Panduan Pemrograman PLC untuk Mahasiswa Teknik
Panduan Pemrograman PLC untuk Mahasiswa Teknik
Oleh:
PEMROGRAMAN PLC
2. LOAD NOT
Perintah ini digunakan jika urutan kerja sistem kontrol hanya
membutuhkan satu kondisi logika. Logika ini mirip dengan kontak
relay NC.
Simbol :
3. AND
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol
yang lebih dari satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya
untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak
relay NO.
Simbol :
4. NOT
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol
yang lebih dari satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya
untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak
relay NC.
Simbol :
5. OR
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang
lebih dari salah satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya
untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak
relay NO.
Simbol :
192
6. NAND
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang
lebih dari salah satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya
untuk mengeluarkan satu output.
Simbol :
7. NOR
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol
yang lebih dari satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya
untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak
relay NO.
Simbol :
8. OUT
Jika kondisi logika terpenuhi, perintah ini digunakan untuk
mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NO.
Simbol :
9. TIM
Perintah tim digunakan sebagai perintah waktu, dimana jika
pada rangkaian manual mempunyai fungsi seperti adanya sebuah
TIMER atau waktu yang dapat diatur sesuai dengan keinginan
pengguna. Adapun perintah waktu tersebut ada beberapa jenjang
dalam pemakaiannya, antara lain jika waktu yang diinginkan adalah
sangat cepat dilakukan dengan menggunakan perintah TIMH ataupun
jika diinginkan sangat lambat dapat menggunakan perintah TIML.
10. CNT
Perintah CNT dapat dikatakan sebagai perintah menghitung
( tidak sama dengan perintah waktu), dimana dalam perintah CNT
juga disebut dengan istilah COUNTER yaitu menghitung jumlah
banyaknya puls yang dilakukan dalam salah satu inputan. Perintah
CNT ini terdiri dari penghitungan secara maju dengan bahasa CNT
193
dan jika perintah penghitungan secara mundur (misal dari 100 menjadi
1) perlu digunakan perintah CNT.
b) Pada kotak dialog Device Type di atas pilih tipe CP1H seperti
pada Gambar 4 di bawah ini.
b) Cari file yang akan dibuka dan select atau pilih file-nya.
c) Lalu klik Open.
3) Auto Online dipakai untuk membuka diagram tangga yang sudah
diprogram dalam memori PLC. Pilihan ini hanya berlaku jika PLC
terhubung dengan komputer (mode online).
Adapun langkah-langkah membuka lembar kerja dengan pilihan
Auto Online akan diterangkan pada kompetensi 3.
4) Work Online, dipakai untuk mengaktifkan diagram tangga yang
sudah diprogram dalam memori PLC sebagai langkah awal dalam
proses download/upload suatu program yang sudah dibuat ke
dalam memori PLC. Pilihan ini hanya berlaku jika PLC terhubung
dengan komputer (mode online).
Adapun langkah-langkah membuka lembar kerja dengan pilihan
Work Online akan diterangkan pada kompetensi 3.
5) Transfer, dipakai untuk mengirim diagram tangga, baik dari atau
ke memori PLC sebagai langkah awal dalam download/upload suatu
program yang sudah dibuat. Pilihan ini hanya berlaku jika PLC
terhubung dengan komputer (mode online).
Adapun langkah-langkah 1 membuka
2 lembar kerja dengan pilihan
Transfer akan diterangkan pada kompetensi 3.
3
6
198
Keterangan:
1. Titlebar adalah baris judul yang memuat nama file yang dibuat.
Jika file belum disimpan maka nama file akan ditulis Untitle.
2. Menubar adalah baris tempat menu-menu perintah
pemrograman berada. Menu tersebut diantaranya: File, Edit,
View, Insert, PLC, Program, Simulation, Tool, Window, dan Help.
Masing-masing kategori memiliki satu kotak sub menu yang
berisi perintah–perintah pemrograman tersendiri.
3. Toolbar adalah kumpulan ikon-ikon (gambar-gambar) yang
mewakili perintah dan berfungsi untuk menjalankan perintah
dengan mudah dan cepat.
4. Toggle Project Workspace yang berisi keterangan tentang
instruksi program yang dibuat pada diagram tangga. Agar area
kerja simulasi menjadi luas tutuplah jendela ini dengan mengklik
toobar . .
