Anda di halaman 1dari 42

BEYOND USE DATE (BUD)

Anugraheny Ayu Paramita, S.Farm., M.Farm.Klin., Apt.


PELATIHAN PERAN FARMASIS DALAM PENGELOLAAN OBAT-OBAT HIGH ALERT
30 JUNI 2018
LATAR BELAKANG (1)
SKAI 2016

UNIT KOMPETENSI 3.1


Penyiapan Sediaan Farmasi

Kompetensi Inti: 3.1.7 Menyiapkan etiket dan label sesuai kebutuhan,


Mampu melakukan penyiapan termasuk penyimpanan, ED (Expiration Date) atau
sediaan farmasi sesuai standar. BUD (Beyond Use Date ).
LATAR BELAKANG (2)
UNIT KOMPETENSI 5.2
Formulasi Sediaan Farmasi

Kompetensi Inti:
Mampu menetapkan formula yang tepat, sesuai
standar dan ketentuan perundang-undangan.

5.2.4 Merancang kemasan, label & brosur/leaflet sediaan


farmasi, serta memastikan ketersediaan informasi
yang dibutuhkan, a.l. ED (Expiration Date), BUD
(Beyond Use Date), pelarut, kompatibilitas, kondisi
penyimpanan.
LATAR BELAKANG (3)

Kurangnya Kontaminasi Kualitas hidup


Memperlama Morbiditas &
monitoring produk dan pe↓an
MRS mortalitas ↑
kualitas produk kesembuahan
LATAR BELAKANG (4)

o Kemungkinan terjadinya kontaminasi pada penyimpanan yang


sudah baik :
a. Dilakukan oleh personal yang sudah terstandar
0.1% (1 dari 1000 sediaan yang diproduksi)
b. Rerata kontaminasi yang terjadi sesuai literatur
0.3% – 16%
o Keselamatan Pasien : Yaitu melindungi pasien dari bahaya atau
efek fatal terhadap pertumbuhan mikroorganisme yang cepat
o Waktu penyimpanan : harus lebih besar dari nol tetapi kurang dari
positif tak terhingga
BEYOND USE DATE
 ≈ stabilitas obat yaitu kemampuan suatu obat untuk bertahan dalam batas yang
ditetapkan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan dimana sifat dan
karakteristiknya sama dengan yang dimilikinya pada saat dibuat
 Berbeda dengan Expired Date Obat
 Dihitung oleh apoteker setelah melakukan penyiapan / pencampuran / repacking
obat

Menjamin keamanan dan efektivitas produk obat


yang dapat menyelamatkan nyawa (life savig)
atau menghindari kecacatan
BUD VS ED
Beyond Use Date EXPIRED DATE
waktu stabilitas obat yang telah dilakukan Tanggal ditempatkan pada wadah / label
perubahan kondisi (dilarutkan atau produk obat selama satu batch produk si dan
repacking) untuk keperluan pengobatan diharapkan tetap stabil saat penyimpanan
pasien. BUD ditetapkan berdasarkan kriteria sesuai dengan standar yang ditetapkan
stabilitas mikrobiologi, fisika, dan kimia sebelum produk tersebut dibuka.

Tidak perlu persetujuan FDA/BPOM Disetujui oleh FDA/BPOM

Produk Racikan Produk Komersial

Dinyatakan dalam ―jam, tanggal/hari atau Biasanya dinyatakan dalam ―bulan dan atau
bulan‖ tahun‖
Ditentukan setelah studi ekstensif dari stabilitas
Ditentukan setelah peracikan
produk  Produsen

Dituliskan oleh Farmasis Rumah Sakit Dituliskan oleh Pabrik Pembuatannya

Tanggal BUD tidak boleh lebih lama dari


tanggal expired date produsen dan sering -
mungkin lebih pendek
MENGAPA HARUS DIGUNAKAN BUD ?
MASALAH PENENTUAN BUD
Tidak mungkin
Banyak Ketidakstabilan
Stabilitas formulasi saat menggunakan ED
yang tidak terdeteksi
pencampuran sering tidak produsen untuk
tanpa menggunakan
diketahui memperkirakan BUD
peralatan analitik
formulasi racikan

USP 24/NF19 <795>


BUD produk non steril dikemas dalam wadah kedap, wadah tahan terhadap
sinar/cahaya, dan disimpan pada suhu kamar terkontrol, kecuali disebutkan lain
SEDIAAN PADAT DAN CAIR YANG BEBAS AIR
o Jika sumber bahan/obat

