kompresi 30:2
e. Cek kesadaran – panggil batuan – cek nadi – kompresi 30:2

57. Seorang laki-laki usia 55 tahun, dengan henti jantung dan henti napas pada saat di lakukan quick
look hasil EKG ditemukan gambaran ventrikel fibrilasi. Apakah tindakan kedaruratan yang tepat
A. Memberikan terapi untuk meningkatkan kontraktilitas jantung
B. Memberikan defibrilasi
C. Melakukan resusitasi jantung paru
D. Memberikan terapi anti shock
E. Pemasangan oksigen dengan konsentrasi tinggi

58. Seorang laki-laki usia 55tahun pasien datang ke UGD klien mengalami penurunan kesadaran
berdasarkan pengkajian klien mempunyai riwayat penyakit DM,napas dalam dan cepat, tercium
bau keton, menurut keluarga sebelumnya pasien mengeluh nyerti kepala dan muntah muntah .
Apakah masalah kasus di atas?
A. Tirotoksikosis
B. Krisis adrenal
C. Miksedema
D. Diabetes ketoasidos
E. HHS

59. Seorang laki-laki usia 50 tahun datang ke UGD klien mengalami perubahan kesadaran
berdasarkan pengkajian klien mempunyai riwayat penyakit DM, , kulit kering, membrane mukosa
kering, turgor kulit turun, tachicardi, hipotensi, pernafasan shallow, gula darah 800mg/dl.
Apakah masalah kasus di atas?
A. Tirotoksikosis
B. Krisis adrenal
C. Miksedema
D. Diabetes ketoasidos
E. HHS

60. Seorang laki-laki 29 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas dan dibawa ke unit Gawat Darurat,
kondisi klien saat datang mengalami perdarahan dari mulut, hidung, telinga. Hasil pengkajian
didapatkan TD : hipotensi berat (70/50 mmHg), Nadi Carotis : sangat cepat, lemah, RR : cepat,
terdengar crakcles & wheezing, Kulit : dingin, pucat, cyanosis, tingkat kesadaran : coma, klien
dipasang catheher, namun Urine output : anuria, reflek2 hilang, nadi perifer tdk teraba. Apakah
masalah kasus di atas?
A. Hypovolemic Shock (Initial stage)
B. Hypovolemic Shock (compensatory stage)
C. Hypovolemic Shock (Irreversible stage)
D. Cardiogenic Shock
E. SepticShock

61. Seorang pelajar wanita 19 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas, dibawa ke unit Gawat Darurat
dengan kondisi : Tekanan Darah : normal cenderung turun, Nadi : 110 kali/mnt (cenderung naik),
RR : 18 kali/menit (normal), Kulit : dingin, dan pucat pada perifer, lembab, Status mental :
orientasi lambat, Urine output : turun, merasa haus, dan CRT lambat. Menurut hasil analisa
saudara. Apakah masalah utama pada kasus di atas?
A. Hypovolemic Shock (Initial stage)
B. Hypovolemic Shock (compensatory stage)
C. Hypovolemic Shock (Irreversible stage)
D. Cardiogenic Shock
E. Septic Shock

62. Seorang pria 52 tahun, dirawat di ruang intensif, dengan hasil kajian sebagai berikut : TD :
hipotensi, Nadi : cepat, terlihat distensi vena-vena tangan & leher , RR : cepat, auskultasi
terdengar : crakcles & wheezing, hasil thorax foto menunjukkan edema paru. Kulit teraba dingin,
lembab, pucat, cyanosis. Klien tampak gelisah, Urine output : oliguria – anuria, edema, CVP
naik, PCWP meningkat, dan dijumpai irama jantung : aritmia
Apakah masalah utama pada kasus di atas?
A. Hypovolemic Shock (Initial stage)
B. Hypovolemic Shock (compensatory stage)
C. Hypovolemic Shock (Irreversible stage)
D. Cardiogenic Shock
E. Neurogenik Shock (distributive shock)

63. Seorang laki-laki usia 52 tahun datang ke UGD setelah terjadi kecelakaan lalu lintas dengan
kesadaran menurun, klien tampak sesak pernapasan cepat dan dangkal ditemukan pernapasan
paradoksial, klien tampak pucat, tekanan darah menurun dan nadi cepat berdasarkan hasil thorax
foto ditemukan adanya 3 buah fraktur pada tulang iga 4,5,6
Apakah masalah utama keperawatan pada kasus di atas?
A. fraktur iga
B. pneumothorak
C. hemopneumothorak
D. flail chest
E. kontusio paru
64. Seorang laki-laki usia 20 tahun, datang ke UGD klien tampak sesak klien mengeluh kadang-
kadang nyeri pada daerah punggung, berdasarkan pengkajian klien mengatakan klien mempunyai
riwayat tbc, dan tidak patuh dalam mengkonsumsi obat-obatan berdasarkan hasil thorak foto
ditemukan adanya udara pada lapisan pleura sekita 10 %
Apakah masalah kepaerawatan yang tepat pada kasus di atas?
A. pneumotorak terbuka
B. pneumothorak spontan
C. kontusio paru
D. hemothorak
E. effuse pleura

65. Seorang perempuan usia 30 tahun jatuh dari motor dengan posisi tengkurap ditemukan adanya
jejas pada daerah dadanya, klien mengelaurkan darah pada daerah mulut dan hidungnya klien
datang ke UGD dengan kesadaran menurun, berdasarkan hasil thorak foto ditemukan adanya
caiaran pada daerah alveolus dan bronchioles terminalis
Apakah masalah yang tepat pada kasus di atas?
A. pneumotorak terbuka
B. pneumothorak spontan
C. kontusio paru
D. hemothorak
E. effuse pleura

66. Seorang atlet sepeda gunung mengalami kecelakaan pada saat berkompetisi. Hasil pengkajian
fisik awal, didapatkan pasien masih sadar namun mengeluh nyeri dan kehilangan kemampuan
untuk menggerakan anggota tubuh bagian bawah.
Alat apakah yang diperlukan oleh paramedic untuk mengevakuasi pasien?
a. Portable stretcher
b. Scoop stretcher
c. Basket stretcher
d. Flexible stretcher
e. Backboard

67. Seorang pemuda berusia 18 tahun di larikan ke rumah sakit, keluarga yang mengantarnya
mengatakan bahwa pasien kemungkinan mengalami over dosis heroin. Saat dikaji pasien tidak
sadar, kulit dingin dan kebiruan serta terlihat tanda bekas tusukan jarum pada lengan. Respirasi
pasien 4x/menit, nadi teraba lambat dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda trauma baik di
kepala ataupun leher. Tindakan apa yang dilakukan oleh perawat?
a. Head tilt-chin lift dan baging 10 – 12 x/menit
b. Cross finger dan finger sweep
c. Jaw thrust dan baging 2 x/menit
d. Melakukan kompresi dada 30 x/menit dan baging 2 x/menit
e. Melakukan pernafasan buatan

68. Seorang laki-laki 38 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri pada bagian tengah dadanya
yang terasa seperti tertindih benda berat. Nyeri tersebut tidak hilang selama lebih dari 30 menit
dan menjalar ke kedua tangannya.
Tindakan apa yang dapat dilakukan secara mandiri oleh perawat?
a. Memberikan morfin untuk menghilangkan nyeri
b. Memberikan oksigen melalui masker non-rebreathing
c. Memposisikan pasien semi fowler
d. Memberikan nitroglycerin
e. Memberikan aspirin
69. Seorang wanita 24 tahun tergeletak di pinggir jalan akibat tertabrak mobil saat menyebrang. Saksi
mata mengatakan bahwa mobil yang menabraknya berjenis sedan. Cedera apa saja yang dapat
kita prediksi dari kecelakaan tersebut?
a. Dislokasi bahu
b. Cedera kompresi tulang belakang
c. Cedera pada pelvis
d. Cedera pada kedua kaki bagian bawah
e. Dislokasi pinggul

70. Dalam sebuah kecelakaan beruntun di jalan tol, satu tim emergency di kerahkan menuju lokasi
kejadian. Banyak korban luka-luka dan darah berceceran di lokasi. Sebelum melakukan
pengkajian, tindakan apa yang harus anda lakukan pertama kali?
a. Menghitung jumlah korban
b. Melindungi diri dengan mempertimbangkan body substance isolation precaution
c. Memperkirakan apakah perlu untuk meminta tambahan bantuan
d. Menentukan cedera yang dialami korban
e. Menanyakan kronologi kejadian

71. Rapid trauma assessment dilakukan apabila dicurigai adanya cedera sekunder dan pasien yang
semula stabil menjadi tidak stabil. Apa yang dimaksud dengan rapid trauma assessment?
a. Memeriksa pasien dari head to toe untuk mencari cedera
b. Memeriksa riwayat medikasi pasien
c. Pengkajian riwayat kesehatan pasien
d. Pengkajian mekanisme cedera
e. Pengkajian spesifik terhadap lokasi cedera

72. Seorang laki-laki usia 37 tahun masuk IGD karena kesulitan bernafas. Pengkajian fisik awal
pasien delirium, terdengar stridor, TD: 130/80 mmHg, N: 90x/menit, R: 8x/menit, S: 36ºC. Kulit
terlihat pucat, kebiruan dan teraba dingin. Intervensi apa yang tidak boleh dilakukan kepada
pasien?
a. Memasang pulse oksimetri
b. Melakukan baging
c. Memasang oral airway
d. Memberikan cairan intravena
e. Memberikan oksigen via nasal canul

74. Tn X 30 tahun di rawat diruang bedah dewasa. Pada saat pengkajian ditemukan data pernafasan
paradoksal pada iga, klien merasa sesak nafas, nyeri, dan keluhan bertambah berat. Tanda vital
Rr: 30x/mnt, HR 110x/mnt, TD 130/80 MmHg.
Apakah prioritas utama diagnosa keperawatan pada kasus di atas
A. Pola nafas tidak efektif
B. Gangguan pertukaran gas
C. Nyeri akut
D. Bersihan jalan nafas tidak efektif
E. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan

75. Seorang laki-laki usia 44 th di bawa ke IGD dengan kondisi tidak sadar. Dari pengkajian di
peroleh data bunyi nafas stridor karena lidah terjatuh, tidak ada tanda trauma cervikal : 100/80
mmHg, nadi: 88x/menit, pernafasn : 20 x/menit.
Bagaimana tindakan yang harus dilakukan untuk membuka jalan nafas pada klien tersebut
A. Posisikan kepala hiper ektensi
B. Manufer heimlich
C. Cross finger
D. Jaw thrust
E. Pemasangan Oropharingeal airway
76. Seorang laki-laki berusia 43 tahun di antar ke IGD oleh keluarganya dengan keluhan sesak nafas.
dari hasil pengkajian diperoleh data pasien suara nafas whezing, TD : 120/70 mmHg, N:
74x/menit, pernafasan 28x/menit, suhu : 36°C. Riwayat penyakit dahulu Asma Bronkhiale.
Apakah tindakan keperawatan yang pertama harus segera dilakukan untuk mengatasi masalah di
atas?
A. Posisikan pasien semi fowler
B. Kolaborasi pemberian O2
C. Kolaborasi pemberian bronkodilator
D. Mengajarkan batuk efektif
E. Mengkaji status respirasi

77. Seorang pasien datang dengan ruptur arteri radialis akibat tertusuk pisau yang mengakibatkan
perdarahan hebat. Apa yang harus anda lakukan untuk menghentikan perdarahan? Kasus
dilapangan
A. Klem arteri
B. Balut tekan
C. Ikat dengan benang
D. Torniquette
E. Gunakan couter

78. Tn. B datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri yang menjalar ke
bahu, punggung, dan lengan kiri. Pada pemeriksaan tanda – tanda vital didapatkan data : TD
140/90 mmHg, Nadi 110x/menit, RR 32x/menit pernafasan cepat dan dangkal, kulit dingin dan
berkeringat. Apa pemeriksaan lanjutan penting yang pertama dilakukan perawat ?
A. EKG
B. Enzim jantung
C. Darah rutin
D. Rontgen dada
E. Echo

79. Seorang bayi perempuan berusia 6 bulan dibawa ke UGD dengan keluhan mencret sejak 7 hari
yang lalu. Saat dikaji, bayi mengalami penurunan kesadaran, suhu 38,8 derajat celcius, frekuensi
nadi 140x/menit, frekuensi nafas 50x/menit, berat badan 5 kg (sebelum sakit 6,5 kg), fontanela
anterior cekung. Bayi tidak nafsu makan. Apakah masalah keperawatan prioritas pada bayi
tersebut?
A. Diare
B. Defisit volume cairan
C. Penurunan kesadaran
D. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
E. Nausea

80. Seorang pria berusia 54 tahun dibawa ke IGD karena mengalami penurunan kesadaran, keluarga
mengatakan klien sebelumnya muntah-muntah selama 3 hari, dan memiliki riwayat diabetes
mellitus. klien terlihat gelisah, turgor kulit menurun, tekanan darah 100/90 mmHg, nadi
120x/menit, suhu 370C, Respirasi 30x/menit, nafas cepat dan dalam, gula darah 789 gr/dl, Ureum
75, kreatinin 2,8. Apakah tindakan utama untuk mengatasi kondisi pasien tersebut?
A. Memulihkan keseimbangan cairan dan elektrolit
B. Memulihkan efektifitas pertukaran gas
C. Memulihkan tingkat kesadaran
D. Memulihkan kestabilan gula darah
E. Memulihkan fungsi ginjal

81. Seorang lelaki berusia 50 tahun terjebak di dalam sebuah rumah yang terbakar selama 5 menit.
Klien berhasil dikeluarkan oleh tim penyelamat. Posisi klien saat ini telah di lahan terbuka. Pasien
gelisah dan nafas cepat serta dalam. Apakah tindakan utama untuk mengatasi kondisi pasien
tersebut?
A. Melonggarkan pakaian
B. Ditutupi dengan selimut basah
C. Memberikan posisi semi fowler
D. Memberikan nafas mouth to mouth
E. Memberikan minum air putih yang banyak

82. Di Unit Gawat Darurat, datang pasien akibat kecelakaan lalulintas secara bersamaan. Ny. A :
berteriak-teriak, perdarahan dikaki kanannya, Tn B : Diam, Perdarahan dari kepala, Tn. C :
mengeluh nyeri dada sejak 2 jam yang lalu, dan Ny D : mengeluh sesak berat dan terlihat gelisah.
Prioritas pasien manakah yang harus ditolong lebih dahulu ?
A. Ny, A
B. Tn, B
C. Tn, C
D. Ny, D

83. Pada saat melakukan tindakan RJP seorang perawat dapat menghentikan tindakan RJP tersebut
apabila ada indikasi – indikasi tertentu. Apa indikasi didihentikannya tindakan RJP ?
A. Pasien belum sadar
B. Pupil kontriksi
C. Reflex cahaya negatif
D. Pasien napas spontan
E. RJP dilakukan lebih dari 30 menit

84. Seorang laki-laki berusia 23 tahun, dibawa ke IGD karena kecelakaan lalu lintas. Dari hasil
pengkajian diperoleh data ; luka terbuka di pelipis dengan perdarahan yang hebat, penurunan
kesadaran, BP 90/60 mmHg, suhu 36 celcius, frekuensi nadi 110x/mnt, frekuensi nafas 30x/mnt,
ekstremitas dingin dan pucat, oliguri dan capilari refill time > 2 detik.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
A. Pasang IV line
B. Berikan O2
C. Berikan transfuse darah
D. Pasang intubasi
E. Hentikan perdarahan

85. Seorang perempuan berumur 45 tahun dibawa ke UGD karena kecelakaan. Setelah beberapa jam
di UGD korban tidak sadarkan diri, Korban menglami henti nafas dan henti jantung. Setelah
perawat menggunakan APD dan Cek respon pasien. Apakah tindakan utama yang harus anda
dilakukan ?
A. Meminta Pertolongan
B. Posisikan Pasien
C. Periksa Circulation
D. Periksa Airway

86. Seorang wanita usia 19 tahun datang ke UGD dengan keluhan muntah muntah setelah minum
obat serangga. Kesadaran klien mulai menurun dan tercium bau obat serangga yang menyengat.
Tindakan keperawatan manakah yang efektif untuk mencegah semakin beratnya keadaan klien
tersebut?
A. Lakukan Suction dan berikan oksigen
B. Bebaskan jalan nafas dengan jawtrust
C. Pasang NGT dan lakukan bilas lambung
D. Pasang infus dua jalur dengan jarum besar
E. Gunakan endotracheal tube untuk membuka jalan nafas

87. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami peningkatan kerja miokard, Hasil pemeriksaan
Echo cardiogram menunjukkan hasil perfusi 85%. Apakah intervensi yang tepat untuk kasus
diatas ?
A. Pengaturan posisi
B. Istirahat yang cukup
C. Pemberian terapi oksigen
D. Kolaborasi pemberian anti koagulan
E. Kolaborasi pemberian terapi analgetik-narkotik

88. Seorang laki-laki datang ke UGD datang dengan kondisi tidak sadarkan diri yang disertai dengan
henti nafas dan henti jantung. Pada saat di periksa gambaran EKG yang muncul adalah
idioventrikuler. Pada gambaran EKG di atas apakah yang anda lakukan pertama kali setelah
mengaktifkan sistem emergency?
A. Pasang infuse
B. BHD 30:2
C. DC Syok
D. Pasang ETT
E. Cek TTV

89. Seorang laki-laki umur 58 tahun datang ke IGD dengan diagnosis KAD. Berdasarkan pengkajian
ditemukan napas pasien bau keton, hasil laboratorium GDS 468 mg/dL, terdapat benda keton,
HCO3- 16 mEq/L, pH 7.24, PCO2 36 mmHg.
Berdasarkan hasil analisa gas darah, interpretasi keseimbangan asam basa darah pasien yaitu?
a. Asidosis metabolik murni
b. Alkalosis respiratorik murni
c. Asidosis metabolik terkompensasi
d. Alkalosis respiratorik terkompensasi
e. Asidosis metabolik tak terkompensasi

90. Seorang laki-laki usia 32 tahun mengalami kecelakaan motor, daerah suprapubik mengalami
benturan yang sangat keras. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan jejas di daerah
suprapubik, keluar darah dari OUE, klien mengeluh nyeri saat buang air kecil, ekspresi tampak
meringis kesakitan, setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan adanya rupture vesika urinaria.
Apakah diagnosa keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas ?
a. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan kontraktur
b. Gangguan pola eliminasi urin berhubungan dengan adanya obstruksi
c. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan faktor mekanik
d. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik
e. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif

91. Seorang laki-laki usia 40 tahun tiba-tiba tidak sadarkan diri setelah melakukan olah raga
badminton. Setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan denyut nadi carotis, tidak terlihat
pengembangan dada, dan tidak terasa adanya hembusan nafas.
Apakah tindakan yang tepat untuk laki-laki tersebut?
a. Pasang EKG
b. Berikan oksigen
c. Kolaborasi pemberian analgetik
d. Anjurkan untuk tirah baring
e. Lakukan resusitasi jantung paru

92. Seorang laki-laki berusia 32 tahun, datang di UGD dengan luka tusuk pada bagian dada, pasien
nampak kesulitan bernapas, terdapat tarikan otot interkostalis saat bernafas. Tekanan darah
140/70 mmHg. Nadi : 80 kali permenit, Suhu : 37,50 C Pernapasan : 30 kali/menit. Saat
dilakukan pemeriksaan terdapat hembusan udara dari luka bekas tusukan.
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat dengan segera?
a. Menutup rapat luka dengan kasa lembab
b. Memasang balutan 3 sisi
c. Membiarkan luka tetap terbuka
d. Melakukan penjahitan pada luka
e. Mengompres luka dengan NaCl 0,9%

93. Seorang laki-laki umur 56 tahun, dirawat dengan keluhan lemah, mual, sesak napas. Hasil
pengkajian didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg, Nadi 84 x/menit, pernapasan 26 x/menit,
kedua kaki edema, tampak pembesaran vena jugularis, telah dilakukan pemasangan CVP (central
venous pressure) dengan ketinggian cairan pada manometer 14 mmHg, urin tampung 450 ml/24
jam. Prioritas tindakan monitoring yang dilakukan oleh perawat pada pasien tersebut di atas ?
a. Pantau kebutuhan aktivitas
b. Pantau kebutuhan istirahat
c. Pantau balance cairan
d. Pantau pemenuhan nutrisi
e. Pantau pola napas pasien

94. Seorang laki-laki berusia 40 th dibawa ke Instalasi gawat darurat oleh polisi. Data yang
ditemukan : kesadaran menurun, pasien membuka mata saat dirangsang dengan nyeri, respon
bicara merintih/mengerang kesakitan, respon motorik fleksi abnormal/dekortikasi, akral teraba
dingin, terdapat perdarahan pada telinga. Berapa nilai GCS pada kasus diatas?
a. 5
b. 7
c. 9
d. 11
e. 13

95. Pada kejadian kecelakaan, terdapat lima korban jiwa. Korban pertama mengalami trauma
abdomen dan fraktur femur terbuka dengan perdarahan terkontrol, korban kedua mengalami
multiple trauma, korban ketiga setelah dicek tidak ada nadi dan nafas serta sudah medriasis total,
korban keempat mengalami memar dan adanya laserasi dan korban kelima terdapat tanda-tanda
syok dan obstruksi jalan nafas. Berdasarkan 4 kategori sistem triage, korban manakah yang
terlebih dahulu di tolong?
a. Korban pertama yang mengalami trauma abdomen dan fraktur femur terbuka dengan
perdarahan terkontrol
b. Korban kedua yang mengalami multiple trauma.
c. Korban ketiga yang setelah dicek tidak ada nadi dan nafas serta sudah medriasis total
d. Korban keempat yang mengalami memar dan adanya laserasi
e. Korban kelima yang terdapat tanda-tanda syok dan obstruksi jalan nafas

96. Seorang laki-laki berusia 24 tahun dirawat di ruang ICU setelah mengalami kecelakaan yang
cukup parah. Ditemukan fraktur terbuka pada femur sinistra dan humerus dekstra, terdapat jejas
di dada kanan. Saat perawat melakukan observasi, pasien mendadak pingsan dan henti napas.
Apakah tindakan yang harus segera dilakukan pada pasien tersebut?
a. Memasang O2 nasal kanul 3 liter permenit
b. Melakukan resusitasi jantung paru
c. Memeriksa nadi karotis
d. Memasang endotracheal tube
e. Melakukan jaw trust manuver

97. Seorang remaja usia 17 tahun dibawa ke Instalasi Gawat Darurat karena kecelakaan lalu lintas,
saat dilakukan pengkajian didapatkan data : terdapat fraktur terbuka di daerah femur dekstra,
Tekanan darah 90/60 mmHg, Nadi : 110 kali/menit irreguler, kondisi umum lemah, Suhu : 36o C,
Respirasi 28 kali/menit, akral dingin.
Apa tindakan yang harus perawat lakukan dengan segera?
a. Memanggil dokter
b. Memberikan oksigen nasal
c. Memasang infus 20 tetes per menit
d. Memasang infus 2 jalur diloading
e. Memposisikan kepala ekstensi

98. Seorang pria usia 63 tahun dirawat di rumah sakit karena CKD. Klien mengeluh bengkak
terutama pada tangan, kaki dan wajah. Klien juga mengalami penurunan nafsu makan dan mual.
Klien minum 700 cc / 24 jam. Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan klien tampak pucat,
terdapat oedem periorbita dan ekstremitas. Jumlah urin 200 cc / 24 jam. Tanda – tanda vital T:
160/80 mmHg, nadi : 88 x/mnt, S : 36 C, RR : 20x/mnt. Dari hasil pemeriksaan laboratorium
didapatkan: ureum : 170, kreatinin: 14,10, Hb 6 gr%. Klien mendapat cairan infus NaCl
500cc/24 jam. Diagnosa keperawatan utama pada klien di atas adalah ?
a. Kelebihan volume cairan
b. Intoleransi aktivitas
c. Gangguan body image
d. Pola nafas tidak efektif
e. Gangguan perfusi jaringan perifer

99. Seorang pasien trauma kepala karena kecelakaan, koma, dirawat di Intensive Care Unit, setelah
mengetahui hasil pemeriksaan dari tim dokter dan hasil laboratorium pasien harus segera
dioperasi. Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, keluarga menolak dengan alasan bahwa
kemungkinan ada gejala sisa. Akhirnya perawat dan tim menerima keputusan pasien.
Apakah konsep etik keperawatan yang sesuai dengan tindakan perawat dan tim?
A. Justice
B. Freedom
C. Autonomy
D. Nonmaleficence
E. Benefiecence

100.Seorang wanita post partum dirujuk ke IGD, klien mengalami penurunan kesadaran, hasil
pemeriksaan fisik klien tampak pucat, akral dingin, RR 30 kali/menit. Nadi 100 kali/menit. TD
100/70 mmHg, konjunctiva anemis. Apakah masalah keperawatan yang muncul pada kasus di
atas?
A. Intoleran aktivitas
B. Tidak efektif jalan nafas
C. Kerusakan pertukaran gas
D. Tidak efektif perfusi jaringan
E. Risiko tinggi syok hipovolemi
101.Seorang pasien datang ke IGD dengan keluhan sesak, sebelum di bawa ke IGD klien sedang
melaksanakan camping di Burangrang. Hasil pemeriksaan fisik TD 130/90 mmHg, nadi 90
kali/menit, Suhu 37 derajat Celcius, RR 35 kali/menit, terdengar suara wheezing, terlihat
pernafasaan cuping hidung, retaksi interkostal. Apakah masalah keperawatan pada kasus di atas ?
A. Resiko tinggi injuri
B. Tidak efektif jalan nafas
C. Kerusakan pertukaran gas
D. Tidak efektif perfusi jaringan
E. Resti tidak efektif perfusi jaringan

102. Seorang laki-laki tiba-tiba terjatuh sambil memegang dada sebelah kiri di lorong rumah sakit.
Perawat kemudian meminta bantuan kepada perawat lain. Apakah pengkajian selanjutnya yang
harus di lakukan ?
A. Cek circulation
B. Cek breathing
C. Cek disability
D. Cek respon
E. Cek airway

103. Seorang laki-laki tiba-tiba hilang kesadaran. Ketika di cek, nadi (-). Perawat melakukan RJP
selama 5 siklus. Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan?
A. Cek GCS
B. Cek respon
C. Cek airway
D. Cek breathing
E. Cek circulation

104.Seorang klien mengeluh nyeri dada. Berdasarkan hasil pemeriksaan nyeri menyebar ke bahu kiri.
Klien didiagnosa STEMI OMI Killip 4, terdapat edema di sacrum.
Dimanakah letak edema lainnya yang harus diperiksa?
a. Femur
b. Telinga
c. Torakal
d. Abdomen
e. Eksterimitas

105. Seorang pasien laki-laki, 56 tahun dirawat di rumah sakit hari ke- 5 hari karena stroke. Hasil
pengkajian GCS 9, TD 160/100 mmHg, frekuensi nafas 24 kali/menit, nadi 80 kali/menit, dan
suhu 38 derajat Celcius, cairan lambung berwarna hitam. Terpasang ventilator, terpasang NGT.
Apakah tindakan keperawatan berdasarkan kasus di atas?
A. Oral hygiene
B. Bilas lambung
C. Berikan nutrisi
D. Berikan oksigen
E. Berikan kompres

106. Seorang pasien 56 tahun dirawat di ruang intensive karena mengalami stroke. Hasil pengkajian
GCS 9, TD 160/100 mmHg, frekuensi nafas 24 kali/menit, nadi 80 kali/menit dan suhu 38
derajat Celcius, terpasang ventilator, terpasang NGT. Hasil CT Scan pasien mengalami
perdarahan intracranial. Bagaimanakah posisi tidur pasien yang tepat pada kasus di atas?
A. Sejajar batang tubuh
B. Head up 30 derajat
C. Trendelenberg
D. Semi fowler
E. Sim

107. Seorang pasien dibawa ke instalasi gawat darurat dengan keluhan nyeri dada. Berdasarkan hasil
pengkajian klien mengeluh nyeri dada menyebar ke seluruh area bahu sebelah kiri. Terdapat
kenaikan CKMB dan Troponin T serta hasi EKG : ST Elevasi. Apakah masalah keperawatan
pada pasien di atas ?
A. Nyeri akut
B. Perubahan pola nafas
C. Kerusakan mobilitas fisik
D. Penurunan curah jantung
E. Tidak efektif perfusi jaringan

108. Seorang pasien di rawat di ICU, terpasang ventilator, pagi-pagi jam 06.00 diambil darah untuk
pemeriksaan Analisa Gas darah. Hasil analisa gas darah di dapatkan pH 7.2 pCO2 56mmHg
HCO3 24 mEq/L BE 2. Apakah interpretasi hasil dari pemeriksaan analisa gas darah ?
A. Asidosis respiratorik
B. Asidosis metabolic
C. Alkalosis respiratorik
D. Alkalosis metabolic
E. Alkalosis campuran

109. Seorang perawat dinas pagi di ruang intensive mengambil darah arteri untuk menganalisa gas
darah. Perawat menyiapkan alat, mencuci tangan, kemudian menggunakan sarung tangan steril
Apakah tahapan selanjutnya yang harus dilakukan oleh perawat ?
A. Insersi jarum pada sudut 30 derajat
B. Tarik jarum dengan menekan area suntikan
C. Identifikasi kembali titik maksimum denyut nadi
D. Aspirasi perlahan kemudian ambil 0.6 ml darah
E. Bersihkan area dengan menggunakan chlorhexidine dalam alcohol 70%

110. Seorang pasien datang ke RS, klien terpasang ventilator, pagi-pagi jam 06.00 diambil darah
untuk pemeriksaan Analisa Gas darah. Hasil analisa gas darah di dapatkan pH 7.2 pCO2 48
mmHg HCO3 14 mEq/L BE 2. Apakah intervensi keperawatannya pada kasus di atas ?
A. Berikan oksigen
B. Berikan masker rebreathing
C. Berikan postural darainage
D. Berikan bikarbonat
E. Berikan resusitasi cairan

111. Seorang laki-laki tiba-tiba hilang kesadaran. Ketika di cek, nadi (-). Perawat melakukan RJP
selama 5 siklus. Kemudian setelah di cek nadi (+). Apakah tindakan selanjutnya yang harus
dilakukan?
A. Cek airway
B. Cek respon
C. Posisi mantap
D. Cek breathing
E. Cek circulation
112. Tn X 30 tahun di rawat diruang bedah dewasa. Pada saat pengkajian ditemukan data pernafasan
paradoksal pada iga, klien merasa sesak nafas, nyeri, dan keluhan bertambah berat. Tanda vital
Rr: 30x/mnt, HR 110x/mnt, TD 130/80 MmHg. Apakah prioritas utama diagnosa keperawatan
pada kasus di atas
a. Pola nafas tidak efektif
b. Gangguan pertukaran gas
c. Nyeri akut
d. Bersihan jalan nafas tidak efektif
e. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan

113. Seorang laki-laki usia 44 th di bawa ke IGD dengan kondisi tidak sadar. Dari pengkajian di
peroleh data bunyi nafas stridor karena lidah terjatuh, tidak ada tanda trauma cervikal : 100/80
mmHg, nadi: 88x/menit, pernafasn : 20 x/menit. Bagaimana tindakan yang harus dilakukan
untuk membuka jalan nafas pada klien tersebut
a. Posisikan kepala hiper ektensi
b. Manufer heimlich
c. Cross finger
d. Jaw thrust
e. Pemasangan Oropharingeal airway

114. Seorang laki-laki berusia 43 tahun di antar ke IGD oleh keluarganya dengan keluhan sesak
nafas. dari hasil pengkajian diperoleh data pasien suara nafas whezing, TD : 120/70 mmHg, N:
74x/menit, pernafasan 28x/menit, suhu : 36°C. Riwayat penyakit dahulu Asma Bronkhiale.
Apakah tindakan keperawatan yang pertama harus segera dilakukan untuk mengatasi masalah di
atas?
a. Posisikan pasien semi fowler
b. Kolaborasi pemberian O2
c. Kolaborasi pemberian bronkodilator
d. Mengajarkan batuk efektif
e. Mengkaji status respirasi

115. An. A (20 Thn), di bawa ke IGD dengan riwayat keracunan detergen : Rinso, akibat percobaan
bunuh diri. Hasil pemeriksaan menunjukan : penurunan kesadaran dengan GCS : E2M3V4, lidah
jatuh ke belakang, bunyi nafas : Stridor, tanda-tanda syok (+) : Nadi lemah irreguler, PCO2↑
Manakah tindakan perawat yang merupakan prioritas utama, yang pertama kali dilakukan
a. Pemasangan NGT : Bilas Lambung
b. Bebaskan jalan nafas
c. Berikan farmakologi : Antibiotik
d. Berikan hidrasi intravena
e. Berikan O2 10 lt, via masker non rebreathing

116. Otak kekurangan Oksigen dlm 6-8 mnt, Terjadi gangguan fungsi sel, Sifat Reversible
Dari pemaparan diatas termasuk dalam ?
a. Tanda – tanda Kehidupan
b. Tanda – tanda kematian
c. Tanda Mati Klinis
d. Tanda Mati Biologis
e. Tanda Mati Suri

117. Tn. B umur 65 tahun dirawat di Rumah Sakit Husada dengan diagnosa medis Acut Miocard
Infark. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan gambar seperti diawah ini :
Apakah nama dari kelainan gambaran EKG Tn. B tersebut di atas?
a. Elevasi segment ST
b. Depresi segment ST
c. Gelombang Q patologis
d. Gelombang T inverted
e. PR interval memanjang

118. Seorang pasien datang dengan ruptur arteri radialis akibat tertusuk pisau yang mengakibatkan
perdarahan hebat. Apa yang harus anda lakukan untuk menghentikan perdarahan? Kasus
dilapangan
a. Klem arteri
b. Balut tekan
c. Ikat dengan benang
d. Torniquette
e. Gunakan couter

119. Tn. B datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri yang menjalar ke
bahu, punggung, dan lengan kiri. Pada pemeriksaan tanda – tanda vital didapatkan data : TD
140/90 mmHg, Nadi 110x/menit, RR 32x/menit pernafasan cepat dan dangkal, kulit dingin dan
berkeringat. Apa pemeriksaan lanjutan penting yang pertama dilakukan perawat ?
a. EKG
b. Enzim jantung
c. Darah rutin
d. Rontgen dada
e. Echo

120. Seorang Laki-laki (40 tahun) mengidap Ca Colon stadium akhir, pasien dirawat di rumah sakit
dengan keluhan kesakitan yang sangat. Istri pasien meminta perawat untuk memberikan
tambahan dosis obat untuk mengurangi nyeri yang dialami oleh pasien. Pasien mendapat therapy
morphin yang menimbulkan adiksi dan bila berlebihan dapat menimbulkan depresi sistem
pernafasan. Perawat menolak permintaan keluarga pasien. Apa yang dilakukan oleh perawat
pada kasus di atas berdasarkan pada prinsip etik?
a. Beneficence dan justice
b. Otonomi dan Beneficence
c. Non maleficence dan veracity
d. Non maleficence dan otonomi
e. Beneficence dan non maleficence

121. Jenis pemeriksaan laboratorium apakah yang prioritas dilakukan untuk mengetahui apakah
pasien mengalami penurunan perpusi jaringan dan adannya penurunan pengiriman oksigen atau
utilitas oksigen?
a. Laktat
b. Elektrolit
c. Hematokrit (Ht)
d. Hemoglobin (Hb)
e. BUN dan Kreatinin

122. Seorang Laki-laki (35 tahun) di rawat di ruang penyakit dalam, dan baru di diagnosa Gagal Ginjal
Kronik. Pasien mengeluh sesak nafas. Pasien menolak dilakukan tindakan kesehatan apapun,
dan mengatakan mengapa harus aku?, pasien mengurung diri dan menolak bertemu siapapun.
Apakah yang sedang dialami pasien pada kasus di atas berdasarkan pendekatan teori kehilangan?
a. Denial
b. Anger
c. Bergaining
d. Acceptance
e. Depresi

123. Seorang laki-laki berusia 67 tahun, datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri dada lebih
dari 30 menit, sakit dirasakan 12 jam yang lalu. Pada saat dilakukan pengkajian tiba-tiba pasien
tidak sadar, dan didapatkan gambaran EKG; Berdasarkan kasus diatas maka tindakan
keperawatan yang tepat yang diberikan oleh perawat selanjutnya adalah
a. Menilai respon dengan cara memanggil korban, menepuk bahu korban/mencubit
korban
b. Memeriksa tidak adanya nadi dengan mempalpasi arteri karotis
c. Memberikan terapi pemberian O2
d. Memberikan kompresi 30 kali
e. Membuka jalan nafas

124. Seorang wanita berusia 60 tahun, dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU), dengan penurunan
kesadaran, dari hasil pengkajian didapatkan data pasien memiliki riwayat hipertensi sudah 5
tahun menurut suami pasien, kesadaran koma, GCS ; E1M1VT, tekanan darah; 120/70 mmHg,
frekuensi nadi; 76 x/menit, Suhu; 36,50C, frekuensi nafas; 30x/menit, Saturasi Oksigen; 98%,
suara nafas ronchi pada lapang paru sebelah kanan, terpasang alat bantu pernafasan ventilator,
pupil anisokor, pada hasil pemeriksaan CT Scan didapatkan perdarahan di area batang otak,
tampak edema pada ekstremitas .
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
a. Gangguan keseimbangan cairan
b. Gangguan perfusi cerebral
c. Penurunan curah jantung
d. Pola nafas inefektif
e. Intoleransi aktivitas

125. Laki-laki usia 40 tahun, dirawat di Ruang Cardiac ICU dengan diagnosa gagal jantung.
Gambaran EKG dimonitor menunjukkan gambaran sebagai berikut :
Disebut apakah kelainan pada pasien tersebut ?
a. Ventrikular takikardi
b. VES Trigemini
c. VES Bigemini
d. Third degree AV block
e. Second degree AV block

126. Seorang laki-laki usia 70 tahun diantar ke IGD dengan penurunan kesadaran akibat nyeri dada
yang menjalar ketangan kiri, sejak 30 menit yang lalu. Pada saat dilakukan pemeriksaan EKG
ditemukan gambaran ventrikel tachicardia (VT). Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada
pasien tersebut?
a. Berikan adrenalin 1 mg intravena
b. Lakukan RJP 30 : 2
c. Lakukan DC syok 360 joule
d. Berikanamiodaron 300 mg intra vena
e. Pasanginfusduajalur
127. Laki-laki Usia 27 tahun dibawa ke UGD karena kecelakaan lalu lintas. penderita melakukan
gerakan menarik anggota badan bila dirangsang, suara tidak jelas, dan tidak dapat membuka
mata biarpun dirangsang. Berapa penilaian GCS pada pasien di atas?
a. 10
b. 9
c. 8
d. 7
e. 6

128. Seorang laki-laki usia 46 tahun, datang ke Unit Gawat Darurat. Menurut penolong yang
membawa ke UGD, pasien tersebut mengalami kecelakaan jatuh dari atap rumahnya pada saat
membetulkan atap rumahnya yang bocor. Pada saat pengkajian diketahui bahwa pasien tersebut
mengalami penurunan kesadaran dan lidah mengalami prolaksus ke belakang. Apakah tindakan
selanjutnya yang harus dilakukan pada pasien tersebut?
a. Buka jalan napas
b. Berikan napas buatan
c. Pasang terapi infus
d. Berikan terapi oksigen
e. Cek respon pasien

129. Seorang laki-laki berusia 65 tahun dibawa oleh keluarga ke unit emergensi. Laki-laki tersebut
terlihat tidur namun membuka mata saat diberi rangsangan dengan suara keras, melakukan gerak
menarik dari sumber rangsang dan suaranya tidak mengandung arti. Berapakah nilai kesadaran
(GCS) pasien di atas?
a. E2M2V2
b. E3M2V2
c. E3M3V3
d. E3M4V3
e. E4M3V3

130. Seorang Wanita berusia 52 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri dada, nyeri
dirasa seperti tertimpa benda yang berat, menjalar ke leher dan sampai ke tangan kiri disertai
mual dan muntah. Nyeri timbul saat istirahat maupun aktifitas, lama nyeri 40 menit. Pada hasil
pemeriksaan EKG didapatkan gambaran ST elevasi dan Q patologis, ada peningkatan enzim
jantung pada pemeriksaan darah. Di UGD klien mendapatkan tindakkan pemberian therapy
oksigen, perawat melakukan tindakan kolaborasi pemberian obat aspilet. Apakah rasional
tindakan pemberian aspilet ?
a. Fasilitasi agar pasien dapat istirahat
b. Memenuhi kebutuhan O2
c. Sebagai antiplatelet
d. Sebagai antikuagulan
e. Mengurangi nyeri

131. Seorang laki-laki berusia 30 tahun diantar ke IGD dengan keluhan luka terbuka akibat tertusuk
benda tajam pada bagian dada sebelah kanan, kesadaran compos mentis, pasien tampak kesulitan
bernapas disertai dengan tarikan otot interkostalis dan supraklavikula, adanya hembusan udara
dari area luka. Perawat memposisikan pasien semi fowler, dan kolaborasi pemberian O2.
Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan pada pasien tersebut?
a. Menjahit luka
b. Memasang balutan kasa 3 sisi
c. Membiarkan luka tetap terbuka
d. Menutup rapat luka dengan plester
e. Melakukan kompres luka dengan NaCl 0,9%

132.Seorang wanita usia 38 tahun didapatkan tergeletak di lapangan parkir. Diketahui ada seorang
perawat yang kemudian mendekati korban dan memberikan pertolongan. Kemudian dilakukan
pemeriksaan dan didapatkan korban tidak bisa dibangunkan. Pada saat dilakukan pemeriksaan
denyut nadi carotis juga tidak teraba. Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan pada pasien
tersebut?
a. Memastikan pasien bernapas atau tidak
b. Memberikan tindakan head thill chin lift
c. Memberikan bantuan napas 8-10 kali permenit
d. Memberikan posisi pasien pada posisi sisi miring mantap
e. Melakukan tindakan kompresi dan ventilasi (ratio 30 : 2) selama 5 siklus

133. Seorang perawat sedang makan bakso, tiba-tiba salah seorang pengunjung tersedak bakso yang
sedang dimakannya. Pengunjung tersebut tampak, memegang leher dengan kedua tangannya dan
tampak panik. Perawat tersebut mendekati korban untuk memberikan pertolongan. Apakah
tindakan yang tepat yang dilakukan pada pasien tersebut?
a. Chest thrust
b. Cross finger
c. Sweeping finger
d. Abdominal thrust
e. Hemlich maneuver

134. Seorang laki-laki, usia 52 tahun dirawat di ruangan ICCU setelah didiagnosa menderita gagal
jantung kiri, dilakukan pemasangan ETT dan diberikan bantuan napas dengan ventilator. Suatu
ketika pasien batuk dan tampak mengeluarkan busa berwarna pink pada selang ETT. Seorang
perawat melakukan suctioning pada ETT dengan menyalahi prosedur karena tidak menggunakan
sarung tangan steril. Apakah prinsip etik yang dilanggar oleh perawat pada pasien tersebut?
a. Justice
b. Veracity
c. Autonomy
d. Beneficience
e. Non malefecience

135. Seorang laki-laki, usia 28 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami trauma tumpul akibat
kecelakaan lalu lintas. Dari hasil pemeriksaan pasien diduga menderita close pneumothorax.
Dokter memutuskan pasien harus dipasang chest tube thoracotomy. sebelum dilakukan tindakan
perawat memberikan penjelasan dan meminta persetujuan tentang tindakan yang akan diberikan
Apakah prinsip etik yang dilakukan perawat pada pasien tersebut?
a. Justice
b. Veracity
c. Autonomy
d. Beneficience
e. Non malefecience

136. Seorang laki-laki usia 42 tahun diantar ke UGD oleh polisi dalam keadaan tidak sadar setelah
mengalami kecelakaan lalu lintas 15 menit yang lalu. Dari hasil pemeriksaan nadi karotis tidak
teraba. Sesuai prosedur standar perawat langsung memberikan pertolongan dengan melakukan
RJP. 15 menit kemudian keluarganya datang dan meminta untuk menghentikan semua tindakan.
Apakah prinsip etik yang dilakukan perawat pada pasien tersebut?
a. Justice
b. Veracity
c. Autonomy
d. Beneficience
e. Non malefecience

137. Seorang laki-laki usia 55 tahun dirawat di bed 10 ruangan ICCU dengan diagnose ACS STEMI.
20 menit kemudian pasien mengalami fibrilasi ventrikel dan diketahui oleh perawat yang berada
didekatnya dan langsung memberitahu perawat yang lain untuk membawa trolley emergency ke
pasien tersebut . Sambil menunggu defibrillator, perawat memberikan tindakan pada pasien
tersebut. Apakah tindakan yang dilakukan perawat pada pasien tersebut?
a. Precordial thump
b. Resusitasi jantung paru
c. Menunggu sampai defibrillator datang
d. Kolaborasi pemberian obat antiarithmia
e. Pemberian oksigen melalui bag mask ventilation

138. Seorang wanita berusia 78 tahun dibawa keluarga di ruang gawat darurat mengeluh sakit perut.
Hasil pemeriksaan fisik: perut tegang seperti papan, skala nyeri 9 (skala 1-10), tekanan darah
90/50 mmHg, frekuensi nadi 120 x/mnt berat badan menurun 1 kg dalam waktu 2 minggu ini,
suhu tubuh 380C, hemoglobin 8,7 gr% klien muntah 3 kali. Menurut keluarga pasien sering
mengalami nyeri lutut dan selalu makan obat dari warung. Apakah diagnosis keperawatan pada
kasus tersebut?
a. Gangguan perfusi jaringan
b. Kurang pengetahuan
c. Defisit volume cairan
d. Hipertermia
e. Nyeri akut

139. Seorang wanita berusia 78 tahun dibawa keluarga di ruang gawat darurat mengeluh sakit perut.
Hasil pemeriksaan fisik: perut tegang seperti papan, skala nyeri 9 (skala 1-10), tekanan darah
90/50 mmHg, frekuensi nadi 120 x/mnt berat badan menurun 1 kg dalam waktu 2 minggu ini,
suhu tubuh 380C, hemoglobin 8,7 gr% klien muntah 3 kali. Menurut keluarga pasien sering
mengalami nyeri lutut dan selalu makan obat dari warung. Apakah intervensi keperawatan pada
kasus tersebut?
a. Kolaborasi pemberian analgetik
b. Hitung kebutuhan cairan tubuh
c. Jelaskan tentang rematoid
d. Berikan infus RL guyur
e. Beri kompres hangat
140. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dibawa keluarga di ruang gawat darurat mengeluh muntah
darah. Hasil pemeriksaan fisik: perut tegang, nyeri tekan pada daerah epigastrium, konjungtiva
anemis, sklera ikterik, tekanan darah 60/40 mmHg, frekuensi nadi 120 x/mnt, hemoglobin 4 gr
%. Menurut keluarga, pasien menderita sirrhosis hepatis sudah 1 tahun yang lalu, keluarga juga
menanyakan tentang apakah penyakit tersebut menular. Apakah diagnosis keperawatan pada
kasus tersebut?
a. Kurang pengetahuan keluarga
b. Gangguan perfusi jaringan
c. Defisit volume cairan
d. Risiko penularan
e. Nyeri akut
141. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dibawa keluarga di ruang gawat darurat mengeluh muntah
darah. Hasil pemeriksaan fisik: perut tegang, nyeri tekan pada daerah epigastrium, konjungtiva
anemis, sklera ikterik, tekanan darah 60/40 mmHg, frekuensi nadi 120 x/mnt, hemoglobin 4 gr
%. Menurut keluarga, pasien menderita sirrhosis hepatis sudah 1 tahun yang lalu, keluarga juga
menanyakan tentang apakah penyakit tersebut menular. Apakah intervensi keperawatan pada
kasus tersebut?
a. Pasang NGT
b. Pasang infus
c. Pasang oksigen
d. Beri penyuluhan
e. Kolaborasi pemberian analgetik

142. Seorang laki-laki 18 th datang ke UGD karena kecelakaan lalu lintas, pada saat di kaji didapatkan
tampak luka lecet didaerah dada, respirasi 28 kali/menit, nadi 120 kali/ menit, tekanan darah
120/70 mmHg, pemeriksaan thoraks foto tampak patah tulang iga lebih dari dua dan berdekatan.
Apakah pengkajian yang anda lakukan pada disabilti hasil diagnosa dari thoraks foto ?
a. Periksa GCS
b. Periksa airway
c. Periksa pernafasan
d. Periksa tekanan darah
e. Periksa denyut nadi

143. Seorang laki-laki 50 th datang ke UGD dengan keluhan sesak nafas, pada saat dikaji didapatkan
pasien tampak sesak , menggunakan otot bantu pernafasan, pasien sebelumnya mengalami
benturan didada ketika naik sepeda motor. Apakah pengkajian primer yang anda lakukan pada
Cirkulasi ?
a. Periksa kepatenan jalan nafas
b. Periksa prekuensi nafas
c. Periksa tekanan darah
d. Periksa bunyi nafas
e. Periksa GCS

144. Seorang wanita 30 th datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit didaerah kaki sebelah kanan
karena patah tulang akibat jatuh. pada saat dikaji didapatkan tampak kaki kanan terpasang
sepalk, kaki tampak bengkak dan kebiruan , tampak meringis, pasien mengatakan setelah jatuh
dibawa ke dukun patah tulang. pasien kemungkinan mengalami kompartemen sindrome .
Apakah yang anda lakukan untuk memastikan keadaan pasien ?
a. Periksa pulsasi, motorik dan sensi
b. Tanyakan kejadian saat kecelakaan
c. Periksa keadaan patah tulang
d. kolaborasi lakukan X-Ray
e. Lapor dokter jaga

145. Seorang laki laki datang ke UGD dengan keluhan sakit didaerah perut sebelah kanan, pada saat
dikaji didapatkan, pasien tampak meringis skala nyeri 4, tekanan darah 140/90 mmhg, nadi 100
kali/menit, respirasi 28 kali/menit, sebelumnya pasien mengatakan perutnya kebentur stang
motor. Apakah pengkajian sekunder yang anda lakukan ?
a. Periksa kepatenan jalan nafas
b. Periksa kesadaran pasien
c. kapan makan terakhir
d. periksa kondisi perut
e. Periksa GCS
146. Seorang laki-laki usia 21 tahun di UGD hasil pengkajian suara nafas terdengar gurgling,
frekuensi nafas terdapat jejas di daerah leher, GCS 8 dengan terdapat fraktur klavikula, fraktus
costa 4, 5, 6, riwayat trauma kepala, Apakah tindakan yang dapat anda lakukan untuk membuka
jalan nafas klien?
a. Cross finger dengan teknik head tild
b. Siapkan pemasangan ETT
c. Buka dengan teknik jaw trust
d. Lakukan finger sweep
e. Pasang mayo/OPA

147. Seorang perempuan 35 tahun di UGD dengan penurunan kesadaran. tampak gelisah Nila GCS
saat di kaji =12 pasien dengan Respirasi 14 x/menit, tensi 120/70 mmHg, nadi 89x/menit dengan
respirasi 14 kali permenit. Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut?
a. Berikan muscle relaxan
b. Pasang bed plang
c. Lakukan fiksasi di tangan
d. Minta keluarga untuk mendampingi pasien
e. Jaga pasien agar tidak banyak bergerak

148. Seorang laki-laki 46 tahun datang ke UGD rumah sakit dengan penurunan kesadaran yang
disertai dengan nafas yang terengah-engah dan tidak berespon dengan rangsangan nyeri, menurut
keluarga klien sudah menderita diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi > dari 15 kali.
Apakah tindakan yang anda lakukan sebagai pengkajian awal?
a. cek nadi carotis pasien
b. Lakukan BHD dengan rasio 30:2
c. Aktifkan sistem emergency
d. Buka jalan nafas pasien
e. Kaji tingkat kesadaran

149. Seorang perempuan 70 tahun diantar ke UGD dengan penurunan kesadaran akibat nyeri dada
yang menjalar ke tangan kiri, sejak 30 menit yang lalu. gambaran EKG ventrikel tachicardia
Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut?
a. Berikan adrenalin 1 mg intravena
b. Lakukan RJP 30 : 2
c. Lakukan DC syok 360 joule
d. Berikan amiodaron 300 mg intra vena
e. Pasang infus dua jalur

150. Seorang laki-laki 30 tahun dengan riwayat terjatuh dari ketinggian 10 meter dengan posisi kaki
terlebih dahulu. Saat pengkajian pasien dalam keadaan sadar namun mengeluh nyeri dengan
skala 4 (dari skala 1-5) di bagian tulang belakang, tanda-tanda vital stabil, namun ada
kelemahan dibagian ekstrimitas bawah, pada saat pemeriksaan klien dalam kondisi supine
Apakah teknik yang dilakukan mengetahui jejas yang ada?
a. Minta klien untuk merubah ke posisi pronasi dengan hati-hati
b. Miringkan klien dengan hati-hati
c. Lakukan log roll bersama 3 petugas
d. Lakukan posisi sim ke sisi yang tidak sakit
e. Miringkan pasien dengan Long Spine Board
151. Sorang laki-laki 42 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada yang menjalar ke tangan
kiri leher dan dagu 1 minggu yang lalu, pada saat pengkajian pasien merasa tidak nyaman di
bagian dada. Hasil EKG tidak didapatkan kelainan. Untuk memastikan apakah pasien tersebut
terdapat serangan jantung maka perlu untuk dilakukan pemeriksaan enzim. Enzim jantung
manakah yang tepat untuk pemeriksaan klien ?
a. Troponin i
b. Troponin T
c. CKMB
d. Alkaline phosfatase
e. LDH

152. Seorang laki-laki 40 tahun dengan BB 60 Kg datang ke ugd dengan riwayat luka bakar di
seluruh tangan, kepala dan leher, dada atas dan seluruh punggung. Berapakah % luas luka bakar
pada pasien tersebut?
a. 40
b. 45
c. 49
d. 54
e. 63

153. Seorang perempuan usia 51 tahun datang ke UGD RS karena mengalami luka bakar di seluruh
tangan, kepala dan leher, dada atas dan seluruh punggung, BB pasien tersebut 60 Kg. Berapakah
kebutuhan cairan klien tersebut pada 8 jam pertama?
a. 1290 cc
b. 6480 cc
c. 3240 cc
d. 9720 cc
e. 4860 cc

154. Seorang laki-laki usia 67 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri akibat tidak dapat
berkemih selama 1 hari terakhir, hasil pengkajian tingkat nyeri pasien didapatkan skala 4 dari
skala (1-5), wajah terlihat meringis dan tampak kesakitan. Jika dilakukan triase masuk dalam
kategori apakah klien tersebut?
a. Merah (gawat darurat)
b. Kuning (gawat tidak darurat)
c. Kuning (darurat Tidak gawat)
d. Hijau ( tidak gawat tidak darurat
e. Hitam (meninggal)

155. Seorang laki-laki datang ke UGD datang dengan kondisi tidak sadarkan diri yang disertai dengan
henti nafas dan henti jantung. Pada saat di periksa gambaran EKG yang muncul adalah
idioventrikuler. Pada gambaran EKG di atas apakah yang anda lakukan pertama kali setelah
mengaktifkan sistem emergency?
a. Pasang infuse
b. BHD 30:2
c. DC Syok
d. Pasang ETT
e. Cek TTV

156. Seorang laki-laki usia 18 tahun datang ke UGS RS dengan diantar keluarganya dengan kondisi
tidak sadarkan diri. Menurut keterangan keluarga pasien mengalami muntah-muntah sejak 2 hari
yang lalu dengan frekuensi > 20 kali/ hari. Dari hasil pengkajian didapatkan tensi darah 80/40
mmHg, HR : 130 x/menit, respirasi 28 x/ menit, turgor kulit jelek dan saturasi O2 92 %. Pasien
dilakukan resusitasi cairan progressif menggunakan RL 1000 cc dalam 1 jam pertama
Data apakah yang harus dilihat untuk mengetahui perfusi jaringan berlangsung baik setelah 1
jam?
a. Nilai JVP
b. Saturasi O2
c. Urine output
d. Tingkat kesadaran
e. Kadar elektrolit

157. Seorang perempuan usia 56 tahun datang ke UGD RS dengan kondisi lemas, riwayat sering
kencing (lebih dari 10 kali/hari) nafas terlihat cepat dan dalam dengan frekuensi 30 x/menit, tensi
darah tercatat 90/50 mm Hg, nadi 120x/menit teraba lemah. Menurut keterangan keluarga pasien
sudah menderita DM sejak 4 tahun yang lalu dan jarang control. Sebagai perawat apakah yang
pertama anda lakukan?
a. Resusitasi cairan progresif
b. Kolaborasi pemberian insulin
c. Koreksi asidosis dengan bicnat
d. Koreksi balance elektrolit
e. Atasi tanda dan gejala penyerta

158. Seorang laki-laki meminta panggilan darurat karena mengalami perdarahan akibat sabetan benda
tajam di kepala, pada saat datang darah terlihat mengucur deras dari luka. Tanda-tanda vital
terpantau TD 100/70 mm Hg, Nadi 99x/menit dan respirasi 26 x/menit.
jika anda seorang perawat yang datang pertama kali di tempat kejadian, Apakah tindakan
pertama yang dapat anda lakukan adalah?
a. Resusitasi cairan progresif
b. Hentikan perdarahan dengan balut tekan
c. Berikan oksigen 8 L/menit memakai simple mask
d. Elevasikan daerah yang perdarahan
e. Berikan posisi head up 30 “

159. Pada saat yang bersamaan datang klien dengan diagnosis medis AMI, luka bakar 15% grade II
A-B, kolik renal, fraktur humerus ulna perdarahan minimalis, dan mild head injury
Dari beberapa kasus diatas jika anda perawat yang dinas sendirian di ruang tersebut pasien
manakah yang akan anda dahulukan untuk ditangani?
a. Ami
b. Luka bakar 15 %
c. Fraktur humerus ulna
d. Perdarahan 100 CC
e. Mild head injury

160. Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke UGD rumah sakit akibat kecelakaan dalam keadaan
tidak sadarkan diri, nadi tidak teraba, nafas tidak terdengar dan pupil isokor lebar 6mm
Sebagai perawat apa menerima pasien Apakah yang anda lakukan?
a. Berikan breathing 12 x/menit
b. Lakukan kompresi jantung luar 100x/menit
c. Kolaborasi dengan tim medis mengenai status pasien
d. Beritahu keluarga bahwa klien sudah meninggal
e. Buatkan surat kematian
161. Seorang laki-laki berusia 16 tahun datang ke UGD dengan keluhan kesulitan bernafas akibat
kecelakan kendaraan bermotor, pada saat kejadian klien tidak memakai sabuk pengaman
sehingga terbentur stir mobil. Dari pengkajian didapatkan nafas cepat dan dangkal dengan
frekuensi 34x/menit dengan terdapat jejas di paru kiri, distensi JVP dan pengembangan tidak
simetris. Apakah yang anda lakukan untuk mengatasi masalah pasien
a. Berikan O2 simple mask 10 L/menit
b. Lakukan needle torakosintesis di ics 2
c. Segera Pasang Endo Tracheal Tube
d. Berikan pernafasan buatan 12 x/menit
e. Siapkan obat-obatan bronchodilator

162. Seorang perempuan usia 24 tahun datang ke UGD dengan keluhan panas badan yang naik turun
sejak 5 hari yang lalu. Setelah pemeriksaan selesai pasien mendapatkan terapi cairan RL 500
cc/8 jam, dan pemeriksaan hematologi lengkap. Sebagai perawat UGD apakah yang anda
lakukan selanjutnya untuk safety?
a. Pasang infuse di pembuluh darah yang besar
b. Lakukan pengambilan darah langsung
c. Pakai Alat pelindung diri sebelum tindakan
d. Berikan obat dengan konsentrasi seencer mungkin
e. Lakukan inform consent setiap melakukan tindakan

163. Seorang laki-laki usia 34 tahun datang ke UGD dengan luka bakar Pada saat pengkajian
ditemukan data sebagai berikut epidermis yang diatasnya terlepas dari dermis, warna kemerahan,
timbul Vesikula, Bulla yang berisi cairan plasma dan Sangat nyeri, Berapakah derajat luka bakar
Klien...?.
a. Derajat I
b. Derajat II
c. Derajat III
d. Derajat IV
e. Derajat I dan II

164. Seorang perempuan usia 58 tahun dirujuk ke UGD dengan riwayat luka bakar 1 jam yang lalu,
klien terjebak di gudang rumahnya yang terbakar Pada pengkajian primary survey air way
terdengar suara napas stridor/crowing, sesak berat (saturasi 02 kurang dari 92 %)
Apakah tindakan yang dilakukan...?
a. Suction
b. Pemasangan OPA
c. Pemasangan NPA
d. Air way devinitif
e. NRM

165.Seorang perempuan datang ke igd dengan keluhan haus yang hebat, lemah mual pada saat
dilakukan pemeriksaan didapatkan data kesadaran Somnolens, nadi 120 x/menit, akral dingin,
CRT lebih dari 2 detik, Tekanan darah 70/P, Termasuk tahap manakah klien tersebut?
a. Kompensasi
b. Dekompensasi
c. Ireversibel
d. Hipovolemik
e. Septik
166.Seorang laki-laki usia 26 tahun jatuh dari motor dengan kecepatan tinggi pada pemeriksaan
didapatkan jejas pada dada, respirasi 40 x/menit, suara jantung melemah, JVP meningkat + 7,
tekanan darah 80/P . Apakah yang dialami oleh klien..?
a. Henti jantung
b. Tamponade jantung
c. Tension pnemothorak
d. Haemothorak
e. Fail Chest

167.Seorang laki-laki usia 43 tahun datang ke UGD dengan hasil pemeriksaan didapatkan data
sputum berkarbon, suara serak, rambut nasal terbakar, LB wajah, penurunan P02
diagnosa keperawatan yang tepat adalah..?
a. Perubahan perpusi jaringan
b. Nyeri
c. Kerusakan integritas kulit
d. Gangguan pertukaran gas
e. Defisit volume cairan

168. Seorang laki-laki usia 32 tahun dengan riwayat tertabrak kereta api. Hasil pengkajian didapatkan
data sebagai berikut, kulit lembab, bibir, jari tangan dan kaki sianosis, takikardi, peningkatan
volume vena intravascular, tekanan sistolik <100mmHg, pericardial friction rub, distensis vena
leher ,pekak jantung menjauh. Apakah yang dialami oleh klien tersebut..?
a. Henti jantung
b. Trauma thorak
c. Tamponade jantung
d. Pericarditis
e. Hiperuremia

169. Seorang perempuan usia 23 tahun masuk ke UGD dengan penurunan kesadaran. Pada saat di
rangsang nyeri klien hanya berespon fleksi abnormal (dekortikasi) dan membuka mata, klien
mengeluarkan suara mengerang dan tidak jelas intonasinya. Berapakah nilai GCS pada klien
tersebut?
a. 8
b. 9
c. 10
d. 11
e. 12

170. Seorang laki-laki usia 34 tahun dating ke UGD diantar keluarganya dalam kondisi tidak sadar
dengan riwayat terjatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu. Hasil pengkajian terdapat jejas di
daerah leher di servikal 2 dan 3. Tindakan apakah yang harus dilakukan untuk mempertahankan
posisi leher?
a. Lakukan pemasangan soft neck collar
b. Berikan posisi hiperekstensi
c. Pasang rigid neck collar
d. Pasang bantal di sisi kanan dan kiri klien
e. Lakukan fiksasi kepala

171. Seorang laki-laki usia 14 tahun dating ke UGD dengan keluhan nyeri di bagian ekstrimitas atas
dextra, dari pengkajian tampak hematoma, deformitas, pulsasi perifer lemah dan terdapat
parastesia didaerah trauma dan disertai krepitasi. Apakah yang dialami oleh klien diatas?
a. Fraktur
b. Dislokasi
c. Strain
d. Sprain
e. Cedera ligament

172. Seorang laki-laki usia 60 tahun mengalami nyeri dada yang khas disertai dengan sesak nafas,
gambaran EKG menunjukkan adanya ST elevasi di lead II, III dan AVf. Pada saat pengkajian
pasien merasa lemas dan mudah lelah.sehingga aktifitas dibantu. Apakah masalah keperawatan
utama pada pasien tersebut ?
a. Intoleransi aktifitas
b. Penurunan curah jantung
c. Gangguan rasa nyaman nyeri
d. Gangguan perfusi jaringan
e. Gangguan pemenuhan ADL

173. Seorang lakilaki usia 17 tahun datang di UGD dengan riwayat kecelakaan kendaraan bermotor
pada saat pengkajian didapatkan nilai GCS 6 yang disertai dengan perdarahan telinga hidung dan
mulut, Apakah Intervensi mandiri yang dapat anda lakukan pada klien tersebut?
a. Berikan cairan RL 20 gtt/menit
b. Head up 30
c. Pasang O2 3 L/menit
d. Pasang dower cateter
e. Pasang bed plang

174. Kasus ; Tn D 25 tahun dibawa ke Unit gawat Darurat dalam kondisi masih bernapas namun tidak
sadar. Nadi carotis tidak teraba dengan gambaran elektrokardiogram terlihat ventrikel
takhikardia. Apa bentuk bantuan yang harus dilakukan oleh perawat ?
A. Resusitasi jantung paru
B. Kompresi jantung luar
C. Memanggil bantuan
D. Defibrilasi jantung
E. Posisi pemulihan

175. Kasus : Tn. M 45 tahun mendapat serangan jantung di rumah dan dibawa sampai ke rumah sakit
5 menit setelah kejadian. Rekaman elektrokardiogram menunjukan gambaran asistole. Apa
tindakan pertolongan pertama yang saudara harus berikan bagi pasien ?
A. Memberikan defibrilasi
B. Memberikan Adrenalin 1 mg
C. Mempersiapkan surat kematian
D. Melakukan resusitasi jantung paru
E. Merujuk ke Cardiac Intensif Care Unit

176.Ny. S mengalami fraktur terbuka pada femur kananya. Pertolongan datang 1 jam setelah
kecelakaan. Pemeriksaan menemukan nadi 120 kali permenit dengan akral teraba dingin. Pasien
terlihat gelisah dan berespon dengan rangsang nyeri. Apa masalah perawatan yang sedang
dialami pasien ?
A. Penurunan kesadaran
B. Gangguan perfusi
C. Perdarahan
D. Hipoksia
E. Syok
177. Nn. M tertabrak mobil yang melaju kencang sehingga terlempar dan jatuh bergulingan sejauh 10
meter. Korban tidak sadar saat dibawa ke rumah sakit dengan suara napas Snoring. Apa
penyebab terjadinya snoring pada pasien ?
A. Hilang kesadaran
B. Cairan di jalan napas
C. Lidah menutupi paring
D. Cedera akibat terlempar
E. Sumbatan pada jalan napas

178. Kota M merupakan kota yang memiliki tingkat kematian tertinggi akibat kasus kecelakaan lalu
lintas dalam 1 tahun terakhir. 95 % korban dibawa ke unit gawat darurat rumah sakit dalam
kondisi telah meninggal. Apa yang harus diperbaiki untuk menurunkan angka kematian di kota
tersebut ?
A. Pelatihan penolong pertama
B. Pelatihan petugas rumah sakit
C. Penambahan armada ambulan
D. Membentuk sistem pelayanan
E. Memperbaiki kondisi jalan raya

179. Seorang perempuan berusia 40 tahun dibawa ke UGD karena tidak sadar pada kecelakaan lalu
lintas 1 jam yang lalu. Hasil pengkajian mengalami penurunan kesadaran, pernapasan snoring
(ngorok), TD 160/90 mmHg, frekuensi nadi 80x/menit regular, suhu tubuh 37º C, frekuensi napas
28x/menit. Dari informasi didapatkan ada riwayat benturan dikepala. Apakah tindakan yang harus
dilakukan pertama kali?
A. Pasang OPA (mayo, gudel)
B. Monitor tanda-tanda vital
C. Berikan posisi semi fowler
D. Hiperekstensi leher
E. Finger sweep

180. Seorang laki-laki berusia 28 tahun, datang di UGD dengan luka tusuk pada bagian dada, pasien
nampak kesulitan bernapas, terdapat tarikan otot interkostalis saat bernafas. TD 140/90 mmHg,
frekuensi nadi 100 x/menit, suhu 37ºC, frekuensi nafas 35 x/menit. Saat dilakukan pemeriksaan
terdapat hembusan udara dari luka bekas tusukan. Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat
dengan segera?
A. Memasang balutan 3 sisi
B. Menutup rapat luka dengan kasa lembab
C. Membiarkan luka tetap terbuka
D. Melakukan penjahitan pada luka
E. Mengompres luka dengan NaCl 0,9%

181. Seorang perempuan usia 30 tahun mengalami cedera kepala bagian frontal karena membentur
jalan, saat kejadian sampai saat pengkajian (2 jam post kecelakaan), didapatkan data mengalami
penurunan kesadaran, pernapasan gurgling, saturasi oksigen 87%. Apakah tindakan pertama kali
yang dilakukan?
A. Suction
B. Ventilator
C. Pemasangan OPA
D. Intubasi (pasang ETT)
E. Pasang Laringeal Mask Airway
Soal Gerontik

1. Seorang perempuan berusia 60 tahun tinggal di panti wredha, perawat melakukan pengajian klien
mengatakan sesak nafas pada malam hari dan jika cuaca dingin, frekuensi nafas 35 x/menit, nadi
98x/menit , suara nafas whezing. Apakah Intervensi yang paling tepat pada klien?
a. Hindari minum 2 jam sebelum tidur
b. Mandi air hangat sebelum tidur
c. Beri posisi relaks setengah duduk bagian kepala ± 30-450
d. Anjurkan untuk batuk
e. Anjurkan berolahraga di pagi hari

2. Tn.A berusia 75 tahun menderita stroke sudah 1 tahun yang lalu, tinggal di panti wredha
dikarenakan sudah tidak mempunyai sanak keluarga, kebutuhan sehari-hari Tn.A dibantu oleh
perawat berdasarkan kebutuhan fungsionalnya hanya makan dan minum dapat dilakukan sendiri.
Level berapakah KATZ indeks Tn.A ?
a. Kategori B
b. Kategori C
c. Kategori E
d. Kategori D
e. Kategori F

3. Perawat melakukan pengkajian pada kakek berusia 80 tahun yang tinggal di panti wredha kakek
mengeluh mual dan perih pada lambungnya, gigi sudah tanggal semua, mengalami demensia,
makan tidak mau, sulit menelan, badan lemes. Apakah intervensi yang akan dilakukan ?
a. Memantau saat makan dan makanan sesuai kebutuhan
b. Pemasangan NGT
c. Menghindari makanan kecil/makanan tambahan
d. Mengurangi makanan yg tidak perlu (kalori)
e. mengnjurkan makanan yang rendah lemak

4. Seorang perawat melakukan pengkajian di rumah Ny. C yang berusia 60 tahun, dengan keluhan
nyeri persendian terutana di lutut, merasa linu dan pegal. Hal tersebut sudah dirasakan 1 minggu
lamanya dan Ny. C tidak mau berobat ke Puskesmas dengan alasan jauh dan tidak mempunyai
kartu BPJS. Apakah intervensi yang harus diutamakan pada kasus di atas?
a. Memberikan obat analgetik
b. Massage pada daerah yang nyeri
c. Menganjurkan untuk segara dirujuk ke rumah sakit
d. Mengurangi makanan yg tidak tinggi serat
e. Kompres hangat pada daerah yang nyeri

5. Perawat melakukan pengkajian pada Ny. B berusia 70 tahun, saat ditanya pasien lupa dengan
namanya sendiri dan susah untuk mengingat sesuatu. Jika menyimpan sesuatu barang pasien
sering lupa sehingga merasa diriya tidak berguna lagi. Pasien terlihat sedih dan kusut. Apakah
pengkajian selanjutnya pada pasien tersebut ?
a. Pemeriksaan fisik
b. Pemeriksaan GCS
c. Pemeriksaan barthel indeks
d. Pemeriksaan KATZ indeks
e. Pemeriksaan dengan SPMSQ
6. Tn. C berusia 75 tahun menderita stroke sejak 3 bulan yang lalu, saat dikaji bagian tubuh
sebelah kiri pasien mengalami hemiplegi, kekuatan otot 0, bicara tidak jelas. Selama di rumah
aktifitas sehari-hari dibantu oleh keluarga. Apakah intervensi yang harus diutamakan pada kasus
di atas?
a. Mobilisasi
b. Latihan ROM
c. Ambulasi dini
d. Merubah posisi setiap 2 jam sekali
e. Melakukan fisioterapi

7. Seorang nenek berusia 68 tahun sering marah-marah kepada anak serta cucunya , emosinya selalu
meningkat jika keinginannya tidak dikabulkan atau merasa tersinggung jika ada keluarganya
bicara yang tidak disepaham dengannya . Apakah intervensi yang akan dilakukan ?
a. Memantau perkembangan amarahnya
b. Mendorong lansia mengungkapkan perasaan dan rasa marahnya
c. Berkonsultasi dengan psikolog
d. Memberikan pujian
e. Mengurangi amarahnya dengan membelikan sesuatu

8. Perawat mengkaji seorang nenek berusia 67 tahun dari hasil wawancara nenek tersebut lupa
namanya, tidak tahu dimana ia sekarang berada, tidak tau hari apa sekarang, hanya mampu
menyebutan 1 benda, menghitung mundur salah. Apakah jenis pengkajian unuk fungsi kognitif
tersebut ?
a. Data subjektif
b. Data objektif
c. Pemeriksaan KATZ indeks
d. Pemeriksaan dengan SPMSQ
e. Pemeriksaan dengan MMSE

9. Tn.X berusia 68 tahun berada di panti werdha sudah 1 bulan pada saat dikaji klien terlihat
termenung, dari hasil wawancara pasif sering mengatakan dirinya sudah tidak berguna lagi dan
tidak berdaya. Klein menunjukkan perilaku tidak asertif. Apakah diagnosa keperawatan utama
pada kasus diatas ?
a. Gangguan citra diri
b. Harga diri rendah
c. Kerusakan interaksi sosial
d. Ketidakberdayaan diri
e. Resiko kekerasan pada dirinya

10. Tn.X berusia 60 tahun pada saat dikaji klien terlihat termenung, bicara tidak jelas, jika ditanya
tidak menjawab karena pendengaranya kurang, mengalami demensia, menderita depresi berat,
sering membenturkan kepalanya ke tembok. Perawat akan melakukan tindakan medis dan
melakukan inform consent yang ditandatangani oleh anaknya. Apakah prinsip etika pelayanan
kesehatan pada Tn.x ?
a. Otonomi
b. Empati
c. Beneficense
d. Non beneficense
e. justice
11. Perawat melakukan pengkajian pada Ny. A yang berusia 66 tahun, saat anamesa klien meminta
untuk mengulang pertanyaan, kien meminta perawat untuk bicara yang keras dan jawaban tidak
sesuai dengan pertanyaan. Apakah masalah keperawatan pada Ny.A ?
a. Resiko cedera
b. Gangguan komunikasi
c. Gangguan persepsi sensorik; pendengaran
d. Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari
e. Kurang pengetahuan

12. Perawat melakukan pengkajian pada Ny. A yang berusia 66 tahun, saat anamesa klien meminta
untuk mengulang pertanyaan, kien meminta perawat untuk bicara yang keras dan jawaban tidak
sesuai dengan pertanyaan. Apakah masalah keperawatan pada Ny.A ?
a. Resiko cedera
b. Gangguan komunikasi
c. Gangguan persepsi sensorik; pendengaran
d. Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari
e. Kurang pengetahuan

13. Seorang laki-laki berusia 72 tahun tinggal dipanti wredha. Pada saat pengkajian diperoleh data :
keluhan sering pusing saat beraktifitas sejak sebulan yang lalu , klien terlihat sempoyongan saat
berjalan, kategori katz indeks A, nilai bartel indeks 120, tekanan darah 130/80 mmHg. Apakah
pengkajian yang perlu dilakukan oleh perawat untuk menegakkan masalah prioritas pada klien
tersebut?
a. masalah emosional
b. status mental
c. keseimbangan
d. orientasi
e. kemampuan memori

14. Klien berusia 68 tahun di suatu pantiwredha mengeluh rindu dengan keluarga, klien sering
bercerita mengenai pengalaman dan suka duka saat dia bekerja dan tinggal bersama keluarganya
termasuk kegagalannya pada saat muda, klien terlihat sesekali menangis saat menceritakan
pengalamannya. Berdasarkan kasus di atas, upaya yang paling tepat dilakukan perawat adalah
a. Terapi musik,
b. Terapi remotivasi
c. Terapi orientasi realitas
d. Terapi manipulasi lingkungan
e. Terapi Live review

15. Seorang lansia perempuan berusia 67 tahun terlihat marah sekali dan kerap kali berbicara sendiri.
Ia baru saja kehilangan anaknya. Klien mengatakan bahwa hidup ini tidak adil. Ia merasa
sebaiknya ia saja yang pergi dulu daripada harus ditinggal pergi anaknya yang masih muda.
Manakah tindakan yang harus dihindari dalam meghadapi lansia dengan kondisi di atas?
a. Menjauhkannya dari benda-benda tajam
b. Memintanya untuk tenang dan menarik nafas dalam
c. Berada di sekitar klien dengan menjaga jarak untuk proteksi diri
d. Menempatkan klien dalam ruangan yang tersendiri yang bebas dari bahaya
e. Menyangkal semua apa yang dikatakannya dan mengatakan bahwa yang dilakukannya itu
tidak baik
16. Seorang lansia laki-laki berusia 68 tahun mengalami katarak pada kedua matanya. Klien
didiagnosa Diabetes Tipe II. Setiap kali berjalan klien harus menggunakan tongkat dan sering kali
terbentur karena penglihatannya yang mulai menurun. Apakah intervensi yang paling prioritas
untuk klien di atas?
a. Berkolaborasi dengan dokter untuk rencana operasi kataraknya
b. Memberikan suntikan insulin untuk mengendalikan kadar gulanya
c. Mengatur pola dan jenis makannya untuk megendalikan kadar gulanya
d. Meminta klien untuk tetap di tempat tidurnya terus sampai pengliatnnya membaik
e. Mengorientasikan ruangan yang ada di sekitar klien untuk mencegah cedera akibat
penurunan penglihatan

17.Seorang lansia perempuan (73 tahun) tinggal di panti mengalami gangguan system
musculoskeletal. Klien mengalami kelemahan otot pada bagian extremitas bawah. Klien pernah
mengalami stroke 1 tahun yang lalu. Ketika dikaji klien tiba-tiba menangis dan terus menyebut
nama anaknya. Klien mengatakan sudah 6 bulan tidak pernah dikunjungi oleh anaknya. Manakah
masalah keperawatan yang prioritas berkaitan dengan pemenuhan ADL pada kasus di atas?
a. Kerinduan akan anaknya
b. Riwayat stroke setahun yang lalu
c. Tidak dapat berpindah tempat secara mandiri
d. Kelemahan otot pada bagian extremitas bawah
e. Menangis dengan terus menyebut nama anaknya

18. Seorang klien wanita berusia 70 tahun, diantar oleh putrinya kebagian penyakit Alzheimer.
Menurut putrinya, klien datang mengunjunginya di kota lain. Satu hari ibunya hilang dari rumah
dan akhirnya ditemukan sejauh 60 km dari rumah putrinya. Klien cidera tapi benar-benar
disorientasi dan agitasi. Sebelumnya klien bekerja sebagai ibu rumah tangga dan sejak empat
tahun lalu ditinggal meninggal oleh suaminya. Sejak itu klien tinggal bergatian di rumah anak-
anaknya. Jika tidak diingatkan klien tidak pernah mau mandi dan berganti pakaian. Setiap malam
sering terbangun, paling sedikit satu kali dan minta sarapan pagi. Mana pernyataan berikut ini
yang merupakan masalah prioritas klien tersebut di atas?
a. Defisit perawatan diri yang berhubungan dengan gangguan perceptual, dan kognitif
(kehilangan ingatan) yang ditandai dengan perlunya mengingatkan untuk mandi dan
mengganti pakaian
b. Gangguan proses berfikir yang berhubungan dengan demensia yang progressif yang ditandai
dengan disorientasi tempat dan waktu, hilangnya ingatan jangka pendek, tidak mampu
berkonsentrasi, dan agitasi yang berulang-ulang
c. Gangguan pola tidur yang berhubungan dengan disorientasi waktu yang ditandai sering
bangun dan keluyuran pada malam hari
d. Resiko cidera yang berhubungan dengan ketidakmampuan mengenali bahaya
lingkungan, bingung, dan terganggunya kemampuan melakukan pertimbangan yang
ditandai dengan perilaku keluyuran, disorientasi dan pertimbangan yang terganggu
e. Gangguan pemenuhan nutrisi: Lebih dari kebutuhan sehubungan dengan kehilangan ingatan
yang ditandai dengan sering minta sarapan dimalam hari

19. Seorang klien wanita berusia 70 tahun, diantar oleh putrinya kebagian penyakit Alzheimer.
Menurut putrinya, klien datang mengunjunginya yang berdomisili di kota lain. Satu hari ibunya
hilang dan akhirnya ditemukan sejauh 60 km dari rumah putrinya. Tidak cidera tapi benar-benar
disorientasi dan agitasi. Sebelumnya klien bekerja sebagai ibu rumah tangga dan sejak empat
tahun lalu ditinggal meninggal oleh suaminya. Sejak itu klien tinggal bergatian di rumah anak-
anaknya. Jika tidak diingatkan klien tidak pernah mau mandi dan berganti pakaian. Setiap malam
sering terbangun, paling sedikit satu kali dan minta sarapan pagi. Saat ini putrinya sangat sedih
karena ibunya tidak mengenalinya sama sekali. Apa yang harus anda jelaskan kepada putri klien?
a. Saat ini klien sedang mengalami demensia tahap awal
b. Saat ini klien sedang menngalami demensia tahap menengah
c. Saat ini klien sedang mengalami demensia tahap akhir
d. Tidak perlu bersedih karena beberapa minggu ke depan ibu anda akan mengenali anda kembali
e. Sebaiknya anda lebih perhatian terhadap ibu anda supaya hal seperti ini tidak terulang lagi
yang menyebabkan keadaan lebih parah

20. Seorang klien wanita berusia 70 tahun, diantar oleh putrinya kebagian penyakit Alzheimer.
Menurut putrinya, klien datang mengunjunginya yang berdomisili di kota lain. Satu hari ibunya
hilang dan akhirnya ditemukan sejauh 60 km dari rumah putrinya. Tidak cidera tapi benar-benar
disorientasi dan agitasi. Sebelumnya klien bekerja sebagai ibu rumah tangga dan sejak empat
tahun lalu ditinggal meninggal oleh suaminya. Sejak itu klien tinggal bergatian di rumah anak-
anaknya. Jika tidak diingatkan klien tidak pernah mau mandi dan berganti pakaian. Setiap malam
sering terbangun, paling sedikit satu kali dan minta sarapan pagi. Saat ini putrinya sangat sedih
karena ibunya tidak mengenalinya sama sekali. Setelah mendengarkan keterangan dari putrinya,
andamendekati pasiendan menngajukan beberapa pertanyaaan. Namun ditengah percakapan
passion tiba-tiba berhenti dan tidak mau menjawab pertanyaan.
Apa tindakan anda selanjutnya?
a. Minta putri pasien melanjutkan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya
b. Tanyakan apakah pertanyaan anda membuat pasien kecewa
c. Hentikan interview
d. Jelaskan bahwa informasi pasien penting untuk merencanakan perawatan
e. Abaikan perilaku pasien lanjutkan interview

21. Seorang klien wanita berusia 82 tahun datang ke klinik dengan keluhan utama mata sebelah kiri
gatal dan nyeri sudah lebih dari satu minggu. Karena sangat gatal klien menggosok-gosok
matanya dengan jari telunjuknya. Hal tersebut menyebabkan rasa nyeri pada mata. Klien
mengatakan dia sudah memberikan obat tetes mata visine tapi tidak mengurangi gejala sama
sekali. Saat anda melakukan pemeriksaan anda menemukan kelopak mata bagian bawah
bergulung kedalam sehingga buluh mata menusuk konjungtifa dan juga kornea. Konjungtifa
bagian bawah tampak hiperemis. Mana pernyataan berikut ini yang paling tepat mengindikasikan
keadaan di atas?
a. Konjungtifitis
b. Ectropion
c. Ptosis
d. Entropiom
e. Xanthelasma

22. Seorang klien wanita berusia 82 tahun datang ke klinik dengan keluhan utama mata sebelah kiri
berair terus sudah lebih dari satu minggu. Klienmengatakan dia terganggu dengan keadaan
dimana airmata mengalir terus. Saat anda melakukan pemeriksaan anda menemukan kelopak
mata bagian bawah tidak dapatmenutup dengan sempurna dan konjungtifa palpebradan punktum
lakrimal bawah terekspose keluar. Anda mendokumentasikan penemuan ini sebagai?
a. Konjungtifitis
b. Ectropion
c. Ptosis
d. Entropiom
e. Xanthelasma
23. Seorang lanjut usia saat ini mengkomsumsi fenitoin dan detrol. Perawat menekankan kepada
pasien untuk rutin memeriksakan gigi karena obat-obat yang digunakan dapat menurunkan:
a. Kadar kalsium di dalam darah
b. Rangsangan saraf trigeminal
c. Kekuatan otot lidah
d. Produksi air ludah
e. Kemampuan mengunyah makanan

24. Seorang lanjut usia masuk rumah sakit dengan diagnosa medis Parkinson. Saat ini diberi terapi
obat Amantadin (antiparkinson). Mana berikut ini merupakan tindakan yang tepat sehubungan
dengan pemberian obat tersebut.
a. Jangan berikan dosis terakhir menjelang jam tidur
b. Obat dalam sediaan pil tidak boleh digerus dan dicampur dengan makanan atau cairan
c. pantau tekanan darah karena obat ini dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah
d. memberi informasi apabila dosis terlewat maka dosis dapat digandakan
e. memberitahu pasien bahwa obat tersebut tidak membatasi aktifitas

25. Seorang lansia, perempuan, usia 75 tahun, sejak suaminya meninggal enam bulan yang lalu, ia
lebih banyak menyendiri di kamar tidur dan tidak mau berkumpul dengan lansia lainnya. Teori
penuaan apakah yang sesuai dengan kasus diatas?
a. Genetic clock theory
b. Ego integrity theory
c. Disengagement theory
d. wear and tear theory
e. Cross link theory

26. Seorang pasien lansia, perempuan, usia 65 tahun, yang sedang immobilisasi, untuk menghindari
pasien terjatuh dari tempat tidur perawat memasang plang bed. Prinsip etik apakah yang
diterapkan oleh perawat pada kasus di atas?
a. Beneficience
b. Nonmaleficience
c. Autonomy
d. Justice
e. Veracity

27. .Seorang perawat sedang melakukan penyuluhan tentang manfaat relaksasi otogenik pada
sekelompok lansia yang menderita hipertensi di suatu panti. Perawat tersebut menyatakan
bahwa relaksasi otogenik merupakan salah satu bentuk terapi non farmakologi yang dapat
menurunkan hipertensi . Peran apakah yang sedang diemban oleh perawat pada kasus diatas?
a. Educator
b. researcher
c. Advocator
d. care giver
e. Conselor

28. Pada saat dikaji oleh perawat, Seorang lansia yang tinggal di panti werdha mengatakan nyeri
daerah epigastrium, dan nafsu makannya kurang baik, makanan yang disajikan oleh petugas
panti hanya habis ¼-porsi, gigi ompong, pendengaran dan penglihatan menurun, jalan tertatih,
Rambut kotor dan tidak disisir, tidak mampu menahan BAK dan BAB. Apakah diagnosa
keperawatan utama yang dapat ditegakkan pada kasus di atas?
a. Defisit perawatan diri
b. Gangguan citra tubuh
c. Resiko jatuh
d. Gangguan personal higiene
e. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi

29. Seorang pasien lansia, laki-laki, umur 65 tahun. Saat dikaji perawat, ia mengatakan sering tidak
dapat menahan kencing, jumlah asupan dan jumlah urine tidak seimbang. Berdasarkan diagnosa
medis, pasien menderita inkontinensia urine. Intervensi apakah yang paling tepat oleh perawat
untuk kasus diatas ?
a. Anjurkan pada pasien untuk banyak minum
b. Kolaborasi pemberian diuretik
c. Anjurkan untuk mengkonsumsi buah-buahan
d. Ajarkan untuk melakukan behavioral training
e. Kolaborasi pemberian NSAID

30. Ny X ( 70 tahun) menderita hipertensi sejak lima tahun yang lalu. Keluhan saat ini adalah nyeri
didaerah tengguk, kepala pusing, T= 170/90 mmHg. Saat ini klien mendapatkan terapi lasik.
Kondisi apa yang harus dimonitor oleh perawat unuk kasus di atas?
a. Kaji intake pasien
b. Kaji kesadaran pasien
c. Kaji pegeluaran urine
d. Kaji penurunan tekanan darah
e. Kaji mual muntah

31. Ny X ( 70 tahun) , pernah mengalami jatuh 1 kali. Kondisi lingkungan rumah gelap dan lantai
licin. Saat ini mengkonsumsi obat hipertensi, serta penurunan pendengaran dan penglihaan. Data
apa saja yang harus dikaji oleh perawat untuk mengurangi resiko jatuh kasus di atas?
a. Kaji nutrisi klien
b. Kaji kesadaran pasien
c. Kaji tingkat depresi klien
d. Kaji spiritual klien
e. Kaji mual muntah

32. Seorang pasien lansia, 85 tahun. Berdasarkan hasil pengkajian perawat klien mengalami
dementia. Disamping itu klien tengah mendapatkan pengobatan hipertensi. Tindakan apa yang
harus dilakukan oleh perawat untuk kasus di atas?
a. Mengunakan pengingat waktu
b. Menggunakan bahasa yang keras
c. Menggunakan restrain
d. Gunakan seklusi
e. Menjaga klien setiap waktu

33. Seorang lansia perempuan, usia 72 tahun tinggal di panti. Saat dikaji perawat, lansia tersebut
memiliki IMT 30. Berdasarkan pengkajian perawat, lansia trsebut selalu menghabiskan makanan
yang disajikan oleh pihak panti, dan sering ngemil pada saat nonton TV, aktifitas yang dilakukan
sepanjang hari hanya duduk-duduk saja. Apakah Intervensi yang paling tepat yang harus
dilakukan perawat?
a. Memberikan makanan dengan Jumlah kalori sebanyak 50% dari total asupan
b. Mamberiakan makanan dengan Jumlah lemak 50-60% dari total kalori
c. Memberikan makanan yang mengandung tinggi kalsium
d. Menganjurkan untuk melakukan pembatasan garam
e. menganjurkan untuk mengurangi makanan yang mengandung zat besi
34. Seorang lansia laki-laki, usia 70 tahun tinggal di panti. Saat dikaji perawat, sudah 5 hari belum
BAB, pasien mengeluh sejak dua tahun terakhir ini susah BAB, dan apabila BAB feses keras.
Apakah kemungkinan penyebab masalah pasien pada kasus diatas?
a. Kelokan pembuluh darah kolon menurun
b. Absorbsi air dan elektrolit meningka
c. Menguatnya peristaltik kolon
d. Menguatnya motilitas kolon
e. Penurunan kondisi dinding abdomen

35. Seorang pasien lansia perempuan usia 67 tahun. Saat dikaji oleh perawat, mengeluh linu di daerah
punggung dan ujung jari terasa nyeri di pagi hari. Menurut catatan medical record pasien
mempunyai riwayat penyakit rematik, dan mendapat terapi alupurinol 2 x 100 mg. Apakah yang
harus dilakukan perawat berhubungan dengan efek samping pemberian obat diatas?
a. Menganjurkan pasien membatasi cairan
b. Menganjurkan pasien untuk banyak melakukan aktivitas
c. Menganjurkan menghentikan obat apabila timbul kemerahan pada kulit
d. Menganjurkan minum obat bersamaan dengan susu low fat
e. Menganjurkan untuk meminum air teh setelah minum obat

36. Seorang lansia, perempuan, usia 75 tahun, sejak suaminya meninggal enam bulan yang lalu, ia
lebih banyak menyendiri di kamar tidur dan tidak mau berkumpul dengan lansia lainnya.
Teori penuaan apakah yang sesuai dengan kasus diatas?
a. Genetic clock theory
b. Ego integrity theory
c. Disengagement theory
d. wear and tear theory
e. Cross link theory

37. Seorang pasien lansia, perempuan, usia 65 tahun, yang sedang immobilisasi, untuk menghindari
pasien terjatuh dari tempat tidur perawat memasang plang bed. Prinsip etik apakah yang
diterapkan oleh perawat pada kasus di atas?
a. Beneficience
b. Nonmaleficience
c. Autonomy
d. Justice
e. Veracity

38. Seorang perawat sedang melakukan penyuluhan tentang manfaat relaksasi otogenik pada
sekelompok lansia yang menderita hipertensi di suatu panti. Perawat tersebut menyatakan
bahwa relaksasi otogenik merupakan salah satu bentuk terapi non farmakologi yang dapat
menurunkan hipertensi . Peran apakah yang sedang diemban oleh perawat pada kasus diatas?
a. Educator
b. researcher
c. Advocator
d. care giver
e. Conselor

39. Pada saat dikaji oleh perawat, Seorang lansia yang tinggal di panti werdha mengatakan nyeri
daerah epigastrium, dan nafsu makannya kurang baik, makanan yang disajikan oleh petugas
panti hanya habis ¼-porsi, gigi ompong, pendengaran dan penglihatan menurun, jalan tertatih,
Rambut kotor dan tidak disisir, tidak mampu menahan BAK dan BAB. Apakah diagnosa
keperawatan utama yang dapat ditegakkan pada kasus di atas?
a. Defisit perawatan diri
b. Gangguan citra tubuh
c. Resiko jatuh
d. Gangguan personal higiene
e. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi

40. Seorang pasien lansia, laki-laki, umur 65 tahun. Saat dikaji perawat, ia mengatakan sering tidak
dapat menahan kencing, jumlah asupan dan jumlah urine tidak seimbang. Berdasarkan diagnosa
medis, pasien menderita inkontinensia urine. Intervensi apakah yang paling tepat oleh perawat
untuk kasus diatas ?
a. Anjurkan pada pasien untuk banyak minum
b. Kolaborasi pemberian diuretik
c. Anjurkan untuk mengkonsumsi buah-buahan
d. Ajarkan untuk melakukan behavioral training
e. Kolaborasi pemberian NSAID

41. Ny X ( 70 tahun) menderita hipertensi sejak lima tahun yang lalu. Keluhan saat ini adalah nyeri
didaerah tengguk, kepala pusing, T= 170/90 mmHg. Saat ini klien mendapatkan terapi lasik.
Kondisi apa yang harus dimonitor oleh perawat unuk kasus di atas?
a. Kaji intake pasien
b. Kaji kesadaran pasien
c. Kaji pegeluaran urine
d. Kaji penurunan tekanan darah
e. Kaji mual muntah

42. Ny X ( 70 tahun) , pernah mengalami jatuh 1 kali. Kondisi lingkungan rumah gelap dan lantai
licin. Saat ini mengkonsumsi obat hipertensi, serta penurunan pendengaran dan penglihatan.
Data apa saja yang harus dikaji oleh perawat untuk mengurangi resiko jatuh kasus di atas?
a. Kaji nutrisi klien
b. Kaji kesadaran pasien
c. Kaji tingkat depresi klien
d. Kaji spiritual klien
e. Kaji mual muntah

43. Seorang pasien lansia, 85 tahun. Berdasarkan hasil pengkajian perawat klien mengalami
dementia. Disamping itu klien tengah mendapatkan pengobatan hipertensi.Tindakan apa yang
harus dilakukan oleh perawat untuk kasus di atas?
a. Mengunakan pengingat waktu
b. Menggunakan bahasa yang keras
c. Menggunakan restrain
d. Gunakan seklusi
e. Menjaga klien setiap waktu

44. Seorang lansia perempuan, usia 72 tahun tinggal di panti. Saat dikaji perawat, lansia tersebut
memiliki IMT 30. Berdasarkan pengkajian perawat, lansia trsebut selalu menghabiskan makanan
yang disajikan oleh pihak panti, dan sering ngemil pada saat nonton TV, aktifitas yang dilakukan
sepanjang hari hanya duduk-duduk saja. Apakah Intervensi yang paling tepat yang harus
dilakukan perawat?
a. Memberikan makanan dengan Jumlah kalori sebanyak 50% dari total asupan
b. Mamberiakan makanan dengan Jumlah lemak 50-60% dari total kalori
c. Memberikan makanan yang mengandung tinggi kalsium
d. Menganjurkan untuk melakukan pembatasan garam
e. menganjurkan untuk mengurangi makanan yang mengandung zat besi

45. Seorang lansia laki-laki, usia 70 tahun tinggal di panti. Saat dikaji perawat, sudah 5 hari belum
BAB, pasien mengeluh sejak dua tahun terakhir ini susah BAB, dan apabila BAB feses keras.
Apakah kemungkinan penyebab masalah pasien pada kasus diatas?
a. Kelokan pembuluh darah kolon menurun
b. Absorbsi air dan elektrolit meningka
c. Menguatnya peristaltik kolon
d. Menguatnya motilitas kolon
e. Penurunan kondisi dinding abdomen

46. Seorang pasien lansia perempuan usia 67 tahun. Saat dikaji oleh perawat, mengeluh linu di
daerah punggung dan ujung jari terasa nyeri di pagi hari. Menurut catatan medical record pasien
mempunyai riwayat penyakit rematik, dan mendapat terapi alupurinol 2 x 100 mg. Apakah yang
harus dilakukan perawat berhubungan dengan efek samping pemberian obat diatas?
a. Menganjurkan pasien membatasi cairan
b. Menganjurkan pasien untuk banyak melakukan aktivitas
c. Menganjurkan menghentikan obat apabila timbul kemerahan pada kulit

d. Menganjurkan minum obat bersamaan dengan susu low fat


e. Menganjurkan untuk meminum air teh setelah minum obat

47. Perempuan berumur 60 tahun baru 2 minggu tinggal di panti wredha. Sejak kedatangan ke panti
klien sering menangis, melamun dan tidak bisa tidur nyenyak. Klien mengatakan tidak betah dan
merasa bosan, sehingga klien tidak nafsu makan dan badannya terlihat kurus. Apakah tindakan
prioritas yang harus dilakukan oleh perawat gerontik ?
a. Menjelaskan pada klien tentang pentingnya makan
b. Mengarahkan terhadap kegiatan yang disukai oleh klien
c. Memberikan pengertian pada klien bahwa tidur itu penting
d. Memotivasi klien untuk bersosialisasi dengan penghuni panti yang lain
e. Membantu agar klien menerima terhadap kondisi dan keberadaannya sekarang

48. Perempuan 70 tahun mengalami bengkak pada kaki kanannya. Kaki klien keras, kaku dan kulit
merah. Petugas panti membawa klien ke rumah sakit, dari hasil pemeriksaan tidak ada kelainan
pada kaki klien, ketika diselediki lebih lanjut ternyata kaki klien digigit oleh serangga, sehingga
dokter hanya memberikan salep untuk mengobati kaki klien. Apakah rencana tindakan perawat
untuk menurunkan bengkak pada kaki klien?
a. Memassage kaki klien
b. Memberikan kompres hangat
c. Melakukan pergerakan sendi
d. Membersihkan kaki klien
e. Memberikan kompres dingin

49 . Seorang pria 70 tahun tinggal di panti mengeluh pusing, nyeri kuduk, penglihatan buram dan kram
pada tangan kiri sejak 3 hari yang lalu. Hal ini menyebabkan klien beberapa kali menabrak benda
yang ada disekitarnya. Hasil pemeriksaan saat ini tekanan darah klien adalah 180/120 mmHg.
Klien mendapatkan obat dari dokter untuk mengatasi tekanan darahnya. Apakah tindakan
prioritas yang harus dilakukan perawat terhadap klien ?
a. Melakukan massage
b. Mencegah resiko jatuh
c. Memberikan kacamata
d. Menganjurkan klien istirahat
e. Memastikan klien meminum obat

50. Seorang perempuan 56 tahun tinggal bersama anak bungsunya dan mengalami stroke sejak 1
tahun yang lalu.Hasil pemeriksaan fisik didapatkan badan klien kaku, berbau dan tampak luka
dekubitus di bagian lengan, pantat dan lutut. Klien melakukan segala aktifitas di tempat tidur.
Apakah tindakan keperawatan prioritas yang harus diberikan terhadap keluarga klien tersebut ?
a. Mengajari cara perawatan luka
b. Memberikan latihan pergerakan sendi
c. Mendemonstrasikan cara memandikan
d. Memotivasi untuk banyak bergerak
e. Memindahkan klien dengan teknik yang tepat

51. Nenek H. Mengalami nyeri dan bengkak pada kakinya akibat jatuh ketika menjemur pakaiannya
sehingga ia mengalami kesulitan dalam berjalan dan beraktiitas. Apa diagnosa utama yang perlu
ditanggulangi pada kondisi ini ?
a. Gangguan rasa nyaman: nyeri
b. Gangguan immobilisasi
c. Kerusakan jaringan
d. Gangguan integritas kulit
e. Gangguan aktivitas sehari-hari

52.Perawat T memantau kondisi lantai kamar mandi panti yang sedang diganti karena akibat dari
kondisi lantai yang rusak tersebut maka banyak lansia yang sering jatuh. Pada kondisi ini proses
keperawatan mana yang sedang dilakukan oleh perawat.
a. Pengkajian
b. Diagnosa
c. Perencanaan
d. Implementasi
e. Evaluasi

53. Perawat melakukan skrining gula darah pada lansia di panti. Proses keperawatan mana yang
sedang dilakukan oleh perawat.
a. Pengkajian
b. Diagnosa
c. Perencanaan
d. Implementasi
e. Evaluasi

54. Nenek N 70 tahun sudah 6 bulan ini mengalami susah tidur, sering menangis bila mengingat
anaknya yang sudah meninggal 1 tahun yang lalu, akibatnya asmanya sering kumat. Pada kondisi
ini, terapi apa yang cocok diberikan kepada lansia.
a. Rileksasi
b. Distraksi
c. Terapi Kelompok
d. Life review therapy
e. Senam lansia
55. Seorang kakek 70 tahun mengalami cacat pada kakinya. Cacat yang dialami karena ia pernah
jatuh dari tangga. Saat ini ia jalan terseok-seok seperti orang yang akan jatuh. Apa yang harus
dilakukan perawat terhadap kondisi kakek tersebut ?
a. Membiarkan lansia berjalan sendiri
b. Membimbing lansia saat berjalan
c. Melatih lansia yang sehat untuk mendampingi lansia tersebut
d. Memfasilitasi alat bantu jalan
e. Mengedukasi lansia untuk tidak banyak berjalan

56. Seorang Nenek 75 tidak mau makan makanan di panti karena rasanya tidak enak sehingga saat
ini ia mengalami nyeri ulu hati. Apa tindakan pertama yang harus dilakukan oleh perawat.
a. Mengedukasi lansia untuk mau makan
b. Memberikan obat agar nyerinya hilang
c. Mengedukasi petugas masak agar memvariasikan makanan
d. Menyuruh lansia makan sedikit tapi sering
e. Memperbolehkan lansia untuk beli makan di luar

57. Nenek E. 77 tahun mengalami gangguan dalam pendengarannya. Oleh karena itu, perawat
memerlukan metode komunikasi yang tepat ketika berkomunikasi dengannya. Bagaimanakah
cara perawat berkomunikasi terhadap Nenek E ?
a. Berbicara di ruang yang kedap
b. Berbicara di tempat yang ramai
c. Berbicara di ruang yang tenang
d. Berbicara di ruang yang terang
e. Berbicara di ruang yang gelap

58. Kakek I. 68 tahun telah mengalami kemunduran pada sistem penglihatannya. Ia seringkali
melihat bayangan putih di depannya seperti kabut. Akibat dari gangguannya tersebut ia harus
berpegangan tembok ketika berjalan. Sebutkan jenis kemunduran yang dialami oleh Kakek I. ?
a. Stomatitits
b. Katarak
c. Glukoma
d. Retinitis
e. konjunctivitis

59. Seorang laki - laki berusia 70 tahun, tinggal di panti wredha setelah dilakukan pengkajian, klien
mengeluh mual dan perih sekali pada lambungnya, gigi sudah tanggal semua, mengalami
demensia, lebih dari 3 hari makan tidak mau, sulit menelan kesadaran makin melemah .
Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus terebut?
A. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
B. Gangguan menelan
C. Nyeri akut
D. Gangguan persepsi sensori
E. Devisit volume cairan

60. Seorang laki - laki berusia 70 tahun, tinggal di panti wredha setelah dilakukan pengkajian, klien
mengeluh mual dan perih sekali pada lambungnya, gigi sudah tanggal semua, mengalami
demensia, lebih dari 3 hari makan tidak mau, sulit menelan kesadaran makin melemah .
Apakah intervensi yang diutamakan pada kasus terebut?
A. Anjurkan klien makan sesering mungkin
B. Kolaborasi pemberian analgetik (nyeri lambung)
C. Berikan klien makanan kesukaan
D. Anjurkan klien untuk mengingat
E. Anjurkan klien untuk minum banyak

61. Seorang perawat melakukan pengkajian di rumah perempuan yang berusia 60 tahun, dengan
keluhan nyeri persendian terutana di lutut, klien merasa linu dan pegal. Hal tersebut sudah
dirasakan 1 minggu lamanya dan tidak mau berobat ke Puskesmas dengan alasan jauh dan tidak
mempunyai uang dan tidak punya Asuransi kesehatan.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus tersebut ?
A. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
B. Gangguan menelan
C. Nyeri akut
D. Gangguan persepsi sensori
E. Devisit volume cairan

62. Seorang perawat melakukan pengkajian di rumah perempuan yang berusia 60 tahun, dengan
keluhan nyeri persendian terutana di lutut, klien merasa linu dan pegal. Hal tersebut sudah
dirasakan 1 minggu lamanya dan tidak mau berobat ke Puskesmas dengan alasan jauh dan tidak
mempunyai uang dan tidak punya Asuransi kesehatan.
Apakah intervensi utama pada kasus tersebut ?
A. Memberikan obat analgetik
B. Massage pada daerah yang nyeri
C. Menganjurkan untuk segara dirujuk ke rumah sakit
D. Mengurangi makanan yg tidak tinggi serat
E. Kompres hangat pada daerah yang nyeri

63. Seorang Perawat sedang melakukan pengkajian di panti werda pada klien perempuan berusia 70
tahun, saat ditanya pasien lupa dengan namanya sendiri dan susah untuk mengingat sesuatu. Jika
menyimpan sesuatu barang pasien sering lupa, lupa waktu dan tempat. Pasien terlihat
kebingungan saat ditanya. Apakah pengkajian yang tepat pada pasien tersebut ?
A. Pemeriksaan fisik
B. Pemeriksaan IDB
C. Pemeriksaan dengan SPMSQ
D. Pemeriksaan barthel indeks
E. Pemeriksaan KATZ indeks

64. Seorang Perawat di panti werda sedang melakukan pengkajian pada klien perempuan berusia 60
tahun, saat ditanya pasien terlihat tidak suka dan langsung pergi, susah untuk berkomunikasi
dengan orang lain, sering menyendiri. Ia sering mengeluh tentang kehidupanya dan keluarganya.
Apakah pengkajian yang tepat pada pasien tersebut ?
A. Pemeriksaan fisik
B. Pemeriksaan IDB
C. Pemeriksaan dengan SPMSQ
D. Pemeriksaan barthel indeks
E. Pemeriksaan KATZ indeks

65. Seorang Perawat di panti werda sedang melakukan pengkajian pada klien laki – laki berusia 60
tahun, saat di observasi, pasien tidak bisa untuk beraktifitas secara mandiri, seperti mandi,
toileting, berpakaian, BAB dan BAK, klien terlihat kurang terurus dan tercium bau yang kurang
enak. Apakah pengkajian yang tepat pada pasien tersebut ?
A. Pemeriksaan fisik
B. Pemeriksaan IDB
C. Pemeriksaan dengan SPMSQ
D. Pemeriksaan barthel indeks
E. Pemeriksaan KATZ indeks

66. Seorang perempuan berusia 60 tahun diantar keluarga ke Puskesmas karena sudah 4 bulan batuk
tidak sembuh-sembuh dan pasien mengalami penuruna berat badan. Hasil pengkajian di peroleh
pasien tampak kurus, malam hari banyak keringat, telah makan obat warung dan lingkungan
rumahnya tampak kotor, ventilasi rumah kurang mencukupi. Pasien tersebut bekerja sebagai
buruh pabrik. Apakah data pendukung yang tepat pada pasien tersebut ?
A. Periksa Lab tes BTA dan tes mantox
B. Periksa riwayat keluarga apakah ada yang terkena TB paru
C. Pemeriksaan kebiasaan pola makan dan pola tidur
D. Pemeriksaan gaya hidup klien
E. Pemeriksaan lingkungan sekitar klien

67. Seorang perempuan berusia 60 tahun diantar keluarga ke Puskesmas karena sudah 4 bulan batuk
tidak sembuh-sembuh dan pasien mengalami penuruna berat badan. Hasil pengkajian di peroleh
pasien tampak kurus, malam hari banyak keringat, telah makan obat warung dan lingkungan
rumahnya tampak kotor, ventilasi rumah kurang mencukupi. Pasien tersebut bekerja sebagai
buruh pabrik. Apakah intervensi lingkungan yang tepat untuk kasus tersebut ?
A. Anjurkan keluarga klien untuk membuka jendela pada pagi hari
B. Berikan pencahayaan yang cukup pada rumah klien
C. Anjurkan klien untuk membuat tempat pembuangan sampah
D. Anjurkan klien untuk tidak dahak sembarangan
E. Anjurkan klien untuk menjaga kebersihan

68. Seorang perempuan berusia 65 tahun datang ke Puskesmas klien mengeluh sakit kepala dan
kadang sampai tidak kuat menahan nyerinya. Saat pengkajian perawat melakukan pengukuran
vital sign, hasilnya TD : 200/110 MmHg, N; 100 X/menit, S: 37 C RR: 22x/ menit. Apakah
diagnosa keperawatan utama kasus tersebut ?
A. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
B. Gangguan perfusi jaringan Cerebri
C. Nyeri akut
D. Gangguan persepsi sensori
E. Devisit volume cairan
69. Seorang perempuan berusia 65 tahun datang ke Puskesmas klien mengeluh sakit kepala dan
kadang sampai tidak kuat menahan nyerinya. Saat pengkajian perawat melakukan pengukuran
vital sign, hasilnya TD : 200/110 MmHg, N; 100 X/menit, S: 37 C RR: 22x/ menit. Apakah
tindakan keperawatan rehabilatatif kasus tersebut ?
A. Anjurkan klien untuk nafas dalam
B. Anjurkan klien untuk relaksasi
C. Anjurkan klien untuk mengurangi rokok dan alkohol
D. Anjurkan klien untuk diet rendah lemak rendah garam
E. Anjurkan klien untuk tidak tidur terlalu malam

70. Seorang perempuan berusia 65 tahun datang ke Puskesmas klien mengeluh sakit kepala dan
kadang sampai tidak kuat menahan nyerinya. Saat pengkajian perawat melakukan pengukuran
vital sign, hasilnya TD : 200/110 MmHg, N; 100 X/menit, S: 37 C RR: 22x/ menit. Apakah
tindakan keperawatan kolaboratif kasus tersebut ?
A. Kolaborasi pemberian antibiotik
B. Kolaborasi pemberian diet gizi seimbang
C. Kolaborasi pemberian analgetik
D. Kolaborasi pemberian kaptropil
E. Kolaborasi pemberian antitusif

71. Lansia usia 67 thn, berada dalam kondisi terminal akibat penyakit degeneratif. Klien menolak
untuk dimandikan dan mengeluh tidak nafsu makan. Klien sangat ingin bertemu putrinya yang
berada diluar kota. Perawat mengatakan akan memenuhi keinginan klien jika klien mau mandi
dan makan agar segar dan kuat saat bertemu putrinya. Tindakan yang dilakukan perawat
merupakan hasil identifikasi terhadap tahapan berduka klien. Apa tahapan berduka yang sedang
dialami klien pada kasus ?
a. Klien berada dalam tahap Denial
b. Klien berada dalam tahap Anger
c. Klien berada dalam tahap Bergaining
d. Klien berada dalam tahap Depress
e. Klien berada dalam tahap Aceptance

72. Hasil pemeriksaan fisik Tn. X menunjukkan tanda sinilitas terminal. Saat dikaji klien tampak
murung dan terbaring lemah serta sering meneteskan air mata. Klien biasanya selalu mengatakan
dia rajin berolah raga dan menjaga pola makan, sehingga kondisinya saat ini diyakini akibat
guna-guna temannya yang iri padanya. Intervensi apa yang dapat dilakukan perawat terhadap
tahapan berduka klien ?
a. Hibur klien dan keluarganya dengan harapan akan kondisi kesehatannya
b. Tanyakan keinginan klien dan harapan akan terpenuhi keinginannya.
c. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan kekecewaannya.
d. Duduk tenang disamping klien dan mendengarkan kesedihannya
e. Luangkan waktu untuk klien mendiskusikan perasaannya
73. Klien usia 65 tahun, baru satu minggu berada di panti, namun saat ini ditempatkan di klinik panti
karena sakit. Klien sering mengeluh diabaikan dan dibuang oleh keluarganya. Saat dikaji klien
tampak murung dan sering menangis. Perawat panti mengalami kesulitan melakukan perawatan
kesehatan klien. Apa yang harus dilakukan perawat untuk mengoptimalkan proses perawatan
klien selanjutnya?
a. Kaji kebutuhan dasar klien yang belum terpenuhi.
b. Libatkan keluarga dalam proses perawatan klien.
c. Lakukan pendekatan menyeluruh secara holistic
d. Kolaburasi dengan psikolog/psikiatri atau pemuka agama.
e. Motivasi klien agar mau melakukan perawatan kesehatannya

74. Ny. W usia 60 tahun, tampak menggerutu diatas tempat tidurnya. Perawat yang sedang membantu
memandikan, mendapat perlakuan kasar dan omelan klien. Klien mengeluh tidak ada seorang pun
mantan staf nya atau siswanya yang menjenguknya sejak kemarin klien dirawat di RS. Pensiunan
kepala sekolah ini merasa terbuang dan dikucilkan orang-orang yang dulu dekat denganya.
Apa yang menjadi trend permasalahan pada lansia pada kasus tersebut?
a. Peningkatan stressor pada lansia
b. Timbulnya masalah kesehatan pada lansia
c. Kesejahteraan lansia terabaikan.
d. Timbulnya masalah post power sindrome
e. Respon obat seringkali menjadi masalah pada lanisa.

