Anda di halaman 1dari 19

KIMIA DASAR 1

REAKSI-REAKSI KIMIA

I. JUDUL : REAKSI – REAKSI KIMIA


II. HARI, TANGGAL PERCOBAAN : RABU, 1 NOVEMBER 2017
III. SELESAI PERCOBAAN : RABU, 1 NOVEMBER 2017
IV. TUJUAN : Mengamati perubahan yang terjadi pada suatu
reaksi
V. DASAR TEORI :

Reaksi kimia adalah suatu perubahan dari suatu senyawa atau molekul menjadi
senyawa lain atau molekul lain. Reaksi yang terjadi pada senyawa organik biasanya merupakan
reaksi antar ion, sedangkan reaksi pada senyawa organik ditandai dengan adnya pemutusan
ikatan kovalen dan pembentukan ikatan kovalen yang baru. Pada reaksi yang berlangsung
dalam beberapa tahap untuk menghasilkan suatu senyawa dikenal dengan istilah intermediet,
sesuau yang dapat atau yang tdaik dapat diisolasi kelarutan zat pada dalam larutan bertambah
bila suhu dinaikkan, karena umumnya proses kelarutan bersifat endoterm. Akan tetapi ada zat
yang sebaliknya yaitu eksoterm dalam melarut. Jika kelarutan zat padat bertambah dengan
kenaikkan suhu, maka kelarutan gas berkurang bila suhu dinaikkan karena gas menguap dan
meninggalkan pelarut. Jika sistem berada dalam kesetimbangan kenaikkan suu menyebabkan
kesetimbangan bergeser kearah reaksi endoterm dan penurunan suhu menyebabkan
kesetimbangan bergeser kearah reaksi endoterm dari penurunan suhu menimbulkan pergeseran
kearah reaksi eksoterm.

Endapan kristalin seperti barium sulfat kadang-kadang menyerap zat prngotor kalau
partikelnya kecil, jika partikel tumbuh zat pengotor mungkin menjadi terkuran. Jenis
kontaminasi ini disebut oklusi untuk membedakannya dari kejadian bila padatan tidak tumbuh
mengelilingi zat kotor. Zat pengotor yang mengalami oklusi tidak dapat dihilangkan dengan
hanya mencuci endapan, suatu zat seperti barium tidak mudah dapat dilarutkan kembali tetapi
kemurniannya dapat diperbaiki, dengan proses pengerasan atau pencernaan.

Ciri-ciri reaksi kimia :

a. Rekasi kimia dapat menimbulkan perubahan warna


b. Reaksi kimia dapat membentuk endapan
c. Reaksi kimia dapat menimbulkan perubahan suhu
d. Reaksi kimia dapat menimbulkan zat
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

Faktor-faktor yang memengaruhi laju kimia :

a. Pengaruh ukuran zat terhadap laju reaksi


b. Pengaruh suu terhadap laju reaksi
c. katalis

Menurut hukum penggabungan kimia setiap zat dijelaskan oleh suatu rumus kimia yang
menyatakan jumlah relatif atom yang ada dalam zat itu. Rumus molekul suatu zat menjelaskan
jumlah atom setia unsur dalam suatu molekul zat. Rumus empiris suatu senyawa adalah rumus
papling sederhana yang memberikan jumlah atom relatif yang betul untuk setiap jenis atom
yan ada didalam senyawa itu.

Reaksi kimia menggabungkan unsur-unsur menjadi senyawa, penguraian senyawa


menghasilkan unsur-unsurnya, dan transformasi mengubah senyaw aynag ada menjadi
senyawa yang baru. Oleh karena atom tidak dapat dimusnahkan dalam reaksi kimia, maka
jumlah atom (atau mol atom) dari setiap unsur sebelum dan sesudah reaksi harus selalu sama.
Kekekalan materi dalam perubahan kimia terlihat dari persamaaan kimia yang seimbang untuk
proses tersebut.

