100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan52 halaman

Rangkaian Filter

Dokumen tersebut membahas tentang rangkaian filter pasif dan aktif, khususnya high pass filter (HPF) dan band pass filter (BPF). Ia menjelaskan prinsip dasar, konfigurasi, dan perhitungan parameter penting seperti frekuensi potong untuk kedua jenis filter tersebut. Contoh rangkaian HPF dan BPF pasif maupun aktif pun disertakan beserta ilustrasinya.

Diunggah oleh

Utami Yogantari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan52 halaman

Rangkaian Filter

Dokumen tersebut membahas tentang rangkaian filter pasif dan aktif, khususnya high pass filter (HPF) dan band pass filter (BPF). Ia menjelaskan prinsip dasar, konfigurasi, dan perhitungan parameter penting seperti frekuensi potong untuk kedua jenis filter tersebut. Contoh rangkaian HPF dan BPF pasif maupun aktif pun disertakan beserta ilustrasinya.

Diunggah oleh

Utami Yogantari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANGKAIAN FILTER (HPF & BPF) PASIF DAN

AKTIF
Mata Kuliah : Perancangan Elektronika 2

Nama : Utami Yogantari

NIM : 1316030094

TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3A

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2017/2018
HIGH PASS FILTER (HPF) DAN BAND PASS FILTER
(BPF)
1. PENDAHULUAN
Filter dalam bidang elektronika adalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk
mengambil/melewatkan tegangan output pada frekuensi tertentu yang diinginkan dan untuk
melemahkan/membuang ke ground tegangan output pada frekuensi tertentu yang tidak diiginkan.
Filter dalam elektronika dibagi dalam dua kelompok yaitu filter pasif dan filter aktif. Untuk
membuat suatu filter pasif dapat digunakan komponen pasif (R, L, C). Sedangkan untuk membuat
filter aktif diperlukan rangkaian (R, L, C dan transistor atau Op-Amp).
Pada dasarnya filter pasif maupun filter aktif dapat dikelompokan berdasarkan respon frekuensi
yang di saring (filter) menjadi 4 kelompok.
 Filter Lolos Bawah (Low Pass Filter, LPF)
 Filter Lolos Atas (High Pass Filter, HPF)
 Filter Lolos Rentang (Band Pass Filter, BPF)
 Filter Tolak Rentang (Band Stop Filter atau Notch Filter)
Untuk membuat filter pad kelompok diatas dapat digunakan konfigurasi R dan C, L dan C atau
RLC. Akan tetapi penggunaan induktor sering dihindari karena fisik induktor yang besar. Sehingga
pada umumnya filter yang sering dijumpai adalah filter RC saja.

Filter adalah suatu device yang memilih sinyal listrik berdasarkan pada frekuensi dari sinyal
tersebut. Filter akan melewatkan gelombang/sinyal listrik pada batasan frekuensi tertentu sehingga
apabila terdapat sinyal/gelombang listrik dengan frekuensi yang lain (tidak sesuai dengan
spesifikasi filter) tidak akan dilewatkan. RAngkaian filter dapat diaplikasikan secara luas, baik
untuk menyaring sinyal pada frekuensi rendah, frekuensi audio, frekuensi tinggi, atau pada
frekuensi-frekuensi tertentu saja.
Filter adalah suatu sistem yang dapat memisahkan sinyal berdasarkan frekuensinya; ada
frekuensi yang diterima, dalam hal ini dibiarkan lewat; dan ada pula frekuensi yang ditolak, dalam
hal ini secara praktis dilemahkan. Hubungan keluaran masukan suatu filter dinyatakan dengan
fungsi alih (transfer function).
2. DASAR TEORI

HPF (High Pass Filter)


