Konsep Imunisasi dan Antisipasi Kesehatan
Konsep Imunisasi dan Antisipasi Kesehatan
BIMBINGAN ANTISIPASI
Disusun Oleh :
Kelompok 2
1. Amirul Darmawan P00320117 002
2. Feni Yuliani P00320117 015
3. Meido Ahmad Sahlendra P00320117 026
4. Melani Olaska P00320117 028
Segala puji bagi Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
“Konsep Dasar Imunisasi dan Bimbingan Antisipasi” ini dengan tepat waktu. Makalah ini
disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Keperawatan Anak.
Berkat bantuan, motivasi dan kerjasama dari anggota kelompok 2 kami dapat
menyelesaikan makalah ini. Serta kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini .
Kami harapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun demi
terciptanya kesempurnaan makalah ini selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat
dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi kami
sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Kelompok 2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Kata Pengantar
Kata imun berasal dari bahasa Latin (imunitas) yang berarti pembebasab
(kekebalan) yang diberikan kepada para senator Romawi selama masa jabatan mereka
terhadap kewajiban sebagai warganegara biasa dan terhadap dakwaan. Dalam sejarah
istilah ini kemudian berkembang sehingga pengertiannya berubah menjadi
perlindungan terhadap penyakit, dan lebih spesifik lagi, terhadap penyakit menular.
Banyak hal yang harus diperhatikan oleh para orang tua agar tubuh kembang
anak tidak terganggu. Salah satu hal yang patut dicermati adalah kesehatan anak.
Jangan sampai di masa emas prtumbuhannya, anak terjangkit penyakit yang
membahayakan fisik apalagi jiwanya oleh karena itu, orang tua mesti waspada
terhadap penyakit yang senantiasa mengancam kesehatan anak.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan imunisasi?
2. Apa tujuan dari imunisasi?
3. Apa saja macam-macam imunisasi?
4. Apa saja jenis-jenis dari imunisasi?
5. Apa saja penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi?
6. Apa yang dimaksud dengan bimbingan antisipasi?
7. Bagaimana tahapan bimbingan antisipasi?
C. Tujuan
1. Untuk memahami pengertian imunisasi.
2. Untuk mengetahui tujuan dari imunisasi.
3. Untuk mengetahui macam-macam dari imunisasi.
4. Untuk mengetahui jenis-jenis dari imunisasi.
5. Untuk mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
6. Untuk memahami pengertian bimbingan antisipasi.
7. Untung mengetahui tahap bimbingan antisipasi.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Konsep Dasar Imunisasi
1. Pengertian Imunisasi
Imunisasi merupakan Pengertian Imunisasi Imunisasi merupakan upaya
pencegahan yang telah runkan morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka
kematian) penyakit infeksi pada bayi dan anak. Agar dapat memberikan asuhan yang
bermutu tinggi dan komprehensif pada bayi dan balita salah satunya adalah
memahami hal-hal yang berkaitan dengan imunisasi, termasuk pengertian-pengertian
imunisasi berikut ini:
a. Imunisasi berasal dari kata "imun" yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi
terhadap suatu penyakit hanya akan mem- berikan kekebalan atau resistensi pada
penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain, diperlukan imunisasi
lainnya (Anonim, 2008).
b. Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan perlindungan (kekebalan) di
dalam tubuh bayi dan anak.
c. Imunisasi adalah suatu untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif
terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa,
tidak terjadi penyakit (Matondang CS, dkk, 2005).
d. Imunisasi adalah pemberian imunitas (kekebalan) tubuh terhadap suatu penyakit
dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit
yang sedang me berbahaya bagi manusia.
e. Imunisasi adalah suatu proses untuk membuat sistem pertahanan tubuh kebal
terhadap invasi mikroorganisme (bakteri dan virus) yang dapat menyebabkan
infeksi sebelum mikroorganismetersebut memiliki kecepatan untuk menyerang
tubuh. Dengan imunisasi, tubuh akan terlindung dari infeksi, begitu pula orang
lain karena tidak tertular dari seseorang. Oleh karena itu, imunisasi harus
dilakukan untuk semua orang, terutama bayi dan anak sejak lahir, agar pada
akhirnya nanti infeksi dapat musnah dari muka bumi.
f. Imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan
memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah
terhadap penyalit tertentu. Sedangkan vaksin adalah bahan yang dipakai untuk
merangsane pembentukan zat anti yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui
suntikan, seperti vaksin BCG, DPT, campak, dan melalui mulut seperti vaksin
polio.
g. Imunisasi adalah upaya untuk merangsang kekebalan tubuh dari serangan
penyakit menular tertentu melalui pemberian vaksin.
h. Istilah imunisasi dan vaksinasi seringkali diartikan sama. Imunisasi adalah suatu
pemindahan atau transfer antibodi secara pasif, sedangkan istilah vaksinasi
dimaksudkan sebagai pem- berian vaksin (antigen) yang dapat merangsang
pembentu imunitas (antibodi) dari sistem imun di dalam tubuh.(IGN Ranuh 2005).
i. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan se- seorang secara
aktif terhadap suatu antigen, sehingga kelak bila penyakit (Imunisasi ia terpajan
pada antigen serupa tidak terjadi di Indonesia, 2001).
2. Tujuan Imunisasi
Tujuan dalam pemberian imunisasi (Hidayat, 2008) antara lain :
a. Mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang & menghilangkan penyakit
tertentu didunia.
b. Melindungi dan mencegah penyakit-penyakit menular yang sangat berbahaya bagi
bayi dan anak.
c. Anak menjadi kebal dan terhadap penyakit sehingga dapat menurunkan
angkamorbiditas dan mortalitas serta dapat mengurangi kecacatan akibat penyakit
tertentu.
d. Menurunkan morbiditas, mortalitas dan cacat serta bila mungkin didapateradikasi
suatu penyakit.
e. Menurunkan angka penderitaan suatu penyakit yang sangat
membahayakankesehatan bahkan bias menyebabkan kematian pada penderitanya.
Beberapayang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti campak, polio,
difteri,tetanus, batuk rejan, hepatitis B, gondongan, cacar air dan TBC.
f. Mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang, dan menghilangkan
penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan
menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti imunisasi cacar.
3. Macam-Macam Imunisasi
Imunitas atau kekebalan, berdasarkan asal-muasalnya dibagi dalam 2 (dua) hal, yaitu
aktif dan pasif. Aktif adalah bila tubuh anak ikut menyelenggarakan terbentuknya
imunitas, sedangkan pasif adalah bila tubuh anak tidak bekerja membentuk kekebalan,
tetapi hanya menerimanya saja. Maka berdasarkan hal tersebut diatas, maka imunisasi
dibagi menjadi (dua) macam, yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif.
a. Imunisasi Aktif
1) Pengertian Imunisasi Aktif:
a) Imunisasi aktif adalah pemberian kuman atau racun kuman yang sudah
dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh
memproduksi antibodi sendiri. Contohnya: imunisasi polio atau campak
b) Imunisasi aktif adalah zat anti yang dibentuk sendiri dan akan bertahan
selama bertahun-tahun.
c) Imunisasi aktif adalah pemberian zat sebagai antigen yang diharapkan akan
terjadi suatu proses infeksi buatan sehingga tubuh mengalami reaksi
imunologi spesifik yang akan menghasilkan respon seluler dan hunoral serta
dihasilkannya sel mermori, sehingga apabila benar- benar terjadi infeksi
maka tubuh secara cepat dapat merespon.
d) Imunisasi aktif diberikan untuk pencegaian panyakit yang dilakukan dengan
memberikan vaksin teiadap beberapa penyakit infeksi.
2) Imunisasi dilakukan dengan vaksin yang mengandung:
a) Kuman- kuman mati (misalnya: vaksin cholera-typhoid/ty phus abdominalis
paratyphus ABC, vaksin pertusis batuk.
b) Kuman - kuman hidup diperlemah (misalnya: vaksin BCG.
c) Vinus-virus hidup diperlemah (misalnya: bibit cacar, vaksin poliomyelitis).
d) Toxoid ( -toksin racun daripada kuman yang dinetralisasi rejan) terhadap
tuberkulosis) poliomyelitis) toxoid difteri, toxoid tetanus).
