Anda di halaman 1dari 9

Laboraturium Pengukuran Sistem Tenaga

I. Tujuan
Selesai pratikum mahasiswa dapat :
- Menjelaskan keadaan resonansi pada rangkaian paralel
- Membuktikan terjadinya resonansi pada rangkaian paralel
I =I
- Membuktikan pada saat resonansi k S
-

Membuat kurva impedansi fungsi frekuensi Y =f ( frek )

Membuat kurva arus fungsi freskuensi

I =f (frek )

II.Petunjuk Keselematan Kerja


- Pemberian sinyal dari luar (pembangkit gelombang) di[pasangkan setelah sumber
tegangan modul dihidupkan.
- Kalibrasilah alat ukur sebelum digunakan untuk mengukur.
- Pastikan semua sambungan terhubung dengan baik.
- Pastikan pengatur tegangan Power Supply selalu pada posisi Nol sebelum posisi ON
- Berhati hatilah dengan tegangan AC keluaran dari variac.
III.

Landasan Teori
Pada suatu rangakaian R,L,C parallel yang dicatu sumber tegangan sinusoida bila frekuensi,
atau L, atau C diatur besarnya, akan diperoleh suatu kondisi dimana bagian iamjiner dari
admitansi sama dengan nol, sehingga dipenuhi persamaan :
1
1
f =f 0=
2 LC , keadaan ini disebut resonansi.

(Gambar 1. Rangkaian R,L,C Paralel)


Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung

Laboraturium Pengukuran Sistem Tenaga


Pada hubungan parallel masing masing cabang dapat dijumlahkan secara vector, sehingga
dari penjumlahan ini didapat arus total. Arus yang lewat pada capasitor mendahului
tegangan sebesar 90 dan arus pada inductor terlambat sebesar 90 terhadap
tegangan, dan pada kondisi ini disebut keadaan resonansi parallel.
Pada keadaan resonansi :
1
Y =G=
- Admitansi
R dan Impedansi eqivalen : Z = R
-

Arus I paling kecil


I L =I C

I R=I S

Diagram vektor tegangan dan arus saat resonansi :


j
IC

I R=I S

V R =V L=V C =V S
riil

0
IL
-j

(Gambar 2. Diagram vektor aarus dan tegangan saat resonansi)


Seperti sudah disebutkan diatas, untuk mendapatkan kondisi resonansi rangkaian parallel,
kita dapat mengatur salah satu dari ketiga parameter, yaitu :
1. Mengatur frekuensi untuk mendapatkan frekuensi resonansi dimana L dan C tetap.
2. Mengatur kapasitansi C agar resonansi terjadi pada frekuensi yang sudah ditetapkan, jadi
L dan frekuensi tetap.
3. Mengatur induktansi L agar resonansi terjadi pada frekuensi yang sudah ditetapkan, jadi
frekuensi dan kapasitansi C tetap.
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung

Laboraturium Pengukuran Sistem Tenaga

IV.

Alat dan Bahan Yang Digunakan


1. Generator fungsi.................................................................................................1 buah.
2. Osciloscope 2 kanal............................................................................................1 buah.
3. Multimeter..........................................................................................................3 buah.
4. Resistor 1k.......................................................................................................1 buah.
5. Induktor 500 mH masing - masing.....................................................................1 buah.
6. Variabel kapasitor...............................................................................................1 buah.
7. Kabel penghubung.

V. Langkah Percobaan
1. Buat rangkaian seperti gambar 3.
2. Atur tegangan generator 6 Vp p gelombang sinusoida dan frekuensi 100 Hz.
3. Ukur arus I, arus pada R, arus pada L, dan arus pada C, untuk setiap harga frekuensi
yang tercantum pada tabel 1 dan hasilnya masukan pada table.
4. Ukur beda fasa antara V dan I sesuai tabel.
5. Ulangi percobaan sesuai tabel.
6. Gambar bentuk gelombang V dan I pada frekuensi 100, resonansi, 1000.
7. Ambil gambar antara :
Vs & I
Vs & IR
untuk: f = 100 Hz
Vs & IL
f = fr
Vs & IC
f = 1000 Hz
8. Gambarkan gelombang lengkapnya (hasil dari no 7) dalam satu diagram
9. Turunkan tegangan generator fungsi dan matikan.
10. Selesai percobaan, bereskan peralatan dan simpan pada tempatnya.

