Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGUKURAN

Hubungan Seri, Paralel, dan Kombinasi Suatu Tahanan

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Pengukuran


Semester Genap Tahun Akademik 2017/2018
Dosen Pembimbing :

Muhammad Fahmi Hakim S.T, M.T

Oleh
Nama : Dinar Rahman Tsaqif
NIM : 1731120134

POLITEKNIK NEGERI MALANG


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK
MALANG
2018
A. Tujuan Percobaan

Selesai melaksanakan percobaan ini, Anda diharapkan dapat:


1. Membuktikan bahwa nilai tahan seri(Rs) dapat dicari dengan rumus:
(Rs) = R1+R2+R3+…………..+Rn;
2. Menghitung bahwa nilai tahanan parallel(Rp) dapat dicari dengan rumus :
1 1 1 1 1
= + 𝑅2 + + …………….. + 𝑅𝑛
𝑅𝑝 𝑅1 𝑅3

3. Menghitung nilai tahanan yang dihubungkan secara kombinasi berdasarkan rumus


Rs dan Rp;
4. Menentukan nilai tahanan pengganti pada hubungan seri,parallel, dan kombinasi.

B. Dasar Teori

Dalam rangkaian listrik, biasanya tidak hanya terdapat satu buah tahanan saja
pada rangkaian tersebut, tetapi dihubungkan dengan tahanan lain, yang dapat
dirangkaian dalm beberapa cara lain:

1. Tahanan yang dihubungkan secara seri,


2. Tahanan yang dihubungkan secara paralel,dan
3. Tahanan yang dihubungkan secara kombinasi.

Jadi jelas bahwa hubungan tahanan tersebut diatas dirangkai menurut kebutuhan.

Hubung Seri

Gambar 4.1 memperlihatkan rangkaian 3 buah tahanan yang dihubungkan secara seri

Gambar 4.1
Dari Hukum Kirchoff II didapatkan :

E = I.R1 + I.R2 + I.R3

Dari Hukum Ohm bahwa

E = I.Rs

Sehingga persamaan diatas menjadi

I.Rs = I(R1 + R2 +R3)

Jadi:

Rs = R1 + R2 + R3

Dari persamaan diatas terbukti bahwa tahanan total dari rangkaian seri adalah jumlah
dari harga masing – masing tahanan atau dalam rumus umumnya ditulis:

Rs = R1 + R2 + R3 + …………….. + Rn

Hubungan Paralel

Gambar 4.2 adalah rangkaian 3 buah tahanan dalam hubungan paralel.

Gambar 4.2

Berdasarkan Hukum Kirchoff, maka besar arus;

I = I1 + I2 + I3

Kemudian, berdasarkan hokum Ohm dapat disubstitusikan;


1 1 1 1
= + 𝑅2 +
𝑅𝑝 𝑅1 𝑅3

Sehingga:
1 1 1 1
= 𝑅1 + 𝑅2 +
𝑅𝑝 𝑅3
Atau dalam rumus umumnya adalah:

1 1 1 1 1
= 𝑅1 + 𝑅2 + + …………….. + 𝑅𝑛
𝑅𝑝 𝑅3

Khusus untuk tahanan yang dihubungkan parallel dapat digunakan rumus:


𝑅1 . 𝑅2
Rp = 𝑅1+𝑅2

Hubungan Kombinasi/Campuran

Dalam hubungan kombinasi (campuran seri paralel) besarnya tahanan pengganti dapat
dicari dengan menggabungkan rumus – rumus pada hubungan seri dan paralel
(bergantung susunan/rangkaian).

Sebagai salah satu contoh adalah Gambar 4.3 yang merupakan rangkaian dari 3 buah
tahanan yang dihubungkan secara kombinasi seri paralel.

