Anda di halaman 1dari 52

Tugas Kelompok Kecil

Holilur rohman (201710070311138)


Anisa Qurota Ayun (201710070311160)
Biologi 5D

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Malang


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas / Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : Proses pada Sel
Alokasi Waktu : 3 minggu x 2 jam pelajaran

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai baguan dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar


3.2. Menganalis berbagai bioproses a. Membuat model tentang bioproses
dalam sel yang meliputi yang terjadi berdasarkan studi
mekanisme transpor membran, literatur dan percobaan
reproduksi dan sintesis protein

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

3.2.1 Menganalisis mekanisme transport 4.2.1 Membuat model tentang bioproses


membran yang terjadi dalam sel berdasarkan
studi literatur dan percobaan
3.2.2 Menganalisis sintesis protein untuk
menyusun sifat morfologis dan
fisiologis sel
3.2.3Menganalisis reproduksi sel sebagai
kegiatan untuk membentuk
morfologi tubuh dan
memperbanyak tubuh

C. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui pengamatan visul peserta didik diharap mampum menganalisis mekanisme
transpor membran difusi sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup.
dengan tepat.
2. Melalui diskusi kelompok peserta didik diharap mampu menganalisis sintesis protein
untuk menyusun sifat morfologis dan fisiologis sel dengan jelas.
3. Melalui diskusi kelompok peserta didik diharap mampu menganalisis reproduksi sel
sebagai kegiatan untuk membentuk morfologi tubuh dan memperbanyak tubuh dengan
tepat.
4. Membuat model tentang bioproses yang terjadi dalam sel berdasarkan studi literatur
dan percobaan.
D. Materi Pembelajaran
1. Tranpor membran
2. Sintesis protein untuk menyusun sifat morofologis dan fisiologis sel
3. Reproduksi sel sebagai kegiatan untuk membentuk morfologi tubuh dan
memperbanyak tubuh.
a. Materi Faktual
a. Proses difusi sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup
b. Proses osmosis sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup
c. Proses transport aktif sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup
d. Proses endositosis sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup
e. Proses eksositosis sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup
f. Proses reproduksi sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup
g. Proses sintesis protein sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup

b. Materi konseptual

Proses pada sel yang meliputi: mekanisme transpor pada membrane :


a. Difusi, osmosis, sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup
b. Transpor aktif, sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup
c. Endositosis, dan eksositosis, sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem
hidup
d. Reproduksi, sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup
e. Sintesis protein sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup

c. Prosedural
a. Difusi, osmosis, sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup
b. Transpor aktif, sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup
c. Endositosis, dan eksositosis, sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem
hidup
d. Metakognitif
a. Menganalisis sintesis protein untuk menyusun sifat morfologis dan fisiologis
sel
b. Membuat model tentang bioproses yang terjadi dalam sel berdasarkan studi
literatur dan percobaan

E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan pembelajaran: Pendekatan Scientific
2. Model pembelajaran: Discovery Learning
3. Metode pembelajaran: Tanya jawab, wawancara, diskusi dan bermain peran
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media pembelajaran: PPT dan video yang relevan
2. Alat dan bahan: Laptop, smartphone, LCD proyektor, speaker, spidol, papan tulis, dan
Wifi Internet
3. Sumber Pembelajaran:
 Campbell, N. A & Reece, J. B. (2012). BIOLOGI Edisi 8, Jilid 2. Jakarta :
Erlangga.
 Maniam, M. B. S & Yusa. (2016). BIOLOGI. Jakarta : Grafindo
 Sulistyowati, Endah. (2006). BIOLOGI. Klaten : Intan Pariwara
 Lingkungan sekitar

G. Langkah Kegiatan/Skenario Pembelajaran


1) Pertemuan ke-1 ( 3 x 45 menit): Transpor Membran Dan Sintesis Protein Untuk
Menyusun Sifat Morfologis Dan Fisiologis Sel.
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

Pendahuluan Memberi salam Peserta didik menjawab Religius 15


menit
Mempersilakan peserta Peserta didik berdoa
didik berdoa sesuai keyakinan

Mengecek kehadiran peserta Diharapkan peserta Disiplin


didikdan mengkondisikan didik menjawab “Baik
suasana kelas dengan cara bu”Jawaban alternatif
menyapa dan menanyakan jika peserta didik tidak
kabar peserta didik. menjawab sesuai
“Bagaimana kabar kalian harapan “Apapun
hari ini ?”. kondisi kalian saat ini,
harus tetap semangat ya
dalam menuntut ilmu”.
Melakukan apersepsi
Diharapkan peserta
Keaktifan
dengan mengajukan
didik menjawab “sudah,
pertanyaan yang
bu”. Diharapkan peserta
berhubungan dengan materi
didik menjawab “ingat,
sebelumnya. “Pada kelas
bu mengenai sel”.
pertemuaan minggu lalu,
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

kalian pasti sudah Jawaban alternatif jika


mempelajari tentang sel peserta didik tidak
kan?”. menjawab sesuai
harapan : “Jadi sel itu
membahas tentang unit
struktural dan
fungsional terkecil mah
“Nah, coba kalian pikirkan kluk hidup..”
bagaimana transport
Diharapakan peserta
membran dan sintesis
didik menjawab :
protein untuk menyusun
“Mekanisme Transpor
sifat morfologi dan
pada Membran
fisiologis sel ?
Sel yang meliputi
Difusi, Osmosis,
Transpor Aktif, serta
Eksositosis dan
Endositosis bu”.
Jawaban alternatif jika
peserta didik tidak
menjawab sesuai
harapan : “Mekanisme
Transpor pada
Membran Sel yang
meliputi Difusi,
Osmosis, Transpor
Aktif, serta Eksositosis
dan Endositosis.”

Memotivasi peserta didik Bersyukur atas Imtak, cinta


sesuai dengan materi yang kebaikan Tuhan lingkungan,
akan diajarkan.“Anak-anak dan cinta
manfaat dari mempelajari tanah air,
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

transpor membran dan


sintesis protein untuk
menyusun sifat morfologi
dan fisiologis sel adalah
supaya kita mengetahui
lebih dalam lagi apa yang
terdapat dalam sel sehingga
kita dapat lebih mensyukuri
serta menghargai
keberadaan tumbuhan yang
merupakan makhluk ciptaan
Allah SWT.

Menyampaikan cakupan Peserta didik


materi yang akan dipelajari memahami cakupan
yaitu ” transpor membran materi
dan sintesis protein untuk
menyusun sifat morfologi
dan fisiologis sel.
Menyampaikan tujuan Peserta didik
pembelajaran, alokasi mendengarkan
waktu, dan skenario
pembelajaran.

Kegiatan Inti Sintaks Pembelajaran


Discovery learning
Kegiatan Literasi Peserta didik Mandiri, 5menit
Tahap 1: Stimulation melakukan kegiatan disiplin,
(Stimulasi/pemberian literasi yang dilakukan sikap
rangsangan) di rumah dan di sekolah peduli,tangg
Peserta didik diberi dengan membaca uh
motivasi/rangsangan untuk materi dari buku paket menghadapi
memusatkan perhatian pada atau buku-buku masalah dan
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

topik materi transpor penunjang lain, dari tanggung


membran dan sintesis internet yang jawab
protein untuk menyusun berhubungan dengan
sifat morfologi dan transpor membran dan
fisiologis sel dengan cara : sintesis protein untuk
Melihat menyusun sifat
1) Guru menanyangkan morfologis dan
gambar tentang fisiologis sel
transpor membran
Mengamati
2) Guru memberi lembar
kerja materi transpor
membran dan sintesis
protein untuk
menyusun sifat
morfologi dan fisiologis
sel
3) Guru memberi contoh-
contoh maeri transpor
membran dan sintesis
protein untuk
menyusun sifat
morfologi dan fisiologis
sel untuk
dikembangkan peserta
didik dari media
interaktif.
Menulis
4) Peserta didik diberi Peserta didik menulis
kesempatan untuk resume dari hasil

menulis resume dari pengamatan


hasil pengamatan dan
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

bacaan terkait transpor


membran dan sintesis
protein utuk menyusun
sifat morfologis dan
fisiologis .
Mendengar
Peserta didik
5) Guru memberi materi
mendengarlan dan
transpor membran dan
memahami materi yang
sintesis protein untuk
disampaikan
menyusun sifat
morfologis sel.
Menyimak
6) Guru menjelaskan
pengantar kegiatan
secara garis besar
tentang materi transpor
membran dan sintesis
protein untuk
menyusun sifat
morfologis dan
fisiologis sel.

