Anda di halaman 1dari 14

KEBIJAKAN SPMI

SMA NEGERI 1 SEKONGKANG


Revisi : 1
Tanggal : 1 September 2019
DOKUMEN KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (DKSPMI)
Disusun oleh : Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS)
Dengan SK : Kepala SMA Negeri 1 Sekongkang
Nomor : 422/075/SMAN 1 SKK/VIII/2019
Tanggal : 1 September 2019
Disetujui oleh Kepala SMA Negeri 1 Sekongkang

MUHAMMAD YASIN, S. Pd.


NIP. 19681231 199412 1 065

Dikoordinasikan dengan : Pengawas Pembina

Hustanuddin, S.Pd.
NIP.

Didukung oleh : Komite Sekolah

SUKARDI, S.E.

Dikendalikan oleh : Ketua TPMPS

WAHYUL FIRMAN, M.Pd.


NIP.
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Penyusunan
Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan,
mengamanatkan bahwa setiap Satuan Pendidikan pada jalur formal dan nonformal
melakukan penjaminan mutu pendidikan melalui sebuah sistem penjaminan mutu dalam
rangka memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. Pelaksanaan
penjaminan mutu pendidikan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan
Mutu Pendidikan Dasar dan menengah, Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk
memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah oleh satuan
pendidikan di Indonesia berjalan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan atau
melampaui Standar Nasional Pendidikan(SNP).
SMA Negeri 1 Sekongkang pada dasarnya sudah melakukan berbagai upaya
penjaminan mutu pendidikan di sekolah. Namun demikian, pelaksanaannya masih bersifat
parsial, belum terstruktur secara sistematis dan belum terdokumentasikan secara lengkap. Selain
itu seluruh komponen atau pemangku kepentingan yang ada belum maksimal diberikan
tanggungjawab dalam peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan. Padahal, peningkatan
mutu di satuan pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya budaya mutu pada
seluruh komponen satuan pendidikan.
Sejalan dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dikembangkan oleh
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
SMA Negeri 1 Sekongkang akan mencoba berbenah untuk meningkatkan mutu sekolah secara
utuh dengan pendekatan yang melibatkan seluruh komponen satuan pendidikan (whole school
approach) agar secara bersama-sama memiliki budaya mutu. Semua unsur yang terdiri atas
kebijakan dan proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan tersebut,
tentunya dilaksanakan untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu, yang memenuhi
atau melampaui Standar Nasional Pendidikan.
Langkah awal yang dilakukan agar SPMI di SMA Negeri 1 Sekongkang dapat
diterapkan secara terstruktur, sistematis dan terdokumentasikan dengan baik adalah
membentuk Tim Penjaminan Mutu Pendidikan di Sekolah (TPMPS) yang terdiri dari
Kepala Sekolah, Tim Pengembang Sekolah dan Tim Evaluasi Mutu

1
Internal yang telah dibentuk berdasarkan SK Kepala Sekolah Nomor: 421.3/091/03.1/2019,
Tanggal 14 September 2019. Pembentukan TPMP SMA Negeri 1Sekongkang pada
dasarnya memiliki tujuan antara lain:
1. Sebagai salah satu tim yang bertanggungjawab dalam menyusun,
mengembangkan, dan melaksanakan SPMI secara terstruktur, sistematis dan
terdokumentasikan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Meneydiakan instrumen dan indikator evaluasi pelaksanaan pemenuhan mutu
sejalan dengan visi-misisekolah.

Buku kebijakan mutu SMA Negeri 1 Sekongkang disusun untuk memberikan


arah dan landasan pengembangan kebijakan mutu SMA Negeri 1 Sekongkang. Sasaran
penyusunan dokumen kebijakan ini adalah terjadinya peningkatan mutu, efisiensi dan
efektivitas kinerja di lingkungan SMA Negeri 1 Sekongkang.