3) Vaksin diberikan dengan cara disuntikan atau per oral/ melalui mulut. Terhadap
pemberian vaksin tersebut, maka tubuh mem- zatzat antiterhadap penyakit
bersangkutan (oleh karena itu imunisasi aktif, kadar zat-zat dapat diukur dengan
darah) dan oleh sebab itu menjadi imun (kebal) pemeriksaan terhadap penyakit
tersebut.
4) Pemberian vaksin dengan cara menyuntikkan kuman atau anti gen murni akan
menyebabkan benar-benar menjadi sakit. Oleh karena itu, dibutuhkan dalam
bentuk vaksin, yaitu kuman telah dilemahkan. Pemberian vaksin akan merangsang
untulk membentuk antibodi.
5) Untuk itu, dalam imunisasi aktif terdapat empat macam kan- dungan yang terdapat
dalam setiap vaksinnya, antara lain:
a) Antigen merupakan bagian dari vaksin yang berfungsi sebagai zat atau
mikroba guna terjadinya semacam infeksi buatan, yang dapat berupa poli
sakarida, toxoid, atau virus yang dilemahkan atau bakteri yang dimatikan.
b) Pelarut dapat berupa air steril atau berupa cairan kultur jaringan
c) Preservatif, stabiliser, dan antibiotika yang berguna untuk menghindari
tumbuhnya mikroba dan sekaligus untuk stabi- lisasi antigen. d) Adjuvan yang
terdiri dari garam aluminium yang berfungsi untuk meningkatkan
imunogenitas antigen.
6) Untuk keperluan imunisasi aktif tersedia, antara lain:
a) Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin untuk tuberkulosis)
b) Vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus)
c) Vaksin poliomielitis
d) Vaksin campak
e) Vaksin typa (typus abdominalis)
f) Toxoid tetanus
g) Dan lain-lain.
7) Namun, pemerintah tidak mewajibkan berbagai jenis imunisasi tersebut harus
dilakukan semua. Hanya 5 (ima) jenis imunisasi pada anak di bawah 5 (lima)
tahun yang harus dilakukan yaitu:
a) BCG (Bacillus Calmette-Guerin)
b) DPT(difteri, pertusis, tetanus)
c) Polio
d) Campak
e) Hepatitis B
b. Imunisasi Pasif
1) Beberapa Pengertian dari Imunisasi Pasif, adalah sebagai be rikut:
a) Imunisasi pasif adalah zat anti yang didapat dari luar tubuh, misalnya dengan
suntikan bahan atau serum yang mengandung zat anti atau zat anti dari ibunya
selama dalam kandungan. Kekebalan yang diperoleh dengan imunisasi pasif
tidak bertahan lama.
b) Imunisasi pasif adalah pemberian zat (imunoglobulin) yaitu suatu zat yang
dihasilkan melalui suatu proses infeksi yang dapat berasal dari plasma
manusia tau binatang yang di- gunakan untuk mengatasi mikroba yang diduga
sudah masuk dalam tubuh yang terinfeksi
c) Imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi, sehingga kadar antibodi
dalam tubuh meningkat.
d) munisasi pasif adalah pemberian antibodi dengan tujuan untuk memberikan
pencegahan atau pengobatan terhadap infeksi. Transfer imun yang dibentuk
bersifat sementara selama antribodi masih aktif. Transfer imun juga dapat
terjadi pada bayi baru lahir, misalnya imunoglobulin G yang disalurkan dari
ibu ke bayi secara transpplantasi.
2) Imunisasi pasif terdiri dari dua macam, yaitu:
a) Imunisasi Pasif Bawaan:
Imunisasi pasif bawaan merupakan imunisasi pasif dimana zat antinya berasal
dari ibunya selama dalam kandungan. kisainya terdapat pada neonatus (bayi
baru lahir) sampai bayi berumur 5 (lima) bulan. Neonatus mendapatkan
imunitas tersebut dari ibu sewaktu dalam kandungan, yaitu berupa zą anti
(antibodi) yang melalui jalan darah menembus plasenta. Zat anti tersebut
beruba globulin gama yang mengandung nitas, seperti yang juga dimiliki oleh
ibu. Namun, zat anti n iambat laun akan menghilang/lenyap dari tubuh.