Critical Thinking Kreatif 10


(Berpikir Kritis) menit
Berpikir
Tahap 2: Problem
kritis
statement (pernyataan/
identifikasi masalah) Kolaborasi

Melihat Kreativitas
Peserta didik
7) Guru memberikan
mengidentifikasi rasa ingin
kesempatan pada
gambar dan menjawab tau,
peserta didik untuk
pertanyaan
mengidentifikasi
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

sebanyak mungkin
pertanyaan yang
berkaitan dengan
gambar yang disajikan
dan akan dijawab
memalui kegiatan
mengajukan pertanyaan
mengenai materi
transpor membran dan
sintesis protein untuk
menyusun sifat
morfologis dan
fisiologis sel
Kegiatan Literasi Sikap 15
Tahap 3: Data collection peduli menit
(pengumpulan data)
Teliti
Peserta didik
mengumpulkan informasi Cermat

yang relevan untuk Berkomunik


menjawab pertanyaan yang asi
telah diidentifikasi melalui
Menghargai
kegiatan :
pendapat
Mengamati objek atau
kejadian Sopan
2) Guru meminta peserta Peserta didik
Jujur
didik mengamati dengan mengamati dengan
seksama materi transpor seksama materi transpor
membran dan sintesis membran dan sintesis
protein untuk menyusun protein untuk menyusun
sifat morfologis dan sifat morfologis dan
fisiologis sel yang fisiologis sel yang
sedang dipelajari dalam sedang dipelajari dalam
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

bentuk gambar. bentuk gambar.


Membaca sumber lain selain
dari buku
3) Guru mengarahkan
peserta didik mencari Peserta didik mencari
dan membaca berbagai dan membaca berbagai
refrensidari berbagai refrensi dari berbagai
sumber guna menambah sumber
pengetahuan dan
pemahaman tentang
materi transpor
membran dan sintesis
protein untuk menyusun
sifat fisiologis dan
morfologis sel yang
telah dipelajari
Tanya jawab dengan
narasumber
4) Guru menyusun daftar Peserta didik menawab
pertanyaan yang pertanyaan dari guru
berkaitan dengan materi
transpor membran dan
sintesis protein untuk
menyusun sifat
fisiologis dan
morfologis sel
Collaboration (Kerja Sama)
5) Guru membagi peserta Peserta didik berada di
didik ke dalam kelompoknya
kelompok yang
beranggotakan 4-5
orang. Ketentuan
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

pembagian kelompok
harus heterogen dilihat
dari perbedaan jenis
kelamin, perbedaan
kemampuan tinggi,
sedang dan rendah,
perbedaan suku, serta
perbedaan ekonomi.
6) Guru memfasilitasi Peserta didik bersama-
peserta didik untuk sama membahas contoh
bersama-sama dalam buku paket
membahas contoh dalam mengenai materi
buku paket mengenai transpor membran dan
materi transpor sisntesi prostein untuk
membran dan sisntesi menyusun sifat
prostein untuk morfologis dan
menyusun sifat fisiologis sel
morfologis dan
fisiologis sel
7) Guru meminta peserta Peserta didik untuk
didik untuk mencatat mencatat semua
semua informasi tentang informasi tentang
materi transpor materi transpor
membran dan sintesis membran dan sintesis
protein untuk menyusun protein untuk menyusun
sifat morfologis dan sifat morfologis dan
fisiologis sel. fisiologis sel.
8) Guru meminta peserta Peserta didik untuk
didik untuk mengkomunikasikan
mengkomunikasikan secara lisan atau
secara lisan atau mempresentasikan
mempresentasikan materi dengan rasa
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

materi dengan rasa percaya diri dari


percaya diri dari transpor membran dan
transpor membran dan sintesis protein untuk
sintesis protein untuk menyusun sifat
menyusun sifat morfologis dan
morfologis dan fisiologis sel sesuai
fisiologis sel sesuai dengan pemahamannya.
dengan pemahamannya.
9) Guru memberi Peserta didik saling
kesempatan kelompok bertukar informasi
lain untuk saling tentang materi transpor
bertukar informasi membran dan sintesis
tentang materi transpor protein untuk menyusun
membran dan sintesis sifat morfologis dan
protein untuk menyusun fisiologis sel.
sifat morfologis dan
fisiologis sel.

Collaboration (kerja sama ) Peserta didik berdiskusi Berpikir 15


dan Critical Thinking di kelompok kritis menit
(berpikir kritik)
Tahap 4 Data processing
(pengolahan data )
1) Guru memfasilitasi Peserta didik dalam
peserta didik dalam kelompoknya
kelompoknya untuk berdiskusi mengolah
berdiskusi mengolah dan dan hasil pengamatan
hasil pengamatan tentang materi Transpor
tentang materi Transpor membran dan sintesis
membran dan sintesis protein untuk menyusun
protein untuk menyusun sifat morfologis dan
sifat morfologis dan fisiologis sel.
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

fisiologis sel.
2) Guru meminta peserta Peserta didik untuk
didik untuk mengolah mengolah informasi
informasi dari materi dari materi Transpor
Transpor membran dan membran dan sintesis
sintesis protein untuk protein untuk menyusun
menyusun sifat sifat morfologis dan
morfologis dan fisiologis sel yang
fisiologis sel yang sudah sudah dikumpulkan dari
dikumpulkan dari hasil hasil kegiatan yang
kegiatan yang sedang sedang berlangsung
berlangsung pada pada LKPD.
LKPD.

Critical Thinking (Berpikir Peserta didik


kritis) mengkonfirmasi hasil
Tahap 5 :Verification diskusi
(pembuktian) Keberanian
Peserta didik yang lain
Membaca berbicara
diberi kesempatan
didepan 10
1) Guru memfasilitasi untuk bertanya dan
umum menit
peserta didik untuk menyampaikan
mengkonfirmasi hasil pendapatnyauntuk Berpikir

pekerjaannya dengan menanggapi kritis

bahan bacaan, materi di


buku paket, dan sumber
lainnya yang relevan.
Communication
(Berkomunikasi)
Tahap 6: Generalization
5 menit
(menarik
kesimpulan/generalisasi)
Menyimak
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

1) Guru bersama peserta


didik menyimpulkan
Peserta didik
tentang point-point
menyimpulkan tentang
penting yeng muncul
point-point penting
dalam kegiatan
yeng muncul dalam
pembelajaran.
kegiatan pembelajaran.

