Anda di halaman 1dari 7

BAB I

HASIL REVIEW

1.1 Latar Belakang

Dalam setiap kurikulum pendidikan nasional Indonesia, mata pelajaran


matematika selalu diajarkan disetiap jenjang pendidikan, tidak terkecuali di
perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa diharapkan dengan mempelajari
matematika, maka ketersediaan akan sumber daya manusia Indonesia yang
handal, yakni mampu berpikir kritis, sistematis, logis, kreatif, dan cermat dapat
terpenuhi.
Salah satu aspek penting dalam matematika di perguruan tinggi adalah
kemampuan berpikir kritis. Hal ini sejalan dengan apa yang direkomendasikan
oleh Committee on the Undergroude Program in Mathematics dalam Karlimah
(2010) yaitu “enam rekomendasi dasar untuk jurusan, program, dan mata kuliah
dalam matematika. Salah satu rekomendasinya menjelaskan bahwa setiap mata
kuliah dalam matematika hendaknya merupakan aktivitas yang akan membantu
mahasiswa dalam pengembangan analitis, penalarankritis, pemecahan masalah,
dan keterampilan komunikasi.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana menentukan ciri – ciri spesifik metode penyelesain limit fungsi aljabar
pada bentuk tak tentu?

1.3 Tujuan Jurnal

Tujuan dalam penelitian ini mendiskripsikan dan menganalisis kemampuan


berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal limit fungsi aljabar pada
bentuk tak tentu.

1.4 Kajian teoritis

Limit adalah suatu metode matematika yang digunakan untuk menjelaskan


pengaruh variabel fungsi yang bergerak mendekati suatu titik terhadap fungsi
tertentu. Konsep limit fungsi merupakan dasar untuk mempelajari kalkulus.
Dalam hal ini pengertian limit fungsi pertama kali diberikan secara langkah demi
langkah, yang membahas tentang cara menghitung nilai suatu fungsi yang
mendekati suatu bilangan yang disajikan secara intuitif dari proses limit. Cara
yang lebih tepat untuk mengerti tentang limit adalah dengan menggunakan dua
lambang untuk menyatakan perbedaan kecil ini. Lambang yang biasanya

1
digunakan adalah huruf Yunani ε (epsilon) dan δ (delta). Jadi dapat dinyatakan
bahwa untuk setiap bilangan

positif ε yang diberikan terdapat suatu bilangan positif δ yang dipilih yang sesuai
sehingga bila |x – 1| lebih kecil daripada δ dan |x – 1| ≠ 1 (yaitu x ≠ 1), maka |f(x)
– 5| akan lebih kecil dari ε. Hal penting yang patut disadari adalah bahwa ukuran δ
bergantung pada ukuran ε.

1.5 Metode penelitian


Metodepenelitian yang digunakandalampenelitianiniadalahmetode pemfaktoran,
metode perkalian sekawan, metode dengan perkalian tingkat tinggi, selain
menggunakan dari ketiga metode itu menyelesaian limit fungsi pada bentuk tak
tentu juga bisa mengguanakan metode L’ Hospital

1.6 Hasil penelitian

2
3
A. Metode Pemfaktoran

Adapun ciri-ciri spesifik untuk metode pemfaktoran yaitu apabila pembilangnya


merupakan hasil pengkuadratan persamaan suku dua dari penyebutnya atau sebaliknya,
dengan syarat jika persamaan suku dua tersebut menggunakan operasi selisih, maka titik
limitnya bernilai positif dan jika persamaan suku dua tersebut menggunakan operasi
penjumlahan, maka titik limitnya bernilai negatif.

4
B. Metode Perkalian Sekawan

Adapun ciri-ciri spesifik untuk metode perkalian sekawan yaitu apabila persamaannya
berupa selisih dua buah akar seperti berikut:

serta apabila persamaannya berbentuk pecahan yang memuat bentuk akar. Baik pada
pembilangnya maupun pada penyebutnya.