75. Tn. B 65 thn, pensiunan TNI, mengeluh sesak nafas dan mudah lelah. Penyakit paru kronis
membuat kondisi fisiknya menurun. Perubahan postur tubuh terlihat dari penurunan BB klien.
Keluhan lain yang saat ini sering dirasakan yaitu instabilitas, inkontinensia dan sulit tidur.
Manakah data yang menunjukkan telah terjadi perubahan kondisi fisik akibat poses penuaan pada
klien ?
a. Keluhan sesak nafas dan mudah lelah.
b. Penyakit paru kronis bersifat degeneratif.
c. Keluhan instabilitas, inkontinensia dan sulit tidur.
d. Perubahan postur tubuh dari penurunan BB.
e. Penyakit paru kronis membuat kondisi fisiknya turun.

76. Seorang lansia di Panti Werdha, dilaporkan sering marah-marah, mengganggu ketenangan teman
sekamarnya. Tanpa alasan yang jelas mudah mengamuk. Klien sulit mengikuti kegiatan panti
seperti terapi modalitas atau senam lansia. Jika perawat atau pengurus panti menjenguknya klien
seringkali lupa dan bingung dengan pertanyaan yang diajukan terkait kehidupannya sehari-hari.
Perubahan mental apakah yang terjadi pada klien dalam kasus tersebut?
a. Gangguan Kognitif
b. Behavior Disturbances
c. Activity decline
d. Dimentia
e. Depresi
77. Ny. W 60 thn, dahulu berprofesi sebagai penari tradisional. Kemampuan tarinya dikenal sampai
ke mancanegara. Saat ini dia mengelola sebuah sanggar tari bersama anak cucu nya. Sanggar tari
miliknya semakin berkembang dengan adanya tari modern yang dipadukan dengan seni tari
tradisionalnya. Apa pernyataan yang paling sesuai untuk menggambarkan lansia pada kasus yaitu
a. Lansia sehat mental, fisik dan tidak mudah pikun.
b. Lansia kreatif, inovatif dan produktifitas tinggi
c. Lansia memiliki produktifitas mental & material tinggi.
d. Lansia yang mandiri dan tidak bergantung pada keluarganya.

78. Ny. E, 80 thn di diagnosa dengan glakuoma selama satu tahun terakhir. Klien mengatakan
bahawa ia rutin menggunakan obat tetes mata yang diberikan. Hari ini perawat dijadwalkan untuk
melakukan home care pada klien. Pada saat melakukan pengkajian, keluhan apakah yang menjadi
prioritas utama perawat?
a. Nystagmus
b. Pusing dan mual
c. Peningkatan tekanan darah
d. Penurunan daya lihat pada malam hari
e. Penurunan daya pandang dan nyeri pada mata

79. Tn D, usia 76 tahun, tergelincir dan jatuh di rumah saat sendiri. Pasien mengatakan bahwa setelah
jatuh, ia mampu untuk bergerak dan duduk selama beberapa saat sebelum anaknya membawa ia
ke rumah sakit. Pasien di diagnosa mengalami fraktur tulang pinggul. Pada saat pengkajian, tanda
dan gejala apakah yang harus diperhatikan di ektremitas bawah pasien?
a. Mobilitas pasif pada pinggul kanan
b. Edema pada pergelangan kaki kanan
c. Warna kulit di kedua ekstremitas bawah
d. Sensitif pada perubahan suhu di kedua kaki
e. Bercak pigmentasi kecoklatan pada kedua kaki

80. Berdasarkan teori perkembangan Erikson, klien lansia akan mengalami krisis perkembangan
Tahap krisis perkembangan apakah yang akan dihadapi pada tahap usia lanjut?
a. Initiative vs Guilt
b. Intimacy vs isolation
c. Ego integrity vs despair
d. Identity vs role confusion
e. Generativity vs stagnation

81. Ny. F, usia 63 tahun, dirawat di unit geriatric dengan gangguan jaringan perfusi arteri. Besok
pasien direncanakan untuk pulang ke rumah. Dalam merencanakan perawatan di rumah, posisi
apakah yang memfasilitasi sirkulasi perifer Ny. F?
a. Berbaring dengan posisi semi fowler
b. Duduk di kursi dengan posisi kaki di silang
c. Duduk di kursi dengan posisi kaki menggantung
d. Berbaring di tempat tidur dengan kaki di naikkan
e. Berbaring dengan menempatkan bantal di bawah kedua kaki
82. Ny. D, 71 tahun di rawat di unit geriatric dengan riwayat jatuh dari tangga dua hari yang lalu.
Pada saat pengkajian TTV pasien: TD 170/98 mmHG; respirasi 22 x/menit. Perawat
mengidentifikasi bercak pigmentasi kecoklatan di sekitar kedua pergelangan kaki.
Bercak pigmentasi kecoklatan pada ke dua pergelangan kaki menunjukan tanda?
a. Malnutrisi
b. Penyakit lymphatic
c. Kekerasan pada lansia
d. Peningkatan tekanan darah perifer
e. Ketidak adekuatan perfusi vena

83. Tn. S usia 71 tahun, di rawat di unit geriatric dengan gagal jantung kongestif kanan.
Hasil pengkajian manakah yang mengindikasikan gagal jantung kongestif kanan?
a. Angina
b. Takipnea
c. Bunyi korotkoff
d. Pelebaran vena jugular
e. Sputum berwarna pink berbusa

84. Ny. K, 68 tahun di diagnosa dengan Alzheimer sejak setahun yang lalu. Anak pasien
mengeluhkan bahwa ibunya seringkali tidak menghabiskan makanan yang diberikan.
Intervensi keperawatan manakah yang paling tepat bagi pasien Alzheimer yang mengalami
kesulitan untuk makan
a. Mengeliminasi distraksi di lingkungan
b. Menyediakan makanan hangat bagi klien
c. Menempatkan klien di ruang makan pada saat makan bersama
d. Menganjurkan keluarga atau sahabat terdekat menemani klien pada saat makan
e. Memberikan variasi makanan dan memperbolehkan klien untuk memilih makanan

85. Pada saat melakukan kunjungan rumah, anak pasien mengatakan bahwa ibunya, 76 tahun dengan
demensia, seringkali merasa cemas dan marah-marah terhadap hal-hal yang kecil, khususnya
menjelang sore hari. Kondisi apakah yang dialami oleh Ibu tersebut?
a. Agnosia
b. Apraxia
c. Irritabilitas
d. Demensia stadium 3
e. Sundowner’s sindrom

86. Tn. B. 65 tahun di diagnosa dengan Penyakit Parkinson.


Pernyataan manakah yang sesuai dengan penyakit Parkinson?
a. Gangguan neurologis
b. Gangguan muskuloskeletal
c. Kehilangan memori jangka pendek
d. Suatu kondisi reversible yang dapat ditangani dengan upaya kuratif
e. Parkinson merupakan penyakit yang normal terjadi pada usia 65 tahun
87. Tn. B, 65 tahun dengan penyakit Parkinson dirawat di unit geriatric dengan gangguan nutrisi
kurang dari kebutuhan.
Intervensi keperawatan yang tepat dilakukan oleh perawat pada kasus diatas?
a. Memperbolehkan pasien untuk makan sendiri
b. Memposisikan pasien untuk duduk tegak pada saat makan
c. Menganjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan yang lunak
d. Menganjurkan keluarga pasien untuk membawa makanan kesukaan pasien
e. Menganjurkan keluarga pasien untuk menemani pada saat pemberian makan

88. Pada saat melakukan pengkajian pada Ny. H, usia 68 tahun, perawat mengidentifikasi bahwa
pasien mungkin mengalami kekurangan zat besi. Tanda apakah yang mendukung masalah
kekurangan zat besi pada Ny. H?
a. Clubbing fingers
b. Jari kuku cekung
c. Spasm carpodepal
d. Perdarahan gingival
e. Paresthesia di ekstremitas bawah

89. Ny. S, 57 tahun mendapatkan terapi estrogen untuk mencegah kehilangan masa tulang akibat
osteoporosis. Pendidikan kesehatan apakah yang tepat diberikan kepada Ny. S?
a. Memonitor gula darah puasa
b. Olah raga rutin 3x seminggu
c. Melakukan mammogram sekali setahun
d. Mengkonsumsi estrogen pada saat makan
e. Memonitor tekanan darah untuk mencegah hipotensi

90. Pada saat melakuan kunjungan rumah, Ny. G, usia 80 tahun mengeluhkan bahwa jari kakinya
seringkali kedinginan dan ia mengalami kesulitan tidur di malam hari karena merasa nyeri di
kedua kaki. Pernyataan manakah yang mengindikasikan kondisi yang dialami Ny. G?
a. Mengindikasikan ketidak adekuatan venous
b. Kondisi Ny. G mengindikasikan penyakit gout
c. Kondisi tersebut mengindikasikan ketidak adekuatan perfusi arterial
d. Kondisi yang dialami merupakan hal yang normal terjadi pada proses menua
e. Merupakan hal yang normal terjadi pada proses menua di sistem musculoskeletal

91. Tn. Y berusia 75 thn mengalami kesulitan berjalan, klien tampak kaku, mengeluh nyeri bila
digerakkan skala nyeri 6, klien tampak meringis.Klien berjln dg bantuan tongkat. Klien
mempunyai riwayat post stroke 2x.td 150/100mmHg, nadi 70x/menit,suhu normal,RR 28x/menit
Prioritas masalah keperawatan untuk Tn.Y adalah
a. Gangguan interaksi
b. Gangguan rasa nyaman nyeri
c. Resiko tinggi jatuh
d. Kerusakan mobilitas fisik
e.Gangguan immobilitas
92. Ny. B usia 68 thn dalam keluarga binaan perawat, yang mengalami kasus diabetes memiliki kulit
yang sangat kering pada kaki dan ekstremitas bawah. Untuk mempertahankan kulit yang utuh
keluarga bertanya pada perawat.
Manakah intervensi yang harus diberikan oleh perawat pada keluarga?
a. merendam kakinya dengan sering ke air hangat.
b. menggunakan losion tanpa pewangi.
c. menggunakan bedak kaki
d. menghindari stoking elastis setinggi lutut.
e. memberikan Penkes kepada seluruh masyarakat

93. Tn. Z usia 78 tahun dengan kesadaran penuh dipindahkan ke fasilitas perawatan jangka panjang
oleh keluarganya. Pada malam kedua klien menjadi bingung dan tidak mengenali keluarganya.
Diagnosa keperawatan apa yang paling sesuai dengan kasus di atas?
a. kurang pengetahuan
b. gangguan memori.
c. gangguan sensori persepsi
d. perubahan proses pikir.
e. Devisit perawatan diri

94. Tn B umur 76tahun dapat menyebut hari dengan benar tidak mampu menyebut tanggaldan tahun.
Perawat meminta klien berhitung dari 100 dikurangi 7 hanya benar 93 dan 86 yang lain salah.
Pengkajian diatas adalah
a. Barthel Indeks.
b. MMSE.
c. SPSMQ
d. Katz Indeks.
e. Pengkajian Psikososial

95. Saat menunggu kedatangan keluarga dari klien Tn X umur 67 tahun yang sudah meninggal,
jadwal dinas telah berganti. Perawat yang akan dinas belum pernah bertemu dengan kelurga dari
klien yang meninggal dunia.
Bagaimana cara perawat untuk menyatakan rasa simpati pada situasi tersebut?
a. “saya ikut berduka atas kehilangan yang anda rasakan”.
b. “saya akan membwa anda masuk untuk melihat jenazahnya”.
c. “saya tidak tahu keluarga anda, tetapi saya yakin anda adalah orang yang sabar”
d. “Berapa lama anda ingin terus menerus mengalami kesedihan keluarga yang sudah meninggal”
e ”saya rasa kita semua kehilangan”

96. Tn C berusia 70 tahun sudah 10 tahun tinggal di panti wreda, post stroke mengalami kelumpuhan
pada ekstremitas kiri dan perlu bantuan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Apakah tindakan yang paling tepat untuk klien tersebut?
a. Memakai kursi roda
b. Melatih pergerakan sendi.
c. Memijat ekstremitas kiri.
d. Memantau klien minum obat.
97. Panti wreda W dihuni 15 lansia laki – laki, belum memiliki program kegiatan yang melibatkan
lansia secara aktif. Saat pengkajian 9 lansia mengalami hipertensi dan 6 lansia mengalami sakit
kepala . Hampir semua penghuni panti wreda W menyatakan bosan dengan kehidupan di panti.
Apakah masalah keperawatan lansia dipanti wreda tersebut.
a. Manajemen panti tidak adekuat
b. Kasus hipertensi meningkat
c. Resiko cedera
d. Stress psikososial.
e. Resiko Kehilangan

98. Hasil pengkajian Ny Y didapatkan data klien mandiri makan, menggunakan pakaian, berpindah
kecuali ke kamar mandi dan bantuan dalam BAB dan BAK
Termasuk Katz Indek manakah NyY.
a. Katz Indeks B
b. Katz indeks C
c. Kats Indeks D
d. Kats Indeks E.
e. Kats Indeks F

99. Hasil pengkajian Ny Y didapatkan data klien mandiri makan, menggunakan pakaian, berpindah
kecuali ke kamar mandi dan bantuan dalam BAB dan BAK
Termasuk Katz Indek manakah NyY.
a. Katz Indeks B
b. Katz indeks C
c. Kats Indeks D
d. Kats Indeks E.
e. Kats Indeks F

100. Seorang laki-laki berusia 72 tahun tinggal dipanti wredha. Pada saat pengkajian diperoleh data :
keluhan sering pusing saat beraktifitas sejak sebulan yang lalu , klien terlihat sempoyongan saat
berjalan, kategori katz indeks A, nilai bartel indeks 120, tekanan darah 130/80 mmHg. Apakah
pengkajian yang perlu dilakukan oleh perawat untuk menegakkan masalah prioritas pada klien
tersebut?
a. masalah emosional
b. status mental
c. keseimbangan
d. orientasi
e. kemampuan memori

101. Klien berusia 68 tahun di suatu pantiwredha mengeluh rindu dengan keluarga, klien sering
bercerita mengenai pengalaman dan suka duka saat dia bekerja dan tinggal bersama keluarganya
termasuk kegagalannya pada saat muda, klien terlihat sesekali menangis saat menceritakan
pengalamannya. Berdasarkan kasus di atas, upaya yang paling tepat dilakukan perawat adalah
a. Terapi musik,
b. Terapi remotivasi
c. Terapi orientasi realitas
d. Terapi manipulasi lingkungan
e. Terapi Live review

102. Seorang lansia perempuan berusia 67 tahun terlihat marah sekali dan kerap kali berbicara sendiri.
Ia baru saja kehilangan anaknya. Klien mengatakan bahwa hidup ini tidak adil. Ia merasa
sebaiknya ia saja yang pergi dulu daripada harus ditinggal pergi anaknya yang masih muda.
Manakah tindakan yang harus dihindari dalam meghadapi lansia dengan kondisi di atas?
a. Menjauhkannya dari benda-benda tajam
b. Memintanya untuk tenang dan menarik nafas dalam
c. Berada di sekitar klien dengan menjaga jarak untuk proteksi diri
d. Menempatkan klien dalam ruangan yang tersendiri yang bebas dari bahaya
e. Menyangkal semua apa yang dikatakannya dan mengatakan bahwa yang dilakukannya itu
tidak baik

103. Seorang lansia laki-laki berusia 68 tahun mengalami katarak pada kedua matanya. Klien
didiagnosa Diabetes Tipe II. Setiap kali berjalan klien harus menggunakan tongkat dan sering kali
terbentur karena penglihatannya yang mulai menurun. Apakah intervensi yang paling prioritas
untuk klien di atas?
a. Berkolaborasi dengan dokter untuk rencana operasi kataraknya
b. Memberikan suntikan insulin untuk mengendalikan kadar gulanya
c. Mengatur pola dan jenis makannya untuk megendalikan kadar gulanya
d. Meminta klien untuk tetap di tempat tidurnya terus sampai pengliatnnya membaik
e. Mengorientasikan ruangan yang ada di sekitar klien untuk mencegah cedera akibat
penurunan penglihatan

104. Seorang lansia perempuan (73 tahun) tinggal di panti mengalami gangguan system
musculoskeletal. Klien mengalami kelemahan otot pada bagian extremitas bawah. Klien pernah
mengalami stroke 1 tahun yang lalu. Ketika dikaji klien tiba-tiba menangis dan terus menyebut
nama anaknya. Klien mengatakan sudah 6 bulan tidak pernah dikunjungi oleh anaknya. Manakah
masalah keperawatan yang prioritas berkaitan dengan pemenuhan ADL pada kasus di atas?
a. Kerinduan akan anaknya
b. Riwayat stroke setahun yang lalu
c. Tidak dapat berpindah tempat secara mandiri
d. Kelemahan otot pada bagian extremitas bawah
e. Menangis dengan terus menyebut nama anaknya
Soal Keluarga

1. Perawat A melakukan pengkajian pada keluarga Tn. B. Dari hasil pengkajian diperoleh bahwa
usia anaknya 2 tahun dengan BB 7kg. Tn.B mengatakan jika anaknya baik-baik saja, tidak
mengalami masalah terbukti dengan anaknya tidak rewel dan masih aktif bermain dengan anak
yang lain. Apakah fungsi perawatan kesehatan yang bermasalah?
a. Mengenal masalah kesehatan
b. Mengambil keputusan
c. Merawat anggota keluarga yang sakit
d. Memodifikasi lingkungan
e. Memanfaatkan pelayanan kesehatan

2. Seorang perawat melakukan kunjungan rumah pada keluarga Tn. C. Kunjungan ini adalah
kunjungan kedua kali untuk melakukan pengkajian dan pemeriksaan fisik. Pada saat kunjungan,
anggota keluarga Tn.C tidak lengkap, dimana anak pertama Tn.C sedang bekerja dan pulang
malam hari. Apakah yang sebaiknya dilakukan oleh perawat tersebut?
A. Tidak perlu mengkaji anak pertama karena sedang bekerja
B. Melakukan kontrak dengan Tn.C untuk bisa mengkaji anaknya
C. Datang lagi keesokan harinya untuk mengkaji anak pertama Tn.C
D. Meminta bantuan keluarga untuk menanyakan hal-hal yang perlu dikaji
E. Cukup memperoleh informasi dari keluarga mengenai anak pertamanya

3. Perawat puskesmas melakukan kunjungan pada keluarga Tn.A yang memiliki riwayat penyakit
rematik sejak setahun yang lalu. Saat pengkajian, Tn.A tampak berbaring di tempat tidur dan
tidak mampu beraktifitas karena kakinya bengkak. Apakah diagnosa keperawatan yang muncul ?
A. Immobilisasi
B. Resiko Cedera
C. Intoleransi aktivitas
D. Gangguan aktivitas
E. Hambatan mobilitas fisik

4. Perawat B melaksanakan kunjungan rumah ke keluarga Tn.C yang istrinya mengalami stroke
ringan. Ibu tersebut memiliki riwayat hipertensi. Saat dikaji ia merasa khawatir jika terjadi stroke
berulang. Apakah informasi yang harus disampaikan pada keluarga tersebut?
A. Pentingnya membatasi aktifitas
B. Pentingnya mengkonsumsi diet rendah garam
C. Manfaat relaksasi nafas dalam untuk mengurangi stres
D. Manfaat pengaturan olahraga bagi kebugaran tubuh
E. Pentingnya mengkonsumsi obat antihipertensi untuk mencegah stroke berulang

5. Keluarga Tn.A memiliki anak dengan masalah TB Paru. Pada saat dilakukan pengkajian, rumah
Tn.A tampak lembab dan kurang cahaya padahal terdapat jendela, namun jarang dibuka. Apakah
penyebab masalah keperawatan pada kasus tersebut?
A. Ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan
B. Ketidakmampuan mengambil keputusan yang tepat
C. Ketidakmampuan memodifikasi lingkungan yang sehat
D. Ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit
E. Ketidakmampuan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
6. Bp. N mengalami stroke dan sehingga ia kesulitan berjalan & berbicara. Bp.N pernah dibawa ke
puskesmas dan menjalani pengobatan . Namun setelah obatnya habis , tidak pernah dibawa lagi
ke puskesmas. Ny.J tidak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk memulihkan Bp.N
,sehingga Ny.J membiarkan Bp.N dalam kondisi kesulitan berbicara dan berjalan. Apakah fungsi
perawatan kesehatan yang bermasalah?
A. Kemampuan Keluarga dalam merawat Bp.N
B. Kemampuan Keluarga dalam mengenal masalah
C. Kemampuan Keluarga dalam mengambil keputusan
D. Kemampuan keluarga dalam Memodifikasi lingkungan
E. Kemampuan keluarga dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan

7. Sebuah keluarga Bp N dan Ny. T mempunyai anak H ( 10 tahun) dan an. K (5 tahun). Bp. N
sering melarang anaknya bermain keluar rumah dan membelikan semua kebutuhan yang
diperlukan oleh anaknya. Hal tersebut menyebabkan anaknya menjadi pemalu dan tidak mudah
bergaul.Apakah Fungsi keluarga yang mengalami gangguan?
A. Fungsi keagamaan D. Fungsi afektif
B. Fungsi ekonomi E. Fungsi sosialisasi
C. Fungsi reproduksi

8. Perawat A melakukan kunjungan rumah ke Keluarga Bp. B. Saat dilakukan pengkajian


kemandirian keluarga, keluarga mau menerima petugas kesehatan dan mau melaksanakan apa
yang disampaikan oleh perawat. Apakah tahap kemandirian Keluarga Bp. B ?
A. Mandiri I D. Mandiri IV
B. Mandiri II E. Mandiri V
C. Mandiri III

9. Keluarga Tn. D memiliki 4 orang anak. Istrinya sudah berusia 42 tahun dan saat ini sedang hamil
anak yang ke 5. Saat melakukan pengkajian mengenai fungsi reproduksi, ia mengatakan bahwa
suaminya melarangnya untuk ber KB karena menurutnya hal tersebut dilarang oleh agama.
Bagaimanakah sikap perawat terhadap pasien tersebut?
A. Menjelaskan pada Ny.D bahwa keyakinan tersebut salah
B. Menyarankan kepada Ny.D untuk memasang KB tanpa memberitahu suaminya
C. Meminta Ny.D untuk tetap ber KB setelah melahirkan karena akan berbahaya untuknya
D. Meminta bantuan tokoh agama untuk memberikan penjelasan mengenai hukum ber KB
E. Meminta suaminya untuk berdiskusi mengenai keyakinannya tersebut dan
menjelaskan resiko hamil di usia lebih dari 35 tahun.

10. Keluarga Tn. G (40 thn) memiliki 3 orang anak. Anak C berusia 17 tahun, Anak D berusia 13
tahun dan Anak E berusia 8 tahun. Keluarga Tn. G masih tinggal bersama ibunya yang sudah tua.
Apakah tahap perkembangan keluarga tersebut?
A. Keluarga usia lanjut
B. Keluarga usia pertengahan
C. Keluarga dengan anak remaja
D. Keluarga denggan anak usia prasekolah
E. Keluarga dengan anak usia sekolah

11. Keluarga dengan kepala keluarga 50 tahun, istri berusia 38 tahun, anak 3 orang, kondisi keluarga
dapat memenuhi kebutuhan dasar (sandang,pangan,papan) secara minimal, interaksi dalam
keluarga minimal karena kepala keluarga bekerja sebagai kuli bangunan diluar kota dan ibu
bekerja sebagai buruh cuci baju, anak pertama dan kedua menjadi pengamen, anak ketiga yang
masih balita sehari-hari dititipkan pada tetangga. Apakah type kesejahteraan keluarga tersebut
berdasarkan estándar BKKBN ¿
a. Prasejahtera
b. sejahtera I
c. Sejahtera II
d. sejahtera II
e. Sejahtera Plus

12. Keluarga dengan kepala keluarga berusia 45 tahun, istri 40 tahun, dan anak usia 3 tahun, pada
saat dikaji anak mengalami ISPA, kondisi rumah : jendela jarang dibuka dan ruangan lembab,
kepala keluarga memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah. Setelah dilakukan tindakan
perawatan selama 4 hari, ibu mampu merawat anaknya yang ISPA, membuka jendela dan bapak
menghentikan kebiasaannya merokok di dalam rumah. Apakah tingkat kemandirian keluarga
setelah dilakukan tindakan keperawatan ?
a. KM I d. KM IV
b. KM II e. KM V
c. KM III

13. Keluarga dengan kepala keluarga berusia 45 tahun, istri 40 tahun, anak pertama berusia 4 tahun
mengalami sesak nafas, batuk berdahak,dan demam dengan suhu tubuh 39 derajat celcius. Anak
kedua 2 tahun belum bisa berjalan, saat ini ibu tidak berKB dengan alasan tidak diijinkan suami.
Masalah prioritas apakah yang dapat muncul pada keluarga tersebut
a. Resiko penularan ISPA d. Ketidaktahuan keluarga tentang KB
b. Gangguan perkembangan e. Gangguan thermoregulasi : Hyperthermi
c. Bersihan jalan nafas tidak efektif

14. Suatu keluarga dengan kepala keluarga berusia 34 tahun dan istrinya 30 tahun, anak pertama
berusia 5 tahun dengan kondisi sesak nafas, tarikan dinding dada +, secret banyak, makan
sedikit. Anak kedua berusia 2 tahun dengan kondisi gizi kurang. Pekerjaan kepala keluarga adala
buruh. Apakah tindakan keperawatan prioritas ?
a. Bantu pemenuhan kebutuhan nutrisi dengan makanan cair
b. Penyuluhan kesehatan pada ibu tentang ISPA
c. Penyuluhan kesehatan pada ibu tentang gizi anak
d. Observasi tumbuh kembang anak
e. Bantu kebutuan oksigenasi : dengan perubahan posisi, postural drainage,

15. Keluarga dengan anak pertama usia 17 tahun, anak kedua 8 tahun dan anak ketiga 2 tahun. anak
pertama perempuan, mengalami anemia karena terobsesi diet yang ketat untuk menurunkan berat
badan, konjungtiva pucat, anak mengeluh sering capek dan badan lemas. Ibu dan anak
mengatakan tidak ada masalah dengan kondisinya, itu terjadi karena kelelahan dengan kegiatan
sekolah yang padat. Apakah tugas kesehatan keluarga prioritas yang harus dipenuhi keluarga?
a. Mengenal masalah kesehatan keluarga.
b. Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga.
c. Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.
d. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga.
e. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan disekitarnya bagi keluarga

16. Berdasarkan hasil kunjungan rumah oleh seorang perawat pada salah satu RW di wilayah
binaannya, diperoleh data ada salah satu anggota keluarga menderita penyakit filariasis.
Kemudian perawat tersebut menganjurkan untuk berobat ke puskesmas. Selain melakukan
pengobatan dengan memberikan obat filariasis, perawat tersebut memberikan penyuluhan tentang
penyakit filariasis pada seluruh anggota keluarganya. Apa upaya preventif primer yang dilakukan
perawat supaya tidak terjadi komplikasi lebih lanjut adalah ?
a. Menjelaskan penyuluhan tentang penyakit filariasis
b. Memberikan obat anti biotik
c. Menganjurkan untuk mengkonsumsi obat filariasis
d. Menyarankan pada keluarga untuk membawanya ke rumah sakit
e. Mnganjurkan untuk banyak melakukan olah raga.

17. Ketika sedang melakukan kunjungan rumah dan me wawancarai seorang pasien, ditemukan data
sering mengeluh berkeringat malam hari, disertai batuk darah. Kemudian keluarga membawanya
ke Rumah Sakit.setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sputum BTA (+) dan rontgen thorak
menunjukan terdapat bercak. Setelah terdiagnosis pasien tersebut menderita TBC dan mendapat
terapi Rifampisin, Etambutol dan INH selama enam bulan . Apa upaya preventif sekunder yang
perlu dilakukan perawat terhadap keluarga pasien tersebut supaya tidak terjadi komplikasi lebih
lanjut ?
a. Menjelaskan bagaimana cara minum obat dan lamanya pengobatan
b. Memberikan penyuluhan tentang aktivitas yang dapat dilakukan
c. Menganjurkan untuk mengkomunikasikan dengan suami
d. Menyarankan untuk menggunakan oksigen jika sesak
e. Menganjurkan untuk banyak minum jika batuk

18. Ditemukan data pada suatu keluarga ada yang menderita penyakit Diare, kemudian menjalani
pengobatan ke Puskesmas. Setelah di observasi dan diberikan pengobatan pasien disarankan
untuk berobat jalan. Apa tindakan preventif primer yang harus dilakukan oleh seorang perawat
kepada keluarga ?
a. Melakukan kunjungan ke keluarga
b. Melakukan kerja bakti pembuangan limbah
c. Melakukan deteksi dini kasus lebih lanjut
d. Melakukan kerjasama lintas sekor
e. Melakukan memberikan penyuluhan tentang cuci tangan

19. Berdasarkan hasil pengkajian pada keluarga binaan diperoleh data dimana pada salah satu
anggota keluarga mengeluh buang air besar dan muntah-muntah sejak satu hari yang lalu,
kemudian setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut diketahui Tekanan darah 90/60 mmhg, nadi
100 kali/menit, turgor kulit dapat kembali dalam > 2 detik, belum buang air kecil sejak 10 jam
yang lalu, mata cekung. Apakah rumusan diagnosa yang tepat dilakukan pada kasus di atas?
a. Gangguan rasa nyaman nyeri saat diare
b. Resiko terjadinya penularan pada anggota keluarga
c. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
d. Gangguan pola aktivitas sehari-hari
e. Gangguan pola nutrisi

20. Indonesia saat ini menjadi negara dengan kasus penderita TBC ke dua terbesar di dunia.
Berbagai upaya telah dilakukan salah satunya dengan pengembangan penangan pasien dengan
metode DOT . Sebagai perawat keluarga, apa tindakan preventif primer yang tepat dilakukan ?
a. Melakukan rehabilitasi pasien-pasien yang sedang menjalani TBC
b. Memberukan penyuluhan pentingnya imunisasi pada balita sehat di posyandu
c. Melakukan sekrining pada pasien TBC diwilayah kerja puskesmas
d. Melakukan Pengobatan pasien TBC
e. Merujuk pasien TBc dengan komplikasi
21. Pasien TB secara rutin akan datang mengambil OAT ke puskesmas. Saat itu seorang perawat
tidak mencatat lamanya pengobatan penyakit TB yang telah dilakukan pada buku register pasien.
Tindakan tersebut tidak sesuai dengan SOP penangan penyakit TB. Tindakan perawat tersebut
melanggar tentang prinsip etis apa ?
a. Otonomi
b. Beneficence
c. Nonmal eficence
d. Justice
e. Veracity

22. Seorang perawat sedang melakukan kunjungan rumah pada keluarga yang dibinannya, melakukan
kunjungan pada satu keluarga dengan riwayat penyakit Diabetes Melitus. Kemudian karena ada
luka gangren pada kaki sebelah kanan dari salah satu anggota keluarganya, kemudian perawat
tersebut memaksakan untuk memaksakan pada keluarga tersebut untuk merawatnya, padahal
sebenarnya pasien telah dirawat oleh salah seorang perawat di rumah sakit sekitar tempat
tingggalnya tersebut. Apakah prinsip etis yang telah di langgar oleh perawat tersebut ?
a. Otonomi
b. Beneficence
c. Nonmal eficence
d. Justice
e. Veracity

23. Seorang perawat bekerja disalah satu puskesmas dan mengelola salah satu keluarga yang
menderita penyakit hipertensi di wilayah binaannya. Apakah peran educator yang semestinya
dilakukan oleh perawat tersebut dalam menjalankan tugas terhadap keluarga binaannya tersebut?
a. Perawat memeriksa tekanan darah setiap kali kunungan
b. Perawat memberikan obat yang secara rutin pada keluarga binaan.
c. Perawat memberikan rujukan untuk berlobat lebih lanjut pada keluarga kerumah sakit
d. Perawat mendiskusikan kasus keluarganya dengan ahli gizi
e. Perawat melakukan penyuluhan tentang tenyakit hipertensi pada keluarga binaannya

24. Ketika sedang melakukan kunjungan pada salah satu RW di wilayah binaan puskesmas tempat
perawat tersebut bekerja, ditemukan kasus pada salah satu anggota keluarga ada yang menderita
penyakit TBC, kemudian perawat tersebut memberikan penyuluhan tentang bagaimana
pengobatan penyakit tersebut, lalu menyarankan pasien tersebut untuk dibawa ke puskesmas
supaya mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tindakan keperawatan yang telah dilakukan
merupakan implementasi peran perawat sebagai apa ?
a. Konselor
b. Pemberi Asuhan
c. Advokat
d. Edukator
e. Kolabolator

25. Seorang keluarga datang ke puskesmas, kemudian menginformasikan bahwa salah satu anggota
keluarganya menderita kejang-kejang, setelah mengalami buang air besar yang sering bahkan
disertai muntah. Kemudian perawat tersebut melakukan home visite dan memeriksanya.
Kemudian perawat tersebut merumuskan masalah keperawatan yaitu gangguan keseimbangan
cairan elektrolit. Intervensi yang tepat terhadap masalah keperawatan tersebut sebelum dirujuk
ke rumah sakit sebaiknya apa ?
a. Memberikan obat anti diare
b. Menelopon dokter
c. Memberikan cairan melalui parenteral RL
d. Merujuk pasien ke rumah sakit
e. Memberikan oralit

26. Ketika sedang melakukan kunjungan rumah kesalah satu keluarga binaan, perawat menemukan
pasien dewasa dengan tanda dan gejala, tekanan darah 180/100, nadi 00/ menit, kesadaran
compos mentis berbaring di tempat tidur karena pasien mengeluh sakit kepala. Menurut
penuturan keluarga, pasien sudah seminggu mengalami keluhan sakit kepala. Kemudian perawat
tersebut menyarankan pasien untuk dibawa ke puskesmas atau dokter terdekat. Peran apa yang
dilakukan oleh perawat keluarga tersebut adalah ?
a. Peran asuhan keperawatan
b. Peran Advocat
c. Peran kolabolator
d. Peran konselor
e. Peran edukator

27. Seorang ibu datang ke puskesmas, kemudian menginformasikan bahwa salah satu anggota
keluarganya menderita kejang-kejang, setelah mengalami buang air besar lebih dari 20 kali dan
disertai muntah-muntah. Kemudian perawat tersebut melakukan home visite dan memeriksanya.
Kemudian perawat tersebut merumuskan masalah keperawatan yaitu gangguan keseimbangan
cairan elektrolit. Intervensi yang tepat terhadap masalah keperawatan tersebut sebelum dirujuk ke
rumah sakit sebaiknya apa ?
a. Memberikan obat anti diare
b. Menelopon dokter
c. Memberikan cairan melalui parenteral RL
d. Merujuk pasien ke rumah sakit
e. Memberikan oralit

28. Berdasarkan hasil kunjungan pada keluarga binaan yang mana pada salah satu anggota
keluarganya ada yang menderita penyakit stroke. Berdasarkan data yang diperoleh pada pasien
tersebut terpasang NGT selama tujuh hari.dari data lain diperoleh tercium bau tidak sedap pada
selang NGT tersebut. keluarga dan pasien merasa tidak nyaman. Tindakan apa yang semestinya
dilakukan oleh seorang perawat tersebut ?
a. Melakukan informed consent lalu mengganti NGT
b. Melakukan perawatan gigi dan mulut
c. Melakukan bilas lambung
d. Memberikan penyuluhan bagaimana cara perawatan NGT
e. Melakukan tindakan kolaborasi

29. Berdasarkan hasil kunjungan perawat diperoleh data, keluarga mengatakan bingung ketika
pasien sudah tidak mau makan, kemudian lemas berbaring ditempat tidur tidak bertenaga.
Berdasarkan pemeriksaan tanda vital Tekanan Darah pasien 90/70 mmhg, nadi 80 x/menit,
respirasi 20 x/menit. Suhu tubuh 36 o C. Kemudia perawat tersebut mengambil kesimpilan
masalah keperawatan pada pasien tersebut, intoleransi aktivitas (lemah). Kemungkinan penyebab
dari diagnosa keperawatan keluarga tersebut apa ?
a. Koping keluarga tidak efektif
b. Ketidak mampuan keluarga memanfaatkan pasilitas pelayanan
c. Ketidak tahuan keluarga mengambil keputusan
d. Ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dengan penyakit
DM.
e. Ketidak mampuan keluarga memodifikasi lingkungan
30. Datang seorang ibu sambil mengendon anaknya yang masih bayi ke puskesmas bersama
suaminya. Setelah melakukan konsultasi diruangan nursing center. Ibu tersebut mengatakan ingin
mengikuti program Keluarga Berencana (KB) dengan melakukan tubektomi. Kemudian perawat
pun bertanya alasan apa ibu menggunakan kontrasepsi tersebut, sang ibu pun menjawab ingin
punya anak satu saja, lalu perawat tersebut menyarankan untuk menggunakan kontrasepsi yang
lain dan aman, namun keluarga bersikukuh ingin melakukan tubektomi. Fungsi keluarga apakah
yang tidak dijalankan keluarga tersebut jika anak satu-satunya meninggal sedangkan ibu tersebut
sudah melakukan tubektomi ?
a. Fungsi reproduksi
b. Fungsi sosial
c. Fungsi perawatan
d. Fungsi ekonomi
e. Fungsi afektif

31. Setelah melakukan evaluasi kunjungan rumah yang ke tiga kali oleh perawat puskesmas, pada
salah satu keluarga yang menderita penyakit Stroke. Pasien mengalami kemajuan yang sangat
baik, pasien dapat makan sendiri padahal tadinya dibantu oleh putra-putinya. Pasien pun
mengatakan terimakasih atas bantuannya telah memberikan perawatan sehingga dapat melakukan
kembali aktivitas sendiri. Upaya preventif apakah yang telah dilakukan perawat terhadap pasien
stroke tersebut?
a. Preventif primer
b. Preventif sekunder
c. Preventif tersier
d. Rehabilitasi
e. Promotif

32. Seorang keluarga datang ke puskesmas, kemudian menginformasikan bahwa salah satu anggota
keluarganya menderita kejang-kejang, setelah mengalami buang air besar yang sering bahkan
disertai muntah. Kemudian perawat tersebut melakukan home visite dan memeriksanya.
Kemudian perawat tersebut merumuskan masalah keperawatan yaitu gangguan keseimbangan
cairan elektrolit. Intervensi yang tepat terhadap masalah keperawatan tersebut sebelum dirujuk ke
rumah sakit sebaiknya apa ?
a. Memberikan obat anti diare
b. Menelopon dokter
c. Memberikan cairan melalui parenteral RL
d. Merujuk pasien ke rumah sakit
e. Memberikan oralit

33. Datang seorang pasien berusia 50 tahun ke puskesmas. Setelah dilakukan pemeriksaan pasien
tersebut mengeluh nyeri pada persendian kaki, hal ini dirasakan terutama jika cuaca dingin
kemudian doter puskesmas memberikan obat rematik serta memberikan rujukan pasien tersebut
ke ruangan nursing center untuk diberikan edukasi. Tindakan edukasi apa yang tepat dilakukan
pada pasien tersebut, upaya penanganan preventif sekunder ?
a. Diberikan pelatihan senam jantung
b. Diberikan pelatihan senam hipertensi
c. Diberikan penyuluhan tentang diet
d. Diberikan pelatihan senam rematik
e. Diberikan pelatihan tentang senam lansia
34. Hasil kunjungan perawat pada beberapa keluarga terkait dengan program deteksi dini tumbuh
kembang pada wilayah kerja puskesmas dimana tempat dia bekerja. Ditemukan data hampir 50
% keluarga yang memiliki balita tidak pernah dibawa ke posyandu dan tidak dilakukan
imunisasi. Hal ini dikarenakan mendapatkan isu jika anak dilakukan imunisasi akan mengalami
panas dan terkadang kejang-kejang. Apa intervensi yang tepat dilakukan terhadap keluarga yang
anaknya tidak dilakukan imunisasi ?
a. Dilakukan imunisasi secara masal
b. Dilaporkan kasus ini ke Dinas Kesehatan
c. Menawarkan saja agar supaya anaknya diimunisasi
d. Memberi makanan tambahan agar kekebalan anaknya baik
e. Penyuluhan tentang pentingnya imunisasi pada balita

35. Berdasarkan hasil kunjungan rumah oleh seorang perawat pada salah satu RW di wilayah
binaannya, diperoleh data ada salah satu anggota keluarga menderita penyakit filariasis.
Kemudian perawat tersebut menganjurkan untuk berobat ke puskesmas. Selain melakukan
pengobatan dengan memberikan obat filariasis, perawat tersebut memberikan penyuluhan tentang
penyakit filariasis pada seluruh anggota keluarganya. Apa upaya preventif primer yang dilakukan
perawat supaya tidak terjadi komplikasi lebih lanjut adalah ?
a. Menjelaskan penyuluhan tentang penyakit filariasis
b. Memberikan obat anti biotik
c. Menganjurkan untuk mengkonsumsi obat filariasis
d. Menyarankan pada keluarga untuk membawanya ke rumah sakit
e. Mnganjurkan untuk banyak melakukan olah raga.

36. Ketika sedang melakukan kunjungan rumah dan me wawancarai seorang pasien, ditemukan data
sering mengeluh berkeringat malam hari, disertai batuk darah. Kemudian keluarga membawanya
ke Rumah Sakit.setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sputum BTA (+) dan rontgen thorak
menunjukan terdapat bercak. Setelah terdiagnosis pasien tersebut menderita TBC dan mendapat
terapi Rifampisin, Etambutol dan INH selama enam bulan. Apa upaya preventif sekunder yang
perlu dilakukan perawat terhadap keluarga pasien tersebut supaya tidak terjadi komplikasi lebih
lanjut ?
a. Menjelaskan bagaimana cara minum obat dan lamanya pengobatan
b. Memberikan penyuluhan tentang aktivitas yang dapat dilakukan
c. Menganjurkan untuk mengkomunikasikan dengan suami
d. Menyarankan untuk menggunakan oksigen jika sesak
e. Mnganjurkan untuk banyak minum jika batuk

37. Ditemukan data pada suatu keluarga ada yang menderita penyakit Diare, kemudian menjalani
pengobatan ke Puskesmas. Setelah di observasi dan diberikan pengobatan pasien disarankan
untuk berobat jalan. Apa tindakan preventif primer yang harus dilakukan oleh seorang perawat
kepada keluarga ?
a. Melakukan kunjungan ke keluarga
b. Melakukan kerja bakti pembuangan limbah
c. Melakukan deteksi dini kasus lebih lanjut
d. Melakukan kerjasama lintas sekor
e. Melakukan memberikan penyuluhan tentang cuci tangan

38. Berdasarkan hasil pengkajian pada keluarga binaan diperoleh data dimana pada salah satu
anggota keluarga mengeluh buang air besar dan muntah-muntah sejak satu hari yang lalu,
kemudian setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut diketahui Tekanan darah 90/60 mmhg, nadi
100 kali/menit, turgor kulit dapat kembali dalam > 2 detik, belum buang air kecil sejak 10 jam
yang lalu, mata cekung. Apakah rumusan diagnosa yang tepat dilakukan pada kasus di atas?
a. Gangguan rasa nyaman nyeri saat diare
b. Resiko terjadinya penularan pada anggota keluarga
c. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
d. Gangguan pola aktivitas sehari-hari
e. Gangguan pola nutrisi

39. Indonesia saat ini menjadi negara dengan kasus penderita TBC ke dua terbesar di dunia.
Berbagai upaya telah dilakukan salah satunya dengan pengembangan penangan pasien dengan
metode DOT . Sebagai perawat keluarga, apa tindakan preventif primer yang tepat dilakukan ?
a. Melakukan rehabilitasi pasien-pasien yang sedang menjalani TBC
b. Memberukan penyuluhan pentingnya imunisasi pada balita sehat di posyandu
c. Melakukan sekrining pada pasien TBC diwilayah kerja puskesmas
d. Melakukan Pengobatan pasien TBC
e. Merujuk pasien TBc dengan komplikasi

40. Pasien TB secara rutin akan datang mengambil OAT ke puskesmas. Saat itu seorang perawat
tidak mencatat lamanya pengobatan penyakit TB yang telah dilakukan pada buku register pasien.
Tindakan tersebut tidak sesuai dengan SOP penangan penyakit TB. Tindakan perawat tersebut
melanggar tentang prinsip etis apa ?
a. Otonomi
b. Beneficence
c. Nonmal eficence
d. Justice
e. Veracity

41. Seorang perawat sedang melakukan kunjungan rumah pada keluarga yang dibinannya, melakukan
kunjungan pada satu keluarga dengan riwayat penyakit Diabetes Melitus. Kemudian karena ada
luka gangren pada kaki sebelah kanan dari salah satu anggota keluarganya, kemudian perawat
tersebut memaksakan untuk memaksakan pada keluarga tersebut untuk merawatnya, padahal
sebenarnya pasien telah dirawat oleh salah seorang perawat di rumah sakit sekitar tempat
tingggalnya tersebut. Apakah prinsip etis yang telah di langgar oleh perawat tersebut ?
a. Otonomi
b. Beneficence
c. Nonmal eficence
d. Justice
e. Veracity

42. Seorang perawat bekerja disalah satu puskesmas dan mengelola salah satu keluarga yang
menderita penyakit hipertensi di wilayah binaannya. Apakah peran educator yang semestinya
dilakukan oleh perawat tersebut dalam menjalankan tugas terhadap keluarga binaannya tersebut?
a. Perawat memeriksa tekanan darah setiap kali kunungan
b. Perawat memberikan obat yang secara rutin pada keluarga binaan.
c. Perawat memberikan rujukan untuk berlobat lebih lanjut pada keluarga kerumah sakit
d. Perawat mendiskusikan kasus keluarganya dengan ahli gizi
e. Perawat melakukan penyuluhan tentang tenyakit hipertensi pada keluarga binaannya

43. Ketika sedang melakukan kunjungan pada salah satu RW di wilayah binaan puskesmas tempat
perawat tersebut bekerja, ditemukan kasus pada salah satu anggota keluarga ada yang menderita
penyakit TBC, kemudian perawat tersebut memberikan penyuluhan tentang bagaimana
pengobatan penyakit tersebut, lalu menyarankan pasien tersebut untuk dibawa ke puskesmas
supaya mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tindakan keperawatan yang telah dilakukan
merupakan implementasi peran perawat sebagai apa ?
a. Konselor
b. Pemberi Asuhan
c. Advokat
d. Edukator
e. Kolabolator

44. Seorang keluarga datang ke puskesmas, kemudian menginformasikan bahwa salah satu anggota
keluarganya menderita kejang-kejang, setelah mengalami buang air besar yang sering bahkan
disertai muntah. Kemudian perawat tersebut melakukan home visite dan memeriksanya.
Kemudian perawat tersebut merumuskan masalah keperawatan yaitu gangguan keseimbangan
cairan elektrolit. Intervensi yang tepat terhadap masalah keperawatan tersebut sebelum dirujuk ke
rumah sakit sebaiknya apa ?
a. Memberikan obat anti diare
b. Menelopon dokter
c. Memberikan cairan melalui parenteral RL
d. Merujuk pasien ke rumah sakit
e. Memberikan oralit

45. Ketika sedang melakukan kunjungan rumah kesalah satu keluarga binaan, perawat menemukan
pasien dewasa dengan tanda dan gejala, tekanan darah 180/100, nadi 00/ menit, kesadaran
compos mentis berbaring di tempat tidur karena pasien mengeluh sakit kepala. Menurut
penuturan keluarga, pasien sudah seminggu mengalami keluhan sakit kepala. Kemudian perawat
tersebut menyarankan pasien untuk dibawa ke puskesmas atau dokter terdekat. Peran apa yang
dilakukan oleh perawat keluarga tersebut adalah ?
a. Peran asuhan keperawatan
b. Peran Advocat
c. Peran kolabolator
d. Peran konselor
e. Peran edukator

46. Seorang ibu datang ke puskesmas, kemudian menginformasikan bahwa salah satu anggota
keluarganya menderita kejang-kejang, setelah mengalami buang air besar lebih dari 20 kali dan
disertai muntah-muntah. Kemudian perawat tersebut melakukan home visite dan memeriksanya.
Kemudian perawat tersebut merumuskan masalah keperawatan yaitu gangguan keseimbangan
cairan elektrolit. Intervensi yang tepat terhadap masalah keperawatan tersebut sebelum dirujuk ke
rumah sakit sebaiknya apa ?
a. Memberikan obat anti diare
b. Menelopon dokter
c. Memberikan cairan melalui parenteral RL
d. Merujuk pasien ke rumah sakit
e. Memberikan oralit

47. Berdasarkan hasil kunjungan pada keluarga binaan yang mana pada salah satu anggota
keluarganya ada yang menderita penyakit stroke. Berdasarkan data yang diperoleh pada pasien
tersebut terpasang NGT selama tujuh hari.dari data lain diperoleh tercium bau tidak sedap pada
selang NGT tersebut. keluarga dan pasien merasa tidak nyaman. Tindakan apa yang semestinya
dilakukan oleh seorang perawat tersebut ?
a. Melakukan informed consent lalu mengganti NGT
b. Melakukan perawatan gigi dan mulut
c. Melakukan bilas lambung
d. Memberikan penyuluhan bagaimana cara perawatan NGT
e. Melakukan tindakan kolaborasi

48. Berdasarkan hasil kunjungan perawat diperoleh data, keluarga mengatakan bingung ketika
pasien sudah tidak mau makan, kemudian lemas berbaring ditempat tidur tidak bertenaga.
Berdasarkan pemeriksaan tanda vital Tekanan Darah pasien 90/70 mmhg, nadi 80 x/menit,
respirasi 20 x/menit. Suhu tubuh 36 o C. Kemudia perawat tersebut mengambil kesimpilan
masalah keperawatan pada pasien tersebut, intoleransi aktivitas (lemah). Kemungkinan penyebab
dari diagnosa keperawatan keluarga tersebut apa ?
a. Koping keluarga tidak efektif
b. Ketidak mampuan keluarga memanfaatkan pasilitas pelayanan
c. Ketidak tahuan keluarga mengambil keputusan
d. Ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dengan penyakit DM.
e. Ketidak mampuan keluarga memodifikasi lingkungan

49. Datang seorang ibu sambil mengendon anaknya yang masih bayi ke puskesmas bersama
suaminya. Setelah melakukan konsultasi diruangan nursing center. Ibu tersebut mengatakan ingin
mengikuti program Keluarga Berencana (KB) dengan melakukan tubektomi. Kemudian perawat
pun bertanya alasan apa ibu menggunakan kontrasepsi tersebut, sang ibu pun menjawab ingin
punya anak satu saja, lalu perawat tersebut menyarankan untuk menggunakan kontrasepsi yang
lain dan aman, namun keluarga bersikukuh ingin melakukan tubektomi. Fungsi keluarga apakah
yang tidak dijalankan keluarga tersebut jika anak satu-satunya meninggal sedangkan ibu tersebut
sudah melakukan tubektomi ?
a. Fungsi reproduksi
b. Fungsi sosial
c. Fungsi perawatan
d. Fungsi ekonomi
e. Fungsi afektif

50. Setelah melakukan evaluasi kunjungan rumah yang ke tiga kali oleh perawat puskesmas, pada
salah satu keluarga yang menderita penyakit Stroke. Pasien mengalami kemajuan yang sangat
baik, pasien dapat makan sendiri padahal tadinya dibantu oleh putra-putinya. Pasien pun
mengatakan terimakasih atas bantuannya telah memberikan perawatan sehingga dapat melakukan
kembali aktivitas sendiri. Upaya preventif apakah yang telah dilakukan perawat terhadap pasien
stroke tersebut?
a. Preventif primer
b. Preventif sekunder
c. Preventif tersier
d. Rehabilitasi
e. Promotif

51. Seorang keluarga datang ke puskesmas, kemudian menginformasikan bahwa salah satu anggota
keluarganya menderita kejang-kejang, setelah mengalami buang air besar yang sering bahkan
disertai muntah. Kemudian perawat tersebut melakukan home visite dan memeriksanya.
Kemudian perawat tersebut merumuskan masalah keperawatan yaitu gangguan keseimbangan
cairan elektrolit. Intervensi yang tepat terhadap masalah keperawatan tersebut sebelum dirujuk ke
rumah sakit sebaiknya apa ?
a. Memberikan obat anti diare
b. Menelopon dokter
c. Memberikan cairan melalui parenteral RL
d. Merujuk pasien ke rumah sakit
e. Memberikan oralit

52. Datang seorang pasien berusia 50 tahun ke puskesmas. Setelah dilakukan pemeriksaan pasien
tersebut mengeluh nyeri pada persendian kaki, hal ini dirasakan terutama jika cuaca dingin
kemudian doter puskesmas memberikan obat rematik serta memberikan rujukan pasien tersebut
ke ruangan nursing center untuk diberikan edukasi. Tindakan edukasi apa yang tepat dilakukan
pada pasien tersebut, upaya penanganan preventif sekunder ?
a. Diberikan pelatihan senam jantung
b. Diberikan pelatihan senam hipertensi
c. Diberikan penyuluhan tentang diet
d. Diberikan pelatihan senam rematik
e. Diberikan pelatihan tentang senam lansia

53. Hasil kunjungan perawat pada beberapa keluarga terkait dengan program deteksi dini tumbuh
kembang pada wilayah kerja puskesmas dimana tempat dia bekerja. Ditemukan data hampir 50
% keluarga yang memiliki balita tidak pernah dibawa ke posyandu dan tidak dilakukan
imunisasi. Hal ini dikarenakan mendapatkan isu jika anak dilakukan imunisasi akan mengalami
panas dan terkadang kejang-kejang. Apa intervensi yang tepat dilakukan terhadap keluarga yang
anaknya tidak dilakukan imunisasi ?
a. Dilakukan imunisasi secara masal
b. Dilaporkan kasus ini ke Dinas Kesehatan
c. Menawarkan saja agar supaya anaknya diimunisasi
d. Memberi makanan tambahan agar kekebalan anaknya baik
e. Penyuluhan tentang pentingnya imunisasi pada balita

54. Ners melakukan pengkajian terhadap keluarga Tn. K. Hasil pengkajian didapatkan dalam satu
keluarga terdapat istri Tn. K dan dua orang anak dan satu keponakan Tn K. Keponakan Tn. K
pulang ke rumah orangtuanya setiap satu minggu sekali. Apa tipe keluarga di atas...
a. Nuclear family
b. Extended family
c. Dyad nuclear
d. Single parent
e. Reconstituted nuclear

55. Ners melakukan pengkajian pada keluarga Tn. A. Hasil pengkajian didapatkan ukuran rumah 7 x
5 meter, lantai terbuat dari plester, dan atap menggunakan bilik bambu. Tn. A tinggal dengan istri
dan kedua anaknya, anak-anak Tn. A sudah bisa membaca pada usia 6 tahun keatas. Tn. A
memiliki penghasilan tetap dan mampu memberikan makan tiga kali sehari pada anggota
keluarganya. Keluarga tersebut termasuk kedalam
a. Keluarga sejahtera tahap I
b. Keluarga sejahtera tahap II
c. Keluarga sejahtera tahap III
d. Keluarga sejahtera tahap III plus
e. Keluarga sejahtera tahap IV

56. Ners melakukan pengkajian pada keluarga Tn. B. Hasil pengkajian didapatkan bahwa keluarga
Tn. B belum mengetahui terkait hipertensi pada lansia. Ners melakukan promosi kesehatan terkait
hipertensi pada keluarga tersebut. Hal itu termasuk kedalam
a. Prevensi primer
b. Prevensi sekunder
c. Prevensi tersier
d. Prevensi standar
e. Prevensi bertahap

57. Ners melakukan pengkajian pada keluarga Tn. D. Hasil pengkajian didapatkan bahwa Tn D
memiliki dua orang anak perempuan, anak pertamanya berusia 9 tahun dan anak keduanya
berusia 4 tahun. Tn. D selalu mengajak keluarganya untuk berlibur di akhir pecan. Keluarga Tn.
D temasuk kedalam
a. Beginning families
b. Childbearing families
c. Families with preschool children
d. Families with school children
e. Families with teenagers

58. Ners melakukan pengkajian pada keluarga Tn. F. Hasil pengkajian didapatkan keluarga Tn. F
terdiri dari istri dan 2 orang anak. Saat ini istri Tn. F sedang hamil 32 minggu. Mengeluhkan
lehernya sering terasa tegang, semakin hari kakinya semakin membengkak. Tn. F dan istrinya
menganggap kaki bengkak dan sering pusing adalah hal biasa bagi orang hamil.
Apa masalah keperawatan pada keluarga Tn. F
a. Ketidak mampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan
b. Ketidak mampuan keluarga dalam membuat keputusan di keluarga
c. Ketidak mampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga
d. Ketidak mampuan keluarga dalam melakukan modifikasi lingkungan
e. Ketidak mampuan keluarga dalam menggunakan fasilitas kesehatan yang ada

59. Ners A memotivasi keluarga Tn. F untuk melakukan upaya pemeliharaan dan peningkatan
kesehatan melalui perilaku hidup sehat. Perawat A melakukan fungsi sebagai
a. Kolaborator
b. Edukator
c. Konselor
d. Manajer kasus
e. Pemberi asuhan

60. Ners R ditempatkan di sebuah desa terpencil, dalam memberikan asuhan keperawatan Ners R
selalu memberikan yang terbaik meskipun dengan peralatan kesehatan yang seadanyanya.
Hal tersebut termasuk kedalam
a. Justice
b. Confidentiality
c. Veracity
d. Beneficence
e. Non-maleficence

61. Ners S melakukan pengkajian pada keluarga Tn. U, dari hasil pengkajian didapatkan bahwa
Keluarga Tn. U merupakan keluarga besar, Tn. U anak pertama dari 7 bersaudara, keturunan
orangtua Tn. U meninggal karena penyakit DM yang dideritanya. Ners S mengadakan
pemeriksaan gula darah pada seluruh anggota keluarga Tn. U yang berusia dewasa.
Upaya yang dilakukan Ners S masuk ke dalam....
a. Prevensi primer
b. Prevensi sekunder
c. Prevensi tersier
d. Prevensi standar
e. Prevensi bertahap

62. Ners melakukan pengkajian terhadap keluarga Tn. W. Hasil pengkajian didapatkan Tn. W tinggal
dengan dua orang anak dan ibunya. Tn. W meninggal dunia 2 tahun yang lalu, selama Tn. W
bekerja kedua anaknya diasuh oleh ibunya. Apa tipe keluarga diatas...
a. Nuclear family
b. Extended family
c. Dyad nuclear
d. Single parent
e. Reconstituted nuclear

63. Keluarga Tn.Y diketahui memiliki An. F 6 tahun yang sedang sakit. Ny.I mengatakan An.F sudah
3 hari mengalami panas dan tidak kunjung turun, dan tidak mau makan. Setelah dikaji oleh Ns.T
didapatkan TTV, TD: 110/80 mmHg, RR: 19x/mnt, S: 380C P: 80x/mnt, tampak terjadi hyper-
perspirasi. Ny.I mengatakan cemas dengan kondisi anaknya dan bingung apa yang harus
dilakukan, dibuktikan sering bertanya kepada petugas kesehatan mengenai penyakit anaknya.
Apa diagnosis utama pada kasus diatas
A. Gangguan kebutuhan nutrisi
B. Defisit asupan nutrisi
C. Hipertermi
D. Hipotermi
E. Gangguan rasa aman nyaman: Cemas

64. An K dan An G adalah kakak beradik mereka sering bermain bersama di halaman rumah, ketika
sedang bermain An K(adik) bertengkar dengan tetangga disebelah rumahnya, kemudian An G
(kakak) mendamaikan mereka, An G (kakak) menyuruh mereka bersalaman dan saling meminta
maaf. Struktur peran apa pada kasus diatas
A. Peran kakak sebagai keluarga
B. Peran formal keluarga
C. Peran informal keluarga
D. Peran ikatan keluarga
E. Peran kinkeeping

65. An K dan An G adalah kakak beradik mereka sering bermain bersama di halaman rumah, ketika
sedang bermain An K(adik) bertengkar dengan tetangga disebelah rumahnya, kemudian An G
(kakak) mendamaikan mereka, An G (kakak) menyuruh mereka bersalaman dan saling meminta
maaf. Struktur peran apa pada kasus diatas
A. Peran kakak sebagai keluarga
B. Peran formal keluarga
C. Peran informal keluarga
D. Peran ikatan keluarga
E. Peran kinkeeping

66. Di Desa Ceria, dalam 5 tahun terakhir kejadian Kehamilan dibawah umur 20 tahun memiliki
jumlah yang sangat tinggi, bulan Juli 2012 terdapat 34 perempuan hamil di bawah umur 20 tahun,
8 diantaranya meninggal ketika persalinan dan 5 diantaranya mengalami abortus. Prevalensi
kasus Bulan Juli sudah melewati prevalensi kehamilan di bawah umur tahun sebelumnya.
Apakah masalah keperawatan komunitas utama sesuai dengan kasus diatas
a.Tingkat kepekaan yang rendah
b. Kondisi lingkungan yang jelek
c. Tingkat pendidikan yang rendah
d. Sosial ekonomi masyarakat rendah
e. Tidak adanya kepedulian masyarakat

67. Di Desa U, sebagian besar warga dirumahnya memiliki usaha pembuatan bantal dengan bahan
dasar kapuk yang pegawainya adalah keluarga sendiri, Ketika membuat bantal sebagian besar
pegawai tidak menggunakan masker kaena mereka merasa tidak nyaman. ,Pegawai sudah pernah
mendapatkan sosialisasi dari tenaga kesehatan tentang penggunaan alat pelindung diri ketika
bekerja seperti masker tapi karena tidak biasa menggunakannya pegawai tersebut malas untuk
menggunakan masker. Tindakan yang akan dilakukan melihat kondisi di atas :
a. Anjurkan warga untuk pindah pekerjaan
b. Anjurkan warga untuk menghentikan usahanya
c. Anjurkan warga untuk menjaga memeriksakan kesehatannya
d. Bekerjasama dengan pihak lurah agar pegawai menjadi menuru
e. Lakukan pendidikan kesehatan secara berkala tentang proses pemanfaatan masker

68. Seorang anak Y 9 tahun baru pulang setelah 5 hari di rawat di rumah sakit karena ISPA, anggota
keluarga mengatakan Anak Y mengalami batuk selama 3 minggu tak kunjung sembuh, adik An
Y semenjak 4 hari kemarin juga mengalami gejala yang sama dengan An Y yaitu sering batuk.
Berdasarkan hasil pengkajian kondisi rumah lembab dan kurang ventilasi
Apakah masalah keperawatan utama pada klien tersebut diatas?
a. gangguan pola nafas
b. peran orang tua tidak efektif
c. kurang pengetahuan tentang TBC paru
d. resiko penularan pada anggota keluarga yang lain
e. kurang pengetahuan tentang kesehatan lingkungan

69. Seorang laki laki 24 tahun mengalami kecelakaan. Kulit bagian kakinya robek dan dilakukan
hecting di RSUD terkenal di kota bandung, setelah pulang ke rumah klien dapat merawat luka di
bagian kakinya sendiri dengan menggunakan bethadin supaya terhindar dari bakteri dari luar
Kemungkinan masalah dapat diubah oleh klien ?
A. Tinggi
B. Mudah
C. Sebagian
D. Rendah
E. Tidak dapat dirubah

70. Ny A 56 tahun. 2 bulan kemarin baru saja pensiun. Suaminya sudah sudah 1 tahun yang lalu
pension. Kegiatan sehari hari hanya diam dirumah dan menikmati masa tuanya di rumah bersama
anak anak dan cucunya. Tahap perkembangan keluarga Ny A ?
A. Keluarga usia lansia
B. Keluarga anak remaja
C. Keluarga anak sekolah
D. Keluarga usia dewasa
E. Keluarga usia pertengahan

71. Seorang perempuan 27 tahun baru saja melahirkan secara SC 1 bulan yang. Post melahirkan klien
merasa perutnya sangat sakit dan keluar anah dari bekas luka operasinya. klien pernah dibawa ke
puskesmas dan menjalani pengobatan . Namun sakit dan pus diperutnya tak kunjung hilang.
Semenjak itu klien tidak pernah lagi ke puskesmas. klien untuk menutup bekas lukanya dengan
daun sirih untuk mengatasinya. Fungsi kesehatan keluarga mana yang mengalami gangguan pada
klien?
a. Kemampuan Keluarga dalam merawat klien
b. Kemampuan Keluarga dalam mengenal masalah
c. Kemampuan Keluarga dalam mengambil keputusan
d. Kemampuan keluarga dalam Memodifikasi lingkungan
e. Kemampuan keluarga dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan

72. Perawat J (30 tahun) mendatangi sebuah keluarga yang memiliki anak pertama usia 2 tahun
dengan keluhan anak nocturnal sepanjang hari . Apakah intervensi terpenting apa yang dilakukan
perawat pada saat toilet training?
a. Motivasi konsistensi, dan tindakan untuk tidak menghakimi anak
b. Komunikasi dengan anak
c. Mengkaji suport pendukung keluarga
d. Mengadvokasi permasalahan keluarga
e. Melibatkan seluruh anggota keluarga dengan potensi-potensi keluarga

73. Seorang Perawat sedang memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan stage Family
retirement and old age dengan masalah Depresi ringan salah satu pasangan old age. perawat
mengoptimalkan fungsi keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga melalui pemenuhan kebutuhan
psikososial, mengembangkan gambaran diri positif, peran dan kebutuhan kasih sayang sedikit
banyak bisa mendukung keluarga dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Fungsi keluarga apa yang sedang di optimalkan oleh perawat tersebut?
a. Fungsi Afektif
b. Fungsi Sosialisasi
c. Fungsi ekonomi
d. Fungsi perawatan kesehatan
e. Fungsi Reproduksi

74. Dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga sebaiknya perawat memahami tahap
perkembangan keluarga apa yang di butuhkan oleh keluarga tersebut dengan mengidentifikasi
kondisi keluarga. Tugas perkembangan keluarga apa yang akan di terapkan pada kondisi keluarga
yang di kunjungi dengan tahapan keluarga dengan anak pre-school
a. Membina hubungan dengan keluarga lain, teman dan sosial
b. Adaptasi dengan adanya perubahan anggota keluarga, interaksi sosial, hubungan seksual &
kegiatan
c. Membantu anak bersosialisasi
d. Mempertahankan hubungan dekat dengan keluarga
e. Memperluas jaringan keluarga dari keluarga inti menjadi keluarga besar

75. Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar baik
kebutuhan sosial, kebutuhan ekonomi maupun aktualisasi keluarga di masyarakat agar tercapai
keluarga yang sejahtera di tuntut bisa mengantisipasi perbedaan status keluarga
Indikator Keluarga dengan status kelompok sejahtera tahap 1 adalah?
a. Makan daging, ikan, telur, lauk pauk sekurang-kurangnya sekali dalm seminggu
b. Makan dua kali sehari atau lebih
c. Anggota keluarga sehat dalam 3 bulan terakhir sehingga dapat optimal fungsi masing-masing
d. Luas lantai penghuni 8 m² per orang
e. Rekreasi bersama keluarga dalam 6 bulan terakhir
76. Kesehatan masyarakat memiliki beberapa tahap, termasuk mengumpulkan data dan pemantauan
status kesehatan penduduk yang merupakan fungsi inti dari kesehatan masyarakat.
Tahap di atas merupakan fungsi dari:
a. Pengkajian
b. Pencegahan
c. Jaminan
d. Kebijakan pengembangan

77. Menyediakan ketersediaan layanan kesehatan pribadi utama bagi orang yang tidak menerima
perawatan kesehatan merupakan salah satu fungsi inti dari kesehatan masyarakat.
Tahap di atas merupakan fungsi dari:
a. Pengkajian
b. Pencegahan
c. Jaminan
d. Kebijakan Pengembangan

78. Manakah dari pernyataan berikut yang benar berkaitan dengan fokus penduduk di keperawatan
kesehatan masyarakat?
a. Prioritas diberikan kepada populasi resiko tinggi
b. Pemberian perawatan langsung terbatas pada tindakan pencegahan seperti pemberian
imunisasi
c. Perhatian diberikan pada penduduk atau masyarakat secara keseluruhan, terlepas dari
apakah mereka melakukan atau tidak mengakses sistem perawatan kesehatan
d. Hanya penduduk di luar pengaturan kelembagaan yang dianggap

79. Spesialisasi dalam keperawatan kesehatan masyarakat memiliki beberapa hambatan.


Hambatan untuk spesialisasi di keperawatan kesehatan masyarakat mencakup semua hal berikut
kecuali satu. Identifikasi yang bukan merupakan hambatan?
a. Keyakinan bahwa perawatan oleh perawat langsung hanyalah peran seorang perawat.
b. Struktur dan peran yang membatasi praktek.
c. Keterbatasan pengetahuan tentang metode ilmu kesehatan masyarakat dan populasi-
orientasi.
d. Kurangnya keterampilan dalam strategi kesehatan preventif.

80. Berikut ini adalah contoh dari hubungan antara karakteristik sosial, politik, dan ekonomi dari
peradaban dan kesehatan kecuali satu. Identifikasi hubungan yang salah.
a. Orang Mesir menggunakan apa yang mereka pelajari dari pengamatan untuk mengembangkan
persiapan farmasi yang berguna.
b. Bangsa Roma memandang kesehatan dari sudut pandang sosial dan masyarakat dan
membangun saluran air dan sistem pembuangan.
c. Selama Abad Pertengahan ada kondisi sanitasi perumahan yang terlalu padat dan miskin, dan
prevalensi kolera dan cacar meningkat. sebagai hasilnya, kelompok agama mendirikan rumah
sakit untuk merawat orang sakit.
d. Renaissance membawa pengakuan baru dan nilai martabat manusia yang berakibat
pada organisasi dari sistem kesehatan publik pertama.

81. Keluarga Tn.Y diketahui memiliki An. F 6 tahun yang sedang sakit. Ny.I mengatakan An.F sudah
3 hari mengalami panas dan tidak kunjung turun, dan tidak mau makan. Setelah dikaji oleh Ns.T
didapatkan TTV, TD: 110/80 mmHg, RR: 19x/mnt, S: 380C P: 80x/mnt, tampak terjadi hyper-
perspirasi. Ny.I mengatakan cemas dengan kondisi anaknya dan bingung apa yang harus
dilakukan, dibuktikan sering bertanya kepada petugas kesehatan mengenai penyakit anaknya.
Apa diagnosis utama pada kasus diatas
a. Gangguan kebutuhan nutrisi
b. Defisit asupan nutrisi
c. Hipertermi
d. Hipotermi
e. Gangguan rasa aman nyaman: Cemas

82. An K dan An G adalah kakak beradik mereka sering bermain bersama di halaman rumah, ketika
sedang bermain An K(adik) bertengkar dengan tetangga disebelah rumahnya, kemudian An G
(kakak) mendamaikan mereka, An G (kakak) menyuruh mereka bersalaman dan saling meminta
maaf. Struktur peran apa pada kasus diatas
A. Peran kakak sebagai keluarga
B. Peran formal keluarga
C. Peran informal keluarga
D. Peran ikatan keluarga
E. Peran kinkeeping

83. Di Desa Ceria, dalam 5 tahun terakhir kejadian Kehamilan dibawah umur 20 tahun memiliki
jumlah yang sangat tinggi, bulan Juli 2012 terdapat 34 perempuan hamil di bawah umur 20 tahun,
8 diantaranya meninggal ketika persalinan dan 5 diantaranya mengalami abortus. Prevalensi
kasus Bulan Juli sudah melewati prevalensi kehamilan di bawah umur tahun sebelumnya.
Apakah masalah keperawatan komunitas utama sesuai dengan kasus diatas
a. Tingkat kepekaan yang rendah
b. Kondisi lingkungan yang jelek
c. Tingkat pendidikan yang rendah
d. Sosial ekonomi masyarakat rendah
e. Tidak adanya kepedulian masyarakat

84. Di Desa U, sebagian besar warga dirumahnya memiliki usaha pembuatan bantal dengan bahan
dasar kapuk yang pegawainya adalah keluarga sendiri, Ketika membuat bantal sebagian besar
pegawai tidak menggunakan masker kaena mereka merasa tidak nyaman. ,Pegawai sudah pernah
mendapatkan sosialisasi dari tenaga kesehatan tentang penggunaan alat pelindung diri ketika
bekerja seperti masker tapi karena tidak biasa menggunakannya pegawai tersebut malas untuk
menggunakan masker. Tindakan yang akan dilakukan melihat kondisi di atas :
a. Anjurkan warga untuk pindah pekerjaan
b. Anjurkan warga untuk menghentikan usahanya
c. Anjurkan warga untuk menjaga memeriksakan kesehatannya
d. Bekerjasama dengan pihak lurah agar pegawai menjadi menuru
e. Lakukan pendidikan kesehatan secara berkala tentang proses pemanfaatan masker

85. Seorang anak Y 9 tahun baru pulang setelah 5 hari di rawat di rumah sakit karena ISPA, anggota
keluarga mengatakan Anak Y mengalami batuk selama 3 minggu tak kunjung sembuh, adik An
Y semenjak 4 hari kemarin juga mengalami gejala yang sama dengan An Y yaitu sering batuk.
Berdasarkan hasil pengkajian kondisi rumah lembab dan kurang ventilasi
Apakah masalah keperawatan utama pada klien tersebut diatas?
a. gangguan pola nafas
b. peran orang tua tidak efektif
c. kurang pengetahuan tentang TBC paru
d. resiko penularan pada anggota keluarga yang lain
e. kurang pengetahuan tentang kesehatan lingkungan
86. Seorang laki laki 24 tahun mengalami kecelakaan. Kulit bagian kakinya robek dan dilakukan
hecting di RSUD terkenal di kota bandung, setelah pulang ke rumah klien dapat merawat luka di
bagian kakinya sendiri dengan menggunakan bethadin supaya terhindar dari bakteri dari luar
Kemungkinan masalah dapat diubah oleh klien ?
a. Tinggi
b. Mudah
c. Sebagian
d. Rendah
e. Tidak dapat dirubah

87. Ny A 56 tahun. 2 bulan kemarin baru saja pensiun. Suaminya sudah sudah 1 tahun yang lalu
pension. Kegiatan sehari hari hanya diam dirumah dan menikmati masa tuanya di rumah bersama
anak anak dan cucunya. Tahap perkembangan keluarga Ny A ?
a. Keluarga usia lansia
b. Keluarga anak remaja
c. Keluarga anak sekolah
d. Keluarga usia dewasa
e. Keluarga usia pertengahan

88. Petugas kesehatan dari puskesmas D melakukan pengkajian UKS. Sejak 1 minggu yang lalu
banyak keluhan dari siswa sering menahan keinginan BAK dan BAB di sekolah diakibatkan
kurangnya persediaan air bersih, kurangnya pemeliharaan kamar mandi, tidak adanyakesadaran
siswa maupun guru dalam pelaksanaan peningkatan hidup sehat. Apakah rencana tindakan
keperawatan di UKS?
a. Penyediaan air bersih
b. Penyuluhan tentang hidup sehat
c. Pembinaan kepada para orang tua
d. Promosi kesehatan kepada masyarakat
e. Penyuluhan hidup sehat kepada para guru

89. Seorang perempuan 27 tahun baru saja melahirkan secara SC 1 bulan yang. Post melahirkan klien
merasa perutnya sangat sakit dan keluar anah dari bekas luka operasinya. klien pernah dibawa ke
puskesmas dan menjalani pengobatan . Namun sakit dan pus diperutnya tak kunjung hilang.
Semenjak itu klien tidak pernah lagi ke puskesmas. klien untuk menutup bekas lukanya dengan
daun sirih untuk mengatasinya. Fungsi kesehatan keluarga mana yang mengalami gangguan pada
klien?
a. Kemampuan Keluarga dalam merawat klien
b. Kemampuan Keluarga dalam mengenal masalah
c. Kemampuan Keluarga dalam mengambil keputusan
d. Kemampuan keluarga dalam Memodifikasi lingkungan
e. Kemampuan keluarga dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan

90. Perawat J (30 tahun) mendatangi sebuah keluarga yang memiliki anak pertama usia 2 tahun
dengan keluhan anak nocturnal sepanjang hari. Apakah intervensi terpenting apa yang dilakukan
perawat pada saat toilet training?
a. Motivasi konsistensi, dan tindakan untuk tidak menghakimi anak
b. Komunikasi dengan anak
c. Mengkaji suport pendukung keluarga
d. Mengadvokasi permasalahan keluarga
e. Melibatkan seluruh anggota keluarga dengan potensi-potensi keluarga
91. Seorang Perawat sedang memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan stage Family
retirement and old age dengan masalah Depresi ringan salah satu pasangan old age. perawat
mengoptimalkan fungsi keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga melalui pemenuhan kebutuhan
psikososial, mengembangkan gambaran diri positif, peran dan kebutuhan kasih sayang sedikit
banyak bisa mendukung keluarga dalam menyelesaikan masalah tersebut. Fungsi keluarga apa
yang sedang di optimalkan oleh perawat tersebut?
a. Fungsi Afektif
b. Fungsi Sosialisasi
c. Fungsi ekonomi
d. Fungsi perawatan kesehatan
e. Fungsi Reproduksi

92. Dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga sebaiknya perawat memahami tahap
perkembangan keluarga apa yang di butuhkan oleh keluarga tersebut dengan mengidentifikasi
kondisi keluarga. Tugas perkembangan keluarga apa yang akan di terapkan pada kondisi keluarga
yang di kunjungi dengan tahapan keluarga dengan anak pre-school
a. Membina hubungan dengan keluarga lain, teman dan sosial
b. Adaptasi dengan adanya perubahan anggota keluarga, interaksi sosial, hubungan seksual &
kegiatan
c. Membantu anak bersosialisasi
d. Mempertahankan hubungan dekat dengan keluarga
e. Memperluas jaringan keluarga dari keluarga inti menjadi keluarga besar

93. Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar baik
kebutuhan sosial, kebutuhan ekonomi maupun aktualisasi keluarga di masyarakat agar tercapai
keluarga yang sejahtera di tuntut bisa mengantisipasi perbedaan status keluarga. Indikator
Keluarga dengan status kelompok sejahtera tahap 1 adalah?
a. Makan daging, ikan, telur, lauk pauk sekurang-kurangnya sekali dalm seminggu
b. Makan dua kali sehari atau lebih
c. Anggota keluarga sehat dalam 3 bulan terakhir sehingga dapat optimal fungsi masing-masing
d. Luas lantai penghuni 8 m² per orang
e. Rekreasi bersama keluarga dalam 6 bulan terakhir

94. Kesehatan masyarakat memiliki beberapa tahap, termasuk mengumpulkan data dan pemantauan
status kesehatan penduduk yang merupakan fungsi inti dari kesehatan masyarakat. Tahap di atas
merupakan fungsi dari:
a. Pengkajian
b. Pencegahan
c. Jaminan
d. Kebijakan pengembangan

95. Menyediakan ketersediaan layanan kesehatan pribadi utama bagi orang yang tidak menerima
perawatan kesehatan merupakan salah satu fungsi inti dari kesehatan masyarakat.Tahap di atas
merupakan fungsi dari:
a. Pengkajian
b. Pencegahan
c. Jaminan
d. Kebijakan Pengembangan
96. Manakah dari pernyataan berikut yang benar berkaitan dengan fokus penduduk di keperawatan
kesehatan masyarakat?
a. Prioritas diberikan kepada populasi resiko tinggi
b. Pemberian perawatan langsung terbatas pada tindakan pencegahan seperti pemberian
imunisasi
c. Perhatian diberikan pada penduduk atau masyarakat secara keseluruhan, terlepas dari
apakah mereka melakukan atau tidak mengakses sistem perawatan kesehatan
d. Hanya penduduk di luar pengaturan kelembagaan yang dianggap

97. Spesialisasi dalam keperawatan kesehatan masyarakat memiliki beberapa hambatan.


Hambatan untuk spesialisasi di keperawatan kesehatan masyarakat mencakup semua hal berikut
kecuali satu. Identifikasi yang bukan merupakan hambatan?
a. Keyakinan bahwa perawatan oleh perawat langsung hanyalah peran seorang perawat.
b. Struktur dan peran yang membatasi praktek.
c. Keterbatasan pengetahuan tentang metode ilmu kesehatan masyarakat dan populasi-orientasi.
d. Kurangnya keterampilan dalam strategi kesehatan preventif.

98. Berikut ini adalah contoh dari hubungan antara karakteristik sosial, politik, dan ekonomi dari
peradaban dan kesehatan kecuali satu. Identifikasi hubungan yang salah.
a. Orang Mesir menggunakan apa yang mereka pelajari dari pengamatan untuk
mengembangkan persiapan farmasi yang berguna.
b. Bangsa Roma memandang kesehatan dari sudut pandang sosial dan masyarakat dan
membangun saluran air dan sistem pembuangan.
c. Selama Abad Pertengahan ada kondisi sanitasi perumahan yang terlalu padat dan miskin, dan
prevalensi kolera dan cacar meningkat. sebagai hasilnya, kelompok agama mendirikan
rumah sakit untuk merawat orang sakit.
d. Renaissance membawa pengakuan baru dan nilai martabat manusia yang berakibat
pada organisasi dari sistem kesehatan publik pertama.

99. An K dan An G adalah kakak beradik mereka sering bermain bersama di halaman rumah, ketika
sedang bermain An K(adik) bertengkar dengan tetangga disebelah rumahnya, kemudian An G
(kakak) mendamaikan mereka, An G (kakak) menyuruh mereka bersalaman dan saling meminta
maaf. Termasuk kedalam struktur peran apa pada kasus diatas?
A. Peran kakak sebagai keluarga
B. Peran formal keluarga
C. Peran informal keluarga
D. Peran ikatan keluarga
E. Peran kinkeeping

100. Perempuan usia 29 tahun baru saja menikah 4 bulan yang lalu, sekarang Ny sedang hamil, usia
kandungannya baru 1 bulan. Ny A berencana akan konsentrasi mengrus anaknya setelah lahir
nanti. Fungsi keluarga pada kasus diatas
A. Fungsi afektif
B. Fungsi sosialisasi
C. Fungsi ekonomi
D. Fungsi reproduksi
E. Fungsi kesehatan
101. Sebuah keluarga dengan kepala keluarga Tn.X 59 tahun. Diketahui Ny.X 55 tahun sering
mengalami nyeri di daerah lutut dan sulit tidur karena sakitnya. Pada saat dikaji oleh Ns. F, skala
nyeri 5 (0-10), TD: 150/90 mmHg, RR: 24x/mnt, S: 370C, N: 97x/mnt. Tn.X mengatakan tidak
bisa merawat Ny.X karena tidak mengenal masalah kesehatan yang dialami Ny.X.
Apa diagnosis keperawatan utama pada kasus diatas?
A. Nyeri Kronis
B. Gangguan Perfusi Jaringan
C. Gangguan ADL: Istirahat tidur
D. Gangguan Pola napas
E. Kurang penetahuan keluarga

102. laki – laki berusia 22 tahun seorang mahasiswa keperawatan di suatu perguruan tinggi di
bandung yang sedang melaksanakan praktek residensi komunitas di desa Ceria dan akan
melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan mengundang masyarakat dalam rangka
pemecahan masalah penyakit ISPA di desa Ceria. Termasuk tahap apakah dalam keperawatan
komunitas pada kasus diatas ?
a. Pengkajian
b. Perencanaan
c. Implementasi
d. Evaluasi
e. Diagnosa keperawatan

103. Di Desa Ceria, dalam 5 tahun terakhir kejadian Kehamilan dibawah umur 20 tahun memiliki
jumlah yang sangat tinggi, bulan Juli 2012 terdapat 34 perempuan hamil di bawah umur 20 tahun,
8 diantaranya meninggal ketika persalinan dan 5 diantaranya mengalami abortus. Prevalensi
kasus Bulan Juli sudah melewati prevalensi kehamilan di bawah umur tahun sebelumnya. Apakah
masalah keperawatan komunitas utama sesuai dengan kasus diatas
a. Tingkat kepekaan yang rendah
b. Kondisi lingkungan yang jelek
c. Tingkat pendidikan yang rendah
d. Sosial ekonomi masyarakat rendah
e. Tidak adanya kepedulian masyarakat

104. Petugas kesehatan dari puskesmas D melakukan pengkajian UKS. Sejak 1 minggu yang lalu
banyak keluhan dari siswa sering menahan keinginan BAK dan BAB di sekolah diakibatkan
kurangnya persediaan air bersih, kurangnya pemeliharaan kamar mandi, tidak adanyakesadaran
siswa maupun guru dalam pelaksanaan peningkatan hidup sehat, Apakah rencana tindakan
keperawatan di UKS?
a. Penyediaan air bersih
b. Penyuluhan tentang hidup sehat
c. Pembinaan kepada para orang tua
d. Promosi kesehatan kepada masyarakat
e. Penyuluhan hidup sehat kepada para guru

105. Sebuah keluarga, terdapat suami, istri, anak serta mertuanya (60 tahun). Saat ini, anaknya yang
berusia 4 tahun dan anak keduanya berusia 8 bulan. Rumah yang mereka tempati sekarang adalah
sebuah rumah milik sendiri. Dilihat dari komposisi dalam Keluarga tersebut maka tipekeluarga
berada dalam … .
a. Extended family
b. Commune family
c. Dyad family
d. Single parent family
e. Nuclear family

106. Seorang anak berusia empat tahun saat ini sedang mengalami susah makan, saat perawat
keluarga datang kerumah keluarga tersebut untuk kunjungan rumah dan dilakukan
pengkajian maka didapatkan data BB 10 kg, anak terlihat kurus, rewel dan menurut ibu
makan habis ½ porsi mangkok anak-anak. Pengkajian yang harus dilakukan selanjutnya yaitu
penjajakan tahap II untuk melengkapi data dari kasus tersebut adalah :
a. Fungsi ekonomi
b. Fungsi Reproduksi
c. Fungsi perawatan kesehatan
d. Fungsi biologis
e. Struktur kekuatan keluarga

107. Setelah perawat melakukan pengkajian pada keluarga sebuah keluarga maka selanjutnya adalah
mengklasifikasikan data untuk merumuskan diagnosa keperawatan. Pada asuhan keperawatan
keluarga pada anak sekolah dengan tujuan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara
optimal sesuai usia anak. Masalah yang dapat digunakan untuk perumusan diagnose keperawatan
keluarga dengan anak usia sekolah untuk masalah actual/ risiko adalah… .
a. gangguan komunikasi verbal
b. gangguan pemenuhan kebersihan diri
c. gangguan pemenuhan nutrisi : lebih atau kurang dari kebutuhan tubuh
d. terpenuhinya kebutuhan anak sesuai tugas perkembangannya
e. Seorang kakek berusia 60 tahun hidup bersama anaknya yang berusia 35 tahun, tamat SD.

108. Istri dari kakek sudah meninggal 5 tahun yang lalu karena terjatuh dikamar mandi dan anaknya
ditinggal istrinya yang bekerja diluar negeri, saat ini anaknya tersebut bekerjasebagai buruh
serabutan. Perawat S yang datang kerumah kakek tersebut mengalami kesulitan/hambatan
komunikasi. Hambatan yang paling besar dihadapi perawat dari keluarga dalam memberikan
asuhan keperawatan keluarga adalah… .
a. Pendidikan keluarga rendah sehingga terkadang sulit menerima masukan baru dan
sering mempertahankan kebiasaan mereka yang tidak sehat
b. Keterbatasan sumber daya keluarga (keuangan, sarana dan prasarana)
c. Sosial budaya yng tidak menunjang
d. kondisi alam atau geografi yang sulit dijangkau keberadaannya oleh perawat

109. Seorang ibu berusia 35 tahun, saat ini mengalami batuk-batuk yang sudah dirasakan sudah 1
bulan ini jika malam hari ibu mengeluh berkeringat walaupun tidak sedang beraktifitas, ibu tidak
mau memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan dan hanya membeli obat batuk diwarung. BB
mengalami penurunan karena tidak nafsu makan, dan sering demam. Setelah perawat mengkaji
secara lengkap dan melakukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen maka ditemukan adalah ibu
mengalami TBC, gangguan rasa nyaman peningkatan suhu tubuh, dan gangguan pemenuhan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Pembuat skoring untuk masalah TBCnya untuk kriteria Sifat
masalah didapatkan : tidak/kurang sehat dengan nilai 3/3 x 1 = 1, maka pembenaran untuk sifat
masalah ini adalah… .
a. keluarga Ibu C cukup mampuuntuk melakukan pengobatan dan perawatan secara mandiri dan
sederhana
b. gejala batuk dapat segera ditangani dengan menggunakan obat herbal/tradisional yang
sederhana dan murah
c. keadaan ekonomi keluarga cukup mamadai sehingga ibu tidak kesulitan untuk pergi ke pusat
pelayanan kesehatan terdekat
d. ibu menyadari batuk dapat menulari anaknya sehingga ia berusaha mencari pengobatan
e. penyakit batuk yang diderita ibu dapat menular kepada anggota keluarga yang lainya
sehingga merupakan keadaan yang tidak sehat bagi keluarga.

110. Penetapan kriteria dan standar merupakan stnadar evaluasi yang merupakan gambaran
tentang faktor-faktor yang dapat memberi petunjuk bahwa tujuan telah tercapai dan
digunakan dalam membuat pertimbangan.
Bentuk dari standard dan kriteria ini meliputi pengetahuan, sikap dan psokomotor. Maka untuk
kriteria pengetahuan dengan standarnya adalah, Kecuali … .
a. Keluarga mampu menyatakan pengertian hipertensi secara umum
b. Keluarga mampu menyebutkan jenis makanan yang dapat menurunkan hiptertensi dan juga
meninggkatkan tekanan darah
c. Keluarga dapat menyebutkan akibat jka tekanan darah tidak dikontrol secara rutin
d. keluarga mampu mengetahui pemeriksaan tekanan darah sendiri
e. keluarga mampu memutuskan untuk membuat rencana kontrol setiap 2 minggu sekali
ke puskesmas

111. Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada seorang Ibu yang mengalami masalah kesehatan
maka perawat melakukan evaluasi secara verbal, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan perawat
sudah dapat dijawab seorang Ibu dikeluarganya dan ia dapat melakukan pengobatan sederhana,
mempunyai jadwal rutin untuk minum obat dan melakukan pemeriksaan ke Puskesmas terdekat
serta sudah mendapatkan obat. Dari data diatas perawat dapat melakukan kesimpulan atau
penentuan keputusan dalam melakukan evaluasi maka keluarga berada pada tahap … .
a. Keluarga tidak dapat mencapai hasil yang telah ditentukan sehingga perlu mengkaji ulang
masalah atau respon yang lebih akurat
b. Keluarga tidak dapat mencapai hasil yang telah ditentukan sehingga perlu membuat outcome
yang baru
c. Keluarga tidak dapat mencapai hasil yang telah ditentukan sehingga perlu intervensi
keperawatan harus dievaluasi dalam hal ketepatan untuk mencapai tujuan sebelumnya
d. Keluarga telah mencapai hasil yang ditentukan dalam tujuan sehingg rencana mungkin
dihentikan
e. Keluarga masih dalam proses mencapai hasil yang ditentukan sehingga perlu penambahan
waktu, resources dan intervensi sebelum tujuan berhasil

112. Sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. mengeluhkan istrinya yang tidak mau
melakukan sendiri perawatan sederhana seperti memberi kompres terhadap anaknya yang sering
demam dengan alasan takut demam pada anaknya tidak turun sehingga selalu langsung
melakukan tindakan pengobatan ke dokter sebagai pertolongan pertama pada anaknya walaupun
sudah diberi penjelasan dari perawat padasaat kunjungan terdahulu. Untuk meningkatkan
kepercayaan diri keluarga dalam memberikan keperawatan terhadap anggota keluarga yang sakit
maka perawat dapat melakukan tindakan sebagai berikut … .
a. mendemonstrasikan tindakan yang diperlukan
b. memanfaatkan fasilitas atau sarana yang ada dirumah keluarga
c. menghindarkan hal-hal yang mengganggu keberhasilan keluarga dalam merujuk
klien/mencari pertolongan kepada tim kesehatan yang ada
d. membantu mencari cara untuk menghindari adanya ancaman kesehatan dan
perkembangan kepribadian anggota keluarga
e. Perawat hanya memberikan kesempatan pada keluarga untuk memperhatikan saja
113. Para orang tua kerap merasakan kecemasan, panik, dan gelisah di sebuah lingkungan, Manula
biasanya merasa cemas, panic, dan gelisah jika ditinggal sendirian di dalam rumah ataupun
tinggal serumah dengan anak maupun dengan sanak saudara. Apakah yang dimaksud dari kasus
diatas terhadap gangguan psikologis lansia tersebut?
a. Agorafobia
b. Fobia
c. Metafobia
d. Takut terhadap kematian
e. Keinginan mudah berubah

114. Tn. A seorang duda yang mempunyai 2 orang anak dan Ny. S seorang janda dengan 1 orang anak,
mereka menikah dan tidak mempuyai anak dari pernikahan tersebut melainkan mereka mengurusi
anak dari pernikahan sebelumnya bersama – sama dalam satu keluarga dan satu rumah. Termasuk
Tipe keluarga apakah Tn. A?
a. Nuclear family
b. Extended family
c. Dyadic family
d. Single parent family
e. Blended family

115. Masalah keperawatan yg belum terjadi, tetapi tanda untuk menjadi masalah keperawatan dapat
terjadi dengan cepat apabila tidak segera mendapat bantuan perawat. Termasuk dalam tipologi
diagnosis apakah penjelasan diatas ?
a. Diagnosis aktual
b. Diagnosis resiko/resiko tinggi
c. Diagnosis potensial
d. Diagnosis konseptual
e. Diagnosis masalah

116. Skoring dilakukan bila perawat merumuskan diagnosis keperawatan lebih dari satu dan proses
skorinya dilakukan untuk setiap diagnosis keperawatan yang dikaji oleh perawat. Sebutkan
kriteria apa saja yang masuk dalam skoring diagnosis keperawatan tersebut ?
a. Sifat masalah, kemungkinan masalah tidak dapat diubah, potensial masalah untuk dicegah,
menojolnya masalah
b. Kemungkinan masalah tidak dapat diubah, potensial masalah untuk dicegah, menojolnya
masalah, resiko masalah
c. Kemungkinan masalah tidak dapat diubah, masalah aktual, menojolnya masalah, resiko
masalah
d. Sifat masalah, kemungkinan masalah dapat diubah, potensial masalah untuk dicegah,
menojolnya masalah
e. Masalah aktual, potensial masalah untuk dicegah, resiko masalah, menojolnya masalah.

117. Usia pertengahan (middle age) usia 45 –59 tahun, Lanjut usia (elderly) usia 60 –74 tahun, Lanjut
usia tua (old) usia 75 –90 tahun, Usia sangat tua (very old) usia > 90 tahun. Merupakan klasifikasi
lansia menurut ...
a. WHO
b. Dinas Kesehatan
c. Menurut UU No 13 Tahun 1998
d. Menurut Prof. Dr. Koesoemato Setyonegoro
e. Stockslager Jaime L
118. Perawat berkunjung disebuah keluarga. Dalam keluarga tersebut terdapak Bapak Amin berumur
37 tahun dan Ibu Aminah berumur 32 tahun serta dua orang anak perempuan. Bapak Amin
menceritakan bahwa seminggu yang lalu di ukur tekanan darah 150/90 mmHg. Tingkat
pencegahan apa yang dapat dilakukan dalam keluarga tersebut untuk mencegah dampak yang
lebih jauh ?
a. Pencegahan Primer
b. Pencegahan sekunder
c. Melakukan skrining
d. Pencegahan tersier
e. Rehabilitasi

119. Masalah keperawatan yg belum terjadi, tetapi tanda untuk menjadi masalah keperawatan dapat
terjadi dengan cepat apabila tidak segera mendapat bantuan perawat. Termasuk dalam tipologi
diagnosis apakah penjelasan diatas ?
a. Diagnosis aktual
b. Diagnosis resiko/resiko tinggi
c. Diagnosis potensial
d. Diagnosis konseptual
e. Diagnosis masalah

120. Skoring dilakukan bila perawat merumuskan diagnosis keperawatan lebih dari satu dan proses
skorinya dilakukan untuk setiap diagnosis keperawatan yang dikaji oleh perawat. Sebutkan
kriteria apa saja yang masuk dalam skoring diagnosis keperawatan tersebut ?
a. Sifat masalah, kemungkinan masalah tidak dapat diubah, potensial masalah untuk dicegah,
menojolnya masalah
b. Kemungkinan masalah tidak dapat diubah, potensial masalah untuk dicegah, menojolnya
masalah, resiko masalah
c. Kemungkinan masalah tidak dapat diubah, masalah aktual, menojolnya masalah, resiko
masalah
d. Sifat masalah, kemungkinan masalah dapat diubah, potensial masalah untuk dicegah,
menojolnya masalah
e. Masalah aktual, potensial masalah untuk dicegah, resiko masalah, menojolnya masalah.

