Anda di halaman 1dari 28

Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya
validasi dan penyempurnaan Modul Simulasi sebagai Materi Aktualisasi dalam
Diklat Hukum Kontrak Konstruksi Tingkat Dasar. Modul ini disusun untuk memenuhi
kebutuhan kompetensi dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang Konstruksi.

Modul Studi Kasus disusun dalam 3 (tiga) bab yang terbagi atas Pendahuluan,
Materi Pokok, dan Penutup. Penyusunan modul yang sistematis diharapkan mampu
mempermudah peserta pelatihan dalam memahami tentang Simulasi penyusunan
kontrak konstruksi dan pelaksanaan suatu kontrak konstruksi terkait hukum kontrak
konstruksi. Penekanan orientasi pembelajaran pada modul ini lebih menonjolkan
partisipasi aktif dari para peserta.

Akhirnya, ucapan terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada Tim
Penyusun dan Narasumber Validasi, sehingga modul ini dapat diselesaikan dengan
baik. Penyempurnaan maupun perubahan modul di masa mendatang senantiasa
terbuka dan dimungkinkan mengingat akan perkembangan situasi, kebijakan dan
peraturan yang terus menerus terjadi. Semoga Modul ini dapat memberikan
manfaat bagi peningkatan kompetensi ASN di bidang Konstruksi.

Bandung, November 2016


Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Sumber Daya Air dan Konstruksi

Dr. Ir. Suprapto, M.Eng.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi i


Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................................................................ii
DAFTAR TABEL .............................................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................................ iv
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL..........................................................................................v
BAB I ............................................................................................................................................... I-1
PENDAHULUAN ........................................................................................................................... I-1
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................... I-1

1.2 Tujuan Pembelajaran ............................................................................................. I-2

1.3.1 Kompetensi Dasar .................................................................................................. I-2


1.3.2 Indikator Keberhasilan ........................................................................................... I-2
1.3 Materi Pokok dan Sub Materi Pokok ...................................................................... I-2

1.4 Estimasi Waktu ...................................................................................................... I-2

BAB II ............................................................................................................................................. II-1


PENYUSUNAN KONTRAK DAN PELAKSANAAN KONTRAK ......................................... II-1
2.1 Pengertian Kontrak ............................................................................................... II-1

2.2 Penyusunan Dokomen Kontrak ........................................................................... II-I2

2.2 Prosedur Administrasi Pelaksanaan Kontrak ........................................................ II-9

2.3 Latihan................................................................................................................ II-13

2.4 Rangkuman ........................................................................................................ II-14

BAB III........................................................................................................................................... III-1


PENUTUP ..................................................................................................................................... III-1
3.1. Kesimpulan .......................................................................................................... III-1

3.2 Tindak Lanjut ..................................................................................................... III-1

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... vi


GLOSARIUM .................................................................................................................................. vii

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi ii


Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1-Contoh Daftar Simak Kontrak................................................................................. II-6

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi iii
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1-Kedudukan Kontrak dalam Tahapan Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa.... II-1


Gambar 2. 2-Tahapan Kegiatan Pelaksanaan Kontrak........................................................ II-9

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi iv


Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Deskripsi
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi ini terdiri dari dua kegiatan belajar mengajar.
Sub kegiatan belajar pertama membahas tentang penyusunan kontrak
konstruksi. Kemudian sub kegiatan belajar kedua membahas pelaksanaan
suatu kontrak konstruksi. Peserta diklat mempelajari keseluruhan modul ini
dengan cara yang berurutan. Pemahaman setiap materi pada modul ini
diperlukan untuk memahami pelaksanaan penyusunan dan pelaksanaan suatu
kontrak konstruksi. Di akhir pembelajaran dilengkapi dengan praktek atau
simulasi yang menjadi alat ukur tingkat penguasaan peserta diklat setelah
mempelajari seluruh materi Diklat ini.

Persyaratan
Dalam mempelajari modul ini peserta diklat sebelumnya perlu mempelajari
seluruh bahan ajar dalam Diklat Hukum Kontrak Konstruksi, dan membaca
modul ini disertai dengan memahami contoh format Kontrak, daftar simak dan
formulir evaluasi kontrak.

