0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
481 tayangan38 halaman

Panduan Pemrograman PLC untuk Mahasiswa Teknik

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang instruksi dasar pemrograman PLC dan ketentuan pembuatan diagram ladder PLC. Instruksi dasar yang dijelaskan meliputi LOAD, LOAD NOT, AND, OR, dan instruksi lainnya. Kemudian diterangkan pula langkah-langkah memulai software CX-Programmer dan membuka lembar kerja untuk membuat diagram ladder PLC.

Diunggah oleh

Arif Saputra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
481 tayangan38 halaman

Panduan Pemrograman PLC untuk Mahasiswa Teknik

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang instruksi dasar pemrograman PLC dan ketentuan pembuatan diagram ladder PLC. Instruksi dasar yang dijelaskan meliputi LOAD, LOAD NOT, AND, OR, dan instruksi lainnya. Kemudian diterangkan pula langkah-langkah memulai software CX-Programmer dan membuka lembar kerja untuk membuat diagram ladder PLC.

Diunggah oleh

Arif Saputra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

190

Oleh:

WAHYU DWI KURNIAWAN

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2012
191

PEMROGRAMAN PLC

A. INSTRUKSI DASAR PEMROGRAMAN PLC


1. LOAD (LD)
Perintah ini digunakan jika urutan kerja suatu sistem kontrol
hanya membutuhkan satu keadaan logika. Logika ini mirip dengan
kontak relay NO.
Simbol :

2. LOAD NOT
Perintah ini digunakan jika urutan kerja sistem kontrol hanya
membutuhkan satu kondisi logika. Logika ini mirip dengan kontak
relay NC.
Simbol :

3. AND
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol
yang lebih dari satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya
untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak
relay NO.
Simbol :

4. NOT
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol
yang lebih dari satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya
untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak
relay NC.
Simbol :

5. OR
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang
lebih dari salah satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya
untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak
relay NO.

Simbol :
192

6. NAND
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang
lebih dari salah satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya
untuk mengeluarkan satu output.
Simbol :

7. NOR
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol
yang lebih dari satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya
untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak
relay NO.
Simbol :

8. OUT
Jika kondisi logika terpenuhi, perintah ini digunakan untuk
mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NO.
Simbol :

9. TIM
Perintah tim digunakan sebagai perintah waktu, dimana jika
pada rangkaian manual mempunyai fungsi seperti adanya sebuah
TIMER atau waktu yang dapat diatur sesuai dengan keinginan
pengguna. Adapun perintah waktu tersebut ada beberapa jenjang
dalam pemakaiannya, antara lain jika waktu yang diinginkan adalah
sangat cepat dilakukan dengan menggunakan perintah TIMH ataupun
jika diinginkan sangat lambat dapat menggunakan perintah TIML.

10. CNT
Perintah CNT dapat dikatakan sebagai perintah menghitung
( tidak sama dengan perintah waktu), dimana dalam perintah CNT
juga disebut dengan istilah COUNTER yaitu menghitung jumlah
banyaknya puls yang dilakukan dalam salah satu inputan. Perintah
CNT ini terdiri dari penghitungan secara maju dengan bahasa CNT
193

dan jika perintah penghitungan secara mundur (misal dari 100 menjadi
1) perlu digunakan perintah CNT.

B. KETENTUAN PEMBUATAN DIAGRAM


LADDER PLC
Metode pemrograman PLC yang sangat umum digunakan adalah
metode pemograman diagram tangga (ladder diagram). Karena dengan
menggunakan diagram tangga kita bisa menuliskan instruksi
pemrograman dengan mudah dan cepat.
Diagram-diagram tangga terdiri dari dua garis vertikal yang
mempresentasikan rel-rel daya. Instruksi pemrograman ditulis pada
garis-garis horizontal yang disebut anak tangga (rung) dan terletak
diantara dua garis vertikal.
Dalam membuat diagram tangga, diterapkan aturan-aturan tertentu
sebagai berikut:
1) Garis-garis vertikal diagram mempresentasikan rel-rel daya, dimana
di antara keduanya komponen-komponen rangkaian tersambung.
2) Tiap-tiap anak tangga mendefinisikan sebuah operasi di dalam proses
kontrol.
3) Sebuah diagram tangga dibaca dari kiri ke kanan dan dari atas ke
bawah.
4) Tiap-tiap anak tangga harus dimulai dengan sebuah input atau
sejumlah input dan harus berakhir dengan setidaknya sebuah output.
5) Perangkat-perangkat listrik ditampilkan dalam kondisi normalnya.
6) Instruksi input-input dan output-output diidentifikasikan melalui
alamat-alamatnya. Alamat-alamat ini mengindikasikan lokasi dan
nomor input atau output di dalam memori PLC.

Untuk PLC OMRON CP1H-X40DR-A diagram tangga PLC dibuat


menggunakan Software CX-Programmer Version 7.2 ke atas. Dalam
penggunaan Software Cx.Programmer versi berapapun pada dasarnya
sama. Untuk dapat menginstal Software CX-Programmer Version 7.2,
komputer anda harus memiliki spesifikasi sebagai berikut:

Tabel 1. Spesifikasi Komputer Yang Diijinkan


OS (Operating System) Windows 95/98/NT(Ver.4.0 or later)/XP
Recquired hard disc capacity At least 30MB
Recomended CPU Pentium 100MHz or higher
Recomended installed memory 32MB or more
Recomended screen resolution 800 x 600 or higher
Recomended display colors High Color (16-bit or higher)
194

1. Langkah–langkah memulai Software CX-Programmer version


7.2
Untuk memulai Software CX-Programmer Version 7.2 dapat
dilakukan dengan memilih salah satu langkah-langkah di bawah ini:
a. Dari menu Start, pilih menu All Program kemudian pilih
OMRON, lalu klik menu CX-One, setelah itu CX-Programmer.
b. Klik 2 (dua) kali icon Software CX-Programmer Version 7.2 yang
telah dibuat di desktop.

