Anda di halaman 1dari 14

Nama : Tria Wulandary

NIM : PO.62.20.1.16.164

Prodi/Kelas : Program Studi Keperawatan Program Sarjana Terapan/Reguler 3

Mata Kuliah : KDK DM 3

RESUME KELOMPOK VS TIM

Kelompok berbeda dengan tim. Kelompok dapat diartikan sebagai dua individu atau
lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung (interdependent), yang bergabung untuk
mencapai tujuan tertentu. Kelompok memang belum tentu tim, namun tim sudah pasti
merupakan suatu kelompok. Maka, keberhasilan kelompok dapat diraih apabila kelompok
tersebut menjadi satu kesatuan yang lebih produktif yang disebut tim. Maddux (2001)

membedakan kelompok dengan tim sebagai berikut:

a. Kelompok
1. Anggota menganggap pengelompokan mereka hanya untuk suatu
kepentingan administratif. Individu bekerja sendiri, yang terkadang tujuannya
berbeda dengan tujuan anggota lain.
2. Anggota lebih memperhatikan diri sendiri karena tidak cukup dilibatkan
dalam penetapan rencana tujuan unit. Pendekatan kerja mereka hanya sebagai
tenaga bayaran.

3. Anggota hanya diperintah untuk mengerjakan pekerjaan dan bukan dimintai


saran mengenai pendekatan terbaik untuk pencapaian sasaran. Mereka tidak
didorong untuk mengajukan saran.
4. Anggota tidak memahami peran anggota lainnya sehingga mereka tidak
percaya pada motif rekan kerjanya. Ketika ada anggota menyatakan pendapat
atau ketidaksetujuan maka tindakan tersebut dianggap sebagai upaya
memecah belah dan tidak mendukung.
5. Anggota kelompok sangat berhati-hati dalam mengemukakan pendapat
karena rasa saling memahami mustahil terjadi.
6. Anggota mungkin menerima berbagai pelatihan yang cukup, namun
penerapannya pada pekerjaan dibatasi oleh supervisor atau anggota
kelompok lainnya.
7. Anggota tidak tahu cara penyelesaian masalah ketika berada dalam situasi
konflik. Supervisor mungkin tidak akan terlibat sampai situasi memburuk.
8. Anggota tidak didorong untuk ikut mengambil keputusan yang
mempengaruhi kelompok. Konfirmasi lebih diutamakan daripada hasil yang
positif.
b. Tim

1. Anggota sadar akan adanya ketergantungan satu sama lain dan memahami
bahwa sasaran pribadi maupun tim paling baik dicapai dengan cara saling
mendukung. Waktu tidak terbuang percuma akibat saling melanggar batas
pekerjaan, atau mencari keuntungan pribadi di atas kerugian anggota lain.

2. Karena anggota memiliki komitmen terhadap sasaran yang akan dicapai maka
mereka merasa ikut memiliki pekerjaan dan unitnya.

3. Anggota memiliki kontribusi atas keberhasilan organisasi dengan menerapkan


bakat dan pengetahuan yang unik terhadap tujuan tim.

4. Anggota bekerja dalam suasana saling percaya dan didorong untuk


mengungkapkan ide, pendapat, ketidaksetujuan dan mencetuskan perasaan
secara terbuka. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul akan disambut dengan
baik.

5. Anggota menjalankan komunikasi dengan tulus. Mereka berupaya memahami


sudut pandang anggota lainnya.

6. Para anggota didorong untuk selalu mengembangkan keterampilan dan


menerapkan hasil latihan pada pekerjaan. Mereka menerima dukungan dari
tim.

7. Anggota menyadari bahwa konflik yang ada merupakan situasi yang wajar
dalam hubungan antarmanusia, namun mereka memandangnya sebagai suatu
kesempatan untuk mengembangkan ide dan kreativitas baru. Konflik
diselesaikan dengan cepat dan konstruktif.

8. Anggota berpartisipasi dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi tim.


Namun, ketika tim tidak mencapai kesepakatan atau apabila terjadi situasi
darurat, mereka paham bahwa pemimpin mereka harus membuat keputusan
final. Tujuannya untuk mendapatkan hasil yang positif, bukan konfirmasi.

Teamwork
Kumpulan individu yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan dapat
didefinisikan sebagai teamwork. Kumpulan individu tersebut memiliki suatu aturan,
mekanisme kerja yang jelas serta saling tergantung antara satu dengan yang lain. Maka,
sekumpulan orang yang bekerja dalam satu ruangan belum tentu merupakan sebuah
teamwork, walaupun mereka berada dalam satu proyek yang sama. Terlebih lagi jika
kelompok tersebut dikelola secara otoriter, timbul faksi-faksi di dalamnya, dan interaksi antar
anggota kelompok menjadi minim.

Mengapa Teamwork Diperlukan


Menurut informasi yang didapat dari Active Transformation (2007), kerja tim
merupakan sarana penggabungan berbagai talenta dan dapat memberikan solusi inovatif suatu
pendekatan yang mapan. Selain itu, beraneka ragamnya keterampilan dan pengetahuan yang
dimiliki oleh anggota kelompok dapat memberi keunggulan yang lebih besar dibandingkan
kerja seorang individu yang brilian sekalipun. Sebuah tim merupakan suatu unit yang
mengatur dirinya sendiri. Rentangan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki anggota
dan pengawasan diri yang diperlihatkan oleh masing-masing tim memungkinkan untuk
diberikan suatu tugas dan tanggung jawab.

Ciri-Ciri Tim Efektif


Manchester Open Learning Staff (1993) dalam publikasinya yang berjudul
Achieving Goals Through Team Work, mengemukakan tentang ciri-ciri tim yang efektif
yaitu:
1. Tim merupakan kumpulan orang yang bekerjasama untuk tujuan tertentu, demi
mencapai sasaran-sasaran yang jelas dengan diketahui oleh semua anggota tim dalam
suasana saling percaya, penuh percaya diri, dan mengutamakan unjuk kerja.
2. Anggota kelompok bersedia menerima berbagai perbedaan, sumbangan pemikiran
serta masing-masing individu memiliki peran yang berbeda-beda.
3. Pemecahan masalah dilaksanakan secara positif tanpa melibatkan kebencian individu.
4. Para anggota dan pimpinan bersedia berbagi ilmu, pengetahuan, informasi, dan
keterampilan agar seluruh tim memiliki kemampuan yang sama, sehingga tidak terjadi
penonjolan pribadi.
5. Jika terjadi perbedaan pendapat, mereka akan duduk bersama untuk memecahkan
permasalahan yang ada dengan kepala dingin dan terbuka.
6. Terdapat pembagian dan pendelegasian tanggung jawab. Orang-orang bekerja secara
mandiri tetapi tetap dalam kerangka kerjasama.
7. Saran untuk memperbaiki kinerja organisasi diterima dengan baik walaupun berasal
dari anggota tim yang lain.
8. Seluruh anggota tim tidak ragu-ragu mengambil inisiatif dan tindakan yang
diperlukan, tanpa merasa cemas akan suara yang berbeda pendapat.

Kriteria Tim Yang Efektif


Kriteria sebuah tim yang efektif menurut Lasahido (2008) adalah sebagai berikut:
1. Small Size (jumlah ideal maksimum 10 orang)
2. Complementary Competencies (3 kompetensi dasar: attitude (sikap dan perilaku),
knowledge (pengetahuan), skills (keterampilan problem solving dan decision
making))
3. Commonsence (memiliki visi dan tujuan umum yang mampu memberikan arah serta
komitmen anggota tim)
4. Special Goals (menerjemahkan visi dan tujuan umum ke dalam target-target spesifik,
terukur, dan realistik)
5. Common Approach (kesepakatan akan pola serta pendekatan dalam mencapai
sasaran)
6. Mutual Accountability (tim memiliki tanggung jawab baik secara individu maupun
kelompok).

Manfaat Membangun Tim Yang Efektif


Maddux (2001) dalam bukunya Team Building, mengatakan bahwa manfaat membangun
tim yang efektif adalah sebagai berikut:
1. sasaran yang realistis ditentukan dan dapat dicapai secara optimal,
2. anggota tim dan pemimpin tim memiliki komitmen untuk saling mendukung satu
sama lain agar tim berhasil,
3. anggota tim memahami prioritas anggota lainnya, dapat saling membantu satu sama
lain,
4. komunikasi bersifat terbuka, diskusi cara kerja baru atau memperbaiki kinerja lebih
berjalan secara baik, karena anggota tim terdorong untuk lebih memikirkan
permasalahannya,
5. pemecahan masalah lebih efektif karena kemampuan tim lebih memadai,
6. umpan balik kinerja lebih memadai karena anggota tim mengetahui apa yang
diharapkan dan dapat membandingkan kinerja mereka terhadap sasaran tim,
7. konflik diterima sebagai hal yang wajar dan dianggap sebagai kesempatan untuk
menyelesaikan masalah, melalui diskusi tersebut konflik bisa diselesaikan secara
maksimal,
8. keseimbangan tercapainya produktivitas tim dengan pemenuhan kebutuhan pribadi,
9. tim dihargai atas hasil yang sangat baik dan setiap anggota dipuji atas kontribusi
pribadinya,
10. anggota kelompok termotivasi untuk mengeluarkan ide-idenya dan mengujinya serta
menularkan dan mengembangkan potensi dirinya secara maksimal,
11. anggota kelompok menyadari pentingnya disiplin sebagai kebiasaan kerja dan
menyesuaikan perilakunya untuk mencapai standar kelompok.

Tahapan Perkembangan Tim


Menurut informasi yang diperoleh dari Active Transformation (2007), teori Bruce
W. Tuckman (1960) mengemukakan tahapan perkembangan tim yang antara lain dibagi
menjadi:
1. Forming (pencairan bentuk)
Pada tahap ini, para anggota setuju untuk bergabung dalam sebuah tim. Setiap
orang membawa nilai-nilai, pendapat, dan cara kerja masing-masing karena
kelompok baru saja terbentuk. Konflik sangat jarang terjadi karena setiap orang
masih sungkan, malu-malu, bahkan seringkali ada anggota yang merasa gugup.
Kelompok biasanya belum dapat memilih pemimpin (kecuali tim yang sudah
dipilih ketua kelompoknya terlebih dahulu).
2. Storming (mencari jati diri tim)
Kekacauan mulai timbul di dalam tim pada tahap ini. Pemimpin yang telah
dipilih seringkali dipertanyakan kemampuannya dan anggota kelompok tidak
ragu-ragu untuk mengganti pemimpin yang dinilai tidak mampu. Faksi-faksi
sudah mulai terbentuk, terjadi pertentangan karena berbagai masalah pribadi, dan
semua tidak mau kalah dengan pendapat masing-masing. Sedikitnya komunikasi
yang terjadi dikarenakan masing-masing orang tidak mau lagi menjadi pendengar
dan sebagian lagi tidak mau berbicara secara terbuka.
3. Norming
Pada tahap norming, individu-individu dan sub group yang ada dalam tim mulai
merasakan keuntungan bekerja bersama dan berjuang untuk menghindari tim
tersebut dari kehancuran (bubar). Setiap anggota mulai merasa bebas
mengungkapkan perasaan dan pendapatnya pada seluruh anggota tim karena
semangat kerjasama sudah mulai timbul. Selain itu, semua orang mulai mau
menjadi pendengar yang baik. Seluruh anggota menetapkan dan menaati
mekanisme kerja dan aturan-aturan main.
4. Performing (tim mulai menunjukkan kinerja)
Tahapan performing merupakan titik kulminasi dimana tim telah berhasil
membangun sistem yang memungkinkannya untuk dapat bekerja secara
produktif dan efisien. Pada tahapan ini pula, keberhasilan tim akan terlihat dari
prestasi yang ditunjukkan.

Keterampilan Yang Diperlukan Dalam Teamwork


Sesuai dengan informasi yang didapat dari Active Transformation (2007), dua
keterampilan utama yang seharusnya dimiliki oleh anggota sebuah teamwork, yaitu:
1. Keterampilan managerial (managerial skill)
Keterampilan ini mencakup kemampuan dalam membuat rencana kerja,
menentukan tujuan, memantau kinerja, memonitor perkembangan dan
memastikan pekerjaan telah dilakukan secara benar, dan lain-lain.
2. Keterampilan interpersonal (interpersonal skill)
Yang termasuk dalam keterampilan ini adalah kemampuan berkomunikasi, saling
menghargai pendapat orang lain, dan kemampuan menjalin hubungan
interpersonal dengan orang lain.
Membangun Kebersamaan Tim
Lasahido (2008) berpendapat bahwa apabila para anggota tim mampu
membangun rasa kebersamaan secara efektif maka tahapan dalam membangun tim
akan berjalan dengan baik. Maka, anggota kelompok harus mampu menerima
keragaman anggota tim. Tim akan efektif jika dibangun berdasarkan kebersamaan,
tidak memandang pangkat, suku dan golongan, menunjukkan rasa saling percaya,
saling menghargai, dan dilandasi oleh keterbukaan. Oleh karena itu, tim harus
memiliki karakteristik yang berorientasi pada:
a. Orientasi opini
 Berlawanan dengan orang yang bersifat dogmatis, akan mengarahkan
pada tindakan tidak mengutuk orang lain.

 Memperkenalkan gagasan tidak dengan mengusulkan atau bahkan


mengisyaratkan agar orang lain memberi posisi istimewa pada
gagasannya.
 Bukan berorientasi pada gagasan perorangan melainkan saling meminta
ide dari anggota kelompok yang lain.
 Fokusnya tidak hanya pada idenya sendiri, tetapi menginvestasikan
pendapat orang lain.
b. Orientasi persamaan
 Orientasi anggota tim pada persamaan melihat keragaman sebagai
suatu keunggulan, perbedaan yang dimiliki dapat digunakan untuk
mengecek setiap sisi, sudut, puncak, dan dasar suatu masalah.
 Mengandalkan pada semua anggota.
 Kepercayaan kepada anggota tim meningkatkan produktivitas.
c. Orientasi tujuan
 Anggota kelompok yang berorientasi pada tujuan kelompok, kecil
kemungkinan akan konflik disebabkan oleh keunikan masing-masing
kelompok.
 Keseluruhan anggota tim berorientasi pada tujuan yang sama.
 Angggota tim mengakui bahwa masing-masing anggota tim memiliki
tujuan dan kemungkinan tujuan tersebut bertentangan dengan tujuan
tim.
 Keunikan anggota kelompok yang muncul segera dapat diatasi, tidak
dibiarkan melahirkan masalah baru.

Tim Yang Dinamis


Menurut Chang (1999), suatu tim yang dinamis memerlukan perencanaan yang
strategis, pelaksanaan yang sistematis, serta kinerja yang optimal, dengan beberapa tahapan,
yaitu:
1. Menetapkan arah (drive)
Pada tahap ini, tim harus fokus pada misinya dan membuat garis besar strategi yang
akan ditempuh, menetapkan tujuan, prioritas, dan prosedur kerja, serta peraturan bagi
tim.
2. Bergerak (strive)
Tahap ini, peran dan tanggung jawab anggota tim ditetapkan dengan jelas dan
beberapa kendala akan dihadapi dengan penuh bijaksana bersama dengan seluruh
anggota tim, sehingga seluruh permasalahan dapat dihadapi dengan arif dan
bijaksana.
3. Mempercepat gerak (thrive)
Sementara itu, pada tahap ini dimungkinkan untuk meningkatkan produktivitas
secara maksimal, dalam memecahkan masalah menggunakan umpan balik dari
sesama anggota, manajemen konflik, kerjasama, dan pembuatan keputusan yang
efektif. Penguasaan terhadap wilayah secara cepat dan efektif dengan daya tahan
yang tangguh.
4. Sampai (arrive)
Melalui kekompakkan tim dalam bekerjasama, tim akan mencapai puncak dengan
mengatasi semua kendala yang pada akhirnya mencapai prestasi kerja yang tinggi.
Tetapi, apabila dalam tahapan ini belum mencapai puncak, idealnya adalah melihat
kembali tim dengan melakukan konsolidasi internal, sekaligus menelaah kembali
sasaran-sasaran yang telah ada, apakah masih relevan atau tidak.
Klasifikasi tim
Menurut Lasahido (2008), tim dibedakan menjadi:
1. Tim rapuh
Commitment : belum terbentuk, baik sub tim maupun tim

Trust : masih meraba-raba dan mencari teman yang cocok


Mission : masih mencari atau menemukan bentuk kerangka
kerja
Communication : lebih banyak untuk menahan diri tidak terlalu
agresif

Involvement : masih taraf penjajakan

Process : belum ada pembakuan yang diberlakukan


2. Tim rentan
Commitment : mulai terbentuk, baru tingkat sub tim belum tim
Trust : mulai memilih teman yang cocok, tidak cocok,
atau netral
Mission : mulai mengembangkan kerangka kerja, masih
perlu bimbingan dan arahan
Communication : secara langsung dan agresif, mulai terjadi konflik

Involvement : mulai terjadi dominasi oleh sebagian anggota

Process : pembakuan mulai berlaku, masih agak asing


belum nyaman
3. Tim mapan
Commitment : sudah terbentuk, semua bertekad
untuk mewujudkan misi

Trust : sudah lebih meluas, banyak diwarnai pengalaman


kerja kelompok dalam tim
Mission : sudah ditemukan fokus kegiatan dan kinerja
untuk mewujudkannya
Communication : didasarkan atas kebutuhan tugas, mulai mencari
mitra di luar tim
Involvement : sudah mapan, semua anggota merasa terlibat penuh
Process : sudah lancar, sudah menjadi ”gaya” dari tim
bersangkutan
4. Tim matang
Commitment : sudah meluas ke tingkat organisasi

Trust : sangat terbuka, memungkinkan anggota baru cepat


Mission : mulai luwes terhadap perubahan dan tantangan,
tim siap berinovasi
Communication : sangat rumit, berjalan otomatis, rapat rutin mulai

jarang
Involvement : sudah konstan, yang tidak terkait mulai ikut
terlibat, kepemimpinan muncul secara otomatis
Process : penghalusan dan peningkatan mutu sudah jadi
kebutuhan alami
5. Tim efektif
Commitment : memiliki komitmen yang tinggi

Trust : saling percaya satu sama lain


Mission : sepenuhnya memahami maksud dan tujuan
pembentukan tim
Communication : mampu bertindak sebagai komunikator di dalam
tim maupun kepada pihak lain

Involvement : menjamin keterlibatan satu sama lain di dalam


pengambilan keputusan bersama

Process : menaati proses kegiatan yang telah disepakati


bersama
Membentuk Tim Yang Efektif
Robbins (2006) berpendapat bahwa komponen-komponen pentingyang menciptakan
tim yang efektif dapat digolongkan ke dalam 4 kategori umum:
1. Rancangan pekerjaan
Variabel-variabel seperti kebebasan dan otonomi, kesempatan untuk menggunakan
keterampilan dan bakat yang berbeda, kemampuan untuk menyelesaikan seluruh tugas
atau produk yang dapat diidentifikasi, dan mengerjakan tugas atau proyek yang
mempunyai dampak besar pada yang lain, merupakan beberapa kategori suatu
rancangan kerja. Karakteristik rancangan kerja ini menimbulkan suatu motivasi
karena meningkatkan rasa tanggung jawab anggota dan kepemilikan atas pekerjaan
dan karena membuat pekerjaan menjadi lebih menarik untuk dilaksanakan.
2. Komposisi tim
Yang termasuk dalam kategori ini adalah segala variabel yang berkaitan dengan cara
pengisian staf ke dalam tim. Dan yang patut diperhatikan yaitu kemampuan dan
kepribadian anggota tim, pengalokasian peran dan keanekaragaman, ukuran tim,
keluwesan anggota, dan lebih kesukaan anggota terhadap kerja tim.
3. Sumber dan pengaruh kontekstual lain yang membuat tim menjadi efektif
Faktor konteks yang paling erat berhubungan dengan kinerja tim yaitu keberadaan
sumber daya yang memadai, kepemimpinan yang efektif, iklim kepercayaan, dan
evaluasi kinerja serta sistem imbalan yang mencerminkan kontribusi tim.
4. Variabel proses yang mencerminkan sesuatu yang terjadi dalam tim yang
mempengaruhi efektivitas.
Kategori ini mencakup komitmen anggota terhadap tujuan bersama, penetapan tujuan
tim yang spesifik, kehebatan tim, tingkat konflik yang dikelola, dan minimalisasi
kemalasan sosial.
SOAL DAN KUNCI JAWABAN

1. Kumpulan individu yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan memiliki suatu
aturan, mekanisme kerja yang jelas serta saling tergantung antara satu dengan yang
lain. di sebut ?
a. Tim
b. Kelompok
c. Organisasi
d. Teamwork
e. Organisasi Masyarakat

Jawaban : D

2. Terdapat pembagian dan pendelegasian tanggung jawab. Orang-orang bekerja secara


mandiri tetapi tetap dalam kerangka kerjasama. Merupakan ciri-ciri dari...?
a. Ciri-ciri tim yang efektif
b. Ciri-ciri kelompok yang efektif
c. Ciri-ciri teamwork yang efektif
d. Ciri-ciri organisasi yang efektif
e. Ciri-ciri kerjasama
Jabawan : A
3. Special Goals (menerjemahkan visi dan tujuan umum ke dalam target-target spesifik,
terukur, dan realistik) merupakan salah satu dari...?
a. Kriteria tim yang efektif
b. Ciri-ciri tim yang efektif
c. Kriteria team work yang efektif
d. Ciri-ciri teamwork yang efektif
e. Kriteria organisasi yang efektif
Jawaban : A
4. Anggota kelompok termotivasi untuk mengeluarkan ide-idenya dan mengujinya serta
menularkan dan mengembangkan potensi dirinya secara maksimal disebut ?
a. Manfaat tim yang efektif
b. Visi kelompok yang efektif
c. Misi kelompok yang efektif
d. Manfaat teamwork yang efektif
e. Ciri-ciri tim yang efektif
Jawaban : A
5. Pada tahap ini, para anggota setuju untuk bergabung dalam sebuah tim. Setiap orang
membawa nilai-nilai, pendapat, dan cara kerja masing-masing karena kelompok baru
saja terbentuk. Merupakan tahap... ?
a. Storming (mencari jati diri tim)
b. Forming (pencairan bentuk)
c. Norming
d. Performing (tim mulai menunjukkan kinerja)
e. Kinerja tim
Jawaban : B
6. Kekacauan mulai timbul di dalam tim pada tahap ini. Pemimpin yang telah dipilih
seringkali dipertanyakan kemampuannya dan anggota kelompok tidak ragu-ragu
untuk mengganti pemimpin yang dinilai tidak mampu. Merupakan tahap ?
a. Kinerja tim
b. Norming
c. Performing (tim mulai menunjukkan kinerja)
d. Forming (pencairan bentuk)
e. Storming (mencari jati diri tim)
Jawaban : E
7. Pada tahap norming, individu-individu dan sub group yang ada dalam tim mulai
merasakan keuntungan bekerja bersama dan berjuang untuk menghindari tim
tersebut dari kehancuran (bubar). Merupakan tahap dari ?
a. Forming (pencairan bentuk)
b. Kinerja tim
c. Norming
d. Performing (tim mulai menunjukkan kinerja)
e. Storming (mencari jati diri tim)
Jawaban : C
8. Titik kulminasi dimana tim telah berhasil membangun sistem yang
memungkinkannya untuk dapat bekerja secara produktif dan efisien. Pada tahapan
ini pula, keberhasilan tim akan terlihat dari prestasi yang ditunjukkan. Merupakan
tahap ?
a. Storming (mencari jati diri tim)
b. Norming
c. Kinerja tim
d. Forming (pencairan bentuk)
e. Performing (tim mulai menunjukkan kinerja)
Jawaban : E
9. Jika terdapat masalah pada sesama anggota dalam sebuah tim penyelesaian
dilakukan dengan pemecahan masalah umpan balik dari seluruh anggota ,
manajemen konflik, kerjasama, dan pembuatan keputusan yang efektif. Merupakan
tahap dari ?
a. Bergerak (strive)
b. Sampai (arrive)
c. Mempercepat gerak (thrive)
d. Menetapkan arah (drive)
e. Performing (tim mulai menunjukkan kinerja)
Jabawan : C
10. mulai memilih teman yang cocok, tidak cocok, atau netral. Merupakan ?
a. Tim rapuh
b. Tim rentan
c. Tim mapan
d. Tim matang
e. Tim efektik
Jawaban : B