100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
852 tayangan16 halaman

Panduan Bubble CPAP untuk Bayi

Makalah ini membahas tentang Bubble CPAP, yang merupakan alat untuk memberikan tekanan positif pada saluran nafas bayi baru lahir untuk membantu pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Dibahas pula prinsip kerja, komponen, dan standar operasional prosedurnya."

Diunggah oleh

Dwi Liana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • Intervensi Medis,
  • Tekanan Positif,
  • Pengaturan FiO2,
  • Keterampilan Klinis,
  • Komponen Utama,
  • Pendidikan Kesehatan,
  • Kesehatan Neonatus,
  • Aspirasi,
  • Sleep Apnea,
  • Penyakit Paru
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
852 tayangan16 halaman

Panduan Bubble CPAP untuk Bayi

Makalah ini membahas tentang Bubble CPAP, yang merupakan alat untuk memberikan tekanan positif pada saluran nafas bayi baru lahir untuk membantu pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Dibahas pula prinsip kerja, komponen, dan standar operasional prosedurnya."

Diunggah oleh

Dwi Liana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • Intervensi Medis,
  • Tekanan Positif,
  • Pengaturan FiO2,
  • Keterampilan Klinis,
  • Komponen Utama,
  • Pendidikan Kesehatan,
  • Kesehatan Neonatus,
  • Aspirasi,
  • Sleep Apnea,
  • Penyakit Paru

MAKALAH BUBBLE CPAP

PRAKTEK LIFE SUPPORT

DISUSUN OLEH :
DWI LIANA AFANTI
P23138117018

DOSEN PENGAMPU :
ERNIA SUSANA, ST, M. Si.

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN TEKNIK ELEKTROMEDIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRMEDIK
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA II
2019/2020
A. Pengertian Bubble CPAP
Bubble CPAP ( Continuous Positive Airway Pressure) merupakan suatu alat
yang mempertahankan tekanan positif pada saluran nafas bayi baru lahir selama
pernafasan spontan, sehingga pertukaran oksigen serta CO2 di paru-paru bayi
berjalan baik. Alat ini biasanya digunakan pada bayi-bayi yang mengalami gangguan
pernafasan, seperti pada bayi premature dan bayi-bayi yang mengalami sesak nafas.

Bubble CPAP adalah metode yang sederhana, aman dan biaya yang efektif
untuk memberikan dukungan pernafasan untuk bayi prematur. Penggunaan
gelembung CPAP dapat membatasi pengembangan displasia bronkopulmonalis
(BPD) dan membantu untuk mendukung bayi tanpa komplikasi yang berhubungan
dengan intubasi endotrakeal dan ventilasi mekanik. Bubble CPAP bekerja dengan
memberikan tekanan konstan untuk jalan napas bayi (melalui Prongs hidung)
yang menurunkan kerja pernapasan, inproves ventilasi / perfusi pencocokan dan
membantu "belat" membuka jalan napas. The "Bubble" di gelembung CPAP
berasal dari metode yang digunakan untuk menghasilkan tekanan yang
diberikan kepada bayi. Cukup, ekstremitas ekspirasi dari sirkuit pernafasan yang
ditempatkan di bawah tekanan air dan menyediakan Menghasilkan Osilasi yang
mungkin memiliki beberapa manfaat fisiologis paru-paru dini.
(1)
B. Fungsi Bubble CPAP
Adapun fungsi dari Bubble Cpap :
- Menjaga jalan napas terbuka saat Anda tidur
- Mengurangi bahkan menghilangkan dengkuran
- Meningkatkan kualitas tidur
- Meredakan gejala sleep apnea, seperti kantuk di siang hari yang berlebihan
- Mengurangi atau mencegah tekanan darah tinggi

C. Prinsip Kerja dan Blok Diagram Bubble CPAP


Berikut blok diagram dari alat bubble CPAP.

