Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM LAPANGAN DI BAGUS

DICOVERY GROUP BAGUS JATI DAN MUSEUM


MARKETING 3.0
KAMIS, 18 OKTOBER 2018

Diajukan Sebagai Laporan Mahasiswa Sebagai Peserta Kegiatan

Kegiatan : Praktikum Lapangan Di BAGUS DICOVERY


GROUP Bagus Jati Dan Museum Marketing
3.0
Tahun : 2018
Tanggal Kegiatan : 18 OKTOBER 2018

Disusun Oleh:
I Made Sugita Darmateja
17301001

MAGISTER TERAPAN PARIWISATA

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA


NUSA DUA BALI
2018
1
DAFTAR ISI

Daftar Isi ……………………………………………………………………..... 2

A Pendahuluan ………………………………….. 3
B Pemamparan Materi ………………………………….. 4
C. Penutup ………………………………….. 7
D. Lampiran Dokumentasi ………………………………….. 8

2
A. PENDAHULUAN

Kemajuan pariwisata dibali yang terus-menerus berinovasi dalam menyediakan beragam


produk wisataa baru, antara lain kebutuhan wisata khusus seperti kesehatan dan atraksi
budaya menjadi trend produk wisata yang berkembang dikalangan wisatawan dan investor
akomodasi dan jasa wisata.
Salah satu fasilitas akomodasi di bali yang menyediakan hal tersebut dikelola oleh Bagus
Discovery Group pada akomodasi wisata Bagus Jati di daerah Sebatu, Bali. Mengusung
konsep Akomodasi wisata yang juga memiliki keunikan pada penyediaan jasa khusus
pemulihan kesehatan dan atraksi budaya daerah Sebat. Bali Discovery Group yang mengelola
akomodasi Bagus Jati telah berdiri sejak tahun 1998, pada lahan sebesar 5 Ha, dengan jumlah
hunian yaitu 8 deluxes spa villa, 12 Superior Villa yang dikelilingi nuansa tropis hutan serta
dikemas untuk kebutuhan hiburan wisatawan yang menginap.
Dalam mempertahankan eksistensinya untuk menyediakan akomodasi dengan tema
khusus yaitu kesehatan dan budaya, Bagus Jati Sebatu tentunya telah menerapkan strategi
pada level Bisnis di lingkungan internal mereka. Strategi tersebut sangat berkaitan erat
dengan bagaimana Akomodasi Bagus Jati Sebatu mengelola keunikan & kelemahan, peluang
& ancaman, segmentasi, target, posisi, market share serta sumber daya manusianya sehingga
bertahan hingga saat ini. Selain strategi, filosofi dari para pioner pengelola yang diwarisi
turun-temurun juga sangat penting untuk diketahui. Bagaimana suatu perusahaan bisnis
mampu bertahan tentunya berawal dari filosofi dasar dan kepercayaan untuk membangun
bisnis tersebut. Bagus Jati Sebatu yang pengelolanya telah mencapai tiga generasi tentunya
memiliki filosofi esensial yang diwarisi dan diterapkan selalu untuk menunjang bisnis
mereka.
Pemasaran produk daya tarik Bagus Jati Sebatu yaitu produk yang dikhususkan untuk
“Health & Wellbeing Retreatment” kini telah memasuki era digital. Management Bagus Jati
Sebatu telah menerapkan konsep pemasaran 4.0 dalam memperoleh market share di lintas
negara dan pengaplikasiannya dalam menjaga eksistensi keberadaan Bagus Jati Sebatu sangat
perlu ditelusuri. Pemahaman akan perkembangan Marketing 1.0 hingga 4.0 pada era
pariwisata digital ini sangat krusial untuk diketahui terutama pada pemasaran produk
intangible seperti pariwisata budaya serta program kesehatan yang menjadi alternatif produk
selain Akomodasi di Bagus Jati dan lokasi lainnya yang memasarkan pariwisata budaya.

