Anda di halaman 1dari 11

Outline PKM-Kewirausahaan

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM “TELOR ASIN ANEKA RASA”

BIDANG KEGIATAN PKM-KEWIRAUSAHAAN

DIUSULKAN OLEH :

1. Dedi Hanafi /D1A0/2019

2. Riezqa Azhiima/G1B019015/2019

3. Lathifah Nur Azizah/C1B019080/2019

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PURWOKERTO

2019
BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

a. Telor asin sebagai salah satu makanan yang mempunyai gizi tinggi

b. Secara umum telor asin mudah didapat di mana saja

c. Proses pembuatan telor asin aneka rasa cukup mudah dengan biaya yang tidak
terlalau babnyak.

1.2 Perumusan Masalah

a. Bagai Mana Cara Membuat Telor Asin beraneka Rasa ?


b. Bagai Mana Model Pemasaran Yang Di Lakukan Untuk Memasarkan Telor
Asin Aneka Rasa ?
c. Siapa Sasaran Target Pemasaran Dalam Menjual Telor Asin Aneka Rasa ?
d. Apa Kelebihan Atau Keuntungan Telor Asin Aneka Rasa ?

1.3 Luaran

a. Terciptanya Produk Telor Asin Yang Tidak Hanya Bergizi Tetapi Juga
Beraneka Rasa.
b. Menciptakan Lapangan Pekerjaan Untuk Masyarakarat.
c. Meningkatkan Karya Kreativitas Dalam Terciptanya Peluang Usaha Baru
Bagi Mahasiswa Yang Bermanfaat Bagi Masyarakat.

1.4 Kegunaan

a. Memberi Informasi Bagi Masyarakarat Bahwa Bisa Di Olah Menjadi


Makanan Yang Berkualitas Dan Inovatif
b. Menambah Lapangan Pekerjaan Masyarakat
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang
diawetkan dengan cara diasinkan atau di beri aneka rasa yang lain, seperti pedas, bawang,
serai ,pandan. (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak).
Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkin,an
untuk telur-telur yang lain. Telur asin baik dikonsumsi dalam waktu satu bulan (30 hari).
Di Indonesia, terutama di pulau Jawa telur asin biasanya diproduksi dari telur bebek
pelari (Anas platyrhynchos domesticus) yang memiliki ciri khas cangkang telur yang
berwarna biru.
Panganan ini bersifat praktis dan dapat dipadukan dengan berbagai masakan
misalnya nasi jamblang, dan nasi lengko, bahkan dapat pula dimakan tanpa nasi. Nelayan
yang melaut atau orang yang bepergian untuk waktu lama biasa membawa telur asin untuk
bekal.
Di Jawa Tengah, daerah Brebes dikenal sebagai penghasil utama telur asin. Industri telur
asin di Brebes cukup meluas hingga tersedia berbagai pilihan kualitas telur asin. Masing-
masing produsen memiliki cap sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada kulit telur.
Walaupun selera orang berbeda-beda, telur asin yang dinilai berkualitas tinggi memiliki ciri-
ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga kemerahan, "kering" (jika digigit tidak
mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak menyengat.
Di Jawa Timur juga mulai banyak menjual berbagai jenis telur asin, mulai yang original
sampai yang rasa-rasa, ada juga telur asin yang warna kuningnya kemerah-merahan, ada
juga telur asin organik dan telur asin herbal yang mulai ramai produksi di Kecamatan
Singojuruh Kab. Banyuwangi.
1. Kelebihan Telur asin aneka rasa
Klebihan Telor asin ini memilki cita rasa yang beragam dengan gizi yang tinggi serta harga
yang terjangkau. Telur asin original dipasaran di bandrol dengan harga Rp. 3000/butir yang
hampir sama dengan harga telor asin aneka rasa yaitu Rp. 3500
2. Keterkaitan dengan Produk Lainnya
Produk – produk telur asin pada umumnya hanya di buat dengan rasa asin saja.
Telur asin beraneka rasa ini dapat menjadi inovasi baru untuk masyarakat. Walaupun
memiliki bahan dasar yang sama dengan telor asin pada umumnya, namun telor asin
beraneka rasa ini memiliki rasa yang beragam seperti pedas,bawang, pandan, serai, sapi
panggang
3. Peluang Pasar
Produk telur asin ini memiliki rasa yang tidak berbeda dengan telorasin pada
umumnya. Rasa yang bervariasi sangat disukai oleh masyarakat. Untuk menambah
variasi rasa telur asin tersedia dalam rasa pedas, bawang, pandan,serai,sapi
panggang. Dan harga yang di tawarkan pun terjangkau oleh semua kalangan.
4. Media Promosi Yang Digunakan
Produk Telur Asin Aneka Rasa ini bertujuan agar masyarakat bisa menikmati
olahan telor asin yang berbeda dengan olahan telor asin biasanya. Strategi
pemasaran yang akan kami lakukan adalah dengan menggunakan berbagai cara
seperti berikut :
a. penyewaan stand makanan di kampus
pengenalan produk secara langsung kepada dosen dan para mahasiswa/i,
terutama anak kos. Untuk menumbuhkan minat membeli ,kami akan
memberikan sampel yang dapat di coba gratis kepada pengunjung gerai kami.
b. Iklan lewat sosial media
Pengenalan produk melalui sosial media ini kami rasa berpengaruh positif,
karena melalui sosial media yang kita miliki kita bisa menampilkan bagaimana
produk yang kita tawarkan dan jangkauan dari media sosial ini lebih luas.
BAB 3. METODE PELAKSANAAN