Metode
Dalam pelaksanaan pembelajaran ini, metode yang dipergunakan adalah
dengan kegiatan pemaparan yang dilakukan oleh Widyaiswara/Fasilitator,
adanya kesempatan tanya jawab, curah pendapat, bahkan diskusi

Alat Bantu/Media
Untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran ini, diperlukan Alat
Bantu/Media pembelajaran tertentu, yaitu: LCD/projector, Laptop, white board
dengan spidol dan penghapusnya, bahan tayang, serta modul dan/atau bahan
ajar.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi v


Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diklat diharapkan dapat melakukan
penyusunan kontrak konstruksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi vi


Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kontrak merupakan dokumen yang penting dalam pelaksanaan pekerjaan
konstruksi. Karena segala hal terkait hak dan kewajiban antara pihak serta
alokasi risiko diatur dalam kontrak. Oleh karena itu, pemahaman akan
kontrak konstruksi mutlak diperlukan oleh para aparatur sipil negara,
terutama yang terlibat dalam penyelenggaraan proyek infrastruktur PUPR,
agar semua masalah dan risiko yang terkandung di dalamnya dapat dikelola
dan diatasi. Disamping itu, kerugian proyek terbesar pada umumnya bukan
hanya disebabkan karena kesalahan perencanaan dan pelaksanaan fisik,
namun juga dapat disebabkan karena kegagalan dalam mengelola kontrak
pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Diklat Hukum Kontrak Konstruksi merupakan pelatihan yang dapat


memberikan pembekalan awal bagi para peserta untuk memiliki sikap,
pengetahuan dan keahlian dasar dalam Kontrak Konstruksi.

Simulasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2014) berarti:


a) metode pelatihan yang meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang
mirip dengan keadaan yang sesungguhnya;
b) penggambaran suatu sistem atau proses dengan peragaan berupa
model statistik atau pemeranan

Berdasarkan definisi diatas, pembelajaran Simulasi Kontrak Konstruksi ini


diberikan dengan harapan agar peserta mampu menyusun dan
melaksanakan suatu kontrak konstruksi melalui praktek peragaan/simulasi,
sehingga dapat mendukung terwujudnya tertib prosedur dan tertib
administrasi dalam pelaksanaan kontrak konstruksi.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi I-1
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

1.2 Tujuan Pembelajaran


1.3.1 Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti pembelajaran modul ini, peserta diharapkan mampu
melakukan penyusunan dan evaluasi kontrak konstruksi sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
1.3.2 Indikator Keberhasilan
Setelah pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu:
a) Menyusun Kontrak Konstruksi;
b) Melakukan evaluasi kelengkapan suatu Kontrak Konstruksi.

1.3 Materi Pokok dan Sub Materi Pokok


Dalam modul Simulasi Kontrak Konstruski ini akan membahas materi:
a) Penyusunan Kontrak Konstruksi.
b) Evaluasi Kontrak Konstruksi.

1.4 Estimasi Waktu


Alokasi waktu yang diberikan untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
untuk mata diklat “Simulasi Kontrak Konstruksi” ini adalah 10 (sepuluh) jam
pelajaran (JP) atau sekitar 450 menit.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi I-2
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

BAB II
PENYUSUNAN KONTRAK DAN PELAKSANAAN KONTRAK

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu menjelaskan


penyusunan kontrak dan pelaksanaan kontrak

2.1 Pengertian Kontrak


Menurut Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010, Kontrak Pengadaan
Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis
antara PPK dengan Penyedia Barang/Jasa atau Pelaksana Swakelola.
Sedangkan pengertian Hukum Kontrak adalah norma atau kaidah atau
aturan hukum yang mengatur hubungan hukum antar para pihak
berdasarkan kata sepakat untuk menimbulkan akibat hukum dalam
melaksanakan suatu obyek perjanjian atau prestasi. Sehingga Administrasi
Kontrak adalah Sesuatu yang menggambarkan secara menyeluruh
penanganan kontrak sejak sebelum tanda tangan (pra-kontrak ) sampai
dengan kontrak berakhir.
Secara garis besar, kedudukan kontrak dan pelaksanaan kontrak dalam
tahapan kegiatan pengadaan barang/jasa dapat dilihat pada Gambar 2.1
berikut ini.

