Anda di halaman 1dari 6

DCS dan PLC Yth Rekan Rekan semua Mohon dapat dibantu sebenarnya pengertian DCS dan PLC

itu bagaimana ? Dapatkah saya dibantu dijelaskan perbedaan yang pasti antara DCS dan PLC ? Dimana dalam sebuah diskusi kami mengalami perbedaan pendapat, suatu system product ada yang menyebutnya itu DCS ada yang mengklaim itu bukan DCS tetapi PLC. Mohon bantuannya kepada rekan-rekan yang lebih memahami hal ini. Terima kasih. Kamil Yth Adl-ha, Saya coba sedikit memberikan penjelasan tentang DCS dan PLC. Kalau DCS (Distributed Control System) sesuai dengan namanya bertujuan untuk mengontrol suatu proses dalam suatu sistem produk di dalam suatu Plant, termasuk pengontrolan safety system plant-nya. Pendek kata DCS tsb membuat sistem pengontrolan terpadu. Sedangkan untuk PLC (Programable Logic Controller) biasanya untuk mengontrol suatu alat (equipment) dalam suatu plant, misalnya: Boiler, Compressor, dll. Demikian pendapat saya, mudah2an bermanfaat. Dan saya berharap dimilist ini ada yang dapat menambahkan pendapat saya. Terima kasih,

adie ranupane saya setuju beberapa point dari attachment nya mas triez, saat ini sudah sulit membedakan apa yg bisa dilakukan oleh DCS dan yang bisa dilakukan oleh PLC. sedikit ilustrasi; kalau jaman dolo DCS lebih banyak digunakan pada proses regulatory dan plant" yg besar dan kompleks sedangkan PLC lebih banyak diaplikasikan di plant" kecil dengan banyak field device yg bersifat discrete. namun masa kini, semua proses yg bisa dilakukan di DCS juga bisa dilakukan di PLC, begitu juga sebaliknya. menurut saya (CMIIW) perbedaan tinggallah disisi kapasitas IO dalam 1 plant yg dicontrol atau monitoring oleh 1 unit controller.

untuk kompleksitas proses dan jumlah IO sebaiknya menggunakan DCS. bila simpel dan jumlah IO nya tidak besar bisa menggunakan PLC kelebihan dari PLC adalah fliksibilitas komunikasi ke subsystem, karena PLC bisa sebagai slave / master dalam 1 controller walaupun beberapa DCS bisa berlaku itu namun perlu dicek lagi apakah dia membutuhkan license khusus dari vendor atau tidak kebanyakan DCS sebagai master saja. pak adlha, coba di cek terlebih dahulu proses dan jumlah serta jenis IO yang akan dipasang dalam project nya nanti, dan juga di cek seberapa banyak subsystem yg akan terinstall di project tersebut. Muhamad Romadhan Sekedar menambahkan... Sekarang ada istilah PAC - Programmable Automation Control, Perusahaan automation seperti Rockwell, Siemens, GE-Fanuc sudah menggunakan istilah tersebut, pengistilahan PLC hanya diberlakukan untuk small controller-nya saja PLC I/O maks. +/-128. Mungkin bisa dibilang istilah PAC adalah untuk advance PLC (PLC kelas Premium), dimana bukan sekedar Logic saja yang akan di control dan sudah fleksible terhadap I/O data baik dari/ke HART, FF, Profibus, dll. Beberapa vendor PLC/PAC sekarang sudah ada yang bisa mensupport DCS system architecture dengan process loop yang cukup banyak mungkin bisa dengan harga yang lebih murah daripada kita menggunakan DCS dari vendor yang sudah cukup terkenal dengan DCS-nya. Untuk aplikasi yang kritikal, seperti F&G dan ESD, beberapa vendor PLC/PAC juga sudah support untuk aplikasi dengan requirement SIL2 bahkan SIL3. Jadi, mengutip note dari mas adie "kalau jaman dolo DCS lebih banyak digunakan pada proses regulatory dan plant" yg besar dan kompleks sedangkan PLC lebih banyak diaplikasikan di plant" kecil dengan banyak field device yg bersifat discrete. namun masa kini, semua proses yg bisa dilakukan di DCS juga bisa dilakukan di PLC, begitu juga sebaliknya." dengan beberapa kelemahan dan kelebihannya sesuai peruntukannya. Mohon koreksi jika ada kesalahan. Selama ini lebih tahu dari sisi PLC/PAC-nya saja. dunnock_ov ferina@kuartapp

Selamat Siang dan Salam Kenal, IMHO (in my humble Opinion) yg saya tahu dari training product salah satu brand. CMIIW = correct me if i'm wrong :) DCS dan PLC jelas berbeda untuk penggunakan bahasa logic nya, biasanya PLC kita sebut dengan ladder logic, klo DCS menggunakan FLD (functional Logic diagram) dan beberapa structure text. Aplikasi di lapangan pun, jika kita punya beberapa Plant dan setiap plant terdapat beberapa control system, dan ingin dapat saling berkomunikasi antara local control system tersebut, maka DCS dapat dipilih untuk case itu. Namun jika kita menginginkan setiap local control berdiri sendiri pilih lah PLC. DCS memungkinkan kontrol pada DCS lain, sedangkan PLC tidak memungkin halmengontrol PLC lain. Dari segi monitoring PID pun. adie ranupane Pak Ferina, "..DCS dan PLC jelas berbeda untuk penggunakan bahasa logic nya, biasanya PLC kita sebut dengan ladder logic, klo DCS menggunakan FLD (functional Logic diagram) dan beberapa structure text..." dalam pemograman DCS bisa menggunakan SFC, FB, dan Stucture Text dalam pemograman PLC bisa menggunakan Ladder, FB, SFC, mnemonic dan structure text. bahkan beberapa brand sudah bisa menggunakan bahasa Java untuk programming nya. "...Aplikasi di lapangan pun, jika kita punya beberapa Plant dan setiap plant terdapat beberapa control system, dan ingin dapat saling berkomunikasi antara local control system tersebut, maka DCS dapat dipilih untuk case itu. Namun jika kita menginginkan setiap local control berdiri sendiri pilih lah PLC....." DCS sebenarnya malah di peruntukan untuk control yg berdiri sendiri dalam 1 plant yg besar, bila terjadi expansi plant maka cukup menambah remote IO saja. bila dalam 1 plant (besar) menggunakan banyak DCS, biasa nya masing" DCS mengontrol untuk masing" plant saja, namun masing-masing bisa saling memberi info tentang status valve atau status value. sedangkan pada PLC, karena keterbatasan IO maka setiap expansi bisa menambah controller (PLC) karena sikronisasi antar PLC jauh lebih mudah dibanding sikronisasi antar DCS ..... (CMIIW)

