Jurnal PTK
Jurnal PTK
Abstrak
1
pemberian tugas dapat meningkatkan indikator keberhasilan yakni 90,63%
prestasi belajar siswa tentang operasi sedangkan indikator keberhasilan dari
perkalian di kelas III SD Katolik Soa, penelitian ini adalah 75%
hal ini ditunjukkan dari presentase Kata Kunci : Metode Permberian
ketuntasan pada siklus II melebihi Tugas, Prestasi Belajar.
kriteria ketuntasan yang ada pada
Abstract
2
PENDAHULUAN
B
elajar merupakan salah satu hendaknya sesuai dengan jenis metode, isi
langkah untuk meningkatkan materi pelajaran dan tujuan pembelajaran
ilmu pengetahuan dan serta kemampuan guru dalam memahami
menambah wawasan bagi siswa. Namun dan melaksanakan metode mengajar
pada kenyataannya sekarang, penerapan tersebut.
belajar yang efektif di sekolah masih
Salah satu dari beberapa metode
sulit diterapkan khususnya pada mata
dalam pembelajaran, adalah metode
pelajaran Matematika ditingkat Sekolah
pemberian tugas. Metode pemberian
Dasar (SD) karena banyak siswa yang
tugas/ penugasan adalah cara dalam
kurang menyukai pelajaran Matematika.
proses pembelajaran bilamana guru
Salah satu diantaranya adalah
memberi tugas tertentu dan murid
memahami operasi hitung bilangan
mengerjakannya, kemudian tugas tersebut
dalam pemecahan masalah . Siswa
dipertanggungjawabkan kepada guru.
menganggap materi operasi hitung
Metode pemberian tugas tidak sebatas
merupakan materi yang tidak mudah
pada pekerjaan rumah, tapi lebih luas dari
untuk dipahami, sehingga siswa tidak
itu. Tugas bisa dilaksanakan di rumah, di
memiliki minat untuk mempelajari bab
sekolah, di perpustakaan, dan di tempat
ini. Faktor lain yang menjadi penyebab
lainnya. Metode pemberian tugas
kurangnya kualitas pembelajaran pada
merangsang peserta didik aktif belajar
siswa kelas III SD Katolik Soa
baik secara individual maupun secara
diantaranya dalam penyampaian materi
kelompok. Oleh karena itu, tugas dapat
pelajaran ini guru hanya memfokuskan
diberikan secara individual dan dapat pula
penyampaian informasi kepada siswa,
secara kelompok.
melalui ceramah.
Harapan peneliti sesuai dengan uraian
Sebagaimana kita ketahui bahwa
latar belakang di atas adalah setelah
metode mengajar merupakan sarana
pembelajaran dengan menggunakan
interaksi guru dengan siswa di dalam
metode pemberian tugas ada
kegiatan belajar mengajar. Dengan
pertumbuhan motivasi belajar siswa pada
demikian yang perlu diperhatikan adalah
mata pelajaran Matematika,sehingga
ketepatan memilih metode mengajar
prestasi belajar siswa kelas III SD Katolik
3
Soa perlahan-lahan meningkat dan pada Penelitian tindakan kelas ini bertujuan
akhirnya siswa senang mempelajari ilmu untuk mengetahui peningkatan prestasi
MatematikaBerdasarkan paparan di atas, belajar siswa tentang operasi perkalian
maka peneltian ini berjudul “Peningkatan melalui metode pemberian tugas bagi
prestasi belajar matematika tentang siswa kelas III SD Katolik Soa.
operasi perkalian melalui metode
Ada dua manfaat dalam penelitian ini
pemberian tugas bagi siswa kelas III SD
yaitu, manfaat Teoritis dan manfaat
Katolik Soa Kabupaten Ngada”.
