Anda di halaman 1dari 14

GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS AIR WADUK WADASLINTANG

UNTUK IRIGASI LAHAN PERTANIAN DAERAH WADASLINTANG


KECAMATAN WADASLINTANG, KABUPATEN WONOSOBO
PROPINSI JAWA TENGAH

4/9 Dari Lembar Peta RBI no 1408-143 (Wadaslintang)

SKRIPSI TIPE-I

Diajukan untuk memenuhi persyaratan akademik tingkat Sarjana


pada Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Oleh
Michael Fransisco
091101013

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2014
LEMBAR PENGESAHAN
SKRIPSI TIPE I

GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS AIR WADUK WADASLINTANG


UNTUK IRIGASI LAHAN PERTANIAN DAERAH WADASLINTANG
KECAMATAN WADASLINTANG, KABUPATEN WONOSOBO,
PROPINSI JAWA TENGAH

4/9 Dari Lembar Peta RBI no 1408-143 (Wadaslintang)

Diajukan untuk memenuhi kurikulum tingkat sarjana Strata-1


Pada Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Penyusun

Michael Fransisco
091101013

Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

Ir.Miftahussalam,M.T. Ir. Dwi Indah Purnamawati,M.Si


NIK 87.0254.317E NIK 91.0659.413E

Mengetahui
Ketua Jurusan Teknik Geologi

Dr. Sri Mulyaningsih, S.T, M.T.


NIK 96.0672.516E

ii
HALAMAN PENGUJI

GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS AIR WADUK WADASLINTANG


UNTUK IRIGASI LAHAN PERTANIAN DAERAH WADASLINTANG
KECAMATAN WADASLINTANG, KABUPATEN WONOSOBO,
PROPINSI JAWA TENGAH

4/9 Dari Lembar Peta RBI no 1408-143 (Wadaslintang)

Telah dipertahankan pada Sidang Pendadaran Tingkat Sarjana pada


Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Hari/tgl : Kamis, 17 april 2014


Pukul : 16.00 - Selesai
Tempat : Ruang Sidang Fakultas Teknologi Mineral

Tim Penguji : Tanda Tangan

1. Ir. Miftahussalam, M.T.


(Ketua Sidang/Penguji) (…………………………)

2. Ir. Dwi Indah Purnamawati, M.Si


(Sekretaris Sidang/Penguji) (…………………………)

3. Dr. Sri Mulyaningsih, S.T, M.T.


(Anggota Sidang/Penguji) (…………………………)

Mengetahui

Dekan Fakultas Teknologi Mineral Ketua Jurusan Teknik Geologi

Ir. Dwi Indah Purnamawati, M.Si. Dr. Sri Mulyaningsih, S.T, M.T
NIK. 91.0659.413E NIK 96.0672.516E

iii
HALAMAN PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang

pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi

dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang

pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu

dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Yogyakarta, April 2014

Michael Fransisco
091101013

iv
PRAKATA

Puji dan syukur Penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat, bimbingan dan penyertaan-Nyalah, sehingga Penulisan skripsi dengan
judul “Geologi dan Analisis Kualitas Air Waduk Wadaslintang Untuk Irigasi
Lahan Pertanian Daerah Wadaslintang Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten
Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah” ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi ini
disusun sebagai salah satu syarat guna memenuhi Kurikulum Tingkat Sarjana
Strata-1 pada Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, Institut Sains
& Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
Penulis menyadari skripsi ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Ir. Miftahussalam,M.T., selaku Pembantu Rektor III Institut Sains
& Teknologi AKPRIND Yogyakarta, serta selaku Dosen Pembimbing I
yang telah memberikan arahan dan bimbingannya di setiap kesempatan.
2. Ibu Ir. Dwi Indah Purnamawati, M.Si., selaku Dekan Fakultas Teknologi
Mineral Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta, serta selaku
Dosen Pembimbing II yang telah memberikan arahan dan bimbingannya.
3. Ibu Dr. Sri Mulyaningsih, ST., MT., selaku Ketua Jurusan Teknik
Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, Institut Sains & Teknologi
AKPRIND Yogyakarta.
4. Keluarga tersayang (papa, mama, dan adik saya) : tidak ada kata-kata
selain ucapan terima kasih untuk cinta, perhatian, doa, pengorbanan,
nasehat, dukungan dan semua yang telah diberikan selama ini.
5. Teman-teman Dika Fitra Nugroho, Try Cahyo Baskoro, Fajri,S.T,
Santoso,S.T, dan rekan-rekan mahasiswa Jurusan Teknik Geologi, Institut
Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta khususnya Rekan-rekan
seperjuangan angkatan 2009, terima kasih atas bantuan dan masukan
yang diberikan kepada saya, dan semua pihak yang tidak dapat

