Anda di halaman 1dari 10

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH BENGKULU
RESOR KAUR

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( S.O.P )


PENGATURAN SAT SABHARA POLRES KAUR

I. PENDAHULUAN

1. Umum

a. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bagian dari pemerintahan


mendapat amanat untuk mengambil bagian dalam mewujudkan
pelaksanaan Reformasi Birokrasi Nasional tersebut melalui pelaksanaan
Reformasi Birokrasi Polri, yang saat ini telah memasuki Gelombang II
tahun 2011 – 2014;

b. Road Map Reformasi Birokrasi Polri Gelombang II (Tahun 2011-2014)


merupakan pedoman pelaksanaan 8 program area perubahan Reformasi
Birokrasi Polri dalam rangka terselenggaranya tugas Polri sesuai
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 sebagai pelindung, pengayom dan
pelayan masyarakat, pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,
serta penegakan hukum;

c. Pengaturan kepolisian merupakan kegiatan kepolisian dalam rangka


memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada
masyarakat guna mewujudkan rasa aman baik fisik maupun psikis,
terciptanya Kamtibmas, bebas dari rasa kekhawatiran sehingga
masyarakat dapat melaksanakan seluruh kegiatan / aktifitas dengan tertib
dan lancar;

d. Rasa aman merupakan kebutuhan yang hakiki bagi setiap orang dalam
menyelenggarakan aktifitas sehari – hari dan berinteraksi satu sama
lainnya terlepas dari segala kekhawatiran, ancaman, dan gangguan
Kamtibmas;

e. Dalam rangka memelihara Kamtibmas, Sabhara Polri yang merupakan


salah satu bagian dari institusi Polri yang mengemban tugas Polisi tugas
umum yang merupakan backbone nya Polri melaksanakan kegiatan yang
sifatnya pencegahan (preventif) berupa kegiatan Pengaturan;

f. Guna memudahkan Tugas Pengaturan tersebut untuk mendapatkan hasil


yang optimal maka dipandang perlu untuk membuat Standar Operasional
Prosedur (SOP) tentang Pengaturan Sat Sabhara Polres Kaur.

2. Maksud…..
2

2. Maksud dan Tujuan

a. Maksud

Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) ini dimaksudkan sebagai


pedoman bagi Pejabat dan Pengemban tugas Pengaturan Sat Sabhara Polres
Kaur.

b. Tujuan

Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) bertujuan untuk


memberikan pemahaman dan keseragaman bertindak dalam setiap
pelaksanaan tugas Pengaturan Sat Sabhara Polres Kaur.

3. Dasar

a. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara


Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002
Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Negara Republik Indonesia
Nomor 4168);
b. Perkap Kapolri Nomor 22 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan
Tata Kerja pada tingkat Polres;
c. Peraturan Kababinkam Polri Nomor 8 Tahun 2009 tentang pengaturan
kegiatan masyarakat dan kegiatan pemerintah;
d. Renja Sat Sabhara Polres Kaur.

4. Ruang lingkup

Ruang lingkup Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang Pengaturan


Sat Sabhara Polres Kaur ini mencakup segala hal yang berkaitan dengan
pelaksanaan kegiatan Pengaturan.

5. Tata Urut

Tata urut Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang Pengaturan


Sat Sabhara Polres Kaur ini meliputi:

I. PENDAHULUAN
II. PENGERTIAN, TUGAS, FUNGSI DAN PERANAN PENGATURAN
III. OBJEK, SASARAN DAN BENTUK PENGATURAN
IV. PELAKSANAAN
V. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
VI. KETENTUAN TAMBAHAN
VII. PENUTUP
II. PENGERTIAN…..
3

II. PENGERTIAN, FUNGSI DAN PERANAN PENGATURAN

1. Pengertian
a. Pengaturan adalah suatu kegiatan kepolisian dalam rangka memberikan
perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat guna
mewujudkan rasa aman baik fisik maupun psikis, terciptanya Kamtibmas,
bebas dari rasa kekhawatiran sehingga masyarakat dapat melaksanakan
seluruh kegiatan / aktifitas dengan tertib dan lancar.
b. Kegiatan masyarakat adalah segala aktifitas yang dilakukan oleh
masyarakat untuk mencapai suatu tujuan.
c. Kegiatan pemerintah adalah segala bentuk kegiatan rutin / insidentil yang
dilakukan oleh aparatur pemerintah sesuai dengan norma yang telah
ditentukan dalam mencapai suatu tujuan.
d. Pengaturan lalu lintas adalah usaha, kegiatan dan cara untuk menjadikan
lalu lintas di jalan raya aman, tertib dan lancar.
e. Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah suatu kondisi dinamis
masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses
pembangunan nasional dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang
ditandai oleh terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum
serta terbinanya ketenteraman yang mengandung kemampuan membina
serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam
menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran
hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan
masyarakat.

