Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTEK

PERKERASAN
JALAN RAYA

DikerjakanOleh :

NAMA : Rahmad Sigit Sebastyan


NIM : 1131310027
KELAS : 2 BS 2

POLITEKNIK NEGERI MALANG


JURUSAN TEKNIK SIPIL
2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk
bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada
pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta
di atas permukaan air. Sedangkan jalan raya ialah jalan utama yang menghubungkan satu
kawasan dengan kawasan yang lain.
Jalan mempunyai peranan yang penting dalam bidang sosial, ekonomi, politik,
strategi/militer dan kebudayaan. Sehingga keadaan jalan dan jaringan-jaringan jalan bisa
dijadikan barometer tentang tingginya kebudayaan dan kemajuan ekonomi suatu bangsa.
Sebuah pepatah mengatakan: “Bagaimana jalannya demikian pula bangsanya”, dan hanya
bangsa yang ingin maju saja mengerti akan arti pentingnya jalan pada khususnya dan
perhubungan pada umumnya.
Dengan demikian mahasiswa Politeknik Negeri Malang melaksanakan praktek
perkerasan jalan raya agar mengerti dan jelas bagaimana membangun jalan raya yang baik
dan benar.

1.2 Tujuan
Dengan adanya praktek perkerasan jalan raya, diharapkan mahasiswa dapat :
1.Mengetahui langkah-langkah pekerjaan perkerasan jalan raya yang baik dan benar.
2.Memiliki kemampuan serta keterampilan yang baik dalam menggunakan peralatan
praktek perkerasan jalan raya.
3.Memperoleh pengalaman secara langsung dalam mempelajari proses perkerasan jalan
raya.
BAB II
PRAKTEK JALAN RAYA

2.1 PRAKTEK LAPISAN PENETRASI MACADAM(LAPEN)

2.1.1 DASAR TEORI

Lapis Penetrasi Macadam merupakan campuran agregat dan aspal dengan gradasi
terbuka dan seragam yang diikat dengan aspal dengan cara disemprotkan di atasnya dan
dipadatkan lapis demi lapis. Campuran ini biasanya dipakai untuk lapis pondasi. Bila dipakai
sebagai lapis permukaan perlu adanya pelaburan aspal dan agregat penutup. Campuran ini
kurang kedap air, memiliki nilai struktural, cukup kenyal dan kekuatan utamanya yaitu
interlocking antara agregat pokok dan pengunci yang berfungsi untuk lalu lintas ringan
sampai sedang. Proses konstruksinya adalah segregasi/pencampuran yang dilakukan saat
penghamparan.

2.1.2 TUJUAN PRAKTEK

a. Untuk mengetahui proses pekerjaan lapisan penetrasi macadam yang baik dan
benar.
b. Agar bisa menggunakan peralatan pekerjaan lapisan macadam dengan terampil dan
benar.

2.1.3 ALAT YANG DIGUNAKAN

a. Palu.
b. Kereta dorong.
c. Sekop.
d. Baby roller.
e. Cedok aspal.
f. Drum.
g. Pengki.

2.1.4 BAHAN-BAHAN PRAKTEK

a. Pecahan batu dengan ukuran 3-5 cm, 12-15 cm dan 1-2 cm.
b. Aspal
c. Pasir hitam.
d. Semen.
e. Air

f. Batu pengunci(batu dengan ukuran ±20 cm).


2.1.5 LANGKAH-LANGKAH PRAKTEK

a. Memecahkan batu dengan palu sesuai ukuran 3-5 cm, 12-15 cm dan 1-2 cm.
b. Memasak aspal pada drum agar aspal mencair.
c. Memberi pasir pada jalan yang akan dibuat lapisan macadam dengan tebal 3-5 cm.
d. Memasang batu pengunci pada sisi samping jalan raya.
e. Menyusun pecahan batu pada jalan dengan ukuran 12-15 cm.
f. Menggilas pecahan batu ukuran 12-15 cm dengan tandem selama 4 siklus.(1 siklus
= 1 kali maju 1 kali mundur).
g. Menyusun pecahan batu dengan ukuran 3-5 cm.
h. Menggilas pecahan batu ukuran 3-5 cm dengan tandem selama 4 siklus.
i. Menyirami jalan dengan aspal lalu diberi pasir di atasnya.
j. Menggilas lagi jalan raya dengan tandem selama 4 siklus.
k. Menyusun pecahan batu dengan ukuran 1-2 cm.
l. Menyirami jalan dengan aspal lalu diberi pasir di atasnya.

m. Membersihkan semua peralatan yang sudah dipakai.