Gambar 4.3

Berdasarkan rumus – rumus seri paralel, maka:

𝑅1 . 𝑅2
RAB = R1 + 𝑅1+𝑅2

C. Alat-Alat yang Digunakan

No. Alat Jumlah


1. Catu daya DC 1 buah
2. Multimeter Elavi 15n 2 buah
3. Tahanan (Ω)/0,5W 1000Ω, 3300Ω, 5600Ω
4. Proto broad 1 buah
5. Kabel penghubung (leads) Secukupnya
D. Langkah Percobaan
Hubungan Seri
1. Meneliti semua peralatan sebelum digunakan.
2. Membuat rangkaian seperti Gambar 4.4
3. Melakukan pengukuran seperti Tabel 4.1. VS = 15 Volt

Hubungan Paralel

1. Membuat rangkaian menjadi rangkaian Gambar 4.5.

Gambar 4.5
2. Melakukan pengukuran sesuai dengan Tabel 4.2 VS = 15 Volt

Hubungan Kombinasi

1. Membuat rangkaian menjadi rangkaian Gambar 4.6


2. Melakukan pengukuran sesuai dengan Tabel 4.3 VS = 15 Volt
Gambar 4.6
E. Data Percobaan
Tabel 4.1
No. R(Ω) Menurut R(Ω) Tegangan V Arus I Tahanan Total (Ω)
Kode Diukur VR VTOT (mA) Diukur Dihitung
1. 1000 ± 1% 950 1,5 1,5
3300 ± 5% 3200 4,9 14,95 1,5 9800 9900
5600 ± 5% 5500 9,55 1,5
Tabel 4.2
No. R(Ω) R(Ω) Arus I (mA) Tahanan Total (Ω)
Menurut Diukur I1 I2 I3 Diukur Dihitung
Kode
1. 1000 ± 1% 950 20,5 15,5 4,5 720 730
3300 ± 5% 3200
Tabel 4.3
No. R(Ω) Menurut R(Ω) Tegangan Arus I Tahanan Total (Ω)
Kode Diukur VR (mA) Diukur Dihitung
1. 1000 ± 1% 950 4,8 4,75
3300 ± 5% 3200 10,2 3 2960 2973
5600 ± 5% 5500 10,2 1,8
Tugas dan Pertanyaan

1. Dari hasil percobaan Anda, tunjukan bahwa hubungan seri suatu tahanan
merupakan penjumlahan dari tahanan – tahanan!
2. Sesuaikah percobaan rangkaian Gambar 4.5 yang telah Anda lakukan dengan
teori? Jelaskan!
3. Pada percobaan rangkaian Gambar 4.6, bandingkan hasil pengukuran antara VR2
dan VR3! Mengapa demikian ? Jelaskan!
4. Ada 7 buah tahanan masing - masing 3x18Ω;2x10Ω;2x1Ω rangkailah tahanan
tersebut agar diperoleh tahanan 13Ω
5. Tentukan nilai tahanan total pada rangkaian ini!
R1 = R2 = R3 = R4 = R5 = 18 Ω

Jawaban

1. Tabel 4.1

No. R(Ω) Menurut R(Ω) Tegangan V Arus I Tahanan Total (Ω)


Kode Diukur VR VTOT (mA) Diukur Dihitung
1. 1000 ± 1% 950 1,5 1,5
3300 ± 5% 3200 4,9 14,95 1,5 9800 9900
5600 ± 5% 5500 9,55 1,5
Dari data percobaan rangkaian 4.1 (Hubungan Seri) diatas menggunakan resistor berkode
warna antara lain; R1= 1000 ± 1% (Ω), R2= 3300 ± 5% (Ω), dan R3= 5600 ± 5% (Ω). Tiga
buah resistor tersebut dirangkai seri dan terukur di ohmmeter sebesar 9800(Ω). Sesuai hukum Ohm
didapatkan persamaan rangkaian yang terhubung seri nilai totalnya didapat dari penjumlahan nilai
masing – masing resistor. Dengan demikian, hasil penjumlahannya sebesar 9900. Terbukti bahwa
persamaan rangkaian yang terhubung seri nilai totalnya didapat dari penjumlahan nilai masing –
masing resistor. Walaupun ada nilai selisih antara hasil pengukuran dan perhitungan dikarenakan
beberapa factor antara lain; nilai toleransi resistor, kalibrasi, dan salah baca alat ukur yang sudah kami
minimalisir namun tetap terjadi.

