Anda di halaman 1dari 35

Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

LEMBAR PENILAIAN

Judul Percobaan : Rangkaian RLC Seri Paralel


Kelompok :V
Tanggal Praktek : 17 Mei 2016

1. Praktikan:
Persetujuan
No Nama NIM
(TandaTangan)
1 Rully Aulia 321 15 039
2 Fadel Muhammad 321 15 040
3 Mursalim Burhan 321 15 041

2. Catatan:

3. Penilaian:

Skor : LaporanDiperiksa,

( Ashar AR.ST )
Tgl ACC :

Rangkaian RLC Seri Paralel ii


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

DAFTAR ISI

Halaman Sampul ................................................................................................... i


Lembar Penilaian .................................................................................................. ii
Daftar Isi................................................................................................................ iii
Daftar Gambar ....................................................................................................... iv
Daftar Tabel .......................................................................................................... v
Daftar Lampiran .................................................................................................... vi
Bab I Pendahuluan .............................................................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................................................. 1
B. Tujuan .......................................................................................................... 1
Bab II Teori Dasar ............................................................................................... 2
Bab III Metode Percobaan ................................................................................... 4
A. Alat dan Bahan ............................................................................................ 4
B. Gambar Rangkaian Percobaan ..................................................................... 5
C. Prosedur Percobaan ..................................................................................... 7
D. Analisa Perhitungan ..................................................................................... 8
Bab IV Data dan Hasil Percobaan ......................................................................... 9
A. Data Percobaan ............................................................................................ 11
B. Grafik percobaan......................................................................................... 14
Bab V Pembahasan ............................................................................................... 15
A. Perhitungan secara Teori ............................................................................. 17
B. Perbandingan Teori dan Praktek .................................................................. 19
C. Analisa Hasil Praktikum .............................................................................. 21
Bab VI Jawaban Pertanyaan.................................................................................. 23
Bab VII Kesimpulan ............................................................................................. 25
Daftar Pustaka
Lampiran

Rangkaian RLC Seri Paralel iii


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
Tabel 3.1 Alat dan Bahan Percobaan 4
Table 4.1 Percobaan RLC Seri 8
Table 4.2 Percobaan RLC Paralel 8
Table 5.1 Perhitungan RLC Seri 12
Table 5.2 Perhitungan RLC Paralel 16
Table 5.3 Perbandingan Teori, Praktek dan Persentase Kesalahan 23
RLC Seri
Table 5.4 Perbandingan Teori, Praktek dan Persentase Kesalahan 24
RLC Paralel

Rangkaian RLC Seri Paralel iv


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
Gambar 3.1 RangkaianRLC Seri 5
Gambar 3.2 RangkaianRLC Paralel 5

Rangkaian RLC Seri Paralel v


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lembar Asistensi


Lampiran 2 Copy Kartu Kontrol
Lampiran 3 Data Sementara

Rangkaian RLC Seri Paralel vi


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada masa sekarang yang dimana listrik berkembang sangat pesat.Sudah banyak alat
alat elektronik yang dapat membantu manusia untuk lebih mengembangkan hal dalam
bidang kelistrikan. Adapun rangkaian RLC yang terbagi atas rangkaian RLC seri dan
paralel.
Pada suatu rangkaian LC seri, beda fasa tegangan induktor terhadap kapasitor adalah
1800. Tegangannya sama seolah-olah dihubung singkat. Dengan demikian jika RLC seri
diberi tegangan bolak balik dengan frekuensi resonansinya, arus akan sefasa dengan
tegangannya. Pada rangkaian RLC paralel juga memiliki resonansi rangkaian RLC
paralel, tetapi akan berbeda dengan rangkaian RLC seri. Untuk mengetahui lebih lanjut
maka dilakukan percobaan untuk mendapatkan frekuensi resonansi dari rangkaian RLC
seri maupun paralel.

A. Tujuan
Adapun tujuan dalam praktikum ini adalah :
1. Menggambar grafik hubungan arus dengan frekuensi RLC seri dan hubungan arus
dengan frekuensi RLC paralel.
2. Menggambar grafik hubungan impedansi dengan frekuensi rangkaian RLC dan
hubungan impedansi dengan frekuensi rangkaian RLC paralel.
3. Menggambar grafik hubungan beda fasa arus tegangan dengan frekuensi rangkaian
RLC dan hubungan beda fasa arus tegangan dengan frekuensi rangkaian RLC
paralel.
4. Menentukan frekuensi resonansi rangkaian RLC dan frekuensi resonansi rangkaian
RLC paralel.

