Anda di halaman 1dari 18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

2014

Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI / 2 (genap)
Materi Pokok : Pembelahan Sel
Alokasi Waktu : 8 X 45 Menit

A. KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif
dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. KOMPETENSI DASAR
1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur sesuai data dan fakta, disiplin, tanggung jawab,
dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan
pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta
damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan
dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun
di luar kelas/laboratorium.
3.4 Menganalisis proses pembelahan sel.
4.4 Menyajikan data hasil analisis pembelahan sel.

C. INDIKATOR
1. Membedakan dengan tepat pembelahan sel secara amitosis, mitosis dan meiosis secara
berkelompok sesuai dengan kajian literature.
2. Menganalisis dengan teliti proses pembelahan sel secara mitosis dan meiosis sesuai
dengan kajian literatur baik secara individu maupun kelompok.
3. Menyajikan data hasil analisis pembelahan sel secara mitosis dan meiosis dengan teliti,
jujur, sesuai data melalui praktikum dan kajian literature yang diperoleh.
4. Menghubungkan proses pembelahan sel dengan pewarisan sifat dengan tepat dan
berdasarkan kajian literature baik secara individu maupun kelompok.
5. Menyimpulkan proses pembelahan sel sebagai karunia Tuhan yang berperan dalam
proses kehidupan sesuai dengan data dan fakta yang diperoleh, sehingga menumbuhkan
rasa kagum dari pola pikir ilmiah baik di dalam kelas/laboratorium maupun di luar
kelas/laboratorium.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat membedakan dengan tepat pembelahan sel secara amitosis, mitosis,
dan meiosis secara berkelompok sesuai dengan kajian literature.
2. Peserta didik melakukan praktikum tentang pembelahan sel secara mitosis pada
tumbuhan dengan teliti, jujur dan bertanggung jawab.
3. Peserta didik dapat menganalisis dengan teliti proses pembelahan sel mitosis pada
tumbuhan sesuai dengan kajian literatur baik secara individu maupun kelompok.
4. Peserta didik dapat menganalisis dengan teliti proses pembelahan sel mitosis pada hewan
sesuai dengan kajian literatur baik secara individu maupun kelompok.
5. Peserta didik dapat menganalisis dengan teliti perbedaan gametogenesis pada hewan dan
tumbuhan tingkat tinggi secara berkelompok sesuai dengan kajian literature.
6. Peserta didik dapat menyajikan data hasil analisis pembelahan sel dengan teliti, jujur,
sesuai data berdasarkan kajian literature yang diperoleh.
7. Peserta didik dapat menghubungkan proses pembelahan sel dengan pewarisan sifat
dengan tepat baik secara individu maupun kelompok berdasarkan kajian literature.
8. Peserta didik dapat menyimpulkan pembelahan sel sebagai ciptaan Tuhan yang berperan
dalam proses kehidupan sesuai data dan fakta yang diperoleh, sehingga menumbuhkan
rasa kagum dari pola pikir ilmiah baik di dalam kelas/laboratorium maupun di luar
kelas/laboratorium.

E. MATERI PEMBELAJARAN
PEMBELAHAN SEL
Pembelahan sel terjadi melalui tahap-tahap tertentu. Tahap-tahap ini bertujuan untuk
mengatur informasi genetic induk yang akan diturunkan kepada sel anakan. Berdasarkan ada
atau tidaknya tahap-tahap tertentu dalam pembelahan sel, pembelahan sel dibagi menjadi tiga,
yaitu amitosis, mitosis, dan meiosis.
1. Amitosis
merupakan pembelahan sel yang terjadi secara langsung tanpa melalui tahap-tahap
pembelahan sel. Amitosis terjadi pada reproduksi aseksual organisme prokariotik,
misalnya bakteri.
2. Mitosis
Pembelahan mitosis merupakan proses yang menghasilkan dua sel anak yang identik.
Pembelahan mitosis terjadi secara tidak langsung karena melalui tahap-tahap fase
pembelahan, atau dikatakan sebagai pembelahan secara tidak langsung yang melibatkan
benang-benang gelendong untuk mengatur tingkah laku kromosom.
Mitosis terdiri atas 4 fase yaitu fase profase, metaphase, anaphase dan telophase terjadi
secara berurutan terlihat pada gambar dibawah ini yaitu:
3. Meiosis
Meiosis merupakan pembelahan sel yang spesifik karena berlangsung di waktu
pembentukan gamet-gamet saja. Pada pembelahan ini kromosom diperoleh dari keadaan
diploid (2n) menjadi haploid (n). Bedanya pada meiosis terjadi dua kali pembelahan yang
disebut meiosis I dan meiosis II.
Fase meiosis sebagai berikut:
a. Meiosis I

