Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ESU

Oleh :
1. (1702021)
2. (01714078)
3. (01714080)

POLTEKES SITEBA PADANG


2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan Peralatan dan Bedah
Anestesi. Semoga laporan ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.

Penulisan laporan ini berdasarkan hasil kegiatan penulis dari hasil diskusi
dengan kelompok maupun dari berbagai sumber. Laporan ini disusun untuk
melengkapi Tugas Akhir Semester IV.

Untuk selanjutnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak -


pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini, yaitu :

Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis menyadari masih terdapat


banyak kekurangan baik sengaja maupun tidak sengaja, dikarenakan keterbatasan
ilmu dan wawasan serta pengalaman yang penulis miliki. Untuk itu penulis
mohon maaf atas segala kekurangan tersebut tidak menutup diri terhadap segala
saran dan kritik serta masukan yang bersifat membangun bagi penulis.

Akhir kata semoga dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, dan orang lain
yang membaca laporan ini.

Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman

Cover Judul .................................................................................................... i

Kata Pengantar ............................................................................................... ii

Daftar Isi........................................................................................................ iii

Daftar Gambar .............................................................................................. iv

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ..................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ................................................................ 2
1.3 Batasan Masalah................................................................... 2
1.4 Tujuan Makalah ................................................................... 2
1.5 Manfaat Makalah ................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Dasar Teori .......................................................................... 4


2.2. Blok Diagram ....................................................................... 8
2.3. Prinsip Kerja ........................................................................ 8
2.4. Perawatan ............................................................................. 9
2.5. Troubleshooting ................................................................. 10

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan........................................................................ 13
3.2. Saran .................................................................................. 13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Electrosurgical adalah aplikasi elektronika dengan menggunakan frekuensi
tinggi dan arus listrik untuk memotong, membekukan, dan mengeringkan
darah pada jaringan biologis. Manfaat peralatan tersebut mencakup
kemampuan untuk membuat pemotongan yang tepat dengan kehilangan darah
yang sedikit dalam ruang operasi atau dalam prosedur rawat jalan.
Cauter atau elektrokauter adalah aplikasi dari panas ke jaringan untuk
mencapai koagulasi. Meskipun kedua metode kadang-kadang disebut sebagai
diatermi bedah, untuk menghindari istilah yang salah karena dapat
membingungkan dengan terapi diatermi, yang menghasilkan tingkat panas
lebih rendah dari panas dalam tubuh.
Sejarah ESU dimulai Pertama kali dari abad 2800 SM mengacu pada
penggunaan panas sebagai media penyembuhan pada operasi yang dilakukan
oleh Edwin Smith papirus. Pemanasan instrumen dilakukan dengan
menggunakan gas yang mudah terbakar pada abad ke-19 digantikan oleh
penemuan kemampuan arus listrik untuk memanaskan konduktor logam saat
mengalir melewati kawat tersebut. Aplikasi pertama dari arus listrik dalam
teknik bedah Penggunaan Galvano-kauterisasi: platinum merah yang
memulai kawat panas pada high frekwensi (HF) menunjukkan prinsip
pembangkit ESU. Generator ESU di mana pembangkit energi listrik yang
diambil dari energi listrik diubah menjadi arus frekuensi tinggi. Arus ini
frekuensi tinggi disalurkan melalui kabel suplai dan pegangan ke elektroda
aktif.
1.2. Rumusan Masalah
Meninjau latar belakang penulis merumuskan masalah dalam
pembuatan makalah yaitu :
a. Bagaimana menjelaskan tentang Alat Electro Surgical Unit

1
1.3. Batasan Masalah
Untuk membatasi masalah yang muncul,maka penulis mengemukakan
batasan masalah dari judul yang diajukan. Berdasarkan rumusan di atas,
penulis hanya akan membahas tentang teori dasar Electro Surgical Unit,
blok diagram, prinsip kerja, perawatan dan troubleshooting Electro Surgical
Unit saja.

1.4. Tujuan Makalah


1.4.1. Tujuan Umum
Sebagai syarat tugas untuk menyelesaikan tugas Peralatan
Bedah dan Anestesi di Poltekes Siteba Padang.