Rangkaian RLC Seri Paralel 1


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

BAB II
TEORI DASAR

1. Rangkaian RLC Seri


Pada suatu rangkaian sebuah induktor dengan induktansi L dan sebuah resistor
dengan hambatan R disambungkan seri ke terminal-terminal sebuah kapasitor
bermuatan, membentuk sebuah rangkaian RLC seri. Tiap-tiap induktor yang riil
selalu mempunyai hambatan dan lilitannya, dan juga ada hambatan dalam kawat-
kawat penyambungnya. Karena hambatan ini, maka energi elektromagnetik dalam
rangkaian itu dikonversikan ke dalam bentuk lain seperti interval dari material
rangkaian tersebut. Hambatan dalam sebuah rangkaian listrik adalah analog dengan
gesekan dalam sebuah sistem mekanik.
LC seri, beda fasa tegangan induktor terhadap tegangan kapasitor adalah 180º.
Dengan demikian, pada keadaan dimana besar tegangan induktor sama dengan
tegangan kapasitor, rangkaian LC seolah-olah dihubung singkat. Pada suatu
rangkaian LC seri, keadaan tersebut dapat dicapai pada frekuensi resonansinya.
Resonansi terjadi bila reaktansi induktif sama dengan reaktansi kapasitif, X = Xc.
Arus pada rangkaian dapat dibagi dua bagian yaitu arus transien dan arus dalam
keadaan tunak. Arus transien bergantung pada keadaan awal, seperti fase awal
generator dan muatan awal pada kapasitor. Arus keadaan tunak tidak bergantung
pada keadaan awal. Arus transien turun secara exponensial terhadap waktu dan
akhirnya bergantung pada keadaan tunak. Rangkaian resonansi inilah yang
kemudian digunakan untuk mengatasi fenomena merugikan tersebut. Apabila
dirancang dengan benar, maka rangkaian-resonansi dapat dimanfaatkan untuk
operasi transisi penyakelaran pada saat piranti penyakelar bertegangan rendah atau
berarus rendah atau malah kedua-duanya. Maka dari itu, aksi penyakelaran dengan
metoda resonansi ini sering disebut dibanyak tulisan sebagai metoda penyakelaran
lembut (Soft Switching).
Dengan demikian jika RLC seri diberi tegangan bolak balik dengan tegangan
resonansinya, arusnya akan sefasa dengan tegangannya.

Rangkaian RLC Seri Paralel 2


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

2. Rangkaian RLC Paralel

Dalam percobaan ini tegangan masukan (pada rangkaian RLC parallel) supaya
dijaga konstan, dengan mengamatinya pada osiloskop. Untuk pengukuran beda
phasa antara tegangan dan arus, tegangan pada Rv digunakan untuk memberikan
informasi mengenai arus yang mengalir pada rangkaian. Pengukuran sudut phasa
dapat dilakukan denggunakan gambar lissajous.
Resonansi paralel terjadi bila suseptansi induktansi pada suatu cabangsama
dengan suseptansi kapasitif pada cabang lainnya, B = Bc. RLC yangdihubungkan
paralel pada generator ac. Arus total I dari generator terbagimenjadi tiga arus, arus
Ir dalam tahanan, arus Ic dalam kapasitor, Il dalaminduktor. Tegangan sesaat V
sama untuk semua elemen ini. Arus dalam tahansefase dengan tegangan dan
memiliki amplitudo VIR. Karena beda teganganpada induktor mendahului arus
dalam induktor sebesar 90 dan memilikiamplitudo V/Xl.Pada saat resonansi,
frekuensi generator w sama dengan frekuensi alamiw = 1/ LC dan reaktansi induktif
dan kapasitif sama. Arus menyeluruh persissama dengan arus dalam keadaan tunak
untuk resonansi parallel

Rangkaian RLC Seri Paralel 3


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

BAB III
METODE PERCOBAAN

A. Alat dan Bahan


Tabel 3.1 Alat dan Bahan Percobaan
No Material Jumlah Satuan
1 Resistor 100 Ω 1 Buah

2 Resistor 1 kΩ 1 Buah

3 Induktor ( ballast TL 20 W
dan 40 W ) 2 Buah

4 Kapasitor 0.47 µF 1 Buah

5 Generator Frekuensi Audio


( AFG ) 1 Buah

6 Alat ukur tegangan AC 1 Buah

7 Osiloscope 2 chanel 1 Buah

8 Multimeter Digital 1 Buah

9 Papan percobaan 1 Buah

10 Kabel Penghubung 16 Buah

Rangkaian RLC Seri Paralel 4


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

B. Gambar Rangkaian Percobaan


1. Rangkaian RLC Seri
X

L
AC
Y

Gambar 3.1 RangkaianRLC Seri

2. RangkaianRLC Paralel

Gambar 3.2 RangkaianRLC Paralel

Rangkaian RLC Seri Paralel 5


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

C. Prosedur Percobaan

Mengambil alat pada teknisi Mengecek alat dan bahan Memulai Percobaan

Membuat rangkaian
Hitunglah I dan Z untuk masing-masing seperti diagram. Mengukur dan mencatat
untuk masing-masing pengukuran Melakukan pengukuran masing-masing nilai R,L,
(Rumus : I = Vr/R, Z = V/I) untuk mengisi Tabel dan C. Dan menetukan Q.
Pengamatan .

