Anda di halaman 1dari 20

Metode Pekerjaan Base Course dan ATB

KEMENTERIANPEKERJAANUMUMDANPERUMAHANRAKYAT
DIREKTORATJENDERALSUMBERDAYAAIR
SNVTPEMBANGUNANBENDUNGAN

PT.VIRAMAKARYA(Persero)
PT.PP(Persero)Tbk.
PT.TATAGUNAPATRIAKSO
PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

LAYOUT
11.
2.
3.
4.

STA 0+000

STA 2+900 2+935,


2+935 STA 2+947 2+965
STA 2+944 3+207.8, STA 3+331.6 3+470.9
STA 3+612 4+204.2
STA 7+300 8+184.2

1
2
3

Fleksibel Eksisting
Rigid Eksisting
PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

STA 8+450

DESAIN PEKERJAAN JALAN


ATB tebal 10 cm
Base Course tebal 20 cm

J l Eksisting
Jalan
Ek i i

Untuk lokasi di atas jembatan tidak dilakukan penghamparan base course


course,
untuk menjaga level antara jalan dan jembatan tidak terlalu ekstrem maka
dilakukan pekerjaan galian mulai jarak 10 m sebelum jembatan sehingga
ketebalan perkerasan jalan tetap terjaga.
10m

10m

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

DESAIN PEKERJAAN JALAN

10m

10m

KETERANGAN :
ATB tebal 10 cm

PPermukaan
k ATB
Permukaan Base Course

Base Course tebal 20 cm

Permukaan Jalan Eksisting

ATB tebal 10 cm
Base Course tebal 20 cm

Di bawah
ba ah garis permukaan
perm kaan jalan
eksisting dilakukan pekerjaan
ggalian menyesuaikan
y
ketebalan
rencana dari Base course dan
ATB.

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

FLOW CHART
START
PERSIAPAN

PENGUKURAN

TIMBUNAN BASE COURSE

TIDAK

CEK KEPADATAN TANAH

YES
PRIME COAT
ATB

FINISH

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

KOMPOSISI MATERIAL

Base C
Course
No

Material

Komposisi (%)

Take Coat
No

Material

Komposisi (%)

Split35mm

10

Aspal

70

Split1020mm

10

Minyak Tanah

30

Split10mm

20

Split 5 10 mm
Split510mm

20

AbuBatu

40

Prime Coat
No

Material

Komposisi (%)

Aspal

60

Minyak Tanah

40

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

KOMPOSISI MATERIAL

ATB
No.
Saringan

Ukuran
Saringan
(
(mm)
)

%berat agregat yanglolos


Batas
Atas

Batas
Bawah

Batas
Tengah

%
tertahan

25,4

100

100

100

19

100

100

100

12,5

100

90

95

3/8

9,5

90

72

81

14

No.4

4,75

69

54

61

20

No.8

2,36

53

39,1

46

15

No. 16
No.16

1,18

40

31,6

36

10

No. 30

0,6

30

23,1

27

No.50

0,3

22

15,5

19

No.100

0,15

15

12

No.200

0,075

10

Filler

6
Jumlah

100

Dengan kadar
aspall 5,47
5 47 %

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

PEKERJAAN PENGUKURAN

Pengukuran eksisting jalan dengan


memasang patok-patok.
Dengan : lebar jalan = 4,5 m
Tebal Base Course = 0,2 m
Tebal ATB = 0,1 m
Patok dibuat dari bambu dan
diberi tanda cat untuk
menentukan elevasi. Jarak tiap
patok 25 m.
25 m

25 m

Patok
b b
bambu
0,1 m
0,2 m
Jalan Eksisting

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

PEKERJAAN PENGHAMPARAN MATERIAL BASE COURSE


1

1 Pengangk
1.
Pengangkutan
tan material base
b course ke lokasi perencanaan jalan menggunakan
mengg nakan alat
transportasi Dump Truck.
Kapasitas
= 8 m3
Jarak lokasi
= 15 Km

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

PEKERJAAN PENGHAMPARAN MATERIAL BASE COURSE


2.

3.

2.
3.

Perataan material menggunakan


gg
motor ggrader.
Panjang blade = 3,7 m (panjang efektif 1,3 m dengan kemiringan 45)
Banyak
y lintasan = 10 lintasan
Pemadatan material dengan menggunakan alat vibro roller.
Tipe
pe aalat
at
= kapasitas
apas tas 6 to
ton
Banyak lintasan
= 10 lintasan
Tebal base course 20 cm atau sesuai dengan shop drawing.
Pengetesan kepadatan material base course (kepadatan tidak kurang dari
100%).)

Catatan :
Untuk jumlah lintasan pekerjaan pemadatan base course dilakukan trial di
l
lapangan
agar mendapatkan
d tk kepadatan
k d t yang sesuaii spesifikasi.
ifik i
PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

PEKERJAAN PRIME COAT & HOTMIX

1.
2.

Pembersihan lahan menggunakan air compressor.


Penyemprotan prime coat menggunakan asphalt sprayer.
Suhu yyangg diijinkan
j
= 120C - 160C,, jjika ppanas di atas 200C dibatalkan
PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

PEKERJAAN PRIME COAT & HOTMIX

3.
4.

Pengecekan
k suhu
h campuran hotmix
h
sesuaii dengan
d
spesifikasi
ifik i teknis.
k i
Suhu yang diijinkan = 120C - 160C, jika panas di atas 200C dibatalkan
Penghamparan material hotmix tebal 10 cm dengan tahapan :
Pek. penghamparan hotmix tebal pemadatan 5 cm
Dilanjutkan penyemprotan track coat
Pek. penghamparan hotmix tebal pemadatan 5 cm

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

PEKERJAAN PRIME COAT & HOTMIX


Tandem Roller
Tire Roller

1.