5. Editing View adalah lembar kerja yang berupa diagram tangga
untuk menuliskan instruksi pemrograman PLC. Pada Editing
View ini terdapat rel-rel daya dan anak tangga untuk tempat
penulisan instruksi program PLC.
6. Output Window berisi keterangan tentang program PLC dan
pesan kesalahan atau peringatan pada waktu proses download
PLC. Agar area kerja simulasi menjadi luas, tutuplah jendela ini
dengan mengklik toobar .
199
1 3 5 7 9
Gambar 9. Toolbar Pemrograman
Keterangan :
1. Pointer digunakan untuk memilih atau menyeleksi lokasi
penulisan program atau instruksi yang digunakan.
2. Contact Normally Open digunakan untuk membuat instruksi
input normal terbuka (NO).
3. Contact Normally Closed digunakan untuk membuat instruksi
input normal tertutup (NC).
4. Contact Normally Open OR digunakan untuk membuat instruksi
input normal terbuka (NO) yang disambung pararel (OR).
5. Contact Normally Closed OR digunakan untuk membuat
instruksi input normal tertutup (NC) yang disambung pararel
(OR).
6. Horizontal digunakan untuk membuat garis horizontal.
7. Vertical digunakan untuk membuat garis vertikal.
8. Coil Normally Open digunakan untuk membuat instruksi out put
normal terbuka (NO)
9. Coil Normally Closed digunakan untuk membuat instruksi out
put normal tertutup (NC)
Gunakan pointer
10. Instruction untuk memilih
digunakan lokasi pada
untuk membuat diagram tangga
instruksi-instruksi khusus
yangpemrograman
akan diberi PLCinstruksi pemrograman, lalu pilih instruksi
seperti: instruksi timer, counter, sequencer, set,
pemrograman (input, output atau instruksi khusus) dan
reset, END dll.
tempatkan (klik) pada lokasi. Setelah itu muncul kotak dialog
berikut ini.
Adapun cara penggunaan toolbar pemrograman diatas pada diagram
ladder adalahalamat
Ketikkan sebagai berikut.
instruksi lalu klik OK. Setelah itu muncul
kotak dialog sebagai berikut.
Gambar 13. Kotak Dialog Page Setup menu Header atau Footer
5) Pada kotak dialog Page Setup, klik menu Pen and Paper untuk
mengatur huruf dan printer, maka akan muncul kotak dialog
Page Setup menu Pen and Paper seperti Gambar 14.
203
Gambar 14. Kotak Dialog Page Setup menu Pen and Paper
6) Pada kotak dialog Page Setup, klik menu Print Settings untuk
mengatur batas lembar kerja yang akan dicetak, maka akan
muncul kotak dialog seperti pada Gambar 15.
C. MEMBUAT INSTRUKSI-INSTRUKSI
KHUSUS PEMROGRAMAN PLC OMRON CP1H-X40DR-A
1. Instruksi AND
Instruksi ini digunakan untuk menyambung seri dua buah
instruksi atau lebih. Misalnya kontak input NO (0.00) akan di AND-
kan dengan kontak input NO (0.01), maka langkah–langkah
penulisannya adalah sebagai berikut.
a. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NO
dengan alamat 0.00, seperti pada Gambar 20.
206
b
Gambar 21. Langkah b
g
Gambar 26. Langkah g
h. Geser kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NO
dengan alamat 0.01, lalu klik kiri 1x, maka akan muncul kotak
dialog seperti pada Gambar 27.
CATATAN
!
208
Anda dapat membuat instruksi AND dimana kontak-kontaknya terdiri dari kontak
NO semua, NC semua, atau kombinasi antara kontak NO dan NC. Anda dapat
menyambung dua buah instruksi atau lebih secara seri dengan menggunakan
instruksi AND pada satu anak tangga (rung), jika sampai melebihi batas garis
vertikal (rel daya), maka sebaiknya gunakan kontak relai internal untuk
menghubungkan antara anak tangga pertama dan anak tangga kedua.
2. Instruksi OR
Instruksi ini digunakan untuk menyambung pararel dua buah
instruksi atau lebih. Misalnya kontak input NO dengan alamat 0.00
akan di OR-kan dengan kontak input NO dengan alat 0.01, maka cara
penulisannya adalah sebagai berikut.
a. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NO
dengan alamat 0.01, seperti pada Gambar 30.
b
Gambar 31. Langkah b
d. Ketik alamat input 0.00, kemudian klik OK, maka akan muncul
kotak dialog seperti pada Gambar 33.