Gambar 1. Langkah-langkah memulai Software CX-Programmer Version 7.2

Setelah Anda menyelesaikan salah satu langkah di atas, maka muncul


tampilan awal Software CX-Programmer Version 7.2 di bawah ini.

Gambar 2. Tampilan Awal Software CX-Programmer Version 7.2


195

2. Membuka lembar kerja CX-Programmer version 7.2


Untuk membuka lembar kerja Software CX-Programmer Version
7.2 dapat dilakukan dengan cara memilih atau mengklik salah satu
pilihan kotak dialog Gambar 2. di atas. Berikut ini penjelasan opsi
pilihan kotak dialog pada Gambar 2. di atas.
1) New dipakai untuk membuka lembar kerja baru.
Adapun langkah-langkah membuka lembar kerja dengan
pilihan New adalah sebagai berikut.
a) Klik New maka akan muncul kotak dialog Change PLC seperti
pada Gambar 3 di bawah ini.

Gambar 3. Kotak dialog Change PLC

b) Pada kotak dialog Device Type di atas pilih tipe CP1H seperti
pada Gambar 4 di bawah ini.

Gambar 4. Kotak dialog Device Type

c) Klik Settings di sebelah kanan kotak dialog Device Type, maka


akan muncul kotak dialog Device Type Settings [CP1H] seperti
pada Gambar 5.
196

Gambar 5. Kotak dialog Device Type Settings

d) Pada kotak dialog CPU Type di atas pilih tipe X.


e) Lalu klik OK.
f) Klik OK sekali lagi.
Setelah Anda menyelesaikan langkah-langkah di atas maka
akan muncul tampilan lembar kerja Software CX-Programmer
Version 7.2 seperti pada Gambar 6.

Gambar 6. Lembar Kerja Software CX-Programmer Version 7.2

2) Open dipakai untuk membuka file program yang sudah disimpan


di dalam direktori atau drive pada komputer.
197

Adapun langkah-langkah membuka lembar kerja dengan


pilihan Open adalah sebagai berikut.
a) Pilih Open maka akan muncul kotak dialog seperti pada
Gambar 7 di bawah ini.

Gambar 7. Kotak dialog Open

b) Cari file yang akan dibuka dan select atau pilih file-nya.
c) Lalu klik Open.
3) Auto Online dipakai untuk membuka diagram tangga yang sudah
diprogram dalam memori PLC. Pilihan ini hanya berlaku jika PLC
terhubung dengan komputer (mode online).
Adapun langkah-langkah membuka lembar kerja dengan pilihan
Auto Online akan diterangkan pada kompetensi 3.
4) Work Online, dipakai untuk mengaktifkan diagram tangga yang
sudah diprogram dalam memori PLC sebagai langkah awal dalam
proses download/upload suatu program yang sudah dibuat ke
dalam memori PLC. Pilihan ini hanya berlaku jika PLC terhubung
dengan komputer (mode online).
Adapun langkah-langkah membuka lembar kerja dengan pilihan
Work Online akan diterangkan pada kompetensi 3.
5) Transfer, dipakai untuk mengirim diagram tangga, baik dari atau
ke memori PLC sebagai langkah awal dalam download/upload suatu
program yang sudah dibuat. Pilihan ini hanya berlaku jika PLC
terhubung dengan komputer (mode online).
Adapun langkah-langkah 1 membuka
2 lembar kerja dengan pilihan
Transfer akan diterangkan pada kompetensi 3.
3

Berikut ini adalah penjelasan tampilan lembar Software CX-


5
Programmer Version 7.2.
4

6
198

Gambar 8. Penjelasan Lembar Kerja Software CX-Programmer Version 7.2

Keterangan:
1. Titlebar adalah baris judul yang memuat nama file yang dibuat.
Jika file belum disimpan maka nama file akan ditulis Untitle.
2. Menubar adalah baris tempat menu-menu perintah
pemrograman berada. Menu tersebut diantaranya: File, Edit,
View, Insert, PLC, Program, Simulation, Tool, Window, dan Help.
Masing-masing kategori memiliki satu kotak sub menu yang
berisi perintah–perintah pemrograman tersendiri.
3. Toolbar adalah kumpulan ikon-ikon (gambar-gambar) yang
mewakili perintah dan berfungsi untuk menjalankan perintah
dengan mudah dan cepat.
4. Toggle Project Workspace yang berisi keterangan tentang
instruksi program yang dibuat pada diagram tangga. Agar area
kerja simulasi menjadi luas tutuplah jendela ini dengan mengklik
toobar . .
5. Editing View adalah lembar kerja yang berupa diagram tangga
untuk menuliskan instruksi pemrograman PLC. Pada Editing
View ini terdapat rel-rel daya dan anak tangga untuk tempat
penulisan instruksi program PLC.
6. Output Window berisi keterangan tentang program PLC dan
pesan kesalahan atau peringatan pada waktu proses download
PLC. Agar area kerja simulasi menjadi luas, tutuplah jendela ini
dengan mengklik toobar .
199