Tabung oksigen sebagai sumber dari gas oksigen. Kompresor akan


menghasilkan gas atau udara bertekanan. Kemudian terjadi pencampuran oksigen
untuk menghasilkan gas yang dapat dihirup. Udara campuran ini akan dipantau
kecepatan aliran udaranya oleh flow meter. Sebelum diberikan ke pasien udara
campur ini akan dilembabkan dan dihangatkan oleh humidifier. Suhu gas pada
humidifier akan dipantau oleh sensor suhu, ini untuk membantu humidifier
mengontrol suhu output gas ke pasien. Udara dari humidifier akan disalurkan ke
pasien melalui breathing circuit inspiratory limb menuju nasal prong. Suhu udara di
breathing circuit akan terus dipantau oleh sensor suhu. Kemudian udara ekspirasi
dari pasien akan disalurkan melalui expiratory limb menuju CPAP generator.
Tekanan yang dihantarkan ke pasien dapat dinaikkan atau diturunkan dengan
mengubah kedalaman expiratory limb di dalam CPAP generator. Saat udara bergerak
melalui sistem, udara ekspirasi keluar dari expiratory limb dan menghasilkan
gelembung udara di dalam CPAP generator.
Perlengkapan CPAP

Sistem CPAP sendiri terdiri dari 3 komponen yaitu :

1. Sebuah sirkuit yang mengalirkan gas terus menerus, untuk diisap. Sunber
oksigen dan udara bertekanan yang menghasilkan gas untuk dihirup. Pencampur
oksigen yang memungkinkan gas dapat diberikan sesuai FiO2 yang sesuai.
Sebuah flow meter yang mengkontrol kecepatan aliran terus menerus dari gas
yang dihirup ( biasanya dipertahankan pada kecepatan 5-7 liter ). Sebuah
humidifier yang melembabkan dan menghangatkan gas yang dihirup.
2. Sebuah alat untuk menghubungkan sirkuit ke saluran nafas neonatus. Dalam
prosedur ini , nasal prong merupakan metode yang paling banyak digunakan.
3. Sebuah alat untuk menghasilkan tekanan positif pada alat sirkuit. Tekanan positif
dalam sirkuit dapat dicapai dengan memasukkan pipa ekspirasi bagian distal
dalam larutan asam asetat 0,25% sampai kedalaman yang diharapkan ( 5cm) atau
katup CPAP.

Suatu sistem CPAP yang baik mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Pipanya fleksibel dan ringan sehingga pasien bisa mengubah posisi dengan
mudah.
2. Mudah dilepas dan ditempel.
3. Resistensinya rendah, sehingga pasien bisa bernafas dengan spontan.
4. Relatif tidak invasif.
5. Sederhana dan mudah dipahami, oleh semua pemakai.
6. Aman dan efektif dari segi biaya.

Sirkuit CPAP lengkap harus dirangkai dan siap digunakan setiap saat. Jika
memerlukan CPAP, seharusnya kita hanya tinggal memnyambungkan CPAP ke
nasal prong yang sesuai dan tepat ukurannya, menyalakan alat pengatur kehangatan
dan mengisi tabung botol outlet dengan air steril.

Jenis-jenis Bubble CPAP

Jenis antara dua bubble CPAP berikut yang membedakan hanyalah


digunakan atau tidaknya kompressor. Ada dua jenis Bubble CPAP yaitu sebagai
berikut:

d. Bubble CPAP tanpa kompressor.


e. Bubble CPAP dengan kompressor.

Kompresor adalah alat mekanik yang digunakan untuk memampatkan gas


atau udara sehingga memiliki tekanan yang lebih tinggi.

Kedua jenis ini dapat di pakai dengan di sesuaikan dengan kebutuhan fihak
Rumah Sakit.

Komponen Utama Bubble CPAP

Komponen yang paling penting dari sebuah mesin CPAP adalah wadah
udara. Udara di dalam wadah dipertahankan pada tingkat yang konstan. Udara
dipompa melalui tabung tipis ke masker ketat dikenakan di atas hidung. Udara
membangun tekanan di dalam masker dan mendorong ke dalam lubang hidung,
sehingga proses pernapasan tetap terjadi secara otomatis setiap kali pasien mendapat
serangan sleep apnea. Masker untuk mesin CPAP tersedia dalam bentuk yang
berbeda. Ada wajah penuh masker, masker CPAP hidung, hidung bantal. Bantal
hidung yang paling kompak, karena dirancang untuk memiliki kontak setidaknya
dengan wajah (Gregory et al. 1971).