121. Bapak Ali seorang kepala rumah tangga dikeluarganya. Bp. Ali memiliki seorang istri dan
seorang anak yang masih dalam proses menyusui. sebagai pengambil keputusan, Bapak Ali selalu
memutuskan masalah dalam keluarganya dengan cara diam dan tanpa komunikasi dengan
anggota keluarganya. Bp. Ali terlalu cuek dengan istrinya yang mengurus rutinitas rumah
tangganya hanya seorang diri. Sehingga masalah yang ada dalam keluarga tidak dibicarakan
secara terbuka. Hal ini salah satu pengkajian pada stuktur keluarga apa?
Termasuk pengkajian keluarga tipe apa keluarga Bapak Ali?
a. Struktur kekuatan keluarga
b. Struktur peran keluarga
c. Struktur peran
d. Fungsi keluarga
e. Nilai dan norma

122. Tn. X dan Ny. X merupakan pasangan yang telah menjadi keluarga bahagia yang telah menikah 4
tahun lalu. Keluarga ini telah memiliki seorang anak yang berusia 2,5 tahun. Fungsi dari orang
tua di sini harus mampu memenuhi tuntutan baru dalam perawatan dan pengasuhan bayi.
Sedangkan perawat sendiri bertugas mengkaji peran menjadi orang tua.
Dari kasus tersebut keluarga Tn. X telah memasuki perkembangan keluarga pada tahap Apa?
a. Keluarga pasangan baru
b. Keluarga dengan tanpa anak
c. Keluarga dengan anak prasekolah
d. Keluarga dengan anak sekolah
e. Keluarga dengan anak remaja

123. pada keluarga kecil tuan A yang tinggal di sebuah perkampungan kumuh yang dekat dengan
tempat pembuangan sampah. anak kedua berumur 3 tahun, dan anak keempat berumur 1 tahun.
Keadaan lingkungan rumah keluarga tersebut sangat kumuh, sehingga menyebabkan anak
keempat sering mengalami diare akibat keadaan lingkungan yang kotor dan nutrisi yang kurang
bergizi. Tindakan perawat yang perlu dilakukan adalah?
a. Memberikan sumbangan kepada keluarga tersebut
b. Membiarkan keadaan keluarga tersebut
c. Membantu keluarga untuk memodifikasi lingkungan sekitar rumah keluarga tersebut
d. Mengajak keluarga untuk pindah ke rumah yang lebih layak
e. Menganjurkan keluarga untuk mengajukan program raskin

124. Dalam keluarga Tuan X diberlakukan sistem disiplin yang sangat baik, dalam memecahkan
masalah keluarga ini selalu memusyawarahkan dengan berkumpul semua anggota keluarga dan
kemudian membahas masalah yang tekait tanpa perlu disembunyikan, jelas dan tidak boleh ada
kata berbohong. Strategi koping keluarga apakah yang diterapkan oleh keluarga Tuan X dalam
menangani sebuah masalah ?
a. Strategi koping komunikasi terbuka dan jujur
b. Strategi koping pemecahan masalah bersama
c. Strategi koping untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan
d. Strategi koping komunitas
e. Strategi koping sumber dukungan keluarga

125. Seorang pasangan muda, baru menikah 2 hari yang lalu, pada saat itu pasangan tersebut baru
mendiskusikan rencana memiliki anak dan merencanakan program KB, untuk mengurangi adanya
penyakit kelamin pasangan tersebut tiap bulannya berencana untuk mengkonsultasikan keadaan
kesehatan reproduksinya kepada pihak kesehatan / pihak medis. Dari kasus di atas termasuk pada
tugas perkembangan keluarga tahap...?
a. Tahap II
b. Tahap V
c. Tahap I
d. Tahap VI
e. Tahap IV

126. Tn.A 67th dan Ny.B 64th adalah merupakan pasangan suami istri yang sudah memasuki usia
lansia. Perawat E yg kebetulan mendapat tugas untuk melakukan pemeriksaan di daerah pasangan
tersebut mendatangi keluarga Tn.A dan memeriksa lingkungan tempat tinggal mereka karena
belakangan ini Tn.A sering mengeluh batuk karena alergi. Berdasarkan ilustrasi di atas proses
pengkajian keluarga yang dilakukan perawat E termasuk dalam proses pengkajian ?
a. Mengidentifikasi data sosial-budaya
b. Data lingkungan
c. Struktur keluarga
d. Fungsi keluarga
e. Stress dan strategi koping keluarga
127. Perawat X ditugaskan ke daerah dengan penduduk yang meyakini kalau sakit tidak perlu ke
palayanan kesehatan tapi harus pergi ke dukun untuk di jampe-jampe dan dimandikan. Manakah
langkah pertama yang perlu dilakukan perawat X sesuai dengan teori perubahan terencana?
a. Menciptakan hubungan dengan sistem klien
b. Mendiagnosis masalah, kebutuhan atau tujuan sistem klien
c. Menumbuhkan rasa kebutuhan dan keinginan untuk berubah
d. Mentransformasi rencana perubahan menjadi perubahan aktual
e. Stabilisasi hasil perubahan pada sistem klien

128. Berdasarkan laporan, populasi vektor terutama lalat meningkat dengan tajam di Desa X. Kondisi
lingkungan Desa X padat penduduk rumah berdempetan dalam gang sempit, sampah menumpuk
di ujung-ujung gang disertai bau yang tidak sedap, tempat penampungan sampah sementara tidak
tertutup. Manakah pengendalian vektor yang paling tepat untuk mengtasi kasus diatas ?
a. Pengendalian secara kimiawi dengan insektisida
b. Pengendalian secara genetika dengan sterilisasi lalat jantan
c. Pengendalian secara biologis menambah predator vektor.
d. Pengendalian secara mekanis membersihkan lingkungan.
e. Pengendalian secara kimiawi dengan fogging

129. Di sebuah perusahaan X, 90% karyawan bagian produksi mengeluhkan tangannya sering
terciprat minyak dari penggorengan. Alat perlindungan diri tidak disediakan oleh pihak perusahan
sebagaiman mestinya. Apa tindakan prioritas yang harus diambil oleh perawat kesehatan kerja?
a. Memberikan penyuluhan fungsi Alat perlindungan diri
b. Mendemonstrasikan penggunaan Alat perlindungan diri
c. Menyediakan alat perlindungan diri bagi karyawan
d. Advokasi pada pihak perusahaan untuk penyediaan alat perlindungan diri
e. Memberikan edukasi terhadap pihak perusahaan

130. Hasil skrining kesehatan gigi di SD Karangnunggal pada bulan januari, menunjukan 78% siswa
kelas 1-3 mengalami karies gigi. Apakah tindakan pertama yang perlu diambil oleh perawat
kesehatan sekolah pada siswa SD tersebut?
a. Penkes manfaat oral hygiene
b. Mendemonstrasikan oral hygiene
c. Skrining kesehatan gigi secara rutin
d. Rujuk ke puskesmas
e. Advokasi penyediaan alat oral hygiene di sekolah

131. Semua pekerja di bagian sablon pada Home Industri X, mengeluhkan sering mengalami sesak
nafas dan batuk. Padahal Home Industri X sudah Menyediakan APD berupa masker, namun APD
tersebut jarang digunakan oleh pekerja. Apakah tindakan pertama yang harus diambil oleh
perawat kesehatan kerja, sesuai kasus diatas?
a. Penyuluhan Fungsi Alat Perlindungan Diri
b. Memasang papan himbauan pengguanaan APD
c. Demonstrasi penggunaan Alat perlindungan diri
d. Memberikan Pengobatan bagi pekerja
e. Advokasi Pada home industry X untuk mendirikan balai pengobatan

132. Terjadi 15 kasus kaki gajah di wilayah binaan puskesmas X. Puskesmas x memprogramkan
pemberian obat anti folaria. Minggu pertama pemberian obat di Desa 1 seluruh masyarakat desa 1
meminum obat (100%), minggu ke 2 pemberian obat di desa 2, 65% masyarakat desa 2 menolak
meminum obat karena mendapat informasi dari warga desa 1 setelah meminum obat menjadi
pusing dan mual. Apakah tindakan prioritas yang harus dilakukan oleh perawat?
a. Pendidikan kesehatan tentang keteraturan pengobatan
b. Pemeriksaan darah tepi terhadap seluruh warga
c. Melakukan sweeping terhadap warga desa 2
d. Pendidikan kesehatan tentang penanggulangan efek samping obat
e. Mendemonstrasikan cara meminum obat

133. Berdasarkan laporan di kecamatan X terdapat sekelompok remaja laki-laki yang sering meminum
minuman keras dan memakai zat adiktif di kecamatan tersebut adalah para remaja yang sudah
pernah mendapatkan penyuluhan tentang bahaya minuman keras dan zat adiktif. Apa rencana
prioritas yang akan anda lakukan untuk kasus diatas?
a. konseling terhadap remaja yang diindikasikan sebagai pengguna
b. Minta bantuan kepolisian untuk menangkap pengguna
c. penyuluhan kepada seluruh siswa tentang zat adiktif
d. melakukan pengkajian kembali dan merevisi rencana asuhan
e. negosiasi dengan para remaja untuk menghentikan kebiasaannya

134. 95% kepala keluarga laki-laki di desa X adalah perokok. 98% dari kepala keluarga perokok
memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah. Apakah tindakan prioritas yang perlu dilakukan
perawat?
a. Pendidikan kesehatan tentang bahaya rokok
b. Anjurkan merokok di area bebas rokok
c. Pendidikan kesehatan tentang bahaya merokok didalam rumah
d. Anjurkan mengurangi merokok
e. Konseling tentang bahaya merokok

135. Berdasarkan laporan angka kejadian diare di SD X tinggi, dari hasil pengkajian didapatkan data
PHBS siswa tidak baik, salah satu data yang didapat, hampir seluruh siswa tidak mencuci tangan
menggunakan sabun sebelum makan serta tidak terdapat fasilitas untuk mencuci tangan di SD
tersebut. Apakah tindakan prioritas yang perlu dilakukan perawat?
a. Pendidikan kesehatan tentang PHBS
b. Advokasi kepada sekolah untuk menyediakan tampat cuci tangan
c. Pemberian obat diare
d. Mengajarkan 6 langkah cuci tangan
e. Memberikan Konseling untuk seluruh siswa SD

136. Di Desa X Angka kejadian ISPA 40%, Diare10% dan DBD 10 kejadian. Kondisi Lingkugan
tampak kumuh, sampah menumpuk di beberapa sudut perkampungan, genangan air tampak pada
pot-pot dan kaleng bekas minuman terdapat jentik – jentik nyamuk. apakah tindakan prioritas
dalam menghadapi masalah tersebut?
a. Melakukan pendidikan kesehatan/penyuluhan
b. Melakukan foging terhadap lingkungan
c. Bersama-sama warga membersihkan lingkungan
d. Membentuk Pokjakes kebersihan lingkungan di Desa X
e. Berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah dengan dinas terkait

137. Posyandu Y berada di RW X, wilayah binaannya mencakup 2 RWyaitu RW X dan RW Z. pada


tahun 2013 Tingkat partisipasi warga RW Z ke posyandu < 20 %. Warga RW Z mengeluhkan
jarak ke Posyandu Y yang terlalu jauh.
apakah tindakan prioritas dalam menghadapi masalah tersebut?
a. Menjadi inisiator dan fasilitator untuk pembentukan posyandu di RW Z
b. Membangun Posyandu di RW Z
c. Menganjurkan Warga RW Z untuk hadir ke posyandu Y
d. Memindahkan lokasi posyandu Y ke RW Z
e. Memberikan warga RW Z penkes pentingnya ke posyandu

138. Hasil windshield survey Puskesmas X terhadap Desa Y, di dapatkan data 50% rumah memiliki
ventilasi < 10% luas lantai. Apakah rencana tindakan prioritas yang perlu dilakukan perawat
terhadap kondisi tersebut?
a. Menganjurkan membuat ventilasi baru
b. Advokasi dana bantuan pembuatan ventilasi
c. Penyuluhan untuk membuka pintu dan jendela setiap hari
d. Penyuluhan untuk sering berada di luar rumah
e. Melakukan skrining penyakit pernafasan pada warga desa Y

139. Warga Dusun X memiliki kebiasaan melarang wanita hamil memakan ikan. Larangan tersebut
sudah ada sejak lama dan selalu diikuti oleh para wanita hamil di dusun X tersebut. Apakah
tindakan pertama yang anda lakukan sebagai perawat komunitas di dusun tersebut?
a. Tetap melestarikan kebiasaan tersebut
b. Melakukan pengkajian dengan pendekatan teori model perubahan perilaku
c. Menerima budaya tersebut dengan memodifikasi
d. Merubah budaya tersebut
e. Melakukan kolaborasidengan pihak lain yang berwenang

140. perawat X berencana akan melaksanakan windshield survey, data pertama yang ingin di dapatkan
adalah data sub sistem lingkungan. Manakah metode yang paling tepat untuk mendapatkan data
tersebut?
a. Sensus
b. Wawancara tokoh masyarakat
c. Observasi
d. Studi Data sekunder
e. Wawancara aparatur pemerintah

141. Ny.W usia 18 tahun mengatakan bahwa proses melahirkan dibantu dukun beranak, mengeluh
pusing dan mengatakan takut kalau mau bergerak, belum mendapatkan informasi perawatan
nifas. Ny. W terlihat bingung dan banyak bertanya. Apakah etiologi masalah diatas?
a. Ketidakmampuan mengenal masalah
b. Ketidakmampuan mengambil keputusan
c. Ketidakmampuan merawat anggota keluarga
d. Ketidakmampuan memanfaatkan pelayanan kesehatan
e. Ketidakmampuan memodifikasi lingkungan

142. Tn.A usia 70 tahun mengeluh nyeri pada daerah persendian, tampak bengkak dan kemerahan
pada daerah sendi yang sakit, Perawat menganjurkan pada keluraga untuk mengompres daerah
sendi yang sakit dengan menggunakan air dingin. Apakah peran perawat diatas?
a. Care giver
b. Educator
c. Advocate
d. Change agent
e. Case manager
143. Keluarga secara intuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam
berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga sehingga saling pengertian dan
menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga. Apakah fungsi keluarga diatas?
a. Fungsi afektif
b. Fungsi sosialisasi
c. Fungsi pendidikan
d. Fungsi perlindungan
e. Fungsi pemelihara kesehatan

144. Tn. C usia 22 tahun merupakan suami dari Ny. N usia 20 tahun, usia pernikahan sudah 3 bulan.
Tn.C dan Ny.N mengatakan belum merencanakan kapan akan punya anak dan berapa jumlah
anak yang diinginkan. Apakah tindakan keperawatan yang harus pertama kali dilakukan perawat
keluarga?
a. Menjelaskan tentang tugas perkembangan keluarga baru menikah
b. Menjelaskan tentang alat kontasepsi yang sesuai
c. Menjelaskan tentang pengaturan jarak kelahiran
d. Menjelaskan tentang kesehatan reproduksi
e. Menjelaskan tentang sex yang sehat

145. Perawat membantu dan membimbing keluarga yang diketahui terserang TB untuk mendapatkan
pengobatan TB paru di puskesmas. Apakah peran perawat di atas?
a. Educator
b. Konselor
c. Advocate
d. Koordinator
e. Modifikator

146. Tn. K usia 45 tahun, sejak 2 tahun yang lalu dokter mendiagnosis bahwa dia menderita “ bronkitis
kronis “ Tn. K telah berobat secara rutin, tetapi saat ini sering kumat setelah obatnya habis. Tn. K
hanya di rumah saja.Tipe bangunan rumah permanen, lantai dari plester yang lembap, tidak ada
sinar matahari yang masuk melalui genting kaca, jumlah jendela samping hanya 1. Manakah
diagnosa keperawatan yang tepat sesuai dengan masalah di atas ?
a. Bersihan jalan nafas tidak efektif
b. Resiko tinggi serangan berulang
c. Gangguan pertukaran gas
d. Pola nafas tidak efektif
e. Resiko infeksi

147. Ny. A mempunyai anak F usia 3 tahun, hasil pengkajian perawat didapatkan, anak F sudah 4 x
BAB dengan konsistensi cair, ada muntah, mata cekung, kulit di cubit lambat kembali, terlihat
lemah, Ny. A mengatakan mengetahui tentang pengertian diare, penyebab, tanda dan gejala sudah
memberikan obat yang di beli di warung tetapi belum ada tanda-tanda perbaikan. Apakah yang
harus dilakukan perawat keluarga?
a. Menganjurkan untuk kontrol teratur
b. Melibatkan keluarga untuk merawat anak F
c. Memberikan penkes pembuatan obat tradisional
d. Menganjurkan agar keluarga tidak lupa memberi obat
e. Membawa segera anak F ke pelayanan kesehatan terdekat ( puskesmas )
148. Keluarga Tn. Y usia 40 th, Ny. M usia 39 th, memiliki 8 orang anak. Ny. M saat ini tidak
menggunakan KB karena menurut Ny. M selama ini sudah mencoba beberapa jenis KB tetapi
tidak ada KB yang cocok. Apakah yang harus dilakukan perawat keluarga?
a. Memberikan penkes tentang KB
b. Memberikan pilihan alat kontrasepsi
c. Menganjurkan untuk menggunakan KB steril
d. Memberikan waktu pada keluarga Tn.Y untuk mengambil keputusan
e. Memberikan reward pada keluarga Tn.Y untuk keputusan menjadi akseptor KB
149. Tn. O usia 70 tahun tinggal dengan anaknya Tn. J usia 40 tahun. Tn.J menata peralatan rumah
tangga dengan rapi, menyediakan pegangan di ruangan dan kamar mandi, lantai rumah tidak licin.
Apakah tugas keluarga yang sudah terpenuhi?
a. Kemampuan mengenal masalah
b. Kemampuan mengambil keputusan
c. Kemampuan merawat anggota keluarga
d. Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang tepat

150. Hasil penilaian diagnosis keperawatan keluarga adalah sebagai berikut:


Sifat masalah : Ancaman Kesehatan
Kemungkinan masalah dapat diubah : Mudah
Potensi Masalah untuk dicegah : Cukup
Menonjolnya maslah : Masalah tidak dirasakan
Berapakah skor untuk diagnosa keperawatan diatas?
a. 5
b. 4 ¼
c. 4
d. 3 1/3
e. 3

151. Keluarga Tn.A usia 27 tahun sudah memiliki 2 orang anak. Anak yang pertama usia 3 tahun dan
sekarang sedang sekolah di play group sedangkan anak yang ke-dua baru berusia 8 bulan. Tn.A
sudah memiliki tempat tinggal. Tugas apakah yang perlu dilakukan keluarga Tn.A sesuai dengan
tahapan perkembangan?
a. Mendiskusikan rencana untuk memiliki anak lagi
b. Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak
c. Membantu sosialisasi anak terhadap lingkungan luar rumah
d. Adaptasi dengan perubahan adanya anggota keluarga dan hubungan seksual
e. Memberikan kebebasan yang seimbang dan bertanggung jawab

152. Seorang perawat melakukan pengkajian terhadap keluarga Tn.D usia 60 tahun. Pada saat
pengkajian Tn.D mengatakn sudah lama menderita penyakit rematik, dan selama ini klien tidak
pernah memiliki pantangan dalam makanan, suka tidur di kasur busa dan kadang-kadang tidur di
lantai dengan hanya beralas tikar. Apakah tugas keluarga yang belum terenuhi?
a. Kemampuan mengenal masalah
b. Kemampuan mengambil keputusan
c. Kemampuan merawat anggota keluarga
d. Kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan rumah
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yang tepat
153. Rumah Tn. D dihuni oleh istri dan ketiga anaknya, ditambah adik dari Tn.D yang tinggal
menumpang karena sedang kuliah dan kaka dari istri TN.D yang sudah janda. Termasuk Tipe
keluarga apakah Tn.D?
a. Nuclear family
b. Extended family
c. Dyadic family
d. Single parent family
e. Cohabitation family

154. Ny. B sering mengeluh batuk-batuk yang dialaminya sejak 1 bulan yang lalu, juga mengatakan
sering berkeringat di malam hari. Ketika diperiksa oleh perawat tekanan darah 100/60 mmHg, BB
45,5 kg pada hal sebelumnya BB 55 kg, wajah ibu pucat, sering lemas jika habis bekerja, nafsu
makan menurun. Ketika ditanya tentang keluhan batuk-batuknya, Ny. B mengatakan belum
diobati nanti juga akan sembuh sendiri. Masalah keperawatan pada kasus diatas, kecuali ….
a. resiko teidak jadinya penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat
b. koping keluarga tidak efektif
c. pola nafas tidak efektif pada an. F
d. nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
e. TB Paru pada Ny. B

155. Saat kunjungan ke keluarga binaan dilakukan wawancara dengan Ny.C ada keluhan batuk-batuk,
kalau malam hari sering merasakan sesak, Ny. C mengatakan belum diobati, nanti juga akan
sembuh sendiri. Tujuan umum untuk mengatasi masalah pada Ny. C adalah ….
a. masalah TB Paru pada Ny. C dapat teratasi
b. bersihan jalan nafas pada Ny. C efektif
c. anemia pada Ny. C Teratasi
d. keluarga mampu merawat aggota keluarga dengan TB. Paru
e. keluarga dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan

156. Saat kunjungan keluarga binaan dilakukan wawancara dengan Ny.D ada keluhan batuk-batuk,
kalau malam hari sering merasakan sesak,Ny. D mengatakan belum diobati, nanti juga akan
sembuh sendiri. Tujuan umum untuk mengatasi masalah pada Ny. D adalah ….
a. masalah TB Paru Ny. D teratasi
b. anemia pada Ny. d teratasi
c. keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan TB. Paru
d. berat badan Ny. D meningkat
e. Ny. D minum obat teratur

157. Saat kunjungan ke keluarga binaan, dilakukan wawancara dengan Ny.T ada keluhan batuk-batuk,
kalau malam hari sering merasakan sesak, Ny. T mengatakan belum diobati, nanti juga akan
sembuh sendiri. Intervensi keperawatan yang tepat pada Ny. T untuk tujuan khusus pertama
adalah ….
a. memberikan penkes tentang penyakait TB Paru meliputi arti, penyebab, tanda dan
gejala
b. memberikan penkes tentang akibat dan bahaya TB Paru
c. memberikan penkes tentang tempat yankes untuk TB Paru
d. memberikan penkes tentang lingkungan yang sehat
e. memberikan penkes tentang cara perawatan TB Paru
158. Anak F pada saat dikaji sedang pilek, menurut ibunya, Anak F sering mengalami batuk pilek
hampir setiap bulan. Ketika ditanya apa yang dilakukan ibu untuk mengatasi batuk pilek
anaknya, ibu mengatakan didiamkan saja karena biasanya juga akan sembuh sendiri. Menurut
ibu anak F sering ditimbang ke posyandu karena jaraknya dekat dari rumah, ketika dilihat KMS-
nya immunisasi lengkap, tapi BB sekarang menurun dibanding BB bulan sebelumnya. Diagnosa
keperawatan yang tepat pada An. F adalah ….
a. nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada An. F berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan ISPA
b. perubahan suhu tubuh pada An. F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat
anggota keluarga dengan ISPA
c. koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat
anggota keluarga dengan ISPA
d. pola nafas tidak efektif pada An. F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat
anggota keluarga dengan ISPA
e. resiko gangguan tumbuh kembang pada An. F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga dengan ISPA

159. Anak N pada saat dikaji sedang pilek, menurut Ny. B Anak N sering mengalami batuk pilek
hampir setiap bulan. Ketika ditanya apa yang dilakukan ibu untuk mengatasi batuk pilek
anaknya, ibu mengatakan didiamkan saja karena biasanya juga akan sembuh sendiri, tetapi jika
kondisinya tidak sembuh-sembuh diberikan obat Bodrexin dari warung. Menurut ibu anak N
sering ditimbang ke posyandu karena jaraknya dekat dari rumah, ketika dilihat KMS-nya
immunisasi lengkap, tapi BB sekarang menurun dibanding BB bulan sebelumnya. Intervensi
keperawatan yang tepat pada An. N untuk tujuan khusus kedua adalah ….
a. memberikan penkes tentang ISPA meliputi pengertian, penyebab, tanda dan gejala
b. memberikan penkes tentang akibat dari ISPA
c. memberikan penkes tentang tempat pelayanan kesehatan untuk masalah ISPA
d. memberikan penkes tentang tumbuh kembang anak
e. memberikan penkes tentang cara perawatan ISPA

160. Tn.A menderita hepatitis A dari hasil anamnesa ke keluarga. Didapatkan bahwa ia adalah seorang
marketing. Yang setiap hari makan di warung pinggir jalan. Pasien juga membenarkan bahwa
badannya terasa lemas dan merasakan sakit setelah makan di warung perempatan jalan.
Melihat kasus ini Tn.A menderita hepatitis akibat?
a. Makan di pinggir jalan
b. Makan tidak higienes
c. Kondisi imunitas turun
d. Kontak langsung
e. Kontak tidak langsung

161. Dukungan anggota keluarga penting dipertahankan pada perawatan pasien jiwa.hal ini sangatlah
bermanfaat. Hal ini bermanfaat karena?
a. Menurunkan kesakitan pasien
b. Meringankan biaya pengobatan
c. Memudahkan rumah sakit dalam koordinasi perawatan
d. Memberikan kesempatan pasien untuk dapat bekerja
e. Memudahkan controlling pasien

162. Dari sebuah pengkajian didapati keluarga tuan S memiliki 4 anggota keluarga yang terdiri dari
Ny.S sebagai ibu rumah tangga, kedua anaknya wahyu dan uni beserta tuan S sendiri sebagai
kepala keluarga. Tipe keluarga ini adalah ?
a. Extended Family
b. Nuclear Family
c. Reconstituted nuclear
d. Dyadic nuclear
e. Commuter married

163. Pak andi merupakan keluarga yang memiliki pendapatan yang sangat kurang dalam mencukupi
ketiga anaknya dan isteri. Dalam kesehariannya pak andi bekerja sebagai gali kubur, sedangkan
isterinya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan anaknya masih sekolah. Pak andi tinggal di rumah
yang sangat sederhana dan dipakai ketiga anaknya dan isterinya.
Dari kasus diatas yang bukan merupakan kriteria BPS terhadap keluarga miskin pak andi diatas
yaitu?
a. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 14 meter persegi perorang
b. Jenis dinding terbuat dari bamboo dan kayu
c. Sumber penerangan masihan menggunakan lilin
d. Sumber air minum berasal dari sungai atau air hujan yang di tendon
e. Mengonsumsi daging, susu dalam sebulan sekali.

164. Perawat berkunjung disebuah keluarga. Dalam keluarga tersebut mendapat bapak X berumur 35
tahun dan ibu Y berumur 30 tahun serta dua orang anak perempuan. Bapak X menceritakan
bahwa seminggu yang lalu diukur tekanan darah 150/90 mmHg.
Tingkat pencegahan apakah yang dapat dilakukan dalam keluarga tersebut untuk mencegah
dampak yang lain?
a. Pencegahan primer
b. Pencegahan sekunder
c. Melakukan skrining
d. Pencegahan tersier
e. Rehabilitasi

165. Bapak ali seorang kepala rumah tangga dikeluarganya. Bapak ali memiliki seorang isteri dan
seorang anak yang masih dalam proses menyusui. Sebagai pengambil keputusan, bapak ali selalu
memutuskan masalah dalam keluarganya dengan cara diam dan tanpa komunikasi dengan
anggota keluarganya. Bapak ali acuh dengan isterinya yang mengurus rutinitas rumah tangganya
hanya seorang diri sehingga masalah yang ada dalam keluarga tidak dibicarakan secara terbuka.
Hal ini salahsatau pengkajian pada struktur keluarga apa?
a. Stuktur kekuatan keluarga
b. Struktur peran keluarga
c. Struktur peran
d. Fungsi keluarga
e. Nilai dan norma

166. Bapak A tinggal dengan isterinya ibu B dan dua anak perempuannya yang berusia 19 tahun dan
16 tahun. Keluarga tersebut merupakan keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Berikut ini salah satu pernyataan yang berhubungan dengan keluarga sejahtera adalah,kecuali?
a. Dibentuk berdasarkan perkawinan yang syah
b. Mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materi yang layak
c. Bertakwa kepada tuhan yang maha esa
d. Salah satu anggota keluarga memiliki gangguan kejiwaan
e. Memiliki hubungan yang sama, selaras, seimbang antar anggota
167. Tn.X dan Ny.X merupakan pasangan yang telah menjadi keluarga bahagia yang sudah menikah
empat tahun lalu. Keluarga ini memiliki seorang anak yang berusia 2,5 tahun. Fungsi dari orang
tua disini harus mampu memenuhi tuntunan baru dalam perawatan dan pengasuhan bayi.
Sedangkan perawat sendiri bertugas mengkaji peran menjadi orang tua.
Dari kasus tersebut keluarga Tn.x telah memasuki perkembangan pada tahap…
a. Keluarga pasangan baru
b. Childbearing family
c. Keluarga dengan anak prasekolah
d. Keluarga dengan anak sekolah
e. Keluarga dengan anak remaja

168. Pada keluarga kecil Tn.A yang tinggal di sebuah perkampunngan kumuh yang dekat dengan
tempat pembuangan sampah. Anak kedua berumur 3 tahun, dan anak keempat berumur 1 tahun.
Keadaan lingkungan rumah keluarga tersebut sangat kumuh, sehingga menyebabkan anak
keempat sering mengalami diare akibat keadaan lingkungan yang kotor dan nutrisi yang kurang
bergizi. Apa tindakan perawat yang perlu dilakukan ?
a. Memberikan sumbangan kepada keluarga tersebut
b. Membiarkan keadaan keluarga tersebut
c. Membantu keluarga untuk memodifikasi lingkungan sekitar rumah keluarga tersebut
d. Mengajak keluarga untuk pindah kerumah yang lebih layak
e. Menganjurkan keluarga untuk mengajukan raskin

169. Dalam keluarga Tn.C diberlakukan sistem disiplin yang sangat baik, dalam memecahkan masalah
keluarga ini selalu memusyawarahkan dengan berkumpul semua anggota keluarga dan kemudian
membahas masalah yang terkait tanpa perlu di sembunyikan, jelas dan tidak boleh ada kata
berbohong.
Oleh karena itu strategi koping keluarga apakah yang diterapkan oleh keluarga Tn.c dalam
menangani sebuah masalah?
a. Strategi koping komunikasi terbuka dan jujur
b. Strategi koping pemecahan masalah bersama
c. Strategi koping untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan
d. Strategi koping komunikasi
e. Strategi koping sumber dukung keluarga

170. Seorang pasien muda, baru menikah dua hari yang lalu, pada saat itu pasangan tersebut baru
mendiskusikan rencana memiliki anak dan merencanakan program kb, untuk mengulangi adanya
penyakit kelamin pasangan tersebut tiap bulannya berencana untuk menkonsultasikan keadaan
kesehatan reproduksinya kepada pihak kesehatan atau pihak medis
Dari kasus diatas termasuk pada tugas perkembangan keluarga tahap?
a. Tahap 2
b. Tahap 5
c. Tahap 1
d. Tahap 6
e. Tahap

171. Indikator keluarga X di desa melinjo setelah dilakukan pengkajian, diantaranya:


a. Anggota keluarga melaksanakan ibadah menurut agama yang dianutnya
b. Pada umumnya anggota keluarga makan dua kali sehari atau lebih
c. Seluruh anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah , bekerja/sekolah
dan bepergian
d. Bagian terluas dari lantai rumah bukan dari tanah
e. Bila anak atau anggota keluarganya yang sakit di bawa ke sarana / petugas kesehatan
Dari indikator diatas keluarga X dapat dikategorikan keluarga sejahtera tingkat?
a. Pra sejahtera
b. Sejahtera 1
c. Sejahtera 2
d. Sejahtera 3
e. Sejahtera 4

172. Pak dani memiliki keluarga yang berkecukupan. Setiap bulannya keluarga pak deni
menyumbangkan sebagian dari materinya untuk kegiatan sosial di desanya, selain itu anggota
keluarga pak deni ikut aktif sebagai pengurus perkumpulan yayasan atau organisasi lainnya di
desanya. Dapat di simpulkan bahwa keluarga pak dani telah mencapai level keluarga sejahtera
pada tingkat…
a. Pra sejahtera
b. Sejahtera 1
c. Sejahtera 2
d. Sejahtera 3
e. Sejahtera 4

173. Setelah dilakukan pengkajian pada sebuah keluarga,Ny.A merupakan seorang isteri yang
menggunakan salah satu alat kontrasepsi, beliau menuturkan bahwa tujuan menggunakan alat
kontrasepsi supaya tidak terlalu banyak anak. Dalam hal ini bu ani telah melakukan salah satu
fungsi keluarga yakni…
a. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggota keluarga
b. Pengaturan jumlah anggota keluarga
c. Penempatan anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas
d. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga

174. Setelah dilakukan pengkajian pada keluarga X. didalam keluarga tersebut Tn.X kekuasaan dibagi
menurut perannya masing-masing. Untuk masalah yang berhubungan dengan kepentingan
kebutuhan rumah tangga Tn.X menyerahkan sepenuhnya pada Ny.X namun apabila tidak bisa
dibatasi, Ny.X selalu meminta pertimbangan kepada Tn.X. apabila ada keputusan mendesak Tn.X
lah yang bertanggung jawab..Dalam hal tersebut keluarga Tn.x telah mengaplikasikan Pola ?
a. Pola komunikasi
b. Struktur kekuatan keluarga
c. Stuktur peran\
d. Nilai atau norma dalam keluarga
e. Fungsi afektif

175. Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat
sangat perlu sekali pengkajian. Hal yang perlu di kaji adalah ?
a. Apakah keluarga mengetahui sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan untuk
menanggulangi masalah kesehatan atau penyakit
b. Apakah keluarga mempunyai sumber daya dan fasilitas yang diperlukan untuk merawat
c. Apakah keterampilan keluarga mengenai macam perawatan yang diperlukan memadai
d. Apakah keluarga mempunyai pandangan negative terhadap perawatan yang diperlukan
e. Sejauhmana keluarga mengetahui sumber-sumber keluarga yang dimiliki
176. Dalam sebuah pengkajian didapat keluarga Tn.E memiliki masalah yang membuatnya stress dan
sangat sulit sekali dalam mekanisme koping keluarga, dalam penyelesaian masalah keluarga ini
biasanya berada pada tahap stressor jangka panjang. Stressor jangka panjang memerlukan
penyelesaian dalam waktu? Hal yang perlu di kaji adalah ?
a. Kurang lebih tiga bulan
b. Lebih dari enam bulan
c. Kurang lebih 5 bulan
d. Lebih dari enam bulan
e. Kurang lebih satu bulan

177. Ny.M merupakan seorang ibu berusia 35 tahun, Ny.M memiliki anak empat dan seorang kepala
keluarga Tn.M. dalam keluarga Ny.M setiap ada permasalahan tidak pernah diselesaikan dengan
baik, semua anggota keluarga lebih baik diam daripada berkomunikasi untuk bermusyawarah.
Dari kasus diatas dapat diambil rumusan diagnosa?
a. Kerusakan pemeliharaan rumah
b. Kerusakan komunikasi verbal
c. Risiko kekerasan
d. Gangguan proses keluarga
e. Gangguan menjadi orang tua

178. Keluarga dengan kepala keluarga 50 tahun, istri berusia 38 tahun, anak 3 orang, kondisi keluarga
dapat memenuhi kebutuhan dasar (sandang,pangan,papan) secara minimal, interaksi dalam
keluarga minimal karena kepala keluarga bekerja sebagai kuli bangunan diluar kota dan ibu
bekerja sebagai buruh cuci baju, anak pertama dan kedua menjadi pengamen, anak ketiga yang
masih balita sehari-hari dititipkan pada tetangga. Apakah type kesejahteraan keluarga tersebut
berdasarkan estándar BKKBN ¿
a. Prasejahtera
b. sejahtera I
c. Sejahtera II
d. sejahtera III
e. sejahtera plus

179. Keluarga dengan kepala keluarga berusia 45 tahun, istri 40 tahun, dan anak usia 3 tahun, pada
saat dikaji anak mengalami ISPA, kondisi rumah : jendela jarang dibuka dan ruangan lembab,
kepala keluarga memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah. Setelah dilakukan tindakan
perawatan selama 4 hari, ibu mampu merawat anaknya yang ISPA, membuka jendela dan bapak
menghentikan kebiasaannya merokok di dalam rumah. Apakah tingkat kemandirian keluarga
setelah dilakukan tindakan keperawatan ?
a. KM I
b. KM II
c. KM III
d. KM IV
e. KM V

180. Keluarga dengan kepala keluarga berusia 45 tahun, istri 40 tahun, anak pertama berusia 4 tahun
mengalami sesak nafas, batuk berdahak,dan demam dengan suhu tubuh 39 derajat celcius. Anak
kedua 2 tahun belum bisa berjalan, saat ini ibu tidak berKB dengan alasan tidak diijinkan suami.
Masalah prioritas apakah yang dapat muncul pada keluarga tersebut
a. Resiko penularan ISPA
b. Gangguan perkembangan
c. Bersihan jalan nafas tidak efektif
d. Ketidaktahuan keluarga tentang KB
e. Gangguan thermoregulasi : Hyperthermi

181. Suatu keluarga dengan kepala keluarga berusia 34 tahun dan istrinya 30 tahun, anak pertama
berusia 5 tahun dengan kondisi sesak nafas, tarikan dinding dada +, secret banyak, makan
sedikit. Anak kedua berusia 2 tahun dengan kondisi gizi kurang. Pekerjaan kepala keluarga adala
buruh. Apakah tindakan keperawatan prioritas ?
a. Bantu pemenuhan kebutuhan nutrisi dengan makanan cair
b. Penyuluhan kesehatan pada ibu tentang ISPA
c. Penyuluhan kesehatan pada ibu tentang gizi anak
d. Observasi tumbuh kembang anak
e. Bantu kebutuan oksigenasi : dengan perubahan posisi, postural drainage,

182. Keluarga dengan anak pertama usia 17 tahun, anak kedua 8 tahun dan anak ketiga 2 tahun. anak
pertama perempuan, mengalami anemia karena terobsesi diet yang ketat untuk menurunkan berat
badan, konjungtiva pucat, anak mengeluh sering capek dan badan lemas. Ibu dan anak
mengatakan tidak ada masalah dengan kondisinya, itu terjadi karena kelelahan dengan kegiatan
sekolah yang padat. Apakah tugas kesehatan keluarga prioritas yang harus dipenuhi keluarga?
a. Mengenal masalah kesehatan keluarga.
b. Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga.
c. Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.
d. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga.
e. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan disekitarnya bagi keluarga

183. Seorang laki-laki berusia 35 Tahun sebagai kepala keluarga datang ke Puskesmas untuk
memeriksakan kesehatannya dengan keluhan sesak napas, batuk dan sakit dada, setelah dilakukan
pengkajian oleh perawat ditemukan nyeri tekan pada dada, nampak sesak, tekanan darah 100/90
mmHg denyut nadi 80 kali/menit, pernapasan 32 kali/menit, maka diagnosa keperawatan yang
ditegakkan adalah gangguan pola napas yang tidak efektif. Apakah tindakan yang paling tepat
pada kasus diatas ?
a. Mengajarkan batuk efektif
b. Mengatur posisi semi fowler
c. Mencegah terjadinya penularan
d. Mengajarkan cara menghindari alergi
e. Menghindari aktivitas yang berlebihan

184. Keluarga Tn H mengatakan berusaha memelihara hubungan baik antar anggota keluarga, saling
menyayangi, menghormati dan bila ada anggota keluarga yang membutuhkan maka anggota
keluarga yang lain akan berusaha membantunya. Begitupun sebaliknya, bila ada keluarga lain
yang sakit, akan membantunya. Pada kasus keluarga Tn H diatas termasuk pada fungsi keluarga
apa?
a. Fungsi afektif
b. Fungsi biologis
c. Fungsi sosialisasi
d. Fungsi perawatan kesehatan
e. Fungsi ekonomi

185. Pada saat perawat T melakukan pengkajian pada keluarga Tn G Menurut Ny. O suaminyalah
sebagai kepala keluarga sebagai pengambil keputusan bila ada masalah yang terjadi di
keluarganya dan Tn. G mampu mengendalikan dan mempengaruhi anggota keluarganya untuk
mengubah prilaku.
Dari pernyataan diatas perawat T sedang pengkajian
a. Pola komunikasi keluarga
b. Struktur kekuatan keluarga
c. Struktur peran keluarga
d. Nilai dan norma keluarga
e. Sistem Pendukung keluarga

186. Seorang laki-laki usia 55 Tahun tinggal bersama anaknya yang sudah berkeluarga terdiri dari istri
dan 2 orang anak dengan ekonomi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehingga
dapat mengatasi masalah kesehatan yang dialami keluarga. Apakah tipe atau /bentuk keluarga
kasus diatas ?
a. Serial Famili
b. Single Famili
c. Cahabitation
d. Nuclear Famili
e. Extendent Famili

187. Seorang laki-laki usia 45 Tahun sebagai kepala keluarga dengan penghasilan kurang dari
1.000.000 perbulan untuk membiayai seorang istri dan 4 orang anaknya dengan anak yang
terakhir usia 9 Bulan belum pernah mendapat Imunisasi. Apakah masalah keperawatan keluarga
yang tepat pada kasus diatas ?
a. Ketidak mampuan keluarga mempertahankan lingkungan rumah yang nyaman
b. Ketidak mampuan keluarga mengambil keputusan untuk tindakan yang tepat
c. Ketidak mampuan keluarga memberikan perawatan kepada anggota keluarganya
d. Ketidak mampuan keluarga mempertahankan hubungan timbal balik dengan petugas
kesehatan
e. Ketidak mampuan keluarga mengenal gangguan perkembangan kesehatan anggota
keluarganya

188. Keluarga bapak AS memiliki dua anak laki-laki berusia 13 tahun dan 10 tahun serta seorang anak
perempuan berusia 8 tahun. Ketiga anak terlihat gemuk dengan berat badan yaitu 55 kg, 52 kg
dan 49 kg. Ibu mengatakan ketiga anak menyukai makanan yang bersantan atau digoreng dan
tidak suka berolahraga. Apakah data yang perlu dikaji pada ketiga anak tersebut?
a. Indeks Massa Tubuh
b. Frekuensi makan
c. Pola aktivitas
d. Jenis makanan selingan
e. LILA

189. Seorang perempuan berusia 65 tahun tinggal bersama kedua orang anaknya. Ia mengalami batuk
dan oleh dokter dinyatakan menderita TB paru, semenjak itu BB nya menurun. Pada saat dikaji,
ia mengatakan bahwa bapaknya juga menderita TB paru dan keluarga tidak memiliki
penampungan dahak juga dalam sehari-hari keluarga tidak memisahkan alat makan dan minum,
begitupun dengan keadaan ruangan rumah dan kamar tidur penderita tampak lembab. Pendidikan
perempuan tersebut hanya tamatan SD. Apakah masalah keperawatan yang muncul pada kasus
tersebut?
a. Resiko penularan pada anggota keluarga lain
b. Kurang pengetahuan
c. Gangguan nutrisi
d. Gangguan respirasi
e. Resiko terjadi kekambuhan
190. Seorang perempuan berusia 28 tahun tinggal bersama suami dan mertuanya. Ia baru saja
melahirkan anak pertama. Menurut mertuanya, ibu nifas itu tidak boleh banyak beraktifitas, harus
duduk di tempat tidur, dan tidak boleh makan makanan seperti ikan dan daging ayam. Perempuan
tersebut mengatakan tidak nyaman jika harus duduk terus di tempat tidur, tetapi karena ini
perintah mertuanya maka perempuan itu menurutinya. Apakah pengkajian lanjut yang harus
dilakukan oleh perawat berkaitan dengan kasus di atas?
a. Pemeriksaan Fisik
b. Nilai-nilai yang dianut keluarga
c. Riwayat kesehatan ibu
d. Riwayat persalinan
e. Riwayat kesehatan keluarga

191. Seorang Perempuan berusia 28 tahun tinggal bersama suaminya 30 tahun dan anak laki-lakinya
yang berusia 1,5 tahun. Anak tersebut memiliki berat badan 7 kg. Pada saat pengkajian, di KMS
anak tersebut berada di bawah garis merah, keluarga pun mengatakan bahwa anaknya sehat-sehat
saja tidak mempunyai keluhan apapun, karena anak tersebut terlihat masih lincah dan bermain
bersama teman seusianya. Apakah fungsi perawatan kesehatan yang tidak dapat dilakukan
keluarga?
a. Mengambil keputusan yang tepat
b. Memodifikasi lingkungan keluarga
c. Mengenal masalah kesehatan
d. Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan
e. Memanfaatkan pelayanan kesehatan

192. Seorang perempuan berusia 32 tahun mempunyai dua orang anak perempuan berusia 8 tahun dan
berusia 5 tahun. Dari hasil pengkajian diperoleh data keluarga mengatakan tidak tahu tumbuh
kembang anaknya, tidak memperhatikan nutrisi anaknya, membiarkan anaknya bermain tanpa di
dampingi, tidak mampu menyediakan makanan bergizi, bahkan anak perempuan yang kedua
mengalami ISPA. Hasil pemeriksaan fisik pada anak perempuan yang kedua berat badan 9
kilogram, tinggi badan 75 cm, tampak sesak dan batuk-batuk. Apakah prioritas utama diagnosis
keperawatan yang muncul pada kasus diatas ?
a. Ketidakmampuan merawat keluarga
b. Kurangnya perawatan keluarga
c. Tidak efektif koping keluarga
d. Kurangnya pengetahuan keluarga
e. Tidak efektif peran keluarga

193. Seorang laki-laki 70 tahun tinggal sendiri di rumahnya. Ketiga anaknya yang sudah menikah
sudah memiliki dan tinggal di rumahnya masing-masing. Berdasarkan beberapa keluhan yang
diutarakan, serta berdasarkan hasil observasi, Tn.X mengalami beberapa gangguan yang yang
dikenal dengan Dizzines, lightheadedness, dan vertigo. Ketiga masalah tersebut sudah dirasakan
semenjak 3 tahun yang lalu tepatnya setelah sepeninggal istrinya. Saat ini yang dilakukan untuk
mengatasi permasalahannya hanya minum obat yang dibeli diwarung. Apakah sistem yang sudah
mengalami kemunduruan berdasarkan keluhan tersebut ?
a. Pernafasan
b. Endokrin
c. Integumen
d. Persarafan
e. Musculoskeletal
194. Seorang laki-laki berusia 68 tahun sudah berada di Harapan Bunda selama 2 bulan. Menurut
dokter, pasien didiagnosis mengalami Rematik. Lutut klien terlihat bengkak dan kemerahan, serta
mengeluh nyeri. Berdasarkan hasil pengkajian tingkat kemandirian (Katz Index) didapatkan:
dalam memenuhi kebutuhannya pasien dikategorikan mandiri dalam semua hal, kecuali
kemampuan berpindah. Setiap akan berpindah dari tempat tidur ke kursi roda, selalu dibantu oleh
pengasuhnya.
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E

195. Dari hasil pengkajian terhadap seorang pasien perempuan berusia 72 tahun yang sudah dirawat
dipanti selama 2 tahun, didapatkan data sebagai berikut: pasien terlihat bingung, cemas, paranoid,
gelisah, mudah tersinggung dan marah, tidak konsentrasi, sulit untuk memecahkan persoalan,
pasien mengatakan sudah mengalami kemunduran dalam merasakan rasa makanan. Hal itu sudah
dirasakan sekitar 1 bulan. Apakah diagnosis keperawatan yang tepat untuk kasus diatas ?
a. Sindrom stress relokasi
b. Perubahan proses pikir
c. Perubahan persepsi-sensori
d. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi, prognosis, dan pengobatan
e. Ketidakefektifan koping individu

196. Seorang perempuan berusia 69 tahun sudah berada di Panti selama 3,5 tahun. Saat itu Pasien
dibawa ke panti dengan alasan di rumah pasien sudah tidak ada yang mengurus, semua anaknya
sudah sibuk dengan pekerjaannya. Hasil pengkajian yang didapatkan diantaranya ditemukan :
pasien mengeluh mengalami gangguan tidur, klien sering terjaga dari tidurnya dikarenakan
kondisi lingkungan yang tidak nyaman. Apakah intervensi yang paling utama yang harus
dilakukan perawat sesuai kasus diatas ?
a. Evaluasi efek obat (steroid, diuretic) yang mengganggu tidur
b. Tentukan kebiasaan dan rutinitas waktu tidur malam dengan kebiasaan pasien
c. Berikan kesempatan untuk tidur sejenak, anjurkan latihan saat siang hari, turunkan aktivitas
mental/fisik pada sore hari
d. Berikan lingkungan yang nyaman untuk meningkatkan tidur (mematikan lampu,
ventilasi ruangan adekuat, suhu yang sesuai, menghindari kebisingan)
e. Putarkan musik yang lembut atau “suara yang jernih/merdu”

197. Seorang perempuan berusia 72 tahun mengalami stroke. Pasien terbaring lemah di tempat tidur.
Pengkajian terkadang mengalami hambatan karena pasien mengalami gangguan pendengaran dan
mudah tersinggung. Data lain yang ditemukan yaitu : kelumpuhan pada ekstremitas kiri dan
mengalami atropi, mengalami penurunan nafsu makan karena mual serta makanan yang sudah
masuk terkadang keluar kembali, dan hal ini berlangsung sudah 6 hari. Pengkajian SPMSQ dan
MMSE mengindikasikan ada gangguan aspek kognitif. Apakah prioritas masalah keperawatan
utama pada pasien terebut ?
a. Gangguan penurunan daya ingat
b. Gangguan rasa aman dan nyaman
c. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
d. Gangguan mobilisasi fisik
e. Keputusasaan
198. Seorang laki-laki berusia 70 tahun tinggal di Panti Werdha Sunyi, dari proses pengkajian
didapatkan data sebagai berikut : tekanan darah 150/100 mmHg. Pasien memiliki riwayat
gloukoma sehingga memerlukan obat tetes mata 2 kali sehari. Pasien tidak bisa melihat dengan
jelas. Gaya berjalan sempoyongan, terkadang klien memakai alat bantu berjalan dalam
melaksanakan aktivitas hidupnya sehari-hari. Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat
untuk mengatasi masalah yang dialami pasien tersebut ?
a. Monitor klien secara berkala
b. Modifikasi lingkungan sekitarnya
c. Bantu klien setiap melakukan kegiatan
d. Dokumentasikan adanya faktor resiko cedera
e. Kolaborasi dengan dokter untuk pengobatan gloukoma

Soal Jiwa

1. Seorang pria berusia 35 tahun dibawa oleh keluarganya ke RSJ Ada Aja karena sering berbicara
sendiri. Hasil pemeriksaan psikiatri yang didapatkan yaitu pasien sering mendengar suara
perempuan yang sering mengajak bercakap-cakap dan suara perempuan tersebut sering menyuruh
pasien untuk bunuh diri. Berdasarkan data dari keluarga, +3 bulan yang lalu pasien batal menikah
karena mempelai wanita meninggal karena kecelakaan. Sejak saat itu, pasien tampak loyo serta
tidak bersemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sering bolos bekerja, tidak peduli
terhadap diri sendiri dan keluarga, menyendiri, serta mudah marah. Apakah salah satu tanda dan
gejala Halusinasi pada kasus tersebut?
A. menyendiri
B. bicara sendiri
C. mudah marah
D. loyo
E. batal menikah

2. Seorang perempuan yaitu Ny.S berusia 28 tahun dirawat di RSJ Sukasenang. Berdasarkan
informasi dari keluarga, Ny S dibawa ke RSJ karena Ny S bertengkar dan berkelahi dengan
tetangga rumahnya. Saat dilakukan pengkajian di RSJ, muka pasien tampak merah dan tegang,
wajah memerah dan tegang, berbicara kasar dan suara tinggi, serta pasien sering jalan mondar
mandir. Apakah masalah psikososial pada kasus di atas?
A. Halusinasi
B. Defisit Perawatan Diri
C. Harga diri Rendah
D. Perilaku kekerasan
E. Ansietas

3. Tn.DB dirawat di RSJ Manis sejak +1 bulan yang lalu dengan diagnose medis Skyzophrenia
paranoid. Sehari-hari, pasien jarang berkomunikasi dengan teman sekamar atau perawat ruangan.
Setiap hari, pasien sering terlihat menyendiri, tidak mau bergabung dengan teman sekamarnya
yang lain. Tn.DB tidak mengikuti berbagai macam kegiatan yang diadakan di ruangan, setiap kali
diajak berbicara oleh perawat ruangan, Tn.DB hanya menjawab seadanya dan lebih banyak
menyendiri. Apakah masalah psikososial pada kasus di atas?
A. Harga diri rendah
B. Isolasi Sosial
C. Halusinasi
D. Defisit perawatan diri
E. Waham

4. Seorang wanita bernama Ny.D dirawat di RSJ Maju dengan diagnose medis Skyzophrenia
paranoid. Saat dikaji, data yang didapatkan yaitu Ny.D nampak berbicara dan ketawa sendiri.
Pasien mengutarakan bahwa Ny.D sering mendengarkan suara pria yang mengajaknya berbicara.
Ny.D lebih banyak berdiam diri di kamarnya dibandingkan dengan bersosialisasi dengan teman
kamar lainnya. Tindakan yang sesuai dengan kasus di atas, yaitu?
A. Mengajarkan untuk melakukan distraksi
B. Merekam pembicaraan antara pasien dengan orang lain
C. Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
D. Mengidentifikasi tingkat keparahan penyakitnya
E. Bersosialisasi

5. Seorang perawat di RSJ Manis mengkaji seorang pasien bernama Tn.D berusia 20 tahun. Saat
melakukan pengkajian, didapatkan hasil bahwa pasien sudah 2 hari tidak mandi, pasien
mengatakan malas untuk mandi. Pasien tampak berpenampilan tidak rapi, tidak mampu
berpakaian dengan benar, serta tercium bau yang tidak sedap dari tubuhnya. Apakah masalah
psikososial pada kasus di atas?
A. Harga diri rendah
B. Isolasi Sosial
C. Ketidakberdayaan
D. Defisit Perawatan Diri
E. Keputusasaan

6. Seorang perempuan berusia 28 tahun merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk hidup karena
cacat, mengatakan ingin mati, tidak memiliki masa depan, dan merasa hidupnya tidak berguna
lagi. Setiap melihat tali atau pisau, berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya. Pasien akan
memukul siapa saja yang didekatnya ketika pasien mendengar suara yang selalu muncul saat
menyendiri atau melamun. Apakah diagnose keperawatan yang tepat untuk kasus diatas?
A. Harga Diri Rendah
B. Halusinasi
C. Isolasi Sosial
D. Perilaku Kekerasan
E. Resiko Bunuh Diri

7. Seorang pria berusia 37 tahun dibawa ke RSJ Manis karena pasien selalu bicara sendiri saat
berada di rumah, kemudian pasien sering marah-marah tanpa diketahui penyebabnya dan sering
keluyuran yang tidak diketahui arah dan tujuannya. Saat ini, pasien mengeluh pegal-pegal dan
lemas. Setelah pasien minum obat, pasien merasa mulutnya kering dan pandangannya menajdi
kabur. Apakah efek obat yang dialami pasien sesuai kasus diatas?
A. Haloperidol
B. Chlorpromazine
C. Triheksifenidil
D. Dores
E. Serenase

8. Seorang pria berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya dan polisi ke RSJ Manis dalam keadaan
diborgol. Berdasarkan informasi dari keluarga pasien, pasien mengamuk, marah-marah, berantem
dengan tetangga serta merusak kaca mobil tetangganya. Saat dilakukan pengkajian, didapatkan
hasil data yaitu intonasi bicara pasien tinggi, membentak, mata merah serta ekspresi tegang.
Apakah diagnose keperawatan pada kasus tersebut?
A. Perilaku Kekerasan
B. Resiko Bunuh Diri
C. Waham
D. Halusinasi
E. Isolasi Sosial

9. Seorang pria berusia 24 tahun dirawat di RSJ Ada Aja. Pada saat interaksi dengan pasien, pasien
bicara dengan pelan, tidak ada kontak mata serta pasien mengatakan malu untuk bicara dengan
orang lain karena merasa dirinya jelek dan hitam. Pasien tampak lebih sering menyendiri, tidak
berinteraksi dengan teman sekamarnya. Apakah diagnose keperawatan pada kasus tersebut?
A. Halusinasi
B. Harga Diri Rendah
C. Waham
D. Perilaku Kekerasan
E. Pemalu

10. Seorang perempuan berusia 35 tahun didiagnosa kanker rahim, dokter merencanakan untuk
melakukan tindakan operasi dan mengangkat rahim pasien. pasien mengatakan ketakutan dan
tidak bisa tidur. Saat dilakukan pengkajian, pasien tampak tegang, banyak diam. Hasil
Pengkajian: TD 140/100 mmHg, N 95x/menit Apakah masalah yang dialami pasien pada kasus
tersebut?
A. Kecemasan
B. Kehilangan
C. Marah
D. Lemas
E. Bingung

11. Seorang pria berusia 35 tahun didiagnosa Diabetes Mellitus, terdapat luka pada lutut kaki kiri
pasien. Dokter merencanakan untuk operasi amputasi. Kemudian pasien mengatakan tidak mau
dipotong kaki kirinya dan saat ini pasien merasa pusing, dada berdebar-debar dan lemas. TD
140/110, N 100x/menit, HR 30x/menit Apakah respon yang ditunjukkan pada kasus tersebut?
A. Fisiologis
B. Psikologis
C. Kognitif
D. Sosial
E. Perilaku dan emosi

12. Laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan tidak bisa tidur, sakit kepala dan
nafsu makan menurun, sejak di PHK dari pekerjaannya. Pasien mengatakan: “Selama ini saya
yang menjadi kepala keluarga dan pencari nafkah, sekarang saya tidak bisa menafkahi keluarga
saya”. Apakah pertanyaan yang harus disampaikan oleh perawat untuk mendapatkan data adanya
masalah psikososial pada kasus di atas?
a. Apa yang akan Saudara lakukan?
b. Sejak kapan Saudara kehilangan pekerjaan?
c. Mengapa perusahaan memberhentikan Saudara?
d. Sudah berapa lama Saudara bekerja di perusahaan tersebut?
e. Bagaimana pandangan Saudara terhadap diri Saudara saat ini ?
13. Perempuan berusia 40 tahun, dirawat di Ruang Obstetri Ginekolog karena mengalami kanker
rahim. Pasien merasa sedih dan malu. Pasien mengatakan: “Saya sekarang tidak bisa lagi
melayani suami”.Apakah perubahan konsep diri yang terjadi pada kasus di atas?
a. Peran
b. Ideal diri
c. Harga diri
d. Citra tubuh
e. Identitas diri

14. Perawat perempuan berusia 20 tahun sedang melakukan asuhan kepada pasien di Ruang Bedah.
Sambil wawancara dengan pasien, tampak perawat menyilangkan kaki dan asyik menggunakan
telepon genggamnya Apakah aspek yang harus dikembangkan oleh perawat pada kasus di atas?
a. Menghadirkan diri secara terapeutik
b. Komunikasi verbal dan non verbal
c. Dimnensi Tindakan
d. Mendengar aktif
e. Dimensi respon
15. Perawat perempuan berusia 25 tahun, sedang melakukan asuhan kepada pasien kanker rahim.
Pada saat itu, tampak pasien menangis dan mengatakan “Kenapa ini terjadi pada saya”? Apakah
respon yang tepat dilakukan oleh perawat pada kasus di atas?
a. Restating
b. Reflecting
c. Validation
d. Eksploring
e. Active listening

16. Laki-laki berusia 35 tahun dirawat di rumah sakit jiwa dengan keluhan marah-marah tanpa sebab
yang jelas. Pada saat berinteraksi dengan perawat mengatakan: “Saya tahu, semua orang akan
meracuni saya,” Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
a. Gangguan proses pikir: waham agama
b. Gangguan proses pikir: waham curiga
c. Gangguan proses pikir: waham somatik
d. Gangguan proses pikir: waham nihilistik
e. Gangguan proses pikir: waham kebesaran

17. Perempuan berumur 15 tahun dirawat di ruang rawat luka bakar. Pasien masuk rumah sakit 3 hari
yang lalu karena ledakan kompor. Pasien mengalami luka serius pada bagian wajah dan lengan,
dan badan. Saat dikaji tampak murung, kontak mata kurang, pasien mengatakan malu dengan
kondisinya, dan saat ini tidak mau dikunjungi teman-temannya. Apakah diagnosa keperawatan
pada kasus di atas?
a. Krisis
b. Kecemasan ringan
c. Kecemasan sedang
d. Harga diri rendah kronis
e. Harga diri rendah situasional

18. Perempuan berumur 28 tahun mengalami depresi berat, Pada saat dilakukan pengkajian
didapatkan data pernah menulis pesan yang berisi keinginannya untuk mati. Apakah tindakan
keperawatan yang tepat untuk kasus diatas?
a. Mendiskusikan cara mengatasi keinginan bunuh diri
b. Meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah
c. Memberi kesempatan mengungkapkan perasaan
d. Menjauhkan benda yang berbahaya
e. Meningkatkan harga diri pasien

19. Keluarga memiliki seorang anak laki-laki berumur 15 tahun. Anak ini sering keluar malam dan
bolos sekolah. Orangtua sering menegur dan berselisih paham dengan anak tersebut. Apakah
indikasi terapi keluarga untuk kasus di atas?
a. Konflik orangtua anak
b. Proses transisi dalam keluarga
c. Tidak ada kemajuan terapi individu
d. Terapi individu yang perlu melibatkan keluarga
e. Konflik perkawinan, sibling konflik, beda generasi

20. Laki-laki berumur 35 tahun tampak berusaha menutup telinganya dan terkadang berbicara
sendiri, Pasien mengatakan “Saya masih mendengar bisikan yang mengatakan kalau saya ini
bodoh. Apakah diagnosa keperawatan pada kasus di atas?
a. Gangguan sensori persepsi : halusinasi
b. Gangguan proses pikir: waham
c. Harga diri rendah kronik
d. Resiko bunuh diri
e. Isolasi social

21. Perempuan berusia 35 tahun sudah lima hari dirawat di Ruang Akut Rumah Sakit Jiwa. Pasien
dirawat karena tidak mau makan dan tidak mau bergaul. Saat ini pasien menujukkan perilaku
tidak kooperatif dan tatapan mata menyelidik pada saat berinteraksi dengan perawat. Menurut
Piaget, kondisi ini disebabkan adanya hambatan/trauma pada salah satu tahap perkembangan.
Apakah teori perkembangan yang dimaksud pada kasus di atas?
a. Social
b. Cognitive
c. Psychosocial
d. Interpersonal
e. Psychoseksual

22. Laki-laki berusia 40 tahun datang ke poliklinik jiwa dengan keluhan utama mendengar suara.
Pasien merasa ketakutan dan tampak gelisah. Ketika ditanya, suara siapa yang didengarnya?.
Pasien menjawab, kakeknya yang selalu berteriak memanggil namanya. Dua tahun lalu, klien
pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa dengan keluhan yang sama. Apakah masalah keperawatan
yang terjadi pada klien tersebut ?
a. Waham
b. Halusinasi
c. Harga Diri Rendah
d. Resiko Bunuh Diri
e. Perilaku Kekerasan

23. Perempuan berusia 32 tahun dibawa ke poliklinik jiwa oleh keluarganya. Keluhan utama bicara
dan tertawa sendiri. Keluarga mengatakan bahwa kejadian ini sudah berlangsung satu minggu
sebelum klien dibawa ke rumah sakit. Ketika ditanya, klien mengatakan bahwa dirinya sedang
berbicara dengan Tuhan. Apakah tindakan yang tepat dilakukan oleh perawat pada kasus di atas?
a. Melakukan restrain/pengikatan
b. Menempatkannya di ruang isolasi
c. Mengidentifikasi karakteristik suara
d. Melakukan Terapi Aktifitas Kelompok
e. Menanyakan riwayat penyakit terdahulu

24. Perempuan berusia 30 tahun, datang ke Puskesmas, mengeluh perut terasa kembung, kadang
mual, dan perih. Keluhan dirasakan sejak sebulan yang lalu. Obat yang dibelinya di warung, tidak
banyak membantu. Hasil anamnese didapat bahwa pasien mengalami gangguan makan dan tidur
ketika merasa ada masalah. Apakah kondisi yang dialami pada kasus di atas?
a. Stres
b. Depresi.
c. Psikosa
d. Psikososial
e. Psikosomatik

25. Laki-laki berusia 51 tahun, pada saat kunjungan kerumah perawat menemukan adanya kulit yang
rusak karena garukan, ketika dikaji lebih dalam, pasien mengatakan setiap malam merasakan ada
binatang yang merayap di badannya, sehingga pasien sering menggaruk badannya. Istri pasien
mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat seekor binatang pun pada tubuh suaminya. Apakah
jenis halusinasi pada kasus diatas?
a. Halusinasi pendengaran
b. Halusinasi pengecapan
c. Halusinasi penglihatan
d. Halusinasi penciuman
e. Halusinasi perabaan

26. Laki-laki berusia 25 tahun merasa tersinggung dengan kata-kata temannya. Berusaha menahan
perasaannya karena situasinya tidak memungkinkan untuk menyampaikan kekesalannya. Apakah
mekanisme pertahanan diri yang digunakan pada kasus di atas?
a. Regresi
b. Represi
c. Kompensasi
d. Rasionalisasi
e. Rekasi formasi

27. Laki-laki berusia 35 tahun datang ke Poliklinik Rumah Sakit Jiwa diantar oleh keluarganya.
Keluarga mengatakan sudah dua minggu klien tidak mau keluar rumah, mengurung diri di kamar,
makan dan tidur, tiba-tiba marah tanpa sebab yang jelas. Apakah pendekatan Teori dan Model
Konseptual yang tepat digunakan untuk menganalisis kasus di atas?
a. Supportive Therapy
b. Psikoanalisis
c. Interpersonal
d. Existensial
e. Social

28. Pasien yang dirawat karena penyakit diabet yang menahun dan terjadi luka gangren mengatakan
putus asa dan malas melakukan kegiatan dan tidak ingin melakukan interaksi dengan siapapun,
tampak sedih akan kondisinya, masa depan yang suram dan tidak ada harapan. Apakah diagnosa
keperawatan pada kasus di atas ?
a. Ansietas
b. Keputusasaan
c. Ketidakberdayaan
d. Gangguan citra tubuh
e. Gangguan harga diri rendah (situasional)

29. Laki laki berusia 30 tahun mendapatkan terapi obat antipsikotik. Sesaat setelah mengkonsumsi
obat tersebut, tiba-tiba ia mengalami kekakuan dan tidak bisa menelan ludah. Apakah tindakan
yang harus dilakukan perawat untuk mengatasi gejala tersebut?
a. Menyuruh klien untuk banyak beristirahat
b. Mencatat dalam catatan perkembangan klien
c. Mengajurkan klien untuk banyak minum air putih
d. Mengkolaborasikan pemberian obat BZD 10 mg dengan psikiater
e. Menganjurkan berkumur agar tidak meneteskan air liur terus menerus

30. Seorang perempuan berusia 45tahun dirawat diruang anyelir Rumah Sakit Jiwa, dengan riwayat
percobaan bunuh diri, pada saat dikaji pasien tampak berbicara sendiri dan tersenyum, pasien
jarang berinteraksi dengan orang lain karena pasien asyik berbicara sendiri. Masalah utama pasien
berdasarkan kasus diatas adalah …….
a. Perilaku kekerasan
b. Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan
c. Resiko bunuh diri
d. Perubahan Sensori Persepsi : Halusinasi
e. Isolasi Sosial

31. Seorang laki-laki usia 36tahun, dibawa oleh keluarga ke poli jiwa Rumah sakit Jiwa Provinsi
Jawa Barat, menurut keluarga pasien mengalami susah tidur, keluarga menyatakan jika diajak
berbicara selalu salah arti, dan pasien tidak dapat berpikir yang lainnya, pasien menyatakan saya
tidak berguna, wajah pasien tampak tegang. Diagnosa keperawatan kasus diatas adalah…..
a. Ansietas Ringan
b. Ansietas Sedang
c. Ansietas Berat
d. Panik
e. Antisipasi

32. Seorang mahasiswa perempuan melakukan komunikasi terapeutik dengan pasien laki-laki usia
45tahun di Poli Jiwa Rumah Sakit Umum Sumedang, ketika komunikasi terjadi, mahasiswa
tersebut berdiam sejenak untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk berbicara.
Tehnik komunikasi teurapeutik apakah yang dilakukan mahasiswa pada kasus diatas…..
a. Klarifikasi
b. Silent
c. Penerimaan
d. Refleksi
e. Humor

33. Seorang laki-laki usia 25tahun, dibawa oleh keluarganya ke poli jiwa Rumah Sakit Umum
Sumedang, keluarga menyatakan pasien selalu memperlihatkan alat kelaminnya didepan orang
banyak. Perilaku penyimpangan sexual apakah yang diperlihatkan pasien…….
a. Fetehism
b. Ekshibisionisme
c. Voyerisme
d. Transexualisme
e. Pedophilia
34. Seorang laki-laki berusia 45tahun, dibawa keluarga ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Jiwa
Provinsi Jawa Barat, dengan keluhan tertawa sendiri dan berteriak teriak sejak 3 hari yang lalu,
Pada saat dikaji klien tampak menyendiri di pojok ruangan, dia tidak mau bicara dengan pasien
lainnya. Intervensi Keperawatan untuk pasien pada kasus diatas adalah……
a. Pasien mampu mengungkapkan penyebab, keuntungan, kerugian dan cara berkenalan
dengan orang lain
b. Pasien mampu mengungkapkan rasa ansietas dan cara mengatasi yang telah digunakan
c. Pasien mampu mengenal halusinasi dan cara pertama mengontrol halusinasi
d. Identifikasi tanda-tanda yang menunjukkan perilaku kekerasan
e. Pasien mampu mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki klien

35. Seorang perawat sedang melakukan pengkajian dibangsal geriatrik dengan pasien lansia usia 75
tahun, persiapan yang harus dimiliki perawat pada saat prainteraksi adalah perawat harus
memiliki keterampilan dalam komunikasi dengan pasien lansia. Apakah keterampilan
komunikasi pada lansia yang harus dimiliki oleh perawat …….
a. Perawat N harus memiliki sikap ikhlas
b. Harus berteriak, berdiri depan lansia, berbicara ketelinga yg dapat mendengar
c. Tidak tergesa-gesa
d. Selalu terbuka, dan gunakan kalimat tertutup dengan intensitas cepat
e. Jika menggunakan alat pendengaran, periksa dulu alat pendengaran dan gunakan symbol
untuk komunikasi

36. Perempuan berusia 25 tahun, dirawat di ruang akut RSJ. Saat dikaji perawat, pasien masih
tampak berdiam diri di pojok, tidak mau bergaul, menyendiri, tidak mau beraktifitas, tidak mau
makan. Dokter memutuskan untuk diberi ECT (Electro Convulsi Therapy) kemudian keluarga
diberi informasi singkat oleh dokter. Setelah itu perawat memberikan selembar pernyataan dan
memberitahukan keluarga pasien untuk menandatanangani formulir tersebut. Apakah prinsif etik
yang dilanggar perawat pada kasus di atas?
a. Justice
b. Videlity
c. Veracity
d. Autonomy
e. Beneficience

37. Pasien lansia perempuan usia 78 tahun, mengalami stroke, dirawat di ruang ICU, tingkat
kesadaran klien compos mentis, pasien mengalami paralisis pada nervus fasialis, sehingga pasien
mengalami gangguan dalam wicara. Tehnik komunikasi yang harus dilakukan oleh perawat
adalah….
a. menerima pesan nonverbal secara visual. Nada suara anda memegang peranan besar dan
bermakna bagi klien
b. Usahakan menggunakan bahasa yang sederhana dan bicarakah dengan perlahan untuk
memudahkan klien membaca gerak bibir anda
c. Usahakan memperjelas hal yang disampaikan dengan mengulang kembali kata kata
yang diucapkan klien
d. Orientasikan klien pada suara-suara yang terdengar disekitarnya
e. Berbicara dalam tema yang jelas dan terbatas

38. Seorang perawat akan melakukan pengkajian dengan pasien lansia perempuan usia 80 tahun di
RW 05 desa Sumber Hurip, pasien lansia mengalami gangguan dalam proses pikirnya, sehingga
perawat harus menggunakan tehnik komunikasi khusus untuk kondisi pasien lansia.
Tehnik komunikasi pada lansia dengan kondisi diatas adalah…..
a. Hindari mengunakan istilah yang membingungkan klien, usahakan menggunakan kata
pengganti yang lebih mudah dimengerti contoh gambar dan sImbol
b. Perawat benar-benar dapat memperhatikan mimik dan gerakan bibir klien
c. Apabila ada sesuatu sulit untuk dikomunikasikan cobalah sampaikan pesan dalam bentuk
tulisan atau gambar (simbol)
d. Gunakan bahasa isyarat atau bahasa jari bila anda bisa dan diperlukan
e. Orientasikan klien pada lingkungan bila klien dipindah kelingkungan asing baginya

39. Seorang Perawat sedang melakukan komunikasi terapeutik pada pasien lansia perempuan usia
80 tahun di bangsal rawat inap, dalam melakukan komunikasinya perawat selalu melakukan
sentuhan, Perawat selalu mengkomunikasikan setiap sentuhan yang akan dilakukan, supaya
pasien lansia tidak merasa tersinggung.Tehnik mengkomunikasikan setiap sentuhan yang
dilakukan pada lansia, biasanya digunakan pada ganggauan…..
a. Penglihatan
b. Pendengaran
c. Wicara
d. Kognitif
e. Depresi

40. Seorang Perawat sedang melakukan komunikasi terapeutik dengan pasien lansia laki-laki usia
78 tahun, disebuah bangsal di RS, perawat ikut merasakan apa yang dikeluhkan oleh pasien
lansia, dan dengan penuh kehangatan dan kelembutan perawat mencoba untuk menenangkan
pasien lansia dengan sedikit sentuhan. Prinsif komunikasi apakah yang dilakukan oleh perawat
tersebut....
a. Keterampilan komunikasi
b. Sikap komunikasi
c. Pra interaksi komunikasi
d. Fase kerja komunikasi
e. Fase terminasi komunikasi

41. Laki- laki berusia 28 tahun dirawat di ruang akut RSJ, pada saat dikaji pasien tampak Labil
mudah tersinggung, ekspresi tegang, merasa tidak aman, Menentang, intonasi sedang, menghina
orang lain, berdebat, pandangan tajam, TD menurun. Hasil Pengkajian dan diagnosa keperawatan
dari kasus diatas adalah ....
a. Resiko bunuh diri RUFA 2
b. Resiko perilaku kekerasan RUFA 2
c. Resiko Bunuh diri RUFA 3
d. Resiko perilaku kekerasan RUFA 3
e. Harga diri rendah RUFA 1

42. Perempuan berusia 35tahun dirawat di ruang akut RSJ, pasien Mengatakan ingin bunuh diri
namun tampa rencana yg spesifik. Diagnosa keperawatan intensif untuk pasien adalah
a. Harga diri rendah
b. Resiko bunuh diri
c. Resiko perilaku kekerasan
d. Gangguan sensori persepsi : halusinasi
e. Isolasi sosial

43. Perempuan berusia 25tahun dirawat di ruang merak RSJ, pada saat dikaji pasien sering berbicara
sendiri dan tertawa sendiri tampa alasan. Pasien sudah diintervensi secara individu. Perawat
merencanakan intervensi keluarga.
Apakah Intervensi keluarga yang tepat untuk kasus diatas ??
a. Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang pengertian halusinasi, jenis
halusinasi yang dialami pasien, tanda dan gejala halusinasi, proses terjadinya
halusinasi, dan cara merawat pasien halusinasi.
b. Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang tanda dan gejala pasien tertawa sendiri
c. Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang pengertian cara melakukan restrain
d. Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang tanda dan gejala pasien tidak mau
bergaul, keuntungan dan kelebihan bergaul.
e. Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara meningkatakan harga diri pasien,
dengan menggali asfek positif dari pasien

44. Laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang akut, dan diikat atau direstrain. Menurut perawat
pasien sudah tenang beberapa hari sebelumnya, namun karena belum bertemu dengan dokter dan
belum mendapat perintah untuk melepas restrain, perawat tidak berani membukanya. Apakah hak
pasien yang dilanggar perawat?
a. Hak terhadap pelayanan sipil
b. Hak untuk pemeriksaan psikiatri
c. Hak terhadap keleluasaan pribadi
d. Hak untuk menjalankan keinginan pasien
e. Hak untuk tidak menjadi subjek terhadap pengekangan mekanik yang tidak
diperlukan

45. Perawat perempuan berusia 31 tahun, melakukan terapi keluarga. Salah satu pendekatan yang
dilakukan oleh perawat yaitu dengan cara, berbicara dengan nada suara lembut, tangan rileks
disamping, lebih banyak melakukan komunikasi dengan pertanyaan terbuka , melakukan
komunikasi dengan semua anggota keluarga dari berbagai usia secara hangat . tujuan terapi
keluarga yang dilakukan oleh perawat adalah…
a. meningkatkan keterampilan interpersonal dan perilaku
b. mengembangkan komunikasi secara terbuka
c. meningkatkan fungsi keluarga secara optimal
d. memfasilitasi perubahan positif dalam keluarga.
e. Melakukan pendekatan interpersonal

46. Perawat perempuan berusia 34 tahun, merencanakan untuk melakukan terapi keluarga pada
keluarga pasien laki-laki berusia 21 tahun di Rumah pasien dikampung dadap. Perawat
melakukan pendekatan kepada setiap warga binaannya dengan cara mengidentifikasi semua
anggota keluarga, siapa pemegang keputusan dalam keluarga dan orang terdekat pasien
Tindakan yang dilakukan perawat termasuk dalam terapi keluarga jenis…
a. Manipulasi lingkungan (fisik dan sosial)
b. Pendekatan umum ( semua anggota keluarga)
c. Pendekatan individu : ekspresi perasaan, reinforcement, klarifikasi dll.
d. Menggali sistem pendukung : ekonomi, sosial, budaya dan spiritual.
e. Lintas sektoral

47. Seorang Perawat perempuan berusia 31 tahun, melakukan terapi keluarga. Salah satu pendekatan
yang dilakukan oleh perawat mengidentifikasi kekuatan dan permasalahan yang dimiliki oleh
keluarga. tindakan terapi keluarga yang dilakukan perawat merupakan tahap ......
a. Fase Pra interaksi
b. Fase Orientasi
c. Fase Kerja
d. Fase Evaluasi
e. Fase Post interaksi
48. Seorang perempuan usia 27 tahun datang ke klinik. Ners ira melakukan pengkajian keperawatan.
Data yang ditemukan pada klien adalah hampir setiap minggu datang ke klinik dengan keluhan
sakit kepala, sulit tidur , otot tegang, tekanan darah 110/ 70 mmhg.
Apakah masalah keperawatan pada klien adalah ?
A. Nyeri
B. Ansietas
C. Harga diri rendah situasional
D. Gangguan citra tubuh
E. Perubahan pola tidur

49.Seorang klien perempuan usia 17 tahun, pelajar smu kelas xi berpacaran dengan teman
sekolahnya selama 2 tahun. Saat ini klien telah diputus oleh pacarnya, namun setiap kali ditanya
klien selalu menyangkal telah putus dengan pacarnya.
Pada tahap apakah klien tersebut ?
A. Bargaining
B. Depresi
C. Denial
D. Anger
E. Acceptance

50. Seorang laki – laki usia 25 tahun dirawat dengan skizofrenia paranoid. Hasil pengkajian faktor
predisposisi diperoleh data : ayah klien memiliki riwayat gangguan jiwa, klien dirawat di rsj
untuk yang ke 3 kali dan riwayat menggunakan napza 2 tahun yang lalu.
Apakah faktor predisposisi klien pada kasus di atas?
A. psikologis
B. Biologis
C. Sosial
D. Budaya
E. Ekonomi

51. Seorang laki – laki usia 45 tahun dirawat dengan skizofrenia paranoid. Hasil pengkajian faktor
predisposisi diperoleh data : pendidikan tidak tamat sd, bekerja serabutan dan pendapatan 10 -15
ribu perhari. Berdasarkan kasus tersebut, maka faktor predisposisi klien berasal dari faktor :
Apakah faktor predisposisi klien pada kasus di atas?
A. Psikologis
B. Biologis
C. Sosial budaya
D. Ekonomi
E. Spiritual

52. Seorang laki-laki usia 27 tahun oleh dokter dijadwalkan operasi appendiktomi pukul 16.00 wib.
Saat ini klien mengeluh tegang dengan rencana operasinya, sulit tidur sejak kemarin dan tekanan
darah 140/85 mmhg. Berdasarkan data tersebut maka masalah keperawatan yang dialami klien :
Apakah masalah keperawatan pada kasus di atas?
A. Ansietas
B. Perubahan perfusi jaringan cerebral
C. Gangguan pola tidur
D. Harga diri rendah situasional
E. Gangguan citra tubuh
53. Seorang laki-laki 22 tahun selalu mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan sejak usia
sekolah, klien selalu merasa tidak diterima oleh orang disekitarnya karena terlahir dengan bibir
sumbing (labioskiziz). Saat usia klien 21 tahun mulai menunjukkan gejala gangguan jiwa..
Apakah model konsep keperawatan jiwa pada kasus di atas?
A. Psikoanalisa
B. Interpersonal
C. Sosial
D. Eksistensial
E. komunikasi

54. Seorang klien laki-laki usia 27 tahun mengatakan “ saya stres dengan lingkungan kerja saya, bos
saya orangnya galak, padahal kerja sudah baik tetapi masih saja dimarahi....kadang gaji saya suka
terlambat dibayarkan.”
Apakah model pengkajian keperawatan yang digunakan pada kasus di atas?
A. Psikoanalisa
B. Interpersonal
C. Sosial
D. Eksistensial
E. komunikasi

55. seorang perempuan usia 23 tahun mengatakan “ saya merasa hidup saya sia - sia, hidup tanpa
tujuan, terserah saja mau jadi apa...tergantung maunya sang pencipta,kan saya tidak pernah
meminta untuk dilahirkan ke dunia ini”. Berdasarkan kasus tersebut perawat melakukan
pengkajian berdasarkan model :
Apakah model pengkajian keperawatan yang dapat digunakan pada kasus di atas?
A. Psikoanalisa
B. Interpersonal
C. Sosial
D. Eksistensial
E. Prilaku

56. Seorang laki-laki usia 20 thn, dengan kepribadian pramorbid pemalu dan senang menyendiri,
suka tertawa dan senyum sendiri .
Apakah diagnosa pada kasus di atas?
A. Skizofrenia paranoid
B. Skizofrenia residual
C. Skizofrenia hebefrenik
D. Skizofrenia katatonik
E. Skizofrenia kronik

57. Seorang perempuan usia 35 thn , datang diantar keluarga dengan keluhan : bernyanyi-nyanyi,
teriak-teriak dan berlari sambil mengangkat roknya.. Hal ini terjadi ± 1mgg setelah rumahnya
hancur akibat gempa dan anaknya tak tertolong.
Apakah diagnosa yang tegakkan pada kasus di atas?
A. Skizofrenia hebefrenik
B. Gangguan stres pasca trauma.
C. Gangguan psikotik akut
D. Depresi berat.
E. Skizofrenia paranoid
58. Seorang perawat mendapatkan data bahwa ada 8 klien yang mengalami halusinasi dan telah
dilatih cara mengatasi halusinasi.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
A. Melakukan terapi aktivitas kelompok mengenai cara menemukan aspek positif
B. Melakukan terapi aktivitas kelompok mengenai sosialisasi
C. Melakukan terapi aktivitas kelompok mengenai stimulasi persepsi
D. Melakukan terapi aktivitas kelompok mengenai tindakan asertif
E. Melakukan terapi aktivitas kelompok mengenai cara meningkatkan harga diri

59. Seorang perempuan usia 26 tahun mendengar bisikan suara yang menyuruh klien untuk teriak –
teriak, klien mengikuti suara tersebut dan rentang perhatian klien hanya beberapa detik atau
menit.
Berada pada tahap apakah klien tersebut pada kasus di atas?
A. comforting
B. Condemming
C. Controlling
D. Conquering
E. Confusing

60.Seorang wanita, usia 30 tahun diajarkan perawat cara mengontrol halusinasi dengan
mengatakan,”saya tidak mau dengar!”Kamu tidak ada!”. Apakah tindakan keperawatan yang
tepat pada kasus di atas?
A. Menghardik halusinasi
B. Bercakap – cakap dengan orang lain
C. Melakukan aktivitas yang terarah
D. Menggunakan obat secara teratur
E. Meningkatkan kontak dengan realita

61. Seorang laki-laki usia 28 tahun mengatakan “ saya adalah titisan jendral sudirman yang akan
banyak membawa perubahan di negara ini, khususnya dibidang militer.”
Apakah diagnosa keperawatan yang dapat saudara tegakkan pada kasus di atas?
A. Waham kebesaran
B. Waham curiga
C. Waham agama
D. Waham somatik
E. Waham nihilistik

62. Seorang klien perempuan ,usia 24 tahun mengatakan akan diracuni ibunya sendiri. Lalu perawat
berkat ke klien “saya mengerti bahwa n merasa ibu n akan meracuni n, tapi sukar bagi saya untuk
mempercayainya. Karena menurut saya, tidak ada orang tua di dunia ini yang ingin mencelakakan
anaknya.”
Apakah tujuan dari pernyataan perawat pada kasus di atas?
A. Berbicara dengan klien dalam konteks realitas
B. Tidak mendukung atau membantah waham klien
C. Membina hubungan saling percaya dengan klien
D. Meyakinkan klien bahwa ia berada dalam keadaan aman
E. Memberikan pujian pada penampilan dan orientasi klien yang sesuai realitas

63. Seorang laki-laki usia 18 tahun, mengatakan ,” saya kesal pada bapak saya karena tidak
dibelikan motor baru.” Saya ngamuk saat itu dan melempari rumah dengan batu kemudian saya
dibawa warga ke rsj.
Apakah diagnosa keperawatan utama yang dapat saudara tegakkan pada kasus di atas?
A. waham
B. Halusinasi
C. Marah
D. Resiko perilaku kekerasan
E. Resiko bunuh diri

64. Perawat sedang melakukan komunikasi terapeutik dengan klien yang mengalami masalah
keperawatan resiko perilaku kekerasan. Pada tahap orientasi yang dilakukan oleh perawat
Bagaimana implementasi komunikasi terapeutik pada kasus di atas?
A. “bagaimana perasaan bapak saat ini?”
B. “baiklah kalau bapak merasa kesal coba lakukan yang seperti kita latih barusan.”
C .“apa yang membuat bapak marah?”
D .“apa yang bapak lakukan saat marah.”
E . “bagaimana perasaan bapak setelah kita berdiskusi?”

65. Seorang pria, usia 35 tahun, saat berinteraksi dengan perawat klien tersebut selalu mengatakan “
saya mah apa suster, jelek begini, tidak menarik, malu ah, suster khan cantik pintar sedangkan
saya tidak ada sekolahnya”.
Apakah diagnosa keperawatan utama yang dapat saudara tegakkan pada kasus di atas?
A. Halusinasi
B. Gangguan citra tubuh
C. Harga diri rendah
D. Defisit perawatan diri
E. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi

66. Seorang wanita, usia 22 tahun, berada rsj tampak selalu menyendiri, kadang-kadang duduk di
sudut tempat tidur, saat diajak bicara oleh perawat selalu tertunduk dan sangat jarang memulai
pembicaran, jawaban singkat dan dan kadang-kadang hanya mengangguk.
Apakah diagnosa keperawatan utama yang dapat saudara tegakkan pada kasus di atas?
A. Halusinasi
B. Resiko prilaku kekerasan
C. Harga diri rendah
D. Defisit perawatan diri
E. Isolasi sosial: menarik diri

67. Klien laki-laki, 34 tahun, tidak dapat mengontol suara-suara yang menyuruhnya untuk berteriak,
dia berada pada tingkat kecemasan berat, dan tidak dapat menolak isi dari suara-suara tersebut.
Berada pada tahap berapakah halusinasi yang dialami oleh klien tersebut?
a. I
b. II
c. III
d. IV
e. V

68. Pasien laki-laki, 45 tahun mengalami gangguan jiwa sejak 10 tahun terakhir. Dari hasil
pemeriksaan CT scan terdapat atropi area pre frontalis pada otaknya. Klien memiliki faktor
predisposisi gangguan jiwa pada:
a. Faktor Neurobiologis
b. Faktor biokimia
c. Faktor Sosiokultural
d. Faktor psikologi
e. Faktor Genetik

69. Pasien perempuan, 21 tahun mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2001. Ayah klien ternyata
memiliki masalah yang sama dengan klien, mengalami masalah jiwa juga. Klien memiliki faktor
predisposisi gangguan jiwa pada:
a. Faktor Neurobiologis
b. Faktor biokimia
c. Faktor Sosiokultural
d. Faktor psikologi
e. Faktor Genetik

70. Pasien perempuan, 35 tahun, sedang bicara sendiri, kemudian ketawa sendiri dan marah-marah
tanpa sebab, sesekali kadang mengarahkan telinga ke arah tertentu atau menutup telinganya.
Klien tersebut mengalami
a. Halusinasi Pendengaran
b. Halusinasi Penglihatan
c. Halusinasi Penghidu
d. Halusinasi Pengecapan
e. Halusinasi Perabaan

71. Pasien laki-laki, 20 tahun dirawat di Rumah sakit jiwa. Hasil pengkajian perawat di dapatkan
data bahwa pasien tampak sering bicara dan tertawa sendiri. Pasien mengatakan bahwa dia
sedang berbicara dengan teman lamanya. Padahal temannya tidak sedang bersama pasien.
Tindakan pertama apa yang dilakukan oleh perawat dalam melaksanakan SP I pada pasien di
atas?
a. Membantu pasien mengenal halusinasinya
b. Melatih mengontrol halusinasinya dengan cara menghardik
c. Melatih mengontrol halusinasinnya dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain ketika
halusinasi itu muncul
d. Melatih mengontrol halusinasinnya dengan cara melakukan aktivitas
e. Menjelaskan pentingnya minum obat

72. Klien 20 tahun, senang memperlakukan orang lain sebagai objek, sehingga hubungan terpusat
pada masalah pengendalian orang lain. Klien cenderung berorientasi pada diri sendiri dan tujuan
pribadiya, bukan pada orang lain. Klien berada pada rentang respon:
Pilihan Jawaban:
a. Adaptif ;solitude
b. Adaptif; otonomi
c. Adaptif; interdependen
d. Maladaptif; manipulasi
e. Maladaptif; narkisisme

73. Laki-laki, berumur 35 tahun memiliki harga diri yg rapuh dan secara terus menerus berusaha
mendapatkan penghargaan dan pujian, bersifat egosentris, pencemburu dan marah jika ada orang
lain yang tidak mendukung. Klien berada pada rentang respon
a. Adaptif ;solitude
b. Adaptif; otonomi
c. Adaptif; interdependen
d. Maladaptif; manipulasi
e. Maladaptif; narkisisme
74. Perempuan, 27 tahun. Senang menyendiri dan tidak suka bergaul dengan orang lain. Pola didik
klien di rumah cenderung keras dan klien sering tidak diberi kesempatan untuk memberikan
pendapat di keluarganya. Hal tersebut di atas dapat merupakan salah satu faktor predisposisi
masalah klien sekarang. Klien menjadi pribadi pendiam dan tertutup. Maka faktor predisposisi
pada gangguan klien tersebut adalah:
a. Faktor Tumbang
b. Faktor komunikasi dalam keluarga
c. Faktor sosbud
d. Faktor biologis
e. Faktor spiritual

75. Pasien laki-laki, usia 65 tahun. Saat ini sedang dirawat di rumah sakit jiwa. Klien mengatakan
bahwa dia adalah seorang wali keturunan Ningrat yang mempunyai kemampuan untuk
mengobati segala penyakit. Selain itu dia juga mengatakan bahwa dia dapat melihat dunia dan
berkomunikasi dengan mahluk ghaib.
Apakah diagnosis keperawatan yang muncul dari kasus di atas?
a. Koping individu tidak efektif
b. Waham nihilistik
c. Waham Magis
d. Halusinasi
e. Waham kebesaran

76. Pasien laki-laki, usia 50 tahun. Saat ini sedang dirawat di rumah sakit jiwa. Klien mengatakan
bahwa dia adalah seorang presiden keturunan Soekarno generasi ke tiga. Keyakinan tersebut
tidak dapat dikoreksi oleh siapapun, termasuk oleh perawat. Tindakan pertama apa yang
dilakukan oleh perawat dalam melaksanakan SP I pada pasien di atas?
Pilihan Jawaban:
a. Mengidentifikasikan kebutuhan pasien saat ini
b. Hanya membicarakan konteks realita, tidak mendukung maupun membantah
c. Mengidentifikasikan kemampuan positif yang dimiliki oleh pasien
d. Menilai kemampuan pertama pasien yang telah dimilikinya
e. Menyusun aktifas yang telah disusun dalam kegiatan harian

77. Pasien 32 tahun, perempun dengan pendidikan DIII. Dibawa ke Rumah Sakit dengan alasan dia
suka bicara sendiri. Menurut keluarga pasien sudah 1 minggu pasien mengurung diri di kamar,
tidak mau berbicara dengan orang lain, tidak mau mandi, makan dan pasien juga tidak mau
beraktifitas. Pasien lebih sering melamun, menyendiri dan malu karena suami pasien menikah
lagi. Pasien merupakan anak pertama, dan dia selalu menuruti perintah orang tuanya. Ayah pasien
menerapkan kedisiplilan dalam mendidik pasien dan adik adiknya. Manakah faktor presifitasi
pasien tersebut?
a. Suami menikah lagi
b. Pendidikan DIII
c. Penurut
d. Ayah otoriter
e. Kepribadian tertutup

78. Pasien Ny. M berusia 32 tahun, dibawa ke Rumah Sakit Jiwa oleh warga dengan alasan klien
selalu berbicara sendiri, warga mengatakan klien mengaku dirinya adalah Tuhan. Ketika warga
mencoba untuk mengalihkan keyakinan klien, klien tetap dengan keyakinanya sebagai Tuhan.
Apa yang harus perawat lakukan pada pasien tersebut?
a. Berdiskusi tentang kemampuan yang dimiliki
b. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur
c. Membantu orientasi realita
d. Melatih kemampuan yang dimiliki
e. Membantu pasien memenuhi kebutuhannya

79. Jika ada seorang ibu berusia 35 tahun tampak menunjuk kearah sudut ruangan sambil menutup
wajahnya dan pasien berteriak; ” Mas, awas..bayangan itu mau masuk ketubuh mu, mas jangan
duduk disana!” Bagaimana strategi komunikasi yang tepat untuk pasien diatas?
A. ’ Ibu, jangan lupa obatnya diminum ya?’’
B. ‘’Baiklah terima kasih ibu sudah mau bercerita dengan saya’’
C. ‘’ Nanti kalau bayangan itu datang lagi, kasih tahu saya ya’’
D. ’Coba ibu ceritakan seperti apa bayangan itu ?
E. ‘’Ibu, kalau bayangan itu datang ucapkan dalam hati kalau itu tidak nyata’’

80. Pasien laki-laki, 28 tahun. Dia mengatakan bahwa isi halusinasi yang dia alami membuat dia
merasa jijik, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasien berada pada fase
a. Fase I : Comforting
b. Fase II : Condemning
c. Fase III : Controling
d. Fase IV : Conquering
e. Fase V : Terminal

81. Seorang pasien 25 tahun dirawat selama 2 minggu di rumah sakit Jiwa karena sering mendengar
suara-suara yang menyuruhnya untuk memukul orang yang berada di dekatnya. Hasil
pemeriksaan Laboratorium menyatakan bahwa kemungkinan gangguan yang dialami oleh pasien
disebabkan karena adanya ketidak seimbangan zat epineprin, norepineprin, dopamin dalam sinap
syaraf otaknya. Hal merupakan faktor predisposisi :
a. Faktor genetis
b. Faktor Neurobiologis
c. Studi neurotransmiter
d. Teori virus
e. Teori trauma Psikologis

82. Nn. D kesal pada ayahnyan namun dia tidak mampu mengungkapkannya karena belum
menemukan waktu yang tepat, sehingga perasaan itu disimpannya dalam hati. Berada pada
rentang respon marah apakah Nn. D tersebut?
a. Asertif
b. Frustasi
c. Pasif
d. Agresif pasif
a. Amuk

83. Seorang mahasiswa sedang marah pada temannya, setiap bertemu dengan temanya dia memasang
muka masam, dalam mempertahankan pendapat dia menjadi keras kepala dan suka menghambat
kerja kelompok dengan bermalas-malasan. Berada pada rentang respon marah apakah mahasiswa
tersebut?
a. Asertif
b. Frustasi
c. Pasif
d. Agresif pasif
e. Amuk
84. Seorang perawat sedang melakukan pengkajian pada sorang pasien laki-laki, 35 tahun. Dari hasil
pengkajian didapatkan data-data sebagai berikut :TD meningkat, takikardi,wajah merah, pupil
melebar, peningkatan haluaran urine, meningkatnya kewaspadaan, ketegangan otot, rahang
terkatup, tangan mengepal, tubuh kaku dan refleks cepat. Data tersebut di atas merupakan respon
klien terhadap rasa marah yang ia alami. Termasuk ke dalam respon apakah data tersebut di atas?
a. Respon fisiologis
b. Respon emosional
c. Respon intelektual
d. Respon Psikologis
e. Respon neurobiologis

85. Pasien perempuan, 30 tahun. Datang ke RSJ diantar oleh suaminya karena satu minggu yang lalu
mencoba mengakhiri hidupnya dengan meneguk racun serangga, namun segera tertolong oleh
suami dan tetangganya. Ekspresi wajah klien tampak bingung dan penampilan kotor. Selama
pengkajian klien selalu menunduk dan jarang sekali menjawab pertanyaan perawat. Menurut
keterangan suaminya, Ny. P sudah lebih dari 1 bulan mengalami sulit tidur, tidak mau bicara, dan
cenderung mengurung diri dalam kamar. Manakah ruangan yang secara fisik paling sesuai
dengan tujuan perawatan untuk pasien tersebut :
a. Dinding warna merah muda, pintu berjeruji besi.
b. Dinding berwarna hijau muda, ada televisi minimal 14 inci.
c. Dinding berwarna warni, ada gambar bunganya
d. Ruangan terletak di lantai satu, di dalam ruangan disediakan buku-buku komedi.
e. Ruangan terletak di lantai satu, dinding warna cerah, dekat dengan nurse station.

86. Seorang pasien perempuan, 20 tahun. Dirawat di Rumah Sakit Jiwa satu minggu yang lalu
dikarenakan telah satu bulan ia tidak mau berkomunikasi. Hasil pengkajian perawat didapatkan
data yang didapat dari keluarganya bahwa klien dibesarkan dengan pola asuh over protektif.
Sejak kecil pasien tidak diperkenankan pergi sendiri, dan semua keperluannya di atur oleh orang
tuanya. Pasien hampir tidak mampu melakukan hal sesuai dengan keinginannya. Dari data
tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa faktor predisposisi ganguan pasien tersebut di atas
adalah:
a. Faktor Tumbang
b. Faktor komunikasi dalam keluarga
c. Faktor sosbud
d. Faktor biologis
e. Faktor Perilaku

87. Seorang pasien usia 33 tahun dibawa ke RSJ setelah 3 minggu tidak mau keluar kamar, tidak
mau mandi, dan tidak mau bicara dengan siapa pun. Saat dilakukan pengkajian, Ny. A hanya
diam, tidak mau menatap mata perawat, tampak tidur. Keluarga mengatakan hal tersebut terjadi
setelah suaminya pergi dari rumah.
Apakah masalah keperawatan utama dari kasus tersebut?
A. Isolasi sosial
B. Harga diri rendah
C. Defisit perawatan diri
D. Halusinasi
E. Waham

88. Seorang lelaki berusia 20 tahun dibawa ke RSJ karena sudah 6 hari mengurung diri dan tidak
mau beraktivitas. Hasil observasi : penampilan klien berantakan, tercium bau pesing dan bau
mulut, gigi kotor. Hasil pengkajian: klien mengatakan “Saya malas melakukan kegiatan apapun!”
Apakah masalah keperawatan yang sesuai untuk kondisi klien tersebut ?
A. Defisit perawatan diri
B. Isolasi sosial
C. Intoleransi aktivitas
D. Gangguan persepsi sensori
E. Harga diri rendah

89.Tn. K usia 44 tahun sudah satu minggu dirawat di RSJ. Saat dilakukan pengkajian, Tn. K tampak
pucat, menolak berinteraksi, berpakaian lusuh & tercium bau tidak sedap. Saat ditanya apakah
sudah mandi, Tn. K menggeleng dan menolak untuk mandi, Tn. K berkata “buat apa mandi”.
Apakah tindakan keperawatan yang harus dilakukan berdasarkan kasus diatas ?
A. Latih pasien cara-cara melakukan perawatan diri
B. Latih pasien berdandan/berhias
C. Jelaskan tentang pentingnya kebersihan diri
D. Latih pasien mempraktikan cara menjaga kebersihan diri
E. Jelakan alat-alat untuk perawatan diri

90. Seorang pasien usia 25 tahun dibawa keluarganya ke poli jiwa. Keluarga mengatakan klien
marah-marah dan membanting barang-barang dirumah. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan
data muka merah, pandangan tajam, tampak lusuh. Apa tindakan yang harus dilakukan oleh
perawat selanjutnya?
A. Diskusikan penyebab perilaku kekerasan
B. Diskusikan akibat perilaku kekerasan
C. Ajarkan klien cara mengontrol perilaku kekerasan secara fisik
D. Ajarkan klien cara mengontrol perilaku kekerasan secara verbal
E. Ajarkan klien cara mengontrol perilaku kekerasan secara obat

91. Perempuan usia 25 tahun dibawa ke RSJ oleh keluarganya karena sering berbicara sendiri, tidur
terus, membanting barang-barang. Ketika dilakukan pengkajian didapatkan data bahwa klien
mengatakan kedua orang tuanya tinggal diluar negeri dan bekerja sebagai duta besar. Klien juga
mengatakan bahwa ia adalah anak tunggal dan sedang kuliah di universitas harvard sehingga
banyak orang yang ingin menyakiti dirinya dan keluarganya. Klien tampak kooperatif meskipun
kadang terlihat bingung, tampak mondar-mandir, tampak berbicara sendiri sambil tersenyum
sendiri, tampak kulit kusam dan kotor serta bau badan dan bau mulut.
Apa diagnosa utama berdasarkan kasus diatas ?
A. Halusinasi : pendengaran
B. Resiko perilaku kekerasan
C. Waham : kebesaran
D. Waham curiga
E. Defisit perawatan diri

92. Seorang perempuan berusia 30 tahun dirawat di ruang rawat inap psikiatri sebuah rumah sakit
jiwa. Ketika dilakukan pengkajian, pasien mengatakan bahwa ia adalah anak orang paling kaya
didaerah tempatnya tinggal dan mempunyai banyak perusahaan diberbagai daerah.
Apa intervensi keperawatan yang harus dilakukan berdasarkan kasus diatas ?
A. Bina hubungan saling percaya
B. Bantu orientasi realita
C. Tingkatkan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan fisik
D. Kaji kemampuan positif yang dimiliki
E. Latih kemampuan positif yang dimiliki
93. Tn. B usia 35 thn dirawat di RSJ sejak 2 hari yg lalu. berdasarkan hasil pengkajian klien
mengatakan bahwa ia menderita sakit tumor otak. Pemeriksaan fisik & lab dalam batas normal.
Berdasarkan kasus diatas, apa strategi pelaksanaan pertama dari kasus diatas?
A. Mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi
B. Mengidentifikasi kemampuan positif pasien & membantu mempraktik kan nya
C. Mengajarkan cara meminum obat
D. Mengidentifikasi masalah & menjelaskan terjadinya masalah
E. Menjelaskan tentang obat pasien

94. Seorang pasien usia 43 tahun dipasung keluarganya karena sering mengamuk. Saat dilakukan
pengkajian tampak pasien kotor, rambut acak-acakan, bau, kuku terlihat panjang & kotor.
Keluarga mengatakan malu sama masyarakat sekitarnya.
Berdasarkan kasus diatas, etik legal apa yang harus dijaga?
A. Non Maleficience
B. Justice
C. Beneficience
D. Autonomi
E. Kerahasiaan

95. Seorang klien laki-laki berusia 35 tahun dirawat di Psychiatric Intensive Care Unit (PICU)
dengan diagnosa perilaku kekerasan. Pasien marah-marah, mengamuk, dan merusak barang-
barang. Perawat memutuskan untuk melakukan fiksasi dengan kuat agar klien tidak bisa bergerak.
Setelah klien tenang dan kooperatif, perawat membuka terencana membuka fiksasi. Ketika
perawat melepaskan fiksasi tersebut, tangan klien tampak memerah.
Apa prinsip etik keperawatan yang diabaikan oleh perawat tersebut?
A. Justice
B. Beneficience
C. Non maleficience
D. Autonomy
E. Fidelity

96. Seorang perempuan berusia 15 tahun dibawa ke RSJ oleh keluarganya dengan alasan setelah
kecelakaan klien mengurung diri di kamar, tidak mau pergi ke sekolah, dan tidak mau mandi. Saat
dilakukan pengkajian klien mengatakan lebih suka menyendiri, malu bergaul dengan orang lain
karena fisiknya berbeda, postur tubuh tampak menunduk, kontak mata kurang.
Apakah diagnosa keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
A. Isolasi sosial
B. Harga diri rendah kronik
C. Harga diri rendah situasional
D. Menarik diri
E. Koping individu tidak efektif

97. Seorang perempuan berusia 30 tahun dibawa ke RSJ oleh suami dan anaknya dengan alasan sering
berbicara sendiri, tidak mau makan, saat diajak berbicara klien tidak nyambung. Saat dilakukan
pengkajian pembicaraan klien inkoheren, pembicaraan berbelit-belit tetapi tidak sesuai dengan
apa yang ditanyakan, tidak kooperatif, tampak berbicara sendiri.
Pengkajian utama apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosa keperawatan pada kasus
tersebut?
A. Persepsi klien
B. Proses pikir
C. Isi pikir
D. Daya tilik diri
E. Afek

98. Seorang klien laki-laki berusia 20 tahun, dirawat di RSJ 3 bulan yang lalu dengan alasan tertawa
sendiri, mondar-mandir, tidak mau keluar rumah, rambut berantakan. Setelah dilakukan
pengkajian klien mengatakan saat ini sudah tidak mendengar suara-suara, ADL mandiri, pakaian
tampak rapi. Klien mengatakan sudah 3 kali masuk ke RSJ. Ketika di rumah klien tidak
meminum obat secara teratur dengan alasan apabila minum obat perutnya terasa mual.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
A. Koping individu tidak efektif
B. Halusinasi pendengaran
C. Defisit perawatan diri
D. Regimen terapeutik individu tidak efektif
E. Regimen terapeutik keluarga tidak efektif

99. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat di RSJ 2 hari yang lalu dengan alasan berbicara kasar,
marah-marah, memukul saudaranya karena tidak dibelikan sepeda motor oleh orang tuanya. Saat
dilakukan pengkajian klien tampak tenang, kooperatif, klien mengatakan perasaan jengkel, kesal
kadang masih ada. Apakah intervensi keperawatan selanjutnya yang tepat untuk kasus di atas?
A. Melatih klien mengontrol perilaku kekerasan dengan cara tarik nafas dalam
B. Melatih klien mengontrol perilaku kekerasan dengan cara pukul kasur dan bantal
C. Membina hubungan saling percaya
D. Melatih klien mengontrol perilaku kekerasan dengan cara bercakap-cakap
E. Membantu klien mengenal tanda dan gejala, penyebab, dan akibat perilaku kekerasan

100. Seorang laki-laki berusia 18 tahun dibawa ke RSJ dengan alasan menyendiri, tidak mau keluar
rumah, membanting barang-barang. Ibunya mengatakan klien berperilaku seperti itu setelah
kakinya diamputasi akibat kecelakaan motor. Saat dilakukan pengkajian kontak mata kurang,
klien tampak menunduk dan terus melihat kakinya.
Pengkajian utama apa yang dilakukan oleh perawat untuk menegakkan diagnosa keperawatan
pada kasus tersebut?
A. Hubungan sosial
B. Daya tilik diri
C. Konsep diri
D. Persepsi
E. Kemampuan penilaian

101. Perawat jiwa di Puskesmas sedang melakukan kunjungan ke desa. Ketika mengunjungi rumah-
rumah, terdapat keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Klien
tampak dipasung dan ditempatkan di belakang rumah. Keluarga mengatakan klien sudah dipasung
sejak lima tahun yang lalu dengan alasan klien terus mengamuk, dan membanting barang-barang.
Keluarga merasa khawatir kalau tidak dipasung klien akan melukai orang lain dan pergi dari
rumah.
Apa yang harus dilakukan oleh perawat melihat kasus tersebut?
A. Melepaskan pasung
B. Melapor ke dinas kesehatan
C. Menyalahkan keluarga
D. Memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga
E. Membiarkan klien dipasung untuk menghindari melukai orang lain
102. Seorang laki-laki berusia 42 tahun dirawat di RSJ sejak lima hari yang lalu dengan diagnosa
halusinasi. Selama di RSJ klien memperoleh terapi obat. Klien mengatakan setelah minum obat
klien mengatakan mulut kering, mata kabur, mengantuk serta mondar-mandir.
Terapi obat apakah yang menyebabkan efek samping yang dialami oleh klien tersebut?
A. Haloperidol
B. Clorpromazin (CPZ)
C. Triheksipenidil (THP)
D. Diazepam
E. Amitriptilin
103. Seorang laki-laki 25 tahun dibawa ke UGD RS Jiwa. Menurut keluarga, pasien sering mengamuk,
membanting barang-barang, memukul dan berkata kasar. Pada saat komunikasi terapeutik dengan
perawat, pasien dibantu untuk mengidentifikasi penyebab, jenis kekerasan yang dilakukan dan
akibat dari perilaku kekerasan. Manakah tindakan selanjutnya terkait kasus tersebut?
a. Ajarkan pasien mengontrol marah dengan cara spiritual
b. Ajarkan pasien mengontrol marah dengan pukul kasur dan bantal
c. Ajarkan pasien untuk mengontrol marah dengan tarik nafas dalam
d. Ajarkan pasien untuk mengontrol marah dengan patuh minum obat
e. Ajarkan pasien cara verbal: meminta dengan baik, menolak dengan baik

104.Seorang perempuan berusia 33 tahun dilarikan ke UGD RSJ dikarenakan telah mencoba
mengakhiri hidupnya dengan memotong nadi menggunakan pisau. Tindakan pasien tersebut
segera diketahui dan digagalkan oleh orang tuanya. Terdapat luka sayat pada pergelangan tangan
pasien. Manakah tindakan yang harus segera dilakukan untuk menangani pasien?
a. Observasi pasien setiap 10 menit sekali
b. Bina hubungan saling percaya dengan pasien
c. Atasi masalah fisik akibat percobaan bunuh diri
d. Jauhkan semua benda yang memiliki potensi berbahaya
e. Identifikasi alasan, cara, dan waktu klien melakukan tindakan bunuh diri

105.Seorang laki-laki berusia 30 tahun sering terlihat berbicara sendiri dan tertawa sendiri. Saat ini
adalah ketigakalinya pasien dirawat di RS Jiwa dengan masalah keperawatan yang sama yaitu
halusinasi pendengaran. Pada pertemuan-pertemuan lalu, pasien sudah diajarkan untuk mengenal
halusinasinya. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya bagi pasien tersebut?
a. Ajarkan pasien untuk bercakap-cakap dengan orang lain
b. Ajarkan pasien untuk melakukan kegiatan spiritual
c. Ajarkan pasien untuk menghardik halusinasinya
d. Ajarkan pasien untuk melakukan aktivitas
e. Ajarkan pasien untuk patuh minum obat

106. Seorang laki-laki berusia 26 tahun mencoba bunuh diri dengan menggunakan pistol. Sesaat
setelah kejadian itu, dia dibawa oleh keluarga ke UGD Rumah Sakit Jiwa. Kini pasien sudah tiga
hari dirawat di RSJ. Telah dilakukan intervensi keperawatan untuk pasien dengan resiko bunuh
diri. Manakah hal yang pertama perlu dievaluasi pada pasien tersebut?
a. Pasien mampu mengidentifikasi pola koping konstruktif
b. Pasien mampu membuat rencana masa depan yang realistis
c. Pasien mampu mengidentifikasi aspek positif yang dimilikinya
d. Pasien mampu menghargai diri sebagai individu yang berharga
e. Pasien mampu mengidentifikasi benda-benda yang membahayakan
107. Seorang perempuan berusia 19 tahun dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Pasien sering menunduk,
kontak mata kurang, berbicara pelan dan mengatakan bahwa dirinya tidak berharga. Manakah
intervensi keperawatan yang pertama dilakukan?
a. Beri pujian yang realistis
b. Pilih kemampuan yang akan dilatih
c. Nilai kemampuan yang telah dipilih
d. Identifikasi kemampuan positif yang dimiliki pasien
e. Bantu pasien menetapkan aktivitas yang dapat dilakukan secara mandiri

108.Seorang perempuan berusia 28 tahun dirawat di RS Jiwa. Pasien mengalami halusinasi


pendengaran. Seorang perawat melaksanakan komunikasi terapeutik kepada pasien tersebut. Pada
akhir pertemuan ke-3 mengenai cara mengontrol halusinasi dengan beraktivitas, perawat
mengungkapkan “Bagaimana perasaan ibu setelah kita berdiskusi tadi?”.
Manakah pernyataan selanjutnya yang diungkapkan oleh perawat?
a. “Kapan Ibu bersedia untuk berdiskusi kembali?”
b. “Dimanakah Ibu ingin berdiskusi pada pertemuan selanjutnya?”
c. “Silakan Ibu ulangi kembali, apa saja yang telah kita diskusikan pada pertemuan kali
ini?”
d. “Setelah diskusi ini, silakan Ibu coba lakukan cara-cara yang telah diketahui untuk
mengontrol halusinasi”
e. “Pada pertemuan selanjutnya, kita akan berdiskusi mengenai cara mengontrol halusinasi
dengan patuh minum obat.”

109. Lima orang pasien di Rumah Sakit Jiwa mengikuti Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Terdapat
lima sesi TAK yang kelima pasien tersebut akan ikuti. Pada pertemuan yang lalu, topik yang
dibahas adalah cara mengontrol marah dengan cara berwudhu, shalat dan berdoa.
Manakah topik pada sesi selanjutnya?
a. Patuh minum obat
b. Berlatih tarik nafas dalam
c. Berlatih secara verbal, menolak dengan baik
d. Berlatih cara fisik memukul kasur dan bantal
e. Mengidentifikasi penyebab, perilaku dan akibat marah

128. Seorang pasien perempuan berusia 32 tahun, dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Jiwa
dengan kondisi diikat kedua tangan dan kakinya. Menurut keluarga, ia mau membunuh ibunya.
Pasien tampak kotor, tatapannya tajam dan kosong. Saat didekati ia mengatakan mendengar
bisikan-bisikan untuk menyuruh membunuh agar masuk surga. Apakah diagnosa keperawatan
utama pada pasien tersebut?
a. Perilaku kekerasan.
b. Defisit perawatan diri.
c. Risiko perilaku kekerasan.
d. Gangguan sensori persepsi; Halusinasi.
e. Resiko mencederai orang lain.

129. Seorang pasien perempuan berusia 32 tahun, dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Jiwa
dengan kondisi diikat kedua tangan dan kakinya. Menurut keluarga, ia mau membunuh ibunya.
Pasien tampak kotor, tatapannya tajam dan kosong. Saat didekati ia mengatakan mendengar
bisikan-bisikan untuk menyuruh membunuh agar masuk surge. Apakah rencana tindakan
keperawatan yang paling tepat pada pasien tersebut?
a. Lakukan restrain pada klien.
b. Orientasikan klien terhadap orang dan lingkungan sekitarnya.
c. Penuhi kebutuhan perawatan diri: mandi.
d. Lakukan stimulasi persepsi dengan mengajak pasien bercakap-cakap
e. Ajak pasien berkenalan dengan orang lain.