Jenis utama dari reaksi kimia

1. Kombinasi atau Sintesis Reaksi Kombinasi atau sintesis reaksisatu, di mana produk baru
disintesis oleh kombinasi dari dua atau tiga reaktan. Contoh : Hidrogen + Oksigen → Air
H2 + O2 → H2O
2. Reaksi penguraian Reaksi dekomposisi satu, di mana satu senyawa terurai atau istirahat
menjadi dua atau lebih produk yang berbeda. Contoh: Timbal nitrat → Timbalmonoksida
+ Nitrogendioksida + Oksigen Pb(NO3)2 → PbO + NO2 + O2
3. Reaksi Pemindahan atau Reaksi Penggantian Ada dua jenis reaksi perpindahan. Reaksi
perpindahan tunggal. Ketika kation atau anion dipertukarkan dari senyawa, ini disebut
sebagai reaksi perpindahan tunggal. XY + Z → XZ + Y Contoh : Seng + Asam Sulfat →
Seng (II) Sulfat + Hidrogen Zn + H2SO4 → ZnSO4 + H2
4. Reaksi penggantian ganda Anion dipertukarkan antara dua senyawa, atau garam. Reaksi
ini menghasilkan kombinasi yang berbeda dari kation dan anion, di akhir. XY + AZ → XZ
+ AY Contoh : Barium Klorida + Natrium Sulfat → Barium Sulfat + Natrium Klorida
BaCl2 + Na2SO4 → BaSO4 +2NaCl
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

5. Reaksi Asam Basa Asam dan basa direaksikan untuk menghasilkan garam dan air. Reaksi
ini disebut sebagai reaksi netralisasi atau hanya reaksi asam-basa. Semua garam
merupakan elektrolit kuat. Zat yang kita kenal sebagai garam dapur, NaCl, merupakan
contoh yang sudah dikenal baik. HX + LOH → H2O + LX Contoh : Asam Bromida
direaksikan dengan Kalium Hidroksida menghasilkan air dan Kalium Bromida. HBr +
KOH → H2O + KBr
6. Reaksi Pembakaran Reaksi di mana sebagian besar senyawa organik membakar dengan
adanya oksigen untuk menghasilkan sebagian besar karbon dioksida, air, dan produk
lainnya, juga merupakan jenis reaksi kombinasi. Kombinasi zat dengan hasil oksigen
dalam pembakaran, yang menyebabkan pembakaran senyawa untuk produk dasar tersebut.
Contoh : Butana direaksikan dengan Oksigen menghasilkan Karbon Dioksida dan uap air.
C4H10 + O2 → CO2 + H2O
7. Reaksi redoks Reaksi redoks yaitu perubahan dalam bilangan oksidasi atom. Reaksi
tersebut sering dianggap sebagai transisi elektron antara situs atau spesies molekul
berbeda. Contoh reaksi redoks adalah : 2S2O32-(aq) + I2(aq) → S4O62-(aq) + 2I-(aq) I2
direduksi menjadi S2O32- (anion tiosulfat) dioksidasi ke S4O62-
8. Reaksi Dehidrasi Reaksi dehidrasi didefinisikan sebagai reaksi pelepasan air dari molekul
yang bereaksi. Reaksi dehidrasi sendiri merupakan subset dari reaksi eliminasi.
9. Reaksi Presipitasi Presipitasi adalah reaksi terbentuknya padatan (endapan) di dalam
sebuah larutan sebagai hasil dari reaksi kimia. Presipitasi ini biasanya terbentuk ketika
konsentrasi ion yang larut telah mencapai batas kelarutan dan hasilnya adalah membentuk
garam. 10. Reaksi Pengendapan Reaksi pengendapan mempunyai cirri terbentuknya
produk yang tak larut atau endapan. Endapan adalah padatan tak larut yang terpisah dari
larutan. Reaksi pengendapan biasanya melibatkan senyawa-senyawa ionic.

Kesetimbangan Kimia

Kesetimbangan Kimia merupakan keadaanreaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan


dan produk sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi pada
reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan laju terbentuknya produk.
kesetimbangan kimia bersifat dinamis sehingga juga sering disebut kesetimbangan dinamis.
Kesetimbangan dinamis adalah suatu reaksi bolak-balik pada saat konsentrasi tetap tapi
sebenarnya tetap terjadi reaksi (terus-menerus).
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

Ciri-ciri Keadaan Setimbang

Ciri-ciri keadaan suatu reaksi bolak-


Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan te -

pada tingkat partikel zat

Pergeseran Kesetimbangan

Kimia Pergeseran kesetimbangan kimia dipengaruhi beberapa factor, diantaranya


konsentrasi zat, temperature, dan tekanan atau volume.