3. Penulisan Instruksi Pemrograman CX-Programmer Version


7.2
Penulisan instruksi program PLC menggunakan CX-Programmer
Version 7.2 sedikit berbeda dengan penulisan program menggunakan
CX-Programmer versi sebelumnya. Tetapi untuk penulisan simbol dan
instruksi dasar pada dasarnya sama. Adapun perbedaan mungkin
hanya terletak pada penulisan alamat dan comment.
Adapun untuk penulisan program menggunakan toolbar
pemrograman sebagai berikut.
2 4 6 8 10

1 3 5 7 9
Gambar 9. Toolbar Pemrograman
Keterangan :
1. Pointer digunakan untuk memilih atau menyeleksi lokasi
penulisan program atau instruksi yang digunakan.
2. Contact Normally Open digunakan untuk membuat instruksi
input normal terbuka (NO).
3. Contact Normally Closed digunakan untuk membuat instruksi
input normal tertutup (NC).
4. Contact Normally Open OR digunakan untuk membuat instruksi
input normal terbuka (NO) yang disambung pararel (OR).
5. Contact Normally Closed OR digunakan untuk membuat
instruksi input normal tertutup (NC) yang disambung pararel
(OR).
6. Horizontal digunakan untuk membuat garis horizontal.
7. Vertical digunakan untuk membuat garis vertikal.
8. Coil Normally Open digunakan untuk membuat instruksi out put
normal terbuka (NO)
9. Coil Normally Closed digunakan untuk membuat instruksi out
put normal tertutup (NC)
Gunakan pointer
10. Instruction untuk memilih
digunakan lokasi pada
untuk membuat diagram tangga
instruksi-instruksi khusus
yangpemrograman
akan diberi PLCinstruksi pemrograman, lalu pilih instruksi
seperti: instruksi timer, counter, sequencer, set,
pemrograman (input, output atau instruksi khusus) dan
reset, END dll.
tempatkan (klik) pada lokasi. Setelah itu muncul kotak dialog
berikut ini.
Adapun cara penggunaan toolbar pemrograman diatas pada diagram
ladder adalahalamat
Ketikkan sebagai berikut.
instruksi lalu klik OK. Setelah itu muncul
kotak dialog sebagai berikut.

Ketikkan keterangan (komentar) instruksi lalu klik OK. Jika kita


tidak ingin menuliskan keterangan maka langsung klik OK.
200

4. Pengalamatan Dalam CX-Programmer Version 7.2


Pengalamatan (addresing) program PLC sangat penting untuk
mengetahui format alamat dari program PLC yang dibuat. Sebab jika
kita salah menuliskan alamat akan mengakibatkan sistem tidak
bekerja atau bekerja tidak sesuai dengan yang kita inginkan.
Berikut contoh untuk pengalamatan CX-Programmer Version 7.2,
diantaranya sebagai berikut.
 Alamat input eksternal
Penulisan alamat input dalam CX-Programmer Version 7.2
menggunakan notasi (0 dan 1). Nomor bit untuk input eksternal
mulai dari 00 sampai 11.
Contoh: alamat input 0.00 atau 1.00.
 Alamat output eksternal
Penulisan alamat output dalam CX-Programmer Version 7.2
menggunakan notasi (100 dan 101). Nomor bit untuk output
eksternal mulai dari 00 sampai 07.
Contoh: alamat input 100.00 atau 101.00.
 Alamat timer
Penulisan alamat timer dalam CX-Programmer Version 7.2
menggunakan notasi (TIM). Sedangkan untuk kontak timer
menggunakan notasi (T). Nomor bit untuk timer mulai dari 0
sampai 4095. Dan penulisan nilai timer (set value) harus diawali
dengan tanda pagar (#) dan durasi waktu 0,1 detik.
Contoh: Jika kita akan membuat instruksi timer dengan durasi
waktu 5 detik, maka penulisan alamatnya adalah TIM 1 #50
(dengan spasi).
Jika kita akan membuat kontak timer normal terbuka (NO) maka
penulisan alamatnya adalah T1 (tanpa spasi).
 Alamat counter
Penulisan alamat counter dalam CX-Programmer Version 7.2
201

menggunakan notasi (CNT). Sedangkan untuk kontak counter


menggunakan notasi (C). Nomor bit untuk timer mulai dari 0
sampai 4095. Dan penulisan nilai counter (set value) harus diawali
dengan tanda pagar (#) dan durasi waktu 1 detik.
Contoh: Jika kita akan membuat instruksi counter dengan jumlah
penghitungkan sebanyak 5 maka penulisan alamatnya adalah
CNT 1 #5 (dengan spasi).
Jika kita akan membuat kontak counter normal terbuka (NO)
maka penulisan alamatnya adalah C1 (tanpa spasi).

5. Menyimpan lembar kerja CX-Programmer Version 7.2


Untuk menyimpan file program CX-Programmer Version 7.2 ada
beberapa pilihan, yaitu:
1)Menu Save, untuk menyimpan lembar kerja dengan nama file dan
lokasi penyimpanan tetap. Caranya Klik menu File kemudian
pilih Save, atau tekan tombol Alt, F, S, atau Klik ikon save di
toolbar.
2)Menu Save as, untuk menyimpan lembar kerja dengan nama file
dan lokasi penyimpanan yang lain. Caranya:
a)Klik menu File kemudian pilih Save As ..., atau tekan tombol
Alt, F, A, sehingga akan tampak kotak dialog Save As.