Menggambarkan grafik
Menggambarkan grafik Menggambarkan grafik hubungan antara sudut beda fasa
hubungan antara arus I dan hubungan antara impedansi Z dan frekuensi f.
frekuensi f. dan frekuensi f.

Frekuensi resonansi Menggambar berdasarkan


Rapikan alat dan bahan, kembalikan pengamatan osiloskop
ke teknisi Satu frekuensi frekuensi resonansi bentuk tegangan V dan
arus I
Satu frekuensi frekuensi resonansi

D. Analisa Perhitungan

Rangkaian RLC Seri Paralel 6


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

1) Reaktansi Induktif
XL = 2πf L (1)
2) Reaktansi Kapasitif
𝟏
XC = ( 𝟐𝝅𝒇𝑪 ) (2)

3) Impedansi
Z = √𝑹𝟐 + (𝑿𝑪 − 𝑿𝑳)𝟐 (3)
4) Arus
𝑬 𝑬
𝑰=𝒁 =𝑹 (4)
𝑻

5) Beda Fasa
𝑹𝟏
𝑽𝟏 = 𝑹 𝑬 (5)
𝟏 +𝑹𝟐

6) Faktor Kualitas

𝑷𝑹𝒆𝒂𝒌𝒔𝒊 𝑿𝑳 𝑿𝑪
𝑸=𝑷 = = (6)
𝑹𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂 𝑹 𝑹

7) Persentasi error

𝑷𝒆𝒓𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏−𝑷𝒆𝒏𝒈𝒖𝒌𝒖𝒓𝒂𝒏
𝑬𝒓𝒓𝒐𝒓 (%) = 𝟏𝟎𝟎% (7)
𝑷𝒆𝒓𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏

BAB IV

Rangkaian RLC Seri Paralel 7


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

DATA DAN HASIL PERCOBAAN

Table 4.1 Percobaan RLC Seri


V V1 V2
F (Hz) V3 (Vpp) φ( ͦ ) I (mApp) Z (kΩ)
(Vpp) (Vpp) (Vpp)
50 6 0,36 8,5 0.19 90 1,9 0,315
100 6 0,1 6 0,03 14,4 6 2
150 6 0,04 6 0,06 24 3 2,5
200 6 0,03 6 0,02 57 2 3
250 6 0,02 6 0,015 108 1,5 4
300 6 0,01 6 0,015 32,7 1,5 4
350 6 0,02 6 0,0125 65,4 1,25 4,8
400 6 0,02 6 0,0125 55,4 1,25 4,8
500 6 0,018 6 0,0125 67,5 1,25 4,8
600 6 0,005 6 0,01 63,5 1 6
Frekuensi 6 0,003 6 0,009 45 0,9 6,7

Table 4.2 Percobaan RLC Paralel


F (Hz) V (Vpp) VRV(Vpp) ⌀ ( ͦ) I (mApp) Z (kΩ)
50 6 13 45 13 0,46
100 6 6 36 6 1
150 6 6,5 45 6,5 0,92
200 6 6,5 11,25 6,5 0,92
250 6 7 25,7 7 0,86
300 6 8 49 8 0,75
350 6 9 72 9 0,67
400 6 9 54 9 0,67
500 6 11 128 11 0,54
600 6 13 120 13 0,46

BAB V

Rangkaian RLC Seri Paralel 8


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

PEMBAHASAN

A. Perhitungan Teori
1. Perhitungan RLC Seri
- Perhitungan Frekuensi Resonansi

Untuk menghitung frekunsi resonansi yang menggunakan ballast 20 w

dengan nilai 1.08.10-6 H, maka digunakan cara seperti berikut :

1
𝑓𝑟 =
2𝜋√𝐿𝐶

1
=
2𝜋√1,08. 10−6

1
=
6.5312. 10−3

= 153,11 Hz

Untuk Frekuensi 50 Hz
- Perhitungan Reaktansi Kapasitif
Dengan menggunakan formula (2) maka reaktansi kapastif yang mem-
iliki frekuensi 50 Hz, dan kapasitor 0.47.10-6 F dapat diselesaikan
dengan cara seperti berikut:
1
XC =
2𝜋𝑓𝐶

1
=
2 𝑥 3,14 𝑥 50 𝑥 0,47 𝑥 10−6

= 6776 Ω

Rangkaian RLC Seri Paralel 9


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

Untuk menghitung reaktansi induktif maka digunakan formula (1), yang


memiliki frekuensi 50 Hz dan nilai ballast 20 w yaitu 1.077 H, maka digua-
nakan penyelesaian seperti berikut :

