Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

P3K
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kuliah Dari Dosen
Pahala Hutajulu, S.Pd,M.Pd
KETUA PRODI PENJASKESREK

Disusun Oleh :
MAKSEN LABOBAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIKAN


JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENJASKESREK
“UNIVERSITAS CENDERAWASIH”
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena dengan anugerah dan
kasih sayang, petunjuk dan kekuatannya yang telah diberikan pada penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “P3K”. Tanpa pertolongan-Nya
mungkin saya tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Yang akan
memberikan manfaat di kemudian hari guna kemajuan ilmu pengetahuan.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai arti P3K. Saya juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh
dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, saya berharap adanya kritik, saran dan
usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu
yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Jayapura, Juni 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 1

1.3. Tujuan ........................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................... 2

2.1 Pengertian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) ............................ 2

2.2 Tujuan P3K.................................................................................................... 2

2.3 Pelaku P3K .................................................................................................... 3

2.4 Dasar Hukum P3K ......................................................................................... 4

2.5 Obat-Obatan Dan Peralata P3K ..................................................................... 5

2.6 Cara Memberikan P3K .................................................................................. 9

BAB III PENUTUP ...................................................................................................... 13

3.1. Kesimpulan ................................................................................................. 13

3.2. Saran ........................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


P3K merupakan sebuah pengetahuan dan keterampilan karena jika kita
hanya mengetahui teorinya saja tanpa melakukan latihan atau praktek, maka
mental kita tidak terlatih ketika kita benar-benar menghadapi kejadian sebenarnya.
Sebaliknya jika kita langsung praktek tanpa membaca teori kemungkinan besar
kita akan melakukan pertolongan yang salah pada korban. Sebagai seorang
pecinta alam, materi ini penting untuk dipelajari, karena kondisi alam seringkali
tidak dapat diduga dan sangat mungkin terjadi kecelakaan yang tidak kita
harapkan. Sedangkan tenaga medis, sarana dan prasarana kesehatan sulit untuk
dijangkau. Maka satu-satunya pilihan adalah mencoba melakukan pertolongan
sementara pada korban kerumah sakit atau dokter terdekat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang di maksud P3K?
2. Apa tujuan P3K?
3. Bagaimana dasar hukum P3K?
4. Apa saja kewajiban pelaku P3K?
5. Apa saja obat-obatan dan peralata P3K?
6. Bagaimana cara memberikan P3K?

1.3. Tujuan
1. Mengetahui pengertian P3K
2. Mengetahui tujuan P3K
3. Mengetahui dasar hukum P3K
4. Mengetahui cara kerja pelaku P3K
5. Mengetahui jenis obat-obatan dan peralatan P3K
6. Mengetahui cara memberikan P3K

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)


Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan
dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat
pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. Ini berarti
pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna,
tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K
(petugas medik atau orang awam) yang pertama kali melihat korban. Pemberian
pertolongan harus secara cepat dan tepat dengan menggunakan sarana dan
prasarana yang ada di tempat kejadian. Tindakan P3K yang dilakukan dengan
benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban
dari kematian, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak baik malah bisa
memperburuk akibat kecelakaan bahkan menimbulkan kematian.
Pertolongan pertama pada kecelakaan sifatnya semantara. Artinya kita
harus tetap membawa korban ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk
pertolongan lebih lanjut dan memastikan korban mendapatkan pertolongan yang
dibutuhkan

2.2 Tujuan P3K


Tujuan dari P3K adalah sebagai berikut:
2.2.1 Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian
1) Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban
2) Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) kalau perlu
3) Mencari dan mengatasi pendarahan
2.2.2 Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk)
1) Mengadakan diagnosa
2) Menangani korban dengan prioritas yang logis
3) Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi.
2.2.3 Menunjang penyembuhan
1) Mengurangi rasa sakit dan rasa takut

2
2) Mencegah infeksi
3) Merencanakan pertolongan medis serta transportasi korban dengan
tepat