High pass filter adalah jenis filter yang melewatkan frekuensi tinggi, tetapi mengurangi
amplitudo frekuensi yang lebih rendah daripada frekuensi cutoff.Nilai-nilai pengurangan untuk
frekuensi berbeda-beda untuk tiap-tiap filter ini .High pass filter adalah lawan dari low pass filter,
dan band pass filter adalah kombinasi dari high pass filter dan low pass filter.
Filter ini sangat berguna sebagai filter yang dapat memblokir component frekuensi rendah
yang tidak diinginkan dari sebuah sinyal komplek saat melewati frekuensi tertinggi.
High pass filter yang paling simple terdiri dari kapasitor yang terhubung secara pararel dengan
resistor
Pada rangkaian dibagian listrik sering disebut rangkaian seleksi frekuensi untuk
melewatkan band frekuensi tertentu dan menahannya dari frekuensi diluar band itu. Filter
tergantung dari tipe elemen yang digunakan pada rangkaiannya, filter akan dibedakan pada filter
aktif dan Filter pasif. Elemen pasif adalah:
- Tahanan
- Kapasitor
- Induktor
Filter aktif dilengkapi dengan transistor atau opamp selain tahanan dan kapasitor. Tipe
elemen ditentukan oleh pengoperasian range frekuensi kerja rangkaian . Filter aktif mempunyai
keuntungan dibandingkan filter pasif yaitu :
 Penguatan dan frekuensinya mudah diatur, selama op-amp masih memberikan
penguatan dan sinyal input tidak selalu seperti pada filter pasif. Pada dasarnya filter
aktif lebih gampang diatur.
 Tidak ada masalah beban, karena tahanan input tinggi dan tahanan output rendah.
Filter aktif tidak membebani sumber input.
 Harga, umumnya filter aktif lebih ekonomis dari pada filter pasif, karena pemilihan
variasai dari op-amp yang murah dan tanpa induktor yang biasanya harganya
mahal.
 HPF AKTIF
Rangkaian high pass filter aktif pada dasarnya sama saja dengan filter pasif high pass,
perbedaannya pada bagian output filter aktif high pass ditambahkan rangkaian penguat tegangan.
Rangkaian dasar dari sebuah filter aktif high pass (Active High Pass Filter, HPF) dapat dilihat pada
gambar rangkaian berikut.

Dari gambar rangkaian Filter Aktif High Pass (HPF) diatas terdapat perhitungan-
perhitungan dari filter aktif high pass sebagai berikut :
Frekuensi cut-off rangkaian filter aktif high pass (fc) adalah :

Pergeseran sudut fasa yang terjadi pada rangkaian filter aktif high pass (Φ) :

Faktor penguatan tegangan rangkaian penguat pada filter aktif high pass (Af) diatas adalah :
Rangkaian filter aktif high pass pada gambar diatas adalah filter aktif high pass
jenis butterworth dimana besarnya penguatan tegangan (Av) yang terjadi pada filter aktif high pass
ini dapat dituliskan dengan persamaan matematis sebagai berikut :

Penguatan tegangan dari sinyal input yang diberikan ke rangkaian filter aktif high pass ini
memiliki perbedaan pada respon frekuensi rangkaian filter aktif high pass sebagai berikut.
1) Pada saat sinyal input dengan frekuensi (f) lebih tinggi dari frekuensi cut-off (fc) :

2) Pada saat sinyal input dengan frekuensi (f) sama dengan dari frekuensi cut-off (fc)
:

3) Pada saat sinyal input dengan frekuensi (f) lebih rendah dari frekuensi cut-off (fc)
:
HPF PASIF
Berbeda dengan HPF aktif, HPF Pasif memiliki beberapa komponen pasif seperti kapasitor
atau induktor. Berdasarkan jumlah ordonya HPF dibagi menjadi dua jenis yaitu:
 Rangkaian Elektronika HPF “Orde 1”
Rangkaian ter-sederhana untuk HPF adalah dengan menggunakan rangkaian CR
seperti pada Gambar 2. Respon dari rangkaian terhadap sinyal sinus yang ditunjukkan oleh
Gambar 3 adalah hasil dari proses charge-discharge kapasitor. Pada Gambar 4, ditunjukkan
Vout dari rangkaian terhadap kondisi Vin dengan frekuensi tertentu; jika frekuensi kurang-
dari frekuensi cut-off HPF, Vout akan mengalami “cacat”, seiring dengan
frekuensi mendekati dan selanjutnya lebih-dari frekuensi cut-off HPF, maka Vout akan
tetap seperti layaknya Vin.

Gambar 2. Rangkaian HPF “Orde 1”.

Gambar 3. Respon Rangkaian HPF “Orde 1” terhadap Input.


Gambar 4. Output Rangkaian HPF “Orde 1” terhadap Input.

 Rangkaian Elektronika HPF “Orde 2”


Rangkaian HPF “Orde 2” adalah 2 rangkaian HPF “Orde 1” yang dirangkai seri,
seperti pada Gambar 5, sehingga menghasilkan rangkaian HPF yang lebih-cepat responnya
terhadap sinyal Vin, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 6, sehingga Vout akan lebih-
miring, yang artinya akan lebih-cepatmenahan frekuensi yang kurang-dari frekuensi cut-
off HPF.

Gambar 5. Rangkaian HPF “Orde 2”.


Gambar 6. Respon Rangkaian HPF “Orde 2” terhadap Input.

