Anda di halaman 1dari 6

NAMA : RISANANDA NURSYAHBANI

KELAS :IX A
TUGAS : PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

~Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan~

Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan secara tidak kawin


pada tumbuhan yang sengaja di lakukan oleh manusia atau dengan bantuan manusia. Macam-
macam perkembangbiakan vegetatif buatan, antara lain mencangkok, menempel (okulasi),
menyambung/mengenten, stek, dan merunduk.
1) Mencangkok
Mencangkok adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara memotong dahan tumbuhan
induknya. Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan dikotil atau biji berkeping dua,
misalnya jeruk, jambu, mangga, rambutan,durian, dan sebagainya.

Cara melakukan teknik mencangkok :

1. Memilih Batang

 Memilih batang yang sesuai.


 Batang setidaknya memiliki diameter 2 cm atau lebih dan yang paling penting adalah
berkambium.
2. Menguliti Batang
Sayat kulit batang sekitar luasnya 10 cm persegi. Setelah menyayat, diamkan beberapa saat.
Jika perlu, lap dengan menggunakan kain. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan
kambium yang menempel di permukaan.
Anda bisa mengecek kandungan kambium dengan cara memegang sayatan yang telah Anda
buat apakah lengket atau sudah kering.

3. Menyiapkan Air dan Tanah


Sembari menunggu batang kering, siapkan air dan tanah dan campur hingga merata.
Usahakan campuran tanah dan air tidak terlalu encer, namun juga tidak terlalu padat.

4. Menempelkan Campuran
Setelah itu tempelkan campuran tadi ke sayatan yang Anda buat. Setelah itu balut dengan
menggunakan plastik lalu ikat dengan tali sehingga campuran tanah tersebut menempel
dengan sempurna.

5. Menyirami Air
Berikan air setiap hari kepada cangkokan Anda. Siramkan dengan pelan agar tidak merusak
cangkok yang Anda buat.
Jika akar sudah mulai terlihat, selamat maka proses cangkok telah berhasil.kemudian potong
cangkokan dengan hati – hati dan jangan sampai merusak akar yang telah tumbuh. Akar yang
masih kecil akan sangat rentan untuk rusak walaupun dengan sentuhan atau gesekan biasa.

6. Pindahkan Hasil Cangkokan


Pindahkan hasil cangkokan ke tempat yang baru sehingga dia dapat tumbuh sendiri.
Usahakan tempat yang baru sudah siap untuk ditempati. Pastikan tanah yang digunakan
adalah tanah yang subur sehingga proses cangkok juga dapat berjalan secara lancar.

7. Hasil Cangkok

 Tetap pantau hasil cangkokan Anda dan sirami secara rutin. Tambahkan pupuk jika
diperlukan dan lakukan pencegahan terhadap hama

2) Menempel (okulasi)
Okulasi atau menempel adalah menempelkan mata tunas dari dua tanaman yang sejenis,
tetapi berbeda sifat misalnya mangga manalagi dengan mangga arum manis. tujuan okulasi
atau menempel yaitu menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga
diperoleh satu tanaman yang memiliki gabungan sifat unggul.

Cara melakukan okulasi :

Untuk pohon pendonor pilihlah pohon dengan kualitas buah unggulan sedangkan pohon
penerima harus memiliki batang yang kokoh dan akar yang kuat. Keduanya harus jauh dari
penyakit dan sudah berumur (terlihat dari kulit yang bisa dikelupas, hal ini pertanda bahwa
sudah banyak kandungan kambium)

Gunakan pisau/ silet tajam yang steril, dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya
kontaminasi dan pembusukan pada tempelan. Kalau perlu masukkan dalam cairan alkohol
agar bakteri mati.

 Pada pohon pendonor, ambil sedikit area dekat mata tunas. Lakukan dengan sekali
sayatan, inilah pentingnya menggunakan pisau yang tajam.
 Pada pohon penerima, buatlah sayatan horizontal lalu sayatan vertikal sehingga akan
berbentuk huruf T. (cek gambar) Sayatan jangan terlalu dalam supaya tidak mengenai
jaringan kambium.

 Tarik ujung kulit pohon bagian kiri dan kanan ke bawah maka anda bisa melihat
adanya celah untuk menyisipkan tunas dari pohon pendonor.

