Anda di halaman 1dari 29

Lampiran Keputusan Direktur Rumah sakit

Bangli Medika Canti

Nomor : 250/SK-DIR/XII/2015

Tanggal : 31 Desember 2015

Tentang : Pedoman Pengorganisasian


Unit Kasir Rumah Sakit Bangli
Medika Canti

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Organisasi kesehatan WHO menjelaskan mengenai rumah sakit merupakan suatu bagian
integral dari organisasi sosial dan medis yang fungsinya adalah untuk memberikan pelayanan
kesehatan menyeluruh pada masyarakat baik pencegahan maupun penyembuhan dan pelayanan
pada pasien yang jauh dari keluarga dan lingkungan tempat-tinggalnya serta sebagai tempat
pendidikan bagi tenaga kesehatan dan tempat penelitian biososial.

Organisasi rumah sakit merupakan organisasi yang kompleks dan Unik. Kompleks karena
terdapat permasalahan yang sangat rumit. Unik karena di rumah sakit terdapat suatu proses yang
menghasilkan jasa perhotelan sekaligus jasa medis dan perawatan dalam bentuk pelayanan
kepada pasien yang rawat inap maupun berobat jalan. Rumah sakit merupakan suatu organisasi
padat karya dengan latar belakang pendidikan berbeda-beda. Dalam rumah sakit terdapat
berbagai macam fasilitas pengobatan dan berbagai macam peralatan. Orang yang dihadapi di
rumah sakit adalah orang-orang beremosi labil dan emosional karena sedang dalam keadaan
sakit, termasuk keluarga pasien. Oleh karena itu, pelayanan rumah sakit jauh lebih kompleks dari
pada hotel. Rumah sakit sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan yang diharapkan mampu
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan memiliki peran yang sangat strategis
dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, rumah sakit
1
dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan
dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah
pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa layanan yang sesuai dengan
tingkat kepuasan rata-rata penduduk serta penyelenggaraannya sesuai dengan standart dan kode
etik profesi yang telah ditetapkan.

Dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit, Unit Kasir merupakan salah satu faktor
yang menentukan baik buruknya mutu pelayanan. Tanpa didukung sarana dan prasarana serta
sistem pelayanan kasir yang baik dan benar maka pelayanan rumah sakit akan kurang berhasil.
Unit Kasir Rumah Sakit Bangli Medika Canti merupakan salah satu unit yang mendukung
pelayanan kesehatan pasien. Untuk dapat mendukung kegiatan di Unit Kasir, harus ada suatu
Pedoman untuk dijadikan sebagai acuan dalam memberikan keseragaman kerja sesuai dengan
standar yang telah ditentukan.

Dalam melaksanakan fungsi organisasi di Unit Kasir maka perlu disusun suatu pedoman
pengorganisasian sehingga tata laksana organisasi di Unit Kasir Rumah Sakit Bangli Medika
Canti berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

2. TUJUAN
2.1 Tujuan Umum
Tercapainya standarisasi pelayanan Kasir di Rumah Sakit Bangli medika Canti sesuai
dengan jenis dan kelas sarana pelayanan kesehatan dalam hal ini Rumah Sakit Bangli Medika
Canti.

2.2 Tujuan Khusus


1. Sebagai acuan bagi Unit Kasir Rumah Sakit Bangli Medika Canti untuk
menyelenggarakan pelayanan Kasir.
2. Sebagai tolak ukur dalam menilai penampilan Unit Kasir Rumah Sakit Bangli medika
Canti dalam penyelenggaraan pelayanan Kasir .
3. Sebagai pedoman dalam upaya pengembangan lebih Ianjut yang arahannya disesuaikan
dengan tingkat pelayanan Kasir yang telah dicapai dan proyeksi kebutuhan pelayanan
di masa depan,

2
BAB II

GAMBARAN UMUM RS BANGLI MEDIKA CANTI

Rumah Sakit Bangli Medika Canti satu-satunya Rumah Sakit Swasta di Bangli yang
merupakan salah satu usaha dari PT. Bangli Medical Center didirikan di Bangli pada tanggal 18
Pebruari 2011 dengan akta notaris no 25 pada Pejabat Pembuat Akta Emmylia Sofya, SH.
Pendirian PT. Bangli Medical Center atas prakarsa dari tokoh masyarakat dan beberapa pionir
tenaga medis yang ada di Kabupaten Bangli. Tujuan pendirian PT. Bangli Medical Center adalah
untuk mendirikan sebuah sarana pelayanan kesehatan swasta yang mampu memberikan
pelayanan kuratif dan rehabilitatif berkualitas tanpa mengabaikan pelayanan peningkatan
kesehatan promotif dan preventif bagi masyarakat di Kabupaten Bangli. Hal ini didasari atas
pertimbangan bahwa di Kabupaten Bangli sampai saat belum ada sarana rumah sakit swasta.