1.3.3. Tujuan Khusus


a. Menjelaskan teori dasar Electro Surgical Unit
b. Bagian – bagian Electro Surgical Unit
c. Menjelaskan Blok diagram dan prinsip kerjanya
d. Menjelaskan perawatan dan troubleshooting Electro Surgical Unit
e. Menjelaskan komponen Electro Surgical Unit

1.4. Manfaat Makalah


Manfaat yang dapat diambil dari makalah yaitu :
a. Manfaat bagi user (pengguna), yaitu penulis bisa mengetahui teori dasar,
blok diagram, prinsip kerja, perawatan dan troubleshooting alat Electro
Surgical Unit.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Dasar Teori

ELECTROSURGERY UNIT

ESU Force FX - hwp

1. Spesifikasi Alat
Nama Alat : Electrosurgical Unit (ESU)
Merk : Covidien Valley Lab
No. Seri : FIF 68063 AX
Ruang : IBS OK 9
Type : Force FX
Lebar : 35,6 cm
Panjang : 45,7 cm
Tinggi : 11,1 cm
Berat : 8,2 Kg
Kelembaban : 30 % - 75 %
Volt : 220 – 240V
Frekuensi : 50/60Hz

Electrosurgical adalah aplikasi elektronika dengan menggunakan


frekuensi tinggi dan arus listrik untuk memotong, membekukan, dan
mengeringkan darah pada jaringan biologis. Manfaat peralatan tersebut

3
mencakup kemampuan untuk membuat pemotongan yang tepat dengan
kehilangan darah yang sedikit dalam ruang operasi atau dalam prosedur rawat
jalan.

Cauter atau elektrokauter adalah aplikasi dari panas ke jaringan untuk


mencapai koagulasi. Meskipun kedua metode kadang-kadang disebut sebagai
diatermi bedah, untuk menghindari istilah yang salah karena dapat
membingungkan dengan terapi diatermi, yang menghasilkan tingkat panas lebih
rendah dari panas dalam tubuh.
Sejarah ESU dimulai Pertama kali dari abad 2800 SM mengacu pada
penggunaan panas sebagai media penyembuhan pada operasi yang dilakukan oleh
Edwin Smith papirus. Pemanasan instrumen dilakukan dengan menggunakan gas
yang mudah terbakar pada abad ke-19 digantikan oleh penemuan kemampuan
arus listrik untuk memanaskan konduktor logam saat mengalir melewati kawat
tersebut. Aplikasi pertama dari arus listrik dalam teknik bedah Penggunaan
Galvano-kauterisasi: platinum merah yang memulai kawat panas pada high
frekwensi (HF) menunjukkan prinsip pembangkit ESU. Generator ESU di mana
pembangkit energi listrik yang diambil dari energi listrik diubah menjadi arus
frekuensi tinggi. Arus ini frekuensi tinggi disalurkan melalui kabel suplai dan
pegangan ke elektroda aktif.
Elektroda ini membuat sebuah bidang yang sangat terkonsentrasi di
jaringan sekitarnya titik kontak. Konsentrasi energi di dalam area kecil
menghasilkan efek yang diinginkan ESUdi wilayah sekitar elektroda aktif.
Sebagai energi ini dilakukan melalui pasien ke elektroda netral.Dengan demikian,
di sekitar elektroda netral, seperti yang dimaksudkan, tidak ada efek panas.
Peralatan listrik dilengkapi dengan elektroda netral yang dihubungkan kabel.
Generator HF dapat diaktifkan baik oleh footswitch atau handswitch pada
elekktroda.
Pada penempatan tersebut menunjukkan bahwa ada risiko yang tidak
diinginkan jika cauterisation elektroda netral tidak ditempatkan pada seluruh
permukaan yang membuat pasien, karena kepadatan arus meningkat di mana

