Anda di halaman 1dari 9

I.

Latar Belakang dan Tujuan Pendirian


Pariwisata yang menjadi sumber pendapatan utama di Kabupaten Badung
telah berkembang pesat kini ke daerah Kuta Selatan. Pengembangan pariwisata
tersebut terwujud bersamaan dengan dibangunnya Kawasan Pariwisata Nusa Dua
dan dipromosikannya beberapa atraksi wisata yang sudah terkenal dikalangan
wisatawan mancanegara seperti Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pura Uluwatu
dan Pantai pandawa. Bentuk Investasi yang telah dibangun di Kawasan
Pariwisata Nusa Dua dan sekitarnya datang dari para investor Masyarakat
Ekonomi ASEAN di sektor akomodasi pariwisata bintang 4 & 5 yang hingga saat
ini terus meningkatkan mutu kualitas pelayanannya agar tetap mendapatkan
kepercayaan positif dari pelanggan loyal mereka. Kawasan Khusus ini merupakan
cerminan bahwa kini Bali sudah mulai mengarahkan pembangunan pariwisatanya
menuju ke arah Quality Tourism dengan tuntutan penataan terpadu dan
peningkatan pelayanan hospitalitas prima oleh stakeholder pelaku pariwisata.
Peningkatan mutu kualitas pelayanan tersebut sudah pasti diwujudkan melalui
pengayaan kualitas pegawai dan penggunaan teknologi agar dapat mengikuti
perkembangan di era industri 4.0 saat ini.
Berangkat dari hal diatas, kebutuhan akan kompetensi professional pariwisata
dan teknologi untuk berkerja di Kawasan Pariwisata Nusa Dua ataupun Destinasi
Wisata lainnya menjadi kebutuhan yang sangat krusial untuk tetap terpenuhi.
Bukan hanya kemampuan ahli untuk berkerja di hotel, resort maupun perusahaan
perjalanan, kompetensi professional pariwisata dan teknologi tersebut juga
dibutuhkan para penggiat pariwisata di Kuta Selatan agar dapat menciptakan
keunggulan wirausaha dalam memberikan pelayanan kepada para wisatawan
secara langsung dan professional sehingga citra positif dari kuta selatan tetap
bisa terjaga kedepannya.
Tuntutan akan kompetensi professional pariwisata dan teknologi tersebut
tentunya membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat Kuta Selatan.
Dampak positif yang ditimbulkan oleh tuntutan tersebut adalah peningkatan taraf
sosial dan ekonomi ke tingkat yang lebih baik melalui kesempatan peluang
mencari pekerjaan yang lebih mudah, peningkataan karir lebih cepat, peluang
berwirausaha menguntungkan dan pendapatan ideal yang hanya bisa didapatkan
jika kompetensi para penggiat pariwisata tersebut telah diakui dan tersertifikasi
sebagai seseorang yang professional. Sedangkan dampak negative yang timbul
atas tuntutan tersebut adalah persaingan pencarian kerja yang dihadapi sangat
ketat oleh para pemula, Posisi jabatan kerja yang lebih banyak diisi oleh pekerja
luar Bali, Penghargaan kerja yang murah oleh industri, perkembangan karir yang
terhambat sehingga memicu ketidakpuasan kerja dan ketidakpercayaan
wisatawan akan wirausaha pariwisata yang dikelola secara tidak professional.
Masa depan pariwisata di Kuta Selatan harus dipersiapkan dan diperbaiki
secara terus menerus sehingga menjadi lebih baik dari masa ke masa dan tetap
berada di koridor pengembangan yang positif. Dampak negative di atas hanya
bisa diatasi melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Peningkatan
kualitas sumber daya manusia merupakan kunci utama keberhasilan pengelolaan
dan pengembangan semua potensi daerah yang dimiliki oleh Kecamatan Kuta
Selatan Kabupaten Badung. Peningkatan kualitas SDM bukan hanya menjadi
tanggung jawab pemerintahan akan tetapi juga menjadi tanggung jawab para
pemangku kepentingan (Stakeholder) pariwisata di Kuta Selatan. Para pemangku
kepentingan tersebut harus mampu memberikan sumbangsih baik secara moril
dan materiil untuk kemajuan sumber daya manusia yang saat ini menghadapi
persaingan bebas.

