Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PENGUKURAN ELEKTRONIKA

NOMOR PERCOBAAN :5

JUDUL PERCOBAAN : Pembagi Tegangan Tanpa Beban

KELAS / GROUP : TT-1A/1(Satu)

NAMA PRAKTIKAN : Lutfi Hakim

PARTNER : 1.Ricky Bayu W.


2.Utami Yogantari
3.Widya Chandra W.

TANGGAL PERCOBAAN : Kamis,29 Agustus 2016

TGL. PENYRHN LAP. :

NILAI :

DOSEN :

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2016
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................................................... 2


JUDUL PERCOBAAN ..................................................Error! Bookmark not defined.
1. TUJUAN PERCOBAAN............................................Error! Bookmark not defined.
2. PENDAHULUAN .......................................................Error! Bookmark not defined.
3. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN ......................................................................... 3
4. DIAGRAM RANGKAIAN ........................................Error! Bookmark not defined.
5. PROSEDUR MELAKUKAN PERCOBAAN ........................................................... 4
6. HASIL PERCOBAAN ................................................................................................ 4
7. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN .................................................................. 6
8. KESIMPULAN ............................................................................................................ 7
TUGAS ............................................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 8

KELOMPOK 1|| TT-1A 2


JUDUL PERCOBAAN
Pembagi Tegangan Dengan Beban

1. TUJUAN PERCOBAAN
Menyelidiki ketergantungan dari V1 dan V2 pada kedudukan pengaturan potensiometer
untuk harga-harga beban RL yang berbeda.

2. PENDAHULUAN
Dalam pembagi tegangan tanpa beban, tegangan output V o bergantung pada
perbandingan R2/ RL. Sebaliknya jika dia dibebani dengan tahanan beban RL, arus yang
mengalir melalui R1 adalah I = I1 + I2 seperti ditunjukkan Gambar 1.

I R1

+
V
-

I2 R2 I1 Vo
RL

Gambar 1. Pembagi tegangan dengan beban

Tegangan output adalah:

R2 // RL
Vo .V
R1 R2 // RL
R2
Vo .V
R2
R1 (1 ) R2
RL

3. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN


- 2 buah multimeter SANWA
- 1 buah sumber daya searah
- 1 buah Protoboard
- 1 buah Potensiometer 1 k,
- 2 buah tahanan RL = 100 dan RL = 470
Kabel-kabel penghubung secukupnya.

KELOMPOK 1|| TT-1A 3


4. DIAGRAM RANGKAIAN

V1

V
+
6V
-
RL V2

Gambar 2.

5. PROSEDUR MELAKUKAN PERCOBAAN


1. Buatlah rangkaian seperti Gambar 2
2. Pilihlah beban RL = 100 ohm
3. Aturlah potensiometer pada kedudukan nol
4. Ukurlah tegangan V1 dan V2
5. Catat hasil pengukuran ke dalam Tabel Hasil Percobaan.
6. Ulangi langkah 4 untuk kedudukan potensiometer yang berbeda
(lihat Tabel Hasil Percobaan !)
Ulangi langkah 3, 4, dan 5 untuk beban RL = 470 dan RL = ~

6. HASIL PERCOBAAN

Tabel Hasil Percobaan

RL = 100 RL = 470 RL = ~
KEDUDUKAN
POTENSIOMETER
V1(V) V2(V) V1(V) V2(V) V1(V) V2(V)

0 5,9 0 5,9 0 5,9 0

1 5,7 0,3 5,7 0,3 5,2 0,8

2 5,4 0,5 5,6 0,2 4,1 1,8

3 5,1 0,8 5,4 0,5 2,9 3

4 4,7 1,2 5,2 0,7 1,9 4,1

5 4 1,9 4,7 1,2 0,9 5,05

6 0 4 0 2 0 6

KELOMPOK 1|| TT-1A 4


- MEMBUAT GRAFIK
Grafik Posisi Potensiometer terhadap V1
7

0
0 1 2 3 4 5 6

100 Ohm 470 Ohm Tak Terhingga

Grafik Posisi Potensiometer terhadap V2


7

0
0 1 2 3 4 5 6

100 Ohm 470 Ohm Tak Terhingga

KELOMPOK 1|| TT-1A 5


7. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

7.1 PERHITUNGAN

Resistor 100
1. Saat posisi R1 = 0 ; R2 = 1000
1000100 100000
R2 = Rp = 1000+100 = 1100
= 91
2 91
V= 6= 6 = 6
1+2 0+91