BPF (Band Pass Filter)


Bandpass filter (BPF) adalah rangkaian yang melewatkan frekuensi pada daerah
tertentu di antara frekuensi cut-off pertama dan frekuensi cut-off kedua dan meredam frekuensi di
luar daerah tersebut. Selain itu Bandpass filter merupakan sebuah rangkaian yang dirancang untuk
melewatkan frekuensi dalam batasan tertentu dan menolak frekuensi lain diluar frekuensi yang
dikehendaki. Dan Bandpass filter merupakan gabungan antara highpass dan lowpass filter. Filter
band pass akan meneruskan sinyal-sinyal dengan frekuensi antara (median frequency) dan
menahan frekuensi di bawah dan di atas median tersebut. BPF ada 2 macam rangkaian yaitu :
1) BPF bidang lebar , Bila Q < 10
2) BPF bidang sempit, Bila Q > 10
Perhitungan faktor kualitas (Q) adalah :

Dimana:
1) Band Pass Filter Bidang Lebar
Syarat BPF bidang lebar adalah Q<10, biasanya didapat dari 2 rangkaian filter HPF
dan LPF yang mereka saling di serie dengan urutan tertentu dan frekuensi cut off harus
tertentu. Misalnya urutan serie adalah HPF disusul LPF, dan L f dari HPF harus lebih kecil
dari H f dari LPF. Contoh rangkaian dan perhitungannya adalah seperti gambar berikut.
Rangkaian Band Pass Filter {BPF) Bidang Lebar

Grafik Output Band Pass Filter {BPF) Bidang Lebar

Nilai penguatan tegangan absolut band pass filter (BPF) bidang lebar adalah :
2) Band Pass Filter (BPF) Bidang Sempit
Syarat BPF bidang sempit adalah Q > 10. Rangkaian yang digunakan bisa seperti
gambar diatas tapi ada rangkaian khusus untuk BPF bidang sempit. Rangkaian khusus
inipun bisa pula digunakan untuk BPF bidang lebar, tapi spesialisnya untuk bidang sempit.
Rangkaian ini sering disebut multiple feedback filter karena satu rangkaian menghasilkan
2 batasan Lf dan Hf . Gambar rangkaian serta contoh bandwidth bidang sempit diberikan
seperti berikut ini. Persamaan persamaannya pun beda dan tersendiri. Komponen pasif
yang digunakan sama dengan komponen pasif dari LPF dan HPF.
Rangkaian Band Pass Filter (BPF) Bidang Sempit

Perhitungan dari rangkain band pass filter (BPF) diatas dengan nilai C1=C2=C
sehingga nilai resistansinya dapat ditentukan sebagai berikut :

dimana nilai A F saat pada f C adalah :

Perlu diingat bahwa :

dengan
3. PERANCANGAN

3.1.deskripsi singkat dan spesifikasi


High Pass Filter (HPF)
Pada high pass filter titik kerja/Frekuensi cut off (Fc) ditentukan dari besaran komponen
yang digunakan, dimana :

Pada HPF didapatkan Fc = 106.1 Hz


Frekuensi cut off (Fc) atau titik 3 dB atau 0,707 V menentukan jangkauan respon rangkaian
filter. Jadi penentuan besar nilai sangat berpengaruh akan kinerja dari rangkaian filter yang dibuat.

Band Pass Filter (BPF)


Pada Band Pass Filter (BPF) titik kerja/Frekuensi cut off (Fc) ditentukan dari besaran komponen
yang digunakan, dimana :
𝑓𝐿−𝑓𝐻
Fc =
2

Maka di dapat

1 1
𝐹𝐿 = 2𝜋𝑅1𝐶1 = 106.1 𝐻𝑧 𝐹𝐻 = 2𝜋𝑅2𝐶2=28.42 KHz

FR = Fc= 1.736 KHz


3.2.diagram blok

Dibawah ini merupakan gambar diagram blok dari rangkaian filter pasif high pass filter (HPF).

Dibawah ini merupakan gambar diagram blok dari rangkaian filter pasif Band Pass Filter (BPF)

3.3.Penentuan dan Pembahasan Komponen atau Blok


Untuk mendapatkan hasil low pass filter (LPF) & high pass filter (HPF), komponen-
kompomen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

1. Function Generator : 3 buah


2. Resistor : 10kΩ (7 buah), 100kΩ (2 buah)
3. Kapasitor : 150nF (2 buah), 15nF (1 buah), 560pF (2
buah)
4. Op-Amp : 2 buah
5. Osiloskop : 3 buah
6. Multimeter : 3 buah
3.4. Gambar skematik dan rangkaian