209
g
Gambar 36. Langkah g
h. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NO
0.01 yaitu di bawah kontak input NO 0.00, lalu klik kiri 1x, maka
akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar 37.
CATATAN
!
Anda dapat membuat instruksi OR dimana kontak-kontaknya terdiri
dari kontak NO semua, NC semua, atau kombinasi antara kontak NO
dan NC. Anda dapat menyambung dua buah instruksi atau lebih secara
pararel dengan menggunakan instruksi OR.
3. Instruksi NOT
Instruksi NOT digunakan untuk membalik nilai output. Jika nilai
output 1 maka akan menjadi 0, jika 0 akan menjadi 1. Misalnya kita
akan membalik nilai output kontak input 0.00 dengan keterangan PB
1, maka langkah-langkah penulisannya adalah sebagai berikut.
a. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NC
dengan alamat 0.01, seperti pada Gambar 40.
b
211
d. Ketik alamat input 0.00, kemudian klik OK, maka akan muncul
kotak dialog seperti pada Gambar 43.
CATATAN
!
Instruksi NOT sama dengan kontak NC, sedangkan pada modul nilai 1
digunakan untuk mengindikasikan kondisi ‘hidup’ (on) atau) tinggi (high)
dan notasi 0 untuk mengindikasikan kondisi ‘mati’ (off) atau rendah (low).
4. Instruksi TIMER
Timer akan aktif apabila kondisi eksekusi ON dan akan reset
apabila kondisi eksekusi OFF. Sekali timer diaktifkan maka timer
akan menghitung waktu dengan pengurangan nilai 0.1 s dari nilai set
value-nya (durasi waktu).
Penulisan alamat timer dalam Software CX-Programmer Version 7.2
212
Tipe timer
b
Gambar 47. Langkah b
CATATAN
!
Instruksi timer harus terdapat minimal sebuah input di depannya sebagai input untuk
memulai operasi timer. Instruksi timer juga bisa dijadikan kontak input seperti halnya
instruksi counter ataupun relai internal. Untuk membuat kontak timer NO maupun NC maka
pembuatannya sama, hanya saja notasi huruf yang diklik bukan angka “0.00” melainkan
huruf “TIM” untuk timer, “CNT” untuk counter, dan “R” untuk relai internal
5. Instruksi COUNTER
Counter atau biasa disingkat dengan CT digunakan untuk
menghitung mundur yang dimulai dari nilai set valuenya ketika
terdapat sebuah input yang menyebabkan kondisi eksekusinya
beranjak dari OFF ke ON. Kondisi ini akan menyebabkan set value
(nilai counter) akan berkurang satu. Pengurangan nilai counter ini
berlangsung terus ketika terdapat input yang masuk. Jika counter
telah selesai menghitung mundur dan nilai set valuenya sama dengan
0 (habis) maka kontak counter akan terbuka dan akan menjalankan
operasi kontrol dan instruksi counter langsung kembali ke keadaan
awalnya (reset).
Penulisan alamat counter dalam Software CX-Programmer Version
7.2 menggunakan notasi CNT. Nomor alamat untuk counter mulai
dari 0 sampai 4095 tidak boleh menggunakan huruf. Adapun
214
Nilai counter
b
Gambar 53. Langkah b
CATATAN
!
Instruksi counter harus mempunyai dua input di depannya, input yang atas
digunakan untuk menghitung mundur nilai counter, (pada modul adalah instruksi
0.00), dan input yang bawah digunakan untuk mereset/mengembalikan kondisi awal
nilai counter (pada modul adalah instruksi 0.01).
a
216
b
Gambar 58. Langkah b
d. Pada kotak dialog New Coil, beri alamat relay internal dengan
cara mengetik 2.00, lalu klik OK maka akan muncul kotak dialog
seperti pada Gambar 60.
a
Gambar 62. Langkah a
b
Gambar 63. Langkah b
c. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi intruksi latching,
lalu klik kiri 1x, maka akan muncul kotak dialog seperti pada
Gambar 64.
d. Pada kotak dialog New Contact OR, beri alamat latching dengan
cara mengetik 100.00, lalu klik OK maka akan muncul kotak
dialog seperti pada Gambar 65.