Gambar 10. Kotak Dialog Save As

b)Isikan nama File (*.cxp) yang dikehendaki dan ubah Save as


Type menjadi “CX-Programmer Project Files (*.cxp)” .
c)Klik tombol Save atau tekan tombol Enter.

6. Mencetak lembar kerja CX-Programmer Version 7.2


Sebelum Anda mencetak Lembar kerja, Anda harus mengatur
tampilan lembar kerja yang akan dicetak.
 Mengatur Page Setup dengan cara sebagai berikut.
1) Klik menu File, kemudian pilih Page Setup, maka akan muncul
kotak dialog seperti pada Gambar 11 di bawah ini.
202

Gambar 11. Kotak Dialog Page Setup


2) Pada kotak dialog Page Setup, klik menu Margins untuk
mengatur batas lembar kerja yang akan dicetak, maka akan
muncul kotak dialog seperti pada Gambar 12.

Gambar 12. Kotak Dialog Page Setup menu Margins


3) Pada kotak dialog Page Setup, klik menu Header untuk
memberi keterangan pada lembar kerja bagian atas, maka akan
muncul kotak dialog seperti pada Gambar 13.
4) Pada kotak dialog Page Setup, klik menu Footer untuk
memberi keterangan pada lembar kerja bagian bawah, maka
akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar 13.

Gambar 13. Kotak Dialog Page Setup menu Header atau Footer
5) Pada kotak dialog Page Setup, klik menu Pen and Paper untuk
mengatur huruf dan printer, maka akan muncul kotak dialog
Page Setup menu Pen and Paper seperti Gambar 14.
203

Gambar 14. Kotak Dialog Page Setup menu Pen and Paper

6) Pada kotak dialog Page Setup, klik menu Print Settings untuk
mengatur batas lembar kerja yang akan dicetak, maka akan
muncul kotak dialog seperti pada Gambar 15.

Gambar 15. Kotak Dialog Page Setup menu Print Settings

7) Setelah semua pengaturan selesai, kemudian klik OK.

 Melihat Print Preview untuk melihat tampilan program yang


akan dicetak dengan cara sebagai berikut.
1) Klik menu File, kemudian pilih Print Preview, maka akan
muncul kotak dialog seperti pada Gambar 16 di bawah ini.

Gambar 16. Kotak Dialog Print Preview


2) Pada kotak dialog di atas, pilih salah satu Target Print untuk
melihat tampilan program yang akan dicetak, kemudian klik
OK maka tampilan lembar kerja akan nampak seperti pada
Gambar 17.
204

Gambar 17. Tampilan Preview Lembar Kerja

Untuk Selanjutnya anda dapat mencetak diagram tangga dengan


dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1) Klik menu File, kemudian pilih Print, atau klik ikon toolbar
print, atau tekan tombol Ctrl+P, maka akan muncul kotak dialog
seperti pada Gambar 18, kemudian klik OK, maka akan muncul
kotak dialog seperti pada Gambar 19.
2) Atur propertiesnya lalu klik tombol OK.
3) Bila ingin mencetak tekan OK jika ingin membatalkan
tekan Cancel.

Gambar 18. Kotak Dialog Target Print Rung


205

Gambar 19. Kotak Dialog Print

7. Menutup CX-Programmer Version 7.2


Apabila pembuatan diagram tangga telah selesai maka CX-
Programmer Version 7.2 dapat diakhiri dengan langkah-langkah
sebagai berikut.
1) Klik menu File, kemudian pilih Exit.
2) Atau tekan tombol Alt + F4.
3) Atau klik tombol close button [x].

C. MEMBUAT INSTRUKSI-INSTRUKSI
KHUSUS PEMROGRAMAN PLC OMRON CP1H-X40DR-A

1. Instruksi AND
Instruksi ini digunakan untuk menyambung seri dua buah
instruksi atau lebih. Misalnya kontak input NO (0.00) akan di AND-
kan dengan kontak input NO (0.01), maka langkah–langkah
penulisannya adalah sebagai berikut.
a. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NO
dengan alamat 0.00, seperti pada Gambar 20.
206

Gambar 20. Langkah a

b. Pada Toolbar Pemograman klik , seperti pada Gambar 21.

b
Gambar 21. Langkah b

c. Geser kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NO


dengan alamat 0.00, lalu klik kiri 1x, maka akan muncul kotak
dialog seperti pada Gambar 22.

Gambar 22. Langkah c kotak dialog New Contact


d. Ketik alamat input 0.00, kemudian klik OK, maka akan muncul
kotak dialog seperti pada Gambar 23.

Gambar 23. Langkah d kotak dialog Edit Comment

e. Ketik keterangan PB 1 pada kotak dialog Edit Comment,


kemudian klik OK, maka lembar kerja akan nampak seperti pada
Gambar 24.

Gambar 24. Langkah e

f. Lalu buatlah i kontak input NO dengan alamat 0.01 dan letakkan


kursor disamping kanan kontak NO 0.00 seperti pada Gambar 25.
207

Gambar 25. Langkah f

g. Pada Toolbar pemograman klik , seperti pada Gambar 26.

g
Gambar 26. Langkah g
h. Geser kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NO
dengan alamat 0.01, lalu klik kiri 1x, maka akan muncul kotak
dialog seperti pada Gambar 27.

Gambar 27. Langkah h kotak dialog New Contact


i. Ketik alamat input 0.01, kemudian klik OK, maka akan muncul
kotak dialog seperti pada Gambar 28.

Gambar 28. Langkah i kotak dialog Edit Comment

j. Ketik keterangan PB 2 pada kotak dialog Edit Comment,


kemudian klik OK maka lembar kerja akan nampak seperti pada
Gambar 29.