 Tinggal masukkan tunas dari pohon pendonor kedalamnya


 Ikat dengan tali dengan kuat.
Tutup celah yang ada, usahakan jangan sampai ada air dan udara yang masuk antara
pohon penerima dan tempelan mata tunas. Hal ini dilakukan untuk menghindari air
yang memicu pembusukan yang mengakibatkan dan udara yang menyebabkan
kambium cepat kering

Setelah Okulasi sukses maka segera lepas ikatan agar tunas bisa tumbuh dengan bebas. Tanda
bahwa okulasi sukses adalah menyatunya tempelan dan mata tunas yang sudah tumbuh. Terakhir
tinggal menunggu tanaman berbuah
3) Menyambung/mengenten
Menyambung atau mengenten adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua
tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari
dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul.
Cara melakukan teknik menyambung:

 Berdiameter 3-5 mm, berumur sekitar 3-4 bulan.


 Memiliki pertumbuhan yang baik dan juga mudah dalam pengupasan batang, serta
memiliki mata tunas .
 Di sarankan penyiraman di lakukan secukupnya
 Batang bawah di berikan pupuk ure 1-2 minggu sebelum penempelan.
 Menggunkan media tanah subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik.
 Menggunakan polibag dengan ukura 15×20 cm dan lebih.
 Batang atas diambil dari indukan yang sehat, tidak serang hama dan penyakit dan
pertumbuhan cepat.
 Pengambilan batang atas di lakukan dengan cara penguntingan atau pisau yang tajam
batang batang atas.
 Bagian batang sebaiknya di pilih pada batang yang terkena cahaya matahri penuh,
sehingga kemungkinan cabang memiliki mata tunas yang banyak dan sehat.
 Kemudian melakukan pembuangan pada cabang yang tidak di gunakan.

Teknik Penyambungan tanaman

a. Sambung Pucuk

 Memilih bagian batang yang sesuai dengan ukuran batang bawa atau atas. Serta juga
siap untuk di lakukan penyambungan.
 Batang bawah di lakukan pemotongan setinggi 20-25 cm d atas permukaan tanah.
menggunakan pisai silet batang kemudian di belah embujur sedalam 2-2,5 cm.
 Selanjutnya batang atas di masukan kedalam belahan batang bawah. Dan lakukan
pengikatan tali plastik dengan tali plastik yang tipis dan berbentuk pita.
 Dalam memasukan batang atas sebaiknya perhatikan agar kambium bersentuhan apa
tidak dengan batang.
 Jika sudah buatlah naungan agarterlindung dari panas matahri langsung. Kemuidan
diamkan 2-3 minggu kemudian akan bermubculan tunas bar di sekitar batang.

b. Sambung samping

 Batang bawah yang di pilih sehat dan baik, namun ukuran batang atas dan bawah
tidak sama pun bisa di lakukan.
 Pada batang bawah di buat irisan membela dengan mengupas bagian kulit tanpa
mengetai kayu atau dapat juga menembus kayunya.
 Batang atas kemudian di baut runcing pada kedua sisi, kemudian lakukan penempalan
pada batang bawah yang suda diiris tersebut.
 Setelah selesai perhatikan kambium apakas udah menempel, jika sudah sipakan tali
plastik tipis untuk mengikat bagian yang sudah di tempel tersebut dengan baik.
 Kemudian lakukan penutupan pada batang atas atas , untuk menguindari kekeringan
pada batang atas.
Bila sudah maka akan di pastikan batang atas tumbuh dengan baik, kemudian batag bawah di
lakukan pemotongan agar tidak terjadi kompetsisi kebutuhan zat makana yang di perlukan
oleh

4). Merunduk
Merunduk adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara merundukan batang atau cabang
ke tanah sehingga tumbuh akar. Setelah akarnya banyak cabang yang berhubungan
dengan tumbuhan induk induk dipotong. Tumbuhan yang biasa dikembangbiakan antara lain
alamanda, anyelir, apel, selada air, anggur dan sebagainya.
Cara melakukan teknik merunduk :