2.1.6 KESIMPULAN

Proses yang baik dalam pekerjaan lapis penetrasi macadam yaitu pemadatan yang
merata setiap lapisnya, pemberian aspal yang merata setiap lapisnya dan peletakan batu yang
turut mulai dari 12-15 cm, 3-5 cm dan 1-2 cm setiap lapisnya.

2.1.7 GAMBAR PERALATAN

Gambar 1. Cedok Aspal Gambar 2. Sapu


Gambar 3. Baby Roller Gambar 4. Kereta Dorong

Gambar 5. Palu
Gambar 6. Drum

2.2 PRAKTEK LAPISAN TIPIS ASPAL BETON(LATASTON)

2.2.1 DASAR TEORI

Lapis Tipis Aspal Beton (LATASTON)/HRS merupakan lapisan penutup yang terdiri
dari campuran antara agregat bergradasi timpang,filler dan aspal keras dengan perbandingan
tertentu yang dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas(tebal padat 2,5 cm atau 3 cm).
Campuran ini menggunakan agregat bergradasi senjang dengan aspal dan ditambah filler.
Suhu pencampuran tergantung pen. Suhu aspal pada saat pemadatan minimal 80oC.

2.2.2 TUJUAN PRAKTEK

a) Untuk mengetahui proses pekerjaan lapisan tipis aspal beton yang baik dan benar.

b) Agar mampu menggunakan peralatan pekerjaan lapisan tipis aspal beton dengan
terampil dan benar.

2.2.3 ALAT YANG DIGUNAKAN

a) Baby roller.

b) Mini AMP.

c) Sapu.

d) Sekop.

e) Kereta dorong.

f) Papan.

g) Kotak spesi/Loyang.

2.2.4 BAHAN-BAHAN PRAKTEK

a) Aspal.

b) Agregat halus.

c) Agregat kasar.

d) Filler(butiran halus).

e) Take/Prime coat.

2.2.5 LANGKAH-LANGKAH PRAKTEK

a) Menghitung prosentase agregat halus, agregat kasar, aspal dan filler.


b) Membersihkan lokasi yang akan dilapisi lataston dari kotoran dan debu.
c) Memasang tanda batas pada lokasi yang akan dibuat jalan dan pasang /tarik benang
sebagai batas konstruksi jalan.
d) Memanaskan aspal dengan memasak aspal dalam drum.
e) Menjalankan mini AMP sesuai instruksi.
f) Mematikan mini AMP lalu memasukan agregat yang sudah disiapkan ke dalam
buket mini AMP.
g) Menghidupkan mini AMP lalu menunggu sampai suhu mencapai 120°C.
h) Mematikan mini AMP lalu memasukkan aspal yang sudah dimasak dalam keadaan
panas ketika agregat mencapai suhu 120°C.
i) Menghidupkan mini AMP lalu menunggu sampai suhu mencapai 150°C.
j) Mematikan mini AMP lalu mengeluarkan campuran aspal dan agregat kemudian
menempatkannya ke dalam loyang/kotak spesi.
k) Melapisi jalan yang akan dibuat dengan take coat dengan jalan disemprotkan dan
dengan presentase sesuai dengan instruksi.
l) Menebarkan campuran Lataston panas tersebut pada tempat yang sudah dilapisi
take/prime coat dengan ketebalan sesuai instruksi.
m)Memadatkan Lataston dengan baby roller selama 4 siklus(1 siklus = 1 maju 1
mundur).
n) Membersihkan semua peralatan yang sudah dipakai.

2.2.6 KESIMPULAN

Proses yang baik dalam pekerjaan lapisan tipis aspal beton(LATASTON) yaitu ketika
pencampuran antara agregat dan aspal harus dalam keadaan panas(120°C). Berdasarkan
praktek yang dilakukan LATASTON mempunyai komposisi agregat kasar = 30%, agregat
halus = 53.2%, filler = 8.9% dan aspal = 7.9% dengan berat total campuran sebesar 150kg.