2. Fungsi Pengaturan

Fungsi Pengaturan adalah untuk melancarkan segala kegiatan atau


aktivitas yang dilakukan masyarakat agar dapat berjalan sesuai dengan yang
direncanakan.

3. Peran Pengaturan

Peran Pengaturan adalah sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada


warga masyarakat yang membutuhkan pengaturan dalam melaksanakan
kegiatan atau aktivitasnya sehari – hari.

III. OBJEK, SASARAN DAN BENTUK PENGATURAN


4
1. Objek dan Sasaran
Pengaturan meliputi:
a. Orang;
b. Tempat;
c. Kegiatan
masyarakat dan 2.
pemerintah; dan d. Bentuk
…..
Hewan / barang.
5

2. Bentuk Pengaturan meliputi:

a. Pengatuan internal kepolisian

Pengaturan internal kepolisian adalah semua kegiatan Pengaturan


yang berkaitan langsung dengan kegiatan ke dalam dan administrasi
organisasi antara lain meliputi:

1) Pengaturan penjagaan;

2) Pengaturan pengamanan markas;

3) Pengaturan pengamanan tahanan; dan

4) Pengaturan dokumen.

b. Pengaturan eksternal kepolisian

Pengaturan eksternal kepolisian sebagaimana adalah semua


kegiatan pengaturaan yang berhubungan dengan semua aktifitas
pemerintah dan masyarakat yang berdampak terhadap terganggunya
ketertiban umum.

III. PELAKSANAAN

1. Persiapan

Sebelum pelaksanaan kegiatan Pengaturan Kasi Turjawali selaku


pimpinan lapangan melakukan kegiatan persiapan meliputi:

a. Mengecek perizinan apabila kegiatan masyarakat tersebut memerlukan


persyaratan perizinan;

b. Menyiapkan sprin pelaksanaan tugas.

c. Mengecek perlengkapan anggota yang akan melaksanakan tugas


Pengaturan.

d. Menentukan pola / strategi bentuk kegiatan Pengaturan yang akan


dilaksanakan;

e. Menyiapkan kekuatan petugas sesuai dengan kegiatan yang akan


dilaksanakan; dan

f. Melaksanakan AAP kepada petugas yang telah disiapkan.

2. Wewenang…..
5

2. Wewenang Petugas Pengaturan

Wewenang Petugas Pengaturan meliputi:

a. Memeriksa persyaratan perizinan kegiatan masyarakat yang memerlukan


pengamanan serta dapat berdampak terjadi gangguan Kamtibmas;

b. Berhak menghentikan dan menindak secara hukum kegiatan masyarakat


yang tidak mempunyai izin dan atau izinnya tidak sesuai dengan
pelaksanaannya; dan

c. Berhak menolak apabila tidak sesuai perizinan untuk melakukan kegiatan


yang berdasarkan penilaian kepolisian akan berdampak terjadinya
gangguan Kamtibmas yang tidak bisa dilakukan dengan tindakan
Pengaturan dikarenakan kekuatan pengamanan yang tidak mewadai,
lokasi kegiatan rawan terjadi gangguan Kamtibmas;

3. Persyaratan Petugas Pengaturan

Persyaratan Petugas Pengaturan meliputi:

a. Kemampuan tugas patroli;


b. Kemampuan tugas penjagaan;
c. Kemampuan tugas pengawalan;
d. Kemampuan tugas TPTKP;
e. Kemampuan tugas Tipiring;
f. Kemampuan bantuan pertolongan dan penyelamatan korban bencana;
g. Kemampuan melakukan tindakan represif tahap awal;
h. Kemampuan sebagai penyidik pembantu; dan
i. Kemampuan penguasaan hukum dan perundang-undangan sesuai bidang
tugasnya.