v
disebutkan semuanya yang selalu bersedia membantu dalam
menyelesaikan laporan skripsi ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan
skripsi ini, untuk itu penulis sangat mengharapkan segala kritik , saran dan
masukan yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan tugas akhir ini.
Akhir kata semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta, April 2014

Penulis

vi
INTISARI

Tujuan pemetaan geologi ini adalah untuk mengetahui dan memetakan daerah
penelitian, sehingga diperoleh data geologi yang meliputi geomorfologi,
stratigrafi, struktur geologi dan geologi lingkungan,.
Metode yang digunakan adalah dengan pemetaan geologi permukaan yang
meliputi beberapa tahapan, antara lain tahap persiapan, tahap pendahuluan, tahap
pemetaan detail, tahap analisis laboratorium, tahap penyusunan laporan dan tahap
akhir.
Geomorfologi di daerah penelitian dibagi menjadi 3 subsatuan geomorfik,
yaitu : subsatuan geomorfik lereng dan perbukitan struktural (S1), subsatuan
geomorfik lereng dan perbukitan terdenudasi bergelombang sedang-kuat (D1),
dan subsatuan geomorfik tubuh air (F2). Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari 4
satuan batuan dan 1 endapan aluvial, dengan urutan dari yang paling tua hingga
paling muda adalah satuan batupasir karbonatan, satuan breksi polimik, satuan
batupasir tuffan, satuan breksi andesit, dan endapan aluvial. Struktur geologi yang
berkembang di daerah penelitian berupa, kekar, sesar, dan lipatan (antiklin).
Daerah penelitian terdapat 5 sesar mendatar yaitu Sesar Mendatar Sarimulyo,
Sesar Mendatar Kalianget, Sesar Mendatar Kali Sawangan, Sesar Mendatar Kali
Gintung dan Sesar Mendatar Somogede, dengan arah relatif utara-selatan, dan 6
sesar turun yaitu sesar Kalisalak, Sesar Panerusan, Sesar Mentosari, Sesar Erorejo,
Sesar Padureso, dan Sesar Kaligubug serta terdapat lipatan Antiklin yaitu
Antiklin Tritis. Sesumber geologi yang ada di daerah penelitian berupa sumber
daya air, tanah, dan bahan galian C berupa pasir.
Bencana geologi di daerah penelitian berupa gerakan tanah tipe longsoran.
Dari hasil analisis kualitas air waduk untuk irigasi lahan pertanian terhadap
sampel air waduk wadaslintang, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor:
20 Tahun 1990 tentang standar baku mutu air yang harus dipenuhi untuk
kebutuhan pertanian maka dapat disimpulkan bahwa kondisi air waduk didaerah
penelitian memiliki kualitas yang bagus dan sudah memenuhi standar kualitas air
waduk untuk irigasi lahan pertanian..

