Anda di halaman 1dari 9

Panduan

ELEKTROLIT KONSENTRAT

Jl. Madya Kebantenan No.4, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing,


Provinsi DKI Jakarta Telepon :021-4412889, Email :rsukcilincing@gmail.com
Jakarta Utara
14130
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN 1
A. DEFINISI 1
B. RUANG LINGKUP 1
BAB II TATA LAKSANA 2
A. PERESEPAN ELEKTROLIT KONSENTRAT 2
B. PENYIMPANAN 2
C. PENGECERAN 3
D. PENYERAHAN ELEKTROLIT KONSENTRAT KEPADA PASIEN 3
E. HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 4
BAB III PENUTUP 5
DAFTAR PUSTAKA 6

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing i


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan izin Nya kami dapat menyelesaikan
penyusunan Panduan Elektrolit Konsentrat di RSUD Cilincing.
Penyusunan panduan ini dimaksudkan sebagai petunjuk teknis pelaksanaan untuk
memudahkan Bagian Farmasi RSUD Cilincing dalam melaksanakan Standar Pelayanan
kefarmasian dan penggunaan obat di yang tercantum dalam Standar Pelayanan Rumah
sakit. Kami mengharapkan Panduan Elektrolit Konsentrat di Rumah Sakit ini dapat
diterapkan dengan sebaik-baiknya yang tentunya disesuaikan dengan situasi dan kondisi
di Rumah Sakit.
Kami menyadari bahwa kebijakan Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat
di RSUD Cilincing masih mengandung kekurangan-kekurangan yang asupannya justru
kami harapkan akan datang dari para pemakai.
Demikian segala saran dan masukan yang bersifat membangun dalam
meningkatkan mutu Pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat di di RSUD Cilincing
kami terima dengan senang hati.

Jakarta, 28 Desember 2018

dr. Netty Siahaan, M.K.M., MARS


NIP 196104241987112001

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing ii


BAB I
PENDAHULUAN

A. DEFINISI
Elektrolit konsentrat merupakan salah satu obat yang perlu diwaspadai (high alert
medication) yang memiliki risiko tinggi menyebabkan bahaya yang besar pada pasien
jika tidak digunakan secara tepat, obat yang persentasinya tinggi dalam menyebabkan
terjadinya kesalahan / eroor dan / atau kejadian sentinel ( sentinel event ), obat yang
berisiko tinggi menyebabkan dampak yang tidak diingikan. Jadi, obat yang perlu
diwaspadai merupakan obat yang memerlukan kewaspadaan tinggi, terdaftar dalam
kategori obat berisiko tinggi, dapat menyebabkan cedera serius pada pasien jika terjadi
kesalahan dalam penggunaan.

B. RUANG LINGKUP
Berdasarkan pelayanan medis yang diberikan kepada pasien maka unit yang dinilai
membutuhkan penempatan elektrolit konsentrat tinggi di unit pelayanan hanya berada di
Intensive Care Unit (ICU) dan kamar bersalin (VK). Elektrolit konsentrat tidak boleh
berada di ruang perawatan, dengan syarat disimpan di tempat terpisah, akses terbatas,
jumlah terbatas dan diberi label yang jelas untuk menghindari penggunaan yang tidak
disengaja. Peresepan, penyimpanan, penyiapan, pemberian elektrolit konsentrat di
ruangan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan manajemen obat yang
perlu diwaspadai (high-alert medications).

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 1


BAB II
TATA LAKSANA

A. PERESEPAN ELEKTROLIT KONSENTRAT


Penulisan resep untuk obat yang termasuk kelompok obat yang perlu diwaspadai
(high-alert meedications) harus sesuai dengan ketentuan penulisan resep yang baki
serta beberapa hal penting berikut :
1. Dokter memeriksa kelengkapan dan ketetapan resep : penulisan resep,
indikasi, ketetapan obat, dosis, rute pemberian
2. Penulisan obat menggunakan huruf kapital semua serta mencantumkan
dengan jelas dosis dan satuan obat
3. Intruksi lisan hendaknya dihindari, jika sangat terpaksa diperbolehkan dalam
keadaan emergensi yang diatur sesuai dengan pedoman komunikasi efektif
dengan tekhnik SBAR.
4. Apoteker atau Asisten Apoteker yang menerima resep, harus melakukan
konfirmasi jika terdapat penulisan yang tidak sesuai (nama obat / sediaan,
satuan, dll)

Penulisan intruksi terapi oleh dokter dan perawat di rekam medis pasien (catatan
terintegrasi) juga sesuai dengan penulisan resep, yaitu :
1. Ditulis dengan huruf capital
2. Satuan tertentu harus ditulis lengkap
3. Dosis dan rute pemberian harus ditulis jelas
4. Pemberian elektrolit konsentrat hendaknya memberikan penjelasan untuk
mengingatkan perawat tentang dosis dan cara pemberiaannya
5. Satuan obat yang harus ditulis lengkap
Misalnya : IU harus ditulis International Unit

B. PENYIMPANAN
Lokasi penyimpanan obat yang perlu diwaspadai berada di logistik farmasi dan
pelayanan farmasi, khusus untuk elektrolit konsentrasi tinggi terdapat juga di unit
pelayanan, yaitu IGD dan kamar bersalin (VK) dalam jumlah yang terbatas. Obat
disimpan sesuai dengan kriteria penyimpanan perbekalan farmasi, utamanya dengan
memperhatikan jenis sediaan obat (rak / kotak penyimpanan, lemari pendingin),
sistem FIFO dan FEFO serta ditempatkan sesuai ketentuan obat “High Alert”. Hal
yang perlu diperhatikan yaitu :