XSC1

XFG1 Ext T rig


+
_ XMM1
A B
+ _ + _

C1

150nF

R1
10kΩ

Gambar rangkaian HPF pasif


XSC1
XFG1
VCC Ext Trig
+
12V _
7 1 5 U1 A B
C1 + _ + _
3
6
150nF
2

4 741
R3 VEE
10kΩ -12V
R2

R1 100kΩ
10kΩ

Gambar rangkaian HPF Aktif


XSC1

XFG1 Ext T rig XMM1


+
_
A B
+ _ + _
C1 R2

150nF 10kΩ
R1 C2
10kΩ 560pF

Gambar rangkaian BPF pasif

RG1 RF1
100kΩ 10kΩ
RG RF XSC1
100kΩ 10kΩ VEE
Ext Trig
VEE -12V +

-12V 4 U2 _
A B
XFG1 4 U1 + _ + _
2
2 6
R2 XMM1
C1 6 3
3 10kΩ
7 1 5 741
15nF 7 1 5 741 C2
R1 560pF VCC
10kΩ 12V
VCC
12V

Gambar rangkaian BPF aktif

3.5.Hasil simulasi dan analisa


 Hasil simulasi HPF Pasif pada saat Vin = 1 Vpp
Saat f = 5 Hz
Saat F = 10 Hz

Saat F = 50 Hz
Saat F = 100 Hz
Saat Fc = 106.1 Hz

Saat F = 500 Hz
Saat F = 1KHz

Saat F = 5KHz
Saat F = 10KHz

Saat f = 50KHz
Saat F = 100 KHz

Tabel hasil perhitungan dan simulasi

Frekuensi Vout (V) Av(dB)


Vout (V)
(Simulasi) (Hitungan)

5 Hz 0 0.047 −27.95

10 Hz 0 0.09 −20.91

50 Hz 0.426 0.426 −7.53

100 Hz 0.685 0.68 −3.34

Fc= 106.1 Hz 0.707 0.707 −3.09

500 Hz 0.978 0.978 −0.26

1 KHz 0.994 0.994 - 0.08

5 KHz 0.999 0.999 - 0.008

10 KHz 0.9999 0.9999 - 0.0008


50 KHZ 0.99999 0.99999 - 0.00008

100 KHz 0.999998 0.999999 -0.000008

Perhitungan untuk HPF pasif :

 Untuk frekueunsi = 5 Hz
𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+ 𝑅2
1
𝑋𝑐 =
2𝜋𝑓𝐶

1 1
𝑋𝑐 = 2×3.14×5×0.15×10−6 = 212314.2250 Ω
4.71×10−6

𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+𝑅 2

10000
𝑉𝑜 = √212314.22502 +100002
1

10000
𝑉𝑜 = = 212549.5945 1 = 0.047 𝑉

𝑉𝑜 0.04 𝑉
𝐴𝑣 = = = 0.04 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖 1𝑉

𝐴𝑣(𝑑𝐵) = 20 log 𝐴𝑣 = 20 log 0.04 = −27.95 𝑑𝐵

 Untuk frekueunsi = 10 Hz
𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+ 𝑅2
1
𝑋𝑐 = 2𝜋𝑓𝐶

1 1
𝑋𝑐 = 2×3.14×10×0.15×10−6 = = 106157.1125 Ω
9.42×10−6

𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+𝑅 2

10000
𝑉𝑜 = √106157.11252 +100002
1

10000
𝑉𝑜 = = 106627.0723 1 = 0.09 𝑉
𝑉𝑜 0.09 𝑉
𝐴𝑣 = = = 0.09 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖 1𝑉
𝐴𝑣(𝑑𝐵) = 20 log 𝐴𝑣 = 20 log 0.09 = −20.91 𝑑𝐵

 Untuk frekueunsi = 50 Hz
𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+ 𝑅2
1
𝑋𝑐 = 2𝜋𝑓𝐶

1 1
𝑋𝑐 = 2×3.14×50×0.15×10−6 = 21231.4225 Ω
47.1×10−6

𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+𝑅 2

10000
𝑉𝑜 = √21231.42252 +100002
1

10000
𝑉𝑜 = = 23468.5598 1 = 0.426 𝑉

𝑉𝑜 0.42 𝑉
𝐴𝑣 = = = 0.42 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖 1𝑉
𝐴𝑣(𝑑𝐵) = 20 log 𝐴𝑣 = 20 log 0.42 = −7.53 𝑑𝐵

 Untuk frekuensi = 100 Hz


𝑅
𝑉𝑜 = 𝑉𝑖𝑛
√𝑋𝑐 2 + 𝑅 2
1
𝑋𝑐 =
2𝜋𝑓𝐶

1 1
𝑋𝑐 = 2×3.14×100×0.15×10−6 = = 10615.71125 Ω
9.42×10−5

𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+𝑅 2

10000
𝑉𝑜 = √10615.711252 +100002
1
10000
𝑉𝑜 = = 14584.00924 1 = 0.68 𝑉

𝑉𝑜 0.68 𝑉
𝐴𝑣 = = = 0.68 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖 1𝑉
𝐴𝑣(𝑑𝐵) = 20 log 𝐴𝑣 = 20 log 0.68 = −3.34 𝑑𝐵

