0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
249 tayangan16 halaman

Proses Hidrometalurgi dalam Ekstraksi Logam

Metalurgi melibatkan proses pengolahan bijih mineral untuk memperoleh dan mengolah logam, meliputi tahapan konsentrasi bijih, konversi bijih pekat menjadi oksida, pengurangan oksida menjadi logam, dan pemurnian logam.

Diunggah oleh

Rizco Xyz
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
249 tayangan16 halaman

Proses Hidrometalurgi dalam Ekstraksi Logam

Metalurgi melibatkan proses pengolahan bijih mineral untuk memperoleh dan mengolah logam, meliputi tahapan konsentrasi bijih, konversi bijih pekat menjadi oksida, pengurangan oksida menjadi logam, dan pemurnian logam.

Diunggah oleh

Rizco Xyz
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metalurgi didefinisikan sebagai ilmu dan teknologi untuk memperoleh dan mengolah logam yang

menca kup tahapan dari pengolahan bijih mineral, pemeroleh an (ekstraksi) logam, sampai ke
pengolahan nya untuk menyesuaikan sifat-sifat dan perilakunya sesuai de ngan yang dipersyaratkan
dalam pemakaian untuk pembuatan produk rekayasa tertentu

a. Konsentrasi bijih

b. Konversi bijih pekat menjadi oksida

c. Pengurangan oksida menjadi logam

d. Pemurnian logam
TAHAPAN PROSES METALURGI EKSTRAKTIF

1. Pemisahan (separation), yaitu pembuangan unsur, campuran (compounds) atau material


yang tidak diinginkan dari bijih (sumber metal = source of metal).

2. Pembentukan campuran (compound formation), yaitu cara memproduksi material yang


secara struktur dan sifat-sifat kimianya berbeda dari bijihnya (sumbernya).

3. Pengambilan/produksi metal (metal production), yaitu cara-cara memperoleh metal yang


belum murni.

4. Pemurnian metal (metal purification), yaitu pembersihan, metal yang belum murni
(membuang unsur-unsur pengotor dari metal yang belum murni), sehingga diperoleh metal
murni.

Field Description Example of topics


Beneficiation Theory and practice of liberation of
or Crushing and grinding,
minerals from ores and their separation
magnetic and electrical
Mineral by physical methods at ambient
methods, flotation, etc.
Dressing conditions

Mineral Processing

Chemical methods sometimes at high


Leaching, precipitation,
Extractive temperature and pressure for treating
electrolysis, oxidation,
metallurgy ores to recover their metal values in a
reduction, etc.
pure form

Crystal structure, effect


Physical Study of physical properties of metals and of impurities,
metallurgy alloys, preparation of alloys metallography, heat
treatment, etc.

Engineering
Processing of metals in the molten state Casting, welding, etc.
metallurgy
Metal Processing

Mechanical Forging, rolling,


Processing of metals in the solid state
metallurgy extrusion, piercing

Preparation of metals in
Powder Processing of metal powders into finished
powder form, hot
metallurgy products
pressing, etc.

HIDROMETALURGI

Proses ekstraksi mineral logam yang dapat larut dengan menggunakan pelarut berbasis air .
Larutan menguabahnya menjadi asam, atau basa, mengoksidasi atau mereduksi

PIROMETALURGI

Proses ekstraksi metal dengan memakai energi panas. Suhu yang dicapai ada yang hanya 50º
- 250º C (proses Mond untuk pemurnian nikel), tetapi ada yang mencapai 2.000º C (proses
pembuatan paduan baja).
ELEKTROMETALURGI

Ekstraksi logam dengan menggunakan energi listrik untuk menginduksi transformasi kimia

HIDROMETALURGI

 Pengolahan mineral logam dari batuan atau bijihnya dengan menggunakan pelarut
berair (aqueous solution).

 Dipakai suatu zat kimia yang cair untuk dapat melarutkan suatu partikel tertentu.

 Proses ekstraksi metal dengan larutan reagen encer

(< 1 gram/mol) dan pada suhu < 100º C.

 Reaksi kimia yang dipilih biasanya yang sangat selektif. Artinya hanya metal yang
diinginkan saja yang akan bereaksi (larut) dan kemudian dipisahkan dari material
yang tak diinginkan.

PROSES HIDROMETALURGI

terdiri dari tiga tahap:

1. Leaching atau pelarutan logam dari batuan dengan bantuan reduktan organik.

2. Pemekatan larutan hasil leaching dan pemurniannya.

3. Recovery yaitu pengambilan logam dari larutan hasil leaching.

LEACHING

Proses pelarutan selektif dimana hanya logam-logam tertentu yang dapat larut.
Pemilihan metode pelindian tergantung pada kandungan logam berharga dalam bijih dan
karakteristik bijih khususnya mudah tidaknya bijih dilindi oleh reagen kimia tertentu.