Kata kunci : Geologi, Wadaslintang, Kualitas air waduk

vii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................................... ii
HALAMAN PENGUJI ................................................................................................ iii
HALAMAN PERNYATAAN ......................................................................................iv
PRAKATA .................................................................................................................... v
INTISARI..................................................................................................................... vii
DAFTAR ISI ............................................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................xi
DAFTAR TABEL .........................................................................................................xiv
BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang .............................................................................................. 1
I.2. Maksud dan Tujuan ....................................................................................... 2
I.3. Letak, Luas dan Kesampaian Daerah Penelitian ........................................... 2
I.4. Metode Penelitian .......................................................................................... 3
I.5. Tahapan Penelitian ........................................................................................ 3
I.6. Peralatan dan Bahan Penelitian ..................................................................... 7
I.7. Peneliti Terdahulu ......................................................................................... 7
BAB II GEOMORFOLOGI
II.1. Geomorfologi Regional................................................................................ 9
II.2. Geomorfologi Daerah Penelitian .............................................................. 12
II.2.1. Satuan geomorfik asal struktural (S) ..................................................... 14
II.2.2. Satuan geomorfik asal denudasional (D) ............................................... 15
II.2.3. Satuan geomorfik asal fluvial (F) ......................................................... 16
II.3. Pola Pengaliran ........................................................................................... 17
II.4. Stadia daerah ............................................................................................... 22
BAB III STRATIGRAFI
III.1. Stratigrafi Regional .................................................................................... 25
III.1.1. Formasi Karang Sambung.................................................................. 25
III.1.2. Formasi Totogan ................................................................................ 26

viii
III.1.3. Formasi Waturanda ............................................................................ 26
III.1.4. Formasi Penosongan .......................................................................... 27
III.1.5. Anggota Breksi Formasi Halang ........................................................ 28
III.1.6. Formasi Halang .................................................................................. 28
III.1.7. Formasi Peniron ................................................................................. 29
III.1.8. Aluvium ............................................................................................. 29
III.2. Stratigrafi Daerah Penelitian...................................................................... 30
III.2.1. Satuan batupasir karbonatan .............................................................. 31
III.2.2. Satuan breksi polimik ........................................................................ 37
III.2.3. Satuan batupasir tuff .......................................................................... 40
III.2.4. Satuan breksi andesit.......................................................................... 46
III.2.5. Endapan aluvial .................................................................................. 49
BAB IV STRUKTUR GEOLOGI
IV.1. Struktur Geologi Regional ......................................................................... 53
IV.2. Struktur Geologi Daerah Penelitian........................................................... 54
IV.2.1. Struktur kekar .................................................................................... 54
IV.2.2. Struktur lipatan .................................................................................. 57
IV.2.3. Struktur sesar ..................................................................................... 59
IV.3. Genesa Pembentukan Struktur Geologi Pada Daerah Penelitian .............. 75
BAB V SEJARAH GEOLOGI .................................................................................... 76
BAB VI GEOLOGI LINGKUNGAN
VI.1. Sesumber .................................................................................................. 80
VI.2.1. Air ...................................................................................................... 81
VI.2.2. Tanah ................................................................................................. 81
VI.2.3.Bahan Galian ..................................................................................... 82
VI.3. Bencana Alam ........................................................................................... 83
BAB VII ANALISIS KUALITAS AIR WADUK WADASLINTANG
UNTUK IRIGASI LAHAN PERTANIAN
VII.1. Latar Belakang ......................................................................................... 86
VII.2. Maksud dan Tujuan .................................................................................. 87
VII.3. Dasar Teori ............................................................................................... 88

ix
VII.4. Batasan Masalah....................................................................................... 92
VII.5. Analisis Kualitas Air Waduk Wadaslintang Untuk Irigasi Lahan
Pertanian .................................................................................................... 93
BAB VIII KESIMPULAN ........................................................................................... 97
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Hasil Hasil Analisis Petrografi ..................................................................................... 99
Hasil Analisis Kualitas Air Waduk ............................................................................. 119

Lampiran Lepas:
1. Peta Lintasan dan Lokasi Pengamatan
2. Peta Geomorfologi
3. Peta Geologi

x
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peta indeks lokasi penelitian (Bakosurtanal, 2001) ................................ 3