3
Laporan karya tulis ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana penerapan
Manajemen Strategis dan Pengaplikasian Marketing 4.0 untuk pemasaran produk di Bagus
Jati Sebatu serta peran perkembangan marketing 1.0 hingga 4.0 dalam pemasaran pariwisata
budaya. Laporan ini dibuat sebagai bentuk pertanggung jawaban mahasiswa Magister
Terapan Pariwisata dalam program Praktek Kerja Lapangan pada tanggal 18 Oktober 2018 di
Bagus Jati Sebatu dan Museum 3.0 Ubud untuk mata kuliah Manajemen Strategis Semester
II.

B. PEMAPARAN MATERI

Bagus Jati Sebatu terletak di 5 hektar taman bukit di antara hutan tropis yang subur di
pegunungan Ubud, Bali. Akomodasi pariwisata ini terdiri dari 8 (delapan) vila spa deluxe,
masing-masing dengan fasilitas spa pribadi dan 12 (dua belas) vila superior dengan jendela
lebar yang menghadap ke hutan tropis dengan Tipe kamar terbaru yaitu 2 (dua) kamar tidur
vila dan 2 (dua) vila kolam renang satu kamar.
Bagus Jati Sebatu yang berdiri pada tahun 1998 dan dikelola oleh Bagus Discovery
Group sejak awal telah mengusung konsep akomodasi pariwisata yang memiliki produk
khusus pada Kesehatan “heallth & wellbeing retreatment” serta atraksi budaya. Eksistensi
konsep tersebut tidak pernah diubah oleh management bagus jati sebatu dan selanjutnya
secara simultan terus menerus dikembangkan untuk menarik minat segmen konsumen pasar
selektive yang memiliki ketertarikan khusus pada pariwisata yang menawarkan produk
pemulihan kesehatan (Detoxsification & Purification) dan atraksi budaya. Dilihat dari
konsistensi tersebut dalam pengelolaan Bagus Jati Sebatu, dapat dilihat bahwa management
mengaplikasikan Strategi Fokus (Focus Strategy) pada unit level bisnisnya. Hal tersebut
berhubungan dengan pengertian dari strategi fokus yaitu suatu strategi yang mencoba untuk
menetik berat atau memfokuskan pada daerah pasar target konsumen yang tertentu dan
terbatas serta biasanyan sempit. Strategi fokus ini sering disebut sebagai strategi
terkonsentrasi yang berusaha untuk mengkonsentrasikan diri guna melayani segmen pasar
yang sempit dan terbatas.
Dalam tahap awal mengaplikasikan strategi fokus tersebut, management Bagus Jati
Sebatu telah lama mempertimbangkan keunggulan, peluang, kelemahan serta tantangan yang
akan diperoleh dari pemilihan produk mereka melalui analisa SWOT. Adapun hasil analisa
tersebut menampilkan fakta bahwa produk Bagus Jati Sebatu memiliki keunggulan dari sisi

