Anda di halaman 1dari 2

Nama : Riyan Nukie Fuady

NIM : B200160375

Kelas : H

Tugas Kasus

Etika Bisnis dan Profesi Syariah

“Perang Mainan”

1) Dari pandangan moral, menurut Anda keputusan akhir apa yang seharusnya diambil
Tom Daner? Jelaskan jawaban Anda. Apa yang harus Tom lakukan jika diminta
membuat iklan yang lebih keras dibandingkan iklan misi penyelamatan yang telah
difilmkan?

Jawab: Dari pandangan moral seharusnya Tom Daner menolak iklan yang
mengandung kekerasan tersebut. Karena iklan yang mengandung kekerasan itu tidak
baik untuk ditonton oleh anak-anak dan iklan yang mengandung kekerasan juga tidak
dibenarkan oleh jaringan-jaringan televisi karena mempengaruhi psikologi anak-
anak. Untuk masalah klien Tom Daner masih bisa mencari klien-klien yang lain.
Seharusnya Tom membuat ide baru yang lebih baik tetapi tidak mengandung
kekerasan dalam iklan yang akan dilihat anak-anak dengan meyakinkan klien agar iklan
tersebut diterima. Namun bila iklan tersebut tetap tidak diterima oleh klien lebih baik
Tom mundur karena iklan tersebut mengandung kekerasan yang mungkin akan
diserap oleh anak-anak dengan membentuk harapan-harapan yang tidak realistis.
Dalam menjalankan bisnisnya, ia tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan
yang akan didapat dari kliennya, tetapi ia juga harus memperhatikan apa dampak yang
akan terjadi jika ia menuruti permintaan kliennya untuk membuat iklan yang
mengandung kekerasan.

2) Jawab pertanyaan yang diajukan Tom Daner pada dirinya sendiri: Apakah iklan misi
penyelamatan benar-benar harus berbeda dari iklan yang menunjukkan helikopter
menghancurkan desa-desa musuh ? Bukankah iklan misi penyelamatan itu sendiri
masih melanggar peraturan-peraturan jaringan televisi ? Apakah pantas atau tepat
bila dia bereksperimen dengan produk klien, khususnya produk yang sangat penting
bagi masa depan bisnis klien?

Jawab: Tentu sangat berbeda, jika iklan tersebut menceritakan menghancurkan desa-
desa musuh maka akan menimbulkan persepsi bagi anak-anak yang menonton iklan
tersebut bahwa helikopter atau mainan tersebut digunakan untuk menghancurkan
lawan. Hal ini akan mempengaruhi psikologis anak-anak dengan adegan kekerasan di
dalamnya. Namun, jika mengandung pesan moral seperti penyelamatan seperti
pendapat Tom Daner maka akan berdampak positif bagi anak-anak, yaitu
menumbuhkan rasa kepedulian sosialnya, namun dalam pembuatan iklan
penyelamatan tersebut tidak boleh mengandung unsur kekerasan dan pencahayaan-
pencahayaan yang dilarang oleh peraturan televisi nasional yang telah ditetapkan.
Namun cukup jelas bahwa versi akhir iklan ini tetap tidak lulus sensor jaringan.
Peraturan yang ditetapkan mensyaratkan bahwa setting dalam iklan anak-anak
haruslah menggambarkan hal-hal yang berada dalam jangkauan pemikiran anak-anak
agar mereka tidak membentuk harapan-harapan yang tidak realitas. Setting hutan
(dengan pembuatan menghabiskan biaya hingga $250.000 ) jelas tidak berada dalam
jangkauan pikiran anak-anak, dan mereka tentunya tidak bisa membuat setting seperti
ini hanya dengan membeli sebuah helikopter mainan tersebut. Lebih jauh lagi,
peraturan jaringan televisi menetapkan bahwa adegan-adegan iklan untuk anak-anak
haruslah difilmkan menggunakan pencahayaan yang normal dan tidak menggunakan
efek yang tidak pantas, oleh karena itu iklan ini ditolak juga dengan adanya peraturan
tersebut, dimana di iklan ini helikopter ini menciptakan ketegangan yang
menimbulkan efek perubahan-perubahan cahaya yang cepat, dan hal tersebut tidak
sesuai dengan peraturan televisi nasional. Tindakan eksperimen yang dilakukan oleh
Tom Daner tidak pantas dilakukan karena iklan atau pemasaran suatu produk akan
mempengaruhi penjualan produk dari kliennya. Jika hal ini dapat menurunkan dan
mengancam produk dari kliennya, maka Tom Daner akan kehilangan kepercayaan
kliennya dan dapat dinilai tidak profesional dalam bekerja.