2.
No. R(Ω) R(Ω) Arus I (mA) Tahanan Total (Ω)
Menurut Diukur I1 I2 I3 Diukur Dihitung
Kode
1. 1000 ± 1% 950 20,5 15,5 4,5 720 732
3300 ± 5% 3200

Dari data percobaan rangkaian 4.5 (Hubungan Paralel) diatas menggunakan resistor
berkode warna antara lain; R1= 1000 ± 1% (Ω) dan R2= 3300 ± 5% (Ω). Dua buah resistor
tersebut dirangkai paralel dan terukur di ohmmeter sebesar 720(Ω). Sesuai hukum Ohm didapatkan
persamaan rangkaian yang terhubung paralel se per nilai totalnya didapat dari penjumlahan se per
nilai masing – masing resistor. Dengan demikian, hasil penjumlahannya sebesar 732. Terbukti bahwa
persamaan rangkaian yang terhubung seri terhubung paralel se per nilai totalnya didapat dari
penjumlahan se per nilai masing – masing resistor . Selanjutnya, untuk pembagi arus diketahui bahwa
arus yang masuk sebesar 20,5 mA ; Arus yang masuk R1 sebesar 15,5 mA ; dan Arus yang masuk R2
sebesar 4,5 mA. Sesuai persamaan pembagi arus yang menyebutkan bahwa berbanding terbalik atau
(R1/(R1+R2)xItot) meruapakan arus yang mengalir pada R2 ataupun sebaliknya. Dengan begitu
terbukti bahwa percobaaan yang telah kami lakukan benar sesusai teori dan hukum ohm. Walaupun
ada nilai selisih antara hasil pengukuran dan perhitungan dikarenakan beberapa factor antara lain;
nilai toleransi resistor, kalibrasi, dan salah baca alat ukur yang sudah kami minimalisir namun tetap
terjadi.

3. Tabel 4.3

No. R(Ω) Menurut R(Ω) Tegangan Arus I Tahanan Total (Ω)


Kode Diukur VR (mA) Diukur Dihitung
1. 1000 ± 1% 950 4,8 4,75
3300 ± 5% 3200 10,2 3 2960 2973
5600 ± 5% 5500 10,2 1,8

Dari data hasil percobaan diatas nilai VR2 = 10,2 Volt dan VR3 = 10,2 Volt.
Diketahui bahwa nilai VR2 dan VR3 adalah sama dikarenakan keduanya tersusun secara
paralel. Hal itu juga membuktikan bahwa pembagi tegangan hanya terjadi pada rangkaian
tersusun seri sedangkan untuk rangkaian tersusun paralel tidak terjadi pembagi tegangan.
Secara matematis pembuktiannya sbb;

V = IR

R didapat dari penjumlahan secara paralel kedua resistor diatas. Selanjutnya, I merupakan
arus yang masuk ke kedua resistor diatas. Sehingga, V di R2dan R3 ialah sama.

4.Perhitungan :

R1//R2//R3 = ((18x18):36) = 9

= ((9x18):27) = 6 Ω

R4//R5 = ((10x10):20) = 5 Ω

R5-R6 =1+1 =2Ω

Jadi R total, 6 + 5 + 2 = 13 Ω
5. Gambar nomor 5 dapat di ilustrasikan sama dengan gambar berikut;

Perhitungan :

R2//R3//R4 = ((18x18):36) = 9

= ((9x18):27) = 6 Ω

Jadi R total = 18 + 6 + 18 = 42 Ω
Analisa

Dari percobaan ke-1 nilai tahanan dibuat seri agar tegangan semakin naik. Naiknya tegangan
karena tahanan sebanding dengan arus apabila disusun seri maka tahanan akan lebih besar
dari pararel , ketika arus disusun secara pararel pada percobaan 2 maka arus akan semakin
kecil, hal ini terjadi karena jika tahanan dihubungkan pararel nilai tahanan semakin kecil.
Sedangkan perhitungan tahanan kombinasi tidak tentu arusnya, perhitungan arus ini bisa di
hitung dengan hukum ohm sedangkan tahanannya bisa di hitung dengan cara mencari Nilai
tahanan seri(Rs) , Nilai tahanan paralel (Rp), dan Nilai tahanan yang terhubung pada
rangkaian seri-paralel.
Kesimpulan

1. Nilai tahanan seri(Rs) penggantinya adalah :


(Rs) = R1+R2+R3+…………..+Rn;
2. Nilai tahanan paralel(Rp) penggantinya adalah :
1 1 1 1 1
= + 𝑅2 + + …………….. + 𝑅𝑛;
𝑅𝑝 𝑅1 𝑅3

3. Nilai tahanan yang terhubung pada seri-paralel dihitung melalui kombinasi persamaan
resistor seri dan paralel.