Gambar 11. Pemisahan kromosom homolog pada tahap meiosis I


(Sumber: Cambell. 2011)

b. Meiosis II

Gambar 12. Pemisahan kromatid saudara pada tahap meiosis I


(Sumber: Cambell. 2011)
Meiosis disebut juga pembelahan reduksi yaitu pembelahan sel induk diploid (2n)
menghasilkan empat sel anakan haploid (n). Pembelahan reduksi ini terjadi pada proses
pembentukan sel gamet (gametogenesis).
Tabel . Perbedaan pembelahan sel secara mitosis dan meiosis.
N MITOSIS MEIOSIS
O
1 Terjadi pada hampir semua sel somatic Hanya terjadi dalam alat pembiakan generatif
2 1x selama 1 daur Berlangsung dalam 2 tingkat selama satu
daur, yaitu meiosis I dan meiosis II
3 Pembelahan yang memisahkan kromatid Pada meiosis I terjadi pembelahan reduksi
serupa (sister chromatid) yang memisahkan kromosom homolog
dalam anaphase 1, pemisahan kromatid
serupa berlangsung selama meiosis II
4 Kromosom tidak berpasangan. Biasanya Kromosom-kromosom homolog
tidak terbentuk kiasmata, sehingga tidak berpasangan, dan biasanya terbentuk
terjadi pertukaran sifat-sifat genetik. kiasmata sehingga ada pertukaran sifat-sifat
genetic
5 1 sel diploid (2n) → 2 sel anakan (2n) 1 sel induk diploid (2n) → 4 sel anakan
∑ kromosom sel anak = ∑ kromosom sel haploid ∑ kromosom sel anak = ½ ∑
induk kromosom sel induk
6 Hsl mitosis dapat mengalami mitosis lagi Hasil dari meiosis tidak dapat mengalami
meiosis lagi, tetapi dapat mengalami mitosis
7 Mitosis dapat berlangsung sejak zigot dst Pada makhluk tingkat tinggi berlangsung
selama makhluk masih hidup Setelah makhluk itu mencapai umur hendak
membentuk gamet-gamet
(Sumber: Anonim, 2011. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/kul.mitosis_0.pdf)
Gametogenesis
Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet (sel kelamin) yang terjadi melalui
pembelahan meiosis. Gametogenesis berlangsung pada sel kelamin dalam alat
perkembangbiakan.
1) Gametogenesis Pada hewan.
a. Spermatogenesis
Spermatogenesis terjadi di dalam tubulus seminiferus. Di dalam tubulus seminiferus,
terdapat banyak sel induk sperma (spermatogonium). Spermatogonium bersifat diploid (2n),
mengandung 46 kromosom. Spermatogonium akan membelah secara mitosis menjadi
spermatosit primer. Spermatosit ini akan membelah pula secara meiosis menjadi dua
spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n). Haploid (n) artinya mengandung 23
kromosom atau setengah dari sel induk. Kemudian, setiap spermatosit sekunder akan
membelah lagi secara meiosis menjadi dua spermatosit sehingga terbentuklah empat
spermatid. Sel-sel spermatid tersebut akan mengalami pendewasaan menjadi sperma.

1) Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Tahap-tahap
oogenesis dapat terlihat pada gambar berikut.

Gametogenesis pada Tumbuhan


Pada tumbuhan, gametogenesis terjadi pada organ reproduksinya, yakni bunga. Pembentukan
gamet jantan terjadi pada alat reproduksi jantan (kotak spora) dan disebut mikrogametogenesis.
Adapun pembentukan gamet betina terjadi pada alat reproduksi betina (ovarium) dan disebut
megagametogenesis. Alat kelamin tumbuhan angiospermae jantan adalah stamen atau benang
sari. Pada organ ini, khususnya pada kepala sari, terbentuk mikrospora yang berkembang
menjadi serbuk sari atau polen.

Hubungan Pembelahan sel dengan pewarisan sifat.


Telah diuraikan bahawa sifat makhluk hidup tersimpan di dalam kromosom dalam bentuk
sepenggal DNA yang dikenal sebagai gen. Agar sifat-sifat induk dapat diwariskan kepada
keturunannya, maka diperlukan mekanisme pembagian gen. Mekanisme pembagian gen
pembawa sifat itu berlangsung pada proses pembelahan mitosis dan meiosis.
Pewarisan sifat dari induk ke anak dapat terjadi melalui mitosis, misalnya pada mahluk
hidup yang melakukan perkembangbiakan secara vegetative. Sementara mahluk hidup yang
melakukan perkembangbiakan secara generative melalui pembelahan meiosis.

F. METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model :
 Pertemuan I : Kooperatif Jigsaw
 Pertemuan II : Inquiri
 Pertemuan III : Kooperatif Jigsaw
 Pertemuan IV : STAD (Student Teams Achievement Devision)
3. Metode : Diskusi, ceramah, tanya jawab

G. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Media
 Video interaktif tentang pembelahan mitosis dan meiosis
 Charta tentang pembelahan mitosis dan meiosis
 PPT
2. Alat dan bahan :
 Alat dan bahan belajar : Buku, Laptop, LCD, karton, dan alat tulis menulis
 Alat-alat praktikum : Mikroskop, objek glass, gelas penutup, pengaduk, pipet
dan jarum preparat
 Bahan-bahan praktikum : Akar ujung bawah merah (Allium cepa), larutan HCL,
pewarnaan asetokarmin, larutan fiksasi, larutan alkohol 70 % dan gliserin.
3. Sumber belajar :
 LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
 Artikel (Wiki Media. 2010. L. Hubungan Antara Pembelahan Sel dan Pewarisan
Sifat 12.1. Diakses tanggal: 8 Juli 2014. Tersedia di:
http://www.crayonpedia.org/mw/F._Hubungan_Antara_Pembelahan_Sel_dan_Pewar
isan_Sifat_12.1; dll)

 Buku Biologi Camphbell. 2002. Biologi Edisi kelima jilid 1. Jakarta: Erlangga
 Kimball, John W. 1983. Biologi. Edisi kelima. Jilid 2. Jakarta: Erlangga
 Buku-buku/sumber lain yang relevan dengan materi pembelajaran
 Buku petunjuk praktikum

H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 X 45 Menit)
1. Kegiatan Awal (10 menit)
 Salam, Doa, Sebagai implementasi nilai religious
 Mengecek kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan referensi yang
berhubungan dengan materi.
 Pengkondisian kelas, sebagai implementasi nilai disiplin
Apersepsi:
Guru mengulas kembali materi pertumbuhan dan perkembangan dengan menanyakan
“mengapa tumbuhan dapat mengalami pertumbuhan dari kecil sampai besar”? Hal ini
dipengaruhi oleh apa? Harapan guru siswa menjawab “tumbuhan mengalami
pertumbuhan karena adanya pertambahan ukuran, masaa dan volume”. Guru melajutkan
pertanyaan “ pertambahan ukuran, massa dan volume tumbuhan pada tumbuhan ini
dipengaruhi oleh apa?” Harapan guru peserta didik menjawab “ pembelahan sel”. Dari
jawaban siswa guru menghubungkan dengan materi pembelahan sel.

Motivasi:
Guru memotivasi peserta didik: dengan menanyakan apa yang dimaksud dengan
pembelahan sel.
 Penyampaian Tujuan pembelajaran

2. Kegiatan inti (65 menit).


 Mengamati
1) Guru memperlihatkan video tentang pembelahan sel.
2) Peserta didik mengamati dan mengkaji video yang ditampilkan oleh guru.
 Menanya
Peserta didik diminta untuk membuat pertanyaan tentang materi yang ditampilkan
melalui video dalam bentuk tulisan dikertas.
 Mengumpulkan Data
1) Sebelumnya guru membagi peserta didik dalam 2 kelompok asal.
2) Guru membagi LKPD pada masing-masing kelompok. Peserta didik dalam
kelompoknya mendapatkan soal yang berbeda (peserta yang mendapat nomor
pertama membahas tentang amitosis, peserta nomor dua tentang mitosis, peserta
nomor tiga tentang meiosis).
3) Memberi waktu kepada kelompok asal untuk mendiskusikan LKPD dalam
kelompoknya.
4) Masing-masing Anggota yang memiliki nomor yang sama bertemu dalam
kelompok ahli untuk mendiskusikan materi sesuai dengan nomor permasalahan
pada LKPD dengan menggunakan berbagai sumber belajar seperti buku, internet,
charta dan sumber lain yang relevan.
5) Peserta didik mengisi LKPD berdasarkan informasi yang diperoleh melalui kajian
literature.
 Mengasosiasi
1) Setelah selesai diskusi dalam tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan
menginformasikan tentang materi yang diperolehnya ke anggota kelompoknya.
2) Bersama anggota kelompok asal menyimpulkan hasil pengamatan, diskusi, atau
informasi dari kajian literatur dengan membuat diagram/peta konsep mengenai
tahapan pembelahan amitosis, mitosis dan meiosis.
 Mengkomunikasi
1) Perwakilan kelompok dari tiap kelompok menjelaskan tentang pembelahan
amitosis, mitosis dan meiosis
2) Guru memberi kesempatan kepada siswa dari kelompok lain untuk memberikan
tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji.
3) Guru memberikan penguatan tentang materi-materi yang belum dipahami dan
sekaligus memebrikan pemaknaan tentang pembelahan sel.