Gambar 29. Hasil Akhir Pembuatan Instruksi AND

CATATAN
!
208

Anda dapat membuat instruksi AND dimana kontak-kontaknya terdiri dari kontak
NO semua, NC semua, atau kombinasi antara kontak NO dan NC. Anda dapat
menyambung dua buah instruksi atau lebih secara seri dengan menggunakan
instruksi AND pada satu anak tangga (rung), jika sampai melebihi batas garis
vertikal (rel daya), maka sebaiknya gunakan kontak relai internal untuk
menghubungkan antara anak tangga pertama dan anak tangga kedua.

2. Instruksi OR
Instruksi ini digunakan untuk menyambung pararel dua buah
instruksi atau lebih. Misalnya kontak input NO dengan alamat 0.00
akan di OR-kan dengan kontak input NO dengan alat 0.01, maka cara
penulisannya adalah sebagai berikut.
a. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NO
dengan alamat 0.01, seperti pada Gambar 30.

Gambar 30. Langkah a

b. Pada Toolbar Pemograman klik , seperti pada Gambar 31.

b
Gambar 31. Langkah b

c. Geser kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NO


dengan alamat 0.00, lalu klik kiri 1x, maka akan muncul kotak
dialog seperti pada Gambar 32.

Gambar 32. Langkah c kotak dialog New Contact

d. Ketik alamat input 0.00, kemudian klik OK, maka akan muncul
kotak dialog seperti pada Gambar 33.
209

Gambar 33. Langkah d kotak dialog Edit Comment

e. Ketik keterangan PB 1 pada kotak dialog Edit Comment,


kemudian klik OK, maka lembar kerja akan nampak seperti pada
Gambar 34.

Gambar 34. Langkah e

f. Tekan Enter, maka lembar kerja akan nampak seperti pada


Gambar 35.

Gambar 35. Langkah f

g. Pada Toolbar pemograman klik , seperti pada Gambar 36.

g
Gambar 36. Langkah g
h. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NO
0.01 yaitu di bawah kontak input NO 0.00, lalu klik kiri 1x, maka
akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar 37.

Gambar 37. Langkah h kotak dialog New Contact


i. Ketik alamat input 0.01, kemudian klik OK, maka akan muncul
kotak dialog seperti pada Gambar 38.
210

Gambar 38. Langkah i kotak dialog Edit Comment


j. Ketik keterangan PB 2 pada kotak dialog Edit Comment,
kemudian klik OK maka lembar kerja akan nampak seperti pada
Gambar 39.

Gambar 39. Hasil Akhir Pembuatan Instruksi OR

CATATAN
!
Anda dapat membuat instruksi OR dimana kontak-kontaknya terdiri
dari kontak NO semua, NC semua, atau kombinasi antara kontak NO
dan NC. Anda dapat menyambung dua buah instruksi atau lebih secara
pararel dengan menggunakan instruksi OR.

3. Instruksi NOT
Instruksi NOT digunakan untuk membalik nilai output. Jika nilai
output 1 maka akan menjadi 0, jika 0 akan menjadi 1. Misalnya kita
akan membalik nilai output kontak input 0.00 dengan keterangan PB
1, maka langkah-langkah penulisannya adalah sebagai berikut.
a. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NC
dengan alamat 0.01, seperti pada Gambar 40.

Gambar 40. Langkah a

b. Pada Toolbar Pemograman klik , seperti pada Gambar 41.

b
211

Gambar 41. Langkah b

c. Geser kursor pada tempat yang akan diberi kontak input NC


dengan alamat 0.00, lalu klik kiri 1x, maka akan muncul kotak
dialog seperti pada Gambar 42.

Gambar 42. Langkah c kotak dialog New Contact

d. Ketik alamat input 0.00, kemudian klik OK, maka akan muncul
kotak dialog seperti pada Gambar 43.

Gambar 43. Langkah d kotak dialog Edit Comment

e. Ketik keterangan PB 1 pada kotak dialog Edit Comment,


kemudian klik OK, maka lembar kerja akan nampak seperti pada
Gambar 44.

Gambar 44. Hasil Akhir Pembuatan Instruksi NOT

CATATAN
!
Instruksi NOT sama dengan kontak NC, sedangkan pada modul nilai 1
digunakan untuk mengindikasikan kondisi ‘hidup’ (on) atau) tinggi (high)
dan notasi 0 untuk mengindikasikan kondisi ‘mati’ (off) atau rendah (low).

4. Instruksi TIMER
Timer akan aktif apabila kondisi eksekusi ON dan akan reset
apabila kondisi eksekusi OFF. Sekali timer diaktifkan maka timer
akan menghitung waktu dengan pengurangan nilai 0.1 s dari nilai set
value-nya (durasi waktu).
Penulisan alamat timer dalam Software CX-Programmer Version 7.2
212

digunakan notasi TIM. Nomor alamat untuk timer mulai dari 0


sampai 4095. Setiap nomor alamat timer hanya dapat dipakai untuk
satu instruksi timer (tidak boleh terjadi penulisan intruksi dobel).
Adapun penulisan alamat timer seperti tampak dalam Gambar 50. di
bawah ini.

Tipe timer

Nomor alamat timer

Nilai waktu timer

Gambar 45. Alamat Timer

Instruksi ini digunakan untuk membuat program pengontrol


waktu dari PLC. Misalnya kita akan membuat instruksi Timer 1
dengan durasi waktu 5 detik, maka langkah-langkah penulisannya
adalah sebagai berikut.
a. Buatlah kontak input NO dengan
alamat 0.00, keterangan PB 1 sebagai input timer. Letakkan kursor
pada tempat yang akan diberi instruksi T1. Seperti pada Gambar
46.