Praktis. Manfaat teoritis, metode
Berdasarkan uraian latar belakang di pemberian tugas dilaksanakan agar
atas, maka dapat dirumuskan peserta didik memiliki hasil belajar yang
permasalahan penelitian “Apakah lebih baik karena peserta didik
metode pemberian tugas dapat melaksanakan latihan-latihan selama
meningkatkan prestasi belajar tentang mengerjakan tugas, sehingga pengalaman
operasi perkalian bagi siswa kelas III SD peserta didik dalam mempelajari sesuatu
Katolik Soa”? dapat lebih terintegrasi. Hal itu
disebabkan peserta didik mendalami
Untuk memecahkan masalah
situasi atau pengalaman yang berbeda
pembelajaran dalam pembelajaran tentang
ketika menghadapi masalah-masalah baru,
operasi perkalian melalui metode
sedangkan manfaat Praktis, bagi
pemberian tugas maka langkah- langkah
Siswa,melatih siswa untuk dapat berpikir
yang digunakan sebagai berikut
kritis,kreatif dan inovatif dalam
:1)TahapPerencanaan,merancang Rencana
menyelesaikan masalah yang dihadapi dan
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai
menumbuhkan rasa tanggung jawab
dengan masalah pembelajaran yang di
dalam menyelesaikan tugas yang
hadapi 2) Tahap Pelaksanaan .melakukan
diberikan guru serta melatih kemandirian
Pembelajaran sesuai dengan langkah–
siswa dalam menyelesaikan soal
langkah yang dalamRPP3)Tahap
matematika yang diberikan guru sehingga
bservasi,mengadakan Observasi dan Tes
proses pembelajaran matematika lebih
4)Tahap Refleksi,melakukan Refleksi
bermakna. Bagi Guru,memotivasi guru
guna mencatat kelebihan dan kekurangan
untuk lebih berinovasi dan kreatif dalam
dari guru dan siswa dalam pembelajaran
pembelajaran sehingga mampu
di siklus I guna melanjutkan ke siklus II
menggunakan multi metode dalam
pembelajaran di kelas dan metode
4
pemberian tugas dapat menjadi rujukkan ketuntasan pembelajaran Matematika
bagi guru dalam pelaksanaan kegiatan khususnya dan mata pelajaran lain
pembelajaran matematika di sekolah. umumnnya sehingga kualitas
pembelajaran lebih bermakna. Bagi
Bagi Sekolah,Penggunaan metode
Peneliti,penelitian ini dapat digunakan
pemberian tugas ini dapat dijadikan
sebagai pedoman dalam mengadakan
referensi guru dalam pembelajaran di
penelitian selanjutnya yang lebih
kelas terutama dalam pencapaian
mendalam.
KAJIAN PUSTAKA
5
Prestasi belajar adalah harapan bagi yang keadaannya berbeda dari
setiap murid yang sedang mengikuti perubahan yang ditimbulkan oleh
proses pembelajaran di sekolah serta lainnya
harapan bagi wali murid dan guru. Kata
Prestasi belajar adalah suatu pengertian E. Metode
yang terdiri atas dua kata yaitu Prestasi Secara etimologis, metode berasal dari
dan kata belajar, dimana masing-masing kata 'met' dan 'hodes' yang berarti melalui.
mempunyai arti berbeda. Prestasi belajar Sedangkan istilah metode adalah jalan
banyak didefinisikan, seberapa jauh atau cara yang harus ditempuh untuk
hasil yang sudah didapat siswa dalam mencapai suatu tujuan. Sehingga dua hal
penguasaan tugas-tugas atau materi penting yang terdapat dalam sebuah
pelajaran yang diterima dalam waktu metode adalah : cara melakukan sesuatu
tertentu.Pada umumnya prestasi belajar dan rencana dalam pelaksanaan. Metode
dinyatakan dalam angka atau huruf mengajar adalah ilmu yang mempelajari
untuk membandingkan dengan satu cara-cara untuk melakukan aktivitas yang
kriteria. Prestasi belajar adalah tersistem dari sebuah lingkungan yang
kemampuan bagi murid dalam terdiri dari guru dan siswa untuk saling
pencapaian berfikir yang tinggi. Harus berinteraksi dalam melakukan suatu
dimiliki tiga aspek dalam prestasi belajar kegiatan sehingga sehingga proses belajar
yaitu kognitif,aspek afektif, dan aspek berjalan dengan baik dalam arti tujuan
psikomotorik pendidikan tercapai. Agar tujuan
pendidikan tercapai sesuai dengan yang
D. Pengertian belajar
telah di rumuskan oleh guru, maka guru
semua aktivitas mental atau psikis yang metode mengajar, serta di praktekan pada
6
lebih mantap, karena siswa melaksanakan 2. Dapat membina kebiasaan siswa
latihan-latihan selama melakukan tugas, untuk mencari, mengolah
sehingga pengalaman siswa dalam menginformasikan dan dan
mempelajari sesuatu menjadi lebih mengkomunikasikan sendiri.
terintegrasi. (Roestiyah, Strategi Belajar 3. Dapat mendorong belajar, sehingga
Mengajar ; hal.132). Dengan tidak cepat bosan
pengertian lain tugas ini jauh lebih luas 4. Dapat membina tanggung jawab dan
dari pekerjaan rumah karena metode disiplin siswa
pemberian tugas diberikan dari guru 5. Dapat mengembangkan kreativitas
kepada siswa untuk diselesaikan dan siswa
dipertanggung jawabkan. Siswa dapat 6. Dapat mengembangkan pola berfikir
menyelesaikan di sekolah, atau dirumah dan ketrampilan anak.
