0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
224 tayangan3 halaman

Asuhan Keperawatan Pada Hepatitis

Pasien mengalami hepatitis yang ditandai dengan berkurangnya nafsu makan, kelemahan umum, nyeri di area hati, dan perasaan cemas. Diagnosa keperawatan meliputi perubahan nutrisi kurang, intoleransi aktivitas, nyeri akut, dan kecemasan. Rencana perawatan bertujuan meningkatkan nutrisi, aktivitas, mengurangi nyeri, dan meningkatkan pemahaman tentang penyakitnya.

Diunggah oleh

ester ronauli
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
224 tayangan3 halaman

Asuhan Keperawatan Pada Hepatitis

Pasien mengalami hepatitis yang ditandai dengan berkurangnya nafsu makan, kelemahan umum, nyeri di area hati, dan perasaan cemas. Diagnosa keperawatan meliputi perubahan nutrisi kurang, intoleransi aktivitas, nyeri akut, dan kecemasan. Rencana perawatan bertujuan meningkatkan nutrisi, aktivitas, mengurangi nyeri, dan meningkatkan pemahaman tentang penyakitnya.

Diunggah oleh

ester ronauli
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN PADA HEPATITIS

Tgl/jam DATA ETIOLOGI PROBLEM


DS : Kegagalan masukan Perubahan nutrisi
- Pasien mengatakan nafsu makan metabolik , mual, kurang dari kebutuhan
berkurang dan mual. muntah dan tubuh
- Pasien hanya menghabiskan ½ porsi berkurangnya nafsu
diet yang disajikan rumah sakit. makan
DO :
- Pasien hanya menghabiskan ½ porsi
diet yang disajikan rumah sakit.
- Bising usus 10 kali/menit
- BB : 43 Kg
- Status Nutrisi “Under Weight”.
- Konjungtiva tampak anemis.
- Klien tanpak lemah.
DS : Kelemahan umum Intoleransi aktivitas
- Pasien mengatakan lemah .
- Aktifitas pasien dibantu oleh keluarga
- Kekuatan otot ekstermitas atas 5,
ekstermitas bawah 3.
DO :
- Pasien terlihat lemah .
-Pasien dalam melakukan aktivitas
dibantu oleh keluarganya
- Adanya keterbatasan aktivitas.
- Terjadi penurunan kekuatan otot,
kekuatan otot 5 Fungsi hepar
terganggu
DS : Kerusakan jaringan Nyeri akut
- Pasien mengatakan nyeri didaerah hepar
epigastrium.
DO :
- Terdapat nyeri tekan didaerah perut
bagian kanan atas.
- P : Nyeri dirasakan pada saat
bergerak, Q : Nyeri terasa seperti
ditusuk-tusuk, R : Terdapat di bagian
epigastrium, S : Skala nyeri 3 (0- 5), T :
Nyeri yang dirasakan hilang timbul
- Adanya kelemahan umum, disertai
rasa nyeri didaerah hepar Virus
berkembang iak dalam sel hati
DS : Kurang pengetahuan Ansietas
- klien mengatakan cemas dengan terhadap penyakit
keadaannya saat ini. yang sedang
- klien selalu menanyakan tentang dihadapinya
kondisinya sekarang.
DO :
- Ekspresi wajah klien dan keluarga
cemas dan gelisah.
- Pasien kurang berkomunikasi dengan
baik dengan petugas kesehatan,
namun pada saat dilakukan pengkajian
pasien dapat bekomunikasi dengan
baik dengan sanak keluarganya. Kurang
informasi

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan masukan
metabolik , mual, muntah dan berkurangnya nafsu makan
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum
3. Nyeri akut berhubungan dengan kerusakan jaringan hepar
4. Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan terhadap penyakit yang sedang
dihadapinya

3. RENCANA KEPERAWATAN

Tgl/j No. Tujuan dan KH (NOC) Intervensi (NIC) TTD


am DP
1 Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. Kaji kebiasaan diet, input-output
selama 3 hari (3 x 24 jam) diharapkan dan timbang BB setiap hari.
kebutuhan nutrisi klien terpenuhi dengan 2. Berikan makan porsi kecil tapi
kriteria hasil : sering dan dalam keadaan hangat.
a. BB klien dalam batas normal. 3. Berikan makanan yang lunak
b. Klien dapat menghabiskan porsi makanan sesering mungkin, buang secret
nyg disediakan rumah sakit. berikan wadah husus untuk sekali
c. Klien dapat mentoleransi diet yang pakai dan tisu dan ciptakan
dianjurkan. lingkungan bersih dan
d. Tidak menunujukan tanda malnutrisi. menyenangkan.
4. Tingkatkan tirah baring.
5. Kolaborasi : Konsul ahli gizi untuk
memberikan diet sesuai kebutuhan
klien.
6. Kolaboasi dalam pemberian obat
vit. B kompleks, vit C dan tambahan
diet lain sesuai indikasi.
2 Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. Observasi keadaan umum klien.
selama 3 hari (3 x 24 jam) klien menunjukan 2. Kaji tingkat intoleransi aktivitas
perbaikan terhadap aktifitas, dengan kriteria klien
hasil : 3. Jelaskan sebab-sebab keletihan
a.Mengekspresikan pemahaman tentang individu.
pentingnya perubahan tingkat aktifitas. 4. Sarankan klien untuk tirah baring.
b. Meningkatkan aktifitas yang dilakukan 5. Bantu individu untuk
sesuai dengan kekuatan otot. mengidentifikasi kekuatan-kekuatan,
kemampuan-kemampuan dan minat-
minat.
6. Analisa bersama-sama tingkat
keletihan selama 24 jam meliputi
waktu puncak energi, waktu
kelelahan, aktivitas yang
berhubungan dengan keletihan.
3 Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. Kaji tingkat nyeri
selama 3 hari (3 x 24 jam) diharapkan nyeri 2. Kolaborasi dengan individu untuk
berkurang/teratasi, dengan kriteria hasil : menentukan metode yang dapat
a. Tidak ada keluhan nyeri. digunakan untuk intensitas nyeri .
b. Ekspresi wajah cemas 3. Tunjukkan pada klien penerimaan
c. TTV dalam batas normal. tentang respon klien terhadap nyeri.
4. Dengarkan dengan penuh
perhatian ungkapan klien tentang
nyerinya
5. Berikan informasi akurat dan
Jelaskan penyebab nyeri, tunjukkan
berapa lama nyeri akan berakhir, bila
diketahui .
6. Bahas dengan dokter penggunaan
analgetik yang tak mengandung efek
hepatotoksi.
4 Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. Kaji tingkat pengetahan keluarga
selama 2 hari (2 x 24 jam) diharapkan klien tentang penyakit yang di derita klien.
dan keluarga mengerti dan memahami 2. Jelaskan keadaan klien pada
tentang penyakitnya, dengan kriteria hasil. keluarga.
- Klien dan keluarga mengerti keadaannya. 3. Beri kesempatan pada keluarga
- Klien dan keluarga tidak cemas lagi untuk bertanya tentang hal-hal yang
- Klien tampak tenang belum di mengerti.
4. Anjurkan kepada keluarga agar
terlibat secara langsung dan aktif
dalam perawatan klien.
5. Observasi tingkat kecemasan yang
dialami oleh keluarga.

Anda mungkin juga menyukai