irsan

Apa kabar pak adlha, mau menambahkan juga singkat saja mudah2an membantu .......... Jika dahulu jaman th 1970 maka perbedaannya adalah kira2 sbb : PLC late 1960's replace relays automation&mfr. open $$$ programming flexible none DCS 1970's replace single controllers refinery&process closed $$$$$ configuration standardised integrated

released : purpose : focus: system: cost: engineering: approach: graphic:

kalo sekarang kira2 sbb ( berdasarkan istilah dari beberapa brand ): ada PAC : PC based control system with typical PLC. ada HCS : Hybrid yaitu gabungan PLC dengan kemampuan DCS seperti Operator Displays, alarm management dan beberapa kemampuan DCS. ada PAS : Process Automation System yang menggunakan network berhubungan denga sensor,controller,operator terminal, actuator dengan dasar open standards yang berkebalikan dengan traditional DCS lama. ada DAS : Digital Automation System ..... ada PlantStruxure : berdasarkan dari sistem existing or new H/W, flexibility PLC dan penyesuaian dgn kebutuhan owner. noname : ada beberapa vendor yang meng-extends scope dari PLC-based system sehingga lebih mengarah ke DCS flexibility. Tetapi pada dasarnya dari perbedaan PLC dengan DCS yang dapat diperjelas adalah kira2 sbb :

PLC - stand alone operation - scaleable architecture - multitasking controller OS - distributed IO - high speed logic

DCS - distributed functionality - peer to peer communication - redundancy - remote IO - regulatory control

- motion & machine control - device integration - extensive communications 61131 programming

- advanced process control - single database IEC - object based configuration hot swap

- juga kemampuan untuk Management Information Systemnya spt ERP,MES/batch/historian,Operation&Monitoring Process, Energy Monitoring dll Jika ada kesalahan mohon diluruskan. Muhamad Romadhan Sedikit menambahkan, mengacu kepada note biru Pak Irsan, pada DCS, kemampuan yang di Note pada DCS tersebut sebagian besar sudah dimiliki oleh beberapa PLC kelas premium, seperti Hotswap, redundancy, remote I/O, single database, Process Control, MES/batch/historian, Operation&Monitoring Process, Energy Monitoring, dll.. sudah bisa diberikan oleh PLC/PAC. Menurut saya, matrik perbandingan tersebut sudah tidak relevan lagi saat ini. IMHO. Selanjutnya sekarang untuk sebuah project, pertimbangannya bagaimana dengan scope pekerjaan, kebutuhan dan budget. irsan Setuju pak.....teknologinya memang berkembang terus sehingga beberapa fungsi DCS sudah dipunyai oleh PLC jenis sekarang ini. Jadi seperti Pak Muh. Romadhan sebutkan, jenis dan scope apa yang sesuai. Farid Prihatman Pak Ramadhan, Maaf, apa ada reference yg lebih comphrehensip soal perbandingn kedua system tsb (PLC/Hybride/ Premium class versus DCS). Bisa di info kah, Yg termasuk PLC/Hybride/ premium class ini brand serta product name nya. Muhamad Romadhan Dear Pak Farid dan kawan-kawan, Kalau reference matrik perbandingan yang detail saya tidak punya pak. Tapi mungkin bisa browsing ke beberapa brand PLC Ternama seperti Siemens, Schneider, rockwell dan beberapa lainnya. Mungkin kalau boleh menyebut salah satu brand, PLC/PAC Allen Bradley seri ControlLogix dari Rockwell. Beberapa spec yang di note pada posting

sebelumnya mengenai kelebihan DCS seperti redudancy, hotswap, remote I/O, dan dipadukan dengan menggunakan software Information System yang dimilikinya seperti Historian, Batch process control, Manufacture Intelegent, semua bisa dilakukan oleh PLC/PAC tersebut. Informasi terakhir menyebutkan, Rockwell sudah memiliki technology untuk aplikasi DCS untuk process solution dengan nama PlantPAx. (http://www.rockwellautomation.com/solutions/process/ atau http://www.rockwellautomation.com/solutions/process/systems/) Merek lain seperti Schneider dengan PLC Modicon Quantum, juga udah support redundancy. Siemens PLC S7 juga sama. Jika berbicara project, coba saja minta budgetary mengenai kebutuhan plant ke beberapa vendor PLC/DCS sesuai dengan kebutuhan, tinggal compare dari segi teknologi, harga dan tentunya comply dengan minimum requirement system yang dibuat. Mohon yang lebih mengetahuinya tentang PLC/DCS bisa membantu untuk resume yang lebih akurat.