 Untuk frekuensi cut off


Vo = 0.707 Vin
Vo = 0.707 × 1 = 0.707 V

𝑉𝑜 0.7 𝑉
𝐴𝑣 = = = 0.7 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖 1𝑉
𝐴𝑣(𝑑𝐵) = 20 log 𝐴𝑣 = 20 log 0.7 = −3.09 𝑑𝐵

 Untuk frekuensi = 500Hz


𝑅
𝑉𝑜 = 𝑉𝑖
√𝑋𝑐 2 + 𝑅 2
1
𝑋𝑐 =
2𝜋𝑓𝐶

1 1
𝑋𝑐 = 2×3.14×500×0.15×10−6 = = 2123.142 Ω
4.71×10−4

𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+𝑅 2

10000
𝑉𝑜 = √2123.1422 +100002
1

10000
𝑉𝑜 = = 1 = 0.978 𝑉
10222.902

𝑉𝑜 0.97 𝑉
𝐴𝑣 = = = 0.97 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖 1𝑉
𝐴𝑣(𝑑𝐵) = 20 log 𝐴𝑣 = 20 log 0.97 = −0.26 𝑑𝐵
 Untuk frekuensi = 1 KHz
𝑅
𝑉𝑜 = 𝑉𝑖
√𝑋𝑐 2 + 𝑅 2
1
𝑋𝑐 =
2𝜋𝑓𝐶

1 1
𝑋𝑐 = 2×3.14×1000×0.15×10−6 = = 1061.5711 Ω
9.42×10−4

𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+𝑅 2

10000
𝑉𝑜 = √1061.57112 +100002
1

10000
𝑉𝑜 = = 10056.1888 1 = 0.994 𝑉

𝑉𝑜 0.99 𝑉
𝐴𝑣 = = = 0.99 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖 1𝑉
𝐴𝑣(𝑑𝐵) = 20 log 𝐴𝑣 = 20 log 0.99 = −0.08 𝑑𝐵

 Untuk frekuensi = 5 KHz


𝑅
𝑉𝑜 = 𝑉𝑖
√𝑋𝑐 2 + 𝑅 2
1
𝑋𝑐 =
2𝜋𝑓𝐶

1 1
𝑋𝑐 = 2×3.14×5000×0.15×10−6 = = 212.314 Ω
4.71×10−3

𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+𝑅 2

10000
𝑉𝑜 = √212.3142 +100002
1

10000
𝑉𝑜 = = 10002.253 1 = 0.999 𝑉

𝑉𝑜 0.999 𝑉
𝐴𝑣 = = = 0.999 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖 1𝑉
𝐴𝑣(𝑑𝐵) = 20 log 𝐴𝑣 = 20 log 0.999 = −0.008 𝑑𝐵
 Untuk frekuensi = 10 KHz
𝑅
𝑉𝑜 = 𝑉𝑖
√𝑋𝑐 2 + 𝑅2
1
𝑋𝑐 =
2𝜋𝑓𝐶

1 1
𝑋𝑐 = 2×3.14×10000×0.15×10−6 = = 106.157 Ω
9.42×10−3

𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+𝑅 2

10000
𝑉𝑜 = √106.157 2 +100002
1

10000
𝑉𝑜 = = 10000.563 1 = 0.9999 𝑉

𝑉𝑜 0.9999 𝑉
𝐴𝑣 = = = 0.9999 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖 1𝑉
𝐴𝑣(𝑑𝐵) = 20 log 𝐴𝑣 = 20 log 0.9999 = −0.0008 𝑑𝐵

 Untuk frekuensi = 50 KHz


𝑅
𝑉𝑜 = 𝑉𝑖
√𝑋𝑐 2 + 𝑅 2
1
𝑋𝑐 =
2𝜋𝑓𝐶

1 1
𝑋𝑐 = 2×3.14×50000×0.15×10−6 = = 21.231 Ω
0.0471

𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+𝑅 2

10000 10000
𝑉𝑜 = √21.231 2 +100002
= 10000.022 1 = 0.99999 𝑉

𝑉𝑜 0.99999 𝑉
𝐴𝑣 = = = 0.99999 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖 1𝑉
𝐴𝑣(𝑑𝐵) = 20 log 𝐴𝑣 = 20 log 0.99999 = −0.00008 𝑑𝐵
 Untuk frekueunsi = 100 KHz
𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+ 𝑅2
1
𝑋𝑐 = 2𝜋𝑓𝐶

1 1
𝑋𝑐 = 2×3.14×100000×0.15×10−6 = = 10.615 Ω
0.0942

𝑅
𝑉𝑜 = √𝑋𝑐 2 𝑉𝑖𝑛
+𝑅 2

10000
𝑉𝑜 = √10.6152 +100002
1

10000
𝑉𝑜 = = 1 = 0.999999 𝑉
10000.0056

𝑉𝑜 0.999999 𝑉
𝐴𝑣 = = = 0.999999 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖 1𝑉
𝐴𝑣(𝑑𝐵) = 20 log 𝐴𝑣 = 20 log 0.999999 = −0.000008 𝑑𝐵