1) Pelaksanaan usaha

Pelaksana usaha ini adalah orang orang yang memberikan kontribusi terhadap
jalannya usaha. Pelaku usaha di golongkan menjadi beberapa jenis antara lain :

a. Direksi Inti
Orang-orang yang berperan sebagai direksi dalam usaha ini adalah semua anggota
yang mengajukan proposal yang terbagi dalam beberapa tugas yakni, ketua,
bendahara, dan marketing.
b. Tim Usaha
Sebagai suatu usaha dibidang kuliner, maka tim usaha yang dimaksudkan dibagi
menjadi dua yaitu, tim produksi dan marketing lepas. Untuktim produksi memiliki
tanggungjawab untuk menangani proses produksi dari pembuatan produk hingga
pengemasan.Tim usaha yang disebut marketing lepas memiliki tugas dan
tanggungjawab melakukan promosi serta melakukan pemasaran baik di rumah
produksi maupun diluar rumah produksi.
Penjelasan
BAB I. PENDAHULUAN

Uraikan latar belakang, atau alasan yang mendasari disusunnya proposal PKM-

K,apakah berdasar atas hasil riset pasar? Atau inisiatif sendiri untuk membuka pangsa

pasar? Ungkapkan pula jenis dan spesifikasi teknis komoditas yang akan menjadi modal

berwirausaha

BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Pada bab ini, uraikan kondisi umum lingkungan yang menunjukkan potensi

sumberdayadan peluang pasar termasuk analisis ekonomi usaha yang direncanakan.

Sajikan secarasingkat untuk menunjukkan kelayakan usaha (cash flow minimal untuk 1

tahun kedepanyang dapat menunjukkan keberlanjutan usaha).

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

Metode pelaksanaan menyajikan uraian tentang teknik/cara membuat komoditas

usaha,

mengemas dan memasarkannya sekaligus tahapan pekerjaan dalam pencapaian tujuan

program.
Contoh Proposal PKM-Kewirausahaan

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


JUDUL PROGRAM
BON SUK (ABON SUKUN) INOVASI KULINER KAYA GIZI,
RENDAH KOLESTEROL, DAN RENDAH LEMAK

BIDANG KEGIATAN:
PKM KEWIRAUSAHAAN

DIUSULKAN OLEH :
Febi Annora NIM: 2014430084 / ANGKATAN: 2014
Dhika Rizki Angraeni NIM: 2014430073 / ANGKATAN: 2014
Khairana Nurul NIM: 2014430092 / ANGKATAN: 2014
Achmad Dwi Saputra NIM: 2015430072 / ANGKATAN: 2015