XL = 2πfL

= 2 x 3,14 x 50 x 1.077

= 338,2 Ω

- Perhitungan Impedansi
Dengan menggunakan formula (4) maka unruk mencari impedansi yang
memiliki hambatan 100 Ω, XC = 6776, dan XL = 338,2 dapat diselesaikan
dengan cara :

Z = √𝑅 2 + (𝑋𝐶 − 𝑋𝐿)2

= √1002 + (6776 − 338,2)2

= 6438,6 Ω

= 6,4 KΩ

- Perhitungan Arus
Untuk menghitung arus suatu rangkaian yang memiliki tegangan 8 V, dan
impedansi 6438,6, maka digunakan forula (5). Sehingga hasilnya dapat
dilihat pada rumus dan penyelesaiaanya berikut ini:

𝑉
I=
𝑍

8
=
6438,6

= 0,00093 A

= 1,2 mA

Rangkaian RLC Seri Paralel 10


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

- Perhitungan Faktor Kualitas


Dengan menggunakan XL = 338,2 atau XC = 6776, sehinggan factor
kualitas dapat dihitung dengan cara :

𝑋𝐿 𝑋𝑐
𝑄= =
𝑅 𝑅
1515.9
=
100

= 15.16

- Perhitungan tegangan
Untuk menghitung tegangan VR,Vc dan VL yang memiliki Xc =6776 Ω
, XL =338,2 Ω dan R = 100 Ω , maka digunaka rumus dan cara seperti
berikut, sehingga hasilnya dapat dicari dengan cara :
VR = I x R
= 1.2 x 100
= 120 V
Vc = I x Xc
= 1.2 x 6776
= 8131.2 V
VL = I x X L
= 1.2 x 338.2
= 405.84

- Perhitungan Beda Fasa


Untuk menghitung beda fasa dapat digunakan formula (6) pada analisa
hasil perhitungan, sehingga hasilnya dapat dihitung dengan cara seperti
berikut :

𝑋𝐿 −𝑋𝐶
Θ = tan-1
𝑅

Rangkaian RLC Seri Paralel 11


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

338,4−6775,9
= tan-1
100

= tan-1 0,646

= 89,1o

Untuk percobaan pada frekuensi lainnya dapat digunakan rumus atau cara
yang sama seperti di atas sehingga hasilnya dapat dilihat pada table di
bawah ini :

Table 5.1 Perhitungan RLC Seri

F V V1 (Vpp) V2 (Vpp) V3 (Vpp) 𝜑(°) I (mApp) Z (KΩ) Fr Q


(Hz) (Vpp) (Hz) (Q)
P T P T P T P T P T P T
50 8 0,36 9,5 8,5 0,5 0.19 0,1 90 89,1 1,9 1,4 0,3 6,4

100 8 0,1 11,2 6 2,3 0,03 0,3 14,4 87,9 6 3,3 2 2,7

150 8 0,04 16,3 6 7,4 0,06 0,7 24 85,4 3 7,2 2,5 1,2

200 8 0,03 43,3 6 34,7 0,02 2,5 57 73,5 2 25,5 3 0,4

250 8 0,02 34,3 6 43,1 0,015 2,5 108 73,6 1,5 25,3 4 0,4

300 8 0,01 11,2 6 20,1 0,015 0,9 32,7 83,7 1,5 8,8 4 0,9
153,1 15,16
350 8 0,02 6,2 6 15,2 0,0125 0,6 65,4 85,9 1,25 6,3 4,8 1,4

400 8 0,02 4,1 6 13,1 0,0125 0,5 55,4 86,9 1,25 4,8 4,8 1,8

500 8 0,01 2,2 6 11,2 0,0125 0,3 67,5 87,8 1,25 3,3 4,8 2,7
8
600 8 0,00 1,4 6 10,4 0,01 0,3 63,5 88,3 1 2,6 6 3,5
5
800 8 0,00 0,7 6 9,8 0,009 0,2 45 88,9 0,9 1,7 6,7 5
3

Rangkaian RLC Seri Paralel 12


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

θ
(XL- θ (deg) θ (deg) θ (deg)
F (Hz) Xc XL XL - Xc ZT XC)/R
(degree)
for VL for VC for VR
for I
50 6772.6 339.3 -6433.3 6434.0 -64.3 179.11 179.11 -0.89 89
100 3386.3 678.6 -2707.7 2709.5 -27.1 177.88 177.88 -2.12 88
150 2257.5 1017.9 -1239.6 1243.7 -12.4 175.39 175.39 -4.61 85
200 1693.1 1357.2 -336.0 350.5 -3.4 163.42 163.42 -16.58 73
250 1354.5 1696.5 341.9 356.3 3.4 -74 16.30 -163.70 -74
300 1128.8 2035.8 907.0 912.5 9.1 -84 6.29 -173.71 -84
350 967.5 2375.0 1407.5 1411.1 14.1 -86 4.06 -175.94 -86
400 846.6 2714.3 1867.8 1870.4 18.7 -87 3.06 -176.94 -87
500 677.3 3392.9 2715.7 2717.5 27.2 -88 2.11 -177.89 -88
600 564.4 4071.5 3507.1 3508.6 35.1 -88 1.63 - 178.37 -89
800 423.3 5428.7 5005.4 5006.4 50.1 -89 1.14 -178.86 -89