Gambar 2. Diagram alir penelitian (Penulis, 2012).................................................. 6
Gambar 3. Peta fisiografi Jawa-Madura (dimodifikasi dari Bemmelen,
1949) ....................................................................................................... 9
Gambar 4. Subsatuan geomorfik lereng dan perbukitan struktural (S1), di
dekat LP 102, daerah Desa Padureso, dengan lensa menghadap
ke baratlaut ............................................................................................ 15
Gambar 5. Subsatuan geomorfik lereng dan perbukitan terdenudasi
bergelombang sedang-kuat (D1), di dekat LP 29, daerah Desa
Kemutuk, dengan lensa menghadap ke utara ........................................ 16
Gambar 6. Kenampakan subsatuan geomorfik tubuh air (F2), di LP 102,
daerah Desa padureso dengan lensa menghadap ke utara .................... 17
Gambar 7. Klasifikasi pola aliran sungai yang belum mengalami perubahan
(Howard, 1967) ...................................................................................... 18
Gambar 8. Klasifikasi pola aliran sungai yang telah mengalami perubahan
(Howard, 1967) ...................................................................................... 19
Gambar 9. Pola aliran daerah penelitian (Penulis, 2013) ........................................ 21
Gambar 10. Penampang sungai bentuk V di LP 84, di Desa Sipait, dengan
lensa menghadap ke selatan (Foto penulis,2013) .................................. 23
Gambar 11. Penampang sungai bentuk U di LP 120, di Desa Wonosido,
dengan lensa menghadap ke barat (Foto penulis, 2013) ........................ 23
Gambar 12. Singkapan batupasir karbonatan, di LP 02 di Desa Plunjaran,
dengan lensa menghadap ke barat (Foto penulis, 2013) ........................ 31
Gambar 13. Singkapan Napal, di LP 49, daerah Desa Wadaslintang, dengan
lensa menghadap ke barat (Foto Penulis, 2013) .................................... 32
Gambar 14. Singkapan breksi polimik, di LP 90, di Desa Padureso, dengan
lensa menghadap ke utara (Foto Penulis, 2013) .................................... 37
Gambar 15. Satuan batuan batupasir tuffan, di LP 76 di desa Kaligubug,
dengan lensa menghadap ke barat (Foto Penulis, 2013) ....................... 41

xi
Gambar 16. Singkapan breksi andesit, di LP 66 daerah Desa Pamriyan,
dengan lensa menghadap ke barat (Foto Penulis, 2013) ....................... 46
Gambar 17. Gambaran umum pola kelurusan struktur geologi di Pulau Jawa ......... 53
Gambar 18. Kenampakan struktur kekar gerus pada litologi batupasir
karbonatan, Foto di ambil dari LP 12, daerah Karangreja, dengan
lensa menghadap ke tenggara ................................................................ 55
Gambar 19. Pengukuran kekar gerus pada litologi batupasir karbonatan, Foto
di ambil dari LP 12, daerah Karangreja, dengan lensa
menghadap ke tenggara ......................................................................... 56
Gambar 20. Analisis arah umum kekar gerus Kali Anget pada LP 12,.................... 56
Gambar 21. Hasil analisis lipatan menggunakan software dips (penulis 2013) ........ 58
Gambar 22. Kenampakan sesar minor sebagai struktur penyerta, di LP 52,
Daerah Wadaslintang, dengan lensa menghadap ke barat ..................... 61
Gambar 23. Kenampakan drag fold sebagai struktur penyerta, di LP 52,
Daerah Wadaslintang, dengan lensa menghadap ke baratlaut ............... 61
Gambar 24. Hasil analisis arah umum kekar dan liniasi menggunakan
software dips (penulis 2013).................................................................. 62
Gambar 25. Hasil analisis sesar menggunakan software dips (penulis 2013) ........... 63
Gambar 26. Hasil analisis sesar menggunakan software dips (penulis 2013) ........... 65
Gambar 27. Intepretasi kenampakan sesar Kali Sawangan pada citra radar.
(Foto Penulis, 2013) .............................................................................. 67
Gambar 28. Intepretasi kenampakan sesar Kali Gintung pada citra radar.
(Foto Penulis, 2013) ............................................................................. 68
Gambar 29. Intepretasi kenampakan sesar Somogede pada citra radar.
(Foto Penulis, 2013) .............................................................................. 69
Gambar 30. Intepretasi kenampakan sesar Kalisalak pada citra radar.
(Foto Penulis, 2013) .............................................................................. 70
Gambar 31. Intepretasi kenampakan sesar Panerusan pada citra radar.
(Foto Penulis, 2013) .............................................................................. 71
Gambar 32. Intepretasi kenampakan sesar Mentosari pada citra radar.
(Foto Penulis, 2013) .............................................................................. 72

