Anda di halaman 1dari 14

A.

Pengoperasian Alat
1. Colokkan steker ke Listrik 220 V
2. Nyalakan alat dengan menekan tombol Main Swith samping
kanan alat
3. Untuk pemakaian pemutar/pengocok/stirrer maka tekan tombol dan
geser/putar tombol pengatur kecepatan putaran searah jarum jam
kemudian letakkan penanda pada angka kecepatan pemutar yang
kita inginkan. Maka aka terlihat pada monitor berapa kecepatan
yang sedang berjalan. Jika kita menginginkan kecepatan tertentu
maka setelah didapatkan kecepatan yang kita inginkan maka tekan
tombol satu kali.
4. Mulailah dari kecepatan yang terendah jangan langsung
kekecepatan tertinggi. Sebelum menghidupkan pemutar maka
letakkan terlebih dahulu bekker glass yang telah berisi
aquadest/larutan pelarut kemudian baru masukkan magnetik stirrer
setelah itu baru masukkan secara perlahan zat yang akan kita
larutkan kemudian lakukan pemutaran secara perlahan mulailah dari
pemutaran yang terendah
5. Alat ini tidak dilengkapi dengan pemanas
6. Jika pemutaran selesai maka pindahkan penanda stirrer ke posisi 0 .
7. Untuk mematikan alat maka tekan mainswich dan cabut stekker dari
listrik.
B. Pemeliharaan
1. Bersihkan plat dengan kain lembab dari cairan yang tercecer dan
keringkan dengan lap.
2. Simpan alat di tempat yang kering.
A. Pengoperasian Alat
1. Colokkan steker ke listrik 220 V
2. Tekan tombol main switch lampu indikator akan menyala
3. Atur lubang pengeluaran udara dengan menggeser katub ke kiri
dan kekanan
4. Set temperatur dengan menekan tombol set kemudian atur angka
suhu yang diinginkan dengann memutar tombol main switch ke kiri
dan kanan sampai angka yang diinginkan kemudian tekan tombol
set. Kemudian pindah lampu ke suhu maksimal kemudian atur
suhu maksimal yang kita inginkan ( batas kenaikkan suhu dari
suhu yang kita setting misalnya 5 o C diatas suhu setting kita ),
kemudian
5. Geser lampu ke pengaturan waktu dan hari tekan tombol set
kemudian atur dengan memutar tombol mainswitch sesuai dengan
waktu hari yang diiinginkan.kemudian tekan set. Setelah itu
biarkan alat berjalan dengan sendirinya.
B. Pemeliharaan
1. Jangan mengeringkan bahan yang mudah meledak seperti gol
alkohol, kertas harus diperhatiakn atau di kontrol, dengan cermat
sebab akan menyebabkan terbakar.
2. Bersihkan lantai dari kotoran dengan kain lembab.
A. INSTRUKSI PENGGUNAAN ALAT

1. Cuci bagian dalam alat

2. Isi dengan air kran sampai di atas elemen alat ( ± 1 cm dari elemen )
dan di bawah rak

3. Masukkan alat dan bahan yang akan di panaskan

4. Tutup alat

5. Colokkan stekker kelistrik 220 V

6. Tekan tombol on ( I ) ke atas maka lampu indikator ( main ) akan


menyala

7. Set temperatur yang kita inginkan dengan memutar searah jarum jam (
1 skala menunjukkan 10 o c )

8. Lama waktu pemanasan di lakukan secara manual

9. Setelah selesai matikan alat demngan menekan tombol mains ke


bawah ( 0 )