2. Perhitungan RLC Paralel


- Perhitungan Frekuensi Resonansi

Untuk menghitung frekunsi resonansi yang menggunakan ballast 20 w

dengan nilai 1.08.10-6 H, maka digunakan cara seperti berikut :

1
𝑓𝑟 =
2𝜋√𝐿𝐶

1
=
2𝜋√1,08. 10−6

1
=
6.5312. 10−3

= 153,11 Hz

Untuk Frekuensi 50 Hz
- Perhitungan tegangan
untuk menghitung tegangan pada rangkaian RLC parallel yang memiliki
arus sebesar 1.75 A dan hambatan 1000 Ω maka digunakan rumus dan
cara seperti berikut :

Rangkaian RLC Seri Paralel 13


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

𝐼
VRv =
𝑅
1,75
= 1000 𝑥 10

= 0,18
- Perhitungan Reaktansi Kapasitif
Dengan menggunakan formula (2) maka reaktansi kapastif yang mem-
iliki frekuensi 50 Hz, dan kapasitor 0.47.10-6 F dapat diselesaikan
dengan cara seperti berikut:
1
XC =
2𝜋𝑓𝐶

1
=
2 𝑥 3,14 𝑥 50 𝑥 0,47 𝑥 10−6

= 6776 Ω

- Perhitungan Reaktansi Induktif


Untuk menghitung reaktansi induktif maka digunakan formula (1), yang
memiliki frekuensi 50 Hz dan nilai ballast 20 w yaitu 1.077 H, maka digua-
nakan penyelesaian seperti berikut :

XL = 2πfL

= 2 x 3,14 x 50 x 1.077

= 338,2 Ω

- Perhitungan Impedansi
Dengan menggunakan formula (4) maka unruk mencari impedansi yang
memiliki hambatan 100 Ω, XC = 6776, dan XL = 338,2 dapat diselesaikan
dengan cara :

1
Z = + Rv
1
√ 2 +(𝑋𝐿 −𝑋𝐶 )2
𝑅

Rangkaian RLC Seri Paralel 14


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

1
= + 10
1
√ +(338,2−6775,9)2
10002

= 335,4 Ω

- Perhitungan Arus
Untuk menghitung arus suatu rangkaian yang memiliki tegangan 8 V, dan
impedansi 6438,6, maka digunakan forula (5). Sehingga hasilnya dapat
dilihat pada rumus dan penyelesaiaanya berikut ini:

𝑉
I=
𝑍

6
=
6438,6

= 0,00093 A

= 0,93 mA

- Perhitungan Faktor Kualitas


Dengan menggunakan XL = 338,2 atau XC = 6776, sehinggan factor
kualitas dapat dihitung dengan cara :

𝑋𝐿 𝑋𝑐
𝑄= =
𝑅 𝑅
1515,87
=
100

= 15.16

- Perhitungan Beda Fasa


Untuk menghitung beda fasa dapat digunakan formula (6) pada analisa
hasil perhitungan, sehingga hasilnya dapat dihitung dengan cara seperti
berikut :

Rangkaian RLC Seri Paralel 15


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

𝑋𝐿 −𝑋𝐶
Θ = tan-1
𝑅

338,4−6775,9
= tan-1
100

= tan-1 0,646

= 89,1o

Untuk perhitungan selanjutnya dengan menggunakan frekuensi yang lain


pada RLC Paralel maka digunakan rumus dan cara yang sama di atas se-
hingga hasilnya dapat dilihat pada table 5.2 :

Table 5.2 Perhitungan RLC Paralel


I Z Fr
F V VRV(Vpp) 𝜑(°) Q
(mApp) (KΩ) (Hz)
(Hz) (Vpp) (Q)
P T P T P T P T
50 6 13 0,17 45 70,4 13 17,3 0,46 0,34