1. Konsentrasi Zat Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka reaksi kesetimbangan
akan bergeser dari arah (menjauhi) zat yang ditambah konsentrasinya. Jika konsentrasi
salah satu zat dikurangi, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser kea rah zat
dikurangi konsentrasinya.
2. Tekanan dan Volume Apabila tekanan pada system ditambah/ volume diperkecil maka
reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil. Apabila
tekanan pada system diperkecil/ volume ditambah maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser kea rah jumlah molekul yang lebih besar.
3. Temperatur Apabila temperature system dinaikkan maka reaksi kesetimbangan
bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm) Apabila temperature
system dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser kea rah zat yang
melepaskan kalor (eksoterm)

Kesetimbangan Heterogen

Pada kesetimbangan heterogen bentuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi tidak sama,
sehingga yang diambil untuk menentukan tetapan kesetimbangan adalah konsentrasi zat yang
tetapan kesetimbangannya dipengaruhi yakni larutan dan gas.

Kesetimbangan Homogen

Pada kesetimbangan homogeny bentuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi sama,
sehingga seluruh konsentrasi zat yang digunakan untuk menentukan tetapan kesetimbangan.
Namun yag perlu diingat, bahwayang dipengaruhi tetapan kesetimbangan hanya bentuk gas.
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

Indikator universal

Indikator universal adalah indikator pH berisi larutan dari beberapa senyawa yang
menunjukkan beberapa perubahan warna yang halus pada rentang pH antara 1-14 untuk
menunjukkan keasaman atau kebasaan larutan.

Rentang
Keterangan Warna
pH
<3 Asam kuat Merah
03-Jun Asam lemah Jingga/Kuning
7 Netral Hijau
08-Nov Basa lemah Biru
> 11 Basa kuat Ungu/violet
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

VI. ALAT DAN BAHAN :


Alat
1. Tabung reaksi
2. Pipa pengalir bersumbat
3. Gelas kimia 100 ml
4. Rak tabung reaksi
5. Pembakar spiritus
6. Pipet tetes
7. Gelas ukur 25 ml

Bahan – bahan
1. HCL 0,05 M/ 0,5 M
2. CH3COOH 0,05 M
3. NaOH 0,05M/ 0,5 M
4. ZnSO4 0,1 M
5. NH4OH 0,5 M
6. BaCl2 0,1 M
7. Ba(OH)2 0,2 M
8. K2CrO4 0,2 M
9. K2Cr2O7 0,1 M
10.(NH4)2SO 0,5 M
11. CaCO3 Serbuk
12. Indikator universal
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

VII. Alur Percobaan


Percobaan ke-1
a.) 1 ml HCL 0,05 M (aq) 1 ml NaOH 0,05 M (aq)

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 1 Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 3


Di tetesi 1 tetes indikator universal Di tetesi 1 tetes indikator universal
Diamati dan dicatat perubahannya Diamati dan dicatat perubahannya

Berwarna Merah Berwarna Ungu

NaCl (aq) + H2O(l)


Berwarna Hijau

1 ml CH3COOH 0,05 M (aq) 1 ml NaOH 0,05 M (aq)


b.)
Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 2 Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 4
Di tetesi 1 tetes indikator universal Di tetesi 1 tetes indikator universal
Diamati dan dicatat perubahannya Diamati dan dicatat perubahannya

Berwarna Merah Jingga Berwarna Ungu

CH3COONa (aq) + H2O(l)


Berwarna Hijau
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

Percobaan ke-2
a.) 1 ml ZnSO4 0,1 M b.) 1 ml ZnSO4 0,1 M

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi Dimasukkan ke dalam tabung reaksi lain


Di tetesi 5 tetes NaOH 0,5 M Di tetesi 5 tetes NH4OH 0,5
Diamati perubahannya Diamati perubahannya

Endapan Zn(OH)2 (aq) Endapan Zn(OH)2 (s)

Berwarna Putih Berwarna Putih

Ditambah NaOH 0,5 M terus sampai Ditambah NH4OH 0,5 M terus sampai
terjadi perubahan terjadi perubahan
Diamati perubahannya Diamati perubahannya

ZnSO4 (aq) + NaOH (aq) ZnSO4 (aq) + NH4OH (aq)

Percobaan ke-3
a.) 3 ml (NH4)2Cl 0,5M b.) 0,2 gram serbuk CaCO3

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi Dimasukkan ke dalam tabung reaksi lain


Ditambah 2 ml NaOH 0,5 M Ditambahkan 3 ml HCL 0,5 M
Tabung ditutup dengan sumbat Tabung ditutup dengan sumbat
berpipa pengalir berpipa pengalir
Dikenakan pada lakmus merah yang Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
dibasahi air, ujung pipanya berisi Ba(OH)2 0,2 M, ujung pipanya
Diamati perubahannya Diamati perubahannya

Lakmus menjadi biru Terbentuk gas


BersifatBasa dan Endapan Putih
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