10. Cabut stekker kemudian kembalikan tanda set temperatur ke 0,


kemudian

11. Buang air, bersihkan dan keringkan, simpan di tempat semula

B. Perawatan Alat

1. Setelah memakai alat bersihkan dengan kain lap kering jangan


menggunakan alkohol dan sejenisnya

2. Letakkan kembali ketempat semula setelah selesai mamakainya


A. Pengoperasian Alat
1. Colokkan steker ke listrik 220 V
2. Pasangkan steker timbangan ke 220 pada satvolt, kemudian hidupkan
timbangan dengan menekan tombol on maka akan muncul angka
o,oooo g
3. Biarkan hidup selama 15 menit untuk memanaskan alat, kemudian baru
di lakukan penimbangan
4. Letakkan alas/plastik kecil/tadah tempat zat yang akan di timbang
kemudian nolkan tadah tadi dengan menekan rezero, kemudian
masukkan/letakkan zat yang akan di timbang pada tadah tadi tanpa
menekan alas timbangan kemudian pas kan angka penimbangan
dengan menambah dan mengurangi zat yang kita timbang setelah
hampir pas tutup kaca jendelanya, biarkan angka berhenti dan muncul
huruf g, kemudian angkat zat tadi
5. Untuk menimbang selanjutnya letakkan tadah (tidak usah di nolkan)
sama dengan poin no 4
6. Berat maksimal zat + tadah yang akan di timbang adalah 50 gram
7. Setelah selesai menimbang bersihkan timbangan dan lantai tempat
menimbang dari ceceran zat dan isi buku pemakaian zat dan buku
pemakaian alat
8. Matikan alat mulai dari mematikan timbangan dengan menekan tombol
on/of kemudian matikan satvol dengan menekan tombol on/of,
kemudian cabut steker dari listrik

B. Perawatan Alat

1. Setelah memakai alat bersihkan dengan kain lap kering jangan


menggunakan alkohol dan sejenisnya
2. Jangan memindahkan atau menggeser alat
A. Instruksi Penggunaan Alat
1. Buka kran sebelah atas kemudian oleskan vaselin diantara katup
untuk mencegah udara masuk kemudian tutup kran dalam posisi
mendatar
2. Antara tutup dan body desicator oleskan vaselin
3. Letakkan silica gel yang telah di oven selama 2 X 24 jam pada
dasar alat kemudian tutup dengan alas porselin kemudian letakkan
sampel atau bahan yang telah di oven tutup desicator kemudian
biarkan 15 menit untuk menurunkan panas sampel yang telah di
oven
4. Gunakan pinset untuk mengambil sampel dan tutup kembali
dengan cepat
5. Hati-hati memakai alat ini karena alat ini berat untuk dingkat dan
mudah pecah

B. Perawatan Alat

1. Bersihkan bagian dalam desicator dan dalam keadaan kering

2. Jika Silica gelnya sudah membiru maka lakukan pengovenan


sampai warna berubah menjadi putih bening
A. Instruksi Penggunaan Alat
1. Buka tutup autoclave dan letakkan disampingnya
2. Setelah panci (tempat menyimpan barang/alat yang akan
disterilisasi) dikeluarkan, tuangkan air destilasi pad autoclave
sampai batas tertentu (dilarang menggunakan air keran karena
banyak mengandung kalsium yang lama kelamaan akan
menyebabkan pengendapan berwarna putih).
3. Masukkan kembali panci autoclave.
4. Tempatkan media atau alat yang akan disterilisasi dalam panci
autoclave.
5. Tutup autoclave dan kencangkan semua sekrup dengan
memutarnya searah jarum jam.
6. Sambungkan kabel power dengan sumber arus listrik (220 volt).
7. Tempatkan tombol power ke posisi ON.
8. Putar tombol pengatur suhu pada posisi high
9. Biarkan katup yang berada diatas tutup autoclave terbuka,
tunggulah sampai ada tetesan air yang keluar melalui katup
tersebut, lalu tutup katup kembali katupnya.
10. Biarkan suhu dan tekanan dalam autoclave meningkat sampai
121 o C dan 1.5 kg/cm2.
11. Pertahankan suhu dan tekanan yang sudah dicapai tersebut
selama 15-20 menit dengan memutar tombol pengatur suhu
pada posisi yang lebih rendah (low).
12. Setelah 15-20 menit, tempatkan tombol power pada posisi OFF.
13. Untuk mengeluarkan media atau alat yang disterilisasi, biarkan
tekanan dalam autoclave sampai 0 (nol) lalu katup dibuka
sehingga uap yang masih berada didalam keluar dan kemudian
tutup dibuka dengan memutar semua sekrup berlawanan arah
dengan jarum jam.