3. Penutup (15 Menit)


 Bersama- sama dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang
relevan) kepada kelompok yang berkinerja dengan baik.
 Guru memberikan evaluasi kepada peserta didik.
 Memberikan tugas mandiri kepada peserta didik untuk mempersiapkan bahan-bahan
praktikum.
 Mengakhiri pertemuan dengan berdoa bersama dan mengucapkan salam

Pertemuan Kedua (2 x 45 menit )


1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
 Salam, Doa, Sebagai implementasi nilai religious
 Mengecek kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan referensi yang
berhubungan dengan materi.
 Pengkondisian kelas, sebagai implementasi nilai disiplin
Apersepsi:
Guru Menanyakan materi sebelumnya tentang “apa itu pembelahan mitosis”? Harapan
guru peserta didik menjawab “Pembelahan mitosis yaitu pembelahan yang terjadi pada
sel somatic (sel tubuh)”. Guru melanjutkan pertanyaan fase-fase apa yang yang terjadi
pada pembelahan secara mitosis? Harapan guru peserta didik menjawab “ profase,
metaphase, anaphase dan telofase.

Motivasi:
Guru memotivasi peserta didik dengan menyampaikan kegiatan praktikum yang akan
dilakukan untuk mengetahui pembelahan sel secara mitosis pada tumbuhan (akar
tanaman bawang merah).
 Penyampaian Tujuan pembelajaran.

2. Kegiatan Inti (65 Menit)


1) Menyajikan Fenomena
 Guru menyampaikan bahan-bahan yang akan digunakan dalam praktikum kepada
peserta didik yang tertulis dalam LKPD.
 Guru menyampaikan isi LKPD tentang cara kerja dalam melakukan praktikum
pembelahan mitosis pada fase interfase dan mitotik pada ujung akar bawang
merah (Allium cepa).
 Peserta didik mengamati isi artikel tentang pembelahan sel secara mitosis
2) Observasi
 Peserta didik mencermati ulang bacaan teks tentang tahapan pembelahan sel
secara mitosis pada tumbuhan yang telah ditugaskan sebelumnya dengan kasus
yang ada dalam artikel.
 Peserta didik mengamati video pembelahan sel secara mitosis yang ditayangkan
oleh guru.
 Peserta didik mengamati tentang tahap-tahap pembelahan mitosis pada fase
interfase dan mitotik pada ujung akar bawang merah (Allium cepa) dengan
berbagai perlakuan dengan benar dan teliti melalui mikroskop.

3) Rumusan Masalah
 Peserta didik merumuskan masalah bersadarkan bacaan artikel dan bacaan teks
tentang pembelahan sel secara mitosis, pengamatan terhadap video pembelahan sel
secara mitosis, dan berdasarkan hasil kegiatan praktikum tentang tahap-tahap
pembelahan mitosis pada fase interfase dan mitotik pada ujung akar bawang merah
(Allium cepa)
4) Pengajuan Hipotesis
 Berdasarkan rumusan masalah, guru meminta peserta didik merumuskan hipotesis
dalam bentuk opini terhadap permasalahan yang telah dirumuskan.
5) Pengumpulan Data
 Peserta didik mendiskusikan isi artikel, bacaan teks, tayangan video pembelahan
sel secara mitosis, dan hasil praktikum yang dilakukan untuk memahami tujuan
pembelahan sel secara mitosis.
6) Analisis Data
 Peserta didik mengidentifikasi tahapan-tahapan pembelahan sel secara mitosis
berdasarkan isi artikel, bacaan teks, tayangan video pembelahan sel secara mitosis,
dan hasil praktikum yang dilakukan.
 Peserta didik menganalisis tahapan-tahapan pembelahan sel secara mitosis
7) Penyusunan Kesimpulan:
 Peserta didik menuliskan kesimpulan dari hasil analisis data.

