NAMA : DITA AMALIA LUTFIANA
NIM : 20101440117023
KELAS : 2B
KONSEP DASAR KEPERAWATAN MATERNITAS
A. Perspektif Keperawatan Maternitas
1. Pengertian
Keperawatan maternitas adalah pemberian layanan kesehatan yang
berkualitas dan profesional yang mengidentifikasi, berfokus dan
beradaptasi dengan kebutuhan fisik dan psikososial ibu bersalin, keluarga
dan bayi baru lahir yang menjadikan keluarga sebagai unit dasar dalam
masyarakat yang memiliki fungsi penting dalam melahirkan, mengasuh
anak dan saling mendukung anggota keluarganya. Keperawatan
maternitas dipusatkan pada keluarga dan masyarakat dengan memberikan
asuhan keperawatan secara holistik. Semua individu mempunyai hak
untuk lahir sehat dengan potensi optimal mempunyai hak mendapatkan
pelayanan kesehatan yang berkualitas/optimal.
Asuhan keperawatan maternitas merupakan filosofi perawatan ibu,
proses fisiologis normal yang membuat seseorang menemukan reaksi
individual dalam konteks normal. Bagi ibu dan pasangan reaksi menjadi
orang tua didasari oleh berbagai peristiwa dari masa kanak–kanak, remaja
atau dewasa, tentunya reaksi tersebut dipengaruhi oleh lingkungan rumah
kedua berasal. Selain itu tingkat kepuasaan calon orang tua dan tingkat
kesenangan ibu nifas dan bayi baru lahir dimodifikasi oleh hubungan
interpersonal dengan orang terdekat yang paling penting bagi mereka di
lingkungan layanan kesehatan.
2. Paradigma Keperawatan Maternitas
Paradigma keperawatan merupakan suatu cara pandang dari profesi
keperawatan untuk melihat suatu kondisi dan fenomena yang terkait
secara langsung dengan aktifitas yang terjadi dalam profesi tersebut.
Paradigma keperawatan pada keperawatan maternitas meliputi:
1
a. Manusia
1) Memiliki karateristik biokimiawi, fisiologi interpersonal dan
kebutuhan dasar hidup yang selalu berkembamg.
2) Perkembangan terjadi melalui interaksi dengan orang lain yang
mampu memenuhi kebutuhan dirinya / membagi pengalamannya.
3) Kebutuhan manusia di organisasikan meliputi perilaku serta
berdasarkan pengalaman masa lalu.
4) Memiliki kehidupan yang seimbang sebagai sarana pertahanan diri
dan upaya mengurangi kecemasan akibat kebutuhan yang tak
terpenuhi.
b. Lingkungan
1) Merupakan faktor eksternal yang berpengaruh terhadap
perkembangan manusia.
2) Lingkungan dapat membantu perawat dalam menjaga pola
pertahanan tubuh terhadap penyakit.
3) Perawat bertanggung jawab dalam tatanan pengobatan yang
merupakan bagian dari lingkungan fisik dan social.
4) Sikap, nilai dan prerilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh
lingkungan budaya dan social disamping pengaruh fisik Proses
kehamilan danpersalinan serta nifas akan melibatkan semua
anggota keluarga dan masyarakat. Proses kelahiran merupakan
permulaan suatu bentuk hubungan baru dalam keluarga yang sangat
penting, sehingga pelayanan maternitas akan mendorong interaksi
yang positif dari orang tua, bayi dan angota keluarga lainnya
dengan menggunakan sumber-sumber dalam keluarga.
c. Sehat
1) Merupakan symbol perkembangan kepribadian dan yang
berlangsung secara terus-menerus menuju kehidupan yang kreatif.
2) Perilaku sehat;perilaku pemenuhan kebutuhan kepuasan kesadaran
diri dan integrasi pengalaman , misalnya pengalaman sakit.
3) Manusia sehat berarti manusia yang tidak memiliki
ansietas/ketegangan.
