Anda di halaman 1dari 10

Laporan Bimbingan Konseling SMK Negeri I Limboto

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sang pencipta alam
semesta, manusia, dan kehidupan beserta seperangkat aturan-Nya, karena berkat limpahan
rahmat,taufiq, hidayah serta inayah-Nya,sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan observasi
ini dengan judul “Bimbingan Konseling” di SMK Negeri 1 Limboto .
Maksud dan tujuan dari penyusunan laporan pelaksanaan Bimbingan Konseling ini tidak
lain untuk memenuhi salah satu dari sekian kewajiban merupakan bentuk langsung tanggung
jawab penulis pada tugas yang diberikan.
Demikian pengantar yang dapat disampaikan dimana penulis sadar bahwasannya penulis
hanya seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan
kesempurnaan hanyalah milik Tuhan Azza wa’jala hingga dalam penyusunan masih jauh dari
kata sempurna. Oleh karena itu,kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa penulis nanti
dalam upaya evaluasi diri.
Akhirnya penulis hanya bisa berharap, bahwa dibalik ketidaksempurnaan laporan
Bimbingan Konseling ini adalah ditemukan sesuatu yang dapat memberikan manfaat atau
bahkan hikmah bagi penulis, pembaca,

Gorontalo, 30 Desember , 2017.

penulis

DAFTAR LAMPIRAN
1. Surat keterangan telah melakukan observasi
2. Pedoman wawancara
3. Foto
4. Program Pelayanan Bimbingan Konseling SMKN 3 Baleendah
5. Kegiatan BK selama tahun pelajaran 2010/ 2011

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelayanan Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan bantuan kepada peserta didik,baik
secara perorangan maupun secara kelompok untuk menumbuhkan kemandirian peserta didik
dalam bidang pengembangan kehidupan diri pribadi,kehidupan sosial,kemampuan belajar,dan
perencanaan karir melaui layanan dasar, layanan responsive, layanan perencanaan individual,
dan dukungan sistem sesuai dengan karakteristik lingkungan,budaya, dan norma yang berlaku.
Tujuan pelayanan bimbingan dan konseling adalah agar peserta didik:
1. Merencanakan kegiatan penyelesaian study, perkembangan karir serta rencana kehidupannya
dimasa yang akan datang
2. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin.
3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, serta lingkungan
kerjanya.
4. Mengatasi hambatan dan kesulitas yang dihadapi dalam study,penyesuaian dengan lingkungan
pendidikan, masyarakat maupun lingkungan kerja.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan penulis angkat dalam laporan penelitian ini adalah mengenai Model
Bimbingan Konseling di SMK Negeri 3 Baleendah Jl. Adipati Agung No.34Bandung
Telp. (022) 594 4735. Adapun perumusan masalah yang akan dibahas dalam penulisan laporan
penelitian ini adalah:
1. Bagaimana gambaran singkat SMKN 3 Baleendah?
2. Apakah Visi dan Misi Bimbingan konseling SMKN 3 Baleendah?
3. Apakah fungsi konseling?
4. Bagaimana tugas perkembangan peserta didik SMKN 3 Baleendah?
5. Bagaimana Program Bimbingan dan Konseling SMKN 3 Baleendah?
6. Kapan Jadwal BK dilaksanakan?
7. Apa saja faktor penunjang dan penghambat BK di Sekolah?
C. Tujuan
Sesuai dengan pembatasan dan perumusan masalah diatas,maka tujuan penelitian ini
adalah:
1. Untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan BK di sekolah SMK Negeri 3 Baleendah pada
peserta didiknya
2. Untuk mengetahui kelengkapan administrasi, metode ,Jadwal yang dilaksanakan,serta
organisasi BK di SMK Negeri 3 Baleendah.
3. Untuk mengetahui faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di
SMK Negeri 3 Baleendah.
D. Manfaat Penelitian
1. Mengetahui perencanaan dan pelaksanaan BK di sekolah SMK Negeri 3 Baleendah pada
peserta didiknya
2. Mengetahui kelengkapan administrasi, metode ,Jadwal yang dilaksanakan,serta organisasi BK
di SMK Negeri 3 Baleendah.
3. Mengetahui faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SMK
Negeri 3 Baleendah.
E. Sasaran Dan Jadwal Kunjungan-Bandung.
1. Sasaran
Guru BK SMK Negeri 3 Baleendah- Bandung
2. Jadwal kunjungan
NO Hari/Tanggal Kegiatan

