Anda di halaman 1dari 12

BAB II

SELAYANG PANDANG PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan


Untuk mendukung kebutuhan sektor industri, maka produksi minyak dan
gas baik skala nasional maupun internasional harus ditingkatkan. Oleh karena
itu pesrusahaan yang bergerak di Hulu Migas termasuk pemerintah dituntut
untuk mengembangkan SDM guna menguasai teknologi Sektor Migas.
Penguasaan ilmu pengetauan dan teknologi Sektor Migas tentu akan
memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.
Berdasarkan Perda No.4 Tahun 2003 tentang Perusahaan Daerah Penajam
Paser Utara maka didirikanlah PERUSDA Benuo Taka. Setelah memperoleh
Kontrak Jasa produksi wilayah kerja Wailawi dari Pemerintah Pusat yang di
tandatangani antara Perusda Benuo Taka dengan BPMIGAS pada tanggal 17
Oktober 2005. Setelah kontrak antara Perusda Benuo Taka dengan
Pemerintah Pusat terkait pengelolaan Blok Wailawi berakhir maka
perpanjangan berikutnya, Perusda Benuo Taka diwajibkan membentuk
perusahaan yang khusus mengelolah Hulu Minyak dan Gas.
Pada tahun 2012 Perusda Benuo Taka melakukan perjanjian dengan PT.
CENTRE ENERGY PETROLEUM LIMITED HONGKONG dan PT. Multi
Guna Sarana untuk membentuk satu perusahaaan konsorsium (perusahaan
patungan).
Sehubungan dengan perjanjian yang dilakukan oleh Perusda Benuo Taka
dengan dua perusahaan tersebut di atas, maka dibentuklah PT. Benuo Taka
Wailawi. PT. Benuo Taka Wailawi didirikan berdasarkan Peraturan Daerah
No. 12 tahun 2012 dan Peraturan Bupati No. 34 tahun 2012 Kabupaten
Penajam Paser Utara. Berdasarkan Peraturan Daerah No. 12 tahun 2012 dan
Peraturan Bupati No. 34 tahun 2012, PT. Benuo Taka Wailawi adalah
merupakan anak Perusahaan Daerah Benuo Taka. PERUSDA Benuo Taka
yang merupakan pemegang saham mayoritas. Selanjutnya PT. Benuo Taka
Wailawi sebagai pelaksana pengelolaan Blok Wailawi setelah perpanjangan

5
kontrak kerjasama kedua antara Pemerintah Pusat dengan Perusda Benuo
Taka.
2.2. Sejarah Pengelolaan Blok Wailawi
Pada awalanya Lapangan Gas Wailawi termasuk dalam wilayah kerja
Sanga – Sanga PSC (Production Sharing Contract) milik HUFFCO yaitu pada
tahun 1968. Kemudian Lapangan Gas Wailawi mulai dieksplorasi pada tahun
1975. Pengelolaan Operasi produksi pada awalnya dipegang oleh HUFFCO,
kemudian pada tanggal 1 April 1990 pengelolaan Lapangan Gas Wailawi
diserahkan kepada VICO (Virginia Indonesia Company). Selanjutnya pada
tanggal 31 Desember 2002 Lapangan Gas Wailawi oleh VICO (Virginia
Indonesia Company) diserahkan kepada Pemerintah Pusat melalui Ditjen
Migas saat itu, meskipun VICO (Virginia Indonesia Company) sudah
mengembalikan Lapangan Gas Wailawi ke Pemerintah Pusat, namun
pengelolaan Lapangan Gas Wailawi tetap dilaksanakan oleh VICO (Virginia
Indonesia Company) dengan perjanjian khusus, dimana perjanjian khusus
tersebut berlaku sejak tanggal 31 Desember 2002 sampai dengan tanggal 30
September 2003.
Pada tanggal 01 Oktober 2003, pengoprasian Lapangan Gas Wailawi
dititipkan sementara ke PT Pertamina, meskipun selama 6 bulan “melalui
perjanjian antara VICO (Virginia Indonesia Company) dengan PT Pertamina”
(Perjanjian No. 022/D16000/2003-SO). Setelah masa perjanjian antara VICO
(Virginia Indonesia Company) dengan PT Pertamina berakhir, pengoperasian
Lapangan Gas Wailawi tetap menjadi tanggung jawab PT Pertamina sampai
dengan ditunjuknya kontraktor baru oleh Pemerintah Pusat (melalui menteri
Energi Sumber Daya Mineral) dengan berdasarkan Keputusan Menteri Energi
dan Sumber Daya Mineral, Nomor : 0957.K/29/MEM/2004.
Pada tahun 2005, pengoperasian Lapangan Gas Wailawi oleh PT
Pertamina diserahkan kepada Perusahaan Daerah Benuo Taka melalui
Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara,
dengan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
1633.K/29/MEM/2004. Kemudian kontrak pengoperasian Lapangan Gas

6
Wailawi masanya adalah 5 tahun yaitu dari tahun 2005 sampai dengan tahun
2010 dan perpanjangan kontrak selanjutnya antara tahun 2010 sampai dengan
tahun 2012 adalah perpanjangan kontrak sementara.
Perpanjangan kontrak sementara dari tahun 2010 sampai dengan 2012
dilakukan karena Perusahaan Daerah Benuo Taka belum mendirikan
Perusahaan yang bersifat khusus yaitu yang mengelola Hulu Migas sebagai
salah satu syarat perpanjangan kontrak permanen berikutnya. Menjelang
berakhirnya perpanjangan kontrak sementara tahun 2012, Perusahaan Daerah
Benuo Taka mendirikan Perusahaan yang khusus mengelola Hulu Migas
yaitu PT Benuo Taka Wailawi.
Perpanjangan kontrak permanen antara Perusahaan Daerah Benuo Taka
dengan Pemerintah Pusat dilakukan sejak tahun 2012 dengan masa kontrak
15 tahun (tahun 2012 sampai dengan tahun 2026).
Setelah Perusahaan Daerah Benuo Taka mendapatkan perpanjangan
kontrak pengelolaan Lapangan Gas Wailawi tahun 2012 dengan masa kontrak
15 tahun (tahun 2012 sampai dengan 2026). Pengoperasian dilakukan oleh PT
Benuo Taka Wailawi sebagai Anak Perusahaan, Perusahaan Daerah Benuo
Taka.
Selanjutnya diuraikan sejarah singkat produksi gas pada Lapangan Gas
Wailawi adalah :
1) Tahun 1975 : Pengeboran Sumur Eksplorasi Waliawi-1
2) Tahun 1984 : Dilakukan Pengeboran 3 sumur tambahan yaitu (Wailawi-
1A, Wailawi-2, Wailawi-3
3) Tahun 1985 : Produksi mencapai puncaknya kurang lebih 18 MMCF,
setelah itu produksi cenderung menurun.
4) Tahun 1986 : Dilakukan peningkatan produksi dengan menambah 2
sumur pengembangan (Wailawi-4, Wailawi-5). Setelah penyelesaian
sumur-sumur tambahan, tercatat produksi gas tahun 1986 kembali naik
menjadi 16 MMCFD.
5) Sejak tahun 1987 dan tahun-tahun berikutnya laju produksi menurun
kurang lebih 16% per tahun.

7
6) Pada tahun 1993 sumur aktif tinggal 5 buah dari total 6 sumur. Produksi
Sumur Wailawi-1 habis.
7) Sumur ke-7 (South Wailawi-1) dibor pada tahun 1998 di sebelah selatan
pay utama. Setelah dilakukan pengeboran berhasil ditemukan feet gas
dari 2 lapisan sands. Namun sumur ini dianggap kering (P&A)
kemungkinan karena pertimbangan ekonomis yaitu sumur tidak
dioperasikan (ditutup).
8) Pada tahun 1998 dilakukan perforasi tambahan, setelah itu terjadi
peningkatan produksi selama 2 bulan.
9) Dari data terakhir pada bulan Februari 2004 kecepatan produksi adalah
1,478 MMCFD.

Demikian gambaran singkat sejarah pengelola dan produksi gas pada


Lapangan Wailawi sampai tahun 2004. Adapun data produksi pada Lapangan
Gas Wailawi dari tahun 2004 sampai sekarang oleh manajemen PT Benuo
Taka belum dapat disajikan atau dikeluarkan dengan alasan rahasia
perusahaan.

2.3. Struktur Organisasi


Untuk menunjang sistem kerja atau kegiatan baik dalam perusahaan
maupun organisasi - organisasi lainnya, diperlukan struktur organisasi atau
sistem kerja. Hal ini untuk memudahkan perorganisasian, pendelagasian,
pengawasan dan tata kerja yang baik.
Struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang dapat
menunjang tercapainya tujuan dengan prinsip kerja karyawan. Prinsip kerja
karyawan tersebut diantaranya yaitu:
1. Do it safety or not at all (Kerjakan dengan selamat atau tidak sama sekali)
2. There is always time to do it right (Selalu ada waktu untuk melakukan
pekerjaan yang benar)
PT. Benuo Taka Wailawi dalam melakukan segala bentuk kegiatan selalu
mengacu pada tugas dan fungsi sesuai dengan aturan dan struktur yang telah

8
dibuat. Adapun struktur organisasi PT. Benuo Taka Wailawi adalah sebagai
berikut :

9
2.4. Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
PT. Benua Taka Wailawi memiliki komitmen yang tinggi terhadap
program keselamatan. kesehatan kerja dan lindungan lingkungan seperti
tercermin pada salah satu misi perusahaan yaitu menciptakan lingkungan
kerja yang sehat dan aman. Dalam upaya untuk tercapainya keselamatan serta
kesehatan kerja bagi perusahaan dan seluruh karyawan lingkungan
perusahaan. Maka perusahaan menghimbau kepada seluruh karyawan serta
jajaran managemen untuk lebih memahami dan melaksakan tanggung jawab
masing-masing sesuai dengan kebijakan, prosedur, program serta aturan
perusahaan khususnya dalam rangka meminimlkan potensi bahaya pada
karyawan, harta benda, proses dan lingkungan. Perusahaan meyakini bahwa
keberhasilan program keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan.
Perusahaan meyakini bahwa keberhasilan program keselamatan, kesehatan
kerja dan lingkungan harus di kelola secara terinterigrasi dalam organisasi
perusahaan dan di laksanakan oleh seluruh karyawan lingkungan perusahaan.
PT.Benua Taka Wailawi adalah salah satu perusahaan yang bergerak di
bidang eksploitasi tentu saja mengendalikan aspek, dampak dan resiko
kegitan dilakukan dengan sangat cermat PT.Benua Taka Wailawi
berkomitmen untuk menerapkan sistem managemen mutu keselamatan dan
kesehatan kerja dan lingkungan (SMK3L) yang berkelanjutan.Dalam rangka
menjalankan komitmen, karyawan di tuntut untuk menjalankan :
1. Patuh terhadap aturan perundang-undangan, peraturan daerah,
standar keselamatan dan kesehatan kerja dan menerapkannya di
semua lokasi.
2. Perahatikan dan patuhi semua petunjuk dan istruksi K3 yang ada
(termaksuk semua rambu,Spanduk dan poster K3,petunjuk
evakuasi. Instruksi kerja dan manual peralatan)segera tanyakan
jika anda merasa ragu dan belum memahami instruksi dan
petunjuk K3 yang ada. Dan jangan bertindak ceroboh ataupun
mengambil resiko yang tidak perlu.

10
3. Anda diharuskan selalu menggunakan Alat Perlindungan Diri
(APD) minimum, yaitu : safety helmet dan savety shoes serta
seragam selama anda berada di lokasi PT. Benua Taka Wailawi.
4. Dilarang keras melakukan tindakan asusila. Membicarakan SARA.
Menghasut dan berkelahi serta mengkonsumsi alcohol / narkoba /
obat-obatan terlarang lainnya di lokasi kerja atau di dalam
lingkungan PT Benua Taka Wailawi.
5. Buanglah sampah pada tempatnya. Anda juga di wajibkan ikut
menjaga house keeping yang baik (kebersihan dan kerapihan tata
letak barang) dan keamanan di lokasi kerja.
6. Segera laporkan kepada Safety Officer / Supervisor. Jika anda
menemukan kondisi dan tindakan yang tidak aman ( Unsafe
condition & Unsafe action ). Ataupun keadaan berbahaya lainnya
yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja dan atau kerusakan
harta benda perusahaan.
7. Dilarang bercanda,merokok,menggunakan radio,Walkman,
ataupun dengar music,karena semuanya akan mengganggu
konsentrasi anda selama bekerja.
8. Jangan memaksakan diri bekerja jika kondisi anda dirasakan tidak
sehat,kurang fit ataupun masih dalam pengaruh obat-obatan. Dan
jangan lupa berdoa dan mengawali pekerjaan dalam kondisi sehat.
Mengerjakannya dengan aman dan penuh kehati-hatian serta
mengakhirinya dengan selamat.
9. Menyediakan sumber daya yang mendukung sistem manajemen
keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan.
10. Menyelenggarakan rapat-rapat komite sistem manajemen
keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan untuk
mengakomodasi dan memecahkan segala masalah yang
berhubungan dengan isu-isu keselamatan dan kesehatan kerja serta
lindungan lingkungan.

11
11. Mendukung program perlindungan terhadap lingkungan dan
menciptakan hubungan yang baik dengan orang-orang disekitar
lokasi kerja mendukung penegakan disiplin terhadap kepatuhan
pemenuhan aturan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan
kerja dan lindungan lingkungan dan akan memberikan
penghargaan terhadap karyawan yang memenuhi aturannya dengan
baik.
Seiring dengan perkembangan perusahaan, kebijakan perusahaan akan
selalu di tinjau ulang dengan pertimbangkan perkembangan organisasi, bisnis
perusahaan, perubahan teknologi, peraturan perundang-undangan serta
perubahan perilaku sosial masyarakat.
Selain komitmen karyawan yang harus dilaksanakan sebagaimana yang
telah diuraikan pada poin 1 sampai 6 PT. Benuo Taka Wailawi juga memiliki
standar keselamatan yang harus selalu dilakukan oleh para pekerja sesuai
dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Adapun standar keselamatan kerja
yang di maksud adalah :

1. Work permit
Izin kerja harus selalu didapat untuk segala pekerjaan yang memiliki
potensi adanya bahaya. Pekerjaan berbahaya umumnya antara lain
pekerjaan dalam ruang sempit, pekerjaan pada sistem energi, pekerjaan
yang menyebabkan gangguan pada tanah, dan pekerjaan panas
(Mengelas).
Klasifikasi warna work permit yang biasanya di guanakan adalah :
1. Putih :
Izin kerja yang harus di gunakan dalam keadaan saat melakukan
pekerjaan di lokasi dengan ruang terbatas.
2. Merah :
Izin kerja yang harus di gunakan dalam keadaan saat melakukan
pekerjaan yang dapat menimbulkan panas.
3. Hijau :

12
Izin kerja yang harus di gunakan dalam keadaan saat melakukan
pekerjaan dengan keadaan dingin.

2. Working at high
Lapangan pada pekerjaan dengan tinggi lebih dari dua meter. Pekerjaan
dapat dilakukan jika memenuhi beberapa syarat, seperti menggunakan full
body harness, pijakan yang kuat, peralatan yang digunakan dapat
menahan bobot sampai sekitar 2.275 kg.
3. Energy Isolation
Segala isolasi pada system energy seperti mekanik, elektrik, proses,
hidrolik, dan lain – lain tidak boleh dilakukan. Dapat dilakukan dengan
syarat energy yang teperangkap telah lepas, adanya tes yang dilakukan
untuk memastikan bahwa system isolasi efektif.
4. Ground Disturbance
Pekerjaan yang berhunbungan dengan pemotongan yang dikerjakan oleh
manusia, kavitasi pada permukaan tanah yang disebabkan oleh pergerakan
bumi tidak boleh dilakukan.
5. Confined Space Entry
Pelarangan untuk pekerjaan di dalam tempat sempit, bisa dilakukan
namun dengan syarat seluruh energy telah dilakukan isolasi, pekerjaan
yang kompeten, peralatan seperti masker jika dibutuhkan.
6. Lifting Operations
Penggunaan menggunakan crane, hoisting, dan peralatan yang berguna
untuk mengangkat secara mekanis dilarang untuk dilakukan, namun dapat
dilakukan dengan syarat pengecekan secara menyeluruh pada peralatan
yang digunakan, operator yang bekerja harus memiliki sertifikasi yang
memadai.
7. Management of Change (MOC)
Pekerjaaan yang berubah dari sementara menjadi permanen, baik pada
organisasi, pekerjaan, system, prosedur, peralatan, maupun produk