4) Intervensi keperawatan berfokus pada proses membina hubungan
saling percaya guna mengurangi ansietas.
d. Keperawatan Ibu
Keperawatan ibu merupakan pelayanan keperawatan professional
berkwalitas yang difokuskan pada kebutuhan adaptasi fisik &
2
psikososial ibu selama proses konsepsi/kehamilan, melahirkan, nifas,
keluarga, & bayi baru lahir dengan menekankan pada pendekatan
keluarga sebagai sentra pelayanan. Keperawatan ibu memberikan
asuhan keperawatan holistik dengan selalu menghargai klien dan
keluarganya serta menyadari bahwa klien dan keluarganya berhak
menentukan perawatan yang sesuai untuk dirinya.
3. Tujuan Keperawatan Maternitas
a. Membantu klien dalam mengatasi msalah reproduksi dalam
mempersiapkan diri untuk kehamilan.
b. Memberi dukungan agar ibu hamil memandang kehamilan sebagai
pengalaman yang positif dan menyenangkan.
c. Membantu memberikan informasi yang adekuat untuk calon orang
tua.
d. Memahami social budaya klien.
e. Membantu mendeteksi secara dini penyimpangan abnormal pada
klien.
4. Model Konsep Keperawatan Maternitas
a. Melaksanakan kelas untuk pendidikan prenatal orang tua
b. Mengikut serta keluarga dalam perawatan kehamilan, persalinan, dan
nifas.
c. Mengikut sertakan keluarga dalam operasi.
d. Mengatur kamar bersalin sepeti suasana rumah.
e. Menjalankan system kunjungan tidak ketat.
f. Pemulangan secepat mungkin.
5. Karakteristik
Karakteristik keperawatan maternitas yaitu:
a. Fokus kebutuhan dasar
b. Pendekatan keluarga
c. Tindakan khusus dengan peran perawat.
d. Terjadi interaksi
e. Kerja dalam Tim.
B. Falsafah Keperawatan Maternitas
1. Keperawatan maternitas dipusatkan pada:
a. Keluarga & masyarakat
b. Menghargai klien & keluarganya
c. Klien, keluarga, masyarakat berhak mendapatkan perawatan yang
sesuai
2. Setiap individu berhak lahir sehat-optimal:
3
a. Perempuan hamil dengan bayi yang dikandung
b. Perempuan pasca persalinan beserta bayinya
3. Pengalaman: kehamilan, persalinan, gangguan kesehatan merupakan tugas
perkembangan keluarga dan dapat menjadi krisis situasi.
4. Yakin bahwa kehamilan dan persalinan adalah peristiwa normal, alamiah
partisipasi aktif keluarga dibutuhkan untuk kepentingan kesehatan ibu dan
anak.
5. Awal kehamilan merupakan awal bentuk interaksi dengan keluarga.
6. Sikap, nilai, dan perilaku sehat setiap individu dipengaruhi latar belakang
budaya, agama dan kepercayaan.
7. Keperawatan maternitas berfungsi sebagai advocat/pembela untuk
melindungi hak klien.
8. Mempromosikan kesehatan merupakan tugas penting bagi keperawatan
maternitas dan generasi penerus.
9. Keperawatan maternitas memberi tantangan bagi peran perawat dan
merupakan faktor utama dalam mempromosikan derajat kesehatan
individu, keluarga dan masyarakat.
10. Yakin bahwa penelitian keperawatan dapat menambah pengetahuan dalam
meningkatkan mutu pelayanan maternitas.
C. Trend Dan Isue Keperawatan Maternitas
1. Trend Keperawatan Maternitas
Pada masyarakat yang menuju ke arah modern, terjadi peningkatan
kesempatan untuk meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi,
peningkatan pendapatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap
hukum dan menjadikan masyarakat lebih kritis. Kondisi itu berpengaruh
kepada pelayanan kesehatan dimana masyarakat yang kritis menghendaki
pelayanan yang bermutu dan diberikan oleh tenaga yang profesional.
Keadaan ini memberikan implikasi bahwa tenaga kesehatan khususnya
keperawatan dapat memenuhi standart global internasional dalam
memberikan pelayanan kesehatan/keperawatan, memiliki kemampuan
professional, kemampuan intelektual dan teknik serta peka terhadap aspek
social budaya, memiliki wawasan yang luas dan menguasi perkembangan
Iptek. .
Menyadari peran profesi keperawatan yang masih rendah dalam
dunia kesehatan akan berdampak negatif terhadap mutu pelayanan
4
kesehatan bagi tercapainya tujuan kesehatan, maka solusi yang harus
ditempuh dalam keperawatan maternitas adalah:
a. Pengembangan pendidikan keperawatan.