4
posisi kuat bahwa mereka adalah pelopor akomodasi yang mengusung pusat “health
Tourism” di bali dan memiliki kolaborasi produk organik dan program wisata budaya dalam
suatu lokasi akomodasi wisata. Bagus Jati Sebatu yang hingga saat ini masih bernuansa
traditional bali dari arsitektur dan produk yang ditawarkan serta melibatkan masyarakat
sekitar untuk terlibat mengembangkan bisnis ini dianggap sebagai suatu peluang besar yang
dapat menjaga Bagus Jati Sebatu untuk terus berkebang dan bertahan di zaman bisnis
modern. Lokasi yang jauh dari pusat destinasi pariwisata Ubud dan kiat-kiat management
untuk terus menggunakan produk lokal memberikan implikasi bahwa hanya wisatawan
dengan tujuan khusus yang akan berkunjung. Hal tersebut menjadi kelemahan dan tantangan
bagi management, akan tetapi dikarenakan keunggulan dan difersifikasi produk Bagus Jati
Sebatu yang tidak ada ada di akomodasi wisata lainnya serta peningkatan motivasi wisatawan
untuk berkunjung kebali dengan tujuan pemulihan kesehatan dan atraksi budaya tradisional
menjadi hal positif bagi management untuk menerapkan strategi fokus.
Di kondisi pariwisata Global, Segmentasi pasar dari Bagus Jati sebatu adalah para
wisatawan “honeymooner” dan wisatawan yang memiliki tujuan khusus atau minat khusus
pada “health tourism”dengan motivasi untuk mengembalikan kesehatan mereka dari stress
keseharian atau penyakit, melalui program purifikasi dan detoksifikasi berdasarkan ayurweda
dan pengobatan tradisi bali. Dari segmentasi tersebut target wisatawan yang menjadi potensi
dari Bagus Jati Sebatu adalah para wisatawan “Free indepent Travelers”dan “Group
Inclusive Travellers” yang tertarik dengan produk Health Tourism seperti para praktisi yoga,
meditasi dan zen. Terlepas dari wisatawan dengan minat khusus tersebut, Bagus Jati Sebatu
juga menargetkan wisatawan yang bersal dari honeymooner dan wisatawan keluarga atau
kelompok yang ingin memperoleh pengalaman budaya. Posisi Bagus Jati Sebatu di pasar
global kini sudah sangat akrab dengan para wisatawan terutama dari pasar australia dan eropa
yang dibuktikan dari pemrolehan certificate of excellent dan banyak komentar positif di
website www.tripadvisor .com
Dalam memperoleh potensi pasar bagi Bagus Jati Sebatu, pihak management melakukan
berbagai usaha offline dan online yang merupakan ciri dari karakteristik marketing 4.0.
Marketing 4.0 merupakan pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan
interaksi online dan interaksi offline antara perusahaan dengan pelanggan. Di era ekonomi
digital, interaksi digital saja tidaklah cukup. Kenyataannya, justru di saat dunia online
berkembang, sentuhan offline menjadi titik diferensiasi yang kuat. Selain
mengkombinasikan online dan offline, Marketing 4.0 juga mengintegrasikan antara

5
style dan substance. Yang dimana, Bagus Jati Sebatu tidak hanya
mengedepankan branding profesional, serta produk yang bermanfaat pada kesehatan manusia
seperti pada konsep marketing 3.0 tetapi juga konten yang relevan dengan pelanggan atau
menyuguhkan konten yang bagus dengan kemasan yang up-to-date untuk disampaikan secara
digital kepada konsumen.
Usaha-usaha dalam melaksanakan aspek offline dari Marketing 4.0, manajemen Bagus
Jati Sebatu melakukan beberapa terobosan yaitu mengikuti berbagai Trade Show seperti
WTM LONDON, ITB BERLIN, VAKANTIESBEURS, dan ITB ASIA yang rutin diikuti serta
melakukan promosi di Scandinivia dan Baltics Countries dengan Mentri Pariwisata Indonesia
dan kedutaan swedia untuk membawa Bagus Jati Sebatu ke pasar Global. Terlebih dari hal
tersebut, usaha promosi online juga dilakukan oleh manajemen dalam bentuk promosi iklan
di Australian National TV station (Channel 9) untuk pasar Australia serta design tampilan
360o pada website resmi Bagus Jati Sebatu yang mendukung substansi relevan dan
digitalisasi kemasan produk dari marketing 4.0 yang dapat meningkatkan minat wisatawan
global untuk langsung memilih Bagus jati Sebatu dalam program wisatanya.
Mempertahankan pemrolehan pasar yang selektive merupakan kwajiban besar bagi
manajemen untuk keberlanjutan Bagus Jati Sebatu. Dalam mempertahankan pasar dengan
minat khusus tersebut, pihak manajemen menerapkan system konsep sustainable tourism
development (green/eco tourism dan community based tourism) yang dapat semakin
memperjelas keunggulan dari potensi produk kesehatan dan budaya yang menjadi
keunggulan dari bagus jati sebatu. Bentuk atraksi budaya yang ditawarkan oleh Bagus Jati
Sebatu dalam mempertahankan pasar mereka adalah penerapan program cultural involvement
seperti mengajak wisatawan untuk berkunjung ke rumah pegawai mereka yang menjadi
penggiat budaya untuk terlibat dalam budaya sekitar seperti mebanten dan membuat canang.
Hal tersebut jauh lebih melibatkan komunitas masyarakat disekitar bagus jati sebatu selain
memperkerjakan masyarakat sebagai pegawai.
Berkaitan dengan masyarakat yang menjadi pegawai, 90% dari pegawai di Bagus Jati
sebatu merupakan masyarakat sekitar yang diperkerjakan dalam berbagai departement kerja.
Pengembangan potensi sumber daya manusia dilakuakan terus menerus oleh manajemen
Bagus Jati Sebatu dikarenakan para staff pekerja masih banyak yang belum menempuh
pendidikan hospitality sesuai departement. Peningkatan sumber daya manusia tersebut
dilakukan oleh manajemen Bagus Jati Sebatu dalam bentuk pelatihan bulanan dan program
sertifikasi yang akan melatih pegawai dari dasar hingga profesional dan memiliki standar