1 Senin 09 Mei 2011 Penyerahan surat ke pihak Sekolah

2 Sabtu 14 Mei 2011 Observasi dan wawancara

3 Sabtu 28 Mei 2011 Observasi lanjutan dan Penutupan

F. Teknik Pengumpulan Data Dan Informasi


Untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini, penulis
menggunakan metode komunikasi langsung dan tidak langsung. Kemudian secara teknik
didukung dengan metode pengumpulan data sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi adalah penulis melakukan pengamatan secara langsung mengenai bentuk pelaksanaan
bimbingan dan konseling yang di berikan kepada peserta didik di SMK Negeri 3 Baleendah-
Bandung.
2. Interview/ wawancara
Dalam hal ini penulis melakukan wawancara kepada Kepala Sekolah,guru BK,serta sebagian
siswa-siswi SMK Negeri 3 Baleendah-Bandung
3. Metode Analisis Data
Setelah data yang dibutuhkan terkumpul selanjutnya penulis menganalisis, menguraikan dan
menyimpulkan serta dipaparkan dalam penulisan laporan penelitian.
G. Sumber Data Dan Informasi
Penelitian dan wawancara kepada Kepala Sekolah, Guru BK, serta sebagian siswa
SMK Negeri 3 Baleendah.

BAB II
ANALISIS TEORITIK
A. PERENCANAAN
Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mengacu pada program
tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan serta mingguan.
Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling harian yang merupakan penjabaran
dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-masing
memuat: (a) sasaran layanan/kegiatan pendukung; (b) substansi layanan/kegiatan pendukung; (c)
jenis layanan/kegiatan pendukung, serta alat bantu yang digunakan;(d pelaksana
layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat; dan (e) waktu dan tempat.
Rencana kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mingguan meliputi kegiatan di
dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung
jawab konselor. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling
berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan
Bimbingan dan Konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib
konselor di sekolah/ madrasah.
B. PELAKSANAAN PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara
aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program
pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan
SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan
pihak-pihak yang terkait.
Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan
di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/ madrasah.
Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran
sekolah/madrasah dapat berbentuk: (1) kegiatan tatap muka secara klasikal; dan (2) kegiatan non
tatap muka. Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan
layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta
layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. Volume kegiatan tatap muka klasikal
adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. Sedangkan kegiatan
non tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan
konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan
kasus.
Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran
sekolah/madrasah dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta
didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok,
konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar
kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan Konseling di luar kelas/ di luar jam
pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Kegiatan
pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum
50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling, diketahui dan dilaporkan
kepada pimpinan sekolah/madrasah. Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat
dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG).
C. EVALUASI BIMBINGAN DAN KONSELING
Evaluasi program bimbingan, menurut W.S Winkel (1991:135),adalah usaha menilai
efisiensi dan efektifitas pelayanan bimbingan itu sendiri demi peningkatan mutu program
bimbingan.
Dalam buku.” Bimbingan dan Konseling di sekolah,”terbitan Direktorat Tenaga
Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga kependidikan,
Departemen Pendidikan Nasional (2008:27), dijelaskan bahwa penilaian merupakan langkah
penting dalam manajemen program bimbingan. Tanpa penilaian, keberhasilan atau kegagalan
pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan tidak mungkin diketahui/diidentifikasi.
Penilaian kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dua jenis yaitu: (1) penilaian hasil;
dan (2) penilaian proses. Penilaian hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan
melalui:
1. Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan
pendukung Bimbingan dan Konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.
2. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu
sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung Bimbingan
dan Konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta
didik.
3. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan
sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung
Bimbingan dan Konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan
atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling terhadap peserta didik.
Sedangkan penilaian proses dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur
sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas dan
efesiensi pelaksanaan kegiatan.
Hasil penilaian kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicantumkan dalam
LAPELPROG Hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling secara keseluruhan dalam
satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.
D. KELENGKAPAN ADMINISTRASI
Perlu tersedia kelengkapan administrasi,terutama format satuan layanan dan pendukung,
himpunan data, angket, instrumen lainnya, laporan,serta surat-menyurat/undangan orangtua
siswa. Berikut ini kelengkapan administrasi BK secara lengkap:
1. Blanko Format Satuan Layanan BK
2. Blanko Format Satuan Kegiatan Pendukung BK
3. Blanko Surat Panggilan Orang Tua
4. Blanko Surat Panggilan Siswa
5. Blanko Surat Alih Tangan Kasus
6. Blanko Laporan Bulanan
7. Blanko Rekapitulasi Bulanan
8. Buku Agenda Mingguan.
9. Buku Agenda HarianCatatan Konseling
10. Catatan Kejadian Siswa