VI.

Gambar Rangkaian Percobaan

Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung

Laboraturium Pengukuran Sistem Tenaga

Ip-p
IR

VS = 5 Vp-p
f = 100-1000 Hz

IL

R
1 K

L,R
500 mH

r
10

r
10

osc

IC
C
0,22 mF
r
10

r
10

(Gambar 3 Rangkaian Percobaan Resonansi Paralel)

VII.

Lembar Pengisian
Tabel 1 C = 0,22 F

Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung

Laboraturium Pengukuran Sistem Tenaga

No
.

F
c/s

Beda

Z=

Vsumbe
r
Vp p
(Volt)

V
I p p = rpp
R

14

4.3

140

1
360
5

72

6.8

88

0,7
360
5

50,4

(mA)

VS
I

V rp p
(mV)

(k)

1.

100

2.

200

8.8

3.

300

6.6

9.7

66

0,25
360
3,3

27,02

4.

400

5.6

10.7

56

0,2
360
10

14,4

5.

476

4.8

11.5

48

0
360
5

6.

500

5.2

12.5

52

0,3
360
4

10,8

7.

600

10

60

0,2
360
3,2

21,8

8.

700

6.4

9.3

64

0,2
360
2,8

25,26

9.

800

6.8

8.8

68

0,2
360
2,5

28,8

10.

900

7.6

7.8

76

0,25
360
2,2

40,9

11.

1000

8.2

7.2

82

0,25
360
2

45

VIII. Pertanyaan dan Tugas


1. Hitung frekuensi resonansi dari harga L dan C pada table 1
2. Buat kurva arus (I) fungsi frekuensi (f) dari table 1
3. Buat kurva impedansi (Z) fungsi frekuensi (f) dari table 1
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung

Laboraturium Pengukuran Sistem Tenaga


4. Tentukan frekuensi resonansi dari ketiga kurva arus diatas, bandingkan dengan hasil
perhitungan !
5. Berikan contoh aplikasi resonansi parallel !
6. Berikan kesimpulan dari percobaan diatas !
IX.

Jawaban
1. Frekuensi dari harga L = 500mH dan C = 0,22 F, adalah

Fr=

1
2

1
L C

Fr=

1
1
3
2 500 10 0.22 106

Fr=479.87 Hz
2. Kurva Arus (I) fungsi (f) dari tabel 1

Arus
16
14
12
10
mA

Arus

6
4
2
0
0

100

200

300

400

500

600

Hz

Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung

700

800

900 1000

Laboraturium Pengukuran Sistem Tenaga

3. Kurva Impedansi (Z) fungsi (f) table 1

Impedansi
16
14
12
10
8
k 6
4
2
0

Impedansi

100
0

300
200

500
400

700
600

800

900
1000

Hz

4. Kurva Frekuensi Resonansi


16
14
12
10
Arus

Impedansi

6
4
2
0
0

100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000

Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung

Laboraturium Pengukuran Sistem Tenaga


Berdasarkan data hasil pengukuran, dapat dilihat bahwa frekuensi resonansi (f r) pada
kurva diatas adalah 476 Hz. Sedangkan pada hasil perhitungan didapat bahwa :

Fr=

1
2

1
L C

Fr=

1
1
3
2 500 10 0.22 106

Fr=479.87 Hz

5. Penerapan resonansi parallel adalah untuki menangkap sinyal. Untuk menangkap


sinyal diperlukan pada saat resonansi agar frekuensi yang dipancarkan sama dengan
frekuensi yang diterima.

6. Kesimpulan
Pada keadaan frekuensi lebih besar daripada frekuensi resonansi maka beban akan bersifat
induktif, yaitu arus tertinggal oleh tegangan. Seperti grafik dibawah ini :
f < fR
f = 100 Hz

Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung

Laboraturium Pengukuran Sistem Tenaga

Pada resonansi maka beban akan bersifat resistif, yaitu arus sama dengan tegangan. Pada
saat resonansi dari kurva jawaban no 4, nilai I maksimum, Z minimum.Seperti grafik
dibawah ini :
f = fR
f = 476 Hz

Pada keadaan frekuensi lebih kecil daripada frekuensi resonansi maka beban akan
bersifat kapasitif, yaitu arus mendahului tegangan. Seperti grafik dibawah ini :
Grafik frekuensi dan Phasor
f > fR
f = 1000 Hz

Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung