100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
448 tayangan17 halaman

Jurnal PTK

Skripsi ini bertujuan meningkatkan prestasi belajar siswa tentang operasi perkalian melalui metode pemberian tugas. Penelitian dilakukan di SD Katolik Soa dengan 32 siswa. Hasil siklus I menunjukkan 56,25% siswa tuntas dan 43,75% belum. Pada siklus II, 90,63% siswa tuntas dan 9,37% belum. Kesimpulannya, metode pemberian tugas dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tentang oper

Diunggah oleh

Anonymous g9LRFeaA
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
448 tayangan17 halaman

Jurnal PTK

Skripsi ini bertujuan meningkatkan prestasi belajar siswa tentang operasi perkalian melalui metode pemberian tugas. Penelitian dilakukan di SD Katolik Soa dengan 32 siswa. Hasil siklus I menunjukkan 56,25% siswa tuntas dan 43,75% belum. Pada siklus II, 90,63% siswa tuntas dan 9,37% belum. Kesimpulannya, metode pemberian tugas dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tentang oper

Diunggah oleh

Anonymous g9LRFeaA
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.

JURNAL SKRIPSI

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA TENTANG


OPERASI PERKALIAN MELALUI METODE PEMBERIAN
TUGAS BAGI SISWA KELAS III SDK SOA

(Penelitian Tindakan Kelas)

Maria Yosefina Wolo 1) Drs.Hiwa Wonda,S.Pd.,M.Pd 2)


Drs. Mathias M.Ola,M.Pd 3) Dra.Firmina Angela Nai,M.Si 4)
Mahasiswa 1) Dosen Penguji Utama 2) Dosen Pembimbing I 3)
Dosen Pembimbing II 4)

PROGRAM STUDI PGSD


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
TAHUN 2014

Abstrak

Skripsi oleh Wolo, Maria meningkatkan prestasi belajar tentang


Yosefina. 2014. Peningkatan Prestasi operasi perkalian bagi siswa kelas III
Belajar Matematika Tentang SDK Soa ?. Penelitian ini bertujuan
Operasi Perkalian Melalui Metode untuk mengetahui peningkatan prestasi
Pemberian Tugas Bagi Siswa Kelas belajar siswa tentang operasi perkalian
III SD Katolik Soa Kabupaten melalui metode pemberian tugas bagi
Ngada. siswa kelas III SDK Soa. Penelitian ini
“Program PPKHB Kabupaten diadakan di kelas III SD Katolik Soa,
Ngada S1 PGSD Universitas Nusa dengan subjek penelitian 32 orang
Cendana”. Pembimbing I, Drs. siswa. Hasil penelitian pada siklus I
Mathias M.Ola, M.Pd dan menunjukkan bahwa siswa yang tuntas
Pembimbing II, Dra.Firmina Angela, dalam tes siklus I sesuai dengan
M.Si. kriteria ketuntasan minimal sebanyak 18
Latar belakang permasalahan dari orang atau 56,25% dan sisanya 14 orang
penelitian ini adalah siswa menganggap atau 43,75% yang belum tuntas ,
materi operasi perkalian merupakan sedangkan pada pembelajaran siklus II
materi yang tidak mudah untuk hasil Tes menunjukkan bahwa dari 32
dipahami, sehingga siswa tidak memiliki orang siswa yang mengikuti
minat untuk mempelajari materi ini. pembelajaran yang berhasil tuntas sesuai
Faktor lain yang menjadi penyebab dengan kriteria ketuntasan minimal
kurangnya kualitas pembelajaran pada sebanyak 29 orang atau sama dengan
siswa kelas III SD Katolik Soa di 90,63% dan sisanya 3 orang atau 9,37%
antaranya dalam penyampaian materi yang belum mencapai kriteria
pelajaran ini guru hanya memfokuskan ketuntasan minimal dan 3 orang siswa
penyampaian informasi kepada siswa, yang belum tuntas diberi remedial
melalui ceramah. Rumusan masalah sehingga tidak perlu lanjut pada siklus
dalam penelitian ini adalah Apakah berikutnya. Kesimpulan dari penelitian
metode pemberian tugas dapat ini bahwa penggunaan metode

1
pemberian tugas dapat meningkatkan indikator keberhasilan yakni 90,63%
prestasi belajar siswa tentang operasi sedangkan indikator keberhasilan dari
perkalian di kelas III SD Katolik Soa, penelitian ini adalah 75%
hal ini ditunjukkan dari presentase Kata Kunci : Metode Permberian
ketuntasan pada siklus II melebihi Tugas, Prestasi Belajar.
kriteria ketuntasan yang ada pada

Abstract

Thesis by Wolo Maria Yosefina, in learning multiplication through giving


2014. The improvement of assignment method for students class III
mathematics studying achievement of SDK Soa. This research was made at
about multiplication through Giving Catholik Soa Elementary School with 32
Assignment Method for the third students as the respondents. At the first
grade students of Catholik cycle, the result of this research, it
Elementary School. Soa, Ngada showed that only 18 students that
Regency. achieve the minimal complete criteria or
only 56,25% and 14 students or 43,75%
Ngada Regency PPKHB do not complete the test. While at the
Programme S1 PGSD Nusa Cendana second cycle, the research results
University. First Counselor, Drs. showed that from 32 students attended
Mathias M.Ola, M.Pd and second the lesson there are 29 students were
counselor Dra. Firmina Angela, M. Si reach the minimal complete criteria or
same with 90,63% and only 3 students
The problem background of this did not reach the minimal complete
research is the students think that criteria and they followed the remedial
multiplication operation is a difficult so that it did not need to make the third
subject to understand, so that students do cycle.The conclusion of this reserach is
not interest to learn this subject. Another that using Giving Assignment Method
factor that caused lack of lesson study to can improve the students’ achievement
the third grade students of Catholik Soa, about multiplication operation at the
for example on giving this subject is the third garde students of SDK Soa. This is
teacher only focuses on information shown by the precentage of achievement
dileverry to the students through at the second cycle is higher than
communicative. The problem minimal complete criteria and the
abbrevation of this reserach is “ Is successfull indicator is 90,63%, while
giving assignment method can improve the successfull indicator of this research
the students’ achievement about is 75%.
multiplication operation for the third
grade students of Catholik Soa ?” The Key word : giving assignment
aim of this research is to find out the method, studying achievement.
improvement of students’ achievement

2
PENDAHULUAN

B
elajar merupakan salah satu hendaknya sesuai dengan jenis metode, isi
langkah untuk meningkatkan materi pelajaran dan tujuan pembelajaran
ilmu pengetahuan dan serta kemampuan guru dalam memahami
menambah wawasan bagi siswa. Namun dan melaksanakan metode mengajar
pada kenyataannya sekarang, penerapan tersebut.
belajar yang efektif di sekolah masih
Salah satu dari beberapa metode
sulit diterapkan khususnya pada mata
dalam pembelajaran, adalah metode
pelajaran Matematika ditingkat Sekolah
pemberian tugas. Metode pemberian
Dasar (SD) karena banyak siswa yang
tugas/ penugasan adalah cara dalam
kurang menyukai pelajaran Matematika.
proses pembelajaran bilamana guru
Salah satu diantaranya adalah
memberi tugas tertentu dan murid
memahami operasi hitung bilangan
mengerjakannya, kemudian tugas tersebut
dalam pemecahan masalah . Siswa
dipertanggungjawabkan kepada guru.
menganggap materi operasi hitung
Metode pemberian tugas tidak sebatas
merupakan materi yang tidak mudah
pada pekerjaan rumah, tapi lebih luas dari
untuk dipahami, sehingga siswa tidak
itu. Tugas bisa dilaksanakan di rumah, di
memiliki minat untuk mempelajari bab
sekolah, di perpustakaan, dan di tempat
ini. Faktor lain yang menjadi penyebab
lainnya. Metode pemberian tugas
kurangnya kualitas pembelajaran pada
merangsang peserta didik aktif belajar
siswa kelas III SD Katolik Soa
baik secara individual maupun secara
diantaranya dalam penyampaian materi
kelompok. Oleh karena itu, tugas dapat
pelajaran ini guru hanya memfokuskan
diberikan secara individual dan dapat pula
penyampaian informasi kepada siswa,
secara kelompok.
melalui ceramah.
Harapan peneliti sesuai dengan uraian
Sebagaimana kita ketahui bahwa
latar belakang di atas adalah setelah
metode mengajar merupakan sarana
pembelajaran dengan menggunakan
interaksi guru dengan siswa di dalam
metode pemberian tugas ada
kegiatan belajar mengajar. Dengan
pertumbuhan motivasi belajar siswa pada
demikian yang perlu diperhatikan adalah
mata pelajaran Matematika,sehingga
ketepatan memilih metode mengajar
prestasi belajar siswa kelas III SD Katolik

3
Soa perlahan-lahan meningkat dan pada Penelitian tindakan kelas ini bertujuan
akhirnya siswa senang mempelajari ilmu untuk mengetahui peningkatan prestasi
MatematikaBerdasarkan paparan di atas, belajar siswa tentang operasi perkalian
maka peneltian ini berjudul “Peningkatan melalui metode pemberian tugas bagi
prestasi belajar matematika tentang siswa kelas III SD Katolik Soa.
operasi perkalian melalui metode
Ada dua manfaat dalam penelitian ini
pemberian tugas bagi siswa kelas III SD
yaitu, manfaat Teoritis dan manfaat
Katolik Soa Kabupaten Ngada”.
Praktis. Manfaat teoritis, metode
Berdasarkan uraian latar belakang di pemberian tugas dilaksanakan agar
atas, maka dapat dirumuskan peserta didik memiliki hasil belajar yang
permasalahan penelitian “Apakah lebih baik karena peserta didik
metode pemberian tugas dapat melaksanakan latihan-latihan selama
meningkatkan prestasi belajar tentang mengerjakan tugas, sehingga pengalaman
operasi perkalian bagi siswa kelas III SD peserta didik dalam mempelajari sesuatu
Katolik Soa”? dapat lebih terintegrasi. Hal itu
disebabkan peserta didik mendalami
Untuk memecahkan masalah
situasi atau pengalaman yang berbeda
pembelajaran dalam pembelajaran tentang
ketika menghadapi masalah-masalah baru,
operasi perkalian melalui metode
sedangkan manfaat Praktis, bagi
pemberian tugas maka langkah- langkah
Siswa,melatih siswa untuk dapat berpikir
yang digunakan sebagai berikut
kritis,kreatif dan inovatif dalam
:1)TahapPerencanaan,merancang Rencana
menyelesaikan masalah yang dihadapi dan
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai
menumbuhkan rasa tanggung jawab
dengan masalah pembelajaran yang di
dalam menyelesaikan tugas yang
hadapi 2) Tahap Pelaksanaan .melakukan
diberikan guru serta melatih kemandirian
Pembelajaran sesuai dengan langkah–
siswa dalam menyelesaikan soal
langkah yang dalamRPP3)Tahap
matematika yang diberikan guru sehingga
bservasi,mengadakan Observasi dan Tes
proses pembelajaran matematika lebih
4)Tahap Refleksi,melakukan Refleksi
bermakna. Bagi Guru,memotivasi guru
guna mencatat kelebihan dan kekurangan
untuk lebih berinovasi dan kreatif dalam
dari guru dan siswa dalam pembelajaran
pembelajaran sehingga mampu
di siklus I guna melanjutkan ke siklus II
menggunakan multi metode dalam
pembelajaran di kelas dan metode

4
pemberian tugas dapat menjadi rujukkan ketuntasan pembelajaran Matematika
bagi guru dalam pelaksanaan kegiatan khususnya dan mata pelajaran lain
pembelajaran matematika di sekolah. umumnnya sehingga kualitas
pembelajaran lebih bermakna. Bagi
Bagi Sekolah,Penggunaan metode
Peneliti,penelitian ini dapat digunakan
pemberian tugas ini dapat dijadikan
sebagai pedoman dalam mengadakan
referensi guru dalam pembelajaran di
penelitian selanjutnya yang lebih
kelas terutama dalam pencapaian
mendalam.

KAJIAN PUSTAKA

A. Konsep pembelajaran Matematika menyatakan, pengetahuan konsep adalah


“pengetahuan yang dipahami.” (Van De
Herman H (1990:63) menyatakan
Welle, 2006:29)
“konsep adalah suatu ide atau gagasan
yang dibentuk dengan memandang sifat- B. Operasi perkalian.
sifat yang sama dari sekumpulan
Perkalian sebagai penjumlahan
eksemplar yang cocok”. Dengan
berganda, memerlukan tahap berpikir
perkataan lain, jika kita dapat menemukan
yang lebih kompleks pada diri anak.
lebih dari satu fakta dari suatu ide maka
Oleh karena itu jika anak tampak belum
kita menyebutnya sebagai suatu konsep.
siap memulai materi perkalian sebaiknya
Dalam pendidikan matematika terdapat
diingatkan kembali tentang operasi
dua macam pengetahuan matematika,
penjumlahan.Perkalian merupakan
yaitu pengetahuan konsep dan
operasi Matematika yang mengalikan
pengetahuan prosedur. Pengetahuan
suatu angka dengan angka lainnya
konsep adalah pengetahuan yang berisi
sehingga menghasilkan nilai tertentu
banyak hubungan atau jaringan ide. Atau
yang pasti. Simbol untuk operasi
dapat juga diartikan pengetahuan konsep
perkalian adalah tanda silang
adalah sebuah kumpulan titik yang
(x).Contoh: 2x5=10,5 dijumlahkan
menyatu dan hubungan-hubungan
sebanyak 2 kali (5+5) hasilnya tetap 10
diantaranya. Pengetahuan konsep lebih
dari sekedar ide tunggal. Sebagaimana C. Pengertian prestasi belajar
Hibert dan Carpenter secara ringkas

5
Prestasi belajar adalah harapan bagi yang keadaannya berbeda dari
setiap murid yang sedang mengikuti perubahan yang ditimbulkan oleh
proses pembelajaran di sekolah serta lainnya
harapan bagi wali murid dan guru. Kata
Prestasi belajar adalah suatu pengertian E. Metode

yang terdiri atas dua kata yaitu Prestasi Secara etimologis, metode berasal dari
dan kata belajar, dimana masing-masing kata 'met' dan 'hodes' yang berarti melalui.
mempunyai arti berbeda. Prestasi belajar Sedangkan istilah metode adalah jalan
banyak didefinisikan, seberapa jauh atau cara yang harus ditempuh untuk
hasil yang sudah didapat siswa dalam mencapai suatu tujuan. Sehingga dua hal
penguasaan tugas-tugas atau materi penting yang terdapat dalam sebuah
pelajaran yang diterima dalam waktu metode adalah : cara melakukan sesuatu
tertentu.Pada umumnya prestasi belajar dan rencana dalam pelaksanaan. Metode
dinyatakan dalam angka atau huruf mengajar adalah ilmu yang mempelajari
untuk membandingkan dengan satu cara-cara untuk melakukan aktivitas yang
kriteria. Prestasi belajar adalah tersistem dari sebuah lingkungan yang
kemampuan bagi murid dalam terdiri dari guru dan siswa untuk saling
pencapaian berfikir yang tinggi. Harus berinteraksi dalam melakukan suatu
dimiliki tiga aspek dalam prestasi belajar kegiatan sehingga sehingga proses belajar
yaitu kognitif,aspek afektif, dan aspek berjalan dengan baik dalam arti tujuan
psikomotorik pendidikan tercapai. Agar tujuan
pendidikan tercapai sesuai dengan yang
D. Pengertian belajar
telah di rumuskan oleh guru, maka guru

Menurut Winkel, Belajar adalah perlu mengetahui, mempelajari beberapa

semua aktivitas mental atau psikis yang metode mengajar, serta di praktekan pada

berlangsung dalam interaksi aktif dalam saat mengajar.

lingkungan, yang menghasilkan


F. Metode pemberian tugas
perubahan-perubahandalam pengelolaan
pemahaman. Menurut Ernest R. Hilgard Metode pemberian tugas merupakan
dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) suatu metode mengajar yang diterapkan
belajar merupakan proses perbuatan dalam proses belajar mengajar. Metode
yang dilakukan dengan sengaja, yang pemberian tugas memiliki tujuan agar
kemudian menimbulkan perubahan, siswa menghasilkan hasil belajar yang

6
lebih mantap, karena siswa melaksanakan 2. Dapat membina kebiasaan siswa
latihan-latihan selama melakukan tugas, untuk mencari, mengolah
sehingga pengalaman siswa dalam menginformasikan dan dan
mempelajari sesuatu menjadi lebih mengkomunikasikan sendiri.
terintegrasi. (Roestiyah, Strategi Belajar 3. Dapat mendorong belajar, sehingga
Mengajar ; hal.132). Dengan tidak cepat bosan
pengertian lain tugas ini jauh lebih luas 4. Dapat membina tanggung jawab dan
dari pekerjaan rumah karena metode disiplin siswa
pemberian tugas diberikan dari guru 5. Dapat mengembangkan kreativitas
kepada siswa untuk diselesaikan dan siswa
dipertanggung jawabkan. Siswa dapat 6. Dapat mengembangkan pola berfikir
menyelesaikan di sekolah, atau dirumah dan ketrampilan anak.
atau di tempat lain yang kiranya dapat
menunjang penyelesaian tugas tersebut, Adapun kelemahan metode pemberian

baik secara individu atau kelompok. tugas

Tujuannya untuk melatih atau menunjang


1. Tugas tersebut sulit dikontrol guru
terhadap materi yang diberikan dalam
kemungkinan tugas itu dikerjakan
kegiatan intra kurikuler, juga melatih
oleh orang lain yang lebih ahli dari
tanggung jawab akan tugas yang
siswa.
diberikan. Metode pemberian tugas ini
2. Sulit untuk dapat memenuhi
dalam pelaksanaannya memiliki beberapa
pemberian tugas
kelebihan disamping juga
3. Pemberian tugas terlalu sering dan
mempunyaibeberapa elemahan. Adapun
banyak, akan dapat menimbulkan
kelebihan metode pemberian tugas
keluhan siswa,
diantaranya adalah Metode ini merupakan
4. Dapat menurunkan minat belajar
aplikasi pengajaran modern disebut juga
siswa kalau tugas terlalu sulit
azas aktivitas dalam mengajar yaitu guru
5. Pemberian tugas yangmonoton
mengajar harus merangsang siswa agar
dapat menimbulkan kebosanan
melakukan berbagai aktivitas sehubungan
siswa apabila terlalu sering.
dengan apa yang dipelajari, sehingga :
6. Khusus tugas kelompok juga sulit

1. Dapat memupuk rasa percaya diri untuk dinilai siapa yang aktif

sendiri
Heynema dan Loxely (1983: 1162–
1194) menyelenggarakan penelitian

7
mengenai hubungan antara tugas dan
hasil belajar. Penelitiannya dilakukan di Keterangan:
Botswana untuk jenjang pendidikan Dalam pembelajaran, apabila guru
dasar. Dua mata pelajaran yang menggunakan metode pemberian tugas
dijadikan penelitian adalah hasil belajar pada pembelajaran matematika tentang
mata pelajaran sciennce dan matematika. operasi perkalian,maka motivasi siswa
Melalui penelitian ini ditemukan adanya untuk belajar matematika bertumbuh
hubungan yang signifikan antara sehingga prestasi belajar siswa kelas III
pemberian tugas dengan peningkatan SDK Soa meningkat.
hasil belajar
H. Hipotesis Tindakan
G. Kerangka Berpikir ( Menurut
Peneliti) Jika pembelajaran Matematika
tentang Operasi Perkalian dengan
PEMBELAJARAN menggunakan Metode Pemberian Tugas
MATEMATIKA
maka prestasi belajar siswa kelas III SD
OPERASI PERKALIAN Katolik Soa akan meningkat

METODE PEMBERIAN
TUGAS

PRESTASI BELAJAR

METODE PENELITIAN

Lokasi penelitian Subyek penelitian

Yang menjadi lokasi dalam Kerlinger (1978) bahwa subyek


penelitian ini yakni SD Katolik Soa, penelitian itu adalah responden, yaitu
Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada orang yang memberi respon atas suatu
perlakuan yang diberikan
kepadanya.Yang menjadi subyek dalam

8
penelitian ini yakni siswa kelas III SD 3. Refleksi
Katolik Soa,Kecamatan Soa, Kabupaten
Pada tahap ini guru bersama
Ngada dengan jumlah keseluruhan 32
observer melakukan refleksi guna
orang dengan rincian 17 orang laki-laki
mencatat kelebihan dan kekurangan dari
dan 15 orang perempuan.
guru maupun siswa dalam pembelajaran
Rencana Tindakan / Kegiatan siklus I, guna dilanjutkan ke siklus II.

Kegiatan penelitian direncanakan SIKLUS II


bulan Februari 2014 s/d bulan Mei 2014. 1. Tahap perencanaan
Penelitian tindakan kelas (PTK)
Tahap perencanaan meliputi,
menggunakan II siklus yang dilalui
Menyusun RPP ,LKS, menyiapkan tabel
dengan 4 tahap yaitu :
perkalian dan Instrumen penilaian.Siklus I
SIKLUS I pada bagian perencanaan menghasilkan
1. Perencanaan Rencana Perbaikan Pembelajaran I.

Tahap perencanaan meliputi, 2. Tahap Pelaksanaan


menyusun RPP, LKS, menyiapkan
Melaksanakan kegiatan pembelajaran
tabel perkalian dan soal tes siklus I
dengan menggunakan metode pemberian
dan soal tes siklus II
tugas sesuai langkah-langkah yang
2. Pelaksanaan ditetapkan di RPP

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran 2. Observasi


dengan menggunakan metode
Melaksanakan pengamatan/observasi
pemberian tugas sesuai dengan
pembelajaran
langkah-langkah yang telah
ditetapkan dalam RPP. 3. Refleksi

2. Pengamatan/observasi Pada tahap ini guru bersama


observer melakukan refleksi guna
Melaksanakan observasi saat
mencatat kelebihan dan kekurangan dari
pembelajaran berlangsung dengan
guru maupun siswa dalam pembelajaran
menggunakan format observasi
siklus II dan dibandingkan dengan hasil
temuan pada siklus I untuk ditarik
kesimpulan.

9
A. Teknik Observasi I siswa akan diberikan tes dengan bentuk
soal berbentuk isian sebanyak lima
Observasi atau pengamatan
nomor.
digunakan dalam rangka mengumpulkan
data dalam suatu penelitian, merupakan 2. Teknik Analisis Data
hasil perbuatan jiwa secara aktif dan
Teknik analisis data dalam penelitian
penuh perhatian untuk menyadari
ini menggunakan teknik deskriptif
adanya sesuatu rangsangan tertentu yang
kualitatif.
diinginkan, atau suatu studi yang
disengaja dan sistematis tentang 3. Indikator Keberhasilan
keadaan/fenomena sosial dan gejala-
Guna menentukan keberhasilan
gejala psikis dengan jalan mengamati
sebuah penelitian tindakan maka perlu
dan mencatat (Mardalis,2008:63).
dibuat kriteria atau indikator
B. Teknik Pengumpulan Data dan
keberhasilan. Penelitian ini dianggap
Analisis Data
berhasil jika sebanyak 75% siswa tuntas
1. Teknik Tes sesuai dengan kriteria ketuntasan
minimal (KKM) yang berlaku pada SD
Teknik pengumpulan data dengan
Katolik Soa yaitu seorang siswa
teknik tes untuk mendapatkan hasil
dikatakan tuntas jika mendapat nilai
belajar siswa. Setelah pembelajaran siklus
minimal70.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian operasi perkalian masih sangat rendah


yaitu 43% siswa yang tuntas sesuai
Pelaksanaan Pratindakan dengan kriteria ketuntasan minimal
(KKM) yang berlaku di SD Katolik Soa
Kondisi awal pembelajaran sebelum
dimana KKM 70. Hal ini terbukti dari
melakukan penelitian di SD Katolik Soa
hasil pretest untuk materi perkalian. Hasil
kelas III, prestasi belajar siswa khususnya
pretest dapat dilihat pada tabel berikut :
pada mata pelajaran Matematika tentang

10
Tabel 4.1 Rekapitulasi Nilai Pretest

No Uraian Hasil Data Pretest

1 Nilai Rata-rata Pretest 58,81


2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 4 orang
3 Presentase ketuntasan belajar 12,50 %

Berdasarkan hasil tes awal yang Siklus I


dilakukan oleh peneliti dapat dilihat
Berdasarkan hasil lembar pengamatan
bahwa dari 32 orang siswa yang
proses pembelajaran siswa yang dilakukan
mengikuti tes hanya 4 orang atau sama
pada akhir siklus I secara umum dapat di
dengan 12,50% siswa yang dinyatakan
gambarkan pada data observasi
tuntas sesuai dengan kriteria ketuntasan
pembelajaran siswa, nilai akhir siklus I
minimal yang berlaku. Hal ini
menunjukkan bahwa kemampuan siswa
dalam perkalian masih sangat rendah.

Tabel 4.2.Aktifitas Siswa siklus I

Frekuensi Presentase
No Aspek yang diamati
Ya Tidak Ya Tidak

1 Kehadiran siswa 32 0 100% 0%

2 Mendengarkan penjelasan guru 20 12 62.5% 37.5%

3 Aktif dalam kelompok 12 20 37.5% 62.5%

4 Mengerjakan tugas yang diberikan guru 15 17 46.9% 53.1%

5 Menanggapi pertanyaan yang diberikan


18 14 56.3% 43.7%
guru

RATA – RATA 19,4 12.6 60,64% 39,36%

11
Berdasarkan hasil pengamatan yang kelompoknya masing-masing siswa
dilakukan oleh observer di mana dapat mengerjakan soal yang ada dalam
dilihat pada tabel 4.2 di atas maka dapat lembaran kerja siswa / LKS.5)
diketahui bahwa : 1) Kehadiran siswa, Menanggapi pertanyaan yang diberikan
Baik, yakni seluruh siswa hadir saat guru , Kurang, yakni dari 32 orang siswa
pembelajaran siklus I. 2)Mendengarkan yang mengikuti pembelajaran, hanya 18
penjelasan guru, Kurang, yakni dari 32 orang atau 56.30% siswa yang aktif dalam
orang siswa yang mengikuti mengemukakan pendapat dan menanggapi
pembelajaran, sebanyak 20 orang atau pertanyaan guru. Hasil tes akhir siklus I
62.50% siswa yang mendengarkan yang ada pada tabel di bawah ini terlihat
penjelasan guru. 3)Aktif dalam kelompok jelas bahwa jumlah siswa tuntas belajar 18
, Kurang, yakni dari 32 orang siswa yang orang siswa hanya 56,25 % belum
mengikuti pembelajaran, hanya 37.50% mencapai indikator ketuntasan belajar
atau sama dengan 12 orang siswa yang dalam penelitian ini yakni 75% dan tidak
aktif dalam kerja kelompok. 4) tuntas berjumlah 14 orang siswa. Hal ini
Mengerjakan tugas yang diberikan guru, menunjukkan bahwa ketuntasan belajar
Kurang, yakni dari 32 orang siswa yang siswa masih rendah maka perlu dilakukan
mengikuti pembelajaran, hanya 15 orang siklus II untuk meningkatkan kembali
atau 46,90% siswa yang mengerjakkan presentase ketuntasan belajar siswa.
tugas yang diberikan guru. Dalam
Tabel 4.2 Rekapitulasi hasil tes siklus I

No Uraian Hasil Data siklus I

1 Nilai rata-rata tes akhir siklus I 73,13


2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 18 orang
3 Presentase ketuntasan belajar 56,25 %

Berdasarkan rekapitulasi hasil tes akhir akhir siklus I adalah 73,13 dan ketuntasan
siklus I pada tabel 4.2 dapat dijelaskan belajar 56,25% dengan jumlah siswa yang
implementasi metode pemberian tugas tuntas 18 orang siswa dan tidak tuntas 14
dalam pembelajaran matematika tentang orang. Dari hasil tersebut menunjukkan
operasi perkalian diperoleh rata-rata tes bahwa siklus I siswa belum dikatakan

12
tuntas belajar karena ketuntasan yang Siklus II
harus dihendaki dalam peneltiian ini
Pada siklus II ini sudah terjadi
adalah 75%.
perubahan yang cukup signifikan dari
impplementasi metode pemberian tugas.
Hal ini dapat dibuktikan dari hasil
lembar pengamatan siswa dan
reapitulasi nilai tes akhir siklus II.

Tabel 4.4 Aktifitas Siswa siklus II

Frekuensi Presentase
No Aspek yang diamati
Ya Tidak Ya Tidak

1 Kehadiran siswa 32 0 100% 0%

2 Mendengarkan penjelasan guru 30 2 93,73% 6,25%

3 Aktif dalam kelompok 25 7 78,13% 21,87%

4 Mengerjakan tugas yang diberikan guru 28 4 87,50% 12,50%

5 Menanggapi pertanyaan yang diberikan


20 12 62,25% 37,50%
guru

RATA – RATA 27 6 84,37% 15,63%

Berdasarkan hasil pengamatan yang mengikuti pembelajaran, sebanyak 30


dilakukan oleh observer di mana dapat orang atau 93,73% siswa yang
dilihat pada tabel 4.4 di atas maka dapat mendengarkan penjelasan guru. 3) Aktif
diketahui bahwa ; 1) kehadiran siswa, dalam kelompok , baik, yakni dari 32
baik, yakni seluruh siswa hadir saat orang siswa yang mengikuti
pembelajaran siklus II yaitu 32 orang pembelajaran, sebanyak 78,13% atau
dengan tingkat presentase 100%. sama dengan 25 orang siswa yang aktif
2)Mendengarkan penjelasan guru ,baik, dalam kerja kelompok. 4) Mengerjakan
yakni dari 32 orang siswa yang tugas yang diberikan guru ,baik yakni dari

13
32 orang siswa yang mengikuti yang aktif dalam mengemukakan
pembelajaran, sebanyak 28 orang atau pendapat dan menanggapi pertanyaan
87,50% siswa yang mengerjakkan tugas yang diberikan guru.
yang diberikan guru. Dalam kelompoknya
Hasil tes siklus II yang ada pada teabel
masing-masing siswa mengerjakan soal
reakpitulasi nilai tes di bawah ini terlihat
yang ada dalam lembaran kerja siswa /
jelas bahwa jumlah siswa yang tuntas
LKS. 5) Menanggapi pertanyaan yang
berjumlah 29 orang dan yang tidak tuntas
diberikan guru,baik, yakni dari 32 orang
3 orang. Hal ini menunjukkan sudah ada
siswa yang mengikuti pembelajaran,
peningkatan pada ketuntasan belajar
sebanyak 20 orang atau 62,25% siswa
siswa.

Tabel 4.5 Rekapitulasi hasil tes siklus I

No Uraian Hasil Data siklus II

1 Nilai rata-rata tes akhir siklus I 82,60


2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 29 orang
3 Presentase ketuntasan belajar 90,63 %

sehingga tidak perlu dilanjutkan ke siklus


Berdasarkan hasil tes pada tabel di atas
berikutnya. Dari hasil tersebut
maka dapat diketahui bahwa terjadi
menunjukkan bahwa pada siklus II siswa
peningkatan hasil belajar siswa dari hasil
sudah dikatakan tuntas belajar karena
tes silkus I dimana rata-rata nilai tes yakni
sudah melebihi standar ketuntasan belajar
73,13 menjadi 82,60 pada tes siklus II
yang menjadi indikator keberhasilan
dan jumlah siswa yang mencapai kriteria
dalam penelitian ini yaitu 75%.
ketuntasan minimal pada tes siklus II ini
sebanyak 29 orang atau sama dengan Untuk jelasnya berikut ini dipaparkan
90,63%. Sedangkan siswa yang tidak perbadingan data hasil belajar antara
tuntas pada siklus II sebanyak 3 orang siklus I dan siklus II berikut ini;
diberikan remedial dan pengayaan,

14
Tabel 4.6. Perbandingan hasil tes siklus I dan siklus II

Hasil yang dicapai


No Nama Siswa Peningkatan
Siklus I Siklus II
Rata-rata nilai tes
1 73,13 82,60
9,47
Presentase Ketuntasan
2 56,25% 90,63%
belajar 34,48%