Gambar 46. Langkah a

b. Pada Toolbar Pemograman klik


, seperti pada Gambar 47.

b
Gambar 47. Langkah b

c. Letakkan kursor pada tempat


yang akan diberi intruksi Timer 1, lalu klik kiri 1x, maka akan
muncul kotak dialog seperti pada Gambar 48.
213

Gambar 48. Langkah c kotak dialog New Instruction

d. Pada kotak dialog New


Instruction, beri alamat timer dengan cara mengetik TIM 1 #50,
lalu klik OK maka akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar
49.

Gambar 49. Langkah d kotak dialog Edit Comment

e. Comment, lalu klik OK, maka


lembar kerja akan nampak seperti pada Gambar 50.

Gambar 50. Hasil Akhir Pembuatan Instruksi TIMER

CATATAN
!
Instruksi timer harus terdapat minimal sebuah input di depannya sebagai input untuk
memulai operasi timer. Instruksi timer juga bisa dijadikan kontak input seperti halnya
instruksi counter ataupun relai internal. Untuk membuat kontak timer NO maupun NC maka
pembuatannya sama, hanya saja notasi huruf yang diklik bukan angka “0.00” melainkan
huruf “TIM” untuk timer, “CNT” untuk counter, dan “R” untuk relai internal
5. Instruksi COUNTER
Counter atau biasa disingkat dengan CT digunakan untuk
menghitung mundur yang dimulai dari nilai set valuenya ketika
terdapat sebuah input yang menyebabkan kondisi eksekusinya
beranjak dari OFF ke ON. Kondisi ini akan menyebabkan set value
(nilai counter) akan berkurang satu. Pengurangan nilai counter ini
berlangsung terus ketika terdapat input yang masuk. Jika counter
telah selesai menghitung mundur dan nilai set valuenya sama dengan
0 (habis) maka kontak counter akan terbuka dan akan menjalankan
operasi kontrol dan instruksi counter langsung kembali ke keadaan
awalnya (reset).
Penulisan alamat counter dalam Software CX-Programmer Version
7.2 menggunakan notasi CNT. Nomor alamat untuk counter mulai
dari 0 sampai 4095 tidak boleh menggunakan huruf. Adapun
214

penulisan alamat counter seperti tampak dalam Gambar 56.

Nomor alamat counter

Nilai counter

Gambar 51. Alamat Counter

Instruksi ini digunakan untuk membuat program penghitung


sinyal input. Misalnya kita akan membuat instruksi CNT 1 dengan
jumlah penghitungan 10 detik, maka langkah-langkah penulisannya
adalah sebagai berikut.

a. Buatlah kontak input 2 NO


dengan alamat 0.00 dan 0.01, keterangan PB 1 dan PB 2 sebagai
input counter. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi
instruksi CNT 1. Seperti pada Gambar 52.

Gambar 52. Langkah a

b. Pada Toolbar Pemograman klik , seperti pada Gambar 53.

b
Gambar 53. Langkah b

c. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi intruksi Counter


1, lalu klik kiri 1x, maka akan muncul kotak dialog seperti pada
Gambar 54.
215

Gambar 54. Langkah c kotak dialog New Instruction

d. Pada kotak dialog New Instruction, beri alamat counter dengan


cara mengetik CNT 1 #10, lalu klik OK maka akan muncul kotak
dialog seperti pada Gambar 55.

Gambar 55. Langkah d kotak dialog Edit Comment


e. Kemudian ketik keterangan Counter 1 pada kotak dialog Edit
Comment, lalu klik OK, maka lembar kerja akan nampak seperti
pada Gambar 56.

Gambar 56. Hasil Akhir Pembuatan Instruksi COUNTER

CATATAN
!
Instruksi counter harus mempunyai dua input di depannya, input yang atas
digunakan untuk menghitung mundur nilai counter, (pada modul adalah instruksi
0.00), dan input yang bawah digunakan untuk mereset/mengembalikan kondisi awal
nilai counter (pada modul adalah instruksi 0.01).

6. Instruksi Relay Internal


Instruksi ini digunakan untuk membuat relay internal dari PLC.
Relay internal ini biasanya digunakan untuk mengunci atau latching
program. Misalnya kita akan membuat relay internal, maka cara
penulisannya adalah sebagai berikut.

a. Buatlah kontak input NO dengan


alamat 0.00, keterangan PB 1 sebagai input relay internal.
Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi instruksi relay
internal, seperti pada Gambar 57.

a
216

Gambar 57. Langkah a

b. Pada Toolbar Pemograman klik , seperti pada Gambar 58.

b
Gambar 58. Langkah b

c. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi intruksi Relay


Internal, lalu klik kiri 1x, maka akan muncul kotak dialog seperti
pada Gambar 59.

Gambar 59. Langkah c kotak dialog New Coil

d. Pada kotak dialog New Coil, beri alamat relay internal dengan
cara mengetik 2.00, lalu klik OK maka akan muncul kotak dialog
seperti pada Gambar 60.

Gambar 60. Langkah d kotak dialog Edit Comment

e. Kemudian ketik keterangan Relay Internal pada kotak dialog


Edit Comment, lalu klik OK, maka lembar kerja akan nampak
seperti pada Gambar 61.