2. Visi-Misi dan Tujuan SMA Negeri 1 Sekongkang


1. Visi-Misi Visi:
dan Tujuan “ Terwujudnya siswa yang berakhlak mulia, intelek, terampil, berdaya
Sekolah saing dan berwawasan lingkungan ”

Misi:
1. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien
berdasarkan kurikulum yang berlaku
2. Meningkatkan iman dan takwa seluruh keluarga besar SMA
Negeri 1 Sekongkang
3. Penanaman aplikasi nilai-nilai budi pekerti dan nilai-nilai luhur
bangsa, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat
4. Meningkatkan sarana, prasarana serta tenaga pendidik dan
kependidikan sesuai dengan standar yang ditentukan
5. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan
stakeholder yang ada.
6. Menyiapkan peserta didik untuk siap berkompetensi di era global
7. Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik
untuk meningkatkan kemampuan, potensi, dan bakat seoptimal
mungkin melalui kegiatan intra dan ekstra kurikuler.
8. Menciptakan iklim yang kondusif untuk terlaksananya tugas
pokok dan fungsi dari masing-masing komponen
9. Melaksanakan segala ketentuan yang mengatur operasional
2
sekolah, baik tata tertib kepegawaian maupun kesiswaan.
10. Menumbuh kembangkan kepada warga sekolah ( Guru, siswa dan
karyawan) agar peduli dengan lingkungan hidup disekitarnya.
Tujuan Sekolah Tahun 2019/2020:
1. Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya.
2. Memiliki jiwa toleransi inter umat beragama, antar umat beragama,
dan pemerintah.
3. Menghayati dan mengamalkan sikap dan perilaku yang
mencerminkan karakter bangsa.
4. Mengembangkan pengetahuan peserta didik untuk meningkatkan
mutu lulusan dan melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih
tinggi.
5. Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered
learning), serta layanan bimbingan dan konseling.
6. Meraih kejuaraan dalam kegiatan intrakurikuler dan
ekstrakurikuler di tingkat kota, provinsi dan nasional.
7. Melestarikan budaya nasional dan daerah.
8. Meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam upaya melestarikan
lingkungan hidup.
9. Mengembangkan sekolah menjadi tempat pembelajaran,
penyadaran, penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup dan
pencegahan pencemaran
2. Istilah 1. Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah adalah tingkat kesesuaian
antara penyelenggaraan pendidikan dasar dan pendidikan
dan Definisi
menengah dengan Standar Nasional Pendidikan pada pendidikan
dasar dan pendidikan menengah
2. Penjaminan Mutu Pendidikan adalah suatumekanisme yang
sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan
bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai
dengan standar mutu
3. Sistem Penjaminan Mutu Pendidika Dasar dan Menengah adalah
suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan
proses terpadu yang mengatur segala kegiatan untuk meningkatkan
mutu pendidikan dasar dan menengah yang saling berinteraksi
secara sistematis, terencana dan berkelanjutan.
4. Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Dasar dan
Menengah, yang selanjutnya disingkat SPMI-Dikdasmen adalah suatu
kesatuan unsure yang terdiri atas kebijakan dan proses yang terkait
untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan
oleh setiap satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan
menengah untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu yang
memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan
5. Sistem Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Dasar dan
Menengah, yang selanjutnya disingkat SPME- Dikdasmen, adalah
suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan
proses yang terkait untuk melakukan fasilitasi dan penilaian
3
melalui akreditasi untuk menentukan kelayakan dan tingkat
pencapaian mutu satuan pendidikan dasar dan pendidikan
menengah
6. Tim Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut TPMP
adalah kelompok kerja yang melaksanakan penjaminan mutu
pendidikan dasar dan menengah di tingkat provinsi, kabupaten /
kota, dan satuan pendidikan
7. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disingkat
LPMP adalah unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan yang berkedudukan di provinsi dan bertugas untuk
membantu Pemerintah Daerah dalam bentuk supervisi, bimbingan,
arahan, saran, dan bantuan teknis kepada satuan pendidikan dasar
dan menengah serta pendidikan nonformal, dalam berbagai upaya
penjaminan mutu satuan pendidikan untuk mencapai standar
nasionalpendidikan
8. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang
sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan
Republik Indonesia
9. Standar Pendidikan Dasar dan Menengah yang ditetapkan oleh
satuan pendidikan adalah sejumlah standar pada satuan pendidikan
yang dapat dikembangkan setelah satuan pendidikan memenuhi
ataumelampauiStandarNasionalPendidikan.
10. Kebijakan adalah pernyataan tertulis yangmenjelaskan pemikiran,
sikap, pandangan dari institusi tentang sesuatuhal.
11. Kebijakan Mutu merupakan arah, landasan dan dasar utama dalam
pengembangan dan implementasi sistem penjaminan mutu di
SatuanPendidikan.
12. ManualMutumerupakandokumenutamadanmenjadi landasan untuk
menyusun dokumen-dokumen yang lebih operasional di
bawahnya. Semua dokumen untuk kepentingan implementasi
Sistem Penjaminan Mutu harus didasarkan kepada Dokumen
Kebijakan Mutu.
13. Standar Mutu adalah criteria yang menunjukkan tingkat capaian
kinerja yang diharapkan dan digunakan untuk mengukur serta
menjabarkan persyaratan mutu dan prestasi kerja dari individu
ataupun unit kerja