LEACHING BIJIH BAUKSIT

PROSES BAEYER:

Langkah 1:

Al2 O3 (s) + 2NaOH (aq) + 3H 2O (l) → 2Na [Al (OH) 4] (aq)

Langkah 2:

2Na [Al (OH) 4] (aq) +CO 2 g → Al2 O3 .xH 2O (s) + 2NaHCO3 (aq)

Langkah 3:

Panaskan pada 1470K

Al 2O 3.xH 2O (s) → Al 2O3 (s) + xH 2O (g)

LEACHING BIJIH EMAS DAN PERAK

4M (s) + 8CN- (aq) + 2H2 O (aq) + O2 (g) → 4 [M (CN)] 2- (aq) + 4OH (aq)

2 [M (CN)] (aq) + Zn (s) → [Zn (CN)] - 4 (aq) + 2M (s)

Dimana: [M = Ag atau Au]


KEUNTUNGAN HIDROMETALURGI

1. Bijih tidak harus dipekatkan, melainkan hanya harus dihancurkan menjadi bagian-bagian
yang lebih kecil.

2. Pemakaian batubara dan kokas pada pemanggangan bijih dan sekaligus sebagai reduktor
dalam jumlah besar dapat dihilangkan

3. Polusi atmosfer oleh hasil samping pirometalurgi sebagai belerang dioksida, arsenik (III)
oksida, dan debu tungku dapat dihindarkan

4. Untuk bijih-bijih peringkat rendah (low grade), metode ini lebih efektif Suhu prosesnya
relatif lebih rendah.

5. Reagen yang digunakan relatif murah dan mudah didapatkan.

6. Produk yang dihasilkan memilki struktur nanometer dengan kemurnian yang tinggi.

KONDISI YANG BAIK UNTUK HIDROMETALURGI

1. Metal yang diinginkan harus mudah larut dalam reagen yang murah.

2. Metal yang larut tersebut harus dapat “diambil” dari larutannya dengan mudah dan murah.

3. Unsur atau metal lain yang ikut larut harus mudah dipisahkan pada proses berikutnya.

4. Mineral-mineral pengganggu (gangue minerals) jangan terlalu banyak menyerap (bereaksi)


dengan zat pelarut yang dipakai.

5. Zat pelarutnya harus dapat “diperoleh kembali” untuk didaur ulang. Zat yang diumpankan
(yang dilarutkan) jangan banyak mengandung lempung (clay minerals), karena akan sulit
memisahkannya.

6. Zat yang diumpankan harus porous atau punya permukaan kontak yang luas agar mudah
(cepat) bereaksi pada suhu rendah.

7. Zat pelarutnya sebaiknya tidak korosif dan tidak beracun (non-corrosive and non-toxic), jadi
tidak membahayakan alat dan operator.

BEBERAPA JENIS LEACHING DALAM HIDROMETALURGI

1 Leaching in Place (In-situ Leaching)

2. Heap Leaching

3. Vat Leaching /Percolation Leaching


4. Agitation Leaching

5. Autoclaving

Bio-Leaching

Thiobacillus errooxidans dipakai untuk mengontrol ratio dari ferric dan ion ferrous dalam larutan (Tf
bertindak sebagai catalyst)
4Fe2+(aq) + O2(g) + 4H3O+ → 4Fe3+(aq) + 4H2O

Ferric sulfate dipakai untuk melarutkan bijih sulfida tembaga.

Untuk pelarutan bijih emas refraktori membutuhkan waktu sekitar 24 jam.

Faktor Menentukan Efisiensi Leaching

Waktu retensi = volume total tangki / aliran volumetrik bubur

Biasanya diukur dalam jam

- emas: 24 hingga 72 jam

- tembaga: 12 hingga 36 jam

- Rangkaian tangki yang disebut "kereta" pelindian

- mineralisasi & perubahan tingkat umpan mungkin diperlukan waktu retensi lebih tinggi

Ukuran partikel

- bahan digerus untuk mengekspos mineral yang diinginkan ke agen pencucian


("pembebasan"),

- tangki pelindian >>> agar dapat menunda agitasi

- tong pelindian >>> ukuran harus paling ekonomis

- Recovery tinggi tercapai karena pembebasan meningkat atau kinetika lebih cepat
diseimbangkan dengan peningkatan biaya memproses bahan.