3
Rumah Sakit Bangli Medika Canti memenuhi ijin Oprasional Mulai Bulan Februari 2011
yang merupakan Rumah sakit yang ikut membantu pemerintah Kabupaten Bangli dalam
meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat dan mengurangi angka kematian dan meningkatkan
angka kesehatan pada masyarakat kabupaten Bangli melakukan kontribusi bersama-sama Rumah
Sakit Pemerintah Daerah, Walaupun usia RS Bangli Medika Canti Tergolong baru dengan
komitmen Owner, Komisaris dan Direksi terus berupaya secara sungguh-sungguh meningkatkan
mutu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Salah satu bukti keseriusan RS BMC
didalam memenuhi Melayani Masyarakat maka sampai hari ini RS. BMC sudah memiliki :

- Ijin Tetap Rumah Sakit


- Sudah mendapat Penetapan Kelas yaitu Kelas C
- Akreditasi Rumah Sakit Sedang Dalam Proses

Dan untuk bisa memelihara, membangun mutu pelayanan dibutuhkan upaya yang
terus menerus menambahkan sarana dan prasarana medis yang sudah barang tentu membutukan
biaya oprasional yang sangat tinggi. Sarana pelayanan di Bangli Medika Canti meliputi sarana
rawat jalan dengan 11 buah poliklinik spesialis (4 Spesialis dasar yaitu Bedah, Anak, Interna dan
Kebidanan) serta poliklinik-poliklinik lainnya seperti poliklinik Jantung, THT, Mata, Ortopedi,
Gigi, Saraf, kulit & kelamin. Sarana Penunjang Medis yang dimiliki adalah sarana Rekam
Medis, radiologi/rontgen, Kasir, Gizi, Farmasi.

Ada 60 (Enam Puluh) tempat tidur rawat inap dan terdiri dari :
1. 06. (Enam) Kelas I
2. 06. (Enam) Kelas II
3. 04. (Empat) Kelas III
4. 12. (Dua belas) Bima
5. 14. (Empat Belas) Arjuna
6. 12. (Dua belas) Nakula
7. 02. (Dua) Drupadi
8. 02. (Dua) Sahadewa
9. 02. (Dua) Darmawangsa
Bangli Medika Canti didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berpengalaman
sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhan dan disusun berdasarkan jumlah kunjungan pasien dan
4
proyeksi income yang telah ditentukan sehingga diperoleh pola ketenagaan yang efektif efisien
dan produktif.

BAB III

VISI, MISI, DAN MOTTO RS BANGLI MEDIKA CANTI

VISI
Menyelenggarakan pelayanan kesehatan professional bermutu, sesuai kebutuhan
masyarakat yang didukung oleh pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran
yang relevan.

MISI
1. Mengembangkan manajemen rumah sakit yang professional, efektif dan efisien.
2. Mengembangkan pelayanan unggul bermutu sesuai perkembangan ilmu dan teknologi
kedokteran.
3. Menjalankan pelayanan yang didasari oleh perilaku Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan
Santun.
4. Mewujudkan kepuasan terhadap pasien dan internal rumah sakit.

MOTTO
Motto Rumah Sakit Bangli Medika Canti adalah “ Memberikan Pelayanan PRIMA”
yakni:
P : Propesional setiap insan RS Bangli Medika Canti memberikan
5
kemampuan terbaik sesuai dengan bidannya.
R : Ramah melayani pasien dengan penuh cinta dan ketulusan.
I : Inovatif mengembangkan pelayanan mengikuti kemajuan ilmu dan

teknologi kedokteran.

M : Memuaskan segala bentuk layanan dan tindakan senantiasa berorientasi


untuk kepuasan pelanggan

A : Aman mengutamakan keselamatan pasien dan staf RS Bangli Medika


Canti dengan penerapan standart pelayanan operasional

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT BANGLI MEDIKA CANTI

Struktur Organisasi Rumah Sakit Bangli Medika Canti sebagaimana ditetapkan dalam SK
Direktur RS BMC No. 007/SK-DK/VI /2013 tentang Struktur Organisasi Tata Kelola sebagai
berikut :
Susunan Organisasi RS Bangli Medika Canti terdiri dari:
a. Direktur
b. Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan
c. Kepala Bidang Penunjang dan Umum
d. Kepala Bidang Keuangan
e. Komite Medik dan Kelompok Staf Medis
f. Komite Peningkatan Mutu & Keselamatan Pasien
g. Komite Keperawatan
h. Komite Kesehatan & Keselamatan Kerja
i. Satuan Pengawas Internal
j. Panitia Pencegahan dan Pengendalian infeksi
k. Panitia Rekam Medis
l. Panitia Kasir dan Terapi
m. Tim PONEK

6
Fungsi dan peranan susunan organisasi RS Bangli Medica Canti
a. Direktur Rumah Sakit Bangli Medika Canti
Bertanggung jawab kepada Direktur PT. Bangli Medical Center atas kepatuhan terhadap
undang-undang dan peraturan yang berlaku, respon terhadap setiap laporan dari lembaga
pengawasan dan regulator dan bertanggung jawab atas proses untuk mengelola dan
mengawasi/mengendalikan sumber daya manusia, sumber daya finansial dan sumber daya
lainnya.

b. Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan


Bertanggung jawab kepada Direktur Rumah Sakit terhadap terselenggaranya pelayanan
rumah sakit sesuai dengan Visi, Misi, Renstra dan Program Kerja Rumah Sakit Bangli Medika
Canti. Untuk menyelenggarakan tugas Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan
mempunyai fungsi:
a. Mempertahankan, mengembangkan dan meningkatkan pelayanan prima di Rumah Sakit
secara berkesinambungan yang meliputi pelayanan medis dan pelayanan keperawatan.
b. Mempertahankan, mengembangkan dan meningkatkan pelayanan prima di Rumah sakit
secara berkesinambungan yang meliputi pelayanan yang diberikan oleh seluruh Sumber
Daya Manusia di RS Bangli Medika Canti sesuai dengan kompetensi, keterampilan dan
keahliannya.
Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan membawahi Kasi Pelayanan Medis
dan Keperawatan. Kasi Pelayanan Medis dan Keperawatan bertanggung jawab kepada Kepala
Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan, mempunyai tugas mengkoordinasikan dan
melaksanakan supervisi operasional, serta menyiapkan seluruh kebutuhan UGD, Unit
Poliklinik, Unit VK dan Perinatologi, Unit Kamar Operasi (OK), dan Unit Rawat Inap. Untuk
menyelenggarakan tugas Kasi Pelayanan Medis dan Keperawatan mempunyai fungsi:
a. membuat rencana dan melakukan koordinasi dan supervisi dalam operasional unit di
dalam jajarannya;
b. melakukan penyusunan kebutuhan sumber daya manusia, peralatan medis dan non
medis yang dibutuhkan;

7
c. melakukan pemantauan, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan pelayanan medis dan
keperawatan;
d. melakukan pemantauan dan evaluasi mutu pelayanan medis dan keperawatan;
e. melakukan pemantauan, pengawasan dan pembinaan sumber daya manusia dalam
lingkup kerjanya;
f. menyusun perencanaan tahunan dan rencana pengembangan pelayanan medis dan
keperawatan.

Kasi Pelayanan Medis dan Keperawatan membawahi:


a. Unit Gawat Darurat (UGD)
b. Unit Poliklinik
c. Unit VK dan Perinatologi
d. Unit Kamar Operasi (OK)
e. Unit Rawat Inap Lt. 2
f. Unit Rawat Inap Lt. 3
c. Kepala Bidang Penunjang dan Umum
Bertanggung jawab kepada Direktur Rumah Sakit terhadap terselenggaranya sistem
penunjang medis, kepegawaian, dan sarana prasarana rumah sakit sesuai dengan Visi, Misi,
Renstra dan Program Kerja RS Bangli Medika Canti. Untuk menyelenggarakan tugas, Kepala
Bidang Penunjang dan Umum mempunyai fungsi:
a. Mengatur, mengendalikan dan mengelola sistem penunjang medis, kepegawaian, dan
sarana prasarana Rumah Sakit Bangli Medika Canti;
b. Memastikan sarana dan prasarana Rumah Sakit dalam kondisi baik serta berjalan secara
efektif dan efisien;
c. Merencanakan, menyusun dan menetapkan kebijakan dan tata tertib di bidang penunjang
medis, kepegawaian, dan umum sesuai Visi dan Misi Rumah Sakit Bangli Medika Canti
serta kebijakan Direktur Rumah Sakit Bangli Medika Canti.;
d. Merencanakan, menyusun dan menetapkan kebijakan pengelolaan sarana dan prasarana
di Rumah Sakit Bangli Medika Canti;
8
e. Koordinasi pelaksanaan pelayanan penunjang medis, kepegawaian, dan umum;
f. Pengendalian, pengawasan dan evaluasi mutu pelayanan penunjang medis, kepegawaian,
dan umum, secara berkesinambungan;
g. Merencanakan dan menyusun SPO yang diperlukan.
Kepala Bidang Penunjang dan Umum membawahi
(a) Kasi Penunjang Medis,
(b) Kasi Kepegawaian, dan
(c) Kasi Umum.

Kasi Penunjang Medis


Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penunjang dan Umum, mempunyai tugas
mengkoordinasikan dan melaksanakan supervisi operasional, serta menyiapkan seluruh
kebutuhan Unit Rekam Medis, Unit Kasir, Unit Radiologi, Unit Kasir, dan Unit Gizi.

Kasi Penunjang Medis membawahi:

a. Unit Rekam Medis


b. Unit Kasir
c. Unit Radiologi
d. Unit Kasir
e. Unit Gizi

Kasi Kepegawaian

bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penunjang dan Umum, mempunyai tugas
mengkoordinasikan dan melaksanakan supervisi operasional, serta menyiapkan seluruh
kebutuhan Unit Kepegawaian dan Diklat

Kasi Umum

bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Penunjang dan Umum, mempunyai tugas
mengkoordinasikan dan melaksanakan supervisi operasional, serta menyiapkan seluruh

9
kebutuhan Unit Pengadaan, Unit Security dan Transportasi, Unit CS dan Laundry, Unit Teknisi,
Unit SIM-RS, dan Unit BPJS.

Kasi Umum membawahi:

a. Unit Pengadaan
b. Unit Security dan Transportasi
c. Unit CS dan Laundry
d. Unit Teknisi
e. Unit SIM-RS
f. Unit BPJS
Kepala Bidang Keuangan

bertanggung jawab kepada Direktur Rumah Sakit terhadap terselenggaranya pengelolaan


keuangan rumah sakit sesuai dengan Visi, Misi, Renstra dan Program Kerja RS Bangli Medika
Canti.

Untuk menyelenggarakan tugas, Kepala Bidang Keuangan mempunyai fungsi:

a. Membuat rencana kerja/program tahunan sesuai dengan Restra Rumah Sakit Bangli
Medika Canti;
b. Membuat rencana anggaran belanja Rumah Sakit sesuai dengan Renstra dan
Program yang ada;
c. Membuat rencana kerja untuk efisiensi keuangan Rumah Sakit;
d. Merencanakan, menyusun dan menetapkan kebijakan dan tata tertib di bidang keuangan
sesuai Visi dan Misi Rumah Sakit Bangli Medika Canti serta kebijakan Direktur Rumah
Sakit Bangli Medika Canti;
e. Merencanakan dan menyusun SPO, uraian tugas dan standar kompetensi tenaga
Keuangan;
f. Menetapkan tata tertib dan sistem pembelian barang medis maupun non medis
berkoordinasi dengan Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan serta Kepala
Bidang Penunjang dan Umum.

Kepala Bidang Keuangan membawahi:

a. Bendahara penerimaan
10
b. Bendahara pengeluaran
c. Hutang-piutang
d. Unit Kasir

11
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI RS. BMC

12
BAB V
VISI, MISI, DAN STRUKTUR ORGANISASI UNIT KASIR

VISI
Terdepan dalam melayani pembayaran, bertanggung jawab dan jujur terhadap pasien

MISI
Melakukan pelayanan Kasir yang efisien, dengan ramah, cepat, tepat dan aman serta
professional kepada pelanggan

MOTO

1. Memberikan pelayanan Kasir yang optimal, baik dalam keadaan biasa maupun dalam
keadaan gawat darurat, sesuai dengan keadaan pasien maupun fasilitas yang tersedia.
2. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan professional berdasarkan prosedur keKasiran dan
etika profesi.
3. Melakukan dan memberikan pelayanan yang bermutu melalui analisa, telaah dan evaluasi
pelayanan serta pengawasannya.

13
STRUKTUR ORGANISASI UNIT KASIR RS BMC

DIREKTUR

KABID KEUANGAN

KA UNIT KASIR

TENAGA TENAGA TENAGA


TEKNIS KASIR TEKNIS KASIR TEKNIS KASIR

BAB VI

14
URAIAN JABATAN UNIT KASIR RS BANGLI MEDIKA CANTI

1. Kepala Unit Kasir

Tugas Pokok

Mengkoordinir seluruh kegiatan di Unit Kasir yang terkait dengan perencanaan,


pengadaan, penyimpanan dan perbekalan Kasir serta kegiatan Kasir lainnya sampai dengan
evaluasi.

Uraian Tugas

1) Melaksanakan fungsi perencanaan


a) Menentukan jenis, mutu, dan jumlah alat yang di butuhkan dalam pelayanan di
Kasir
b) Bersama staf menentukan jumlah tenaga yang dibutuhkan
c) Membagi tugas harian dengan memperhatikan jumlah dan tingkat kemampuan
tenaga Kasir
d) Menyusun dan mengusulkan program pengembangan staf dalam pendidikan
formal dan non formal
e) Berperan aktif dalam menyusun, evaluasi, dan revisi SOP
f) Menyusun program orientasi bagi pegawai baru
g) Mentaati peraturan dan kewajiban yang telah ditetapkan rumah sakit
2) Melaksanakan fungsi pengelolaan dan pelaksanaan
a) Memantau seluruh staf dalam penerapan dan pelaksanaan peraturan/etika yang
berlaku di Kasir
b) Mengatur kekuatan dan keseimbangan tim Kasir sesuai dengan kemampuan
tenaga
c) Membuat jadwal kegiatan ruangan (jadwal dinas, pertemuan ilmiah, dll)
d) Memantau pelaksanaan tugas yang dibebankan
e) Mangatur pemanfaatan sumber daya secara tepat guna dan hasil guna
f) Mengisi dan menyimpan buku kegiatan (log book) serta menandatangani daftar
presentasi untuk berbagai kepentingan
3) Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian, dan penilaian
a) Mengawasi pelaksanaan tugas masing-masing staf Kasir
b) Mengawasi, mempertahankan dan mengatur penempatan alat-alat agar selalu siap
pakai, tepat guna, dan tepat sasaran
c) Mengawasi pelaksanaan inventarisasi secara periodik
d) Menganalisa masalah dan melakukan tindak lanjut
e) Menilai dan mengevaluasi kinerja petugas Kasir
f) Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan di Kasir
15
Wewenang :

a. Memberikan rekomendasi untuk penyusunan jadwal kasir


b. Memberikan rekomendasi berkaitan dengan masukan dari pasien
c. Memberikan rekomendasi untuk pengeluaran petty cash kasir untuk operasional
apabila di luar jam kerja Bendahara Umum
d. Memberikan masukan mengenai kinerja operasional kasir sehari – hari
e. Mengelola Pelayanan Kasir
f. Mengelola alat dan fasilitas
g. Melakukan penilaian kinerja staf
h. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Pelayanan di Kasir

2. Tenaga Teknis Kasir

Tugas Pokok

Menyelenggarakan kegiatan Kasir meliputi membuat laporan Kasir

Uraian Tugas

1. Bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengelola pembayaran pasien di Kasir baik
Kasir Rawat Inap maupun Rawat Jalan.
2. Mengarsipkan bukti transaksi Kasir dengan pasien.
3. Membuat laporan kas harian rawat jalan dan rawat inap.

Wewenang :

i. Memberikan rekomendasi untuk penyusunan jadwal kasir


j. Memberikan rekomendasi berkaitan dengan masukan dari pasien
k. Memberikan rekomendasi untuk pengeluaran petty cash kasir untuk operasional
apabila di luar jam kerja Bendahara Umum
l. Memberikan masukan mengenai kinerja operasional kasir sehari – hari

16
BAB VII

TATA HUBUNGAN KERJA UNIT KASIR RS BANGLI MEDIKA CANTI

Unit Kasir melakukan hubungan kerja terintegrasi dengan beberapa satuan kerja di
lingkungan RS Bangli Medika Canti dalam memberikan pelayanan keKasiran melalui Direktur
Kabid Penunjang dan Umum, Kabid Keuangan. Adapun bagan tata hubungan Unit Kasir
diantaranya sebagai berikut :

DIREKTUR
Unit Rekam Medis

KABID Unit Gawat Darurat


PENUNJANG DAN
UMUM
Unit Farmasi

KABID Unit Poliklinik


KEUANGAN
17
Unit Radiologi

KA. UNIT KASIR Unit Rawat Inap

Unit VK( Ruang


Bersalin )/Perinatologi

Unit Laboratorium

Unit Kamar Operasi

Unit Pengadaan

Unit CS

Unit Pengadaan

Tata Laksana Hubungan Kerja Kasir dengan Unit Rekam Medis :


o Menerima informasi dari unit rekam medis bahwa ada keluarga pasien yang akan
melakukan proses pembayaran di kasir dan kasir akan membuatkan bill yang akan
diserahkan kepada keluarga pasien.
Tata Laksana Hubungan Kerja Unit Kasir dengan Unit UGD :
o Kasir menerima blanko dari perawat UGD dan perawat UGD akan menyampaikan pasien
akan rawat inap ataupun rawat jalan.
o Pasien rawat jalan dari pihak kasir akan mencocokkan blanko IT dengan sistem, kalau
blanko IT dan sistem sudah cocok kasir akan melakukan print bill dan memanggil pasien
untuk melakukan administrasi di kasir kasir baik secara tunai ataupun debit card dan
credit card.
o Pasien rawat inap dari pihak kasir akan mencocokkan blanko IT dengan sistem kalau
blanko IT dan sistem sudah cocok kasir akan melakukan konfirmasi kepada CRO bahwa
bill sudah di closed oleh pihak kasir agar bisa diregistrasi rawat inap.

Tata Laksana Hubungan Kerja Unit Kasir dengan Unit Farmasi :


o Kasir melakukan konfirmasi ke instalasi farmasi bahwa ada pasien rawat inap yang akan
pulang.

18
o Dari pihak farmasi akan melakukan retur dan menambahkan rincian obat yang dibawa
pulang oleh pasien sesuai dengan resep yang diberikan oleh DPJP pasien.
o Kasir menerima rincian obat dari farmasi dengan kondisi bill sudah dikurangi retur dan
sudah ditambahkan dengan obat pulang dari pasien.
o Kasir lalu mencocokkan rekapan obat yang diterima dari farmasi dengan sistem IT, bila
sudah cocok kasir akan melakukan print bill pasien.

Tata Laksana Hubungan Kerja Unit Kasir dengan Unit Poliklinik :


o Kasir menerima blanko dari perawat poliklinik.
o Kasir mencocokkan blanko IT dengan sistem bila ada tindakan yang kurang jelas kasir
akan melakukan konfirmasi keperawat.
o Setelah semua tindakan yang dilakukan dan sudah dicatat oleh perawat di blanko IT dan
kasir sudah mencocokkannya dengan sistem. Kasir akan melakukan print bill dan
memanggil pasien untuk melakukan administari (baik itu pasien umum, IKS, maupun
asuransi).
o Pasien rawat inap dari pihak kasir akan mencocokkan blanko IT dengan sistem kalau
blanko IT dan sistem sudah cocok kasir akan melakukan konfirmasi kepada CRO bahwa
bill sudah di closed oleh pihak kasir agar bisa diregistrasi rawat inap

Tata Laksana Hubungan Kerja Unit Kasir dengan Unit Radiologi:


o Kasir menerima blanko tindakan radiologi dari petugas radiologi baik pasien rawat jalan
maupun pasien rawat inap.
o Jika pasien merupakan pasien rawat jalan maka kasir akan mencocokkan blanko tindakan
radiologi dengan sistem yang ada. Jika antara blanko radiologi dan sistem telah cocok
maka kasir akan melakukan print billing kemudian memanggil nama pasien untuk
menyelesaikan administrasi di kasir Poli.
o Jika pasien merupakan pasien rawat inap maka kasir akan memcocokkan blanko tindakan
radiologi dengan sistem pada waktu malam hari. Apabila antara blanko tindakan radiologi
sudah sama dengan sistem yang sudah di input oleh petugas radiologi maka kasir akan
memberikan stempel audit pada blanko tindakan radiologi.

Tata Laksana Hubungan Kerja Unit Kasir dengan Unit Rawat Inap:
Ruang Rawat Inap Lantai II & Lantai III :
o Kasir menerima blanko dari perawat dan perawat menyampaikan pasien sudah di ijinkan
pulang oleh dokter yang merawat.

19
o Kasir melakukan konfirmasi ke Unit Farmasi, Unit Gizi, dan Unit Laboratorium (apabila
ada pemakaian darah dari PMI ).
o Kasir melengkapi blanko yang diserahkan perawat dengan file pendukung yang telah di
simpan oleh kasir selama pasien rawat inap.
o Kasir melakukan pengcroscekan blanko tindakan pasien pulang dengan sistem IT.
o Apabila kasir kurang jelas dengan tindakan yang di buat oleh perawat, pada blanko IT
kasir wajib melakukan konfirmasi ke unit rawat inap.
o Setelah selesai melakukan print billing kasir akan melakukan konfirmasi kembali ke
perawat apabila pasien sudah bisa melakukan pembayaran ke Unit Kasir .
o Jika pasien atau keluarga pasien sudah melakukan pembayaran di kasir, maka kasir
memberikan pasien/keluaraga pasien bukti pelunasan administrasi yang nantinya akan
diserahkan kepada perawat

Tata Laksana Hubungan Kerja Unit Kasir dengan Unit VK dan Perinatologi
o Kasir menerima blanko dari perawat VK dan Perinatologi,perawat meyampaikan pasien
rawat inap atau rawat jalan.
o Jika pasien merupakan pasien rawat jalan maka kasir akan mencocokkan blanko manual
IT dengan sistem yang ada. Jika antara blanko yang diberikan dengan perawat VK dan
Perinatologi sistem IT telah cocok maka kasir akan melakukan print billing kemudian
memanggil nama pasien untuk menyelesaikan administrasi di kasir.
o Jika pasien merupakan pasien rawat inap maka kasir akan memcocokkan blanko tindakan
manual IT dengan sistem pada waktu malam hari. Apabila antara blanko tindakan manual
IT sudah sama dengan sistem yang sudah di input oleh perawat VK dan Perinatologi,
maka kasir akan memberika stempel audit pada blanko tindakan VK dan Perinatologi.
Tata Laksana Hubungan Kerja Unit Kasir dengan Unit Laboratorium
o Kasir menerima blanko pemeriksaan Laboratorium dari petugas Laboratorium baik
pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap.
o Jika pasien merupakan pasien rawat jalan maka kasir akan mencocokkan blanko
pemeriksaan Laboratorium dengan sistem yang ada. Jika antara blanko yang diberikan
dengan petugas laboratorium pada sistem IT telah cocok maka kasir akan melakukan
print billing kemudian memanggil nama pasien untuk menyelesaikan administrasi di
kasir.
o Jika pasien merupakan pasien rawat inap maka kasir akan memcocokkan blanko tindakan
radiologi dengan sistem pada waktu malam hari. Apabila antara blanko tindakan

20
Laboratorium sudah sama dengan sistem yang sudah di input oleh petugas Laboratorium
maka kasir akan memberika stempel audit pada blanko tindakan Laboratorium

Tata Laksana Hubungan Kerja Unit Kasir dengan Unit Kamar Operasi
o Kasir menerima blanko tindakan manual IT dari perawat ruang operasi,dari perawat
ruang operasi menyampaikan pasien rawat jalan one day care atau rawat inap .
o Jika pasien merupakan pasien rawat jalan one day maka kasir akan mencocokkan blanko
manual IT dengan sistem yang ada. Jika antara blanko yang diberikan dengan perawat
ruang operasi pada sistem IT telah cocok maka kasir akan melakukan print billing
kemudian memanggil nama pasien untuk menyelesaikan administrasi di kasir.
o Jika pasien merupakan pasien rawat inap maka kasir akan memcocokkan blanko tindakan
manual IT dengan sistem pada waktu malam hari dan di save sesuai biling dan manual.