4
B. KEBIJAKAN MUTU SMA NEGERI 1 SEKONGKANG
1. Pernyataan Pernyataan Kebijakan Mutu SMA Negeri 1 Sekongkang adalah
Kebijakan Mutu “Pencapaian Visi-Misi dan Tujuan Sekolah dengan melibatkan
SMA Negeri 1 seluruh komponen pemangku kepentingan sehingga SMA Negeri 1
Sekongkang Sekongkang menjadi sekolah yang unggul diberbagai ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni yang dilandasi Iman dan Taqwa”.

3. Tujuan Kebijakan 1. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sesuai


SMAN 1 SMA dengan standar mutu yang telah ditetapkan.
Negeri 1 2. Mengembangkan kegiatan yang dapat mendorong semua
Sekongkang komponen satuan pendidikan terlibat dalam penjaminan mutu
pendidikan sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu
pada satuan pendidikan secara mandiri dan berkelanjutan.
3. Mewujudkan transparansi dan akuntabilitas program dan
anggaran kepada pemangku kepentingan (stakeholder)
sesuai dengan standar yang ditetapkan.
4. Mengajak semua pihak di lingkungan internal dan eksternal
SMA Negeri 1 Sekongkang untuk bekerjasama mencapai
tujuan sekolah dengan berpedoman pada standar mutu.
5. Mendapatkan pengakuan kualitas akademik dan non-
akademik baik di level kabupaten, provinsi, maupun
nasional sesuai dengan visi-misi yang telah dikembangkan.

4. Luas Lingkup Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) SMA Negeri 1


Kebijakan SPMI Sekongkang adalah kegiatan sistemik dan sistematis yang
SMA Negeri 1 didorong oleh kebutuhan dan kesadaran internal (internally
Sekongkang driven) untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu yang
memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. SPMI
diperlukan untuk Memetakan mutu pendidikan berdasarkan
Standar Nasional Pendidikan; Membuat perencanaan peningkatan
mutu yang dituangkan dalam rencana kerja sekolah;
Melaksanakan pemenuhan mutu dalam pengelolaan satuan
pendidikan dan proses pembelajaran; Melakukan monitoring dan
evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah
dilakukan; dan Menyusun strategi peningkatan mutu berdasarkan
hasil monitoring dan evaluasi.
Cakupan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah
pada aspek Pemetaan, Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, dan
Penetapan Stanadar Baru (jika penyelenggaraan pendidikan telah
memenuhi seluruh kriteria dalam SNP).
ProgramPenjaminanMutuSMANegeri1Sekongkangdilaksanakan
secara konsisten dan berkelanjutan untuk menjamin: a) kepuasan
pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), b)
transparansi, c) efisiensi dan efektivitas, serta d) akuntabilitas
pada pengelolaan satuan pendidikan dan prosespembelajaran.