Gambar 2. 1-Kedudukan Kontrak dalam Tahapan Kegiatan Pengadaan


Barang/Jasa

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-1
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

2.2 Penyusunan Dokomen Kontrak


Dalam KUH Perdata, pasal 1320 disebutkan bahwa untuk sahnya suatu
perjanjian diperlukan empat syarat, yaitu:
a) adanya sepakat mereka yang mengikatkan dirinya;
b) adanya kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
c) adanya hal tertentu (terang & jelas);
d) adanya suatu sebab yang halal.
Dalam pasal 1338 disebutkan pula bahwa semua perjanjian yang dibuat
secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang
membuatnya.

Beberapa peraturan lainnya terkait dengan kontrak disebutkan dalam


Perpres No. 54 Tahun 201 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
sebagai berikut:

Pasal 64 ayat (4):


PPK menetapkan bagian dari rancangan Dokumen Pengadaan yang terdiri
atas:
a) rancangan SPK; atau
b) rancangan surat perjanjian, termasuk:
1) syarat-syarat umum Kontrak;
2) syarat-syarat khusus Kontrak;
3) spesifikasi teknis, KAK dan/atau gambar;
4) daftar kuantitas dan harga; dan
5) dokumen lainnya.
c) HPS.

Pasal 65
a) PPK menyusun rancangan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (4) huruf a dan huruf b.
b) Rancangan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa disusun dengan
berpedoman pada Standar Kontrak Pengadaan Barang/Jasa.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-2
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

c) Ketentuan lebih lanjut mengenai Standar Kontrak Pengadaan


Barang/Jasa serta pedoman penyusunan Kontrak Pengadaan
Barang/Jasa diatur dengan peraturan Kepala LKPP.

Pasal 86
Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa
a) PPK menyempurnakan rancangan Kontrak Pengadaan Barang/ Jasa
untuk ditandatangani.
b) Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa dilakukan setelah
DIPA/DPA disahkan.
c) Para pihak menandatangani Kontrak setelah Penyedia Barang/ Jasa
menyerahkan Jaminan Pelaksanaan paling lambat 14 (empat belas)
hari kerja terhitung sejak diterbitkannya SPPBJ.
d) Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang kompleks
dan/atau bernilai diatas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah)
dilakukan setelah memperoleh pendapat ahli hukum Kontrak.
e) Pihak yang berwenang menandatangani Kontrak Pengadaan
Barang/Jasa atas nama Penyedia Barang/Jasa adalah DIreksi yang
disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar Penyedia
Barang/Jasa, yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
f) Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan
dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud pada
ayat (5), dapat menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa,
sepanjang mendapat kuasa/ pendelegasian wewenang yang sah dari
Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran
Dasar untukmenandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa

Dokumen Kontrak Kerja Konstruksi didefinisikan sebagai keseluruhan


dokumen yang mengatur hubungan hukum antara Pejabat Pembuat
Komitmen dan Penyedia Jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan
konstruksi, yg terdiri dari :
a) Addendum Surat Perjanjian ;

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-3
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

b) Pokok Perjanjian;
c) Surat Penawaran berikut Daftar Kuantitas dan Harga;
d) Syarat-syarat Khusus Kontrak;
e) Syarat-syarat Umum Kontrak;
f) Spesifikasi Khusus;
g) Spesifikasi Umum;
h) Gambar-gambar dan;
i) Dokumen lainnya seperti : jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP, BAPP.

Urutan kekuatan hukum kontrak, sebagai berikut:


a) Addendum Surat Perjanjian;
b) Pokok Perjanjian;
c) Surat Penawaran berikut Daftar Kuantitas dan Harga;
d) Syarat-syarat Khusus Kontrak;
e) Syarat-syarat Umum Kontrak;
f) Spesifikasi Khusus;
g) Spesifikasi Umum;
h) Gambar-gambar dan;
i) Dokumen lainnya seperti : jaminan-jaminan,
j) SPPBJ, BAHP, BAPP.