130. Seorang pasien perempuan berusia 32 tahun, dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Jiwa
dengan kondisi diikat kedua tangan dan kakinya. Menurut keluarga, ia mau membunuh ibunya.
Pasien tampak kotor, tatapannya tajam dan kosong. Saat didekati ia mengatakan mendengar
bisikan-bisikan untuk menyuruh membunuh agar masuk surga.
Sebagai perawat, apakah tindakan pertama yang tepat dilakukan pada pasien tersebut?
a. Memenuhi kebutuhan dasar klien.
b. Mengidentifikasi halusinasi yang dialami oleh klien.
c. Melatih klien untuk bersosialisasi bertahap.
d. Melakukan orientasi dengan lingkungan
e. Mengajak klien bercakap-cakap.

131. Seorang pasien laki-laki berusia 18 tahun, dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Jiwa.
Menurut keluarga, sudah seminggu ini pasien keluyuran keluar rumah, bicara sendiri. Saat dikaji,
pasien mengatakan ia tidak bisa menjalankan perannya sebagai kepala rumah tangga karena tidak
mempunyai pekerjaan tetap dan saat ini hanya sebagai guru ngaji. Pasien ingin melanjutkan
sekolahnya ke madrasah Aliyah tapi tidak mempunyai biaya dan umurnya sudah dewasa. Pasien
merasa malu karena masuk Rumah sakit jiwa, dan merasa malu karena tidak berguna bagi istri
dan anaknya, tidak mempunyai pekerjaan tetap dan penghasilan rendah dank arena tidak bisa
menjalankan perannya sebagai kepala keluarga.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada pasien tersebut?
a. Isolasi Sosial
b. Harga diri rendah
c. Risiko perilaku kekerasan.
d. Gangguan persepsi sensori; halusinasi
e. Waham

132. Seorang pasien laki-laki berusia 25 tahun dirawat di ruang intermediate Rumah Sakit Jiwa,
sedang duduk menyendiri dan tatapan mata kosong. Melihat pasien tersebut, perawat datang
mendekati dan bertanya ”Apa yang sedang Bapak pikirkan? ”
Teknik komunikasi terapeutik apakah yang digunakan perawat di atas?
a. Reflection
b. Broad opening
c. Clarification
d. Restating
e. Sharing perception

133. Seorang pasien perempuan 25 tahun, dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Jiwa. Menurut
keluarga, sudah 3 minggu pasien jarang mandi, tidak mau makan maupun minum tanpa alasan,
sering melamun dan kadang tertawa sendiri. Saat berinteraksi dengan perawat, pasien bicara
singkat, tidak mampu memulai pembicaraan, menjawab jika ditanya saja dan sering menghindari
kontak mata. Sebagai perawat, apakah tindakan pertama yang tepat dilakukan pada pasien
tersebut?
a Memenuhi kebutuhan dasar klien.
b Mengidentifikasi halusinasi yang dialami oleh klien.
c Melatih klien untuk bersosialisasi bertahap.
d Melakukan orientasi dengan lingkungan
e Mengajak klien bercakap-cakap.
134. Seorang pasien laki-laki 20 tahun, dibawa ke Poli Rumah Sakit Jiwa dengan alasan pasien
mengamuk karena tidak dibelikan motor baru oleh keluarganya. Saat perawat menanyakan
alasan pasien mengamuk, ia mengatakan kesal pada orangtuanya karena tidak ada memenuhi
permintaannya, tidak ada peduli padanya. Pasien memiliki riwayat dirawat di rumah sakit jiwa
dengan keluhan yang sama, jarang minum obat. Sebagai perawat, apa tindakan yang tepat
dilakukan pada keluarga pasien tersebut?
a. Mengajarkan keluarga cara minum obat yang benar
b. Mengajarkan keluarga cara merawat pasien dengan tuntutan yang tinggi
c. Mengajarkan keluarga cara merawat pasien dengan perilaku kekerasan
d. Mengajarkan keluarga cara mempersiapkan kerja bagi pasien
e. Mengajarkan keluarga cara melibatkan pasien untuk mengikuti kegiatan di masyarakat

135. Seorang pasien perempuan 30 tahun dirawat di ruang akut Rumah Sakit Jiwa. Pasien tampak
duduk sendiri, tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya. Pasien tampak marah-marah dan
kadang-kadang menutup telinganya. Ketika ditanya perawat, pasien mengatakan mendengar
suara yang mengejeknya. Apakah jenis halusinasi pasien tersebut?
a. Penglihatan
b. Pendengaran
c. Pengecapan
d. Penciuman
e. Peraba

136. Seorang laki – laki berusia 29 tahun, 1 hari sebelum masuk Rumah Sakit Jiwa pasien dibawa
keluarga dengan keluhan dirumah mengamuk, memecahkan kaca jendela, mencoba untuk
membunuh ibunya. Keluarga mengatakan pasien berperilaku seperti itu setelah pasien
mengalami pemutusan hubungan kerja dari perusahaannya. Pada saat dikaji pasien berespon
terhadap interaksi dengan perawat, tatapan mata tajam, sesekali tidak mengacuhkan lingkungan,
terlihat ngomong dan asyik dengan dunianya sendiri. Apakah Intervensi pertama yang harus
dilakukan pada pasien dengan kasus diatas ?
a. Mengidentifikasi penyebab menarik diri pasien
b. Mengidentifikasi cara mengenal halusinasi pasien
c. Mengidentifikasi aspek positif yang dimiliki pasien
d. Mengidentifikasi tanda, gejala dan akibat dari perilaku kekerasan pasien
e. Mengidentifikasi tanda – tanda akan melakukan perilaku kekerasan pasien.

137. Seorang perempuan berusia 17 tahun memiliki tinggi badan 140 cm, berat badan 35 kg, pasien
tidak mau bergaul dengan teman-temannya, pasien merasa malu dengan postur tubuhnya.
Apakah masalah keperawatan yang dialami oleh pasien ?
a. Gangguan identitas diri
b. Gangguan harga diri
c. Gangguan peran
d. Gangguan gambaran diri
e. Gangguan ideal diri

138. Seorang perempuan berusia 18 tahun kehilangan ibu yang sangat dicintainya satu minggu yang
lalu. Sampai saat ini pasien masih belum bisa melupakan ibunya. Dalam hatinya pasien berkata,
” seandainya ibu masih hidup, tentu hidup saya tidak akan terasa hampa seperti ini”.
Pada fase kehilangan apakah yang dialami oleh pasien ?
a. Denial
b. Marah
c. Tawar menawar
d. Depresi
e. Penerimaan

139. Seorang anak usia 10 tahun dibawa ke poliklinik RSJ Prov. Jabar karena ibu klien mengeluh
anaknya ketika sekolah tidak mau diam, Sering meninggalkan tempat duduk pada waktu
mengikuti kegiatan, Berlari atau memanjat secara berlebihan dan Sering banyak bicara

Apakah gangguan yang dialami Anak tersebut?


a. Eneuresis fungsional
b. Impulsivitas
c. Hiperaktivitas
d. In attention
e. Obsesif kompulsif

140. Seorang pria dewasa (27 tahun) dibawa ke UGD RSJ Provinsi Jawa Barat karena mendengar
suara-suara yang selalu mengancam dia, bicara sendiri, marah tanpa sebab. Klien tampak
menutup telinga, mulut komat-kamit dan pakaian tidak rapi. Ketika ditanya kondisi sebelumnya,
klien merasa hidupnya hampa, tidak bermakna dan hilangnya aktivitas ibadah. Berdasarkan
Pengkajian masa lalu klien, ia merasa sebagai unwanted child. Dilihat dari kasus di atas, apa
factor predisposisi yang menyebabkan klien mengalami gangguan di atas?
a. Factor perkembangan
b. Factor sosiokultural
c. Factor biokimia
d. Factor psikologis
e. Factor genetic

141. Seorang laki-laki berusia 27 tahun, tidak tamat SMA, pernah menikah, tapi istri meninggalkan
dan menikah dengan orang lain 1 tahun yang lalu. Pasien masuk RSJ 2 hari yang lalu dengan
alasan di rumah sering marah-marah karena sering mendengar suara-suara menghina dan
mengatakan bahwa pasien orang yang tidak berguna. Selama di RSJ pasien masih sering
mendengar suara-suara tersebut, dan setiap mendengarnya pasien selalu marah-marah dan dan
ingin membanting barang. Suara tersebut timbul jika pasien sedang sendirian. Pasien tampak
sering menyendiri di kamar, wajah tegang, terlihat bicara sendiri, tangan mengepal.
Apakah Prinsip tindakan keperawatan berdasarkan kasus diatas ?
a. Bercerita
b. Diskusi tentang realiats
c. Membagikan persepsi tentang objek nyata
d. Memberikan respon sesuai dengan isi halusinasi
e. Tidak mendukung dan menyangkal halusinasi pasien

142. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ruang intensive RS Jiwa karena tidak mau keluar
kamar sejak 3 hari yang lalu. Berdasarkan hasil pengkajian klien mengatakan kesal telah
dibohongi isterinya, ekspresi wajah sedikit tegang, Penampilan tidak rapi, nada suara tinggi,
mengancam mau membakar rumahnya. Apaah Diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus
diatas ?
a. Harga diri rendah
b. Halusinasi pendengaran
c. Resiko perilaku kekerasan
d. Defisit perawatan diri : mandi
e. Gangguan proses pikir : waham curiga
143. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan tidak bisa tidur, sakit
kepala dan nafsu makan menurun, sejak di PHK dari pekerjaannya. Pasien mengatakan: “Selama
ini saya menjadi kepala keluarga dan pencari nafkah, sekarang saya tidak bisa menafkahi
keluarga saya”. Apakah pertanyaan yang harus disampaikan oleh perawat untuk mendapatkan
data masalah psikososial pada kasus di atas?
a. Apa yang akan Saudara lakukan?
b. Sejak kapan Saudara kehilangan pekerjaan?
c. Mengapa perusahaan memberhentikan Saudara?
d. Sudah berapa lama Saudara bekerja di perusahaan tersebut?
e. Bagaimana pandangan Saudara terhadap diri Saudara saat ini ?

144. Seorang perawat perempuan berusia 25 tahun sedang melakukan asuhan kepada pasien di Ruang
Bedah. Sambil wawancara dengan keluarga pasien, tampak perawat menyilangkan kaki dan
asyik menggunakan telepon genggamnya. Apakah aspek yang harus dikembangkan oleh perawat
pada kasus di atas?
a. Menghadirkan diri secara terapeutik
b. Komunikasi verbal dannon verbal
c . Dimnensi Tindakan
d. Mendengar aktif
e. Dimensi respon

145. Seorang perempuan, berusia 30 tahun, datang ke Poliklinik Jiwa dengan keluhan jantung sering
berdebar-debar, keringat dingin, dan setiap malam merasa was-was. Pasien merasa letih karena
beberapa minggu terakhir tidak dapat tidur dengan nyenyak. Pasien menjelaskan bahwa kondisi
ini sudah berlangsung selama satu bulan, sejak tokonya mengalami kebakaran.
Apakah data prioritas yang perlu dikaji lebih lanjut pada pasien tersebut?
a. Penyebab toko pasien mengalami kebakaran
b. Penyebab tidak dapat tidur dengan nyenyak
c. Persepsi pasien tentang kondisinya
d. Keluhan fisik lain yang dirasakan
e. Tanda-tanda vital

146. Seorang perempuan berusia 20 tahun, dirawat di RSJ. Saat dikaji, pasien tampak menyendiri,
terpisah dari pasien lainnya. Ketika Perawat menanyakan penyebab tidak mau berinteraksi,
pasien hanya diam dengan tatapan mata kosong. Penampilan tidak rapi dan tercium bau badan.
Apa masalah keperawatan yang dialami oleh pasien tersebut?
a. Isolasi Sosial
b. Keputusasaan
c. Harga Diri Rendah
d. Ketidakberdayaan
e. Defisit perawatan diri : mandi

147. Seorang wanita, 30 tahun dirawat dirumah sakit jiwa sudah dua pekan diruang tenang. Pasien
menyatakan sudah mempunyai beberapa pilihan kegiatan positif yang sudah rutin dilakukan
seperti menyapu, menata tanaman, berolahraga, dan mengikuti pengajian rutin diruangan serta
telah memasukannya kedalam jadwal hariannya. Apakah kriteria hasil yang sudah dicapai pada
kasus di atas?
a. Dapat menyusun rencana kegiatan atau aktivitas yang akan dilakukannya.
b. Dapat mengungkapkan kemampuan dan aspek positif dirinya.
c. Dapat mengungkapkan tentang perasaan yang dialaminya
d. Dapat melakukan kegiatan sesuai rencananya.
e. Dapat mengikuti kegiatan yang dianjurkan.

148. Seorang laki-laki 2 tahun di bawa ke RSJ karena mengamuk, marah-marah, dan mengancam
akan membakar rumah tetangganya, karena kesal dipermalukan di depan umum, tampak tegang
dan nada suara tinggi. Manakah Intervensi yang tepat berdasarkan kasus diatas ?
a. Kaji isi, frekuensi, waktu, dan perasaan klien saat halusinasi muncul
b. Beri obat antispikotik sesuai anjuran ( SPO )
c. Bantu klien mengekspreikan perasaanya
d. Penkes keluarga tentang kesehatan jiwa
e. Latih pukul bantal

149. Seorang laki-laki, 40 tahun terdapat luka ulkus diabetikum dikaki kiri, dan akan di amputasi,
klien mengatakan suster, apakah tidak ada tindakan lain selain di amputasi, tampak ketakutan,
tegang, dan jika ditanya jawabnya tidak nyambung, lebih banyak diam. Hasil pemeriksaan nadi
cepat, napas pendek dan tekanan darah meningkat. Apakah gangguan respon yang dialami,
berdasarkan kasus di atas ?
a. Kognitif
b. Psikologis
c. Sosial
d. Fisiologis
e. Perilaku dan emosi

150. Seorang laki-laki, 35 tahun saat ini mendapatkan obat Clorpromazin 3 x 100 mg, karena sering
tertawa sendiri dan melamun. Apakah indikasi pemberian Clorpromazin pada kasus diatas?
a. Mengurangi perilaku kekerasan
b. Mengurangi perilaku halusinasi
c. Menurunkan hipertensi
d. Meningkatkan Berat Badan
e. Mengurangi agitasi.

151. Seorang laki-laki, 30 tahun sering melamun, menyendiri, tidak mau makan dan mandi, tidak
peduli dengan lingkungan bahkan dia sering mengurung dikamar, ketika di tanya oleh perawat
alasan tidak bergabung dengan teman-temannya karena malu dirinya jelek. Apakah terapi
aktifitas yang tepat diberikan berdasarkan kasus diatas ?
a. Terapi aktifitas sosialisasi
b. Terapi aktifitas stimulasi persepsi
c. Terapi aktifitas persepsi sensori
d. Terapi aktifitas orientasi realitas
e. Terapi aktifitas penyaluran energi

152. Seorang perempuani berusia 40 tahun dirawat di rumah sakit jiwa dengan marah-marah tanpa
sebab yang jelas. Pada saat berinteraksi dengan perawat, pasien mengatakan, “Saya tahu, semua
orang akan meracuni saya,” tampak tegang dan tidak memperhatikan penampilan dirinya.
Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
a. Halusinasi
b. Isolasi sosial
c. waham curiga
d. perilaku kekerasan
e. defisit perawatan diri
153. Seorang perempuan berusia 35 tahun, tampak tertawa sendiri dan melamun, saat ini
mendapatkan obat Clorpromazin 3 x 100 mg. Apakah tujuan pemberian obat pada kasus diatas?
a. Mengurangi perilaku kekerasan
b. Meningkatkan stabilitas emosi
c. Memperbaiki fungsi otak
d. Mengurangi halusinasi
e. Mengurangi agitasi

154. Seorang laki-laki berusia 45 tahun di rawat di RS Jiwa, pada saat interaksi bicara pelan, tidak
ada kontak mata, pasien mengatakan:” malu karena tidak bisa memulai pembicaraan dan merasa
dirinya jelek, karena kulit tangan dan wajahnya banyak bercak putih”. Tampak sering
menyendiri. Apa diagnosa keperawatan pada kasus di atas ?
a. Isolasi sosial
b. Gangguan citra tubuh
c. Harga diri rendah kronik
d. Harga diri rendah situasional
e. Kerusakan komunikasi verbal

155. Seorang perempuan berusia 35 tahun, tampak tertawa sendiri dan melamun, saat ini
mendapatkan obat Clorpromazin 3 x 100 mg. Setelah pemberian obat pasien mengalami kaku
kuduk dan jalan seperti robot. Apakah obat untuk mengurangi efek samping pada kasus diatas ?
a. Litium
b. Haloperidol
c. Serenance
d. Triheksilfenidil
e. Chlorpromazine

156. Seorang perempuan berusia 25 th dibawa ke unit psikiatri karena tertawa dan bernyanyi terus
kemudian tiba-tiba menangis, dia mengatakan dirinya adalah artis spektakuler , tidak ada
tandingannya. Setiap selesai menyanyi dia menangis dan mengatakan dirinya ga bisa. Sejak kecil
dia dituntut oleh keluarganya untuk menjadi seorang artis terkenal. Suara nyanyian perempuan
tersebut tidak enak sekali untuk didengarkan. Apakah yang menjadi faktor predisposisi pada
pasien diatas?
a. Kegagalan yang berulang
b. Pola asuh orangtua
c. Harapan keluarga yang tidak realistik
d. Ketergantungan pada orang lain
e. Tingkat sosial ekonomi

157. Seorang ibu usia 35 tahun di ruang perawatan RSJ tampak sedih,ekspresi datar dan dangkal,
banyak diam, kontak mata kurang. Pada saat perawat menghampirinya dia menceritakan
perasaan kesepian dan merasa tidak aman berada dengan orang lain. Ibu tersebut tidak mampu
berkonsentrasi ketika diajak bicara dan susah membuat keputusan. Apakah diagnosa
keperawatan yang tepat dari pasien diatas?
a. Harga diri rendah
b. Isolasi sosial
c. Halusinasi pendengaran
d. Kecemasan
e. Resiko Bunuh Diri
158. Seorang perempuan 21 tahun di ruang perawatan RSJ sering mengatakan “ saya itu sakit kanker
serviks stadium 2”. Sebelumnya klien pernah dilakukan pemeriksaan laboratorium dan tidak
ditemukan tanda-tanda kanker namun klien terus mengatakan bahwa ia terserang kanker.
Apakah yang menjadi masalah utama pada pasien diatas?
a. Waham Somatik
b. Waham Nihilistik
c. Harga Diri Rendah
d. Koping individu tidak efektif
e. Menarik diri

159. Seorang perempuan 21 tahun di ruang perawatan RSJ sering mengatakan “ saya itu sakit kanker
serviks stadium 2”. Sebelumnya klien pernah dilakukan pemeriksaan laboratorium dan tidak
ditemukan tanda-tanda kanker namun klien terus mengatakan bahwa ia terserang kanker. Klien
berada di RS sudah 1 minggu. Klien sudah terbina hubungan saling percaya dengan perawat.
Bagaimanakah rencana tindakan selanjutnya pada pasien diatas?
a. Diskusikan kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi
b. Bantu orientasi realitas klien
c. Diskusikan kemampuan positif yang dimiliki
d. Diskusikan tentang obat yang diminum
e. Melatih minum obat yang benar

160. Seorang anak laki-laki berusia 10 th dibawa ke unit psikiatrikarena di rumah berusaha untuk
melakukan bunuh diri. Dia selalu mengatakan “ lebih baik aku mati daripada papa terus terusan
memarahi dan memukul mama,Papa selalu memukul mama karena aku sudah lahir dari rahim
mama.” Apakah penyebab dari masalah pada pasien diatas?
a. Situasi keluarga yang kacau
b. Sulit mempertahankan hubungan interpersonal
c. Self ideal yang terlalu tinggi
d. Kompetisi untuk sukses
e. Perasaan tidak dimengerti oleh orang lain

161. Seorang laki-laki usia 45 tahun berada di ruang unit psikiatri dengan pandangan tajam, bicara
ketus,mendominasi pada saat berdiskusi, mengumpat dengan kata-kata kotor. Dia seperti itu
karena merasa tidak dihargai oleh keluarganya sebagai seorang suami dan ayah dari anak-
anaknya. Apakah jenis terapi yang cocok untuk kasus diatas?
a. Terapi aktivitas kelompok
b. Terapi kognitif
c. Terapi okupasi
d. Terapi religius
e. Terapi lingkungan

162. Seorang perawat RSJ akan melakukan strategi pelaksanaan tindakan keperawatan ( SPTK) untuk
pertama kalinya pada seorang klien untuk menegakan masalah keperawatan halusinasi
pendengaran. Bagaimana SPTK tahap orientasi pada pasien diatas?
a. ‘ Selamat pagi bu, perkenalkan nama saya Amor, Saya akan merawat ibu di RS ini,
nama ibu siapa?’
b. ‘ Apa keluhan ibu? Ada apa sampai datang kemari?’
c. ‘ Baiklah, sekarang kita akan berbicara tentang kapan suara-suara itu muncul’
d. ‘ Bagaimana sekarang perasaan ibu setelah kita berbincang-bincang selama 30 menit?’
e. ‘ Bagaimana kalau kita berbincang-bincang di taman?’
163. Seorang perawat sedang berbincang-bincang dengan pasien yang mengalami halusinasi, perawat
tersebut mengatakan “coba ibu ceritakan suara-suara yang ibu sering dengar! Apakah ibu sering
mengenali suara tersebut?” . Apa yang menjadi strategi komunikasi dari perawat tersebut?
a. Fase Orientasi
b. Fase Kerja
c. Fase Evaluasi
d. Fase Prainteraksi
e. Fase terminasi

164. Seorang laki-laki berusia 35 tahun di unit psikiatri tampak menunjuk ke arah sudut ruangan
sambil menutup wajahnya dan pasien berteriak;” Suster, awas drakula itu mau menghisap darah
suster, suster jangan duduk disana!” Apakah yang menjadi masalah utama pada pasien diatas?
a. Halusinasi Pendengaran
b. Waham Kebesaran
c. Halusinasi Penglihatan
d. Harga diri rendah
e. Isolasi sosial

165. Klien berkata :” Dokter jahat,kaki saya diamputasi, dokter itu gila.”
Bagaimana fase kehilangan dari kasus diatas?
Pilihan Jawaban
a. Marah
b. Bergaining
c. Menerima
d. Denial
e. Tawar menawar

166. Seorang perempuan berusia 20 tahun selalu mengkritik dirinya sendiri, memiliki perasaan tidak
mampu, selera makan berkurang, tidak berani menatap lawan bicara, terkadang melihat pojok
ruangan dengan serius, badan bau dan kotor. Apakah masalah utama dari kasus diatas?
a. Harga diri rendah kronis
b. Isolasi Sosial
c. Menarik Diri
d. Halusinasi penglihatan
e. Defisit perawatan diri

167. Klien terlihat tidak bersih, rambut kotor, gigi kotor, kulit berdaki. Pakaian terlihat kotor, tidak
rapi, makan berceceran dan tidak pada tempatnya. Klien suka BAB/BAK tidak pada tempatnya
dan juga tidak membersihkan diri dengan baik setelah BAB/BAK
Bagaimanakah rencana tindakan pertama keperawatan pada kasus diatas?
a. Identifikasi kemampuan klien dalam melakukan kebersihan diri
b. Jelaskan pentingnya kebersihan diri dengan cara memberikan penjelasan terhdap pentingnya
kebersihan diri
c. Jelaskan peralatan yang dibutuhkan dan cara membersihkan diri
d. Minta klien memperagakan ulang alat dan cara kebersihan diri
e. Masukan dalam jadwal kegiatan klien

168. Suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik
baik terhadap diri sendiri orang lain maupun lingkungan
Apakah maksud dari pernyataan diatas?
a. Isolasi Sosial
b. Perilaku Kekerasan
c. Waham
d. Resiko Bunuh Diri
e. Halusinasi

169. Seorang perawat RSJ akan melakukan strategi pelaksanaan tindakan keperawatan ( SPTK) untuk
pertama kalinya pada seorang klien untuk menegakan masalah keperawatan halusinasi
penglihatan. Bagaimana SPTK tahap orientasi : validasi data pada pasien diatas?
a. ‘ Selamat pagi bu, perkenalkan nama saya Amor, Saya akan merawat ibu di RS ini, nama ibu
siapa?’
b. ‘ Apa keluhan ibu? Ada apa sampai datang kemari?’
c. ‘ Baiklah, sekarang kita akan berbicara tentang kapan bayangan itu muncul’
d. ‘ Bagaimana sekarang perasaan ibu setelah kita berbincang-bincang selama 30 menit?’
e. ‘ Bagaimana kalau kita berbincang-bincang di taman?’

170. Seorang perawat sedang berbincang-bincang dengan pasien yang mengalami halusinasi, perawat
tersebut mengatakan “coba ibu ceritakan bayangan yang ibu lihat? Apakah ibu sering mengenali
bayangan tersebut?”
Apa yang menjadi strategi komunikasi dari perawat tersebut?
a. Fase Orientasi
b. Fase Kerja
c. Fase Evaluasi
d. Fase Prainteraksi
e. Fase terminasi

171. Seorang Laki-laki , berusia 24 tahun dibawa ke UGD sebuah Rumah Sakit Jiwa oleh keluarganya
dengan alasan suka melamun, tidak mau berinteraksi dengan orang lain dan lebih suka
menyendiri. Saat dikaji terlihat suka berbicara lantang dan mengatakan kalau klien adalah
seorang nabi dan jika dingatkan oleh perawat akan marah.
Apa masalah utama pada kasus diatas?
a. Isolasi sosial : menarik diri
b. Gangguan Persepsi sensori : Halusinasi
c. Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah
d. Perilaku Kekerasan
e. Gangguan Proses Pikir : Waham

172. Seorang Laki-laki , berusia 24 tahun dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Nanda. Klien masuk dengan
alasan sering marah-marah di rumah, klien tampak kotor dan kadang suka tertawa sendiri. Saat di
kaji Klien menyangkal mendengar suara-suara yang menyuruhnya melakukan sesuatu. Saat
didekati perawat didapati klien berkeringat, muka merah dan berteriak-teriak kepada perawat.
Apa rencana keperawatan yang paling tepat untuk pasien tersebut?
a. Ajarkan kepada pasien cara mengontrol marah yang efektif
b. Lakukan pengekangan fisik dengan kontrak yang jelas kepada keluarga
c. Berikan obat penenang
d. Ajarkan cara menghardik kepada pasien
e. Penuhi kebutuhan perawatan diri pasien

173. Seorang perempuan , berusia 20 tahun sudah 3 hari dirawat di ruang Garuda, Rumah Sakit Jiwa
Nanda. Hasil pengkajian didapatkan data klien suka menyendiri, klien sering tertawa dan
berbicara sendiri. Saat berinteraksi jawaban singkat dan jika didekati perawat, klien marah dan
tidak mau berbicara dengan perawat, kontak mata kurang. Klien hanya menatap pada satu titik
dan tersenyum sendiri.
Tindakan keperawatan yang paling tepat diberikan kepada pasien?
a. Memberikan obat sesuai dengan terapi pengobatan
b. Mengidentifikasi jenis halusinasi yang dialami klien
c. Melatih klien bersosialiasasi secara bertahap
d. Mendiskusikan dengan eman sejawat tentang kondisi klien
e. Memotivasi klien mealkukan kegiatan harian

174. Seorang laki-laki berusaha 40 tahun dirawat di ruang M sejak 4 hari yang lalu. Klien di bawa ke
rumah sakit jiwa karena sering menyendiri dan takut bertemu dengan orang lain. Saat
berinteraksi dengan perawat, wajah klien tampak tegang dan sorot mata yang tajam. Dari hari
pengkajian klien mengatakan ia dimusuhi oleh tetangganya dan mereka berusaha mencelakainya.
Apakah tindakan keperawatan lanjutan yang dilakukan oleh perawat?
a. Membina hubungan saling percaya
b. Membantah keyakinan klien
c. Menerima dan meyakinkan klien berada dalam keadaan yang aman dan terlindungi.
d. Mengobservasi kebutuhan klien sehari-hari.
e. Mengajak klien berbicara dalam konteks realitas.

175. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat di ruang Gatot Kaca Rumah Sakit Jiwa.X. Klien
diantar keluarga dengan kondisi suka marah-marah tidak jelas, kadang sering menyendiri di
kamar, sesekali klien berbicara dan tertawa sendiri. Ketika berinteraksi dengan perawat, klien
mengatakan ia adalah seorang pengusaha terkenal, yang punya rumah mewah bahkan
berpenghasilan rata-rata 1 milyar/bulan.
Apa yang akan anda tanyakan dalam pengkajian lanjutan untuk mengidentifikasi masalah klien?
a. Alasan klien marah-marah tidak jelas
b. Alasan mengapa klien sering menyendiri
c. Alasan mengapa klien sering berbicara dan tertawa sendiri
d. Alasan perilaku tidak wajar yang ditunjukan
e. Alasan klien dibawa ke RS oeh keluarga

176. Seorang wanita berumur 35 tahun yang bekerja di perusahan X di jakarta, 3 hari yang lalu ia
dipindahtugsakan ke bagian operator. Sejak itu sering melamun, menyendiri, mengoceh sendiri,
berbicara keras, jika teman mengobrol di dekatnya ia merasa curiga. Kadang ia merasa kalau
teman-teman kantor ingin membunuhnya. Sehingga, selama beberapa hari ini, ia tidak makan
dan minum karena takut diracuni.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus tersebut?
a. Harga Diri Rendah.
b. Perilaku Kekerasan.
c. Gangguan persepsi sensori; halusinasi.
d. Gangguan proses pikir; Waham.
e. Menarik diri

177. Seorang laki-laki berusia 47 tahun dibawa oleh keluarga ke poli klinik RS Jiwa, klien bekerja di
sebuah perusahaan swasta. Status menikah, belum memiliki anak. Perusahaan tempatnya bekerja
mengalami masalah, akibatnya sebagian besar para pekerjanya terkena pemutusan hubungan
kerja, termasuk salah satunya adalah klien. Akibatnya kondisi keuangan klien memburuk,
sehingga membuat istrinya meminta cerai karena klien tidak bisa memberikan nafkah lagi
kepada istrinya. Dan klien pun menjadi putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cara
bunuh diri
Pada anamnesa fokus data yang harus diperoleh adalah ?
a. Alasan klien dibawa ke RS oleh keluarga
b. Alasan klien mengakhiri hidupnya
c. Persepsi klien tentang orang-orang sekitar
d. Hambatan hubungan yang harmonis dengan keluarga
e. Perasaan tidak aman yang dialami oleh pasien

178. Seorang laki-laki berusia 36 tahun, sudah 1 minggu dirawat di Rumah Sakit Jiwa, pada saat
pengkajian pasien berusaha membentur-benturkan kepalanya ke tembok, ketika sudah tenang
pasien mengatakan masih sering mendengar suara yang menyuruh dia bunuh diri dengan
membentur-benturkan kepalanya ke tembok. Diagnosa keperawatan pada kasus diatas ?
a. Halusinasi
b. Isolasi Sosial
c. Resiko Bunuh Diri
d. Harga Diri Rendah
e. Perilaku Kekerasan

179. Seorang wanita berusia 30 tahun, mengalami depresi. Pada saat dilakukan pengkajian,
didapatkan data tiga kali melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum racun
serangga. Apakah tindakan pertama yang dapat dilakukan pada kasus diatas ?
a. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat membahayakan klien
b. Mengamankan benda-benda yang dapat membahayakan klien
c. Mengajarkan cara mengendalikan dorongan bunuh diri
d. Anjuran untuk mengawasi klien secara ketat
e. Melakukan kontrak treatment

180. Seorang wanita berusia 28 tahun mengalami depresi berat, pada saat dilakukan pengkajian
didapatkan data pernah menulis pesan yang berisi keinginannya untuk mati.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus diatas ?
a. Mendiskusikan cara mengatasi keinginan bunuh diri
b. Meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah
c. Memberi kesempatan mengungkapkan perasaan
d. Menjauhkan benda yang berbahaya
e. Meningkatkan harga diri pasien

181. Seorang laki-laki berusia 20 tahun baru menjalani rehabilitasi di sebuah balai rehabilitasi 1
minggu. Saat dilakukan pengkajian mengeluh dirinya merasa tidak nyaman selama menjalani
kegiatan pemulihan di balai rehabilitasi karena selalu teringat ibunya yang sudah tua dan harus
bekerja karena ayahnya sakit keras. Saat dikaji tampak sulit berkonsentrasi.
Apakah masalah psikososial yang prioritas pada kasus di atas ?
a. Harga diri rendah situasional
b. Gangguan citra tubuh
c. Ketidakberdayaan
d. Keputusasaan
e. Ansietas

182. Seorang Laki-laki , berusia 24 tahun dibawa ke UGD sebuah Rumah Sakit Jiwa oleh keluarganya
dengan alasan suka melamun, tidak mau berinteraksi dengan orang lain dan lebih suka
menyendiri. Kadang terlihat suka berbicara sendiri dan mengatakan kalau klien adalah seorang
nabi dan jika ditegur oleh keluarga pasien akan marah.
Apa masalah utama pada kasus diatas?
a. Isolasi sosial : menarik diri
b. Gangguan Persepsi sensori : Halusinasi
c. Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah
d. Perilaku Kekerasan
e. Gangguan Pr

183. Seorang Laki-laki , berusia 24 tahun dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Nania. Klien masuk dengan
alasan sering marah-marah di rumah, klien tampak kotor dan kadang suka tertawa sendiri. Klien
menyangkal mendengar suara-suara yang menyuruhnya melakukan sesuatu. Saat didekati
perawat didapati klien berkeringat, muka merah dan berteriak-teriak kepada perawat.
Apa rencana keperawatan yang paling tepat untuk pasien tersebut?
a. Ajarkan kepada pasien cara mengontrol marah yang efektif
b. Lakukan pengekangan fisik dengan kontrak yang jelas kepada keluarga
c. Berikan obat penenang
d. Ajarkan cara menghardik kepada pasien
e. Penuhi kebutuhan perawatan diri pasien

184. Seorang perempuan , berusia 20 tahun sudah 3 hari dirawat di ruang Gandaria, Rumah Sakit Jiwa
Nania. Hasil pengkajian didapatkan data klien suka menyendiri, klien sering tertawa dan
berbicara sendiri. Saat berinteraksi jawaban singkat dan jika didekati perawat, klien marah dan
tidak mau berbicara dengan perawat, kontak mata kurang. Klien hanya menatap pada satu titik
dan tersenyum sendiri.
Manakah tindakan keperawatan yang harus diberikan kepada pasien?
a. Memberikan obat sesuai dengan terapi pengobatan
b. Mengidentifikasi jenis halusinasi yang dialami klien
c. Melatih klien bersosialiasasi secara bertahap
d. Mendiskusikan dengan eman sejawat tentang kondisi klien
e. Memotivasi klien mealkukan kegiatan harian

185. Seorang Laki-laki , berusia 24 tahun dibawa ke UGD sebuah Rumah Sakit Jiwa oleh keluarganya
dengan alasan suka melamun, tidak mau berinteraksi dengan orang lain dan lebih suka
menyendiri. Kadang terlihat suka berbicara sendiri dan mengatakan kalau klien adalah seorang
nabi dan jika ditegur oleh keluarga pasien akan marah.
Apa masalah utama pada kasus diatas?
a. Isolasi sosial : menarik diri
b. Gangguan Persepsi sensori : Halusinasi
c. Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah
d. Perilaku Kekerasan
e. Gangguan Proses Pikir : Waham

186. Seorang Laki-laki , berusia 24 tahun dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Nania. Klien masuk dengan
alasan sering marah-marah di rumah, klien tampak kotor dan kadang suka tertawa sendiri. Klien
menyangkal mendengar suara-suara yang menyuruhnya melakukan sesuatu. Saat didekati
perawat didapati klien berkeringat, muka merah dan berteriak-teriak kepada perawat.
Apa rencana keperawatan yang paling tepat untuk pasien tersebut?
a. Ajarkan kepada pasien cara mengontrol marah yang efektif
b. Lakukan pengekangan fisik dengan kontrak yang jelas kepada keluarga
c. Berikan obat penenang
d. Ajarkan cara menghardik kepada pasien
e. Penuhi kebutuhan perawatan diri pasien
187. Wanita berusia 44 tahun dengan masalah diabetes melitus, dan terdapat luka di kaki bagian
kanan. dokter kemudian menyarankan dan merencanakan tindakan amputasi. Pasien menolak
dan mengatakan “saya takut, kepala saya pusing suster. Apakah saya harus tidak mempunyai
kaki? Jangan potong kaki saya.” Pasien kelihatan gelisah dan sering ngelantur jika ditanya, dan
tampak tegang. Hasil pengkajian TD 140/80 mmHg, P 19 x/menit, N 93 x/menit, S 36 ○C.
Apakah masalah psikososial yang dialami pasien pada pada kasus diatas?
a. Gangguan citra tubuh
b. Kecemasan
c. Kehilangan
d. Perubahan peran
e. Marah

188. Wanita berusia 39 tahun ketika diobserasi terlihat sedang berbicara sendiri. Kadang pasien juga
terlihat sesekali menutup telinganya. Ketika dikaji oleh perawat, pasien mengatakan “Saya
mendengar bisikan yang mengatakan kalau saya ini tidak berguna dan lebih baik mati saja”.
Apakah diagnosa keperawatan pada kasus di atas?
a. Isolasi sosial
b. Resiko bunuh diri
c. Harga diri rendah kronik
d. Gangguan proses pikir: waham
e. Gangguan sensori persepsi: halusinasi dengar

189. Wanita berusia berusia 40 tahun, dirawat di ruang X Rumah Sakit Jiwa Y dengan keluhan sering
marah dan merusak barang barang-barang disekitarnya. Ketika dikaji perawat tatapan mata
pasien tajam sering mondar-mandir dan sesekali ingin berkelahi dengan orang yang
mendekatinya. Apakah diagnosis keperawatan yang paling tepat pada pasien di atas?
a. Resiko perilaku kekerasan
b. Resiko merusak lingkungan dan orang lain
c. Resiko bunuh diri
d. Perilaku mencederai diri sendiri
e. Perilaku kekerasan

190. Laki-laki berusia 26 tahun dibawa ke IGD Rumah Sakit Jiwa X. Keluarga pasien mengatakan
sudah 3 hari pasien diam sendiri di kamar, tidak mau mandi, dan tidak mau makan serta diam
dengan tatapan mata yang kosong dan mengatakan malu bahwa dirinya tidak berguna bagi
keluarganya. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
a. Melatih pasien untuk minum obat
b. Pilih kemampuan kedua yang dapat dilakukan
c. Mengorientasikan kembali ke realita
d. Memasukan kemampuan yang dimiliki ke dalam kegiatan
e. Mengidentifikasi kemampuan positif yang dimiliki

191. Perempuan berusia 18 tahun dibawa ke IGD Rumah Sakit Jiwa. Keluarga pasien mengatakan
sudah 5 hari pasien diam sendiri di kamar dan tidak mau mandi. Saat dikaji badan pasien lengket,
kotor, mulut mau dan rambut acak-acakan. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus
diatas?
a. Jelaskan pada pasien tentang pentingnya berdandan
b. Jelaskan pentingnya kebersihan diri
c. Identifikasi kebersihan diri, berdandan, makan dan BAB/BAK
d. Latih cara berdandan
e. Jelaskan cara dan alat makan yang benar
192. Seorang wanita usia 65 tahun, mengeluhkan badannya yang lemas dan tidak mampu banyak
beraktivitas. Wanita itu hanya mampu berbaring di rumah. Berbagai keluhan dirasakannya,
diantaranya lemas, pusing, dan tidak kuat berjalan. Wanita tersebut dulu pernah berobat untuk
masalah penyakit rhematik dan DM. Saat dibujuk untuk berobat ke puskesmas, wanita itu
mengatakan tidak mau karena sejak dulu pun berobat tapi tidak kunjung sembuh. Masalah
keperawatan yang mungkin muncul pada wanita tersebut adalah...
a. Ansietas
b. Harga diri rendah situasional
c. Gangguan citra tubuh
d. Keputusasaan
e. Ketidakberdayaan

193. Seorang wanita (25 tahun) memeriksakan diri ke poliklinik sebuah RS karena mengeluh tiba-tiba
muncul ruam kemerahan di lengan kirinya. Saat dikaji tampak wanita tersebut menutupi lengan
kirinya dengan syal dan tidak mau menyentuh bagian tersebut saat diperiksa dokter. Diagnosa
yang dapat ditegakkan pada kondisi tersebut adalah...
A. Ansietas
B. Gangguan Citra Tubuh
C. Harga Diri Rendah Situasional
D. Ketidakberdayaan
E. Keputusasaan

194. Seorang pria mengalami ansietas berat karena akan menghadapi operasi pertama kalinya. Kepada
pria tersebut diberikan intervensi SP 1 dan SP 2 ansietas. Gejala yang menunjukkan bahwa pria
tersebut mengalami ansietas berat antara lain adalah...
A. Lapang persepsi menurun
B. Kurang memperhatikan kejadian tertentu walaupun dengan arahan
C. Salah mempersepsikan hal hal yang biasa di lingkungan
D. Kemampuan belajar masih ada, tetapi tidak optimal
E. Berfokus untuk mengurangi ketidaknyamanan individu

195. Seorang wanita dibawa ke RSJ karena 2 bulan yang lalu tidak mau merawat diri, mengamuk dan
sering bicara kasar. Gejala tersebut muncul sejak ditinggalkan menikah oleh pacarnya sekitar 8
bulan yang lalu. Dari wawancara diketahui bahwa wanita tersebut memang pendiam dan jarang
menceritakan masalahnya pada orang lain. Dan dia merasa bahwa tidak ada orang lain yang
memperhatikannya. Apakah faktor presipitasi yang menyebabkan wanita tersebut mengalami
gangguan jiwa?
A. Karakteristik pendiam
B. Kurang motivasi dalam merawat diri
C. Kematian ibunya
D. Tidak memiliki teman dekat
E. Ditinggalkan menikah

196. Seorang wanita dengan diagnosa skizofrenia dibawa ke RSJ karena 1 bulan yang lalu tampak
bicara inkoheren, sering bicara dan tertawa sendiri, serta tidak mau merawat diri. Saat dikaji
wanita tersebut lebih sering diam, suara pelan, kontak mata terbatas dan sedikit bicara.
Berdasarkan kasus di atas diagnosa keperawatan prioritas yang dapat dikelola adalah…
A. Halusinasi
B. Kurang perawatan diri
C. Isolasi social
D. Harga Diri Rendah
E. Risiko perilaku kekerasan

197. Seorang perawat melakukan komunikasi terapeutik kepada seorang pria dengan waham. Pada
saat perawat menanyakan tentang keluarganya, pria tersebut menceritakan bahwa banyak orang
yang membencinya dan berusaha membunuhnya. Perawat kemudian mengulang kembali
pertanyaannya, tetapi pria itu masih saja menceritakan hal yang sama. Pada kondisi tersebut,
apakah yang perlu dilakukan oleh perawat tersebut?
A. Menggunakan teknik silence
B. Mengakhiri komunikasi terapeutik
C. Mengingatkan kontrak
D. Melakukan teknik relaksasi
E. Menggunakan teknik focusing

198. Seorang pria dengan diagnosa keperawatan risiko perilaku kekerasan diberikan komunikasi
terapeutik SP (Strategi Pelaksanaan) ke 2 oleh perawat. Dan diberikan tindak lanjut sesuai SP
tersebut. Apakah yang dapat menjadi dasar untuk perawat dapat melanjutkan ke SP 3?
A. Klien memahami penjelasan perawat
B. Klien mampu mencontohkan latihan pukul bantal/kasur saat sesi komunikasi terapeutik
C. Klien mampu melakukan tarik nafas dalam dan pukul bantal/kasur mandiri
D. Klien mampu menjelaskan pengertian latihan fisik 2 : pukul bantal/kasur
E. Di fase terminasi klien mengatakan merasa senang

199. Seorang wanita dirawat di RSJ. C karena mengalami skizofrenia dengan gejala halusinasi dan
defisit perawatan diri. Perawat melakukan komunikasi terapeutik sesuai dengan masalah yang
ditemukan pada wanita tersebut. Latihan yang diberikan untuk diagnosa DPD SP 3 adalah...
a. Latihan kebersihan diri (personal hygiene)
b. Latihan makan dan minum dengan baik
c. Latihan toileting dengan rapi
d. Latihan berdandan
e. Latihan tarik nafas dalam

200. Di RSJ mengatakan “kondisi keluarga saya akan lebih baik tanpa saya, mereka tidak akan
kerepotan lagi”. Apakah jenis bunuh diri yang dapat diamati pada pria tersebut?
a. Isyarat bunuh diri
b. Ancaman bunuh diri
c. Percobaan bunuh diri
d. Risiko bunuh diri
e. Bunuh diri verbal

201. Seorang wanita tampak tanpa ekpresi. Saat menceritakan tentang hal yang menyedihkan maupun
menyenangkan, ekspresi wanita tersebut tampak sama, tanpa ekspresi. Apakah yang terjadi pada
pasien tersebut ?
a. Avolition
b. Immobility
c. Afek datar
d. Afek tumpul
e. Afek tidak sesuai
202. Seorang anak usia pra sekolah sering dilarang oleh ibunya untuk membantu ibunya memasak.
Berdasarkan tugas tumbuh kembang sehat jiwa, seorang kader kesehatan jiwa menjelaskan pada
ibu itu untuk membiarkan anaknya membantunya memasak, dengan pemantauan yang ketat.
Tugas tumbuh kembang sehat jiwa apakah yang seharusnya diperhatikan oleh ibu tersebut untuk
memfasilitasi perkembangan sehat jiwa anak tersebut?
a. Trust (rasa percaya)
b. Integrasi diri
c. Generativity
d. Inisiatif
e. Otonomi

203. Seorang pria usia 45 tahun, datang kepada perawat jiwa untuk berkonsultasi tentang anggota
keluarganya yang sedang dirawat di RSJ. Pria tersebut menanyakan apa yang harus dilakukannya
nanti agar keluarganya tersebut tidak kambuh lagi. Tindakan keperawatan awal yang paling tepat
dilakukan oleh perawat jiwa tersebut adalah...
a. Menganjurkan keluarga untuk mengunjungi klien
b. Memberikan penyuluhan kesehatan mengenai gangguan jiwa
c. Memberikan komunikasi terapeutik keluarga
d. Melakukan terapi supportif keluarga
e. Melakukan psikoedukasi keluarga

204. Ny. S dinyatakan boleh pulang setelah 5 bulan dirawat di RSJ. Saat di RSJ Ny.S dilatih untuk
mengontrol halusinasi SP 1 sampai SP 4. Saat dilakukan home visit, Ny.S mengatakan sudah
jarang mengalami halusinasi dan sudah paham cara mengontrolnya. Kepada perawat, keluarga
menanyakan apalagi yang harus dilakukan keluarga agar Ny.S dapat sembuh.
Apakah target untuk klien gangguan jiwa setelah pulang ke rumah?
a. Tetap sehat jiwa
b. Tidak menjadi gangguan jiwa
c. Mandiri dan produktif
d. Tidak Kambuh
e. Mampu beradaptasi

205. Ny. R usia 25 tahun dirawat di RSU.X karena mengalami demam thyphoid. Saat dikaji diketahui
Ny. R mengalami ansietas sedang. Perawat D melakukan komunikasi terapeutik SP 2 setelah
sehari yang lalu melakukan SP 1. Apakah bagian dalam komunikasi terapeutik yang dilakukan
untuk mengevaluasi kemampuan tarik nafas dalam klien?
a. Pembicaraan topik netral
b. Evaluasi/ validasi
c. Fase kerja
d. Rencana tindak lanjut
e. Terminasi

206. An. M adalah salah satu pemintas pada bencana alam banjir di daerah Q. An. M menunjukkan
tanda-tanda krisis. Perawat R melakukan intervensi krisis pada an. M tersebut. Berapa lamakah
target intervensi krisis agar mencegah masalah kesehatan jiwa lebih lanjut?
a. 2 minggu
b. 3 minggu
c. 4 minggu
d. 5 minggu
e. 6 minggu
207. Seorang perawat CMHN mengkaji perkembangan sehat jiwa seorang lansia. Ciri perkembangan
normal yang dapat ditemukan pada anak tersebut antara lain adalah...
a. Menerima datangnya kematian
b. Mampu membuat pilihan
c. Mampu menghasilkan sesuatu
d. Tidak banyak berbicara
e. Membimbing generasi berikutnya

208. Nn. J adalah seorang siswa SMU. Perubahan fisiknya menjadi lebih gemuk membuat Nn. J
merasa tidak percaya diri di depan teman-teman sekolahnya. Saat dikaji perawat di UKS, Nn. J
mengatakan bahwa dirinya tampak jelek dan pasti teman-temannya sering membicarakan
fisiknya yang gemuk. Diagnosa keperawatan yang dapat diprioritaskan pada Nn. J adalah...
a. Ansietas
b. Harga Diri Rendah
c. Gangguan Citra Tubuh
d. Keputusasaan
e. Ketidakberdayaan

209. Tn. Y baru 1 minggu pulang dari perawatan di RSJ. Saat dilakukan home visit, Tn. Y tampak
cukup tenang dan mandiri dalam menjalankan ADL nya. Keluarga Tn. Y meyakini bahwa Tn. Y
sakit karena diguna-guna. Keluarga menanyakan kepada perawat apakah boleh klien dimandikan
dengan air yang sudah didoakan oleh ustadz yang mereka percayai. Apakah yang sebaiknya
dilakukan oleh perawat?
a. Membiarkan keluarga menjalankan apa yang diyakini, karena tidak bertentangan
dengan perawatan klien
b. Melarang keluarga melakukan hal tersebut dan menjelaskan bahwa tidak mungkin gangguan
jiwa disebabkan oleh guna-guna
c. Menganjurkan keluarga untuk berkonsultasi kepada psikiater
d. Berkompromi dengan keluarga untuk mencari jalan tengah
e. Menjelaskan kepada keluarga untuk patuh menggunakan obat saja

210. Seorang kepala ruangan MPKP jiwa merencanakan untuk mengadakan perlombaan perawat
ruangan terbaik. Kepada perawat terbaik, akan diberikan penghargaan berupa hadiah dan piala
bergilir. Kegiatan MPKP yang dilakukan oleh kepala ruangan tersebut termasuk dalam pilar...
a. Management approach
b. Compensatory reward
c. Professional relationship
d. Patient care delivery
e. Organizing

Soal KMB

1. Tn. B (60 tahun) dirawat di ruang penyakit dalam sejak 2 hari yang lalu, saat dilakukan
pengkajian perawat menemukan kondisi bahwa pasien mengalami penurunan kesadaran berupa
kondisi pasien yang tidur saja namun dapat dibangunkan dengan rangsang nyeri tetapi jatuh
tertidur lagi . Apakah tingkat kesadaran yang tepat untuk kasus tersebut ?
a. Kompos mentis
b. Apatis
c. Somnolen
d. Delirium
e. Soporous
2. Pada saat perawat melakukan auskultasi pada area paru-paru Tn. M (40 tahun) didapatkan suara
nafas normal. Apakah suara nafas yang dimaksud dalam kasus diatas ?
a. Bronchovesikuler
b. Vesikuler
c. Tracheovesikular
d. Bronchial
e. Resonan

3. Tn. M (35_ tahun mengeluh kehilangan nafsu makan dan berat badannya turun sebanyak 15 kg
dalam waktu 2 bulan tanpa penyebab yang jelas. Pasien menyatakan sulit BAB dan terdapat darah
saat BAB. hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8,5 MgdL, pasien mengalami Iron
Deficiency Anemia. Apakah prioritas diagnosis keperawatan pada kasus tersebut ?
a. Kecemasan b.d penyakit yang mengancam kehidupan dan pengobatannya.
b. Perubahan pola defekasi b.d adanya obstruksi pada saluran pencernaan bawah
c. Nyeri b.d obstruksi tumor pada usus besar skunder terhadap penekanan organ yang lainnya.
d. Ketidakseimbangan nutrisi : Kurang dari kebutuhan tubuh b.d perkembangan sel
kanker yang cepat.
e. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan b.d kurangnya pengetahuan tentang proses penyakit,
program diagnosa dan rencana pengobatan.

4. Pada saat melakukan pengkajian terhadap Ny. R 34 tahun, didapatkan tanda inflamasi pada
kelenjar parotis.Ny. R mengeluh tidak biasa makan karena sakit dan perih yang dirasakan saat
menggerakan lidah serta rongga mulutnya. Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus
diatas ?
a. Memberikan penkes
b. Melakukan oral hygiene,
c. Modifikasi asupan nutrisi yang adekuat
d. Melakukan pemeriksaan gigi preopeatif
e. Kolaborasi untuk menghentikan obat yang menurunkan saliva

5. Pada saat dilakukan pengkajian pada Tn. T (40 tahun) ditemukan data sbb :
DS : Pasien mengatakn nyeri pada daerah epigastrium dengan disertai penurunan
nafsu makan
DO : Pasien nampak lemah dan pucat
Apakah intrvensi mandiri keperawatan yang tepat untuk kasus diatas ?
a. Pengaturan diet
b. Manajemen nyeri
c. Memberikan Penkes
d. Kolaborasi pemberian analgetik
e. Melakukan pengkajian system pencernaan

6. Ny. Y (36 tahum) mempunyai riwayat gemar makan makanan pedas dan asam dengan frekuensi
makan yang tidak teratur. Saat ini Ny. Y mngeluh nyeri pada ulu hati dengan skala 8, Ny. Y
hanya meringis dan merintih kesakitan. Apakah intervensi yang paling tepat dilakukan pada Ny.
Y?
a. Tarik nafas dalam
b. Teknik Distraksi
c. Kompres dengan air hangat
d. Penkes tentang pengaturaran diet
e. Kolaborasi pemberian analgetik
7. Nn. M (17 tahun) diantar ke UGD RSUD dengan keluhan mual muntah sejak 2 hari yang lalu.
Diketahui bahwa Nn. R mempunyai riwayat gastritis kronis. Saat dilakukan pemeriksaan fisik,
nampak lemah, mata cekung, dan konjungtiva anemis. TTV : TD 100/80 mmHg, N : 60
kali/menit, RR : 20 x/menit, S : 38 derajat celcius. Apakah diagnosa yang mungkin muncul pada
kasus terebut?
a. Gangguan keseimbangan volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, muntah.
b. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
intake yang tidak adekuat, anorexia.
c. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan inflamasi mukosa lambung.
d. Keterbatasan aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.
e. Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi

8. Pasien dengan diagnosa medis apendisitis yang akan menjalani operasi mengetakan bahwa ia
merasa takut menghadapi tindakan operasi yang akan dihadapinya. Setelah mendengar ungkapan
pasien seperti itu maka tindakan perawat adalah ?
a. Memberikan penkes mengenai diet
b. Mengkaji kesiapan keluarga dan pasien
c. Merasa sedih dan iba melihat kondisi pasien
d. Menjelaskan prosedur operasi dan pengobatan
e. Menjelaskan prosedur perawatan luka operasi

9. Tn. A (50 tahun) mengalami serangan stroke ringan dengan gejala disfagia sehingga diperlukan
pemasangan NGT untuk tetap memberikan nutrisi yang adekuat. Perawat yang melakukan
pemasangan NGT akan melakukan evaluasi apakah selang sudah sampai ke lambung pasien secaa
tepat. Apakah tindakan yang dilakukan oleh perawat?
a. Melumuri ujung selang NGT dengan menggunakan jelly
b. Masukkan NGT secara perlahan-lahan sambil pasien diinstruksikan menelan
c. Mengukur pajang selang dari hidung ke telinga dilanjutkan sampai prosesus xiphoideus
d. Memasukkan udara dengan menggunakan spuit 50 cc sambil dengarkan dengan
stetoskop
e. Memasukan makanan cair kedalam spuit 50 cc yang telah terhubung dengan selang NGT

10. Tn. G (60 tahun) mmepunyai llubang stoma pada peru sebelah kanan. Pada saat akan melakukan
melakukan stoma care pada pasien tersebut, perawat akan melakukan pengkajian terhadap
keadaan stoma. Hal apakah yang tidak harus dilihat dari keadaan stoma pasien?
a. Warna stoma
b. Kelembaban stoma
c. Infeksi pada stoma
d. Iritasi pada stoma
e. Kedalaman stoma

11. Perawat yang akan melakukan penggantian kantung kolostomi pada pasien akan melakukan
pengkajian terlebih dahulu mengenai kondisi stoma pasien. Setelah melepaskan kantung yang
sudah penuh maka hal yang harus dilakukan setelah itu adalah?
a. Mengoleskan salep zinc
b. Menuangkan na cl hangat
c. Membersihkan stoma
d. Menyiapkan kantung stoma baru
e. Membuang kantung stoma yang lama
12. Seorang pasien yang diketahui didiagnosa Ca laring di ruang penyakit dalam, mengeluh suaranya
hilang dan sulit menelan. Saat ini berat badannya 50 Kg, TB 170 cm, Hb 7 gr/DL, leukosit 6.000
gr/dl, Hct 40%, trombosit 450.000, albumin 2,7 gr/DL. TTV : TD 110/80 mmHg, HR 86 x/menit,
RR 20x/menit, T 36,9 ° C, saat ditemui perawat pasien tampak murung dan menghindari perawat.
Apakah diagnosa keperawatan prioritas kasus diatas ?
a. Nyeri kronis
b. Bersihan jalan nafas tidak efektif
c. Kerusakan komunikasi verbal
d. Gangguan menelan
e. Gangguan citra tubuh

13. Pada saat dilakukan pemeriksaan fisik pada Ny, U (30 tahun) diadaptkan distensi abdomen.
Diketahui pasien belim BAB selama 4 hari, Ny. U mengeluh mual, perut kembung dan tidak
nyaman. Perawat memutuskan untuk melakukan huknah rendah pada Ny. U tersebut. Setelah
melakukan informed consent apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan oleh perawat?
a. Membuka pakaian pasien
b. Membantu pasien posisi miring
c. Mengisi irigator dengan NaCl hangat
d. Mengecek katup yang terdapat pada selang irigator
e. Menggantungkan irigator sesuai ketinggian yang diharapkan

14. Seorang perempuan berusia 56 tahun mengeluh nyeri hebat pada abdomen. Pasien menyatakan
mengalami muntah beberapa kali. Pasien dan keluarga menyatakan tidak tahu apa yang dialami
pasien. Apakah prioritas maslah keperawatan pada pasien tersebut?
a. Nyeri (akut) berhubungan dengan agen cedera biologis : obstruksi/spasme duktus,
proses inflamasi, iskemia jaringan/nekrosis
b. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan
melalui pengisapan gaster berlebihan : muntah, distensi, dan hipermotilitas gaster
c. Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
anoreksia
d. Kurang Pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan pengobatan berhubungan dengan tidak
mengenal sumber informasi
e. Kecemasan berhubungan dengan kurang pengetahuan mengenai kondisi penyakit dan proses
pengobatan

15 Ny. T (35 tahun) dirawat dirumah sakit dengan keluhan mual muntah akibat diare sejak 2 ghari
yang lalu dengan frekuensi 5 kali sehari. Dari hasil pemeriksaan fisik TD 110/80 mmHg, Nadi
78x/menit, RR 22x/menit, Suhu 39¬0C, wajah tampak pucat, pergerakan tubuh tampak lemah,
mukosa bibir tampak kering, konjungtiva terlihat pucat. Apakah intervensi yang harus dilakukan
pada kasus tersebut. Intervensi utama apa yang harus diberikan kepada pasien?
a. Terapi Antibiotik
b. Terapi Antipiretik
c. Pemenuhan Oksigenasi
d. Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
e. Pemenuhan Kebutuhan Cairan dan Elektrolit

16. Ny. T (35 tahun) dirawat dirumah sakit dengan keluhan mual muntah akibat diare sejak 2 ghari
yang lalu dengan frekuensi 5 kali sehari. Dari hasil pemeriksaan fisik TD 110/80 mmHg, Nadi
78x/menit, RR 22x/menit, Suhu 39¬0C, wajah tampak pucat, pergerakan tubuh tampak lemah,
mukosa bibir tampak kering, konjungtiva terlihat pucat. Apakah intervensi yang harus dilakukan
pada kasus tersebut. Intervensi utama apa yang harus diberikan kepada pasien?
a. Terapi Antibiotik
b. Terapi Antipiretik
c. Pemenuhan Oksigenasi
d. Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
e. Pemenuhan Kebutuhan Cairan dan Elektrolit

17. Ny. Y 35 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan pada saat berkemih terasa sakit dan panas.
Keluhan ini sudah berlangsung sejak 1 minggu yang lalu. Pasien menyatajan sudah berupaya
banyak minum air putih namun tetap keluhannya yidak berkurang. Dari hasil pemeriksaan urine
didapatkan sedimen (endapan) dengan kultur bakteri positif. Keluhan pasien disertai demam yang
intermitten. Pada saat memberikan penkes pada pasien tersebut, informasi apakah yang harus
disampaikan oleh perawat?
a. Pencegahan infeksi kemih melalui personal hygene
b. Pencegahan infeksi kemih melalui pemberian antibiotika
c. Pencegahan infeksi kemih melalui hidrasi yang adekuat
d. Pencegahan infeksi kemih melalui pemberian nutrisi yang baik
e. Pencegahan infeksi kemih melalui pemberian profikasis

18. Tn.M (67 tahun) yang sudah mengalami proses degeneratif mengalami penurunan fungsi dari
spinchter interna dan eksterna. Kondisi ini akan menyebabkan perubahan pola eliminasi pada
pasien. Apakah kondisi yang menggambarkan perubahan pola eliminasi diatas?
a. Anuria
b. Poliuria
c. Hesistancy
d. Frekuensi
e. Inkontinensia

19. Hasil pengkajian pada pasien Ny. M (46 tahun) didapatkan pitting odema pada kaki kanan dan
kiri, kulit kering dan nampak bercak putih keabuan. Pasien mengeluh sesak dan gatal-gatal pada
seluruh tubuh. Hasil pemeriksaan TTV TD 140/100 mmHg, RR 28 x/menit, N 98x/menit S 36,50
C. Apakah intervensi keperawatan mandiri untuk diagnosa utama pada kasus diatas?
a. Posisikan pasien semi/high fowler
b. Berikan lotion pelembab kulit
c. Monitoring TTV
d. Kaji tingkat kesadaran pasien
e. Kaji perubahan pola eliminasi pasien

20. Perawat yang sedang melakukan anamnesa pada seorang wanita (60 tahun) mencium foetor
uremik saat pasien berbicara pada perawat. Pasien menyatakan memeiliki riwayat penyakit ginjal
dan hipertensi sejak 10 tagun yang lalu. Apakah analisa yang didapatkan pasien dari kondisi
pasien diatas?
a. Kelebihan cairan
b. Kelebihan kreatinin
c. Kelebihan ureum
d. Kelebihan natrium
e. Kelebihan bikarbonat

21. Ny. T (40 tahun) dilakukan pemasangan kateter urine dengan indikasi adanya perubahan pola
eliminasi. Perawat sebelum melakukan pemasangan kateter melakukan informed consent terlebih
dahulu. Setelah perawat memasukan seang kateter pada pasien maka perawat harus melakukan
tindakan yang selanjutnya. Apakah tindakan yang dilakukan oleh perawat?
a. Melakukan fiksasi dengan menggunakan plester
b. Membereskan alat-alat yang digunakan
c. Menyambungkan selang kateter dengan urine bag
d. Memasukkan Nacl 10 mL untuk fiksasi kateter
e. Membersihkan area pemasangan katetr

22. T Seorang pasien wanita (40 tahun) mangalami kerusakan ginjal sejak 5 tahun yang lalu. Pasien
mengeluh lemah seluruh badan. Dari hasil pemeriksaan diketahui kreatinin plasma pepasien 3,0
mg/dL. BB pasien saat dilakukan pemeriksaan adalah 60 kg. Berapakah GFR pada pasien diatas?
a. 13 ml/mnt/1,73 m2 (kerusakan ginjal berat)
b. 23 ml/mnt/1,73 m2 (kerusakan ginjal berat)
c. 43 ml/mnt/1,73 m2 (kerusakan ginjal sedang)
d. 63 ml/mnt/1,73 m2 (kerusakan ginjal ringan)
e. 93 ml/mnt/1,73 m2 (kerusakan ginjal normal)

23. Tn. H (55 tahun) mengeluh BAK sedikit sejak 1 minggu yang lalu, menurut pasien makan dan
minum seperti biasa namun BAK jarang dan sedikit jumlahnya. Pasien merasa khawatir karena
keluhannya ini disertai dengan nyeri pada daerah pinggang. Pasien pernh mengalami BPH 3
tahun yang lalu. Apakah diagnosa keperawatan yang tepat untuk kasus diatas?
a. Kelebihan volume cairan b.d penurunan output urine
b. Kekurangan volume cairan b.d penurunan output urine
c. Perubahan volume cairan b.d penurunan output urine
d. Perubahan pola eliminasi b.d penurunan output urine
e. Perubahan turgor kulit b.d penurunan output urine

24. Tn. D (60 tahun) merupakan pasien rutin hemodialisa, baru menjalani HD selama 1 bulan Pasien
terpasang AV fistula pada tangan kanan. Pada saat akan melakukan pemeriksaan tekanan dara
perawat akan memperhatikan letak pemasangan AV fistula tsb. Apakah yang harus dilakukan
oleh perawat pada saat akan memasang manset spigmonaometer?
a. Memasangkan manset pada tangan kanan
b. Memasangkan manset pada tangan kiri
c. Memasangkan manset pada kaki kanan
d. Memasangkan manset pada kaki kiri
e. Memasangkan manset pada paha kanan

25. Pada saat memasuki unut HD, pasien akan dilakukan pengukuran berat badan untuk menentukan
ultra filtration rate (UFR). Dari hasil pengukuran BB Tn. M (43 tahun) didapatkan 60 kg,
kemudian perawat membandingkan dengan berat badan kering pasien pada saat HD terakhir yaitu
56 kg, hal ini menunjukkan adanya kenaikan BB diatas batas toleransi pada pasien HD. Apakah
potensial masalah keperawatan yang akan terjadi pada pasien?
a. Perubahan pola eliminasi
b. Perubahan berat badan pasien
c. Kelebihan volume cairan
d. Kekurangan nutrisi
e. Kekurangan volume cairan

26.Tn, B (40 tahun) dengan ESRD mengalami urea frost dengan keluhan gatal dan kering pada kulit.
Pasien mengeluh tidak kuat menahan rasa gatalnya dan sering ,emggaruknya sehingga timbul lesi
sampai mengakibatkan perdarahan pada kulit. Apakah diagnosa keperawatan yang muncul pada
kasus diatas?
a. Kelebihan volume cairan b,d penurunan output urine
b. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d anoreksia
c. Ganguan integritas kulit b.d gangguan metabolisme ureum
d. Intoleransi aktivitas b.d keletihan dan anemia
e. Gangguan konsep diri b.d penurunan fungsi tubuh

27. Pada saat melakukan pemeriksaan fisik berupa auskultasi di area abdomen pada pasien Tn B (60
tahun) dengan urolitiasis, perawat menemukan bunyi “bruit” pada seluruh lapang abdomen.
Apakah analisa untuk konidisi diatas?
a. Bruit akibat adanya hambatan atau stenosis pada arteri renalis
b. Bruit akibat adanya peningkatan bising usus pada abdomen
c. Bruit akibat adanya shift cairan di ringga peritoneal
d. Bruit akibat adanya tumpukan lemak pada area abdomen
e. Bruit akibat adanya pergesekan antar organ dalam rongga abdomen

28. Ny. J (30 tahun) diketahui mengalami infeksi saluran kemih dengan keluhan nyeri dan panas saat
berkemih dan urine keluar sedikit, pasien measa sering tidak tuntas saat berkemih. Pasien datang
ke poliklinik dengan keluhan merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Apakah Intervensi
keperawatan mandiri yang dapat dilakukan oleh perawat ?
a. Kolaborasi pemberian antibiotik
b. Menganjurkan pasien untuk banyak minum
c. Melakukan genital hygene
d. Mengkaji riwayat kesehatan
e. Mengkaji TTV

29. Ny. M (40 tahun) mengeluh mengalami penurunan pada rasa kecap dilidahnya. Ny. M mengaku
sulit merasakan rangsang berbagai rasa sehingga ia mengalami penurunan dalam selera
makannya. Dari hasil pemeriksaan sistem persarafan diketahui Ny. M mengalami gangguan pada
saraf kranilais. Saraf bagian manakah yang mengalami gangguan tersebut ?
a. C.N VIII (Vestibulokoklearis)
b. C.N IX (Glosofaringeus)
c. C.N X (Vagus)
d. C.N XI (Assesorius)
e. C.N XII (Hipoglsus)

30. Tn. J (55 tahun) mengalami hemiplegi pasca serangan Stroke Non Hemoragic 2 minggu yang
lalu. Perawat melakukan pengkajian otot dengan hasil 3/3. Tn J nampak masih kesulitan dalam
melakukan aktivitas sehari-harinya. Apakah intervensi keperawatan yang harus dilakukan dalam
masa rehabilitasi pasien?
a. Menganjurkan menggunakan alat bantu gerak
b. Melakukan foto rontgen ekstremitas
c. Penkes mengenai mobilisasi
d. Bantu pemenuhan ADL
e. Latih ROM aktif

31. Seorang wanita mengalami penurunan kesadaran sejak 6 jam yang lalu dengan gerakan mata
membuka dengan rangsang nyeri, bicara dengan mengeluarkan suara yang tidak dimengerti dan
ekstremitas fleksi abnormal. Berapakah nilai GCS pada pasien tersebut?
a. 3
b. 4
c. 5
d. 6
e. 7

32. Seorang pasien laki-laki (37 tahun) mengalmi demam kejang berulang sejak 1 minggu yang lalu.
Pasien mengalmi penurunan tingkat kesadaran somnolen, hasil pemeriksaan Kernig Sign (+),
Brdunzski (+), hasil CT Scan terdapat inflamasi pada selaput meningen disertai kultur CSF (+)
Stertococcus, serta mengalami Lekositosis. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien
tersebut?
a. Gangguan mobilitas fisik
b. Gangguan rasa nyaman
c. Gangguan perfusi serebral
d. Risiko penyebaran infeksi
e. Risiko cedera

33. Pada saat perawat sedang melakukan pemeriksaan fisik dan persarafan pada pasien tiba-tiba
pasien kejang dengan mengeluarkan sedikit buih pada mulut pasien. Apakah tindakan yang harus
segera dilakukan oleh perawat?
a. Kolaborasi obat anti kejang
b. Membersihkan jalan nafas
c. Melakukan pemeriksaan GCS
d. Membaringkan pasien pada posisi aman
e. Melakukan pengikatan pada ektremitas (restrain)

34. Tn. E (60 tahun) mengeluh mengalami penurunan ketajaman penglihatan sejak 3 bulan yang lalu.
Pasien mengeluh sering merasa silau dan tidak nyaman dengan kondisi matanya sekarang. Tidak
jarang pasien tersandung atau menabrak objek yang berada disekitarnya. Hasil pemriksaan mata
didapatkan Blurred vission (+), bercak putih pada kedua mata (+). Apakah intervensi
keperawatan pada kasus tersebut?
a. Melakukan tindakan bedah berupa ICCE
b. Membantu melakukan pemenuhan ADL
c. Memberikan penkes mengenai pemeliharaan mata
d. Melakukan kolaborasi pemberian tetes mata berupa miotika
e. Modifikasi lingkungan aman dan tidak menimbulkan risiko cedera

35. Seorang pasien laki-laki 67 tahun POD ke 4 (post operation day) operasi katarak pada mata
kanannya, dengan kondisi mata tertutup balutan. Pasien mengeluh tidak nyaman dengan kondisi
nya sekarang dan ingin segera mebuka balutannya. Pasien sering menanyakan kepada perawat
mengenai kondisi mata dan penglihatnnya setelah operasi. Apakah diagnosa yang muncul pada
pasien tersebut?
a. Risiko penyebaran infeksi b.d proses pembedahan
b. Risiko cedera b.d penurunan ketajaman penglihatan
c. Gangguan pemenuhan ADL b.d penuruna kempuan melihat
d. Gangguan persepsi sensori : penurunan ketajaman penglihatan b.d proses pembedahan
e. Gangguan rasa aman : ansietas b.d kurangnya informasi mengenai kondisi dan
pengonbatan

36. Ny. Y (55 tahun) datang ke poli spesialis mata dengan keluhan matamerah sejak 2 minggu yang
lalu tidak reda dengan pemberian tetes mata. Keluhan disertai nyeri kepala yang sangat hebat skal
6 (1-10) kadang disertai muntah. Hasil pemeriksaan kelopak mata benkak, terdapat hallo dan
pandangan mata kabur.Pasien didiagnosa mengalami Glaukoma sudut tertutup.
Apakah diagnosa utama pada Ny. Y ?
a. Gangguan konsep diri b.d gangguan body image
b. Gangguan rasa nyaman : Nyeri bd peningkatan TIO
c. Gangguan rasa aman : Cemas b. d kehilangan penglihatan
d. Risiko terjadinya cedera b.d penurunan ketajaman penglihatan
e. Risiko gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan

37. Seorang pasien datang ke UGD dengan keluhan kemasukan benda serangga pada telinga kanan
nya sejak 2 hari yang. Setelah itu pasien merasa telinga berdenging dan merasa pusing serta
pendengaran menjadi tidak jelas. Pasien mengeluh nyeri dan khawatir dengan kondisinya.
Apakah intervensi yang dilakukan perawat ?
a. Melakukan tes Rinne
b. Melakukan tes bisik
c. Melakukan irigasi telinga
d. Melakukan pemriksan CN VIII
e. Melakukan penkes mengenai kebersihan telinga

38. Nn. R (23 tahun) mengeluh sakit pada kedua telinga sejak 1 minggu yang lalu setelah pasien
berenang. Sejak itu kedua telinga sakit, sering kluar cairan agak kental sedikit demi sedikit,
pendengaran mengalmi penurunan. Hasil pemeriksaan didapatkan penumpukan seremun dengan
adanya edema pada telinga tengah. Apakah diagnosa yang tepat untuk kasus tersebut?
a. Gangguan persepsi sensori : penurunan pendengaran b.d obstruksi dan inflamasi
b. Gangguan konsep diri : gangguan body image b.d penumpukan serumen
c. Gangguan rasa nyaman : Nyeri b.d proses inflamasi telinga
d. Risiko penyebaran infeksi
e. Risiko cedera

39. Pasien dengan diagnose medis COPD saat dilakukan pengkajian mengeluh sesak, batuk
berdahak. Hasil pemeriksaan fisik bibir dan kuku nampak sianosis, RR 32×/menit dan dangkal,
menggunakan otot bantu pernafasan, nafas pursed lip breathing.
Tindakan pemenuhan rasa nyaman apakah yang dapat dilakukan perawat?
a. Modifikasi lingkungan
b. Posisi semi/high fowler
c. Tarik nafas dalam
d. Guided Imagery
e. Distraksi

40. Seorang laki-laki 56 tahun menderita datang ke poliklinik RS dengan keluhan nyeri saat
berkemih dan urine yang keluar sangat sedikit. Dari hasil pengkajian fisik didapatkan data TD
160/100, RR 32 x per menit, P 90 x per menit, S : 37 0 C. Pasien mengeluh sesak, saat diperiksa
CRT > 3 detik dan nampak sianosis pada daerah perifer. Apakah masalah keperawatan yang
paling mengancam pada pasien tsb ?
a. Gangguan keseimbangan cairan tubuh
b. Gangguan oksigenasi
c. Gangguan eliminasi urine
d. Gangguan rasa nyaman

41. Ny. N 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan utama sesak. Saat dikaji RR 30
kali per menit, N 70 kali per menit S 36,5 0 C dan TD 140/100 mmHg. TB : 156 cm dan BB 40
kg . Perawat akan memberikan terapi oksigen dengan menggunakan Nasal canule.
Berapakah oksigen yang harus diberikan pada pasien tersebut?
a. 1 liter
b. 2 liter
c. 3 liter
d. 4 liter

42. Pada saat melakukan perkusi dada pada pasien yang mengalami keganasan paru didapatkan hasil
suara redup/ dullness pada area yang mengalami sakit. Apakah kondisi yang terjadi melalui hasil
pemeriksan tersebut?
a. Akumulasi udara
b. Akumulasi cairan
c. Akumulasi massa
d. Akumulasi darah

43. Tn. B (56 tahun) merupakan perokok aktif selama 40 tahun. Datang ke RS dengan keluhan sesak
yang hilang timbul terutama setelah beraktivitas. Hasil pengkajian didapaatkan : P = 89 x/mnt,
RR = 28 x/mnt, S = 36,5 0 C. BB sebelum sakit 52 kg, BB saat ini 43 kg. Suara Ronchi (+).
Apakah Diagnosa utama yang dapat ditegakan oleh perawat adalah :
a. Intoleransi ktivitas b.d penurunan suplai oksigen
b. Nutrisi kurang dari kebutuhan b.d intake yang tidak adekuat
c. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d akumulasi secret dan penyempitan bronkus
d. Penurunan perfusi jaringan b.dpenurunan suplai osigen ke jaringan perifer

44. Pasien Ny. R 34 tahun dirawat sejak 2 minggu yang lalu dengan diagnose paru obstructive. Ny. R
mengeluh sesak dan didapatkan batuk produktif. Perawat melakukan tindakan suction dan
memebantu Ny. R untuk melakukan batuk efektif. Apakah Evaluasi yang harus dilakukan
perawat adalah?
a. Pertukaran gas adekuat.
b. Bersihan jalan napas efektif.
c. Skala nyeri pasien berkurang.
d. Pasien tampak rileks.

45. Perawat yang sedang malakukan pemeriksaan dada menemukan hasil pemeriksaan berupa
gerakan dada asimetris (dada sebelah sinistra tampak tertinggal), pola napas ireguler, frekuensi
napas 28 x/menit. Apakah Interpretasi yang sesuai pada saat dilakukan palpasi adalah ?
a. Fokal fremitus dan taktil premitus teraba getaran menurun disebelah sinistra dan
sebelah dekstra teraba getaran kuat
b. Terdengar bunyi sonor disebelah dekstra dan sebelah sinistra terdengar bunyi paru redup
c. Terdengar bunyi vesikuler di dekstra dan bunyi napas terdengar menjauh di sinistra
d. Gerakan dada tampak asimetris antara dekstra dan sinistra

46. Seorang perempun usia 45 tahun baru selesai menjalani pemasangan WSD ( water sealed
drainage) karena pneumothorax. Karena botol WSD sudah penuh, maka botol tersebut harus
diganti. apa tindakan paling penting saat mengganti botol WSD?
a. Memberikan informed consent pada pasien sebelum tindakann
b. Mengkaji tanda vital sebelum tindakan
c. Menyiapkan alat sebelum tindakan
d. Mengukur isi botol WSD ebelum tindakan
e. Mengklem selang WSD sebelum tindakan
47. Seorang laki-laki usia 60 tahun datang ke UGD karena sesak nafas, frekuensi pernafasan
33x/menit, frekuensi nadi 97x/menit, saturasi oksigen 90%. Dari hasil foto thorax ditemukan
penumpukan cairan di paru paru atau oedem paru. Apa diaganosa keperawatan pada pasien diatas
adalah?
a. Ketidakefektifan pola nafas
b. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
c. Ketidakefektifan perfusi kardiopulmonal
d. Ketidakefektifan perfusi cerebral
e. Kerusakan pertukaran gas

48. Seorang pasien laki-laki usia 45 tahun dirawat dengan diagnosa hemathorax. Ketika melakukan
palpasi, seorang perawat menemukan adanya peningkatan fremitus. Klien harus berbicara agak
keras. Apa yang harus difikirkan oleh perawat?
a. Klien mempunyai dinding dada yang tipis
b. Klien mempunyai kelebihan cairan pada paru-paru atau sedang ada proses infeksi
c. Tidak ada, itu adalah temuan normal
d. Melakukan terapi nebulasi untuk mengencerkan dahak
e. Klien harus berbicara agak keras

49. Seorang perempuan berusia 20 tahun mendapat serangan asma saat dirawat di ruang penyakit
dalam. Saat dikaji frekuensi nafas 37 x/menit, frekuensi nadi 101 x/menit, tekanan darah 130/75
mmHg, saturasi 89% hasil auskultasi didapatkan suara wheezing di kedua lapang paru. Apakah
terapi oksigen yang tepat untuk pasien tersebut?
a. Binasal canule
b. Simple mask
c. Non re-breathing mask
d. Re-breathing mask
e. CPAP

50. Seorang laki laki usia 65 tahun datang ke poli TB karena batuk yang tidak sembuh selama satu
bulan. Diketahui pasien tersebut pernah menjalani pengobatan OAT namun terputus karena
mengeluh sakit lambung setelah mengkonsumsi OAT. Apakah diagnose keperawatan yang tepat
utuk kasus diatas
a. Kurang pengetahuan tentang pengobatan TB
b. Ansietas
c. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
d. Ketidakpatuhan rejimen terapetik
e. Nyeri akut

51. Seorang perempuan usia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak yang
tidak sembuh selama 2 minggu. Hasil sputum BTA adalah -/-/-. Seminggu kemudian, kondisi
pasien tidak ada perbaikan, dimana batuk masih ada dan produktif, keringat malam, sering merasa
cepat lelah. Apa pemeriksaan selanjutnya untuk memastikan diagnose TB?
a. Pemeriksaan sputum BTA ulang
b. Foto thorax
c. Uji tuberculin
d. Mantoux test
e. CT scan paru
52. Seorang laki-laki berumur 40 tahun di rawat di RS dengan diagnosis DBD dan direncanakan
mendapatkan terapi tranfusi darah. Perawat langsung memberikan darah tersebut tanpa
melakukan konfirmasi ulang kepada pasien. Setengah jam kemudian pasien mengeluh gatal dan
menggigil. Prinsip etik apakah yang dilanggar oleh perawat tersebut di atas?
a. Justice
b. Veracity
c. Autonomi
d. Benefisience
e. Non Maleficience

53. Seorang laki-laki usia 57 tahun menderita akut iskemia miokardial. Perawat telah memberikan
terapi oksigen binasal kanul 3 lpm dan isosorbid dinitrat 5 mg sublingual. Perawat H ingin
mengkaji apakah aliran darah ke miokard sudah perbaikan dan melakukan perekaman EKG
Apa gelombang yang harus diperhatikan?
a. Adanya GRS kompleks yang lebar
b. Adanya PR interval yang memendek
c. Kembalinya segmen ST ke batas normal
d. Munculnya gelombang Q patologis
e. Adanya peningkatan segmen ST lebih dari 0,2 mV

54. Seorang wanita berusia 55 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan nyeri dada kiri
yang menjalar ke lengan kiri, neri dirasakan seperti ditimpa benda berat. Nyeri tersebut sudah
berlangsung 45 menit dan tidak hilang dengan istirahat. Dari hasil perekaman EKG ditemukan
ST depresi di lead I, aVl, V5 dan V6.
Apa interpretasi EKG untuk kasus diatas?
a. Angina pectoris stabil, iskemik di lateral
b. Angina pectoris stabil, iskemik di septal
c. Unstable angina pectoris, iskemik di anterior
d. Unstable angina pectoris, iskemik di lateral
e. Unstable angina pectoris, iskemik di septal

55. Seorang perempuan berusia 40 tahun baru saja selesai menjalani prosedur endoskopi dimana
menggunakan sedasi selama prosedur. Pasien direncanakan untuk diberikan makan saat tiba di
ruangan. Apa tindakan yang harus dilakukan terlebih dahulu oleh perawat sebelum memberikan
makan?
a. Monitor kadar saturasi oksigen
b. Mengkaji reflex muntah terlebih dahulu
c. Posisikan pasien miring
d. Berikan seteguk air lebih dahulu
e. Kaji keluhan mual yang bisa diakibatkan oleh sedasi

56. Seorang laki laki usia 39 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan riwayat peptic ulser
mengeluh perunya terasa kaku dan kembung, mengalami demam dengan suhu 38,70 C, TD
130/78 mmHg, HR 97 x/menit, RR 29 x/menit. Hb 8,6 gr/dL, Leukosit 15.000 gr/dL, BU 5
kali/menit, Pasien tersebut dicurigai mengalami peritonitis. Apa data diatas yang paling
menunjukkan tanda/gejala penyakit peritonitis?
a. Leukopenia
b. Bising usus hiperaktif
c. Kekakuan abdomen
d. Polyuria
e. Peningkatan frekuensi BAB
57. Seorang laki-laki usia 57 tahun dating ke UGD dengan keluhan nyeri dada kiri yang berlangsung
selama 30 menit, menjalar ke bahu kiri disertai keringat dingin dan muntah 1 kali. Dari hasil
pemeriksaan EKG diketahui diagnosanya adalah ACS-STEMI.
Bagaimana gambaran EKG yang khas dari kasus diatas?
a. PR interval memanjang
b. ST depresi
c. ST elevasi
d. ST isoelektris
e. T terbalik

58. Seorang perempuan usia 63 tahun yang sedang dirawat karena gagal jantung kongestif, mengeluh
sesak nafas saat ke kamar mandi ( aktivitas ringan), hasil pemeriksaan TTV, TD 90/68 mmHg,
HR 105 x/menit, RR 30 x/menit, T 36,90 C, Akral teraba dingin dan urine berkurang. Apakah
kelas fungsional pasien tersebut?
a. Kelas I
b. Kelas II
c. Kelas III
d. Kelas IV
e. Kelas V

59. Seorang remaja dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosa pericarditis, saat dikaji pasien
mengeluh nyeri dengan frekuensi nadi 97 x/menit, frekuensi nafas 29 x/menit, TD 129/78 mmHg,
skala nyeri 5-6 (0-10). Bagaimana karakteristik nyeri pada kasus diatas?
a. Nyeri yang dapat berkurang dengan istirahat
b. Nyeri yang berkurang dengan pemberian Nitrogliserin
c. Nyeri yang meningkat saat inspirasi, batuk atau perubahan posisi
d. Nyeri yang meningkat dengan posisi semi fowler atau high fowler
e. Nyeri yang disertai keringat dingin

60. Seorang Pasien laki-laki berusia mengalami penurunan kesadaran, GCS 10 ( E3, M5, V2). Dari
hasil pengkajian diketahui ada riwayat cedera kepala dan operasi kraniotomi, pupil anisokor,
terdengar bunyi nafas gargling, RR 30x/menit, HR 59x/menit TD 180/95 mmHg, T 380C,
saturasi 94%. Dari data diatas yang merupakan diagnose keperawatan prioritas adalah
a. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan gangguan peredaran darah karena
adanya penekanan dari lesi (perdarahan, hematoma).
b. Tidak efektinya pola pernapasan, berhubungan dengan kerusakan pusat pernapasan di medulla
oblongata.
c. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d dengan penumpukan secret, cairan atau benda
asing
d. Perubahan kebutuhan nutrisi : Kurang dari kebutuhan berhubungan dengan berkurangnya
kemampuan menerima nutrisi akibat menurunnya kesadaran.
e. Gangguan mobilisasi fisik berhubungan dengan imobilisasi, aturan terapi untuk tirah baring.

61. Seorang pasien laki-laki usia 19 tahun dirawat di ruang penyakit dalam tiba-tiba mengalami
kejang, nafas terengah-engah, mengompol yang berlangsung selama beberapa menit. Setelah
sadar pasien tersebut mengeluh sakit kepala dan badan terasa pegal. Apakah jenis kejang yang
dialami pasien tersebut?
a. Kejang umum
b. Kejang grand mal
c. Kejang focal
d. Kejang tonik-klonik
e. Kejang general

62. Seorang pasien perempuan usia 56 tahun dengan riwayat sakit kepala hebat dan kejang 1 kali
telah menjalani menjalani pemeriksaan lumbal pungksi dimana diketahui hasilnya adalah, warna
bening, glukosa 60 mL ( normal), protein meningkat, kultur ditemukan tidak ada bakteri.Apakah
jenis meningitis yang diderita oleh pasien tersebut?
a. Meningitis bakteri
b. Meningitis aseptik
c. Meningitis septik
d. Meningitis jamur
e. Meningitis TB

63. Seorang pasien laki-laki usia 21 tahun datang ke ruangan bedah dewasa dengan diagnosa Post
Craniotomy POD 0, dari hasil timbang terima diketahui bahwa pasien tersebut mempunyai
riwayat kejang. Pemeriksaan TTV TD 154/98 mmHg, HR 56 x/m, RR 34 x/m, Suhu 37,3 0 C,
GCS E3 M4 V3. Apakah tindakan perawat untuk mencegah injury/cedera pada pasien tersebut?
a. Mencegah lantai basah
b. Mengontrol lingkungan dari kebisingan
c. Menganjurkan keluarga untuk menemani pasien
d. Memasang pengaman di sisi tempat tidur tempat tidur.
e. Menempatkan bel perawat ditempat yang mudah dijangkau pasien

64. Seorang pasien laki-laki 18 tahun dirawat di ruangan bedah setelah tertabrak mobil pada saat
mengendarai sepeda. Pasien didiagnosa cedera kepala berat dan terpasang monitor untuk melihat
tekanan intracranial. Tekanan intracranial adalah 45mmHg di monitor dan diinstruksikan dokter
untuk diberikan terapi monitol. Bagaimanakah terapi tersebut bekerja pada pasien?
a Manitol menurunkan osmolalitas intravaskuler, cairan bebas shift dari interstitial ke seluler,
sehingga menurunkan tekanan intracranial.
b. Manitol akan meningkatkan osmoalitas intravaskuler, cairan bebas shift dari intravaskuler ke
seluler, sehingga menurunkan tekanan intracranial
c. Manitol menurunkan osmolalitas intravaskuler, cairan bebas shift dari interstitial dan
intracranial, sehingga menurunkan tekanan intracranial
d. Manitol akan meningkatkan osmolalitas intravaskuler, cairan bebas shift dari interstitial
dan seluler ke intravaskuler, sehingga menurunkan tekanan intracranial
e. Manitol akan menurunkan osmolalitas intravaskuler, cairan bebas shift dari interstitial dan
seluler ke intravaskuler, sehingga menurunkan tekanan intracranial

65. Seorang pasien perempuan usia 34 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diare akut. Saat
dikaji pasien sudah BAB 7 kali dengan konsistensi cair. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital
ditemukan TD 105/75 mmHg, HR 101 x/menit, RR 21 x/m, suhu 37,60 C, hasil laboratorium
diketahui bahwa kadar Natrium 132 (nilai normal 135—145), kalium 3,5 (nilai normal 4,0-5,5).
Apakah tanda kekurangan elektrolit yang harus diperhatikan oleh perawat?
a. Perubahan EKG dimana PR interval memanjang
b. Penurunan kesadaran menjadi somnolen
c. Keluhan sakit kepala hebat
d. Kram otot
e. Haus
66. Laki-laki berusia 50 tahun mengalami penurunan kesadaran akibat serangan Stroke. Saat ini
dirawat di ICU, pasien tampak pucat, sesak dan suara nafas terdengar gargling, RR 35 x/menit,
frekuensi nadi 89x/menit, TD 167/99 mmHg saturasi 92%, terpasang binasal canule 5 lpm.
Apakah tindakan keperawatan yang harus dilakukan pertama pada pasien tersebut?
a. Memasang infus
b. Melakukan Suction
c. Melakukan tindakan nebulizer
d. Memasang rebreathing mask mulai 8 liter/menit
e. Memasang simple mask mulai 6 liter/menit

67. Seorang perempuan usia 36 tahun dirawat di ruang perawatan dengan diagnosa HIV-AIDS. Pasien
mengalami diare kronis. Hasil pengkajian ditemukan luka lecet pada daerah anal dan pinggang,
kulit dan membran mukosa kering. Tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi pernafasan 28
x/menit, nadi 104 x/menit, suhu 38,2oC. Pasien tampak kotor dan bau. Apakah masalah
keperawatan utama pada pasien tersebut?
a. Gangguan integritas kulit
b. Gangguan personal hygiene
c. Gangguan suhu tubuh: hipertermia
d. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
e. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit

68. Seorang laki-laki berumur 58 tahun dengan diagnosis medis CKD stage V mendapat terapi
hemodialisis 2 kali perminggu. Pasien diintruksikan membatasi minum paling banyak 600 cc/hr.
Hasil pengkajian didapatkan pasien sesak nafas, edema pada ekstremitas bawah dan kelopak
mata. Berat badan pasien sering kali meningkat 4-5 kg diantara waktu dialisis. Apakah tema
pendidikan kesehatan yang tepat diberikan pada pasien tersebut?
a. Pembatasan nutrisi
b. Pembatasan garam
c. Pembatasan cairan
d. Pembatasan aktifitas
e. Berat badan ideal

69. Seorang wanita berumur 61 tahun dirawat dengan diagnosis stroke hemorhagic. Pasien mengalami
penurunan kesadaran (GCS 11). Hasil pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 240/150
mmHg, frekuensi nadi 96 x/menit, pernafasan 16 x/menit, dan suhu 38,7 oC. Pasien mengalami
paralisis, kesulitan mengunyah dan menelan, serta bicara pelo.
Apakah intervensi keperawatan prioritas yang harus dilakukan?
a. Kolaborasi pemberian antihipertensi secara agresif
b. Kolaborasi pemberian manitol 3x150 cc
c. Memasang NGT untuk mencegah aspirasi
d. Memberikan terapi oksigen 4 liter melalui nasal kanul
e. Pemberian cairan intravena NaCl 0,9% 20 tetes/menit

70. Seorang wanita berumur 40 tahun dibawa oleh keluarganya karena penurunan kesadaran. Hasil
pemeriksaan didapatkan, tekanan darah 90/50 mmHg, frekuensi nadi 100 kali/menit, frekuensi
nafas 15 kali/menit, suhu 37,9 oC, pasien berespon positif terhadap rangsang nyeri, taktil, verbal
dan visual namun akan tertidur bila rangsangan dihentikan. Apakah tingkat kesadaran pasien
tersebut?
a. Koma
b. Sopor
c. Apatis
d. Konfusi
e. Somnolen

71. Seorang laki-lki berusia 27 tahun mengalami luka bakar akibat sengatan listrik. Setelah 2 hari, dari
hasil pemeriksaan luka tampak mengenai dermis bahkan sampai ke otot. TTV: nadi 100 x/menit,
RR 23 x/menit dan sushu 37,5o C. Apakah derajat luka bakar pada Tn.H?
a. Luka bakar derajat I
b. Luka bakar derajat II
c. Luka bakar derajat III
d. Luka bakar derajat IV
e. Luka bakar superficial partial-thickness

72. Seorang nenek usia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak. Pasien
mengatakan bahwa batuknya sudah diderita cukup lama namun tak kunjung sembuh. Selama ini
nenek hanya minum obat dari warung. Pemeriksaan fisik didapat data TD : 140/100 mmHg, P :
82 x/mnt, RR : 30 x/mnt dan T : 37 °C, terdapat ronchi dan sedikit sputum. Apakah diagnosa
keperawatan prioritas pasien tersebut?
A. Bersihan jalan nafas tak efektif sehubungan dengan akumulasi sekret
B. Resiko cedera sehubungan dengan penurunan ketajaman penglihatan
C. Kurang pengetahuan sehubungan dengan kurangnya informasi
D. Ansietas sehubungan dengan koping yang tidak efektif
E. Pola nafas tak efektif sehubungan dengan batuk

73. Seorang pasien umur 52 tahun dirawat dengan keluhan sesak nafas. Sesak dirasakan sangat
mengganggu terlebih ketika berbaring. Pemeriksaan fisik didapatkan suara nafas wheezing
ekspirasi. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/100 mmHg, respirasi 29 x/menit
dan terjadi peningkatan suhu tubuh sebanyak 1° C. Apa intervensi keperawatan yang paling tepat
untuk pasien tersebut?
A. Penyuluhan kesehatan tentang aktivitas sehari-hari
B. Memberikan posisi semifowler atau fowler
C. Memberikan obat penurun tekanan darah
D. Memberikan oksigen sesuai kebutuhan
E. Memberikan bronchodilator

74. Seorang pasien umur 52 tahun dirawat dengan keluhan sesak nafas. Sesak dirasakan sangat
mengganggu terlebih ketika berbaring. Pemeriksaan fisik didapatkan suara nafas wheezing
ekspirasi. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/100 mmHg, respirasi 29 x/menit
dan terjadi peningkatan suhu tubuh sebanyak 1° C. Oksimetri SaO2 : 84% . Alat yang tepat untuk
terapi oksigen pada pasien tersebut?
A. Nasal kanula
B. Rebreathing mask
C. Nonrebreathing mask
D. Simpel mask
E. Venturi mask

75. Seorang pasien Ny. R usia 35 tahun dirawat di ruang isolasi. Pasien datang ke rumah sakit dengan
keluhan batuk berdahak yang disertai bercak darah dalam sputum yang dideritanya sejak 5 bulan
yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data tekanan darah 100/70 mmHg, nadi: 78x/menit,
respirasi: 24x/menit, suhu : 36,5°C. Hasil pemeriksaan foto thorax terdapat gambaran putih di
area paru kiri lobus bawah. Pasien mengeluh sesak apabila terlentang, pemeriksaan fisik didapat
data bahwa terdengar penurunan bunyi perkusi paru dan tampak retraksi intercosta. Pemeriksaan
laboratorium darah di dapatkan hasil : LED meningkat dengan Leukosit meningkat. Hasil
pemeriksaan sputum BTA positif. Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat untuk pasien
tersebut?
A. Memberikan penyuluhan tentang aktivitas sehari-hari
B. Tindakan pencegahan infeksi nosokomial
C. Memberikan penyuluhan tentang nutrisi
D. Melakukan pemeriksaan Hb
E. Memberikan OAT

76. Seorang pasien Ny. W usia 38 tahun dengan BB= 38 kg dan TB = 149 cm dirawat di bangsal
penyakit dalam. Alasan datang ke rumah sakit adalah pasien tak sadarkan diri. Hasil pemeriksaan
fisik didapatkan data bahwa BP : 110/ 95 mm Hg, P = 90 x permenit, RR = 24 x permenit dan T=
35°C. pemeriksaan lainnya terdapat pengecilan pada lengan atas pasien, lemak tubuh berkurang
drastis dan urin bau keton. Hasil pemeriksaan laboratorium GDS = 310 mg/dl dan hasil
pemeriksaan urin terdapar ureum dan kreatinin dalam urin.
Masalah keperawatan utama pasien diatas adalah:
A. Penurunan perfusi jaringan cerebral
B. Gangguan pemenuhan nutrisi
C. Kurang pengetahuan
D. Intoleransi aktifitas
E. Resiko injuri

77. Seorang pasien Ny. W usia 38 tahun dengan BB= 38 kg dan TB = 149 cm dirawat di bangsal
penyakit dalam. Alasan datang ke rumah sakit adalah pasien tak sadarkan diri. Hasil pemeriksaan
fisik didapatkan data bahwa BP : 110/ 95 mm Hg, P = 90 x permenit, RR = 24 x permenit dan T=
35°C. pemeriksaan lainnya terdapat pengecilan pada lengan atas pasien, lemak tubuh berkurang
drastis dan urin bau keton. Hasil pemeriksaan laboratorium GDS = 310 mg/dl dan hasil
pemeriksaan urin terdapat ureum dan kreatinin. Penyebab terjadinya penurunan kesadaran pada
pasien tersebut adalah
A. Kurang patuh terhadap penggunaan insulin
B. Peningkatan reaksi katabolisme lemak
C. Peningkatan pemecahan protein
D. Peningkatan glukosa darah
E. Peningkatan miksi

78. Tn. A usia 49 tahun dirawat dibangsal ortopedik dengan riwayat post ORIF hari ke-3. Hasil
pemeriksaan fisik TD: 120/70 mmHg, Nadi : 90 x/mnt, Resp: 20 x/mnt, Suhu : 37,0°C,
conjunctiva ananemis, pasien tampak lemah, makanan habis 2 sendok. Terdapat mual dan
muntah. hasil laboratorium GDS : 90 mg/dl
Masalah keperawatan utama pasien diatas adalah:
A. Defisit perawatan diri sehubungan dengan kurangnya pengetahuan entang perawatan diri.
B. Nutrisi kurang dari kebutuhan sehubungan dengan gangguan intake nutrisi
C. Intoleransi aktivitas sehubungan dengan asupan nutrisi kurang
D. Resiko infeksi sehubungan dengan gangguan integritas jaringan
E. Gangguan thermoregulasi sehubungan dengan proses infeksi

79. Tn. A usia 49 tahun dirawat dibangsal ortopedik dengan riwayat post ORIF hari ke-3. Hasil
pemeriksaan fisik TD: 120/70 mmHg, Nadi : 90 x/mnt, Resp: 20 x/mnt, Suhu : 37,0°C,
conjunctiva ananemis, pasien tampak lemah, makanan habis 2 sendok. Terdapat mual dan
muntah. hasil laboratorium GDS : 90 mg/dl.
Tindakan kolaborasi apakah yang paling tepat untuk mengatasi masalah utama pasien tersebut?
A. Latihan ROM
B. Menentukan kebutuhan kalori dan rencana diet
C. Menciptakan suasana yang nyaman untuk makan
D. Memberikan antibiotik sesuai dengan advis
E. Pemeriksaan lab darah lengkap

80. Ny. N usia 33 tahun, BB = 49 Kg, TB = 147 cm. dirawat dibangsal penyakit dalam dengan
riwayat penyakit jantung. Hasil pemeriksaan fisik TD: 130/90 mmHg, Nadi : 94 x/mnt, Resp: 22
x/mnt, Suhu : 36,0°C, conjunctiva ananemis, pasien tampak lemah, makanan habis ¼ porsi.
Terdapat mual dan muntah, ektremitas bengkak.
Berapakah kebutuhan Basal Energy expenditure pasien tersebut?
A. 1220,2 kal
B. 1800 kal
C. 220,2 kal
D. 655 kal
E. 66 kal

81. Seorang pasien Tn. B usia 53 tahun, bekerja sebagai karyawan swasta. Saat ini dirawat di ruang
penyakit dalam dengan alasan perut begah dan terasa sesak. Dari hasil pemeriksaan diagnostik
yang dilakukan 3 bulan yang lalu ditemukan bahwa terdapatnya varises esofagus yang terlihat
dari hasil pemeriksaan endoskopi. Dari riwayat penyakit pasien sudah mengalami setahun yang
lalu namun mendapatkan perawatan di rumah sakit sejak 3 bulan yang lalu, riwayat penggunaan
minuman keras diakui oleh pasien. Hasil pemeriksaan BP : 100/80 mmHg, P : 90 x/ menit, RR :
32 x/ menit dan T ; 36°C. hasil pemeriksaan fisik didapatkan data bahwa perut pasien ascites,
akral dingin. Pasien mengeluh kesulitan makan dan sering mual-mual. Saat ini pasien akan
dilakukan tindakan parasentesis. Tindakan perawat yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan
pasien adalah:
A. Menganjurkan pasien untuk makan terlebih dahulu
B. Persiapan psikologis pasien
C. Melakukan informconsent
D. Memasang infus
E. Persiapan alat

82. Tn. F usia 28 tahun dirawat dibangsal penyakit dalam dengan riwayat HIV/AIDS sejak 3 hari yang
lalu. Hasil pemeriksaan fisik TD: 110/80 mmHg, Nadi: 90x/mnt, Resp: 33 x/mnt, Suhu 37°C,
akral dingin. Saat ini pasien terpasang oksigen.
Berapakah kebutuhan oksigen tambahan pada pasien diatas?
A. 20%
B. 10%
C. 10 ltr
D. 12 ltr
E. 0,5 ltr

83. Seorang wanita usia 56 tahun dibawa keluarganya ke puskesmas dengan keluhan pusing dan kaku
pundak.. Keluarga mengatakan sudah 2 kali berobat ke puskesmas ini dengan pengakit yang sama
namun saat ini pasien hampir jatuh dikamarnya. Hasil pemeriksaan fisik TD: 205/80 mmHg,
Nadi: 88 x/mnt, Resp: 18 x/mnt, Suhu 36°C, akral hangat
Penyuluhan kesehatan apakah yang paling tepat untuk keluarga pasien tersebut?
A. Cara memasak makanan yang tepat untuk lansia
B. Penanganan hipertensi di rumah
C. Nutrisi yang tepat untuk lansia
D. Diet rendah garam
E. Diet kaya serat

84. Tn. F usia 37 tahun dirawat dengan keluhan sakit perut dan tidak buang air besar sejak 3 hari yang
lalu. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data teraba massa feses di kuadran bawah perut dan
skala nyeri 6 (0-10). Terdapat peningkatan frekuensi nadi dan sedikit peningkatan tekanan darah.
Tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah tersebut adalah:
A. Penyuluhan mengenai nutrisi dan makanan
B. Mengeluarkan feses dengan spuit gliserin
C. Mengurangi kecemasan pasien
D. Melakukan washout
E. Memasang infus

85. Ny. S usia 38 tahun dirawat di unit stroke sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik
Kesadaran somnolen, TD: 120/100 mmHg, Nadi: 88x/mnt, Pernafasan : 22 x/mnt, suhu : 36°C.
terdengar ronchi kasar, terpasang infus NaCl 0,9% sebanyak 20 gtt dan direncanakan untuk
suctioning dan perawat sudah mempersiapkan alat sesuai dengan kebutuhan.
Langkah berikutnya yang harus dilakukan perawat adalah:
A. Menyambungkan kateter penghisap dengan mesin suction
B. Mendekatkan bengkok
C. Menuangkan Normal saline kedalam kom steril
D. Melakukan pemeriksaan fungsi mesin suction
E. Mencuci selang kateter dengan normal salin

86. Ny. Z usia 45 tahun dirawat di unit stroke sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik
Kesadaran kompos mentis, TD: 120/90 mmHg, Nadi: 88x/mnt, Pernafasan : 24 x/mnt, suhu :
36°C. terdapat disartria dan mulut mencong ke kanan. Pasien kesulitan setiap kali berkomunikasi
dengan keluarganya. Tindakan keperawatan yang tepat untuk mengatasi masalah pasien tersebut
adalah:
A. Kolaborasi dengan speech therapist
B. Mengajarkan komunikasi dengan augmentasi
C. Mengurangi kecemasan pasien
D. Melatih otot fasialis dengan senam muka
E. Melatih artikulasi

87. Seorang pasien Ny. T usia 32 tahun. Pasien tersebut dirawat dengan keluhan sesak nafas dan
terasa berat apabila dalam posisi tidur. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital BP = 100/90 mmHg,
HR= 85 x/m, RR = 29 x/m dan T = 37 °C. hasil pemeriksaan fisik terdapat penurunan vokal
premitus, pernurunan ekspansi paru. Pasien tampak kesakitan ketika bernafas. Hasil pemeriksaan
laboratorium terdapat peningkatan leukosit dan Hb = 10 mg/dl
Tindakan keperawatan yang tepat untuk mengatasi masalah pasien tersebut adalah:
A. Memberikan penyuluhan batuk efektif
B. Kolaborasi pemberian antibiotik
C. Memberikan posisi semifowler
D. Memberikan analgetik
E. Memasang infus

88. Ny. Z usia 45 tahun dirawat di unit stroke sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik
Kesadaran kompos mentis, TD: 120/90 mmHg, Nadi: 88x/mnt, Pernafasan : 24 x/mnt, suhu :
36°C. terdapat disartria dan mulut mencong ke kanan. Pasien kesulitan setiap kali berkomunikasi
dengan keluarganya.
Apa penyebab disartria pada pasien tersebut?
A. Kelemahan otot facialis
B. Kerusakan nervus XII
C. Kerusakan nervus IX
D. Kerusakan nervus V
E. Kerusakan trachea

89. Tn. V usia 29 tahun dirawat dibangsal penyakit dalam untuk pertama kali dengan keluhan sesak
nafas. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan data bahwa terdapat penurunan vibrasi paru dan
penurunan ekspansi paru. Tekanan darah 110/100 mmHg, nadi : 100 x/menit, respirasi: 32
x/menit dan suhu 36 °C,terlihat retraksi instercosta. Hasil pemeriksaan rontgent terdapat
akumulasi cairan dalam rongga intrapleural. Saat ini sedang dilakukan pemasangan selang dada.
Yang harus diwaspadai perawat saat ini adalah
A. Dosis dan efek penguunaan analgetik dan sedatif
B. Intake dan output cairan drainase
C. Penurunan kesadaran
D. Posisi fowler pasien
E. Mobilisasi pasien

90. Seorang pasien dirawat di ruang penyakit dalam. 12 jam yang lalu Tn. M usia 37 tahun mendapat
kecelakaan motor. Pasien mengeluh nyeri dada dan nafas terasa sesak. Hasil pemeriksaan BP =
100/90 mmHg, HR = 95 x/m, RR = 32 x/m, T = 36,5 °C. Hasil pemeriksaan fisik suara nafas
ronchi (+), tampak retraksi IC. Hasil pemeriksaan darah ditemukan Hb = 10 mg/dl dan glukosa =
180 mg/dl. Tindakan yang harus dilakukan perawat untuk mengatasi masalah pasien tersebut
adalah?
A. Melakukan kleping dan postural drainase
B. Melatih nafas dalam dan batuk efektif
C. Pemasangan selang dada
D. Pemasangan infus
E. Pemasangan NGT

91. Seorang pasien umur 52 tahun dirawat dengan keluhan sesak nafas. Sesak dirasakan sangat
mengganggu terlebih ketika berbaring. Pemeriksaan fisik didapatkan suara nafas wheezing
ekspirasi. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/100 mmHg, respirasi 29 x/menit
dan terjadi peningkatan suhu tubuh sebanyak 1° C
Pemeriksaan diagnostik apakah yang perlu dilakukan ?
A. Analisa gas darah
B. Ureum dan kreatinin
C. Toleransi aktifitas
D. Spirometri
E. Golongan darah dan rhesus

92. Tn. J usia 48 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan riwayat combustio. Hasil pemeriksaan
fisik TD: 110/90 mmHg, Nadi : 98x/mnt, Resp: 24 x/mnt, suhu: 37° C. tampak luka bakar di
kedua ekstremitas atas, dada dan perut. Tampak kemerahan dan beberapa bagian berupa bula-bula
yang berwarna jernih yang tertutup daun pisang. Terpasang infus NaCl 0,9% 20 tts/mnt.
Masalah keperawatan utama pada pasien tersebut adalah:
A. Resiko infeksi
B. Resiko kurangnya volume cairan
C. Defisit perawatan diri
D. Gangguan mobilitas fisik
E. Gangguan integritas jaringan

93. Tn. J usia 48 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan riwayat combustio. Hasil pemeriksaan
fisik TD: 110/90 mmHg, Nadi : 98x/mnt, Resp: 24 x/mnt, suhu: 37° C. tampak luka bakar di
kedua ekstremitas atas, dada dan perut. Tampak kemerahan dan beberapa bagian berupa bula-bula
yang berwarna jernih yang tertutup daun pisang. Derajat luka bakar pada pasien tersebut adalah:
A. 36%
B. 44%
C. 18%
D. 32%
E. 23%

94. Tn. Y usia 36 tahun datang ke poliklinik kulit dengan keluhan gatal-gatal pada kakinya. Hasil
pemeriksaan fisik TD: 120/90 mmHg, Nadi : 90x/mnt, Resp: 18 x/mnt, suhu: 36° C. tampak
borok berwarna kemerahan dengan kawah yang berwarna putih sebagian masih membentuk
furunkel. Furunkel tampak sampai ke paha sebelah kiri. Masalah keperawatan utama pada pasien
tersebut adalah:
A. Resiko kurangnya volume cairan
B. Gangguan integritas jaringan
C. Gangguan mobilitas fisik
D. Defisit perawatan diri
E. Resiko infeksi

95. Tn. Y usia 36 tahun datang ke poliklinik kulit dengan keluhan gatal-gatal pada kakinya. Hasil
pemeriksaan fisik TD: 120/90 mmHg, Nadi : 90x/mnt, Resp: 18 x/mnt, suhu: 36° C. tampak
borok berwarna kemerahan dengan kawah yang berwarna putih sebagian masih membentuk
furunkel. Furunkel tampak sampai ke paha sebelah kiri.
Tindakan keperawatan utama pada pasien tersebut adalah:
A. Mengambil sampel pus dan menyerahkan pada bagian laboratorium
B. Membersihkan luka dan membuang jaringan yang rusak
C. Peyuluhan kesehatan tentang personal hygiene
D. Memberikan antibiotik cream
E. Pemasangan infus

96. Ny. R usia 46 tahun dirawat dengan DM tipe1. Pemeriksaan fisik TD: 110/80 mmHg, Nadi:
88x/mnt, Resp: 20x/mnt, suhu 36,5°C. pasien tampak lemah dan saat ini adalah waktunya untuk
makan siang dan pasien akan minum obat antidiabetik. Hasil lab GDS: 240 mgdl.
Intervensi keperawatan apa yang tepat untuk pasien tersebut?
A. Penyuluhan mengenai cara minum obat antidiabetik yang tepat
B. Penyuluhan mengenai cara melakukan penyuntikan insulin
C. Peyuluhan kesehatan tentang aktivitas yang baik
D. Penyuluhan mengenai diabetes mellitus
E. Pemberian insulin suntik pada pasien

97. Tn. D usia 18 tahun dirawat sejak 2 hari yang lalu di ruang ICU dengan Dengue Syok Syndrome.
Hasil pemeriksaan fisik TD: 100/70 mmHg, Nadi : 79 x/mnt, Resp: 21 x/mnt, Suhu: 38 °C.
tampak petechiae pada kulit, terdapat epistaksis sejak 1 jam yang lalu. Hasil lab trombosit 5000
mgdl. Intervensi keperawatan apa yang tepat untuk pasien tersebut?
A. Penyuluhan mengenai makanan yang dapat meningkatkan trombosit
B. Pemasangan infus NaCl 0,9% dengan cara di guyur
C. Peyuluhan kesehatan tentang aktivitas yang baik
D. Penyuluhan mengenai personal hygiene
E. Pengambilan sampel darah

98. Kakek N usia 58 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sakit pada lutut sebelah kanan. Hasil
pemeriksaan TD: 140/90 mmHg, Nadi : 98x/mnt, Resp: 22 x/mnt , suhu: normal, akral hangat,
terdapat kekakuan sendi, tampak bengkak dan sakit apabila digerakkan. Saat ini kakek sedang
minum obat asam urat yang dibeli oleh anaknya. Dokter memberikan obat untuk menghilangkan
sakit dan menyarankan untuk menghentikan sementara penggunaan obat yang dibeli sendiri.
Terapi nonfarmakologis apa yang dapat dilakukan perawat untuk mengatasi masalah tersebut?
A. Latihan range of motion
B. Kompres hangat
C. Kompres dingin
D. Distraksi
E. Relaksasi

99. Tn. U usia 56 tahun dirawat dibangsal bedah dengan riwayat post TURP hari ke-2. Hasil
pemeriksaan TD: 140/90 mmHg, Nadi: 89 x/mnt, resp: 23 x/mnt, suhu : 36,5°C, terpasang drain
dengan jumlah urin sebanyak 125 ml dan berwarna merah, infus dengan NaCl 0,9% 20 tetes/mnt.
Tindakan yang dapat dilakukan perawat untuk mengatasi masalah pasien tersebut adalah ?
A. Mengobservasi intake dan output cairan
B. Melatih otot pelvis / kegel exercise
C. Melatih miring kanan dan kiri
D. Mengajarkan teknik relaksasi
E. Bladder training

100. Tn. U usia 56 tahun dengan BB : 89 kg, dirawat dibangsal bedah dengan riwayat post TURP hari
ke-2. Hasil pemeriksaan TD: 140/90 mmHg, Nadi: 89 x/mnt, resp: 23 x/mnt, suhu : 36,5°C,
terpasang drain dengan jumlah urin sebanyak 125 ml dan berwarna merah, infus dengan NaCl
0,9% 20 tetes/mnt. Cairan pembilas drainase terpasang 1500 ml.
Berapakah jumlah urin normal pasien diatas ?
A. 2136 ml – 4272 ml / 24 jam + jumlah cairan drainase
B. 2200 ml + jumlah cairan drainase
C. 2136 ml/24 jam
D. 220 ml/24 jam + jumlah cairan drainase
E. Bladder training

101. Tn. T usia 52 tahun dengan BB : 80 kg, dirawat dibangsal bedah dengan riwayat post TURP hari
ke-3. Hasil pemeriksaan TD: 130/90 mmHg, Nadi: 90 x/mnt, resp: 21 x/mnt, suhu : 36,5°C,
terpasang drain dengan jumlah urin sebanyak 200 ml dan berwarna kuning dan terdapat sedikit
darah , pasien mengatakan bahwa dia merasa khawatir takut tidak mampu lagi menjalankan
kewajiban sebagai suami. Tindakan mandiri keperawatan apa yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah tersebut ?
A. Mendiskusikan dengan pasien tentang kemungkinan yang terjadi setelah operasi
B. Meyakinkan pasien bahwa semua akan seperti biasa dan tidak akan ada masalah
C. Menghubungi dokter agar pasien dapat mengkonsultasikan kekhawatirannya
D. Mengkaji tingkat kecemasan pasien
E. Mengukur jumlah urin
102. Nn. F usia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sakit saat buang air kecil dan urin keluar
sedikit. Hasil pemeriksaan fisik TD: 110/90 mmHg, Nadi : 80 x/mnt, Resp : 18 x/mnt, suhu:
36,8°C, skala nyeri 8 (1-10), hasil pemeriksan lab terdapat peningkatan leukosit dan hasil kultur
urin terdapat kuman stapilokokus. Tindakan mandiri keperawatan apa yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah tersebut ?
A. Penyuluhan kesehatan tentang personal hygiene
B. Kolaborasi tentang obat analgetik dan antibiotik
C. Mengajarkan teknik penurun nyeri
D. Mengkaji tingkat kecemasan pasien
E. Mengukur jumlah urin

103. Nn. F usia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sakit saat buang air kecil dan urin keluar
sedikit. Hasil pemeriksaan fisik TD: 110/90 mmHg, Nadi : 80 x/mnt, Resp : 18 x/mnt, suhu:
36,8°C, skala nyeri 8 (1-10), hasil pemeriksan lab terdapat peningkatan leukosit dan hasil kultur
urin terdapat kuman stapilokokus. Data yang menunjukkan sudah terjadinya infeksi pada pasien
diatas ?
A. Hasil kultur urin terdapat kuman stapilokokus
B. Nyeri saat buang ai kecil
C. Urin yang keluar sedikit
D. Peningkatan leukosit
E. Skala nyeri 8

104. Tn. B usia 60 tahun dirawat dengan infark miokard hari pertama. Hasil pemeriksaan fisik TD :
140/90 mmHg, Nadi : 70 x/mnt, teraba lemah, Resp : 28 x/mnt, suhu : 36 °C, pasien tampak
lemah, kekuatan otot menurun, akral dingin, CRT 6 detik, hasil pemeriksaan EKG terdapat ST
elevasi, pemeriksaan kimia jantung terdapat CK-MB dalam darah. Masalah utama pasien diatas
adalah ?
A. Gangguan perfusi jaringan(hipoksia jaringan)
B. Gangguan rasa nyaman nyeri
C. Penurunan cardiac output
D. Gangguan mobilitas fisik
E. Intoleransi aktivitas

105. Tn. B usia 60 tahun dirawat dengan infark miokard hari pertama. Hasil pemeriksaan fisik TD :
140/90 mmHg, Nadi : 70 x/mnt, teraba lemah, Resp : 28 x/mnt, suhu : 36 °C, pasien tampak
lemah, kekuatan otot menurun, akral dingin, CRT 6 detik, hasil pemeriksaan EKG terdapat ST
elevasi, pemeriksaan kimia jantung terdapat CK-MB dalam darah. Tindakan keperawatan utama
untuk pasien diatas adalah ?
A. Pemberian terapi morfin
B. Pemasangan infus
C. Pemberian oksigen
D. Pemberian nitrat oral
E. Pemberian aspirin

106. Seorang remaja perempuan usia 19 tahun, sudah sebulan dirawat karena pusing 6 bulan terakhir
terutama dipagi hari, kelemahan kaki dan tangan, mual dan muntah proyektil seminggu terakhir,
hasil pemeriksaan CT Scan terdapat massa berukuran 3x3cm dilobus temporal, penurunan fungsi
penghidu. TB 170 cm, BB 40kg, mukosa bibir pucat, turgor kulit menurun, konjungtiva pucat.
Klien tidak mau makan dan berkata tidak ada gunanya makan karena klien sudah bosan hidup.
Apakah rencana tindakan perawatan utama yang harus dilakukan?
a. Berikan makanan dalam porsi kecil 5x/sehari
b. Berikan makanan cair
c. Dorong klien menceritakan ketakutannya
d. Pasang NGT
e. Pasang total nutrisi parenteral

107. Seorang perempuan berusia 36 tahun, dibawa suaminya ke UGD karena mengeluh penciuman
berkurang, nafsu makan menurun, TB 150 cm, BB 37 kg. Kulit tampak kusam, turgor kulit
berkurang, klien tampak lemah. Apakah data laboratorium yang harus dilengkapi pasien?
a. Cek trombosit
b. Cek eritrosit
c. Cek lekosit
d. Cek albumin
e. Cek proteine.