4. Kewajiban dan Larangan Petugas Pengaturan

a. Kewajiban bagi petugas pengaturan antara lain:

1) Berpenampilan dan bersikap ramah, tanggap, tegas, peduli, etis,


humanis, korek dan tidak sewenang-wenang;
2) Bersikap responsif terhadap situasi dan kondisi lingkungan
sekelilingnya;
3) Menjaga keamanan diri pada saat melaksanakan tugas; dan
4) Menguasai dan mematuhi peraturan perundang – undangan yang
berlaku.
b. Larangan…..
6

b. Larangan bagi petugas pengaturan antara lain:

1) Menerima segala bentuk imbalan / pemberian yang diduga


berhubungan dengan pelaksanaan tugas;

2) Melakukan perbuatan yang dapat mencemarkan kehormatan diri,


orang lain dan kesatuan; dan

3) Melakukan perbuatan yang dapat mengurangi sikap kewaspadaan.

5. Pelaksanaan Pengaturan

Cara bertindak petugas dalam pelaksanaan pengaturan antara lain:

a. Petugas pengaturan berangkat menuju sasaran pengaturan yang telah


ditentukan;
b. Mengamati, mengawasi dan memantau situasi dan kondisi rute yang
dilalui dalam rangka menuju sasaran;
c. Melakukan kegiatan Polisional terhadap kejadian selama menelusuri rute
menuju sasaran apabila dipandang perlu atau dibutuhkan masyarakat;
d. Setibanya di tempat sasaran memarkir kendaran pada tempatnya;
e. Melakukan kegiatan pengaturan lalu lintas sampai arus lalu lintas menjadi
lancar;
f. Kembali ke Mako setelah kegiatan selesai; dan
g. Pelaksanaan pengaturan sesuai dengan sasarannya dapat dilaksanakan
melalui kegiatan penjagaan, pengawalan, patroli, TPTKP, Bantuan Sar,
Dalmas dan Tindakan Hukum.

IV. KOORDINASI DAN PENGENDALIAN

1. Pimpinan kesatuan / pimpinan lapangan dalam pelaksanaan tugas Pengaturan


dapat melakukan koordinasi dengan satuan fungsi kepolisian maupun instansi
terkait lainnya.

2. Dalam pelaksanaan Pengaturan, masing-masing pimpinan melakukan


koordinasi untuk mencapai hasil yang maksimal.

3. Pejabat Penanggung Jawab pelaksanaan tugas Pengaturan ini dijabat oleh


Direktur Sabhara Polres Kaur yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh Wadir
Sabhara selaku Wakil Penanggung Jawab.

4. Untuk pengawasan dan pengendalian sehari-hari dijabat oleh Kasubdit Gasum


Sat Sabhara Polres Kaur yang pelaksanaanya dibantu oleh Kasi Turjawali Sat
Sabhara Polres Kaur selaku Pa Pelaksana di lapangan.

V. ANALISA…..
7

V. ANALISA DAN EVALUASI

Setiap mengakhiri kegiatan pengaturan, Kasi Turjawali selaku pimpinan


lapangan wajib melakukan analisa dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas guna
mengadakan koreksi terhadap tindakan dan cara bertindak yang tidak sesuai
dengan prosedur.

VI. PEMBIAYAAN

1. Pembiayaan pelaksanaan tugas pengaturan ini dibebankan kepada anggaran


yang terdapat dalam DIPA Sat Sabhara Polres Kaur.

2. Pengaturan kegiatan masyarakat / pemerintah yang atas permintaan dari pihak


masyarakat / pemerintah anggaran akan diatur secara proporsional antara Dit
Sabhara Polres Kaur dengan panitia penyelenggara.

VII. PENUTUP

Demikian Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengaturan ini dibuat untuk


dapat digunakan sebagai pedoman petugas Sat Sabhara Polres Kaur dalam
melaksanakan tugas Pengaturan.

Dikeluarkan di : Bintuhan
Pada tanggal : November 2018
a.n. KEPALA KEPOLISIAN RESOR KAUR
KASAT SABHARA

MUHAMMAD YUSMAN
IPTU NRP 650405
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH BENGKULU
RESOR KAUR

DOKUMENTASI GIAT PENGATURAN SAT SABHARA POLRES KAUR


KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH BENGKULU
RESOR KAUR

CALL CENTER POLRES KAUR

1. KEPOLISIAN RESOR KAUR : 110


2. SPK (SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN) : 082182361200
3. KASAT SABHARA : 081377899586
4. PATROLI REGU I : 085384328566
5. PATROLI REGU II : 082280004328
6. PATROLI REGU III : 085368196886