C. Metode Pembagian dengan Pangkat Tertinggi Adapun ciri-ciri spesifik untuk


metode pembagian dengan pangkat tertinggi yaitu apabila persamaannya berbentuk

serta apabila pangkat tertinggi dari persamaannya berderajat 3, 4, 5, …dst yang sulit
untuk difaktorkan. Meskipun untuk persamaan berderajat 1 dan 2 juga terkadang
dapat diselesaikan dengan cara membagi dengan pangkat tertinggi.

D. Metode L’Hopital

Adapun ciri-ciri spesifik untuk metode L’Hopital yaitu apabila titik limitnya
disubstitusi akan menghasilkan bentuk tak tentu yaitu , , ∞ - ∞, kecuali jika hasil
turunan dari fungsi pada penyebutnya yang berbentuk akar berupa faktor yang sama
dengan fungsi pada pembilangnya.Begitupun sebaliknya, hasil turunan dari fungsi
pada pembilangnya yang berbentuk akar berupa faktor yang sama dengan fungsi pada
penyebutnya, maka persamaan seperti itu tidak dapat diselesaikan dengan
menggunakan metode L’Hopital.

1.7 Kesimpulan

Menentukan ciri –ciri spesifik metode penyelesaian limit fungi aljabar pada bentuk
tak tentu dengan menggunakan metode pemfaktoran, metode perkalian sekawan,
metode dengan perkalian tingkat tinggi, selain menggunakan dari ketiga metode itu
menyelesaian limit fungsi pada bentuk tak tentu juga bisa mengguanakn metode L’
Hospital.

5
BAB II

PENDAPAT

2.1 Kesesuaian metode dan instrument yang digunakan dalam jurnal dengan
masalah atau tujuan penelitian

Menurut saya metode dan instrumen yang digunakan dalam jurnal ini sesuai dengan
tujuan penelitian.

2.2 Kesesuaian/kecocokan hasil penelitian/diskusi penelitian dan kesimpulan yang


diperoleh dalam jurnal dengan masalah/tujuan penelitian

Menurut saya hasil penelitian dan kesimpulan jurnal sesuai dengan tujuan penelitian
yaitu mengkaji tentang menentukan ciri –ciri limit fungsi pada aljabar pada bentuk tak
tentu.

2.3 Masalah atau tujuan yang belum terjawab

Tidak ada, tujuan semua telah terjawab pada hasil pembahasan dan metode tahap-
tahap yang sesuai dengan tujuan penelitian tersebut.

2.4 Kekurangan dan kelebihan jurnal

Kekurangan:
Menurut saya jurnal ini dalam menentukan ciri – ciri limit pada aljabar pada bentuk
tak tentu telalu banyak dengan metode – metode dan lumayan susah untuk dimengerti

Kelebihan:
Menurut saya jurnal ini dalam menentukan ciri – ciri limit pada aljabar pada bentuk
tak tentu sudah cukup bagus karena metode – metode yang diberikan pada jurnal ini
cukup jelas.

2.5 Ide memecahkan masalah yang sama


Menurut saya selain menggunakan metode pemfaktoran, metode perkalian sekawan,
metode dengan perkalian tingkat tinggi, selain menggunakan dari ketiga metode itu
menyelesaian limit fungsi pada bentuk tak tentu juga bisa mengguanakan metode L’
Hospital. Dan bisa juga dengan mengggunakan fungsi trigonometri.

6
DAFTAR PUSTAKA

Artikel non-personal, 6 April 2013., Kalkulus, Wikipedia Bahasa Indonesia,


http://id.wikipedia.org/wiki/Kalkulus, diakses pada 28 Agustus 2012 Purcell, J.

Edwin dan Dale Varberg. 1987. Kalkulus dan Geometri Analitis Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta:
Erlangga.

Purcell, J. Edwin dan Dale Varberg. 1984. Kalkulus dan Geometri Analitis EdisiKeempat
Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Loomis Lynn. 1974. Calculus. Canada: Addison-Wesley Publishing Company.

Pardede, Jasman. 2010. Kalkulus I. Jakarta: Erlangga.

Gazali, Wikaria dan Soedadyatmodjo. 2007. Kalkulus Edisi 2. Yogyakarta: Graha Ilmu