Percobaan ke-4

a.) 1 ml BaCI2 0,1 M b.) 1 ml BaCI2 0,1 M

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 4.1 Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 4.2
Ditambahkan 1 ml K2CrO4 0,1 M Ditambahkan 1 ml K2Cr2O7 0,1 M
Diamati perubahannya tetesi
Diamati1 tetes indikator universal
perubahannya

Berwarna Berwarna
Kuning Muda + Endapan Kuning Tua + Endapan

c.) 1 ml BaCI2 0,1 M

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 4.3


Ditambahkan 1 ml HCI 0,5 M
Ditambahkan 1 ml K2CrO4 0,1 M
Diamati perubahannya

Berwarna Kuning
dan Mengendap
Percobaan ke-5

1/3 bagian tabung gula

Ditetesi air

Diaduk sampai merah

Dimasukkan 1 ml H2SO4
Diaduk Kembali

Dibiarkan beberapa menit

Diamati perubahannya

Menggumpal Dan Berwarna


Hitam
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

VIII. Analisis Data dan Pembahasan

Pada percobaan pertama bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi


pada reaksi asam basa. Percobaan a dan b dimana pada percobaan a adalah campuran
dari tabung 1 dan 3. Tabung 1 dengan memasukkan 1mL HCl 0,05 M ke tabung reaksi
1 dan menambahkan 1 tetes indikator universal. Perubahan warna yang terjadi yaitu
warna merah. Pada tabung 3, memasukkan 1 mL NaOH 0,05 M dan menambahkan 1
tetes indikator universal. Perubahan warna yang terjadi yaitu menjadi warna ungu.
Kemudian mencampurkan tabung 1 dan tabung 3, perubahan warnanya menjadi ungu.
Persamaan reaksinya yaitu
HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(l)
Sementara itu pada percobaan b dimana pencampuran antara tabung 2 dan tabung 4.
Tabung 2 menambahkan 1 mL CH3COOH 0,05 M dan menambahkan 1 tetes indikator
universal. Perubahan warna yang terjadi yaitu menjadi jingga. Pada tabung 4,
menambahkan 1 mL NaOH 0,05 M dan 1 tetes indikator universal. Perubahan warna
yang terjadi yaitu ungu. Selanjutnya mencampurkan tabung 2 dan tabung 4, perubahan
warna yang terjadi yaitu menjadi warna ungu. Persamaan reaksinya yaitu
CH3COOH(aq) + NAOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O(l)
Fungsi indikator universal adalah untuk megetahui pH suatu larutan dengan
menunjukkan keasaman atau kebasaan larutan.
Tabug 1 dan 2 :
Larutan yang bersifat asam jika ditetesi indikator universal akan berubah menjadi
merah. Untuk asam lemah warna merah yang dihasilkan lebih pudar dari larutan asam
kuat
Tabung 3 dan 4 :
Larutan yang bersifat basa jika ditetesi indikator universal akan berubah menjadi warna
ungu
Percobaan a
Jika larutan yang bersifat asam kuat direaksikan dengan larutan yang bersifat
basa kuat akan menghasilkan garam yang bersifat netral, perubahan menjadi hijau
mendapat pH yang dihasilkan adalah (pH = 7) akan tetapi pada pecobaan ini larutan
yang dihasilkan menjadi warna ungu dikarenakan terlalu banyak dalam memberikan
lartan HCl
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

Percobaan b
Jika larutan yang bersifat asam lemah direaksikan dengan larutan yang bersifat
basa kuat akan menghasilkn garam yang cenderung bersifat basa hal ini dibuktikan
dengan berubahnya warna menjadi biru akan tetapi pada percobaan ini warna yang
dihasilkan adalah warna ungu dikarenakan terlalu banyak dalam menambahkan larutan
CH3COOH.
Reaksi :
CH3COOH(aq) + NaOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O(l)
CH3COO-(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH-