Penutup Umpan balik/Refleksi: Apa Peserta didik Pemahaman 10


manfaat pembelajaran hari memberikan umpan menit
ini? balik-refleksi

Tindak lanjut/pemberian Peserta didik menyimak


tugas: membuat model materu yang harus
tentang bioproses disiapkan untuk
pertemuan berikutnya

Memberikan penghargaan Peserta didik yang


kepada kelompok yang mendapatkan
paling aktif penghargaan maju
kedepan

Mengucapkan salam Peserta didik menjawab


salam

Pertemuan ke-2 (2 x 45 menit) : Stuktur, Fungsi Organ Tanaman (akar-batang-daun),


Pengamatan Jaringan dan Organ Tanaman (akar-batang-daun)
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

Pendahuluan Mengucapkan salam, Peserta didik Religius 15


Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

peserta didik menjawab menjawab menit


salam

Meminta salah satu peserta Peserta didik berdoa Religius


didik untuk memimpin doa sesuai keyakinan
bersama (jika pertemuan di
jam pertama)

Mengecek kehadiran Diharapkan peserta Disiplin


peserta didik dan didik menjawab “Baik
mengkondisikan suasana bu”. Jawaban
kelas dengan cara alternatif jika peserta
menyapa dan menanyakan didik tidak menjawab
kabar peserta didik. sesuai harapan
“Bagaimana kabar kalian “Apapun kondisi
hari ini ?” kalian saat ini, harus
tetap semangat ya
dalam menuntut
ilmu”.
“Pada minggu lalu, kita
“Jaringan adalah
sudah mempelajari
kumpulan sel yang
mengenai struktur dan
mempunyai bentuk
fungsi jaringan pada
dan fungsi sama
tumbuhan. Coba kita
sedangkan organ
review sedikit materi
adalah kumpulan
sebelumnya”. “Apakah
jaringan untuk
yang dimaksud dengan
mendukung suatu
jaringan? Apakah semua
fungsi.” Jawaban
jaringan menyusun setiap
alternatif jika peserta
organ tumbuhan?”
didik tidak menjawab
sesuai harapan:
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

“Diingat lagi materi


minggu kemarin, ayo
dibaca lagi catatannya
“Setelah minggu lalu kemarin.
mempelajari mengenai
Peserta didik
jaringan, apakah ada yang
diharapkan dapat
mengetahui yang dimaksut
menjawab: “Organ
dengan organ pada
merupakan
tumbuhan?”
sekumpulan jaringan
yang secara bersama-
sama melakukan tugas
tertentu. Organ
tumbuhan terdiri atas
akar, batang, daun,
bunga, dan buah”.
Jawaban alternatif jika
peserta didik tidak
menjawab sesuai
harapan: “Jadi,
sebelum
melaksanakan
pembelajaran di kelas
alangkah lebih
baiknya sebelum
pelajaran atau saat
dirumah kalian harus
mempelajari materi
yang akan dipelajari
supaya ketika ditanya
kalian bisa menjawab.
Organ sendiri
merupakan
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

sekumpulan jaringan
yang secara bersama-
sama melakukan tugas
tertentu”.

Memotivasi peserta didik Bersyukur atas Imtak, cinta


sesuai dengan materi yang kebaikan Tuhan lingkungan,
akan diajarkan. dan cinta
“Anak-anak jika kalian tanah air,
mendengarkan materi ini
dengan sunguh-sungguh
maka kalian akan mudah
memahami dan mampu
menjelaskan materi
struktur dan fungsi organ
tumbuhan. Manfaat lain
dari mempelajari struktur
dan fungsi organ pada
tumbuhan adalah supaya
kita mengetahui lebih
dalam lagi apa yang
terdapat dalam tumbuhan
sehingga kita dapat lebih
mensyukuri serta
menghargai keberadaan
tumbuhan yang
merupakan makhluk
ciptaan Allah SWT. Selain
itu manfaat dalam
kehidupan sehari-hari dari
mempelajari organ
tumbuhan yaitu kita lebih
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

peduli terhadap
lingkungan sekitar dengan
menjaga kelestarian
tumbuhan dan
meningkatkan kecintaan
terhadap tumbuhan demi
kelangsungan hidup
generasi selanjutnya”
Menyampaikan cakupan Peserta didik
materi yang akan dipelajari memahami cakupan
yaitu ”Stuktur, Fungsi materi
Organ Tanaman (akar-
batang-daun) dan
Pengamatan Jaringan dan
Organ Tanaman (akar-
batang-daun)”

Menyampaikan tujuan Peserta didik


pembelajaran, alokasi mendengarkan
waktu, dan skenario
pembelajaran

Kegiatan Inti Sintaks Pembelajaran


Discovery learning
Tahap 1: Stimulation Peserta didik Mandiri 5menit
(Stimulasi/pemberian mendengarkan dan
rangsangan) memahami materi
Peserta didik diberi yang disampaikan.
motivasi atau rangsangan
untuk memusatkan
perhatian pada topik
materi Stuktur, Fungsi
Organ Tanaman (akar-
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

batang-daun) dengan cara:

Melihat Diharapkan peserta


didik menjawab
Guru menyajikan gambar
jaringan meristem
struktur: akar (monokotil
(jaringan yang masih
dan dikotil), batang
muda) dan jaringan
(monokotil dan dikotil),
dewasa.
dan daun (monokotil dan
dikotil).

Mengamati

Guru menugaskan
pengamatan Stuktur,
Fungsi Organ Tanaman
(akar-batang-daun) di luar
kelas

Membaca
Kegiatan literasi ini
dilakukan di luar kelas
dengan cara membaca
handout yang diberikan
guru
Menulis
Menulis hasil pengamatan
di luar kelas di lembar
UKBM
Mendengar
Pemberian materi tentang
Stuktur, Fungsi Organ
Tanaman (akar-batang-
daun), tumbuhan oleh
guru
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

Menyimak
Penjelasan pengantar
kegiatan secara garis besar
tentang materi pelajaran
mengenai :
Stuktur, Fungsi Organ
Tanaman (akar-batang-
daun).

Tahap 2: Problem Peserta didik berada Kreatif 10


statement (pernyataan/ di kelompok ahli menit
Berpikir
identifikasi masalah)
kritis
Menulis
 Memberi Kolaborasi

kesempatan kepada
siswa
untuk mengidentifi
kasi sebanyak
mungkin
bagaimana
fenomena tersebut
bisa terjadi dan
bagaimana
kaitannya dengan
Organ tanaman
(Akar-Batang-
Daun)

 Peserta didik diberi


kesempatan untuk
memberikan
hipotesis/jawaban
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

sementara.

 Membagi peserta
didik ke dalam
kelompok yang
beranggotakan 4-5
orang.

 Membagikan
handout kepada
peserta didik.

 Meminta peserta
didik mempelajari
handout terlebih
dahulu.

 Memberikan
instruksi tentang
aktivitas yang perlu
dilakukan selama
pengamatan
dengan bantuan
handout.

Tahap 3: Data collection Peserta didik Sikap 15


(pengumpulan data) berdiskusi di peduli menit
Kegiatan Literasi kelompok
Peserta didik
mengumpulkan informasi
yang relevan untuk
menjawab pertanyaan
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

yang telah diidentifikasi


melaui kegiatan :
 Mengarahkan
peserta didik untuk
berdiskusi secara
kelompok mengenai
tugas yang diberikan.
 Memfasilitasi tiap-
tiap kelompok peserta
didik dalam
mendiskusikan dan
mengerjakan topik yang
dibahas dalam UKBM.

Tahap 4 Data processing Peserta didik Berpikir 15


(pengolahan data ) berdiskusi di kritis menit
Kerja sama dan Betpikir kelompok
kritik
Peserta didik dalam
kelompoknya berdiskusi
mengolah data dan hasil
pengamatan dengan cara :
 Berdiskusi tentang
data dari materi
Stuktur, Fungsi Organ
Tanaman (akar-batang-
daun) setelah
melakukan pengamatan
 Peserta didik
mengolah data yang
didapat dan
menuliskannya pada
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

UKBM.