Syarat penandatanganan kontrak sebagai berikut:


a) Paling lambat 14 hari setelah surat penunjukan penyedia jasa (SPPJ)
b) Menyerahkan jaminan pelaksanaan
c) Pek > Rp 100 milyar setelah memperoleh pendapat Ahli Hukum Kontrak
Profesional atau ditetapkan dengan Keputusan Menteri

Adapun sanksi bagi pembatalan SPPBJ, dapat berakibat pencairan jaminan


penawaran dan Tidak boleh mengikuti PBJ pemerintah selama 2 ( dua )
tahun, apabila :
a) Calon penyedia jasa tidak dapat menyerahkan jaminan pelaksanaan;
b) Menolak SPPBJ dengan alasan yang tidak dapat diterima
c) Mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-4
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

Daftar simak yang harus diperhatikan sebelum penandatanganan kontrak


meliputi aspek sebagai berikut:
a) Surat perjanjian;
b) Para pihak yang berwenang menandatangani kontrak;
c) Spesifikasi teknis;
d) Gambar kontrak;
e) Surat Penawaran berikut Daftar kuantitas dan harga;
f) SSUK;
g) SSKK;
h) Dokumen lainnya :
1) SPPBJ; BAHP, BAPP;
2) Jaminan-jaminan;
3) Dan lain-lain.

Dokumen lain yang harus diperhatikan dalam penyusunan kontrak,


meliputi:
a) Berita Acara Hasil Pemilihan (BAHP)
b) Berita Acara Penetapan Pemenang (BAPP);
c) Surat Penetapan Penyedia Jasa (SPPBJ);
d) Berita acara Pre-Award Meeting;
e) Jaminan –jaminan.

Berikut diberikan Contoh Daftar Simak suatu kontrak berupa matriks.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-5
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

Tabel 2. 1-Contoh Daftar Simak Kontrak

DAFTAR SIMAK
KONTRAK

Kontrak/perjanjian terdiri dari:


1. Surat Perjanjian
2. Syarat Umum Kontrak
3. Syarat Khusus Kontrak
4. Lampiran/Dokumen lain yang merupakan bagian dari kontrak

NO. KONTRAK/PERJANJIAN Ya/Tidak*)

1. SURAT PERJANJIAN
a. Pembukaan (komparisi)
1) Judul Kontrak
a) Menjelaskan tentang judul kontrak termasuk penyingkatan judul
kontrak/perjanjian yang akan ditandatangani
b) Menjelaskan jenis pekerjaan (lingkup pekerjaan)
2) Nomor dan Tanggal Kontrak
Menjelaskan nomor dan hari, tanggal, bulan dan tahun kontrak
ditandatangani
3) Kontrak ditandatangani setelah ada penunjukan penyedia barang/jasa
4) Para Pihak dalam Kontrak
a) Identitas para pihak yang menandatangani kontrak meliputi:
nama, jabatan, dan alamat
(1) Pihak pertama adalah PPK
(2) Pihak kedua adalah Penyedia barang/jasa
(3) Menjelaskan bahwa pihak-pihak tersebut bertindak atas
nama siapa dan dasarnya bertindak
(4) Apabila pihak kedua merupakan suatu konsorsium,
kerjasama, joint operation , maka harus dijelaskan nama
bentuk kerjasamanya, siapa saja anggotanya, dan siapa
yang memimpin dan mewakili kerjasama itu
(5) Menjelaskan mengapa para pihak membuat perjanjian
b. Isi
Bagian isi terdiri dari pasal-pasal :

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-6
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