Gambar 61. Hasil Akhir Pembuatan Instruksi Relay Internal

7. Membuat instruksi pengunci (latching)


Instruksi ini digunakan untuk mengunci output agar tetap
menyala meskipun tombol input sudah dilepas. Instruksi latching
harus ditulis tepat di bawah instruksi lain yang akan dikunci.
Instruksi latching biasanya dipakai untuk mengunci instruksi input
yang terdiri dari tombol push button agar output tetap menyala
217

meskipun tombol dilepas, atau digunakan untuk mengunci relai


internal. Instruksi latching banyak dipakai dalam penulisan program
PLC.
Contoh penggunaan instruksi latching pada sebuah input yang
terdiri dari tombol push button (0.00) yang dipakai untuk
menghidupkan motor (Motor 1), dimana input 0.00 akan dikunci
dengan kontak input Motor 1 sehingga motor tetap menyala, maka
langkah-langkah penulisan programnya adalah sebagai berikut.
a. Buatlah dua buah kontak input
NO dan NC yang disambung seri dengan alamat 0.00 dan 0.01,
keterangan PB 1 dan PB 2 dan sebuah kontak output dengan
alamat 100.00. Letakkan kursor tepat dibawah instruksi input 0.00
diberi instruksi latching, seperti pada Gambar 62.

a
Gambar 62. Langkah a

b. Pada Toolbar Pemograman klik , seperti pada Gambar 63.

b
Gambar 63. Langkah b
c. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi intruksi latching,
lalu klik kiri 1x, maka akan muncul kotak dialog seperti pada
Gambar 64.

Gambar 64. Langkah c kotak dialog New Contact OR

d. Pada kotak dialog New Contact OR, beri alamat latching dengan
cara mengetik 100.00, lalu klik OK maka akan muncul kotak
dialog seperti pada Gambar 65.

Gambar 65. Langkah d kotak dialog Edit Comment


218

e. Kemudian klik OK maka lembar kerja akan nampak seperti pada


Gambar 66.

Gambar 66. Hasil Akhir Pembuatan Instruksi Latching

CATATAN
!
Perlu diketahui alamat output dan input yang dijadikan latching harus sama (pada
modul ditulis 100.00). Jika tidak sama, maka instruksi latching tidak bisa jalan.

8. Membuat instruksi output jamak


Instruksi ini digunakan untuk membuat instruksi output lebih
dari satu dengan cara dipararel. Contoh penggunaan instruksi ini
adalah sebuah input yang terdiri dari tombol Push Button 1 (0.01)
yang dipakai untuk menghidupkan Motor 1 (100.01) dan Motor 2
(0.02) maka cara penulisan programnya adalah sebagai berikut.
a. Buatlah kontak input NO 0.00
dengan keterangan PB 1 dan kontak output 100.00 dengan
keterangan Motor 1. Letakkan kursor pada tempat yang akan
diberi kontak output 100.01 dengan keterangan Motor 2, seperti
pada Gambar 67.

Gambar 67. a

b. Pada Toolbar Pemograman klik , seperti pada Gambar 68.

b
219

Gambar 68. Langkah h.2)


c. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi intruksi latching
sebelah pojok kiri, lalu klik kiri 1x, maka lembar kerja akan
nampak seperti pada Gambar 69

Gambar 69. Langkah h.3)

d. Pada Toolbar Pemograman klik , seperti pada Gambar 70.

d
Gambar 70. Langkah h.4)
e. Letakkan kursor pada tempat yang akan diberi kontak output
Motor 2 (100.01), lalu klik kiri 1x, maka akan muncul kotak dialog
seperti pada Gambar 71.

Gambar 71. Langkah h.5) kotak dialog New Coil


f. Pada kotak dialog New Coil, beri alamat output 2 dengan cara
mengetik 100.01, lalu klik OK maka akan muncul kotak dialog
seperti pada Gambar 72.

Gambar 72. Langkah h.6) kotak dialog Edit Comment


g. Kemudian ketik keterangan Motor 2 pada kotak dialog Edit
Comment, lalu klik OK, maka lembar kerja akan nampak seperti
pada Gambar 73.
220

Gambar 73. Hasil Akhir Pembuatan Output Jamak

D. MELAKUKAN SIMULASI PROGRAM PLC


Sebelum melakukan simulasi, simpan dahulu program PLC yang
terdiri dari diagram ladder yang sudah dibuat. Setelah itu lakukan mode
simulasi program dengan cara sebagai berikut.

Klik toolbar work online simulator pada komputer atau tekan tombol
Ctrl+Shift+W. Lalu muncul kotak dialog tekan OK. Lalu tunggu
proses download PLC selesai. Lalu klik OK. Untuk keluar dari mode
simulasi, dapat dilakukan dengan menon-aktifkan toolbar work online
simulator dengan cara klik pada toolbar.