Tahap 5 : Verification Peserta didik


(pembuktian) mengkonfirmasi hasil
Membaca diskusi

Berpikir kritik Peserta didik yang


lain diberi kesempatan
 Guru memfasilitasi
untuk bertanya dan
peserta didik untuk
menyampaikan
mengkonfirmasi hasil
pendapatnya untuk
pekerjaannya dengan
menanggapi
bahan bacaan, materi di
buku paket, dan sumber
lainnya yang relevan.
Keberanian
 Guru meminta dari
berbicara
tiap kelompok untuk
didepan 10
mempresentasikan hasil
umum menit
pengamatan kelompok
 Peserta didik yang Berpikir
lain diberi kesempatan kritis
untuk bertanya dan
menyampaikan
pendapatnya untuk
menanggapi.
Menambah keluasan
dan pendalaman
sampai mengolah
informasi yang bersifat
mencari solusi berbagai
sumber yang memiliki
pendapat yang berbeda
sampai kepada yang
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

bertentangan untuk
mengembangkan sikap
jujur, teliti, disiplin,
taat aturan, kerja keras,
kemampuan
menerapkan prosedur
dan kemampuan
berpikir induktif dan
deduktif.

Tahap 6: Generalization Peserta didik


(menarik membuat kesimpulan
kesimpulan/generalisasi)
Berkomunikasi dan
kreativitas
 Guru bersama
peserta didik
menyimpulkan hasil
5 menit
pengamatan Stuktur,
Fungsi Organ Tanaman
(akar-batang-daun).
 Guru memberi
umpan balik sebagai
penegasan untuk materi
pembelajaran pada
pertemuan ini.
Penutup Umpan balik/Refleksi: Peserta didik 10
Apa manfaat pembelajaran memberikan umpan menit
hari ini? balik-refleksi

Menyampaikan rencana
pembelajaran untuk
Kegiatan Peserta Target Alokasi
Kegiatan Kegiatan Guru
Didik capaian Waktu

pertemuan berikutnya
“Anak-anak, minggu
depan kalian akan
mempelajari lagi mengenai
materi jaringan sampai
organ bunga, biji, dan
buah karena akan diadakan
pretest”

Tindak lanjut/pemberian Peserta didik


tugas: Peserta didik menyimak bahan yang
membuat resume tentang harus disiapkan untuk
materi pertemuan pertemuan berikutnya
selanjutnya dan
menyiapkan bahan untuk
praktikum pada pertemuan
selanjutnya

Memotivasi peserta didik Bersyukur atas berkah Imtak, cinta


melalui pembelajaran rahmat dan hidayah lingkungan,
tentang jaringan tumbuhan yang diberikan oleh dan cinta
agar selalu menjaga dan tuhan yang maha esa tanah air
melestarikan tumbuhan
yang ada di lingkungan
sekitar

Memberikan penghargaan Peserta didik yang


kepada kelompok yang mendapatkan
paling aktif penghargaan maju
kedepan

Mengucapkan salam Peserta didik


menjawab salam
H. Penilaian :

A. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian (terlampir)
a. Sikap
- Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik
sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum.
Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian
sikap
Aspek Perilaku yang
N Jumla Skor Kode
Nama Siswa Dinilai
o h Skor Sikap Nilai
BS JJ TJ DS
1 Soenarto 75 75 50 75 275 68,75 C
2 ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :
• BS : Bekerja Sama
• JJ : Jujur
• TJ : Tanggun Jawab
• DS : Disiplin

Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x
4 = 400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

- Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik,
maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya
sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya
menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan
kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang
akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format
penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format
penilaian :
Jumlah Skor Kode
No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
Selama diskusi, saya ikut
1 serta mengusulkan 50
ide/gagasan.
Ketika kami berdiskusi, setiap
2 anggota mendapatkan 50
250 62,50 C
kesempatan untuk berbicara.
Saya ikut serta dalam
3 membuat kesimpulan hasil 50
diskusi kelompok.
4 ... 100
Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x
100 = 62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan
dan keterampilan

- Penilaian Teman Sebaya


Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya
sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan
maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan
format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya :

Nama yang diamati : ...


Pengamat : ...

Jumlah Skor Kode


No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
Mau menerima pendapat
1 100
teman.
Memberikan solusi terhadap
2 100
permasalahan.
450 90,00 SB
Memaksakan pendapat sendiri
3 100
kepada anggota kelompok.
4 Marah saat diberi kritik. 100
5 ... 50

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif,
sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x
100 = 90,00
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)

b. Pengetahuan
- Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda (Lihat lampiran)
- Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan
Praktek Monolog atau Dialog
Penilaian Aspek Percakapan
N Skala Jumla Skor Kode
Aspek yang Dinilai
o 25 50 75 100 h Skor Sikap Nilai
1 Intonasi
2 Pelafalan
3 Kelancaran
4 Ekspresi
5 Penampilan
6 Gestur

- Penugasan (Lihat Lampiran)


Tugas Rumah
a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik
b. Peserta didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka
telah mengerjakan tugas rumah dengan baik
c. Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan
untuk mendapatkan penilaian.

c. Keterampilan
- Penilaian Unjuk Kerja
Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian
ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian
Sangat Kurang Tidak
Baik
No Aspek yang Dinilai Baik Baik Baik
(75)
(100) (50) (25)
Kesesuaian respon dengan
1
pertanyaan
2 Keserasian pemilihan kata
Kesesuaian penggunaan tata
3
bahasa
4 Pelafalan

Kriteria penilaian (skor)


100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor
maksimal dikali skor ideal (100)

Instrumen Penilaian Diskusi


No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan
3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan masalah

Keterangan :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
- Penilaian Proyek (Lihat Lampiran)
- Penilaian Produk (Lihat Lampiran)
- Penilaian Portofolio
Kumpulan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik, seperti catatan, PR,
dll

Instrumen Penilain
No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
1
2
3
4

2. Instrumen Penilaian (terlampir)


a. Pertemuan Pertama
b. Pertemuan Kedua
c. Pertemuan Ketiga

C. Penilaian tugas LKPD

RUBRIK PENILAIAN LKPD

N SKOR NILAI
NAMA Kelengkapan Kebenaran Isi Kerapian
O
4 12 4 20
KELENGKAPAN

0 = tidak lengkap

1 = kurang lengkap

2 = cukup lengkap

4 = lengkap

KEBENARAN ISI

0-3 = isi tidak sesuai

4-6 = isi kurang sesuai

7-9 = isi cukup sesuai

10-12= isi sesuai

KERAPIAN

0 = tidak rapi

1 = kurang rapi

2 = cukup rapi

4 = rapi

SKOR NILAI SKOR NILAI SKOR NILAI SKOR NILAI

1 5 6 30 11 55 16 80

2 10 7 35 12 60 17 85

3 15 8 40 13 65 18 90

4 20 9 45 14 70 19 95

5 25 10 50 15 75 20 100
Malang, 26 September 2019
Mengetahui Guru Biologi,
Kepala SMA Negeri 1 Malang,