- Produk obat produksi (berasal dari industri/produsen), BUD tidak lebih


dari 25% dari sisa waktu ED-nya, atau 6 bulan, mana yang lebih
dulu/cepat itu yang diambil

o Zat USP atau NF (serbuk obat murninya), maka BUD-nya tidak lebih 6
bulan

SEDIAAN MENGANDUNG AIR


o Bila dibuat dari bahan-bahan bentuk padat, BUD-nya harus tidak lebih
dari 14 hari bila disimpan pada suhu dingin
BUD
BENTUK SEDIAAN LAIN - LAIN

o BUD-nya tidak lebih dari durasi terapi atau 30 hari, mana yang lebih
dulu/lebih cepat itulah yang dipilih
BUD UNTUK SEDIAAN STERIL

o Kompleks, penuh dengan tanggung jawab dan risiko


o Harus dipahami sepenuhnya risiko dan ketidaksterilan
o Mengidentifikasi dan hati-hati menafsirkan stabilitas kimia dari sumber-
sumber yang tersedia
o Bertujuan mencegah bahaya kesakitan termasuk kematian pada pasien
5 MASALAH UTAMA PERACIKAN SEDIAAN
STERIL
1. Kontaminasi mikroba (tidak steril)
2. Endotoksin bakteri yang berlebihan (pirogen)
3. Variabilitas dalam kandungan dengan jumlah bahan yang benar
4. Kontaminan – kontaminan kimia dan fisik yang tidak diinginkan
5. Bahan dengan kualitas yang tidak layak pada sediaan
TINGKAT RESIKO KONTAMINASI PENYIAPAN OBAT (1)
TINGKAT RESIKO KONTAMINASI PENYIAPAN OBAT (2)
o High Risk Level
Contoh : Menghitung dan mencampur komponen steril dengan menggunakan
alat non steril sebelum proses sterilisasi, Mencampur sediaan obat dengan
serbuk nutrisi untuk dijadikan larutan dengan tahap akhir dilakukan sterilisasi
o Medium Risk Level
Contoh : Transfer volume dari beberapa ampul atau dan vial ke dalam satu
atau lebih wadah steril (infus)
o Low Risk Level
Contoh : Mengambil sediaan dari ampul, vial, botol menggunakan spuit
PENYEBAB KONTAMINASI

o Kontaminasi mikroba (contoh : organisme mikroba, spora, endotoksin)


o Kontaminasi fisika dan kimia (contoh : bahan kimia, material fisika)
o Kontaminasi personal dan instrumen (solid dan liquid)
o Kontaminasi komponen non steril yang digunakan sebelum tahap
sterilisasi
o Kontaminasi dari bentuk sediaan yang non steril
STABILITAS FISIKA
Stabilitas fisika adalah ketahanan profil sifat fisika dari suatu produk yang
tergantung waktu dan perlakuan terhadap obat suntik, contoh:

 Emulsi lemak i.v dapat terjadi pemisahan fasa air dan minyak bila
terpapar bahan oksidan dan panas berlebih

 Diazepam injeksi dapat mengendap bila dilarutkan dengan jumlah


pelarut yang tidak sesuai
STABILITAS KIMIA
Stabilitas kimia suatu obat adalah lamanya waktu suatu obat untuk
mempertahankan integritas struktur kimia dan potensinya seperti yang
tercantum dalam label obat suntik, contoh

 Sefalosporin dan penicillin akan mengalami hidrolisis dalam pelarut air

 Amikacin dapat mengalami oksidasi akibat paparan oksigen dari udara


STABILITAS MIKROBIOLOGI
Stabilitas mikrobiologi suatu sediaan adalah keadaan di mana sediaan
tetap bebas dari mikroorganisme atau memenuhi syarat batas
miroorganisme hingga batas waktu tertentu

 Sediaan infus KCl 25 mEQ/L yang dibuat oleh RS dalam LAFC dapat
bertahan steril selama 14 hari dalam suhu ruang
FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STABILITAS
OBAT
o Kelembaban

o Sinar Matahari
o Suhu/Temperatur

o Kondisi Wadah Penyimpanan


o Kontaminasi Mikroorganisme
o Interaksi Dengan Bahan Lain
EFEK TIDAK DIINGINKAN YANG POTENSIAL
DARI KETIDAKSTABILAN PRODUK FARMASI
 Hilangnya zat aktif
 Naiknya konsentrasi zat aktif
 Bioavailabilitas berubah
 Hilangnya keseragaman kandungan
 Menurunnya status mikrobiologis
 Hilangnya elegansi produk & ―patient acceptability‖
 Pembentukan hasil urai yang toksik
 Hilangnya kekedapan kemasan