2.3 Pelaku P3K


Dalam pertolongan pertama terdapat pelaku pertolongan pertama yang
artinya ialah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian, yang memiliki
kemampuan dan terlatih dalam kemampuan medis dasar. Kewajiban pelaku
pertolongan pertama antara lain :
1) Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang lain di
sekitarnya.
2) Dapat menjangkau penderita baik dalam kendaraan, kerumunan massa
maupun bangunan.
3) Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa.
4) Meminta bantuan ataupun rujukan apabila diperlukan.
5) Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan
korban.
6) Membantu pelaku pertolongan pertama lainnya.
7) Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita.
8) Melakukan komunikasi dengan petugas lain yang terlibat.
9) Mempersiapkan penderita untuk ditransportasikan.
Pelaku pertolongan pertama dalam melaksanakan tugasnya memerlukan
peralatan dasar untuk digunakan. Oleh karena penderita dapat saja mengeluarkan
ceceran darah ataupun cairan tubuh lainnya yang memiliki potensi sumber
penyakit, maka pelaku penolong pertama memerlukan APD (Alat Perlindungan
Diri) yang di antaranya ialah :
1) Sarung tangan lateks.
2) Kacamata pelindung.
3) Baju pelindung.
4) Masker.
5) Helm (untuk melindungi apabila menolong di tempat yang rawan akan
jatuhnya benda dari atas seperti runtuhan bangunan,dsj).

3
Selain APD, penolong pertama juga menggunakan peralatan penolong
dalam menjalankan tugasnya di antaranya ialah :
1) Penutup luka :
 Kasa steril.
 Bantalan Kasa.
2) Pembalut luka :
 Pembalut gulung (pita).
 Pembalut segitiga (mitella).
 Pembalut tubuller (tabung).
 Pembalut rekat (plester).
3) Cairan antiseptik :
 Alkohol 70%.
 Betadine.
4) Cairan pencuci mata (boorwater).
5) Bidai dan peralatan stabilitas tubuh lainnya.
6) Gunting pembalut.
7) Pinset.
8) Senter.
9) Kapas.
10) Selimut.
11) Oksigen.
12) Tensimeter
13) Stetoskop.
14) Tandu.
15) Alat Tulis.
Kemampuan berimprovisasi pelaku penolong pertama juga diperlukan
apabila tidak ditemukan alat-alat di atas di lokasi kejadian sehingga dapat mencari
alat lain sesuai fungsinya serta aman untuk digunakan.

2.4 Dasar Hukum P3K


Dasar hukum mengenai pertolongan pertama belum diatur secara khusus,
namun umumnya merujuk pasal 531 KUHP yang menyebutkan

4
bahwa Barangsiapa menyaksikan sendiri ada orang di dalam keadaan bahaya
maut, lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang
pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan
menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum
kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyk-banyaknya Rp. 4.500,-.
Jika orang yang perlu ditolong itu mati, diancam dengan : KUHP 45, 165, 187,
304s, 478, 535, 566.

2.5 Obat-Obatan Dan Peralatan P3K

Gambar Isi Kotak P3K beserta Jumlah yang diperlukannya

2.5.1 Obat-Obatan
1) CTM
Obat ini digunakan untuk penderita alergi, susah tidur (obat tidur) dan
pilek
2) Betadine
Obat ini adalah antiseptik yang di gunakan untuk obat luka luar
3) Povidone Iodine
Obat ini adalah antiseptik yang di gunakan untuk obat luka luar
4) Neo Napacyne
Obat ini digunakan untuk penderita Asma dan sesak nafas
5) Asma soho
Obat ini digunakan untuk penderita Asma dan sesak nafas

5
6) Konidin
Obat ini digunakan untuk penderita Batuk karena alergi, flu, dan pilek
7) Oralit
Obat ini digunakan untuk penderita Dehidrasi
8) Entrostop
Obat ini digunakan untuk mengobati penderita Diare
9) Demacolin
Obat ini digunakan untuk penderita Flu dan batuk
10) Norit
Obat ini digunakan untuk penderita Keracunan
11) Antasida doen
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Maag
12) Gestamag
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Maag
13) Kina
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Malaria
14) Oxycan
Memberi tambahan oksigen murni
15) Damaben
Obat ini digunakan untuk penderita Mual-mual
16) Feminax
Obat ini digunakan untuk penderita Nyeri haid
17) Spasmal
Obat ini digunakan untuk penderita Nyeri haid
18) Counterpain
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Pegal linu
19) Alkohol 70%
Cairan ini di gunakan untuk membersihkan luka/antiseptic
20) Rivanol
Cairan ini di gunakan untuk membersihkan luka/antiseptic