H. Musoddaqul Umam, S.Pd.,M.Si. Kelompok 2, S.Pd.


NIP. 195807121981111004 NIP. 172829282837637
Lampiran 1. Materi Pembelajaran
MEKANISME TRANSPOR ZAT MELALUI MEMBRAN SEL DAN SINTESIS
PROTEIN
Mekanisme Transpor Zat Melalui Membran Sel
Membran yang membatasi organel mempunyai struktur molekul yang sama dengan
membrane sel, yaitu terdiri atas molekul lemak dan protein. Membran sel berguna sebagai
batas antara organel-organel dibagian dalam sel dan cairan yang membasahi sel. S. Singer
dan G. Nicolson (1972) mengemukakan teori membran sel yang dikenal dengan teori
membran Mozaik Cair. Teori ini menyatakan bahwa membrane sel tersusun oleh lapisan
protein. Protein tersusun seperti mozaik atau tersebar dan masing-masing tersisik diantara dua
lapis fosfolipid. Membran sel tersusun dari ± 50% lipid 50% protein.
Terdapat dua jenis protein membran yang dibedakan berdasarkan kuatnya ikatan dengan
membran ganda lipid, yaitu protein integral dan protein perifer. Protein integral berikatan erat
dengan membran ganda lipid, protein ini bersifat imfipatik yaitu memiliki bagian bersifat
hidrofilik (suka air) dan bagian bersifat hidrofobik (menolak air). Protein porifer tidak
berikatan erat dengan membran ganda lipid, protein ini biasanya berikatan secara nonkovalen
dengan bagian protein integral.
Membran sel bersifat semipermiabel atau selektif permiabel, artinya membrane sel hanya
dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut didalamnya. Membran sel berfungsi
mengatur gerakan materi atau transportasi dari dan keluar sel. Transpor melalui membran sel
dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: Transpor Pasif dan Transpor Aktif
A. Transpor Pasif
Transpor Pasif adalah transpor yang tidak memerlukan energi. Transport ini
berlangsung akibat adanya perbedaan konsentrasi antara zat atau larutan. Transport pasif
terdiri dari difusi, osmosis, dan difusi terbantu.
1. Difusi
Difusi adalah perpindahan zat (gas padat atau cair dengan atau tanpa melewati
membrane, dari daerah konsentrasinya tinggi ke daerah konsentrasinya rendah sehingga
konsentrasi zat menjadi sama.
Difusi dibagi menjadi dua:
Contohnya larutan tinta dengan air.
Tinta yang memiliki konsentrasi rendah bereaksi dengan air yang memiliki konsentrasi tinggi
sehingga konsentrasi kedua zat menjadi sama dan terjadi keseimbangan termal.

2. Osmosis
Osmosis adalah perpindahan molekul air dari larutan yang konsentrasinya rendah ke larutan
yang konsentrasinya tinggi melalui membran semipermiabel. Osmosis akan berhenti kalau
dua larutan mempunyai konsentrasi sama.
Contohnya pada larutan gula dengan kentang
Air yang memiliki konsentrasi rendah berpindah ke kentang yang memiliki konsentrasi tinggi
sehingga berat kentang bertambah.
3. Difusi Terbantu (Facilitated Difussion)
Difusi terbantu adalah difusi yang memerlukan bantuan protein, misalnya enzim.
Contohnya bakteri Escherichia coli jika dipindahkan ke medium yang mengandung laktosa,
metabolismenya menurun. Akan tetapi, setelah beberapa menit, laktosa mulai dapat masuk ke
dalam sel karena terbentuknya enzim di dalam sel yang disebut permase. Permase adalah
suatu protein membran sel yang membuatkan jalan bagi laktosa agar dapat melintasi dua lapis
fosfolipid membran sel.
B. Transpor Aktif
Transpor aktif adalah transpor yang memerlukan energi. Energi yang digunakan di
dalam sel adalah ATP (adenosin trifosfat) yaitu energi kimia tinggi yang berasal dari hasil
respirasi sel. Transpor aktif berfungsi memelihara keseimbangan di dalam sel. Contohnya
sitoplasma sel darah merah manusia mempunyai kadar ion kalium 30 kali lebih besar
daripada cairan ekstrasel, yaitu plasma darah. Di lain pihak, kadar on natrium plasma darah
11 kali lebih besar daripada di dalam sel darah merah.
Transpor aktif melalui membran sel dapat berupa endositosis dan eksositosis
1.) Endositosis
Endositosis adalah peristiwa pembentukan kantong membran sel saat larutan atau
partikel ditransfer ke dalam sel. Endositosis antara lain Pinositiosis dan Fagositosis.
a) Pinositosis
W.H. Lewis (1931) menerangkan suatu gejala bahwa sejumlah kecil medium kultur
masuk ke dalam sitoplasma dalam lekukan-lekukan membran sel. Kemudian, lekukan tadi
memisahakan diri membentuk kantong atau gelembung kecil dalam sitoplasma. Proses
tersebut tampak seolah-seolah sel itu minum sehingga Lewis menyebutnya pinositosis
(pinos= minum dalam bahasa yunani).
Setelah ditemukan mikroskop elektron (1950) pengamatan menunjukkan bahwa
pinositosis merupakan gejala yang umum terjadi pada sel darah putih, sel ginjal, epitelum
usus, makrofag hati, dan akar tumbuhan.
b) Fagositosis
Pada akhir abad 199, E. Metchnikkof mengemukakan proses fagositosis. Proses
fagositosis sama dengan pinositosis, tetapi terjadi pada benda padat yang berukuran lebih
besar. Fagositosis terjadi misalnya saat rotifera, Ciliata, atau organisme mikroskopik lain
ditelan oleh Amoeba.
2) Eksositosis
Eksositosis adalah kebalikan dari endositosis. Pada sel-sel yang mengeluarkan protein
dalam jumlah besar, protein tersebut mula-mula berkumpul di dalam sebuah kantong yang
dilapisi membran dalam kompleks Golgi. Kantong kemudian bergerak ke permukaan sel dan
menggosongkan isinya keluar.
Proses Sintesis Protein
Sintesis protein terdiri dari dua bagian utama – transkripsi dan translasi. Proses ini melibatkan
asam ribonukleat (RNA), asam deoksiribonukleat (DNA) dan satu set enzim. Semua jenis
asam ribonukleat, yaitu asam ribonukleat messenger (mRNA), asam ribonukleat ribosom
(rRNA) dan transfer asam ribonukleat (tRNA) yang diperlukan untuk sintesis protein. Lihat
informasi berikut untuk memahami dua bagian dalam proses sintesis protein.
Transkripsi
Transkripsi adalah bagian pertama dalam proses sintesis protein. Ini terjadi dalam inti sel, di
mana asam deoksiribonukleat (DNA) bertempat di kromosom. Seperti kita semua tahu, DNA
adalah struktur heliks ganda. Dari dua untai paralel, satu bertindak sebagai template untuk
menghasilkan mRNA. Sebagai langkah inisiasi transkripsi, RNA polimerase mengikat
dirinya ke situs tertentu (daerah promoter) di salah satu untai DNA yang akan bertindak
sebagai template.
Setelah keterikatannya dengan untai cetakan DNA, enzim polimerase mensintesis polimer
mRNA di bawah arahan template DNA. MRNA untai terus memanjang sampai polimerase
mencapai ‘wilayah terminator’ dalam template DNA. Dengan demikian, transkripsi DNA
mencakup tiga langkah – inisiasi, elongasi dan terminasi. mRNA Yang baru ditranskripsi
dilepaskan oleh enzim polimerase, yang kemudian bermigrasi ke sitoplasma untuk
menyelesaikan proses sintesis protein. Mengenal lebih lanjut tentang transkripsi DNA.