1.
2.

Pemadatan pertama campuran hotmix menggunakan tandem roller.


Jenis
i tandem
d roller
ll
= tipe
i getar 6 ton
Banyak lintasan
= 10 lintasan
Pemadatan kedua campuran hotmix menggunakan pneumatic tire roller.
Pemadatan trakhir kembali menggunakan tandem roller.
PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

ALAT DAN MATERIAL


Alat yang diperlukan :
Alat ukur (Theodolit)
Dump Truck
Motor Grader
Vibro Roller
Water Tank
Alat uji kepadatan (sand cone)
Air Compressor
Asphalt Sprayer
Asphalt Finisher

Material yang diperlukan :


Material Base course
Prime Coat
Track Coat
Hotmix

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

PRODUKTIVITAS PEKERJAAN BASE COURSE & PRIME COAT


GELAR DAN PEMADATAN BASE COURSE
Produktivitas Alat
1. Motor Grader
= 53,35 m3/jam
2. Vibro Roller
= 39,02 m3/jam
3 Water
3.
W t Tank
T k
= 73,64
73 64 m3/jam
3/j
Perhitungan komposisi fleet alat
1. Motor Grader
= 39,02/40,01 = 1 unit
2. Vibro Roller
= 39,02/39,02 = 1 unit
3. Water Tank
= 39,02/73,64 = 1 unit
Produktivitas Pekerjaan
Produktifitas pekerjaan 1 fleet alat adalah
= 39
39,02
02 m3/jam = 312,16
312 16 m3/hari

PRIME COAT / TRACK COAT


Produktivitas Alat
1. Asphalt Sprayer
2. Air Compressor
P hit
Perhitungan
komposisi
k
i i fleet
fl t alat
l t
1. Asphalt Sprayer
2. Air Compressor
j
Produktivitas Pekerjaan
Produktifitas pekerjaan 1 fleet alat
= 380 liter/jam = 3040 liter/hari

=
=

648,00 ltr/jam
380 ltr/jam

= 380/486,00
= 380/380
adalah

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

= 1 unit
= 1 unit

PRODUKTIVITAS PEKERJAAN HOTMIX


HOTMIX
Produktivitas Alat
1. Asphalt Finisher
2 Tandem Roller
2.
3. Pneumatic Tire Roller

=
=
=

27,00 m3/jam
20 30 m3 /jam
20,30
24,30 m3 /jam

Perhitungan komposisi fleet alat


1. Asphalt Finisher
2. Tandem Roller
3. Pneumatic Tire Roller
Produktivitas Pekerjaan
j

= 27,00/27,00
= 27,00/20,30
= 27,00/24,30

= 1 unit
= 2 unit
= 2 unit

Produktifitas pekerjaan 1 fleet alat adalah


= 27,00 m3/jam = 216 m3/hari

= 496,8 ton/hari

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

SCHEDULE PEKERJAAN JALAN

No

Uraian Pekerjaan

Sat

Durasi
April
(hari) 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1

1
1
1
1
1

0 + 000 - 4 + 675
Pek. Base Course (tebal = 20 cm)
Pek. Prime Coat
Pek ATB (tebal = 5 cm)
Pek.
Pek. Track Coat
Pek. ATB (tebal = 5 cm)

m
m3
liter
m3
liter
m3

15
6
7
6
6

2
2
2
2
2

4 + 675 - 8 + 600
Pek. Base Course (tebal = 20 cm)
Pek. Prime Coat
Pek ATB (tebal = 5 cm)
Pek.
Pek. Track Coat
Pek. ATB (tebal = 5 cm)

m
m3
liter
m3
liter
m3

15
6
7
6
6

Mei
2

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

1
1

1
1
0

1
0

1
0

1
0

1
0

1
0

0
0

0
0

0
0

0
0

0
0

0
0

1
1

1
1

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

QUALITY TARGET
1
1.

B Course
Base
C

Tebal base course setelah pemadatan 20 cm atau sesuai Shop


Drawing.
Nilai CBR minimal 60%.
Tes kepadatan minimal 100%
Material terdiri batu pecah atau agregat batu pecah.
Ukuran
Uk
material
i l butir
b i maksimum
ki
4 cm.
Permukaan timbunan rata dan tidak ada genangan air.

Kadar air selama dan sesudah pemadatan antara -3%


3% sampai +1% dari kadar air optimum (OMC).
(OMC)
Elevasi sesuai dengan shop drawing dengan toleransi sekitar 3 cm dalam setiap jarak 5 cm

Sumber : Spesifikasi Teknik


PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

QUALITY TARGET
2
2.

Prime Coat

Harus diaplikasikan pada temperature antara 120C dan 160C, dan agar tidak
lebih panas 200C, panas diatas temperature 200C harus dibatalkan.
Pemakaian
P k i Prime
P i Coat
C 0,15
0 15 0,35
0 35 liliter/m2
/ 2
Tidak ada genangan air
Lulus tes pengecekan laboratorium

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI

QUALITY TARGET
3
3.

ATB
Material aspal harus diangkut dalam keadaan
tertutup.
Setiap pengiriman harus disertai sertifikat analisa
pengolahan yang disiapkan oleh pabrik aspal.
Warna material seragam (hitam mengkilap)

Har
Haruss diaplikasikan pada temperature
temperat re antara 120C dan 160C,
160C dan agar tidak lebih
panas 200C, panas diatas temperature 200C harus dibatalkan.
Tidak ada retak.
retak
Ketebalan ATB 10 cm atau sesuai dengan gambar Shop Drawing.

PEMBANGUNANWADUKPIDEKSODIKABUPATENWONOGIRI