xii
Gambar 33. Intepretasi kenampakan sesar Erorejo pada citra radar.
(Foto Penulis, 2013) .............................................................................. 73
Gambar 34. Intepretasi kenampakan sesar Padureso pada citra radar.
(Foto Penulis, 2013) .............................................................................. 74
Gambar 35. Intepretasi kenampakan sesar Kaligubug pada citra radar.
(Foto Penulis, 2013) .............................................................................. 74
Gambar 36. Sumber air berupa waduk di LP 102 daerah Desa padureso yang
dimanfaatkan untuk penangkaran ikan, irigasi, dan pembangkit
listrik dengan lensa menghadap ke utara ............................................... 81
Gambar 37. Pemanfaatan tanah sebagai lahan pertanian di daerah Besuki, LP
38, lensa kamera menghadap utara (Foto penulis, 2013) ..................... 82
Gambar 38. Kegiatan penambangan batupasir Daerah Andonglawak, diambil
pada Lp 93, Lensa kamera menghadap Baratlaut (Foto penulis,
2013) ...................................................................................................... 83
Gambar 39. Gerakan tanah (longsoran) di daerah Wadaslintang, LP 64, lensa
menghadap ke arah barat (Foto penulis, 2013)...................................... 84
Gambar 40. Pengambilan sampel air Waduk di dekat LP 90, daerah
Padureso dengan lensa menghadap ke utara (Foto Penulis 2013) ........ 93

xiii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Klasifikasi satuan topografi berdasarkan aspek morfometri (Zuidam,


1983) ............................................................................................................ 13
Tabel 2. Kolom statigrafi regional kebumen (Asikin, 1981) ..................................... 29
Tabel 3. Penentuan umur satuan batupasir karbonatan berdasarkan fosil
Foraminifera plantonik (Blow, 1969) .......................................................... 33
Tabel 4. Penentuan lingkungan pengendapan satuan batupasir karbonatan
berdasarkan fosil foraminifera bentonik (Bandy, 1967).............................. 34
Tabel 5. Kolom litologi satuan batupasir karbonatan (Tanpa skala) ......................... 35
Tabel 6. Kolom litologi satuan breksi polimik (Tanpa skala) ................................... 39
Tabel 7. Penentuan umur satuan batupasir tuffan berdasarkan fosil
Foraminifera plantonik (Blow, 1969) ......................................................... 42
Tabel 8. Penentuan lingkungan pengendapan satuan batupasir karbonatan
berdasarkan fosil bentonik (Bandy, 1967)................................................... 43
Tabel 9. Kolom litologi satuan batupasir tuf (tanpa skala) ........................................ 44
Tabel 10. Kolom litologi satuan breksi andesit (tanpa skala)...................................... 48
Tabel 11. Kolom litologi daerah penelitian (tanpa skala) ........................................... 50
Tabel 12. Kesebandingan antara statigrafi regional dengan daerah penelitian ........... 51
Tabel 13. Klasifikasi lipatan berdasarkan dip dari sumbu lipatan dan plunge
dari hinge line(Fluety,1964) ........................................................................ 58
Tabel 14. Pembagian kelas dengan parameter fisika dan kimia anorganik
berdasarkan PP no 82 tahun 2001 ............................................................... 89
Tabel 15. Baku Mutu Golongan D (Keperluan Pertanian) .......................................... 90
Tabel 16. Hasil analisis kualitas air waduk Wadaslintang. .......................................... 94
Tabel 17. Klasifikasi air untuk irigasi berdasarkan harga daya hantar listrik
(DHL) (Dalam Suharyadi, 1984, hal.112-113). .......................................... 96

xiv