Pada percobaan kedua 2a. tabung 1 dilakukan dengan memasukkan 1 mL


ZnSO4 0,1 M ke tabung reaksi 1 dan menambahkan 5 tetes NaOH 0,5 M. Dari
penambahan NaOH 0,5M ini, warna larutan bening namun terdapat endapan putih
keruh (+), endapan putih tersebut adalah Zn(OH)2. Persamaan reaksinya yaitu
ZnSO4(aq) + 2NaOH(aq) Zn(OH)2(s) + Na2SO4(aq)
Selanjutnya menambahkan NaOH hingga 135 tetes, larutan yang pertamanya terdapat
endapan putih keruh dengan penambahan NaOH tersebut larutan tetap terdapat
endapan.
Pada percobaan 2b. Tabung 2 dimasukkan 1 mL ZnSO4 0,1 M dan
menambahkan 5 tetes NH4OH 0,5 M. Perubahan warna larutan yang terjadi adalah
warna larutan bening namun terdapat endapan putih keruh dan endapan putih itu adalah
Zn(OH)2. Persamaan reaksinya yaitu
ZnSO4(aq) + NH4OH(aq) Zn(OH)2(s) + (NH4)2SO4(aq) (reaksi
pengompleksan)
Setelah itu menambahkan 135 tetes NH4OH, perubahan yang terjadi adalah larutan
tetap terdapat endapan berwarna putih. Percobaan kedua ini disebut reaksi
kesetimbangan

Pada percobaan ketiga bertujuan untuk mengetahui perubahan pada reaksi


pembentukan gas. Pada 3a. memasukkan 3mL (NH4)2SO4 0,5M ke dalam erlenmeyer
pipa samping dan menambahkan 2 mL NaOH 0,5 M.Setelah itu ditutup dengan sumbat
berpipa pengalir dan dihubungkan dengan selang yang ditempelkan pada lakmus merah
yang telah dibasahi dengan air. Dari percobaan ini terjadi perubahan pada kertas
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

lakmus, yang semula berwarna merah menjadi warna biru. Persamaan reaksi yang
terjadi yaitu:

(NH4)2Cl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + NH3OH(aq)

Sedangkan pada tabung reaksi kedua memasukkan 0,2 gram padatan CaCO3 ke
erlenmeyer pipa samping dan menambahkan 3 mL HCl 0,5 M. Menutup erlenmeyer
pipa samping dengan sumbat berpipa pengalir. Disambungkan dengan selang yang
ujungnya dimasukkan ke tabung reaksi yang telah berisi 10 mL Ba(OH)2 0,2M.
Perubahan yang terjadi pada reaksi ini yaitu larutan terdapan endapan berwarna putih
keruh dan terdapat gelembung-gelembung gas CO2. Persamaan reaksi yang terjadi
yaitu:

CaCO3(aq) + 2HCl(aq) CaCI2(aq) + CO2(g) + H2O(l)

CO2(g) + Ca(OH)2(aq) CaCO3(s) + 2H2O(l)

Pada percobaan keempat hal pertama yang dilakukan dengan memasukkan 1


mL BaCl2 0,1 M yang berwarna kuning pada tabung 1 tabung 2 dan tabung 3. Pada
tabung 1 ditambahkan 1 mL K2CrO4 0,1M yang berwarna kuning dan perubahan warna
yang terjadi yaitu menjadi warna kuning keputihan dan terdapat endapan(+).Persamaan
reaksi yang terjadi yaitu:

BaCI2(aq) + K2CrO4(aq) 2KCI(aq) + BaCrO4(s)

Selanjutnya pada tabung 2 ditambahkan 1 mL K2Cr2O7 0,1M yang berwarna


kuning pekat, yang terjadi setelah pencampuran yaitu menjadi berwarna oranye dan
terdapat endapan (++). Persamaan reaksi yan terjadi yaitu:

BaCI2(aq) + K2Cr2O7(aq) BaCr2O7(s) + 2KCI (aq)

Pada tabung 3 menambahkan 1 mL HCl 0,5 M jernih , menambahkan 1 mL


K2CrO4 0,1M yang berwarna kuning. Setelah pencampuran ini perubahan warna yang
terjadi yaitu menjadi berwarna kuning dan juga terdapat endapan(+++).Persamaan
reaksi yang terjadi yaitu:

BaCl2(aq) + K2CrO4(aq) + HCl(aq) BaCrO4(s) + 2KCl(aq) + HCl(aq)


KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

Pada percobaan kelima masukkan gula hingga 1/3 tabung reaksi lalu tetesi air
setelah itu tetesi larutan H2SO4 lalu biarkan beberapa menit dan terjadi perubahan
warna, gula menggumpal berwarna coklat dan juga ada yang berwarna hitam. Reaksi
persamaannya yaitu

C12H22O11 (s)+ H2SO4 12C(S) + 11H2O(l)

Perubahan tersebut membuktikan bahwa sifat H2SO4 adalah


pekat dengan titik didih mencapai 330o C dsn titik leleh 10oC. Reaksi yang terjadi
adalah reaksi eliminasi yaitu ketika gula menghilangkan air dan molekul tertinggal
adalah elemen karbon. Asam sulfat berfungsi menjadi katalis dan mempercepat laju
reaksi (dehidrogenasi).