SIMULASI HPF AKTIF Dengan Vin=1Vpp

Saat F = 5 Hz
Saat F = 10 Hz

Saat F = 50Hz
Saat F = 100 Hz

Saat Fc= 106.1 Hz


Saat F = 500 Hz

Saat F = 1 KHz
Saat F = 5KHz

Saat F = 10 KHz
Saat F = 50 KHz

Saat F = 100 KHz


Vin = 1 Vpp

Vout V out Av (dB)


Frekuensi
(simulasi) (menghitung)
5 Hz 0.517 0,51 V - 5,84
10 Hz 1.031 1,03 V 0,25
50 Hz 4.689 4,68 V 13,40
100 Hz 7.543 7,54 V 17,54
Fc = 106.1 Hz 7.778 7,77 V 17,80
500 Hz 10.759 10,76 V 20,63
1 KHz 10.937 10,93 V 20,77
5 KHz 10.979 10,99 V 20,81
10 KHz 10.914 10,99 V 20,81
50 KHz 4.03 10,99 V 20,81
100 KHz 2.019 10,99 V 20,81

PERHITUNGAN :
1 1
Fc = = = 106,1 Hz
2𝜋𝑅𝐶 2𝜋(10𝑘)(150𝑛)
R2 100𝑘
AF = 1 + =1+ = 11
𝑅1 10𝑘

 F = 5 Hz
𝑓 5 𝐻𝑧
𝐴𝐹 (𝑓𝑐) 11 (106,1 𝐻𝑧)
Av =
𝑓
=
5 𝐻𝑧
= 0,51
√1+(𝑓𝑐)² √1+( )²
106,1 𝐻𝑧

Av (dB) = 20 Log (Av) = 20 Log 0,51 = - 5,84 dB

Vo = Av x Vin = 0,51 x 1 Vpp = 0,51 V

 F = 10 Hz
𝑓 10 𝐻𝑧
𝐴𝐹 (𝑓𝑐) 11 (106,1 𝐻𝑧)
Av =
𝑓
=
10 𝐻𝑧
= 1,03
√1+(𝑓𝑐)² √1+( )²
106,1 𝐻𝑧

Av (dB) = 20 Log (Av) = 20 Log 1,03 = 0,25 dB


Vo = Av x Vin = 1,03 x 1 Vpp = 1,03 V

 F = 50 Hz
𝑓 50 𝐻𝑧
𝐴𝐹 (𝑓𝑐) 11 ( )
106,1 𝐻𝑧
Av =
𝑓
=
50 𝐻𝑧
= 4,68
√1+(𝑓𝑐)² √1+( )²
106,1 𝐻𝑧

Av (dB) = 20 Log (Av) = 20 Log 4,24 = 13,40 dB

Vo = Av x Vin = 4,68 x 1 Vpp = 4,68 V

 F = 100 Hz
𝑓 100 𝐻𝑧
𝐴𝐹 (𝑓𝑐) 11 (106,1 𝐻𝑧)
Av =
𝑓
=
100 𝐻𝑧
= 7,54
√1+(𝑓𝑐)² √1+( )²
106,1 𝐻𝑧

Av (dB) = 20 Log (Av) = 20 Log 5,49 = 17,54 dB

Vo = Av x Vin = 7,54 x 1 Vpp = 7,54 V

 Fc = 106,1 Hz
𝑓 106,1 𝐻𝑧
𝐴𝐹 (𝑓𝑐) 11 ( 106,1 𝐻𝑧 )
Av =
𝑓
=
106,1 𝐻𝑧
= 7,77
√1+(𝑓𝑐)² √1+( )²
106,1 𝐻𝑧

Av (dB) = 20 Log (Av) = 20 Log 5,5 = 17,80 dB

Vo = Av x Vin = 7,77 x 1 Vpp = 7,77 V

 F = 500 Hz
𝑓 500 𝐻𝑧
𝐴𝐹 (𝑓𝑐) 11 (106,1 𝐻𝑧)
Av =
𝑓
=
500 𝐻𝑧
= 10,76
√1+(𝑓𝑐)² √1+( )²
106,1 𝐻𝑧

Av (dB) = 20 Log (Av) = 20 Log 10,76 = 20,63 dB


Vo = Av x Vin = 10,76 x 1 Vpp = 10,76 V

 F = 1 kHz
𝑓 1 𝑘𝐻𝑧
𝐴𝐹 (𝑓𝑐) 11 (106,1 𝐻𝑧)
Av =
𝑓
=
1 𝑘𝐻𝑧
= 10,93
√1+(𝑓𝑐)² √1+( )²
106,1 𝐻𝑧

