Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL TUGAS AKHIR

STUDI ANALISA PERENCANAAN


PEMBANGUNAN GARDU GA 0209 TERHADAP
PERMASALAHAN DROP TEGANGAN PADA
UJUNG SALURAN PENYULANG KESATRIAN GA
0028

Oleh :

Tomy Putra Wijaya


NIM. 1615333025

PROGRAM STUDI DIII TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI BALI
2019
LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL TUGAS AKHIR

STUDI ANALISA PERENCANAAN PEMBANGUNAN GARDU GA 0209 TERHADAP


PERMASALAHAN DROP TEGANGAN PADA UJUNG SALURAN PENYULANG
KESATRIAN GA 0028

Oleh :

Tomy Putra Wijaya


NIM. 1615333025

Proposal tugas akhir ini diajukan untuk


Dilanjutkan sebagai tugas akhir
di
Program Studi DIII Teknik Listrik
Jurusan Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali

Bukit Jimbaran, April 2019


Disetujui Oleh:
Tim Penguji: Dosen Pembimbing
1. .............................................. 1. Ir. I Gde Ketut Sri Budarsa, M.Si, MT
NIP. NIP.

2. .............................................. .2. ..............................................


NIP. NIP.

Proposal – PS TL – Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali 2


NIP.

1. Judul Proposal
STUDI ANALISA PEMBEBANAN GARDU DISTRIBUSI GA 209 TERHADAP
DROP TEGANGAN
2. Latar Belakang

Pada zaman modern ini tidak dapat dipungkiri bahwa seluruh umat manusia saat ini
memiliki ketergantungan yang sangat besar dengan energy listrik. Listrik sudah menjadi
salah satu kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua
peralatan yang menopang dan membantu kegiatan sehari-hari manusia saat ini hanya
akan berfungsi dengan adanya listrik. Dari sektor rumah tangga, pemerintahan, fasilitas
umum, industri, hingga fasilitas sosial, semua membutuhkan listrik.

Namun dengan perkembangan zaman, daya yang dibutuhkan oleh


konsumen/pelanggan tidak sama lagi dari awal perencanaannya hingga saat ini dan juga
permasalahan pada proses pendistribusian daya listrik akan semakin bertambah. Salah
satunya adalah Drop Tegangan/Jatuh Tegangan, Ditinjau dari segi panjang saluran
distribusi dari gardu induk menuju transformator distribusi maupun dari transformator
distribusi kebeban dapat juga menyebabkan jatuh tegangan yang cukup besar. Selain
jatuh tegangan yang semakin besar menyebabkan juga kinerja transformator distribusi
kurang maksimal. Adanya kondisi tersebut diperlukan evaluasi dan perencanaan kembali
yang memperhatikan kriteria-kriteria perencanaan seperti jatuh tegangan (voltage drop)
yang diijinkan dan keberlangsungan pelayanan daya listrik. yang diakibatkan oleh
panjangnya jaringan pada suatu penyulang, Drop tegangan yang diperbolehkan pada
sistem distribusi sebesar 5% untuk sistem jaringan radial.

Berdasarkan data-data pengembangan yang diperoleh dari PT.PLN (Persero) ULP


Gianyar, mengenai drop tegangan pada ujung saluran gardu distribusi GA 0028 dengan
asumsi pertumbuhan beban sebesar 2% yaitu 210 V pada fasa R, 212 V pada fase S, dan
219 V pada fase T. sesuai dengan SPLN TAHUN 1997 batas yegangan ujung yan g
diperbolehkan adalah ± 5% - 10%. Maka dalam hal ini dilakukan perencanaan perluasan

Proposal – PS TL – Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali 3


jaringan dan pembangunan gardu distribusi GA 209 terhadap drop tegangan pada
penyulang kesatrian.
3. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan adapun masalah yang menjadi fokus
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Berapa besar beban yang dapat dibebani pada gardu distribusi GA 209 setelah
dibangun untuk mengantisipasi drop tegangan?
2. Berapa besar drop tegangan pada ujung saluran setelah dilakukan pengalihan beban ?
3. Berapa lama gardu distribusi GA 209 mampu bertahan dengan daya trafo 50 kv
terhadap presentase pertumbuhan beban sebesar 2% di wilayah tersebut?

4. Batasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan yang akan diteliti, maka penulis membatasi masalah
sebagai berikut:

1. Pembebanan pada gardu dustribusi GA 209 di beberapa jurusan.


2. Peningkatan beban terhadap umur gardu GA 209
5. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam penelitian ini adalah :
1. Menghitung pembebanan gardu Distribusi GA 209 setelah dibebani dengan beban
pada wilayah tersebut
2. Menghitung jumlah drop tegangan pada ujung saluran setelah dilakukan pengalihan
beban.
3. Mengetahui umur trafo pada gardu distribusi GA 209 terhadap pertumbuhan beban
pada wilayah tersebut.
6. Tinjauan Pustaka
6.1 Teori Penunjang Yang Digunakan Dalam Penelitian
6.1.1 Sistem Tenaga Listrik

Proposal – PS TL – Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali 4


Energi listrik yang digunakan pada kehidupan sehari-hari berasal dari pusat listrik
(pembangkit listrik). Penyaluran listrik yang dibangkitkan dari pusat listrik/pembangkit
listrik dapat sampai ke pelanggan listrik dengan beberapa tahapan. Mulai dari pembangkit,
saluran transmisi, distribusi, hingga sampai ke pelanggan. Pelanggan pun dapat
digolongkan dari industry, bisnis, rumah tangga, pemerintahan, dan lain sebagainya. Jenis-
jenis penyaluran daya listrik ini ada beberapa tahapan yaitu :

Penyaluran Daya Listrik

Pembangkit listrik merupakan suatu rangkaian mesin yang berfungsi untuk merubah
energi tertentu menjadi energi listrik. Seperti energi mekanikal yang diubah menjadi
energy listrik. Tegangan yang dapat dikeluarkan oleh generator pembangkit listrik
biasanya berkisar 11 kV. Kemudian 11kV dari generator ini dinaikan oleh Trafo Step Up
menjadi tegangan 70 kV dan 150 kV atau sampai tegangan ekstra tinggi 150 kV. Tujuan
dari penaikan tegangan ini adalah untuk mengurangi kerugian akibat hambatan pada
kawat penghantar pada saat proses transmisi. Tegangan yang sudah dinaikan tadi
kemudian ditransmisikan melalui jaringan Saluaran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau
melaluo Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET) menuju ke Gardu Induk (GI). Pada gardu
induk iniilah tegangan diturunkan voltasenya menjadi tegangan menengah 20 kV. Setelah
tegangan diturunkan, selanjutnya tegangan menengah 20 kV ini disalurkan melalui saluran
distribusi Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM), yang kemudian di salurkan
menuju trafo-trafo distribusi. Pada trafo-trafo distribusi voltasenya diturunkan dari 20 kV

Proposal – PS TL – Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali 5


menjadi 380/220 V. dari trafo-trafo distribusi kemudian disalurkan melalui Saluran Udara
Tegangan Rendah (SUTR) ke rumah-rumah/pelanggan listrik.

6.2.1 Gardu Distribusi


Pengertian umum Gardu Distribusi tenaga listrik yang paling dikenal adalah suatu
bangunan gardu listrik berisi atau terdiri dari instalasi Perlengkapan Hubung Bagi
Tegangan Menengah (PHB-TM), Transformator Distribusi (TD) dan Perlengkapan
Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB-TR) untuk memasok kebutuhan tenaga listrik bagi
para pelanggan baik dengan Tegangan Menengah (TM 20 kV) maupun Tegangan Rendah
(TR 220/380V). .
Konstruksi Gardu distribusi dirancang berdasarkan optimalisasi biaya terhadap maksud
dan tujuan penggunaannya yang kadang kala harus disesuaikan dengan peraturan Pemda
setempat.
Secara garis besar gardu distribusi dibedakan atas :

Jenis pemasangannya :a.

1. Gardu pasangan luar : Gardu Portal, Gardu Cantola)


2. Gardu pasangan dalam : Gardu Beton, Gardu Kiosb)
Jenis Konstruksinya :b.
1. Gardu Beton (bangunan sipil : batu, beton)a)
2. Gardu Tiang : Gardu Portal dan Gardu Cantol b)
3. Gardu Kios c)
Jenis Penggunaannya :c.
1. Gardu Pelanggan Umum a)
2. Gardu Pelanggan Khusus b)
Khusus pengertian Gardu Hubung adalah gardu yang ditujukan untuk memudahkan
manuver pembebanan dari satu penyulang ke penyulang lain yang dapat dilengkapi/tidak
dilengkapi RTU (Remote Terminal Unit). Untuk fasilitas ini lazimnya dilengkapi fasilitas
DC Supply dari Trafo Distribusi pemakaian sendiri atau Trafo distribusi untuk umum
yang diletakkan dalam satu kesatuan.