BAB III
HASIL KUNJUNGAN

A. GAMBARAN SINGKAT SMK NEGERI 3 BALEENDAH


SPP-SPMA Baleendah adalah Lembaga Pendidikan Tingkat Menengah Kejuruan yang
berdiri sejak tanggal 24 Maret 1970 dengan Surat Keputusan Bupati No. 22/HUK/BK/1970 yang
pembinaan Edukasinya oleh Departemen Pertanian, dengan Alamat : Jl. Adipati Agung No.34
Kec. Baleendah (Kampus Induk) mempunyai Luas Tanah 2965 m2, dan Lahan Praktek di
daerah Manggahang dengan Luas ± 2 Hektar, jarak dari Lokasi Teori ke Tempat Praktek ± 3 km.
Dengan berlakunya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, melalui Perda No.7
tahun 2001 pembinaan sekolah di alih fungsi oleh Departemen Pendidikan Nasional berubah
nama menjadi SMK Negeri 3 Baleendah dengan Bidang Keahlian Pembibitan Tanaman.
Seiring berkembangannya bidang usaha barang maupun jasa yang sangat pesat di
Indonesia, maka dibutuhkan SDM yang berkualitas. Untuk menjawab tantangan tersebut SMK
Negeri 3 Baleendah Kabupaten Bandung membuka jurusan Bisnis Manajemen
(Bismen) dengan Program Keahlian Penjualan/Pemasaran pada tahun 2003. Selanjutnya pada
tahun 2007 bertambah satu lagi Program Keahlian Akuntansi/ Keuangan.
B. VISI DAN MISI BIMBINGAN KONSELING SMK N 3 BALEENDAH
1. Visi
Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang
membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan
perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri
dan bahagia.
2. Misi
a. Misi pendidikan,yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku
afektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan
b. Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di
dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
c. Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada
kehidupan afektif sehari-hari.
C. FUNGSI KONSELING
1. Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
2. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai
permasalahan
3. Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
4. Pemeliharaan dan Pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-
kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
5. Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya
yang kurang mendapat perhatian.
D. TUGAS PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SMKN 3 BALEENDAH
Arah pelayanan konseling dalam mencapai visi dan misi diatas didasarkan pada pemenuhan tugas-tugas
peserta didik SMK yaitu:
1. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam peranannya sebagai pria atau
wanita.
3. Mencapai kematangan pertumbuhan fisik yang sehat.
4. Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau
melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan dalam kehidupan masyarakat luas.
5. Mencapai kematangan dalam pilihan karir
6. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
7. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial. Intelektual, dan
ekonomi.
8. Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual, serta apresiasi seni.
9. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.
E. PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING SMKN 3 BALEENDAH

