Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH TENTANG

BIOGRAFI SUNNY KAMENGMAU

DISUSUN OLEH :

ANITA FAUZIA HAYATI

BERRY PRANOTO

DESTYA WULAN CHAIRUNNISA

KURNIA AMANDA

NUR HABIBAH RANGKUTI

YAYASAN WAHANA BHAKTI HUSADA

AKADEMI KEPERAWATAN RSPAD GATOT SOEBROTO


JAKARTA

2018
Kisah Sukses Sunny Kamengmau, Pendiri Tas Robita

Seorang tamatan SMP asal Nusa Tenggara Timur bernama Sunny


Kamengmau berhasil menjadi seorang pengusaha sukses dengan mendirikan
usaha Tas Robita bersama dengan partnernya bernama Nobuyuki Kakizaki,
seorang pemilik perusahaan Real Pint Inc dari Jepang. Mari simak kisah
suksesnya dalam mendaki tangga kesuksesan dan berbagai liku tantangan yang
dihadapinya melalui artikel berikut ini. Selamat membaca dan terinspirasi!

Mengenal Sunny Kamengmau


Secara umum, bangku sekolah memang mengantarkan seorang individu untuk
dapat meraih kesuksesan di kemudian hari yang tentu saja diimbangi dengan
niat yang positif untuk mau berkembang dan maju. Namun, hal ini tidak berlaku
bagi seorang yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, Sunny Kamengmau.

Pada usia 18 tahun, ia tidak menampatkan bangku sekolah SMA-nya. Sunny


Kamengmau jenuh dengan pendidikan di sekolah pada saat itu. Dengan
berbekal ijazah terakhir SMP-nya, ia merantau ke Pulau Bali.

Di Bali, Sunny Kamengmau bekerja serabutan. Ia mau melakukan berbagai hal,


diantaranya adalah buruh cuci mobil dan juga buruh renovasi rumah. Sampai
pada akhirnya, ia bekerja menetap di sebuah Hotel bernama Un’s Hotel yang
terletak di Jalan Benesari, Legian, Kuta. Di tempat itu, ia bekerja sebagai tukang
kebun selama satu tahun sebelum dipindahkan dan naik pangkat menjadi
petugas keamanan atau security pada tahun 2000.

Melihat Peluang dari Kacamata Seorang Sunny Kamengmau


Sunny Kamengmau senang bergaul dengan para tamu hotel di Un’s Hotel dan
hal ini membuatnya tertarik untuk mempelajari bahasa asing, terutama bahasa
Inggris dan bahasa Jepang. Bahkan, dengan gajinya yang hanya Rp50 ribu, ia
membelikannya sebuah kamus Bahasa Inggris. Ia melihat peluang tersendiri
dari pekerjaannya sebagai security di hotel tersebut.

Kemauannya yang tinggi untuk belajar bahasa asing sangat menolongnya dalam
memiliki relasi dengan para tamu hotel hingga pada suatu kesempatan, ia
mendapatkan peluang bisnisnya melalui pertemuannya dengan Nobuyuki
Kakizaki, seorang pengusaha dan pemilik dari Real Point Inc asal Jepang.
Memulai Bisnis Tas Robita
Berkat kefasihannya dalam berbahasa Jepang, Sunny Kamengmau bersahabat
dengan Nobuyuki Kakizaki. Persahabatan mereka selama 5 tahun membuat
mereka untuk bekerja sama sebagai partner usaha pembuatan tas.

Mereka bekerja sama untuk membuat tashandmade di Indonesia yang akan di


ekspor ke negeri asal Nobuyuki Kakizaki di Jepang. Mereka memilih
produkhandmade dikarenakan peminatan yang besar dari para konsumen di
Jepang yang lebih menyukai produk handmadedaripada tas produksi pabrik.

Tentu saja ini menambah nilai harga dari tas tersebut oleh karena jumlah
permintaan dan peminatan yang relatif tinggi untuk produk tas handmade.