Proposal – PS TL – Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali 6


6.2.1.1 Gardu Tiang
Menggunakan Tiang : beton, besi, kayu
I.1.1 Gardu Portal
Umumnya konfigurasi Gardu Tiang yang dicatu dari SUTM adalah T section dengan
peralatan pengaman Pengaman Lebur Cut-Out (FCO) sebagai pengaman hubung singkat
transformator dengan elemen pelebur (pengaman lebur link type expulsion) dan
Lightning Arrester (LA) sebagai sarana pencegah naiknya tegangan pada transformator
akibat surja petir.

6.2.2 Transformator

Transformator adalah suatu komponen dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk
mengubah tegangan dari satu tingkat ketingkat yang lain melalui gandengan magnet
berdasarkan prinsip induksi elektromagnet. Transformator digunakan secara luas, baik
dalam bidang tenaga listrik maupun elektronika. Penggunaannya dalam sistem tenaga
memungkinkan dipilihnya tegangan yang sesuai dan ekonomis untuk tiap-tiap keperluan,
misalnya untuk kebutuhan tegangan tinggi dalam pengiriman daya listrik jarak jauh.

6.3.1 Sistem Distribusi Primer


Bagian-bagian system distribusi primer terdiri dari:
1. Transformator daya, berfungsi untuk menurunkan tegangan dari tegangan tinggi ke
tegangan menegah atau sebaliknya.
2. Pemutus tegangan, berfungsi sebagai pengaman yaitu pemutus daya
3. Penghantar, berfungsi sebagai penghubung daya
4. Gardu Hubung, berfungsi menyalurkan daya ke gardu-gardu distribusi tanpa
mengubah tegangan
5. Gardu Distribusi, berfungsi untuk menurunkan tegangan menegah menjadi tegangan
rendah
6.4.1 Sistem Distribusi Sekunder
Distribusi sekunder mempergunakan tegangan rendah.Sebagaimana halnya dengan
distribusi primer, terdapat pula pertimbanganpertimbangan perihal kehandalan pelayanan
dan regulasi tegangan. Sistem sekunder dapat terdiri atas empat jenis umum :

Proposal – PS TL – Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali 7


1. Pelayanan Dengan Transformator tersendiri
2. Penggunaan Satu Transformator untuk Sejumlah Pemakai
3. Bangking Sekunder
4. Jaringan Sekunder
6.5.1 Daya Listrik
Ada beberapa jenis daya listrik yang dibahas pada bab ini, yaitu :

6.5.1.1 Daya Semu


Daya semu adalah daya yang melewati suatu saluran penghantar pada jaringan
transmisi maupun jaringan distribusi. Dimana untuk daya semu ini dibentuk oleh besaran
tegangan yang dikalikan dengan besaran arus.
Untuk 1 fasa yaitu :
S = V×I
Untuk 3 fasa yaitu :
S = 3×V×I
Dimana :
S = Daya semu ( VA)
V = Tegangan (KV)
I = Besar arus (A)

6.5.1.2 Daya Aktif


Daya aktif (daya nyata) adalah daya yang dipakai untuk menggerakkan berbagai
macam peralatan listrik seperti : motor listrik. Daya aktif ini dihasilkan dari besa
tegangan yang kemudian dikalikan dengan besaran arus dan faktor dayanya.
Untuk 1 fasa yaitu :
P = V×I×Cosφ
Untuk 3 fasa yaitu :
P = 3×V×I×Cosφ
Dimana :
P = Daya aktif (Watt)
V = Tegangan (V)

Proposal – PS TL – Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali 8


I = Besar arus (A)

6.5.1.3 Daya Reaktif


Daya reaktif untuk 1 fasa yaitu :
Q = V×I×Sinφ
Daya reaktif untuk 3 fasa yaitu :
Q = 3×V×I×Sinφ
Dimana :
P = Daya Aktif (Watt)
V = Tegangan (V)
I = Besar arus (A)

6.5.1.4 Faktor Daya


Faktor daya adalah perbandingan antara daya nyata dalam satuan watt dan daya
reaktif dalam satuan VoltAmpere Reaktif (VAR) dari daya yang disalurkan oleh pusat-
pusat pembangkit kebeban. Nilai faktor daya ini mempengaruhi besar arus yang mengalir
pada saluran untuk suatu beban yang sama.

Faktor daya salah satunya disebabkan oleh penggunaan peralatan pada pelanggan yang
menyimpang dari syarat-syarat penyambungan yang telah di tetapkan, dapat
mengakibatkan pengaruh balik terhadap saluran, antara lain factor daya yang rendah da
ketidakseimbangan beban. Rendahnya faktor daya disebabkan karena melebarnya sudut
fasa antara arus dan tegangan.Faktor daya yang terlalu rendah mengakibatkan rugi yang
sangat besar pada saluran.Pergeseran sudut fasa antara arus dan tegangan di tentukan oleh
sifat impedansi beban (resistif, induktif, kapasitif) yang dihubungkan dengan sumber arus
bolakbalik tersebut. Apabila beban mempunyai impedansi yang bersifat resistif, maka
arus dan tegangan sefasa atau besarnya pergeseran sudut fasa sama dengan nol. Dengan
demikian faktor daya sama dengan satu (unity power factor).