CATATAN
!
Perlu diketahui alamat output dan input yang dijadikan latching harus sama (pada
modul ditulis 100.00). Jika tidak sama, maka instruksi latching tidak bisa jalan.
Gambar 67. a
b
219
d
Gambar 70. Langkah h.4)
e. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi kontak output
Motor 2 (100.01), lalu klik kiri 1x, maka akan muncul kotak dialog
seperti pada Gambar 71.
Klik toolbar work online simulator pada komputer atau tekan tombol
Ctrl+Shift+W. Lalu muncul kotak dialog tekan OK. Lalu tunggu
proses download PLC selesai. Lalu klik OK. Untuk keluar dari mode
simulasi, dapat dilakukan dengan menon-aktifkan toolbar work online
simulator dengan cara klik pada toolbar.
PERINGATAN
!
Perhatikan jendela output yang terletak dibawah pada waktu
proses down load PLC. Jika muncul pesan kesalahan (error), maka
keluarlah dari mode simulasi dan lakukan perbaikan pada instruksi
pemrograman yang menyebabkan error dengan cara mendeteksi
intruksi yang berwarna merah. Setelah ditemukan lalu lakukan
perbaikan.
Jika mode simulasi berlangsung sukses maka tampilan lembar kerja akan
nampak seperti gambar dibawah ini.
4
3
221
Keterangan:
1. Lembar kerja yang berisi program yang
sudah dibuat. Tanda hijau pada garis diagram tangga menunjukkan alur
proses simulasi.
2. Toolbar CX-Simulator yang berisi
tombol play, pause, stop, step run, continous step run dll.
3. Output window berisi keterangan
tentang program PLC dan pesan kesalahan atau peringatan pada waktu
proses download PLC. Agar area kerja simulasi menjadi luas, tutuplah
jendela ini dengan mengklik toobar .
4. Work space window yang berisi
keterangan tentang instruksi program yang dibuat pada diagram tangga.
Agar area kerja simulasi menjadi luas tutuplah jendela ini dengan
mengklik toobar .
5. Untuk menjalankan simulasi program,
klik tombol Play pada toobar CX-simulator, kemudian letakan kursor
pada input yang akan dipilih kemudian klik 1x. Untuk mengaktifkan
silakan tekan Ctrl+J pada keyboard komputer/laptop, sedangkan untuk
menonaktifkan silakan tekan Ctrl+K.
6. Selain itu, ada cara lain yaitu dengan
cara dobel klik pada input yang dipilih, setelah itu akan muncul kotak
dialog set new value seperti gambar 75.
Pada kotak value isikan nilai input yaitu angka 0 atau 1. Pengisian nilai
input tergantung dari jenis contact yang digunakan (apa menggunakan
NO atau NC). Jika kita menggunakan contact NO ketika memasukkan
nilai 1 maka output akan tersambung. Jika kita menggunakan contact NC
ketika kita memasukkan nilai 1 maka output akan terputus.
222
7)
h. Klik YES, maka lembar kerja akan nampak seperti pada Gambar
79.
i. Klik menu PLC, lalu pilih Transfer To PLC atau tekan Ctrl+T
maka akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar 80.
k. Klik OK, maka akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar
82.
l. Klik YES, maka lembar kerja akan nampak seperti pada Gambar
83.
Jika PLC dalam keadaan online, maka program tidak bisa dirubah. Oleh
karena itu, jika ingin merubah program, maka PLC harus dikembalikan
kemode offline dengan memilih menu PLC lalu pilih Work Online atau klik
icon Work Online pada toolbar.
5)
7) Pilih YES, kemudian klik menu PLC lalu pilih Transfer From PLC,
maka akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar 86.
226
9) Kemudial klik OK, maka lembar kerja hasil upload akan nampak
seperti pada Gambar 88.
DAFTAR PUSTAKA
Bolton, W. 2003. Programmable Logic Controller. Jakarta: Erlangga
Manual Books OMRON. 2008. Programmable Controllers SYSMAC CP1.
Surabaya: PT. Karunia Prima Engineering.
Setiawan, Iwan. 2006. Programmable Logic Controller dan Teknik Perancangan
Sistem. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Wijaya, A. dkk. 2003. Pengenalan Dasar-Dasar PLC. Yogyakarta: Gava Media.