108. Seorang wanita usia 34 tahun datang ke RS dan didiagnosis Glaukoma.Pasien mengeluh sakit
kepala hebat, disertai pandangan mata yang buram sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan
menunjukan peningkatan Tekanan Intra Okular. Hasil pemeriksaan funduskopi didapatkan sudut
mata melebar. Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus diatas ?
a. Gangguan persepsi sensori b.d penurunan lapang pandang
b. Gangguan rasa nyaman: nyeri b.d peningkatan TIO
c. Risiko jatuh b.d penurunan fungsi penglihatan
d. Hambatan mobilitas fisik b.d sakit kepala
e. Risiko penyebaran infeksi

109. Perawat akan melakukan pemeriksaan telinga pada pasien otitis media akan tetapi pada saat
proses pelaksanaan pasien mengalami pusing. Apakah yang harus dilakukan perawat?
a. Memposisikan pasien pada satu sisi
b. Lapor ke dokter penanggung jawab
c. Mengukur tekanan darah pasien
d. Mengistirahatkan pasien
e. Mengatur posisi pasien dengan nyaman

110. Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat di ruang perawatan bedah karena mengalami
rhematik kaki kirinya. Massa tulang terlihat berkurang dengan CT Scan tulang. Pasien mengeluh
sakit pada setiap persendian ektremitas dan tulang belakang. Apakah pengkajian riwayat
kesehatan lalu yang harus diketahui oleh perawat?
a. Pola diet Calcium
b. Pola aktivitas fisik
c. Hoby dan olahraga
d. Riwayat menopause
e. Kualitas dan kuantitas nyeri

111. Seorang laki-laki berusia 25 tahun, mengalami kecelakaan dan dirawat di ruang perawatan bedah.
Pasien tidak mampu melihat dengan normal. Kateter urine harus dipasang karena pasien sering
ngompol. Ekpresi wajah pasien terlihat sedih dan terkesan menghindari interaksi.Pasien berkata:
“apakah saya bisa berjalan lagi seperti dulu?”. Manakah reaksi perawat yang paling tepat ketika
pasien bertanya?
a. “Semua mungkin saja bisa terjadi, sebaiknya anda bersabar saja. ”
b. “ Sepertinya hal itu tidak mungkin karena cederanya sangat parah “
c. “ Maaf saya tidak memiliki wewenang untuk menjawab hal itu “
d. “Saya yakin Bapak mampu menghadapi situasi paling buruk “
e. “Mari kita berdoa saja, semoga tuhan memberikan mukjijat”
112. Seorang laki-laki berusia 28 mengeluh keluar cairan dari telinganya dan berbau yang ternyata
pasien mempunyai kebiasaan mengorek telinga dengan bulu ayam. Pasien berobat ke poliklinik
rawat jalan dan mendapatkan edukasi kesehatan. Informasi apa yang harus disampaikan kepada
pasien?
a. Pencegahan terjadinya kerusakan telinga
b. Perawatan membersihkan telinga
c. Cara perawatan telinga yang benar
d. Kemungkinan akibat penyakit
e. Mengobati penyakit penyebab

113. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dirawat di RS tempat anda bekerja. Dari hasil pemeriksaan
diketahui bahwa pasien kanker lidah. Pasien selalu ditemani tunangannya. Saat tunangannya
sedang tidak berada disamping pasien, perawat mendapat pesan dari pasien agar merahasiakan
segala sesuatu yang berkaitan dengan penyakitnya, karena tunangannya tidak tahu bahwa dia
kanker lidah.
Bagaimana sikap perawat terhadap permintaan tersebut?
a. Perawat merahasiakan status penyakit klien pada tunangannya sesuai dengan
permintaan klien
b. Perawat merahasiakan namun nanti akan memberitahu tunangan supaya tunangannya
mengetahui
c. Perawat memberitahu tunangan klien dan mencoba membujuk untuk tidak mau dinikahi klien
d. Perawat menanggapi dengan acuh tak acuh karena perawat merasa banyak pekerjaan yang
lebih penting dibanding mengurusi urusan klien
e. Perawat akan mempertemukan pasien dengan tunangannya kemudian akan menjelaskan
tentang penyakit

114. Seorang perempuan 25 tahun berobat ke poliklinik THT dengan keluhan sering mengalami
gangguan pada telinga berupa keluaran cairan yang sedikit berbau, hal ini sering dialaminya jika
terkena demam atau pilek. Apakah bagian telingan yang sering dijadikan sebagai jalan masuknya
bakteri?
a. Tuba Estachius
b. Tulang Mastoid
c. Membran Tympani
d. Canalis Eksternus
e. Daun Telinga

115. Seorang laki-laki 45 tahun datang ke poliklinik karena sering mengalami telinga berdengung,
merasa penuh ditelinga dan kadang disertai perasaan lingkungan sekitar seakan-akan berputar-
putar. Dokter mendiagnosa pasien mengalami penyakit Otitis Media. Apakah Pendidikan
kesehatan yang harus disampaikan pada saat pasien mengalami perasaan lingkungan sekitar
seakan-akan berputar-putar (vertigo)?
a. Menghindari kontaknya air pada membran timpani
b. Anjurkan pasien untuk pemeriksaan telinga secara berkala
c. Letakkan bantal pada kedua sisi kepala untuk membatasi gerakan
d. Anjurkan pasien untuk sering membersihkan telinga untuk menghindari penumpukanserumen
e. Sarankan pasien supaya tidak sering mengorek-mengorek telinga menghindarkan
kerusakan membran timpani

116. Seorang pasien pria berusia 9 tahun, datang ke poli mata diantar oleh ibunya, dengan keluhan
nyeri dan gatal pada mata kanannya sejak 2 hari yang lalu setelah melakukan aktivitas renang
dikolam renang umum.. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik ditemukan : konjungtiva mata
kanan berwarna merah, berair dan eksudat (+). Apakah tindakan keperawatan yang prioritas
untuk mengatasi masalah pasien tersebut?
a. Menganjurkan pasien untuk dilakukan kultur
b. Kolaborasi pemberian antibiotik topikal/oral
c. Kolaborasi pemberian antisteroid
d. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga kebersihan diri dan penyakit mata
e. Melakukan tindakan kompres dingin pada mata yang sakit

117. Seorang pasien pria berusia 42 tahun seorang buruh di pertambangan pasir, datang ke poli mata
dengan keluhan matanya berwarna merah dan terasa nyeri pada kedua mata ketika mata atau
kelopak matanya digerakkan. Berdasarkan pemeriksaan fisik ditemukan : adanya eritema pada
kedua mata, adanya penurunan ketajaman penglihatan, dan ditemukan adanya benda asing.
Jelaskan tindakan keperawatan prioritas yang dapat dilakukan pada kasus di atas adalah?
a. Melakukan tutup dan balut tekan pada mata yang sakit
b. Kolaborasi pemberian antibiotik topikal
c. Lakukan irigasi dengan aquabidesh/NaCl
d. Kolaborasi pemberian antibiotik dan melakukan irigasi
e. Kolaborasi pemberian antiinflamasi .

118. Seorang pria berusia 74 tahun datang ke poli mata dengan keluhan penurunan ketajaman
penglihatan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan : Pada penyinaran lensa tampak kelabu atau
kekeruhan memutih. Pada pemeriksaan oftalmoskop, pada jarak tertentu didapatkan kekeruhan
yang berwarna hitam dengan latar berwarna merah. Pada pemeriksaan refraksi terdapat miopisasi
yaitu pada stadium awal lensa menjadi cembung. Berdasarkan pemeriksaan fisik, pasien
dianjurkan untuk menjalani (ICCE) intra capsular cataract extraction. Sebutkan diagnosa
Keperawatan utama pada kasus di atas ?
a. Gangguan persepi sensoris, penglihatan bd penurunan ketajaman penglihatan
b. potensial cedera bd penurunan ketajaman penglihatan
c. potensial terjadinya komplikasi operasi
d. gangguan rasa aman: cemas bd kurangnya pengetahuan penyakit dan pengobatan
e. potensial infeksi

119. Seorang Pasien wanita berusia 30 Tahun dang ke poli mata RS Cicendo dengan keluhan
kekaburan penglihatan terutama sore hari, melihat cincin warna pelangi disekitar lampu / lilin,
kepala terasa sedikit sakit pada sisi mata yang kanan dan bola mata terasa agak nyeri.berdasarkan
pemeriksaan fisik ditemukan: Hiperemi perikorneal ringan, Kornea agak suram karena edema,
Bilik mata depan agak dangkal, lapang pandang perifer menyempit, Pupil sedikit melebar,
penurunan ketajaman penglihatan dan Tekanan bola mata meningkat. Jelaskan penyebab dari
gangguan mata pada kasus di atas?
a. Kelainan yang mengenai otot-otot ekstra okuler
b. Terjadi hambatan aliran aquos humor dari bilik mata belakang ke bilik mata depan
c. Terjadi gangguan keseimbangan protein dalam membran semipermiabe
d. Peradangan pada kornea mata
e. Reksi inflamasi akibat infeksi virus

120. Seorang anak perempuan berusia 5 tahun datang ke poli THT diantar oleh ibunya, dengan
keluhan telinga kirinya mengeluh nyeri dan berair, 7 hari sebelumnya anak tersebut ada riwayat
batuk dan pilek selama 2 minggu menurut keterangan ibunya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan
: gendang telinga intac, mengalami pembengkakan dan hiperemis, sekret (+), serumen (+).
apakah penyebab gangguan telinga yang dialami anak tersebut?
a. Infeksi bakteri pada mukosa telinga tengah
b. Peradangan pada nasofaring
c. Infeksi bakteri/virus akibat infeksi saluran pernapasan atas
d. Gangguan faktor pertahanan tubuh seperti silia dari mukosa tuba Eustachius, enzim, dan
antibodi.
e. Infeksi saluran telinga tengah akibat penumpukan serumen

121. Seorang pasien pria berusia 30 tahun, datang ke poli tht dengan keluhan adanya benda asing
didalam telinganya. Pasien menjelaskan bahwa ketika sedang membersihkan telinganya memakai
cotton bud. Tiba-tiba, kapas berbentuk bulat yang berada di ujung cotton bud lepas dan tertinggal
di dalam liang telinga. Karena panik, dia berusaha mengambil kapas itu dengan mengurek-
ureknya. Bukan kapas yang keluar. Sebaliknya, kapas makin masuk hingga tidak bisa
dikeluarkan. Rasa nyeri pun terasa. Sebutkan tindakan keperawatan yang tepat pada kasus di
atas?
a. Melakukan irigasi pada telinga
b. Menggunakan pengait khusus/spooling untuk mengangkat benda asing dengan hati2
c. Menetesi telinga dengan carbogliserin 10 %
d. Kolaborasi pemberian anastesi lokal dan lakukan pengambilan benda asing dengan pengait
khusus/spooling
e. Melakukan irigasi telinga dengan air hangat kemudian menggunakan pengait khusus/spooling
untuk mengangkat benda asing.

122. Anak laki-laki usia 5th datang ke poliklinik dimana Anda bertugas, otore telinga kiri sejak 3hr
yang lalu. diawali dgn infeksi saluran napas atas. kesadaran CM, febris (39 derajat), membran
timpani bulging dgn supurasi telinga tengah. diagnosis?
a. Miringitis bulosa
b. Otitis media supuratif kronik
c. Mastoiditis akut
d. Otitis media akut
e. Mastoiditis kronis

123. Seorang anak berusia 2 tahun dibawa ke Rumah Sakit oleh ibu dengan keluhan demam, tidak
nafsu makan, sakit perut, batuk, dan hidung tersumbat. Hasil pemeriksaan, didapatkan suhu tubuh
37,8 0C, adanya pembengkakan pada mukosa hidung dan terdapat secret. Apakah masalah
keperawatan prioritas pada kasus diatas?
a. Resiko infeksi
b. Defisit volume cairan
c. Ketidakefektifan pola napas
d. Ketidakefektifan bersihan jalan napas
e. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

124.Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun sangat aktif bergerak, seperti berjalan, mamanjat, bahkan
menggunakan benda-benda disekelilingnya (selain mainannya) untuk keperluan bermain,
terkadang benda-benda yang menjadi pilihannya tergolong berbahaya. Ibu sangat cemas melihat
perilaku anaknya tersebut. Apakah tindakan yang tepat disarankan oleh perawat kepada Ibu
tersebut ?
a. Menyarankan Ibu untuk menyediakan ruangan khusus untuk bermain anak
b. Menyarankan Ibu untuk melarang jika anak melakukan sesuatu yang dianggap berbahaya
c. Menyarankan Ibu untuk membimbing & mengontrol perilaku anak dengan bahasa yang
dimengerti
d. Menyarankan Ibu untuk memberitahukan anak & mengingatkannya tentang hal-hal yang boleh
dan tidak boleh dilakukan
e. Menyarankan Ibu untuk membiarkan saja apa yang dilakukan anak, karena anak pasti akan
berhenti apabila sudah merasa bosan atau sakit

125. Seorang laki-laki berusia 34 tahun pada saat dilakukan wawancara di dapat data “ Mengatakan
dirinya adalah presiden dan saya akan mengadakan rapat dengan pejabat, saya orang hebat dan
semua yang ada disini adalah staf dan bawahan saya ” Kontak mata ada, bicara kacau, tidak betah
diam ditempat duduk, selalu mondar mandir sambil menghardik teman-temannya. Apakah
masalah utama pada pasien ini ?
a. Isolasi sosial
b. Gangguan konsep diri
c. Perubahan proses pikir
d. Resiko perilaku kekerasan
e. Gangguan persepsi sensori

126. Seorang laki-laki berusia 80 thn, dibawa anaknya ke poli karena sering terjatuh menabrak
sesuatu, pasien tidak bisa berhenti spontan, kalau akan menoleh pasien selalu memutar seluruh
tubuhnya, kepala dan leher bergoyang-goyang spontan. Postur tubuh bungkuk. Pemeriksaan fisik
: visus mata menurun tapi sudah dikoreksi dengan kacamata, pandangan mata tidak kabur,
kesadaran compos-mentis. Apakah data tambahan apa yang harus dikaji untuk menentukan
diagnosis resiko cedera?
a. Penurunan visus
b. Minus Kacamata tidak tepat
c. Tingkat kesadaran
d. Tingkat pencahayaan ruangan
e. Kekuatan otot

127. Seorang perempuan berusia 24 tahun diantar ke ruang penyakit dalam dari IGD dengan diare
kronis dan dehidrasi, sudah dilakukan pemeriksaan ELISA dan anti HIV (hasil belum ada), saat
ini perawat akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap. Alat pelindung diri apakah yang perlu
dipakai untuk melakukan prosedur tersebut?
A. Sarung tangan dan gaun
B. Sarung tangan dan masker
C. Sarung tangan, masker dan gaun
D. Sarung tangan
E. Tidak perlu alat pelindung

128. Seorang laki-laki berumur 50 th datang ke sebuah poliklinik untuk melakukan skrining. Keluhan
yang dirasakan adalah konstipasi, tinja terdapat darah hitam, sakit terasa di daerah abdomen kiri
atas dan bawah. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan terdapat massa di daerah kolon. Apakah
yang dapat dijadikan petunjuk faktor risiko kanker kolon?
a. Riwayat kebiasaan makan makanan instan
b. Riwayat merokok
c. Riwayat keluarga dengan kanker kolon
d. Riwayat peradangan kolon atau polip saluran pencernaan
e. Riwayat peradangan lambung

129. Seorang perempuan yang telah menjalankan Esophagogastrodoudenuscopy mengeluh rasa tidak
nyaman, mual dan ingin muntah. Apakah yang harus diprioritaskan perawat dalam rencana
merawat pasien tersebut:
a. Menuntun agar dapat bersendawa
b. Memberi kumur hangat untuk luka di tenggorokan
c. Memonitor suhu tubuh
d. Memonitor rasa panas di dada
e. Menuntun agar dapat buang angin (flatus)

130. Perawat merencanakan akan memberikan informasi kepada pasien yang akan di lakukan prosedur
Endoscopy. Pasien memberikan pernyataan tentang hal yang diketahui tentang prosedur tersebut.
Manakah dari pernyataan pasien berikut ini yang paling tepat?
a. “Saya mengerti, saya harus menandatangani surat persetujuan.”
b. “Saya senang tidak perlu berbaring untuk prosedur ini.”
c. “Saya senang akan diberi obat penenang melalui infus.”
d. “Saya berharap mendapat obat semprot untuk menghilangkan rasa muntah.”
e. ”Saya senang tidak perlu mendapat bius umum.”

131. Pasien dirawat di Rumah Sakit untuk dilakukan Barium Swallow keesokan hari. Perawat
memberikan langkah-langkah prosedur kepada pasien tersebut. Apakah langkah pertama yang
diinformasikan sebelum tindakan tersebut?
a. Puasa 8 jam sebelum prosedur.
b. Makan makanan lunak.
c. Melanjutkan pengobatan oral.
d. Memonitor konstipasi.
e. Memonitor muntah.

132. Pasien dirawat di Rumah Sakit untuk menjalani Tes Toleransi Glukosa. Pemeriksaan tersebut
dilakukan untuk menentukan apakah pasien menderita hipoglikemia fungsional. Untuk
mengurangi atau menghilangkan gejala yang dialami oleh pasien tersebut maka perawat
menganjurkan makan lima sampai enam kali makanan sedikit-sedikit. Kandungan nutrisi
manakah yang paling dibutuhkan pasien tersebut?
a. Gula sederhana.
b. Protein komplit.
c. Karbohidrat kompleks.
d. Lemak tidak jenuh.
e. Vitamin.

133. Pasien dirawat di Rumah Sakit dengan untuk menjalani Tes Toleransi Glukosa. Hasil
pemeriksaan tersebut menunjukkan pasien tersebut menderita hipoglikemia fungsional.
Untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan manakah dari pernyataan berikut merupakan
bukti terbaik bahwa pengobatan diit untuk mengontrol hipoglikemia merupakan terapeutik?
a. Pasien mengalami berkurang rasa haus dan mulut kering.
b. Pasien mengalami berkurang kejang otot dan kelelahan.
c. Pasien mengalamiberkurang rasa lapar dan kejang perut.
d. Pasien mengalami berkurang rasa haus dan kecemasan.
e. Pasien mengalami berkurang rasa lapar dan kejang-kejang.

134. Ny. G (30 thn) datang ke ruang gawat darurat, mengeluh nyeri saat berkemih, BAK sering tapi
sedikit-sedikit terutama di malam hari. Pasien juga mengeluh demam 3 hari yang lalu, tidak selera
makan. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri tekan pada daerah suprapubis, badan teraba hangat.
Suhu : 37.6 ° C, Nadi ; 82 x/menit, TD : 110/70 mmHg. Hasil pemeriksaan urin : urin keruh,
berbau tidak enak, ditemukan lekosit dan eritrosit. Diagnosa keperawatan yang utama pada kasus
diatas adalah :
a. Hipertermi b.d respon sistemik dari inflamasi saluran kemih
b. Nyeri akut b.d infeksi saluran kemih
c. Resiko ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan b.d tidak selera makan
d. Kurang pengetahuan b.d ketidakadekuatan informasi factor pencetus inflamasi saluran kemih
e. Gangguan pola istirahat b.d perubahan pola berkemih

135. Tn. A (46 thn) dirawat untuk mengevaluasi tidak berfungsinya system perkemihan dan
dijadwalkan untuk pemeriksaan MRI system perkemihan. Sebelum pemeriksaan MRI dilakukan,
yang harus diobservasi dan dikaji oleh perawat adalah :
a. Riwayat penyakit masa lalu
b. Riwayat penyakit keturunan
c. Riwayat merokok dan minum beralkohol
d. Riwayat operasi
e. Riwayat penyakit sekarang

136. Ny. G (30 thn) datang ke ruang gawat darurat, mengeluh nyeri saat berkemih, BAK sering tapi
sedikit-sedikit terutama di malam hari. Pasien juga mengeluh demam 3 hari yang lalu, tidak selera
makan. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri tekan pada daerah suprapubis, badan teraba hangat.
Suhu : 37.6 ° C, Nadi ; 82 x/menit, TD : 110/70 mmHg. Hasil pemeriksaan urin : urin keruh,
berbau tidak enak, ditemukan lekosit dan eritrosit. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan
untuk mengatasi nyeri pasien adalah
a. Kolaborasi dalam pemberian antibiotik
b. Melakukan pemasangan kateter indwelling
c. Mengkaji tanda vital dan tingkat kesadaran
d. Menganjurkan pasien untuk banyak minum (8-10 gelas/hari)
e. Mengukur pemasukan dan pengeluaran cairan secar akurat

137. Ny. M (50 thn) dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan lemas, ekstremitas bawah terasa
lemas dan telapak kaki rasa terbakar. Pada pengkajian ditemukan : konjungtiva anemia, kulit
berwarna lebih gelap, napas berbau ammonia, tampak luka pada bibir, sesekali pasien cegukan,
kulit pasien tampak kering, pruritus. Pasien mengeluh tidak selera makan, berat badan turun
beberapa bulan terakhir. Tanda vital : suhu, 36.8° C, nadi 90 x/m, pernapasan 28/m, TD 150/90
mmHg. Apakah pemeriksaan diagnostik yang menjadi parameter dalam menilai fungsi ginjal ?
a. Laju filtrasi glomerulus
b. Pemeriksaan urin
c. Pemeriksaan BUN
d. Pemeriksaan elektrolit darah
e. Pemeriksaan MRI

138. An. Susi (7 th) dirawat di Ruang 201 dengan diagnosa medis Otitis Media Akut. Perawat
mendapat order antibiotik dengan spektrum kuat (broadspectrum) untuk pasien tersebut. Perawat
mengerti bahwa pertimbangan pemberian antibiotik adalah:
a. Adanya proses mastoiditis akut
b. Adanya eksudat pada telinga tengah
c. Adanya penumpukan cerumen yang kronik
d. Adanya proses infeksi oleh streptococcus pneumoniae
e. Adanya penumpukan cairan (efusi) pada telinga tengah

139. Perawat Nina sedang mengevaluasi hasil laboratorium pasien baru Tn Jose (35 th) dirawat di
ruang rawat inap . Hasil menunjukkan adanya peningkatan T4, T3, dan T3 uptake. Hasil
laboratorium ini menjadi data objektif selain dari tanda dan gejala klinis berikut:
a. Berat badan meningkat, tachycardia, constipastion.
b. Bradycardia, hypertension, kulit kering, meningkat nafsu makan.
c. Emosi labil, tachydardia, berat badan meningkat, nafsu makan meningkat.
d. Bradycardia, hypotension, berat badan meningkat, menurun nafsu makan.
e. Nafsu makan meningkat, berat badan turun, sering berkeringat, emosi labil.

140. Ny. L (25 th) dirawat di ruang 261 dengan diagnose medis Hyperthyroidism, dokter meresepkan
obat Methimazole. Perawat mengajar pasien untuk kebutuhan pada saat pulang atau perawatan di
rumah yaitu harus menghubungi dokter apabila mengalami
a. Tachycardia, berat badan meningkat, tremor.
b. Bradycardia, berat badan turun, berkeringat.
c. Nafsu makan menurun, berat badan turun, lemah.
d. Lemah, berat badan meningkat, nafsu makan turun.
e. Lemah, berat badan meningkat, nafsu makan meningkat

141. Hasil pengkajian Berat Badan pasien Tn. H. (45 th) dengan Hyperthyroidsm menunjukkan 15 %
kurang dari normal. Perawat menentukan diagnose keperawatan: Perubahan pola nutrisi: kurang
dari kebutuhan tubuh.: Intervensi keperawatan yang tepat untuk Tn. H adalah meningkatkan
intake kalori sampai
a. 2500 kalori d. 4000 kalori
b. 3000 kalori e. 4500 kalori
c. 3500 kalori

142. Tn. Doni (35 th) dirawat dengan diagnosa medis hypothyroidism dan mendapatkan terapi
hypothyroidism jangka panjang. Salah satu :tugas utama perawat adalah mengetahui dan
memantau adanya :
a. Angina d. Hypertension
b. Hypoglycemia e. Hyperkalemia
c. Bradycardia

143. Seorang pasienTn. B. berusia 56 tahun dirawat di ruang interna, dengan diagnosa medis stroke di
mana sebagian tubuh sebelah kiri mengalami kelumpuhan. Hasil pengkajian adalah pasien batuk
dan tangan teraba hangat, dan getah bening regional pada leher kanan membersar,nyeri tekan,
konsistensi lunak dan dalam batas jelas. Apakah masalah keperawatan pasien?
A. Infeksi kelenjar getah bening
B. Infeksi akut saluran pernafasan
C. Obstruksi kelenjar getah bening
D. Infeksi kronik saluran pernafasan
E. Pembesaran kelenjar getah bening

144. Seorang laki-laki berusia 32 tahundirawat di ruang bedah saraf, diduga mengalami trauma
medula spinalis yaitu sakral 4. Pasien menyatakan akan menikah dengan tunangannya, dan kuatir
akan kemampuannya dalam melakukan hubungan seksual. Tindakan keperawatan manakah yang
tepat di bawah ini?
A. Menyarankan untuk mendiskusikan kekuatirannya dengan kepada ruangan.
B. Mendengarkan keluhan pasien dan merujuknya kepada konselor seksual.
C. Memberikan informasi-informasi yang jelas mengenai hasil pemeriksaan diagnostik.
D. Memberikan informasi bahwa fungsi seksual tidak akan dipengaruhi akibat trauma ini.
E. Menyarankan pasien untuk mengikuti program perawatan dan pengobatan dengan aktif.

145. Seorang perempuan berusia 30 tahun baru saja masuk rawat di ruang interna dengan keluhan
kelemahan pada ekstremitas sejak 3 hari yang lalu, hasil pemeriksaan fisik menemukan bahwa
pasien tidak sanggup untuk menunjuk hidungnya sambil menutup mata, dan tidak sanggup
memutar telapak tangan pronasi dan supinasi dengan cepat. Apakah masalah keperawatan pada
pasien tersebut?
A. Gangguan vestibular
B. Plak pada saraf kortikal
C. Lesi pada saraf kranial IX
D. Kerusakan fungsi serebral
E. Gangguan fungsi sensorik

146. Tn. Sarif (65 th) dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa medis stroke. Pada saat
perawat memberikan terapi nutrisi diet cair, pasien mengalami episode batuk pada saat menelan.
Suhu pasien adalah 38˚C, saturasi oksigen adalah 91% (sebelumnya 98 %), pasien tampak
bingung, sesak, terdengar ronkhi di kedua paru. Apakah tindakan perawat yang paling tepat?
A. Memasang selang oksigen
B. Memberikan obat bronchodilator
B. Memberikan acetaminophen secara suppository
C. Mendorong pasien untuk batuk dan nafas dalam
D. Menghubungi dokter

147. Pasien Ny. Sinta (75 th) sedang dirawat di ruang VIP Mawar. Perawat mengkaji hasil
pemeriksaan diagnostik CTScan dan menemukan hasil gambaran pemeriksaan terdapat pecah
pembuluh darah di otak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kelemahan pada ekstremitas kiri,
refleks gag negatif, dan inkontinen alvi dan urin. Tindakan prioritas apa yang harus dilakukan
perawat?
A. Memeriksa tanda-tanda vital
B. Melakukan latihan rentang gerak pada ekstremitas kiri pasien
C. Memberikan perawatan kulit
D. Menaikkan posisi kepala 30 derajat
E. Mengkaji tingkat kesadaran pasien

148. Seorang pasien Tn. Firman (35 th) dibawa ke IGD karena baru saja mengalami kecelakaan motor.
Perawat mengkaji status neurologis pasien yaitu GCS = 8, takanan darah 150/100 mmHg. Dokter
memberikan order pemberian manitol 20% per intra vena 2 gr/Kg BB/per 4-6 jam. Bagaimanakah
perawat akan memberikan larutan manitol per intra vena?
A. Menghangatkan larutan manitol dan alirkan sesuaiperhitungan tetesan
B. Menggunakan filter dan alirkan sesuai perhitungan tetesan
C. Menggunakan infus drip dan alirkan sesuai perhitungan tetesan
D. Mengocok larutan manitor dan alirkan sesuai perhitungan tetesan
E. Mencampur larutan dengan pelarut dan alirkan sesuai perhitungan tetesan

149. Seorang pasien Tn. R umur 70 tahun dengan diagnosa medis stroke baru saja masuk rawat di
ruang penyakit dalam. Perawat menemukan adanya kesulitan menelan sehingga menetapkan
diagnosa keperawatan Kerusakan kemampuan menelan. Tindakan apakah yang akan dilakukan
perawat untuk menolong pasien memenuhi kebutuhan nutrisi dan mencegah aspirasi?
A. Memberikan diet cair melalui selang nasogastrik
B. Memberikan diet lunak dengan posisi pasien setengah duduk
C. Memberikan diet cair dengan posisi duduk dan kepala menunduk
D. Memberikan diet lunak dengan posisi duduk dan leher fleksi
E. Memberikan diet lunak secara perlahan dengan posisi tidur
150. Ny. Ani (32 tahun) dirawat di ruang rawat intensif dengan tumor otak menggunakan ventilator
mekanis sementara direncanakan untuk melakukan operasi. Perawat memahami bahwa pasien
mengalami peningkatan tekanan intrakranial karena pasien mengalami “Cushing Triad” yaitu
bradikardi, hipertensi, dan bradipnea. Perawat akan mempertahankan fungsi ventilator secara
maksimalapabilatekanan CO2adalah:
A. 10 – 15 mm Hg
B. 15 – 25 mm Hg
C. 25 – 20 mm Hg
D. 35 – 45 mm Hg
E. 40 – 55 mm Hg

151. Seorang pasien laki-laki berusia 17 tahun, dirawat di ruang medikal bedah dengan diagnosa
konkusi serebral. Pasien tampak gelisah, bingung dan disorientasi. Diagnosa keperawatan apakah
yang menjadi prioritas diformulasikan oleh perawat?
A. Perubahan persepsi sensori (visual) sehubungan dengan trauma neurologis
B. Defisit perawatan diri sehubungan dengan trauma neurologis
C. Kerusakan komunikasi verbal sehubungan dengan penurunan kesadaran
D. Resiko injuri sehubungan dengan defisit neurologis
E. Perubahan pola nutrisi: kurang dari kebutuhan sehubungan dengan defisit neurologis

152. Tn. W (54 th) dirawat di ruang rawat medikal bedah dengan diagnosa medis stroke dan
mengakibatkan kelemahan ektremitas kiri. Perawat N. memahami bahwa osteoporosis dapat
terjadi pada bagian tubuh yang mengalami kelemahan apabila tidak digunakan. Rencana tindakan
keperawatan apakah yang harus menjadi tujuan perawat?
A. Mempertahankan kadar protein
B. Mempertahankan kadar vitamin
C. Melakukan latihan menggunakan beban
D. Melakukan latihan gerak rentang tubuh
E. Melakukan latihan berjalan dalam ruang rawat

153. Tn. Dadang (45 th) dirawat di di ruang medikal bedah kamar 402, dengan diagnosa medis batu
ginjal. Hasil pemeriksaan menunjukkan komposisi batu ginjal adalah kalsium. Perawat Rina
merencanakan akan memberikan promosi kesehatan mengenai pola diit. Pola diit yang manakah
yang paling tepat diajarkan oleh perawat Rina?
A. Minum air putih 1500 ml perhari, batasi makanan mengandung kalsium dan garam, seperti
ikan sarden, daging segar.
B. Minum air putih lebih dari lebih dari 1500 mL per hari, batasi susu dan yang mengandung
purin.
C. Minum air putih 1-2 liter per hari, batasi daging, bayam, dan keju.
D. Minum air putih 2.5 – 3 liter per hari, batasi makanan yang mengandung kalsium dan
vitamin D.
E. Minum air putih 3-4 liter per hari, batasi makan kacang, mentega dan buah jeruk

154. Ny. Sari (35 tahun) harus menjalani Hemodialisa tiga kali dalam seminggu, karena mengalami
gagal ginjal kronis. Pada perawat dia mengeluh menyatakan fistula yang terdapat di lengan
kanannya semakin terlihat buruk dan kulit terasa gatal. Intervensi keperawatan yang tepat untuk
masalah Ny. Sari yaitu perubahan citra tubuh adalah:
a. Menganjurkan Ny. Sari untuk memakai baju lengan panjang untuk menutupi fistula
b. Membiarkan Ny. Sari mengungkapkan perasaannya
c. Merujuk Ny. Sari ke dokter spesialis kulit
d. Melaporkan kondisi Ny. Sari ke dokter ginjal yang merawatnya
e. Menjelaskan bahwa kondisi tersebut adalah tidak membahayakan

155. Tn. Budi (65 tahun) didiagnosa oleh dokter mengalami stroke iskemik, dan mengalami gangguan
menelan. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi klien, maka Ners Santi melakukan hal berikut:
a. Memberikan diit cair menggunakan NGT
b. Memberikan diit lembut dengan posisi klien menggunakan 2 bantal di kepala
c. Memberikan diit lembut dengan posisi duduk dan kepala ekstensi
d. Memberikan diit lembut dengan posisi duduk tegak dan leher fleksi
e. Memberikan diit lembut dengan posisi tidur menggunakan bantaul dan miring ke kanan

156. Tn. Sugeng (50 tahun) segera dibawa oleh keluarganya ke UGD setalah mengalami jatuh di
kamar mandi. Pada saat tiba di UGD, perawat mendapati pasien dengan kondisi koma, postur
tubuh deserebrasi, pupil tidak bereaksi terhadap cahaya, pernafasan abnormal. Perawat
menganalisa tanda dan gejala ini dihubungkan dengan:
a. Trauma batang otak
b. Trauma otak serebelum
c. Kontusi serebri
d. Konkusi serebri
e. Trauma spinal

157. Tn. Dadang (45 th) dirawat di di ruang medikal bedah kamar 402, dengan diagnosa medis batu
ginjal. Hasil pemeriksaan menunjukkan komposisi batu ginjal adalah kalsium. Perawat Rina
merencanakan akan memberikan promosi kesehatan mengenai pola diit. Pola diit yang manakah
yang paling tepat diajarkan oleh perawat Rina?
A. Minum air putih 1500 ml perhari, batasi makanan mengandung kalsium dan garam, seperti
ikan sarden, daging segar.
B. Minum air putih lebih dari lebih dari 1500 mL per hari, batasi susu dan yang mengandung
purin.
C. Minum air putih 1-2 liter per hari, batasi daging, bayam, dan keju.
D. Minum air putih 2.5 – 3 liter per hari, batasi makanan yang mengandung kalsium dan
vitamin D.
E. Minum air putih 3-4 liter per hari, batasi makan kacang, mentega dan buah jeruk

158. Ny. Sari (35 tahun) harus menjalani Hemodialisa tiga kali dalam seminggu, karena mengalami
gagal ginjal kronis. Pada perawat dia mengeluh menyatakan fistula yang terdapat di lengan
kanannya semakin terlihat buruk dan kulit terasa gatal.
Intervensi keperawatan yang tepat untuk masalah Ny. Sari yaitu perubahan citra tubuh adalah:
a. Menganjurkan Ny. Sari untuk memakai baju lengan panjang untuk menutupi fistula
b. Membiarkan Ny. Sari mengungkapkan perasaannya
c. Merujuk Ny. Sari ke dokter spesialis kulit
d. Melaporkan kondisi Ny. Sari ke dokter ginjal yang merawatnya
e. Menjelaskan bahwa kondisi tersebut adalah tidak membahayakan

159. Tn. Budi (65 tahun) didiagnosa oleh dokter mengalami stroke iskemik, dan mengalami gangguan
menelan. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi klien, maka Ners Santi melakukan hal berikut:
a. Memberikan diit cair menggunakan NGT
b. Memberikan diit lembut dengan posisi klien menggunakan 2 bantal di kepala
c. Memberikan diit lembut dengan posisi duduk dan kepala ekstensi
d. Memberikan diit lembut dengan posisi duduk tegak dan leher fleksi
e. Memberikan diit lembut dengan posisi tidur menggunakan bantaul dan miring ke kanan
160. Tn. Sugeng (50 tahun) segera dibawa oleh keluarganya ke UGD setalah mengalami jatuh di
kamar mandi. Pada saat tiba di UGD, perawat mendapati pasien dengan kondisi koma, postur
tubuh deserebrasi, pupil tidak bereaksi terhadap cahaya, pernafasan abnormal. Perawat
menganalisa tanda dan gejala ini dihubungkan dengan:
a. Trauma batang otak
b. Trauma otak serebelum
c. Kontusi serebri
d. Konkusi serebri
e. Trauma spinal

161. Seorang pria, usia 65 tahun, memiliki luka di area bokong, ia sama sekali tidak mau bergerak
miring kanan atau kiri. Apakah faktor yang paling berkontribusi terhadap kerusakan jaringan kulit
pria tersebut ?
a. dia sering berkeringat .
b. kandungan diet dengan tinggi protein .
c. dia sering meluncur ke bawah di kursinya .
d. gesekan kulit dan seprei saat berpindah posisi tidur .
e. setelah reposisi , ia sering memutar kembali ke posisi semula .

162. Seorang pasien laki-laki 56 tahun datang dengan keluhan sulit BAK, hasil USG diketahui
terdapat batu di area kandung kencing. Pasien harus dilakukan cistostomy. Perawat meminta
persetujuan keluarga dan pasien untuk melakukan tindakan tersebut. Termasuk ke dalam aspek
legal etik yang manakah, tindakan yang dilakukan perawat dalam meminta persetujuan pasien?
a. justice
b. veracity
c. autonomy
d. beneficence
e. maleficence

163. Seorang laki-laki, usia 60 tahun, post rawat Diabetes Melitus akibat hiperglikemia, saat ini
sudah diperbolehkan rawat jalan. Apakah anjuran perawat pada pasien agar gula darah pasien
tersebut dapat terkontrol ?
a. batasi asupan cairan
b. batasi asupan protein
c. olahraga secara teratur
d. kurangi aktifitas seksual
e. atur diet tinggi kalori tinggi protein

164. Seorang laki-laki berusia 50 tahun denagn diagnosis Congestive Heart Failure . Pasien mengeluh
sesak dan nampak gelisah. Hasil auskultasi menunjukkan adanya crackles pada bagian basal paru
kanan dan kiri. Apakah yang menyebabkan sesak pada pasien tersebut?
a. Kekurangan mobilisasi fisik
b. Peningkatan beban jantung
c. Kelebihan sel darah merah
d. Kelebihan volume cairan
e. Kekurangan oksigen

165. Seorang laki-laki 34 tahun datang ke RS, dengan keluhan sesak, saat anamnesis diketahui laki-
laki tersebut seorang preman yang menjadi korban pemukulan temannya . Lokasi pemukulan
tepat di dada kiri pasien. Perawat segera melakukan tindakan pertolongan.
Termasuk aspek legal etik yang manakah, tindakan pertolongan segera yang dilakukan oleh
perawat ?
a. justice
b. veracity
c. autonomy
d. beneficence
e. maleficence

166. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di RS, mengeluh sesak, batuk berdahak, sulit batuk.
Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan bibir dan kuku tampak sianosis, RR 32×/menit dan
dangkal, menggunakan otot bantu pernafasan. Pasien didiagnosis PPOK. Apakah tindakan yang
tepat untuk pasien tersebut?
a. posisi semi/high fowler
b. berikan agen mukolitik
c. modifikasi lingkungan
d. suctioning
e. oksigenasi

167. Seorang pasien dibawa ke gawat darurat berikut kebakaran rumah , dengan luka bakar lebih dari
36 % dari tubuhnya . Daerah yang melepuh dan putih merah muda , dan sangat menyakitkan
ketika luka dipalpasi.
Apakah jenis luka bakar yang dia miliki ?
a. Ketebalan sebagian
b. ketebalan penuh
c. superfisial
d. mayor
e. minor

168. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke UGD akibat tersiram cairan kimia. Terdapat
lepuh di area tangan kanan dan kiri. Pasien mengeluh nyeri dan perih pada area yang tersiram zat
kimia. Manakah tindakan pertama yang tepat dalam kejadian luka bakar akibat bahan kimia ?
a. siram dengan air es
b. berikan infus terapi
c. menetralisir bahan kimia
d. terapkan agen topikal yang diresepkan
e. balut pasien segera dengan balutan steril

169. Tn B, usia 60 tahun, datang ke UGD dalam keadaan tidak sadar. Menurut keluarga,pasien sering
mengalami haus, sering buang air kecil di malam hari, merasa lapar terus, penglihatan kabur , dan
muntah. Apakah pemeriksaan penunjang untuk mengetahui resiko diabetes mellitus type II dalam
6 bulan terakhir pada pasien diatas ?
a. darah rutin
b. gula darah puasa
c. gula darah sewaktu
d. gula darah post pandrial
e. glikohemoglobin (HbA1c)
170. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dirawat di UGD akibat luka bakar karena ledakan kompor di
warungnya. Saat datang ke UGD mengeluh sesak, dahak berwarna kehitaman. Area yang terbakar
wajah, lengan dan kaki. Bagaimana perawat mengidentifikasi adanya masalah gangguan
pertukaran gas berhubungan dengan menghirup asap pada pasien luka bakar akibat thermal ?
a. PaCO2 adalah < 45 mm Hg
b. PaO2 adalah 85 mm Hg
c. SaO2 adalah > 90%
d. HCO3- adalah 22
e. pH adalah 7.34

171. Seorang laki-laki, usia 65 tahun, memiliki luka di area kaki karena tersengat kelabang, luka
kehitaman dan berdarah terus menerus, diameter luka 10 x 10 cm. Apakah yang harus dilakukan
perawat ?
a. luka diberi salp trombhopob
b. merujuk untuk amputasi kaki pasien
c. memberikan antibiotik sesuai kebutuhan pasien
d. membersihkan area luka kemudian menutup dengan kassa steril
e. bersihkan luka, beri topikal agent yang sesuai untuk autolisis debridement

172. Seorang lelaki, 54 thn, mengeluh sesak napas, terdengar bunyi crakles di area dada kanan dan
kiri, memiliki riwayat hipertensi sejak 2 tahun yang lalu. Menunjukan apakah bunyi crackles pada
pasien tersebut ?
a. adanya edema paru
b. adanya eksudat di jantung
c. adanya penumpukan secret
d. adanya sumbatan arteri ke jantung
e. adanya kegagalan compliance paru

173. Seorang wanita berusia 36 tahun kontrol ke poliklinik kandungan. Mengeluh luka operasi sectio
caesarnya masih terasa basah. Selama di rumah ia pantang memakan jenis ikan dan telur karena
menurut kepercayaannya, jenis makanan itu dapat membuat mencret bayinya. Apakah tindakan
yang tepat diberikan perawat untuk wanita tersebut ?
A. menghargai keyakinan pasien
B. menjelaskan diet untuk penyembuhan luka
C. meyakinkan pasien bahwa keyakinannya salah
D. menganjurkan pasien memakan protein hewani
E. memakan suplemen makanan dengan kandungan zinc

174. Seorang laki-laki berusia 48 tahun telah dirawat di ruang rawat inap penyakit dalam selama 2
hari. Pasien memiliki riwayat Hipertensi sejak 2 tahun yang lalu. Frekuensi napas 24 kali
permenit dengan wajah terlihat pucat. Hasil auskultasi seluruh area paru terdengar ronchi. Apa
masalah perawatan yang sedang dialami pasien ?
A. Bersihan jalan napas tidak efektif
B. Gangguan pertukaran gas
C. Perubahan pola napas
D. Intoleransi aktivitas
E. Defisit informasi
175. Pasien mengatakan nyeri dada seperti tertimpa beban berat, klien mengatakan takut mati, tampak
gelisah, sudah diterapi oksigen tetap merasa sesak. Apa masalah Keperawatan yang sesuai dengan
kondisi pasien ?
a. Kecemasan b.d kurang informasi
b. Kecemasan b.d peningkatan gejala
c. Nyeri akut b.d kegagalan terapi oksigen
d. Kecemasan b.d penurunan perfusi di otak
e. Nyeri akut b.d kegagalan transport oksigen

176. Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat di ruang perawatan bedah karena mengalami fraktur
femur kaki kirinya. Massa tulang terlihat berkurang dengan CT Scan tulang. Pasien mengeluh
sakit pada setiap persendian ektremitas dan tulang belakang. Apakah riwayat kesehatan masa lalu
yang harus diketahui oleh perawat ?
A. Pola diet Calcium
B. Pola aktivitas fisik
C. Hoby dan olahraga
D. Riwayat menopause
E. Kualitas dan kuantitas nyeri

177. Seorang Pria 40 tahun batal dilakukan operasi bypass karena tekanan darahnya meningkat.
Ekpresi wajah terlihat tegang dan mengaku takut jika harus meninggal di meja operasi. Pasien
merasa bahwa penyakit yang dideritanya ini adalah buah dari perbuatan buruknya di masa lalu.
Apakah intervensi yang dapat dilakukan oleh perawat?
A. Melakukan edukasi untuk mengelola kecemasan
B. Menjadwalkan ulang waktu pembedahan
C. Menjelaskan prosedur pembedahan
D. Mengobservasi tekanan darah
E. Mengundang ahli agama

178. Seorang laki-laki berusia 25 tahun telah dirawat selama 2 minggu dalam kondisi terpasang ORIF
dan gips pada kaki kanannya. Pasien merasa takut untuk bergerak sehingga terus
mempertahankan posisinya berbaring lurus di tempat tidur. Pasien mengeluhkan rasa panas pada
kulit punggungnya. Selama dirawat pasien belum buang air besar dan mengeluh pusing jika
duduk. Apakah bentuk Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi seluruh
keluhan pasien ?
A. Memotivasi untuk melakukan mobilisasi
B. Melakukan massage pada punggung
C. Melakukan massage pada abdomen
D. Latihan mobilisasi di tempat tidur
E. Mengobservasi tekanan darah

179. Seorang lelaki, 30 tahun, mengalami cedera saat berolahraga badminton. Pasien mengeluh nyeri
bahu. Nyeri semakin bertambah apabila lengan digerakkan. Kekuatan otot lengan menurun. Hasil
pemriksaan X –Ray menunjukkan dislokasi pada sendi bahu. Sudah dilakukan tindakan reduksi
dengan dipasang balutan elastic. Pengkajian yang harus dilakukan oleh perawat setelah dipasang
balutan
A. Kaji status neurovaskuler
B. Kaji derajat rentang gerak sendi
C. Kaji skala nyeri
D. Palpasi crepitasi
E. Kaji keutuhan integritas kulit.
180. Seorang pasien, 25 tahun, terpeleset di kamar mandi. Pasien mengeluh nyeri bila digerakan,
tampak pembengkakan dan kemerahan. Perawat memberikan kompres es pada area yang cedera
Prinsip penanganan kompres dingin pada area cedera adalah untuk :
A. Mengurangi diameter pembuluh darah
B. meningkatkan diameter pembuluh darah
C. Menstimulasi pembentukan sel darah putih
D. menstimulasi pembentukan makrofag
E. Menurunkan tekanan darah

181. Seorang pasien , 35 tahun, mengalami kecelakaan motor. Lengan kiri mengalami fraktur tertutup.
Kekuatan otot lengan menurun disertai pembengkakan. Pada saat di UGD dilakukan dilakukan
pemasangan gips dari area sikut sampai jari-jari. Tanda dan gejala yang menunjukkan pasien
mengalami komplikasi adalah :
A. CRT kurang dari 3 detik
B. tampak edema di jari-jari
C. Jari-jari teraba dingin dan pucat
D. Skala nyeri 2
E. pasien masih bisa membedakan sensasi panas dan dingin

182. Seorang pasien, 35 tahun, mengalami benturan saat kecelakaan bermotor. Hidung pasien
mengalami fraktur, tampak bengkak dan berdarah. Tulang hidung menjadi tidak simetris
deformitas ke satu sisi. Pasien mengeluh nyeri, skala nyeri 6. Tanda vital tekanan darah 130/70
mmHG, Nadi 120 x/menit, RR 22 x/menit , suhu 37 C. Pasien diberikan analgetic secara
intravena. Hasil Evaluasi keperawatan yang menunjukkan masalah nyeri akut teratasi adalah :
A. Nadi normal
B. Skala nyeri berkurang jadi skala 2
C. Pasien tampak meringgis
D. Tidak ada perdarahan
E. Tekanan darah stabil

183. Seorang pasien, 35 tahun, dibawa ke rumah sakit karena demam dan batuk-batuk. Batuk
produktif dengan sputum keruh kecoklatan disertai nyeri dada. Nyeri dada terasa tumpul tetapi
dirasakan saat mengambil napas. Nyeri bertambah berat apabila pasien batuk. Terdengar bunyi
crackles di bagian basal kanan. Kultur sputum menunjukkan S.pneumonia positif. Masalah
keperawatan yang muncul pada pasien diatas
A. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan nyeri dada pleuritik
B. Bersihan jalan tidak efektif b.d penumpukan sekret
C. Nyeri akut b.d proses inflamasi
D. Kurang pengetahuan mengenai pneumonia dan penangannanya
E. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan supplai O2

184. Seorang pasien, 65 tahun, terdiagnosa TBC. Pasien sudah batuk-batuk 3 bulan tetapi tidak
sembuh-sembuh. Berat badan pasien mneglaami penurunandibawa ke rumah sakit karena demam
dan batuk-batuk. Pasien sudah berobat ke puskesmas tetapi tidak menghabiskan obatnya karena
bosan terlalu banyak. Tindakan keperawatan yang paling utama diberikan pada pasien diatas
adalah :
A. Anjurkan pasien mengkonsumi makanan yang bergizi
B. Anjurkan pasien mennggunakan masker selama 2 minggu
C. Beritahu tentang efek samping obat
D. Jelaskan tentang penyakit yang dialami pasien serta penanganannya
E. Anjurkan pasien istirahat, tidur dan aktivitas olahraga secara seimbang
185. Seorang pasien, 75 tahun, dibawa ke rumah sakit karena batuk terus menerus sehingga pasien
merasa lemas. Batuk produktif dengan sputum kental berwarna hijau. Tanda-tanda vita
menunjukkan tekanan darah 180/60 mmhg, nadi 115x/menit irreguler, RR 36x/menit. Pasien
diberikan ipratopium inhaler setiap 6 jam, dan beclametason setiap 6 jam. Tindakan keperawatan
yang harus diperhatikan selama medikasi adalah :
A. Anjurkan pasien minum air hangat untuk menunjang keberhasilan nebulizer.
B. Ipratopium diberikan sebelum pemberian beclametason.
C. lakukan oral hygiene sebelum inhaler
D. Beclametason diberikan sebelum pemberian ipratopium
E. Tingkatkan konsumsi cairan selama pemberian inhaler

186. Seorang pasien, 75 tahun, dibawa ke rumah sakit karena batuk terus menerus sehingga pasien
merasa lemas. Batuk produktif dengan sputum kental berwarna hijau. Tanda-tanda vital
menunjukkan tekanan darah 180/60 mmhg, nadi 115x/menit irreguler, RR 36x/menit. Napas
cepat, ronchi (+), whezzing (+). Hasil pemeriksaan AGD PO2 54 mmhG, PaCO2 59 mm Hg,
saturasi oksigen 88 %. Masalah keperawatan utama yang muncul pada pasien diatas :
A. Gangguan pertukaran gas b.d inflamasi kronik di paru-paru
B. Bersihan jalan napas tidak efektif b.d penyempitan bronkus
C. Resiko gangguan ventilasi spontan b.d kelelahan otot paru
D. Intoleran aktivitas b.d kelelahan
E. Penurunan curah jantung b.d vasokontriksi pembuluh darah

187. Seorang pasien, 75 tahun, dibawa ke rumah sakit karena batuk terus menerus sehingga pasien
merasa lemas. Batuk produktif dengan sputum kental berwarna hijau. Tanda-tanda vital
menunjukkan tekanan darah 180/60 mmhg, nadi 115x/menit irreguler, RR 36x/menit. Napas
cepat, ronchi (+), whezzing (+). Hasil pemeriksaan AGD PO2 54 mmhG, PaCO2 59 mm Hg,
saturasi oksigen 88 %. Tindakan keperawatan mandiri yang paling utama harus dilakukan adalah:
A. monitoring status respirasi dan tingkat kesadaran setiap 1- 2 jam sampai stabil
B. Posisikan pasien dengan kepala ditinggikan 30 derajat
C. Tingkatkan asupan cairan untuk mengurangi sekret
D. Ajarkan pasien batuk efektif
E. Pemberian bronkodilator da kortikosteroid

188. Seorang pasien, 75 tahun, terdiagnosa glukoma. Pasien mengeluh penglihatan kabur dan mata
kanan cepat lelah. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 130/70 mmhg, RR 18 x/menit,
nadi 86 x/menit, RR 18 x/menit. Pemeriksaan optalmoskop menunjukkan tekanan intraokuler
mata kanan 21 mmhg dan mata kiri 17 mmhG. Pasien direncanakan akan dilakukan pembedahan.
Informasi yang harus diberikan pasien untuk mencegah cedera pada pasien setelah pasca operasi
adalah
A. Beritahu keluarga untuk memberikan lingkungan dengan pencahayaan terang.
B. Beritahu pasien untuk mengekspresikan perasaannya sebelum operasi.
C. Beritahu pasien untuk menghindari mengangkat benda berat, batuk dan bersin dengan
kencang setelah 3 hari operasi
D. Dekatkan barang-barang yang dibutuhkan oleh pasien.
E. Anjurkan pasien menggunakan lensa kontak untuk meningkatkan ketajaman penglihatan

189. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada hebat. Hasil
pengkajian didapatkan pasien tampak pucat, berkeringat dingin, respirasi 30 x/menit, tekanan
darah 90/60 mmHg. Apakah pemeriksaan awal yang paling memungkinkan untuk dilakukan ?
a. Pemeriksaan Treadmill
b. Pemeriksaan enzim jantung
c. Pemeriksaan echo kardiografi
d. Pemeriksaan elektrokardiografi
e. Pemeriksaan faktor pembekuan darah

190. Seorang perempuan berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan sesak nafas. Mengeluh
nyeri dada, berdebar-debar, keringat dingin, dan mual setelah berolahraga. Tekanan Darah:
160/100 mmHg, Suhu: 37ºC, HR: 115x/menit, Respirasi: 28x/menit. Pasien diberikan injeksi
Furosemid. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan oleh perawat?
a. Memasang kateter
b. Memposisikan semifowler
c. Kolaborasi pemeriksaan elektrolit
d. Kolaborasi pemberian anti emetik
e. Memberikan oksigen rebreathing mask

191. Seorang laki-laki berusia 56 tahun dibawa ke UGD dengan penurunan kesadaran. Menurut
keluarga, Satu hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengalami kelemahan pada kaki kanan,
tangan kanan disertai mulut mencong saat bangun tidur. Tekanan darah 200/120mm Hg, Nadi
110x/menit, respirasi 32x/menit. Masalah keperawatan yang utama pada pasien tersebut adalah...?
a. Gangguan Perfusi serebral
b. Pola nafas tidak efektif
c. Resiko syok neurogenik
d. intoleransi aktivitas
e. Gangguan pemenuhan Activity Daily Living

192. Seorang perempuan berusia 54 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan nyeri dada
sebelah kiri yang menjalar ke bahu, punggung, dan lengan kiri. Pada pemeriksaan tanda – tanda
vital didapatkan data : TD 150/90 mmHg, HR 105x/menit, RR 30x/menit pernafasan cepat dan
dangkal, kulit dingin dan berkeringat. Apakah pemeriksaan penunjang yang harus dilakukan ?
a. Darah rutin
b. Rontgen dada
c. Enzim jantung
d. echocardiografi
e. Elektrokardiografi

193. Seorang pria berusia 50 tahun dilakukan pemasangan kateter urin (foley catheter) untuk persiapan
operasi amputasi tibia dextra. Data status urinarius tidak ada kelainan. Setelah pelumasan kateter
dengan jelly, kateter dimasukan dengan mudah dan tanpa hambatan, segera urin terlihat keluar
dan ditampung dalam bengkok/penampung yang telah disiapkan. Apakah tindakan yang harus
dilakukan perawat selanjutnya?
a. menekan pubis pasien dengan lembut
b. menggembungkan balon dengan NaCl 0,9%
c. Menyambungkan kateter ke kantong urin
d. Memfiksasi kateter dengan penis menghadap ke atas
e. Meneruskan pemasukan kateter sampai percabangannya

194. Seorang wanita, 28 tahun datang dengan keluhan sesak nafas saat sedang olahraga. Nadi
102x/menit, Respirasi 32 x/menit dengan ekspirasi lebih panjang dibanding inspirasi, tekanan
darah 110/70 mmHg. Saat diauskultasi terdengar suara wheezing.
Apakah tindakan keperawatan mandiri yang dapat dilakukan pada pasien tersebut ?
a. Memberikan oksigen nasal canul
b. Memberikan terapi nebulizer
c. Memposisikan pasien semi fowler
d. Mengajarkan batuk efektif

195. Seorang pria dibawa ke UGD, Satu hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengalami
kelemahan pada kaki kanan, tangan kanan disertai mulut mencong saat bangun tidur. Pasien
terlihat mengantuk. Tekanan darah 180/110mm Hg, Nadi 105x/menit, respirasi 32x/menit.
Pemeriksaan apa yang harus dilakukan pertama kali pada pasien tersebut ?
a. Tingkat kesadaran
b. Pemeriksaan Nervus cranial
c. Pemeriksaan darah
d. Pemeriksaan CT scan
e. Pemeriksaan Elektrokardiogram

196. Seorang perempuan, 48 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan luka di plantar pedis yang
tidak kunjung sembuh sejak 2 bulan yang lalu. Luka awalnya sebesar kacang hijau lama
kelamaan semakin besar. Pasien mengatakan 1 minggu ini sering buang air kecil dan merasa
lemas. Pemeriksaan apa yang harus dilakukan pada pasien tersebut?
a. Glukosa darah
b.Urin rutin
c. Leukosit
d. Ureum
e. Kreatinin

197. Seorang perempuan berusia 56 tahun denagn diagnosis Congestive Heart Failure .Pasien
mengeluh sesak dan nampak gelisah. Hasil auskultasi menunjukkan adanya crackles pada bagian
basal paru kanan dan kiri. Apakah yang menyebabkan sesak pada pasien tersebut?
a. Kekurangan oksigen
b. Kekurangan mobilisasi
c. Kelebihan volume cairan
d. Kelebihan sel darah merah
e. Peningkatan beban jantung

198. Seorang perempuan 65 tahun dirawat dengan efusi pleura. Pasien mengeluh sesak, batuk
produktif, Respirasi 28x/menit, Nadi 96 x/menit. Saat dilakukan auskultasi terdengar suara ronchi
pada dada kiri dan kanan. Hasil rontgent menunjukkan adanya kardiomegali. Tindakan
keperawatan apa yang dapat diberikan untuk mengatasi masalah oksigenasi pasien tersebut?
a. Postural drainage
b. Mengajarkan batuk efektif
c. Memberikan O2 nasal canul
d. Nebulizer
e. Melakukan suctioning

199. Seorang pria berusia 65 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosa Chronic Kidney
Disease. Saat dikaji pasien mengeluh nyeri perut sebelah kiri, mual, dan muntah sudah 5
kali.Hasil pemeriksaan fisik ditemukan data tekanan darah: 190/100 mmHg, nadi: 96 kali/menit,
frekuensi nafas: 26 kali/menit, suhu: 37,3oC. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan data
Hb: 7,90 gr%, Hematokrit: 20 %, Leukosit: 8500 cell/mm3, kreatinin: 10,6, Ureum: 85.
Berdasarkan gejala klinis, apa penyebab pasien mengalami gejala mual muntah ?
a. Tekanan darah yang tinggi
b. Kadar Hb yang rendah
c. Kadar ureum yang tinggi
d. Hematokrit yang rendah
e. Kadar kreatinin yang tinggi

200. Seorang pria, 68 tahun dirawat dengan efusi pleura. Pasien mengeluh sesak, batuk produktif,
Respirasi 30x/menit, Nadi 92 x/menit. Saat dilakukan auskultasi terdengar suara ronchi pada dada
kiri dan kanan.Apakah masalah keperawatan yang utama pada pasien tersebut ?
a. Pola nafas tidak efektif
b. Bersihan jalan nafas tidak efektif
c. Gangguan pertukaran gas
d. Resiko tinggi infeksi

201. Seorang perempuan usia 40 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan dengan diagnosis
pneumonia. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengeluh sesak nafas dan batuk berdahak selama
5 hari. Hasil pemeriksaan fisik terdapat suara ronchi, pasien terlihat menggunakan otot bantu
pernafasan, tekanan darah 110/80 mmHg, frekuensi nadi 70 x/menit, frekuensi nafas 30 x/menit,
Suhu 38,0 0 C.
Apakah tindakan keperawatan utama untuk pasien di atas?
A. Latih batuk efektif
B. Beri kompres hangat
C. Beri posisi semifowler
D. Beri oksigen nasal kanul
E. Kolaborasi pemberian bronkodilator

202. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosa Asma
Bronkhiale pasien mengeluh dada terasa sesak disertai batuk produktif. Hasil pengkajian pasien
tidak nafsu makan, pasien tampak lemah. Pemeriksaan fisik didapat terdengar suara mengi, TD:
110/70 mmHg, frekuensi nadi: 100 x/mnt, Suhu: 39o C, frekuensi nafas: 32 x/mnt.
Apakah diagnosa keperawatan prioritas yang muncul pada pasien di atas?
A. Hipertermi
B. Intoleransi aktifitas
C. Pola nafas tidak efektif
D. Bersihan jalan nafas tidak efektif
E. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

203. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosa ARDS,
pasien mengeluh sesak nafas. Hasil pengkajian didapatkan pasien perokok berat, pasien tampak
gelisah, sianosis, auskultasi paru terdengar suara ronkhi basah, TD 130/80 x/menit, frekuensi nadi
110 x/menit, suhu 37o C, frekuensi nafas 35x/menit, pernafasan cuping hidung.
Apakah diagnosa keperawatan prioritas yang muncul pada pasien di atas?
A. Ansietas
B. Gangguan pertukaran gas
C. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan
D. Ketidakefektifan pola nafas
E. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas

204. Seorang perempuan berusia 30 tahun dirawat di ruang rawat diruang penyakit dalam selama 7
hari dengan diagnosa Asma. Gejala asma muncul karena udara yang sangat dingin. pasien
diijinkan pulang hari ini. Perawat berniat untuk melakukan penyuluhan kesehatan sebagai
Rencana Tindak Lanjut perawatan di rumah bagi perempuan tersebut.
Informasi apa yang harus disampaikan perawat untuk mencegah kekambuhan pada pasien diatas?
A. Menggunakan masker setiap hari
B. Menghindari sumber alergen
C. Bersihkan rumah setiap hari
D. Mengajarkan cara menggunakan obat-obat asma (inhalasi)
E. Perubahan gaya hidup

205. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirawat dengan keluhan nyeri ulu hati sudah 1 minggu,
nafsu makan menurun, mual dan muntah. Hasil pengkajian didapatkan pasien tampak lemas,
lidah kotor, tekanan darah 120/80 mmHg, suhu 38,5°C dan frekuensi nafas: 20 x/menit, frekuensi
nadi 80 x/menit.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan ?
A. Melakukan oral hygiene
B. Melakukan kompres hangat
C. Mengajarkan teknik relaksasi
D. Memberikan cairan melalui intravena
E. Memberikan diit lunak dan rendah serat

206. Seorang perempuan berusia 40 tahun di ruang rawat penyakit dalam mengeluh lemas sejak 4 hari
yang lalu, BAB 5x/hari dengan konsitensi encer. Hasil pengkajian didapat sejak sakit pasien tidak
mau makan dengan alasan perutnya sakit dan mual, turgor kulit menurun, mata cekung, terjadi
penurunan BB sampai 2 kg sejak sakit.
Apakah diagnose utama pada kasus diatas?
A. Nyeri
B. Kekurangan volume cairan
C. Ketidakefektifan pola makan
D. Resiko ketidakseimbangan elektrolit
E. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

207. Seorang perempuan berusi 30 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa diare.
Pasien mengeluhan sering BAB 3-4 x sehari, dengan konsistensi cair, dan ada darah berwarna
merah. Hasil pengkajian pasien tampak lemah, pasien tidak nafsu makan, mual, turgor kulit
kembali lambat. TD 100/70 mmHg, frekuensi nafas 25 x/menit, frekuensi nadi 70 x/menit, suhu
390 C.
Apakah masalah utama pada kasus diatas?
A. Hipertermi
B. Kekurangan volume cairan
C. Ketidakefektifan pola makan
D. Resiko ketidakseimbangan elektrolit
E. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

208. Seorang perempuan berusia 25 tahun dirawat diruang rawat inap dengan diagnosa diare sejak 2
hari yang lalu. Pasien mengeluh BAB 10 x/hari dengan konsistensi cair dan berlendir. Hasil
pengkajian didapatkan pasien tampak lemah, turgor kulit menurun, mata cekung. Hasil
pemeriksaan fisik diperoleh data tekanan darah 90/50 mmHg, frekuensi nadi
60 x/menit, suhu 380 C, frekuensi nafas 18 x/menit.
Apakah tndakan keperawatan utama pada kasus diatas?
A. Kompres air hangat
B. Kolaborasi pemberian oralit
C. Anjurkan pasien banyak minum
D. Bantu klien untuk personal higiene
E. Kolaborasi pemberian cairan intravena
209. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat diruang rawat inap dengan keluhan gatal disekitar
ostoma. Hasil pengkajian didapat adanya kemerahan di sekitar ostoma, kolostomi-bag terlihat
penuh dan belum diganti sejak kemarin. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg,
frekuensi nafas 25 x/menit, frekuensi nadi 100 x/menit, suhu 38o C. riwayat post operasi
kolostomi dua bulan yang lalu.
Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus diatas?
A. Mengoleskan salep tipis-tipis pada daerah iritasi
B. Memberikan kompres NaCl 0,9% di sekitar ostoma
C. Segera mengganti kolostomi-bag dengan yang baru
D. Melakukan perawatan daerah ostoma
E. Melarang pasien menyentuh daerah iritasi

210. Seorang perempuan berumur 33 tahun dirawat di RS dengan penurunan kesadaran akibat
meningitis. Pasien mengalami diare kronis sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pengkajian ditemukan
luka lecet pada daerah anal dan pinggang, sariawan dibeberapa lokasi di mulut, kulit dan
membran mukosa kering, turgor kulit kurang elastis. Tanda vital : TD 90/60 mmHg, pernafasan
24 kali/menit, nadi 100 kali/menit, suhu 38,5oC. Hasil pemeriksaan Lab. ELISA +, CD4 300,
Pasien tampak kurus, kotor dan bau.
Apakah tindakan untuk diagnosa keperawatan utama pada pasien tersebut?
A. Kolaborasi pemberian cairan intra vena
B. Kolaborasi pemberian antipiretik
C. Berikan pasien nutrisi yang sesuai
D. Berikan pasien kompres hangat
E. Mandikan pasien di tempat tidur

211. Seorang perempuan berumur 56 tahun dengan diagnosa CKD stage V. Pasien sudah menjalani
hemodialisa sejak 2 tahun yang lalu. Saat ini pasien sedang menjalani HD. Pasien mengeluh
sangat sesak. Keluarga mengatakan pasien tidak patuh dalam diet. Kenaikan BB interdialisis nya
5 kg. Tekanan darah 160/100 mmHg, frekuensi nadi 98 x/menit, frekuensi pernafasan 30x/menit,
suhu 37 oC, kedua ekstremitas bengkak. Perawat sedang memberikan edukasi kepada pasien
tentang pembatasan cairan. Apakah evaluasi hasil yang diharapkan berdasarkan tindakan yang
dilalakukan pada pasien tersebut?
A. Pasien mampu menjelaskan kebutuhan cairan harian
B. Pasien mematuhi diet yang dianjurkan
C. Kenaikan berat badan interdialisis < 2 kg
D. Pasien tidak mengeluh sesak nafas
E. Tekanan darah pasien normal

212. Seorang laki-laki berumur 40 tahun dirawat di RS dengan diagnosa B20. Pasien saat ini mengeluh
sesak nafas, dan batuk disertai dahak yang kental yang sulit untuk dikeluarkan, terlihat ada otot
bantu nafas. Pasien juga mengalami kesulitan untuk makan karena sariawan, nyeri saat
mengunyah dan menelan. Hasil auskultasi terdengar suara Ronchi di paru kanan dan kiri. TD
100/70mmHg, N: 100x/ Menit, RR:28 x/Menit, S : 37 C. CD4 300.
Apakah tindakan keperawatan mandiri pada pasien tersebut?
A. Anjurkan pasien makan sedikit tapi sering
B. Anjurkan pasien minum obat batuk sesuai resep
C .Anjurkan pasien minum air hangat
D. Ajarkan pasien untuk batuk efektif
E. Kaji fungsi menelan pada pasien
213. Seorang laki-laki usia 24 tahun terdiagnosis AIDS sejak 4 tahun yang lalu. Semenjak menjadi
ODHA pasien aktif dalam LSM peduli HIV AIDS. Pasien dinilai menjadi ODHA yang produktif
dan mandiri oleh perawat. Namun perawat VCT mendapat informasi bahwa pasien berhenti
mengkonsumsi ARV sejak 1 minggu yang lalu. Saat ditemui di rumahnya pasien nampak murung
dan megeluhkan perlakuan ibunya yang selama beberapa bulan terakhir kembali
mempermasalahkan status pasien dan mengatakan merasa malu dengan penyakit pasien.
Apakah tindakan utama yang dilakukan oleh perawat pada kasus tersebut?
A. Memberikan penjelasan kepada pasien bahwa penggunaan ARV tidak boleh terputus
B. Melakukan pendekatan dengan ibu pasien dan memberi edukasi mengenai pentingnya
dukungan keluarga
C. Memberikan dukungan kepada pasien untuk tetap mengkonsumsi ARV dan harus tetap
semangat menjalani hidup
D. Memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga pasien mengenai prinsip pengobatan ARV
E. Memberikan semangat kepada pasien untuk kembali aktif di LSM dan mengatakan bahwa
banyak teman-teman ODHA yang mebutuhkan dukunganya.

214. Seorang perempuan usia 32 datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan utama nyeri dan
merasakan kaku pada seluruh persendian terutama pagi hari. Pasien mengatakan selama seminggu
terakhir sering demam dan napsu makan menurun. Pada pemeriksaan fisik diperoleh ruam pada
pipi, lesi berskuama pada daerah leher. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan Hb 6.6 gr/dl,
Leukosit 4.4 mm³, Trombosit 443 /mm³, Hematokrit 26 %.
Apakah masalah keperawatan utama dalam kasus tersebut?
A. Nyeri
B. Hipertermi
C. Penurunan berat badan
D. Kerusakan integritas kulit
E. Gangguan perfusi jaringan

215. Seorang laki-laki berumur 58 tahun dirawat di RS dengan diagnosa DM Tipe II + ulkus di
punggung kaki kanan derajat 5. Pasien mengeluh nyeri pada kaki kanannya tersebut. Hasil
pemeriksaan ulkus kaki didapatkan jaringan nekrosis sudah meluas, selulitis lebih dari 2 cm.
Dokter memutuskan bahwa kaki kanan pasien harus diamputasi. Namun keluarga pasien menolak
tindakan tersebut.
Apa yang harus dilakukan perawat dalam menghadapi kasus tersebut?
A. Memberikan edukasi
B. Memberikan informed consent
C. Memberikan alternatif terapi yang dapat dilakukan
D. Menyarankan keluarga pasien untuk mencari second opinion
E. Melaporkan kepada dokter tentang keputusan keluarga pasien tersebut

216. Seorang laki – laki berusia 55 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam akan diberikan tranfusi
darah Whole Blood (WB) 500 ml. Tiba – tiba pasien mengatakan sesak napas, dada terasa berat,
kepala pusing dan pasien terlihat pucat. Pasien memiliki riwayat anemia sejak berusia 40 tahun.
Apa tindakan utama yang paling tepat yang akan dilakukan oleh perawat
A. Berikan oksigen dengan nasal kanul dan anjurkan pasien untuk rileks
B. Pasang infus NaCL dengan sistem di loading
C. Hentikan pemasangan tranfusi darah
D. Posisikan pasien semi fowler’s
E. Observasi tanda – tanda vital
217. Seorang wanita berumur 27 tahun dirawat d RS dengan diagnosa anemia. saat ini pasien sedang
diberikan tranfusi Whole blood (WB) yang disimpan sudah lama. Setengah jam saat diberikan
tranfusi, pasien mengeluh demam, badannya menggigil dan kulitnya gatal. Hasil pemeriksaan
tampak kulit pasien mengalami purpura.
Tindakan apakah yang harus dilakukan oleh perawat terhadap pasien tersebut ?
A. Mengecek tanda vital pasien
B. Kolaborasi pemeriksaan darah
C. Menghentikan tranfusi dan mengganti dengan NaCl 0,9%
D. Melanjutkan tranfusi dan melapor ke dokter
E. Menanyakan riwayat alergi pada pasien

218. Seorang laki-laki berumur 56 tahun dirawat dengan diagnosa TB Paru dengan komplikasi
pneumothorak dan effusi pleura. Saat dilakukan pengkajian pasien mengeluh sesak, nafas pendek
dan cepat. Pasien direncanakan dilakukan pemasangan WSD.
Apakah yang harus dilakukan perawat terkait tindakan tersebut?
A. Mengajarkan pasien nafas dalam dan batuk efektif supaya tidak tegang
B. Menganjurkan pasien puasa minimal 8 jam sebelum tindakan
C. Mengatur posisi tidur pasien high fowler
D. Memberikan lembar persetujuan tindakan untuk ditandatangani pasien
E. Menganjurkan keluarga untuk mendampingi pasien selama tindakan

219. Seorang laki-laki berumur 24 tahun dibawa ke poli bedah dengan keluhan luka pada kakinya
akibat terjatuh dari motor 2 hari yang lalu. Sebelumnya pasien sudah berobat ke mantri, namun
lukanya tidak kunjung sembuh bahkan dirasa pasien bertambah sakit. saat dilakukan pemeriksaan
tampak luka membengkak, kemerahan dan ada nanahnya. Suhu tubuh pasien meningkat 38,6 oC.
Kemungkinan apakah yang terjadi pada pasien tersebut?
A. Hipersensitivitas
B. Radang
C. Bengkak
D. Infeksi
E. Alergi

220. Seorang laki-laki berusia 57 tahun dirawat di ruang Dahlia dengan diagnosa gagal jantung
kongestive. Hasil pengkajian, pasien mengeluh kaki bengkak, pitting edema +2, produksi urine
190 cc dalam 8 jam, BB 60 kg. Sehari sebelumnya pasien sesak saat mencoba pindah dari tempat
tidur ke kursi.
Apakah masalah prioritas pada pasien tersebut?
A. Kerusakan mobilitas fisik
B. Kelebihan volume cairan
C. Gangguan eliminasi urin
D. Pola nafas tidak efektif
E. Intoleransi aktivitas

221. Seorang perempuan berumur 48 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa gagal
ginjal. Saat ini pasien mengelu sesak nafas dan bengkak. Berat badan pasien 64 kg. Perawat akan
menghitung kebutuhan cairan pasien hari ini. Maka perawat menghitung keluaran cairan dari
pasien. Diketahui urin output pasien 400 cc per 24 jam, pasien mengatakan tadi pagi sudah BAB
dengan kosistens lembek.
Berdasarkan output cairan pasien, berapakah kebutuhan cairan pasien hari ini?
A. 500 cc
B. 1000 cc
C. 1400 cc
D. 1700 cc
E. 2000 cc

222. Seorang laki-laki berumur 39 tahun dirawat di RS karena fraktur terbuka pada tulang fibula
sepertiga superior bagian posterior kaki kanan (dibawah lutut bagian belakang) akibat kecelakaan.
Luka tampak membengkak, teraba keras, berwarna merah kehitaman dan berbau. Pulsasi pada
pembuluh darah ankle tidak teraba, telapak kaki tampak pucat dan teraba dingin. Pasien
mengeluh sangat nyeri pada kaki kanannya tersebut. Suhu pasien 39 oC.
Apakah kemungkinan yang terjadi pada kasus tersebut?
A. Infeksi meluas
B. Perdarahan pada area dalam luka
C. Syndroma kompartemen
D. Robeknya pembuluh darah di kaki
E. Sepsis

223. Seorang laki-laki berumur 39 tahun dirawat di RS karena fraktur terbuka pada tulang fibula pada
kaki kanan (dibawah lutut bagian belakang) akibat kecelakaan hari ke-3. Luka tampak
membengkak, teraba keras, berwarna merah kehitaman dan berbau. Pulsasi pada pembuluh darah
ankle tidak teraba. Pasien mengeluh sangat nyeri pada kaki kanannya tersebut. Sejak awal dokter
memutuskan untuk amputasi. Keluarga pasien menolak karena biaya dan meminta untuk pindak
ke RS khusus tulang yang harapannya dilakukan tindakan lain.
Apakah yang harus dilakukan perawat pada kasus tersebut?
A. Menjelaskan pada pasien dan keluarga bahwa amputasi harus dilakukan karena akan berakibat
fatal
B. Melaporkan kepada dokter bahwa pasien menolak tindakan dan meminta pindah RS
C. Mendukung keputusan keluarga pasien untuk pindah ke RS khusus tulang
D. Menganjurkan pasien dan keluarga untuk segera mengrus pemindahan ke RS lain
E. Menjelaksan kepada pasien dan keluarga bahwa kalau amputasi tidak segera dilakukan
maka luka akan meluas dan bisa terjadi sepsis

224. Seorang laki-laki berumur 61 tahun dirawat di RS dengan diagnosa cedera kepala berat. Saat
datang ke RS pasien dalam kondisi penurunan kesadaran. Pasien mengalami perdarahan sub dura,
namun tidak dilakukan pembedahan. Saat ini sudah hari ke-9, kesadaran pasien kompos mentis,
pasien sudah dapat duduk ditempat tidur, bicara masih belum jelas. Selama dirawat pasien belum
diberikan makanan biasa, hanya makanan cair dan susu. Dokter memprogramkan dalam waktu
dekat pasien diijinkan pulang.
Apakah program latihan yang harus dilakukan oleh perawat kepada pasien tersebut?
A. Melakukan latihan wicara
B. Melakukan ROM aktif dan pasif
C. Latihan berdiri disamping tempat tidur
D. Latihan berpindah duduk dari tempat tidur ke kursi roda
E. Melatih fungsi menelan dengan memberikan roti sedikit-sedikit

225. Seorang laki-laki usia 68 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa medis
urolithiasis, klien sering mengeluh nyeri saat buang air kecil dan sering keluar darah. Klien
mengatakan nyeri dengan skala 6, terdapat nyeri tekan di daerah supra pubik. Karena nyerinya
tersebut klien menjadi susah tidur dan nafsu makan menjadi menurun. Hasil pemeriksaan
didapatkan, TD : 130/80 mmHg, RR : 22 kali/menit, Nadi : 90 kali/menit, Suhu : 37,9 0C.
Apa intervensi keperawatan utama yang harus dilakukan oleh perawat?
a. Memberikan kompres hangat
b. Melakukan pemasangan kateter
c. Menganjurkan istirahat yang cukup
d. Melatih teknik relaksasi nafas dalam
e. Menganjurkan makan sedikit tapi sering

226. Seorang laki-laki berusia 40 tahun saat dilakukan pengkajian didapatkan data berat badan 60 kg,
tinggi badan 160 cm. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai: ureum : 150 mg/dl,
kreatinin: 7 mg/dl, Hb 8 mg/dl.
Berapakah nilai Laju Filtrasi Glomerulus pada laki-laki di atas?
a. 13,90 ml/mnt
b. 13,95 ml/mnt
c. 12,95 ml/mnt
d. 11,86 ml/mnt
e. 11,90 ml/mnt

227. Seorang laki-laki usia 50 tahun, sudah 2 hari dirawat di RS mengalami sirosis hepatis. Keluhan
yang dirasakan pasien adalah perut bagian kanan atas terasa penuh, sesak nafas, diare, penurunan
nafsu makan, mual dan muntah. Hasil lab, SGOT: 300 u/L, SGPT : 200 u/L. Tekanan darah
130/80 mmHg, nadi 60 kali permenit, suhu 37,5 0C, pernafasan 28 kali permenit.
Apakah prioritas masalah keperawatan pada klien tersebut?
A. Nyeri akut
B. Gangguan pola nafas
C. Gangguan nutrisi
D. Defisit volume cairan
E. Gangguan integritas kulit

228. Seorang perawat gagal memasang infus berkali-kali pada pasien yang mengalami syok akibat
perdarahan yang sangat hebat, sehingga menimbulkan bekas kebiruan ditangan pasien, kemudian
perawat menghentikan dan tidak memasang infus lagi dan meminta tolong kepada perawat yang
lebih senior untuk memasang infus.
Apa prinsip etika keperawatan yang dilakukan oleh perawat tersebut?
a. Autonomy (Otonomi)
b. Beneficience (Berbuat baik)
c. Justice (Keadilan)
d. Nonmaleficience (Tidak merugikan)
e. Veracity (Kejujuran)

229. Seorang laki-laki usia 60 tahun datang ke IGD karena mengalami luka bakar 20%, berat badan
pasien tersebut 50 kg.Berapakah kebutuhan terapi cairan yang diperlukan dalam 8 jam pertama?
a. 1000 cc
b. 2000 cc
c. 3000 cc
d. 4000 cc
e. 5000 cc

230. Seorang laki-laki berumur 45 tahun masuk RS saat diperiksa kekuatan otot pasien, pasien mampu
mengangkat tangannya, namun saat diberi beban pada tangan tersebut pasien tidak kuat.
Berapa kekuatan otot pasien tersebut?
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

231. Sorang wanita usia 32 tahun mengeluh sakit di bagian pergelangan kaki, karena menggunakan
high hills. Pergelangan kaki terkilir dan bengkak.
Apakah intervensi dari kasus tersebut ?
a. Immobilisasi dan ekstensi 24 – 48 jam
b. Kompres hangat di bagian bengkak selama 48 jam
c. Lakukan ROM secara bertahap
d. Menggunakan analgetik dengan salep
e. Mengajarkan nafas dalam untuk mengurangi rasa sakit

232. Seorang laki-laki 49 tahun dirawat dengan post tiroidektomy hari ke-empat, hasil pengkajian
didapatkan data Tensi 100/70 mmHg, nadi 80 x/menit, Pernapasan 24 X/ menit, suhu 38 °C,
terapi oksigen 2 L /menit hasil anamnesa merasakan lemah, leher agak nyeri, tampak
kemerahan disekitar luka dan balutan basah.
Apakah tindakan perawat untuk mengatasi masalah di atas?
a. Membuka balutan dan merawat luka operasi.
b. Memberikan antibioatik atas advis medis
c. Memberikan kompres hangat.
d. Menganjurkan jangan menyentuh luka
e. Merujuk untuk pemeriksaan leukosit

233. Seorang perempuan, 41 tahun dirawat dengan keluhan penglihatan kabur, merasa lemas. Hasil
pemeriksaan didapatkan data ada ulkus di tungkai kaki kiri, Tensi : 130/ 90 mmHg, Nadi 84
x/menit, pernapasan 22 X/ menit, suhu 37,6 C, hasil periksa gula darah puasa 340 gram /dl, BB
50 kg, mendapatan terapi insulin 16 ui 3x/ 24 jam.
Apakah pendidikan kesehatan yang diberikan pada pasien tersebut diatas?
a. Mengikuti dan mematuhi program pengobatan baik dirumah sakit maupun dirumah.
b. Menyampaikan kepada keluarga agar mereka periksa rutin kadar gula darahnya.
c. Menggunakan tongkat ketika berjalan untuk menghindari kecelakaan
d. Menyarankan agar pasien bedrest untuk menghemat energi.
e. Tetap bersemangat berobat agar cepat sembut.

234. Seorang laki - laki, usia 40 th terkena ledakan tabung gas LPG. Terdapat luka bakar pada bagian
muka, dada, kedua tangan, dan kedua kaki.
Berapakah % luas luka bakar pada kasus di atas menurut hukum rule of nine?
Pilihan jawaban:
a. 67,5 %
b. 76,5 %
c. 81,5 %
d. 82,5 %
e. 90,5 %

235. Seorang wanita usia 50 th dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka bakar pada daerah
lengan kanan, perut dan kaki kanan bagian atas. TTV : TD : 110/80 mmHg, nadi : 110 x/mnt, S :
36 C, RR : 20x/mnt, BB : 40 kg.
Dengan formula Parkland berapa tetesan infus untuk 8 jam pertama ( faktor tetesan 1 cc : 20
tetes)
a. 80 tts/mnt
b. 96 tts/mnt
c. 95 tts/mnt
d. 90 tts/mnt
e. 100 tts/mnt

236. Seorang laki – laki usia 35 tahun, berat badan 60 kg dibawa ke Instalasi Gawat Darurat karena
luka bakar dengan luas 10%.
Berapakan terapi cairan yang diperlukan laki – laki tersebut dalam 24 jam pertama?
a. 2400 cc
b. 7800 cc
c. 8640 cc
d. 6480 cc
e. 6720 cc

237. Seorang laki-laki usia 60 th dirawat sejak empat hari yang lalu karena stroke, hasil pengkajian
didapatkan data pasien sering buang air besar tanpa terkontrol, kulit disekitar area sekitar
penonjolan tulang ekor tampak kemerahan, anggota gerak kanan mengalami kelumpuhan.
Apa yang dilakukan perawat untuk meningkatkan kenyamanan pada klien ?
a. Memonitor kulit klien
b. Memberikan kompres air hangat
c. Melatih ROM
d. Mobilisasi tiap 2 jam
e. Melakukan massage

238. Seorang laki-laki berusia 65 tahun baru dari IGD, berat badan 60 kg, dirawat di ruang bedah
dengan diagnosa Combutio akibat bahan kimia, dengan keluhan nyeri. Hasil pengkajian
didapatkan melepuh badan depan dan tangan kanan; Tekanan darah: 100/80 mmHg, Nadi: 92
kali/menit, suhu: 37.5oC, pernapasan: 24 kali/menit.
Pada pasien tersebut, Menurut Wallace, luas luka bakar dengan nama Rule of Nine, adalah ...
a. 9 %
b. 18 %
c. 27 %
d. 36 %
e. 45 %

239. Seorang laki-laki berumur 35 tahun, seorang tukang baso dirawat di ruang bedah karena
mengalami luka bakar pada area dada, lengan kanan dan kiri. Berdasarkan riwayat kejadian,
pasien tersiram air kuah baso 1 panci yang panas, ketika gerobak basonya tertabrak motor.
Berapakah presentase luka bakar yang dialami pasien tersebut?
Pilihan jawaban:
a. 9 %
b. 18 %
c. 27 %
d. 36 %
e. 72 %

240. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat diruang perawatan bedah dengan luka bakar dengan
derajad II hari pertama. Hasil pengkajian didapatkan keluhan nyeri, luka pada daerah dada sampai
perut, daerah paha kanan dan kiri bagian atas, tangan sebelah kanan. Tekanan darah 100/80
mmHg, nadi 100x/menit, respirasi 22 x/menit.
Berapa luas luka bakar pada kasus diatas?
a. 30 %
b. 35 %
c. 40 %
d. 45 %
e. 50 %

241. Seorang perempuan usia 30 tahun dirawat karena combustio pada daerah muka keseluruhan, dada
dan abdomen bagian depan, dan belakang dan ekstremitas atas keseluruhan. Keluhan yang
dirasakan saat ini nyeri pada daerah yang terkena api disertai merasakan haus, kondisi luka
muncul bulae dikeseluruhan yang terkena api. Keluhan enggan bergerak sehingga aktivitas
keseharian dibantu keseluruhan. Terpasang infus 2 jalur yaitu tangan dan kaki.
Berapakah derajad luka bakar menurut perhitungan rule of nine kasus diatas?
a. 58,5 %
b. 72,5 %
c. 66,5 %
d. 69,5 %
e. 45,5 %

242. Ny.M penderita DM type 2 usia 42 tahun, dengan luka gangrene pada bagian ekstremitas kanan
bawah daerah dorsal pedis. Sudah 4 hari dirawat diruang penyakit dalam, dan akan dilakukan
tindakan perawatan luka. Ttv dalam batas normal. Pada perawatan luka, setelah dilakukan
pelepasan balutan luka/verban.
Apakah tindakan selanjutnnya yang akan dilakukan sesuai dengan SOP ?
a. Memakai handscoon.
b. Melepaskan plester
c. Melakukan nekrotomi pada jaringan nekrosis.
d. Membersihkan luka.
e. Observasi Luka

243. Seorang laki – laki usia 40 tahun datang ke ruang gawat darurat karena asma, dengan keluhan
sesak nafas, lemah, nafas cuping hidung, ada retraksi dada, hasil pemeriksaan perawat tekanan
darah 130/90 mmHg, nadi 80 kali per menit, suhu 37,80C, napas 32 kali per menit.
Data apakah yang didapatkan dari hasil penilaian jalan nafas?
a. Suara sonor
b. Suara ronchi
c. Suara crecles
d. Suara resonan
e. Suara wheezing

244. Seorang laki-laki berusia 40 tahun, dirawat di bangsal penyakit paru pada hari kedua. Pasien
mengeluh batuk berdahak tapi dahak keluar sedikit dan sesak napas. Terdengar suara napas
gurgling dan suara paru ronkhi basah pada apek paru kanan dan kiri. Tekanan darah : 130/95
mmHg, N : 90 kali permenit, pernapasan 32 kali permenit, S : 36o C.
Tindakan keperawatan apakah yang bisa dilakukan pada pasien tersebut untuk mengatasi masalah
utama?
a. Memberikan O2 6 liter permenit lewat kanule
b. Memberikan posisi semifowler
c. Memberikan fisioterapi dada
d. Memberikan terapi nebulizer
e. Menganjurkan pasien untuk napas dalam
245. Seorang anak menangis rewel diruang keperawatan anak dan akan diberikan inhalasi. Namun
anak itu menangis dan memukul-mukul ibunya dan berusaha untuk melepaskan masker sehingga
inhalasi yang dilakukan kurang maksimal. apa yang sebaiknya dilakukan oleh perawat?
a. melepaskan inhalasi dan menyuruh ibu untuk memeluk anaknya.
b. tetap melanjutkan inhalasi tanpa menghiraukan kondisi anak.
c. menghentikan inhalasi sementara dan melanjutkan setelah anak berhenti menangis
dengan tidak mengulangi dosis obat
d. menghentikan inhalasi sementara dan melanjutkan setelah anak berhenti menangis dengan
mengulangi dosis obat dari awal
e. menghentikan inhalasi dan tidak melanjutkan kembali karena anak tidak kooperatif

246. Seorang laki-laki usia 50 tahun, sudah 2 hari dirawat di RS mengalami sirosis hepatis. Keluhan
yang dirasakan pasien adalah perut bagian kanan atas terasa penuh, sesak nafas, diare, penurunan
nafsu makan, mual dan muntah. Hasil lab, SGOT: 300 u/L, SGPT : 200 u/L. Tekanan darah
130/80 mmHg, nadi 60 kali permenit, suhu 37,5.C, pernafasan 28 kali permenit.
Apakah prioritas masalah keperawatan pada klien tersebut?
A. Nyeri akut
B. Gangguan nutrisi
C. Defisit volume cairan
D. Gangguan pola nafas
E. Gangguan integritas kulit

247. Seorang perempuan, berumur 30 tahun, datang ke UGD dengan keluhan sesak nafas sejak tadi
malam. Tekanan Darah: 130/80 mmHg, Nadi: 110 x/menit, pernafasan: 28 x/menit, suhu: 36 ° C,
terdapat suara wheezing. Gejala ini muncul karena udara yang sangat dingin.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
A. Hipertermi
B. Intoleransi aktivitas
C. Defisit volume cairan
D. Gangguan pola nafas
E. Jalan nafas tidak efektif

248. Seorang Perempuan dengan diagnosa medis TBC sudah diperbolehkan pulang karena
menunjukkan perkembangan kesembuhan. Setelah itu perawat mengunjungi rumah klien untuk
melakukan Rencana Tindak Lanjut.
Topik apa yang disampaikan perawat pada Rencana Tindak Lanjut Tersebut?
a. Patuhi minum obat
b. Jaga keseimbangan nutrisi
c. Pertahankan keseimbangan cairan
d. Jaga kebersihan lingkungan sekitar
e. Rutin kontrol ke Rumah Sakit

249. Seorang laki-laki usia 67 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan gagal jantung kiri. Klien
mengeluh tidak bisa tidur terlentang, sesak pada malam hari ketika melakukan aktivitas ringan.
TD : 90/70 mmHg, nafas 24x/mnt, nadi 105 x/mnt.
Apakah diagnosa utama pada pasien tersebut?
a. Intoleransi aktivitas
b. Gangguan pertukaran gas
c. Gangguan penurunan curah jantung
d. Pola nafas tidak efektif
e. Kerusakan perfusi jaringan
250. Seorang Wanita usia 40 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam karena asma. Mengeluh sesak
nafas, batuk, nafas cuping hidung. Hasil pemeriksaan suara napas wheezing, kulit pucat, kapilary
refill 4 detik, keringat dingin, tekanan darah : 120/80 mmHg, suhu : 37,2 C, napas : 32 x/menit,
nadi : 94 x/menit, tampak lemas, terpasang RL 20 tetes per menit. Terpasang oksigen 4 liter
permenit.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas?
a. Bersihan jalan nafas tidak efektif
b. Intoleransi aktivitas
c. Pola nafas tidak efektif
d. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
e. Cemas

251. Seorang perempuan usia 36 tahun mengeluh sesak, dahak sulit dikeluarkan.
Apa tindakan keperawatan yang paling tepat untuk dilakukan?
a. Batuk efektif
b. Fisioterapi dada
c. Suction
d. Memberikan posisi semi fowler
e. Menganjurkan minum obat pengencer dahak

252. Seorang laki-laki berusia 40 tahun, dirawat di bangsal penyakit paru dengan keluhan batuk
berdahak dan sesak napas. Pasien saat batuk tidak ditutup mulutnya. Pasien tampak kurus, saat
bernapas menggunakan pernapasan cupping hidung dan otot bantu pernapasan serta tampak
retraksi intercosta, terdengar suara napas krekels. Tekanan darah : 110/85 mmHg, N : 90 kali
permenit, pernapasan 32 kali permenit, S : 36o C. Hasil BTA (+).
Pendidikan kesehatan apakah yang harus segera diberikan pada pasien tersebut?
a. Menganjurkan untuk minum obat sesuai aturan
b. Mengajarkan tehnik batuk efektif
c. Menganjurkan minum hangat
d. Menganjurkan menutup mulut saat batuk dengan tissue
e. Melakukan tehnik fisioterapi dada

253. Seorang laki-laki berusia 40 tahun, 7 hari telah dirawat di bangsal penyakit paru dengan terpasang
WSD sistem 2 botol dengan indikasi efusi pleura. Saat dikaji pada selang WSD tidak ada undulasi
dan tidak ada pengeluaran cairan ke botol WSD. Pasien saat ini sudah tidak merasa sesak napas
lagi. Tekanan darah : 120/80 mmHg, N : 80 kali permenit, pernapasan 18 kali permenit, S : 36o
C. Apakah yang harus dilakukan pada pasien tersebut?
a. Mengganti set WSD yang baru
b. Memperbaiki motor suction
c. Memijit selang WSD
d. Melakukan kolaborasi untuk mengangkat WSD
e. Mengganti botol WSD

254. Seorang laki-laki, usia 50 th, dirawat di ruang penyakit dalam hari ke 5 post infark miokard. Hasil
pemeriksaan pagi hari menunjukkan tekanan darah 100/75 mmHg, nadi 65 kali per menit, suhu
36,2oC dan pernapasan 18 kali per menit. Siang harinya pasien berjalan ke kamar mandi, sesaat
kemudian terjadi serangan. Saat ini pasien sudah dalam keadaan stabil kembali.
Manakah yang harus menjadi perhatian utama perawat terkait kasus tersebut?:
a. Pemantauan tanda vital
b. Pengawasan ke kamar mandi
c. Pemasangan kateter urin
d. Tirah baring pasien
e. Latihan aktivitas bertahap

255. Seorang laki-laki, usia 50 th, dirawat hari ke 5 post infark miokard. Keadaan saat ini keadaan
umum pasien baik, tekanan darah 100/85 mmHg, nadi 98 kali per menit, suhu 36,3o C dan
pernapasan 22 kali per menit, terpasang oksigen 3 lt per menit dan posisi semi fowler. Akral
hangat dan CRT < 2 detik. Pasien mengatakan masih sesak napas setelah makan dan gosok gigi.
Apakah masalah utama pada kasus tersebut?
a. Pola napas tidak efektif
b. Intoleransi aktivitas
c. Kurang perawatan diri
d. Gangguan mobilitas fisik
e. Penurunan kardiak output

256. Seorang laki-laki, usia 56 th dengan keluhan pasien merasakan nyeri dada yang sangat di dada
kiri sambil tangannya memegang dada kirinya, dan dirasakan menjalar ke lengan, disertai dengan
sesak napas yang sangat. Manakah tindakan yang pertama kali harus dilakukan oleh perawat?
a. Melakukan pemeriksaan tanda vital
b. Memasang oksigen 2-3 lt/menit
c. Melakukan pemeriksaan EKG
d. Mengambil darah rutin
e. Memasang infus D5% 20 tetes per menit

257. Seorang laki-laki umur 52 tahun dirawat dengan keluhan lemah, sesak napas, hasil pengkajian
didapatkan Tekanan Darah : 100/60 mmHg, Nadi 74 x/menit, Pernapasan : 26 x/ menit, kedua
kaki odem, Urine tampung 24 jam 370 cc, posisi pasien duduk mendekap bantal, terpasang
Oksigen 3 liter/menit, akral dingin.
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien diatas?
a. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
b. Penurunan Cardiac Out Put
c. Gangguan pertukaran gas.
d. Gangguan istirahat tidur
e. Intoleran aktivitas

258. Seorang laki-laki usia 56 tahun diprogramkan untuk menjalani operasi katarak di rumah sakit
mata. Klien mengeluh pandangannya kabur dan sulit melihat benda dari jarak jauh. Hasil
pemeriksaan fisik didapatkan lensa mata tampak keruh, tekanan darah 130/80 mmHg, Nadi 78
kali/menit, RR 19 kali/menit. Klien mengatakan takut jatuh.
Apakah prioritas diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
a. Cemas
b. Nyeri Akut
c. angguan rasa nyaman
d. Gangguan perfusi jaringan
e. Gangguan persepsi sensori penglihatan

259. Seorang perempuan usia 22 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri telinga, ketajaman
pendengaran menurun. Hasil pengkajian perawat menunjukkan TD 120/80 mmHg, HR 80
kali/menit, RR 20 kali/menit, Suhu 390 C, adanya tinnitus, otalgia, otore, vertigo, pusing, gatal
pada telinga. Dengan otoscope tuba eustachius tampak bengkak, merah, suram. Klien punya
riwayat ISPA lama. Klien merasa cemas dan malu pada lingkungan karena penyakitnya
menimbulkan bau.
Apakah prioritas diagnosa keperawatan pada kasus diatas?
a. Nyeri
b. Harga diri rendah
c. Resiko infeksi
d. Gangguan sensori persepsi pendengaran
e. Ansietas

260. Seorang perempuan 65 tahun, klien mengalami gangguan penglihatan pada mata kiri karena
meningoma di frontotemporal sinistra. Visus mata kiri berkurang (6/30), kadang klien merasakan
pusing dan mual. Apakah tindakan keperawatan untuk mengatasi resiko injuri pada kasus di atas?
a. Menghindari lantai yang licin
b. Memasang penghalang tempat tidur agar tidak jatuh
c. Memberikan pencahayaan yang cukup di ruang klien
d. Menjelaskan dimana letak-letak barang pribadi milik klien
e. Memberi pegangan di kamar mandi klien

261. Seorang laki-laki usia 22 tahun memeriksakan matanya di poli klinik mata, saat dilakukan
pemeriksaan ketajaman mata mengalami penurunan visus mata, klien mengatakan pandangannya
kabur jika melihat benda-benda yang dekat.
Apa penyebab hal tersebut?
a. Bentuk benda yang tidak utuh
b. Bayangan benda jatuh di titik retina
c. Bayangan benda jatuh di depan retina
d. Bayangan benda jatuh di belakang retina
e. Bayangan benda menyebar di beberapa titik

262. Seorang perawat melakukan pemeriksaan fisik pada mata. Saat dilakukan inspeksi perawat
melihat cairan bening kental seperti agar yang terletak antara lensa dan retina, 80 % dari bulbus
okuli, sehingga bola mata tidak kempes.
Apa cairan tersebut?
a. Aquous Humour
b. Corpus Vitreus
c. Kristalina
d. Korpus siliaris
e. Koroid

263. Seorang laki-laki 55 tahun datang ke poli mata dengan keluhan nyeri mata terutama saat jongkok
dan menunduk. Hasil pengkajian didapatkan klien silau dengan cahaya, nyeri tekan pada bola
mata dan disimpulkan terjadi peningkatan tekanan intra okuler. Dokter memberikan terapi
pilokarpin 2 %
Apakah efek samping yang harus diperhatikan saat klien mendapat terapi tersebut?
a. Sakit kepala
b. Gangguan tidur
c. Mual dan muntah
d. Rasa pahit di mulut
e. Jantung berdebar-debar

264. Seorang perawat melakukan pemeriksaan fisik pada telinga dengan cara berbisik, tes rinne,
webber, dan swabach.
Apakah saraf kranial yang berkaitan dengan tes tersebut?
a. Vestibularis
b. Cochlearis
c. Auditorius
d. Cerebelum
e. Cerebrum

265. Seorang perempuan usia 42 tahun memeriksakan matanya di poli klinik mata, saat dilakukan
pemeriksaan ketajaman mata mengalami penurunan visus mata, klien mengatakan pandangannya
kabur jika melihat benda-benda yang dekat. Apakah tindakan untuk mengatasi hal tersebut?
a. Anjurkan untuk bepergian jika perlu saja
b. Anjurkan untuk menggunakan lensa kontak
c. Anjurkan untuk menggunakan kacamata plus
d. Anjurkan untuk menggunakan kacamata minus
e. Anjurkan untuk menggunakan kacamata silinder

266. Seorang laki-laki datang ke poli THT dengan keluhan nyeri telinga dan terasa panas. Klien
mengatakan nyeri tersebut muncul setelah sembuh dari batuk dan pileknya. Selain antibiotik,
dokter memberikan terapi antihistamin dan dekongestan.
Apa efek samping yang harus diperhatikan oleh perawat?
a. Mengantuk
b. Mual dan muntah
c. Kesulitan bernafas
d. Telinga berdengung
e. Jantung berdebar-debar

267. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke poli mata dengan keluhan sakit mata sejak dua
hari yang lalu. Klien sakit mata setelah mengendarai motor malam hari tanpa menggunakan helm.
Klien didiagnosis konjungtivitis. Apakah tanda khas yang ditemukan saat pengkajian?
a. Nyeri
b. Mata berair
c. Mata merah
d. Pandangan kabur
e. Silau dengan cahaya

268. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poli mata dengan keluhan nyeri pada mata. Hasil
pengkajian didapatkan klien mengeluh gatal pada mata, terasa perih dan panas, mata berair dan
kemerahan, silau. Klien bekerja sebagai tukang ojek. Apakah aspek pengkajian lanjutan yang
tepat dilakukan?
a. Tempat kerja
b. Kebersihan tangan
c. Kebersihan pakaian
d. Penggunaan alat makan
e. Penggunaan alat mandi di rumah

269. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang bedah dengan diagnosis katarak. Hasil
pengkajian didapatkan klien 2 jam post operasi. Keluarga mengatakan belum tahu cara perawatan
klien. Apakah tema pendidikan kesehatan yang tepat diberikan?
a. Proses penyakit
b. Proses pembedahan
c. Nutrisi pasca pembedahan
d. Aktivitas pasca pembedahan
e. Pengobatan pasca pembedahan
270. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang bedah dengan diagnosis katarak. Hasil
pengkajian didapatkan klien 2 jam post operasi. Keluarga mengatakan belum tahu cara perawatan
klien. Apakah tema pendidikan kesehatan yang tepat diberikan?
a. Proses penyakit
b. Proses pembedahan
c. Nutrisi pasca pembedahan
d. Aktivitas pasca pembedahan
e. Pengobatan pasca pembedahan

271. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poli mata dengan mengeluh nyeri mata terutama saat
jongkok dan menunduk. Hasil pengkajian didapatkan klien silau dengan cahaya, nyeri tekan pada
bola mata dan disimpulkan terjadi peningkatan tekanan intra okuler.
Apakah tindakan keperawatan mandiri untuk pasien diatas?
a. Kolaborasi pemberian analgetik
b. Berikan antiemetik sesuai dosis
c. Atur posisi tidur semifowler dengan nyaman
d. Berikan pendidikan kesehatan tentang penyakitnya
e. Anjurkan istirahat di tempat tidur dengan suasana tenang dan nyaman

272. Seorang perawat melakukan pemeriksaan fisik pada telinga. Saat dilakukan inspeksi pada meatus
akustikus melihat benda berwarna putih jernih, lentur. Saat disinari menggunakan pen light
tampak memantulkan cahaya. Apakah organ tersebut?
a. Ear drum
b. Cochlea
c. Maleus
d. Inkus
e. Stapes

273. Seorang laki-laki berusia 27 tahun datang ke poli klinik mata dengan keluhan mata merah,
banyak keluar air mata, silau bila terkena sinar matahari dan pandangan kabur. Hasil pengkajian
didapatkan klien menderita sejak 5 hari yang lalu dan sudah melakukan pengobatan sendiri
namun tidak berhasil. Klien menanyakan apakah penyakitnya parah dan dapat menyebabkan
kebutaan.
Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus di atas?
a. Nyeri
b. Kecemasan
c. Resiko jatuh
d. Gangguan persepsi sensori
e. Kurang pengetahuan tentang proses penyakit

274. Seorang laki-laki usia 20 tahun memeriksakan matanya di poli klinik mata, saat dilakukan
pemeriksaan ketajaman mata mengalami penurunan visus mata, klien mengatakan pandangannya
kabur jika melihat benda-benda yang jauh. Apakah tindakan untuk mengatasi hal tersebut?
a. Anjurkan untuk bepergian jika perlu saja
b. Anjurkan untuk menggunakan lensa kontak
c. Anjurkan untuk menggunakan kacamata plus
d. Anjurkan untuk menggunakan kacamata minus
e. Anjurkan untuk menggunakan kacamata silinder
275. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke poli mata dengan keluhan pandangan mata kabur,
tidak jelas. Hasil pengkajian visus mata didapatkan OD/OS 20/30. Apakah makna hasil
pemeriksaan tersebut?
a. Klien mampu membaca huruf tersebut dari sebesar 66,66 persen
b. Klien mampu membaca dari jarak 20 feet, sedangkan orang normal mampu membaca
dari jarak 30 feet
c. Klien mampu membaca dari jarak 30 feet, sedangkan orang normal mampu membaca
dari jarak 20 feet
d. Klien mampu membaca dari jarak 20 meter, sedangkan orang normal mampu membaca
dari jarak 30 meter
e. Klien mampu membaca dari jarak 30 meter, sedangkan orang normal mampu membaca
dari jarak 20 meter

276. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke poli THT dengan keluhan pendengaran tidak
jelas, dan dapat bila mendengar suara keras. Hasil pengkajian didapatkan tes rinne memendek,
webber lebih keras pada telinga pemeriksa, dan swabach lateralisasi ke salah satu telinga.
Apakah makna hasil pemeriksaan tersebut?
a. Klien mengalami tuli total
b. Klien mengalami tuli perseptif
c. Klien mengalami tuli konduktif
d. Pemeriksa mengalami tuli konduktif
e. Klien mengalami kerusakan gendang telinga

277. Seorang perawat melakukan pemeriksaan fisik pendengaran berbisik pada pasien dari jarak 6
meter. Saat dilakukan bisikan dua kata, klien tidak mendengar suara tersebut sehingga klien
hanya diam saja. Apakah yang dilakukan perawat selanjutnya?
a. Mengganti dua kata tersebut
b. Menggunakan volume suara
c. Berpindah ke telinga yang satu
d. Mendekat ke arah pasien 1 meter
e. Meminta klien untuk mengulang kata-kata yang diucapkan

278. Klien mengalami nyeri mata. Berdasarkan hasil pengkajian ada leukokoria, nodule di iris, dan
strabismus. Apakah nama isilah nodule di iris?
a. Eksofitik
b. Vitrous Seeding
c. White to brown
d. Pseudohypopyon
e. Chalky white appereance

279. Seorang klien mengeluh sering bertengkar dengan anggota keluarga lainnya karena miss
komunikasi. Setelah diskusi klien menerima bahwa kesalahan dari klien. Berdasarkan
pemeriksaan klien didiagnosa otosklerosis. Diagnosa keperawatan yang sering muncul pada
pasien dengan gejala awal otosklerosis adalah...
a. Gangguan Komunikasi verbal b.d Pembentukan Tulang baru
b. Gangguan Keseimbangan b.d Peningkatan Tekanan pada daerah Vestibulokoklear
c. Gangguan Persepsi sensori: pendengaran b.d Obstruksi lumen pada telinga
d. Risiko Cedera b.d Menurunnya Kontrol Keseimbangan tubuh
e. Vertigo b.d Peningkatan Tekanan pada daerah Vestibulokoklear

280. Mata klien sudah mengelamai pemebasaran sebesar bola ping pong. Klien adalah An. J dengan
usia 3 tahun. Mata klien yang mengalami keganasan harus selalu dilakukan wound care karena
sudah mengalami kerusakan jaringan. Apakah yang harus diperhatikan perawat ketika membuka
balutan untuk menghindari perdarahan?
a. Adakah ruptur vaskular
b. Kondisi psikologis klien
c. Kepatenan balutan
d. Adakah perlukaan
e. Strerilitas

281. AN. U sudah di rawat di ruang anak selama satu minggu dengan diagnosa retinoblastoma.
Berdasarkan hasil pengkajian An. U terlihat semakin sering menangis. An. U mendapatkan
perawatan luka sesuai dengan prosedur. Namun, Ibunya selalu menanyakan apakah bisa sembuh
atau tidak dan bagaimana kelanjutan kemajuan penyakitnya. Apakah intervensi utama yang dapat
dilakukan oleh Ns. T pada Ibu An. U?
a. Kaji pola aktivitas Ibu
b. Kaji Tanda-Tanda Vital
c. Kaji Tingkat kecemasan ibu
d. Distraksi dengan terapi bermain
e. Dengarkan keluhan klien dengan penuh perhatian

282. Perawatan luka pada daerah mata selalu dilakukan oleh Ns. K dengan sepenuh hati disertai
keterampilan yang luar biasa. Ns. K selalu melakukan pendekatan personal kepada klien dan
keluarga klien sebelum tindakan. Apakah evaluasi formatif pada perawatan luka?
a. Kaji luka, granulasi, pus, dan perdarahan
b. Kaji keamanan dan kenyamanan klien
c. Kaji pulsasi, pergerakan dan visus
d. Klien menangis atau tidak
e. Kaji HR, RR, Suhu, dan BP

283. Seorang pasien mengalami keluhan sesak napas. Perawat melakukan pengkajian dengan
memeriksa didaerah atas manubrium untuk mengetahui suara bronchial. Bagaimana hasil rasio
antara insipirasi dan ekspirasi pada pasien tersebut?
a. I = E
b. I < E
c. I > E
d. I ≥ E
e. I ≠ E

284. Seroang laki-laki mengeluh batuk berdarah. Berdasarkan hasil pengkajian klien merasa sesak
akhir-akhir ini, anoreksia, kaheksia, dan dianjurkan untuk foto thoraks. Apakah jenis pemeriksaan
foto toraks awal pada pasien tumor paru?
a. PL dan PA
b. PA dan lateral
c. Anterior dan PA
d. PS dan Anterior
e. PA dan Superiorf.