5
5. Pihak yang dilibatkan Penjaminan Mutu SMA Negeri 1 Sekongkang merupakan
dalam Pelaksanaan tanggung jawab setiap komponen yang ada baik Kepala
SPMI SMA Negeri 1 Sekolah, Komite, Guru serta unit terkait. Oleh karena itu semua
Sekongkang pemangku kepentingan dilibatkan dalam organisasi
penyelenggara penjamin mutu di SMA Negeri Sekongkang
(Kepala Sekolah, unsure guru, TAS dan komite sekolah).
Organisasi penyelenggara atau Tim Penjaminan Mutu
Pendidikan Sekolah (TPMPS) merupakan badan yang diangkat
dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah yang mempunyai
tugas dan tanggung jawab merumuskan dan melaksanakan
kebijakan mutu Sekolah.
2. Garis Besar A. Strategi
kebijakan SPMI Strategi yang diupayakan sehingga keberhasilan
pelaksanaan SPMI tercapai diantaranya :
1) Mengembangkan kegiatan yang dapat mendorong semua
komponen satuan pendidikan terlibat dalam penjaminan
mutupendidikan
2) Mengajak semua pihak di lingkungan internal dan
eksternal SMA Negeri 1 Sekongkang untuk
bekerjasama mencapai tujuan sekolah dengan
berpedoman pada standar mutu.
3) Sosialisasi program kepada seluruh pemangku
kepentingan, sehingga dapat diimplementasikan dengan
baik.
4) Melakukan semua siklus SPMI tanpa terputus satu
sama lain dengan mengimplementasikan metode
PRIEP.
B. Prinsip atau Azas yang menjadi landasan dalam
melaksanakanSPMI
Azas yang dilakukan dalam pelaksanaan SPMI yaitu :
1) Azas Komitmen, SMA Negeri 1 Sekongkang memiliki
komitmen yang kuat untuk melaksanakan kebijakan
SPMI dalam rangka menyediakan layanan pendidikan
yang berkualitas bagi masyarakat sejalan dengan
ketentuan yang berlaku.
2) Azas Tanggungjawab, pelaksanaan kebijakan SPMI di
SMA Negeri 1 Sekongkang dilaksankan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku sehingga dapat
diperyanggungjawabkansecaralegaldanilmah.
3) Azas Kepatuhan, seluruh dokumen SPMI yang telah
disusun, dilaksanakan oleh seluruh TPMPS dengan
baik dalam rangka memberikan layanan yang optimal
kepada masyarakat.
4) Azas Evaluasi, perencanaan dan pelaksanaan SPMI di
SMA Negeri 1 Sekongkang terus dievaluasi untuk
memberikan jaminan bahwa seluruh aspek
penyelenggaraan pendidikan telah diberdayakan untuk
mencapai SNP sehingga terbangun budaya mutu di
satuanpendidikan.

6
C. Manajemenpelaksanaan
Manajemen pelaksanaan SPMI di SMA Negeri 1
Sekongkang menganut sistem manajemen mutu dari siklus
Pemetaan Mutu-Perencanaan Pemenuhan Mutu-
Pelaksanaan Pemenuhan Mutu-Monitoring dan Evaluasi
Pelaksanaan Pemenuhan Mutu-Penetapan Standar atau
Starategi baru yang akan menghasilkan continuous quality
improvement mutusekolah.
Prinsip pelaksanaan siklus SPMI di atas adalah:
a. Mandiri,
SPMI dikembangkan dan diimplementasikan secara
mandiri oleh satuan pendidikan.
b. Terstandar,
SPMI menggunakan Standar Nasional Pendidikan yang
ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
serta Standar yang ditetapkan oleh satuan pendidikan
bagi satuan pendidikan yang telah memenuhi SNP.
c. Akurat,
SPMI menggunakan data dan informasi yang akurat.
d. Berkelanjutan,
SPMIdiimplementasikandenganmenggunakan5 (lima)
langkah penjaminan mutu yaitupemetaan mutu,
penyusunan rencana peningkatan mutu, pelaksanaan
pemenuhan mutu, audit/evaluasi pemenuhan mutu,
dan penetapan standar baru yang dilaksanakan secara
berkelanjutan membentuk suatusiklus.
e. Holistik
SPMI dilaksanakan terhadap keseluruhan unsur dalam
satuan pendidikan yang meliputi organisasi, kebijakan,
dan proses-proses yang terkait.
f. Terdokumentasi
SeluruhaktivitasdalampelaksanaanSPMIdiSMA
Negeri1Sekongkangterdokumentasidenganbaikdalam
berbagai dokumenmutu.