Translasi
Bagian utama kedua dari proses ini adalah terjemahan. Bertentangan dengan transkripsi yang
terjadi dalam inti, terjemahan berlangsung dalam sitoplasma sel. Bagian ini dimulai segera
setelah mRNA ditranskripsi memasuki sitoplasma. Ribosom hadir dalam sitoplasma segera
melekat pada mRNA pada situs tertentu, yang disebut kodon start. Asil tRNA amino juga
mengikat pada untai mRNA. Fase ini disebut inisiasi.
Ketika ribosom bergerak sepanjang untai mRNA, amino asil tRNA membawa asam amino
satu per satu. Tahap ini tertentu disebut elongasi. Pada tahap terminasi, ribosom membaca
kodon terakhir dari untai mRNA. Dengan ini, berakhir bagian terjemahan dan rantai
polipeptida dilepaskan. Tepatnya bicara, dalam terjemahan, ribosom dan tRNA menempel
pada mRNA, yang membaca informasi ini kode dalam rantai tersebut. Dengan demikian
sintesis protein dari urutan asam amino tertentu terjadi.
Secara keseluruhan, proses sintesis protein melibatkan transkripsi DNA untuk mRNA, yang
kemudian diterjemahkan menjadi protein. Dengan demikian, kita telah melihat proses sintesis
protein memerlukan koordinasi yang tepat dari RNA, DNA, enzim dan ribosom. Dan
prosedur bijaksana langkah sintesis protein juga dikenal sebagai dogma sentral dalam biologi
molekuler.
Kontrol gen
Description: Proses Sintesis Protein
Proses sintesis protein tidak terjadi terus-menerus dalam sel. Sebaliknya, hal itu terjadi pada
interval diikuti oleh periode genetik “diam.” Demikian sel mengatur dan mengontrol proses
ekspresi gen.
Kontrol ekspresi gen dapat terjadi pada beberapa tingkatan dalam sel. Sebagai contoh, gen
jarang beroperasi selama mitosis, ketika serat DNA mempersingkat dan menebal untuk
membentuk kromatid. Kromatin tidak aktif menjadi lebih rapat dan melingkar erat, dan
coiling ini mengatur akses ke gen.
Tingkat lain kontrol gen dapat terjadi selama dan setelah transkripsi. Dalam transkripsi,
segmen tertentu dari DNA dapat meningkatkan dan mempercepat aktivitas gen di dekatnya.
Setelah transkripsi telah terjadi, molekul mRNA dapat diubah untuk mengatur aktivitas gen.
Sebagai contoh, para peneliti telah menemukan bahwa molekul mRNA mengandung banyak
bit berguna RNA yang dikeluarkan dalam produksi molekul mRNA akhir. Bit-bit tak berguna
dari asam nukleat disebut intron. Sisa potongan mRNA, yang disebut ekson, yang kemudian
disambung untuk membentuk molekul mRNA akhir. Dengan demikian, melalui penghapusan
retensi intron dan ekson, sel dapat mengubah pesan yang diterima dari DNA dan mengontrol
ekspresi gen.
Konsep kontrol gen telah diteliti secara menyeluruh pada bakteri. Dalam mikroorganisme ini,
gen telah diidentifikasi sebagai gen struktural, gen regulator, dan gen kontrol (atau daerah
kontrol). Tiga unit membentuk unit fungsional yang disebut operon.
Operon telah diperiksa secara rinci dekat dalam bakteri tertentu. Para ilmuwan telah
menemukan, misalnya, bahwa karbohidrat tertentu dapat menginduksi kehadiran enzim yang
dibutuhkan untuk mencerna karbohidrat tersebut. Ketika laktosa hadir, bakteri mensintesis
enzim yang diperlukan untuk memecah laktosa. Laktosa bertindak sebagai molekul
penginduksi dengan cara berikut: Dengan tidak adanya laktosa, gen regulator menghasilkan
represor, dan represor mengikat ke daerah kontrol disebut operator. Pengikatan ini mencegah
gen-gen struktural dari pengkode enzim untuk pencernaan laktosa. Ketika laktosa hadir,
bagaimanapun, ia mengikat represor dan dengan demikian menghilangkan represor di lokasi
operator. Dengan Operator situs bebas, gen-gen struktural bebas untuk menghasilkan enzim
laktosa mencerna mereka.
Sistem operon pada bakteri menunjukkan bagaimana ekspresi gen dapat terjadi pada sel-sel
yang relatif sederhana. Gen tidak aktif sampai dibutuhkan dan aktif ketika menjadi perlu
untuk menghasilkan enzim. Metode lain kontrol gen yang lebih kompleks dan saat ini sedang
diteliti.
PEMBELAHAN SEL (REPRODUKSI SEL)
Keadaan sel melakukan pembelahan dengan berbagai tujuan
1. Perbanyakan sel sehingga terjadi pertumbuhan
2. Pembentukan sel baru yang berbeda dari induknya
3. Pembentukan sel baru yang tentu lebih muda dan sama dengan yang sebelumnya.
4. Pembentukan Jaringan
5. Regenerasi sel
6. Pembentukan individu baru . dll
Sel yang membelah disebut sel induk, dan hasil pembelahannya disebut sel anak.
Sel induk memindahkan salinan informasi genetiknya (DNA) ke sel anak.
Jika transformasi genetik itu langsung (amitosis) dan jika melalui tahapan (mitosis/miosis)
Untuk menyampaikan informasi genetik tersebut tentu sel induk harus melipat gandakan
informasi genetik yang dimilikinya (DNA) melalui replikasi (duplikasi) sebelum
melaksanakan pembelahan atau reproduksi sel , replikasi itu terjadi pada waktu Interfase
( istirahat sel tidak membelah) tepatnya pada fase Sintesa (S)
BENTUK-BENTUK PEMBELAHAN SEL
Berdasarkan ada tidaknya tahap-tahap pembelahan, reproduksi sel dibedakan atas:
1. Pembelahan langsung (Amitosis / pembelahan biner)
Pembelahan yang berlangsung spontan, tanpa tahapan pembelahan sel. Dilakulan oleh
organisme prokariotik, seperti bacteria dan archaebacteria dan organisme bersel satu
(unicelluler) yang jelas pembelahan ini tidak terjadi pada organisme multicelluler ( organisme
bersel banyak)
2. Pembelahan tidak langsung (mitosis dan meiosis)
Pembelahan sel yang terjadi melalui tahap-tahap pembelahan. Dilakukan oleh organisme
eukariotik seperti sel hewan, sel tumbuhan dan sel manusia, yang tentu mereka semuanya
punya lebih dari satu sel ( multicelluler)

PEMBELAHAN MITOSIS
Pembelahan yang bertujuan untuk
1. mengganti atau memperbaiki jaringan tubuh yang sudah rusak atau aus,
2. pertumbuhan ( perbanyakan sel sehingga baik kwantitas dan kwalitasnya bertambah).
3. membentuk Jaringan karena produk pembelahan ini kromosom /sifat induk sama dengan
sifat anakannya , artinya karena membentuk jaringan baik sel baru dan lama sama.
Pembelahan mitosis punya karakter
1. berlangsung pada sel somatik
2. menghasilkan 2 buah sel anakan yang identik dengan induknya.
3. melakukan pembelahannya sekali
4. anatar pembelahan satu dengan yang kedua diselingi dengan fase interfase ( istirahat tidak
membelah )
5. Anakan selnya mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan induk sifatnya sama
dengan induk mempunyai kemampuan membelah lagi, ini tidak terjadi pada anakan hasil
miosis
6. pada organisme bisa terjadi pada usia muda , dewasa , ataupun usia tua , yang pada
pembelahan miosis hanya bisa terjadi di usia dewasa tidak pada organisme yang usianya
muda
7. Tahapannya I-P-M-A-T interfase dulu baru PMAT lagi
berikut uraiannya
Tahapan pembehan mitosis adalah :
Interfase
Merupakan fase istirahat dari pembelahan sel. Namun tidak berarti sel tidak beraktifitas justru
tahap ini merupakan tahapn yang paling aktif dan dan penting untuk mempersiapkan
pembelahan.
Fase ini membutuhkan waktu paling lama dibandingkan dengan fase fase pembelahan sel
(fase mitotik).