Av (dB) = 20 Log (Av) = 20 Log 10,93= 20,77 dB

Vo = Av x Vin = 10,93 x 1 Vpp = 10,93 V

 F = 5 kHz
𝑓 5 𝑘𝐻𝑧
𝐴𝐹 (𝑓𝑐) 11 (106,1 𝐻𝑧)
Av =
𝑓
=
5 𝑘𝐻𝑧
= 10,99
√1+(𝑓𝑐)² √1+( )²
106,1 𝐻𝑧

Av (dB) = 20 Log (Av) = 20 Log 10,99 = 20,81 dB

Vo = Av x Vin = 10,99 x 1 Vpp = 10,99 V

 F = 10 kHz
𝑓 10 𝑘𝐻𝑧
𝐴𝐹 (𝑓𝑐) 11 (106,1 𝐻𝑧)
Av =
𝑓
=
10 𝑘𝐻𝑧
= 10,99
√1+(𝑓𝑐)² √1+( )²
106,1 𝐻𝑧

Av (dB) = 20 Log (Av) = 20 Log 10,99 = 20,81 dB

Vo = Av x Vin = 10,99 x 1 vpp = 10,99 V

 F = 50 kHz
𝑓 50 𝑘𝐻𝑧
𝐴𝐹 (𝑓𝑐) 11 (106,1 𝐻𝑧)
Av =
𝑓
=
50 𝑘𝐻𝑧
= 10,99
√1+(𝑓𝑐)² √1+( )²
106,1 𝐻𝑧

Av (dB) = 20 Log (Av) = 20 Log 10,99 = 20,81 dB


Vo = Av x Vin = 10,99 x 1 Vpp = 10,99 V

 F = 100 kHz
𝑓 100 𝑘𝐻𝑧
𝐴𝐹 (𝑓𝑐) 11 (106,1 𝐻𝑧 )
Av =
𝑓
=
100 𝑘𝐻𝑧
= 10,99
√1+(𝑓𝑐)² √1+( )²
106,1 𝐻𝑧

Av (dB) = 20 Log (Av) = 20 Log 10,99 = 20,81 dB

Vo = Av x Vin = 10,99 x 1 Vpp = 10,99 V

 Hasil simulasi BPF pasif pada saat Vin = 1 Vpp

Saat F=5Hz

Saat F=10Hz
Saat F=50Hz

Saat F=100Hz
Saat F=500Hz

Saat F=1KHz
Saat Fc = 1.736 KHz

Saat F=5KHz
Saat F=10KHz

Saat F=50KHz
Saat F=100KHz
Tabel hasil simulasi

Frekuensi Vout (V) Av(dB)


(Simulasi)

5 Hz 0 -
10 Hz 0 -
50 Hz 0.425 -7.43
100 Hz 0.684 -3.29
500 Hz 0.974 -0.23
1 KHz 0.990 -0.08
Fc= 1. 736 KHz 0.992 -0.07
5 KHz 0.981 -0.16
10 KHz 0.940 -0.53
50 KHZ 0.493 -6.14
100 KHz 0.273 -11.27
 Hasil simulasi BPF Aktif pada saat Vin = 1
Vpp
Saat F=5Hz
Saat F=10Hz

Saat F=100Hz
Saat F=500Hz

Saat F=1KHz
Saat F=5KHz

Saat Fc=5.491KHz
Saat F=10KHz

Saat F=50KHz
Saat F=100 KHz

Saat F=500KHz
TABEL HASIL SIMULASI

Frekuensi Vout (V) Av(dB)


(Simulasi)

5 Hz 0 -
10 Hz 0 -
100 Hz 0.113 -18.93
500 Hz 0.515 -5.76
1 KHz 0.829 -1.62
5 KHz 1.165 1.32
Fc = 5.491 KHz 1.166 1.33
10 KHz 1.134 1.09
50 KHz 0.595 -4.5
100 KHz 0.326 -9.73
500 KHz 0.021 -33.55