Sumbangsih masyarakat di Kuta Selatan secara nyata ditunjukkan oleh


Yayasan Widiatmika sebagai salah satu unsur Stakeholder di bidang pendidikan
yang selama belasan tahun berkontribusi dalam pengembangan sumber daya
manusia bidang pendidikan. Yayasan Widiatmika merupakan salah satu yayasan
penyelenggara pendidikan yang berada di wilayah Bali Selatan. Pendirian
yayasan ini tidak dapat dipisahkan dengan sosok Drs. N. Sudiatma, M.Pd. Beliau
merupakan praktisi dan pemikir di dunia pendidikan yang lama berkiprah sebagai
seorang guru. Berdirinya yayasan ini tidak terlepas dari pandangan beliau tentang
kepeduliannya terhadap masyarakat khususnya Bali Selatan. Dengan melihat
berbagai fenomena yang terjadi di dalam masyarakat, khususnya dampak
globalisasi yang tak terbendung membuat beliau kawatir akan perkembangan
anak-anak di sekitar rumah beliau. Atas permintaan dan melihat antusias
masyarakat maka beliau berinisiatif untuk mendirikan satu institusi secara formal
sebagai wadah yang akan memaungi seluruh kegiatan yang selama ini yang
bernama Yayasan Widiatmika.
Landasan pemikiran dari Yayasan Widiatmika diatas meyakini bahwa
terdapat tanggung jawab yadnya untuk terus menghadirkan generasi penerus
pariwisata yang sigap dan professional serta sanggup menghadapi berbagai
tantangan dan tuntutan kemajuan industri pariwisata yang mengedepankan
teknologi di Kuta Selatan dengan sikap dan disiplin tinggi, sekelompok
profesional muda merasakan perlu diadakannya kegiatan-kegiatan yang ditujukan
untuk menghantarkan sumber daya manusia menuju tercapainya insan
berprestasi, generasi yang berkualitas pikir dan berakhlak yang baik.
Hal-hal yang telah kami jabarkan di atas yang menjadi
dasar pemikiran bagi Yayasan Widiatmika untuk melanjutkan
kontribusi dan peran dalam dunia pendidikan di daerah Kuta
Selatan dengan mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
yang memiliki 5 jurusan dengan konsentrasi pada keahlian vokasi
Pariwisata Perhotelan dan Teknologi. Pendirian SMK yang digagas
oleh Yayasan Widiatmika ini juga merupakan pengembangan tiga
jejang yang telah ada di Yayasan Widiatmika sehingga Yayasan
Widiatmika mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas
dan dapat diharapkan oleh masyarakat untuk peningkatan
kualitas SDM di masa yang akan datang.

II. Bentuk dan Nama Lembaga

Menyikapi kepentingan pendidikan dan kondisis di atas, perlu dibangun suatu


lembaga pendidikan vokasi berkualitas untuk mempersiapkan SDM Kuta Selatan
yang professional dalam bidang kepariwisataan perhotelan dan teknologi. Oleh
karna itu Yayasan Widiatmika mengusulkan pendirian Sekolah Menengah
Kejuruan dengan nama SMK Widiatmika. Nama Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) Widiatmika kami beri nama Dalam Bahasa Sansekerta “Widiatmika “ yang
artinya cahaya ilmu pengetahuan yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, karena
harapan kami nantinya SMK Widiatmika akan menjadi sumber pencerahan dalam
memperoleh ilmu pengetahuan, dan sangat diminati sehingga akan menjadi yang
terdepan dalam proses pembelajaran dan kualitas peserta didik.
III. Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