Terbagi atas tiga fase, yaitu:


1. Fase G1 (growth 1/pertumbuhan 1)
Merupakan fase paling aktif berlangsung selama 9 jam. Pada fase ini sel mengadakan
pertumbuhan dan perkembangan. Pada fase ini sel bertambah ukuran dan volumenya.
2. Fase S (Sintesis)
Merupakan fase sintesis DNA atau duplikasi kromosom, dengan waktu 10 jam
3. Fase G2 (Growth 2/Pertumbuhan 2)
Merupakan fase yang didalamnya terjadi proses sintesis protein. Pada fase ini sel siap untuk
mengadakan pembelahan
Sekali lagi bahwa fase Mitosis tidak diawali dengan Interfase tetapi Fase Profase , karena
Interfase merupakan persiapan mitosis , merupakan fase istirahat sel tidak membelah.
sedangkan Mitosis itu Fase sel melakukan pembelahan / reproduksi .
1. Fase Profase
Merupakan tahap awal dari pembelahan sel secara mitosis maupun miosis , yang ditandai
dengan:
1. Kromatin memendek dan menebal membentuk kromosom , kemudian kromosom
mengganda membentuk kromatida.
2. membran nukleus dan nukleolus (anak inti) menghilang
3. sentriol memisah diri menuju kutub yang berlawanan.
4. Benang spindel yang keluar dari masing masing sentriol pada kutub berbeda mengatur diri
memegang masing kromatid yang tidak teratur itu.
5. Segera mendorong kromatid yang terbengkalai itu menjadi sangat teratur menuju ke
bidang equator.
2. Metafase
Tahap ini ditandai dengan :
1. kromatid / kromosom mengatur diri pada bidang equator / bidang pembelahan berhadap
hadapan .
2. Setiap sentromer memiliki dua kinetokor yang masing-masing dikaitkan oleh benang
spindel
3. Tentu Kromosom yang berhadapan itu sudah membawa sandi genetik yang sama karena
memang visinya membentuk 2 sel yang sama.
3. Anafase
Tahap ini ditandai dengan:
1. Kedua kromatid berpisah menuju kutub yang berlawanan
2. keadaan sel jadi memanjang , membran sel melekuk, pada akhir anafase
3. pada fase ini tentu set kromosom terjadi pemisahan / pengurangan dari tetrad kromosom
ketika berhadapan pada fase metafase terpisah menjadi masing masing 2n (diploid)
4. Telofase
tahap ini ditandai dengan :
1. Kromosom / kromatid telah sampai di kutub-kutub yang berlawanan
2. terbentuk sekat pemisah sehingga sel terlihat terbentuk 2 sel dengan masing masing 1 inti
2. Membran nukleus terbentuk membungkus kromosom dan nukleolus mulai tampak
3. Kromosom menipis dan memanjang menjadi kromatin dan akhirnya tak terlihat lagi
4. Terjadi sitokinesis (Membran plasma melekuk) yang di dahului oleh Karyokinesis (inti jadi
2) dan akhirnya terlihat sel membelah menjadi 2
jadi kesimpulannya
Di Mitosis ini pedomannya adalah
1. hafalkan sel akan membelah ( G2 ) yang berlanjut ke Profase ( Start)
2. hafalkan pula sel yang selesai membelah ( G1)pada akhir telofase yang kemudian ke
Interfase lagi ( Finish)
Tentu dengan mengetahui start dan finishnya operasional diantara start dan finisnya jadi bisa
di analisa lebih mudah.Karena sudah tahu endingnya

Start ( sel akan membelah /awal profase akhir G2)


1. ukuran sel besar
2. inti keruh karena ada perubahan butir kromatin -benang kromatin -kromosom- kromatid
3. sentrosom membelah jadi 2 sentriol nantinya kekutub
4. anak inti hilang begitu pula membran intinya
5. aktifitas harian metabolisme terkurangi untuk reproduksi

Kerbalikannya pada Finish( sel membelah /akhir telofase /awal interfase


mempunyai karakter ciri kebalikannya dari start
misalnya
1. kromosom - jadi memanjang tipis membentuk kromatin - butir - hilang
2. membran dan anak inti yang memproduksi RNA ada lagi karena mau membuat protein
untuk persiapan membelah nanti dll
untuk jelasnya lihat gambar Mitosis ini

PEMBELAHAN MEIOSIS
(PEMBELAHAN
REDUKSI)
Pembelahan ini terjadi bukan
di sel kelamin namun di
kelenjar kelamin seperti
testes atau ovarium dimana
pembelahan untuk
membentuk sel kelamin
(n)dari sel tubuh (2n
/diploid) , sel tubuh yang
membentuk tidak
sembarangan sel tubuh tetapi
sel induk kelamin atau induk sperma /induk ovum yang mempunyai nama latin
Spermatogonium /Oogonium kedua induk itu terus dibentuk namun jelas secara mitosis ( 2n -
2n)
Pembelahan mitosis bertujuan
1. untuk membentuk sel-sel kelamin.
2. membentuk pengurangan jumlah kromosom (mereduksi)
3. pereduksian bertujuan untuk membentuk hasil zygot dari perteuan dua sel kelamin yang
selalu sama dengan individu yang ada /individu sebelumnya
4. untuk mencapainya Pembelahan meiosis berlangsung melalui dua tahapan pembelahan,
yaitu meiosis 1 dan meiosis 2 secara langsung tanpa penggandaan lagi karena harus ada
reduksi kromosom
Tahapan pembelahan meiosis adalah sebagai berikut:
Karena dari sel tubuh yang bisa membentuk sel kelamin maka diawali dengan Fase dimana
sel tumbuh dan berkembang. Merupakan tahap persiapan untuk mengadakan pembelahan sel.
Pada fase ini terjadi peristiwa penggandaan DNA dari satu salinan menjadi dua salinan. Akhir
dari fase dihasilkan dua salinan DNA dan siap berubah menjadi kromosom
b. Profase I
Profase I merupakan tahap terpanjang dibandingkan tahapan meiosis 1 lain
Dibedakan atas: LeZy PaDiDi
1. Leptoten
Fase ini ditandai dengan benang kromatin menebal memendek berubah menjadi kromosom.
2. Zigoten
Fase ini ditandai dengan kromosom homolog saling berdekatan dan berpasangan membentuk
sinapsis atau bivalen ( Searchng kromosom homolog)

3. Pakiten
Pada fase ini terjadi penggandaan atau replikasi kromosom, menjadi dua kromatid dengan
sentromer yang masih tetap menyatu atau berlekatan dan belum membelah, sehingga disebut
tetrad.( 2n - 4n)
4. Diploten
Pada fase ini antar lengan kromosom dapat terjadi kiasma. Kiasma merupakan tempat
terjadinya pindah silang.sehngga terjadi kemungkinan crossing over ya di fase ini
5. Diakinesis
Fase ini ditandai dengan munculnya benang spindle yang keluar diantara dua sentriol, yang
telah berada di kutub-kutub yang berlawanan. Pada fase ini nucleolus dan membrane nucleus
menghilang, dan tetrad mulai bergerak menuju budang equator.
Konsep Sel dan komponen Kimiawi Penyusun Sel
Sel ditemukan oleh ilmuwan Inggris, Robert Hooke. Sel merupakan unit struktural
(penyusun makhluk hidup) dan fungsional (melakukan berbagai proses kehidupan, ex :
respirasi, reproduksi, ekskresi, sekresi, dll) dan dapat menurunkan sifat genetis dari satu
generasi ke generasi berikutnya.
Sel tidak dapat dibagi-bagi menjadi bagian yang lebih kecil dan dapat berdiri
sendiri. Semua kegiatan sel merupakan akibat dari reaksi kimia yang berlangsung di dalam
sel. senyawa kimia penyusun sel disebut protoplasma. Berikut komponen Kimia sel :
1. Unsur Makro ( Unsur terbesar
penyusun sel)