Pada awal bisnis yang mereka jalani, Nobuyuki Kakizaki sering


mengajaknya untuk membeli berbagai barang kerajinan tangan dan aksesoris di
toko dan dijual kembali di Jepang. Sunny Kamengmau belajar banyak hal dari
persahabatannya dengan Nobuyuki Kakizaki. Ia belajar untuk memilih berbagai
barang yang berkualitas dan cara mengirim barang ke Jepang. Saat itu,
pekerjaan sebagai security di malam hari tidak ditinggalkan oleh Sunny
Kamengmau.

Sunny Kamengmau dan Nobuyuki Kakizaki menamai usaha tas kulit mereka
tersebut dengan nama Tas Robita dikarenakan kesukaan Nobuyuki Kakizaki
terhadap karakter Nobita di serial kartun Doraemon.

Perkembangan Usaha Tas Robita


Pada awal produksi Tas Robita, tidak banyak calon konsumen yang ingin
memesan produk tersebut. Pemesanan pertama kali berasal dari Jepang dan
hanya belasan yang dijual dengan omzet sebulan yang tidak menentu.

Namun, semangat mereka tidak pernah padam hingga bisnis mereka


berkembang dan pada tahun 2007, produksi Tas Robita mencapai 5.000 tas
setiap bulannya dan pada tahun 2009, Sunny Kamengmau bersama rekannya
Nobuyuki Kakizaki merekrut setidaknya 300 orang karyawan. Suatu
peningkatan usaha yang cukup signifikan karena pada saat awal mereka
mendirikan bisnis Tas Robita pada tahun 2003, mereka hanya memiliki 20
karyawan saja.
Pengalaman Tak Terbayangkan dari Sunny Kamengmau
Sunny Kamengmau sempat mengungkapkan bahwa pengalamannya bersama
Nobuyuki Kakizaki dalam merintis usaha tersebut tidaklah terbayangkan
sebelumnya. Sunny Kamengmau, seorang security memulai usaha tersebut
tanpa modal, bahkan ia sendiri saat itu masih menyewa motor dan juga
memiliki utang yang menumpuk. Namun jerih lelah mereka terbayarkan melalui
niat usaha yang positif dan semangat yang tidak pernah padam sehingga ia
mampu bangkit untuk mencapai kesuksesan.

Masa-masa Sulit Produksi Tas Robita


Tidak ada sesuatu proses yang mulus dalam sebuah kehidupan dan juga dalam
sebuah dunia entrepreneurship. Produksi Tas Robita mengalami penurunan
hingga 3.500 tas setiap bulannya dikarenakan masalah sumber daya manusia.
Selain itu, partner setia Sunny Kamengmau, yaitu Nobuyuki Kakizaki harus
menutup usia karena penyakit kanker paru-paru yang ia derita.

KESIMPULAN

SUNNY KAMENGMAU, PEBISNIS TAS ROBITA

Bekerja keras dan banyak belajar agar masa depan menjadi lebih baik. Begitulah nasihat yang biasa
diberikan orang tua kepada kita, karena memang kesuksesan diraih bukan tanpa kerja keras. Masa –
masa sulit pasti akan dilewati untuk bisa menjadikan kita menjadi orang yang lebih baik. Kali ini
penulis akan mengupas profil seorang Sunny Kamengmau yang semoga saja bisa menjadi inspirasi
para readers untuk terus semangat mengejar cita - cita.
Berusia 38 tahun ini adalah bos pemilik Robita merek tas branded yang sangat terkenal di Jepang.
Tas Robita merupakan merek tas yang populer di antara sosialita Jepang bahkan tas ini termasuk ke
dalam jajaran produk fashion yang berkelas di negeri Matahari Terbit itu. Sunny Kamengmau, nama
bos Robita yang mengolah tas asli Indonesia tersebut menjadi tas yang berkelas di Negeri Sakura.

Sunny Kamengmaru, berawal dari seorang tukang kebun hotel dengan kerja keras dan semangat
belajar, dapat menjadi pengusaha sukses di usia yang masih muda yaitu 38 tahun. Meski sudah
menjadi bos tas bermerek, Sunny tetap menjadi sosok yang ramah dan dermawan. Karena dia ingat
bahwa dia bukanlah apa – apa tanpa orang – orang disekelilingnya yang selalu membantunya.
Sehingga dia berusaha untuk bisa membantu dan bermanfaat bagi orang lain.