Beberapa mode CPAP dapat menghantarkan aliran adekuat yang dapat


digunakan pada gagal napas akut yaitu sungkup muka penuh (full face mask), total
face mask, sungkup nasal, keping mulut (mouthpiece), bantalan hidung (nasal
pillow) atau plugs dan helmet. Sungkup muka yang paling sering digunakan dan
lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan sungkup nasal adalah kemampuan
untuk mencapai tekanan jalan napas lebih tinggi, respirasi melalui mulut, kebocoran
udara lebih kecil dan memerlukan kerjasama penderita yang minimal.
Kekurangannya adalah perasaan kurang nyaman, penderita tidak dapat berbicara,
makan atau minum selama ventilasi dan terdapat kemungkinan aspirasi bila
penderita muntah.

Baru-baru ini diperkenalkan media pemberian nCPAP yaitu sebuah helmet


pediatric. Data awal menunjukkan bahwa helm memiliki beberapa keuntungan
diantaranya meningkat kenyamanan dan penurunan lesi kulit dan kebocoran udara.
CPAP diberikan melalui interface yang berbeda.

Sistem CPAP sendiri terdiri dari 3 komponen yaitu:

1. Sebuah sirkuit yang mengalirkan gas terus menerus, untuk diisap. Sumber
oksigen dan udara bertekanan yang menghasilkan gas untuk dihirup.
Pencampuran oksigen yang memungkinkan gas dapat diberikan sesuai FiO2
yang sesuai. Sebuah flow meter yang mengkontrol kecepatan aliran terus
menerus dari gas yang dihirup (biasanya dipertahankan pada kecepatan 5-7
liter). Sebuah humidifier yang melembabkan dan menghangatkan gas yang
dihirup.
2. Sebuah alat untuk menghubungkan sirkuit ke saluran nafas neonatus. Dalam
prosedur ini, nasal prong merupakan metode yang paling banyak digunakan.
Berikut adalah macam-macam patient interfaces untuk bubble CPAP:
a) Hudson’s prongs
b) Bi-nasopharyngeal prongs
c) ET tube
d) Short bi-nasal prongs
e) Argyle prongs

3. Sebuah alat untuk menghasilkan tekanan positif pada alat sirkuit. Tekanan
positif dalam sirkuit dapat dicapai dengan memasukkan pipa ekspirasi bagian
distal dalam larutan asam asetat 0,25% sampai kedalaman yang diharapkan
(5cm) atau katup CPAP.

Ukuran Berat
Size 0 <700 g
Size 1 700-1000 g
Size 2 1000-2000 g
Size 3 2000-3000 g
Size 4 3000-4000 g
Size 5 >4000 g
Bagian-bagian dari Bubble CPAP

Berikut ini adalah bagian-bagian dari alat bubble CPAP merk Fisher &
Paykel:

1. Humidifier = Terdiri dari control dan display panel, heater plate, finger guard,
colour coded sockets (penghubung probe sensor dan adaptor). Humidifier
berfungsi untuk menghangatkan dan melembabkan udara.
2. Humidification Chamber = Tempat untuk menahan udara.
3. Expiratory Limb (breathing circuit) = Untuk membawa udara ekspirasi ke
CPAP generator.
4. Inspiratory Limb (breathing circuit) = Untuk membawa gas yang telah
dilembabkan dan dihangatkan ke pasien.
5. Infant Interface = Alat yang melekat ke hidung pasien berupa nasal prong.
6. CPAP Generator = Untuk mempertahankan tekanan rata-rata dari CPAP.
7. Oxygen Blender (mixer) = Untuk mencampur oksigen sesuai dengan yang
dibutuhkan.
8. Oxygen Tubing = Untuk membawa oksigen ke humidifier.
9. Pressure Manifold = Untuk membatasi tekanan 17 cm udara 8 liter permenit.