Pembahasan

Pada percobaan pertama bertujuan untuk menentukan perubahan yang terjadi


pada reaksi asam basa. Diawali dengan mengisi tabung reaksi 1 dengan 1 mL HCl
0,05M, kemudian ditambah 1 tetes indikator universal. Dari penambahan 1 tetes
indikator universal terjadi perubahan yang semula larutan HCl jernih tak berwarna
menjadi berwarna merah jernih. Selanjutnya menambahkan 1 mL CH3COOH 0,05M
pada tabung reaksi 2 dan ditambahkan 1 tetes indikator universal. Dari penambahan ini,
larutan CH3COOH yang semula jernih tak berwarna berubah menjadi merah jingga
jernih. Sementara itu, menambahkan 1 mL NaOH 0,05M pada tabung 3 dan tabung 4.
Kemudian menambahkan 1 tetes indikator universal pada tabung 3 dan tabung 4.
Perubahan yang terjadi pada tabung 3 dan tabung 4 yang semula jernih tak berwarna
berubah menjadi berwarna ungu jernih.
Mencampurkan tabung 1 yang telah berisi HCl + 1 tetes indikator universal
dengan tabung 3 yang berisi NaOH + 1 tetes indikator. Perubahan yang terjadi setelah
pencampuran yaitu berwarna hijau jernih. Reaksi yang terjadi yaitu
HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(s) + H2O(l)
Pada reaksi ini asam kuat bereaksi dengan basa kuat sehingga tidak terjadi hidrolisis
dan menghasilkan garam NaCl yang bersifat netral. Menurut teori larutan yang netral
berwarna hijau.
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

Mencampurkan tabung 2 yang telah berisi CH3COOH + 1 tetes indikator


universal dengan tabung 4 yang berisi NaOH + 1 tetes indikator. Perubahan yang terjadi
setelah pencampuran yaitu berwarna biru jernih. Pada pencampuran ini didapatkan
persamaan reaksi CH3COOH(aq) + NaOH(aq) CH3COONa(s) + H2O(l). Reaksi antara
asam lemah dan basa kuat menghasilkan garam yang bersifat basa. Hal ini disebabkan
asam lemah terhidrolisis sedangkan basa kuat tidak terhidrolisis dapat ditunjukkan
melalui reaksi CH3COONa(s)CH3COO- + Na+ dari persamaan ini Na+ tidak dapat
bereaksi dengan air sehingga terjadi reaksi hidrolisis CH3COO- + H2O  CH3COO- +
OH-. Sifat basa yang terjadi pada garam berasal dari adanya OH- dari proses hidrolisis
tersebut.
Pada percobaan kedua yaitu bertujuan untuk mengetahui reaksi kesetimbangan
kompleks. Pertama memasukkan 1 mL ZnSO4 0,1M ke dalam tabung reaksi 1,
kemudian menambahkan 5 tetes NaOH 0,5M. Dari percampuran ini menghasilkan
larutan Na2SO4 dan endapan Zn(OH)2. Hal itu dapat dibuktikkan dengan larutan yang
semula jernih tak berwarna menjadi keruh dan terdapat endapan berwarna putih.
Setelah itu dilanjutkan dengan menambahkan NaOH sampai 135 tetes. Dengan
penambahan NaOH ini larutan yang semula keruh tetap menjadi keruh.
Pada tabung reaksi 2, memasukkan 1 mL ZnSO4 0,1M, kemudian
menambahkan 5 tetes larutan NH4OH 0,5M, menghasilkan larutan (NH4)2SO4 dan
endapan putih Zn(OH)2. Dilanjutkan dengan menambahkan 135 tetes NH4OH 0,5M
yang menghasilkan larutan jernih dan masih terdapat endapan didasar tabung.
Antara kedua tabung reaksi didapatkan tingkat kekeruhan endapan yang
berbeda pada tabung pertama saat ditambah NaOH endapan yang dihasilkan lebih
banyak dibandingkan dengan tabung kedua yang ditambahkan NH4OH. Hal ini
disebabkan karena NaOH merupakan basa kuat sedangkan NH4OH merupakan basa
lemah sehingga NaOH yang menghasilkan endapan lebih banyak dan lebih keruh.
Percobaan selanjutnya yaitu bertujuan untuk mengetahui reaksi pembentukan
gas. Memasukkan larutan (NH4)2SO4 0,5M sebanyak 3 mL ke dalam erlenmeyer pipa
samping, kemudian menambahkan larutan 2 mL NaOH 0,5M dan menutup erlenmeyer
dengan sumbat berpipa pengalir yang disambung dengan selang. Di dalam elemeyer ini
terjadi reaksi antara larutan (NH4)2SO4 dengan NaOH yang menghasilkan larutan
Na2SO4, gelembung gas NH3, dan air. Dari proses ini gas NH3 mengalir dari erlenmeyer
ke lakmus merah yang sudah dibasahi dengan air dengan cara menempelkan ujung
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