100 6 6 0,09 36 49,7 6 9,2 1 0,68

150 6 6,5 0,07 45 28,4 6,5 6,8 0,92 0,87

200 6 6,5 0,06 11,2 8,4 6,5 6,1 0,92 0,99

250 6 7 0,06 25,7 21,5 7 6,4 0,86 0,99


153.11 15.16
300 6 8 0,07 49 31,5 8 7,1 0,75 0,93

350 6 9 0,08 72 39,1 9 7,7 0,67 0,85

400 6 9 0,09 54 49,7 9 9,3 0,67 0,78

500 6 11 0,11 128 56,7 11 10,9 0,54 0,65

600 6 13 0,14 120 65,3 13 14,8 0,46 0,55

Rangkaian RLC Seri Paralel 16


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

Vp θ (deg) θ (deg) θ (deg)


F (Hz) Xc XL XL - Xc Zp ZT (Vp-p) for I for Vp for VRv
50 6772.6 339.3 -6433.3 336 340 5.94 -68.76 1.59 -68.76
100 3386.3 678.6 -2707.7 647 655 5.92 -49.01 0.67 -49.01
150 2257.5 1017.9 -1239.6 880 870 6.07 -28.04 0.31 -28.04
200 1693.1 1357.2 -336.0 989 985 6.03 -8.24 0.08 -8.24
250 1354.5 1696.5 341.9 989 983 6.03 8.38 -0.08 8.38
300 1128.8 2035.8 907.0 930 921 6.06 21.32 -0.22 21.32
350 967.5 2375.0 1407.5 853 863 5.93 31.14 -0.35 31.14
400 846.6 2714.3 1867.8 776 778 5.99 38.64 -0.46 38.64
500 677.3 3392.9 2715.7 646 655 5.92 49.09 -0.67 49.09
600 564.4 4071.5 3507.1 548 558 5.89 55.90 -0.87 55.90

B. Grafik Hubungan Frekuensi, Arus, Impedansi, Factor Kualitas dan Beda fasa

- Grafik RLC Seri

Grafik Hubungan F-I

I
30

25

20

15

10

0 f
50 100 150 200 250 300 350 400 500 600 800

Rangkaian RLC Seri Paralel 17


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

Grafik Hubungan F-Z

Z7
6

3
Z-f
2

0
f
50 100 150 200 250 300 350 400 500 600 800

Grafik Hubungan F-V


F-VC
50V
45c
40
35
30
25
20
15
10
5
0 ff
50 100 150 200 250 300 350 400 500 600 800

Rangkaian RLC Seri Paralel 18


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

F-VL
50
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
50 100 150 200 250 300 350 400 500 600 800

Grafik Hubungan F-𝜑

𝜑
100
- 90 Grafik RLC Paralel
80
70
60
50
40
30
20
10
0 f
50 100 150 200 250 300 350 400 500 600 800

Rangkaian RLC Seri Paralel 19


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

- Grafik RLC Paralel

Grafik Hubungan F-Z

Z
1.2

0.8

0.6

0.4

0.2

0 f
50 100 150 200 250 300 350 400 500 600

Grafik Hubungan F-I

20I
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
f
50 100 150 200 250 300 350 400 500 600

Rangkaian RLC Seri Paralel 20


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

Grafik Hubungan F-V

V
0.18
0.16
0.14
0.12
0.1
0.08
0.06
0.04
0.02
0 f
50 100 150 200 250 300 350 400 500 600

Grafik Hubungan F-𝜑

𝜑
80
- Grafik RLC Paralel
70
60
50
40
30
20
10
0 f
50 100 150 200 250 300 350 400 500 600

Rangkaian RLC Seri Paralel 21


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

C. Perbandingan Teori dan Praktek


Perhitungan persentase kesalahan diambil salah satu sampel, yaitu percobaan
1 dengan arus dimana untuk hasil pengukurannya arus untuk 50 Hz yaitu 1.9 mA
dan secara teori atau perhitungan arusnya yaitu 0.93 mA, sehingga dapat diperoleh
persentase sebagai berikut:
Perhitungan − Pengukuran
𝑒𝑟𝑟𝑜𝑟(%) = × 100%
perhitungan
0,93 − 1,9
𝑒𝑟𝑟𝑜𝑟(%) = × 100%
0,93
−0,97
= × 100%
0,93
= −1,04

Untuk persentase kesalahan pada percobaan selanjutnya dapat digunakan cara dan ru-
mus seperti di atas, sehingga hasilnya dapat dilihat pada table berikut ini :