2. Saat posisi R1 = 500 ; R2 = 500


500100 50000
R2 = Rp = 500+100 = 600
= 83
2 83
V= 6= 6 = 0,85
1+2 500+83

3. Saat posisi R1 = 1000 ; R2 = 0


0100 0
R2 = R p = = =0
0+100 100
2 0
V = 1+2 6 = 1000+0
6 = 0

Resistor 470
1. Saat posisi R1 = 0 ; R2 = 1000
1000470 470000
R2 = Rp = 1000+470 = 1470
= 320
2 320
V= 6= 6 = 6
1+2 0+320

2. Saat posisi R1 = 500 ; R2 = 500


500470 235000
R2 = Rp = 500+470 = 970
= 242
2 242
V= 6= 6 = 1,95
1+2 500+242

3. Saat posisi R1 = 1000 ; R2 = 0


0470 0
R2 = Rp = 0+470 = 470 = 0
2 0
V = 1+2 6 = 1000+0 6 = 0

7.2 PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil praktikkum dapat terlihat bahwa tegangan output yang dihasilkan
tidak akan melebihi tegangan input bahkan jarang sekali bernilai sama dengan tegangan
outputnya. Semakin besar nilai tahanan dan nilai potensiometer maka semakin kecil
tegangan output yang akan dihasilkan dan akan semakin kecil pula perbandingan
antaraV1 dan V2.

KELOMPOK 1|| TT-1A 6


Pada percobaan ini, data hasil pengamatan kami kurang akurat. Adapun kesalahan-
kesalahan dalam percobaan dapat disebabkan karena :
Alat yang digunakan untuk percobaan kurang berfungsi dengan baik ataupun sudah rusak.
Kurangnya ketelitian dalam membaca alat ukur.
Kesalahan praktikan dalam pengukuran dan penghitungan

8. KESIMPULAN

Disaat potensiometer berada di posisi 6, V1 akan bernilai < 6 Volt. Hal ini terjadi
karena nilai hambatan dalam potensiometer adalah 0. Sedangkan disaat potensiometer
berada di posisi 0, maka V1 akan bernilai 6 Volt. Hal ini terjadi karena nilai hambatan
dalam potensiometer adalah 1 k.Sehingga Semakin besar nilai tahanan dan nilai
potensiometer maka semakin kecil tegangan output yang akan dihasilkan dan akan
semakin kecil pula perbandingan antaraV1 dan V2.
TUGAS
1. Berapa tegangan total V untuk setiap pengkukuran ?
2. Gambarlah grafik dari V2 sebagai fungsi dari kedudukan potensio-meter P untuk setiap
harga RL !
3.
Diketahui : RAB = 200
A
RAC = 120
C RCD = 80

B D

Berapa tegangan antara C dan D, jika tegangan pada A B = 10 volt?

4. Dari percoabaan ini, apa kesimpulan saudara?


Jawaban
1.Jumlah total tegangan pada R=100 Ohm

5,9 +0 = 5,9 v

5,7 + 0,3 = 6,0 v

5,4 + 0,5 = 5,9 v

5,1 + 0,8 = 5,9 v

4,7 + 1,2 = 5,9 v

KELOMPOK 1|| TT-1A 7


4 + 1,9 = 5,9 v

0 +4 =4v
Jumlah total tegangan pada R=470 Ohm

5,9 + 0 = 5,9
5,7 + 0,3 = 6,0
5,6 + 0,2 = 5,8
5,4 + 0,5 = 5,9
5,2 + 0,7 = 5,9
4,7 + 1,2 = 5,9
0 +2 =2

Jumlah total tegangan pada R=Ohm

5,9 + 0 = 5,9 v
5,2 + 0,8 = 6,0 v
4,1 + 1,8 = 5,9 v
2,9 + 3 = 5,9 v
1,9 + 4,1 = 6 v
0,9 + 5,05 = 5,95 v
0 +6=6v
2.
Grafik V2
7

0
0 1 2 3 4 5 6

100 Ohm 470 Ohm Tak Terhingga

3.
80
=
= 200 10 = 4

4.
Disaat potensiometer berada di posisi 6, V1 akan bernilai < 6 Volt. Hal ini terjadi
karena nilai hambatan dalam potensiometer adalah 0. Sedangkan disaat potensiometer

KELOMPOK 1|| TT-1A 8


berada di posisi 0, maka V1 akan bernilai 6 Volt. Hal ini terjadi karena nilai hambatan
dalam potensiometer adalah 1 k.Sehingga Semakin besar nilai tahanan dan nilai
potensiometer maka semakin kecil tegangan output yang akan dihasilkan dan akan
semakin kecil pula perbandingan antaraV1 dan V2.

DAFTAR PUSTAKA

KELOMPOK 1|| TT-1A 9