Jumlah siswa yang tuntas


3 18 orang 29 orang
belajar 11

Karena angka keberhasilan siswa pada keberhasilan dari penelitian tindakan ini,
hasil tes siklus II lebih besar atau melebihi dimana pada penelitian ini di anggap
dari angka keberhasilan penelitian berhasil jika 75 % siswa tuntas sesuai
tindakan (90,63% > 75%), maka hasil tes dengan KKM mata pelajaran matematika
siklus II dinyatakan sudah berhasil karena yang berlaku di sekolah(SDK Soa) yaitu
persentase angka keberhasilannya 70.
melebihi persentase indikator

PENUTUP

SIMPULAN operasi perkalian pada siswa kelas III


SDK Soa yakni pada siklus I ada 56,25 %
Berdasarkan hasil pembelajaran yang
meningkat pada siklus II 90,63%,dan 2)
telah dilakukan selama dua siklus dan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
berdasarkan seluruh pembahasan serta
implementasi Metode Pemberian Tugas
analisis yang telah dilakukan dapat
memiliki dampak positif dalam
disimpulkan sebagai berikut: 1)
meningkatkan prestasi belajar matematika
Implementasi Metode Pemberian Tugas
tentang operasi perkalian pada siswa kelas
sudah berhasil untuk meningkatkan
III SDK Soa. Hal ini dapat dilihat dari
prestasi belajar matematika tentang
semakin tingginya motiovasi siswa dalam

15
mengerjakan soal-soal yang diberikan, Berdasarkan uraian di atas maka
baik secara individu maupun secara dapat disimpulkan bahwa penggunaan
berkelompok dan ini dapat terlihat dari metode Pemberian Tugas dalam
adanya peningkatan nilai rata-rata hasil pembelajaran Matematika tentang
tes siklus I dan siklus II yakni masing- operasi perkalian di kelas III SDK Soa
masing 73,13 meningkat menjadi 82,60 dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
dengan ketuntasan belajar masing-masing
56,25 % meningkat menjadi 90,63%.

DAFTAR PUSTAKA

Alma Buchari, dkk, 2008. Guru Profesional Menguasai Belajar dan

Mengajar. Penerbit Alfa Beta. Bandung

Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian suatu pendekatan pratik.

Penerbit Rineka Cipta. Jakarta

Bnd. Marno & M. Indris.2009. Strategi dan Metode Pendidikan. Penerbit Ar-

Ruzz Media. Yogyakarta.

Dimyanti dan Mudjiono,2009. Belajar dan Pembelajaran. Penerbit Rineke

Cipta. Jakarta

Hamzah B Uno.2008. Perencanaan Pembelajaran. Penerbit Bumi Aksara,

Jakarta

Kompasiana.com. Metode Pemberian Tugas. http://edukasi.kompasiana.com/

2009/06/12/metode-pemberian-tugas-6911.html.(12 Juni 2009)

Mardalis. 2008. Metode Penelitian suatu pendekatan proposal. Jakarta :

Bumi Aksara

16
Novi A. E. Sine.2009. Penelitian Tindakan Kelas. Penerbit STT, Jakarta

Nur Fajriyah & Defi Triratnawati.2008. Cerdas Menghitung Matematika 3. Penerbit


Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional tahun 2008.

Jakarta

Roestiyah.2012. Strategi Belajar Mengajar.Penerbit Rineke Cipta.Jakarta.

Sunarto H dan Hartono Agung, 2008. Perkembangan Siswa. Penerbit Rineke

Cipta. Jakarta

Ubaydillah Ibnu Sholihin.Kajian Teori Hakikat Belajar Matematika.

http://rujukanskripsi.blogspot.com/2013/06/kajian-teori-hakikat-hasil-
belajar.html.(29 Juni 2013)

Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.Perkalian.

http:/id.wikipedia.org/wiki/Perkalian. (20 Mei 2014)

Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas. Perkalian dan

pembagian. http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek: Matematika/Materi:

Perkalian_dan_Pembagian.(20 Mei 2014)

________,Pengertian Prestasi Belajar Menurut Para Ahli.

http://fatekunima.blogspot.com/2013/07/pengertian-lengkap-prestasi-

belajar.html (15 Juli 2013)

www.sarjanaku.Pengertian,Definisi Hasil Belajar Siswa Menurut Para Ahli.

http://www.sarjanaku.com/2011/03/pengertian-definisi-hasil-belajar.html (12
Maret 2011)

____http://fasya18.blogspot.com/2013/01/subjek-penelitian.html. (07
Januari 2013)

17

Anda mungkin juga menyukai