3. Dokumen SPMI Dokumen SPMI SMAN 1 Sekongkang adalah:


SMA Negeri 1 1. Kebijakan SPMI
Sekongkang 2. Manual SPMI
3. Standar SPMI
4. Formulir SPMI
5. Dokumen Pendukung SPMI
Kebijakan SPMI merupakan dokumen utama dan menjadi
landasan untuk menyusun dokumen-dokumen yang lebih
operasional di bawahnya yakni Manual SPMI, Standar SPMI dan
Formulir SPMI. Semua dokumen untuk kepentingan
implementasi SPMI harus didasarkan kepadadokumen
Kebijakan SPMI serta Renstra SMA Negeir 1 Sekongkang.

7
Berikut adalah kegunaan dari masing-masing dokumen :
1. Kebijakan SPMI, berisi landasan filosofis, paradigma, dan
prinsip kelembagaan dan manajemen SMA Negeri 1
Sekongkang dalam hal SPMI berdasarkan visi, misi dan
tujuan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1
Sekongkang
2. Manual SPMI, Berisikan dokumen yang memuat sisklus
pelaksanaan SPMI sebagaimana tertuang dalam pasa l5
Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu:
1) Dokumen Pemetaan mutu pendidikan yang
dilaksanakan oleh satuan pendidikan berdasarkan standar
mutu yang telah ditetapkan; 2) Dukumen perncanaan
peningkatan mutu yang dituangkan dalam rencana kerja
sekolah, 3) Dokumen Pelaksanaan pemenuhan mutu baik
dalam program kerja sekolah maupun proses pembelajaran;
4)Dokumen Monitoring dan Evaluasi terhadap proses
pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah dilakukan;
5) Penyusunan strategi peningkatan mutu berdasarkan
hasil monitoring dan evaluasi.
3. Standar SPMI Berisi standar nasional pendidikan dasar dan
menengah beserta indikator-indikatornya yang menjadi
acuan dalam penetapan standar, strategi pencapaian
standar, indikator pencapaian dan kepatuhan dalam
implementasi SPMI.
4. Formulir SPMI Berisi form-form setiap standar sebagai
panduan/pedoman langkah-langkah pelaksanaan tugas dan
pendokumentasian pelaksanaan tugas/kegiatan berdasarkan
standar SPMI.
5. Dokumen Pendukung Berisi Rencana Strategis Satuan
Pendidikan Berisi uraian tentang kondisi internal dan
eksternal institusi saat ini serta rencana kegiatan yang harus
dilaksanakan dalam masa tertentu untuk mencapai
status/standar mutu yang telah ditetapkan.
4. Daftar Standar Standar Nasional Pendidikan sebagai acuan penerapan SPMI di
SPMISMANegei1 SMA Negeri 1 Sekongkang, yaitu:
Sekongkang 1. Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai
kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakupsikap,pengetahuan,danketerampilan.
2. Standar Isi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi
dan tingkat Kompetensi untuk mencapai Kompetensi
lulusan pada jenjang dan jenis pendidikantertentu.
3. Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan
pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai
Standar KompetensiLulusan.
4. Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai
mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar
PesertaDidik.

8
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah
kriteria mengenai pendidikan prajabatan dan kelayakan
fisik maupun mental, serta pendidikan dalamjabatan.
6. Standar Sarana dan Prasarana adalah kriteria mengenai ruang
belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan,
laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi
dan berekreasi serta sumber belajar lain, yang diperlukan
untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan
teknologi informasi dankomunikasi.
7. Standar Pengelolaan adalah kriteria mengenai perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada
tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau
nasional agar tercapai
efisiensidanefektivitaspenyelenggaraanpendidikan.
8. Standar Pembiayaan adalah kriteria mengenai komponen
dan besarnya biaya operasisatuan
pendidikan yang berlaku selama satu tahun.Standar Sarana
Prasarana

5. Manual SPMI SMA Manual SPMI SMA Negeri 1 Sekongkang terdiri atas :
Negeri 1 1. Manual PemetaanMutu
Sekongkang 2. Manual Rencana PemenuhanMutu
3. Manual Implementasi PemenuhaMutu
4. Manual Evaluasi PemenuhanMutu
5. Manual Penetapan StandarMutu
6.Refrensi 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen
3. Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun
2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun
2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17
Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan.
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan
Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah.
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun
2017 tentang Perubahan tentang Peraturan Pemerintah Nomor
74T ahun 2008 Tentang Guru
10. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentangPPK
11. Peraturan terkait lainnya.