13
dilarang untuk dilakukan. Dapat dilakukan dengan syarat proses dari
manajemen perubahan telah diselesaikan sesuai bidang yang terkait.
2.5. Perkembangan
PT. Benuo Taka Wailawi mengembangkan setiap potensi yang dimiliki
dengan mengadakan beberapa pertemuan dengan instansi terkait, diantaranya
dengan menjalankan prosedur dan membantu masyarakat disekitar dengan
mengadakan penyuluhan serta bantuan kepada warga, agar tidak terjadi
masalah dikemudian hari. PT. Benuo Taka Wailawi terus mengembangkan
teknologinya agar tercipta lingkungan yang aman dan baik di masyarakat.
2.6. Tujuan PT. Benuo Taka Wailawi
Tujuan PT. Benuo Taka Wailawi dapat dibagi Menjadi 2, yaitu :
1. Tujuan yang bersifat umum adalah mengembangkan potensi gas bumi
dengan efektif dan optimal dan memaksimalkan pengolahan Gas Bumi
untuk dijual dan untuk memenuhi kebutuhan Konsumen atau masyarakat.
2. Tujuan yang bersifat khusus adalah :
A. Membangun sistem management PT. Benuo Taka yang Profesional,
Efiensi, dan efektif.
B. Membangun sumber daya manusia Karyawan PT. Benuo Taka yang
Terampil, Beriman, Bertaqwa dan dan menguasai ilmu pengetahuan
dan teknologi.
C. Menjalin kerja sama dengan pihak ketiga (Investor) untuk
menggerakan potensi sumber daya alam yang ada diwilayah kabupaten
penajam paser utara.
D. Melakukan kordinasi dan kerjasama yang optimal dengan instansi
pemerintah dan badan usaha milik Negara (BUMN) dan badan usaha
milik daerah (BUMD), dan Lembaga Pendidikan (STT Migas).
2.7. Waktu Kerja dan Waktu Istirahat atau Waktu Cuti Karyawan
A. Waktu Kerja
Penerapan jam kerja perusahaan mengacu pada Undang-Undang Nomor
13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Perusahaan (PP) yaitu

14
8 jam sehari. Apabila karyawan bekerja lebih 8 jam sehari maka kelebihannya
dihitung lembur. Penerapam system jam kerja dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Sistem 5 : 2 (Lima hari kerja , dua hari istirahat)
2. Sistem 2 : 1 (Dua Minggu/14 hari kerja, satu minggu/7 hari istirahat)
3. Sistem 6 : 2 (1 hari 3x Shift) mulai pukul 08.00 s/d pukul 16.00 Shift
1, pukul 16.00 s/d pukul 23.00 Shift 2, pukul 23.00 s/d pukul 07.00
Shift 3.
Sehingga dapat di ketahui bahwasanya pada PT. Benuo Taka Wailawi
Memiliki 3 sistem kerja

B. Waktu Istirahat atau Waktu Cuti Karyawan


Karyawan yang sudah bekerja sesuai dengan ketentuan undang-
undang No. 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan berhak memperoleh
waktu istirahat atau waktu cuti diantaranya :
1. Cuti tahunan, 12 hari kerja
2. Cuti besar/cuti panjang
3. Cuti bersalin
4. Cuti karena alasan penting
5. Cuti sakit
Sistem waktu istirahat yang di maksud, Perusahaan juga dapat
memberikan cuti/ijin khusus yaitu:
1. Pernikahan karyawan sendiri 3 hari
2. Pernikahan anak kandung karyawan 2 hari
3. Khitanan/Pembabtisan anak kandung 2 hari
4. Istri karyawan melahirkan atau keguguran 2 hari
5. Suami/Istri, orang tua, mertua, menantu, saudara kandung meninggal
dunia 2 hari
6. Anggota keluarga yang serumah meninggal dunia 1 hari
7. Karyawan yang melakukan tugas Negara yang ditunjuk oleh
kantor/pejabat pemerintah, waktu sesuai dengan ketentuan

15
8. Ijin - ijin lain yang di anggap penting (force majeure) waktu
berdasarkan ketentuan

16