Rangkaian RLC Seri Paralel 22


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

Rangkaian RLC Seri Paralel 1


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

Table 5.3 Perbandingan Teori, Praktek dan Persentase Kesalahan RLC Seri

F V V1 (Vpp) V2 (Vpp) V3 (Vpp) 𝜑(°) I (mApp) Z (KΩ) Fr


Q (Q)
(Hz) (Vpp) P T (%) P T (%) P T (%) P T (%) P T (%) P T (%) (Hz)
50 8 0,36 9,5 96 8,5 0,5 -16 0.19 0,1 -9 90 89,1 -1 1,9 1,4 -3,5 0,315 6,4 95
100 8 0,1 11,2 99 6 2,3 -16 0,03 0,3 9 14,4 87,9 83,6 6 3,3 -8 2 2,7 26
150 8 0,04 16,3 99.7 6 7,4 18.9 0,06 0,7 9.1 24 85,4 71,8 3 7,2 5,8 2,5 1,2 -10
200 8 0,03 43,3 99.9 6 34,7 82.7 0,02 2,5 20.3 57 73,5 22,4 2 25,5 92,15 3 0,4 -65
250 8 0,02 34,3 99.9 6 43,1 86 0,015 2,5 25.5 108 73,6 -46,7 1,5 25,3 94 4 0,4 -90
300 8 0,01 11,2 99.9 6 20,1 70 0,015 0,9 9.9 32,7 83,7 60,9 1,5 8,8 82 4 0,9 -34 153,1 15.16
350 8 0,02 6,2 99.6 6 15,2 60.5 0,0125 0,6 8.7 65,4 85,9 23,8 1,25 6,3 8 4,8 1,4 -24
400 8 0,02 4,1 99.5 6 13,1 54.1 0,0125 0,5 6.7 55,4 86,9 35,15 1,25 4,8 7,3 4,8 1,8 -16
500 8 0,018 2,2 99.1 6 11,2 46.4 0,0125 0,3 5.8 67,5 87,8 23,12 1,25 3,3 6,2 4,8 2,7 -7,7
600 8 0,005 1,4 99.6 6 10,4 42.3 0,01 0,3 4.5 63,5 88,3 29,7 1 2,6 6,1 6 3,5 -7,1
800 8 0,003 0,7 99.5 6 9,8 38.8 0,009 0,2 4 45 88,9 49,4 0,9 1,7 4,7 6,7 5 -3,4

Rangkaian RLC Seri Paralel 23


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

Table 5.4 Perbandingan Teori, Praktek dan Persentase Kesalahan RLC Paralel

𝜑(°)
VRV(Vpp) I (mApp) Z (KΩ)
V Er- Fr Q
F (Hz) Prak- Er-
(Vpp) Error Teori ror Prak- Error (Hz) (Q)
Praktek Teori tek Praktek Teori ror Teori
(%) (%) tek (%)
(%)
50 6 13 17 7,5 45 70,4 36 13 17,3 13 0,46 0,34 -3,4
100 6 6 9 3,3 36 49,7 27 6 9,2 34 1 0,68 -4,7
150 6 6,5 7 0,7 45 28,4 -58 6,5 6,8 O,4 0,92 0,87 -0,5
200 6 6,5 6 -0,8 11,25 8,4 -30,3 6,5 6,1 -0,6 0,92 0,99 0,7
250 6 7 6 -1,6 25,7 21,5 -19 7 6,4 -0,9 0,86 0,99 1,3
153.11 15.16
300 6 8 7 -1,4 49 31,5 -55,5 8 7,1 1,2 0,75 0,93 1,9
350 6 9 8 -1,25 72 39,1 -84,1 9 7,7 -1,6 0,67 0,85 2,1
400 6 9 9 0 54 49,7 -0,8 9 9,3 0,3 0,67 0,78 1,4
500 6 11 11 0 128 56,7 -125,7 11 10,9 0,09 0,54 0,65 1,7
600 6 13 14 0,7 120 65,3 -83,7 13 14,8 1,2 0,46 0,55 1,6

Rangkaian RLC Seri Paralel 24


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

Rangkaian RLC Seri Paralel 25


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

D. Analisa Hasil Praktikum

 RLC Seri
Berdasarkan hasil percobaan diperoleh hasil dari V1 (Vpp) dengan perbandingan
teori dan praktek dengan presentasi error terbesar dan terkecil, yaitu 99.9 dan 96,
sedangkan V2 (Vpp) dengan perbandingan teori dan praktek dengan presentasi error
terbesar dan terkecil, yaitu 86 dan -16. Dan V3 (Vpp) dengan perbandingan teori
dan praktek dengan presentasi error terbesar dan terkecil, yaitu 25.5 dan -9.
Sedangkan hasil perbandingan teori dan praktek dengan presentase error terbesar
dan terkecil dari Sudut 𝜑, Arus I, Impedansi Z, yaitu sudut 𝜑 83.6 dan -1, Arus 94
dan -8, dan impedansi Z 95 dan -90. Dengan Frekuensi 153.1 dan presentase error
dari faktor kualitas Q dengan nilai 15.16.