- Kepadatan pulp - persen padatan menentukan waktu retensi

- Menentukan tingkat pengendapan dan viskositas - viskositas mengontrol perpindahan


massa gas dan laju pencucian

Densitas pulp

- persen padatan menentukan waktu retensi

- Menentukan tingkat pengendapan dan viskositas

- viskositas mengontrol perpindahan massa gas dan laju pencucian

Jumlah tanki

- Sirkuit resapan tangki biasanya dirancang dengan 4 tangki

Gas terlarut
- Gas disuntikkan di bawah agitator atau ke dalam tong bawah untuk mencapai tingkat gas
terlarut yang diinginkan

- Biasanya, oksigen atau udara, atau, di beberapa pabrik logam dasar, SO2 digunakan.

MACAM PELARUT

a.Air (Water)

Utk senyawa sulfat spt CuSO4 dan ZnSO4 maupun khlorida. Dgn adanya udara / O2
bertekanan dan ber temperatur 150 C akan dpt melarutkan sulfida logam. NiS + 2O2 
NiSO4

b. Asam (Acid)

Asam sulfat encer utk melarutkan tembaga oksida maupun zinc oksida.

Asam sulfat pekat utk pemisahan gold silver alloy. Asam khlorida utk melarutkan logam Zn,
asam nitrat utk melarutkan logam emas dan perak.

c. Basa (Bases)

Amonium hidroksida maupun ammonium karbonat cocok utk melarutkan native copper
maupun copper carbonat.

Sodium hidroksida (NaOH) utk proses Bayer dlm pemurnian bauksit.

Sodium karbonat utk melarutkan bijih uranium oksida.

d. Garam

1. Natrium Sianida (NaCN) / Kalium Sianida (KCN) dpt melarutkan emas / perak dengan + udara

2. Garam Ferric (FeCl3, Fe2(SO4)3) dpt melarutkan tembaga

3. Na2CO3 utk pelindian uranium

4. NaCl utk pelindian PbSO4

5. Na2S utk pelindian min sulfida membentuk poly sulfida

6. Na2S2O3 (Sodium thio sulfat) utk melarutkan perak

7. Air Khlor utk melarutkan mineral sulfida

8. Note : Reagen pengatur pH dpt berupa basa n garam kuat seperti lime (CaO, Ca(OH)2, NaOH
dan Na2CO3). Bila diinginkan suasana basa maka digunakan lime (CaO) karena selain murah
juga:

9. - Untuk menetralkan senyawa asam


10. - Untuk mencegah zat pelarut yg hilang krn proses hidrolisa

11. - Dapat mencegah hilangnya zat pelarut krn CO2 udara

12. - Sebagai alat penggumpal

SELURUH TAHAP PROSES HYDROMETALURGI

1. Kominusi (Penggerusan)

2. Pelindian Logam (Leaching Metal)

3. Pengambilan logam berharga dari larutan/pulp kaya (rich solution/ PLS =Pregnant Leach
Solution)

a. Pemisahan Padat/Cair (Solid/Liquid Separation)

- CCD thickeners

- Pencucian dan filtrasi bertahap (Staged-washing filtration)

b. Adsorpsi logam (Carbon-in-Pulp and/or Resin-in-Pulp)

(CIP/RIP or CIL/RIL)

- butiran carbon atau lapisan resin kasar


Pemurnian Logam (Purification - removing other ions)

4. Pemurnian Logam (Purification - removing other ions)

- Klarifikasi dan Pe-vakuman (Clarification and Deaeration/vacuum)

- Pengendapan (Precipitation)

(Emas Au: Zn atau Al dust)

(Tembaga Cu: H2S atau scrap Fe atau lime)

(Uranium: yellow cake)

(Seng Zn: lime)

- Ekstraksi Larutan/Solvent Extraction (adsorption into organic liquid)

- Penukar Ion/Ion Exchange (Kolom elusi resin)

- Elusi (contact carbon atau resin dengan electrolyte)

Presipitasi

Presipitasi pemisahan melalui pengendapan padatan dari suatu larutan. Zat kimia yang
menyebabkan padatan terbentuk disebut ‘pengendap‘ (precipitant). Tanpa gaya gravitasi
yang cukup (pengendapan) untuk menyatukan partikel-partikel padat, endapan tetap dalam
suspensi. Setelah sedimentasi, terutama ketika menggunakan centrifuge untuk menekannya
menjadi massa yang padat, endapan dapat disebut sebagai 'pelet'. Presipitasi bisa digunakan
sebagai media. Cairan bebas endapan yang tersisa di atas padatan disebut 'supernat' .
Serbuk yang berasal dari presipitasi juga secara historis dikenal sebagai 'bunga'. Ketika
padatan muncul dalam bentuk serat selulosa yang telah melalui proses kimia, proses ini
sering disebut sebagai regenerasi

PURIFIKASI LARUTAN KAYA (PLS)


a. Purifikasi thd Gas

Cara yg digunakan adalah proses deaerasi dalam suatu tangki bertekanan rendah dimana
larutan dipercikkan menjadi tetesan sehingga mempunyai permukaan cair gas yg lebih besar
shg gas dpt dipisahkan dr cairan.

b. Purifikasi thd ion pengganggu.