1. Dukungan Pemerintah
Pemerintah kabupaten Badung melaksanakan Instruksi Presiden
Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan
kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Hal tersebut
merupakan dukungan terhadap program pengembangan SMK yang akan
dibangun secara swadaya oleh masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian
semua pihak terhadap bidang pendidikan. Oleh karena itu, agar
program ini cepat terealisasi perlu dukungan moril maupun
materil dari Pemerintah Daerah. Kabupaten Badung dan
Provinsi Bali dibuktikan dengan rnemberikan dukungan moril
dan akses informasi bagi pengurusan ijin pendirian SMK
Widiatmika sesuai dengan kebutuhan.
2. Dukungan Masyarakat
Dukungan masyarakat Kecamatan Kuta Selatan dan
sekitarnya terhadap rencana pembangunan SMK Widiatmika
secara moril sangat besar. Pernyataan dukungan ini bisa
dilihat dari dukungan personal orang tua/masyrakat terhadap
rencana pendirian SMK Widiatmika. Selain dukungan secara
personal yang kami terima, dukungan dari lembaga formal
juga kami dapatkan mulai dari Kepala Lingkungan, Kelurahan
Jimbaran sampai dukungan ditingkat Kecamatan Kuta Selatan
yang dibuktikan oleh surat rekomendasi pendirian SMK
Widiatmika dari Camat Kuta Selatan (terlampir) .

IV. Sumber Peserta Didik


Sumber peserta didik SMK Widiatmika kami peroleh dari
1. Peserta didik yang merupakan Alumni SMP Widiatmika tahun pelajaran
2018/2019 yang berjumlah 84 Orang.
2. Lulusan sekolah SMP Negeri dan Swasta yang ada di Kecamatan Kuta Selatan
yang saat ini terdapat 5 (lima) SMP Negeri dan 6 (enam) SMP Swasta.

V. Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.


Kebutuhan akan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sudah tentu adalah
hal penting yang sudah kami persiapkan secara matang dengan membuat analisis
kebutuhan guru yang dibutuhkan dengan perkiraan jumlah rombel sebagai berikut:

Table 1. Sebaran Mata Pelajaran dan Rencana Rombel/Jurusan kelas 10 SMK WIdiatmika

No Rencana Rombel/Jurusan
Kebutuhan
Mata Pelajaran Kelas 10 JML
Guru
AP1 AP2 Boga MM TKJ RPL
1 Pendidikan Agama dan Budi 3 3 3 3 3 3 18 5
Pekerti
2 PPKN 2 2 2 2 2 2 12 1
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 24 2
4 Matematika 4 4 4 4 4 4 24 2
5 Sejarah 3 3 3 3 3 3 18 2
6 Bahasa Inggris 3 3 3 3 3 3 18 2
7 Seni Budaya 3 3 3 3 3 3 18 2
8 PJOK 2 2 2 2 2 2 12 1
9 Fisika 0 0 0 3 3 3 9 1
10 Kimia 0 0 0 3 3 3 9 1
11 Bahasa Bali 2 2 2 2 2 2 12 1
12 Bimbingan Konseling 3 3 3 3 3 3 18 1
13 Simulasi dan Komunikasi 3 3 3 3 3 3 18 1
14 IPA Terapan 3 3 3 0 0 0 9 1
15 Kepariwisataan 3 3 3 0 0 0 9 1
16 Komunikasi Industri 3 3 0 0 0 0 6 1
Pariwisata
17 Sanitasi, Hygiene dan 3 3 0 0 0 0 6 1
Keselamatan
18 Administrasi 3 3 0 0 0 0 6 1
19 Bahasa Asing Pilihan 2 2 0 0 0 0 4 1
(Jepang)
20 Keamanan Pangan (Sanitasi, 0 0 3 0 0 0 3 1
Higienis dan Keselamatan)
21 Pengetahuan Bahan 0 0 3 0 0 0 3 1
Makanan
22 Boga Dasa 0 0 5 0 0 0 5 1
23 Ilmu Gizi 0 0 5 0 0 0 5 1
24 Sistem Komputer 0 0 0 2 2 2 6 1
25 Komputer dan Jaringan 0 0 0 5 5 5 15 1
Dasar
26 Pemrograman Dasar 0 0 0 5 5 5 15 1
27 Dasar Design Grafis 0 0 0 3 3 3 9 1
Total 49 49 54 53 53 53 311 33

Dari analisis perencanaan kebutuhan guru tersebut kami telah melaksanakan


langkah-langkah pemenuhan kebutuhan guru mulai dari tahap sosilaisai lowongan
pekerjaan guru dan tenaga kependidikan, tahap pelaksanaan seleksi administrasi,
tahap seleksi tes tulis, Tahap Microteaching dan wawancara dan tahap akhir
adalah pengumuman tenaga pendidik dan kependidikan yang lulus seleksi
(terlampir dalam daftar nama guru dan pegawai SMK Widiatmika).