2.2.7 GAMBAR PERALATAN


Gambar 7. Baby Roller Gambar 8. Mini AMP

Gambar 9. Sapu Gambar 10. Kereta Dorong

2.3 PRAKTEK PENGAMBILAN SAMPLE ASPAL(BORING TEST)

2.3.1 DASAR TEORI

Boring test adalah proses pengambilan sampel aspal dengan cara dibor dengan
menggunakan alat Core Drill ketika aspal sudah dalam keadaan dingin. Pengambilan sampel
ini untuk menguji ketebalan aspal. Sampel yang diperoleh juga bisa digunakan untuk
pengujian penetrasi aspal dan ekstrasi aspal.

2.3.2 TUJUAN PRAKTEK


a) Untuk mengetahui proses pekerjaan pengambilan sampel aspal yang baik dan
benar.

b) Agar mampu menggunakan peralatan pengambilan sampel dengan terampil dan


benar.

2.3.3 ALAT YANG DIGUNAKAN

a) Core Drill.

b) Cetok.

c) Penjepit aspal.

d) Ember.

2.3.4 BAHAN-BAHAN PRAKTEK

a) Air.

b) Semen.

2.3.5 LANGKAH-LANGKAH PRAKTEK

a) Membersihkan lokasi yang akan diambil sampelnya.

b) Menandai lokasi yang akan diambil sampelnya. Pengambilannya harus zig-


zag(menyebar).

c) Menyiapkan air pada jirigen yang kemudian disambungkan dengan mesin Core
Drill. Air ini berfungsi untuk membasahi dinding plat besi bor aspal.

d) Menempatkan mesin Core Drill di lokasi yang sudah ditandai.

e) Mengunci mesin Core Drill agar ketika dihidupkan tidak meloncat.

f) Menghidupkan mesin Core Drill.

g) Menurunkan bor dengan memutarnya ke kanan sampai kira-kira air yang keluar
dari lubang aspal berwarna coklat.

h) Menaikkan bor dengan memutarnya ke kiri.

i) Mengambil sampel aspal yang sudah lepas dari bor dengan penjepit.

j) Mengambil sampel aspal lagi seperti cara di atas sampai minimal 3 kali.

k) Mengukur ketebalan aspal.

l) Membersihkan semua peralatan yang sudah dipakai.

2.3.6 KESIMPULAN
Proses yang baik dalam pekerjaan Dari hasil pengambilan sampel ketebalan aspal
yaitu ±3cm.

2.3.7 GAMBAR PERALATAN

Gambar 11. Core Drill Gambar 12. Cetok

Gambar 13. Penjepit Aspal

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
 Kesimpulan
Dalam praktek perkerasan jalan raya ini banyak manfaat yang dapat kita ambil.
Praktek perkerasan jalan raya merupakan kegiatan yang sangat penting. Diharapkan dari
praktek dan laporan perkerasan jalan raya ini, mahasiswa dapat memahami pekerjaan yang
dilakukan dalam pembangunan jalan. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa semua yang
telah tertera dalam laporan ini menjadi panduan dan dapat diaplikasikan dalam lingkungan
masyarakat dan lingkungan kampus.
Data-data yang tertera di dalam laporan ini adalah data-data yang diperoleh murni
dari dari hasil percobaan yang telah dilakukan.
Dan diharapkan dari praktek dan laporan ini bisa menjadi contoh bagi yang
membacanya. Selain itu mahasiswa diharapkan paham, mengerti, dan tahu semua peralatan
yang digunakan dan fungsinya.

 Saran
1. Dalam bekerja harus mengutamakan keselamatan kerja.
2. Dalam bekerja hendaknya mengikuti petunjuk yang telah diberikan Instruktur.
3. Bekerjalah dengan memanfaatkan waktu seefisien mungkin.
4. Mempergunakan alat-alat sesuai dengan fungsinya.
5. Hasil pekerjaan harus rapi dan teliti

Anda mungkin juga menyukai