Penghilangan ion tembaga dr lar ZnSO4 yg akan diambil sengnya dgn elektrolisa ion Cu2+
dihilangkan dgn sementasi oleh serbuk seng Cu2+ +Zn àCu +Zn2+

c. Purifikasi thd partikel padatan

Dilakukan dgn cara filtrasi dan dibantu dgn floculasi utk mempercepat dan memperbaiki
proses filtrasi.

PENGAMBILAN LOGAM DR LARUTAN

a. Kristalisasi

Digunakan bila logam berharga dlm larutan dpt diendapkan sbg kristal senyawa logam tsb
dgn pengaturan T shg dpt dimanfaatkan sifat kelarutan ttu.

b.Presipitasi ionic

Memanfaatkan sifat kelarutan suatu senyawa dr logam berharga yg akan diambil. Senyawa
tsb dibentuk dlm larutan dgn menambah ion2 tertentu.

c.Adsorbsi

Memanfaatkan kemampuan arang kayu (charcoal) yg dpt mengadsorbsi garam logam


tertentu dr larutannya.

d.Presipitasi oleh Gas

Gas ttu dpt mendesak logam ttu dr senyawanya dlm larutan dgn pengaturan tek gas, T, pH
larutan dan konsentrasi ion logam dlm larutan. Gas yg digunakan H2S, SO2, CO, H2

e.Flotasi ion dan Flotasi Presipitat

Dgn cara ini dpt direcovery ion logam dr lar dgn menggunakan agent pengaktif permukaan
baik cationic maupun anionic.

f. Ion Excange
-Sorption : lar yg mengandung logam berharga dilewatkan melalui tumpukan resin shg ion
logam berharga tsb terikat dlm fasa resin

-Elution: pd fasa resin dilewatkan sejml kecil vol lar ttu yg sanggup mengambil kembali ion
logam berharga dr fasa resin.

g. Cara Solvent Extraction

Mendasarkan atas kemampuan senyawa organic ttu yg dpt mengekstraksi senyawa ion
logam berharga tertentu.

Tahapnya:

Ekstraksi : dimana larutan ion logam berharganya yg ada dlm fasa aquaeous dikontakan dgn
solvent organic tertentu yg sesuai sedemikian rupa sehingga ion logam berharganya
terlarutkan dalam fasa organic

Stripping: dimana ion logam berharga yg ada dlm fasa organic kembali dikontakan dgn
pelarut aquaeous tertentu yg sesuai dgn volume yg relatif kecil.

SOLVENT EXTRACTION

Dalam proses ini pelarut dari campuran ekstraktan dalam pengencer digu -nakan untuk
mengekstraksi logam dari satu fase ke fase lainnya. Campuran ini sering disebut sebagai
"organik" karena unsur utama (pengencer) adalah beberapa jenis minyak.

PLS (Larutan kaya) dicampur untuk emulsifikasi dengan organik . Logam akan keluar dari PLS
masuk ke larutan organik yang mereka modifikasi. Aliran yang dihasilkan akan berupa
organik mengandung logam dan rafinasi. Selanjutnya dengan electrowinning, organik tsb
kemudian dicampur untuk emulsifikasi dengan elektrolit dan dibiarkan terpisah. Logam akan
berpindah dari organik ke elektrolit. Aliran yang dihasilkan berupa organik yang “kosong”
dan elektrolit yang kaya. Larutan organik didaur ulang melalui proses ekstraksi pelarut
sedangkan aliran air dipakai sebagai pelarut leaching, dan elektrolit kaya dimurnikan.

5. ELECTROWINNING ATAU PRECIPITATION DITERUSKAN DENGAN PELEBURAN


(SMELTING)

Electrowinning adalah proses elektrokimia yang digunakan untuk mereduksi kation logam ke
permukaan katoda dari larutan air yang berasal dari proses pencucian kimia. Electrowinning
atau sering disebut sebagai elektro ekstraksi adalah elektrodeposisi (pengendapan) logam
dari mineral bijih yang telah dilarutkan ke dalam cairan dan akan diproses menggunakan
electrorefining untuk menghilangkan pengotornya.

Energi listrik menyebabkan terjadinya reaksi kimia. Dalam larutan elektrolit, zat terlarut
mengalami ionisasi. Kation (ion positif) akan bergerak ke katoda, dan anion (ion negatif)
akan bergerak ke anoda. Pada anoda terjadi reaksi oksidasi, yaitu anion (ion negatif) ditarik
oleh anoda dan jumlah elektronnya berkurang sehingga bilangan oksidasinya bertambah,
sedangkan pada katoda terjadi reaksi reduksi.

Anda mungkin juga menyukai