Dengan demikian, sampai umur 5 bulan, bayi dapat terhindar dari beberapa
penyakit infeksi, seperti campak, difteri, dan lain-lain.
b) Imunisasi Pasif Didapat:
Imunisasi pasif didapat merupakan imunisasi pasif dimana zat antinya didapat
dari luar tubuh, misalnya dengan suntik bahan atau serum yang mengandung
zat anti. Zat anti ini didapat oleh anak dari luar dan hanya berlangsung pendek,
yaitu 2-3 minggu karena zat anti seperti ini akan dikeluarkan kembali dari
tubuh anak. Misalnya pemberian serum anti tetanus terhadap penyakit tetanus.
Dengan mendapat luka terutama yang dalam dan kotor, atau karena jatuh di
tanah atau tertusuk oleh bambu atau paku yang berkarat yang sudah lama
berada di tanah, dan sebagainya. Maka untuk mencegah terjadinya tetanus,
dapat diberikan profilaksis dengan serum anti-tetanus. Serum anti-tetanus ini
biasanya dibuat dari darah seekor kuda yang lebih dulu diimunisasi terhadap
tetanus dan oleh karena itu mengandung zat-zat anti terhadap tetanus. Dengan
penyuntikan serum anti-tetanus, maka anak me- nerima zat-zat anti secara
pasif untuk menghadapi penyakit tetanus. Tubuhnya tidak membuat zat-zat
anti tersebut seperti dalam hal penyuntikan toxoid tetanus. Berlainan dengan
imunisasi aktif yang menghasilkan keke- balan untuk waktu lama, maka
imunisasi pasif melindungi anak selama 2-3 minggu. Selain daripada itu, oleh
karena serum anti-tetanus kuda merupakan protein asing bagi ma nusia, maka
sebelum penyuntikan perlu dilakukan test kulit (skin test) terlebih dahulu
untuk mengetahui anak cocok atau tidak terhadap serum kuda untuk
menghindarkan dari reaksi-reaksi anafilaktilk.
b. Imunisasi Booster
Imunisasi booster adalah imunisasi ulangan ( revaksinasi ) dari imunisasi
dasar yang diberikan pada waktu – waktu tertentu dan juga di berikan bila terdapat
suatu wabah yang berjangkit atau bila terdapat kontak dengan penyakit
bersangkutan. Imunisasi ulangan dapat meninggalkan secara cepat kadar zat-zat
anti dalam tubuh
a. penyakit campak
Campak adalah penyakit virus akut yang disebabkan oleh virus campak ,
yang menyebabkan infeksinya terjadi dengan petantara droplet , dengan
masa inkubasi 10-14 hari , ditandai dengan ruang campak, demam,batuk.
b. Parotis epidemika (mumps, gondongan )
Penyakit parotis atau gondongan adalah penyakit yang disebabkan oleh
inveksi paramyxovirus dan penyebabnya terjadi melalui droplet,dengan
masa inkubasi 12-25 hari ,dengan gejala tidak khas seperti
anoreksia,myalgia,malaise,nyeri kepala, dan demam ringan,yang kemudian
timbul pembengkakan kelenjar parotis unilateral atau bilateral. Penyakit
ini terutama terjadi pada anak usia 5-9 tahun
c. Rubella (campak jerman)
Penyakit rubella merupakan penyakit infeksi yang ringan, dengan
penyebab infeksi melalui udara dan droplet, dengan gejala klinik yang
mencolok adalah timbulnya ruam makulopakular bersifat
sementara,limfadenopati kelenjar, kadang di sertai artritis dan arthralgia.
2) Mmunisai Typhoid
Immunisasi typhoid adalah immunisasi yang diberikan untuk mencegah
terjadinya penyakit typhoid atau tifus abdominalis.