Sistem pendidikan tinggi keperawatan sangat penting dalam
pengembangan perawatan professional, pengembangan teknologi
keperawatan, pembinaan profesi dan pendidikan keperawatan
berkelanjutan. Akademi Keperawatan merupakan pendidikan
keperawatan yang menghasilkan tenaga perawatan professional
dibidang keperawatan. Sampai saat ini jenjang ini masih terus ditata
dalam hal SDM pengajar, lahan praktik dan sarana serta prasarana
penunjang pendidikan.
b. Memantapkan system pelayanan perawatan professional
Depertemen Kesehatan RI sampai saat ini sedang menyusun registrasi,
lisensi dan sertifikasi praktik keperawatan. Selain itu semua penerapan
model praktik keperawatan professional dalam memberikan asuhan
keperawatan harus segera di lakukan untuk menjamin kepuasan
konsumen/klien.
c. Penyempurnaan organisasi keperawatan
Organisasi profesi keperawatan memerlukan suatu perubahan cepat
dan dinamis serta kemampuan mengakomodasi setiap kepentingan
individu menjadi kepentingan organisasi dan mengintegrasikannya
menjadi serangkaian kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya.
Restrukturisasi organisasi keperawatan merupakan pilihan tepat guna
menciptakan suatu organisasi profesi yang mandiri dan mampu
menghidupi anggotanya melalui upaya jaminan kualitas kinerja dan
harapan akan masa depan yang lebih baik serta meningkat.
2. Penemuan Teknologi Terbaru
a. Alat Kontrasepsi Implan Terbaru
UGM berhasil menemukan alat kontrasepsi implant atau susuk KB
generasi ke tiga yang dinamakan Gestplan. Kelebihan alat
kontresepsi ini bias bertahan hingga 7 tahun di badingkan implant
saat ini yang ber umur 5 tahun. Penemuan ini hasil dari penelitian
dari jurusan Farmatologi dan Toksikologi UGM.
b. Water Birth
Proses persalinan atau proses melahirkan yang dilakukan di dalam
air, manfaaatnya ibu akan merasakan lebih relaks karena semua otot
5
yang berkaitan dengan proses persalinan menjadi lebih elastic.
Metode ini juga akan mempermudah proses mengejar sehingga rasa
nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan, di dalam air proses
proses pembukaan jalan lahir akan lebih cepat.
c. USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D
Alat USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D adalah alat USG yang
berkemampuan menampilkan gambar 3 dan 4 dimensi di teknologi
ini janin dapat terlihat utuh dan jelas seperti layaknya bayi yang
sesungguhnya Alat USG ini bahkan dapat memperlihatkan seluruh
tubuh bayi berikut gerak- geriknya teknologi 3 dan 4 dimensi
menjadi pelengkap bila di duga janin dalam keadaan tidak normal
dan perlu di cari kelainan bawaannya seperti bibir sumbing, kelainan
pada jantung dan sebagainya. Secara lebih detail kelebihan USG
( Ultrasonografi ) 3D dan 4D ini pada janin dapat terbaca secara
lebih akurat, karena teknologi ini dikembangkan untuk
meningkatkan ketepatan diagnosa.
d. Pil KB Terbaru
Pil KB dengan dorspirenone merupakan pil KB terbaru yang
memberikan perlindungan kontrasepsi yang dapat diandalkan,
dengan berbagai manfaat tambahan dalam suatu kombinasi yang
unik Pil Kb dengan dorspirenone adalah pil yang membuat seseorang
merasa lebih nyaman. Mengandung progestin baru dorspirenone
yaitu homon yang sangat menyerupai progesteron salah satu hormon
dalam tubuh. Dorspirenone mempunyai profil farmakologis yang
sangat mirip dengan progesteron alami dengan karateristik memiliki
efek antimineralokortoid dan antiandrogenik tidak memiliki aktifitas
ekstrogenik, androgenik, glukortikoid dengan sifat antineral
okortikoid. Pil KB dengan dorspirenone dapat memberikan manfaat
tambahan yaitu tidak menaikkan berat badan, mengurangi gejala
kembung, Haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan
mengatur keluarnya darah haid, tidak menaikan tekanan darah
dengan androgennya. Pil KB dengan dorspirenone dapat
memberikan manfaat tambahan yaitu mengurangi jerawat, dan
mempercantik rambut dan kulit.
