A.
ARTI PENTING WAWANCARA
Wawancara merupakan salah satu cara yang sangat penting bagi suatu perusahaan untuk
menjaring pelamar yang ada. Jumlah pelamar pada umumnya jauh lebih banyak daripada posisi yang
tersedia sehingga dibutuhkan alat seleksi yang dapat menemukan orang-orang yang paling cocok
untuk menempati posisi tersebut. Seorang pelamar mungkin saja diwawancarai lebih dari satu kali
karena ketatnya seleksi yang dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan.
Selain berlatih menulis resume dan surat lamaran kerja, pelamar juga wajib menyiapkan diri
untuk mendapatkan pekerjaan. Pelamar harus benar-benar mempersiapkan diri agar bisa
memberikan kesan yang baik sehingga dapat meyakinkan pewawancara akan kemampuan si
pelamar.
Sejak si pelamar memasuki ruang wawancara, pewawancara akan memperhatikan berbagai
aspek, khususnya aspek kepribadian, baik secara verbal maupun nonverbal. Adapun aspek-aspek
kepribadian yang akan dinilai, yaitu:
a. Penampilan fisik
b. Gerak-gerik dan sopan santun
c. Rasa percaya diri
d. Inisiatif
e. Kebijaksanaan
f. Tanggap dan kerja sama
g. Ekspresi wajah
h. Kemampuan berkomunikasi
i. Sikap terhadap pekerjaan
j. Selera humor
Penilaian terhadap aspek-aspek tersebut akan membantu pewawancara untuk memprediksi
keberhasilan pelamar menduduki posisi tertentu di dalam perusahaan. Jika pelamar dinilai lemah
dalam suatu aspek penting yang sangat dituntut pada jabatan yang diinginkan, tentu saja pelamar
tidak akan diterima.
Wawancara tahap awal sering disebut dengan wawancara pendahuluan. Pada tahap ini
wawancara dilakukan berdasarkan surat lamaran atau resume yang telah diajukan pelamar. Hal itu
untuk memastikan bahwa pelamar telah menyelesaikan proses administrasi atau telah memberikan
1
informasi penting berkaitan dengan jabatan/posisi yang diinginkan. Pada tahap ini juga dinilai
kesesuaian antara kualifikasi dengan jabatan yang akan diisi.
Wawancara pendahuluan biasanya dilanjutkan dengan wawancara seleksi yang biasanya
memerlukan waktu yang lebih lama dari wawancara pendahuluan. Dalam wawancara seleksi,
pelamar akan diwawancarai oleh lebih dari satu orang pewawancara. Pada tahap ini, pelamar akan
ditanya mengenai latar belakangnya, mencakup kualifikasi, pengalaman kerja, pelatihan, dan
semangat kerja secara umum, untuk mengetahui apakah pelamar memiliki kualifikasi yang sesuai
dengan tuntutan jabatan yang akan dikehendakinya.
B. PERSIAPAN MENGHADAPI WAWANCARA KERJA
Sebelum melakukan wawancara, persiapan sangat diperlukan. Ada atau tidaknya persiapan
sebelum menghadapi wawancara kerja akan menentukan kelancaran selama wawancara berlangsung.
Dengan persiapan yang matang, maka seseorang akan lebih percaya diri selama proses wawancara.
Mental merupakan hal terpenting yang harus dipersiapkan untuk menghadapi wawancara, jika saat
wawancara menunjukkan sikap canggung dan kurang percaya diri maka akan mempengaruhi
penilaian. Oleh karena itu usahakan untuk selalu percaya diri dan bersikap tenang pada saat
wawancara sehingga dapat membantu menjawab pertanyaan dari interviewer dengan baik. Berikut
merupakan cara yang ampuh untuk menghadapi wawancara kerja :
1. Klarifikasi Pertanyaan dari Interviewer
Banyak diantaranya orang-orang yang terkadang merasa takut untuk mengklarifikasi pertanyaan
yang telah diajukan oleh pihak pewawancara. Dan hal ini kerap terjadi ketika Anda khawatir
bahwa pihak pewawancara akan berpikir bahwa Anda tidak memperhatikan terhadap
pertanyaan yang mereka ajukan. Dan jika memang Anda tidak memahami betul pertanyaan
yang diajukan, maka sebaiknya Anda mengklarifikasi pertanyaan tersebut kepada pihak
pewawancara. Agar Anda bisa memberikan jawaban yang tepat dan memuaskan.