1. Bidang Bimbingan Dan Konseling


a. Pribadi: tingkah laku yang disayang Allah,refleksi diri,kebiasaan diri untuk selalu rapih, berani berkata
jujur,mandiri.menyelesaikan masalah pribadi, menyadari pentingnya pemahaman diri.
b. Social: kebaikan teman, mencari teman yang baik tatakrama dalam bergaul, senang bekerja kelompok, dan senang
bekerja sendiri.
c. Belajar: paham jadwal belajar. Cara belajar diperpustakaan, mengembangkan suasana belajar, menyelesaikan tugas
tepat waktu dan sesuai jadwal.
d. Karier: pengenalan profesi pekerjaan, kunjungan ke perusahaan, dan cara melanjutkan ke perguruan tinggi.
2. Bidang Layanan Bimbingan dan konseling
a. Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan
sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan
memperlancar peran peserta didik dilingkungan yang baru.
b. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial,
belajar, karir dan pendidikan lanjutan.
c. Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran
yang tepat didalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan
ekstrakurikuler.
d. Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi
dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan disekolah, keluarga, dan masyarakat.
e. Konseling Perorangan,yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
f. Bimbingan Kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan
hubungan sosial, kegiatan belajar,karir, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui
kegiatan kelompok.
g. Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahsan dan pengentasan masalah
pribadi melalui dinamika kelompok.
h. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan,
pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta
didik. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki
hubungan antar mereka.
3. Kegiatan Pendukung Bimbingan dan Konseling
a. Instrumentasi :adanya penyebaran angket dan lembar isian.
b. Himpunan data :melalui angket, absensi kehadiran. Nilai raport, informasi dari guru dan informasi dari orang
tua.
c. Home visit :upaya untuk menggali permasalahan diseputar keluarganya.
d. Alih tangan kasus :melakukan alih tangan dari guru ke guru BK
e. Konferensi kasus : dalam melakukan konferensi kasus, kita melibatkan semua unsur sekolah, mulai dari guru
kelas, guru bidang studi, dan wali kelasnya.
4. Layanan Dasar Bimbingan
Bertujuan untuk membantu seluruh siswa dalam mengembangkan keterampilan dasar untuk kehidupan.
a. Pengembangan self –esteem
b. Memotifasi untuk sukses
c. Kemampuan dalam membuat keputusan dan memecahkan masalah
d. Kecerdasan interpersonal
e. Kemampuan berkomunikasi
f. Kesadaran akan beragam budaya
g. Perilaku yang bertanggung jawab
5. Layanan Responsif
a. Tujuan layanan ini adalah untuk menginterfensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul dan
segera dirasakan saat itu.
b. Masalah yang biasanya terjadi di SMKN 3 Baleendah adalah masalah pribadi, dan siswa yang sering bolos sekolah.
6. Sistem Perencanaan Individual
a. Bertujuan untuk membimbing siswa untuk merencanakan, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan,karier dan
pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri.
b. Memberikan bimbingan individual bagi anak kelas 3 SMK
c. Memberikan bimbingan kelompok
d. Memberikan keterampilan sosial bagi anak tertentu yang mengalami hambatan.
7. Dukungan Sistem
a. Konsultasi siswa
b. Konsultasi guru
c. Konsultasi wali kelas
d. Konsultasi orang tua
8. Evaluasi Program
a. Merumuskan pertanyaan : Perilaku yang di token, reward dan punishment
b. Menetapkan sasaran evaluasi : Apakah perilakunya sesuai yang diharapkan atau tidak.
c. Pelaksanaan evaluasi : Tergantung kesepakatan dengan semua pihak termasuk orangtua siswa.
d. Mengkaji tingkat keberhasilan pelaksanaan program: berdasarkan observasi laporan diadakan suatu kesimpulan
akhir apakah program tersebut telah terlaksana atau tidak.
9. Rambu-Rambu Pertanyaan Dalam Pelaksanaan Evaluasi
a. Apakah memiliki perasaan yang positif dalam berhubungan dengan guru, orang tua, dan teman sebaya?
b. Apakah proses pembelajaran bermakna bagi siswa?
c. Apakah siswa memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai pribadi dan nilai-nilai yang diperlukan dalam kehidupan sehari-
hari?
d. Apakah siswa mengembangkan keterampilan akademiknya?
e. Apakah siswa telah mengembangkan keterampilan kehidupan sehari-hari?
f. Apakah siswa telah mengembangkan sikap positif terhadap kehidupan?
g. Apakah siswa memiliki tanggung jawab terhadap perilakunya?
10. Metode Yang Digunakan
Metode yang digunakan di SMKN 3 Baleendah dalam konseling adalah dengan teknik behavioral yaitu
dengan cara melakukan pembiasaan pada siswa dalam melakukan kegiatan yang bersangkutan dengan kehidupan
sehari-harinya.
F. JADWAL LAYANAN BIMBINGAN KONSELING SMKN 3 BALEENDAH

