0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
133 tayangan5 halaman

Lapsem Kel 2-Sampo

Diunggah oleh

putrianggie96
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
133 tayangan5 halaman

Lapsem Kel 2-Sampo

Diunggah oleh

putrianggie96
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM KOSMETIKA HERBAL

FORMULASI SEDIAAN SAMPOO EJSTRAK TEH HIJAU

Dosen Pengampu : apt. Nafisah Isnawati, M. Si

Disusun Oleh :
Kelompok 2 / Shift 1

ANGGA DWI ROFIQIL MAULA (21103108)


ANGGIE NOVIANA PUTRI (21103109)
DEA AGITA ANGGRAINI (21103112)
DHEA DIKENS NOFA (21103113)
DESI NOVITASARI (21103114)
DIMAS NUR SLAMET AJI FERNANDA (21103115)

21 C FARMASI
PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS dr.SOEBANDI
2024
A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Untuk mengetahui formulasi dari sediaan sampo herbal
2. Untuk mengetahui proses pembuatan sampo herbal
3. Untuk mengetahui evaluasi hasil dari sediaan sampo herbal

B. TINJAUAN PUSTAKA
Rambut adalah salah satu komponen khas pada mamalia yang memiliki
beberapa fungsi, yaitu seperti faktor-faktor eksternal dan regulasi suhu. Ciri-
ciri rambut yang sehat yaitu tebal, berwarna hitam, berkilau, tidak kusut, dan
kuat (Karuna & Petrus, 2023). Rambut merupakan bagian dari kulit manusia
yang tumbuh menjadi bagian terpisah dari kulit yang berfungsi sebagai
perlindungan tubuh dari lingkungan. Rambut manusia rata-rata memiliki
sekitar 100.000 folikel di dalamnya yang berfungsi sebagai pengaturan
pertumbuhan dan diferensiasi epithelial serta siklus pertumbuhan rambut
(Pravitasari et al., 2021).
Salah satu sediaan yang dapat merawat rambut adalah sampo. Sampo
merupakan salah satu sediaan kosmetik yang digunakan sebagai pembersih
rambut dan kulit kepala dari kotoran seperti minyak, debu, sel-sel yang telah
mati dan lain sebagainya (Hidayat et al., 2021 dalam Nareswati et al., 2022).
Sampo terdiri dari beberapa jenis yaitu sampo serbuk (shampoo powder),
sampo kering (dry shampoo), sampo kering cair (dry liquid shampoo), sampo
cair jernih (Clear liquid shampoo), sampo krim cair atau lotion (liquid
creame or lotion shampoo), sampo krim padat (solid creame shampoo),
sampo aerosol (aerosol shampoo), sampo berminyak (oil shampoo), sampo
anti ketombe (anti dandruff shampoo) atau medicated shampoo.
Sampo terdiri dari bahan utama berupa surfaktan atau deterjen dan
bahan tambahan seperti antioksidan, buffer penstabil pH, agen pendispersi,
pengawet pewarna dan parfum yang berfungi untuk memenuhi kualitas dan
stabilitas sampo (Pravitasari et al., 2021). Bentuk sediaan sampo cair dengan
basis surfaktan dipilih karena memiliki banyak keunggulan antara lain lebih
nyaman dipakai karena fisiknya yang berupa cairan mudah dibilas dengan air,
memberikan lebih banyak busa karena basisnya adalah surfaktan. Surfaktan
merupakan bahan yang berfungsi sebagai penstabil dalam sediaan sampo,
karena memiliki gugus hidrofilik dan gugus lipofilik sehingga dapat
mempersatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak (Nasmety et al.,
2019). Selain itu penggunaan surfaktan dapat meningkatkan terjadinya busa
(foam) karena kegunaan lain surfaktan adalah sebagai foaming agent.

