0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
218 tayangan6 halaman

Analisis Agregat untuk Beton

Dokumen tersebut membahas tentang pengujian gradasi kerikil untuk digunakan sebagai bahan campuran beton. Dilakukan pengukuran berat kerikil yang tertahan pada berbagai ukuran ayakan untuk menghitung nilai Modulus Kehalusan (FM) kerikil tersebut. Hasil pengukuran menunjukkan FM sebesar 2,92 yang berarti kerikil tersebut tidak memenuhi syarat sebagai bahan konstruksi beton.

Diunggah oleh

egia aloi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
218 tayangan6 halaman

Analisis Agregat untuk Beton

Dokumen tersebut membahas tentang pengujian gradasi kerikil untuk digunakan sebagai bahan campuran beton. Dilakukan pengukuran berat kerikil yang tertahan pada berbagai ukuran ayakan untuk menghitung nilai Modulus Kehalusan (FM) kerikil tersebut. Hasil pengukuran menunjukkan FM sebesar 2,92 yang berarti kerikil tersebut tidak memenuhi syarat sebagai bahan konstruksi beton.

Diunggah oleh

egia aloi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
A. DASAR TEORI
Agregat yang kita pakai sebagai campuran beton adakalanya memiliki distribusi butiran
bervariasi (heterogen) maupun yang homogeny. Agregat dengan gradasi (distribusi butiran)
hetrogen lebih baik dipakai sebagai campuran beton daripada agregat yang gradasinya homogen.
Hal ini disebabkan karena agregat dengan gradasoi homogeny membentuk banyak ruang kosong
diantara partikel. Semen nantinya akan mengisi ruang ini, dan sudah tentu pemakai semen akan
lebih banyak. Akibatnya biaya menjadi lebih mahal.
Selain itu juga ditinju dari sifat semen yang menyusut bila mongering sehingga partikel-
partikel tidak terikat dengan baik dan mengakibatkan kerapuhan bahkan keretakan pada beton.
Jadi agregat yang baik untuk campuran semen adalah aregat kasar dengan butiran yang
heterogen, karena ruang-ruang kosong antara partikel lebih sedikit dan pemakaian semenpun
akan menjadi lebih irit serta pengikatan butiran-butiran agregat dapat berlangsung dengan baik.
Kerikil adalah agregat kasar yang berdiameter 38,1 mm dan tertahan pada saringan 4,76
(maksudnya lolos saringan berdiameter 38,1 mm dan tertahan pada saringan 4,76)

Batasan Modulus Kehalusan Kerikil :


5,5 ≤ FM ≤ 7,5
Kerikil dengan ayakan tersebut dinyatakan baik dan memenuhi syarat sebagai bahan konstruksi.
Gradasi butiran kerikil berdasarkan A.S.T.M :

Shieve (mm) % lolos (passsing)


50.0 100
37.5 95 - 100
19.0 35 - 70
9,5 10 - 30
4,75 0–5

Sedangkan nilai FM ditentukan dengan rumus :

∑% kumulaatif tertahan ayakan (Ø38,1 s.d Ø0,15)


FM =
100
BAB II
ALAT DAN BAHAN
A. ALAT
1. 1 set ayakan (38.2 mm; 19,1 mm ; 9,52 mm ; 4,76 mm)
2. Shieve shaker machine

3. Pan

4.Sekop
4. Timbangan

B. Bahan
1. Kerikil 4000 gr
BAB III
PROSEDUR PENGUJIAN
1. Siapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan serta pastikan semuanya dalam
keadaan yang layak dan baik untuk digunakan.
2. Sediakan 2 (dua) sample kerikil dengan berat masing-masing 2000 gr
3. Masukkan kerikil dengan ayakan yang telah disusun sesuai urutannya yaitu 38,2
mm ; 19,1 mm ; 9,52 mm ; 4,76 mm ; pan
4. Tutup susunan ayakan tersebut dan di shake manual menggunakan tangan selama
5 menit setelah itu letakkan di shiever shaker machine, kemudian hidupkan
selama 10 menit.
5. Setelah 10 menit ambil ayakan dan timbang kerikill yang tertahan dimasing-
masing ayakan tersebut
6. Ulangi percobaan untuk sample kedua dengan cara yang sama.
BAB IV

DATA HASIL PERCOBAAN

Diameter Sampel I Sampel II Berat % beton % %


(mm) total total kumulatif kumulatif
tertahan lulus
38,2 0 0,006 0,006 0,15 0,15 99,85
19,1 1,158 0,188 1,346 33,65 33,8 66,2
9,52 0,588 0,500 1,088 27,2 61 39
4,76 0,232 1,246 1,478 36,95 97,95 2,05
Pan 0,022 0.060 0,082 2,05 100 0
Total 2 2 4 100 292,9

∑% KUMULATIF TERTAHAN AYAKAN


FM =
100
292,9
=
100

= 2,92

Kesimpulan :

Kerikil dengan FM tersebut dinyatakan tidak baik, dan tida memenuhi syarat
sebagai bahan konstruksi

Anda mungkin juga menyukai