atau di tempat lain yang kiranya dapat
menunjang penyelesaian tugas tersebut, Adapun kelemahan metode pemberian
1. Dapat memupuk rasa percaya diri untuk dinilai siapa yang aktif
sendiri
Heynema dan Loxely (1983: 1162–
1194) menyelenggarakan penelitian
7
mengenai hubungan antara tugas dan
hasil belajar. Penelitiannya dilakukan di Keterangan:
Botswana untuk jenjang pendidikan Dalam pembelajaran, apabila guru
dasar. Dua mata pelajaran yang menggunakan metode pemberian tugas
dijadikan penelitian adalah hasil belajar pada pembelajaran matematika tentang
mata pelajaran sciennce dan matematika. operasi perkalian,maka motivasi siswa
Melalui penelitian ini ditemukan adanya untuk belajar matematika bertumbuh
hubungan yang signifikan antara sehingga prestasi belajar siswa kelas III
pemberian tugas dengan peningkatan SDK Soa meningkat.
hasil belajar
H. Hipotesis Tindakan
G. Kerangka Berpikir ( Menurut
Peneliti) Jika pembelajaran Matematika
tentang Operasi Perkalian dengan
PEMBELAJARAN menggunakan Metode Pemberian Tugas
MATEMATIKA
maka prestasi belajar siswa kelas III SD
OPERASI PERKALIAN Katolik Soa akan meningkat
METODE PEMBERIAN
TUGAS
PRESTASI BELAJAR
METODE PENELITIAN
8
penelitian ini yakni siswa kelas III SD 3. Refleksi
Katolik Soa,Kecamatan Soa, Kabupaten
Pada tahap ini guru bersama
Ngada dengan jumlah keseluruhan 32
observer melakukan refleksi guna
orang dengan rincian 17 orang laki-laki
mencatat kelebihan dan kekurangan dari
dan 15 orang perempuan.
guru maupun siswa dalam pembelajaran
Rencana Tindakan / Kegiatan siklus I, guna dilanjutkan ke siklus II.
9
A. Teknik Observasi I siswa akan diberikan tes dengan bentuk
soal berbentuk isian sebanyak lima
Observasi atau pengamatan
nomor.
digunakan dalam rangka mengumpulkan
data dalam suatu penelitian, merupakan 2. Teknik Analisis Data
hasil perbuatan jiwa secara aktif dan
Teknik analisis data dalam penelitian
penuh perhatian untuk menyadari
ini menggunakan teknik deskriptif
adanya sesuatu rangsangan tertentu yang
kualitatif.
diinginkan, atau suatu studi yang
disengaja dan sistematis tentang 3. Indikator Keberhasilan
keadaan/fenomena sosial dan gejala-
Guna menentukan keberhasilan
gejala psikis dengan jalan mengamati
sebuah penelitian tindakan maka perlu
dan mencatat (Mardalis,2008:63).
dibuat kriteria atau indikator
B. Teknik Pengumpulan Data dan
keberhasilan. Penelitian ini dianggap
Analisis Data
berhasil jika sebanyak 75% siswa tuntas
1. Teknik Tes sesuai dengan kriteria ketuntasan
minimal (KKM) yang berlaku pada SD
Teknik pengumpulan data dengan
Katolik Soa yaitu seorang siswa
teknik tes untuk mendapatkan hasil
dikatakan tuntas jika mendapat nilai
belajar siswa. Setelah pembelajaran siklus
minimal70.
10
Tabel 4.1 Rekapitulasi Nilai Pretest
Frekuensi Presentase
No Aspek yang diamati
Ya Tidak Ya Tidak
11
Berdasarkan hasil pengamatan yang kelompoknya masing-masing siswa
dilakukan oleh observer di mana dapat mengerjakan soal yang ada dalam
dilihat pada tabel 4.2 di atas maka dapat lembaran kerja siswa / LKS.5)
diketahui bahwa : 1) Kehadiran siswa, Menanggapi pertanyaan yang diberikan
Baik, yakni seluruh siswa hadir saat guru , Kurang, yakni dari 32 orang siswa
pembelajaran siklus I. 2)Mendengarkan yang mengikuti pembelajaran, hanya 18
penjelasan guru, Kurang, yakni dari 32 orang atau 56.30% siswa yang aktif dalam
orang siswa yang mengikuti mengemukakan pendapat dan menanggapi
pembelajaran, sebanyak 20 orang atau pertanyaan guru. Hasil tes akhir siklus I
62.50% siswa yang mendengarkan yang ada pada tabel di bawah ini terlihat
penjelasan guru. 3)Aktif dalam kelompok jelas bahwa jumlah siswa tuntas belajar 18
, Kurang, yakni dari 32 orang siswa yang orang siswa hanya 56,25 % belum
mengikuti pembelajaran, hanya 37.50% mencapai indikator ketuntasan belajar
atau sama dengan 12 orang siswa yang dalam penelitian ini yakni 75% dan tidak
aktif dalam kerja kelompok. 4) tuntas berjumlah 14 orang siswa. Hal ini
Mengerjakan tugas yang diberikan guru, menunjukkan bahwa ketuntasan belajar
Kurang, yakni dari 32 orang siswa yang siswa masih rendah maka perlu dilakukan
mengikuti pembelajaran, hanya 15 orang siklus II untuk meningkatkan kembali
atau 46,90% siswa yang mengerjakkan presentase ketuntasan belajar siswa.