Tata Laksana Hubungan Kerja Unit Kasir dengan Unit CS.


o Kasir memberikan informasi kedapa unit CS ( Cleaning Servis) melalui HT bahwa ada
panggilan ke Unit-unit yang memerlukan bantuan CS.

Tata Laksana Hubungan Kerja Unit Kasir dengan Unit Pengadaan


o Kasir melakukan pengecekan keperluan alat-alat tulis dikasir yang nantinya akan di
lakukan pengorderan barang ke Unit Pengadaan.
o Kasir mencatat/menginput permintaan barang di buku order.
o Setelah selesai melakukan pencatatan, kasir akan melakukan konfirmasi kepada unit
pengadaan untuk mempersiapakan barang yang dibutuhkan oleh unit kasir.
o Setelah barang dipersiapkan oleh unit pengadaan, kasir akan mengambil barang tersebut
kegudang pengadaan.

BAB VIII

POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONAL

Dalam mempersiapkan tenaga Kasir yang handal, perlu dilakukan kegiatan menyediakan,
mempertahankan sumber daya manusia yang tepat bagi organisasi. Oleh karena itu perlu adanya
21
perencanaan SDM yaitu proses mengantisipasi dan menyiapkan perputaran orang ke dalam, di
dalam dan ke luar unit. Tujuannya adalah mendayagunakan sumber-sumber tersebut seefektif
mungkin sehingga pada waktu yang tepat dapat disediakan sejumlah orang yang sesuai dengan
persyaratan jabatan.

Adapun pola ketenagaan Kasir dari unit SDM dijabarkan dalam tabel dibawah ini :

Tabel Pola Ketenagaan Unit Kasir 2016

Kebutuhan
Nama Jumlah
Pendidikan Sertifikasi Tersedia SDM yang
Jabatan Kebutuhan
Kurang

Ka. Unit SMK Ijazah 1 1 -

D1
Administrasi
Pelaksana
Rumah Sakit, Ijazah 3 3 -
Teknis
SMK

Jadi seluruh tenaga yang ada di Unit Kasir adalah lengkap, tapi tidak menutup
kemungkinan jika memerlukan penambahan tenaga teknis untukmeningkatkan kualitas
pelayanan.
Sebagai tindak lanjut kebutuhan tenaga di unit kasir tersebut diatas, Ka.Unit Kasir
membuat usulan penambahan tenaga kepada Direktur Rumah Sakit Bangli Medika Canti dengan
berkordinasi ke unitKepegawaian dan Diklat. Penambahan tenaga bisa dilakukan dengan mengisi
formulir permintaan penambahan karyawan sebagai berikut (terlampir).

Klasifikasi penarikan calon (Recruitmen) dan seleksi karyawan


1. Penarikan Calon (recruitmen) Karyawan
Penarikan calon adalah aktifitas atau usaha yang dilakukan untuk mengundang para pelamar
sebanyak mungkin sehingga Kasir memiliki kesempatan yang luas untuk menemukan calon
yang paling sesuai dengan tuntutan jabatan yang diinginkan. Penarikan calon dilakukan

22
karena berdasarkan analisa kebutuhan tenaga, ditemukan jumlah pasien dan kegiatan tidak
seimbang dengan jumlah tenaga yang ada. Proses penarikan calon ini dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
 Dari mulut ke mulut.
 Iklan media cetak.
 Lembaga-lembaga pendidikan
b. Penyaringan atau seleksi calon karyawan

Seleksi adalah proses menyeleksi pelamar, sehingga Kasir dapat memperoleh karyawan yang
paling sesuai dengan tuntutan jabatan yang diinginkan. Tahapan seleksi terdiri dari :

 Umum.
Para pelamar harus melalui proses seleksi umum yang diselenggarakan oleh pihak rumah
sakit Ka Unit Kasir atau Manager Keuangan.
Bentuk tes yang dilakukan terdiri atas :
 Tes tertulis
Tes tertulis diberikan Oleh SDM
 Tes Wawancara
Tes wawancara ini dilakukan Oleh Ka.Unit Kasir dan Kabid. Keuangan yang
bertujuan untuk mengetahui peminatan terhadap penyelenggaraan unit kasir,
pandangan terhadap penyelenggaraan kasir yang berorientasi terhadap kepuasan
pelanggan.
 Tes Kesehatan
Standar yang harus dimiliki oleh calon kasir harus sehat, tidak buta warna, dan
teliti.

 Khusus
Setelah para pelamar lulus proses seleksi secara umum dan tes kesehatan maka para
pelamar diseleksi secara khusus oleh Unit Kasir. Proses seleksi yang dilakukan oleh Unit
Kasir ini selama 3 bulan yang dikenal dengan masa orientasi dengan sasaran karyawan
baru diharapkan memahami 75% menyangkut pengetahuan dan kemampuan dalam
23
menjalankan fungsi di unit Kasir. Apabila karyawan lulus maka akan diperpanjang
kontrak atau perpanjang masa orientasi untuk evaluasi atau sesuai kebijakan dari Unit
Kepegawaian dan Diklat.

BAB IX

KEGIATAN ORIENTASI KASIR RS BANGLI MEDIKA CANTI

Kegiatan orientasi karyawan RuMAHS Bangli Medika Canti dilakukan beberapa tahap
sesuai dengan ketentuan dari unit Kepegawaian dan Diklat sebagai berikut :

24
1. Tahap I Orientasi Umum;

Tahap ini, seluruh peresta orientasi dikumpulkan dalam ruangan untuk mendapatkan
ceramah dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Adapun materi dalam pertemuan ini
adalah :

a. Struktur organisasi rumah sakit dan struktur organisasi unit kerjanya.


b. Visi, misi, falsafah dan tujuan rumah sakit
c. Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
d. Pola ketenagaan dan system penilaian penampilan kerja
e. Kebijakan rumah sakit
f. Tata tertib Rumah Sakit
g. Prosedur pengamanan dalam berbagai bidang di rumah sakit
h. Hak dan Kewajiban Pegawai serta Hak dan Kewajiban pasien
i. Program Patient Safety
j. Program Pengendalian dan Pencegahan Infeksi
k. Tinjauan Langsung ke Lapangan

Nara sumber : Direktur,Kabid,Ka.Unit,PPI

2. Tahap II Orientasi Khusus :

Orientasi khusus dilakukan oleh atasan langsung di masing-masing unit seperti


Kepala Bidang / Kepala Unit. Orientasi ini dilakukan untuk memberikan gambaran
kepada peserta terhadap lingkungan kerja, baik secara fisik administrative maupun
terhadap ketrampilan-ketrampilan yang ada. Nara sumber : Kepala Bidang / Kasi, Kepala
Unit

25
BAB X

PERTEMUAN ATAU RAPAT UNIT KASIR RS BANGLI MEDIKA CANTI

A. Pengertian

Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki

kepentinagn dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau memecahkan suatu masalah

tertentu

B. Tujuan

1. Tujuan umum

26
Dapat membantu terselenggaranya pelayanan/pengelolaan Kasir yang

professional di Rumah Sakit Bangli Medika Canti

2. Tujuan khusus

Dapat menggali segala permasalahan terkait dengan proses pelayanan di Unit

Kasir, dan mencari jalan keluar atau pemecahan masalah yang terakit denagan

pelayanan di Unit Kasir Rumah Sakit Bangli Medika Canti.

C. Sasaran

1. Seluruh jenis layanan yang diselenggarakan oleh Unit Kasir RS. Bangli Medika

Canti

2. Seluruh Petugas di Unit Kasir

3. Seluruh Unit terkait di lingkungan RS. Bangli Medika Canti

D. Kegiatan Rapat

Rapat Dilakukan dan diadakan oleh Unit Kasir, dipimpin oleh Kepala Unit Kasir dan

diikuti oleh seluruh staf Kasir. Rapat yang diadakan ada 2 macam yaitu:

1) Rapat Terjadwal

Rapat Terjadwal merupakan rapat yang diadaan oleh Kepala Unit setiap sebulan

sekali (12 kali dalam setahun) dengan perencanaan yang telah dibuat selama 1

tahun dengan agenda rapat yang telah ditentukan oleh kepala Unit Kasir.

2) Rapat Tidak Terjadwal

Rapat tidak terjadwal merupakan rapat yang sifatnya insidentil dan diadakan oleh

kepala ruangan Unit Kasir untuk membahas atau menyelesaikan permasalahan di

Unit Kasir dikarenakan adanya permasalahan yang ditemukan bersifat insiden.

27
3) Rapat Koordinasi

Rapat Koordinasi dilaksanakan setiap minggu sekali yang melibatkan seluruh unit

terkait yang membahas tentang berbagai permasalahan terkait pelayanan yang

diberikan oleh Rumah Sakit Bangli Medika Canti.

E. Rencana Pelaporan

Laporan Kegiatan dibuat dalam bentuk notulen rapat, dibuat rangkap dua, disetor ke

bagian kepegawaian Rumah Sakit Bangli Medika Canti

BAB XI

PELAPORAN UNIT KASIR RS BANGLI MEDIKA CANTI

 Setiap Harian Unit Kasir membuat laporan:


Pelaporan kas harian rawat inap dan rawat jalan yang di serahkan ke
Kabid.Keuangan

28
29