2. Unsur Mikro ( Jumlah Sangat Sedikit )


Lampiran 3. LKPD
Lembar Kerja PESERTA DIDIK I

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Malang


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas / Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : Proses pada Sel
Standar Kompetensi : 1. Siswa mampu menginterpretasi organisasi seluler serta
mengkaitkan struktur jaringan dan fungsi pada sistem organ tumbuhan, hewan, dan manusia
serta penerapannya dalam konteks sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat
Kompetensi Dasar : 1.1 Mendeskripsikan struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil
kehidupan
Materi
SEL TUMBUHAN
Sel tumbuhan memiliki organel tertentu yang tidak dimiliki oleh sel hewan, demikian
pula sebaliknya. Sel tumbuhan memiliki dinding sel, plastida, dan vakuola yang tidak
dimiliki oleh sel hewan. Sebaliknya, sel hewan memiliki sentriol yang tidak dimiliki oleh sel
tumbuhan.
SEL HEWAN
Sel hewan berbeda dari organisme eukariotik lain terutama tumbuhan. Hal itu
disebabkan sel hewan tidak memilki dinding sel dan kloroplas. Akibat tidak adanya dinding
sel, sel hewan cenderung terlihat agak lonjong. Sel hewan umumnya tidak memiliki vakuola.
Jika ada, vakuola itu berukuran kecil.

A. Judul : Perbedaan Struktur sel hewan dan sel tumbuhan


B. Tujuan : Membandingkan struktur sel hewan dan sel tumbuhan
C. Alat dan bahan : kertas dan pensil
D. Cara kerja :
1. Amatilah gambardi bawah ini!
2. Isilah tabel yang menjelaskan perbandingan struktur sel hewan dan sel tumbuhan berikut
dengan jawaban yang sesuai!
Tabel Perbandingan struktur sel hewan dan sel tumbuhan
NO Bagian-bagian sel Sel hewan Sel fungsi Fungsi
1. Dinding sel
2. Membran plasma
3. a. nukleus
b. reticulum endoplasma
c. ribosom
d. badan mikro
- Peroksisom

- Glioksisom

e. kompleks golgi
f. mitokondria
g. lisosom
h. sentriol
i. Plastid

4. Vakuola

Setelah kalian mengisi tabel di atas, dapatkah kalian membandingkan perbedaan antara sel
hewan dan sel tumbuhan?
Lampiran 4. Lembar Observasi dan Rubrik Penilaian Sikap Siswa
Petunjuk:
Berikan tanda cek (v) pada kolom yang sesuai
No. Sikap Descriptor Ya Tidak
1. Jujur Menyampaikan data sesuai hasil pengamatan/percobaan
Tidak pernah mencontek ketika mengerjakan tugas dan
mengerjakan tes
Tidak melakukan plagiasi (menyertakan sumber jika
merujuk)
2. Disiplin Hadir di kelas tepat waktu
Menyelesaikan dan mengumpulkan tugas tepat waktu
Menaati aturan kerja mandiri dan kerja kelompok
3. Tanggung Menyelesaikan tugas yang menjadi tanggungjawabnya
jawab Berpartisipasi aktif dalam kerja kelompok
Melaksanakan tugas piket laboratorium
4. Peduli Menjaga kebersihan kelas/laboratorium
Peduli terhadap kesehatan sistem respirasi dengan
mensosialisasikan bahaya merokok melalui poster
Membantu teman sekelompok maupun kelompok lain
yang mengalami kesulitan
5. Santun Menghormati guru, teman, laboran dan orang yang lebih
tua
Menyampaikan pendapat/ sanggahan/ jawaban/ saran/ ide
dengan kalimat yang baik dan santun
Tidak menyela pembicaraan guru/ teman ketika diskusi

6. Percaya Sering membantu menjawab pertanyaan ketika diskusi-


diri presentasi dengan jelas, lugas, jawaban benar
Sering berpendapat logis, disampaikan dengan jelas
Tidak sering meminta bantuan orang lain (guru/teman)
7. Kerja Dapat bekerjasama dengan baik dengan anggota
sama kelompok dalam praktikum
Dapat bekerjasama dengan baik dengan anggota
kelompok dalam diskusi

Terlibat aktif dalam kerja kelompok

Skor: 1: jika descriptor muncul, 0: jika descriptor tidak muncul

𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ


𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 = 𝑋 100%
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
Lampiran 5. Rubrik Penilaian Laporan

NO Kriteria Penilaian Skor Nilai


Maksimum
1 Nama kelompok dicantumkan 5
2 Tanggal praktikum dicantumkan 5
3 Topik praktikum dicantumkan 5
4 Tujuan Praktikum dicantumkan 5
5 Komponen laporan lengkap 10
6 Organisasi komponen runtut 10
7 Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum 10
disebutkan dengan lengkap
8 Prosedur dijelaskan secara urut dan jelas 10
9 Data hasil pengamatan benar secara konsep 20
10 Analisa data dan pembahahan mengkomparasi hasil 15
praktikum dan kajian literatur
11 Ketepatan waktu dalam mengumpulkan laporan 5
Jumlah
Lampiran 6. Lembar Penilaian Keterampilan

Lembar Penilaian Keterampilan

Skor Total
Kelompok Keterampilan Kriteria Nilai
1 2 3 Skor
Penyajian
Mempresentasikan Penguasaan kelas
hasil diskusi Kemampuan
berargumentasi

Penyajian
Mempresentasikan Penguasaan kelas
hasil diskusi Kemampuan
berargumentasi

Penyajian
Mempresentasikan Penguasaan kelas
hasil diskusi Kemampuan
berargumentasi

No Aspek yang dinilai Skor Keterangan


3 Penyajian materi sistematis dengan suara jelas
Penyajian materi sistematis dengan suara yang
2
1 Penyajian kurang jelas
Penyajian materi tidak sistematis dengan suara
1
yang tidak jelas
3 Fokus dan interaktif
2 Penguasaan kelas 2 Fokus tapi tidak interaktif
1 Tidak fokus dan tidak interaktif
Kemampuan Argumen sesuai dengan pertanyaan yang
3 3
berargumentasi dimaksud
Argumen kurang sesuai dengan pertanyaan
2
yang dimaksud
1 Tidak memberikan argumen

𝒔𝒌𝒐𝒓𝒚𝒂𝒏𝒈𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 = × 𝟏𝟎𝟎
𝟗
Lampiran 7. Rubrik Penilaian Jurnal Refleksi Diri

Nilai
No. (bobot x skor)
Elemen
Diri Guru
skore
Sendiri
1. 1. Mengeksplor beragam pokok-pokok pikiran 2
yang telah dipelajari
2. 2. Mengungkapkan kesulitan-kesulitan belajar 2
yang dialami
3. 3. Mengidentifikasi permasalahan/pertanyaan 3
beserta pemecahannya
4. 4. Mengungkapkan kelemahan dan kelebihan dari 4
strategi yang digunakan dalam memperoleh
pemahaman
5. 5. Mengungkapkan usaha/ strategi-strategi untuk 4
meningkatkan proses dan hasil belajarnya
6. 6. Membuat perencanaan dan pengorganisasian 3
tugas pada kegiatan belajar berikutnya
7. 7. Mengungkapkan harapan dan menetapkan 2
tujuan belajar
20
Total Nilai