1) Pernyataan bahwa para pihak telah sepakat atau setuju untuk


mengadakan kontrak mengenai obyek yang dikontrakkan sesuai
dengan jenis pekerjaannya
2) Pernyataan bahwa para pihak telah menyetujui besarnya harga
kontrak yang ditulis dalam angka dan huruf serta rincian sumber
pembiayaannya
3) Pernyataan bahwa ungkapan-ungkapan dalam perjanjian harus
mempunyai arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam
kontrak
4) Pernyataan bahwa kontrak yang dibuat ini meliputi beberapa dokumen
dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak
5) Pernyataan bahwa apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang
ada dalam dokumen perjanjian/kontrak maka yang dipakai adalah
dokumen urutannya lebih dulu
6) Pernyataan mengenai persetujuan para pihak untuk melaksanakan
kewajiban masing-masing yaitu pihak pertama membayar harga
kontrak dan pihak kedua melaksanakan pekerjaan yang diperjanjikan
dalam kontrak
7) Pernyataan mengenai jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, yaitu
kapan dimulai dan diakhirinya pekerjaan
8) Pernyataan mengenai kapan mulai efektif berlakunya kontrak
c. Penutup
1) Pernyataan bahwa para pihak telah menyetujui untuk melaksanakan
perjanjian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia
2) Tanda tangan para pihak dengan dibubuhi materai
2. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK
1) Definisi
(menjelaskan pengertian istilah yang dipakai dalam kontrak)
2) Penerapan, bahwa syarat-syarat umum dalam kontrak ini diterapkan secara
luas tetapi tidak boleh melanggar ketentuan-ketentuan yang ada dalam
kontrak.
3) Asal Barang dan Jasa
(merupakan layanan jasa dari penyedia jasa nasional, dan penyedia jasa
asing yang harus mempunyai kantor perwakilan di Indonesia)
4) Penggunaan Dokumen-Dokumen Kontrak dan Informasi
(harus dengan ijin tertulis dari pengguna barang/jasa)
5) Hak Paten, Hak Cipta, dan Merek
(harus melindungi pengguna barang/jasa dari tuntutan atau klaim pihak
ketiga)
6) Jaminan-jaminan
a) Penyerahan jaminan pelaksanaan selambat-lambatnya 14 (empat
belas) hari kerja setelah diterbitkannya surat penunjukan penyedia jasa

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-7
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

Masa berlakunya jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak


tanggal penandatanganan kontrak-14 (empat belas) hari
Jaminan pelaksanaan dalam bentuk jaminan bank/…..
b) Penyerahan jaminan uang muka yang bernilai sekurang-kurangnya
sama dengan jumlah uang muka
Masa berlakunya jaminan uang muka
Jaminan uang muka dalam bentuk jaminan bank/surety bond
c) Penyerahan jaminan pemeliharaan setelah pekerjaan dinyatakan
selesai 100% (seratus persen)
Masa berlakunya jaminan pemeliharaan
Jaminan pemeliharaan dalam bentuk jaminan bank/surety bond
7) Asuransi, mencakup dari saat mulai pelaksanaan-akhir masa pemeliharaan,
meliputi:
8) Cara Pembayaran
9) Harga Kontrak
10) Amandemen Kontrak
11) Hak dan Kewajiban Para Pihak
12) Jadual Pelaksanaan Pekerjaan
13) Pengawasan
14) Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan
15) Keadaan Kahar
16) Itikad Baik
17) Pemutusan Kontrak
18) Penyelesaian Perselisihan
19) Bahasa dan Hukum
20) Perpajakan
21) Korespondensi
22) Penggunaan Usaha Kecil/Koperasi Kecil
23) Personil
24) Penilaian Pekerjaan Sementara
25) Penemuan-penemuan (benda bersejarah)
26) Kompensasi
(kompensasi lain yang dirinci dalam syarat khusus kontrak harus
dicantumkan)
27) Penangguhan (hak pembayaran apabila pihak penyedia jasa tidak
melakukan kewajiban)
28) Hari Kerja (Pembayaran secara harian)
29) Pengambilalihan (lokasi dan hasil pekerjaan)
30) Pedoman Pengoperasian dan Perawatan
(termasuk as built drawing)
31) Penyesuaian Biaya
3 SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-8
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

Merupakan ketentuan perubahan, tambahan dan/atau penjelasan dari ketentuan


yang ada pada syarat-syarat umum kontrak
Catatan :
*) PIlih salah satu dari dua pilihan yang ada.
Ya: jika terdapat dalam kontrak dan memenuhi ketentuan peraturan perundangan
Tidak: jika tidak tercantum dalam konsep kontrak dan tidak memenuhi ketentuan peraturan
Periksa/Teliti adakah hal-hal yang merugikan negara dan/atau melanggar peraturan perundang-
undangan

Adapun Contoh formulir evaluasi draft kontrak dan contoh format kontrak dapat
dilihat pada Lampiran modul ini.

2.2 Prosedur Administrasi Pelaksanaan Kontrak


Secara garis besar, tahapan kegiatan pelaksanaan kontrak dapat dilihat
pada Gambar 2.2 berikut ini.

Gambar 2. 2-Tahapan Kegiatan Pelaksanaan Kontrak

Pelaksanaan kontrak konstruksi meliputi tahapan sebagai berikut:


a) Penyerahan Lapangan
Sebelum SPMK terbit, dilaksanakan pemeriksaan bersama (direksi
teknis dan/atau konsultan pengawas serta penyedia jasa) untuk

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-9
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

inventarisasi barang milik PPK. Selanjutnya dibuat berita acara


penyerahan lapangan.
SPMK sendiri diterbitkan paling lambat 14 hari kerja setelah kontrak
ditandatangani. Apabila penyedia jasa tidak segera mulai kerja setelah
SPMK maka Pejabat Pembuat Komitmen menerbitkan surat
peringatan. Dan apabila penyedia jasa tidak dapat mulai pekerjaan
karena kesalahan Pejabat Pembuat Komitmen maka penyedia jasa
berhak mendapatkan kompensasi dari Pejabat Pembuat Komitmen.
Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak ( PCM )
b) Diselenggarakan selambat-lambatnya 7 hari setelah SPMK, diikuti oleh
direksi pekerjaan, direksi teknis, unsur perencanaan dan penyedia jasa.
Rapat ini bertujuan untuk menghasilkan kesepakatan-kesepakatan
beberapa materi yang dapat menimbulkan masalah dalam pelaksanaan
pekerjaan. Hasil rapat persiapan pelaksanaan kontrak dituangkan
dalam berita acara.
PCM antara lain membahas :
1) Pasal-pasal dalam dokumen kontrak, perihal:
(a) Pekerjaan tambah kurang;
(b) Penyelesaian perselisihan;
(c) Pemeliharaan pekerjaan;
(d) Kompensasi;
(e) Denda;
(f) Pemutusan kontrak;
(g) Dan lain-lain yang dinilai perlu.
2) Tata cara penyelenggaraan pekerjaan, perihal:
(a) Organisasi kerja;
(b) Tata cara pengaturan pekerjaan (PCM,SCM,FC);
(c) Jadual pelaksanaan pekerjaan;
(d) Jadual pengadaan bahan, mobilisasi peralatan dan personil;
(e) Penyusunan rencana pemeriksaan lapangan dan pembuatan
shop drawing;
(f) Sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah
setempat mengenai rencana kerja;

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-10
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

(g) Penyusunan program mutu;


(h) Buku Harian, Laporan dan lain-lain yang dinilai perlu.
3) Prog. Mutu (RMK) dan Rencana Penerapan SMK3
4) SPMK
5) Mobilisasi
6) Pemeriksaan Bersama (MC 0%)
7) Pembayaran Uang Muka
8) Pembayaran Prestasi Pekerjaan
9) Perubahan Kegiatan Pekerjaan
Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lokasi
pekerjaan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi
yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak, maka PPK bersama
penyedia dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara
lain:
(a) menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum
dalam kontrak;
(b) menambah atau mengurangi jenis pekerjaan;
(c) mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai
dengan kebutuhan lokasi pekerjaan; dan/atau
(d) melaksanakan pekerjaan tambah yg belum tercantum dalam
kontrak yg diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan
sesuai lingkup kontrak awal.
(e) Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya
anggaran dan paling tinggi 10% dari nilai kontrak awal.
(f) Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertulis
kepada penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi
teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang
tercantum dalam kontrak awal.
Perubahan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
(a) Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK
atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai
berikut:
(1) pekerjaan tambah;

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-11
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

(2) perubahan disain;


(3) keterlambatan yang disebabkan oleh PPK;
(4) masalah yang timbul di luar kendali penyedia; dan/atau
(5) keadaan kahar
(b) Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurang-
kurangnya sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat
keadaan kahar atau waktu yang diperlukan utk menyelesaikan
pekerjaan.
10) Denda & Ganti Rugi
11) Keadaan Kahar (Force Majeur)
12) Pemberlakuan Kontrak Kritis (SCM)
13) Penghentian dan Pemutusan Kontrak
14) Laporan Hasil Pekerjaan
15) Perpanjangan Waktu Pelaksanaan
16) Kerjasama Antara Penyedia B/J dengdn Subkontraktor
17) Serahterima Pekerjaan
Setelah pekerjaan selesai 100%, penyedia mengajukan permintaan
secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan. Dalam
rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Panitia/Pejabat
Penerima Hasil Pekerjaan. Apabila memerlukan keahlian teknis
khusus dapat dibantu oleh tim/tenaga ahli untuk membantu
pelaksanaan tugas Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. PPK
akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu
tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan selesai/pengakhiran
pekerjaan.
18) Kompensasi
Peristiwa Kompensasi yg dapat diberikan kepada penyedia yaitu:
(a) PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan pekerjaan;
(b) keterlambatan pembayaran kepada penyedia;
(c) PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau
instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan;
(d) penyedia blm bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal dlm kontrak;