3.6.Analisa

HPF PASIF
Dari simulasi yang telah di lakukan maka di dapat hasil jika frekuensi input 5 Hz
maka output yang di dapat yaitu 0 V. Jika frekuensi input 10 Hz maka output yang di dapat
yaitu 0 V. Jika frekuensi 50 Hz maka output yang di dapat yaitu 0.426 V. Jika frekuensi
input 100 Hz maka output yang di dapat yaitu 0.685 V. Jika frekuensi input cutoff 106.1
Hz maka output yang di dapat yaitu 0.707 V. Jika frekuensi input 500 Hz maka output yang
di dapat yaitu 0.978 V. Jika frekuensi input 1 KHz maka output yang di dapat yaitu 0.994
V. Jika frekuensi input 5 KHz maka output yang di dapat yaitu 0.999 V. Jika frekuensi
input 10 kHz maka output yang di dapat yaitu 0.9999V. Jika frekuensi input 50 kHz maka
output yang di dapat yaitu 0.99999 V. Dan jika frekuensi input 100 kHz maka output yang
di dapat yaitu 0.999998 V. Maka dari hasil tersebut didapatkan semakin besar frekuensi
inputnya maka semakin besar outputnya. Semakin besar frekuensinya maka gambar
gelombang semakin rapat. Karena rangkaian HPF hanya frekuensi yang bernilai besar saja
yang penguatannya baik. Pada rangkaian HPF Pasif tidak ada penguatan, karena di dalam
rangkaian tersebut kita tidak menggunakan Op Amp.

HPF AKTIF
Dari simulasi yang telah di lakukan maka di dapat hasil jika frekuensi input 5 Hz maka
output yang di dapat yaitu 0.517, dengan pengutan sebesar -5.84 dB. Jika frekuensi input
10 Hz maka output yang di dapat yaitu 1.031 V dengan penguatan 0.25 dB. Jika frekuensi
50 Hz maka output yang di dapat yaitu 4.689 V dengan penguatan 13.40 dB. Jika frekuensi
input 100 Hz maka output yang di dapat yaitu 7.543 V dengan penguatan 17.54 dB. Jika
frekuensi input cutoff 106.1 Hz maka output yang di dapat yaitu 7.778 V dengan penguatan
17.80 dB. Jika frekuensi input 500 Hz maka output yang di dapat yaitu 10.759 V dengan
penguatan 20.63 dB. Jika frekuensi input 1 KHz maka output yang di dapat yaitu 10.938
V dengan penguatan 20.77 dB. Dan jika frekuensi input 5 KHz maka output yang didapat
yaitu 10.979 V, dengan penguatan 20.81 dB. Maka dari hasil tersebut didapatkan semakin
besar frekuensi inputnya maka semakin besar outputnya dan semakin besar pula
penguatannya. Semakin besar frekuensinya maka gambar gelombang semakin rapat.
Karena rangkaian HPF hanya frekuensi yang bernilai besar saja yang penguatannya baik.

BPF

Pada rangkaian ini di dapat hasil perhitungan:

1 1
𝐹𝐿 = 2𝜋𝑅1𝐶1 = 106.1 𝐻𝑧 𝐹𝐻 = 2𝜋𝑅2𝐶2=28.42 KHz

FR = Fc= 1.736 KHz

Pada rangkaian tersebut yang sudah disimulasikan sudah terbukti bahwa rangkaian bpf
hanya melewatkan frekuensi tertentu saja. Rangkaian ini terdiri dari fL dan fH. Pada saat fL
tegangan berubah menjadi maksimum. Sedangkan pada saat fH tegangan berubah menjadi
minimum. Ini membuktikan bahwa rangkaian ini hanya melewatkan frekuensi fL sampai fH
saja. Begitupunn dengan tabel bpf aktif. Cara kerjanya sama seperti bpf pasif. Yang
membedakan hanya komponen yang digunakan. Jika bpf pasif hanya menggunakan
komponen pasif saja seperti resistor, kapasitor, dan inductor. Jika bpf aktif menggunakan
komponen aktif seperti op-amp.
3.7.Kurva hasil simulasi

Kurva HPF Aktif


25

20

15

10
Av (dB)

Av (dB)
5

0
5 10 50 100 fc = 500 1k 5k 10k 50k 100k
-5 106.1

-10
Frekuensi (Hz)

Kurva HPF Pasif


0
5 10 50 100 fc = 500 1k 5k 10k 50k 100k
106.1
-5

-10
Av (dB)

-15
Av (dB)

-20

-25

-30
Frekuensi (Hz)
Kurva BPF Pasif
0
5 10 50 100 1K 1.736 K 5K 10 K 50 K 100 K 500 K

-2

-4

-6

-8

-10

-12

Av(dB)

Kurva BPF Aktif


5

0
5 10 100 500 1K 5K 5.491 K 10 K 50 K 100 K 500 K
-5

-10

-15

-20

-25

-30

-35

-40

Av(dB)
DAFTAR PUSTAKA

http://elektronika-dasar.web.id/filter-aktif-high-pass-hpf/
http://setiaagungw.blogspot.co.id/2014/05/pengertian-dan-aplikasi-rangkaian-high.html
https://depokinstruments.com/2016/09/16/passive-hpf-high-pass-filter/
http://setiaagungw.blogspot.co.id/2014/05/pengertian-dan-kupas-tentang-band-pass.html
http://elektronika-dasar.web.id/band-pass-filter-bpf-aktif/

Anda mungkin juga menyukai