4
hanya sebagian dari elektroda membuat kontak dengan pasien. Prinsip yang
dijelaskan di atas berlaku fungsi generator dari desain monopolar tersebut. Fitur
yang membedakan instrumen bipolar adalah bahwa hal itu berlaku fungsi dari
elektroda aktif dan netral untuk sepasang di elektroda. Rincian lebih lanjut
diberikan dalam "Teknik Bipolar"
Pada penggunaan frekuensi tinggi dimulai pada masa awal 1900-an.
generator tesla dan resonator kumparan Oudin dihubungkan dengan celah
percikan dihasilkan tegangan tinggi dengan arus yang sangat rendah, yang
digunakan untuk menghancurkan jaringan kulit dengan sparegap dari aktif
elektroda (fulguration). Tidak ada koneksi kembali diberikan antara pasien dan
unit ESU. Tabung vakum menyediakan terus menerus gelombang sinusoidal.
Sirkuit tersebut kemudian dirancang untuk menghasilkan tegangan yang lebih
rendah tetapi arus lebih tinggi. Namun, arus yang lebih tinggi membutuhkan
konduktif untuk menyelesaikan rangkaian, dan elektroda dispersif/ netral
(Kombinasi pemotongan bentuk gelombang teredam dan menggumpal secara
bersamaan.
Karena tidak ada pemanas jaringan yang diinginkan di tempat
lain,elektroda netral harus menghubungi area yang jauh lebih besar pada kulit
pasien untuk mengurangi kepadatan saat ini kembali ke tingkat
berbahaya.Pemeliharaan pencegahan bukan merupakan pengganti untuk
penggunaan fitur keselamatan ESU dan praktek penggunaan saat ini. Reusable
aktif elektroda dan aksesoris, seperti bipolar dan laparoscopy harus diperiksa
secara berkala, tetapialat tersebut biasanya tidak tersedia pada ESU. pengguna
pada user dan pemeliharaan secara berkala dan rutin harus dilakukan

Gambar 4

5
Sistem kelistrikan elektro surgery unit
Bagian – Bagian Alat
a) Power Supply
Power Supply adalah pembangkit arus searah dimana arus bolak balik diubah
menjadi arus searah. Pada blok ini terdiri dari saklar penghubung (ON/OFF
switch) dilengkapi dengan transformator step down, serta penyearah yang
menyalurkan tegangan listrik ke rangkaian yang membutuhkan.
b) Pembangkit Frekuensi Tinggi (HF)
Pembangkit HF adalah bagian yang membangkitan frekuensi tinggi melalui
rangkaian Oscillator, kemudian diperkuat oleh rangkaian Amplifier. HF filter
merupakan penyaring terhadap frekuensi tinggi yang dihasilkan oscillator ke
rangkaian catu daya (power supply).
c) Interface
Interface terdiri dari berbagai tombol dan display setting mulai dari pemilihan
mode, tingkat daya cutting monopolar 1 dan 2, tingkat daya cutting bipolar dan
tingkat daya coagulating.
d) Elektroda
1) Elektroda aktif
Elektroda aktif terbuat dari bahan yang bersifat konduktor dengan bentuk fisik
mempunyai permukaan yang sempit. Hal ini bertujuan agar arus listrik frekuensi
tinggi akan lebih terpusat hingga panas yang dicapai pada tubuh merupakan panas
yang maksimum. Jenis elektroda aktif yang digunakan pada proses pembedahan
dibedakan menurut fungsinya antara lain:
a) Elektroda jarum ( Needle Electrode ) Elektroda ini sesuai dengan namanya
berbentuk jaring dengan luas permukaan yang sangat sempit, dan digunakan pada
pembedahan jaringan tubuh yang kecil.
b) Elektroda pisau ( Knife Electrode )
Elektroda aktif ini berbentuk pipih seperti pisau dan digunakan pada proses
pemotongan/cutting.
c) Elektroda lingkar pita ( Band Loop Electrode )

6
Elektroda aktif yang berbentuk lingkaran yang digunakan untuk mengambil
bagian yang menonjol pada bagian kulit.
d) Elektroda bola ( Ball Electrode )
Elektroda aktif yang bentuknya menyerupai bola. Pada penggunaannya, elektroda
bola digunakan untuk penggumpalan darah atau coagulasi, dapat juga untuk
pembakaran jaringan kulit yang tidak dikehendaki atau fulgurasi dengan cara
memberikan cara memberikan jarak antara elektroda terhadap permukaan kulit
yang akan diterapi.
2) Elektroda pasif
Elektroda pasif biasanya juga disebut dengan :
· Netral Electrode
· Dispersive Electrode
· Indifferent Electrode
· Ground Electrode

2.2. DIAGRAM BLOK ESU

7
8
Cara Kerja Block Diagram

Power supply mendapat inputan dari jala – jala PLN, kemudian power
supply akan memberikan tegangan kesemua rangkaian, pada rangkaian osilator
sebagai pembangkit frekwensi dan akan diatur penggunaannya oleh rangkaian
kontrol yang kemudian akan masuk ke rangkaian modulator untuk dimodulasikan
dan akan dikuatkan oleh pre amp dan kemudian dikuatkan lagi oleh rangkaian
power amp yang akan menghasilkan frekwensi tinggi dan akan dikeluarkan
melalui patient plate (elektroda pasif). Sedangkan untuk arus dari supply yang
masuk ke HF