Standar Operasional Prosedur dan Pemeliharaan

Setiap alat pada dasarnya memiliki standar operasional agar alat cukup awet
dan dapat terpelihara dengan baik. Berikut adalah standar prosedur bubble CPAP:
a. Persetujuan Tindakan Medis
b. Persiapan
1. Unit CPAP (Humidifier system, Generator CPAP, Blended Oxygen,
Interface)
2. Penderita/neonates
3. Tenaga medis
c. Langkah Klinis
1. Mempersiapkan sistem CPAP
2. Pasang selang oksigen dan udara ke pencampur dan flow meter lalu
hubungkan ke pengatur kelembaban.
3. Hubungkan alat pencampur ke FiO2 yang sesuai.
4. Pasang flow meter antara 5-10 liter/mnt.
5. Tempelkan satu selang ringan, lemas dan berkerut ke alat pengatur
kelembaban.
6. Hubungkan probe kelembaban dan suhu ke selang kerut yang masuk ke bayi.
Atur suhu pada 36°C.
7. Pastikan probe suhu tetap di luar inkubator atau tidak di dekat sumber panas
8. Siapkan satu botol air steril di dekat alat pengatur kelembaban.

d. Pemantauan
1. Periksa fungsi seluruh sistem CPAP
2. Apakah alat pencampur diatur pada persentasi yang sesuai (FiO2)
3. Apakah flow meter diatur antara 6-10 liter/menit?
4. Apakah alat pengatur kelembaban berisi jumlah air yang tepat?
5. Apakah suhu gas yang dihirup sudah tepat?
6. Apakah selang kerut tidak terisi air?
7. Apakah ujung pipa di botol outlet ada pada tanda 5 cm?
8. Apakah permukaan asam asetat ada pada tanda 0 cm?
9. Apakah botol outlet terlihat ada gelembungnya?
10. Jaga jangan sampai kanula CPAP menyentuh septum nasal
11. Ubah posisi bayi setiap 6-8 jam untuk drainase postur semua sekresi paru
12. Bayi harus diperiksa setiap 2-4 jam (Respirasi, Circulasi, Gastrointestinal,
Hematologi, Infeksi, Metabolik, Neurologi)
13. Hisap lendir setiap 6-8 jam, atau seperlunya pada rongga hidung, mulut,
faring dan lambung.
14. Hisap lendir sesuai kebutuhan. Meningkatnya upaya napas, kebutuhan
oksigen dan apnea/bradikardi mungkin.
15. Hisap lendir menggunakan kateter ukuran paling besar yang bisa masuk ke
hidung tanpa kesulitan yang berarti. Catat jumlah, konsistensi dan warna
sekresi. Untuk melunakkan sekresi, gunakan beberapa tetes salin steril
(Nacl) 0,9%.
e. Perawatan
1. Jangan menggunakan spritus, thinner atau Ethanol ketika membersihkan
permukaan alat.
2. Jangan merendam mesin atau probe kedalam cairan detergent.
3. Gulung atau gantung kable – kabel dengan baik setelah pemakaian. Ganti
binasal prongs setelah pemakaian.
4. Periksa bagian dalam alat setiap enam bulan sekali. Apabila ada komponen
atau kabel yang rusak silakan diganti.
5. Setelah pemakaian, pastikan alat siap digunakan pada penggunaan
selanjutnya.
6. Lakukan kalibrasi alat minimal satu kali dalam setahun
Penggunaan CPAP

CPAP adalah salah satu alat yang digunakan sebagai tatalaksana respiratory
distres pada neonatus. Seperti penggunaan alat kesehatan lainnya penggunaan CPAP
juga harus memperhatikan standard kebersihan dan keamanan. Menjaga kebersiha
jalan nafas bayi merupakan kunci keberhasilan tatalaksana paru yang baik. Mencuci
tangan yang benar sebelum menyantuh prong atau pipa CPAP, adalah suatu
keharusan. Ujung selalng yang lain yang tidak digunakan juga harus bersih., dan
harus dijauhkan dari lantai atau tempat yang tidak bersih lainnya.