6
e. Robot akan digunakan untuk mengobati orang sakit
Diagnostik ini robot akan menggunakan penelitian global untuk
memberikan pendapat ahli, beberapa dokter yang akan berani untuk
diabaikan. Pelatihan medis akan beralih dari apa yang orang tahu,
untuk mendapatkan data yang akurat yang robot bisa membuat
keputusan, dan menyediakan “high-touch” dukungan emosional.
Ahli bedah akan selalu berada pada premium, bersama-sama dengan
tangan-on wali yang akan semakin berbasis masyarakat, dengan
kualifikasi yang sangat khusus. Operasi remote akan menjadi bagian
rutin setiap pusat spesialis rutin. Batas antara dokter dan perawat
akan terus kabur sebagai perawat berwenang untuk membuat lebih
banyak keputusan. Akibatnya pelatihan perawat akan semakin
panjang dan perawat kelas atas akan lebih mahal.
3. Isue Keperawatan Maternitas
a. Penyebab angka kematian bayi masih tinggi
Kematian pada bayi disebabkan oleh penyakit menular seperti radang
paru-paru, diare dan malaria, Penyakit yang merenggut paling banyak
korban jiwa adalah radang paru-paru 18 persen, atau sebanyak 1,58
juta anak diare (15 persen, 1,34 juta) dan malaria 8 persen, 0.73 juta
anak.
b. Penyebab angka kelahiran bayi masih tinggi.
Penyebab angka kelahiran bayi masih tinggi adalah pelayanan
kesehatan yang semakin meningkat, kurangnya pengetahuan
masyarakat progam KB.
c. Angka Kematian Ibu (AKI)
Angka Kematian Ibu (AKI) tiap tahun atau dua ibu tiap jam meninggal
oleh sebab yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan nifas.
Penyebab kematian ibu cukup kompleks, dapat digolongkan atas
faktor- factor reproduksi, komplikasi obstetrik, pelayanan kesehatan
dan sosio-ekonomi. Penyebab komplikasi obstetrik langsung telah
banyak diketahui dan dapat ditangani, meskipun pencegahannya
terbukti sulit. Perdarahan sebagai penyebab kematian ibu terdiri atas
perdarahan antepartum dan perdarahan postpartum. Perdarahan
antepartum merupakan kasus gawat darurat yang kejadiannya masih
7
banyak dari semua persalinan, penyebabnya antara lain plasenta
previa, solusio plasenta, dan perdarahan yang belum jelas sumbernya.
Secara sempit, risiko obstetrik diartikan sebagai probabilitas kematian
dari seorang perempuan atau ibu apabila ia hamil. Indikator yang lebih
kompleks adalah adalah risiko seumur hidup (lifetime risk) yang
mengukur probabilitas kematian perempuan atau ibu sebagai akibat
kehamilan dan persalinan yang dialaminya selama hidup. Bila istilah
pertama hanya mencantumkan kehamilan maka yang kedua
mempunyai dimensi yang lebih lebar yaitu kemampuan dan jumlah
fertilitas. Tingginya kematian ibu sebagian besar disebabkan oleh
timbulnya penyulit persalinan yang tidak dapat segera dirujuk ke
fasilitas kesehatan yang lebih mampu. Keterlambatan merujuk
disebabkan berbagai faktor seperti masalah keuangan, transportasi dsb.
d. Penyakit Menular Seksual
Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang
dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak
seksual. Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah
kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular PMS,
3 juta kasus baru tiap tahun adalah dari kelompok ini. Hampir seluruh
PMS dapat diobati. Namun, bahkan PMS yang mudah diobati seperti
gonore telah menjadi resisten terhadap berbagai antibiotik generasi
lama. PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya
adalah PMS yang disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan.
Beberapa dari infeksi tersebut sangat tidak mengenakkan, sementara
yang lainnya bahkan dapat mematikan. Sifilis, AIDS, kutil kelamin,
herpes, hepatitis, dan bahkan gonore seluruhnya sudah pernah dikenal
sebagai penyebab kematian. Beberapa PMS dapat berlanjut pada
berbagai kondisi seperti Penyakit Radang Panggul (PRP), kanker
serviks dan berbagai komplikasi kehamilan. Sehingga, pendidikan
mengenai penyakit ini dan upaya-upaya pencegahan penting untuk
dilakukan.