Cara Pengoperasian
1. Sebelum menghidupkan ESU bersihkan dari debu dan kotoran lainnya.
Pastikan bahwa tidak ada barang apapun diatas ESU terutama cairan.
2. Pastikan bahwa semua accessories dalam kondisi baik dan telah terpasang
dengan baik.
3. Masukkan kabel power ESU ke stop kontak listrik di dinding.
Pastikan kabel power telah tertancap dengan mantap di stop kontak,
apabila stop kontak tidak ada ground, hubungkan ESU dengan ground
tambahan.
4. Hidupkan ESU dengan menekan saklar power.
5. Atur dosis/daya yang diinginkan dengan menekan tombol up/down, baik
untuk cutting maupun coagulation. Lakukan juga pemilihan efek yang
diinginkan untuk cutting dan mode yang diinginkan untuk coagulating,
bila memang dibutuhkan.
6. ESU siap untuk digunakan, setelah netral elektroda terpasang ke pasien
dengan baik.
7. Rapikan kembali ESU beserta semua accecories.

9
Cara Perawatan

1. Cek Performa
 Test performa otomatis setelah switch power di on kan
 Cek output tegangan/arus HF
 Cek otomatis dari elektroda netral
2. Pengecekan Keselamatan
 Pengecekan inscripsi dan instruksi manual
 Pengecekan secara visual dari unit dan aksessoris dari kerusakan
 Pengecekan keselamatan listrik meliputi :
 Pemeriksaan grounding
 Pemeriksaan kebocoran
 Pengujian performa semua tombol dan lampu control pada unit
 Pengecekan bagian penampil
 Pengecekan mode automatic start
3. Pengecekan Keselamatan
 Pengukuran output saat mode operasi CUT
 Pengukuran output saat mode operasi COAGULATE
 Pengukuran kapasitas frekuensi tinggi pada berbagai mode operasi
 Elektro Surgery Unit harus melalui pemeriksaan paling tidak satu
tahun sekali.

10
Troubleshooting
1. Ada tegangan HF pada sensor tegangan HF,
Kesalahan :
 kesalahan dalam generator HF ,
 mengganti aksesoris
2. Tegangan keluaran HF terlalu tinggi
Kesalahan:
 Kesalahan dalam generator HF
3. Modus unit power supply pasokan tegangan tidak beralih selama aktivasi,
Kesalahan :
 Kesalahan dalam beralih modus power supply
4. Modus unit power supply pasokan tegangan terlalu tinggi pada saat
aktivasi ST Generator ,Kesalahan :
 Kesalahan dalam beralih modus unit power supply
5. Kebocoran arus LF adalah >50 mA dan mengalir ke unit melalui elektroda
netral Kesalahan :
 Periksa posisi pasien ,apakah ada kontak dengan infus berdiri , atau
sejenisnya
 Ada peralatan yang rusak yang terhubung ke pasien
 Ada pemerataan potensi dan grounding konduktor baik atau tidak
6. Selama fase aktivasi , penutup keluaran fitur keselamatan laporan ON
Kesalahan: servise teknis
7. Selama fase aktivasi , penutup keluaran fitur keselamatan laporan OFF
Kesalahan : servise teknis
8. Batas waktu kontinu maksimum terlampaui Kesalahan :
 Hanya aktifkan unit yang diperlukan
 Batas waktu monitor fitur keamanan umumnya hanya akan
meningkat dengan indikasi yang ketat dengan menggunakan
program pengujian di set up

11
BAB III

PENUTUP

1.1. KESIMPULAN
ESU adalah (electro surgery unit), yang digunakan pada saat tindakan

pembedahan. Pada zaman dulu, pembedahan dilakukan dengan cara biasa,

yaitu dengan pisau bedah. Pembedahan konvensional ini terkadang

menyebabkan pasien banyak mengeluarkan darah. Dengan menggunakan

ESU, pendarahan yang terjadi pada saat tindakan pembedahan dapat

diminimalisir, karena pembuluh darah yang tebuka disekitar luka dapat

langsung menutup.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://djokosoeprijanto.blogspot.com/2015/04/pengertian-elektro-surgery-unit-
esu.html

http://www.google.com/ESU.html

http://www.google.com/blok diagram.html

http:/www.wikipedia.org/ESU.html

13