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA


JAKARTA
2016

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Abon merupakan makanan yang disenangi di kalangan masyarakat dan memiliki
banyak manfaat, sehingga kami mencoba inovasi pada bahan baku untuk pembuatan
abon, yang biasanya terbuat dari daging hewan, kini kami memakai bahan baku lain
yang lebih rendah kolesterol dan rendah lemak namun tetap memiliki kandungan gizi
yang banyak. Bahan baku yang kami pilih untuk membuat abon ini adalah buah sukun.
Buah sukun mudah didapatkan, memiliki banyak manfaat dan gizi, serta harganya lebih
ekonomis dibandingkan dengan abon dari daging hewan.
1.2 PRIORITAS MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang akan di bahas
dalam program ini adalah :
1. Bagaimanakah proses pengolahan sukun menjadi abon sukun yang bergizi namun
rendah kolesterol dan rendah lemak?
2. Bagaimana menciptakan peluang wirausaha inovatif yang memiliki prospek dan
mampu bersaing dalam pasar global?
3. Bagaimana memasarkan produk Bon Suk ini sehingga dapat membuka lapangan
kerja baru dan memanfaatkan sumber daya alam yang kurang produktif?

1.3 TUJUAN
Tujuan yang hendak dicapai dengan adanya program kewirausahaan ini, diantaranya
yaitu :
1. Membuat Bon Suk (Abon Sukun) yang kaya gizi, rendah lemak, rendah kolesterol
namun tetap disukai di kalangan masyarakat.
2. Menciptakan dan mengembangkan peluang wirausaha inovatif yang memiliki
prospek dan mampu bersaing dalam pasar global?
3. Memanfaatkan sumber daya alam yang kurang produktif yakni, sukun menjadi
bahan dasar pembuatan “Bon Suk”.

1.4 LUARAN YANG DIHARAPKAN


Adapun luaran yang diharapkan dari program ini adalah :
1. Terciptanya produk abon sukun yang tidak hanya bergizi tetapi juga rendah
kolesterol dan rendah lemak.
2. Menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat.
3. Meningkatkan karya kreativitas inovatif dalam terciptanya peluang usaha baru bagi
mahasiswa yang bermanfaat dan tepat guna bagi masyarakat.

1.5 MANFAAT PROGRAM


Manfaat program ini adalah :
1. Memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan
berwirausaha.