9
LAMPIRAN

STRUKUR ORGANISASI SPMI SMA NEGERI 1 SEKONGKANG

Keterangan:
Hustanuddin, S.Pd.
:Koordinasi
(Pengawas Pembina) :Dukungan
: Komando

Muhammad Yasin, S.Pd. Sukardi, S.E.


(KepalaSekolah) (Komite Sekolah)

Wahyul Firman, M.Pd.


(Ketua TPMPS)

TENAGA Tim Pengembang: Tim Evaliasi:


DEWAN GURU 1. Ety Fitriah, S.Pd.
ADMINISTRASI 1. Sri Rohaya, S.S.
2. M. Padli, S.Pd.I 2. Wahidah, S.Pd.
3. Refky Areil M. S.Pd.
3. Yuyun Mahardika,
4. Anita Torosia, S.Pd. S.E.
5. Lauda Ekasari, S.Pd.
4. Titin Sumarni,
6. Eka Prihatin, S.Pd.
S.Pd.
7. Irwansyah, S.Pd.
5. Hj. Endah E., S.Pd.
6. Hj. Irmayani, S.Pd.

10
Keterangan:
Nama/Jabatan Tugas Pokok dan Fungsi
Pengawas Sekolah Memberikan dukungan kepada kepala sekolah
binaannya dengan cara, antaralain:
1. Melakukan pembinaan, pembimbingan,
pendampingan, dan supervisi terhadap satuan
pendidikan dalam pengembanganSPMI.
2. Mendampingi sekolah saat mengimplementasikan
siklus kegiatan SPMI, mulai dari pemetaanmutu
sekolah dengan evaluasi pelaksanaan pemenuhan
mutu dan penetapan satandar dan/atau startegi baru.
3. Mendampingi sekolah dalam menyusun laporan
evalauasi dan rekomendasi strategi peningkatan mutu
pendidikan sekolah.
Komite Sekolah 1. Memberikan dukungan dan pertimbangan dalam
penentuan dan pelaksanaan kebijakan sekolah terkait:
a. Kebijakan dan programsekolah
b. RAPBS/RKAS
c. Kriteria kinerjasekolah
d. Kriteria fasilitas pendidikan disekolah
e. Kriteria kerjsama sekolah dengan pihak lain
2. Menggalang dana dan sumberdaya lainnya dari
masyarakat pemangku kepentingan melalui upaya
kratif dan inovatif.
3. Mengawasi pelayanan pendidikan di sekolah sesuai
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
4. Menindak lanjuti keluhan, saran, kritik dan aspirasi
dari peserta didik, orang tua/wali serta masyarakat,
dan hasil pengamatan komite sekolah
atas kinerja sekolah.

11
PMPS Kepala Sekolah:
1. Mengkoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di
tingkat satuan pendidikan.
2. Melakukan pembinaan, pembimbingan,
pendampingan, dan supervisi terhadap pelaku
pendidikan di satuan pendidikan dalam
pengembangan penjaminan mutu pendidikan; Tim
Pengembang:
3. Melaksanakan pemetaan mutu pendidikan
berdasarkan data mutu pendidikan di satuan
pendidikan;
4. Merencanakan program pemenuhan mutu mutu
pendidikan berdasarkan peta mutu di satuan
pendidikan.
5. Mengimplementasikan pemenuhan mutu pendidikan
berdasarkan rencana pemenuhan mutu yang
telahdisusun.

Tim Monitoring dan Evaluasi:


1. Melakukan monitoring dan evaluasi proses
pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah
dilakukan;dan
2. Memberikan rekomendasi strategipeningkatan mutu
berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi

12