2. Berpikir Keras
Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan oleh para pencari kerja saat menjalankan sesi
wawancara kerja yaitu banyaknya mengulur waktu ketika mereka tidak memiliki jawaban yang
pas. Bahkan terkadang banyak juga diantaranya yang dengan spontan menjawab pertanyaan
dengan kalimat “saya tidak tahu.” Walaupun Anda tidak memiliki jawaban yang tepat,
2
sebaiknya Anda mencoba untuk berfikir keras beberapa menit saja. Dan hal ini merupakan salah
satu taktik yang jitu untuk mensiasati masalah tersebut.
“Pendekatan terbaik adalah tetap rendah hati,” kata Shon Burton, CEO HiringSolved. “Ulangi
pertanyaan pewawancara, dan mulailah berpikir keras. Interviewer mungkin akan memberi
petunjuk jika kamu sedang berpikir aktif bukan sengaja mengulur-ulur waktu.”
3. Komunikasi NonVerbal
Ketika Anda pergi kesebuah sesi wawancara kerja, apakah saat itu Anda menemukan jati diri
Anda ada dalam keadaan gelisah serta menatap lantai atau meja ketika akan menjawab
pertanyaan yang diajukan oleh pihak pewawancara? Jika memang benar seperti itu, mungkin
Anda akan melewati kesempatan yang ada di depan Anda saat itu.
“Komunikasi nonverbal yang baik berbicara banyak tentang si pelamar kerja,” kata Jonna
Myers, koordinator layanan karir di Southwestern Oklahoma State University. “Ini adalah
sesuatu yang kebanyakan orang tidak melatihnya, tapi itu membuatnya sangat jelas ketika Anda
gugup.”
4. Pahami Resume Kamu Sendiri
Mengetahui resume Anda sendiri secara luar dalam merupakan salah satu bagian yang sangat
penting agar sesi wawancara kerja Anda dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Oleh karena
itu, Anda harus meluangkan waktu yang Anda miliki untuk memahami resume Anda sendiri.
Jangan sampai pada resume yang Anda buat tertulis A, namun ketika Anda diberikan
pertanyaan oleh pihak pewawancara Anda malah menjawab B. Dan hal ini akan sangat
memberikan bukti yang kuat bahwa Anda kurang memahami diri Anda sendiri.
5. Gali Informasi Tentang Perusahaan
Setiap pencari kerja pasti akan dihubungi terlebih dahulu oleh perusahaan setempat sebelum
menghadiri sesi interview. Dan sebaiknya hal ini Anda manfaatkan untuk menggali informasi
terkait perusahaan yang Anda lamar tersebut. Dan satu hal yang tidak kalah penting, ketika
Anda mencari tahu informasi terkait perusahaan yang Anda lamar, maka ini akan menjadi satu
nilai tambah bagi Anda.
Mengingat pentingnya wawancara dalam memasuki dunia kerja,sudah selayaknya pelamar
mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Berikut merupakan berbagai hal yang perlu
diperhatikan saat melakukan wawancara kerja :
Datang tepat pada waktunya
3
Bersikap yakin
Siapkan sertifikat diploma, surat-surat penghargaan, atau berkas penting lainnya
Berpakaian yang rapi dan sopan
Bersikap tenang
Ketuk pintu sebelum memasuki ruang wawancara, kecuali jika ada yang mengantar
Tersenyumlah, tetapi jangan tersenyum terus
Tunggu sampai dipersilakan duduk, atau jika tidak dipersilahkan, mintalah izin untuk duduk
Ingat nama pewawancara dengan benar
Tataplah pewawancara saat berbicara
Tunjukkan kemampuan diri tetapi jangan berlebihan
Perhatikan pertanyaan pewawancara dengan baik
Bicaralah dengan jelas
Atur nada suara
Tunjukkan minat dan kesungguhan
Bersikaplah jujur
Beberapa hal – hal yang juga perlu diperhatikan saat melakukan wawancara kerja :
Jangan datang terlambat
Jangan kelihatan kesal karena sudah menunggu lama
Jangan datang untuk wawancara tanpa persiapan
Jangan berpenampilan berlebihan
Jangan membawa tas belanja atau yang sejenisnya
Jangan membawa teman atau keluarga saat wawancara
Jangan duduk sebelum dipersilakan
Jangan meletakkan tas di atas meja wawancara
Jangan membungkuk atau menundukkan kepala
Jangan bertopang dagu
Jangan melipat tangan di muka dada
Jangan merokok atau mengulum perrnen
Jangan membuka percakapan
4
Jangan memotong pewawancara di tengah kalimat
Jangan melebih-lebihkan diri
Jangan mengatakan kepada perusahaan hal-hal yang seharusnya dilakukan mereka kepada
anda
Jangan membual
Jangan mengkritik diri sendiri
Jangan mengkritik atau menjelek-jelekkan calon atasan atau mantan atasan anda
Jangan memberikan informasi yang tidak relevan
Jangan memberikan kesan sangat membutuhkan pekerjaan
Jangan berlama-lama dengan apa yang ditawarkan perusahaan
Jangan mengajukan pertanyaan yang tidak berbobot
Jangan emosional
Jangan membuka rahasia perusahaan tempat kerja sebelumnya, atau tempat kerja sekarang
Jangan memberikan kesan tidak sabar.
C. PRAKTEK MENGHADAPI WAWANCARA KERJA
Wawancara tidak bisa diwakilkan dan harus dilakukan oleh pelamar secara langsung baik
melalui media online ataupun berhadap-hadapan (face to face). Keahlian komunikasi dan
penguasaan bidang pekerjaan biasanya menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam mengikuti
wawancara. Berikut adalah cara menghadapi wawancara kerja yang baik dan benar:
1. Perhatikan Penampilan
Penampilan pada saat wawancara sangat penting dikarenakan penampilan mencerminkan
kepribadian seseorang. Perlu diperhatikan bahwa dalam penampilan wawancara kerja diusahakan
memakai pakaian formal, tidak bercelana jeans serta terlihat rapi baik dari segi pakaian ataupun
hal-hal lainnya
2. Datang Lebih Awal
Diusahakan untuk datang lebih awal dari waktu yang ditentukan dan jangan sampai membuat
sang penginterview menunggu karena akan mengurangi penilaian kedisplinan. Ditambah, dengan
datang lebih awal, kita bisa mempersiapkan emosi serta mengendalikan pikiran agar fokus pada
wawancara.
3. Bersikap Sopan dan Tegas
5
Diusahakan pada saat memasuki ruang interview, terlebih dahulu mengetuk pintu lalu
memberikan salam, dan segeralah menjabat tangan sang pewawancara dengan tegas. Menjabat
tangan dengan tegas ini berfungsi menunjukkan rasa antusias atas proses interview yang akan
berlangsung. Dan disarankan untuk memberikan wajah penuh senyum serta ramah untuk
menambah peluang keberhasilan wawancara.
4. Jawab Setiap Pertanyaan dengan Singkat dan Jelas
Ketika proses interview berlangsung, diusahakan untuk selalu melakukan kontak mata dengan
pewawancara. Kontak mata ini berfungsi untuk memberikan pandangan bahwa pribadi adalah
orang yang sangat serius untuk mendapat pekerjaan pada posisi yang diinginkan. Ketika ditanya,
berikan jawaban yang singkat dan jelas karena jika sebaliknya serta tidak menuju inti jawaban
pertanyaan yang diberikan, maka akan membuang waktu dan bisa jadi memberi penilaian kurang
baik dari sang pewawancara serta menciptakan kesan tidak memahami dan menangkap
pertanyaan yang diberikan.
5. Ciptakan Suasana Nyaman
Ciptakan suasana yang nyaman dengan pewawancara dan ajukan pertanyaan berkaitan dengan
pekerjaan yang sedang dilamar seperti bagaimana cara kerja perusahaan atau kegiatan yang
dilakukan perusahaan. Dengan itu, maka akan menciptakan kedekatan dengan pewawancara.
Selain itu, emosi perlu dikendalikan, seperti ketika ditanya alasan pindah dari perusahaan
sebelumnya maka jangan menyampaikan hal-hal yang buruk atau masalah dengan perusahaan
sebelumnya dan diusahakan menjawab pernyataan yang baik seperti untuk mendapat
pengalaman baru atau yang lainnya. Hal itu harus dilakukan demi menghindari penilaian buruk
mengenai karakter pribadi oleh pewawancara.
6. Perlihatkan Antusias Kerja
Berikan keyakinan terhadap perusahaan bahwa kita memang ingin memberikan kontribusi lebih
untuk memajukan perusahaan dan beruaya bekerja keras untuk mewujudkannya. Pada tahap ini,
kemampuan menjual keahlian pribadi adalah hal yang mutlak agar pewawancara yakin dengan
kemampuan yang anda miliki. Selain itu, tetapkan harapan untuk bekerja di perusahaan secara
proporsional agar bisa diterima perusahaan. Dan jangan lupa memberikan komitmen berupaya
memberikan yang terbaik demi perusahaan.
7. Ucapkan Terima Kasih
6
Ketika mengakhiri interview, perlu untuk mengucapkan terima kasih karena telah diberikan
kesempatan untuk menjelaskan mengenai kemampuan dan informasi mengenai diri sendiri
sehingga dapat menjadi acuan untuk bisa diterimak bekerja di perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Sutrisna. 2007. Komunikasi Bisnis. Yogyakarta. Andi Yogyakarta.
https://www.cermati.com/artikel/7-cara-interview-kerja-yang-baik