0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan3 halaman

Prosedur Pembuatan Shampo Lidah Buaya

cara kerja shampoo

Diunggah oleh

Wahyu Ariawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan3 halaman

Prosedur Pembuatan Shampo Lidah Buaya

cara kerja shampoo

Diunggah oleh

Wahyu Ariawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

I.

CARA KERJA

PROSEDUR KERJA PEMBUATAN EKSTRAK LIDAH BUAYA

Bagian daging (gel) lidah buaya


Lidah buaya segar → dibilas beberapa kali dengan air
dikuliti kulitnya mengalir → ditimbang sebanyak
600 g

Setelah ditimbang gel lidah


Gel lidah buaya dipanaskan dan
buaya dihaluskan dengan
ditambah nipagin 1%
diblender → ekstrak kasar
disaring

A. Pembuatan sediaan shampo

Menimbang Hidoksi etil selulosa (carbopol) sebanyak 2,5 g kemudian


dikembangkan dalam air panas secukupnya hingga terbasahi

Menimbang nipagin 0,18 g dan nipasol 0,02 g kemudian dilarutkan dalam


propilen glikol

Menimbang Na2EDTA 0,1 g dilarutkan dalam aquadest secukupnya

Menimbang Na lauril sulfat 9 g dilarutkan dalam air hangat secukupnya

Larutan nipagin dan nipasol, larutan Na2EDTA dan larutan Na Lauril Sulfat
dicampur dalam larutan Hidroksi etil selulosa secara perlahan-lahan sambil
diaduk

Ekstrak ditambahkan dalam campuran diatas kemudian menambahkan TEA


serta pewangi green tea, diaduk ad homogen lalu ditambahkan dengan
aquadest ad 100 ml
Evaluasi Sediaan Shampo

1. Pengamatan Organoleptis

Diamati bentuk, bau dan warnanya

2. Homogenitas

Mengamati apakah terdispersi secara merata atau tidak dengan cara mengocok
sediaan shampo

3. Pengukuran ph
4.
Menggunakan alat ph meter elektode yang sebelumnya telah dikalibrasi
5. Pengukuran Bobot Jenis
dengan larutan buffer ph 4, ph 7 dan ph 9. Shampo diencerkan dengan air
perbandingan
Pengukuran1bobot
:10. Kemudian elektrode
jenis dilakukan dicelupkan
dengan ke dalam
menggunakan alatshampo.
Ditunggu pada
piknometer sampai alatruang
suhu menujukkan angka ph sampai konstan.
 Piknometer kosong yang bersih dan kering diukur bobotnya (w1)
 Piknometer berisi aquadest diukur bobotnya (w2)
 Piknometer berisi sediaan shampo diukur bobotnya (w3)
 Hitung BJ shampo = (w3-w1) / (w2-w1)

6. Pengukuran Viskositas

Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat viscotester dengen


memasukkan sediaan shampo dalam wadah yang sudah dipasang alat

7. Pengukuran Tinggi Busa

 Sediaan shampo dicampurkan dengan sedikt aquadest ke dalam gelas


tertutup
 Campuran dikocok selama 20 detik dengan cara membalikkan gelas
ukur tersebut secara beraturan
 Tinggi busa yang terbentuk diamati (tinggi busa awal)
 5 menit kemudian diamati kembali (tinggi busa akhir)

8. Tegangan Permukaan

Sediaan shampo dibuat dalam konsentrasi 1 %. Dimasukkan dalam beker glass


yang telah ditempeli kertas milimeter blok, kemudian dimasukkan ipa kapiler
dan ukur sediaan shampo yang naik pada pipa kapiler
9. Uji Stabilitas Sediaan ( Penyimpanan pada suhu kamar)

Pengujian stabilitas sediaan meliputi kondisi fisik (bau, warna, kejernihan) dan
ph dievaluasi pada suhu kamar (28˚C ± 2˚C) selama seminggu.

10. Uji Stabilitas Sediaan ( Penyimpanan pada suhu tinggi)

Pengujian stabilitas sediaan meliputi kondisi fisik (bau, warna, kejernihan) dan
ph dievaluasi pada suhu kamar (40˚C ± 2˚C) selama seminggu.

11. Uji Stabilitas Sediaan ( Penyimpanan pada suhu rendah)


Pengujian stabilitas sediaan meliputi kondisi fisik (bau, warna, kejernihan) dan
ph dievaluasi pada suhu kamar (4˚C ± 2˚C) selama seminggu.

Anda mungkin juga menyukai