285. Klien Tn. K 49 tahun sudah dirawat dua hari di ruang penyakit dalam dengan keluhan batuk
berdarah dan sesak. Sejak 2 minggu yang lalu semakin hari semakin sesak.berdasarkan
pemriksaan fisik HR: 95x/menit, RR: 30x/menit. Pemeriksaan laboratorium BTA (-), HB: 8
gr/dl, leukosit: 13000. Pemeriksaan diagnostik: berdasarkan hasil foto thoraks ada masa disebelah
kiri.
Apakah diagnosa keperawatan utama yang yang muncul pada kasus tersebut?
a. Infeksi b.d Inflamasi bakteri d.o Hemoptysis
b. Intoleran aktivitas b.d Oksigen b.d HR: 95 x/menit
c. Gangguan pefusi jaringan b.d SV menurun d.o HR: 95 x/menit
d. Inefektif pola napas b.d perubahan struktur alveoli d.o sesak
e. Bersihan jalan napas kurang efektif b.d Peningkatan sekret d.o Hemoptisis

286. Seorang klien didiagnosa Ca Paru. Berdasarkan pengkajian klien mengalami sesak, RR: 31
x/menit,HR: 85 x/menit, Ronchi (-), BMI 15, Urine output 50 ml/jam. APakah diagnose utama
pada pasien diatas?
a. Gangguan Perfusi Jaringan berhubungan dengan HB menurun
b. Pola Napas tidak efektif berhubungan dengan cairan di pleura
c. Bersihan Jalan Napas tidak efektif berhubungan dengan adanya secret
d. Gangguan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan berhubungan dengan Anoreksia
e. Gangguan Difusi berhubungan dengan GAP melebar antara kapiler dan alveoli

287. Seorang klien mengeluh sesak. Berdasarkan pengkajian didapatakan bahwa Sesak dirasa ketika
malam hari dan membuat terbangun, weezing (-), efusi pleura (+). Apakah Tindakan yang paling
tepat untuk pasien diatas ketika sesak?
a. Beri Oksigen
b. Posisikan orthopneu
c. Posisikan Semifowlers
d. Posisikan miring pasien
e. Latih relaksasi napas dalam

288. Seorang klien mengeluh sesak. Berdasarkan hasil pengkajian didapatkan hasil ronchi (+),
pernapasan cuping hidung (+), retraksi otot bantu pernapasan (+), batuk (+). Perawat memberikan
nebulizer kepada klien. Apakah intervensi yang tepat sebelum dilakukan nebulizer?
a. Lakukan fisioterapi dada
b. Posisikan klien orthopneu
c. Ajarkan klien batuk efektif
d. Posisikan klien semi fowler
e. Ajarkan teknik purshed Lip Breathing

289. Seroang laki-laki datang dari ruang operasi dengan keluhan sesak. Klien didiagnosa tumor dan
dilakukan pemasangan CTT. Apakah hal yang harus diobservasi pada pasien tersebut?
a. Undulasi
b. Fiksasi
c. Bubble
d. Cairane.
e. RR

290. Seorang pasien mengeluh nyeri. Perawat melakukan pengkajian melihat keadaan abdomen,
kontur dan apakah ada kelainan. Apakah teknik pemeriksaan fisik yang tepat setelah prosedur
pemeriksaan fisik pada pasien tersebut?
a. Perkusi
b. Palpasi
c. Inspeksi
d. Radiologi
e. Auskultasi
291. Klien mengeluh nyeri perut sebelah kanan. Klien dilakukan pemeriksaan dengan posisi
terlentang, kemudian dilakukan fleksi dan endorotasi pada sendi panggul. Apakah nama
pemeriksaan pada klien diatas?
a. Obturator Test
b. Blomberg Test
c. Rovsing Test
d. Homan Test
e. Psoas test

292. Klien mengatakan nyeri hebat didaerah gaster. Klien sampai mengalami kekakuan. Klien terlihat
pucat. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan hasil RR: 28 x/menit, HR: 95x/menit.
Klien terlihat terengah-engah. Klien tidak mempunyai riwayat Asma. APakah diagnosa
keperawatan aktual yang paling tepat pada klien tersebut?
a. Nyeri b.d laserasi mukosa gaster d.o nyeri abdomen
b. Pola napas tidak efektif b.d ekspansi paru menurun d. o RR meningkat
c. Gangguang Nutrisi: Kurang dari kebutuhan b.d nyeri d.o klien mengeluh nyeri
d. Imobilitas fisik b.d nyeri abdomen d.o kekakuan
e. Gangguan termoregulasi b.d inflamasi mukosa d.o suhu meningkat

293. Seorang perempuan 25 tahun mengeluh mual dan tidak nafsu dan mengalami penurunan berat
badan 15%, selain itu klien nampak memegangi perut nya, klien mengatakan lemah dan nampak
tiduran sambil memegangi perutnya. Berdasarkan kasus tersebut masalah keperawatan yang
paling tepat ditegakan adalah?
a. Nyeri akut
b. Mual muntah
c. Risiko cedera
d. Intoleransi aktivitas
e. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

294. Klien mengatakan bahwa perutnya terasa penuh dan kemudian belum mengalami flatus beberapa
hari ini. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan BU klien 3x/menit.
Apakah intervensi mandiri yang tepat untuk klien?
a. Anjurkan makan makanan yang berserat
b. Lakukan massage abdomen
c. Kaji kebiasaan makan klien
d. Kaji pola makan klien
e. Berikan Laksik

295. Seorang klien mengeluh nyeri perut. Berdasarkan hasil pengkajian didapatkan hasil bahwa
riwayat hematemesis (+), fatique, BMI : 16, Riwayat Gastric Lavage (+), NGT (+), klien
mendapatkan diet susu cair. Apakah yang harus dilakukan sebelum memasukan makanan ke
dalam lambung klien?
a. Posisikan klien dengan nyaman
b. Cek Kebutuhan nutrisi Klien
c. Cek Komposisi susu
d. Lakukan Aspirasi
e. Berikan Minum

296. Seorang datang dari ruang operasi setelah dilakukan apendiktomi. Klien mendapatkan bius
umum. Apakah tanda bahwa klien boleh diperbolehkan makan?
a. Flatus
b. Lemas
c. Hiccup
d. Rasa Haus
e. Rasa Lapar

297. Seorang klien memeriksakan kesehatannya ke Rumah sakit X karena mempunyai riwayat
pemakaian jarum suntik dank klien bersedia untuk dilakukan tes HIV. Hasil pemeriksaan
didapatkan positif HIV. Apakah interpretasi yang tidak tepat dari hasil pemeriksaan tersebut .?
a. Antibodi terhadap virus AIDS tidak terdapat dalam darah klien
b. Klien telah terinfeksi oleh virus AIDS dan tubuhnya menghasilkan antibody
c. Klien tidak harus menderita penyakit AIDS apabila patuh dalam pengobatan
d. Klien kebal terhadap penyakit AIDS
e. Virus HIV yang aktif dapat menyebarkan kepada orang lain

298. Seora ng laki-laki 45 tahun di rawat di RS X dengan keluhan sesak napas, lemah dan bengkak
pada kedua kaki. Hasil pemeriksaan fisik didapat edema tungkai derajat 3, distensi vena
jugularis, asitesdan ronkhi pada kedua lapang paru. Tanda-tanda vital tekanan darah 160/95
mmHg, Nadi 90x/menit, pernapasan 35x/menit, Pasien Didiagnosa Gagal Jantung Kongestif dan
mendapat terapi digitalis dan diuretic. Apakah pengkajian yang paling penting dilakukan sebelum
pemberian obat digitalis ?
a. Tingkat kesadaran
b. Tanda-tanda vital terutama denyut nadi*
c. Status cairan
d. Produlksi urin
e. Kadar glukosa darah

299. Seorang laki-laki dirawat di Ruang Penyakit dalam dengan keluhan sesak napas walaupun sedang
istirakhat, sesak napas meningkat apabila berbaring dan berkurang apabila duduk. Frekwensi
pernapasan 30x/menit, klien bernapas dengan menggunakan otot-otot bantu napas. Pasien di
diagnosis Gagal jantung. Penumpukan secret. Apakah penyebab gangguan pertukaran gas pada
pasien di atas?
a. Bronkospasme
b. Peningkatan tekanan kapiler paru
c. Penurunan ekspansi paru
d. Penurunan kadar hemoglobin
e. Penumpukan secret

300. Seorang perempuan 56 tahun dirawat di Ruang Penyakit dalam Rs. X dengan keluhan sesak
napas, dan edema pada kedua tungkai. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan adanya asites, distensi
vena jugularis dan hepatomegali. Pasien didiagnosis Gagal Jantung Kongestif. Apakah
manifestasi klinik yang menunjukkan adanya gagal jantung kiri ?
a. Distensi vena jugularis
b. Edema
c. Sesak napas
d. Asites
e. Hepatomegali

301. Seorang pasien perempuan mengeluh nyeri dada hebat, dibawa ke UGD RS. X dan dilakukan
pemeriksaan EKG . Hasil EKG didapatkan ST elevasi di Lead I, II, III dan AVF.
Apakah daerah yang mengalami infark berdsarakan hasil EKG ?
a. Inferior
b. Posterior
c. Anteroseptal
d. Anterior
e. Apical

302. Seorang perempuan dirawat di rumah sakit dengan keluhan sesak napas, lemah, letih dan lesu,
Hasil pemeriksaan di dapat klien masih mengeluh sesak napas, konjungtiva pucat, tekanan darah
120/70 mmHg, nadi 110x/menit, pernapasan 30x/menit. HB 6 g/dl. APakah jenis transfuse yang
sesuai untuk klien ?
a. Darah lengkap (whole blood)
b. Konsentrat Sel darah merah (Packed Red Blood Cells)
c. Konsentrat trombosit
d. Plasma segar dibekukan ( fresh frozen plasma )
e. Konsentrat sel darah putih

303. Seorang perawat sedang memberikan transfuse darah , pada saat darah masuk pasien mengeluh
mual, menggigil dan sesak napas. Apakah prioritas utama tindakan perawat pada kondisi tersebut
?
a. Hentikan transfusi darah
b. Ganti infus dengan cairan NaCl fisiologis
c. Berikan terapi oksigen
d. Atur posisi klien semifowler
e. Berikan kompres hangat

304. Seorang wanita 60 tahun. Dirawat di RS. Keluhan utama nyeri jari kaki sebelah kiri ,skala nyeri
2(0-4) Pemeriksaan fisik, TD 100/80 mmhg, Nadi 74x /menit, frekuensi pernapasan 24x /menit,
Suhu 37 oc. Terdapat lesi dijari kaki sinistra,tanda – tanda infeksi(+),hasil laboratorium : GDS :
407mg/dl,leukosit : 17.500/ul.diagnosa medis :DM tipe II dengan gangren. Apakah intervensi
keperawatan utama pasien di atas?
A. Observasi skala nyeri
B. Lakukan perawatan luka
C. Ajarkan teknik relaksasi
D. Atur posisi klien senyaman mungkin
E. Ajarkan klien tentang latihan kaki

305. Tuan C dibawa ke ruang Neorologi RS X dengan keluhan mendapatkan trauma kepala tertutup
akibat kecelakaan lalulintas, perawat mendapatkan tanda peningkatan tekanan intracranial pada
klien. Apakah intervensi keperawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya valsava
manuver pada klien di atas?
a. Batasi cairan sesuai program terapi
b. Berikan cairan hipertonik : manitol dan diuretik : furesemid
c. Atur posisi kepala 30-45 derajat bila tidak ada kontra indikasi
d. Monitor intake dan output
e. Berikan obat-obatan untuk melunakkan feses, obat antitusif dan anti emetik

306. Seorang pasien laki-laki di Rawat di Ruang Neurologi Rs X karena trauma kepala akibat
kecelakaan lalulintas saat ini tingkat kesadaran delirium dan gelisah, cenderung akan melepas
peralatan medis ditubuhnya. Apakah yang sebaiknya anda lakukan untuk klien ini ?
a. Memasang restrain(pengikat)
b. Kolaborasi pemberian sedative
c. Memberikan penghalang lunak tempat tidur
d. Menyarankan keluarga memegangi pasien
e. Tempatkan pasien pada ruang isolasi

307. Seorang perempuan 56 tahun dirawat rumah sakit dengan keluhan diaphoresis, palpitasi, tremor
dan takikardia lebih kurang 1,5 jam sesudah mendapatkan suntikan regular insulin pagi hari.
Tindakan apa yang tepat bagi klien tersebut ?
a. memeriksa kadar glukosa darah dan memberikan karbohidrat
b. memberikan preparat nitrogliserin dan melakukan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG)
c. mengecek denyut nadi dan pernapasan serta memberikan oksigen
d. membatasi asupan garam dan memberikan preparat diuretik
e. melakukan kolaborasi untuk rehidrasi cairan

308. Seorang perempuan 43 tahun datang ke Poliklinik Penyakit Dalam dan melaporkan penurunan
berat badan, banyak berkeringa dan tidak toleransi terhadap panas. Pada pengkajian didapatkan
tekanan darah 160/100 mmHg. Frekuensi nadi 120x/menit, pernapasan 28x/menit, suhu 37,8 oC.
Hasi Laboratorium memperlihatkan kadar hormone Tiroksin(T4) dan Triidotironin (T3) yang
tinggi. Apakah kondisi yang dialami oleh klien tersebut ?
a. hipotiroidisme
b. Hipertiroidisme
c. Cushing Syndrom
d. Penyakit addison
e. Hipoparathyroidisme

309. Seorang laki-laki 60 tahun dirawat di Ruang Penyakit Dalam berada dalam kedaan ketoasidosii
diabetes yang terjadi sekunder akibat infeksi. Ketika keadaan tersebut berlanjut
Apakah tanda dan gejala yang akan terlihat pada Ketoasidosis diabetes ?
a. Pernapasan kusmaull dan napas bau amis aseton
b. respirasi yang dangkal dan nyeri abdomen yang hebat
c. berkurangnya respirasi dan meningkatnya keluaran urine
d. Pernapasan cheyne-stokes dan menurunnya keluaran urine
e. bradikardi dan spasme karpopedal

310. Seorang perempuan (50 tahun) masuk ke Rumah Sakit X dengan keluhan lemas, pusing dan
terdapat luka yang tidak sembuh-sembuh pada bagian telapak kaki kanannya. Hasil pemeriksaan
gula darah sewaktu di dapat 460 mg/dl. Apakah prioritas Intervensi keperawatan untuk mencegah
terjadinya penyebaran infeksi akibat gangren diabetik ?
a. Anjurkan klien untuk tirah baring
b. Lakukan perawatan luka dan kontrol gula darah
c. Kontrol secara terus menerus terhadap tanda-tanda perluasan infeksi
d. Kolaborasi pemberian obat-obatan antibiotic
e. Monitor tanda tanda vital secara teratur

311. Seorang perempuan (50 tahun) masuk ke Rumah Sakit X dengan keluhan lemas, pusing dan
terdapat luka yang tidak sembuh-sembuh pada bagian telapak kaki kanannya klien juga
mengatakan napsu makannya meningkat disertai haus yang terus- menerus dan sering Buang air
Kecil. Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu di dapat 460 mg/dl. Klien di diagnosis Diabetes
Melitus. Apakah Intervensi keperawatan yang berhubungn dengan pengontrolan diet pada pasien
Diabetes Melitus apabila klien tidak menyukai menu yang disediakan rumah sakit ?
a. Membantu pasien makan sesuai rencana diet
b. Memantau dan mencatat masukan makanan
c. Membantu mencarikan makanan pengganti yang tidak disukai klien
d. Mengatur perawatan sedemikian rupa sehingga klien tidak terlambat makan
e. Memotivasi pasien untuk menghabiskan makanan yang disediakan rumah sakit

312. Posisi head up 30 derajat baik bagi pasien yang mengalami cedera kepala pada fase akut.
Apakah rasional tindakan tersebut?
a. Mengurangi cedera multiple
b. Memfasilitasi perfusi serebral
c. Mengurangi gejala nyeri kepala
d. Mengurangi tekanan intrakranial
e. Memfasilitasi oksigenasi ke serebral

313. Pasien stroke menunjukkan gejala klinis yang khas akibat adanya lesi pada nukleus saraf kranial
di batang otak. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan untuk menentukan lesi spesifik saat terjadi
stroke.
Apakah pemeriksaan fisik spesifik yang dapat dilakukan?
a. Pemeriksaan saraf perifer
b. Pemeriksaan saraf kranialis
c. Pemeriksaan kekuatan otot
d. Pemeriksaan gait atau postur
e. Pemeriksaan kemampuan gerak

314. Seorang laki-laki berusia 70 tahun dirawat di RS karena kelemahan satu sisi tubuh sebelah kanan.
Kaki kanan hanya mau digeser, sementara tangan kanan dapat diangkat sedikit namun jatuh
kembali. Berapakah kekuatan otot tangan dan kaki laki-laki tersebut?
a. 1 dan 2
b. 3 dan 4
c. 3 dan 2
d. 4 dan 3
e. 2 dan 4

315. Seorang laki-laki berusia 28 tahun didignosa HIV AIDS. Ia tertular karena penggunaan narkoba
suntik. Istri laki-laki tersebut bertanya kepada perawat tentang penyakit pasangannya.
Apakah jawaban perawat terhadap pertanyaan istri pasien?
a. Menjawab dengan jujur apa adanya
b. Mempersiapkan istri dan pasien untuk konseling
c. Konsultasikan jawaban lebih dulu dengan dokter
d. Menyarankan istri pasien untuk bertanya ke dokter
e. Meminta istri pasien bersabar atas kondisi yang dialami

316. Seorang wanita berusia 15 tahun, dirawat dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan bawah.
Wanita tersebut direncanakan akan menjalani operasi apendiktomi. Ia mengungkapkan
kecemasannya tentang rencana operasi yang akan dilakukan. Bagaimanakah peran perawat
menanggapi hal tersebut?
a. Mengelola nyeri dengan kolaborasi pemberian analgesik
b. Memberi motivasi untuk menyetujui tindakan operasi
c. Melindungi hak terhadap tindakan yang merugikan
d. Memberikan penjelasan tentang tindakan operasi
e. Memberikan informed consent

317. Seorang wanita berusia 40 tahun, dirawat dengan keluhan nyeri dada kiri yang menjalar ke belikat
dan bahu. Nyeri berkurang dengan istirahat. Hasil lab menunjukkan peningkatan CKMB dan
troponin T. Hasil EKG menunjukkan ST elevasi. Apakah diagnosa keperawatan yang tepat bagi
wanita tersebut? Apakah diagnosa keperawatan yang tepat bagi wanita tersebut?
a. Nyeri akut b.d hipoksia sel otot jantung
b. Kerusakan jantung b.d oklusi vaskular
c. Nyeri kronis b.d peningkatan aktivitas
d. Nyeri b.d peningkatan beban jantung
e. Nyeri b.d peningkatan enzim jantung

318. Pasien dengan penurunan kesadaran atau pasien dengan fraktur ekstremitas dapat mengalami
gangguan pergerakan atau mobilitas fisik. Komplikasi apakah yang dapat terjadi jika pasien
mengalami imobilisasi lama?
a. Gangguan eliminasi: konstipasi
b. Peningkatan beban jantung
c. Penurunan aktivitas
d. Inkontinensia urin
e. Sesak nafas

319. Seorang pria 60 tahun dirawat dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu sebelum masuk RS
yang semakin terasa semakin berat. Kedua kaki edema +3. Oliguri (+) sejak 1 minggu lalu. Nafsu
makan menurun. Auskultasi paru menunjukkan Ronchi (+) di kedua lobus bawah paru.
Pengembagan dada bawah tertinggal. Apakah intervensi keperawatan yang dapat dilakukan pada
pria tersebut?
a. Monitoring tanda vital
b. Pembatasan aktivitas
c. Kolaborasi diuretik
d. Fisioterapi dada
e. Loading cairan

320. Seorang wanita berusia 50 tahun, dirawat dengan keluhan lumpuh pada kedua kaki. Setelah jatuh
kemampuan berjalan pasien menurun hingga akhirnya tidak dapat berjalan. Saat dikaji pasien
mengeluh punggungnya terasa panas dan perih. Terlihat kulit punggung kemerahan dan di area
bokong terdapat bulae dan lesi grade 1. Apakah intervensi keperawatan yang dapat dilakukan
pada pasien tersebut?
a. Bersihkan lesi dan masase area yang kemerahan
b. Lakukan latihan mobilisasi pasif secara berkala
c. Bantu pasien melakukan pergerakan pasif
d. Lakukan masase ringan sekitar punggung
e. Ubah posisi setiap dua jam sekali

321. Seorang pasien yang didiagnosa diabetes melitus tipe II sebaiknya menjalani diet agar glukosa
darahnya terkontrol. Apakah konsep pelaksanaan diet pasien diabetes melitus
a. Membatasi jenis makanan yang dapat dikonsumsi
b. Hanya memakan sayuran dan buah-buahan
c. Diet seimbang dengan frekuensi tertentu
d. Tidak makan karbohidrat sama sekali
e. Tidak memakan daging dan nasi

322. Seorang perempuan berusia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan utama
sesak. Saat dikaji RR 30 kali per menit, Nadi 70 kali per menit S 36,50 C dan TD 140/100
mmHg. TB : 156 cm dan BB 40 kg .
Perawat akan memberikan terapi oksigen dengan menggunakan Nasal canule. Berapakah oksigen
yang harus diberikan pada pasien tersebut?
a. 1 liter
b. 2 liter
c. 3 liter
d. 4 liter
e. 5 liter

323. Seorang pasien laki-laki 56 tahun datang dengan keluhan sulit BAK dilakukan pemasangan
kateter urine. Perawat yang akan melakukan pemasangan kateter melakukan fiksasi dengan
memasukan aquadest hingga kateter terfiksasi dan tidak mudah lepas. Berapakah jumlah cairan
yang harus dimasukan oleh perawat?
a. 10 cc
b. 20 cc
c. 30 cc
d. 40 cc
e. 50 cc

324. Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang dengan keluhan sulit BAK dilakukan
pemasangan kateter urine. Perawat yang akan melakukan pemasangan kateter melakukan fiksasi
dengan memasukan aquadest hingga kateter terfiksasi dan tidak mudah lepas. Berapakah jumlah
cairan yang harus dimasukan oleh perawat?
a. 1-5 cc
b. 10-20 cc
c. > 30 cc
d. > 40 cc

325. Pasien dengan status kesadaran koma, dilakukan pemenuhan kebutuhan nutrisi melalui
Nasogastric Tube. Pada saat melakukan pemasangan perawat melakukan tes apakah selang sudah
masuk dengan benar ke lambung. Bagaimanakah cara yang dapat dilakukan perawat untuk
melakukan tes tersebut?
a. Auskultasi di bagian abdomen sambil memasukan udara melalui spuit 50 cc
b. Auskultasi di bagian dada sambil memasukan udara melalui spuit 50 cc
c. Perkusi di bagian abdomen sambil memasukan udara melalui spuit 50 cc
d. Perkusi di bagian dada sambil memasukan udara melalui spuit 50 cce.

326. Seorang laki-laki mengalami kecelakaaan sehingga mengalami cedera patah tulang pada tangan
sebelah kanan, dengan perdarahan hebat. Hasil pemeriksaan TTV : TD 90/70 mmHg, Nadi lemah
60 kali permenit, terdapat sianosis pada daerah perifer. Apakah Dignosa utama yang muncul
pada kasus tersebut ?
a. Gangguan mobilisasi fisik b.d penurunan fungsi akibat deformitas
b. Gangguan rasa nyaman nyeri b.d proses kerusakan jaringan
c. Ansietas b.d kurang informasi mengenai kondisi penyakit
d. Intoleran aktivitas b.d kerusakan muskuloskeletal
e. Gangguan keseimbangan cairan b.d perdarahan

327. Seorang laki-laki mengalami kecelakaaan sehingga mengalami cedera patah tulang pada tangan
sebelah kanan, dengan perdarahan hebat. Hasil pemeriksaan TTV : Td 90/70 mmHg, Nadi lemah
60 kali permenit, terdapat sianosis pada daerah perifer. Gangguan rasa nyaman nyeri b.d proses
kerusakan jaringan akibat diskontinuitas jaringan. Apakah Daignosa utama yang muncul pada
kasus tersebut ?
a. Gangguan mobilisasi fisik b.d penurunan fungsi akibat deformitas
b. Gangguan sirkulasi sistemik dan perifer b.d perdarahan
c. Ansietas b.d kurang informasi mengenai kondisi penyakit
d. Gangguan rasa nyaman nyeri b.d proses kerusakan jaringan akibat diskontinuitas jaringan

328. Seorang laki-laki berusia 50 tahun denagn diagnosis Congestive Heart Failure . Pasien mengeluh
sesak dan nampak gelisah. Hasil auskultasi menunjukkan adanya crackles pada bagian basal paru
kanan dan kiri. Apakah yang menyebabkan sesak pada pasien tersebut?
a. Kekurangan oksigen
b. Kekurangan mobilisasi
c. Kelebihan volume cairan
d. Kelebihan sel darah merah
e. Peningkatan beban jantung

329. Seorang pasien mengeluh sesak disertai batuk episodik yang terjadi saat malam dan pagi hari saja.
Hasil pengkajian riwayat kesehatan menunjukkan adanya alergi yang diderita pasien terhadap
cuaca dingin. Hasil pengkajian fisik didapatkan data : RR 30 kali per menit, adanya retraksi otot
pernafasan dan pernafasan cuping hidung serta didapatkan bunyi wheezing. Apakah kondisi yang
terjadi pada pasien tsb berdasarkan tanda dan gejala yang terjadi ?
a. PPOK
b. Rhinitis
c. Asma Bronkiale
d. Efusi Pleura
e. TBC Paru

330. Seorang wanita usia 34 tahun datang ke RS dan didiagnosis Glaukoma. Pasien mengeluh sakit
kepala hebat, disertai pandangan mata yang buram sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan
menunjuukan peningkatan Tekanan Intra Okular. Hasil pemeriksaan funduskopi didapatkan sudut
mata melebar. Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus diatas ?
a. Gangguan persepsi sensori b.d penurunan lapang pandang
b. Gangguan rasa nyaman: nyeri b.d peningkatan TIO
c. Risiko jatuh b.d penurunan fungsi penglihatan
d. Hambatan mobilitas fisik b.d sakit kepala
e. Risiko penyebaran infeksi

331. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di RS, mengeluh sesak, batuk berdahak. Hasil
pemeriksaan fisik menunjukkan bibir dan kuku tampak sianosis, RR 32×/menit dan dangkal,
menggunakan otot bantu pernafasan. Pasien didiagnosis PPOK. Apakah tindakan keperawatan
untuk pasien tersebut?
a. Modifikasi lingkungan
b. Posisi semi/high fowler
c. Distraksi relaksasi
d. Guided Imagery
e. Oksigenasi

332. Seorang pasien Tn Y berusia 50 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri pada bagian
abdomen dengan skala 3 (0-5) nyeri dirasakan terus menerus, pasien juga mengeluh mual dan
nafsu makan berkurang sejak seminggu yang lalu. Pengkajian tambahan terdapat ikterik pada
kulit, urine berwarna coklat pekat, suhu 37,4 0C, respirasi 21 x/mt, nadi 88 x/mt, tekanan darah
130/80 mHg. Hasil pemeriksaan darah didapatkan hasil: bilirubin total = 0,89 SGOT= 134,
SGPT=164. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus Tn Y diatas?
a. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b. Gangguan integritas kulit
c. Nyeri abdomen
d. Kurang cairan
e. Hipertermi

333. Seoarang pasien Tn E berusia 58 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri kepala
sampai ke leher sejak 3 hari yang lalu, nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk, pasien juga
mengeluh tidak nafsu makan, pasien mengatakan sudah 1 tahun yang lalu hipertensi tetapi didak
pernah kambuh lagi sehingga tidak pernah kontrol lagi. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan
darah 160/90 mmHg, nadi 100 x/mt, frekuensi pernafasan 20 x/mt, suhu 73,1 oC. Apa masalah
keperawatan yang tepat pada kasus diatas ?
a. Mual dan muntah
b. Kurang nutrisi
c. Hipertensi
d. Nyeri kepala
e. Hipertermi

334. Seorang pasien Tn E berusia 58 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri kepala sampai
ke leher sejak 3 hari yang lalu, nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk, pasien juga mengeluh tidak
nafsu makan, pasien mengatakan sudah 1 tahun yang lalu hipertensi tetapi didak pernah kambuh
lagi sehingga tidak pernah kontrol lagi. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/90
mmHg, nadi 100 x/mt, frekuensi pernafasan 22 x/mt, suhu 73,1 oC.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat untuk mengatasi masalah diatas?
a. Berikan posisi yang nyaman
b. Berikan kompres hangat pada daerah kepala
c. Berikan obat antihipertensi (kolaborasi)
d. Pantau tekanan darah tiap 4 jam
e. Pantau terjadinya komplikasi

335. Seorang pasien usia 55 tahun mengeluh sesak nafas, badan terasa lemas, kadang mengeluh nyeri
dada, TD = 100/80 mmHg, RR= 28 x/mt, nadi 120 x/mt, BB 75 kg, TB 155 cm, kedua
ekstremitas bawah tampak edema, distensi vena leher, terdapat bunyi ronchi basah di kedua paru,
diaforesis, 2 tahun laku mengalami AMI, pasien didiagnosa decompensation cordis,. Apakah
masalah keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
a. Nyeri dada
b. Perubahan pemenuhan Nuterisi
c. Gangguan eliminasi urine
d. Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari
e. Penurunan curah jantung

336. Ny A usia 55 tahun mengeluh sesak nafas, badan terasa lemas, kadang mengeluh nyeri dada, TD
= 100/80 mmHg, RR= 28 x/mt, nadi 120 x/mt, BB 75 kg, TB 155 cm, kedua ekstremitas bawah
tampak edema, distensi vena leher, terdapat bunyi ronchi basah di kedua paru, diaforesis, 2 tahun
laku mengalami AMI, pasien didiagnosa decompensation cordis,. Apakah Intervensi
keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
a. Kolaborasi pemberian diuretik
b. Kolaborasi pemberian analgetik
c. Kolaborasi pemberian antibiotik
d. Kolaborasi pemasangan NGT untuk nuterisi
e. Kolaborasi pemasangan infus untuk pemberian cairan
337. Ny Y usia 35 tahun mengeluh sesak nafas, dan juga batuk berdahak sejak 2 minggu yang lalu,
disertai dengan nyeri dada saat batuk, TD = 110/80 mmHg, RR= 28 x/mt, nadi 112 x/mt, BB 50
kg, TB 155. Pada pemeriksaan tambahan klien tidak nafsu makan, mukosa bibir kering, terdapat
ronchi pada paru kiri dan kanan, hasil rontgen terdapat bercak putih di paru kiri dan kanan, hasil
pemeriksaan sputum terdapat BTA positif. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus
diatas?
a. Gangguan pola nafas
b. Gangguan pemenuhan nuterisi
c. Gangguan keseimbangan cairan
d. Gangguan rasa nyaman nyeri dada
e. Gangguan jalan nafas tidak efektif

338. Ny Y usia 35 tahun mengeluh sesak nafas, dan juga batuk berdahak sejak 2 minggu yang lalu,
disertai dengan nyeri dada saat batuk, TD = 110/80 mmHg, RR= 28 x/mt, nadi 112 x/mt, BB 50
kg, TB 155. Pada pemeriksaan tambahan klien tidak nafsu makan, mukosa bibir kering, terdapat
ronchi pada paru kiri dan kanan, hasil rontgen terdapat bercak putih di paru kiri dan kanan, hasil
pemeriksaan sputum terdapat BTA positif. Apakah data objektif untuk mengangkat masalah
keperawatan jalan nafas tidak efektif pada kasus diatas?
a. Terdapat ronchi
b. Mengeluh sesak
c. Mengeluh batuk
d. Terdapat BTA positif
e. Rontgen terdapat bercak putih pada paru

339. Ny Y usia 35 tahun mengeluh sesak nafas, dan juga batuk berdahak sejak 2 minggu yang lalu,
disertai dengan nyeri dada saat batuk, TD = 110/80 mmHg, RR= 28 x/mt, nadi 112 x/mt, BB 50
kg, TB 155. Pada pemeriksaan tambahan klien tidak nafsu makan, mukosa bibir kering, terdapat
ronchi pada paru kiri dan kanan, hasil rontgen terdapat bercak putih di paru kiri dan kanan, hasil
pemeriksaan sputum terdapat BTA positif, pasien mendapat terapi rimpamfisin, etambutol dan
INH. Apakah yang harus dijelaskan perawat untuk pemberian terapi pada kasus diatas?
a. Menjelaskan minum obat harus rutin terus menerus selama 6 bulan
b. Menjelaskan tentang pembuangn sputum
c. Menjelaskan fungsi makanan yang bergizi
d. Menjelaskan manfaat minum banyak
e. Menjelaskan cara batuk efektif

340. Seorang pasien berusia 26 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan demam sejak 5 hari yang
lalu, disertai dengan mual dan kadang muntah, mukosa bibir kering, tidak bisa tidur, Pemeriksaan
tambahan didapatkan: tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi pernafasan 21 x/menit, nadi 116
x/mt, suhu 38,9 0C, hematokrit 48, Hb 14, trombosit 105 ribu/dl. Apakah masalah keperawatan
yang paling tepat pada pasien diatas?
a. Gangguan rasa nyaman hipertermi
b. Gangguan istirahat tidur
c. Gangguan pemenuhan nutrisi
d. Gangguan keseimbangan cairan
e. Resiko terjadi perdarahan

341. Seorang pasien terauma kapitis, dengan GCS 13, tingkat kesadaran gelisah, cenderung akan
melepas peralatan perawatan dan medis ditubuhnya. Apakah sebaiknya perawat lakukan pada
pasien diatas?
a. Memasang restrain/pengikat
b. Menyarankan pemberian sedative
c. Menyarankan keluarga memegangi pasien
d. Memberi penghalang lunak tempat tidur
e. Memasan penghalang tempat tidur

342. Seorang laki-laki berusia 49 tahun, datang dengan status asmatikus, terlihat sangat sesak,
frekuensi pernafasan 32 x/mt, terdengat wheezing dan ronchi, pasien terlihat sangat kelelahan.
Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
a. Gangguan pola nafas berhubungan dengan edema paru
b. Resiko terjadinya obstruksi jalan nafas berhubungan dengan vasokonstriksi bronkus
c. Gangguan keseimbangan asam basa berhubungan dengan gangguan pertukaran gas
d. Jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan bronkospasme dan penumpukan sekret
e. Gangguan Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelelahan

343. Ny A usia 55 tahun mengeluh sesak nafas, badan terasa lemas, kadang mengeluh nyeri dada, TD
= 100/80 mmHg, RR= 28 x/mt, nadi 120 x/mt, BB 75 kg, TB 155 cm, kedua ekstremitas bawah
tampak edema, distensi vena leher, terdapat bunyi ronchi basah di kedua paru, diaforesis, 2 tahun
laku mengalami AMI, pasien didiagnosa decompensation cordis. Apakah intervensi keperawatan
pada kasus diatas?
a. Kolaborasi pemberian diuretik
b. Kolaborasi pemberian analgetik
c. Kolaborasi pemberian antibiotik
d. Kolaborasi pemasangan NGT untuk nutrisi
e. Kolaborasi pemasangan infus untuk pemberian cairan

344. Seorang pasien laki-laki berusia 23 tahun dibawa oleh keluarga ke rumah sakit dengan keluhan
kejang tiba-tiba. Hasil pengkajian diadapat: panas badan sejak 1 minggu yang lalu disertai sakit
kepala dan adanya batuk, mata nistagmus, kaku kuduk positif, GCS=13, tekanan darah 120/ 80
mmHg, frekuensi nadi 112 x/mt, frekuensi nafas 21 x/mt, suhu tubuh 39,60C. Apakah evaluasi
yang tepat pada kasus diatas?
a. Nutrisi terpenuhi
b. Pola nafas efektif
c. Kesadaran compos mentis
d. Kebutuhan sehari-hari terpenuhi
e. Suhu tubuh menurun dalam batas normal

345. Seorang pasien berusia 26 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan demam sejak 5 hari yang
lalu, disertai dengan mual dan kadang muntah, mukosa bibir kering, tidak bisa tidur, Pemeriksaan
tambahan didapatkan: tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi pernafasan 21 x/menit, nadi 116
x/mt, suhu 38,9 0C, hematokrit 48, Hb 14, trombosit 105 ribu/dl
Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada pasien diatas?
a. Gangguan rasa nyaman hipertermi
b. Gangguan istirahat tidur
c. Gangguan pemenuhan nutrisi
d. Gangguan keseimbangan cairan
e. Resiko terjadi perdarahan

346. Seorang pasien berusia 26 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan demam sejak 5 hari yang
lalu, disertai dengan mual dan kadang muntah, mukosa bibir kering, tidak bisa tidur, Pemeriksaan
tambahan didapatkan: tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi pernafasan 21 x/menit, nadi 116
x/mt, suhu 38,9 0C, hematokrit 48, Hb 14, trombosit 105 ribu/dl
Apakah intervensi keperawatan yang paling tepat pada pasien diatas?
a. Pemberian cairan infus
b. Berikan minum banyak
c. Berikan oksigen
d. Berikan nutrisi peroral
e. Berikan nurisi dengan NGT

347. Seorang pasien laki-laki berusia 46 tahun datang ke RS dengan keluhan tiba-tiba kaki dan tangan
tidak bisa digerakkan, bicara tidak jelas, nafsu makan menurun, Pemeriksaan fisik didapat:
mukosa bibir kering, rambut kusam dan kotor, jugularis pressure 3 mmH2O, tekanan darah
150/90 mmHg. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
a. Gangguan komunikasi
b. Gangguan istirahat dan tidur
c. Gangguan Gangguan Nutrisi
d. Gangguan keseimbangan cairan
e. Gangguan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari

348. Seorang pasien laki-laki berusia 69 tahun datang ke RS dengan keluhan Tidak bisa kencing, nyeri
saat kencing, pada pemeriksaan fisik didapat vesika urinaria penuh, bibir kering, takut minum
banyak. Apakah diagnosa keperawatan pada kasus diatas?
a. Gangguan keseimbangan cairan berhubungan dengan intake yang kurang
b. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan nafsu makan yang kurang
c. Gangguan pemenuhan aktifitas sehari-hari berhubungan dengan kelemahan fisik
d. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan pembesaran prostat
e. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan spasme ureter

349. Seorang pasien laki-laki berusia 69 tahun datang ke RS dengan keluhan Tidak bisa kencing, nyeri
saat kencing, pada pemeriksaan fisik didapat vesika urinaria penuh, bibir kering, pasien
mengatakan takut minum banyak. Apakah rencana tindakan keperawatan yang tepat pada kasus
diatas?
a. Kolaborasi pemasangan infuse
b. Kolaborasi pemasangan kateter
c. Kolaborasi pemberian terapi nyeri
d. Kolaborasi pemberian antibiotic
e. Kolaborasi pemberian antipiretik

350. Seorang pasien wanita berusia 19 tahun datang ke RS dengan keluhan mual dan muntah, disertai
dengan nyeri abdomen bagian kanan bawah, pemeriksaan fisik bibir tampak kering, tidak dapat
tidur, hasil leukosit: 19.000. mm3. Hasil USG didapatkan: adanya peradangan dan perlengkatan
pada apendic.dokter rencana akan melakukan operasi pengangkatan apendiks. Apakah tindakan
keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
a. Mejelaskan prosedur operasi
b. Mempersiapkan pasien operasi
c. Menganjurkan pasien minum sedikit-sedikit tapi sering
d. Menganjurkan makan sedikit tapi porsi kecil
e. Membantu pemenuhan aktifitas sehari-hari

351. Seorang pasien wanita berusia 19 tahun mengeluh nyeri abdomen, Hasil USG didapatkan: adanya
peradangan dan perlengkatan pada apendic, rencana akan dilakukan operasi pengangkatan
apendiks. Pasien takut dilakukan operasi dan mengatakan tidak mau dilakukan operasi dan mau
pulang saja kerumah.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada pasien tersebut?
a. Menjelaskan pada pasien dan keluarga tentang penyakit, dampak dari operasi atau
tidak dilakukan operasi
b. Memberikan pada pasien kebebasan untuk memilih tindakan operasi atau tidak operasi
c. Meminta dokter untuk memberikan terapi antibiotic saja, agar tidak perlu di operasi
d. Melapor ke dokter pasien tidak mau dioperasi
e. Menyuruh pasien tanda-tangan pulang paksa

352. Seorang pasien laki-laki usia 20 tahun dengan diagnose medis DHF mendapatkan terapi cairan
NaCl 0,9% 1000 ml dan Ringer laktat 1500 ml dalam waktu 24 jam. Jika digunakan faktor tetesan
20 tt/mt. Berapakah kecepatan tetesan infuse yang diberikan pada kasus diatas?
a. 25 tts/mt
b. 30 tts/mt
c. 35 tts/mt
d. 40 tts/mt
e. 45 tts/mt

353. Seorang laki-laki berusia 35 tahun di rawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa medis
arthritis rheumatoid. Sudah beberapa hari ini klien sulit melakukan pergerakan pada sendi, pasien
tampak lemas, TD 130/70 mmHg, RR 22x/menit, Nadi 100x/menit. Apakah intervensi yang tepat
yang dapat diberikan
a. Kaji keluhan nyeri
b. Batasi pengunjung
c. Latih mobilisasi pasien
d. Ajarkan teknik relaksasi
e. Berikan ruang yang nyaman

354. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnose medis
HIV/AIDS. Keluhan utama yang dirasakan klien adalah batuk-batuk disertai sputum. Hasil
pemeriksaan fisik ditemukan suara nafas ronki, RR 30x/menit, TD 110/70 mmHg, suhu 380C,
Nadi 100x/menit. Klien mempunyai istri dan dua orang anak. Apakah Masalah keperawatan pada
kasus tersebut
a. Kecemasan
b. Gangguan nutrisi
c. Pola nafas tidak efektif
d. Bersihan jalan nafas tidak efektif
e. Ketidakseimbangan volume cairan

355. Seorang laki-laki dirawat di rumah sakit . Klien adalah seorang laki-laki berusia 30 tahun dengan
diagnosa HIV/AIDS. BB awal 60 kg, TB 165 cm, saat pemeriksaan turun 7 kg sejak 3 minggu
yang lalu BB 53 Kg, TD 100/60 mmHG, Nadi 80x/menit, RR 20x/menit, perkusi abdomen
timpani. Turgor kulit lambat > 3 dtk, pasien mengatakan tidak nafsu makan. Apakah intervensi
yang dapat dilakukan pada kasus diatas
a. Kaji keluhan mual
b. Ajarkan batuk efektif
c. Monitor tanda-tanda vital
d. Berikan posisi semifowler
e. Berikan makanan porsi sedikit tapi sering
355. Seorang wanita berusia 45 tahun, klien mengeluh nyeri pada luka operasi saat dikaji balutan
tampak basah,TD 130/80 mmHg, Nadi 88x/menit, RR 24x/menit, dengan diagnosa ca mammae
telah dilakukan mastektomi. Perawat segera melakukan proses keperawatan pada klien tersebut.
Apakah intervensi yang dapat dilakukan
a. Berikan informasi
b. Kaji kebutuhan nutrisi
c. Lakukan perawatan luka
d. Berikan posisi yang nyaman
e. Atur jadwal pemberian nutrisi

356. Seorang laki-laki dirawat di RS, Setelah dilakukan pengkajian ternyata didapatkan data adanya
rendah diri yang dirasakan klien dengan arthritis rheumatoid. Klien merasa dengan penyakitnya
ini aktivitas terganggu dan orang-orang banyak yang membicarakannya, keluarga menyatakan
pasien tidak mau berbicara kepada orang lain dan pasien tampak murung. Masalah keperawatan
pada kasus di atas adalah
a. Nyeri akut
b. Gangguan pola tidur
c. Pola nafas tidak efektif
d. Gangguan body image
e. Gangguan mobilitas fisik

357. Seorang pria datang ke igd RS A membawa anak laki-lakinya yang berusia 10 tahun dengan
keadaan lemes. Saat pengkajian klien mengeluh nyeri dan memegang perut, TD 90/60 mmHg,
ND 60 x/mnt, Suhu 36 0C, kulit lembab, tugor kulit melambat > 3”, saat diwawancara pria
tersebut mengatakan bahwa anaknya muntah-muntah > 3x dan BAB > 3x/hari.
Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
a. Kekurangan volume cairan
b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
c. Gangguan rasa nyaman nyeri
d. Kerusakan integritas kulit
e. Risiko ketidakseimbangan volume cairan

358. Seorang perempuan berumur 12 tahun. Berdasarkan hasil pengkajian didapatkan pasien
mengalami diare dengan keluhan bab 3 x /hari konsistensi cair, turgor kulit tidak elastis, mukosa
mulut dan bibir kering, mual, muntah dan terjadi penurunan berat badan 5 kg, suhu 38 C.Apa
masalah utama pada kasus tersebut ? Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus
tersebut?
a. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b. Risiko terjadinya syok hipovolemik
c. Gangguan rasa nyaman nyeri
d. Peningkatan suhu tubuh
e. Defisit volume cairan

359. Seorang wanita usia 34 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan demam, menggigil, kepala
pusing, dan mual, yang sudah dirasakan selama 1 minggu. Pasien terlihat pucat dan lemas, suhu
badan 38.5O C , TD: 100/70 mmHg, RR: 24x/menit, nadi: 78x/menit. Apakah masalah
keperawatan yang paling utama pada kasus diatas?
a. Hipertermi
b. Intoleransi aktivitas
c. Nausea
d. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
e. Gangguan intake output cairan
360. Seorang wanita usia 24 tahun sudah 2 hari dirawat di sebuah rumah sakit dengan keluhan nyeri
epigastrium, mual, muntah, sakit kepala, dan sesekali klien cegukan. Klien mengatakan tidak
dapat makan karena setelah makan selalu muntah. Keluarga mengeluh BB klien menurun
semenjak sakit. Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
a. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
b. Intoleransi aktivitas
c. Kurang pengetahuan
d. Nyeri Akut
e. Gangguan intake output

361. Seorang laki-laki usia 17 tahun, datang ke Unit Gawat Darurat dengan keluhan sering buang air
besar dengan konsistensi feses cair dalam sehari 5-7 x/hari. Saat pengkajian badan klien lemas,
kulit kering, peristaltik usus meningkat. Klien mengatakan mual dan perut terasa nyeri dan tegang
yang sudah dirasakan selama 3 hari. Pasien terlihat pucat dan lemas, suhu badan 38O C , TD:
110/70 mmHg, RR: 22x/menit, nadi: 80x/menit. Apakah intervensi keperawatan yang paling
pertama pada kasus diatas?
a. Pantau tanda-tanda vital klien
b. Berikan cairan dan elektrolit secara oral seperti oralit atau terapi parenteral
c. beri klien makanan dengan kualitas dan kuantitas cukup
d. Berikan makan sedikit tapi sering
e. Auskultasi bising usus

362. Seorang wanita berusia 38 tahun dirawat di ruang penyakit dalam mengeluh mual sudah dua
minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik: berat badan menurun 1 kg dalam waktu 2 minggu ini,
suhu tubuh 380 C, kulit tampak kuning, sklera ikterik, terdapat nyeri tekan pada daerah
epigastrium, pembesaran hepar 1jari, badan lemah dan sulit tidur, muntah setiap habis makan.
Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
a. Nutrisi kurang dari kebutuhan
b. Gangguan mobilisasi fisik
c. Gangguan tidur
d. Hipertermia
e. Nyeri akut

363. Seorang wanita berusia 38 tahun dirawat di ruang penyakit dalam mengeluh mual sudah dua
minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik: berat badan menurun 1 kg dalam waktu 2 minggu ini,
suhu tubuh 380 C, kulit tampak kuning, sklera ikterik, terdapat nyeri tekan pada daerah
epigastrium, pembesaran hepar 1jari, badan lemah dan sulit tidur, muntah setiap habis makan.
Apakah intervensi keperawatan pada kasus tersebut?
a. Berikan kompres dingin pada daerah epigstrium
b. Beri makan porsi kecil tapi sering
c. Bantu seluruh kebutuhan pasien
d. Beri lingkungan yang nyaman
e. Berikan kompres hangat

364. Seorang wanita berusia 26 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan hepatitis B. Hasil
wawancara pasien memiliki bayi 3 bulan, pasien masih merasa lemah dan saat ini pasien akan
pulang. Apakah pendidikan kesehatan yang tepat ?
a. Tentang cara mencegah penularan penyakit hepatitis
b. Tentang cara menyusui bayi
c. Tentang imunisasi hepatitis
d. Tentang aktifitas fisik
e. Tentang diit
365. Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat dikamar bedah mengeluh nyeri pada daerah anus.
Hasil pemeriksaan fisik: suhu tubuh 38,50C, tekanan darah 140/90 mmHg, pasien akan menjalani
operasi hemorhoidectomi. Pasien tampak gelisah dan sering BAK, pasien mengatakan belum
pernah operasi. Apakah tindakan selanjutnya ?
a. Mengenalkan ruang operasi dan persiapan operasi
b. Mengompres daerah anus dengan bantal hangat
c. Kolaborasi pemberian obat anti piretik
d. Memberikan kompres hangat
e. Mengajarkan teknikrelaksasi

366. Seorang perempun usia 45 tahun baru selesai menjalani pemasangan WSD ( water sealed
drainage) karena pneumothorax. Karena botol WSD sudah penuh, maka botol tersebut harus
diganti. apa tindakan paling penting saat mengganti botol WSD?
a. Memberikan informed consent pada pasien sebelum tindakann
b. Mengkaji tanda vital sebelum tindakan
c. Menyiapkan alat sebelum tindakan
d. Mengukur isi botol WSD ebelum tindakan
e. Mengklem selang WSD sebelum tindakan

367. Seorang laki-laki usia 60 tahun datang ke UGD karena sesak nafas, frekuensi pernafasan
33x/menit, frekuensi nadi 97x/menit, saturasi oksigen 90%. Dari hasil foto thorax ditemukan
penumpukan cairan di paru paru atau oedem paru
Apa diaganosa keperawatan pada pasien diatas adalah?
a. Ketidakefektifan pola nafas
b. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
c. Ketidakefektifan perfusi kardiopulmonal
d. Ketidakefektifan perfusi cerebral
e. Kerusakan pertukaran gas

368. Seorang pasien laki-laki usia 45 tahun dirawat dengan diagnosa hemathorax. Ketika melakukan
palpasi, seorang perawat menemukan adanya peningkatan fremitus. Klien harus berbicara agak
keras. Apa yang harus difikirkan oleh perawat?
a. Klien mempunyai dinding dada yang tipis
b. Klien mempunyai kelebihan cairan pada paru-paru atau sedang ada proses infeksi
c. Tidak ada, itu adalah temuan normal
d. Melakukan terapi nebulasi untuk mengencerkan dahak
e. Klien harus berbicara agak keras

369. Seorang laki laki usia 65 tahun datang ke poli TB karena batuk yang tidak sembuh selama satu
bulan. Diketahui pasien tersebut pernah menjalani pengobatan OAT namun terputus karena
mengeluh sakit lambung setelah mengkonsumsi OAT. Apakah diagnose keperawatan yang tepat
utuk kasus diatas
a. Kurang pengetahuan tentang pengobatan TB
b. Ansietas
c. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
d. Ketidakpatuhan rejimen terapetik
e. Nyeri akut
370. Seorang perempuan usia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak yang
tidak sembuh selama 2 minggu. Hasil sputum BTA adalah -/-/-. Seminggu kemudian, kondisi
pasien tidak ada perbaikan, dimana batuk masih ada dan produktif, keringat malam, sering merasa
cepat lelah. Apa pemeriksaan selanjutnya untuk memastikan diagnose TB?
a. Pemeriksaan sputum BTA ulang
b. Foto thorax
c. Uji tuberculin
d. Mantoux test
e. CT scan paru

371. Seorang laki-laki berumur 40 tahun di rawat di RS dengan diagnosis DBD dan direncanakan
mendapatkan terapi tranfusi darah. Perawat langsung memberikan darah tersebut tanpa
melakukan konfirmasi ulang kepada pasien. Setengah jam kemudian pasien mengeluh gatal dan
menggigil. Prinsip etik apakah yang dilanggar oleh perawat tersebut di atas?
a. Justice
b. Veracity
c. Autonomi
d. Benefisience
e. Non Maleficience

372. Seorang laki-laki usia 57 tahun menderita akut iskemia miokardial. Perawat telah memberikan
terapi oksigen binasal kanul 3 lpm dan isosorbid dinitrat 5 mg sublingual. Perawat H ingin
mengkaji apakah aliran darah ke miokard sudah perbaikan dan melakukan perekaman EKG
Apa gelombang yang harus diperhatikan?
a. Adanya GRS kompleks yang lebar
b. Adanya PR interval yang memendek
c. Kembalinya segmen ST ke batas normal
d. Munculnya gelombang Q patologis
e. Adanya peningkatan segmen ST lebih dari 0,2 mV

373. Seorang wanita berusia 55 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan nyeri dada kiri
yang menjalar ke lengan kiri, neri dirasakan seperti ditimpa benda berat. Nyeri tersebut sudah
berlangsung 45 menit dan tidak hilang dengan istirahat. Dari hasil perekaman EKG ditemukan
ST depresi di lead I, aVl, V5 dan V6. Apa interpretasi EKG untuk kasus diatas?
a. Angina pectoris stabil, iskemik di lateral
b. Angina pectoris stabil, iskemik di septal
c. Unstable angina pectoris, iskemik di anterior
d. Unstable angina pectoris, iskemik di lateral
e. Unstable angina pectoris, iskemik di septal

374. Seorang laki laki usia 39 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan riwayat peptic ulser
mengeluh perunya terasa kaku dan kembung, mengalami demam dengan suhu 38,70 C, TD
130/78 mmHg, HR 97 x/menit, RR 29 x/menit. Hb 8,6 gr/dL, Leukosit 15.000 gr/dL, BU 5
kali/menit, Pasien tersebut dicurigai mengalami peritonitis. Apa data diatas yang paling
menunjukkan tanda/gejala penyakit peritonitis?
a. Leukopenia
b. Bising usus hiperaktif
c. Kekakuan abdomen
d. Polyuria
e. Peningkatan frekuensi BAB
375. Seorang laki-laki usia 57 tahun dating ke UGD dengan keluhan nyeri dada kiri yang berlangsung
selama 30 menit, menjalar ke bahu kiri disertai keringat dingin dan muntah 1 kali. Dari hasil
pemeriksaan EKG diketahui diagnosanya adalah ACS-STEMI. Bagaimana gambaran EKG yang
khas dari kasus diatas?
a. PR interval memanjang
b. ST depresi
c. ST elevasi
d. ST isoelektris
e. T terbalik

376. Seorang perempuan usia 63 tahun yang sedang dirawat karena gagal jantung kongestif, mengeluh
sesak nafas saat ke kamar mandi ( aktivitas ringan), hasil pemeriksaan TTV, TD 90/68 mmHg,
HR 105 x/menit, RR 30 x/menit, T 36,90 C, Akral teraba dingin dan urine berkurang. Apakah
kelas fungsional pasien tersebut?
a. Kelas I
b. Kelas II
c. Kelas III
d. Kelas IV
e. Kelas V

377. Seorang remaja dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosa pericarditis, saat dikaji pasien
mengeluh nyeri dengan frekuensi nadi 97 x/menit, frekuensi nafas 29 x/menit, TD 129/78 mmHg,
skala nyeri 5-6 (0-10). Bagaimana karakteristik nyeri pada kasus diatas?
a. Nyeri yang dapat berkurang dengan istirahat
b. Nyeri yang berkurang dengan pemberian Nitrogliserin
c. Nyeri yang meningkat saat inspirasi, batuk atau perubahan posisi
d. Nyeri yang meningkat dengan posisi semi fowler atau high fowler
e. Nyeri yang disertai keringat dingin

378. Seorang Pasien laki-laki berusia mengalami penurunan kesadaran, GCS 10 ( E3, M5, V2). Dari
hasil pengkajian diketahui ada riwayat cedera kepala dan operasi kraniotomi, pupil anisokor,
terdengar bunyi nafas gargling, RR 30x/menit, HR 59x/menit TD 180/95 mmHg, T 380C, saturasi
94%. Dari data diatas yang merupakan diagnose keperawatan prioritas adalah
a. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan gangguan peredaran darah karena
adanya penekanan dari lesi (perdarahan, hematoma).
b. Tidak efektinya pola pernapasan, berhubungan dengan kerusakan pusat pernapasan di medulla
oblongata.
c. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d dengan penumpukan secret, cairan atau benda
asing
d. Perubahan kebutuhan nutrisi : Kurang dari kebutuhan berhubungan dengan berkurangnya
kemampuan menerima nutrisi akibat menurunnya kesadaran.
e. Gangguan mobilisasi fisik berhubungan dengan imobilisasi, aturan terapi untuk tirah baring.

379. Seorang pasien laki-laki usia 19 tahun dirawat di ruang penyakit dalam tiba-tiba mengalami
kejang, nafas terengah-engah, mengompol yang berlangsung selama beberapa menit. Setelah
sadar pasien tersebut mengeluh sakit kepala dan badan terasa pegal. Apakah jenis kejang yang
dialami pasien tersebut?
a Kejang umum
b Kejang grand mal
c Kejang focal
d Kejang tonik-klonik
e Kejang general
380. Seorang pasien perempuan usia 56 tahun dengan riwayat sakit kepala hebat dan kejang 1 kali
telah menjalani menjalani pemeriksaan lumbal pungksi dimana diketahui hasilnya adalah, warna
bening, glukosa 60 mL ( normal), protein meningkat, kultur ditemukan tidak ada bakteri.
Apakah jenis meningitis yang diderita oleh pasien tersebut?
a. Meningitis bakteri
b. Meningitis aseptik
c. Meningitis septik
d. Meningitis jamur
e. Meningitis TB

381. Seorang pasien laki-laki usia 21 tahun datang ke ruangan bedah dewasa dengan diagnosa Post
Craniotomy POD 0, dari hasil timbang terima diketahui bahwa pasien tersebut mempunyai
riwayat kejang. Pemeriksaan TTV TD 154/98 mmHg, HR 56 x/m, RR 34 x/m, Suhu 37,3 0 C,
GCS E3 M4 V3. Apakah tindakan perawat untuk mencegah injury/cedera pada pasien tersebut?
a Mencegah lantai basah
b Mengontrol lingkungan dari kebisingan
c Menganjurkan keluarga untuk menemani pasien
d Memasang pengaman di sisi tempat tidur tempat tidur.
e Menempatkan bel perawat ditempat yang mudah dijangkau pasien

382. Seorang pasien laki-laki 18 tahun dirawat di ruangan bedah setelah tertabrak mobil pada saat
mengendarai sepeda. Pasien didiagnosa cedera kepala berat dan terpasang monitor untuk melihat
tekanan intracranial. Tekanan intracranial adalah 45mmHg di monitor dan diinstruksikan dokter
untuk diberikan terapi monitol. Bagaimanakah terapi tersebut bekerja pada pasien?
a Manitol menurunkan osmolalitas intravaskuler, cairan bebas shift dari interstitial ke seluler,
sehingga menurunkan tekanan intracranial.
b Manitol akan meningkatkan osmoalitas intravaskuler, cairan bebas shift dari intravaskuler ke
seluler, sehingga menurunkan tekanan intracranial
c Manitol menurunkan osmolalitas intravaskuler, cairan bebas shift dari interstitial dan
intracranial, sehingga menurunkan tekanan intracranial
d Manitol akan meningkatkan osmolalitas intravaskuler, cairan bebas shift dari interstitial
dan seluler ke intravaskuler, sehingga menurunkan tekanan intracranial
e Manitol akan menurunkan osmolalitas intravaskuler, cairan bebas shift dari interstitial dan
seluler ke intravaskuler, sehingga menurunkan tekanan intracranial

383. Seorang pasien perempuan usia 34 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diare akut. Saat
dikaji pasien sudah BAB 7 kali dengan konsistensi cair. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital
ditemukan TD 105/75 mmHg, HR 101 x/menit, RR 21 x/m, suhu 37,60 C, hasil laboratorium
diketahui bahwa kadar Natrium 132 (nilai normal 135—145), kalium 3,5 (nilai normal 4,0-5,5).
Apakah tanda kekurangan elektrolit yang harus diperhatikan oleh perawat?
a. Perubahan EKG dimana PR interval memanjang
b. Penurunan kesadaran menjadi somnolen
c. Keluhan sakit kepala hebat
d. Kram otot
e. Haus

384. Laki-laki berusia 50 tahun mengalami penurunan kesadaran akibat serangan Stroke. Saat ini dirawat
di ICU, pasien tampak pucat, sesak dan suara nafas terdengar gargling, RR 35 x/menit, frekuensi
nadi 89x/menit, TD 167/99 mmHg saturasi 92%, terpasang binasal canule 5 lpm.
Apakah tindakan keperawatan yang harus dilakukan pertama pada pasien tersebut?
a. Memasang infus
b. Melakukan Suction
c. Melakukan tindakan nebulizer
d. Memasang rebreathing mask mulai 8 liter/menit
e. Memasang simple mask mulai 6 liter/menit

385. Seorang perempuan usia 36 tahun dirawat di ruang perawatan dengan diagnosa HIV-AIDS. Pasien
mengalami diare kronis. Hasil pengkajian ditemukan luka lecet pada daerah anal dan pinggang, kulit
dan membran mukosa kering. Tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi pernafasan 28 x/menit, nadi
104 x/menit, suhu 38,2oC. Pasien tampak kotor dan bau. Apakah masalah keperawatan utama pada
pasien tersebut?
a. Gangguan integritas kulit
b. Gangguan personal hygiene
c. Gangguan suhu tubuh: hipertermia
d. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
e. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit

386. Seorang laki-laki berumur 58 tahun dengan diagnosis medis CKD stage V mendapat terapi
hemodialisis 2 kali perminggu. Pasien diintruksikan membatasi minum paling banyak 600 cc/hr.
Hasil pengkajian didapatkan pasien sesak nafas, edema pada ekstremitas bawah dan kelopak mata.
Berat badan pasien sering kali meningkat 4-5 kg diantara waktu dialisis. Apakah tema pendidikan
kesehatan yang tepat diberikan pada pasien tersebut?
a. Pembatasan nutrisi
b. Pembatasan garam
c. Pembatasan cairan
d. Pembatasan aktifitas
e. Berat badan ideal

387. Seorang wanita berumur 61 tahun dirawat dengan diagnosis stroke hemorhagic. Pasien mengalami
penurunan kesadaran (GCS 11). Hasil pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 240/150
mmHg, frekuensi nadi 96 x/menit, pernafasan 16 x/menit, dan suhu 38,7 oC. Pasien mengalami
paralisis, kesulitan mengunyah dan menelan, serta bicara pelo. Apakah intervensi keperawatan
prioritas yang harus dilakukan?
a. Kolaborasi pemberian antihipertensi secara agresif
b. Kolaborasi pemberian manitol 3x150 cc
c. Memasang NGT untuk mencegah aspirasi
d. Memberikan terapi oksigen 4 liter melalui nasal kanul
e. Pemberian cairan intravena NaCl 0,9% 20 tetes/menit

388. Seorang wanita berumur 40 tahun dibawa oleh keluarganya karena penurunan kesadaran. Hasil
pemeriksaan didapatkan, tekanan darah 90/50 mmHg, frekuensi nadi 100 kali/menit, frekuensi nafas
15 kali/menit, suhu 37,9 oC, pasien berespon positif terhadap rangsang nyeri, taktil, verbal dan visual
namun akan tertidur bila rangsangan dihentikan. Apakah tingkat kesadaran pasien tersebut?
a. Koma
b. Sopor
c. Apatis
d. Konfusi
e. Somnolen

389. Seeorang laki-lki berusia 27 tahun mengalami luka bakar akibat sengatan listrik. Setelah 2 hari, dari
hasil pemeriksaan luka tampak mengenai dermis bahkan sampai ke otot. TTV: nadi 100 x/menit, RR
23 x/menit dan sushu 37,5o C. Apakah derajat luka bakar pada Tn.H?
a. Luka bakar derajat I
b. Luka bakar derajat II
c. Luka bakar derajat III
d. Luka bakar derajat IV
e. Luka bakar superficial partial-thickness

390. Seorang perempuan 56 tahun, dirawat di Rumah Sakit Ruang Penyakit Dalam, mengeluh badan
terasa sangat lemas, ingin selalu makan tetapi berat badannya justru turun, tekanan darah 90/60
mmHg dan nadi 100x/menit. Pada pemeriksaan lab didapat nilai Gula Darah Sewaktu 300 mg/dl.
Apakah diagnosis keperawatan yang paling tepat pada pasien tersebut?
A. Resiko tinggi sepsis berhubungan dengan kadar gula darah tinggi
B. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik
C. Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energy metabolik
D. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakcukupan
insulin
E. Resiko tinggi terhadap perubahan sensori perseptual berhubungan dengan ketidakseimbangan
glukosa-insulin

391. Seorang laki-laki 55 tahun, dirawat di Rumah Sakit Ruang Penyakit Dalam, mengeluh banyak
kencing dan urine encer berbau unsur gula, frekwensi berkemih lebih dari 8x/hari dengan volume
3000 cc/hari, turgor kulit buruk, tekanan darah 100/60 mmHg dan nadi 98x/menit. Pada pemeriksaan
lab didapat nilai Gula Darah Sewaktu 350 mg/dl. Berapakah jumlah cairan yang harus diberikan
untuk mempertahankan cairan pasien adalah?
A. 500 – 1000 ml
B. 1000 – 1500 ml
C. 1500 – 2500 ml
D. 2500 – 3000 ml
E. 3000 – 3500 ml

392. Seorang laki-laki 50 tahun, dirawat di Rumah Sakit Ruang Penyakit Dalam, mengeluh berkeringat
yang berlebihan, mengalami palpitasi, tremor dan eksoftalmus.Tekanan darah 150/90 mmHg dan
pernapasan 30 x/menit. Pada pemeriksaan laboratorium terjadi peningkatan serum T3 dan serum T4.
Apakah peran dari hormon T3 dan T4 pada kasus diatas?
A. Pengaturan metabolisme tubuh
B. Meningkatkan kadar kalsium plasma
C. Menurunkan kadar gula dalam darah
D. Menurunkan jumlah kehilangan air melalui ginjal
E. Meningkatkan reabsorpsi kalsium di ginjal untuk mengyrangi kehilangan kalsium melalui urin

393. Seorang laki-laki 55 tahun, dirawat di Rumah Sakit Ruang Penyakit Dalam, mengeluh berkeringat
yang berlebihan, mengalami palpitasi, pernpasan cepat dan dalam dan Tekanan darah 150/90 mmHg.
Pada pemeriksaan laboratorium terjadi peningkatan serum T3 dan serum T4.
Apakah keluhan utama yang harus dikaji yang berhubungan dengan hipermetabolisme pada pasien
diatas?
A. Tremor
B. Insomnia
C. Emosi tidak stabil
D. Menurunnya libido
E. Penurunan berat badan
394. Seorang laki-laki 45 tahun, dirawat di Rumah Sakit Ruang Penyakit Dalam, mengeluh mengeluh
lemah dan mudah lelah. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan pasien mengalami obesitas tipe sentral
dengan buffalo hump pada bagian posterior leher, wajah pasien menunjukkan gambaran wajah
seperti bulan (moon face). Pada pemeriksaan laboratorium terjadi peningkatan kadar natrium dan
kadar kortisol plasma. Apakah diagnosis keperawatan yang paling tepat pada pasien tersebut?
A. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan retensi sodium dan air
B. Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energy metabolic
C. Kurang pengetahuan berhubungan dengan diagnose penyakit dan pengobatannya
D. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan sekunder terhadap meningkatnya
metabolisme
E. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan meningkatnya metabolism
rate

395. Seorang laki-laki 60 tahun, dirawat di Rumah Sakit Ruang Bedah, menderita Diabetes Mellitus Tipe
II, saat ini gula darahnya 350 mg/dl, Berat Badan 50 Kg dan Tinggi Badan 165 cm. Bagaimanakah
upaya pencegahan yang harus dilakukan untuk mencegah komplikasi khususnya pada kaki?
A. Jika ada perlukaan maka pembersihan luka hanya saat luka kotor saja.
B. Latihan aktivitas yang aktif tanpa pantangan.
C. Pengendalian keadaan metabolik dengan mengubah gaya hidup.
D. Jika ada ganggren maka nekrotomi dilakukan hanya membuang sebagian jaringan mati.
E. Perlindungan terhadap trauma dengan menggunakan alas kaki saat didalam dan diluar
rumah.

396. Seorang laki-laki 60 tahun, dirawat di Rumah Sakit Ruang Penyakit Dalam, menderita Diabetes
Mellitus Tipe II, saat ini gula darahnya 350 mg/dl, Berat Badan 49 Kg dan Tinggi Badan 160 cm,
ditelapak kaki sebelah kiri terdapat luka ganggren, pada luka ganggren terdapat pus dan berbau.
Apa penatalaksanaan ulkus kaki diabetik pada pasien diatas?
A. Tidak memberikan pelembab/lotion pada daerah kaki.
B. Apabila dikaki ada kapalan gunakan batu untuk menggosoknya.
C. Memakai alas kaki sepatu atau sandal hanya jika berada diluar rumah.
D. Memeriksa kaki seperti adanya kulit retak, melepuh atau ada luka setiap seminggu sekali.
E. Melakukan debridemen jaringan nekrotik dan pemilihan balutan lukayang dapat menjaga
kelembaban luka.

397. Seorang perempuan 55 tahun, dirawat di Rumah Sakit Ruang Bedah, mengalami post operasi
tiroidektomi hari pertama. Mengeluh nyeri pada luka operasinya, tekanan darah 150/90 mmHg dan
pernapasan 20 x/menit. Apakah penatalaksanaan yang harus dilakukan pada pasien?
A. Cairan infus dihnetikan selama periode pascaoperatif.
B. Kasa penutup luka harus dikaji jika ada rembesan saja.
C. Pasien dapat diberi O2 sebesar 4 liter/menit untuk memudahkan pernapasan.
D. Kaji TTV yaitu pernapasan dan suhu tubuh untuk memantau perdarahan internal.
E. Pasien dipindahkan dan dibalikkan dengan hati-hati untuk menyangga kepala serta
menghindari regangan pada jahitan luka.

398. Seorang laki-laki 50 tahun, dirawat di Rumah Sakit Ruang Bedah, mengalami post operasi
tiroidektomi hari pertama. Pasien dilakukan penganggatan total pada kelenjar tiroidnya, saat
dilakukan pengkajian tekanan darah 130/90 mmHg dan pernapasan 26 x/menit. Apakah perawatan
post operasi pada pasien tesebut?
A. Berikan obat antipiretik
B. Pemberian obat antitiroid
C. Ajarkan pasien batuk efektif dan latihan napas dalam
D. Ajarkan cara mengurangiperegangan pada luka operasi
E. Bila pasien sudah sadar, berikan posisi semifowler. Apabila memindahkan pasien
hindarkan penekanan pada daerah insisi.
399. Seorang perempuan 58 tahun, dirawat di Rumah Sakit Ruang Bedah, menderita Diabetes Mellitus
Tipe II, saat ini gula darahnya 350 mg/dl, Berat Badan 50 Kg dan Tinggi Badan 160 cm, di jempol
kaki kiri terdapat luka ganggren, terdapat kehitaman disekitar luka dan disekitar luka tampak
bengkak. Apakah implementasi untuk kasus pasien diatas?
A. Menganjurkan pasien banyak istirahat.
B. Mendiskusikan dengan pasien tentang rencana diet.
C. Melakukan kolaborasi untuk amputasi kaki kanan pasien.
D. Merendam kaki kanan dalam air steril dan hangat dengan larutan betadine yang
diencerkan 3 kali sehari selama 15 menit.
E. Menganjurkan pasien untuk makan terutama protein dan minum yang adekuat (kira-kira 2500
ml/hari jika tidak ada kontraindikasi).

400. Seorang perempuan 55 tahun, dirawat di Rumah Sakit Ruang Penyakit Dalam, gula darahnya 350
mg/dl, Anda bertugas memberikan insulin kepada pasien tersebut, dokter menulis resep bahwa
pasien harus diberi insulin sebanyak 10 unit dalam spuit 40 unit, tetapi di ruangan hanya tersedia
spuit 100 unit. Berapakah insulin yang harus anda berikan kepada pasien adalah?
A. 10 unit
B. 20 unit
C. 25 unit
D. 30 unit
E. 40 unit

401. Seorang pria 48 tahun kehilangan kemampuan berkemih dan uang air besar setelah terjatuh saat
menunggang kuda di suatu perlombaan. Kedua kaki Pasien juga mengalami kelumpuhan. Pasien
mampu melakukan aktivitas mandiri dengan tangannya. Dimana letak gangguan saraf yang dialami
pasien ?
A. Cortex cerebri
B. Medula spinalis
C. Batang otak
D. Nervus Cranialis
E. Nervus autonom

402. Seorang perempuan 45 tahun dirujuk dari puskesmas ke rumah sakit karena mengeluh pusing hebat.
Pasien sangat gelisah dan berulangkali merubah posisi tidur secara tiba-tiba ke kiri atau ke kanan.
Pasien muntah menyembur setiap berganti posisi. Apa tindakan keperawatan yang saudara akan
lakukan ?
A. Mengusulkan rujukan
B. Meningkatkan hidrasi
C. Meminta pasien tenang
D. Mengatur posisi fowler
E. Mengobservasi tanda vital

403. Seorang pria 60 tahun dibawa keluarga ke rumah sakit karena tiba-tiba hilang kesadaran saat sedang
mencuci mobil. Pasien diketahui memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Hasil scaning kepala
menunjukan adanya perdarahan intra cranial. Pembedahan segera telah dijadwalkan.
Apa tindakan yang perlu dilakukan selama menunggu proses pembedahan ?
A. Observasi kesadaran
B. Pemberian oksigen
C. Konseling keluarga
D. Meningkatkan hidrasi
E. Memasang gastrik tube
404. Seorang Pria 40 tahun batal dilakukan operasi hernia karena tekanan darahnya meningkat. Pasien
mengaku takut jika meninggal di meja operasi. Pasien merasa bahwa penyakit yang dideritanya ini
adalah buah dari perbuatan buruknya di masa lalu. Intervensi perawatan apa yang dapat dilakukan
oleh perawat ?
A. Menjadwalkan ulang waktu pembedahan
B. Menjelaskan prosedur pembedahan
C. Mengobservasi tekanan darah
D. Melibatkan keluarga terdekat
E. Mengundang ahli agama

405. Seorang pria 30 tahun mendapatkan terapi cairan infus Ringer Laktat 100 tetes permenit. Hasil
Ultrasonografi menemukan ada akumulasi cairan dalam rongga Peritoneal. Produk urine oliguria
dalam 3 jam terakhir. Rencana tindakan apa yang saudara akan usulkan ?
A. Mengobservasi tanda vital
B. Observasi produk urine
C. Meningkatkan hidrasi
D. segera pembedahan
E. Segera dirujuk

406. Seorang Pria berumur 25 tahun telah dirawat selama 2 minggu dalam kondisi terpasang skeletal traksi
pada kaki kanannya. Pasien merasa takut untuk bergerak sehingga terus mempertahankan posisinya
berbaring lurus di tempat tidur. Selama dirawat pasien belum buang air besar dan mengeluh pusing
jika duduk. Apakah bentuk Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan
pasien ?
A. Memotivasi untuk melakukan mobilisasi
B. Melakukan massage pada punggung
C. Melakukan massage pada abdomen
D. Kolaborasi pemberian pencahar
E. Mengobservasi tekanan darah

407. Setelah mengalami kecelakaan seorang Pria berusia 25 tahun tidak mampu menggerakan kedua
kakinya. Kateter urine harus selalu dipasang karena pasien sering ngompol. Ekpresi wajah pasien
terlihat sedih dan terkesan menghindari interaksi. Apa respon saudara saat pasien bertanya “ apakah
saya bisa berjalan lagi seperti dulu ? ”
A. “ Semua mungkin saja bisa terjadi, sebaiknya Bapak bersabar saja. ”
B. “ Sepertinya hal itu tidak mungkin karena cederanya sangat parah “
C. “ Maaf saya tidak memiliki wewenang untuk menjawab hal itu “
D. “ Saya yakin Bapak mampu menghadapi situasi paling buruk “
E. “ Mari kita berdoa saja, semoga Tuhan memberikan mujijat “

408. Seorang pria 28 tahun memiliki tinggi badan 160 cm dengan berat badan 80 kg. Pasien mengeluh
gatal-gatal pada kulitnya yang berubah menjadi luka lecet bekas garukan yang susah sembuh. Pasien
berobat ke poliklinik rawat jalan tetapi menolak untuk menjalani rawat inap. Informasi apa yang
harus disampaikan kepada pasien supaya mau menjalani perawatan ?
A. Bahaya kelebihan berat badan
B. Perawatan luka lecet pada kulit
C. Cara mengatasi gatal pada kulit
D. Kemungkinan akibat penyakit
E. Hasil pemeriksaan diagnostik
409. Seorang pria 22 tahun dirawat setelah menjalani pembedahan kepala 2 hari yang lalu. Pasien
mengeluh pusing dan selalu gelisah saat berbaring di tempat tidur. Area luka operasi terlihat kering
dan tidak ditemukan rembesan darah . Apakah intervensi yang tepat untuk mengurangi keluhan
pusing pasien ?
A. Mengatur posisi semi fowler
B. Merawat area luka operasi
C. Mencegah pergerakan fisik
D. Latihan mobilisasi bertahap
E. Kolaborasi farmakoterapi

410. Seorang wanita 45 tahun sudah menjalani hemodialisa sejak 1 tahun yang lalu. Pasien dijadwalkan
menjalani hemodialisa 1 kali seminggu. Pasien datang lebih awal dari jadwal karena seluruh
tubuhnya menjadi oedema dan mengeluh sesak napas pada hari ke-3 setelah hemodialisis terakhir.
Apa rencana asuhan keperawatan selanjutnya yang saudara akan rumuskan ?
A. Menambah frekuensi kunjungan
B. Membatasi pergerakan fisik
C. Mengobservasi berat badan
D. Pendidikan kesehatan
E. Pencegahan cedera

Soal Komunitas

1. Pada sebuah desa di wilayah tertentu terdapat kebiasaan bila seseorang mengalami gangguan jiwa
maka akan dipasung dengan alasan agar tidak mengganggu orang lain dan dapat mempermalukan
keluarga, untuk pengobatan pada pasien diberikan air putih yang telah diberi doa oleh tokoh
agama setempat tanpa ada konsultasi ke pelayanan kesehatan. Hasil pengkajian didapatkan
hampir setiap rumah pada wilayah tersebut mempunyai anggota keluarga yang mengalami
gangguan jiwa. Apakah perencanaan yang dapat dirumuskan oleh anda sebagai seorang perawat
komunitas ?
a. Penyuluhan tentang perawatan pada klian dengan gangguan jiwa
b. Penyuluhan tentang bagaimana alur perawatan pasien gangguan jiwa
c. Melakukan rekontruksi terhadap budaya penanganan orang sakit
d. Melakukan negosiasi dan penyuluhan tentang penanganan pasien jiwa
e. Melaksanakan rujukan pasien dengan gangguan jiwa

2. Di sebuah sekolah dasar guru-guru mengeluhkan banyak anak kelas 1 dan 2 mengalami caries
gigi, anak-anak tersebut mengatakan belum tahu pasti cara perawatan gigi dengan benar, dan
jarang sekali adanya pemeriksaan gigi oleh petugas kesehatan. Hasil pengkajian diperoleh 18
siswa dari 36 siswa kelas 1 mengalami caries gigi, sedangkan 20 dari 36 siswa kelas 2 mengalami
caries gigi. Apakah prioritas diagnosis keperawatan dari kasus di atas?
a. Resiko terjadinya caries gigi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan anak-anak tentang
caries gigi.
b. Resiko terjadinya caries gigi berhubungan dengan kurangnya pemeriksaan gigi.
c. Resiko caries gigi berhubungan dengan kelemahan kontrol pihak sekolah pada anak-anak SD
d. Tingginya kejadian caries gigi pada anak-anak SD berhubungan dengan kurangnya
pemeriksaan gigi dan cara merawat gigi yang benar.
e. Tingginya kejadian caries gigi berhubungan dengan pola makan yang salah

3. Di suatu wilayah X didapatkan data angka gizi kurang 5 balita, dan gizi buruk sebanyak 2 balita,
kondisi ekonomi keluarga dengan anak gizi kurang dan buruk sangat memprihatinkan, saat ini
pihak dinas kesehatan sudah melakukan tindakan dengan memberikan makanan tambahan pada
setiap anak balita, tetapi biaya yang harus ditanggung oleh pemerintah dalam hal ini dinas
kesehatan cukup besar sehingga melebihi anggaran yang ada. Apakah intervensi yang dapat
dilakukan oleh perawat untuk menangani kasus di atas?
a. Meningkatkan taraf ekonomi keluarga dengan cara memberikan pekerjaan yang layak
b. Memberikan sumbangan makanan untuk setiap anak gizi kurang dan buruk
c. Memberikan penyuluhan kesehatan tentang gizi yang baik untuk perkembangan balita
d. Mencari donatur pada kelompok tertentu untuk memberikan sumbangan untuk
makanan secara kontinu
e. Mencari orang tua asuh untuk kelangsungan hidup balita yang lebih baik

4. Seorang ners komunitas melakukan pengkajian di Desa X wilayah Y didapatkan data kematian
ibu post partum dalam satu tahun 3 orang, praktik bidan desa jaraknya cukup jauh, lokasi
pelayanan kesehatan sulit untuk dijangkau, hasil wawancara dengan kepala desa penyebab
kematian karena keterlambatan pertolongan terutama sarana transfortasi, rata-rata pekerjaan
penduduk wirausaha, tingkat ekonomi desa tersebut termasuk kategori menengah ke atas, tetapi
tingkat pengetahuan tentang kesehatan cukup baik. Apa rencana intervensi yang dapat dilakukan
oleh ners?
a. Berikan penyuluhan tentang pentingnya ANC pada ibu
b. Lakukan advokasi pada pihak dinas kesehatan untuk penambahan bidan desa
c. Kolaborasi penggunaan mobil masyarakat sebagai ambulan desa
d. Penyuluhan tentang pentingnya melahirkan di bidan desa
e. Berikan saran untuk adanya dana desa (ex: rereorangan sarumpi)

5. Hasil pengkajian komunitas di desa X, diperoleh data lansia sebanyak 150 jiwa, dari jumlah
tersebut sebanyak 75% mengatakan memeriksakan kesehatan jika sakit, ada posbindu tetapi tidak
jalan, 120 orang (80%) dari jumlah lansia mengeluhkan adanya penyakit antara lain : gastristis 20
orang (25%), katarak 18 orang (15 %), rematik 24 orang (20%), penyakit jantung 12 orang
(10%). Penggunaan waktu senggang pada lansia 45% berkebun, 30 % jalan-jalan, 15% olah raga,
10% lain-lain. Apakah diagnosis keperawatan prioritas di Desa X ?
a. Kurangnya pengetahuan lansia
b. potensial peningkatan kesehatan lansia
c. potensial pemberdayaan potensi lansia
d. resiko terjadinya penurunan kualitas hidup lansia
e. resiko terjadinya peningkatan penyakit vascular

6. Puskesmas X berada di Desa Y yang berada jauh dari kehidupan perkotaan, dipimpin oleh
seorang dokter umum, jumlah perawat sebanyak 3 orang,bidan 1 orang farmasi 1 orang laboran 1
orang, petugas gizi 1 orang perawat gigi 1 orang, program UKP dan UKM cukup berjalan dengan
lancar, basic 6 juga jalan, namun program perkesmas belum jalan, angka DO pasien TB cukup
tinggi sekitar 30% dari total penderita, cakupan ANC rendah, cakupan immunisasi juga rendah.
Hasil wawancara dengan beberapa perawat Puskesmas menyatakan mereka belum paham tentang
perkesmas dan bagaimana aplikasinya di masyarakat. Apakah yang dapat anda lakukan sebagai
Ners Profesional pada kasus di atas?
a. Lakukan Capacity Building di Puskesmas tersebut
b. Undang pihak Dinas kesehatan untuk memberikan penjelasan
c. Berikan penyuluhan tentang kesehatan pada masyarakat
d. Aktifkan kader kesehatan untuk meningkatkan cakupan target
e. Jelaskan pada masyarakat tentang pentingnya ANC
7. Hasil survey di satu Kelurahan diperoleh data; jumlah penduduk 500 jiwa, Jumlah balita 75
orang, hasil data KMS 20 % balita berada pada garis kuning, 10 % berada di garis merah, 10 %
balita menderita ISPA, 5 % balita menderita scabies, cakupan imunisasi Polio 70 %. Posyandu
berjalan rutin dengan angka kunjungan 60 %. Apakah prioritas masalah pada kasus diatas ?
a. Risiko meningkatnya penyakit kelumpuhan pada balita
b. Risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang pada balita
c. Risiko meningkatnya gangguan penyakit kulit pada balita
d. Risiko terjadinya gangguan sistem kekebalan tubuh pada balita
e. Risiko meningkatnya angka kesakitan gangguan pernafasan pada balita

8. Saat perawat laki-laki melakukan kunjungan rumah kepada klien laki-laki berusia 54 tahun sering
mengeluh lemas, pusing, sering merasa haus dan kencing pada malam hari. Hasil pemeriksaan
kadar gula darah di rumah sakit 1 minggu yang lalu 180 gr/dl, tekanan darah 130/90 mmHg,
nadi 88 x/menit. Klien tersebut bertanya kepada perawat tentang apa yang terjadi pada dirinya.
Apakah rencana tindakan keperawatan yang paling tepat ?
a. Berikan penyuluhan kepada keluarga tentang risiko timbulnya DM
b. Diskusikan dengan keluarga tentang kondisi keluarga yang sakit
c. Diskusikan dengan keluarga tentang adanya masalah hipertensi
d. Ajarkan cara perawatan untuk mengatasi DM kepada keluarga
e. Berikan penyuluhan tentang pengertian dan penyebab DM

9. Hasil survey di masyarakat daerah perkotaan yang cukup padat, didapatkan data; jarak antar
rumah hanya 0,5 meter. Penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat adalah ISPA 28.8
%, Diare 3.2 %, TBC 3.2 % dan penyakit lain-lain 46.4 %. Data lingkungan didapatkan luas
jendela/ventilasi yang kurang dari luas lantai sebanyak 52 %, halaman yang dimanfatkan 68.8 %,
jarak pembungan air limbah dengan sumber air bersih kurang dari 10 meter 84.8 %, tempat
pembuangan sampah yang terbuka 84.8 %, jarak kandang ternak 50 % menempel dirumah, berada
di bawah/kolong rumah 28.95 %. Diagnosa apa yang menjadi prioritas berdasarkan kasus diatas ?
a. Risiko terjadinya penyakit pernafasan
b. Risiko terjadinya penyakit integumen
c. Risiko terjadinya penyakit pencernaan
d. Risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler
e. Risiko terjadinya penyakit demam berdarah

10. Hasil survey disebuah perusahaan las besi yang berada dipinggir jalan raya dengan kondisi
lingkungannya berdebu dan bising oleh kendaraan yang melintas dan benturan besi. Pernah
terjadi kecelakaan lalulintas didepan perusahann terebut. Tenaga pekerja sebanyak 3 orang, yang
setiap hari bekerja menggunakan masker tetapi hanya menutupi mulutnya, tanpa menggunakan
kaca mata dan spatu boot. Apakah fokus Pendidikan kesehatan yang perlu disampaikan kepada
tenaga pekerja tersebut ?
a. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan masker
b. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan kaca mata
c. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan kaca mata
d. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan pelindung telinga
e. Pendidikan kesehatan tentang manfaat penggunaan alat pelindung diri

11. Hasil wawancara dengan seorang kader posbindu didapatkan bahwa diwilayahnya sudah ada
Posbindu tetapi para kader masih merangkap tugasnya dengan kader Posyandu, pelayanan belum
menggunakan sistem 5 meja karena kurangnya jumlah kader, angka kunjungan lansia baru 64 %,
jenis penyakit yang ada hipertensi 67 %, rhematik 13 % dan 10 % penyakit yang lainnya.
Jenis pelatihan apa yang perlu diberikan kepada kader tersebut
a. Pelatihan tentang penanganan jenis penyakit
b. Pelatihan tentang peran dan fungsi kader
c. Pelatihan Posbindu dengan sistem 5 meja
d. Pelatihan tentang penyuluhan kesehatan
e. Pelatihan tentang memberikan motivasi

12. Hasil pengkajian komunitas di desa YT tahun 2010, ditemukan angka ibu melahirkan yang
dibantu oleh dukun (paraji) melahirkan mencapai 75 %, dan angka kematian ibu mencapai 2 %.
Setelah dilakukan wawancara ternyata ibu-ibu mengatakan, lebih memilih paraji karena
disamping biayanya lebih murah, juga bantuan dukun bersifat komprehensif karena merasa
dibantu dari saat melahirkan, dilakukan pemijatan dan perawatan bayi sampai 40 hari. Apa
tindakan perawat komunitas yang paling tepat untuk mengatasi hal tersebut ?
a. Pendampingan kepada paraji
b. Melakukan pelatihan pada paraji
c. Melakukan Konseling pada ibu hamil
d. Pendidikan kesehatan pada ibu hamil
e. Penyuluhan tentang bahaya melahirkan di paraji

13. Peningkatan jumlah penderita Diabetes Mellitus di Desa Sukamulya terjadi karena pola makan
warga yang tidak teratur dan tidak memperhatikan jenis makanannya. Data 4 tahun ke belakang
menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi, sehingga pihak puskesmas harus segera melakukan
tindakan yang efektif untuk mengatasinya. Analisa anda terhadap peningkatan kejadian diabetes
mellitus menunjukkan bahwa anda telah melakukan pengukuran deskriptif kesehatan yang disebut
a. angka mortalitas
b. insidensi
c. prevalensi
d. rate
e. angka morbiditas

14. Terdapat 8 orang warga RT 02 RW 02 yang mengalami penyakit diabetes mellitus yang tergabung
dalam kelompok binaan. Keluhan yang banyak muncul dari peserta selalu mengeluhkan kram dan
kebas pada area kaki. Mereka berusaha mengikuti senam yang dilaksanakan disekitar rumahnya,
tetapi kram dan kebas masih dirasakan. Untuk mengatasi masalah anggota kelompok tersebut,
maka tindakan yang akan dilakukan anda adalah ......
a. mengatur pola makan
b. menjelaskan proses terjadinya kram dan kebas
c. mengatur waktu tepat untuk berolahraga
d. melakukan senam kaki
e. melakukan relaksasi

15. Kegiatan intervensi menurunkan angka kejadian diabetes mellitus dapat dilakukan dengan
melibatkan kader, dan tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut bisa dilakukan secara kelompok
maupun massal. Dukungan penuh dari kader kesehatan dan tokoh masyarakat sangat efektif
sehingga masyarakat dapat memelihara kesehatannya dengan baik. Sebagai perawat yang
bertugas mengkoordinasikan kegiatan tersebut, maka tindakan awal yang paling tepat dilakukan
adalah....
a. membentuk kelompok pendukung bagi penderita diabetes mellitus
b. menentukan jadwal kegiatan
c. berkoordinasi dengan kepala puskesmas
d. membuat materi pelatihan bagi kelompok
e. mendata penderita diabetes mellitus

16. Kunjungan pertama di Posyandu Ceria didapatkan data bahwa sebagian besar balita yang datang
menunjukkan tanda-tanda kurang gizi. Pelayanan lima meja Posyandu tampak tidak berfungsi.
Penyuluhan terkait gizi untuk para ibu yang datang membawa balitanya ke Posyandu tidak
dilakukan kader. Komponen pengkajian utama yang harus diperhatikan adalah ...
a. Pendidikan
b. Inti masyarakat
c. Layanan kesehatan dan sosial
d. Komunikasi
e. Lingkungan fisik

17. Saat bertugas di Desa Sukamulya, diperoleh data dari hasil penimbangan balita di posyandu RW 8
menunjukkan bahwa 37% balita berada di pita kuning pada KMS. Hasil wawancara pada ibu
balita memperoleh data bahwa balita mereka pada umumnya tidak mau makan, balita lebih
memilih makan chiki dan makanan ringan lainnya. Ibu tidak menyediakan makanan khusus bagi
balita dan tidak paham dengan variasi makanan balita. Apakah intervensi paling tepat yang harus
diberikan ?
a. berikan penyuluhan tentang gizi balita
b. berikan penyuluhan tentang pengolahana makanan yang baik
c. penyuluhan tentang KMS terutama penjelasan pita kuning di KMS
d. rujukan balita ke puskesmas
e. penyuluhan pertumbuhan balita sehat

18. Untuk mempercepat edukasi tentang penanganan masalah diabetes mellitus di warga Desa
Sukamulya, maka dibentuk kelompok pendukung (support group) yang terdiri dari kader,
caregiver, dan mahasiswa. Ternyata hasilnya sangat positif dengan indikasi adanya penurunan
nilai kadar gula darah. Tindakan pembentukan kelompok pendukung merupakan bentuk strategi
intervensi...
a. pendidikan kesehatan
b. pemberdayaan
c. kemitraan
d. proses kelompok
e. kerjasama

19. Di RW 08 kelurahan Pasirimpun terdapat masalah pada ibu hamil berupa anemia. Telah dilakukan
penyuluhan secara berkesinambungan oleh kader dan petugas kesehatan. Posyandu yang telah
didirikan, masih sedikit kunjungan ibu hamilnya. Tindakan perlindungan khusus (spesific
protection)yang harus anda lakukan adalah....
a. Pemutaran film tentang bahaya anemia
b. Mengurangi beban kerja ibu hamil
c. Berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk pengadaan tanaman obat keluarga
d. Pemberian tablet Fe
e. melatih senam pada ibu hamil

20. Untuk mengendalikan peningkatan angka kejadian hipertensi di Desa Sukamulya, maka
direncanakan untuk melakukan kegiatan massal dengan cara menanam tanaman obat dan herbal.
Direncanakan akan mengundang petugas dari dinas pertanian/perkebunan untuk memberikan
edukasi tentang cara menanam yang baik. Metoda yang paling tepat untuk melakukan edukasi
pada masyarakat adalah ...
a. memberikan penyuluhan tentang tanaman obat dan herbal
b. memberikan contoh tanaman obat dan herbal asli (secara langsung) dan cara
menanamnya
c. menjelaskan pada kelompok khusus warga yang menderita hipertensi tantang tanaman obat dan
herbal
d. membagikan brosur tentang tanaman obat dan herbal
e. mengundang tokoh masyarakat untuk ikut hadir mendukung kegiatan tersebut

21. Saat melakukan praktik di posyandu Ceria RW 4, kader kesehatan melaporkan 9 orang anak
berusia 3-5 tahun mengalami ISPA yang berulang. Menurut kader, penyuluhan tentang
pencegahan ISPA sudah sering dilakukan, tapi para ibu yang ke Posyandu jarang yang
memperhatikan. Kader menanyakan jenis kegiatan apa lagi yang sebaiknya dilakukan kader untuk
mencegah ISPA pada balita. Apakah tindakan yang paling tepat yang akan anda berikan untuk
kader?
a. Melatih kader memberikan penyuluhan di posyandu secara bergiliran
b. Melatih kader mengidentifikasi penyakit yang sering terjadi pada balita
c. Melatih kader memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat dalam mengatasi masalah
d. Melatih kader mengidentifikasi keadaan yang mengancam balita di wilayahnya
e. Melatih kader menyusun media penyuluhan yang dipahami masyarakat