selang ke kertas lakmus. NH3 tersebut bersifat basa, sehingga memicu perubahan warna
pada kertas lakmus dari merah menjadi biru.
Pada percobaan selanjutnya memasukkan padatan CaCO3 sebanyak 0,2 gram
ke dalam erlenmeyer pipa samping kemudian menambahkan 3 mL larutan HCl 0,5M
dan segera menutup erlenmeyer dengan sumbat berpipa pengalir dan disambung
dengan selang. Dalam tabung elemeyer ini terjadi reaksi antara padatan CaCO3 dan
larutan HCl yang menghasilkan larutan CaCl2 dan larutan H2CO3. Sementara itu
memasukkan 10 mL Ba(OH)2 0,2M ke dalam tabung reaksi kemudian menghubungkan
selang pada erlenmeyer ke tabung reaksi yang telah berisi Ba(OH)2 dan dilanjutkan
dengan mengocok – ocok Erlenmeyer agar padatan CaCO3 segera bereaksi dengan
larutan HCl. Di tabung reaksi larutan yang semula jernih tak berwarna menjadi keruh
dan ada endapan berwarna putih CO2. Kekeruhan disebabkan karena gas CO2 pada
erlenmeyer mengalir ke tabung reaksi, sehingga terjadi reaksi antara gas CO2 dengan
Ba(OH)2 yang menghasilkan endapan putih BaCO3 dan air.
Pada percobaan keempat bertujuan untuk mengetahui reaksi pengendapan.
Pertama dengan memasukkan 1 mL BaCl2 0,1M ke dalam tabung reaksi dan
menambahkan larutan K2CrO4 0,1M sebanyak 1 mL. Dari percobaan ini menghasilkan
endapan BaCrO4 dan larutan KCl berwarna kuning. Pada tabung reaksi kedua
memasukkan 1 mL BaCl2 0,1M ke dalam tabung reaksi dan menambahkan larutan
K2Cr2O7 0,1M sebanyak 1 mL. Reaksi antara BaCl2 dan K2Cr2O7 menghasilkan larutan
KCl berwarna oranye dan endapan BaCr2O7. Pada tabung reaksi 3 memasukkan 1 mL
BaCl2 0,1M ke dalam tabung reaksi, menambahkan larutan K2CrO4 0,1M sebanyak 1
mL dan 1 mL HCl 0,5M. Di tabung reaksi 3 ini menghasilkan larutan KCl berwarna
kuning bening, padatan BaCrO4 dan air.
BaCrO4 lebih sukar larut jika dibandingkan dengan BaCr2O7 dari kedua
senyawa tersebut hasil kali ion-ionnya lebih besar jika dibandingkan dengan Ksp dari
masing-masing senyawa tersebut.akan tetapi kelarutan senyawa BaCrO4 lebih kecil dari
BaCr2O7 sehingga BaCrO4 lebih sukar larut. Sedangkan pada percobaan 4c adanya
penambahan HCl mempengaruhi kelarutan BaCrO4 ,sehingga BaCrO4 karena adanya
ion H+ menjadi sukar larut tetapi jika di diamkan cukup lama BaCrO4 tatap akan
mengendap. Sehingga antara tabung reaksi 1 dan tabung reaksi 2 endapan lebih banyak
pada tabung reaksi 1. Antara tabung reaksi 2 dan tabung reaksi 3, didapatkan endapan
yang lebih banyak pada tabung reaksi 2. Hal ini dikarenakan pada tabung pertama tidak
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

terdapat asam – asam kuat sehingga ion-ion Ba dapat mengendap menjadi BaCrO4
sedangankan pada tabung yang ketiga akibat adanya penambahan HCl maka terdapat
asam kuat sehingga menyebabkan terbentuk endapan yang lebih sedikit.
Pada percobaan keempat bertujuan untuk mengetahui reaksi hidrogenasi. Gula
yang telah ditetesi larutan H2SO4 lalu biarkan beberapa menit dan terjadi perubahan
warna, gula menggumpal berwarna coklat dan juga ada yang berwarna hitam. Dalam
percobaan ini asam sulfat berfungsi menjadi katalis dan mempercepat laju reaksi
(dehidrogenasi).