PERINGATAN
!
Perhatikan jendela output yang terletak dibawah pada waktu
proses down load PLC. Jika muncul pesan kesalahan (error), maka
keluarlah dari mode simulasi dan lakukan perbaikan pada instruksi
pemrograman yang menyebabkan error dengan cara mendeteksi
intruksi yang berwarna merah. Setelah ditemukan lalu lakukan
perbaikan.
Jika mode simulasi berlangsung sukses maka tampilan lembar kerja akan
nampak seperti gambar dibawah ini.
4

3
221

Gambar 74. Lembar Kerja Mode Simulasi

Keterangan:
1. Lembar kerja yang berisi program yang
sudah dibuat. Tanda hijau pada garis diagram tangga menunjukkan alur
proses simulasi.
2. Toolbar CX-Simulator yang berisi
tombol play, pause, stop, step run, continous step run dll.
3. Output window berisi keterangan
tentang program PLC dan pesan kesalahan atau peringatan pada waktu
proses download PLC. Agar area kerja simulasi menjadi luas, tutuplah
jendela ini dengan mengklik toobar .
4. Work space window yang berisi
keterangan tentang instruksi program yang dibuat pada diagram tangga.
Agar area kerja simulasi menjadi luas tutuplah jendela ini dengan
mengklik toobar .
5. Untuk menjalankan simulasi program,
klik tombol Play pada toobar CX-simulator, kemudian letakan kursor
pada input yang akan dipilih kemudian klik 1x. Untuk mengaktifkan
silakan tekan Ctrl+J pada keyboard komputer/laptop, sedangkan untuk
menonaktifkan silakan tekan Ctrl+K.
6. Selain itu, ada cara lain yaitu dengan
cara dobel klik pada input yang dipilih, setelah itu akan muncul kotak
dialog set new value seperti gambar 75.

Gambar 75. Kontak set new value

Pada kotak value isikan nilai input yaitu angka 0 atau 1. Pengisian nilai
input tergantung dari jenis contact yang digunakan (apa menggunakan
NO atau NC). Jika kita menggunakan contact NO ketika memasukkan
nilai 1 maka output akan tersambung. Jika kita menggunakan contact NC
ketika kita memasukkan nilai 1 maka output akan terputus.
222

E. MELAKUKAN DOWNLOAD, UPLOAD, DAN


PENGECEKAN PROGRAM PLC OMRON CP1H-X40DR-A
Program PLC yang terdiri dari diagram ladder yang sudah dibuat
pada komputer harus ditransfer dalam memori PLC agar instruksi
program tersebut dapat dibaca dan dioperasikan oleh PLC. Proses
download digunakan untuk mentransfer program PLC yang dibuat pada
komputer ke dalam memori PLC. Sedangkan proses upload digunakan
untuk menampilkan program dalam memori PLC pada layar komputer.
Adapun langkah-langkah proses download dan upload program
adalah sebagai berikut.
1. Download file program ke PLC.
a. Buka file yang akan di download, seperti pada Gambar 6.

Gambar 76. Contoh tampilan ladder diagram


b. Sambungkan PLC dengan komputer menggunakan kabel
konektor.
c. Hubungkan kabel PLC ke tegangan sumber PLN.
d. Hidupkan power PLC.
e. Lakukan proses download program ke PLC.
f. Klik menu PLC pilih Work Online, atau klik toolbar Work Online
seperti pada Gambar 77.

7)

Gambar 77. Toolbar Work Online


g. Kemudian akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar 78.
223

Gambar 78. Kotak dialog CX-Programmer v7.2

h. Klik YES, maka lembar kerja akan nampak seperti pada Gambar
79.

Gambar 79. Tampilan lembar kerja mode Online

i. Klik menu PLC, lalu pilih Transfer To PLC atau tekan Ctrl+T
maka akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar 80.

Gambar 80. Kotak dialog Download Options


j. Klik OK dan seterusnya klik YES/OK sampai proses download
selesai seperti pada Gambar 81.
224

Gambar 81. Proses Download berhasil

k. Klik OK, maka akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar
82.

Gambar 82. Kotak dialog CX-Programmer v7.2

l. Klik YES, maka lembar kerja akan nampak seperti pada Gambar
83.

Gambar 83. Tampilan lembar kerja siap disimulasikan

Jika proses download berhasil, maka PLC dalam kondisi mode


online dan tampilan lembar kerja akan nampak seperti pada Gambar 83.
225

Jika PLC dalam keadaan online, maka program tidak bisa dirubah. Oleh
karena itu, jika ingin merubah program, maka PLC harus dikembalikan
kemode offline dengan memilih menu PLC lalu pilih Work Online atau klik
icon Work Online pada toolbar.

2. Upload file program dari PLC.


1) Lembar kerja kosong sudah terbuka.
2) Sambungkan PLC dengan komputer menggunakan kabel
konektor.
3) Tancapkan jack power PLC ke tegangan sumber.
4) Hidupkan power PLC.
5) Klik menu PLC pilih lalu pilih Work Online atau klik toolbar Work
Online seperti pada Gambar 84.

5)

Gambar 84. Toolbar Work Online

6) Kemudian akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar 85.

Gambar 85. Kotak dialog CX-Programmer v7.2

7) Pilih YES, kemudian klik menu PLC lalu pilih Transfer From PLC,
maka akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar 86.
226

Gambar 86. Kotak dialog Download Options

8) Klik OK dan seterusnya klik YES/OK sampai proses upload selesai


seperti pada Gambar 87.

Gambar 87. Proses upload berhasil

9) Kemudial klik OK, maka lembar kerja hasil upload akan nampak
seperti pada Gambar 88.

Gambar 88. Tampilan lembar kerja hasil upload


227

DAFTAR PUSTAKA
Bolton, W. 2003. Programmable Logic Controller. Jakarta: Erlangga
Manual Books OMRON. 2008. Programmable Controllers SYSMAC CP1.
Surabaya: PT. Karunia Prima Engineering.
Setiawan, Iwan. 2006. Programmable Logic Controller dan Teknik Perancangan
Sistem. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Wijaya, A. dkk. 2003. Pengenalan Dasar-Dasar PLC. Yogyakarta: Gava Media.

Anda mungkin juga menyukai