 RLC Paralel

Berdasarkan hasil percobaan diperoleh hasil dari VRV (Vpp) dengan perbandingan
teori dan praktek dengan presentasi error terbesar dan terkecil, yaitu 7.5 dan -1.25.
Sedangkan hasil perbandingan teori dan praktek dengan presentase error terbesar
dan terkecil dari Sudut 𝜑, Arus I, Impedansi Z, yaitu sudut 𝜑 36 dan -125, Arus 34
dan -1,6, dan impedansi Z 2.1 dan -3.4. Dengan Frekuensi 153.1 dan presentase
error dari faktor kualitas Q dengan nilai 15.16

Rangkaian RLC Seri Paralel 25


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum, dapat disimpulkan bahwa
1. Dapat merangkaian rangkaian RLC seri ataupun paralel, dan mempelajari sifat
dari arus, tegangan dan beda phasa dari rangkaian tersebut, yang berdasarkan pada
nilai frekuensinya.
2. Dapat mengetahui factor kualitas (Q) dari rangkaian RLC seri yang berdasarkan
pada nilai R, L dan C-nya.
3. Dapat menentukan frekuensi resonansinya, frekuensi resonansi adalah 2 frekuensi
dimana tidak ada beda phasa antara frekuesni yang satu dengan frekuensi yang
lainnya.
4. Pada rangkaian RLC Paralel seluruh frekuensi menghasilkan resonansi, besar kecil
suatu frekuensi hanya mempengaruhi lebah sinusoida tidak menggeser /
membentuk beda phasa antar frekuensi seperti pada rangkaian RLC Seri.

B. Saran
1. Dalam melakukan praktikum, hendaknya selalu berhati-hati karena alat dan bahan
yang digunakan mudah rusak, disamping itu alat dan bahan juga sangat
membahayakan bagi kesehatan atau kehidupan.
2. Pada saat praktikum, praktikan mengharapkan adanya pembagian pembimbing di
setiap meja secara merata karena apabila kekurangan pembimbing praktikan akan
merasa bingung dan tidak tau akan melakukan apa.
3. Saat melakukan praktikum praktikan harus selalu menggunnakan peralatan K3
demi keselamatan dalam bekerja.
4. Selalu mengikuti arahan dan petunjuk dari guru pembimbing demi tercapainya
hasil praktikum yang maksimal.
5. Praktikan juga sangat mengharapkan adanya kritikan yang sifatnya membangun
pada laporan ini agar kedepannya praktikan dapat membuat laporan yang lebih
baik.

Rangkaian RLC Seri Paralel 26


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

DAFTAR PUSTAKA

- Boylestad, Robert L. 2003. Introductory Circuit Analysis, 10th Edition.


USA : Prentice Hall (Dikutip 21 Mei 2016)
- Hamdani. 2016. Jobsheet Laboratorium Pengukuran Dasar. Makassar:
Politeknik Negeri Ujung Pandang (Dikutip 21 Mei 2016)
- http://elektronika-dasar.web.id/rangkaian-r-l-c-paralel/ (Dikutip 21 Mei 2016)
- http://elektronika-dasar.web.id/rangkaian-r-l-c-paralel/rangkaian-r-l-c-paralel/
(Dikutip 21 Mei 2016)
- http://belajarelektronika.net/rangkaian-r-l-c-seri-dan-paralel/ (Dikutip 21 Mei
2016)
- https://ntrux.wordpress.com/2011/07/07/rangkaian-ac-paralel-r-l-c/ (Dikutip 21
Mei 2016)
- http://maharaniyusuf.blogspot.co.id/2011/06/rlc-seri-parelel-seri-paralel.html
(Dikutip 21 Mei 2016)
- http://desyqoraimaputri77.blogspot.co.id/2013/04/rangkaian-paralel-r-l-c.html
(Dikutip 22 Mei 2016)
- https://www.academia.edu/8801737/Laporan_lengkap_resonansi_R-L-C
(Dikutip 22 Mei 2016)
- http://www.ilmusemesta.com/2014/05/laporan-elektronika-resonansi-r-l-c.htm
l(Dikutip 22 Mei 2016)
- https://ntrux.wordpress.com/2011/07/07/rangkaian-ac-paralel-r-l-c/ (Dikutip 22
Mei 2016)
- https://inalocku.wordpress.com/2012/09/06/impedansi-reaktansi-induktif-dan-
reaktansi-kapasitif/ (Dikutip 23 Mei 2016)
- http://elektronikadasar.info/rangkaian-rlc.htm (Dikutip 23 Mei 2016)
- http://listrikonly.blogspot.co.id/2011/03/reaktansi-induktif-reaktansi-
kapasitif.html (Dikutip 23 Mei 2016)
- http://irmatrianjaswati-fst11.web.unair.ac.id/artikel_detail-85022-
elektronika%20analog%20dan%20Digital-
Rangkaian%20RLC%20paralel.html (Dikutip 23 Mei 2016)

Rangkaian RLC Seri Paralel 27


Laboratorium Pengukuran Listrik Dasar |2016

LAMPIRAN – LAMPIRAN

Rangkaian RLC Seri Paralel 28