VI. Rencana Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.


Rencana pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan:
1. Diklat dan Workshop.
2. Studi Banding ke SMK yang memiliki kualitas terbaik di Bali Maupun diluar
Bali.
3. Pengembangan Profesi Berkelanjutan.
4. Supervisi secara rutin.

VII. Sumber Pendanaan.

Untuk menjaga frekuensi aliran dana demi kelancaran penyelenggaraan


pendidikan di SMK Widiatmika secara umum, maka yayasan serta komite
memandang perlu untuk mengambil keputusan serta dilaksanakan secara
terencana menurut situasi dan kondisi perekonomian masyarakat. Adapun sumber
yang biasa dikembangkan antara lain:
1. Dana Pinjaman dari Yayasan.
2. Orang tua peserta didik.
3. Bantuan pemerintah (BOS)
4. Bantuan non pemerintah/ instansi yang tidak mengikat.

VIII. Fasilitas Lingkungan Penunjang


a. Lokasi
SMK Widiatmika akan ditempatkan dilingkungan
Komplek Pendidikan Universitas Udayana yang berlokasi di :
Jalan : JI. Kembar Kampus Udayana no 8.
Desa : Jimbaran
Kecamatan : Kuta Selatan
Kabupaten : Badung
Propinsi : Bali
Lokasi ini cukup strategis dan kondusif untuk Kegiatan
Belajar Mengajar, karena bersebelahan dengan pusat
kecamatan Kuta Selatan dan lokasinya bebas gangguan alam
(banjir dll). Dilokasi ini pun sudah tersedia berbagai fasilitas
pendukung kegiatan Belajar Mengajar yang cukup memadai.
b. Kesiapan Infrastruktur
Infrastruktur sebagai sarana penunjang Kegiatan
Belajar Siswa yang bersifat Umum seperti jalan, tempat
parkir, lapangan upacara dan WC sudah tersedia meskipun
masih memerlukan penambahan sarana dan prasarana
lainnya. Sedangkan kesiapan infrastruktur yang relevan
dengan program SMK Widiatmika juga sudah memenuhi
standar minimal meskipun masih memerlukan penambahan
dan infrastruktur lainnya untuk mensukseskan pencapain visi,
misi, tujuan dan sasaran SMK Widiatmika. .
c. Kegiatan Belajar Mengajar
Sumber peserta didik yang menjadi garapan adalah
lulusan SMP/MTS (Negeri dan Swasta) di wilayah Kecamatan
Kuta Selatan dan sekitarnya, yang rata-rata setiap tahunnya
meluluskan siswa kurang lebih 2000 siswa.

IX. Peta Pendidikan


Berikut Peta Pendidikan dari sebaran SMP di sekitar wilayah Kecamatan Kuta
Selatan.
a. SMP : 13 Sekolah
b. SMA : 8 Sekolah

Gambar 1. Peta Sebaran SMP di Kecamatan Kuta Selatan

Gambar 2. Peta Sebaran SMA dan SMK di Kecamatan Kuta Selatan

X. Kesimpulan Studi Kelayakan


Memerhatikan uraian di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa pendirian SMK
Widiatmika Jl. Kembar Kampus Udayana, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten
Badung-Bali sangat prospektif pekembangannya dimasa yang akan datang.
Semoga hasil studi kelayakan dalam rangka sebagai syarat Permohonan Izin
Oprasional ini menjadi bahan pertimbangan dan kajian Bapak Gubernur Bali u.p.
Kepala Dinas Penanaman Modan dan PTSP Provinsi Bali untuk selanjutnya
mengabulkan permohonan ini.