Anda di halaman 1dari 4

Nama : Rizki Gunawan

NIM : 16036087

Macam-macam Metode Penentuan Viskositas

1. Metode Ostwald

Viskositas cairan yang ditentukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan bagi
cairan tersebut untuk lewat antara 2 tanda ketika mengalir karena gravitasi melalui
viskometer Ostwald. Waktu alir cairan yang diuji dibandingkan dengan waktu yang
dibutuhkan bagi suatu zat yang viskositasnya sudah diketahui (biasanya air) untuk
lewat 2 tanda tersebut.

Pada viscometer Ostwald yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh
sejumlah tertentu cairan untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang
disebabkan oleh berat cairan itu sendiri. Pada percobaan sebenarnya, sejumlah
tertentu cairan (misalnya 10 cm3, bergantung pada ukuran viscometer) dipipet
kedalam viscometer. Cairan kemudian dihisap melalui labu pengukur dari viscometer
sampai permukaan cairan lebih tinggi daripada batas a. cairan kemudian dibiarkan
turun ketika permukaan cairan turun melewati batas a, stopwatch mulai dinyalakan
dan ketika cairan melewati tanda batas b, stopwatch dimatikan. Jadi waktu yang
dibutuhkan cairan untuk melalui jarak antara a dan b dapat ditentukan. Tekanan ρ
merupakan perbedaan antara kedua ujung pipa U dan besarnya disesuaikan sebanding
dengan berat jenis cairan.

Berdasarkan hukum Heagen Poiseuille

Ƞ = ∏ P r4 t

Hukum poiseuille juga digunakan untuk menentukan distribusi kecepatan dalam


arus laminer melalui pipa slindris dan mentukan jumlah cairan yang keluar perdetik.
2. Metode Hoppler

Viskometer bola jatuh merupakan viskosimeter satu titik yang digunakan untuk
menentukan viskosita cairan newton. Viskosimeter ini bekerja pada satu titik kecepatan geser,
sehingga hanya dihasilkan satu titik pada rheogram. Pada viskometer ini
sampel dan bola diletakkan dalam tabung gelas dan dibiarkan mencapai temperat
ur keseimbangan dengan air yang berada dalam jaket di sekelilingnya pada temperatur
konstan. Tabung dan jaket air tersebut kemudian dibalik, yang akan menyebabkan bola
berada padapuncak tabung gelas dalam. Waktu bagi bola tersebut untuk jatuh antara dua
tanda diukur dengan teliti dan diulangi beberapa kali.
Prinsip kerja dari viskometer bola jatuh adalah mengukur kecepatan bola
jatuh melalui cairan dalam tabung pada suhu tetap. Viskometer Hoeppler, seperti
terlihat pada Gambar, merupakan alat yang ada dalam perdagangan berdasarkan pada
prinsip ini. Pada viskosimeter Hoppler tabungnya dipasang miring sehingga
kecepatan bola jatuh akan berkurang sehingga pengukuran dapat dilakukan lebih teliti.
Viskometer ini cocok digunakan untuk cairan yang mempunyai viskositas yang sukar
diukur dengan viskosimeter kapiler.
Selanjutnya, viskositas cairan dapat dihitung dengan persamaan stokes yaitu :
η = 2r2(ρ1-ρ2)g/9v
Keterangan : r = jari-jari bola (cm)
ρ 1= bobot jenis bola
ρ 2= bobot jenis cairan
g = gaya gravitasi
v = kecepatan bola (cm.detik -1)
Persamaan diatas dapat disederhanakan menjadi :
η= B(ρ1-ρ2)t
Keterangan : B = konstanta bola
T = waktu tempuh boal jatuh(detik)
Berdasarkan hukum Stokes pada kecepatan bola maksimum,terjadi keseimbangan
sehingga gaya gesek = gaya berat – gaya archimides. Prinsip kerja dari viskometer
bola jatuh adalah mengukur kecepatan bola jatuh melalui cairan dalam tabung pada
suhu tetap. Kecepatan jatuhnya bola merupakan fungsi dari harga resiprok
sampel. Berdasarkan hukum stoke yaitu pada saat kecepatan bola maksimum,terjadi
kesetimbangan sehingga gaya gesek sama dengan gaya berat archimedes. Dalam fluida
regangan geser selalu bertambah dan tanpa batas sepanjang tegangan yang
diberikan.Tegangan tidak bergantung pada regangan geser tetapi tergantung pada laju
perubahannya. Laju perubahan regangan juga disebut laju regangan.
Laju perubahan regangan geser = laju regangan
Rumus yang di atas dapat defenisikan viskositas fluida, dinotasikan dengan η (eta),
sebagai rasio tegangan geser dengan laju regangan :
η = Tegangan geser
Laju regangan
Mempelajari gerak bola yang jatuh ke dalam fluida kental, walaupun ketika itu
hanya untuk mengetahui bahwa gaya kekentalan pada sebuah bola tertentu di dalam
suatu fluida tertentu berbandingan dengan kecepatan relatifnya. Bila fluida sempurna
yang viskositasnya nol mengalir melewati sebuah bola, atau apabila sebuah bola
bergerak dalam suatu fluida yang diam, gari-garis arusnya akan berbentuk suatu pola
yang simetris sempurna di sekeliling bola itu. Tekanan terhadap sembarang titik
permukaan bola yang menghadap arah alir datang tepat sama dengan tekanan terhadap
titik lawan. Titik tersebut pada permukaan bola menghadap kearah aliran, dan gaya
resultan terhadap bola itu nol.

3. Viscometer cup dan Bob


Prinsip kerjanya sampel digeser dalam ruangan antara dinding luar Bob dan
dinding dalam dari cup dimana bob masuk persis ditengan-tengah. Kelemahan
viscometer ini adalah terjadinya aliran sumbat yang disebabkan gesekan yang tinggi
disepanjang keliling bagian tube sehingga menyebabkan penemuan konsentrasi.
Penurunan konsentrasi ini menyebebkan bagian tengah zat yang ditekan keluar
memadat. Hal ini disebut aliran sumbat.
Dalam viskometer ini sampel dimasukkan dalam ruang antara dinding luar
bob/rotor dan dinding dalam mangkuk (cup) yang pas dengan rotor tersebut. Berbagai
alat yang tersedia berbeda dalam hal bagian yang berputar, ada alat dimana yang
berputar adalah rotornya, ada juga bagian mangkuknya yang berputar.

4. Viskometer Cone dan Plate


Viscometer Cone/ Plate adalah alat ukur kekentalan yang memberikan peneliti
suatu instrumen yang canggih untuk menentukan secara rutin viskositas absolut cairan
dalam volume sampel kecil. Cone dan plate memberikan presisi yang diperlukan untuk
pengembangan data rheologi lengkap.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi akurasi dari alat ini, misalnya:
a. Dipakai pada cone dan plate
b. Ukuran sample
c. Waktu yang dibutuhkan untuk memungkinkan sampel untuk menstabilkan
pada pelat sebelum terbaca
d. kebersihan kerucut dan platjenis bahan, tinggi atau rendah viskositas, ukuran
partikel
e. Tipe cone, cone rentang yang lebih rendah memberikan akurasi yang lebih
tinggi
f. shear rate ditempatkan untuk sampel.
Cara pemakaiannya adalah sampel yang ditempatkan di tengah-tengah papan,
kemudian dinaikkan hingga posisi dibawah kerucut. Kerucut digerakkan oleh motor
dengan bermacam kecepatan dan sampelnya digeser didalam ruang sempit antara
papan yang diam dan kemudian kerucut yang berputar.