6
yang dicerminkan melalui sertifikat yang didapat. Selain memperkerjakan masyarakat sekitar
menjadi pegawai, Bagus Jati Sebatu juga memberikan program CSR bagi masyarakat dan
sosial sekitar dalam bentuk :
 Menyediakan dana atau barang habis pakai untuk perayaan Hari Nyepi dan Bulan
purnama sebagai usaha untuk melindungi dan menopang tradisi lokal.
 Menetapkan prioritas dengan mempekerjakan penduduk setempat sebagai karyawan
serta menyediakan asuransi kesehatan yang tidak hanya mencakup staf tetapi juga
keluarga besar (suami / istri dan dua anak).
 Melaksanakan kerja sama dengan penduduk setempat untuk membersihkan area
masyarakat di sekitarnya untuk memiliki lingkungan yang lebih sehat dan bersih.
 Menjadi lokasi magang bagi siswa sekolah menengah setempat sehingga masyarakat
generasi muda bisa mendapatkan wawasan dunia nyata dan eksposur pribadi untuk
kehidupan kerja yang sebenarnya, pengalaman, landasan untuk pilihan karir, dan
kesempatan untuk membangun jaringan bisnis yang berharga

C. PENUTUP
Fokus strategi sangat sesuai untuk digunakan pada bisnis akomodasi yang telah
memiliki ciri khas khusus untuk pasar tertentu seperti Bagus Jati Sebatu. Pengembangan
produk khusus melalui strategi fokus, mampu mengurangi kelemahan dari Bagus Jati Sebatu
yaitu lokasinya jauh dari pusat pulau bali yang tentunya wisatawan minat khusus tidak akan
mempermasalahkan jarak tempuh yang harus dicapai untuk mendapatkan produk wisata yang
sesuai dengan motivasi dan minat mereka. Strategi fokus dengan produk minat khusus yang
terus menerus menargetkan niche market menciptakan citra bahwa akomodasi pada destinasi
wisata yang terpencil sekalipun dapat berkembang dengan potensi pasar sempitnya. Hal
lainnya yang menjadi penting dari pelajaran di Bagus Jati Sebatu adalah penggunaan
Marketing 4.0 dalam pemasarannya pada era digital ini. Bagus Jati Sebatu menyadari bahwa
wisatawan kini yang mulai banyak terinteraksi dengan teknologi terutama wisatawan
millenial yang akan menjadi penghuni mayoritas dunia, mengetahui informasi selalu melalui
dunia digital sehingga pemasaran juga harus bersifat digital dengan sentuhan tampilan produk
yang tertera pada etalase digital seperti konsep tampilan 360o. Konsep Marketing 4.0 yang
diterapkan oleh Bagus Jati Sebatu telah melihat potensi tersebut dengan bersama-sama juga
meningkatkan usaha usaha promosi offline seperti bergabung pada “Trade Show” pariwisata
global untuk melakukan promosi secara langsung

7
LAMPIRAN DOKUMENTASI

8
9
10