Penyakit typhoid (Demam tifoid) adalah penyakit yang disebabkan oleh
salmonella typhi, yang menyebabkan infeksi dan ditandai dengan demam,
toksemia, nyeri perut, konstipasi atau diare, dengan masa inkubasi biasanya 7-
14 hari. Penyakit ini sering dijumpai dinegara berkembang terutama di Asia,
Afrika dan Amerika latin.
B. Bimbingan Antisipasi
1. Pengertian Bimbingan Antisipasi
Bimbingan antisipasi merupakan petunjuk-petunjuk yang perluh diketahui
terlebih dahulu agar orang tua dapat mengarahkam dan membimbing anaknya secara
bijaksana sehingga anaknya dapat bertumbuh dan berkembang secara normal .
memberitahukan / upaya bimbingan kepada orang tua tentang tahapan
perkembangan sehingga orang tua sadar akan apa yang terjadi dan dapat memenuhi
kebutuhan sesuai dengan usia anak.
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
Diharapkan mahasiswa mampu mengetahui pengertian imunisasi, tujuan,
macam-macam imunisasi, jeni- jenis imunisasi dan penykit yang dapat dicegah
dengan imunisasi. Agar dapat memberikan asuhan keperawatan secara efektif. Dan
mahasiswa dapat menguasai materi tentang bimbingan antisipasi.
Daftar Pustaka
Fitriah dan Hasinuddin, M. 2010. Modul Anticipatory Guidance Terhadap Anak. Bandung:
Simbiosa Rekatama Media.
Maryunani, Anik. 2010. Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan. Jakarta: Trans Info Media
SOAL IMUNISASI (KELOMPOK 2)
a. i dan ii
b. ii dan iii
c. i dan iii
d. ii dan iv
3. Menurut cara pemberiannya imunisasi yang diberikan 3 kali pada bayi usia 1-11 bulan
dengan interval 4 minggu adalah....
a. Imunisasi campak
b. Imunisasi Hepatitis B
c. Imunisasi BCG
d. Imunisasi DPT
Dari pernyataan diatas penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi MMR
adalah.....
a. i, ii dan iii
b. ii, iii dan iv
c. iii, iv dan v
d. i, iii, dan v
5. Penyakit ini disebabkan oleh Salmonella typhi, yang menyebabkan infeksi dan
ditandai dengan demam, toksemia, nyeri perut, konstipasi atau diare, dengan masa
inkubasi biasanya 7-14 hari. Dari pernyataan tersebut merupakan ciri dari penyakit
apa dan dapat dicengah dengan pemberian imunisasi.....
a. Hepatitis A dengan imunisasi hepatitis A
b. Cacar air (varicella) dengan imunisasi varicella
c. Influenza tipe B dengan imunisasi HiB
d. Demam tifoid dengan imunisasi thphoid
6. Lima jenis imunisasi dasar yang wajib diberikan pada anak di bawah usia 5 tahun
adalah, kecuali.....
a. BCG
b. DPT
c. Toxoid tetanus
d. Polio
7. Pada bayi baru lahir (neonatus) sampai bayi berumur 5 bulan mendapatkan imunitas
dari ibu sewaktu dalam kandungan yang berupa zat antibodi yang melalui jalan darah
menembus plasenta. Dari penjelasan tersebut meprupakan pengertian dari i.....
a. Imunisasi pasif bawaan
b. Imunisasi pasif didapat
c. Imunisasi aktif
d. Vaksin
8. Imunisasi DPT merupakan imunisasi yang digunakan untuk menimbulkan kekebalan
aktif terhadap beberapa peyakit yaitu, kecuali.....
a. Difteri
b. Penyakit pertusis
c. Tuberkulosis (TBC)
d. Penyakit tetanus
9. Imunisasi polio wajib diperoleh bayi sebelum usia setahun yang diberikan dengan
cara.....
a. Diberikan 3 kali pada bayi usia 2-11 bulan dengan interval minial 4 minggu
b. Diberikan 4 kali pada bayi 0-11 bulan dengan interval minimal 4 minggu
c. Diberikan 1 kali pada bayi usia 9-11 bulan
d. Diberikan 3 kali pada usia bayi 1-11 bulan, denga interval minimal 4 minggu