2.5.2 Fungsi dan Cara Penggunaan Obat / Alat dalam Kotak P3K

6
1) Kasa Steril terbungkus
Kasa Steril digunakan untuk menutupi luka yang telah dibersihkan.
Lipat Kasa Steril untuk menyesuaikan ukuran lebar Kasa dengan
ukuran Luka, Tutup Luka tersebut dan rekatkan dengan menggunakan
Plester.
2) Perban
Terdapat 2 Ukuran lebar Perban dalam Kotak P3K, diantaranya adalah
5cm dan 10cm. Perban berfungsi untuk membalut luka yang sudah
ditutup dengan Kasa Steril dan juga sebagai bantalan menghentikan
luka pendarahan.
3) Plester
Pleaster digunakan dalam Kotak P3K adalah pleaster yang berukuran
1,25cm yang berfungsi untuk merekatkan luka yang telah ditutupi
dengan kasa atau perban.
4) Plester Cepat
Plester Cepat digunakan untuk menutupi Luka Kecil. Plester Cepat
pada umumnya sudah terdapat Kasa bantalan yang diberi obat luka.
Contoh Plester Cepat diantaranya adalah Hansaplast.
5) Kapas
Kapas dalam Kotak P3K digunakan untuk membersihkan Luka dan
juga sebagai bantalan Luka. Setelah membersihkan luka dengan
kapas, harus pastikan tidak ada Kapas yang tersisa pada luka.
6) Kain Segitiga / Mittela
Kain Segitiga atau Mittela digunakan untuk membalut luka pada
kepala dan juga dapat digunakan untuk membalut gendongan tangan.
7) Gunting
Gunting adalah alat yang digunakan untuk menggunting perban,
pleaster ataupun yang lainnya agar sesuai dengan ukuran yang
diinginkan.
8) Peniti
Fungsi Peniti adalah untuk merapikan balutan.
9) Sarung Tangan sekali pakai (Pasangan)

7
Sarung Tangan digunakan untuk melindungi tangan petugas P3K agar
tidak terjadi Kontak langsung dengan luka korban dan juga untuk
melindungi tangan dari bahaya terkena bahan kimia
10) Masker
Masker digunakan sebagai alat perlindungan terhadap pernafasan
untuk petugas P3K sendiri maupun korban. Penggunakan Masker
yang baik adalah menutupi hidung dan mulut.
11) Pinset
Pinset adalah alat yang digunakan untuk mengambil alat steril ataupun
benda asing (kotoran) pada Luka.
12) Lampu Senter
Lampu Senter dipergunakan untuk memperjelas dalam melihat luka
ataupun pupil mata korban pingsan. Jika Mata Pupil tetap melebar
atau antara pupil kanan dan pupil kiri tidak sama berarti korban benar-
benar pingsan, tetapi apabila pupil mata mengecil saat disinari berarti
korban masih sadar.
13) Gelas untuk cuci Mata
Gelas diperlukan untuk mencuci atau membilas mata dari kotoran atau
kontak bahan kimia. Tempelkan gelas menutupi mata, buka mata
dengan lebar dan gerakkan mata, bilas sampai bersih.
14) Kantong Plastik Bersih
Kantong Plastik digunakan sebagai tempat untuk menampung bekas-
bekas perawatan luka.
15) Aquades (100ml Larutan Saline)
Aquades dengan larutan Saline digunakan untuk membersihkan
kotoran dari Mata dan juga dapat digunakan untuk membersihkan
luka.
16) Povidon Iodin
Povidon Iodin adalah obat antiseptik digunakan untuk mengobati luka
tersayat atau tergores yang tidak dalam. Oleskan Povidon Iodin pada
bagian luka. Jenis Obat Povidon Iodin yang sering ditemukan di
pasaran diantaranya adalah Betadine.