Proposal – PS TL – Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali 9


7. Metodologi

7.1 Pengukuran dan Pengambilan Data

Di dalam penyusunan proposal ini penyusun banyak mendapatkan informasi data dan
referensi dari berbagai macam sumber dengan beberapa metode penggalian informasi
yang dilakukan penyusun antara lain sebagai berikut :

1. Metode Wawancara

Dengan wawancara kepada pihak yang berkompeten dalam bidang Jaringan


Distribusi. Proses wawancara dilakukan dengan cara tanya jawab dengan
supervisor bidang teknik dan petugas terkait yang berhubungan dengan gardu GA
0028 dan juga perencanaan pembangunan gardu GA 0209di kantor PT PLN
(persero) ULP Gianyar.

2. Metode Observasi

Suatu metode yang mana cara pendapatan data tentang Drop Tegangan dan Gardu
Distribusi dengan mengadakan suatu pengamatan secara langsung terhadap suatu
obyek yang bertempat pada Gardu GA 0028 penyulang kesatrian.

3. Metodc Study Literatur

Proposal – PS TL – Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali 10


Suatu metode dengan mempelajari buku-buku, jurnal website yang ada kaitannya
dengan proposal yang akan dijadikan tugas akhir ini.

7.2 Pengolahan Data

Dari data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan pengambilan data di lapangan,
nantinya akan diolah menggunakan rumus-rumus yang telah dipaparkan sebelumnya
hingga didapat hasil berupa tabel-tabel yang digunakan untuk menganalisa apakah
penempatan Gardu Distribusi yang telah direncanakan sebelumnya sudah mampu
mengatasi permasalahan Drop Tegangan pada penyulang terkait.

7.3 Analisa Hasil Penelitian

Setelah didapatkan parameter-paramater hasil pengolahan data, kemudian data tersebut


diulas sesuai dengan teori dan ketentuan yang ada dengan cara membandingkan
parameter yang satu dengan yang lainnya hingga didapat hasil yang terbaik.

7.4 Hasil yang diharapkan

Dengan pemasangan gardu sisip diharapkan akan berdampak baik pada penyaluran energi
listrik dan keinginan PT PLN (Persero) untuk tetap dapat menjaga keandalan dan
kontiyuitas penyaluran energi listrik serta peningkatkan kualitas pelayanan kepada
pelanggan.

1. Daftar Pustaka
[1] PT PLN (Persero), Buku 1 : Kriteria Desain Enjiniring Kontruksi Jaringan
Distribusi Tenaga Listrik, Jakarta: PT PLN (Persero), 2010.
[2] PT PLN (Persero), Buku 5 : Standar Kontruksi Jaringan Tegangan Menengah
Tenaga Listrik, Jakarta: PT PLN (Persero), 2010.
[3] PT PLN (Persero), Buku 3 : Standar Kontruksi Jaringan Tegangan Rendah
Tenaga Listrik, Jakarta: PT PLN (Persero), 2010.
[4] PT PLN (Persero), Buku 4 : Standar Kontruksi Gardu Distribusi dan Gardu
Hubung Tenaga Listrik, Jakarta: PT PLN (Persero), 2010.

Proposal – PS TL – Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali 11


[5] Abdul Kadir, Transformator, Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press),
2010

[6] Drs Yon Rijono, Dasar Teknik Tenaga Listrik, Ed. III, Yogyakarta: Andi, 2004.
[7] SPLN D3.002-1:2007 Spesifikasi Tranformator Distribusi.
[8] Surat Edaran Direksi PT PLN (Persero) No. 0017.E/DIR/2014, Metode
Pemeliharaan Trafo Distribusi Berbasis Kaidah Manajemen Aset.
[9] PT PLN (Persero), Tegangan-Tegangan Standar, Indonesia. SPLN 1 Tahun 1995
[10] Frank D. Petruzella, Elektronik Industri, Jakarta : Andi Offset, 2001.
[11] Syafriyudin. Perhitungan Lama Waktu Pakai Transformator [Online]. Available
http://jurtek.akprind.ac.id/sites/default/files/88-95-dien.pdf. (Accesed 11 Maret 2019)

Proposal – PS TL – Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali 12