Anda di halaman 1dari 3

STRATEGI FOKUS

Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar yang lebih
sempit. Strategi jenis ini ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya relatif kecil dan
dalam pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh harga. Dalam
pelaksanaannya – terutama pada perusahaan skala menengah dan besar –, strategi fokus diintegrasikan
dengan salah satu dari dua strategi generik lainnya: strategi biaya rendah atau strategi pembedaan
karakteristik produk. Strategi ini biasa digunakan oleh pemasok “niche market” (segmen khusus/khas
dalam suatu pasar tertentu; disebut pula sebagai ceruk pasar) untuk memenuhi kebutuhan suatu produk
— barang dan jasa — khusus.

Syarat bagi penerapan strategi ini adalah adanya besaran pasar yang cukup (market size), terdapat
potensi pertumbuhan yang baik, dan tidak terlalu diperhatikan oleh pesaing dalam rangka mencapai
keberhasilannya (pesaing tidak tertarik untuk bergerak pada ceruk tersebut). Strategi ini akan menjadi
lebih efektif jika konsumen membutuhkan suatu kekhasan tertentu yang tidak diminati oleh perusahaan
pesaing. Biasanya perusahaan yang bergerak dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu
kelompok pasar tertentu (niche market), wilayah geografis tertentu, atau produk — barang atau jasa —
tertentu dengan kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen secara baik, excellent delivery. (Lihat
David, 1998; Fournier dan Deighton, 1997; Pass dan Lowes, 1997; Porter, 1980 dan 1985).

Strategi ini, perusahaan memusatkan usahanya untuk melayani sebagian kecil segmen pasar dan tidak
melayani pasar secara luas. Usaha ini dilakukan dengan mengenali secara detail pasar yang dituju dan
menerapkan keunggulan biaya menyeluruh atau diferensiasi pada segmen kecil tersebut. Sesuai dengan
namanya, focus berarti menyasar kelompok konsumen yang lebih sempit atau dalam pemasaran lazim
dikenal dengan istilah ceruk pasar. Ceruk pasar adalah kelompok konsumen yang memiliki kombinasi
kebutuhan atau sumber daya yang lebih spesifik. Misalnya, konsumen yang suka manis tetapi menderita
diabetes.

Strategi ini cocok diterapkan jika :

1. Kebutuhan pembeli terhadap suatu barang bermacam-macam

2. Tidak ada saingan khusus dalam target/segmen yang sama

3. Segmen pembeli sangat berbeda dalam ukuran, pertumbuhan, profitabilitas, yang membuat banyak
segmen lebih menarik daripada yang lain

4. Perusahaan kurang memiliki kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan keseluruhan pasar

STRATEGI FOKUS BIAYA

Focus biaya adalah strategi bersaing yang focus pada kelompok pembeli atau geografis tertentu dan
mencoba melayani ceruk-ceruk ini, dan mengabaikan yang lain. Dalam menggunaka focus biaya,
perusahaan unit bisnis mencari keunggulan biaya pada segmen sasarannya. Starategis tersebut
didasarkanpada keyakinan bahwa perusahaan atau unit bisnis yang mengkosenstrasikan upaya-upayanya
dapat melayani target strategis yang sempit dengan lebih efisien dibandingkan dengan para pesaingnya.
Contoh perusahaan yang melakukan strategi ini : Fadal Engineerring dan USAA (United Service
Autombile Association)

Resiko Fokus

1. Strategi focus ditiru

· Segmen sasaran menjadi tidak menerik secara struktur

· Struktur melapuk /terkisis

· Permintaan hilang

2. Pesaing sasaran menghebohkan segmen :

· Perbedaan segmen dengan segmen lain terbilang sempit

· Keunggulan lini yang luas meningkat

3. Para pem-“focus” baru memecah segmen industry

Perusahaan yang Menerapkan Strategi Fokus

Procter & Gamble Company telah mempunyai badan hukum di Ohio pada 1905. Perusahaan tersebut
didirikan oleh William Procter and James Gamble pada 1837. Procter & Gamble memfokuskan diri pada
produk bermerek untuk meningkatkan kehidupan konsumen seluruh dunia. Saat ini perusahaan telah
memasarkan lebih dari 300 merek yang telah tersebar di lebih dari 160 negara. Perusahaan beroperasi di
lebih dari 80 negara melalui Market Development Organization “MDO”. MDO meliputi pelanggan ritel
yang resmi, saluran dagang dan tim khusus untuk negara yang bekerja untuk membangun merek
perusahaan di pasar lokal. MDO diorganiasi mencakup tujuh wilayah, yaitu Amerika Utara, Eropa Barat,
Asia Utara-Timur, Amerika Latin, Eropa Timur dan Tengah/Timur Tengah/Afrika, Cina dan
ASEAN/Australia/India. Perusahaan dikelompokkan menjadi tiga Global Business Units: P&G Beauty; P&G
Family Health; and P&G Household Care. Dalam P&G Beauty unit, meliputi Retail and Professional Hair
Care, Skin Care, Feminine Care, Cosmetics, Fine Fragrances and Personal Cleansing. Hair Care merupakan
bisnis utama dan Feminine Care merupakan bisnis utama lainnya. Merek dalam P&G Beauty antara lain
Pantene, Wella, Olay, Always and Head & Shoulders. Dalam P&G Family Health, perusahaan menawarkan
produk perawatan kesehatan mencakup Oral Care, Pharmaceuticals, Personal Health and Pet Health and
Nutrition. Merek P&G Family Health meliputi Actonel, Crest, Iams, Pampers, Bounty and Charmin brands.
Dalam P&G Household Care, terdiri dari Fabric Care and Home Care, mencakup Tide, Ariel, Downy dan
Dawn. In Snacks and Coffee, perusahaan membagi menjadi dua kategori, yaitu Salted Snacks and Coffee.
Dua merek dalam Snacks and Coffee – Pringles dan Folgers. Pada 27 January 2005, Procter & Gamble
bekerjasama dengan The Gillette Company. The Gillette Company merupakan perusahaan yang
menghasilkan produk untuk pria, misalnya silet, pisau cukur dan tempat penyipanan peralatan dan juga
tersedia untuk produk wanita. Gillette juga menyediakan batu baterai alkalin dan sikat gigi yang mampu
masuk ke pasar global. Pada 2007, Procter & Gamble ini dipimpin oleh Alan G. Lafley, sebagai
CEO/Chairman of the Board/President/Director.