Cara pemasangan CPAP adalah sebagai berikut :

1. Tempelkan selang oksigen dan udara ke pencampur dan flow meter, lalu
hubungkan ke alat pengatur kelembapan. Pasang floe meter antara 5-10 liter.
2. Tempelkan satu selang ringan , lemas dan berkerut ke alat pengatur kelembapan.
Hubungkan probe kelembapan, dan suhu ke selang kerut yang masuk ke bayi.
Pastikan probe suhu tetap diluar inkubator atau tidak di dekat sumber panas dari
penghangat.
3. Siapkan satu botol air steril di dekat alat pengatur kelembapan.
4. Jaga kebersihan ujung selang.

(2)
Untuk menghubungkan sistem ini ke bayi, langkah-langkahnya adalah sebagai
berikut :
1. Posisikan bayi dan naikkan kepala tempat tidur 300.
2. Hisap lendir dari mulut, hidung, dan faring. Pastikan bayi tidak mengalami
atresia choana.
3. Letakkan gulungan kain dibawah bahu bayi, sehingga leher bayi dalam posisi
ekstensi untuk menjaga jalan nafas tetap terbuka.
4. Lembabkan prong dengan air steril atau Nacl 0,9% sebelum memasukkannya
kedalam hidung bayi. Masukkan dengan posisi lengkungan kebawah. Sesuaikan
sudut prong dan kemudian sesuaikan selang kerut dengan posisi yang sesuai.
5. Masukkan pipa Orogastrik (OGT) dan lakukan aspirasi isi perut, kita boleh
membiarkan pipa lambung tetap ditempatnya untuk mencegah distensi lambung.
6. Pergunakan topi untuk menjaga kehangatan bayi.
7. Setelah bayi nyaman dan stabil dengan CPAP, barulah kita melakukan fiksasi
agar nasal prong tidak bergeser dari tempatnya.

Selama penggunaan CPAP kita harus selalu memantau apakah alat selalu
berfungsi dengan baik, dan tidak terjadi perburukan pada kondisi bayi yang
mengharuskan kita menghentikan penggunaan CPAP. Berikut adalah kondisi-kondisi
yang mengindikasikan kegagalan penggunaan CPAP dan memerlukan ventilasi
mekanis :
1. FiO2 > 60 %.
2. PaCO2 > 60mmHG .
3. Asidosis metabolik menetap dengan defisit basa > -8.
4. Terlihat retraksi yang semakin lama semakin meningkat dan menunjukkan
kelelahan pada bayi.
5. Sering mengalami apneu dan bradikardia.
6. Pernafasan yang irreguler Apabila terjadi kondisi tersebut, maka kita harus
mempertimbangkan untuk melakukan intubasi dan support ventilasi mekanik.

Pemberian Minum Selama Penggunaan CPAP

Pemberian minum dapat diberikan selama penggunaan CPAP nasal. Sebelum


memberikan makanan harus dilakukan aspirasi terlebih dahulu untuk menghindari
udara yang berlebihan di lambung akibat penggunaan CPAP. Jika kondisinya stabil,
bayi dapat minum personde.(3)
DAFTAR PUSTAKA

1. (20) CPAP for Neonatal and Pediatric Patients Training Video - YouTube
[Internet]. [cited 2019 Nov 22]. Available from:
https://www.youtube.com/watch?v=3xGSdJwYlnk

2. (20) “Demonstration of Bubble CPAP for the Low Resource Environment” by


Traci Wolbrink for OPENPediatrics - YouTube [Internet]. [cited 2019 Nov 22].
Available from: https://www.youtube.com/watch?v=rjmdNspYoy4

3. Aridhona B. Bubble cpap makalh.

Anda mungkin juga menyukai