2. Mengolah buah sukum sebagai produk makanan yang lebih produktif dan inovatif.

3. Menciptakan produk makanan inovatif sebagai alternatif makanan yang lebih rendah
lemak dan kolesterol.

BAB 2 GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Sukun mempunyai buah yang lunak tanpa memiliki biji, buah ini sering kali
disebut sebagai buah roti.Buah sukun mempunyai karbohidrat yang tinggi sehingga
banyak daerah yang mengkosumsi buah sukun sebagai makanan pokok.Pembuatan abon
sukun ini bertujuan agar masyarakat bisa menikmati olahan buah sukun yang berbeda
dengan olahan buah sukun lainnya.Olahan abon yang selama ini beredar di masyarakat
umumnya terbuat dari daging ataupun ikan, untuk memberikan warna baru maka di
dapatkan ide untuk membuat produk abon sukun.Selain mengurangi kejenuhan
masyarakat dengan pengolahan abon sukun dapat menjadi wirausaha yang dapat
menguntungkan.
1. Kelebihan Abon Sukun
Kelebihan abon sukun ini memiliki harga yang terjangkau dibandingkan dengan
abon dari lemak hewani. Buah sukun mempunyai berat sekitar 2,5 kg dengan harga rata-
rata Rp 15,000/buah, berarti harga buah sukun sekitar Rp 5.000/kg.
2. Keterkaitan denga Produk Lainnya
Produk-produk olahan abon pada umumnya dibuat dari olahan daging.Bon Suk ini
dapat menjadi inovasi baru untuk masyarakat. Walaupun bahan baku Bon Suk ini
berbeda dari abon di pasaran (dibuat dari lemak hewani), Bon Suk ini memiliki bentuk
seperti abon pada umumnya. Sehingga masyarakat akan tertarik untuk mencoba Bon
Suk ini namun masyarakat tidak akan asing saat mencobanya karena Bon Suk ini
walaupun bahan bakunya berbeda (dibuat dari sukun), Bon Suk diolah dalam bentuk
abon.
3. Peluang Pasar
Produk abon sukun memiliki rasa yang tidak berbeda dengan abon
daging.Rasanya yang asin dan gurih sangat di sukai oleh masyarakat. Untuk menambah
variasi rasa, Bon Suk disediakan dalam tingkat rasa pedas yang berbeda, yaitu : original
/ tidak pedas (OG), agak pedas (APd), dan sangat pedas(SPd). Karena terbuat dari buah
sukun harga yang di tawarkanpun terjangkau oleh semua kalangan.
4. Media Promosi yang Akan Digunakan
Produk ini bertujuan agar masyarakat bbisa menikmati olahan abon sukun yang
berbeda dengan olahan buah sukun yang lainnya. Strategi pemasaran yang akan kami
lakukan adalah dengan menggunakan berbagai cara, seperti berikut :
a. Penyewaan Stand makanan di kampus
Pengenalan produk secara langsung kepada dosen dan para mahasiswa/i, terutama anak
kosan agar membeli produk Bon Suk. Untuk menumbuhkan minat membeli, kami akan
memberikan sampel yang dapat dicoba gratis kepada pengunjung gerai kami.
b. Pemberian Diskon
Pemberian diskon ini dilakukan pada awal pembukaan usaha.Misalnya memberikan
diskon sebesar 10% untuk setiap produk.Diskon ini juga bisa diberikan untuk konsumen
yang membeli abon sukun dalam jumlah yang banyak.
c. Iklan Lewat Sosial Media
Pengenalan produk melalui sosial media ini kami rasa berpengaruh positif, karena
melalui sosial media yang kita miliki kita bisa menampilkan bagaimana produk yang
kita tawarkan dan jangkauan dari media sosial ini lebih luas.Informasi yang kita berikan
juga bisa lebih singkat dan lebih menarik.
Dalam memasarkan produk abon sukun ini dengan menjual secara online dan juga
dengan membuat gerai sendiri. Hal ini dilakukan agar produk ini bisa terkenal luas tidak
hanya untuk daerah sekitar gerai, melainkan untuk daerah-daerah lain.

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

1. Pelaksanaan Usaha
Pelaksana usaha ini adalah orang-orang yang memberikan kontribusi terhadap jalannya
usaha. Pelaku usaha digolongkan menjadi beberapa jenis antara lain :
a. Direksi Inti
Orang-orang yang berperan sebagai direksi dalam usaha ini adalah semua anggota yang
mengajukan proposal yang terbagi dalam beberapa tugas yakni, ketua, bendahara, dan
marketing.
b. Tim Usaha
Sebagai suatu usaha dibidang kuliner, maka tim usaha yang dimaksudkan dibagi
menjadi dua yaitu, tim produksi dan marketing lepas. Untuktim produksi memiliki
tanggungjawab untuk menangani proses produksi dari pembuatan produk hingga
pengemasan.Tim usaha yang disebut marketing lepas memiliki tugas dan
tanggungjawab melakukan promosi serta melakukan pemasaran baik di rumah produksi
maupun diluar rumah produksi.
Proses Produksi Bon Suk :
1. Buah sukun dikupas, dicuci bersih lalu dikukus.

2. Buah sukun disuwir-suwir halus.

3. Haluskan bumbu: bawang putih, ketumbar, gula merah dan sedikit garam.

4. Panaskan santan kental, kemudian masukkan buah sukun dan bumbu yang sudah
dihaluskan, aduk-aduk terus sampai santan habis dan sukun kering, pada waktu
mengaduk setelah kering, harus di bolak-balik agar abon tidak gosong. Digoreng sampai
kuning kecoklatan.
5. Tiriskan sampai benar-benar kering dan tunggu sampai dingin sebelum Bon Suk
dimasukkan ke dalam kemasan plastik