C. FORMULASI SEDIAAN
Bahan Konsentrasi
Ekstrak teh hijau 5 gram
Na lauril Sulfat 10 gram
NaCl 5 gram
PEG 400 1 gram
Nipagin 0,2 gram
Menthol 0,25 gram
Aquadest Ad 100

D. ALAT dan BAHAN


No Alat Bahan
1. Alat – alat gelas laboratorium Ekstrak teh hijau
2. Batang pengaduk Na lauril Sulfat
3. Sendok tanduk NaCl
4. Cawan porselen PEG 400
5. Penangas air Nipagin
6. Cetakan sabun Menthol
7. Sendok porselen Aquadest
8. Mortir dan stamper Tisu / serbet
9. Kaca preparat Kertas perkamen
10. pH meter Botol dan label sampo
11. Penjepit kayu
12. Timbangan analitik

E. CARA KERJA
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditimbang Timbang Na lauril Sulfat sebanyak 10gram dan NaCl sebanyak
5 gram
3. Masukkan mortir tambah air sedikit demi sedikit aduk ad homogen (massa
1).
4. Timbang Ekstrak Teh Hijau sebanyak 5 gram kemudian masukkan massa
1 aduk ad homogen (massa 2).
5. Kemudian timbang menthol sebanyak 0,25gram masukkan ke massa 2
sedikit demi sedikit aduk ad homogen (massa 3).
6. Setelah itu timbang nipagin sebanyak 0,2 gram kemudian masukkan massa
3 aduk ad homogen.
7. Selanjutnya ditambahkan aquadest ad 100mL.
8. Dilakukan evaluasi sediaaan meliput uji pH, homogenitas, organoleptis
dan uji busa/buih.
9. Dipindahkan dalam wadah dan beri label.

F. EVALUASI SEDIAAN
1. Uji Ph
pH diukur dengan menggunakan pH meter pada formulasi sampo
lalu dibuat larutan 10% dan diukur pH menggunakan pH meter. Menurut
Standar Nasional Indonesia (1992), persyaratan pH sampo yang baik yaitu
5,0-9,0.
2. Uji Tinggi Busa/Buih
Sampel sampo sebanyak 1g dimasukkan ke dalam tabung berskala
yang berisi 10 ml aquades dan kemudian ditutup. Tabung dikocok selama
20 detik dan diukur tinggi busa yang terbentuk. Uji tinggi busa dilakukan
untuk melihat daya busa yang dihasilkan sampo. Standar tinggi busa
sampo yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu 13-
220 mm.
3. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan dengan mengambil sediaan sampo
sejumlah tertentu lalu dituangkan pada kaca preparat dan timpa kembali
dengan kaca preparat lalu amati sediaan sampo homogen atau tidak yang
ditandai dengan tercampurnya semua bahan.
4. Uji Organoleptik
Uji organoleptis dimaksudkan untuk melihat penampakan atau
tampilan fisik suatu sediaan yang meliputi bentuk, warna dan bau
DAFTAR PUSTAKA

Karuna, E., dan Petrus, J. (2023). Penentuan Tingkat Kerontokan Rambut Kepala
Pria dengan Metode Fuzzy Inference System Sugeno. Jurnal Algoritme.
3(2) : 189 – 198.
Nareswati, T. L., Nurjannah, O., Sari, L. M. N. I., dan Syafitri, E. (2022).
Pengaruh Variasi SUrfaktan Terhadap Sifat Fisik Sampo Berbasis
Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) dan Ekstrak
Lidah Buaya (Aloe vera). Jurnal Farmasi Malahayati. 5(2) : 155 – 164.
Nasmety, A. B., Pramesti, K. A., dan Septiani, I. Z. (2019). Pengaruh Konsentrasi
Cocamide dea Sebagai Surfaktan pada Pembuatan Sampo Ekstrak Daun
Alamanda. Indonesian Journal On Medical Science. 6(2) : 78 – 82.
Pravitasari, A. D., Gozali, D., Hendriani, R., dan Mustarichie, R. (2021). Review:
Formulasi dan Evaluasi Sampo Berbagai Herbal Penyubur Rambut.
Majalah Farmasetika. 6(2) : 152 – 168.

Anda mungkin juga menyukai