Caranya adalah ambil seluruh cabang ujung pada tanaman tersebut, kemudian tanamkan
kedalam tanah dengan ketentuan kedalaman sekitar 2,5-5 cm.
Usahakan jangan sampai ujung batang yang ditanam ke tanah tersebut ikut keluar lagi, jadi
timbunlah dengan tanah hingga benar benar tertutup.
Selanjutnya tinggal menunggu waktu dalam kurun waktu 2-3 bulan hingga akar barunya
terbentuk disekitar ujung cabang yang ditanam tersebut. Adapun contoh tanaman yang dapat
menerapkan cara merunduk ini adalah tanaman murbei.
5) Stek
Menyetek adalah memperbanyak tumbuhan dengan menancapkan atau menanam potongan-
potongan batang tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat distek antara lain ketela pohon,
tebu, mawar, melati, dan kangkung.Selain stek batang dikenal pula stek daun dan stek
pucuk. Tumbuhan yang dapat diperbanyak dengan stek pucuk antara lain teh dan anak nakal
(teh-tehan). Sedangkan tumbuhan yag diperbanyak dengan stek daun antara lain begonia dan
sanseviera

Cara melakukan teknik stek :

1) Cara Stek Tanaman pada Batang


- Menyiapkan Bahan

Langkah awal pada stek batang adalah dengan menyiapkan media yang nantinya digunakan
untuk menanam stek tersebut. Biasanya media tersebut berisi campuran pasir dengan pupuk
kompos atau tanah dengan pupuk kompos atau dapat pula menggunakan serbuk gergaji kayu
tergantung jenis pohon yang akan di stek. Adapun perbandingan antara pasir dengan pupuk
kompos adalah 1:1, atau 2:1.
Masukkan media tersebut ke polybag atau tempat lain dengan ketentuan untuk kedalamannya
minimal 10cm. Dalam pengisian polybag tidak boleh sampai penuh, sisakan 3cm dibawah
bibir polybag. Berilah air pada media tersebut hingga air hingga air keluar lagi, hal ini agar
semua media dapat terkena air.

- Pemotongan Batang

 Stek Lunak & Setengah Lunak


Untuk stek ini sebaiknya potonglah batang atau ranting pohon dengan panjang sekitar 10-
12,5 cm dengan diameter 0,5 cm. Kemudian buanglah bagian bawah daun dan menyisakan
beberapa helai saja.
 Stek Keras
Sedangkan untuk stek keras, potonglah dengan panjang 15-20 cm dan yang perlu diingat
bahwa pemotongan pada stek keras harus dibawah bagian yang lunak. Kemudian sisakan 3
helai daun saja pada bagian atas hasil stek, sedangkan daun yang agar lebar dipotong
setengah.
- Menyambung Batang

Untuk tahap ketiga ini, kita dapat menambahkan zat yang dapat merangsang pertumbuhan
dari tanaman yang akan distek tersebut. Caranya adalah dengan memasukkan bagian pangkal
hasil stek ke zat tersebut. Kemudian sambungkan pangkal stek tersebut ke batang yang
dibelah sebelumnya. Setelah keduanya terlihat tersambung, kemudian bungkuslah
dengan plastik yang transparan sehingga cahaya matahari dapat masuk. Langkah selanjutnya
adalah tempatkan di tempat yang teduh agar dapat tumbuh dengan baik. Dan tunggulah dalam
jangka waktu kurang lebih 1 minggu untuk mengunggu hasilnya.

- Perawatan

Apabila sudah 1 minggu, lihatlah stek batang tersebut. Biasanya sudah muncul daun baru
yang masih segar dan bagian pangkalnya dari sambungan sudah mulai berakar. Setelah 1
bulan, biasanya tanaman tersebut sudah dapat dipindah ke wadah yang lebih besar. Akan
tetapi jangka waktu ini tergantung dari tanaman yang distek.
Setelah dipindahkan ke tempat yang lebih besar, rawatlah hingga tumbuh dan berkembang
dengan baik sehingga dapat dipindahkan lagi ke lahan pertanian. Yang perlu diperhatikan
disini adalah jangan sampai hasil stek ini mengalami kekeringan, hal ini dikarenakan dapat
membuat tanaman tersebut menjadi layu bahkan mati. Akan tetapi tidak boleh kelebihan air
karena akan mengganggu sistem perakarannya.