3. Penutup (15 Menit)


 Bersama- sama dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan evaluasi kepada peserta didik dengan memberikan tes tertulis
dipandu dengan lembar penilaian kognitif.
 Memberikan tugas mandiri kepada peserta didik.
 Mengakhiri pertemuan dengan berdoa bersama dan mengucapkan salam
Pertemuan ketiga (2 X 45 menit)

1. Kegiatan awal (10 Menit)


 Salam, Doa, Sebagai implementasi nilai religious
 Mengecek kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan referensi yang
berhubungan dengan materi.
 Pengkondisian kelas, sebagai implementasi nilai disiplin

Apersepsi:
Guru menanyakan kembali materi sebelumnya tentang pembelahan sel secara meiosis “
Dimanakah proses terjadinya pembelahan secara meiosis?” Harapan guru peserta didik
menjawab “sel-sel gamet” Guru menghubungkan pembelahan secara meiosis dengan
materi gametogenesis.

Motivasi:
 Guru memotivasi peserta didik dengan menanyakan apa itu gametogenesis.
 Penyampaian Tujuan pembelajaran

2. Kegiatan Inti (65 Menit)


 Mengamati
1) Guru memperlihatkan video tentang gametogenesis.
2) Peserta didik mengamati dan mengkaji diagram/gambar atau menonton animasi
tentang gametogenesis.
 Menanya
Peserta didik diminta untuk menuliskan pertanyaan berhubungan dengan materi yang
ditampilkan melalui video di selembar kertas yang telah disediakan
 Mengumpulkan Data
1) Sebelumnya guru membagi peserta didik dalam 3 kelompok asal.
2) Guru membagi LKPD pada masing-masing kelompok. Peserta didik dalam
kelompoknya mendapatkan soal yang berbeda (peserta yang mendapat nomor
pertama membahas tentang Spematogenesis, peserta nomor dua tentang
oogenesis, peserta nomor tiga tentang mikrosporogenesis, dan peserta nomor
empat tentang megasporogenesis)
3) Memberi waktu kepada kelompok asal mendiskusikan LKPD dalam
kelompoknya.
4) Masing-masing Anggota yang memiliki nomor yang sama bertemu dalam
kelompok ahli untuk mendiskusikan materi sesuai dengan nomor permasalahan
pada LKPD dengan menggunakan berbagai sumber belajar seperti buku, internet,
charta dan sumber lain yang relevan.
5) Peserta didik mengisi dan menuliskan/mencatat informasi yang sudah diperoleh di
dalam lembar LKPD berdasarkan hasil kajian pustaka.
 Mengasosiasi
1) Setelah selesai diskusi dalam tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan
menginformasikan tentang materi yang diperolehnya ke anggota kelompoknya.
2) Bersama anggota kelompok asal menyimpulkan tentang perbedaan proses
gametogenesis pada hewan melalui proses spermatogenesis dan oogenesis dengan
proses gametogenesis pada tumbuhan tingkat tinggi melalui tahap
mikrosporogenesis dan megasporogenesis.
 Mengkomunikasi
1) Perwakilan dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi.
2) Guru memberi kesempatan kepada siswa dari kelompok lain untuk memberikan
tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji.
3) Guru memberikan penguatan tentang materi-materi yang belum dipahami dan
sekaligus memberikan pemaknaan hubungan pembelahan sel dengan pewarisan
sifat.

3. Penutup (15 Menit)


 Bersama- sama dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang
relevan) kepada kelompok yang berkinerja dengan baik.
 Guru memberikan evaluasi kepada peserta didik dengan memberikan tes tertulis
dipandu dengan lembar penilaian kognitif.
 Memberikan tugas mandiri kepada peserta didik.
 Mengakhiri pertemuan dengan berdoa bersama dan mengucapkan salam

Pertemuan Keempat (2 x 45 menit )


1. Kegiatan awal (10 Menit)
 Salam, Doa, Sebagai implementasi nilai religious
 Mengecek kehadiran siswa dan meminta siswa untuk menyiapkan referensi yang
berhubungan dengan materi.
 Pengkondisian kelas, sebagai implementasi nilai disiplin.
Apersepsi:
Guru memperlihatkan foto keluarga (Ayah, ibu dan anak) dan menyuruh peserta didik
memperhatikan dan mengamati gambar yang ditampilkan. Adakah persamaan yang
kalian temukan antara orang tua dengan anaknya?

Motivasi:
Guru memotivasi peserta didik dengan penjelasan bahwa Pepatah mengatakan “Buah
jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Pepatah ini dapat diartikan, sifat seorang anak tidak akan
jauh dari sifat kedua orang tuanya. Kemiripan wajah antara orang tua dengan anaknya
merupakan salah satu bentuk pewarisan sifat. Tahapan awal yang menyebabkan
terjadinya pewarisan sifat adalah proses pembelahan sel. Guru menghubungkan materi
pembelahan sel dengan pewarisan sifat.
 Penyampaian Tujuan pembelajaran
2. Kegiatan Inti (65 Menit)
 Mengamati
Peserta didik diminta untuk mengamati dirinya sendiri dan anggota keluarga yang lain
dan melihat sifat-sifat yang mirip dengan anggota keluarganya dan mengamati video
tanaman yang di stek.
 Menanya
Peserta didik diminta membuat pertanyaan tentang hasil analisis diri tentang dirinya
sendiri dan hasil pemnagamtan video di kertas yang sudah disediakan oleh peserta
didik
 Mengumpulkan Data
1) Sebelumnya guru membagi peserta didik dalam 3 kelompok.
2) Guru membagi LKPD pada masing-masing kelompok.
3) Peserta didik mendiskusikan mengenai perbedaan antara keterkaitan pewarisan
sifat melalui pembelahan mitosis dan meiosis dengan menggunakan berbagai
sumber belajar seperti buku, internet dan sumber lain yang relevan dalam
kelompoknya.
4) Peserta didik mengakaji literatur mengenai materi sesuai dengan permasalahn
yang dikaji dalam kelompok itu.
5) Peserta didik mengisi LKPD berdasarkan informasi yang diperoleh melalui kajian
literature.
 Mengasosiasi
Bersama dengan anggota kelompoknya berdiskusi tentang perbedaan keterkaitan
pewarisan sifat melalui pembelahan mitosis dan meiosis
 Mengkomunikasi
1) Perwakilan kelompok dari tiap kelompok memaparkan hasil diskusinya secara
lisan tentang perbedaan keterkaitan pewarisan sifat melalui pembelahan mitosis
dan meiosis
2) Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan tanggapan
terhadap hasil diskusi kelompok penyaji.
3) Guru memberikan penguatan tentang materi-materi yang belum dipahami dan
sekaligus memberikan pemaknaan hubungan pembelahan sel dengan pewarisan
sifat.
3. Kegiatan penutup (20 Menit)
 Bersama- sama dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan pembelajaran.
 Peserta didik menjawab kuis individual tentang hubungan pembelahan sel dengan
pewarisan sifat.
 Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang
relevan) kepada kelompok yang berkinerja dengan baik.
 Memberikan tugas mandiri kepada peserta didik.
 Mengakhiri pertemuan dengan berdoa bersama dan mengucapkan salam.

I. PENILAIAN HASIL BELAJAR


a) Teknik penilaian :
Teknik Penilaian Bentuk istrumen
Penilaian Proses Lembar pengamatan sikap
Lembar pengamatan penilaian keterampilan
Tes tertulis Objektif, essay

b) Prosedur penilaian :
N Teknik Waktu
Aspek yang dinilai
o penilaian penilaian
1 Sikap Lembar Selama
a. Rasa ingin tahu (A1) pengamatan pembelajaran
b. Kejujuran (A2) penilaian dan selama
c. Ketelitian (A3) sikap. diskusi
d. Tanggung jawab (A4)
e. Keterampilan berkomunikasi (A5)

2 Pengetahuan Tes Tertulis Penyelesaian


a. Membedakan pembelahan sel secara amitosis, tugas
mitosis dan meiosis kelompok
b. Menganalisis proses pembelahan sel secara dan individu
mitosis dan meiosis
c. Menyajikan data hasil analisis pembelahan
sel secara mitosis dan meiosis dengan teliti,
jujur, sesuai data melalui praktikum dan
kajian literature yang diperoleh.
d. Menghubungkan proses pembelahan sel
dengan pewarisan sifat
3 Keterampilan Lembar Presentasi,
a. Mengidentifikasi (P1) pengamatan dan dialog
b. Mendemonstrasikan (P2) penilaian saat diskusi
c. Mempraktekan ( P3) keterampilan
d. Melaksanakan sesuai standar (P4)
e. Mengerjakan (P5)
f. Mengatur kembali (P6)
g. Menciptakan (P7)

..................,.........20....
Mengetahui Guru Mapel
Kepala Sekolah

(.................................) (.....................................)
NIP.............................. NIP.................................