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 2


1. Asisten Apoteker (logistik farmasi / pelayanan farmasi) yang menerima obat
segera memisahkan obat yang termasuk kelompok obat yang “High Alert”
sesuai daftar obat high alert
2. Tempelkan stiker merah bertuliskan “High Alert” pada setiap kemasan obat
high alert
3. Beriksan selotip merah pada sekeliling tempat penyimpanan obat high alert
yang terpisah dari obat lain

C. PENGECERAN
Cara pengeceran obat yang perlu diwaspadai (High Alert) di Ruang Perawatan :
1. KCI 7.46% injeksi (Konsentrat sediaan yang ada adalah 1mEq = 1 mL) harus
diencerkan sebelum digunakan dengan perbandingan 1mL KCL : 10mL pelarut
(WFI/NaCl 0.9%). Konsentrat dalam larutan maksimum adalah 10 mEQ/100mL.
Pemberian KCI melalui perifer diberikan secara perlahan – lahan dengan
kecepatan infuse 10mEQ/jam (atau 10mEqKCI dalam 100 mL pelarut / jam)
pemberian obat KCL melalui central line (vena sentral) konsentrasi maksimum
adalah 20mEq / 100mL, kecepatan infuse maksimum 20mEq KCI dalam 100mL
pelarut / jam)
2. NaCl 3% injeksi intravena diberikan melalui vena sentral dengan kecepatan
infuse tidak lebih dari 100mL/jam
3. Natrium Bicarbonat (Meylon vial 8.4%) injeksi, harus diencerkan sebelum
digunakan. Untuk penggunaan bolus, diencerkan dengan perbandingan 1 mL
Na. Bicarbonat : 1 mL pelarut WFI, untuk pemberian bolus dengan kecepatan
maksimum 10 mEq / Menit. Untuk penggunaan infuse drip, diencerkan dengan
perbandingan 0.5 mL Na. Bicarbonat : 1 mL Dextrose 5%, pemberian drip infuse
dilakukan dengan kecepatan maksimum 1 mEq / kg BB / jam.

D. PENYERAHAN ELEKTROLIT KONSENTRAT KEPADA PASIEN


Setiap penyerahan obat kepada pasien dilakukan verifikasi 7 (tujuh) benar untuk
mencapai medication safety :
1. Benar obat
2. Benar waktu dan frekuensi pemberian
3. Benar dosis
4. Benar rute pemberian
5. Benar identitas pasien
- Kebenaran nama pasien
- Kebenaran nomor rekam medis pasien
- Kebenaran umur / tanggal lahir pasien

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 3


- Kebenaran alamat rumah pasien
6. Benar informasi
7. Benar dokumentasi

E. HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


1. Setiap depo farmasi,ruang rawat, poliklinik harus memiliki daftar obat elektrolit
konsentrat
2. Setiap tenaga kesehatan harus mengetahui penanganan khusus untuk obat
elektrolit konsentrat
3. Prosedur peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai dilakukan mulai
dari peresepan, penyimpanan, penyiapan di farmasi dan ruang perawatan dan
pemberian obat
4. Obat elektrolit konsentrat disimpan ditempat terpisah, akses terbatas, diberi
label High Alert
5. Pengecekan dengan 2 (dua) orang petugas yang berbeda untuk menjamin
kebenaran obat elektrolit konsentrat yang digunakan
6. Tidak menyimpan obat kategori kewaspadaan tinggi di meja dekat pasien tanpa
pengawasan

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 4


BAB III
PENUTUP

Pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat di Rumah Sakit Umum Daerah


Cilincing ini disusun dengan harapan bisa mencapai target kualitas pelayanan kesehatan
dengan derajat kualitas pelayanan superrior yang proffesioal, berpenampilan dan beretik.
Buku Pedoman Pelayanan Bagian Farmasi RSUD Cilincing ini diharapkan dapat
menjadi pedoman kerja bagi Bagian farmasi dalam kegiatan pelayanan kefarmasian
sehari-hari dalam pengelolaan perbekalan dan pelayanan kefarmasian dan penggunaan
obat di yang baik. Pengelolaan perbekalan yang baik, efektif dan efisien akan mendorong
penggunaan obat yang rasional di RSUD Cilincing. Pengelolaan perbekalan farmasi yang
baik diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya pengobatan. Diharapkan dengan
terlaksananya pengelolaan obat yang baik, akan berkontribusi terhadap peningkatan
mutu pelayanan kesehatan di RSUD Cilincing.
Dalam pelaksanaanya, penerapan pedoman pelayanan ini tidaklah mudah karena
banyak kendala yang dihadapi. Untuk keberhasilan pelaksanaan pedoman Bagian
pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat perlu kerjasama yang lebih erat antara staf
farmasi dengan unit kerja lain yang terkait di lingkungan serta dukungan dari pihak
manajemen RSUD Cilincing.

DAFTAR PUSTAKA

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 5


1. Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang-undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Keputusan Menkes RI No. 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit.
4. Keputusan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan No.
HK.02.04/I/2790/11 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit.
5. Peraturan Pemerintah RI No 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan
Kefarmasian.
6. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 58/2014 tentang Standar Pelayanan
kefarmasian dan penggunaan obat di rumah sakit.
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomoe 1691 Tahun
2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 6