8
17) Alkohol 70%
Alkohol 70% digunakan sebagai antiseptik luka dan juga dapat
digunakan sebagai perangsang orang yang pingsan.
18) Buku Panduan P3K
Buku yang dipergunakan sebagai panduan dalam Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan (P3K). Isi dari buku tersebut diantaranya adalah
cara-cara melakukan pertolongan pertama pada patah tulang, luka
bakar, korban keracunan, serangan asthma, korban pingsan, sumbatan
nafas, terpapar baha kimia, Evakuasi Korban dan lain sebagainya.

2.6 Cara Memberikan P3K


2.6.1 Prioritas Pertolongan
Ada beberapa prioritas utama yang harus dilakukan oleh penolong dalam
menolong korban yaitu:
1) Henti napas
2) Henti jantung
3) Pendarahan berat
4) Shock
5) Ketidak sadaran
6) Pendaraahan ringan
7) Patah tulang atau cedera lain
2.6.2 Tindakan Pertama Saat Menemukan Korban
1) Pastikan 123 korban telah stabil, kalau perlu lakukan RJP
2) Mengadakan diagnosa (mendapatkan informasi tentang keadaan
korban)
a. Riwayat
Yaitu cerita tentang bagaimana insiden itu terjadi, bagaimana
cedera atau penyakit yang didera. Tanyakan kepada korban bila
sadar dan atau saksi mata.
b. Petunjuk luar
Semua petunjuk yang mungkin ada pada korban seperti catatan
medis korban, obat-obatan yang dibawa korban

9
c. Keluhan
Adalah sesuatu yang dirasakan atau dialami atau dijelaskan oleh
korban seperti mual, nyeri panas, dingin atau lemah. Hal itu harus
ditanyakan dan dicocokkan dengan diagnose lainnya
d. Gejala
Adalah rincian dari pengamatan yang anda lihat, cium dan raba
dalam suatu pemeriksaan korban (pemeriksaan dari ujung rambut
sampai ujung kaki)
e. Melakukan pertolongan dan perawatan terhadap hasil diagnosa
diatas sesuai dengan prioritas pertolongan.

2.6.3 Keluhan Dan Gejala Penyakit Atau Derita


1) Keluhan yang mungkin diungkapkan korban:
Misalnya: nyeri, takut, panas, tidak dapat mendengar secara
normal, hilang penginderaan, penginderaan abnormal, haus, mual,
perih, mau pingsan, kaku, tidak sadar sebentar, lemah, gangguan
daya ingat, pening, tulang terasa patah.
2) Gejala yang mungkin dilihat (ekspresi):
Misalnya: Cemas dan nyeri, gerakan dada abnormal, berkeringat,
luka, pendarahan dari liang tubuh, bereaksi bila disentuh, bereaksi
atas ucapan, lebam, warna kulit abnormal, kejang otot, bengkak
deformitas (kelainan bentuk), benda asing, bekas suntikan, bekas
gigitan, bekas muntahan, dll.
3) Gejala yang didapatkan dari perabaan:
Misalya: lembab, suhu tubuh abnormal, nyeri dan luka lunak bila
disentuh, pembengkakan, deformitas (perubahan bentuk ke yang
buruk), ujung-ujung tulang bergeser.
4) Gejala yang mungkin didengar:
Misalnya: napas bising atau sesak, rintihan, suara hisapan, bereaksi
bila disentuh, reaksi atas ucapan.
5) Gejala yang mungkin dicium:
Misalnya: Aseton, alcohol, gas atau uap, asap atau terbakar.

10
2.6.4 Evakuasi Korban
Evakuasi adalah untuk memindahkan korban ke lingkungan yang lebih
aman dan nyaman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. Prinsip
dasar dalam melakukan evakuasi adalah:
1) Dilakukan jika mutlak perlu
2) Menggunakan teknik yang baik dan benar
3) Penolong harus memiliki kondisi fisik yang prima dan terlatih serta
memiliki semangat untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang
lebih besar atau bahkan kematian