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-12
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

(e) PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia utk melakukan


pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian
ternyata tdk ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan;
(f) PPK memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan;
(g) PPK memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang
tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh PPK;
(h) ketentuan lain dalam SSKK.
(1) Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat
diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan
kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK,
dapat dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa
Kompensasi.
(2) Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau
perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia
gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam
mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa
Kompensasi.

Penyelesaian Sengketa dalam Kontrak dapat dilakukan melalui


pengadilan dan di luar pengadilan. Pemilihan jenis penyelesaian
sengketa ini ditetapkan daam Dokumen Pemilihan/Kontrak.
Timbulnya sengketa biasanya bermula dari situasi dimana ada
pihak yang merasa dirugikan oleh pihak lain. Atau diawali dengan
perasaan tidak puas yang bersifat subyektif dan tertutup. Dapat
juga Proses sengketa terjadi karena tidak adanya titik temu antara
pihak-pihak yang bersengketa. Dengan demikian diperlukan
adanya dasar/alasan dalam penetapan/pemilihan jenis
penyelesaian sengketa.

2.3 Latihan
Peserta pelatihan, dibagi dalam 4 (empat) kelompok. Setiap kelompok
mengerjakan latihan penyusunan kontrak kerja konstruksi, dengan
ketentuan, sbb:

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-13
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

a) Nama paket pekerjaan konstruksi ditentukan sendiri;


b) Lokasi pekerjaan : ditentukan sendiri
c) Perusahaan Penyedia Pekerjaan Konstruksi ditentukan sendiri;
d) Nama PPK ditentukan sendiri;
e) Nilai Paket pekerjaan ................;
f) Jenis kontrak pekerjaan konstruksi :
1) Kontrak harga satuan, tahun tunggal;
2) Kontrak Lump sum, tahun tunggal;
3) Penyedia Berbentuk Kemitraan/KSO];
4) Penyedia tunggal (satu penyedia);
g) Gunakan Daftar Simak dan lakukan Evaluasi Draft Kontrak.
Setiap kelompok melakukan Diskusi /pembahasan dan presentasi dengan
aspek yang dibahas antara lain:
a) Perbedaan prinsip kontrak Lump sum dengan Kontrak Harga Satuan;
b) Pre-award Meeting, maksud dan tujuan serta manfaatnya;
c) Prosedur penandatangan kontrak dan prosedur pelaksanaan Kontrak,
dalam memenuhi tertib administrasi kontrak.
d) Dalam hal menyangkut tentang Prosedur pelaksanaan Kontrak, dalam
rangka memenuhi tertib administrasi kontrak, antara lain :
1) Format Berita Acara:
(a) Penyerahan lapangan;
(b) Perubahan volume dan jenis pekerjaan (MC0%, perubahan
desain, tambah kurang,dsb);
(c) Serah terima pekerjaan (PHO, FHO)
2) Addendum kontrak.

2.4 Rangkuman
Kontrak merupakan perjanjian tertulis antara PPK dengan Penyedia
Barang/Jasa atau Pelaksana Swakelola. Hukum Kontrak adalah norma
atau kaidah atau aturan hukum yang mengatur hubungan hukum antar para
pihak berdasarkan kata sepakat untuk menimbulkan akibat hukum dalam
melaksanakan suatu obyek perjanjian atau prestasi. Sehingga Administrasi
Kontrak adalah Sesuatu yang menggambarkan secara menyeluruh

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-14
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

penanganan kontrak sejak sebelum tanda tangan (pra-kontrak ) sampai


dengan kontrak berakhir.