B. Perawatan Alat
1. Bersihkan bagian dalam alat dan panci setiap 3 hari sekali (setiap
hari senin dan hari kamis)
2. Jika alat sedang berjalan atau sedang hidup tidak boleh
meninggalkannya harus diamati jangan sampai tekanan melebihi
dari yang seharusnya, jika melebihi maka turunkan dengan
memindahkan katup penurun tekanan dan suhu ke posisi low
Cara Kerja :
1. Ikat bagian atas termometer dengan tali.
2. Celupkan termometer ke dalam cairan yang akan diukur
suhunya dengan memegang talinya.
3. Pada saat mengukur suhu cairan, bola termometer tidak
disentuhkan pada dasar wadah.
4. Lalu tunggu beberapa saat hingga cairan (alkohol) berwarna
menunjukkan skala hingga stabil.
5. Bacalah hasil pengukuran suhu sesuai skala yang ditunjukkan
termometer.
INSTRUKSI KERJA ALAT
LABORATORIUM
pH Meter
Langkah Kerja:

1. Siapkan peralatan, sambungkan probe elektroda dengan alat pH meter


2. Lakukan kalibrasi dengan cara :
a. Siapkan larutan buffer pH 7 dan pH 4
b. Buka tutup elektroda
c. Bilas tutup elektroda dengan aquades lalu keringkan dengan tisu
d. Nyalakan pH meter dengan menekan tombol on/off
e. Celupkan elektroda dalam larutan buffer pH 7
f. Selanjutnya tekan tombol cal dua kali dilanjutkan memutar elektroda.
Tujuannya agar larutan buffer menjadi homogen.
g. Layar display akan bergerak angka, tunggu hingga stabil.
h. Lanjutkan dengan menekan tom cal sekali hingga tulisan CAL pada layar
tidak berkedip lagi
i. Setelah itu keluarkan elektroda lalu bilas dengan aquades dan keringkan
dengan tisu
j. Kemudian ulang langkah e-I untuk larutan buffer pH 4.
3. Setelah dikalibrasi, alat siap digunakan untuk pengukuran pH pada contoh
uji dengan cara :
a. Sediakan contoh uji yang akan diukur derajat keasamannya
b. Buka tutup elektroda
c. Bilas tutup elektroda dengan aquades lalu keringkan dengan tisu
d. Nyalakan pH meter dengan menekan tombol on/off
e. Masukkan elektroda pada contoh uji yang akan diukur, putar elektroda
agar homogen.
f. Terus mebnekan tombol meas untuk mengukur, tunggu sampai tulisan
HOLD berhenti berkedip.
g. Setelah itu angka pH muncul dilayar, catat hasilnya.
4. Pengukuran pH telah selesai dan alat bias dimatikan lalu disimpan kembali
pada tempatnya.
Checkit Chlor/ Chlorine
Instruksi Kerja:

1. Lepaskan tutup kompartemen, bilas kompartemen dengan aquades


2. Isi kompartemen bagian tengah dengan air aquades
3. Isi kompartemen sisi kanan dan kiri dengan air sampel uji 10 ml
4. Untuk mengukur kadar Chlor 0.2 -1.0 mg/l gunakan kompartemen sebelah
kiri
a. Tempatkan satu tablet DPD No.1 di kompartemen
b. Remukan tablet dengan setik yang tersedia
c. Tutup kompartemen dengan rapat, gojak hingga larut, tunggu 2 menit
d. Mepertegas hasil masukan satu tablet DPD No.3
e. Remukan tablet dengan setik yang tersedia
f. Tutup kompartemen dengan rapat, gojak hingga larut, tunggu 10 menit
g. Baca warana di kompartemen bandingkan warna terdekat dengan
cahaya sinar matahari
5. Untuk mengukur kadar Chlor 1.5 – 8.0 mg/l gunakan kompartemen sebelah
kanan
a. Tempatkan satu tablet DPD No.1 di kompartemen
b. Remukan tablet dengan setik yang tersedia
c. Tutup kompartemen dengan rapat, gojak hingga larut, tunggu 2 menit
d. Mepertegas hasil masukan satu tablet DPD No.3
e. Remukan tablet dengan setik yang tersedia
f. Tutup kompartemen dengan rapat, gojak hingga larut, tunggu 10 menit
g. Baca warana di kompartemen bandingkan warna terdekat dengan
cahaya sinar matahari
6. Bilas kompartmen dengan aquades dan keringkan dengan tisu
7. Simpan di tempat semula
SALINOMETER
Instruksi Kerja:

1. Siapkan cairan sample yang akan di cek kadar garamnya


2. Buka penutup pelindung sensor
3. Tekan tombol “ON / OFF” untuk menghidupkan alat
4. Masukkan alat ke dalam cairan, sedikit di gerakkan untuk menghapus
gelembung di air
5. Aduk perlahan dan tunggu sampai angka pada layar stabil
6. Angka akan terlihat pada layar
7. Setelah di gunakan tekan tombol ” ON / OFF ” untuk mematikan alat
8. Bersihkan alat dengan menggunakan air bersih terlebih dahulu sebelum di
simpan
INSTRUKSI KERJA ALAT
LABORATORIUM
CONDUCTIVITY METER
Instruksi Kerja:

1. Siapkan peralatan, sambungkan probe elektroda dengan alat conductivity meter


2. Nyalakan alat dengan memencet tombol ON
3. Pilih range pengukuran
4. Celupkan elektroda pada larutan sampel yang akan diukur
5. Tunggu angka yang muncul pada layar hingga stabil.
6. Catat nilai conductivity nya
7. Setelah selesai, angkat elektroda lalu bila dengan aquades.
8. Keringkan menggunakan tisu kering.
9. Simpan peralatan pada wadah.
INSTRUKSI KERJA ALAT
LABORATORIUM
TURBIDITY METER
Instruksi Kerja:

1. Lakukan kalibrasi alat dengan cara:


a. Alat dikalibrasi dengan menggunakan 2 standar yaitu, standar 0 NTU
dan standar 100 NTU
b. Homogenkan larutan standar sebelum dimasukkan ke dalam alat
c. Lap botol larutan standar dengan tisu
d. Masukkan larutan standar 0 NTU pada alat dengan posisi tanda putih
pada botol dan alat saling berhadapan
e. Tekan tombol CAL hingga muncul tulisan CAL pada layar lalu lepaskan
tombol.
f. Tunggu sebentar hingga muncul angka 0,00 pada layar
g. Tekan tombol CAL sekali, kemudian layar akan menampilkan tulisan
CAL kemudian akan menampilkan angka 100.
h. Alat selesai dikalibrasi dengan 0 NTU dan siap untuk kalibrasi dengan
100 NTU
i. Lakukan kalibrasi menggunakan standar 100 NTU dengan cara yang
sama
1. Setelah selesai dikalibrasi alat siap digunakan untuk pengukuran
2. Masukkan contoh uji ke dalam botol sampel sampai tanda.
3. Lap botol sampel dengan tisu kering
4. Masukkan ke dalam alat turbid meter
5. Tekan tombol test
6. Catat angka yang muncul pada layar yang merupakan hasil pengukuran
kekeruhan dari sampel.
INSTRUKSI KERJA ALAT
LABORATORIUM
SOUND LEVEL METER
Instruksi Kerja:

1. Nyalakan alat dengan menekan tombol ON/OFF.


2. Pilih LEVEL untuk memilih range yang diinginkan
3. Pilih mode pengukuran yang sesuai pada tombol A/C
a. A=DBA : untuk suara alam sekitar
b. C=DBC : untuk suara dari mesin
4. Pilih FAST/SLOW, fast untuk pengukuran cepat (1x per 125ms), slow untuk
pengukuran lambat (1x per detik)
5. Tekan tombol MAX/MIN selama 3 detik untuk masuk ke pengukuran MAX
(terdapat ikon pada layar), nilai pengukuran tertinggi akan muncul pada
layar. Tekan tombol ini sekali lagi untuk berganti menjadi mode MIN, nilai
pengukuran terendah akan muncul pada layar. Tekan tombol MAX/MIN
selama 3 detik untuk kembali ke mode normal
6. Posisikan alat pada sumber suara, gunakan tripod jika perlu. Jarak optimal
antara sumber suara dan alat adalah 1 s/d 1,5 meter
7. Catat nilai pengukuran yang ditampilkan oleh layar.
DO METER
Instruksi Kerja:

7. Lakukan kalibrasi alat dengan cara:


a. Lepaskan sambungan oxygen probe dari soket alat DO meter
b. Nyalakan power instrument dengan menekan tombol power
c. Dorong slide O2/DO selector pada posisi O2
d. Tekan tombol zero maka tampilan memperlihatkan angka nol
e. Hubungkan soket probe oxygen ke soket input alat DO tersebut, tunggu
sekurang – kurangnya 5 menit sampai menjadi stabil dan tidak ada
fluktuasi
f. Tekan tombol O2 cale, akan muncul angka 20,9 atau 20,8.
g. Setelah alat dikalibrasi maka alat tersebut siap digunakan untu
mengukur oksigen terlarut
8. Geser selector O2/DO ke posisi DO
9. Celupkan probe ke dalam air sekurang – kurangnya dengan kedalaman 10
cm, tunggu beberapa saat sampai hasilnya stabil.
10. Setelah selesai pengukuran, cuci probe dengan aquades lalu lepaskan
sambungan oxygen probe dari DO, dan simpan alat.