Dalam melaksanakan proses evakusi korban, ada beberapa cara atau


alat bantu yang harus digunakan, namun hal tersebut sangat tergantung pada
kondisi yang dihadapi seperti medan, kondisi korban, ketersediaan alat dan
sebagainya. Apabila tidak memiliki alat bantu untuk mengangkut korban maka
mau-tikak mau kita harus mengangkutnya langsung tanpa alat bantu. Jika
hanya satu orang pengangkut, maka korban harus dipondong apabila korban
ringan dan anak-anak, di gendong apabila korban sadar dan tidak terlalu berat
serta tidak patah tulang, dipapah apabila korban tanpa luka di bahu atas, di
panggul atau digendong atau bahkan juga bisa dilakukan dengan merayap
posisi miring. Dan apabila ada dua orang atau lebih pengangkut korban , maka
korban di pondong dengan posisi tangan lepas dan tangan berpegangan, Model
membawa balok, atau bahkan bisa mengangkut korban dengan model
membawa kereta.
Cara yang digunakan untuk mengangkut korban di atas merupakan cara
alternatif saja. Tetapi kalau ada alat bantu seperti: Tandu permanen, Tandu
darurat, Kain keras/ponco/jaket lengan panjang, dan Tali/webbing malah lebih
bagus dan tenaga tidak banyak terkuras, beban terasa ringan
2.6.5 Evakuasi dan Transportasi
Evakuasi adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan
ke tempat lain yang lebih aman dengan cara-cara yang sederhana di lakukan di

11
daerah – daerah yang sulit dijangkau dimulai setelah keadaan darurat.
Penolong harus melakukan evakuasi dan perawatan darurat selama perjalanan.
Cara pengangkutan korban:
1) Pengangkutan tanpa menggunakan alat atau manual
Pada umumnya digunakan untuk memindahkan jarak pendek dan korban
cedera ringan, dianjurkan pengangkatan korban maksimal 4 orang.
2) Pengangkutan dengan alat (tandu)
Rangkaian pemindahan korban:
1. Persiapan,
2. Pengangkatan korban ke atas tandu,
3. Pemberian selimut pada korban
4. Tata letak korban pada tandu disesuaikan dengan luka atau cedera.
Prinsip pengangkatan korban dengan tandu:
1. Pengangkatan korban
Harus secara efektif dan efisien dengan dua langkah pokok;
gunakan alat tubuh (paha, bahu, panggul), dan beban serapat
mungkin dengan tubuh korban.
2. Sikap mengangkat.
Usahakan dalam posisi rapi dan seimbang untuk menghindari
cedera.

3. Posisi siap angkat dan jalan.


Biasanya posisi kaki korban berada di depan dan kepala lebih
tingi dari kaki, kecuali;
 Menaik, bila tungkai tidak cedera,
 Menurun, bila tungkai luka atau hipotermia,
 Mengangkut ke samping,
 Memasukan ke ambulan kecuali dalam keadaan tertentu
 Kaki lebih tinggi dalam keadaan shock

12
BAB III
PENUTUPAN

3.1. Kesimpulan
P3K adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban
kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau
paramedik. Pertolongan pertama pada kecelakaan sifatnya semantara. Artinya kita
harus tetap membawa korban ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk
pertolongan lebih lanjut dan memastikan korban mendapatkan pertolongan yang
dibutuhkan.
Ada beberapa tahap dalam memberikan Pertolongan Pertama Pada
kecelakaan :
1. Penolong mengamankan diri sendiri ( memastikan penolong telah aman dari
bahaya)
2. Amankan Korban ( evakuasi atau pindahkan korban ketempat yang lebih
aman dan
3. Nyaman.
4. Tandai tempat Kejadian jika diperlukan untuk mencegah adanya korban baru.
5. Usahakan Menghubungi Tim Medis
6. Tindakan P3K

3.2. Saran
Agar tak melakukan kesalahan saat melakukan Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan ada beberapa kesalahan yang harus di hindari, yaitu:
1. Menoreh bekas luka gigitan hewan berbisa.
2. Mengoles mentega pada luka bakar.
3. Menghentikan pendarahan dengan membuat ikatan yang bisa dikencangkan
dan dilonggarkan (torniquet) diatas luka yang mengalami pendarahan.
4. Memberikan terapi panas pada kondisi keseleo, otot tegang, atau patah tulang.
5. Memindahak korban tabrakan dari dalam mobil ke tempat lain.
6. Mengucek mata ketika ada benda masuk ke mata.

13
DAFTAR PUSTAKA

http://google.com

14

Anda mungkin juga menyukai