Dokumen Kontrak Kerja Konstruksi merupakan keseluruhan dokumen yang


mengatur hubungan hukum antara Pejabat Pembuat Komitmen dan
Penyedia Jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, yg terdiri dari
:
a) Addendum Surat Perjanjian;
b) Pokok Perjanjian;
c) Surat Penawaran berikut Daftar Kuantitas dan Harga;
d) Syarat-syarat Khusus Kontrak;
e) Syarat-syarat Umum Kontrak;
f) Spesifikasi Khusus;
g) Spesifikasi Umum;
h) Gambar-gambar dan;
i) Dokumen lainnya seperti : jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP, BAPP.

Pelaksanaan kontrak konstruksi meliputi tahapan sebagai berikut:


a) Penyerahan Lapangan
b) Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak ( PCM )
c) Prog. Mutu (RMK) dan Rencana Penerapan SMK3
d) SPMK
e) Mobilisasi
f) Pemeriksaan Bersama (MC 0%)
g) Pembayaran Uang Muka
h) Pembayaran Prestasi Pekerjaan
i) Perubahan Kegiatan Pekerjaan
j) Denda & Ganti Rugi
k) Keadaan Kahar (Force Majeur)
l) Pemberlakuan Kontrak Kritis (SCM)
m) Penghentian dan Pemutusan Kontrak
n) Laporan Hasil Pekerjaan
o) Perpanjangan Waktu Pelaksanaan

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-15
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

p) Kerjasama Antara Penyedia B/J dengdn Subkontraktor


q) Serahterima Pekerjaan
r) KompensasI.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi II-16
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Kontrak merupakan dokumen yang penting dalam pelaksanaan pekerjaan
konstruksi. Karena segala hal terkait hak dan kewajiban antara pihak serta
alokasi risiko diatur dalam kontrak. Oleh karena itu, pemahaman akan
kontrak konstruksi mutlak diperlukan oleh para aparatur sipil negara,
terutama yang terlibat dalam penyelenggaraan proyek infrastruktur PUPR,
agar semua masalah dan risiko yang terkandung di dalamnya dapat dikelola
dan diatasi. Disamping itu, kerugian proyek terbesar pada umumnya bukan
hanya disebabkan karena kesalahan perencanaan dan pelaksanaan fisik,
namun juga dapat disebabkan karena kegagalan dalam mengelola kontrak
pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

3.2 Tindak Lanjut


Diklat Hukum Kontrak Konstruksi merupakan pelatihan yang dapat
memberikan pembekalan awal bagi para peserta untuk memiliki sikap,
pengetahuan dan keahlian dasar dalam Kontrak Konstruksi.

Dengan Simulasi ini diharapkan peserta lebih menguasai dalam menyusun


dan melaksanakan suatu Kontrak Konstruksi, sehingga diharapkan dapat
turut mewujudkan tertib prosedur dan administrasi dalam pelaksanaan
Kontrak Konstruksi.

Guna peningkatan wawasan, peserta disamping perlu mempelajari


kebijakan/ peraturan terkait, serta seluruh modul yang diberikan dalam
Diklat Hukum Kontrak Konstruksi. Disamping itu, peserta juga perlu
membaca berbagai dokumen kontrak maupun literatur terkait kontrak
konstruksi.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi III-1
Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

DAFTAR PUSTAKA

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata [Burgerlijk Wetboek]. 2008. Diterjemahkan


oleh Subekti dan R. Tjitrosudibio. Jakarta : Pradnya Paramita

Keputusan Presiden RI nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa


Pemerintah, beserta peraturan perubahannya

LKPP. 2016. Kurikulum Pelatihan Keahlian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,


Jakarta: LKPP

LKPP. 2016. Modul Pelatihan Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah. Jakarta:


LKPP

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi vi


Modul Simulasi Kontrak Konstruksi

GLOSARIUM

FHO : Final Hand Over/ Penyerahan Akhir Pekerjaan


KSO : Kerja Sama Operasi
LKPP : Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
PCM : Pre Construction Meeting/ Rapat Persiapan Pelaksanaan
Kontrak
PHO : Provisional Hand Over/ Penyerahan Sementara Pekerjaan
PPK : Pejabat Pembuat Komitmen
SPMK : Surat Perintah Mulai Kerja
SPPBJ : Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi vii