D. Peran Dan Fungsi Perawat Maternitas
8
Peran perawat adalah cara untuk menyatakan aktivitas perawat dalam
praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan
diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung
jawab keperawatan secara profesional sesuai dengan kode etik profesional.
Setiap peran yang dinyatakan sebagai ciri terpisah demi untuk kejelasan.
1. Peran Perawat Maternitas
a. Pemberian asuhan keperawatan dengan memperhatikan kebutuhan
dasar manusia, dengan pengkajian, menentukan diagnosa, membantu
penerapan sesuai kebutuhan ibu dan melibatkan keluarga.
b. Memberikan pendidikan dalam keperawatan memberikan informasi
dan pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu dan
anak melalui promosi kesehatan, pemantauan selama kehamilan dan
persalinan
c. Perawat sebagai pembela yaitu perawat membantu klien dalam
pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan
kepada pasien
d. Perawat sebagai edukator yaitu perawat meningkatkan pengetahuan
kesehatan dan kemampuan klien mengatasi kesehatan dan
merencanakan pelayanan kesehatan dengan tim agar pelayanan yang
dibentuk dapat teratasi dengan kebutuhan klien
e. Perawat sebagai konsultan yaitu perawat sebagai tempat konsultasi
terhadap masalah atau tindakan keperawatan yang diberikan.
f. Perawat sebagai pembaharu yaitu perawat melakukan perencanaan,
kerjasama, dan meningkatkan tindakan pelayanan kesehatan
2. Fungsi Perawat Maternitas
a. Independet: perawat melakukan tugasnya secara mendiri dalam
memenuhi kebutuhan pasien
b. Dependen: perawat melakukan tugas berdasakan tugas yang diberikan
dari perawat spesialis kepada perawat pelaksana
c. Independen: perawat melakukan tindakan dengan cara berkelompok
atau tim
d. Membedakan penggunaan bahasa yang benar dan salah dalam
keperawatan.
e. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah keperawatan.
f. Menganalisis makna istilah yang terkait dengan indikasi, penyebab
dan tujuan serta signifikansi istilah tersebut.
9
g. Menganalisis argumen dan isu ke dalam asumsi dan kesimpulan.
h. Menilai asumsi keperawatan.
i. Melaporkan data dan petunjuk secara akurat.
j. Membuat dan memeriksa kesimpulan berdasarkan data, memastikan
bahwa kesimpulan cukup masuk di akal.
k. Membuat dan mengklarifikasi keyakinan.
l. Memeriksa, menguatkan dan membenarkan klaim, keyakinan,
kesimpulan, keputusan dan aksi.
m. Memberikan alasan yang relevan untuk keyakinan dan kesimpulan
n. Merumuskan dan mengklarifikasi penilaian yang berharga.
o. Mencari alasan, kriteria dan prinsip yang membenarkan penilaian
yang berharga secara efektif.
p. Mengevaluasi reliabilitas kesimpulan
10
DAFTAR PUSTAKA
Alligood, Martha, R., Tomey, Ann, M. 2010. Nursing Theorist and Their Works,
Seventh Edition. St. Louis. Missouri: Mosby Elsivier.
Deswani. 2017. Keperawatan Maternitas. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Farrer Hellen. 2009. Perawatan Maternitas, Jakarta: EGC
Fauziah Siti. 2017. Keperawatan Maternitas Kehamilan Vol-1. Jakarta: Prenada Media
Hamilton Persis Mary. 2010. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta:
EGC
Irene ,Margaret ,Perry. 2012. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC
Karjatin Atin. 2016. Keperawatan Maternitas. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia
Lombogia Moudy, S.Kep. Ns, M.Kep. 2017. Buku Ajar Keperwatan Maternitas Konsep,Teori,
dan Modul. Yogyakarta: Indomedia Pustaka
Maria A. Wijayarini. 2012. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jakarta:
EGC
Wagiyo, Putrono. 2016. Asuhan Keperawatan Antenatal, Intranatal, Dan Bayi Baru Lahir
Fisiologis Dan Patofisiologis. Yogyakarta: Andi
11