22. Anda mendapatkan data banyaknya balita yang mengalami ISPA di RW 05. Hasil pengamatan
anda menunjukkan kebiasaan merokok dilakukan oleh hampir semua orang dewasa dan sebagian
remaja. Kebiasaan merokok tersebut dilakukan di dalam dan di luar rumah. Apakah tindakan
keperawatan komunitas yang tepat dilakukan?
a. senam pernafasan
b. pendidikan kesehatan
c. modifikasi perilaku berhenti merokok
d. kampanye berhenti merokok
e. konseling berhenti merokok

23. Saat melakukan praktik komunitas, anda mengumpulkan kader kesehatan di RW 02 Kelurahan
Bojong untuk mengetahui permasalahan kesehatan di wilayah tersebut. Hasil diskusi diperoleh
data data kesehatan meliputi data kesakitan dan penyebab timbulnya penyakit tersebut. Kegiatan
yang dilakukan anda dengan kader termasuk pengkajian menggunakan metode ...
a. informant interview
b. focus group discussion (FGD)
c. seminar
d. Winshield survey
e. Observasi

24. Perawat X. tidak memberikan pertolongan pada seluruh kebutuhan klien, tetapi hanya memberikan
perawatan pada beberapa kebutuhan dasar yang klien butuhkan. Apakah bentuk bantuan yang
diberikan oleh perawat ?………
a. wholly compensantory
b. partially compensantory
c. supportif educative
d. sosial supportif
e. budaya supportif

25. Perawat X melakukan pendidikan kesehatan mengenai ISPA kepada ibu-ibu yang memiliki balita
pada saat kegiatan posyandu. Apakah bentuk intervensi keperawatan yang dilakukan oleh perawat
komunitas ? ....…
a. promotif
b. preventif
c. kuratif
d. rehabilitative
e. sekunder

26. Perawat Y. 28 tahun selalu melakukan pekerjaan yang hanya menguntungkan dirinya. Apabila ia
ditugaskan untuk melakukan pekerjaan lain yang tidak memberikan manfaat untuknya ia tidak
mau melakukannya. Oleh karena itu, perawat Y tidak disukai oleh rekan-rekannya. Apakah
bentuk karakteristik yang dimiliki oleh perawat Y..
a. Individualist
b. Kooperator
c. Kompetitor
d. Sosialist
e. Budayalist

27. Perawat dalam melakukan pekerjaan harus memahami trend dan issue yang berkembang di
masyarakat agar intervensi yang dilakukan tepat sesuai dengan sasaran. TSebutkan trend dan
issue komunitas yang sedang tidak berkembang saat ini ?.........
a. Tingginya populasi lanjut usia
b. Tingginya penderita jiwa
c. Tingginya penderita HIV/AIDS
d. Tingginya penderita penyakit degeneratif
e. Tingginya angka kelahiran

28. Saat ini informasi dan teknologi semakin berkembang sehingga telah membuat masyarakat
menjadi kritis untuk menilai sesuatu termasuk kesehatan. Kekritisan ini menjadikan masyarakat
menuntut kebutuhan kesehatan yang tinggi dan ideal. Untuk menjawab ini perawat perlu
melakukan suatu upaya. Upaya yang tidak perlu dilakukan oleh perawat adalah........
a. Meningkatkan pendidikan
b. Meningkatkan penelitian
c. Meningkatkan pelatihan
d. Meningkatkan standar
e. Meningkatkan harga diri

29. Hasil kunjungan seorang perawat pada salah satu RW di wilayah binaan puskesmasnya,
ditemukan data penyakit Diare pada anak sebanyak 21 %, penyakit Typus Abdominalis 15 %,
serta rematik pada lansia sebesar 35 % dari total 35 orang lansia, hypertensi 25 %. Apa
diagnosa keperawatan komunitas yang kemungkinan ditemukan berdasarkan data di atas ?
a. Potensial terjadinya peningkatan derajat kesehatan pada lansia
b. Resiko terjadinya peningkatan penyakit degeneratif pada lansia
c. Peningkatan angka kejadian penyakit infeksi pada anak
d. Peningkatan penyakit pada lansia
e. Terjadi penurunan derajat kesehatan pada masyarakat

30. Seorang perempuan berusia 25 tahun baru melahirkan 10 hari yang lalu. Pada saat kontrol ke
Puskesmas, ia mengatakan bahwa di keluarganya memiliki keyakinan seorang ibu nifas tidak
boleh memakan ikan. Bagaimana sikap anda terhadap pasien tersebut?
a. sepakat dengan keyakinan pasien
b. membiarkan pasien dengan keyakinannya tersebut
c. meminta pasien untuk merubah keyakinannya yang salah
d. menyarankan pasien untuk mengganti ikan dengan sumber protein lain
e. memaksakan keyakinan kita sebagai petugas kesehatan bahwa protein itu penting

31. Sebagai seorang perawat komunitas, anda melakukan penyuluhan sebagai salah satu implementasi.
Setelah penyuluhan, anda mengevaluasi peserta penyuluhan. Apakah jenis Evaluasi tersebut :
a. Formatif
b. Sumatif
c. Input
d. Proses
e. Outcome

32. Seorang perawat komunitas akan memberikan asuhan keperawatan. Setelah pendekatan dengan
tokoh masyarakat, maka perawat tersebut melakukan pengkajian. Apakah tindakan selanjutnya
yang dilakukan oleh perawat?
a. Merumuskan masalah
b. Melakukan analisis data
c. Membuat perencanaan
d. Melakukan pengolahan data
e. Menetapkan prioritas masalah
33. Perawat X ditugaskan ke daerah dengan penduduk yang meyakini kalau sakit tidak perlu ke
palayanan kesehatan tapi harus pergi ke dukun untuk di jampe-jampe dan dimandikan. Manakah
langkah pertama yang perlu dilakukan perawat X sesuai dengan teori perubahan terencana?
a. Menciptakan hubungan dengan sistem klien
b. Mendiagnosis masalah, kebutuhan atau tujuan sistem klien
c. Menumbuhkan rasa kebutuhan dan keinginan untuk berubah
d. Mentransformasi rencana perubahan menjadi perubahan aktual
e. Stabilisasi hasil perubahan pada sistem klien

34. Berdasarkan laporan, populasi vektor terutama lalat meningkat dengan tajam di Desa X. Kondisi
lingkungan Desa X padat penduduk rumah berdempetan dalam gang sempit, sampah menumpuk
di ujung-ujung gang disertai bau yang tidak sedap, tempat penampungan sampah sementara tidak
tertutup. Manakah pengendalian vektor yang paling tepat untuk mengtasi kasus diatas ?
a. Pengendalian secara kimiawi dengan insektisida
b. Pengendalian secara genetika dengan sterilisasi lalat jantan
c. Pengendalian secara biologis menambah predator vektor.
d. Pengendalian secara mekanis membersihkan lingkungan.
e. Pengendalian secara kimiawi dengan fogging

35. Di sebuah perusahaan X, 90% karyawan bagian produksi mengeluhkan tangannya sering terciprat
minyak dari penggorengan. Alat perlindungan diri tidak disediakan oleh pihak perusahan
sebagaiman mestinya. Apa tindakan prioritas yang harus diambil oleh perawat kesehatan kerja?
a. Memberikan penyuluhan fungsi Alat perlindungan diri
b. Mendemonstrasikan penggunaan Alat perlindungan diri
c. Menyediakan alat perlindungan diri bagi karyawan
d. Advokasi pada pihak perusahaan untuk penyediaan alat perlindungan diri
e. Memberikan edukasi terhadap pihak perusahaan

36. Hasil skrining kesehatan gigi di SD Karangnunggal pada bulan januari, menunjukan 78% siswa
kelas 1-3 mengalami karies gigi. Apakah tindakan pertama yang perlu diambil oleh perawat
kesehatan sekolah pada siswa SD tersebut?
a. Penkes manfaat oral hygiene
b. Mendemonstrasikan oral hygiene
c. Skrining kesehatan gigi secara rutin
d. Rujuk ke puskesmas
e. Advokasi penyediaan alat oral hygiene di sekolah
37. Tn. C menderita Hepatitis A, dari hasil anamnesa ke keluarga, didapatkan bahwa ia adalah seorang
sales, yang setiap hari saat bekerja sering makan di warung pinggir jalan. Tn. C juga mengatan
bahwa badannya terasa lemes dan merasakan sakit setelah sering makan di warung tersebut.
Apakah yang menyebabkan Tn. C menderita Hepatitis A ?
a. Kontak langsung
b. Makan tidak higienes
c. Kontak tidak langsung
d. Makan di pinggir jalan
e. Kondisi immunitas turun
38. Setelah melakukan musyawarah melalui MMD yang di fasilitasi oleh perawat komunitas di Desa
Paoman disepakati untuk mengatasi sampah yang menjadi masalah bau dipemukiman dengan
membuat penampungan sampah sementara melalui swadaya masyarakat secara gotong royong
selama 1 bulan. Apakah rencana tindakan pertama yang harus dilakukan oleh perawat?
a. Pendekatan dengan tokoh masyarakat
b. Partisipasi dengan masyarakat dalam menggalang dana
c. Menetapkan waktu untuk peresmian pembuatan penampungan sampah
d. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya penampungan sampah
e. Bekerjasama dengan pihak terkait untuk mendapat bantuan teknis pembuatan penampungan
sampah

39. Seorang laki – laki berumur 55 tahun sejak tahun 2010 sudah terkena penyakit TBC dan mendapat
pengobatan OAT yang diberikan oleh dokter puskesmas. Menurut informasi keluarganya yang
menjadi PMO orang tersebut tidak minum obatnya, bahkan masih suka mengkonsumsi makanan
yang asin dan berlemak. Apa yang seharusnya anda jelaskan mengenai tugas utama seorang
PMO?
a. Memberi penyuluhan pada keluarga klien tentang TBC
b. Mengingatkan klien agar menelan obat secara teratur sesuai dosis
c. Mengawasi penderita dalam berobat ke palayanan kesehatan (Puskesmas)
d. Mengingatkan penderita untuk pemeriksaan kesehatan setelah obatnya habis
e. Memberi dorongan kepada keluarga untuk mendapatkan biaya pengobatan HT

40. Seorang perempuan usia 32 tahun datang ke Poli Puskesmas dengan keluhan sudah 2 malam ini
sulit tidur, bangun lebih awal dan tidak bisa tidur kembali. Bangun tidur badannya terasa pegal-
pegal dan tidak nyaman. Kondisi ini dialami sejak klien akan operasi katarak. Apa masalah utama
yang dihadapi oleh klien tersebut?
a. Cemas
b. Keletihan
c. Gangguan pola tidur
d. Ketidakefektifan koping
e. Gangguan persepsi sensori : penglihatan

41. Seorang perempuan usia 32 tahun datang ke Poli Puskesmas dengan keluhan sudah 2 malam ini
sulit tidur, bangun lebih awal dan tidak bisa tidur kembali. Bangun tidur badannya terasa pegal-
pegal dan tidak nyaman. Kondisi ini dialami sejak klien akan operasi katarak. Klien tidak tahu
bagaimana kesehatannya setelah dilakukan operasi katarak. Apakah intervensi utama yang
diberikan kepada klien tersebut?
a. Mengidentifikasi pola tidur klien
b. Memberikan terapi obat agar klien bisa tidur
c. Melakukan tindakan pinjat untuk relaksasi klien
d. Memberikan penkes tentang tindakan operasi katarak
e. Menyarankan kepada untuk menjaga suasana tenang sebelum tidur

42. Berdasarkan hasil survey dasar yang dilakukan oleh BKKN Provinsi Jabar menunjukan bahwa
83% remaja tidak tahu tentang konsep kesehatan reproduksi yang benar, 61,8% tidak tahu
persoalan sekitar masa subur dan masalah haid, 40,6% tidak tahu resiko kehamilan remaja, dan
42,45 tidak tahu tentang risiko PMS. Apakah intervensi yang utama dilakukan oleh seorang
perawat komunitas ?
a. Membentuk pusat informasi konseling kesehatan reproduksi remaja
b. Memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi kepada remaja
c. Menyebarkan leaflet dengan sasaran remaja di SMA
d. Memberikan fasilitas konsultasi di puskesmas bagi remaja
e. Memberikan pelayanan yang maksimal kepada remaja

43. Berdasarkan hasil survey mawas diri pada masyarakat desa B, dibeberapa RT kondisi selokan
tersumbat akibat sampah yang menumpuk, 80% jarak TPS dekat dengan rumah warga (< 5 m),
warga kurang memiliki kesadaran untuk kerja bakti,sebagian besar penduduk memiliki tingkat
pendidikan rendah. Apakah prioritas diagnosa keperawatan komunitas pada kasus di atas ?
a. Potensial penurunan kesehatan b.d kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan
b. Resiko terjadinya penurunan kualitas hidup b.d kurangnya pengetahuan masyarakat dalam
usaha kesehatan lingkungan
c. Resiko terjadi penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih b.d kurangnya
pengetahuan masyarakat akibat lingkungan yang kurang bersih
d. Resiko terjadinya wabah penyakit b.d lingkungan yang tidak bersih
e. Potensial terjadinya diare b.d lingkungan yang tidak bersih

44. Berdasarkan hasil survey di desa A, ditemukan jumlah ibu hamil mengeluh pusing sebanyak
35,5%, ibu hamil terlihat pucat dan lemah 25%, ibu menyatakan makanan yang dikonsumsi sama
saat tidak hamil 71,5%, sebanyak 90% tidak mempunyai KMS, yang tidak memperoleh informasi
tentang kebutuhan gizi sebanyak 75%,jumlah kader yang aktif hanya 5 orang. Apakah prioritas
diagnosa keperawatan komunitas pada kasus di atas ?
a. Resiko terjadinya kurang gizi b.d pengetahuan ibu hamil yang kurang
b. Resiko anemia ibu hamil b.d kurangnya pengetahuan mengenai gizi selama hamil
c. Resiko terjadi penyakit b.d kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi
d. Resiko peningkatan angka kesakitan b.d kurangnya pengetahuan masyarakat
e. Kurang gizi b.d kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi

45. Berdasarkan data dari Dinkes terdapat penderita TBC 2%, berdasarkan survey di kelurahan B
wilayah kerja Puskesmas C ditemukan penderita TBC 4 %, warga kurang memiliki rumah sehat
karena banyak yang tidak mempunyai fentilasi, lingkungan rumah kotor,sebagian besar penduduk
memiliki tingkat pendidikan rendah, puskesmas kurang terjangkau oleh masyarakat setempat.
Apakah permasalahan yang menjadi prioritas utama ?
a. Resiko terjadinya peningkatan penyakit TBC b.d lingkungan yang tidak sehat
b. Resiko terjadi penyakit menular b.d kurangnya pengetahuan masyarakat tentang lingkungan
c. Resiko peningkatan angka kesakitan b.d kurangnya pengetahuan masyarakat
d. Resiko tinggi penyakit TBC b.d kurangnya perilaku hidup bersih
e. Resiko saniasi buruk b.d pengetahuan masyarakat yang rendah

46. Anda sebagai perawat komunitas yang menurut pengamatan anda ada beberapa masalah
kesehatan yang terjadi diwilayah kerja Anda tersebut, maka sebagai seorang perawat komunitas
anda tergerak ingin mengatasi masalah kesehatan yang menjadi tanggung jawab anda sebagai
perawat diwilayah dimana anda bekerja. Ada beberapa hal yang harus anda lakukan sebelum
memulai bekerja untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut.
Langkah awal manakah yang harus anda dilakukan pertama kali agar dapat mengali masalah
kesehatan diwilayah binaan Anda sebagai seotang perawat komunitas ... .
a. pengkajian
b. strategi intervensi
c. kolaborasi
d. interview
e. promosi kesehatan
47. Untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik dilakukan upaya
menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin yang dikenal dengan istilah Trias Usaha
Kesehatan Sekolan atau UKS. Sebutkan hal-hal apa saja yang disebut Trias UKS :
a. Pendidikan Kesehatan
b. Pelayanan Kesehatan
c. Pembinaan Lingkungan
d. Pelayanan Sekolah

48. . Perubahan psikososial yang akan dialami lansia pada masa pensiun adalah … .
a. Kehilangan status
b. Bertambahnya kegiatan
c. Berkurangnya kasih sayang
d. Income yang semakin bertambah
e. Kesadaran ingin meningkatkan penghasilan

49. Pengkajian fisik pada area komunitas yaitu mengobservasi system social, termasuk tempat yang
sering dikunjungi adalah pengkajian pada komponen … .
a. Inspeksi
b. Auskultasi
c. Tanda vital
d. Pemeriksaan system
e. Pemeriksaan laboratorium

50. Saat pertemuan pelatihan kader kesehatan yang diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh
mahasiswa didaerah binaannya dari pukul 8 sampai 9 malam hanya 10 orang kader yang hadir
dari 30 orang yang diundangan. Kegiatan tersebut diatas merupakan hasil dari bentuk evaluasi
a. Proses
b. Hasil
c. Prisip
d. Formatif
e. Sumatif

51. Diskusikan sumber komunitas dengan keluarga untuk membantu mereka mengetahui apa yang
tersedia dan bagaimana menggunakannya. Kalimat diatas adalah bentuk intervensi keperawatan
komunitas untuk diagnose sejahtera dari … .
a. Memulai pengembangan unit keluarga
b. Meningkatkan ikatan pada keluarga besar
c. Kesinambungan komitmen pada nilai-nilai
d. Potensi untuk perbaikan koping komunitas
e. Meningkatkan penggunaan sumber keluarga dan komunitas

52. Hasil pengkajian di dusun X di dapatakan: Ibu nifas yang persalinannya ditolong oleh dukun 10%
dari 10 Kelahiran; Balita dengan keterlambatan tumbuh kembang 60% dari 35 Balita; Kelompok
remaja sudah merokok sejak kelas 1 SMP 20% dari 76 remaja; Lingkungan sekitar rumah tinggal
masyarakat terdapat kandang ternak. Apakah Prioritas utama pelayanan Perawatan Kesehatan
Masyarakat pada kasus diatas?
a. Keluarga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan
b. Pembinaan desa atau masyarakat bermasalah
c. Keluarga dengan tindak lanjut perawatan
d. Keluarga dengan resiko tinggi
e. Pembinaan kelompok khusus
53. Pada perencanaan kerja dalam penanganan kenakalan remaja di masyarakat yang semakin
meresahkan warga kelurahan M. Perawat X membuat perencanaan melibatkan berbagai unsur di
masyarakat al: Tokoh Masyarakat; Tokoh Agama termasuk bekerjasama dengan kepolisian
bidang pembinaan. Apakah tahapan yang akan di laksanakan oleh Ners X di Kelurahan M
tersebut.
a. Tahap persiapan
b. Tahap pengorganisasian
c. Tahap pendidikan dan latihan
d. Tahap formasi kepemimpinan
e. Tahap koordinasi intersektoral.

54. Pada kegiatan praktik keperawatan komunitas Ners B mengumpulkan masyarakat di aula
Kelurahan G. Menyampaikan pentingnya menangani masalah gizi pada anak. Di kelurahan G di
dapatkan Balita dengan malnutrisi 3 orang. Apakah tujuan kegiatan perawat komunitas yang
dilaksanakan oleh Ners B.
a. Pencegahan tertier
b. Pencegahan primer
c. Pencegahan sekunder
d. Penangan risiko peningkatan malnutrisi
e. Pemberdayaan keluarga Balita masalah gizi

55. Di desa E seorang Ners Komunitassetelah melaksanakan pembinaan mendapatkan perubahan


keluarga-keluarga binaan yang sudah membawa Balitanya ke Posyandu. Jalan dan selokan tidak
di temukan sampah yang berserakan. Pekarangan rumah sudah di tanami tanaman obat keluarga
dan tanaman dapur keluarga.
Apakah fokus dari evaluasi pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas yang dilaksanakan Ners
Komunitas tersebut?
a. Dampak
b. Relevansi
c. Perkembangan
d. Efisiensi biaya
e. Efektifitas kerja

56. Hasil pengkajian di Desa J di dapatakan: penghasilan keluarga rata-rata di bawah UMK; tiap KK
memiliki anggota keluarga rata-rata 4 orang; pertanian yang biasanya subur sudah 5 tahun kurang
produksi sejak limbah industri yang ada di desa J memasuki wilayah pertanian masyarakat. Sudah
3 bulan kebelakang 6 kepala keluarga yang mencoba bunuh diri karena tekanan ekonomi. Salah
satu tidak dapat di tolong dan akhirnya meninggal.
Apakah Prioritas utama pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat pada kasus diatas?
a. Keluarga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan
b. Pembinaan desa atau masyarakat bermasalah
c. Keluarga dengan tindak lanjut perawatan
d. Keluarga dengan resiko tinggi
e. Pembinaan kelompok khusus

57. Ner Y sudah 3 bulan ini di Kelurahan K melibatkan peran serta seluruh masyarakat untuk
mandiri dalam penangan NAPZA yang semakin merebak di wilah tersebut. keterlibatan langsung
masyarakat termasuk dalam melakukan pengkajian buat anggota keluarga yang di dapatkan
bermasalah. Berbagai elemen di masyarakat digerakkan dalam penangana masalah NAPZA
tersebut. Apakah model pengorganisasian masyarakat yang dilakukan oleh Ners Y.
a. Locality Development
b. Cultur development
c. Empowerment
d. Social Planning
e. Social Action

58. Perawat PKM T melaksanakan pembinaan desa dan membangun keterlibatan masyarakat melalui
pendataan kesehatan yang ada di wilaha binaan tersebut. Data-data tersebut dikelompokkan
sesuai dengan permasalahan dan masyarakat ikut berpartisispasi dalam kegiatan penanggulangan
masalah kesehatan dan keperawatan yang mereka hadapi.
Pada tahap persiapan sosial apakah masyarakat binaan terlibat dalam penanganan masalah
kesehatan tersebut?
a. Pengkajian masyarakat
b. Pengenalan masyarakat.
c. Penyadaran masyarakat
d. Pengenalan masalah.
e. Evaluasi masyarakat

59. Perawat Komunitas melakukan pengorganisasian masyarakat dengan menitikberatkan pada


lapisan bawah yang selama ini selalu dipinggirkan, sehingga yang menjadi basis
pengorganisasian adalah masyarakat kelas bawah yang selama ini kurang dilibatkan berperan
dalam penangan masalah kesehatan di masyarakat. Apakah prinsip pengorganisasian masyarakat
yang di terapkan oleh perawat komunitas tersebut
a. Keberpihakan
b. Pemberdayaan
c. Kemandirian
d. Berkelanjutan
e. Partisipatif

60. Perawat Komunitas di Wilayah K, melaksanakan pengorganisasian dimasyarakat dalam bentuk


selebaran dan radio komunitas. Hal ini dirasakan akan lebih efektif mengingat aktifitas
masyarakat perkotaan. Apakah bentuk metode dan media pengorganisasian masyarakat yang
dilaksanakan perawat Komunitas tersebut.
a. Diskusi
b. Pelatihan
c. Bentuk aksi
d. Sosialisasi
e. Pameran

61. Persaingan semakin tinggi di propinsi yang semakin berkembang menuju industry city,
masyarakat berlomba untuk bisa masuk sebagai pekerja diberbagai perusahaan yang semakin
menjamur di wilayah yang awalnya sebagai wilayah pertanian. Apakah upaya mendukung
sumberdaya yang dapat digunakan oleh masyarakat masuk dalam industry tersebut harus
memiliki?
a. Sehat
b. Berharkat
c. Bermartabat
d. Memiliki jati diri
e. Berpendidikan.

62. Kesehatan manusia itu terbentuk atau ditentukan oleh atau dalam kehidupan sehari-hari.setiap
fase perkembangan menentukan tatanan yang tepat untuk menjalani proses kehidupannya.
Kelompok khusus preschool-adolesence. Kehidupan preschool-adolesence mencapai proses
formal terjadi dalam tatanan?
a. Sekolah
b. Keluarga
c. Tempat kerja
d. Tempat-tempat umum
e. Institusi pelayanan kesehatan

63. Hasil survey di satu Kelurahan diperoleh data; jumlah penduduk 500 jiwa, Jumlah balita 75
orang, hasil data KMS 20 % balita berada pada garis kuning, 10 % berada di garis merah, 10 %
balita menderita ISPA, 5 % balita menderita scabies, cakupan imunisasi Polio 70 %. Posyandu
berjalan rutin dengan angka kunjungan 60 %. Apakah prioritas masalah pada kasus diatas ?
a. Risiko meningkatnya penyakit kelumpuhan pada balita
b. Risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang pada balita
c. Risiko meningkatnya gangguan penyakit kulit pada balita
d. Risiko terjadinya gangguan sistem kekebalan tubuh pada balita
e. Risiko meningkatnya angka kesakitan gangguan pernafasan pada balita

64. Saat perawat laki-laki melakukan kunjungan rumah kepada klien laki-laki berusia 54 tahun sering
mengeluh lemas, pusing, sering merasa haus dan kencing pada malam hari. Hasil pemeriksaan
kadar gula darah di rumah sakit 1 minggu yang lalu 180 gr/dl, tekanan darah 130/90 mmHg,
nadi 88 x/menit. Klien tersebut bertanya kepada perawat tentang apa yang terjadi pada dirinya.
Apakah rencana tindakan keperawatan yang paling tepat ?
a. Berikan penyuluhan kepada keluarga tentang risiko timbulnya DM
b. Diskusikan dengan keluarga tentang kondisi keluarga yang sakit
c. Diskusikan dengan keluarga tentang adanya masalah hipertensi
d. Ajarkan cara perawatan untuk mengatasi DM kepada keluarga
e. Berikan penyuluhan tentang pengertian dan penyebab DM

65. Hasil survey di masyarakat daerah perkotaan yang cukup padat, didapatkan data; jarak antar
rumah hanya 0,5 meter. Penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat adalah ISPA 28.8
%, Diare 3.2 %, TBC 3.2 % dan penyakit lain-lain 46.4 %. Data lingkungan didapatkan luas
jendela/ventilasi yang kurang dari luas lantai sebanyak 52 %, halaman yang dimanfatkan 68.8 %,
jarak pembungan air limbah dengan sumber air bersih kurang dari 10 meter 84.8 %, tempat
pembuangan sampah yang terbuka 84.8 %, jarak kandang ternak 50 % menempel dirumah,
berada di bawah/kolong rumah 28.95 %. Diagnosa apa yang menjadi prioritas berdasarkan kasus
diatas ?
a. Risiko terjadinya penyakit pernafasan
b. Risiko terjadinya penyakit integumen
c. Risiko terjadinya penyakit pencernaan
d. Risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler
e. Risiko terjadinya penyakit demam berdarah

66. Hasil survey disebuah perusahaan las besi yang berada dipinggir jalan raya dengan kondisi
lingkungannya berdebu dan bising oleh kendaraan yang melintas dan benturan besi. Pernah
terjadi kecelakaan lalulintas didepan perusahann terebut. Tenaga pekerja sebanyak 3 orang, yang
setiap hari bekerja menggunakan masker tetapi hanya menutupi mulutnya, tanpa menggunakan
kaca mata dan spatu boot. Apakah fokus Pendidikan kesehatan yang perlu disampaikan kepada
tenaga pekerja tersebut ?
a. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan masker
b. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan kaca mata
c. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan kaca mata
d. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan pelindung telinga
e. Pendidikan kesehatan tentang manfaat penggunaan alat pelindung diri

67. Hasil wawancara dengan seorang kader posbindu didapatkan bahwa diwilayahnya sudah ada
Posbindu tetapi para kader masih merangkap tugasnya dengan kader Posyandu, pelayanan belum
menggunakan sistem 5 meja karena kurangnya jumlah kader, angka kunjungan lansia baru 64 %,
jenis penyakit yang ada hipertensi 67 %, rhematik 13 % dan 10 % penyakit yang lainnya
Jenis pelatihan apa yang perlu diberikan kepada kader tersebut
a. Pelatihan tentang penanganan jenis penyakit
b. Pelatihan tentang peran dan fungsi kader
c. Pelatihan Posbindu dengan sistem 5 meja
d. Pelatihan tentang penyuluhan kesehatan
e. Pelatihan tentang memberikan motivasi

68. Hasil pengkajian komunitas di desa YT tahun 2010, ditemukan angka ibu melahirkan yang
dibantu oleh dukun (paraji) melahirkan mencapai 75 %, dan angka kematian ibu mencapai 2 %.
Setelah dilakukan wawancara ternyata ibu-ibu mengatakan, lebih memilih paraji karena
disamping biayanya lebih murah, juga bantuan dukun bersifat komprehensif karena merasa
dibantu dari saat melahirkan, dilakukan pemijatan dan perawatan bayi sampai 40 hari.
Apa tindakan perawat komunitas yang paling tepat untuk mengatasi hal tersebut ?
a. Pendampingan kepada paraji
b. Melakukan pelatihan pada paraji
c. Melakukan Konseling pada ibu hamil
d. Pendidikan kesehatan pada ibu hamil
e. Penyuluhan tentang bahaya melahirkan di paraji

Soal Manajemen

1. Perawat A melakukan pengelolaan sumber daya organisasi melalui fungsi perencanaan,


pengorganisasian, penggerakkan dan pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian, untuk
mencapai tujuan organisasi. Apa proses yang dilakukan perawat A?
a. Kepemimpinan
b. Pengembangan
c. Manajemen
d. Birokrasi
e. Evaluasi
2. Tn. D sebagai kepala ruang akan melakukan pengumpulan data terkait fungsi pengawasan
sebagai dasar evaluasi kualitas pelayanan keperawatan Apa data yang perlu diketahui pada kasus
tersebut?
a. Pembagian kerja, proses rekruitment pegawai, perencanaan kebutuhan perawat
b. Standar praktek keperawatan, standar lama hari rawat, hasil survei kepuasan pasien
c. Kinerja karyawan, pelaksanaan discharge planning, sistem klasifikasi pasien
d. Kemampuan berkomunikasi, aktivitas individu, kemampuan penyelesaian masalah
e. Jenjang karir perawat, kepemimpinan dan manajemen, metode supervisi keperawatan

3. Kepegawaian merupakan bagian dari proses manajaemen keperawatan. Data-data kepegawaian


diperlukan untuk perbaikan kualitas pelayanan. Apa data yang diperlukan pada kasus tersebut?
a. Manjemen konflik, komunikasi, metode pemecahan masalah
b. Sistem informasi manajemen, Kedisiplinan, hubungan tenaga kerja
c. Kebutuhan staf, rekruitment, penjadwalan, pengembangan staf
d. Standar prosedur, kerjasama tim, , anggaran, kepemimpinan
e. Pengembangan staf, pengawasan standar, jaminan keselamatan

4. Tn. K seorang Kepala Ruangan Penyakit Dalam, dalam melaksanakan tugasnya sebagai Manajer,
Tn. K membiarkan stafnya tanpa pengarahan, supervisi, dan koordinasi, dan mengijinkan stafnya
untuk merencanakan, melaksanakan serta mengevaluasi pekerjaan tanpa standar yang jelas. Apa
gaya Kepemimpinan yang digunakan Tn. K?:
a. Diktaktor
b. Otokratik
c. Demokratik
d. Laissez faire
e. Liberalis

5. Hasil survei terhadap pelaksanaan kode etik keperawatan di Rumah Sakit X menunjukkan
sebagian besar perawat bersikap kurang etis kepada klien. Pimpinan Rumah Sakit mengupayakan
memperbaiki kondisi tersebut dengan pelaksanaan peran decisional kepala ruang. Apa tindakan
yang dapat dilakukan kepala ruang dalam kasus tersebut?
a. Penyelesaian masalah pelanggaran etik perawat
b. Melakukan bimbingan etik keperawatan
c. Menjadi teladan dalam bersikap etis terhadap klien
d. Pemberian nformasi tentang kode etik keperawatan
e. Memfasilitasi hubungan perawat dan klien

6. Tn. C sebagai kepala ruangan penyakit bedah akan melakukan proses evaluasi diri terhadap
manajemen ruangan yang dikelolanya dengan teknik analisis SWOT. Apa tahapan yang harus
dilakukan oleh Tn C?
a. Identifikasi masalah, buat matrik SWOT dan perencanaan, menentukan posisi organisasi
b. Pengumpulan data, buat matrik IFAS, EFAS dan matrik interaksi, menentukan posisi
organisasi
c. Evaluasi program, buat matrik SWOT dan TOWS, melakukan perencanaan dan
pengorganisasian.
d. Identifikasi masalah, pengumpulan data, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengendalian
e. Pengumpulan data, analisis data, diagnosa masalah, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi

7. Seorang kepala ruangan di ruang penyakit dalam menghitung jumlah perawat yang dibutuhkan
dengan mempertimbangkan rata-rata lama pelayanan keperawatan setiap pasien, jumlah pasien,
dan jam kerja perawat. Apa metode penghitungan jumlah perawat yang dilakukan oleh kepala
ruangan tersebut
a. Douglas
b. Depkes
c. Ilyas
d. PPNI
e. Gillies

8. Ruang rawat inap penyakit dalam dengan rata-rata jumlah pasien 25 pasien, dengan klasifikasi
sebagai berikut: 5 pasien dgn perawatan mandiri (M), 15 pasien dengan perawatan parsial (P) dan
5 pasien dengan perawatan total (T). Waktu Perawatan (M: 2 jam, P: 3 jam, T: 6 jam). Berapakah
jumlah perawat yang dibutuhkan di ruangan tersebut ?
a. 13
b. 17
c. 19
d. 22
e. 20

9. Perencanaan mencakup faktor-faktor dalam hirarki Planning, dengan perencanaan pada puncak
hirarki mempengaruhi semua perencanaan yang mengikutinya. Faktor apa yang terdapat dalam
puncak hirarki tersebut?
a. Visi dan Misi
b. Sasaran
c. Tujuan
d. Falsafah
e. Peraturan

10. Hasil analisis yang dilakukan Tn C menunjukkan ruangan yang dikelolanya dominan pada aspek
kelemahan dibanding kekuatan, namun lebih besar aspek peluang dibanding ancaman. Apa
strategi yang harus digunakan pada ruangan tersebut?
a. Mengubah/memperbaiki strategi
b. Menggunakan strategi bertahan
c. Strategi pertumbuhan agresif
d. Strategi diversifikasi
e. Strategi defensif internal

11. Tn F membuat rencana pemasukan dan pengeluaran setiap hari yang diperlukan di ruangan yang
dikelolanya untuk jangka waktu 1 tahun. Apa jenis anggaran yang harus dibuat?
a. Anggaran Operasional
b. Anggaran Jangka panjang
c. Anggaran Program
d. Anggaran Kekayaan
e. Anggaran Produk

12. Rumah Sakit X adalah sebuah rumah sakit yang dikenal dengan pelayanan yang cukup baik dan
sebagai rujukan bagi rumah sakit di sekitarnya. Hasil analisis menunjukkan Rumah Sakit B
memiliki aspek kekuatan dan peluang yang tinggi untuk meningkatkan pelayanan. Apa strategi
yang tepat dilakukan dalam kasus tersebut?
a. Strategi diversifikasi
b. Strategi defensif
c. Strategi Pertumbuhan Agresif
d. Strategi Promotif
e. Strategi Perubahan Internal

13. Ns. A berusia 40 tahun, menyusun rencana aktivitas dengan membuat suatu strategi jenjang karir
untuk meningkatkan kualitas asuhan, Ns.A menugaskan Ns.B untuk membuat pemetaan perawat,
menugaskan Ns.B untuk mensosialikan pengumpulan portofolio. Apakah fungsi manajemen yang
sedang dilaksanakan oleh Ns. A?
a. Pengorganisasian
b. Perencanaan
c. Pengendalian
d. Pengawasan
e. Pengkoordinasian
14. Ns.B sebagai kepala Ruangan Ruang rawat mengelola 22 klien (3 klien dengan perawatan
minimal, 14 klien dengan perawatan parsial dan 5 klien dengan perawatan total). Berapakah
jumlah perawat yang dibutuhkan untuk jaga pagi?
a. 5 Orang
b. 6 Orang
c. 7 Orang
d. 8 Orang
e. 9 Orang

15. Ns.B sebagai kepala Ruangan medikal bedah, hasil pengkajian di dapatkan rata-rata jam
perawatan klien 5 jam/hari, rata-rata jumlah pasien 20 klien/hari, Jam kerja = 40 jam, 5
hari/minggu, 20 hari cuti/tahun dan120 hari libur/tahun Berapakah jumlah perawat yang
dibutuhkan menurut metode perhitungan Gillies ?
a. 19 Perawat
b. 20 Perawat
c. 21 Perawat
d. 22 Perawat
e. 23 Perawat

16. Ns. D, seorang kepala ruangan, bekerja di Ruang Bedah dengan pengalaman Maksimal. Tim
keperawatan tidak dapat menentukan sendiri kegiatannya,pengambian keputusan berada pada
kepala ruang. Apa jenis gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Karu Y?
a. Gaya kepemimpinan fleksibel
b. Gaya kepemimpinan otoriter
c. Gaya kepemimpinan demokratis
d. Gaya kepemimpinan Partisipatif
e. Gaya kepemimpinan Leissez-Faire

17. Ruang Permata adalah ruang perawatan penyakit dalam. Saat ini perawat yang berdinas di
ruangan tersebut sebanyak 4 orang perawat pelaksana. Perawat A bertugas menyuntik. Perawat B
bertugas ganti banlutan, Perawat C bertugas memandikan, Perawat D bertugas memberian obat.
Apa metode penugasan yang diterapkan di ruang permata?
a. Metode tim
b. Metode Kasus
c. Metode primer
d. Metode fungsional
e. MAKP Tim-Primers

18. Pasien D (berusia 50 tahun) datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri, Badan tidak dapat
digerakan sebelah, Setelah dilakukan pemeriksaan diagnostik ternyata pasien tersebut stroke.
Perawat yang pada saat berdinas melakukan pengkajian, penentuan diagnosa dan perencanaan.
Oleh siapakah seharusnya tugas perawat yang dilakukan pada kasus di atas?
A. Ketua Tim .
B. Perawat Asosiet
C. Kepala Ruangan
D. Perawat Primer
E. Penanggungjawab Shif

19. Perawat L (25 tahun) merupakan karyawan baru di RS Sehat. Saat ini perawat L berdinas di
ruang perawatan anak. Pada saat bekerja perawat L berselisih dengan dengan perawat K karena
pelimpahan tugas yang tidak sesuai dengan pembagian yang telah dilakukan. Kepala ruangan ikut
menyelesaiakan masalah antara perawat L dan perawat K. Apa kategori konflik yang sedang
perawat L hadapi saat ini?
a. Konflik Intrapersonal
b. Konflik Interpersonal
c. Konflik Antarkelompok
d. Konflik Intern
e. Konflik Ekstern

20. Seorang pasien pasca operasi apendektomi diharuskan istirahat total. Pasien terpasang kateter,
keluarga sedang berada diluar, kemuian pasien tersebut memanggil perawat dan mengeluhkan
rasa nyeri yang dideritanya , perawat kemudian mendengarkan dan berusa memahami kondisi apa
yang dialami pasien. Apakah aspek yang dilakukan perawat dalam indikator kepuasaan klien?
a. Tangible (berwujud)
b. Responsiveness (Tanggap)
c. Assurance (Jaminan )
d. Emphaty ( Empati )
e. Reliable (Handal )

21. Ners A adalah seorang perawat lulusan diploma tiga dan memiliki pengalaman kerja selama 9
tahun. Termasuk level apakah Ners A dalam jenjang karir perawat ?
a. Perawat Klinik I
b. Perawat Klinik II
c. Perawat Klinik III
d. Perawat Klinik IV
e. Perawat Klinik V

22. Tn N adalah seorang pasien di ruang rawat inap bedah dengan kondisi observasi tanda-tanda vital
setiap 4 jam sekali, pemantauan intake dan output, serta memakai kateter foley. Termasuk
kategori apakah Tn n ?
a. Perawatan mandiri/minimal
b. Perawatan intermediate
c. Perawatan total
d. Perawatan menyeluruh
e. Perawatan sendiri

23. TN.X Berusia 40 tahun, Kepala Ruang Mawar, melalukan pengkajian mutu pelayanan, hasil
didapatkan luka bersih 28 orang, bersih terkontaminasi 101 orang, tidak ditemukan luka kotor,
tidak ada kontaminasi. Pasien yang memakai kateter sebanyak 89 pasien dan lama pemakaian
kateter selama 617 hari. Tindakan pengkajian yang dilakukan oleh TN.X adalah?
a. Angka kejadian flebitis
b. Angka infeksi Nosokomial
c. Angka dekubitus
d. Angka kejadian nyeri
e. Angka kejadian tindakan

24. TN.D usia 40 tahun, kepala ruang IGD, menentukan personel yang akan diamati dengan metode
purposive sampling, membuat formulit daftar kegiatan yang dilakukan setiap personel,
mengklasifikasin seberapa banyak personel melakukan kegiatan tersebut, mengklasifikasikan
tindakan medis, perawat dan administrasi, menghitung waktu objektif yang diperlukan oleh
personal dalam melakukan kegiatan. Tindakan yang dilakukan Tn.D adalah
a. Menghitung beban kerja berdasarkan Daily log
b. Menghitung beban kerja berdasarkan works sampling
c. Menghitung beban kerja berdasarkan WISN
d. Menghitung beban kerja berdasarkan Activity
e. Menghitung beban kerja berdasarkan time and motion Study

25. Seorang kepala ruangan rawat inap RS BP sedang mendiskusikan permaslahan ruangan tersebut
kepada perawat. salah satu permasalahan yang muncul terkait beban kerja yang dirasa
memberatkan oleh perawat sehingga dirasa menurunkan motivasi kerja perawat. Prinsip motivasi
yang tepat digunakan oleh kepala ruangan untuk memecahkan permasalah tersebut adalah
A. Prinsip pendelegasian wewenang
B. Prinsip partisipatif
C. Prinsip komunikasi
D. Prinsip mengakui andil bawahan
E. Prinsip memberi perhatian
26. Seorang perawat di RS BP sedang menerima komplain pasien di ruang VIP terkait AC yang
rusak. Perawat mencoba menjelaskan terkait permasalahan tersebut dan mengatakan segera akan
menindaklanjuti. Kepuasaan yang manakah yang menjadi ketidakpuasan pasien?
A. Product Quality
B. Service Quality
C. Emotional Factor
D. Price
E. Cost of Aquarring

27. Seorang perawat pelaksana dikarena kesibukan tertentu tidak melaksanakan timbang terima
kepada perawat shif berikutnya. Apa yang pertama kali harus dilakukan oleh kepala ruangan?
A. Segera mengecek buku rekam medis pasien dan menelpon perawat yang tidak timbang
terima
B. Melaporkan perawat yang tidak timbang terima supaya mendapatkan sangki
C. Membiarkan begitu saja dengan pemakluman karena terburu-buru
D. Merotasi perawat tersebut
E. Memotong jasa tindakan untuk kepentingan ruangan

28. Di ruang rawat inap penyakit bedah , kepala ruangan melaksanakan metode sistem asuhan
keperawatan kepada pasien berdasarkan orientasi tugas: perawat pengobatan, merawat luka,
pemberian asuhan kebutuhan dasar . Apakah metode penugasan asuhan keperawatan yang
digunakan di ruang rawat tersebut ?
A. Metode tim
B. Metode kasus
C. Metode primer
D. Metode moduler
E. Metode fungsional

29. Seorang perawat sedang melakukan supervisi, berkeliling dan meminta data yang dubutuhkan ke
setiap ruangan perawatan. Apakah manfaat supervisi tersebut.
A. Menunjukan peran lain dari seorang perawat
B. Memudahkan dalam spesialisasi kerja
C. Mengontrol jumlah pasien
D. Meningkatkan evektivitas kerja
E. Meningkatkan standar mutu keperawatan
30. Seorang perawat baru saja diangkat sebagai PP. perawat tersebut sangat bersemangat dan enerjik.
Salah satu peran perawat primer adalah?
A. Kewenangan tidak terbatas
B. Bisa mengatur perawat lain
C. Membuat jadwal dinas
D. Mengorientasikan karyawan baru
E. Menerima klien dan mengkaji kebutuhan secara komprehenshif.

31. Saudara sebagai kepala ruangan, menerima telpon akan ada pasien baru masuk ke ruangan
saudara. Salah satu tugas kepala ruangan adalah
A. Menyiapkan lembar penerimaan pasien baru
B. Membantu perawat primer dalam menerima pasien baru
C. Mengorientasikan pasien pada ruangan
D. Memeriksa kelengkapan yang diperlukan untuk persiapan pasien baru
E. Mendokumentasikan penerimaan pasien baru

32. Saudara sebagai seorang perawat sedang mempersiapkan pasien pulang dkarenakan sudah ada
izin dokter, pembiayaan selama pasien dirawat sudah diselesaikan oleh keluarga ke bagian terkait.
Informasi apa yang tepat diberitahukan oleh saudara kepada pasien tersebut.
A. Informasi telpon tentang layanan keperawatan
B. Intruksi tentang penyakit yg diderita
C. Informasi tertulis keperawatan yang harus dilakukan dirumah
D. Memantau kondisi kesehatan pasien
E. Melatih pasien untuk kembali ke lingkungan keluarga

33. Tn.A mnegalami dislokasi bahu kanan, pada saat pengkajian perawat medapatkan informasi
bahwa Tn.A dalam aktivitas sehari-hari dibantu oleh istrinya. Sikap perawat dalam melaksanakan
intervensi keperawatan adalah…….
A. Melibatkan klien dan istri dalam melakukan intervensi keperawatan
B. Melibatkan istri klien bila memungkinkan
C. Semua intervensi dilakukan oleh perawat
D. Memberi waktu kepada Tn.A untuk mendiskusikan masalahnya
E. Menganjurkan selama dirawat lebih baik berkomunikasi dengan perawat saja

34. Anda seorang di RS BP dietempatkan di ruang rawat inap yang semua kelas disatukan baik kelas
VIP,Utama,Kelas,1,2,dan 3. Dalam melayani semua pasien tersebut anda harus berpegang teguh
pada asas?
A. Justice (keadilan)
B. Kompromi
C. Kompetisi
D. Akomodasi
E. Kolaborasi

35. Anda adalah seorang manajer keperawatan yang bertugas disebuah rumah sakit daerah, pada saat
bekerja anda mendapatkan pasien dengan hasil diagnosa gagal ginjal dan perlu transplantasi. Tapi
berdasarkan pengkajian ternyata pasien tersebut berasal dari keluarga tidak mampu. Prinsip utama
dalam diskusi tentang etik pada situasi kasus diatas adalah....
A. Akuntabilitas
B. Penghargaan atas otonomi
C. Etik pelayanan
D. Keadilan
E. Empati

36. Anda adalah seorang manajer keperawatan yang bertugas disebuah rumah sakit daerah, pada saat
bekerja anda terlibat dalam sebuah kasus dilema etik. Penyelesaian masalah tersebut
membutuhkan negosiasi diantara anggota tim pelayanan kesehatan. Hal yang mendasari
keterlibatan perawat dalam situasi kasus diatas adalah....
A. Prinsip otonomi membimbing semua partisipan untuk menghormati harga diri
B. Perawat memiliki lisensi hukum yang mendukung kehadiran mereka selama diskusi etik
C. Perawat membentuk hubungan dengan klien yang bersifat unik diantara semua
penyelengara layanan kesehatan
D. Kode etik keperawatan meyarankan kehadiran perawat pada setiap diskusi etik tentang
pelayanan klien
E. Perawat dianggap paling bijak dalam menyikapi kasus dilema etik

37. Ns A adalah kepala ruangan perawatan penyakit dalam, Ns A mempunyai tim: Ns B sebagai
Perawat Primer , Ns C sebagai Clinical Care Manager , Ns D, E, F sebagai perawat associate. Ns
C mendapatkan data bahwa sebanyak 25% dokumentasi asuhan keperawatan pasien pada bagian
evaluasi tidak lengkap. Siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap tugas dokumentasi
tersebut ?
a. Ns A
b. Ns B
c. Ns D
d. Ns E
e. Ns F

38. Ns A adalah kepala ruangan perawatan bedah. Ns A mempunyai tim yaitu : Ns B sebagai
perawat primer , Ns C sebagai Clinical Care Manager, Ns D sebagai perawat associate. Ns B
akan menghadiri rapat penjaminan mutu bulanan karena Ns A tidak bisa hadir sehingga Ns B
akan mendelegasikan beberapa tugas asuhan keperawatan kepada Ns D selama menghadiri
rapat. Manakah tugas yang boleh didelegasikan oleh Ns B kepada Ns D?
a. Pengkajian
b. Perencanaan
c. Diagnosis Keperawatan
d. Implementasi
e. Evaluasi

39. Ruang Melati adalah ruang perawatan penyakit dalam dengan kapasitas 25 TT. Di ruangan
tersebut terdapat 22 orang pasien dengan kategori perawatan minimal 3 orang, perawatan parsial
14 orang dan perawatan total 5 orang.
Keterangan: kategori minimal; 0.17, kategori parsial: 0.27; kategori total 0,36
Berapakah kebutuhan tenaga perawat yang dinas pagi berdasarkan kondisi tingkat ketergantungan
pasien di ruangan itu dengan rumus Douglas?
a. 6 orang
b. 7 orang
c. 8 orang
d. 9 orang
e. 10 orang

40. Di ruang perawatan bedah terdapat 6 orang pasien dengan kategori sebagai berikut: 1 orang klien
dapat melakukan personal hygiene sendiri, makan sendiri, aktivitas sendiri, 2 orang klien dengan
makan dan mandi dibantu dan memakai infuse serta kateter urine, serta 3 orang memerlukan
observasi TTV dan perubahan posisi setiap 2 jam. Berapakah Jumlah pasien dengan kategori
perawatan parsial?
a. 1 orang
b. 2 orang
c. 3 orang
d. 4 orang
e. 5 orang

41. Ns A adalah kepala Ruangan perawatan anak. Ns A mempunyai tim: Ns B adalah ketua tim, Ns C
dan D adalah perawat pelaksana. Ns A Membagikan tugas kepada setiap staf perawat. Ns B
mendapat tugas untuk memimpin timbang terima pada setiap pergantian shift. Ns C dan D
mendapat tugas untuk melaksanakan asuhan keperawatan kepada pasien.
Manakah dari fungsi manajemen yang sesuai dengan kegiatan Ns A tersebut?
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Staffing
d. Pengarahan
e. Pengawasan

42. Nurse A sebagai kepala ruangan perawatan anak melakukan audit terhadap kejadian phlebitis,
infeksi nosokomial setiap bulan. Setelah dilakukan rekapitulasi didapatkan hasil bahwa angka
kejadian phlebitis meningkat sebanyak 10% dan kejadian infeksi perkemihan meningkat
sebanyak 5%. Manakah fungsi manajemen yang tepat pada kegiatan Ns A tersebut?
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Staffing
d. Pengarahan
e. Pengawasan

43. Nurse A sebagai perawat primer (PP) melakukan kegiatan bimbingan terhadap staf perawat
pelaksana dengan mengkaji dan melihat laporan dokumentasi asuhan keperawatan pasien di
ruangan serta memberikan feed back kepada staf yang melakukan dokumentasi kegiatan tersebut.
Apakah kegiatan yang dilakukan oleh Ns A?
a. Supervise tidak langsung
b. Supervise langsung
c. Memberi motivasi
d. Pembimbingan
e. Pengawasan

44. Sebuah Puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pengunjung di


Puskesmas mengeluhkan sikap petugas kesehatan yang tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan
pasien seperti lamanya waktu menunggu untuk diperiksa oleh dokter atau menunggu obat dari
apotik. Apakah dimensi mutu yang muncul pada kasus diatas?
a. Tangible
b. Accses
c. Responsiveness
d. Comfort
e. Complete

45. Pada sebuah ruangan rawat inap penyakit bedah didapatkan laporan dari keluhan pasien bahwa
perilaku perawat kurang ramah, Ns A sebagai kepala ruangan ingin menerapkan sebuah ide
kepada seluruh staf nya untuk menunjukan perilaku caring kepada pasien, Ns A mengumpulkan
data tentang motivasi semua staf perawat dalam pelaksanaan caring kepada pasien.
Apakah fase yang tepat pada tahap perubahan kegiatan Ns A tersebut ?
a. Unfreezing
b. Moving
c. Refreezing
d. Freezing
e. Motivating

46. Pada sebuah ruangan rawat inap penyakit dalam didapatkan data angka flebitis di ruangan
meningkat sebanyak 10%. Setelah melakukan pengkajian, Nurse A sebagai kepala ruangan
bermaksud mengadakan rapat dan mengajak seluruh staf nya untuk berkumpul dan
mendiskusikan permasalahan tersebut untuk mencari solusinya.
Apakah gaya kepemimpinan yang tepat pada kasus diatas?
a. Gaya kepemimpinan otokratis
b. Gaya kepemimpinan permisif
c. Gaya kepemimpinan laissez faire
d. Gaya kepemimpinan demokratis
e. Gaya kepemimpinan directing

47. Seorang perempuan berusia 32 tahun diantar suami ke poliklinik untuk berkonsultasi agar segera
memiliki anak. Hasil menunjukkan bahwa si isteri tidak memungkinkan untuk hamil. Suami
meminta perawat agar hal tersebut dirahasiakan karena isterinya masih dalam keadaan berkabung
setelah orang tuanya meninggal satu minggu yang lalu. Apakah aspek etik legal yang tidak
mampu diterapkan oleh perawat tersebut?
a. Maleficience
b. Beneficience
c. Autonomy
d. Veracity
e. Justice

48. Seorang perempuan berusia 36 tahun dirawat di ruang bedah post operasi ORIF. Pasien merasa
haus dan ingin mengambil gelas disamping bednya. Pasien mencoba memijit tombol untuk
memanggil perawat, namun setelah 5 kali tidak datang, pasien mencoba mengambil gelas sendiri,
dan pasien terjatuh. Apakah aspek etik legal yang dilalaikan perawat?
a. Maleficience
b. Beneficience
c. Autonomy
d. Veracity
e. Justice

49. Seorang perawat menerima pasien baru dan melaporkannya kepada dokter melalui telepon.
Ketika dokter menanyakan kondisi pasien, perawat lupa tidak mengukur tekanan darah pasien
sebelumnya. Akhirnya perawat mengira-ngira dan melaporkan nya kepada dokter sehingga dalam
waktu 4 jam kemudian pasien mengalami penurunan kesadaran karena tekanan darah yang
semakin meninggi dan pembuluh darah pecah.
Apakah aspek etik legal yang dilalauikan oleh perawat tersebut?
a. Maleficience
b. Beneficience
c. Autonomy
d. Veracity
e. Justice
50. Seorang perawat setelah melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, menanyakan kembali keluhan
pasien. Pasien mengatakan merasa tidak nyaman dalam waktu 2 hari tidak menggosok gigi.
Perawat itu membuat kontrak akan melakukan oral hygiene 2 jam kemudian. Namun hingga
pergantian dinas, perawat tidak melakukannya karena sibuk mengatasi kondisi pasien lain yang
kritis. Apakah aspek etik legal yang dilalaikan oleh perawat tersebut?
a. Informed consent
b. Accountability
c. Confidentiality
d. Veracity
e. Fidelity

51. Seorang perawat di ICU merawat pasien dengan penurunan kesadaran. Perawat mengkaji bahwa
kandung kemih pasien penuh dan harus segera dipasang DC urin. Perawat meyakini bahwa
tindakan tersebut akan sangat bermanfaat bagi pasien sehingga tanpa meminta persetujuan pasien
atau keluarga terlebih dahulu. Apakah aspek etik legal yang dilalaikan oleh perawat tersebut?
a. Maleficience
b. Beneficience
c. Autonomy
d. Veracity
e. Justice

52. Seorang perawat akan melakukan tindakan pemasangan infus. Perawat tersebut sudah
menentukan lokasi penusukan dan memasang tourniquet. Ketika akan melakukan penusukan,
pasien menanyakan kenapa perawat tersebut tidak menggunakan sarung tangan. Perawat tersebut
menjawab hal itu akan mempermudah penusukan sehingga pasien tidak akan merasa sakit dan
memastikan keberhasilan tindakan. Apakah aspek etik legal yang dilalauikan oleh perawat
tersebut?
a. Informed consent
b. Accountability
c. Confidentiality
d. Veracity
e. Fidelity

53. Di sebuah ruang perawatan penyakit dalam seorang pasien dengan diagnosa medis Diabetes
Melitus Tipe 2 direncanakan pulang dari rumah sakit. Sebelum pulang, salah seorang perawat
memberikan pendidikan kesehatan tentang dampak diet dan mobilisasi jika tidak dilakukan secara
teratur di rumah. Perawat menjelaskan dengan mengambil contoh salah satu keluarga yang tidak
melakukan diet dan mobilisasi secara teratur tetapi tidak disamarkan namanya. Apakah prinsip
etik yang dilanggar oleh perawat?
a. Nonmaleficence
b. Confidentiality
c. Veracity
d. Justice
e. Fidelity

54. Di sebuah ruang perawatan anak saat timbang terima, anggota tim mengingatkan kepada anggota
tim lainnya jika pukul 15.10 WIB transfusi darah pasien anak perempuan di kamar 5 akan habis
dan dilanjutkan transfusi darah berikutnya sehingga jumlah transfusi yang diberikan sebanyak 4
labu. Jika sudah selesai memberikan transfusi tidak lupa untuk mendokumentasikannya di buku
laporan. Apakah model komunikasi yang dilakukan oleh ketua tim?
a. Transversal
b. Horizontal
c. Diagonal
d. Vertikal
e. Silang

55. Di sebuah ruang perawatan penyakit dalam seorang pasien sedang dirawat dengan diagnosa
medis Stroke. Pada hari ini perawat asosiet akan melakukan implementasi ROM pasif, membantu
makan dan memberikan obat kepada pasien tersebut. Sebelum melakukan ke-tiga hal di atas,
pasien diberi kesempatan untuk memilih kegiatan mana dulu yang akan dilakukan.
Apakah prinsip etik yang diterapkan oleh perawat tersebut?
a. Nonmaleficence
b. Confidentiality
c. Beneficience
d. Autonomy
e. Fidelity

56. Di sebuah ruang perawatan penyakit dalam terdapat tiga ruang kelas perawatan, yaitu ruang kelas
perawatan kelas 1, 2 dan kelas 3. Saat dinas pagi ketiga pasien di 3 ruangan tersebut sedang
membutuhkan bantuan perawat pelaksana untuk mengganti cairan infus. Saat mengganti cairan
infus di ruang perawatan kelas 1 dan 2 perawat memberikan pelayanan dengan wajah berseri dan
tersenyum. Tetapi saat mengganti cairan infus di ruang perawatan kelas 3 dengan wajah cemberut
dan tergesa-gesa. Apakah prinsip etik yang dilanggar oleh perawat?
a. Nonmaleficence
b. Confidentiality
c. Veracity
d. Justice
e. Fidelity

57. Di ruangan Hemodialisa terdapat 10 tempat tidur. Setiap harinya, 10 tempat tidur tersebut
digunakan oleh pasien yang sudah terjadual cuci darah. Agar pelayanan yang diberikan kepada
pasien cuci darah bermutu baik maka pihak bidang keperawatan rumah sakit menerapkan model
asuhan keperawatan profesional; setiap perawat bertanggung jawab pada satu orang pasien.
Apakah model asuhan keperawatan profesional yang diterapkan di ruang tersebut?
a. Fungsional
b. Modular
c. Primer
d. Kasus
e. Tim

58. Di sebuah ruang perawatan anak saat dinas sore perawat pelaksana merasa bingung untuk
mengambil keputusan karena tempat tidur di ruangan sudah penuh, pasien yang diperbolehkan
pulang belum meninggalkan ruang perawatan sedangkan dari IGD terus menerus menanyakan
kapan pasien dari IGD dapat masuk ruang perawatan anak dikarenakan tempat tidur di IGD pun
penuh. Apakah yang harus dilakukan oleh perawat pelaksana ?
a. Melaporkan kejadian kepada bidang keperawatan
b. Menelpon kepala ruangan perawatan anak
c. Meminta bantuan kepada supervisor
d. Melakukan rapat dengan IGD
e. Menolak pasien IGD

59. Di sebuah ruangan perawatan bedah setiap timbang terima pagi dipimpin oleh ketua tim atau
perawat yang sedang berdinas karena kepala ruangan melakukan apel bersama pimpinan rumah
sakit. Timbang terima tidak didahului oleh doa bersama, dilakukan melalui buku operan jaga
antara dinas sebelumnya dan yang akan berdinas, tidak dilakukan di depan pasien walaupun
pasien ruangan memiliki permasalahan yang belum teratasi, tidak merencanakan strategi
pelaksanaan keperawatan. Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus di atas?
a. Belum optimalnya pelaksanaan timbang terima
b. Belum terdapatnya aturan timbang terima
c. Belum terlaksananya metode penugasan
d. Belum optimalnya metode penugasan
e. Kekurangan tenaga keperawatan

60. Di sebuah ruang perawatan penyakit dalam seorang pasien dengan diagnosa medis Diabetes
Melitus Tipe 2, dari pola aktifitas sehari-hari selama di rumah sakit pasien memerlukan bantuan
untuk melakukan kegiatan seperti makan, mengatur posisi makan, memberi dorongan agar pasien
mau makan, bantuan dalam eliminasi dan kebersihan diri, tindakan perawatan untuk memonitor
tanda-tanda vital,memeriksa produksi urine, fungsi fisiologis, status emosional dan kelancaran
infus. Apakah kategori kondisi pasien pada kasus tersebut menurut Douglas ?
a. Care
b. Self care
c. Total care
d. Partial care
e. Intermediate care

61. Seorang pasien yang sedang dirawat di ruang perawatan bedah, 2 jam pasca operasi Ca. paru
diharuskan istirahat. Infus yang terpasang pada klien sudah habis, keluarga klien memencet bel
untuk meminta perawat mengganti cairan infus, dan tidak lama kemudian perawat datang untuk
menanyakan keperluan pasien dan segera mengganti cairan infus yang dibutuhkan.
Apakah aspek yang dilakukan perawat dalam indikator kepuasaan klien?
a. Responsiveness
b. Assurance
c. Emphaty
d. Tangible
e. Reliable

62. Seorang perawat terlihat sangat pendiam, kesan wajah selalu murung, tidak ramah, kurang
tersenyum, kurang komunikasi dengan teman sejawat, pasien maupun keluarga pasien. Tetapi
perawat tersebut selalu menyelesaikan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Ketika perawat lain
melaporkan kondisi ini kepada kepala ruangan, kepala ruangan merasa tidak ada masalah karena
perawat tersebut selalu menyelesaikan tugas dan pekerjaannya dengan baik, tidak ada komplain
dari pasien. Kepala ruangan tidak mempedulikan dengan sikap perawat tersebut kepada perawat
lainnya. yang diterapkan oleh kepala ruangan ?
a. Otoriter
b. Otokratis
c. Partisipatif
d. Demokratis
e. Laissez faire

63. Seorang kepala ruangan di ruangan penyakit dalam sering menemukan perawat pelaksana yang
tidak menggunakan sarung tangan pada saat melakukan tindakan pemasangan infus dan
menggunakan sarung tangan untuk menulis dokumentasi di nurse station setelah melakukan
tindakan dari pasien . Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh kepala ruangan tersebut adalah
a. Mengajak berkomunikasi untuk perubahan sikap
b. Mengajukan penambahan persediaan sarung tangan
c. Mengajukan kepada diklat untuk melakukan pelatihan
d. Membuat surat persetujuan bersama untuk perubahan sikap
e. Melaporkan sikap perawat kepada kepala bidang keperawatan

64. Di sebuah ruang perawatan anak, dalam menjalankan tugasnya para perawat harus sesuai dengan
keinginan yang telah ditentukan oleh kepala ruangan. Perawat ruangan tidak membantah untuk
melaksanakan tugas sesuai dengan yang diinginkan oleh kepala ruangan karena jika membantah
akan menerima sangsi berupa teguran dan tambahan jam kerja. Apakah gaya kepemimpinan
yang dilakukan oleh kepala ruangan tersebut?
a. Laissez faire
b. Demokratis
c. Partisipatif
d. Otokratis
e. Otoriter

65. Di sebuah ruang perawatan penyakit dalam seorang pasien dengan diagnosa medis Diabetes
Melitus Tipe 2 direncanakan pulang dari rumah sakit. Sebelum pulang, salah seorang perawat
memberikan pendidikan kesehatan tentang dampak diet dan mobilisasi jika tidak dilakukan secara
teratur di rumah. Perawat menjelaskan dengan mengambil contoh salah satu keluarga yang tidak
melakukan diet dan mobilisasi secara teratur tetapi tidak disamarkan namanya. Apakah prinsip
etik yang dilanggar oleh perawat?
a. Nonmaleficence
b. Confidentiality
c. Veracity
d. Justice
e. Fidelity

66. Di sebuah ruang perawatan anak saat timbang terima, anggota tim mengingatkan kepada anggota
tim lainnya jika pukul 15.10 WIB transfusi darah pasien anak perempuan di kamar 5 akan habis
dan dilanjutkan transfusi darah berikutnya sehingga jumlah transfusi yang diberikan sebanyak 4
labu. Jika sudah selesai memberikan transfusi tidak lupa untuk mendokumentasikannya di buku
laporan. Apakah model komunikasi yang dilakukan oleh ketua tim?
a. Transversal
b. Horizontal
c. Diagonal
d. Vertikal
e. Silang

67. Di sebuah ruang perawatan penyakit dalam seorang pasien sedang dirawat dengan diagnosa
medis Stroke. Pada hari ini perawat asosiet akan melakukan implementasi ROM pasif, membantu
makan dan memberikan obat kepada pasien tersebut. Sebelum melakukan ke-tiga hal di atas,
pasien diberi kesempatan untuk memilih kegiatan mana dulu yang akan dilakukan. Apakah
prinsip etik yang diterapkan oleh perawat tersebut?
a. Nonmaleficence
b. Confidentiality
c. Beneficience
d. Autonomy
e. Fidelity
68. Di sebuah ruang perawatan penyakit dalam terdapat tiga ruang kelas perawatan, yaitu ruang kelas
perawatan kelas 1, 2 dan kelas 3. Saat dinas pagi ketiga pasien di 3 ruangan tersebut sedang
membutuhkan bantuan perawat pelaksana untuk mengganti cairan infus. Saat mengganti cairan
infus di ruang perawatan kelas 1 dan 2 perawat memberikan pelayanan dengan wajah berseri dan
tersenyum. Tetapi saat mengganti cairan infus di ruang perawatan kelas 3 dengan wajah cemberut
dan tergesa-gesa. Apakah prinsip etik yang dilanggar oleh perawat?
a. Nonmaleficence
b. Confidentiality
c. Veracity
d. Justice
e. Fidelity

69. Di ruangan Hemodialisa terdapat 10 tempat tidur. Setiap harinya, 10 tempat tidur tersebut
digunakan oleh pasien yang sudah terjadual cuci darah. Agar pelayanan yang diberikan kepada
pasien cuci darah bermutu baik maka pihak bidang keperawatan rumah sakit menerapkan model
asuhan keperawatan profesional; setiap perawat bertanggung jawab pada satu orang pasien.
Apakah model asuhan keperawatan profesional yang diterapkan di ruang tersebut?
a. Fungsional
b. Modular
c. Primer
d. Kasus
e. Tim

70. Di sebuah ruang perawatan anak saat dinas sore perawat pelaksana merasa bingung untuk
mengambil keputusan karena tempat tidur di ruangan sudah penuh, pasien yang diperbolehkan
pulang belum meninggalkan ruang perawatan sedangkan dari IGD terus menerus menanyakan
kapan pasien dari IGD dapat masuk ruang perawatan anak dikarenakan tempat tidur di IGD pun
penuh. Apakah yang harus dilakukan oleh perawat pelaksana ?
a. Melaporkan kejadian kepada bidang keperawatan
b. Menelpon kepala ruangan perawatan anak
c. Meminta bantuan kepada supervisor
d. Melakukan rapat dengan IGD
e. Menolak pasien IGD

71. Di sebuah ruang perawatan penyakit dalam seorang pasien dengan diagnosa medis Diabetes
Melitus Tipe 2 direncanakan pulang dari rumah sakit. Sebelum pulang, salah seorang perawat
memberikan pendidikan kesehatan tentang dampak diet dan mobilisasi jika tidak dilakukan secara
teratur di rumah. Perawat menjelaskan dengan mengambil contoh salah satu keluarga
Apakah prinsip etik yang dilanggar oleh perawat?
a. Nonmaleficence
b. Confidentiality
c. Veracity
d. Justice
e. Fidelity

72. Tn X 55 tahun dirawat di ruang perawatan bedah dewasa dengan fraktur femur terbuka, nampak
meringis kesakitan dan gelisah terpasang kateter, tanda-tanda vital dimonitor setiap 2 jam s
Bagaimana tingkat ketergantungan pasien di atas ?
a. Minimal care
b. Partial care
c. Total care
d. Self care
e. Intensive care
73. Kepala ruangan kecubung sedang melihat tindakan yang dilakukan oleh perawat pelaksana dan
proses pembuatan pendokumentasian yang dibuat oleh perawat pelaksana di ruangan. Kepala
ruangan menemukan kesalahan selanjutnya kepala ruangan memberikan arahan dan bimbingan
bagaimana yang seharusnya. Kegiatan apakah yang sedang dilakukan oleh kepala ruang ?
a. Pemberian motivasi
b. Supervisi
c. Pendelegasian
d. Evaluasi kegiatan
e. Inspeksi mendadak

74. Kepala ruangan mendapat tambahan tenaga 3 orang staf perawat baru diruangan yang ia pimpin,
berdasarkan evaluasi metode asuhan keperawatan sebelumnya tidak begitu efektif, kemudian
kepala ruangan mengelompokkan perawat menjadi 3 group dimana setiap group dipimpin
seorang ners. Apakah metode asuhan keperawatan yang dilakukan pada ruangan tersebut ?
a. Fungsional
b. Case management
c. Tim
d. Kasus
e. Primer
75. Seorang pasien pasca operasi apendektomi diharuskan istirahat total. Pasien terpasang kateter,
keluarga sedang berada diluar, kemuian pasien tersebut memanggil perawat dan mengeluhkan
rasa nyeri yang dideritanya , perawat kemudian mendengarkan dan berusa memahami kondisi apa
yang dialami pasien. Apakah aspek yang dilakukan perawat dalam indikator kepuasaan klien?
a. Tangible (berwujud)
b. Responsiveness (Tanggap)
c. Assurance (Jaminan )
d. Emphaty ( Empati )
e. Reliable (Handal )

76. Suatu ruang rawat inap sebagian besar staf perawat seorang ners yang cukup berpengalaman,
kepala ruang memberikan banyak kepercayaan kepada staff untuk melakukan tugas-tuganya,
kepala merasa tidak ada masalah dengan cara ia memimpin seperti itu, karena perawat tsb selalu
menyelesaikan tugas dan pekerjaan tepat waktu dan dilakukan dengan baik. Apakah gaya
kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala ruangan ?
a. Otoriter
b. Demokratis
c. Partisipatif
d. Laissez faire
e. Otokratis

77. Di ruang Topaz, metode keperawatan yang diterapkan adalah model MPKP modifiakasi tim.
Kegiatan professional perawat seperti operan, preconference/post conference dilakukan setiap
setiap hari. Secara terjadwal juga melaksanakan case conference. Apa pilar model profesional
yang dilakukan oleh ruangan tersebut ?
a. Pendekatan manajemen keseluruhan
b. Hubungan profesional
c. Nilai profesional
d. Metode pemberian asuhan keperawatan
e. Sistem kompensasi dan penghargaan

78. Ners Tito adalah seoarng kepala ruang, sedang menyampaikan beberapa ide dan gagasan untuk
kegiatan yang akan datang dalam rangka perbaikan kualitas pelayanan dan menginformasikan
hal- hal yang dianggap penting yang berkaitan dengan asuhan keperawatan pasien , kepada
seluruh staff diruangna tersebut . Fungsi manajemen yang sedang dilakukan oleh kepala ruangan
tersebut diatas, adalah…
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Pengarahan
d. Pengawasan
e. Penilaian

79. Ners nia terlibat kericuhan kecil dengan dengan rekan satu shiftnya di dinas malam, ia sempat
berkata keras kepada rekannya tersebut karena mengganggap tindakan keperawatan yang
dilakukan rekannya tersebut dianggap salah. Selanjutnya keduanya tidak bertegur sapa sampai
keesokan harinya. Langkah apa untuk menyelesaikan konflik tersebut untuk saat itu:
a. Kompromi
b. Negosiasi
c. Kompetisi
d. Akomodasi
e. Menghindar

80. Ners. Wawan, sebagai kepala ruangan, ketika memimpin rapat, ia memberi kesempatan kepada
rekan-rekan kerjanya untuk menyampaikan pendapatnya mengenai aktivitas untuk menurunkan
angka kejadian flebitis. Apakah gaya kepemimpinan yang diterapkan Ners. Wawan adalah.?
A. Leizes faire
B. Kharismatik
C. Militeristik
D. Demokratis
E. Otoriter

81. Pada kesempatan lain seorang perawat pelaksana bertanya tentang cara perawatan luka gangren,
supaya tidak berbau dan cepat kering. Ners. Wawan mengarahkan, demikian “ coba lakukan dulu,
sebaik-baiknya menurut kemampuan anda, nanti saya lihat”.
Gaya kepemimpinan kepala ruangan tersebut adalah.
A. Leizes faire
B. Kharismatik
C. Militeristik
D. Demokratis
E. Otoriter

82. Kepala ruangan merupakan pemimpin yang bertanggungjawab dalam mempimpin pelayanan
keperawatan di ruang rawat inap, sehingga seorang kepala ruangan dituntut untuk dapat
melaksanakan fungsinya yaitu membimbing, mengarahkan dan memimpin, disertai memiliki
kompetensi yang baik. Pernyataan berikut bukan kompetensi yang harus dimiliki kepala
ruangan.?
A. Kemampuan knowledge
B. Kemampuan teknikal
C. Finansial
D. Komunikasi
E. Relationship
83. Ketika operan shiff, seorang kepala ruangan mengingatkan bagaimana cara-cara pemasangan
infus sesuai SOP yang berlaku, untuk menghindari terjadinya flebitis. Fungsi manajemen apa
yang dilakukan kepala ruangan.?
A. Planning
B. Staffing
C. Organizing
D. Bugetting
E. Evaluating

84. Ners. Fitri, sebagai kepala ruangan yang baru diangkat tahun ini, ia berupaya menyusun program
kerja tahunan. Menyusun program kerja termasuk fungsi manajemen?
A. Organizing
B. Controling
C. Planning
D. Actuating
E. Evaluating

85. Ners. Gaha, sebagai kepala ruangan, tidak hanya duduk mengerjakan administrasi ruangan, ia
juga keliling ruangan untuk memastikan pelaksanaan asuhan keperawatan kepada seluruh klien
berlangsung sesuai SOP dan pasien terlayani.
Fungsi manajemen yang dilakukan Ners. Gaha adalah
A. Planning
B. Organizing
C. Actuating
D. Bugetting
E. Controling

86. Perawat yang kooperatif dan mudah berkerjasama dengan rekan kerjanya, seringkali dipakali oleh
kepala ruangan untuk menyelesaikan konflik.Termasuk tindakan apa dalam menyelesaikan
konflik tersebut.?
A. Avoiding
B. Conpromistis
C. Acomodating
D. Persuating
E. Kolaborating

87. Seorang manajer keperawatan menginginkan adanya perubahan dalam pelayanan keperawatan
mengenai pendidikan kesehatan pada pasien. Sebagian perawat merasa perubahan tersebut tidak
dibarengi dengan penambahan gaji dan perawat tidak mau melakukan perubahan itu. Perawat
manajer tersebut tetap menginginkan perubahan itu, sekalipun banyak masalah yang muncul
dikalangan perawat. Penyebab konflik apa yang dilakukan manajer dalam kasus tersebut ?
A. Harapan yang tidak jelas
B. Persaingan untuk mendapatkan penghargaan
C. Peran ambisius
D. Ketidakefektifan komunikasi
E. Struktur Organisasi

88. Ns. Andrianus sebagai kepala ruangan rawat inap penyakit, mencoba melakukan kajian situasi
ruangannya dengan analisa SWOT, didapatkan hasil bahwa posisi ruangannya berada pada
kuadran III yaitu turn around strategy dan Ns. Andrianus akan mendiskusikan hasil ini dengan
kepala bidang pelayanan keperawatan. Manakah pernyataan yang tepat mengenai turn around
strategy.?
A. Meminimalkan kelemahan internal sehingga dapat merebut peluang yang lebih baik
B. Menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menghadapi berbagai ancaman
C. Memiliki peluang dan kekuatan untuk mendukung kebijakan pertumbuhan yang menjadi
orientasi
D. Menghadapi ancaman dan kelemahan internal dan sangat tidak menguntungkan
E. Merebut peluang yang ada dan meminimalkan ancaman yang terjadi

89. Salah satu Rumah Sakit swasta terbesar di Kota Bandung telah menerapkan konsultasi kesehatan
bagi pasien dan keluarga melalui aplikasi skype, hasil evaluasi tiga bulan pertama didapatkan
antusias yang sangat besar dari pasien dan keluarga terhadap hal itu. Melihat terobosan terbaru
ini, memicu para pemimpin di rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada pasien.
Manakah pernyataan yang tepat termasuk data threats?
A. Rumah Sakit Swasta terbesar di Kota Bandung
B. Adanya Rumah Sakit yang menerapkan konsultasi kesehatan bagi pasien melalui
aplikasi skype
C. Antusias yang sangat besar dari pasien dan keluarga
D. Pemimpin di rumah sakit untuk berfikir keras dalam meningkatkan pelayanan kesehatan
E. Sistem informasi manajemen dapat memudahkan proses pelayanan kesehatan pada pasien

90. Ruang rawat inap bedah memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 21 buah dan BOR 70%.
Berdasarkan struktur ketenagaan diketahui memiliki kepala ruang dengan jenjang pendidikan
Ners, pengalaman kerja 7 tahun, 7 Ners dengan pengalaman kerja 4-5 tahun, 4 Diploma
keperawatan dengan pengalaman kerja 2-3 tahun. Ruangan tersebut memiliki ruang gizi dan
terdapat 1 tenaga administrasi. Berdasarkan karakteristik perawat yang ada, model
pengorganisasian keperawatan yang cocok untuk diimplementasikan adalah?
A. Keperawatan Fungsional
B. Keperawatan Modular
C. Keperawatan team
D. Keperawatan Primer
E. Manajemen Kasus

91. Salah satu ruang rawat inap penyakit dalam mengaplikasikan model pengorganisasian
keperawatan dengan melaksanakan pelayanan keperawatan oleh sekelompok perawat dalam
mengelola sekelompok kepada pasien yang dirawat diruang tersebut. Termasuk model
pengorganisasian keperawatan apa yang implementasikan adalah.
A. Keperawatan Fungsional
B. Keperawatan Modular
C. Keperawatan team
D. Keperawatan Primer
E. Manajemen Kasus
92. Seorang Perawat N di ruang penyakit dalam sebuah Rumah Sakit jumlah perawat di ruang
berjumlah 12 dengan kapasitas tempat tidur 25 . Perawat N di tugaskan dinas sore dan
malam. Jumlah perawat jaga 4 orang bersama karu dan perawat pelaksana, Jarak rumahnya
30 km sehingga sering terlambat dan tidak ikut timbang terima jaga.
Apakah yang tepat unuk dilakukan pada kasus Manajemen konflik diatas ?
a. Memberikan sangsi yang tegas kepada perawat N
b. Menyarankan kepada perawat N agar mencari kost di dekat RS agar tidak terlambat
c. Menschedule ulang shift perawat N sehingga dalam sehari hanya ikut shift sekali
d. Memahami situasi dan kondisi sehingga membiarkan keterlambatan perawat N
e. Membiarkan permasalah kepada perawat
93. Rumah Sakit Bakti Suka dipimpin seorang Tn G adalah karu setiap 6 bulan sekali akan
dilakukan evaluasi kepemimpinan yang dinilai dari perawat pelaksana dan hasilnya bernilai
positip terhadap kinerja bawahannya Tn G dapat melakukan pendekatan kepada bawahannya
dan membina hubungan yang baik. Apakah upaya preventif yang dilakukan Tn. G dalam upaya
melakukan pendekatan kepada perawat pelaksana ?
a. Tn. G memberikan motivasi kepada perawat pelaksana
b. Tn.G memantau dan mengetahui perkembangan perawat pelaksana
c. Tn.G melakukan perubahan atau perbaikan untuk meningkatkan kinerja perawat pelaksana
d. Tn. G mengenali karakteristik bawahannya
e. Tn G Memberikan pengarahan ke perawat pelaksananya

94. Seorang perawat M sebagai perawat pelaksana melaporkan pasien dengan trauma kepala
karena kecelakaan lalu lintas keadaan sudah supor coma GCS 6 tetapi TD 100/70 mmHg
nadi 84 x/ menit respirasi 28 x/ menit CT Scan adanya pendarahan yg cukup luas dirawat
sudah 18 hari tidak sembuh – sembuh perawat M melaporkan kepada kepala Shif dan
dilanjutkan kepada Karu untuk dilakukan suatu rapat dengan menghadirkan dokter yang
merawatnya dan pihak lain yg berkaitan serta keluarga diikut sertakan maka hal ini
dilakukan :
Kegiatan yang dilakukan :
a. Timbang terima
b. Ronde
c. Pre Kompren
d. Post Kompren
e. Infoconsen

95. Walaupun Ns W merupakan perawat baru di ruang Asoka, tetapi kinerja dan ketekunan dalam
bekerjanya terampil sehingga kepala ruang memberikan apresiasi atas kinerja dan karirnya
Termasuk ke dalam pilar nilai-nilai profesional manakah perilaku kepala ruang ke Ns.W?
a. Management approach
b. Compensatory reward
c. Professional relationship
d. Management quality
e. Manajemen Punishmen

96. Hari ketiga klien L dinyatakan oleh dokter data penunjang laboratorium sudah normal, klien L
50 tahun di rawat inap penyakit dalam dinyatakan boleh pulang. Perawat K yang bertanggung
jawab kepada klien L dari awal masuk RS sampai pulang melihat catatan perkembangan klien L
selama di rawat di RS. Apakah metode keperawatan yang diterapkan di rawat inap penyakit
dalam ?
a. Metode kasus
b. Metode fungsional
c. Metode primer
d. Metode tim
e. Metode primer dan kasus

97. Perawat pelaksana telah bekerja selama 10 tahun di ruang penyakit dalam . Ia merasa beban
kerja sangat tinggi, tetapi tidak berani untuk menolak pekerjaan yang diberikan kepadanya.
Apakah yang dilakukan kepala ruangan dalam kasus di atas?
A. Memperjelas tugas
B. Mengadakan pelatihan
C. Memberikan penghargaan
D. Menjalin komunikasi yang baik
E. Menghitung kebutuhan tenaga

98. Tn. S adalah Karu yang memimpin Ruang perawatan Urologi Setiap 3 bulan sekali, akan
dilakukan evaluasi kepemimpinan yang dinilai dari karyawan dan hasilnya bernilai positif
terhadap kinerja bawahannya. Tn.S dapat melakukan pendekatan kepada bawahannya dan
membina hubungan yang baik. Pertanyaan Apakah upaya preventif yang dilakukan Tn.S dalam
upaya melakukan pendekatan kepada karyawannya?
A. Tn. S memberikan motivasi kepada karyawannya
B. Tn.S memantau dan mengetahui perkembangan karyawannya
C. Tn.S melakukan perubahan atau perbaikan untuk meningkatkan kinerja karyawannya
D. Tn. S mengenali karakteristik bawahannya
E. Tn S memberi hadiah kepada bawahan yang bekerja dengan baik

99. Dua hari yang lalu di RS Bakti Kencana , tepatnya di ruang Melati telah dilakukan rapat bulanan
yang dipimpin oleh kepala ruang , untuk mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan perawat
selama 2 bulan terakhir. Dalam memimpin rapat, kepala ruang menyampaikan hasil analisa
masalah dan mengusulkan tindakan kepada perawat yang lain. Kepala ruang meminta saran dan
kritik perawat lain dan keputusan akhir ada pada kelompok. Apakah gaya kepemimpinan yang
diterapkan oleh kepala ruang tersebut?
A. Partisipatif
B. Otoriter
C. .Laissez faire
D. Demokratis
E. Karismati

100. Klien B, 50 tahun berobat ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada dan batuk yang tak kunjung
sembuh. Dokter menyarankan untuk cek laboratorium untuk memastikan penyakit yang
dideritanya. Pemeriksaan laboratorium di RS harus menunggu karena banyak pasien yang datang,
akhirnya klien B memeriksakan diri ke laboratorium yang berada tidak jauh dari RS tersebut. .
Apakah analisa SWOT yang terkait dengan keberadaan laboratorium yang tidak jauh dari RS?
a. Strength
b. Weakness
c. Oppurtunity
d. Threat
e. Strong

101.Setelah visite dokter, klien K 30 tahun di rawat inap penyakit dalam dinyatakan boleh pulang.
Perawat A yang bertanggung jawab kepada klien K dari awal masuk RS sampai pulang melihat
catatan perkembangan klien K selama di rawat di RS.
Apakah metode keperawatan yang diterapkan di rawat inap penyakit dalam ?
a. Metode kasus
b. Metode fungsional
c. Metode primer
d. Metode tim
e Metode tim primer

102. Hasil pengkajian dari panti sosial didapatkan hasil bahwa untuk menginformasikan panti sosial
tersebut melalui majelis talim dan brosur tentang keberadaan panti sosial tersebut sehingga
masyarakat mengetahui keberadaan panti sosial. Manakah yang termasuk unsur-unsur
manajemen yang terkandung dalam kasus di atas?
a. Man
b. Methods
c. Materialis
d. Market
e. Money

103. Pasien tabrak lari mengalami fraktur terbuka pada kaki kanan. Pasien dilarikan ke rumah sakit
kemudian ditangani oleh 4 perawat. Perawat A bertugas untuk tindakan perawatan luka,
perawat B bertugas memberikan obat-obatan, dan perawat C bertugas untuk penerimaan dan
pemulangan pasien, perawat D bertugas menginfus. Apakah metode keperawatan yang
diterapkan di rumah sakit tersebut?
a. Metode kasus
b. Metode fungsional
c. Metode primer
d. Metode tim
e. Metode tim primer

104. Ns. A berusia 40 tahun, menyusun rencana aktivitas dengan membuat suatu strategi jenjang karir
untuk meningkatkan kualitas asuhan, Ns.A menugaskan Ns.B untuk membuat pemetaan perawat,
menugaskan Ns.B untuk mensosialikan pengumpulan portofolio. Apakah fungsi manajemen
yang sedang dilaksanakan oleh Ns. A?
a. Pengorganisasian
b. Perencanaan
c. Pengendalian
d. Pengawasan
e. Pengkoordinasian

105. Ns.B sebagai kepala Ruangan Ruang rawat mengelola 22 klien (3 klien dengan perawatan
minimal, 14 klien dengan perawatan parsial dan 5 klien dengan perawatan total). Berapakah
jumlah perawat yang dibutuhkan untuk jaga pagi?
a. 5 Orang
b. 6 Orang
c. 7 Orang
d. 8 Orang
e. 9 Orang

106. Ns.B sebagai kepala Ruangan medikal bedah, hasil pengkajian di dapatkan rata-rata jam
perawatan klien 5 jam/hari, rata-rata jumlah pasien 20 klien/hari, Jam kerja = 40 jam, 5
hari/minggu, 20 hari cuti/tahun dan120 hari libur/tahun. Berapakah jumlah perawat yang
dibutuhkan menurut metode perhitungan Gillies ?
a. 19 Perawat
b. 20 Perawat
c. 21 Perawat
d. 22 Perawat
e. 23 Perawat

107. Ns. D, seorang kepala ruangan, bekerja di Ruang Bedah dengan pengalaman Maksimal. Tim
keperawatan tidak dapat menentukan sendiri kegiatannya,pengambian keputusan berada pada
kepala ruang. Apa jenis gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Karu Y?
a. Gaya kepemimpinan fleksibel
b. Gaya kepemimpinan otoriter
c. Gaya kepemimpinan demokratis
d. Gaya kepemimpinan Partisipatif
e. Gaya kepemimpinan Leissez-Faire

108. Ruang Permata adalah ruang perawatan penyakit dalam. Saat ini perawat yang berdinas di
ruangan tersebut sebanyak 4 orang perawat pelaksana. Perawat A bertugas menyuntik. Perawat B
bertugas ganti banlutan, Perawat C bertugas memandikan, Perawat D bertugas memberian obat.
Apa metode penugasan yang diterapkan di ruang permata?
a. Metode tim
b. Metode Kasus
c. Metode primer
d. Metode fungsional
e. MAKP Tim-Primers

109. Pasien D (berusia 50 tahun) datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri, Badan tidak dapat
digerakan sebelah, Setelah dilakukan pemeriksaan diagnostik ternyata pasien tersebut stroke.
Perawat yang pada saat berdinas melakukan pengkajian, penentuan diagnosa dan perencanaan.
Oleh siapakah seharusnya tugas perawat yang dilakukan pada kasus di atas?
A. Ketua Tim .
B. Perawat Asosiet
C. Kepala Ruangan
D. Perawat Primer
E. Penanggungjawab Shif

110. Perawat L (25 tahun) merupakan karyawan baru di RS Sehat. Saat ini perawat L berdinas di
ruang perawatan anak. Pada saat bekerja perawat L berselisih dengan dengan perawat K karena
pelimpahan tugas yang tidak sesuai dengan pembagian yang telah dilakukan. Kepala ruangan
ikut menyelesaiakan masalah antara perawat L dan perawat K. Apa kategori konflik yang sedang
perawat L hadapi saat ini?
a. Konflik Intrapersonal
b. Konflik Interpersonal
c. Konflik Antarkelompok
d. Konflik Intern
e. Konflik Ekstern

111. Seorang pasien pasca operasi apendektomi diharuskan istirahat total. Pasien terpasang kateter,
keluarga sedang berada diluar, kemuian pasien tersebut memanggil perawat dan mengeluhkan
rasa nyeri yang dideritanya , perawat kemudian mendengarkan dan berusa memahami kondisi
apa yang dialami pasien. Apakah aspek yang dilakukan perawat dalam indikator kepuasaan
klien?
a. Tangible (berwujud)
b. Responsiveness (Tanggap)
c. Assurance (Jaminan )
d. Emphaty ( Empati )
e. Reliable (Handal )

112. Ners A adalah seorang perawat lulusan diploma tiga dan memiliki pengalaman kerja selama 9
tahun. Termasuk level apakah Ners A dalam jenjang karir perawat ?
a. Perawat Klinik I
b. Perawat Klinik II
c. Perawat Klinik III
d. Perawat Klinik IV
e. Perawat Klinik V

113. Tn N adalah seorang pasien di ruang rawat inap bedah dengan kondisi observasi tanda-tanda
vital setiap 4 jam sekali, pemantauan intake dan output, serta memakai kateter foley.
Termasuk kategori apakah Tn n ?
a. Perawatan mandiri/minimal
b. Perawatan intermediate
c. Perawatan total
d. Perawatan menyeluruh
e. Perawatan sendiri

114. TN.X Berusia 40 tahun, Kepala Ruang Mawar, melalukan pengkajian mutu pelayanan, hasil
didapatkan luka bersih 28 orang, bersih terkontaminasi 101 orang, tidak ditemukan luka kotor,
tidak ada kontaminasi. Pasien yang memakai kateter sebanyak 89 pasien dan lama pemakaian
kateter selama 617 hari. Tindakan pengkajian yang dilakukan oleh TN.X adalah?
a. Angka kejadian flebitis
b. Angka infeksi Nosokomial
c. Angka dekubitus
d. Angka kejadian nyeri
e. Angka kejadian tindakan

115. TN.D usia 40 tahun, kepala ruang IGD, menentukan personel yang akan diamati dengan metode
purposive sampling, membuat formulit daftar kegiatan yang dilakukan setiap personel,
mengklasifikasin seberapa banyak personel melakukan kegiatan tersebut, mengklasifikasikan
tindakan medis, perawat dan administrasi, menghitung waktu objektif yang diperlukan oleh
personal dalam melakukan kegiatan.
Tindakan yang dilakukan Tn.D adalah
a. Menghitung beban kerja berdasarkan Daily log
b. Menghitung beban kerja berdasarkan works sampling
c. Menghitung beban kerja berdasarkan WISN
d. Menghitung beban kerja berdasarkan Activity
e. Menghitung beban kerja berdasarkan time and motion Study

116. Kepala ruangan perawatan anak menyetujui perubahan sistem penugasan perawat yang telah
dijalankan 10 tahun. Kebijakan ini ditentang oleh para perawat pelaksana karena menganggap
waktunya tidak tepat. Apa yang harus dilakukan agar rencana itu terwujud ?
a. Mengusulkan penggantian anggota
b. Menerapkan sangsi bagi penolak
c. Menjelaskan tujuan perubahan
d. Merevisi rencana perubahan
e. Menunda perubahan

117. Anda adalah ketua tim keperawatan yang membawahi 10 orang staff perawatan. Dalam 1 bulan
terakhir terjadi 5 kasus infeksi nasokomial. Staff perawatan anda memiliki usia yang lebih tua
dengan latar belakang pendidikan yang lebih rendah dari anda. Mereka cenderung menolak
secara terbuka setiap kebijakan yang anda terapkan. Dimensi resolusi konflik apa yang akan anda
pilih ?
a. Menghindar
b. Kompromi
c. Kompetisi
d. Akomodasi
e. Kolaborasi

118. Angka komplain dari pasien dan keluarga meningkat dalam 2 bulan terakhir. Pasien
mengeluhkan perawat tidak peduli terhadap keluhan mereka. Sedangkan para Perawat pelaksana
menyatakan bahwa para pasien di ruangan tersebut sangat rewel. Apa yang anda akan usulkan
untuk mengatasi sikap perawat tersebut ?
a. Mengadakan pelatihan asuhan keperawatan
b. Memberikan pengertian tentang tugas perawat
c. Menegur setiap perawat yang bersikap buruk
d. Menyamakan persepsi tentang tujuan organisasi
e. Mengusulkan pemindahan pegawai

119. Anda adalah perawat yang ditempatkan di ruang perawatan khusus penyakit Stroke. Kejadian
dekubitus dialami hampir setengah dari pasien yang dirawat. Keluarga pun mengeluhkan
pelayanan ruangan. Perawat cenderung bekerja saling mengandalkan dan atau menyalahkan
Saran yang dapat anda usulkan untuk membentuk tim keperawatan yang efektif
a. Memecat perawat yang tidak mentaati aturan
b. Meningkatkan pengawasan berkala secara rutin
c. Mendiskusikan rencana untuk mengatasi konflik
d. Mengupayakan pemahaman tujuan kelompok
e. Membentuk small group/tim kerja baru
120. Masa rawat pasien ruang post bedah rata-rata selama 7 hari dan selama dirawat selalu mengalami
konstipasi. Sebagian besar pasien mengalami penurunan bising usus dan perkusi kiri bawah
setiap pasien terdengar dullness. Apa intervensi keperawatan untuk mengatasi konstipasi pada
seluruh pasien adalah ?
a. merubah pola Diet
b. Membantu mobilisasi
c. Memberikan Massage punggung
d. Memberikan obat pencahar
e. Melibatkan keluarga

121. Sebanyak 15 orang pasien telah dirawat rata-rata selama 1 bulan karena keterbatasan gerak berat.
Program merubah posisi miring kanan kiri setiap 2 jam telah rutin dijalankan. Sebagian besar
pasien mengeluhkan kulit punggung terasa gatal dan terlihat kemerahan. Rasio perawat – pasien
bagus. Tahap pelayanan keperawatan yang saudara perlu benahi adalah ?
a. Pengkajian unit
b. Perencanaan strategis
c. Implementasi program
d. Controling – supervise
e. Evaluasi program

122. Hampir seluruh pasien di ruang perawatan khusus kanker belum diberi informasi terkait
penyakitnya. Sebagian besar pasien merasa nafsu makannya menurun karena tidak memiliki
kehilangan nafsu makan. Perawat tidak diberi kewenangan untuk menginformasikan kondisi
kesehatan pasien. Upaya yang saudara dapat lakukan dalam situasi tersebut adalah ;
a. Meminta pengertian dari pasien
b. Meminta tambahan kewenangan
c. Mengikuti kebijakan rumah sakit
d. Mengabaikan keluhan pasien
e. Mengusulkan peninjauan protap
123. Ny. M cukup terpukul ketika mengetahui dirinya menderita tumor Ovarium. Klien lebih senang
menyendiri dan menolak ditemani. Abdomen terlihat membesar dan distensi. Klien mengeluh
mual dan merasa sesak sehingga nyaman dalam posisi duduk di tempat tidur. Masalah perawatan
prioritas pertama yang anda rencanakan untuk diatasi adalah
a. Gangguan pemenuhan nutrisi b.d mual
b. Pola napas tidak efektif b.d. ekpansi paru menurun
c. Kerusakan mobilitas fisik b.d. kelemahan fisik
d. Respon kehilangan b.d. perubahan status kesehatan
e. Gangguan rasa nyaman ; nyeri abdomen b.d distensi abdomen

124. Ny. M 46 tahun, Anak S 17 tahun dan Tn. K 68 tahun semuanya terlihat cemas dalam 60 menit
sebelum pembedahan. Ners Intan memberikan Health Education tentang langkah-langkah proses
pembedahan kepada 3 orang klien tersebut tetapi mereka tetap mengaku masih cemas. Penyebab
kegagalan intervensi yang dilakukan Ners Intan adalah ...
a. Usia sasaran penyuluhan tidak sama
b. Tingkat pengetahuan klien yang berbeda
c. Intervensi sama untuk kebutuhan beda
d. Topik penyuluhan tidak tepat
e. Metode penyuluhan salah

125. Keluarga M memiliki 3 orang anak balita yang berprilaku hiperaktif. Pasangan suami istri
tersebut bekerja setiap hari pukul 07.00 – 14.00 wib sehingga selama masa waktu itu anak
mereka dipercayakan kepada pengasuh. Keluarga menyalahkan pengasuhnya saat berkonsultasi
dengan perawat. Informasi apakah yang saudara harus gali sebelum menyusun rencana asuhan
keperawatan terhadap keluarga M ?
a. Tingkat pengetahuan pengasuh tentang pola asuh balita
b. Pengetahuan keluarga tentang tumbuh kembang balita
c. Tingkat tumbuh kembang anak
d. Pola komunikasi dalam keluarga
e. Jenis pekerjaan orang tua

Soal Maternitas

1. Seorang Ibu berusia 26 tahun datang ke bidan mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya.
Dia mengatakan merasakan gerakan janinnya untuk pertama kali. Hasil pemeriksaan KU compos
mentis, tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 86 x/menit, pernafasan 20 x/menit, suhu 36,5⁰C tinggi
fundus uterus 3 jari dibawah pusat. Apakah tanda yang sesuai untuk kasus diatas?
A. Ladin
B. Gooden
C. Hartman
D. Chadwick
E. Quickening

2. Kasus (Vignete): Seorang ibu usia 45 tahun datang ke Polindes dengan keluhan saat ini sedang
menstruasi hari ke-4 dan darah keluar sedikit. Dalam satu tahun terakhir haid tidak teratur, sering
keluar keringat banyak, dada berdebar-debar, sering pusing dan sakit kepala, sehingga keadaan ini
membuat khawatir Apakah penyebab dari keluhan-keluhan yang ibu rasakan?
A. Kelainan fungsi uterus
B. Menurunnya hormon estrogen
C. Meningkatnya hormon estrogen
D. Menurunnya hormon progesteron
E. Meningkatnya hormon progesterone

3. Nyonya R usia 20 tahun datang ke Puskesmas dengan usia kehamilan 4minggu. Mengeluh sering
mual, muntah-muntah di pagi hari lebih dari 5 kali setiap hari, keadaan umum kondisi pucat dan
dehidrasi. Kondisi medis yang berhubungan dengan kehamilan tersebut adalah?
A. Hiperemesis gravidarum
B. Vomitting
C. Nause
D. Dehidrasi
E. Normal

4. Seorang Ibu usia 42 tahun dengan kehamilan 34 minggu datang ke Klinik Bersalin. Terjadi
kontraksi terus-menerus, tekanan darah 140/90 mmHg, dengan situasi harus segera dilakukan
persalinan. Definisi persalinan yang tepat untuk kasus tersebut adalah?
A. Persalinan Presipitus
B. Persalinan Preterm
C. Persalinan Hipotonik
D. Persalinan Hipertonik
E. Persalinan yang lama

5. Seorang perempuan datang ke Puskesmas pasca melahirkan 2 minggu dengan kondisi terdapat
luka pada vagina, permukaan mokusa membengkak dan kemerahan, telah terjadi ulkus dan getah
mengandung nanah yang keluar dari daerah ulkus. Infeksi nifas tersebut terjadi pada?
A. Perineum
B. Vulva
C. Vagina
D. Serviks
E. Endometrium

6. Nyonya R usia 28 tahun, pasca melahirkan 1 bulan datang ke Klinik Bersalin dengan kondisi
payudara mengalami peradangan, luka pada puting susu dan payudara terasa panas. Diagnosa
keperawatan yang tepat untuk kasus tersebut adalah?
A. Resiko tinggi peningkatan tekanan Intra Kranial b.d peningkatan produksi LCS
B. Nyeri berhubungan dengan adanya peradangan pada payudara
C. Kelebihan volume cairan b/d kerusakan kapler glomelurus, proses peradangan, peningkatan
permeabilitas membran
D. Kelebihan volume cairan gas tidak efektif b/d hipoventilasi
E. Resiko terhadap cedera b/d peerubahan kesadaran, kerusakan kognitif atau kerusakan
mekanisme perlindungan diri

7. Nyonya A melahirkan anak pertama 5 hari yang lalu, Nyonya A mengeluh malas memberi ASI
pada bayinya karena payudara merasa sakit dan bengkak. Pendidikan kesehatan yang perlu
diberikan kepada Nyonya Ani adalah?
A. Perawatan payudara secara rutin
B. Pemberian obat tradisional
C. Konsumsi makanan berserat
D. Informasi tentang manfaat ASI Ekslusif
E. Anjuran pemberian susu formula
8. Bayi Nyonya R lahir spontan aterm, berat badan lahir 3200 gram, frekuensi denyut jantung
100x/menit, nafas lambat tak teratur, refleks gerak sedikit, tubuh dan ekstremitas kemerah-
merahan, tonus otot fleksi pada ekstremitas. Diagnosis bayi Nyonya Risa adalah?
A. Hypoglikemia
B. Hyperglikemia
C. Asfiksia ringan
D. Asfiksia sedang
E. Asfiksia berat

9. Nyonya F dan Tn. R sudah menikah 5 tahun tetapi belum mendapat keturunan. Tn. R sangat sibuk
bekerja dan keluarga Nyonya F menganggap bahwa penyebab kehamilan tidak kunjung datang
dikarenakan Tn. R jarang ada di rumah. Kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa pasangan
tersebut mengalami?
A. Fertilitas
B. Infertilitas
C. Infertilitas primer
D. Infertilitas sekunder
E. Infertilitas tersier

10. Ny. L 30 tahun datang ke Klinik Bersalin dengan masa kehamilan 30 minggu, keluhan merasa
sakit kepala di daerah frontal, mual muntah, tengkuk terasa berat, tekanan darah 160/100 mmHg,
hemoglobin 10gr%,ditemukan protein dalam urine. Diagnosis keperawatan yang tepat untuk
kasus tersebut adalah?
A. Perubahan perfusi jaringan yang berhubungan dengan hipovolemia.
B. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual muntah yang
berlebihan.
C. Kekurangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan muntah yang berlebihan dan
pemasukan yang tidak adekuat.
D. Penurunan curah jantung yang berhubungan dengan hipovolemia atau penurunan
aliran darah balik vena.
E. Nyeri pada epigestrum yang berhubungan dengan muntah yang berulang.

11. Seorang Ibu usia 28 tahun dilarikan ke Rumah Sakit dengan keadaan hamil 40 minggu, keluar
cairan bening dari vagina terus-menerus, tekanan darah 120/90 mmHg,adanya kontraksi janin
yang teratur.
Intervensi yang tepat untuk kasus tersebut adalah?
A. Catat perubahan DJJ selama kontraksi dan pantau aktivitas uterus secara manual dan
elektronik.
B. Perhatikan tingkat kesadaran dan adanya perubahan perilaku.
C. Pantau tanda vital, catat derajat, dan durasi episode hipovolemik.
D. Perhatikan privasi Ibu.
E. Perhatikan sirkulasi pada pembuluh darah perifer akibat sianosis.

12. Bayi Ny. A usia 4 hari datang ke Rumah Sakit dengan kondisi kesadaran apatis, daya isap lemah
dan tidak mau minum, pernapasan 100 kali per menit, feses lunak kehijauan, terlihat joundice di
seluruh permukaan kulit. Perencanaan keperawatan yang sesuai dengan kasus tersebut adalah?
A. Risiko cedera yang berhubungan dengan kadar bilirubin darah toksik dan komplikasi
yang berkenaan dengan fototerapi.
B. Gangguan pemenuhan nutrisi yang berhubungan dengan malas minum dan diare.
C. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
D. Kurangnya volume cairan yang berhubungan dengan malas menyusu.
E. Gangguan rasa nyaman dan aman yang berhubungan dengan infeksi.

13. Seorang Ibu dengan kehamilan 40 minggu datang ke Rumah Sakit dengan kondisi kontraksi janin
yang hebat, ketuban pecah dini dan kondisi ibu lemah, harus segera menjalani operasi caesar. Ibu
tersebut tergolong dari keluarga miskin, tidak memiliki BPJS. Apakah yang harus dilakukan oleh
pihak Rumah Sakit?
A. Menolak memberi pelayanan kepada Ibu tersebut
B. Membiarkan pasien sampai ada kejelasan pembayaran
C. Segera melakukan operasi caesar
D. Membicarakan terlebih dahulu dengan Direktur Rumah Sakit
E. Merujuk ke Rumah Sakit yang lain

14. Nona R siswa SLTP kelas 3 datang ke Puskesmas dengan keluhan sakit perut yang sangat, badan
lemas, perasaan cemas, tekanan darah 120/100 mmHg. Keterangan dari orang tua, Nona R sedang
sibuk untuk persiapan ujian dan dalam kondisi haid untuk pertama kali. Intervensi yang tepat
untuk kasus tersebut adalah?
A. Berikan periode tidur atau istirahat.
B. Kolaborasi dengan dokter tentang pemberian obat-obatan dan terapi cairan.
C. Catat petunjuk perilaku, misalnya gelisah dan cemas.
D. Berikan rasa hangat ke bagian perut.
E. Pemberian analgetik.

15. Seorang klien berinisial Ny.A usia 24 tahun baru saja melahirkan secara spontan 6 jam yang lalu.
Klien mengeluh berkeringat banyak sampai bajunya basah. Hasil pemeriksaan didapatkan Suhu
38°C, TD 110/70 mmHg, Nadi 76x/menit, Respirasi 18x/menit. Hasil palpasi kandung kemih
distensi, tinggi fundus uteri 1 jari di atas pusat, lochea merah penuh satu pembalut sejak 6 jam
yang lalu belum diganti. Turgor kulit baik, dan teraba lembab. Berdasarkan hasil pengkajian pada
Ny. A, manakah data yang menunjukkan keadaan tidak normal ?.
A. Suhu 38°C.
B. Berkeringat banyak.
C. Kandung kemih distensi.
D. Tinggi fundus uteri 1 jari di atas pusat.
E. Lochea merah penuh satu pembalut sejak 6 jam yang lalu.

16. Seorang Ibu postpartum spontan 1 hari mengeluh kepada perawat bahwa perutnya tidak nyaman
terasa nyeri dan mengencang saat menyusui bayinya. Apa interpretasi keparawatan terbaik
berdasarkan informasi tersebut ?
A. Semua ibu mengalami ketidaknyamanan pada abdomen selama periode postpartum.
B. Menyusui menyebabkan pengeluaran oksitosin yang membuat uterus berkontraksi.
C. Nyeri pada abdomen adalah kondisi tidak normal dan mengindikasikan masalah involusi.
D. Ketidaknyaman abdomen mengindikasikan masalah peristaltik pada gastro intestinal.
E. Nyeri pada abdomen saat menyusui kondisi tidak normal dan harus dilakukan curettage.