tugas yang diberikan guru. Dalam
Tabel 4.2 Rekapitulasi hasil tes siklus I
Berdasarkan rekapitulasi hasil tes akhir akhir siklus I adalah 73,13 dan ketuntasan
siklus I pada tabel 4.2 dapat dijelaskan belajar 56,25% dengan jumlah siswa yang
implementasi metode pemberian tugas tuntas 18 orang siswa dan tidak tuntas 14
dalam pembelajaran matematika tentang orang. Dari hasil tersebut menunjukkan
operasi perkalian diperoleh rata-rata tes bahwa siklus I siswa belum dikatakan
12
tuntas belajar karena ketuntasan yang Siklus II
harus dihendaki dalam peneltiian ini
Pada siklus II ini sudah terjadi
adalah 75%.
perubahan yang cukup signifikan dari
impplementasi metode pemberian tugas.
Hal ini dapat dibuktikan dari hasil
lembar pengamatan siswa dan
reapitulasi nilai tes akhir siklus II.
Frekuensi Presentase
No Aspek yang diamati
Ya Tidak Ya Tidak
13
32 orang siswa yang mengikuti yang aktif dalam mengemukakan
pembelajaran, sebanyak 28 orang atau pendapat dan menanggapi pertanyaan
87,50% siswa yang mengerjakkan tugas yang diberikan guru.
yang diberikan guru. Dalam kelompoknya
Hasil tes siklus II yang ada pada teabel
masing-masing siswa mengerjakan soal
reakpitulasi nilai tes di bawah ini terlihat
yang ada dalam lembaran kerja siswa /
jelas bahwa jumlah siswa yang tuntas
LKS. 5) Menanggapi pertanyaan yang
berjumlah 29 orang dan yang tidak tuntas
diberikan guru,baik, yakni dari 32 orang
3 orang. Hal ini menunjukkan sudah ada
siswa yang mengikuti pembelajaran,
peningkatan pada ketuntasan belajar
sebanyak 20 orang atau 62,25% siswa
siswa.
14
Tabel 4.6. Perbandingan hasil tes siklus I dan siklus II
Karena angka keberhasilan siswa pada keberhasilan dari penelitian tindakan ini,
hasil tes siklus II lebih besar atau melebihi dimana pada penelitian ini di anggap
dari angka keberhasilan penelitian berhasil jika 75 % siswa tuntas sesuai
tindakan (90,63% > 75%), maka hasil tes dengan KKM mata pelajaran matematika
siklus II dinyatakan sudah berhasil karena yang berlaku di sekolah(SDK Soa) yaitu
persentase angka keberhasilannya 70.
melebihi persentase indikator
PENUTUP
15
mengerjakan soal-soal yang diberikan, Berdasarkan uraian di atas maka
baik secara individu maupun secara dapat disimpulkan bahwa penggunaan
berkelompok dan ini dapat terlihat dari metode Pemberian Tugas dalam
adanya peningkatan nilai rata-rata hasil pembelajaran Matematika tentang
tes siklus I dan siklus II yakni masing- operasi perkalian di kelas III SDK Soa
masing 73,13 meningkat menjadi 82,60 dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
dengan ketuntasan belajar masing-masing
56,25 % meningkat menjadi 90,63%.
DAFTAR PUSTAKA
Bnd. Marno & M. Indris.2009. Strategi dan Metode Pendidikan. Penerbit Ar-
Cipta. Jakarta
Jakarta
Bumi Aksara
16
Novi A. E. Sine.2009. Penelitian Tindakan Kelas. Penerbit STT, Jakarta
Jakarta
Cipta. Jakarta
http://rujukanskripsi.blogspot.com/2013/06/kajian-teori-hakikat-hasil-
belajar.html.(29 Juni 2013)
http://fatekunima.blogspot.com/2013/07/pengertian-lengkap-prestasi-
http://www.sarjanaku.com/2011/03/pengertian-definisi-hasil-belajar.html (12
Maret 2011)
____http://fasya18.blogspot.com/2013/01/subjek-penelitian.html. (07
Januari 2013)
17