(Carstensen 2000 & Martin et al. 2006)


EVOLUSI PENYIAPAN OBAT SUNTIK DI USA

Adapted From: ASHP Guidelines on Compounding Sterile Preparations in: Drug Distribution and Control: Preparation and Handling–Guidelines, p 81-100
STANDAR FASILITAS UNTUK PENYIAPAN OBAT SUNTIK

Adapted From: ASHP Guidelines on Compounding Sterile Preparations in: Drug Distribution and Control: Preparation and Handling–Guidelines, p 81-100
KUALIFIKASI RUANGAN PENYIAPAN OBAT SUNTIK

Adapted From: USP <797>: Pharmaceutical Compounding—Sterile Preparations, 2018


KRITERIA RESIKO MENURUT USP (1)
KRITERIA RESIKO MENURUT USP (2)

Adapted From: USP <797>: Pharmaceutical Compounding—Sterile Preparations, 2018


REKOMENDASI BEYOND USE DATE
Tanpa uji sterilitas, penyimpanan obat direkomendasikan tidak melebihi waktu
yang telah ditentukan untuk mengurangi risiko kontaminasi mikroba

Risiko Rendah Risiko Sedang Risiko Tinggi

Suhu Ruang
<48 Jam <30 Jam <24 Jam
15 - 25ºC
Suhu Lemari
Pendingin <14 Hari <7 Hari <3 Hari
2 - 8ºC

Freezer
<45 Hari <45 Hari <45 Hari
<18ºC
CONTOH BEYOND USE DATE

 BUD menggunakan data stabilitas kimia bila stabilitas kimia lebih pendek
daripada stabilitas mikrobiologi. Contoh: Dosetaksel harus dipergunakan habis
sebelum 4 jam untuk menghindari degradasi kimia dosetaksel meskipun
disiapkan dalam BSC dengan teknik aseptik

 BUD menggunakan data stabilitas mikrobiologi bila stabilitas mikrobiologi lebih


pendek dari stabilitas kimia. Contoh: amikasin yang disiapkan di ruangan dan
disimpan dalam lemari es harus dibuang setelah 14 hari untuk mencegah
pemberian obat yang tidak steril kepada pasien

 Beyond Use Date dapat diperpanjang sesuai dengan hasil uji sterilitas
PENYIMPANAN SEDIAAN STERIL YANG TELAH
DIREKONSTITUSI (1)
o Harus diberikan label dengan informasi: nama pasien, nomer rekam
medis, nama pasien, kekuatan, suhu penyimpanan, dan expired date
PENYIMPANAN SEDIAAN STERIL YANG TELAH
DIREKONSTITUSI (2)
o Sediaan steril bentuk vial atau ampul harus dibuang:

o 24 jam apabila disimpan dalam suhu ruang

o 72 jam apabila dalam lemari pendingin

o Sediaan steril untuk penggunaan berulang harus dibuang dalam waktu


maksimal 28 hari setelah digunakan pertama kali
o Multi dosis dalam sediaan vial
o Sharing use
o BUD 28 hari
o Heparin untuk uji BGA
CEFTRIAXONE
HAL YANG TIDAK BOLEH DALAM MENYIMPAN OBAT
SUNTIK
o Menyimpan obat suntik yang tidak segera digunakan dalam spuit
o Menyimpan obat suntik dalam wadah tanpa label
o Menyimpan obat suntik tercampur dengan obat suntik lain
o Menyimpan obat suntik bersama sediaan non steril, makanan, dan produk darah
o Menggunakan obat suntik rekonstitusi yang telah disimpan dan tidak diketahui
waktu kadaluarsanya
INFORMASI BUD DAN STABILITAS OBAT

o Drug Information Handbook


Trissel’s Stability of Compounded Formulations, 5th Edition, 2012
o Literatur primer
Pubmed
International Journal of Pharmaceutical Compounding (IJPC)
member
o Literatur tersier
http://paddocklabs.com
http://www.nationwidechildrens.org/outpatient-pharmacy-services
o USP chapter 795
o USP chapter 797
DAFTAR PUSTAKA

o Departemen Kesehatan RI, 2009. Buku Pedoman Pencampuran Obat


Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatika. Jakarta: Percetakan Depkes

o ASHP Board, 2013. Drug Distribution and Control: Preparation and


Handling–Guidelines. New York: ASHP Press

o USP <797>: Pharmaceutical Compounding—Sterile Preparations, 2018

o USP <795>: Pharmaceutical Compounding—non Sterile Preparations,


2018
TERIMA KASIH