17. Seorang Ibu postpartum spontan 6 jam yang lalu, terlihat pucat dan mengeluh perdarahan banyak.
Apa yang seharusnya perawat lakukan pertama kali ?
A. Panggil perawat pelaksana dengan segera.
B. Segera lakukan infus dengan magnesium sulfat.
C. Kaji fundus uteri dan status BAK klien.
D. Meyakinkan ibu bahwa kondisinya normal setelah melahirkan.
E. Segera kolaborasi dengan dokter untuk manual plasenta.
18. Seorang Ibu usia 22 tahun, melahirkan anak pertama di RS. Klien tampak bersemangat sekali
menceritakan pengalaman melahirkan kepada teman-teman kantornya saat besuk. Setelah teman-
temannya pulang, klien kembali tidur, saat bayinya menangis, klien tampak menoleh sebentar ke
bayinya lalu meminta tolong perawat untuk menenangkan bayi. Fase adaptasi apakah yang
dialami oleh klien ?.
A. Fase letting go
B. Fase taking in
C. Fase taking hold
D. Fase early postpartum
E. Fase late postpartum

19. Seorang klien post SC baru saja diantar dari Kamar Operasi ke Ruang Nifas. Keadaan umum;
klien dalam keadaan sadar compos mentis. Kemudian perawat melakukan observasi tanda-tanda
vital. Berapa frekuensi observasi tanda-tanda vital sebaiknya dilakukan oleh perawat saat itu ?
A. 15 menit sekali
B. 30 menit sekali
C. 1 jam sekali
D. 2 jam sekali
E. 4 jam sekali

20. Seorang ibu baru melahirkan anak keduanya. Pada saat pengkajian postpartum perawat
melakukan pemeriksaan fisik juga mengindentifikasi bonding attachment antara orangtua dengan
bayinya. Apakah indikator bonding attachment positif antara orangtua dengan bayinya pada klien
tersebut ?
A. Mengendong erat bayinya dengan menempelkan pada tubuh ibu.
B. Meminta temannya yang berkunjung untuk mengendong bayinya.
C. Membelikan baju bayi dan selimut yang bermerek dan mahal harganya.
D. Meminta perawat untuk membawa bayinya kembali ke ruang perinatologi.
E. Meminta tolong perawat untuk mendiamkan bayinya saat menangis.

21. Seorang Ibu primipara periode early postpartum sedang kontrol di Poliklinik Kebidanan,
suaminya mengatakan kepada perawat bahwa istrinya sering sedih, terlihat cemas ketika ASInya
belum keluar dan bayinya menangis. Menurut suami emosional istrinya menjadi tidak stabil
setelah melahirkan ini. Apa yang perawat edukasikan pada suami klien terkait perubahan
psikologis istrinya ?.
A. Menganjurkan suami jangan mengungkit-ungkit pengalaman persalinan klien.
B. Meminta suami untuk membawa istrinya konsul ke bagian psikiater.
C. Menginformasikan pada suami klien bahwa kondisi istrinya tidak normal dan harus mendapat
obat antidepresan.
D. Menganjurkan suami dan anggota keluarga untuk membantu perawatan ibu dan bayi.
E. Menganjurkan suami untuk mengabaikannya, karena perubahan emosional merupakan hal
yang normal pada periode postpartum.

22. Seorang Ibu melahirkan bayi laki-laki cukup bulan secara spontan. Pada saat dilakukan
pengkajian didapatkan warna kulit bayi tersebut kemerahan, nadi 120x/menit, menangis kuat,
gerakan aktif dan respirasi tidak teratur. Berapakah nilai APGAR bayi tersebut ?.
A. 6
B. 7
C. 8
D. 9
E. 10
23. Seorang bayi perempuan cukup bulan dilahirkan spontan per-vaginam dengan APGAR menit
pertama 9, dan menit kelima 10. Setelah IMD perawat menempatkan bayi dibawah radiant
warmer , dan dijauhkan dari AC ruangan. Tindakan perawat tersebut dilakukan untuk mencegah
bayi kehilangan panas melalui mekanisme apa ?
A. Evaporasi.
B. Konveksi.
C. Konduksi.
D. Radiasi.
E. Sentuhan.

24. Seorang perempuan berumur 21 tahun, P1A0, postpartum hari ke 7, datang ke Poli KIA untuk
kontrol paska bersalin. Dari pemeriksaan didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg, nadi 76
x/menit, pernapasan 20 x/menit, suhu 37OC, payudara kiri tampak lebih besar dan tampak
bengkak, uterus tidak teraba, lokia kecoklatan, terdapat luka episiotomi + 2 cm, tanda REEDA (-),
tanda homan (-). Apakah yang perlu perawat kaji lebih lanjut?
a. Proses menyusui
b. Perawatan payudara
c. Latihan fisik ibu nifas
d. Interaksi ibu dan bayi
e. Praktik kebersihan genital

25. Seorang perawat melakukan pemantauan pada ibu bersalin kala I sejak jam 09.00 WIB. Pada jam
12.25 WIB pasien berteriak-teriak tidak bisa menahan mengedan. Perawat melakukan pengkajian
adanya tanda gejala kala II. Apakah data yang mungkin didapatkan?
a. Ekstremitas bergetar, anus menonjol
b. Vulva membuka, perineum menonjol
c. Ibu berkeringat, kontraksi sangat kuat
d. Semburan cairan ketuban bercampur darah
e. Ketuban pecah, tampak kepala bayi 5-6 cm

26. Seorang perawat melakukan pemantauan pada ibu bersalin kala I sejak jam 09.00 WIB. Pada jam
12.25 WIB pasien berteriak-teriak tidak bisa menahan mengedan. Perawat melakukan pengkajian
adanya tanda gejala kala II. Apakah tindakan perawat selanjutnya?
a. Menyiapkan persalinan
b. Melakukan pemeriksaan dalam
c. Mendorong ibu untuk tarik napas dalam
d. Mengajarkan tehnik mengedan yang baik
e. Memanggil keluarga untuk mendampingi ibu

27. Seorang perawat melakukan kunjungan rumah pada ibu post partum hari ke 7. Pengkajian pada
bayi diperoleh kulit bayi agak kuning di bagian wajah. Dari wawancara didapatkan ibu
memberikan susu formula sejak usia bayi 2 hari. Ibu mengatakan bahwa asi kurang dan bayi
sering menangis karena lapar. Apakah tindakan keperawatan prioritas?
a. Menghentikan pemberian susu formula
b. Menjelaskan proses pengeluaran/produksi asi
c. Mengajarkan ibu tehnik menyusui yang benar
d. Menjelaskan dampak pemberian susu formula
e. Menganjurkan ibu membawa bayi untuk cek darah

28. Perempuan berusia 20 tahun, hamil 30 minggu, datang bersama suami ke poli kebidanan untuk
pemeriksaan rutin. Klien mengatakan bahwa suami tidak pernah meminta berhubungan seksual
sejak perut klien mulai membesar. Apakah pertanyaan yang dapat diklarifikasi perawat pada
klien?
a. “Apakah Bapak tidak tertarik lagi pada istri?”
b. “Apakah kehamilan membuat istri tidak menarik?”
c. “Apakah Bapak terganggu dengan kehamilan istri? “
d. “Mengapa Bapak tidak mau berhubungan dengan istri?”
e. “Apakah yang Bapak khawatirkan bila berhubungan dengan istri?

29. Perempuan berusia 22 tahun, hamil 34 minggu, datang bersama suami ke poli kebidanan untuk
pemeriksaan rutin. Klien mengatakan bahwa sejak kehamilannya membesar mereka belum
pernah melakukan hubungan seksual, menurutnya suami tidak lagi tertarik padanya. Suami klien
mengatakan khawatir istrinya tidak nyaman dengan tekanan pada perut. Apakah tindakan
keperawatan yang paling sesuai?
a. Menjelaskan bahwa hubungan seksual penting bagi ibu merasa diakui
b. Menjelaskan posisi hubugan seksual pada sesuai dengan kondisi kehamilan
c. Mengakui bahwa wajar bila ada kekhawatiran pada kehamilan yang mulai besar
d. Menjelaskan bahwa hubungan seksual boleh dilakukan selama tidak ada masalah
e. Menjelaskan bahwa hubungan seksual tidak akan mengganggu kenyamanan ibu hamil

30. Perempuan 27 tahun, hari pertama post partum, kondisi sangat lemah bertanya tentang kondisi
bayinya pada perawat. Perawat mengetahui bahwa bayi pasien dalam lahir dengan kondisi tidak
normal. Keluarga pasien meminta agar pasien tidak diberi tahu. Bagaimana perawat menyikapi
hal tersebut?
a. Mendorong pasien untuk dapat segera pulih
b. Meminta pasien untuk bertanya pada dokternya
c. Mendorong pasien untuk dapat mengungkapkan apa yang dirasakan
d. Menjelaskan pada pasien bahwa bayi sedang dalam perawatan khusus
e. Mengatakan bahwa perawat tidak berwenang menjawab pertanyaan pasien

31. Seorang perawat dipindahtugaskan dari ruang poli kebidanan ke unit kemoterapi di ruang
perawatan ginekologi. Ia belum pernah menangani pasien kemoterapi sejak lulus kuliah dan
pernah tahu tentang kemoterapi hanya saat kuliah saja. Apakah yang dapat perawat lakukan?
a. Bertanya pada perawat senior di unit kemoterapi
b. Mengikuti pelatihan pengelolaan pasien kemoterapi
c. Membaca langkah-langkah prosedur pemberian kemoterapi
d. Membantu pemberian kemoterapi yang dilakukan perawat lain
e. Mengamati setiap pemberian kemoterapi yang dilakukan perawat lain

32. Perempuan berusia 24 tahun datang ke poli kebidanan dengan keluhan tidak dapat menahan flatus
dan kadang bab keluar dari vagina. Pasien memiliki bayi usia 7 bulan yang dilahirkan secara
spontan. Apakah pertanyaan perawat selanjutnya?
a. Berapakah berat bayi saat lahir?
b. Siapa yang membantu persalinan?
c. Sejak kapan keluhan dirasakan oleh pasien?
d. Apakah kondisi ini terjadi setelah pasien melahirkan?
e. Apakah yang telah dilakukan pasien untuk mengatasi masalahnya?

33. Seorang perawat melakukan pertolongan persalinan kala III. Perawat melakukan penegangan tali
pusat terkendali, tampak tali pusat memanjang, sampai tampak plasenta di vulva. Apakah
tindakan selanjutnya?
a. Tarik sampai plasenta lahir
b. Siapkan tempat menyimpan plasenta
c. Keluarkan plasenta ke arah atas dan bawah
d. Tahan dan lahirkan plasenta dengan gerakan memutar
e. Tangan kanan menekan di atas simfisis dan tangan kiri menarik plasenta

34. Plasenta pada permukaan maternal mempunyai ciri ….


a. Biru
b. Ada kotiledon
c. Vili korionik
d. Kelabu
e. Membran amniotic

35. Adaptasi sibling terhadap kehamilan adalah, kecuali ….


a. Tidak tergantung perkembangan anak
b. 0 – 2 tahun belum sadar dengan kehamilan ibunya
c. 2 – 4 tahun berespon terhadap perubahan tubuh dan tingkah laku ibu
d. Membuat perlindungan dan perhatian lebih besar
e. Kemunduran perilaku

36. Masalah yang lazim terjadi pada ibu hamil trimester I adalah, kecuali ….
a. Beser
b. Kelelahan
c. Morning sickness
d. Ptyalism
e. Supine hypotensi

37. Tindakan perawatan yang tidak boleh dilakukan saat terjadi perubahan sensasi pada payudara ibu
hamil adalah ….
a. gunakan BH yg menopang
b. cuci dengan air hangat
c. massage payudara
d. perawatan putting susu
e. mencuci dengan sabun

38. Gingivitis dan epulis disebabkan oleh karena ….


a. Meningkatnya vaskularisasi jaringan konektif akibat stimulasi estrogen
b. Nausea
c. Perubahan seluruh hormone
d. Basal metabolism yang meningkat
e. Adaptasi psikologis

39. Masalah yang lazim terjadi pada ibu hamil trimester II adalah ….
a. Beser
b. Kelelahan
c. Morning sickness
d. Ptyalism
e. Supine hypotensi

40. Masalah yang biasa terjadi pada kehamilan trimester I dan III adalah ….
a. Beser
b. Kelelahan
c. Morning sickness
d. Ptyalism
e. Supine hypotensi

41. Tujuan khusus pemberian nutrisi pada ibu hamil adalah, kecuali ….
a. Mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan
b. Untuk pertumbuhan janin
c. Agar luka persalinan cepat sembuh
d. Cadangan masa laktasi
e. Kebahagiaan keluarga

42. Penyebab utama terjadinya morning sickness adalah ….


a. hormon estrogen dan progresteron
b. otot2 polos berelaksasi
c. tonus otot menurun
d. penyerapan lambat
e. peningkatan HCG

43. Kadar Hb fisiologis pada ibu hamil adalah ….


a. 9 – 10 gr%
b. 10 – 11 gr%
c. 11 – 12 gr%
d. 12 – 13 gr%
e. 13 – 14 gr%

44. Hitunglah kapan taksiran partus bila HPHT ibu 16 Oktober 2014 ....
a. 23 – 07 – 15
b. 10 – 07 – 15
c. 17 – 07 – 15
d. 13 – 07 – 15
e. Tidak ada yang benar

45. Kekurangan folic acid menyebabkan….


a. Abrutio palcenta
b. Abortus spontan
c. Fetus malformasi
d. Cacat otak
e. KET

46. Pada pemeriksaan fisik ibu hamil didapatkan hasil pada mulut ibu terdapat sariawan, maka ibu
tersebut kekurangan ….
a. Protein
b. Ferum
c. Yodium
d. Vit A
e. Vit C

47. Pernyataan di bawah ini benar berkaitan dengan program imunisasi pada ibu hamil, kecuali ….
a. Sangat penting untuk mencegah tetanus neonatorum
b. Diberikan sebanyak 0.5cc
c. diberikan 2 kali supaya titer tetap tinggi
d. TT 1-2 diberikan dalam jarak 1 bln
e. Bila TT diberikan pada calon pengantin, saat hamil diberikan tetap 2 kali

48. Kunjungan ke IV pada usia kehamilan 36 mgg – lahir dilakukan untuk ….


a. Sama dengan kunjungan II dan III
b. Mencek tingkat kecemasan keluarga
c. Mengenali kelainan letak dan presentasi
d. Memantapkan rencana persalinan
e. Mengenal tanda-tanda persalinan

49. Tujuan pemeriksaan Leopold adalah sebagai berikut, kecuali….


a. untuk menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin yang berada dalam fundus uteri.
b. untuk menentukan bagian janin yang berada pada kedua sisi uterus.
c. untuk menentukan bagian janin yang berada pada kedua sisi uterus.
d. Untuk menentukan taksiran persalinan
e. Untuk menentukan presentasi

50 . Tanda dan gejala pre eklampsi…..kecuali……


a. Hypertensi
b. Oedem
c. Proteinuri
d. Mual muntah
e. Semua benar

51. Periode early post partum terjadi pada saat ....


a. Kala IV
b. 1 jam pertama post partum
c. Minggu pertama post partum
d. Minggu ke dua post partum
e. Minggu ke enam post partum

52. Resiko terjadinya syok hipovolemia & haemorrhage pada periode ....
a. Immediate Post Partum
b. Early Post partum
c. Late Post Partum
d. Immediate dan Early Post partum
e. Immediate dan Late Post Partum

53. Pemulihan defekasi scr normal terjadi lambat dalam waktu 1 minggu, hal ini diakibatkan oleh, kecuali
a. Peningkatan motilitas usus
b. Kehilangan cairan
c. Rasa tidak nyaman pada perineum
d. Penurunan kekenyalan abdomen
e. Pemberian huknah pada kala I

54. After pains pada ibu post partum muncul pada kondisi dibawah ini, kecuali ....
a. Kontraksi uterus yang intermitten
b. Kontraksi myometrium
c. Menyusui
d. Kadar oksitosin meningkat
e. Peningkatan tekanan darah
55. Warnanya merah seperti darah haid, terjadi pada 1-3 hari post partum; terdiri dari sel-sel darah,
fragmen-fragmen desidua, sisa vernix caseosa, sisa leukosit, mukus, baunya amis dan memenuhi
pembalut disebut lochea ....
a. Rubra
b. Serosa
c. Alba
d. Purulenta
e. Sanguelenta

56. Warnanya merah kecoklatan, terdiri dari sel darah, sisa leukosit, sisa jaringan; lamanya 3-10 hari,
tidak berbau amis dan tidak berlebihan disebut lochea ....
a. Rubra
b. Serosa
c. Alba
d. Purulenta
e. Sanguelenta

57. Warnanya kuning keputihan, lamanya 10-14 hari atau lebih, kebanyakan hanya berupa mukus / lendir
dan tidak berbau / sedikit berbau amis disebut lochea ....
a. Rubra
b. Serosa
c. Alba
d. Purulenta
e. Sanguelenta

58. Berbau busuk, pengeluaran lebih dari 2-3 minggu disebut lochea ....
a. Rubra
b. Serosa
c. Alba
d. Purulenta
e. Sanguelenta

59. Hiperpigmentasi yang terdapat pada kulit muka adalah ....


a. Cloasma Gravidarum
b. Leukore
c. Epulis
d. Hiperemesis Gravidarum
e. Linea nigra

60. Reflek yang terjadi pada proses menyusui adalah ….


a. Reflek let down
b. Reflek graps
c. Reflek rooting
d. Reflek succing
e. Reflek moro

61. Denyut jantung janin normal adalah ….


a. 120 - 160 x/menit reguler
b. 100 – 120 x/menit regular
c. 120 - 160 x/menit irreguler
d. 100 – 120 x/menit irregular
e. 80 – 100 x/menit regular
62. Untuk mengkaji adanya tromboplebitis perlu dilakukan test dengan teknik ....
a. Homan’s sign
b. Hopman
c. Tanda heggar
d. Tanda chadwik
e. Ballotement

63. Ny. E, 25 tahun, P1A0, post partum hari ke 1, menanyakan bahwa dari anus bayinya keluar feses atau
tinja yang berwarna hijau gelap. Ny. E merasa khawatir akan keadaan bayinya. Perawat dapat
menjelaskan bahwa feses yang keluar itu adalah ….
a. vernik caseosa
b. mekonium
c. lanugo
d. mongolia spot
e. lapisan sebasea

64. Perhatian klien terutama terhadap kebutuhan dirinya, mungkin pasif dan tergantung berlangsung
selama 1-2 hari adalah fase ....
a. Letting go
b. Taking hold
c. Taking in
d. Let down
e. Mandiri

65. Klien berusaha mandiri dan berinisiatif, perhatian lebih kepada kemampuan mengatasi fungsi
tubuhnya adalah fase ....
a. Letting go
b. Taking hold
c. Taking in
d. Let down
e. Mandiri

66. Ciri plasenta yang aterm adalah, kecuali ….


a. berat ± 500 gr
b. tebal 2 – 3 cm
c. diameter 15 – 20 cm
d. kotiledon 16 – 20 buah
e. warna biru pucat

67. Kembar identik biasanya, kecuali ….


a. Kromosom sama
b. Satu plasenta dan satu korion
c. Kantung amnion sama
d. Akibat obat yang meningkatkan ovulasi
e. Tidak berhubungan dengan usia maternal, keturunan dan jumlah anak sebelumnya

68. Fungsi cairan amnion adalah, kecuali ….


a. Mempertahankan suhu merata
b. Memungkinkan gerakan janin bebas
c. Melindungi janin cedera
d. Membilas seluran genitalia bawah ketika terjadi ruptur membran amnion
e. Melindungi dari janin kelaparan
69. Reaksi psikologis ibu pada trimester III biasanya, kecuali ….
a. Cemas dan tegang meningkat
b. Merasa tidak feminim
c. Takut
d. Lebih nyaman
e. Cemas

70. Kunjungan IV pada usia kehamilan 36 mgg – lahir dilakukan untuk ….


a. Sama dengan kunjungan II dan III
b. Mencek tingkat kecemasan keluarga
c. Mengenali kelainan letak dan presentasi
d. Memantapkan rencana persalinan
e. Mengenal tanda-tanda persalinan

71. Pernyataan yang salah tentang masa subur ....


a. masa pembentukan sel telur
b. puncak kesuburan
c. umumnya terjadi pada hari ke 14 sebelum menstruasi
d. masa tidak tentu
e. berhubungan dengan hormonal

72. Trias komplikasi yang akan terjadi pada kesehatan reproduksi adalah ....
a. perdarahan
b. trauma organ genitalia
c. infeksi
d. kehamilan
e. a, b dan c benar

73. Tujuan senam hamil adalah, kecuali ….


a. Ibu dapat memerkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligamen-ligamen,
otot dasar panggul
b. Ibu dapat melahirkan tanpa penyulit, ibu dan bayi sehat selama persalinan
c. Ibu dapat menguasai sikap baik tubuh selama persalinan
d. Ibu dapat melatih relaksasi sempurna saat kontraksi
e. Ibu dapat menguasai teknik pernafasan

74. Seorang ibu datang dengan keluhan perut membesar dan sudah tidak haid. Ibu mengatakan haid
terakhir tanggal 7 Maret 2015, maka taksiran partus ibu tersebut adalah : Taksiran partus Ibu tersebut
adalah:
a. 7 Desember 2015
b. 14 Desember 2015
c. 7 Januari 2015
d. 14 Januari 2016
e. 10 Januari 2015

75. Seorang Ibu hamil datang ke klinik kebidanan, dari anamnese didapatkan data HPHT pada tanggal 7
Maret 2015, Ibu tersebut bertanya pada tanggal 20 September 2015 usia kehamilan saya berapa?
Berapa usia kehamilan Ibu pada tanggal 20 September 2015
a. 28 minggu + 3 hari
b. 25 minggu + 5 hari
c. 26 minggu + 4 hari
d. 28 minggu + 1 hari
e. 26 minggu + 6 hari

76. Seorang ibu datang ke klinik dengan keluhan perdarahan pervaginam namun tidak disertai rasa nyeri,
setelah dilakukan pemeriksaan, ibu tersebut didiagnosa placenta previa. Diagnosa keperawatan untuk
pasien dengan placenta previa adalah :
a. Resti gangguan perfusi jaringan pada janin b.d inadekuat suplai O2 dari maternal
b. Resti gawat janin b.d lepasnya placenta dari dinding uterus
c. Keterbatasan aktivitas fisik ibu b.d perdarahan pervaginam
d. Keterbatasan pergerakan janin b.d posisi placenta yang menutup jalan lahir
e. Defisit cairan berhubungan dengan perdarahan

77. Seorang Ibu hamil datang ke klinik dengan keluhan nyeri pada perut, perut terasa tegang, janin dalam
kandung bergerak terus-terusan, setelah diperika ternyata Ibu tersebut mengalami solusio plasenta.
Diagnosa keperawatan pada solusio placenta yaitu :
a. Nyeri abdomen b.d lepasnya placenta dari endometrium
b. Perdarahan masif b.d lepasnya placenta bagian central
c. Resti terjadinya gawat janin b.d terlepasnya placenta dari maternal
d. Kesiapan meningkatkan kesejahteraan janin
e. Kecemasan berhubungan dengan persiapan operasi

78. Ibu hamil sedang diperiksa ternyata tinggi fundus uteri berada pada ketingian antara procesus
xipoideus dan umbilikan, Ibu tersebut bertanya berapa usia kehamilannya. Dengan memperhatikan
tinggi fundus uteri tersebut, maka usia kehamilan ibu tersebut
a. 12 minggu
b. 24 minggu
c. 30 minggu
d. 36 minggu
e. 40 minggu

79. Anda sedang bertugas di klinik ANC, setelah anda melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital anda
memeriksa perut ibu dengan perasat leopold.: Leopold IV dilakukan untuk melihat:
a. Bagian kepala
b. Bagian bokong
c. Bagian terendah janin
d. Seberapa bagian janin yang masuk PAP
e. Konvergen dan divergen

80. Seorang ibu mengeluh perutnya membesar sudah 3 bulan, tidak keluar haid selama 3 bulan, setiap
pagi mual dan muntah- muntah, ibu itu belum pernah hamil sebelumnya, Ibu tersebut datang ke
klinik kesehatan ibu anak untuk berobat dan bertanya ada apa dengan dirinya Mual-mual di pagi hari
Yang disebut dengan tanda kehamilan pasti adalah :
a. Mual dan muntah- muntah
b. Perut membesar
c. Cenderung cepat lelah
d. Ada detak jantung janin
e. Semua benar

81. Seorang ibu hamil datang ke kamar bersalin dengan keluhan mules hilang timbul, rasa tidak nyaman
pada pinggang, ada keluar lender dan darah. Setelah diperiksa ternyata ibu tersebut sudah inpartu.
Kala satu pada inpartu terbagi atas :
a. Fase pengeluaran placenta
b. Fase pengeluaran janin
c. Fase laten
d. Fase aktif
e. Fase latin dan fase aktif

82. Pada proses persalinan terbagi kedalam kala-kala. Kala 3 merupakan kala :
a. Pembukaan 0-4 jam
b. Pengeluaran janin
c. Pengeluaran placenta
d. Kala observasi tiap 15 menit
e. Dapat dilakukan tindakan episiotomi

83. Anda sedang merawat pasien dengan solusio plasenta. Pada solusio placenta yang harus dilakukan
monitoring secara ketat adalah
a. Jumlah perdarahan pervaginam
b. Detak jantung janin
c. Tanda-tanda vital ibu
d. Keluhan nyeri pada perut
e. Bukan salah satu diatas

84. Seorang Ibu hamil dirawat dengan diagnosa medis plasenta previa totalis, Berikut merupakan
prioritas asuhan keperawatan pada ibu dengan pacenta praevia totalis,
a. Ibu disarankan untuk tirah baring dan semua keperluannya dibantu
b. Monitoring kesejahteraan janin melalui observasi DJJ secara periodic
c. Monitoring tanda-tanda vital
d. Monitoring kadar haemoglobin ibu
e. Bila janin sudah cukup bulan, siapkan ibu untuk tindakan operasi sectio casaria

85. Seorang wanita (20) datang ke poliklinik kebidanan dengan G1P0A0. Umur kehamilan 22 minggu,
TD 150/90 mmHg, hasil pemeriksaan laboraturium menunjukan protein urin (+2). Pasien mengatakan
setelah kehamilan > 20 minggu BB pasien naik 1,3 Kg/minggu dan bagian ekstermitas terlihat
bengkak. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh perawat?
A. Pemberian obat anti hipertrensi
B. Mengontrol tekanan darah pasien
C. Penyulihan diet rendah garam
D. Penyuluhan diet tinggi protein
E. Penyuluhan ibu untuk tidur/istirahat dengan posisi terlentang

86. Seorang wanita (25) melahirkan anak secara normal dengan BB 3000 gram dan panjang badan 43
cm. Setelah dilakukan IMD, air susu ibu belum keluar. Bayi terlihat menangis kuat. Dua jam
kemudian perempuan ini kembali memberi susu kepada bayi namun asi belum juga keluar,
perempuan ini mulai panik karena merasa tidak mampu memberikan kehidupan bagi bayinya yang
menurut pemahamanya saat ini bayi menangis kuat karena kelaparan. Ayah bayi memberikan saran
kepada ibu untuk memberikan susu formula. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh perawat?
A. Memberikan pengarahan kepada ibu bayi untuk memberikan susu formula sementara kepada bayi
sampai ASI keluar.
B. Memotivasi ibu untuk segera mencari donor ASI bagi bayi
C. Memberikan pengarahan kepada ibu untuk tetap tenang dan rileks
D. Memotivasi ibu untuk istirahat cukup
E. Memotivasi ibu untuk tidak memakan makanan yang pedas

87. Seorang perempuan (20) melahirkan anak pertamanya secara normal. Dua jam kemudian, dokter
menyatakan bahwa bayi meninggal dunia. Ibu terlihat menangis dan kecewa, saat itu perawat
membiarkan orang tua untuk memeluk dan melihat bayi mereka yang telah mati. Beberama menit
kemudia perawat memberikan informasi yang nyata untuk membantu ibu orang tua bayi menerima
kenyataan tentang kehilangan. Pada proses berduka yang dilakukan oleh perawat adalah pada
proses?
A. Penerimaan
B. Bargaining
C. Diorientasi dan depresi
D. Syok dan menyangkal
E. Marah

88. Seorang perempuan (35) tahun, telah satu minggu melahirkan anak kelima. Perempuan datang ke
poliklinik kebidanan bersama suaminya untuk berkonsultasi. Perempuan ini bercerita bahwa dirinya
berniat untuk mengikuti program KB tapi merasa sangat ketakutan karena suaminya melarang keras
untuk melakukan KB. Apakah tindakan keperawatan yang harus dilakukan oleh perawat?
A. Memberikan motivasi kepada pasien untuk meneguhkan sikapnya mengambil keputusan untuk
mengikuti program KB.
B. Memberikan edukasi kepada pasien mengenai macam-macam KB
C. Memberikan penyuluhan kepada suami pasien mengenai manfaat program KB
D. Membantu suami pasien untuk memilihkan KB yang cocok bagi pasien.
E. Membantu pasien untuk mengendalikan rasa takutnya.

89. Seorang perempuan (35) tahun, telah satu minggu melahirkan anak kelima. Perempuan datang ke
poliklinik kebidanan bersama suaminya untuk berkonsultasi. Perempuan ini bercerita bahwa dirinya
berniat untuk mengikuti program KB tapi merasa sangat ketakutan karena suaminya melarang keras
untuk melakukan KB. Apakah tindakan keperawatan yang harus dilakukan oleh perawat?
A. Memberikan motivasi kepada pasien untuk meneguhkan sikapnya mengambil keputusan untuk
mengikuti program KB.
B. Memberikan edukasi kepada pasien mengenai macam-macam KB
C. Memberikan penyuluhan kepada suami pasien mengenai manfaat program KB
D. Membantu suami pasien untuk memilihkan KB yang cocok bagi pasien.
E. Membantu pasien untuk mengendalikan rasa takutnya.

90. Seorang ibu 36 tahun 20 menit lalu melahirkan seorng bayi laki-laki dngn bb 3100 gram pb 48 cm.
Plasenta lahir spontan 10 menit setelah bayi lahir. Klien mngalami perdarahan pervaginam dan
atonia uteri. Perawaat segera melakuakan tindakan untuk menghentian perdarahan. Apakah tindakan
keperawatan yang harus dilakukan oleh perawat?
A. Memberikan oksitosin
B. Menglaji laserasi jalan lahir l
C. Memasang tampon vagina
D. Melakuan Kompresi Bimanual Eksterna dan Kompresi Bimanual Interna
E. Melakukan infus

91. Seorang ibu 24 tahun G2 P1 A0, usia kehamilan 6 minggu mengeluh cemas karena setiap kali makan
minum selalu muntah. Muntah sehari bisa sampai 10x. Pasien tampak lemah, nafsu makan tidak ada,
berat badan turun, terdapat rasa nyeri epigastrium, turgor kulit kurang, lidah kering dan mata cekung.
Hasil pemeriksaan fisik Nadi 110x/menit, TD : 100/80, RR 20 x/menit, Suhu: 37,8 C.
Apa diagnosa prioritas yang sesuai untuk kasus diatas?
a. Cemas
b. Nyeri akut
c. Hipertermi
d. Kekurangan volume cairan.
e. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
92. Seorang perempuan dibawa ke rumah sakit karena mengalami perdarahan. Pada saat pengkajian,
perdarahan sudah tidak muncul, konjungtiva anemis, lemah, nafsu makan turun, bibir pucat, kuku
pucat, dan diberi Oksigenasi dengan binasal kanul 4 Lt/menit. Nilai Hb 6,2 dL/g. Hasil pemeriksaan
fisik TD : 80/60 mmHg, Nadi 75x/ menit, RR 26 x/menit, Suhu: 36,7 C
Apa diagnosa prioritas yang sesuai untuk kasus diatas?
a. Cemas
b. Risiko perdarahan ulang
c. Kekurangan volume cairan
d. Ketidakefektifan pola nafas
e. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer

93. Seorang perempuan berusia 24 tahun, G1P0A0, hamil 36 minggu datang dg keluhan mules - mules
sejak 4 jam yg lalu. Berdasarkan anamnesa didapatkan kontraksi yg tidak teratur & jarang. Klien
khawatir bila ia tiba - tiba melahirkan dirumah.
Apa pernyataan yg paling sesuai perawat sampaikan?
a. “Ibu tenang saja,ini belum waktunya melahirkan”
b. “Saya akan menjelaskan tanda- tanda persalinan”
c. “Kontraksi yg ibu rasakn bukan tanda melahirkan”
d. “Selama kontraksi tidak teratur, itu berarti his palsu”
e. “Apa yang ibu rasakan disebut kontraksi bracton hicks”

94. Seorang perempuan berusia 24 tahun G1P0A0, usia kehamilan 20 minggu datang ke poli kebidanan
dengan keluhan sering merasa pusing, cepat letih, mual dan muntah dan tidak nafsu makan. Hal ini
sudah dirasakan 2 hari yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan data TD 90/60 mmHg, RR
23x/menit, konjungtiva pucat. BB menalami penurunan 2 kg. Pemeriksaan laboratorium
menunjukkan Hb 9gr%.
Apa intervensi yang harus dibuat perawat untuk mengatasi masalah diatas?
a. Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi
b. Anjurkan pasien untuk bedrest total
c. Anjurkan pasien makan sedikit tapi sering
d. Kaji intake dan output pasien
e. Anjurkan pasien untuk latihan aktivitas bertahap

95. Seorang perempuan berusia 20 tahun dg G1P0A0 usia kehamilan 29 minggu ke puskesmas untuk
memeriksakan kehamilannya dengan keluhan pusing & mata berkunang”. Hasil pengkajian
didapatkan data bahwa pasien tampak pucat, konjungtiva anemis, TD 90/60 mmHg, Nadi : 98x/menit
,RR: 26x/menit, & pemeriksaan kadar Hb 9,6 gr%. Apa data subjektif yang mendukung pasien
mengalami anemia ?
a. Pasien mengeluh pusing
b. Pasien tampak pucat
c. Conjungtiva anemis
d. TD 90/60 mmHg
e. Kadar HB 9,6 gr

96. Seorang perawat dipoli kandungan sedang melakukan pemeriksaan leopold pada ibu hamil usia
kehamilan 32 minggu. Perawat sedang melakukan inspeksi abdomen
Apa tindakan perawat selanjutnya ?
a. Memeriksa genetalia
b. Menentukan bagian atas janin
c. Menentukan puka atau puki
d. Mengukur tinggi fundus uteri
e. Menentukan apakah kepala janin sudah masuk PAP atau belum

97. Seorang perawat dipoli kandungan sedang melakukan pemeriksaan leopold pada ibu hamil usia
kehamilan 24 minggu. Perawat sedang melakukan pengukuran tinggi fundus uteri.
Berapa tinggi fundus uteri normal untuk pasien diatas ?
a. 20 cm
b. 22 cm
c. 24 cm
d. 26 cm
e. 28 cm

98. Seorang perawat dipoli kandungan sedang melakukan pemeriksaan leopold pada ibu hamil usia
kehamilan 28 minggu. Perawat sudah menentukan bagian janin yang terletak di kedua sisi uterus.
Apa tindakan perawat selanjutnya ?
a. Memeriksa genetalia
b. Menentukan bagian atas janin
c. Menentukan bagian baawah janin
d. Mengukur tinggi fundus uteri
e. Menentukan apakah kepala janin sudah masuk PAP atau belum

99. Seorang perempuan 25 tahun G1P0A0 usia kehamilan 20 minggu datang ke poli kandungan untuk
memeriksakan kehamilannya. Hasil pemeriksaan leopold pada: leopold 1 TFU 34 cm, leopold 2
puka, leopold 3 kepala janin sudah masuk PAP, leopold 4 bagian terbawah janin kepala.
Berapakah taksiran berat janin?
a. 2950 gram
b. 3410 gram
c. 3450 gram
d. 3565 gram
e. 3655 gram

100. Seorang perempuan usia 28 tahun G2P1A0 datang ke poli obsgyn untuk memeriksa
kandungannya. Pasien mengatakan HPHT nya 15 Februari 2015
Kapan taksiran kelahiran bayi tersebut?
a. 22 November 2015
b. 8 November 2015
c. 22 Desember 2015
d. 8 Desember 2015
e. 12 Desember 2015

101. Seorang perempuan berusia 26 tahun dengan kehamilan 35 minggu dibawa ke IGD karena
merasa mulas dan nyeri di bagian bawah perut sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan
menunjukkan IUFD dan terdapat kanker di Rahim pasien tersebut sehingga tidak memungkinkan
untuk mendapatkan anak kembali. Perawat ditanya oleh pasien bagaimana perkembangan
kesehatannya. Perawat tersebut mengatakan bahwa pasien sebaiknya istirahat dan hasil
perkembangan kondisi akan disampaikan setelah ibu merasa lebih baik. Apakah aspek etik legal
yang diterapkan oleh perawat tersebut?
a. Maleficience
b. Beneficience
c. Autonomy
d. Veracity
e. Justice

102. Seorang perempuan berusia 28 tahun diantar suami pergi ke poliklinik karena mengeluh nyeri di
bagian perut dan sering mengeluarkan keputihan disertai darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan
pasien mengalami infeksi dan pasien tidak ingin agar suaminya tahu karena khawatir akan
menimbulkan kesalahfahaman. Suami memaksa perawat untuk menyampaikan hasil
pemeriksaan isterinya karena suami merasa memiliki hak untuk tahu. Apakah aspek etik legal
yang harus dihormati oleh perawat kepada suami pasien?
a. Maleficience
b. Beneficience
c. Autonomy
d. Veracity
e. Justice

103. Seorang ibu berusia 32 tahun, 8 jam post partum spontan dengan diagnosa Pre Eklampsia Berat
dirawat di ruang Nifas. Hasil pengkajian: tekanan darah 180/110 mmHg, frekuensi nadi
90x/menit, frekuensi nafas 26x/menit, dan ibu mengeluh nyeri kepala. Pasien merintih dan
menangis. Perawat mencoba menenangkan pasien agar tidak mengganggu ketenangan pasien
lainnya.Apakah aspek etik legal yang ditegakkan oleh perawat tersebut?
a. Maleficience
b. Beneficience
c. Autonomy
d. Veracity
e. Justice

104. Seorang perempuan berusia 29 tahun dengan status obstetri P1A0 post partum spontan hari
kedua. Klien mengeluh payudara terasa nyeri dan kencang. ASI hanya menetes saat payudara
dipijat. Saat dikaji, tidak tampak kemerahan di payudara, tidak teraba panas, dan reflex shucking
bayi baik. Apakah tindakan yang dapat mengatasi masalah klien tersebut?
a. memberikan kompres hangat
b. mengajarkan cara breastcare
c. menganjurkan ibu untuk segera menyusui bayinya
d. memberikan penkes tentang cara menyusui yang benar
e. menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi yang dapat memperlancar ASI

105. Seorang pasien berusia 30 tahun dirawat di ruang nifas dengan post partum spontan 6 jam yang
lalu, TFU 3 jari dibawah pusat dan teraba vesical urinari penuh, lochea berwarna merah, suhu
37,5C, tekanan darah 110/80mmHg. Apakah tindakan prioritas perawat dalam fase rehabilitasi
tersebut?
a. Memberi banyak minum
b. Memberi kompres hangat
c. Mengajarkan teori relaksasi
d. Mendampingi ke kamar mandi untuk BAK
e. Menganjurkan agar tidak bangun dari tempat tidur

106. Seorang ibu postpartum melahirkan bayi laki-laki lahir secara spontan di ruang bersalin, riwayat
kehamilan 37 minggu dengan ketuban hijau mekonial. Nafas bayi tersengal-sengal, tidak
menangis, tonus otot lemah, warna kulit tubuh bayi sianosis, frekuensi jantung 80x/menit.
Apakah kriteria prioritas yang harus dievaluasi dari kondisi neonates tersebut?
A. suhu tubuh
B. warna kulit
C. frekuensi nadi
D. reflex dan tonus
E. kemampuan bernafas

107. Seorang ibu post partum 2 hari melahirkan bayi laki-laki dengan berat lahir 2700 gram, panjang
badan 50 cm. Ibu membawa bayi ke poli dengan keluhan kulit terlihat kuning di daerah dada dan
tangan. Hasil pengkajian bayi aktif bergerak, minum ASI baik, reflex hisap kuat, buang air besar
2 kali sehari dan buang air kecil sebanyak 6x/24 jam sebanyak 30 cc setiap BAK. Berdasarkan
hasil laboratorium bilirubin total 8 gr%/dL. Apakah edukasi yang harus diberikan kepada ibu
tersebut?
a. Berikan P-ASI pada bayi
b. Berikan lotion kulit pada bayi
c. Anjurkan pada ibu untuk memberikan minum air putih
d. Anjurkan pada ibu untuk menjemur bayi pada siang hari
e. Anjurkan pada ibu untuk memberikan ASI tiap 3 jam sekali

108. Seorang ibu P2A0, usia 28 tahun melahirkan bayi laki-laki di RS, bayi lahir spontan, menangis
kuat, warna kulit merah, dan gerakan aktif. Perawat menyelimut idan mengeringkan bayi. Dalam
waktu yang sama perawat menyiapkan prosedur tindakan pada bayi baru lahir. Apakah tindakan
yang harus segera dilakukan oleh perawat ?
a. Massage uterus
b. Suntik Methergin 0,2mg/im
c. Suntik Oxytocin 10 Unit/ im
d. Palpasi uterus, dan suntik oxytocin 10 unit
e. Memotong tali pusat, mengikat dan IMD

109. NY Y berusia 25 th P1A0 10 menit yang lalu melahirkan bayi normal, dari hasil pengkajian
didapatkan data ibu kelihatan letih, banyak keringat, darah keluar ± 200 cc, perineum tanpa luka
episiotomi, TD 110/70 mmHg, Nadi 80 x/mnt, suhu 38 derajat celcius, RR 24 x/mnt, rahim
teraba lembut, kondisi blader kosong. Apakah Tindakan utama yang harus dilakukan pada kasus
diatas?
a. Massage daerah rahim
b. Mengeluarkan plasenta.
c. Bonding attactment
d. Membuat jalan lahir lebih lebar
e. Kateterisasi Turin

110. Ny W 30 thn, P2A0, hari pertama post sectio cesarea. Hasil pemeriksaan perawat tampak
mengeluaran Lochea dengan karakteristik merah, cair, berisi darah decidual, debris troboplastik.
Klien baru pertama kali ganti pembalut pagi tadi pada saat vulva hygine oleh perawat shift
malam. Apa nama Lochea yang sesuai dengan ciri atau karakteristik seperti hasil pemeriksaan
perawat tsb ?
a. Serosa
b. Alba
c. Rubra
d. Sangulenta
e. Nigra

111. Ny T. 26 thn P1A0, 48 jam post partum, bayi lahir spontan pervaginam. Ibu mengeluh nyeri pada
payudara dan luka episiotomi. Hasil pengkajian menunjukkan TD 100/70 mmHg, bradikardi,
Suhu 38,2 C.
Bagaimanakah adaptasi sistem cardiovasculer yang terjadi secara fisiologis pada ibu post partum
a. Hipertermi setelah 24 jam pp efek dehidrasi persalinan
b. Hipertermi melalui 4x pengukuran setelah 24 jam pp
c. Hipotensi orthostatik berkembang dlm 48 jam pp
d. Hipotensi pada ibu nifas dalam 24 jam Post partum
e. Bradikardia dalam 48 jam post partum

112. Seorang perempuan, menikah, 25 thn, P1A0, 48 jam post partus spontan dengan episiotomi
lateral, mengeluh nyeri saat menyusui bayinya. Hasil pengkajian didapatkan frekuensi nadi
90x/menit dengan frekuensi pernafasan 20x/menit payudara teraba hangat, bengkak dan sedikit
kemerahan, pengeluaran ASI sedikit saat dipalpasi dan papila payudara kurang menonjol. Pasien
tampak mengalami kesulitan berinteraksi dengan bayinya. Apakah intervensi keperawatan yang
paling tepat pada kasus ?
a. Memberikan perawatan puting dan payudara sebelum menyusui
b. Menganjurkan ibu untuk minum air putih sebelum menyusui
c. Memotivasi ibu untuk berinteraksi dengan bayinya lebih sering
d. Mengatur posisi menyusui yang nyaman bagi ibu dan bayinya
e. Melakukan pompa manual untuk mengeluarkan air susu ibu (ASI

113. Wanita usia 29 thn, P1A1, post partum hari ke-3 terbaring lemah di ruang rawat nifas. Hasil
pemeriksaan fisik menunjukkan TD 100/60, perut teraba lembek, dan terdapat dilatasi otot
abdomen 3 cm atau selebar 3 jari pemeriksa. Saat dikaji, pasien tampak cemas jika terjadi
perubahan fisik setelah melahirkan. Apa intervensi keperawatan yang seharusnya diberikan pada
wanita tsb dalam kasus?
a. Berikan penguatan otot abdomen dengan gerakan sit up
b. Ajarkan latihan otot perut dan pelvis dengan senam nifas & kegel
c. Berikan penguatan otot abdomen menggunakan stagen/ korset
d. Motivasi pasien untuk mobilisasi dini pasca persalinan
e. Beri dukungan agar pasien mau melakukan aktivitas perawatan diri

114. Seorang perawat mengkaji payudara wanita usia 29 thn, P1A0, setelah 48 jam post sectio cesarea
di ruang rawat nifas. Perawat lalu mengajarkan cara perawatan payudara dengan memfasilitasi
alat dan bahan yang diperlukan. Langkah pertama pada tahap kerja perawat melakukan
pemijatan secara sirkular searah jarum jam menggunakan telapak tangan, setelah dilakukan
sebanyak 20x gerakan, pancaran ASI tampak pada payudara pasien. Apa tindakan selanjutnya
yang paling tepat yang harus dilakukan perawat pada kasus?
a. Melakukan pemijatan kedua dan ketiga dilanjutkan dengan kompres hangat & dingin
b. Menghentikan pemijatan dan melakukan kompres hangat atau dingin.
c. Menampung pancaran ASI dan melakukan kompres hangat & dingin 5x bergantian
d. Melakukan kompres hangat dan dingin sebanyak 5x,diakhiri dengan kompres dingin
e. Menampung pancaran ASI, menyusui bayinya, dilanjutkan dengan kompres hangat

115. Perawat melakukan pertolongan persalinan pada seorang perempuan usia 20 tahun di RS Bayi
lahir spontan segera menangis,warna kulit merah pernapasan teratur gerakan aktif , bayi
dikeringkan diletakan diatas perut ibu, Palpasi tidak ada janin kedua, oksitoksin telah diberikan
Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan perawat?
a. IMD.
b. Resusitasi.
c. Pemeriksaan fisik .
d. Manajemen aktif kala III.
e. Jepit, potong ikat tali pusat
116. Ny. K P2AO post SC hari ke 2 .BBL : 3000 gr, PB 50 cm,APGAR 8 klien mengatakan anaknya
yang pertama juga SC, klien mengatakan asi nya sudah keluar tapi masih sedikit dan
payudaranya bengkak . Kien mengatakan verban lukanya belum di ganti
Apa Masalah keperawatan utama yang dapat muncul pada Ny K ?
A. Ansietas
B. Resiko menyusui tidak efektif
C. Gangguan nutrisi b.d puasa
D. Resiko tinggi infeksi
E. Gangguan integritas kulit

117. Seorang pasien Tn L usia 39 tahun datang ke poli klinik saat dilakukan pemeriksaan Tekanan
darah 130/80 mmHg, Nadi 100 x/menit, Suhu 37 C, Respirasi 24x/menit. Klien mengatakan
harus dilakukan tindakan oriektomi dan limpadenektomi.
Apakah Intervensi keperawatan utama yang di berikan pada klien ?
A. Berikan informasi tentang prognosa
B. Berikan tehnik distraksi
C. Libatkan pasangan
D. Lakukan perawatan luka
E. Berikan nutrisi untuk peningkatan imunitas

118. Seorang ibu mengeluhkan kelaianan pada X bayi laki-lakinya usia 12 bulan. Riwayat kelahiran
prematur membuat ibu cemas karena saat meraba scrotum bayinya hanya terdapat satu testis.
Petugas medis memberikan terapi hormon setelah hasil pemeriksaan fisik. Perawat memberikan
penjelasan terkait manfaat dan hasil terapi, jika tidak berhasil maka prosedur pembedahan akan
dilakukan. Apakah Hasil pemeriksaan fisik An.X mengindikasikan kelaianan ?
a. Varikokel
b. Kriptorkidisme
c. Hipogonadism
d. Cancer Testis
e. Torsio Testis

119. Seorang klien, wanita, usia 24 tahun, G0P1A0, dirawat diruang nifas, hari ke 3 post partum
spontan, klien mengeluh belum BAB sejak 4 hari yang lalu dan merasa takut untuk BAB,
setelah dilakukan pengkajian terdapat luka jahitan di perinium, luka tampak bersih, klien jarang
menghabiskan porsi makan dengan alasan takut gemuk pasca melahirkan
Intervensi apakah yang tepat untuk klien di atas ?
a. Anjurkan klien untuk mengkonsumsi makanan tinggi serat
b. Kolaborasi untuk pemberian obat pencahar
c. Anjurkan klien untuk banyak beraktivitas
d. Anjurkan klien untuk minum air putih
e. Anjurkan klien makan makanan TKTP

120. Seorang klien, wanita, usia 28 tahun, G2P1A0, datang ke Poliklinik Obgin dengan keluhan
perdarahan pervaginam dan nyeri perut bagian bawah, klien mengatakan perdarahan bertambah
banyak jika beraktivitas, dari hasil pengkajian didapatkan data : TD 90/70 mmHg, HR 70 x/mnt,
S: 37ºC, dari USG didapatkan hasil bahwa usia gestasi 16 minggu dan hasil konsepsi masih
terdapat pada uterus, dan terdapat dilatasi serviks
Apakah intervensi yang tepat untuk klien di atas?
a. Berikan tranfusi
b. Berikan therapy cairan intravena
c. Anjurkan klien untuk bedrest total
d. Siapkan untuk tindakan kuret
e. Berikan therapy analgetik

121. Seorang klien, wanita, usia 20 tahun, hari pertama post partum spontan, BBL 3000 gram. Klien
ditempatkan di ruang nifas sedangkan bayinya di ruang perinatal. Klien belum bisa menyusui
dan memandikan bayinya sendiri, kadang terlihat klien menangis sendiri dengan alasan ingin
selalu dekat dengan bayinya. Apakah yang seharusnya dilakukan oleh perawat jika dihadapkan
pada kasus di atas ?
a. Memberikan nursery room
b. Pengelolaan taking in
c. Memberikan rooming in
d. Pengelolaan taking hold
e. Pengelolaan letting go

122. Seorang klien, wanita, usia 26 tahun, G0P3A0, post partum spontan, BBL 3200 gram. Klien
enam jam pasca melahirkan TD 120/80 mmHg HR : 80x/mnt, RR : 20x/mnt, S: 36,5ºC, klien
tampak tidur terus di tempat tidur. Apakah yang seharusnya dilakukan oleh perawat jika
dihadapkan pada kasus di atas ?
a. Menganjurkan inisiasi menyusui dini
b. Menganjurkan bonding attachman
c. Menganjurkan kontak dini dengan bayi
d. Menganjurkan mobilisasi dini
e. Menganjurkan kontak mata dengan bayi

123. Seorang klien, wanita, usia 22 tahun datang ke RS A dengan keluhan mual muntah, lemah, serta
amenorea, HPHT 7 November 2014, setelah dilakukan pengkajian didapatkan hasil bahwa TFU 3
jari dibawah pusat, BB 46 kg, TB 159 cm, TD 120/70 mmHg, hasil pemeriksaan urin HCG
positif. Kapankah taksiran partus pada klien menurut rumus Neagle ?
a. 17 September 2015
b. 17 Juli 2015
c. 17 November 2014
d. 17 Oktober 2015
e. 17 Agustus 2015

124. Ny. K 25thn G1P0A0 mengeluh keluar bercak darah sedikit dari jalan lahirnya, sudah
belangsung 15 hr, sehingga dia bingung apakah ini termasuk normal atau tidak, dan ia ragu saat
melaksanakan shalat karena saat dia mau mandi besar ada bercak darah yang keluar. perawat
menjelaskan kadang fisiologis keluar bercak darah pada wabita hamil sebagai proses nidasi.
sehingga klien bisa melaksanakan ibadah seperti biasa, akan tetapi Ny. K merasa tidak nyaman
sehingga memutuskan menunggu bersih saja untuk melaksanakan shalat.
Berdasarkan kasus diatas prinsip etik yang terjadi adalah ….
a. autonomy
b. benefisience
c. nonmalefisience
d. veracity
e. Confidentiality
125. Seorang wanita 25 thn merasa hamil karena telat menstruasi 2 minggu dan payudara terasa
membesar, ia memeriksakan kehamilannya ke poliklinik. Perawat melakukan pemeriksaan
kepada wanita tersebut untuk mendapatkan data subjektif atau objektif untuk membantu
menentukan keehamilan wanita tersebut. Pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh perawat untuk
membantu memastikan kehamilan ibu tersebut adalah ….
a. Pengukuran tinggi fundus
b. Pemeriksaan TTV
c. pemeriksaan DJJ
d. Melakukan Leopold
e. Pemeriksaan PP Test

126. Ny. H 37 thn G3P1 A1 dating kepoli klinik dengan keluhan darah keluar jalan lahir tampa
disertai rasa nyeri. menurut Ny. H perdarahan semakin hari semakin bertambah. hasil pengkajian
: Djj (+), TFU 3 jari dibawah PX, bagian bawah belum masuk ke PAP, hasil USG terdapat
penutupan segmen bawah Rahim. Berdasarkan kasus diatas intervensi yang pertama dapat
dilakukan adalah ….
a. kaji perdarahan
b. ukur TTV (TD, N, S, R)
c. berikan cairan parenteral
d. berikan transfuse
e. Cek darah lengkap

127. Ny. R 37 thn G4P2A2, mengeluh perdarahan dari jalan lahir tampa disertai rasa nyeri. saat
dilakukan pengkajian : klien mengatakan cemas dengan kondisinya karena sudah 2 kali
keguguran, klien juga mengeluh mual dan tidak napsu makan, klien membatasi aktivitasnya
karena khawatir melami ke guguran. TFU pertengahan pusat dan px, djj (+), Td 120mmHg, nadi
88x/mnt. Berdasarkan kasus diatas diagnose keperawatan yang paling tepat adalah ….
a. Resiko gangguan nutrisi berhubungan dengan menurunnya napsu makan
b. gangguan tumbang janin berhubungan dengan intake nutrisi tidak adekuat
c. gangguan rasa aman cemas berhubungan kurangnya pengetahuan proses penyakit
d. gangguan mobililitas fisik berhubungan dengan keterbatasan aktivitas
e. gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan perdarahan

128. Ny. T 36 thn (G1P3A1) dengan kehamilan 39mg pada saat dilakukan pengkajian klien
mengatakan bingung dengan alat kontrasepsi yang akan digunakan setelah melahirkan, perawat
D menjelaskan beberapa alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh Ny. T sesuai dengan
kondisinya. Berdasarkan kasus diatas maka peran yang dilakukan oleh perawat D sebagai …
a. educator
b. advocate
c. pemberi layanan
d. motivator
e. konselor

129. Seorang perempuan Ny.M dating ke klinik untuk memeriksakan kehamilnya saat ditanya HPHT
klien mengatakan mens terakhirnya tangggal 2 April 2015 baru mens hari pertama dan selesai
menstruasi tanggal 11April 2015,biasanya dia menstruasi setiap 28 hari sekali. Berdasarkan
kasus diatas taksiran persalinan pada Ny. M adalah ….
a. 18 Desember 2015
b. 18 Januari 2016
c. 9 Desember 015
d. 9 januari 2016
e. 25 Januari 2016
130. Ny. N 26 thn dating ke poliklinik kandungan dengan keluhan sering merasa mual, sering kencing
dan tidak mentruasi. saat dilakukan pemeriksaan PP test (+), konjungtiva tampak anemis,
terdapat cloasma gravidarum, terdapat TFU pertengahan antara simpisis pubis dan pusat, Djj (+)
Berdasarkan kasus tersebut tanda presumtif kehamilan subjektif adalah …..
a. TFU pertengahan sispisi dan pusat
b. amenorhoe
c. Djj (+)
d. PP test Positif
e. Cloasma gravidarum (+)

131. Seorang ibu datang ke poli kandungan sebuah rumah sakit untuk memeriksakan kehamilannya.
Dari hasil pemeriksaan didapatkan usia kehamilan 21 minggu, ibu mengatakan mudah lelah,
anoreksia, tidak dapat menelan makanan, bising usus hiperaktif. Ibu mengalami penurunan berat
badan sebsar 20% dari berat tubuh sebelumnya dalam waktu 1 bulan. Apakah diagnosa
keperawatan yang paling tepat untuk ibu tersebut?
A. Gangguan menelan
B. Gangguan pencernaan
C. Kekurangan cairan dan elektrolit
D. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh
E. Resiko ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh

132. Seorang ibu G1P0A0 berusia 25 tahun datang ke poli kandungan untuk memeriksakan
kehamilan. Dari hasil pemeriksaan didapatkan usia kehamilan 8 minggu. Dari hasil pemeriksaan
tulang panggul didapatkan pintu masuk panggul sedikit oval pada bidang transversal, bentuk
bulat. Dokter mengatakan dengan kondisi panggul seperti ini ibu dapat melahirkan dengan
normal. Jenis panggul apakah yang dimiliki oleh ibu tersebut?
A. Android
B. Ginekoid
C. Antropoid
D. Platipeloid
E. Lakoloid

133. Seorang ibu G2P1A0 usia 29 tahun, usia kehamilan 38 minggu sedang berada dalam kala 1 fase
aktif. Ibu merasakan nyeri yang sangat hebat di bagian panggul. Ibu sudah pernah mengikuti
kelas prenatal dan sudah diajarkan cara mengontrol nyeri dengan pendekatan non-farmalogi
melalui rangsangan kulit. Tindakan non-farmakologi apakah yang bisa diajarkan perawat yang
sesuai dengan pengetahuan ibu?
A. Hipnotis
B. Aromaterapy
C. Mendengarkan musik
D. Edukasi tentang melahirkan
E. Terapi air (berendam, shower)

134. Seorang ibu sedang dalam ruangan operasi dan dokter sedang melakukan operasi sesar pada ibu
tersebut. Ibu diberikan anastesi secara spinal. Intervensi keperawatan apakah yang bisa
dilakukan perawat pada ibu tersebut?
A. Anjurkan klien untuk berkemih
B. Awasi adanya distensi kandung kemih
C. Jaga agar tempat pemasangan kateter bersih dan kering
D. Kaji kembalinya fungsi sensorik dan motoric secara teratur
E. Berikan pasien petunjuk verbal, suara dan sensasi yang dirasakan selama prosedur
135. Seorang ibu datang ke poliklinik kandungan untuk melakukan kontrol ulang pasca persalinan.
Ibu mengatakan kesulitan dalam memberikan ASI kepada bayinya dan ini juga terjadi pada anak
pertamanya. Ibu juga mengatakan bayinya menangis pada saat disusui dan rewel dalam jam
pertama setelah menyusui. Apakah diagnosa keperawatan yang paling sesuai untuk ibu tersebut?
A. Diskontinuitas pemberian ASI
B. Ketidakefektifan pemberian ASI
C. Ketidaksiapan dalam memberikan ASI
D. Ketidaksiapan meningkatkan pemberian ASI
E. Ketegangan peran pemberi asuhan dalam memberikan ASI

136. Ny Ema berusia 20 tahun baru menikah 1 bulan yang lalu pada tanggal 17 November 2015
datang ke perawat praktik mandiri Ners Hendriana dan dia mengatakan belum ingin hamil dan
merencanakan hamil baru tahun 2016. Saat perawat anamnesa tentang keluhan klien,Ny
Ema,haid teratur tiap bulan,Tekanan darah 110/70 mmHg,BB 55 Kg,TB 155 Cm,hasil test
kehamilan negatip(-) .Saudara praktik mandiri keperawatan didaerah terpencil dan tidak ada
dokter. Metoda kontrasepsi apa yang tepat untuk Ny Ema,apabila klien tersebut meminta
pertimbangan kepada saudara sebagai perawat?
a. Kontrasepsi Suntikan progestin
b. Kontrasepsi Pil Kombinasi
c. Kontasepsi Implan
d. Kontasepsi AKDR/IUD
e. Sanggama terputus

137. Ny Tati berusia 23 tahun,baru mempunyai anak berusia 2 tahun,satu tahun yang lalu dia dipasang
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim(AKDR),klien mengeluh sakit pinggang dan keluar cairan /lendir
bercampur darah dari jalan lahir,2 hari yang lalu klien mulai haid .Tekanan darah 120/80
mmHg.BB 50 Kg,palpasi didaerah perut klien(daerah fundus uteri) tidak didapatkan nyeri
tekan,saat dilakukan pemeriksaan dalam(tucher) terdapat lendir bercampur darah,portio ante
fleksi dan tidak ada nyeri tekan, dan klien ingin AKDR dibuka sekaligus minta metode
kontrasepsinya diganti dengan sunikan.Anda sebagai perawat praktik mandiri di Kabupaten
diaderah yang tenaga bidan dan dokternya terbatas sehingga perawat diizinkan untuk
memberikan pelayanan kontrasepsi hormonal. Setelah saudara membuka AKDR pada tanggal 20
Agustus 2015 dan pasien disuntik Depo Medrosiprogesteron Asetat(Depoprofera)mengandung
150 mg DMPA untuk 3 bulan dengan disuntik intramuskular didaerah bokong,alasan anda
menyuntik adalah...
a. Klien tidak ada kontra indikasi dan klien tidak hamil
b. Klien meminta disuntik dan itu adalah hak klien
c. Perawat sebagai tenaga kesehatan mengikuti permintaan klien
d. Perawat sebagai praktisi menyediakan macam – macam kontrasepsi
e. Klien memiliki hak menentukan pilihan dan perawat mempunyai kewajiban melayani

138. Ny Hadijah berusia 32 tahun,mempunyai 2 orang anak,anak terkecil berusia 4 tahun,2 tahun
yang lalu dipasang AKDR di Ners Tuti,klien mengeluh telat haid 1 bulan,merasa mual dan
kadang – kadang pusing.Hasil pemeriksaan Tekanan darah 120/70 mmHg,BB 49 Kg,palpasi
fundus uteri tidak ada pembesaran,hasil pemeriksaan test kehamilan (PPT Tes) hasi negatif(-
)dan klien ingin diangkat AKDR. Apa tindakan saudara sebagai perawat praktik mandiri apabila
klien ingin diangkat AKDR dan meminta saran kontrasepsi apa yang tepat untuk klien tersebut...
a. AKDR tidak perlu dicabut,cukup konseling saja karena test kehamilan negatif dan
ajarkan klien rileksasi.
b. AKDR tidak perlu dicabut ,cukup klien diberi obat anti mual dan anti piretik agar mual dan
muntahnya hilang
c. AKDR tidak perlu dicabut,cukup konseling saja dan katakan pada klien bahwa itu hanya
perawaan saja yang penting klien tenang.
d. AKDR dicabut,konseling pada klien ,kontrol 3 hari kemudian dan anjurkan agar klien
berunding dengan suami untuk kontrasepsi selanjutnya
e. AKDR dicabut,konseling tentang beberapa kontrasepsi dan klien dianjurkan untuk memilih
sesuai dengan keinginan klien.

139. Ny Darti usia 45 tahun datang ke Poli kandungan,keluhan sudah sudah 2 minggu kalau malam
hari banyak keluar keringat,perasaan dingin,kadang – kadang sakit kepala ,sering berdebar-
debar,kurang bersemangat,hubungan suami istri juga terasa malas karena kalau setelah
hubungan terasa sakit,haid sudah mulai tidak teratur.Tekanan darah 120/80 mmHg.BB 50 Kg.
Klien minta saran kepada perawat,makanan/obat apa yang tepat untuk dikonsumsi dan olahraga
apa yang tepat agar badan lebih segar tetapi tidak membahayakan dan saran saudara sebagai
perawat adalah...
a. Klien dianjurkan mengkonsumsi ramuan herbal dan olahraga joging
b. Klien dianjurkan mengkonsumsi vitamin E dan olah raga lari pagi
c. Klien dianjurkan menkonsumsi jamu awet ayu dan olahraga jalan-jalan
d. Klien dianjurkan mengkonsumsi obat anti piretik untuk mengurangi sakit kepala dan
olahraha fitnes
e. Klien dianjurkan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan segar,rileksasi dan senam
kegel.

140. Pasangan suami istri datang ke tempat praktik perawat,suami berusia 50 tahun dan istri berusia
45 tahun,istrinya mengeluh pada anda bahwa setiap hubungan suami istri dilakukan maka dia
merasa sakit dan suaminya mengatakan menjadi takut karena menjadi penyebab sakit istrinya
Tindakan keperawatan apa yang dilakukan saudara untuk pasangan suami istri tersebut?
a. Lakukan konseling dan pendidikan sex pada suami istri serta sampaikan bahwa istrinya
saat ini sedang mengalami klimakterium .
b. Lakukan konseling dan berikan krem pada istrinya agar sebelum melakukan hubungan sex
diolesi jeli disekitar vagina
c. Lakukan konseling pada suami istri bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang alamiah dan
tidak dapat dihindari
d. Lakukan konseling pada suami istri dan berikan obat – obat untuk neuromuskuler untuk
menurangi ketegangan.
e. Lakukan konseling pada suami istri agar istri mengkonsumsi ramuan tradisional berupa jamu
untuk mengurangi rasa sakit

141. Seorang ibu primipara umur 25 th, postpartum 30 jam, mengeluh buang air kecil sedikit-sedikit.
Perawat melakukan pemeriksaan fisik, didapatkan data : Tinggi Fundus Uteri 1 jari diatas
umbilicus, posisi uterus disamping kiri, area symphisis menonjol dan ibu kesakitan saat
dipalpasi, lochea rubra banyak. Apa kesimpulan perawat dari data tersebut ?
A. Diuresis postpartum
B. Distensi Bladder
C. Diaphoresis postpartum
D. Atonia uteri
E. Distensi abdomen

142. Pada saat kunjungan rumah hari ke tiga ibu mengeluh Asi baru keluar sedikit dan putting terasa
nyeri ketika menyusui. Ibu menjadi takut untuk menyusui bayinya. Hasil pemeriksaan tanda-
tanda vital dalam batas normal, putting susu ibu tampak lecet kemerahan.
Pendidikan kesehatan apa yang tepat diberikan pada kasus ini?
a. Merujuk ibu untuk pengobatan
b. Menganjurkan ibu tetap menyusui bayinya
c. Menganjurkan ibu membersihkan putting dengan air hangat
d. Menganjurkan ibu istirahat menyusui sampai putingnya sembuh
e. Menganjurkan ibu menggunakan susu formula untuk sementara

143. Dapat terjadi secara langsung pada luka vagina atau melalui luka perineum, permukaan mokusa
membengkak dan kemerahan, terjadi ulkus dan getah mengandung nanah yang keluar dari daerah
ulkus. Termasuk infeksi nifas pada ?
a. Perineum
b. Vulva
c. Vagina
d. Serviks
e. Endometrium

144. Peradangan pada payudara dapat disertai infeksi atau tidak, yang disebabkan oleh kuman trutama
Staphylococcujs aereus melelalui luka pada putting susu atau melalui peredaran darah
Adalah defenisi………?
a. Hidrocephalus
b. Bronkitis
c. Tumor
d. Kenker Payudara
e. Mastitis

145. Ny U usia 45 tahun sudah 1 bulan ini merasakan keluhan di payudara adanya benjolan yang
makin lama makin besar, puting susu tertarik ke dalam seperti kulit jeruk, timbulnya borok
(ulkus) pada payudara, keluarnya darah di putting susu dan keluarnya cairan dari putting susu
yang abnormal. Dari hasil pemeriksaan lab didapatkan Ny U dengan diagnose kanker payudara.
Satu minggu kemudian Ny U menjalankan operasi mengangkatan payudara dan dilakukan
kemoterapi. Selama menjalankan kemoterapi Ny U mengeluh rambut rontok dan kepala botak,
kulit mengelupas, Ny U malu dengan keadaanya sehingga Ny U tidak mau bertemu dengan orang
lain. Masalah keperawatan yang muncul di Ny U adalah
a. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan penyakit (kompressi atau dekstruksi,
jaringan saraf, infiltrasi syaraf.
b. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan desakan paru oleh diafragma sekunder
terhadap ancites dan efusi pleura.
c. Gangguan intergritas kulit berhubungan dengan Penurunan imunologis.
d. Kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan serta pengobatan penyakit
berhubungan dengan kurang informasi.
e. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan efek samping kemoterapi atau radioterapi.

146. Ny O usia 25 tahun datang ke poliklinik mawar untuk melakukan pemeriksaan. Hasil anamnesa
didapatkan Ny O sudah 1 minggu ini mengeluh Gatal dan nyeri di daerah vagina dan vulva,
adanya ruam didaerah pangkal paha. Dilihat dari keluhan yang dirasakan oleh Ny O pemeriksaan
diagnostic yang dilakukan untuk kasus Ny O adalah ?
a. Tes sitology vagina/biopsy
b. Pemeriksaan darah lengkap
c. USG
d. Urine
e. Sadari
147. Tn B usia 30 tahun datang kerumah sakit H. Hasil anamnesa perawat sudah 2 minggu Tn B
merasakan rasa nyeri saat BAK dan nyeri di daerah panggul, adanya urine yang bercampur darah,
nokturia, hematuria, sakit pinggang, dan oliguria. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan
adalah ?
a. Jelaskan pada klien tentang perubahan dari pola eliminasi.
b. Ajarkan klien relaksasi atau nafas dalam
c. Dorong klien untuk berkemih tiap 2 – 4 jam dan bila dirasakan
d. Anjurkan klien minum sampai 3000 ml sehari
e. Perkusi / palpasi area supra pubik

148. Ny P usia 45 tahun datang ke rumah sakit umum kota bandung. Sudah 3 minggu ini Ny P
mengeluh haid tidak teratur, ketegangan, menoragia, nyeri tekan pada payudara, rasa tidak
nyaman pada abdomen, dyspepsia, tekanan pada pelvis, sering berkemih, flatulenes rasa begah
setelah makan makanan kecil. Hasil pemeriksaan lab di temukan adanya sel yang tumbuh dalam
ovarium Ny P. Dokter menyarankan Np P untuk dilakukan operasi. 2 hari kemudian Ny P
operasi. Diagnosa keperawatan untuk kasus Ny P adalah ? (Kanker ovarium)
a. Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah qakibat
efek anastesi
b. Gangguan pemenuhan aktivitas berhubungan dengan nyeri luka operasi
c. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan luka bekas operasi
d. Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan luka bekas operasi
e. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang proses perawatan dan akibat lanjut
dari tindakan operasi

149. Ny L usia 20 tahun datang ke klinik kebidanan dengan keluhan mengalami perdarahan setelah
senggama, timbulnya keputihan yang bercampur dengan darah dan berbau, nyeri panggul dan
nyeri ketika berhubungan seksual.
Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk menentukan kasus Ny L adalah ?
a. Sadari
b. USG
c. Roysen
d. Pap Smear
e. Darah

150. Seorang wanita berusia 27 tahun, datang ke poli kandungan mengeluh perutnya terasa mulas-
mulas sejak 2 jam yang lalu. Klien mengatakan ini adalah hamil yang pertama kali dengan usia
kehamilan 37 minggu. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil TD: 120/70 mmHg, N:
87x/menit, S: 36,80C, RR: 22x/menit, TFU: 36 cm, puki, preskep, DJJ (+) 142x/menit, VT:
3cm, KK (+), lendir darah (+), penurunan kepala 3/5. Kandung kemih klien penuh. Apakah
tindakan keperawatan paling tepat ?
a. Ajarkan teknik relaksasi
b. Anjurkan klien untuk tidur miring kiri
c. Anjurkan klien klien untuk memilih posisi bersalin
d. Lakukan laevement untuk mempercepat pembukaan serviks
e. Anjurkan klien untuk buang air kecil ke kamar mandi dan mobilisasi

151. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke RSIA untuk konsultasi KB. Pasien telah
memiliki 3 orang anak. Sebelumnya, pasien menggunakan alat kontrasepsi pil, suntik dan
kondom. Pasien mengaku takut untuk menggunakan IUD. Tapi setelah berbicara dengan
tetangganya dua hari yang lalu, pasien jadi berencana untuk menggunakan kontrasepsi IUD.
Apakah masalah keperawatan yang paling utama pada pasien tersebut?
a. Cemas
b. Kurang pengetahuan
c. Gangguan pola seksual
d. Gangguan Rasa nyaman
e. Rencana Pemasangan IUD

152. Seorang Ibu berusia 26 tahun dilakukan kunjungan rumah, hari ke tiga ibu mengeluh Asi baru
keluar sedikit dan putting terasa nyeri ketika menyusui. Ibu menjadi takut untuk menyusui
bayinya. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital dalam batas normal, putting susu ibu tampak lecet
kemerahan. Apakah Pendidikan kesehatan apa yang tepat diberikan pada kasus ini?
a. Merujuk ibu untuk pengobatan
b. Menganjurkan ibu tetap menyusui bayinya
c. Menganjurkan ibu membersihkan putting dengan air hangat
d. Menganjurkan ibu istirahat menyusui sampai putingnya sembuh
e. Menganjurkan ibu menggunakan susu formula untuk sementara

153. Seorang perempuan berusia 26 tahun G1P0A0 hamil 34 minggu, dirawat di RS dengan keluhan
TD: 140/90 mmHg, N: 92x/menit, kaki edema dan terdapat varises, berat badan bertambah 23
kg, urin protein positif. Apakah intervensi keperawatan utama untuk mengurangi resiko injury
pada janin?
a. Anjurkan Diet TKTP
b. Penkes persiapan menyusui
c. Kolaborasi pemberian volume cairan
d. Anjurkan tidur miring ke sebelah kiri
e. Kurangnya asupan nutrisi yang mengandung protein

154. Seorang perempuan berusia 25 tahun G1P0A0 hamil 36 minggu, datang ke poliklinik untuk
memeriksa kehamilan. Keluhan kaki bengkak, TD: 130/80 mmHg, N: 90x/menit, kepala janin
sudah masuk PAP, kaki edema dan terdapat varises, berat badan bertambah 28 kg, urin protein
positif. Apakah masalah keperawatan yang paling utama pada kasus diatas?
a. Risiko terjadi eklampsi
b. Bertambahnya ukuran janin
c. Bertambahnya usia kehamilan
d. Tahanan vaskuler aliran balik vena di tungkai
e. Kurangnya asupan nutrisi yang mengandung protein

155. Seorang perempuan 24 Tahun G4A1P2 hamil 26 minggu dirawat di rumah sakit. Klien mengeluh
nyeri pada saat berjalan terutama saat naik dan turun tangga. Saat ini mengalami flek kehitaman,
kehamilan sebelumnya juga seperti ini. TTV dalam batas normal. Hasil USG plasenta menutupi
jalan lahir. Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk mencegah perdarahan lanjutan pada
kasus diatas adalah ?
a. Menganjurkan badrest total
b. Menganjurkan menghindari latihan kegel
c. Menganjurkan untuk meminimalkan aktivitas
d. Menganjurkan menghindari hubungan sexual
e. Menganjurkan menghindari menahan kencing

156. Seorang perempuan berusia 25 tahun G1P0A0, usia kehamilan 12 minggu datang ke UGD RS
dengan keluhan mual muntah yang sering, hampir 6 kali sehari, tidak mau makan, nyeri
epigastrium, pusing dan cepat letih. Dari pemeriksaan fisik didapatkan turgor kulit berkurang,
mata cekung, nafas berbau aseton. Dari hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan aseton dalam
urin positif. Apakah masalah keperawatan yang utama pada pasien tersebut?
a. Gangguan pola aktifitas
b. Gangguan istirahat dan tidur
c. Gangguan rasa nyaman nyeri
d. Gangguan pemenuhan cairan dan elektrolit
e. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

157. Seorang perempuan berusia 27 tahun G1P0A0 usia kehamilan 10 minggu datang ke Puskesmas
mengeluh mual muntah setiap makan, hasil pemeriksaan KU ibu baik TD 110/80 mmHg, N 88
x/menit, R 20x/menit, S 36,5oC. Apakah Pendidikan kesehatan yang bisa diberikan pada kasus
di atas ?
a. Makan makanan asam
b. Makan makanan yang pedas
c. Makan makanan yang bersantan
d. Makan coklat sedikit demi sedikit
e. Makan sedikit - sedikit tapi sering

158. Seorang perawat maternitas yang bertugas di ruang rawat post natal sedang mengajarkan teknik
perawatan payudara kepada pasiennya.
Apakah peran perawat yang sesuai pada kasus diatas?
a. Pendidik
b. Inovator
c. Change Agent
d. Advocator
e. Konsultan

159. Seorang ibu post partum merasa kebingungan memilih alat kontrasepsi yang tepat, oleh perawat
maternitas dijelaskan beberapa alternatif alat kontrasepsi yang dapat dipilih dengan keuntungan
dan kerugiannya, serta memberikan beberapa tempat yang dapat dihubungi. Apakah peran
perawat yang sesuai pada kasus diatas?
a. Konsultan
b. Pendidik
c. Inovator
d. Change Agent
e. Advocator

160. Seorang wanita berusia 39 tahun dengan P2 A0 datang ke IGD mengeluh terdapat flek merah
(berwarana merah agak kehitaman) pada vaginanya, klien mengeluh nyeri pada perut bagian
bawah ( daerah sekitar pubis dan vagina), klien nampak lemas dan meringis kesakitan. Hasil
TTV TD: 100/60mmHG, nadi: 92x/menit, R: 22x/menit, T:37, Hb: 11gr%, konjungtiva tidak
anemis. Apakah Intervensi keperawatan yang paling tepat ?
a. Bedrest
b. Transfusi darah
c. Berkolaborasi dalam pemberian vitamin
d. Menganjurkan nutrisi yang banyak mengandung zat besi
e. Suport agar klien semangat dalam menghadapi penyakitnya

161. Seorang Wanita Berusia 19 tahun datang ke IGD diantar oleh suaminya dengan keluhan nyeri
pada abdomen bawah disertai amenorrhea sejak 3 hari yang lalu, ia tidak merasa sedang hamil .
Anamnesa TD: 90/60 mmHg, N: 68x/m, R: 20x/m, S: 360 C. Hasil pemeriksaan didapatkan Hb:
8,4 gr%, Hematokrit: 25%, Leukosit: 5400/mm3, Trombosit: 260000/mm3, dan hasil USG klien
telah hamil 2 minggu. dokter menemukan kelainan pada kehamilannya, mengalami kehamilan
ektopik. Klien tampak bicara seperlunya saja, tampak murung, terlihat sedih, dan menyatakan
takut kehilangan anaknya, takut menghadapi operasi dan takut tidak akan punya anak lagi.
Apakah prioritas masalah keperawatan pada kasus tersebut?
a. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi
b. Nyeri akut yang berhubungan dengan rupture tuba falopi, perdarahan intraperitoneal
c. Cemas berhubungan dengan krisis situasional
d. Gangguan konsep diri: harga diri rendah yang berhubungan dengan takut tidak punya anak
lagi
e. Respon Koping berhubungan dengan kecemasan

162. Seorang Wanita berusia 43 tahun, post SC hari ke-3 dengan indikasi gawat janin. Hasil
pemeriksaan fisik : KU baik, TD 100/70 mmHg, Nadi 80 X/menit, Respirasi 24 X/menit, Suhu
36,2°C, kondisi luka post operasi : jahitan luka belum kering. Klien mau menghabiskan diet yang
disajikan, namun mengeluh belum BAB, disertai rasa tidak nyaman. Apakah diagnosa
keperawatan yang tepat?
a. Frekuensi dan kualitas ambulasi yang tidak adekuat
b. Resiko infeksi berhubungan dengan adanya luka yang belum kering
c. Gangguan pola eliminasi bowel berhubungan dengan adanya konstipasi.
d. Resiko tinggi kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan
darah dan intake ke oral.
e. Gangguan pola tidur berhubungan dengan respon hormonal psikologis, proses persalinan dan
proses melelahkan.

163. Seorang perempuan berusia 28 tahun,hasil pengkajian G1P1A0, kala 1 fase aktif dengan dilatasi
serviks 8-9 cm. TD 120/90 mmHg, nadi 80x/menit, respirasi 22x/menit, suhu 37,70 C. Klien
tampak berkeringat banyak dan bibir kering. Saat ini klien dalam pembatasan cairan peroral.
Apakah masalah keperawatan yang paling sesuai pada pasien tersebut?
a. Hipertensi
b. Pembatasan cairan peroral
c. Defisit cairan dan elektrolit
d. Resiko defisit volume cairan
e. Kehilangan cairan dalam tubuh

164. Seorang perempuan berusia 44 tahun, G4P4A0, TD 140/100 mmHg, nadi 92x/menit, respirasi
24x/menit, suhu 370C. Klien mengeluh takut untuk melakukan aktivitas sehingga klien tidak
mampu untuk melakukan aktivitasnya sendiri. Saat ini klien merasa takut jika luka operasinya
terbuka. Apakah diagnosa yang tepat untuk masalah keperawatan diatas?
a. Kecemasan berhubungan dengan nyeri luka operasi sectio sesaria
b. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan luka operasi
c. Mobilisasi berhubungan dengan luka operasi
d. Nyeri akut berhubungan dengan luka operasi
e. Koping tak efektif

165. Seorang wanita berusia 37 tahun G2P1A0 hamil 40 minggu datang ke RS, Mengeluh keluar air
dari jalan lahir disertai darah dan lendir, hasil pemeriksaan: KU baik, TD: 140/80 mmHg, Nadi:
80 x/menit, Suhu: 36,9oC, RR: 24x/menit, TFU: 32 cm. Ibu mengatakan cemas menghadapi
persalinannya. Apakah Diagnosa keperawatan yang diutamakan dalam kasus diatas adalah....
a. Nyeri
b. Hipertensi
c. Kecemasan
d. Resiko Infeksi
e. Defisit volume cairan
166. Seorang wanita umur 26 tahun G4A1P2 hamil 26 minggu dirawat di rumah sakit. Klien
mengeluh nyeri pada saat berjalan terutama saat naik dan turun tangga. Saat ini mengalami flek
kehitaman, kehamilan sebelumnya juga seperti ini. TD 120/80 mmHg, Nadi 82x/menit, RR
22x/menit. Hasil USG plasenta menutupi jalan lahir. Apakah Tindakan keperawatan yang tepat
untuk mencegah perdarahan lanjutan pada kasus diatas adalah ?
a. Menganjurkan bedrest total
b. Menganjurkan menghindari latihan kegel
c. Menganjurkan menghindari hubungan sexual
d. Menganjurkan untuk meminimalkan aktivitas
e. Menganjurkan agar mengkonsumsi minum yang banyak

167. Seorang wanita berusia 48 tahun datang dengan keluhan perdarahan sedikit-sedikit keluar dari
daerah kemaluan , disertai pusing dan lemas. Hasil laboratorium Hb: 8,0 gr/dl, Hematokrit: 24%,
Leukosit: 7200 sel/mm3, Trombosit: 346.000 sel/mm3, GDS: 117. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan TD: 100/60 mmHg, Nadi: 74 x/menit, RR: 22x/menit, Suhu: 360C, konjungtiva
anemis, keadaan kulit pucat, akral dingin. Apakah masalah keperawatan utama yang ditemukan
pada klien tersebut?
a. Gangguan Kebutuhan Nurisi
b. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik
c. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan perdarahan pervaginam
d. Perubahan perfusi jaringan tidak efektif berhubungan dengan perdarahan pervaginam
e. Resiko infeksi berhubungan dengan tidak adekuat pertahanan sekunder (penurunan Hb,
leukopenia, penekanan respon inflamasi)

168. Seorang klien berinisial Ny.A usia 24 tahun baru saja melahirkan secara spontan 6 jam yang lalu.
Klien mengeluh berkeringat banyak sampai bajunya basah. Hasil pemeriksaan didapatkan Suhu
38°C, TD 110/70 mmHg, Nadi 76x/menit, Respirasi 18x/menit. Hasil palpasi kandung kemih
distensi, tinggi fundus uteri 1 jari di atas pusat, lochea merah penuh satu pembalut sejak 6 jam
yang lalu belum diganti. Turgor kulit baik, dan teraba lembab. Berdasarkan hasil pengkajian
pada Ny. A, manakah data yang menunjukkan keadaan tidak normal ?.
A. Suhu 38°C.
B. Berkeringat banyak.
C. Kandung kemih distensi.
D. Tinggi fundus uteri 1 jari di atas pusat.
E. Lochea merah penuh satu pembalut sejak 6 jam yang lalu.

169. Seorang Ibu postpartum spontan 1 hari mengeluh kepada perawat bahwa perutnya tidak nyaman
terasa nyeri dan mengencang saat menyusui bayinya. Apa interpretasi keparawatan terbaik
berdasarkan informasi tersebut ?
A. Semua ibu mengalami ketidaknyamanan pada abdomen selama periode postpartum.
B. Menyusui menyebabkan pengeluaran oksitosin yang membuat uterus berkontraksi.
C. Nyeri pada abdomen adalah kondisi tidak normal dan mengindikasikan masalah involusi.
D. Ketidaknyaman abdomen mengindikasikan masalah peristaltik pada gastro intestinal.
E. Nyeri pada abdomen saat menyusui kondisi tidak normal dan harus dilakukan curettage.

170. Seorang Ibu postpartum spontan 6 jam yang lalu, terlihat pucat dan mengeluh perdarahan
banyak. Apa yang seharusnya perawat lakukan pertama kali ?
A. Panggil perawat pelaksana dengan segera.
B. Segera lakukan infus dengan magnesium sulfat.
C. Kaji fundus uteri dan status BAK klien.
D. Meyakinkan ibu bahwa kondisinya normal setelah melahirkan.
E. Segera kolaborasi dengan dokter untuk manual plasenta.

171. Seorang Ibu usia 22 tahun, melahirkan anak pertama di RS. Klien tampak bersemangat sekali
menceritakan pengalaman melahirkan kepada teman-teman kantornya saat besuk. Setelah teman-
temannya pulang, klien kembali tidur, saat bayinya menangis, klien tampak menoleh sebentar ke
bayinya lalu meminta tolong perawat untuk menenangkan bayi.
Fase adaptasi apakah yang dialami oleh klien ?.
A. Fase letting go
B. Fase taking in
C. Fase taking hold
D. Fase early postpartum
E. Fase late postpartum

174. Seorang klien post SC baru saja diantar dari Kamar Operasi ke Ruang Nifas. Keadaan umum;
klien dalam keadaan sadar compos mentis. Kemudian perawat melakukan observasi tanda-tanda
vital. Berapa frekuensi observasi tanda-tanda vital sebaiknya dilakukan oleh perawat saat itu ?
A. 15 menit sekali
B. 30 menit sekali
C. 1 jam sekali
D. 2 jam sekali
E. 4 jam sekali

175.Seorang ibu baru melahirkan anak keduanya. Pada saat pengkajian postpartum perawat melakukan
pemeriksaan fisik juga mengindentifikasi bonding attachment antara orangtua dengan bayinya.
Apakah indikator bonding attachment positif antara orangtua dengan bayinya pada klien tersebut
A. Mengendong erat bayinya dengan menempelkan pada tubuh ibu.
B. Meminta temannya yang berkunjung untuk mengendong bayinya.
C. Membelikan baju bayi dan selimut yang bermerek dan mahal harganya.
D. Meminta perawat untuk membawa bayinya kembali ke ruang perinatologi.
E. Meminta tolong perawat untuk mendiamkan bayinya saat menangis.

176.Seorang Ibu primipara periode early postpartum sedang kontrol di Poliklinik Kebidanan,
suaminya mengatakan kepada perawat bahwa istrinya sering sedih, terlihat cemas ketika ASInya
belum keluar dan bayinya menangis. Menurut suami emosional istrinya menjadi tidak stabil
setelah melahirkan ini.
Apa yang perawat edukasikan pada suami klien terkait perubahan psikologis istrinya ?.
A. Menganjurkan suami jangan mengungkit-ungkit pengalaman persalinan klien.
B. Meminta suami untuk membawa istrinya konsul ke bagian psikiater.
C. Menginformasikan pada suami klien bahwa kondisi istrinya tidak normal dan harus mendapat
obat antidepresan.
D. Menganjurkan suami dan anggota keluarga untuk membantu perawatan ibu dan bayi.
E. Menganjurkan suami untuk mengabaikannya, karena perubahan emosional merupakan hal
yang normal pada periode postpartum.

177.Seorang Ibu melahirkan bayi laki-laki cukup bulan secara spontan. Pada saat dilakukan
pengkajian didapatkan warna kulit bayi tersebut kemerahan, nadi 120x/menit, menangis kuat,
gerakan aktif dan respirasi tidak teratur. Berapakah nilai APGAR bayi tersebut ?.
A. 6
B. 7
C. 8
D. 9
E. 10

178. Seorang bayi perempuan cukup bulan dilahirkan spontan per-vaginam dengan APGAR menit
pertama 9, dan menit kelima 10. Setelah IMD perawat menempatkan bayi dibawah radiant
warmer , dan dijauhkan dari AC ruangan. Tindakan perawat tersebut dilakukan untuk mencegah
bayi kehilangan panas melalui mekanisme apa ?
A. Evaporasi.
B. Konveksi.
C. Konduksi.
D. Radiasi.
E. Sentuhan.

179. Seorang perempuan 25 tahun datang dari ruang bersalin hasil pengkajian P1 A0 2jam post
partum spontan dengan ada luka episiotomi ibu selalu ingin di temani suaminya pemeriksaaan
tfu ijr atas pusat kontraksi uterus kuat Tekanan Darah 110/70mmHg Nadi 80x/menit Suhu 37.5C
perdarahan satu pembalut penuh. Dignosa keperawatan prioritas pada kasus diatas adalah
a. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan transisi perkembangan keluarga
b. Resiko Infeksi berhubungan dengan luka episiotomi
c. Intoleransi aktifitas berrhubungan dengan prose persalinan
d. Resiko kekurangan cairan berhubungan dengan perdarahan
e. Nyeri akut berhubungan dengan dilatasi cervix

180. Seorang perempuan usia 25 tahun datang ke poliklinik dengan mual muntah terus menerus hasil
pengkajian G1P0 16mg Berat badan 46 kg T=90/60 mmHg Nadi 100x/menit turgor kembali
lebih 3 detik lidah kering mata cekung nyeri epigastrium. Diagnosa keperawatan prioritas pada
kasus tsb adalah
A. Perubahan nutrisi kurang kebutuhan berhubungan dengan mual muntah terus menerus
B. Nyeri epigastrium berhubungan dengan mual muntah berulang
C. Gangguan interaksi sosial berhubungan dengan kelemahan fisik
D. Kekurangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan mual muntah terus menerus
E. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual muntah berulang

181. Seorang perempuan usia 32 tahun datang ke poliklinik untuk pemeriksaan kehamilan hasil
pengkajian G2P0 34minggu persalinan terakhir 2 tahun yang lalu lahir spontan dengan luka
episiotomi ibu ingin melahirkan spontan lagi dan ingin melaksanakan senam hamil Tekanan
Darah 120/80 mmHg Nadi 80x/menit .Tindakan senam yang paling sesuai dengan kasus diatas
A. Latihan otot dasar panggul
B. Masage perineum
C. Latihan menekuk bokong
D. Latihan nafas dalam
E. Putaran panggul dan liang dubur

182. Seorang perempuan usia 32 tahun post partum hari ketiga rawat gabung dengan bayinya .hasil
pengkajian ibu P1A0 mengeluh nyeri , payu dara bengkak asi keluar bayi rewel pada saat
menyususi bayi mengalami kesulitan untuk menghisap hanya puting susu saja yang dimasukan
ke mulut. Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus diatas
A. Ketidakefektifan pola makan bayi behubungan dengan perlekatan yang kurang tepat
B. Nutrisi bayi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan kesulitan menghisap payu dara
C. Inefektif menyusui berhubungan dengan kurang informasi
D. Resiko infeksi berhubungan dengan tehnik menyusui yang kurang tepat
E. Nyeri berhubungan dengan pembengkakan payudara

183. Seorang perempuan usia 25 tahun G1P0A0 berada di ruang VK, hasil pemeriksaan pembukaan
servik 2, 2 kali kontraksi dalam 10 menit lamanya 30 detik, Tekanan Darah 120/90 x/menit, nadi
83 x/menit, suhu tubuh 37,50 C. Berdasarkan kasus diatas berapa lamakah durasi pada fase
tersebut untuk mencapai fase selanjutnya?
a. 2,4 jam
b. 4,6 jam
c. 5,3 jam
d. 6,6 jam
e. 8,6 jam

184. Seorang perempuan berusia 28 tahun berada di ruang bersalin Rumah Sakit Syamsudin, telah
melahirkan bayi laki-laki 8 menit yang lalu dengan APGAR 9/10, perdarahan 100 cc dan tali
pusat belum lahir. Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan perawat?
a. Lakukan kateterisasi
b. Lakukan manual plasenta
c. Beri dosis ulangan oksitosin 10 unit IM
d. Lakukan kembali penegangan tali pusat
e. Lakukan masasse kontraksi uterus

185. Seorang perempuan usia 32 tahun G3P2A1 didampingi oleh suaminya berada di ruang bersalin
Rumah Sakit Sekarwangi, klien tampak sering meringis kesakitan bila his muncul, perawat
segera memeriksa kontraksi uterus, hasil pemeriksaan kontraksi uetrus 4x kontraksi dalam 10
menit dengan lama kontraksi 40 menit. Kapankan pemeriksaan tersebut dilakukan?
a. Setiap 15 menit
b. Setiap 30 menit
c. etiap 1 jam
d. Setiap 2 jam
e. Setiap 4 jam

186. Seorang pasien perempuan dalam keadaan hamil, berusia 25 tahun datang ke Rumah Sakit
Sekarwangi sudah dalam keadaan inpartu. Hasil pemeriksaan didapatkan tekanan darah 120/90
mmHg, pembukaan servik 10 cm, penurunan kepala 1/5 dan denyut jantung janin 135 x/menit.
Pasien segera dipimpin untuk meneran dan 20 menit kemudian bayi perempuan lahir, nilai
APGAR 1 menit pertama 9, bayi menangis spontan. Apakah tindakan segera yang harus
dilakukan oleh perawat?
A. Berikan oksitosin 10 unit IM
B. Berikan ergometri
C. Lakukan penegangan tali pusat terkendali
D. Lakukan massase fundus
E. Lakukan manual plasenta

187. Seorang pasien perempuan hamil 37 minggu masuk kala II persalinan dengan ketuban pecah
dini. Pasien segera dipimpin untuk meneran dan bayi laki-laki lahir 30 menit kemudian, APGAR
7-8. Plasenta lahir 20 menit setelah bayi lahir dan dipekirakan kehilangan darah ± 150 ml . hasil
observasi pemantauan keadaan umum pasien kontraksi uterus lembek. Apakah masalah
keperawatan pada ibu yang mungkin terjadi berdasarkan kasus tersebut diatas?
A. Resiko tinggi infeksi
B. Gangguan rasa nyaman
C. Retensi urin
D.Resiko gangguan perlekatan orang tua dan bayi
E. Resiko terjadinya perdarahan

188. Seorang perempuan datang ke puskesmas mengatakan sedang hamil 4 bulan, klien mengeluh
sering berkemih dan merasakan mual muntah. Pada saat dilakukan pemeriksaan Tensi : 120/80
mmHg, Nadi : 76 x/mnt, Respirasi : 20 x/mnt, Suhu : 37 ⁰C ditemukan adanya nyeri tekan pada
payudara, pada saat perut digoyangkan adanya gelembung, terdapat perubahan warna servik
ungu-kebiruan, pelunakan serviks. Apakah tanda kemungkinan pada pemeriksaan diatas?
A. Sering berkemih
B. Tanda Chadwick
C. Pelunakan servik
D. Nyeri tekan pada payudara
E. Morning sicknes

189. Seorang perempuan berusia 30 tahun, telah melahirkan bayi perempuan secara normal satu hari
yang lalu. Di dalam budaya keluarganya beranggapan bahwa perempuan setelah melahirkan
dilarang mengkonsumsi ikan laut karena dapat menyebabkan ASI menjadi asin. Bagaimanakah
sebaiknya sikap perawat dalam menghadapi situasi pada kasus tersebut diatas?
A. Memberikan penyuluhan tentang nutrisi pasca melahirkan
B. Menganjurkan untuk mengikuti adat budaya setempat
C. Mengkaji dampak positif budaya tersebut terhadap kesehatan ibu nifas
D. Mempengaruhi ibu untuk melanggar anjuran budaya masyarakat yang salah
E. Memberikan cara alternatif untuk menghilangkan budaya tersebut

190. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke PKM tanggal 20 desember 2010 untuk dilakukan
pemeriksaan kehamilan. Setelah dianamnesa didapatkan data hari pertama haid terakhir tanggal
14 mei 2010. Pemeriksaan tinggi fundus uteri 25 cm. Berapakah usia kehamilan perempuan
tersebut?
a. 20 minggu
b. 24 minggu
c. 28 minggu
d. 30 minggu
e. 33 minggu

191. Seorang perempuan berusia 25 tahun dengan status obstetri G2P1A0 hamil 37 minggu, dirujuk
oleh bidan ke rumah sakit dengan preeklampsi berat, hasil pemeriksaan pembukaan lengkap, TD
160/100 mmhg, DN 98 x/menit, RR 21 x/menit, TFU 36 cm, DJJ 148 x/menit, kontraksi
5/10’/45’’. Petugas kesehatan segera melakukan tindakan kegawatan obstetri pada ibu. Asuhan
keperawatan yang dapat diberikan pada ibu yaitu?
a. Baringkan ibu miring ke kiri
b. Anjurkan ibu bernafas secara teratur
c. Pantau pemberian garam fisiologis (RL) dengan tetesan 150 cc/ jam
d. Pantau pemberian 10 gr MgSO4 20 % IV selama 20 menit
e. Pantau TTV setiap 8 jam sekali

192. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke poli kandungan bermaksud memeriksakan
kehamilannya. Setelah dianamnesa didapatkan data mual-mual dan muntah pada pagi hari, tidak
nafsu makan, hari pertama haid terakhir adalah 20 september 2015, konjuntiva pucat, BB
sebelum hamil 50 kg, hasil penimbangan saat ini 51 kg, hasil pemeriksaan HB 9,5 gr/ dl.
Apakah diagnosa keperawatan yang utama untuk kasus di atas?
a. Kurang pengetahuan tentang gizi seimbang berhubungan dengan kurang informasi
b. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake nutrisi
yang tidak seimbang
c. Kekurangan nutrisi berhubungan dengan kadar hemoglobin yang rendah
d. Kekurangan nutrisi berhubungan dengan belum dapat tablet tambah darah
e. Gangguan pola nutrisi berhubungan dengan mual dan muntah

Soal Ujikom

1. Seorang Pria berusia 51 tahun datang ke RS dengan keluhan sesak dan demam Sejak semalam
sebelumnya, setelah dikaji tanda – tanda vitalnya : Frekwensi Nadi 85x/menit, frekwensi
pernafasan 28x/menit, TD 100/80mmHg, Suhu 37,6 derajat celcius, , badan pasien berkeringat.
Tindakan apa yang paling tepat dilakukan pada pasien?
a. Kolaborasi infus
b. Kolaborasi O2
c. Melakukan kompres
d. Postural drainage
e. Memposisikan semi fowler

2. Seorang perempuan usia 43 tahun di ruang perawatan dengan keluhan batuk berdahak,setelah
dikaji diperoleh data Nn A mengeluh sesak, mual, dan tidak nafsu makan, tanda-tanda vitalnya
TD 100/80mmHg, frekwensi pernafasan 28 x/menit, frekwensi nadi 90 x/ menit, suhu 37.6
derajat celcius, suara nafas ronchi. Masalah keperawatan yang menjadi prioritas dari kasus di
atas?
a. Tidak efektifnya pola nafas
b. Tidak efektifnya bersihan jalan nafas
c. Gangguan pertukaran gas
d. Nutrisi kurang dari kebutuhan
e. Hipertermi

3. Seorang laki-laki usia 50 tahun dirawat di RS dengan keluhan sesak dan batuk produktif, batuk
dirasakan > 2 mg. sering berkeringat di malam hari. Mempunyai riwayat merokok. Dari hasil
pemeriksaan didapat : suhu malam hari 40 derajat celcius, TD 90/60MmHg,frekwensi nafas
23X/menit, suara nafas ronchi. Data apa lagi yang harus di kaji pada pasien?
a. Periksa Tanda-tanda Vital
b. kaji tanda dan gejala lainnya
c. hasil pemeriksaan lab
d. Pemeriksaan Radiologi (Thorax Foto)
e. Periksa kultur sputumnya :BTA

4. Seorang perempuan usia 37 tahun dirawat dengan keluhan sesak nafas. Dari hasil pengkajian di
dapatkan data dada terasa berat , tekanan darah 110/80 mmHg, Nadi 80 x/menit, pernafasan 28
x/menit. Pasien sudah di implementasi dengan posisi tidur semi fowler, setelah di evaluasi
sesaknya belum berkurang. Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan ?
a. Mengkaji status respirasi
b. Kolaborasi pemberian O2
c. Mengajarkan batuk efektif
d. Kolaborasi pemberian bronkodilator
e. Menganjurkan untuk minum air hangat
5. Seorang pria berusia 39 tahun seorang buruh di pertambangan pasir, datang ke poli mata dengan
keluhan matanya berwarna merah dan terasa nyeri pada kedua mata ketika mata atau kelopak
matanya digerakkan. Berdasararkan pemeriksaan fisik ditemukan : adanya eritema pada kedua
mata, adanya penurunan ketajaman penglihatan, dan ditemukan adanya benda asing
Jelaskan tindakan keperawatan prioritas yang dapat dilakukan pada kasus di atas adalah ?
A. Melakukan tutup dan balut tekan pada mata yang sakit
B. Kolaborasi pemberian antibiotik topikal
C. Lakukan irigasi dengan aquabidesh/NaCl
D. Kolaborasi pemberian antibiotik dan melakukan irigasi
E. Kolaborasi pemberian antiinflamasi

6. Seorang pria berusia 72 tahun datang ke poli mata dengan keluhan penrunan ketajaman
penglihatan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan : Pada penyinaran lensa tampak kelabu atau
kekeruhan memutih. Pada pemeriksaan opalmosksop, pada jarak tertentu didapatkan kekeruhan
yang berwarna hitam dengan latar berwarna merah. Pada pemeriksaan refraksi terdapat miopisasi
yaitu pada stadium awal lensa menjadi cembung. Berdasarkan pemeriksaan fisik, pasien
dianjurkan untuk menjalani ( ICCE) intra capsular cataract extraction. Sebutkan diagnosa
Keperawatan utama pada kasus di atas ?
A. Gangguan persepi sensoris, penglihatan bd penurunan ketajaman penglihatan
B. potensial cedera bd penurunan ketajaman penglihatan
C. potensial terjadinya komplikasi operasi
D. gangguan rasa aman: cemas bd kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan pengobatannya
E. potensial infeksi

7. Seorang wanita berumur 50 tahun tengan menjalani hemodialisa yang dilakukan selama 4 jam
dengan akses vaskueler arteriovenous fistula pada lengan kiri. Dialisat yang digunakan bicnat, UF
goal 2000 cc. 30 menit setelah HD mulai terjadi penurunan tekanan darah (60/palp, nadi tidak
teraba). Pasien mengeluh pusing, muntah-muntah dan hasil pemeriksaan Hb didapat nilai 3,6
gr/dl. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah klien tersebut?
A. Melanjutkan HD dengan mempercepat aliran darah
B. Melanjutkan HD, memperlambat aliran darah dengan waktu pendek
C. Menambah elektrolit dalam dialisat
D. Menunda HD dan pasien diberikan tranfusi PRC
E. Menambah acces darah menggunakan double lumen cateter

8. Seorang wanita berumur 39 tahun dirawat dengan diagnosis CKD on HD. Pada hasil pengkajian
didapatkan data: pasien tampak sesak, edema seluruh tubuh, Tanda vital: tekanan darah 150/90
mmHg, nadi 100 x/menit, frekuensi nafas 29 x/menit. Hasil aukultasi paru terdengan bunyi
ronchi, dan hasil pengukuran urin output didapat 500cc/24 jam. Apa intervensi yang tepat
dilakukan pada pasien tersebut di atas?
A. Beri posisi tidur semi fowler
B. Batasi intake cairan
C. Kolaborasi pemberian terapi diuretik
D. Ukur intake output cairan
E. Timbang berat badan setiap hari

9. Seorang laki-laki berumur 58 tahun dengan diagnosis medis CKD stage V mendapat terapi
hemodialisis 2 kali perminggu. Pasien dibatasi minum paling banyak 600 cc/hr. Hasil pengkajian
didapatkan klien sesak nafas, edema pada ekstremitas bawah dan kelopak mata. Berat badan
pasien sering kali meningkat 4-5 kg diantara waktu dialisis.
Apa tema pendidikan kesehatan yang tepat diberikan pada pasien di atas?
A. Pembatasan nutrisi
B. Pembatasan garam
C. Pembatasan cairan
D. Pembatasan aktifitas
E. Berat badan ideal

10. Di ruang perawatan bedah ada pasien laki-laki berusia 60 tahun post operasi open prostatektomi
hari pertama. Pasien terpasang triway catheter no. 22 dan disambung dengan cairan irigasi (NaCl
0,9 %) serta urine bag.Jam 2 malam pasien memanggil perawat karena kesakitan dan perasaan
ingin BAK tapi tidak keluar, sehingga tidak bisa tidur nyenyak. Ekspresi wajah menahan nyeri
(mengedan). Nyeri skala 7-8 dibagian supra pubik. Saat diperiksa klien takut untuk miring kanan
dan kiri. Balutan luka operasi kering. Tekanan darah 130/90 mmHg, nadi 86 kali/menit dan
respirasi 20 kali permenit. Cairan irigasi terdorong keatas,urine warna kemerahan. Apakah
masalah utama pada pasien diatas ?
A. Nyeri akut
B. Gangguan pola tidur
C. Retensi Urine
D. Intoleransi aktivitas
E. Cemas

11. Seorang perempuan 60 tahun. Dirawat di RS. Keluhan utama Bab cair sehari lebih dari 4x,lemas,
tidak nafsu makan.Hasil pemeriksaan fisik: TD : 100/60mmHg,Denyut nadi : 90x/mnt, Suhu :
37,8oC, RR 20x/mnt, turgor kulit jelek, membrane mukosa kering. Hasil Laboratorium :
Kalium:3,01,Ht:34%,Leukosit : 25.000/ul. Klien mengatakan cemas dengan kondisinya.
Apakah diagnosa keperawatan prioritas yang muncul pada pasien di atas?
A. Hipertermia b/d proses infeksi
B. Cemas berhunbungan dengan prognosis penyakit
C. Perubahan pola eliminasi BAB (diare) b/d inflamasi
D. Kekurangan volume cairan dan elektrolit b/d output yang berlebih
E. ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tidak adekuat

12. Seorang laki-laki 50 tahun. Dirawat di RS. Keluhan utama ada benjolan dilipatan paha sebelah
kiri, berdiameter 4cm,pasien, benjolan tambah membesar jika klien beraktivitas. Hasil
pemeriksaan fisik: TD:100/60mmHg,Denyut nadi : 80x/mnt,SH: 36,o C,RR:20x/. klien
dijadwalkan operasi, pasien tampak tegang menghadapi operasi, klien mengatakan takut dengan
tindakan operasi yang akan dilaksanakan. Apakah Tindakan keperawatan prioritas untuk
mengatasi cemas pada pasien di atas?
A. Menganjurkan klien untuk rilek
B. Mengobservasi tanda – tanda vital
C. Mengkaji Tingkat kecemasan pasien
D. Memberikan penjelasan mengenai prosedur operasi
E. Menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan pasien

13. Tn. E usia 27 tahun dirawat di rumah sakit di ruang penyakit dalam klien sudah dirawat 2 minggu
klien masuk rumah sakit di karenakan menagalami dispnea diketahui klien menderita Rinitis
Alergik. Klien menjelaskan bahwa klien alergik terhadap bulu-bulu binatang. Tetapi klien
mengatakan pada waktu kejadian klien mengatakan dirumah tidak memelihara binatang. Pada
saat ini klien mengatakan untuk malas pulang kerumah diketahui klien selalu gelisah tanda-tanda
vital nadi 100x/menit, suhu 370 C, respirasi 24 meningkat ketika klien dinyatakan sudah bisa
pulang menjadi 32x/menit, tekanan darah 130/80 mmHg. Apa pengkajian yang tepat untuk
mengetahui sumber alergik pasien?
A. Pemeriksaan tanda dan gejala
B. Pemeriksaan status pernapasan
C. Pemeriksaan emosi dan stres
D. Riwayat penyakit sekarang
E. Pemeriksaan integument

14. Ny. W Usia 34 tahun mengeluh sakit diare di ruang dalam klien terlihat kurus dan lemas.
Tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 112x/menit, nadi lemah dan cepat, berat jenis urine 1,325.
Pada sekujur tubuh klien bertato diketahui klien merupakan pasien binaan penderita HIV dan
AIDS. Apa masalah keperawatan pada kasus tersebut?
A. Kerusakan integritas kulit
B. Perubahan proses pikir
C. Intoleransi aktivitas
D. Perubahan nutrisi
E. Diare

15. Tn. J Usia 40 tahun mengeluh dispnea klien sudah menderita batuk-batuk sudah 1 tahun yang lalu
dari hasil pemeriksaan produksi sputum ada, napas pendek, ortopnea, takipnea dan nyeri dada.
Pada mulut ditemukan bercak ulserasi dan keputihan hasil tes ELISA positif.
Bagaimana rencana untuk memperbaiki bersihan jalan nafas klien?
A. Berikan istirahat yag cukup
B. Berikan bantuan oksigen
C. Posisikan semi fowler
D. Kaji status respirasi
E. Terapi pulmonar

16. Nn. U usia 18 tahun datang ke poli dalam mengeluh sering bersin-bersin sudah satu hari yang lalu
diserta