SENIN SELASA RABU

Pagi : X.AG.1, X. AG.2 Pagi : X.AK.1, X. AK.2 Pagi : X. AK.3

XII.AG.1, XII.AG.2 XII.AK. XII.AK.2,XII.AK.3

Siang: XI.AG.1 Siang: XI. AG. 2,XI.AG.3 Siang: XI.AK.1, XI.AK.2

KAMIS JUMAT SABTU

Pagi : X.PM.1 Pagi : X.PM.2 Pagi : X. PM.3

XII.AK.4, XII.PM.1 XII.PM2 XII.PM.3

Siang :XI.AK.3 Siang : XI.PM.1 Siang: XI.PM.2,XI.PM.3

G. FAKTOR PENUNJANG DAN PENGHAMBAT


1. Faktor Penunjang
a. Adanya dukungan penuh dari kepala sekolah.
b. Mulai dibenahinya fasilitas bimbingan konseling di sekolah ini, diantaranya yaitu renovasi gedung SMK N 3
Baleendah.
c. Adanya kerjasama yang baik antara pihak sekolah dalam hal ini BK dengan orang tua siswa,menyangkut
perkembangan peserta didik.
2. Faktor Penghambat
Di SMKN 3 Baleendah ini tidak diadakan Psikotest untuk mengetahui tingkat kecerdasan
siswa dan siswi nya.

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Metode bimbingan konseling yang digunakan di SMKN 3 Baleendah adalah dengan teknik behavioral yaitu
dengan cara melakukan pembiasaan pada siswa dalam melakukan kegiatan yang bersangkutan dengan kehidupan
sehari-harinya.

Saran
Kepada para pengajar di SMKN 3 Baleendah agar bisa lebih intens dalam membimbing
peserta didiknya dengan kesabaran. Apalagi siswa SMK yang masih labil,sehingga perlu
pengarahan yang lebih.

DAFTAR PUSTAKA
Abu Ahmadi.
1997 Bimbingan dan Penyuluhan. Semarang: Toha Putra dan Ahmad Rohani.Bimbingan dan
Konseling di Sekolah. Cet.I, PT. Rineka Cipta. t.th. . Jakarta.
Depdiknas.
2008 Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Direktorat Tenaga Kependidikan Dirjen Peningkatan
Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Jakarta.
Anas Salahudin.
2010 Bimbingan dan Konseling. Pustaka Setia, Bandung.
Akhmad Sudrajat
dalam: http://www.psb-psma.org/content/blog/landasan bimbingan dan konseling.

DAFTAR LAMPIRAN
1. Surat keterangan telah melakukan observasi
2. Pedoman wawancara
a. Bagaimana gambaran singkat SMKN 3 Baleendah?
b. Apakah Visi dan Misi Bimbingan konseling SMKN 3 Baleendah?
c. Apakah fungsi konseling?
d. Bagaimana tugas perkembangan peserta didik SMKN 3 Baleendah?
e. Bagaimana Program Bimbingan Dan Konseling Smkn 3 Baleendah?
f. Kapan Jadwal BK dilaksanakan?
g. Apa saja faktor penunjang dan penghambat BK di Sekolah?

3. Foto