IX. DISKUSI

Terjadi penyimpangan pada percobaan 1ml HCl 0,05 M dengan 1ml NaOH 0,05 M yang
telah ditetesi indikator universal seharusnya warna menjadi hijau sebagai tanda larutan tersebut
bersifat netral dengan pH 7. Namun pada percobaan yang telah dilakukan menghasilka warna
ungu. Hal ini dikarenakan kesalahan dalam mengukur masing masing larutan. Sehingga
terambil lebih banyak NaOH sehingga menjadikan larutan bersifat basa kuat yang
mengakibatkan campuran kedua larutan berubah warna menjadi ungu yang menunjukan sifat
basa kuat.

Pada Percobaan 1 ml CH3COOH 0,05 dengan 1ml NaOH 0,05M yang telah ditetesi
indikator universal seharusnya warna menjadi biru sebagai tanda larutan tersebut bersifat basa
lemah. Namun pada percobaan yang telah dilakukan menghasilka warna ungu. Hal ini
dikarenakan kesalahan dalam mengukur masing masing larutan. Sehingga terambil lebih
banyak NaOH sehingga menjadikan larutan bersifat basa kuat yang mengakibatkan campuran
kedua larutan berubah warna menjadi ungu yang menunjukan sifat basa kuat.
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

X. KESIMPULAN

Percobaan I

Percobaan pertama baik 1a maupun 1b merupakan reaksi netralisasi.

Percobaan II

Percobaan kedua baik 2a maupun 2b merupakan reaksi kesetimbangan.

Percobaan III

Percobaan ketiga baik 3a maupun 3b merupakan reaksi pembentukan gas.

Percobaan IV

Percobaan keempat baik 4a maupun 4b dan 4c merupakan reaksi persenyawaan logam


transisi.

Percobaan V

Percobaan kelima merupakan reaksi hidrogenasi.

Dari hasil kegitan praktikum baik dalam pengamatan, analisis sertapembahasan dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Reaksi kimia dikatakan berlangsung apabila salah satu hal teramati diantaranya:
- Reaksi tersebut menghasilkan gas.
- Reaksi tersebut menghasilkan endapan.
- Reaksi tersebut menghasilkan perubahan warna
2. Reaksi kimia adalah suatu proses dimana zat-zat baru yaitu hasil reaksi terbentuk
dari beberapa zat aslinya yang disebut pereaksi.
3. Reaksi kimia dibagi beberapa jenis diantaranya.
- Reaksi Asam Basa

- Reaksi Kesetimbangan

- Reaksi Pembentukan Gas

- Reaksi Netralisasi

- Reaksi Hidrogenasi
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

XI. Jawaban Pertanyaan

1) Percobaan 1
 HCl (aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)
 CH3COOH(aq) + NaOH(aq) → CH3COONa(aq) + H2O(l)
2) Percobaan 2
 ZnSO4(aq) + 2 NaOH(aq) → Zn(OH)2(s) + Na2SO4(aq)
 ZnSO4(aq) +2 NH4OH(aq) →Zn(OH)2(s) +
(NH4)2SO4(aq)
3) Percobaan 3
 (NH4)2Cl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + NH3OH(aq)
 CaCO3(s) + HCl(aq) → CaCl2(aq) + CO2 (g)+ H2O(l)
 CO2(g) + Ba(OH)2(aq) → BaCO3(s) + H2O(l)
4) Percobaan 4
 K2CrO4(aq) + BaCl2 (aq) → BaCrO4(s) + 2KCl(aq)
 K2Cr2O7(aq) + BaCl2(aq) → BaCr2O7(s) + 2KCl(aq)
 2K2CrO4(aq) + BaCl2(aq) + 2HCl(aq) → BaCr2O4(s) +
4KCl(aq) + 4H2O(l)
5) Percobaan ke 5
H2SO4
C12H22O11 (s) 12C(S) + 11H2O(l)
KIMIA DASAR 1
REAKSI-REAKSI KIMIA

XII. DAFTAR PUSTAKA

Brady E, James. 1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Jakarta: Binarupaaksara

Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga

Keenan, A Handayono P.1992. Kimia untuk Universitas Jilid 1. Bandung: Erlangga

Petrucci, Ralph H. 1992. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta: Erlangga

Reza, Cullen.2012.Reaksi Kimia.Jakarta :PT Gramedia Pustaka

Tim Kimia Dasar. 2017. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar. Surabaya: Jurusan Kimia
FMIPA UNESA